Home Blog Page 1715

Wabup Hadiri Tabligh Akbar Karo Bermunajat

Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, menghadiri Tabligh Akbar Karo Bermunajat di Lapangan Guntur Berastagi, Minggu (5/3) lalu.

Tabligh Akbar Karo Bermunajat ini, turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah. Panitia menghadirkan Ustad Hilman Fauzi sebagai penceramah dan juga penyanyi religi Syakir Daulay.

Dalam sambutannya, Theopilus mengapresiasi terselenggaranya acara ini, dan berharap acara seperti ini dapat lebih ditingkatkan lagi ke depannya.

“Melalui pertemuan ini, kiranya dapat memberikan makna yang positif dan dapat meningkatkan kerukunan serta kedamaian dalam keberagamaan kita sebagai manusia di Karo. Sehingga kita dipersatukan dan keimanan kita kepada Tuhan dapat lebih membaik,” ungkap Theopilus.

“Kepada adik-adik remaja masjid yang sudah memfasilitasi acara ini, kami sangat mengapresiasi. Dan kami berharap acara ini dapat kita tingkatkan lagi ke depannya,” harapnya.

Di akhir sambutan, Theopilus menyampaikan, Kabupaten Karo menjadi tuan rumah MTQ terakhir kali pada 1990-an. Di hadapan Ijeck, sapaan karib Musa Rajekshah, dia berharap MTQ di Kabupaten Karo dapat diselenggarakan kembali. (deo/saz)

17 CASN 2021 Pemkab Humbahas Terima SK

BERSAMA: Kepala BKPSDM Kabupaten Humbahas Chiristison Marbun, saat diabadikan bersama 17 ASN yang baru dilantik, Senin (6/3).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 17 CASN Formasi 2021 pada Pemkab Humbanghasundutan (Humbahas) dilantik dan disumpah menjadi ASN di Kantor BKPSDM Humbahas, Senin (6/3) lalu. Atas hal ini, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, melalui Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Christison Marbun, berpesan kepada para ASN yang baru dilantik agar dapat memberikan contoh bagus dari tutur, sikap, dan penampilan kepada masyarakat.

Menurutnya,dari sikap, tutur kata, dan penampilan itu, dapat mempengaruhi karakter, apa lagi dalam melayani masyarakat.

“Sikap, tutur kata, dan penampilan, dapat mempengaruhi karakter mereka yang kita layani,” ungkap Christison.

Selain itu, Christison juga mengingatkan, agar para ASN patuh, dan tunduk terhadap kewajiban, serta larangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sebagai ASN, wajib mematuhi segala peraturan perundang-undangan. Juga, menghormati norma kearifan lokal, di mana bapak ibu mengabdikan diri,” tegasnya.

Lebih lanjut Christison menjelaskan, menaati peraturan perundang-undangan akan menjadi mudah jika terbiasa untuk disiplin, dan menaati segala peraturan yang telah diamanatkan.

“Itu akan mudah jika bapak ibu terbiasa untuk disiplin. Laksanakan tugas dengan baik, ikuti arahan tugas yang diberikan oleh pimpinan unit kerja dan selalu menjaga nama baik korps,” imbaunya.

“Sekali lagi, saya ucapkan selamat. Bekerjalah sebagaimana mestinya dan tetap bersyukur. Semoga Tuhan memberkati,” pungkas Christison.

Adapun 17 ASN yang menerima SK, yakni Renita Maharani Marpaung ditempatkan di Dinas Kopenaker, Hot Raja Nanda Siboro di Dinas PMPTSP, Syahrial Tambunan di Dinas Peternakan dan Perikanan, serta Veronika Nababan di Dinas Peternakan dan Perikanan. Berikutnya drg Mustika Putri ditempatkan di Puskesmas Hutapaung Pollung, drg Destrina Sihite di Puskesmas Sigompul Lintongnihuta, Novita Sari Simatupang di Puskesmas Parlilitan, Yunika Sinaga di Puskesmas Parlilitan, dan Kristina Ernawati Siregar di Puskesmas Parlilitan.

Selanjutnya, Ariustika Situmorang ditempatkan di Puskesmas Parlilitan, drg Dameria Pande Silaban di Puskesmas Parlilitan, Dermawan Sinaga di Puskesmas Parlilitan, Ekaryawati Sianturi di Puskesmas Parlilitan, Giventi Senaya Sihite di Puskesmas Parlilitan, Melda Siagian di Puskesmas Parlilitan, dan Meri Julianti Purba di RSUD Doloksanggul. (des/saz)

Food Estate Desa Riaria, Petani Panen Kentang 18 Ton

PANEN: Petani saat menunjukkan hasil panen kentang yang berukuran ekstra jumbo.Deddy Simbolon/Sumut Pos.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Lagi, petani di Food Estate (FE) Program Holtikultura di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), sumringah. Karena kentang yang ditanam selama 100 hari proses penanaman, menghasilkan 18 ton di lahan seluas satu hektare.

Kegembiraan itu disampaikan Haposan Siregar, selaku pemilik lahan, di sela-sela panen bersama petani lainnya dari Kelompok Tani Ria Bersinar, Selasa (7/3).

Ketua Kelompok Tani Ria Bersinar tersebut, juga mengatakan, kegembiraan mereka terjadi karena panen kentang yang menghasilkan 18 ton, hasilnya juga sangat bagus, yang diikuti harga pasar yang juga cukup baik.

Haposan menjelaskan, selama 100 hari proses penanaman di lahan seluas satu hektare, dapat menghasilkan kentang-kentang berukuran extra jumbo.

“Hasilnya sangat bagus. Dari random sampling per batangnya mengeluarkan 0,75 kilogram, dengan populasi 24 ribu batang kentang,” ungkap Haposan, dengan raut wajah sumringah.

Kemudian, harga rata-rata yang diperoleh dari hasil panen kentang dengan kualitas super ini, berkisar Rp11 ribu sampai Rp12 ribu per kilogramnya, untuk kualitas lokal Rp6 ribu hingga Rp7 ribu, sedangkan untuk kualitas sedang Rp3 ribu sampai Rp4 ribu per kilogram.

“Kalau kualitas lokalnya akan diolah menjadi benih, sehingga tidak lagi membeli dari luar daerah dengan harga tinggi,” tutur Haposan, didampingi Manajer Lapangan PT Parna Raya Harapan Simbolon, dan Kepala Agronom PT Parna Raya Sakinah Lumbangaol.

Hasposan juga menjelaskan, keberhasilan panen ini ternyata tidak terlepas dari kerja sama mereka dengan pihak PT Parna Raya. Pihaknya bersyukur dan berterima kasih kepada PT Parna Raya yang telah membantu mereka, baik di dalam pendanaan maupun pengelolaan, hingga pupuk.

“Jadi, beruntung kerja sama dengan PT Parna Raya. PT Parna Raya bayar pekerja, pupuk, hingga biaya olahan lahan,” katanya lagi.

Menurutnya, sejak lahan tidur di daerahnya ini menjadi program nasional yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, ada perubahaan yang dirasakan masyarakat petani. Karena program tersebut mampu memberikan perubahaan dengan mendonkrak roda perekonomian mereka.

“Jelas meningkat (penghasilan). Awalnya, penghasilan kami sekitar Rp1 juta per bulan kotor, itu pun tergantung harga di pasar. Kalau sekarang, saya pribadi sudah mengantongi penghasilan Rp8 sampai Rp9 juta sebulan,” beber Haposan.

Sementara itu, Manajer Lapangan PT Parna Raya, Harapan Simbolon mengatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan 3 kelompok tani di Program Food Estate ini, dengan luasan lahan 11,5 hektare. Dari luas 11,5 hektare itu, menurutnya, varietas pertanian yang digarap di antaranya kubis seluas satu hektare, jagung 5 hektare, dan kentang 5,5 hektare. “Kami menjalin kerja sama dengan 3 kelompok tani, yakni Ria Kerja, Ria Bersinar, dan Karejo. Jadi luasan lahan mereka ada 11,5 hektare,” sebutnya.

Dia juga menjelaskan, selama perusahaannya membantu petani di program ini, pihaknya tidak ada mengambil keuntungan, melainkan membantu program Presiden RI Joko Widodo.

“Kami murni untuk membantu program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional. Jadi, kami bekerja sama pada petani dengan membantu semuanya, mulai dari benih, pupuk, sampai upah pekerja, kami anggarkan semuanya Rp140 juta per hektare,” pungkas Harapan. (des/saz)

Rayakan Ramadan di Artotel Group

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk memberikan suasana Ramadan yang meriah dan berkesan, Artotel Group hadirkan beragam promo ekslusif selama Bulan Ramadan untuk menginap dari Bulan Maret hingga April 2023.

Selama Bulan Ramadan, The Reiz Suites, Artotel Curated Medan menghadirkan promosi menginap Everlasting Kareem di mana para tamu dapat menginap dengan harga yang sangat terjangkau. Hanya dengan Rp699.000 tamu sudah bisa menikmati menginap di kamar one bedroom termasuk takjil Ramadan, akses ke kolam renang serta taman bermain anak-anak.

Adapun periode pemesanan dan menginap tersedia di tanggal 21 Maret hingga 20 April 2023. untuk informasi dan pemesanan dapat melalui artotelgroup.com, telewapon ke 061- 5030- 0603 atau melalui WA ke 061-5030-0603.

“Kami sangat bersemangat menyambut bulan suci Ramadan di tahun 2023 ini karena dengan berakhirnya PPKM yang dicanangkan pemerintah, masyarakat akan tetap menjalankan kegiatannya seperti biasa meskipun di Bulan Ramadan, dari sekedar melakukan kegiatan perjalanan dinas maupun menyelenggarakan kegiatan berbuka puasa bersama dengan teman, klien, atau acara gathering dengan perusahaan. Sehingga kami telah merancang secara khusus program-program yang menarik untuk menginap dan berbuka puasa yang sangat istimewa,” kata Director of Marketing Communications Artotel Group, Yulia Maria dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Selasa (7/3).

Menurutnya, Bulan Ramadan tahun ini tentunya terasa sangat istimewa bagi umat Islam, terkhusus bagi Muslim di Kota Medan dan sekitarnya karena sudah diizinkan lagi untuk beraktivitas dan menjalankan ibadah tanpa batasan-batasan seperti yang terjadi 2 tahun belakangan ini.

“The Reiz Suites Artotel Curated sangat antusias menyambut momen tersebut sebagai tempat akomodasi yang tentu akan melengkapi momen kebersamaan selama menjalani ibadah puasa Ramadhan sampai hari Raya Idul Fitri 1444 H. Beberapa penawaran menarik telah kami sediakan bagi yang ingin Long Stay ataupun yang hanya ingin menghabiskan akhir pekan bersama keluarga,” timpal Anton Subiyakto, General Manager of The Reiz Suites Artotel Curated Medan.

Dikatakannya, keuntungan tambahan dan eksklusif terkait program promo Ramadan dapat dinikmati oleh para para tamu yang telah bergabung sebagai member dari program loyalty Artotel Wanderlust. Di mana tamu akan mendapatkan tambahan diskon sebesar 10% untuk menginap dan diskon hingga 15% untuk F&B jika melakukan transaksi langsung di aplikasi ARTOTEL Wanderlust yang dapat diunduh di Google Store maupun App Store. (rel/ram)

Wagubsu Resmikan Bimtek Bikopra Sumut 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Sumut menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Bina Industri dan Koperasi (Bikopra). Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) itu diselenggarakan di Hotel Grandhika, Jalan Dr Mansyur Medan, Senin (6/3/2023) malam.

Para petani sawit yang hadir sekitar seratusan orang tersebut berasal dari delapan cabang Aspek-PIR di berbagai kabupaten se-Sumut, yakni Padanglawas (Palas), Padanglawas Utara (Paluta), Mandailingnatal (Madina), Serdangbedagai (Sergai), Asahan, Simalungun, dan lainnya. Acara Bimtek Bikopra tersebut dihadiri dan diresmikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), H Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Ia didampingi Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Prima, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut Lies Handayani Siregar, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut Nazli, Ketua Umun Setiyono, Ketua Sumut Syarifudin Sirait, Ketua Dewan Pengawas Rusman Heriawan, dan para pengurus tingkat kabupaten, Kepala Sekretariat Aspek-PIR Effendi Pasaribu, Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmy Muhansyah, dan lainnya.

Ijeck banyak bercerita tentang masa lalunya dan keluarganya terkait perkebunan kelapa sawit. Dia menegaskan, kelapa sawit adalah bagian dari dirinya dan keluarganya. Karena itu tak heran, kalau ia merasa ketika menghadiri acara Aspek-PIR tersebut seperti kembali ke aktivitasnya di masa lalu yang akrab dengan sawit. “Dulu kami juga petani plasma. Awalnya mereka merupakan peserta PIR Trans Lokal. Saat itu Pemerintah memberikan mereka bibit mangga,” kata Ijeck mengenang.

Diceritakannya, saat itu ada sejumlah peserta PIR Trans lokal yang tak betah lalu menjual lahan kebun mereka. Namun, lanjutnya, saat itu ada juga petani yang mencoba bertahan. “Nah, mereka yang bertahan inilah akhirnya menjadi petani plasma binaan kami,” bebernya.

Terkait acara itu, Ijeck mengaku sangat senang dan mendukung kegiatan Bimtek Bikopra tersebut. Ia berharap para petani sawit anggota Aspek-PIR Sumut bisa semakin naik kelas setelah mengikuti kegiatan Bimtek Bikopra. “Insya Allah kalau diundang lagi oleh Aspek-PIR ke acara seperti ini, saya akan datang,” tegasnya penuh semangat, yang disambut tepuk tangan bergemuruh dari seratusan petani sawit yang hadir.

Usai acara, Ijeck menerima cenderamata dari Ketua Umum Aspek-PIR Setiyono. Serta dilanjutkan dengan pemberian cenderamata dari Ketua Aspek-PIR Sumut Syarifudin Sirait kepada Kadiv UKMK BPDPKS Helmy Muhansyah. (dwi/adz)

Sosok Kang Farid, Dirut Bank Sumut yang Penuh Prestasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Sumut digelar di Gedung Bank Sumut, Medan, Senin (6/3/2023). Dalam rapat itu, diputuskan Babay Parid Wazdi menjadi Direktur Utama (Dirut) menggantikan Rahmat Fadilah Pohan yang dicopot awal tahun ini.

Mantan Direktur Ritel dan Syariah Bank DKI (22 Maret 2022 – Maret 2023) ini telah diusulkan ke OJK untuk melalui tahap fit and proper test. Kang Farid panggilan akrabnya, merupakan kelahiran Karawang, 22 Juli 1971. Ia meraih gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1997 dan gelar Master di bidang Management Business dari International University of Japan pada 2011.

Ia juga memiliki pengalaman di dunia perbankan dari mulai menjadi Team Leader Capability Development Business Banking II Human Capital PT Bank Mandiri (Mei 2014-Januari 2015) dan Transactional Banking Sales Manager Kanwil IV Jakarta Thamrin PT Bank Mandiri (Januari 2015-Mei 2017). Lalu Kepala Divisi International & Transaction Banking Bank BJB (Mei 2017-Oktober 2018) dan Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah (Oktober 2018), Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah merangkap Direktur Keuangan PT Bank DKI (21 Februari 2020-21 April 2021).

Kang Farid juga pernah menjabat sebagai Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Merangkap Direktur Teknologi & Operasional Serta Direktur Pengendalian Risiko Kredit & Kelembagaan PT Bank DKI (28 Juni 2021 – 18 Oktober 2021). Saat ini Kang Farid menjabat sebagai Direktur Ritel & Syariah PT Bank DKI (22 Maret 2022 – Maret 2023). Kang Farid juga memiliki deretan prestasi gemilang, berupa kategori Talent Pool Bank Mandiri, CBC Terbaik I Bank Mandiri, Jakarta Commercial Sales Transactional Banking Forum Best, Presenter Team, Menerima Beasiswa dari Nakayama Foundation dan Kepala Divisi Terbaik Bank BJB.

Selain karier yang mulai dari bawah hingga mencapai jajaran direksi, dia juga memiliki pengalaman spesifik mempublikasikan tulisan terkait ekonomi dan perbankan sebanyak 46 tulisan di berbagai media, baik lokal maupun nasional. Kang Farid terus berkarya membuat tulisan, menyusun buku Distributor Financing (kredit untuk para distributor) dan Supplier Financing (kredit untuk para supplier) dicetak Mandiri University untuk kebutuhan training para RM (Resources Manager) secara nasional. (rel/adz)

Kejari Binjai Blender Sabu dan Ekstasi

Kajari Binjai, Jufri Nasution (tengah) saat memusnahkan barang bukti sabu didampingi sejumlah unsur forkopimda.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Binjai melakukan pemusanahan barang bukti narkotika dan lainnya yang sudah berkekuatan hukum tetap. Adapun barang bukti yang dimusnahkan yakni, sabu sebanyak 256,46 gram, pil ekstasi sebanyak 8 butir dan ganja seberat 2.701 gram.

Kajari Binjai, Jufri Nasution yang memimpin langsung kegiatan pemusnahan tersebut dan disaksikan oleh sejumlah unsur forkopimda. Dia menjelaskan, pemusnahan barang bukti ini langkah lanjutan untuk melakukan eksekusi putusan pengadilan.

Pemusnahan barang bukti ini merupakan kali kedua yang dilakukan Korps Adhyaksa pada tahun 2023. “Pemusnahan ini terhadap 27 perkara yang sudah inkracht, dan didominasi narkotika sebanyak 19 perkara,” kata Jufri didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Andri Dharma dan Kepala Seksi Intelijen, Adre Wanda Ginting usai pemusnahan, Selasa (7/3/2023).

Sabu yang berbentuk kristal putih ini dimusnahkan dengan cara diblender dan dilarutkan bersama air. Adapun barang bukti narkotika jenis sabu dimusnahkan dari terpidana Mujiburrahman alias Muji yang memasok 50 kilogram dan dimusnahkan 221 gram, yang merupakan sisa penyisihan dari laboratorium forensik.

Kemudian 24,06 gram sabu yang merupakan sisa penyisihan dari labfor dengan berat bersih 25,06 gram dari terpidana Ade Erfan. Lalu 7 gram sabu yang merupakan sisa penyisihan dari labfor dengan berat bersih 7,78 gram dari terpidana Miranti Yolanda.

Terakhir 4,4 gram yang merupakan sisa penyisihan dari labfor dengan berat bersih 4,75 gram dari terpidana Ahmad Fajar Ginting. Untuk barang bukti ganja yang dimusnahkan, dari terpidana Fiterson Marito Doloksaribu sebanyak 2.697 gram dan 4 gram dari terpidana Dedi Suseno.

Untuk pil ekstasi yang dimusnahkan masing-masing dari terpidana M Arif Pratama sebanyak 4 butir, lalu 3 butir dari terpidana Efri Wahyudi dan sebutir dari terpidana Habib Fahriza. “Untuk perkara yang 50 kilogram ini terpidananya atas nama Mujiburrahman alias Muji, sudah divonis hukuman mati,” ujar Jufri.

“Dan juga ada perkara dengan barang bukti ekstasi 8 butir, dan ganja 2.701 gram (2,7 kilogram). Tak hanya itu ada sembilan unit handphone, timbangan sabu, dan perjudian dua perkara serta Oharda enam perkara dimusnahkan,” sambungnya.

Pemusnahan barang bukti ini, lanjut Jufri, sebagai bentuk transparansi atau keterbukaan Kejari Binjai, dan bentuk pertanggung jawaban terhadap masyarakat Kota Binjai. “Kita sangat serius memberantas narkoba di Kota Binjai ini. Kita juga sangat prihatin, bahwa dari jumlah perkara yang kita tangani di Kejaksaan Negeri Binjai, 60 persen masih di dominasi perkara narkotika,” ujar Jufri.

Hukuman yang diterima terpidana Mujiburrahman dengan barang bukti sebanyak 50 kilogram ini, sama dengan tuntutan jaksa. Artinya, putusan dari palu majelis hakim dengan tuntutan penuntut umum sama, yakni pidana mati.

Diharapkan putusan pidana mati menjadi efek kepada masyarakat yang ingin berbuat singkat untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dengan menjadi kurir narkotika. “Jangan main-main untuk memperdagangkan narkoba secara gelap. Karena peredaran gelap ini, harus diberi efek jera pada para pengedar dan masyarakat tau kita serius memberantas narkoba,” pungkasnya. (ted/azw)

Satu Tersangka Pembunuhan Paino Ajukan Justice Collaborator

Kuasa hukum tersangka pembunuhan Almarhum Paino, Irwansyah Nasution saat menanyai kliennya, Sulhanda Yahya alias Tato

STABAT, SUMUTPOS.CO – Kabar mengejutkan datang dari Kota Stabat, Kabupaten Langkat. Sulhanda Yahya alias Tato, tersangka pembunuhan Anggota DPRD Langkat periode 2014-2019 atas nama Paino, mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

Kuasa hukum tersangka, Irwansyah Putra Nasution didampingi Direktur Lembaga Bantuan Hukum Sinergi Cita Indonesia, Nasrullah Nasution menjelaskan, JC yang diajukan kliennya sudah disampaikan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Kata dia, saat ini masih dalam proses verifikasi.

“Kita mengajukan JC, karena tersangka Tato bersedia membuka dan membuat perkara ini menjadi terang benderang. Semuanya sudah disampaikan pada penyidik, terkait keterlibatan dan peran masing-masing tersangka lainnya,” kata dia, Selasa (7/3/2023).

Menurut Irwansyah, keterangan Tato kepada penyidik yang mengungkap kasus penembakan Paino. Termasuk peran masing-masing tersangka hingga otak pelakunya.

Dia menambahkan, rencana pembunuhan terhadap Paino sudah tiga kali direncanakan oleh otak pelaku berinisial TS. Namun dua kali gagal dilakukan dan yang ketiga baru berhasil.

Tato juga mengaku, sebelum mengeksekusi Paino, para pelaku dicekokin narkoba jenis sabu-sabu sebanyak tiga paket oleh tersangka TS. “Sabu itu dibagi bertahap dan diisap mereka sebelum membunuh Paino,” kata Irwansyah menirukan ucapan Tato.

Nasrullah menambahkan, Tato yang membonceng tersangka Dedi selaku eksekutor penembakan. Tato juga yang palangkan motornya agar motor Paino tidak dapat melintas, sebelum akhirnya dieksekusi.

Permohonan menjadi JC juga diatur dalam undang-undang No. 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas undang-undang No.13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Sementara, kuasa hukum keluarga Almarhum Paino, Togar Lubis mendukung salah satu tersangka menjadi JC.

Bagi Togar, sepanjang hal tersebut untuk membuat semakin terang benderang perkara pembunuhan Paino, pihaknya mendukung langkah tersebut. “Artinya kami dari kuasa hukum keluarga Almarhum Paino, kita dukung. Sepanjang itu untuk semakin terang benderangnya perkara pembunuhan Paino itu, kita dukung karena itu diatur dalam undang-undang,” ujar Togar.

Bahkan bila perlu, ujar Togar, tidak hanya Tato yang mengajukan JC, dari 5 orang yang ditetapkan penyidik sebagai tersangka. “Kita bersyukur kali pun kalau ada dua JC, jadi makin terang benderang,” ujar Togar.

“Terus terang, yang kita kejar ini otak pelaku sebenarnya. Dan eksekutor itu lucu, ternyata tahun 2019 baru keluar dalam perkara senjata api,” sambung dia.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Langkat, Iptu Luis Beltran juga membenarkan jika Sulhanda Yahya alias Tato mengajukan diri jadi JC. “Siap benar, tapi semua keputusan ada pada LPSK yang bisa menentukan dia bisa jadi JC atau tidak,” tukasnya.

Diketahui, tim gabungan mengungkap kasus penembakan yang dialami Almarhum Paino dengan menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Adapun mereka yakni, Luhur Sentosa Ginting alias Tosa (26) yang disangkakan polisi sebagai otak pelaku, Dedi Bangun (38) sebagai eksekutor penembakan, Persadanta Sembiring (43), Heriska Wantenero alias Tio (27), dan Sulhanda Yahya alias Tato (27).

Mereka ditangkap tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Langkat dari lokasi terpisah. Diketahui, korban yang meninggalkan 4 orang anak ini ditemukan tewas diduga ditembak di Devisi 1 Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu, Kamis (26/1/2023) malam.

Korban mengalami luka tembak di dada kanan. Korban dihabisi di atas sepeda motor saat jalan pulang usai dari warung. Di sekitar lokasi korban roboh, ditemukan diduga selongsong peluru. (ted/azw)

Plt Bupati Langkat Hadiri Istighotsah NU di Ponpes Ulumul Quran

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat H Syah Afandin SH menghadiri acara Istighotsah PC NU Kabupaten Langkat di Ponpes Ulumul Qur’an Stabat, Selasa (7 /3).

PC NU Kabupaten Langkat mengelar (Istighosah) meminta pertolongan kepada Allah SWT agar bangsa ini tetap diberi keberkahan dan selalu mendapat perlindungannya dalam rangkah 1 abad NU.

Rohis NU Kabupaten Langkat HM Iqbal SSos menyampaikan terima kasih kepada bapak Plt Bupati Langkat H Syah Afandin SH di tengah-tengah kesibukannya masih menyempatkan waktu untuk hadir di tengah-tengah kami untuk melaksanakan istighosah 1 Abad NU.

“Terima kasih juga atas dukungannya kepada kami yang telah di berikan oleh pak Plt Bupati Langkat H Syah Afandin SH untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan apa yang menjadi misi pemerintah kabupaten Langkat untuk menjadikan langkat yang religi,” ujarnya.

Syah Afandin menyampaikan rasa bangga dengan kegiatan ini yang termasuk mendukung saya dalam menjalankan program pemerintah untuk menjadikan langkat yang religius, juga menjadikan langkat berjiwa Qurani dan islami terkhusus santri/santriwati ulumul Qur’an ini yang nantinya setelah tamat untuk selalu melakukan sosialisasi di tengah-tangah masyarakat.

Istighosah bersama yang kita lakukan ini untuk berdoa bersama demi negri kita yang sangat luar biasa yang kita cintai, tinggal kita memanfaatkannya apa yang sudah diberi fasilitas oleh Allah SWT.

“Doakan saya untuk menjadi pemimpin yang amanah menjadi klaifa untuk mengantar kan masyarakat yang tetap di jalan Allah SWT ,”harapnya.

Turut hadir Ketua pondok Pesantren Ulumul Qur’an H.M.Iqbal,S.Sos, Kadis Kominfo H.Syahmadi,S.Sos,.M.SP, Kasat Satpol PP Dameka Putra Singarimbun,S.STP, Kabag Prokopim Mahardhika Sastra Nasution SSTP MAP, Pengurus PC NU, Ustad dan Ustazah, serta Para Santri Ulumul Qur’an. (mag-6)

3 Gapura Batas Kota Medan Ditarget Selesai Akhir Maret

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan tiga Gapura Batas Kota Medan tahun anggaran 2022 hingga kini belum juga selesai dikerjakan. Alhasil, proyek berbiaya Rp9,4 miliar itu harus dilanjutkan atau diperpanjang pengerjaannya selama 50 hari di tahun anggaran 2023.

Sayangnya, meskipun sudah lewat 50 hari kerja di tahun 2023, pengerjaan Gapura Batas Kota di kawasan Kampunglalang, Amplas, dan Tuntungan itu tidak juga selesai.

Kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis membenarkan hal itu.

“Iya, tiga gapura batas kota itu memang belum rampung dikerjakan pihak kontraktor. Tahun ini sudah lewat 50 hari, tapi belum selesai juga. Ya itulah, manusia berencana, tapi Tuhan juga yang menentukan. Kalau yang kita lihat, banyak terkendala masalah cuaca,” ucap Endar kepada Sumut Pos, Selasa (7/2/2023).

Alhasil, kata Endar, Pemko Medan kembali memberi waktu kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan tiga gapura batas kota tersebut. Berdasarkan aturan, perpanjangan dapat diberikan 20 hari sampai 40 hari selepas habis masa waktu perpanjangan pertama (50 hari).

“Saat ini kita perpanjang, sesuai aturan dapat diperpanjang sampai 40 hari di tahun ini (2023) atau paling lama akhir bulan Maret ini. Harapan kita bisa selesai lebih cepat dari itu,” ujarnya.

Meskipun demikian, sambung Endar, Pemko Medan tetap memberikan sanksi denda atau pinalti terhadap keterlambatan pekerjaan tiga gapura batas kota tersebut.

“Sanksi denda 1 permil perhari tetap diberikan, tidak bisa tidak, kan aturannya sudah jelas. Jadi selain harus menyelesaikan pekerjaannya, mereka juga harus membayar denda, dan itu sudah mereka ketahui sejak awal,” katanya.

Mengenai pembayaran sisa anggaran proyek yang belum tuntas, Endar mengatakan akan diajukan kembali di P-APBD TA 2023. Sebab, anggaran 2022 sudah tutup buku.

“Kita yakin bulan ini juga selesai lah tiga gapura itu. Karena memang kita lihat sudah mau selesai kok, sudah tinggal finishing saja,” tutupnya.

Seperti diketahui, untuk proyek pembangunan Gapura di Simpang Amplas (Jalan SM Raja) dianggarkan sebesar Rp3,8 miliar. Kemudian proyek pembangunan Gapura di kawasan Kampung Lalang (Jalan Gatot Subroto), dianggarkan sebesar Rp3,2 miliar, dan proyek pembangunan Gapura di kawasan Tuntungan (Jalan Jamin Ginting) dianggarkan sebesar Rp2,4 miliar. (map/azw)