Home Blog Page 1779

Mobil Almasar Masuk Jurang

MASUK JURANG: Mobil minibus Almasar yang melaju dari Sidikalang tujuan Medan, masuk jurang di Letter S, Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Dairi, Selasa (28/2) sore.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satu unit mobil penumpang umum, minibus merk Almasar, masuk jurang di kawasan Letter S Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Selasa (28/2) sore.

Sumber di lokasi kepada wartawan menyebutkan, minibus melaju dari Sidikalang menuju Medan. Setiba di lokasi kejadian, mobil masuk kejurang sejauh sekitar 3 meter.

Posisi ban mobil berada di atas. Mobil tertahan oleh kayu yang tumbuh disekitar lokasi.

“Untung ditahan kayu. Kalau nggak, masuk ke jurang lebih dalam, bisa nggak nampak,” kata sumber.

Sopir minibus diketahui bermarga Butar-butar. Sementara penumpang minibus sepasang suami istri, selamat. Mereka hanya mengalami luka ringan.

Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Dairi AKP Herliandri dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tersebut.

“Kejadian laka tunggal tersebut sudah kita tangani. Begitu juga supir serta penumpang sudah dievakuasi untuk mendapat perwatan”, ujar Herliandri.(rud/azw)

Curi Perhiasan, Empat Wanita Ditangkap

TERSANGKA: Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi meringkus empat tersangka pencurian barang berharga.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Tebingtinggi menangkap empat wanita warga Kota Medan yang diduga melakukan tindak pidana pencurian barang emas di kediaman rumah korban Mangasi Tua Parlindungan Marpaung (48) warga Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi.

Empat tersangka itu, AA (23) warga Bromo Menteng II Barbat Medan Denai Kota Medan, GS (37) warga Jalan Denai Kecamatan Medan Denai Kota Medan, Mar (43) warga Kelurahan Titikuning Kecamatan Medan Johor Kota Medan, dan TP (19) warga Lumban Surbakti kecamatan Medan Selayang Kota Medan.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto mengatakan, Selasa (28/2), keempat wanita itu diduga mencuri emas dengan mainannya seberat 30 gram dengan total kerugian mencapai Rp28,5 juta.

“Setelah adanya laporan korban, Sat Reskrim langsung bertindak dan melakukan penangkapan 4 tersangka,” jelasnya.

Modus kejahatan yang dilakukan tersangka, kata AKP Agus Arianto, dengan cara berpura-pura menawar barang jualan ke toko korban, dan pelaku lainnya meminta izin menumpang kamar mandi.

“Saat korban lengah, kawanan lainnya masuk dalam kamar dan mengambil barang berharga seperti emas,” jelas AKP Agus Arianto. (ian/azw)

Penggunaan e-Coklit Terkendala Sinyal, 30,71 Persen Warga Sumut Sudah Dicoklit

Yulhasni.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 3.413.643 penduduk Sumatera Utara sudah dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) oleh KPU Sumut bersama KPU kabupaten/kota. Hasil Coklit ini, akan dimuktahirkan menjadi Data Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024.

Komisioner KPU Sumut, Yulhasni mengatakan, 3.413.643 orang atau 30,71 persen warga sumut yang sudah dicoklit itu berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Angka tersebut akan terus bertambah. “Total DP4 di Sumut berjumlah 11.116.106 orang, berarti 1/3 nya sudah selesai dilakukan,” katanya.

Yulhasni menjelaskan, petugas panitia pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) paling lama harus menyelesaikan proses coklit pada 12 Maret 2023. Sedangkan masa kerja Pantarlih hingga 14 April 2023. ”Kalau kendala masih seputar penggunaan e-coklit sebagai alat bantu yang bergantung kepada sinyal,” jelas Yulhasni.

Dia juga menjelaskan, bila proses coklit selesai, petugas Pantarlih akan melaporkan hasilnya ke PPS yang kemudian PPS merekapn

menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS). Setelah DPS, akan ada Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). ”Setelah itu baru ditetapkan DPT oleh PPK, Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi,” tutur Yulhasni.

Untuk diketahui, sebanyak 45.822 petugas Pantarlih mulai bertugas untuk melakukan pencocokan dan penelitian dalam pemutakhiran data pemilih di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Pantarlih bertugas menggunakan dua metode. Pertama memakai hard copy atau manual, yang masih membawa berkas dan daftar pemilih, sementara metode kedua menggunakan e-coklit.

Napi Lapas Kelas I Medan Rekam e-KTP

Sementara, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) bagi wargabinaan. “Ini bertujuan untuk melengkapi data kependudukan para warga binaan, kegiatan ini juga merupakan aksi nyata dari Bidang Pembinaan Narapidana dalam rangka memenuhi hak-hak warga binaan,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Peristiwa Sembiring, Selasa (28/2).

Sambungnya, perekaman ini juga termasuk hak ikut serta dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada 2024 mendatang. “Kami berterimakasih kepada jajaran Disdukcapil atas respon baiknya dan atas ketersediaan untuk hadir di sini. Selain itu melakukan perekaman bagi warga binaan yang belum mempunyai e-KTP dan melakukan validasi NIK warga binaan,” jelasnya.

Turut melakukan pengawasan berlangsungnya kegiatan yakni Raymond Rumahorbo selaku Kepala Seksi Registrasi yang secara hierarki merupakan penanggungjawab validitas data warga binaan, termasuk data kependudukan juga turut hadir mengawasi jalannya kegiatan. (gus/man/adz)

Komisi II DPRD Medan Apresiasi Kota Medan Raih Sertifikat Adipura

Anggota Komisi II DPRD Medan, Syaiful Ramadan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi II DPRD Medan mengapresiasikan capaian Pemerintah Kota Medan meraih Sertifikat Adipura kategori Kota Metropolitan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI di Jakarta.

 “Tentunya kita mengapresiasi atas penghargaan ini, penghargaan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemko Medan dalam memperbaiki Kota Medan lebih baik dalam urusan kebersihan,” ucap Anggota Komisi II DPRD Medan, Syaiful Ramadan, Rabu (1/3/2023).

 Dikatakan Syaiful, diterimanya Sertifikat Adipura kategori Kota Metropolitan harus menjadi motivasi untuk memboyong kembali Piala Adipura Kencana ke Kota Medan.

“Kita harap Sertifikat Adipura kategori Kota Metropolitan yang kita dapatkan ini harus menjadi motivasi untuk membawa kembali Piala Adipura Kencana,” ujarnya.

 Ia mengatakan, DPRD Medan memiliki komitmen yang sama dalam persoalan kebersihan dan penataan Kota Medan. “Bagi kita di DPRD Medan, tentunya akan terus memberikan dukungan terhadap program yang bertujuan memajukan Kota Medan, terutama dalam urusan kebersihan,” kata politisi PKS ini.

 Syaiful juga mengatakan, banyak yang perlu dibenahi dalam penataan kebersihan di Kota Medan, terutama terkait karakter dan kepedulian masyarakat dalam kebersihan.

 “Ketika komitmen Pemerintah sudah sangat baik dalam permasalahan kebersihan, kedepan karakter masyarakat yang mencintai lingkungannya harus terus ditumbuhkan sehingga tujuan bersama dalam menciptakan Kota Medan yang berish bisa dicapai,” tuturnya.

 Dalam persoalan ini, sambung Syaiful, Pemko Medan sesungguhnya sudah memiliki produk hukum yang jelas dalam pengelolaan sampah yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda).

 “Instrumen produk hukum juga perlu di maksimalkan penerapannya di masyarakat, buruknya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan bisa diakibatkan kurangnya pemahaman mereka terdahap aturan-aturan yang ada,” ujarnya.

 Saat ditanya terkait sistem sanitary landfill yang disebut menjadi salah satu instrumen meraih Piala Adipura Kencana, Syaiful Ramadhan menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penerapan sistem tersebut. Hanya saja, penerapan sistem sanitary landfill perlu persiapan yang matang dan terukur karena memerlukan anggaran serta sarana prasarana yang tidak sedikit.

 “Sistem sanitary landfill ini bisa menjadi solusi Kota Medan yang merupakan kota besar dengan produksi sampah yang banyak. Sistem ini bisa menjadi target Pemerintah Kota Medan kedepan tentunya dengan perencanaan yang matang. Dengan jargon kolaborasi yang kerap disampaikan Wali Kota Medan, pihaknya optimis Kota Medan bisa mewujudkan Kota bersih kedepan,” pungkasnya. (rel)

Peduli Warga Sakit, Daniel Pinem Jeguk dan Berikan Bantuan

JENGUK:Anggota DPRD Kota Medan, Daniel Pinem menjeguk seorang warga di daerah pemilihannya (Dapil) yang sakit di Jalan Bunga Sedap Malam III C, Kelurahan Sempakata, Medan Selayang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan, Daniel Pinem, menjeguk seorang warga sakit, Terang Ukur Br Ginting atau Nande Beru Rocky di Jalan Bunga Sedap Malam III C, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (1/3/2023).

 Anggota DPRD Medan Fraksi PDIP itu hadir bersama sejumlah pengurus partai dan turut didampinggi Lurah Sempakata, Epta Riana Br Tarigan.

 Saat dijenguk, di hadapan Daniel Pinem, Terang Ukur yang merupakan seorang janda tua berharap agar bisa mendapatkan bantuan kursi roda, sehingga tidak terbaring terus ditempat tidur.

 Ia mengatakan, bahwa awalnya dirinya mengalami sakit stroke, namun penyakit itu berkembang ke pembengkakan kaki, sehingga harus diamputasi.

 “Kam (anda) bantu dulu aku supaya bisa dapat kursi roda, jadi kalau aku cek ke rumah sakit, aku tidak merepotkan anakku,” ujar Terang Ukur sambil berlinang air mata.

 Melihat kondisi Terang Ukur yang telah lama mengalami sakit dan hanya bisa berbaring itu, politisi dari Dapil V (Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun, dan Medan Polonia) itu langsung memberikan dukungan dan semangat.

 “Jangan nangis, tetap semangat dan berdoa kepada Tuhan. Dibata masu-masu (diberkati Tuhan Selalu). Saya akan coba bantu untuk kursi roda itu,” ucap Daniel.

 Daneil pun mengatakan, dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan OPD terkait ataupun para stakeholder agar bantuan kursi roda tersebut bisa segera diberikan kepada Terang Ukur.

 Usai memberikan semangat, Daniel Pinem pun memberikan bantuan dana untuk dapat dipergunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Tak hanya itu, Daniel juga tampak memberikan kain sarung kepada Terang Ukur.

 Sebelum meninggalkan lokasi, Daniel Pinem bersama rombongan yang hadir tampak berdoa bersama untuk kesembuhan Terang Ukur. Doa itu langsung dipimpin Lurah Sempakata, Epta Riana Br Tarigan. (rel)

Gantikan Aplikasi PeduliLindungi, Hari Ini SATUSEHAT Diluncurkan

LUNCURKAN: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama lainnya, melakukan pra peluncuran platform SATUSEHAT, kemarin. Hari ini aplikasi SATUSEHAT diluncurkan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aplikasi PeduliLindungi resmi bertranformasi menjadi SATUSEHAT mulai hari ini, Rabu (1/3). Lantas, apa perbedaannya?

Menurut Staf Ahli Teknologi Kesehatan sekaligus Chief Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Setiaji, dalam waktu dekat pihaknya akan menghadirkan fitur Diari Kesehatan.

Dengan fitur itu, ia mengatakan bahwa pengguna aplikasi dapat mencatat sekaligus memonitor kondisi kesehatan diri dan orang-orang terdekat. Secara rinci, ada empat kondisi yang dapat dicatat fitur Diari Kesehatan itu.”Yaitu pengukuran tubuh (tinggi dan berat badan), tekanan darah, gula darah dan detak jantung,” jelas Setiaji.

Setelah tercatat riwayat tersebut, secara otomatis aplikasi akan memunculkan berbagai informasi seperti kurva kesehatan, analisis, serta rekomendasi untuk tindakan lebih lanjut.”Dengan adanya fitur diari kesehatan tersebut, SATUSEHAT Mobile dapat membantu dan memberikan informasi hingga memantau kesehatan sesuai dengan kondisi tubuh pengguna. Hal tersebut dapat diakses di mana saja dan kapan saja,” ungkap Setiaji.

Dalam rencana pengembangannya, Setiaji juga menyatakan bahwa SATUSEHAT Mobile secara bertahap akan menambahkan beragam fitur penunjang kesehatan personal lain yang datanya bersumber dan terintegrasi dengan rekam medis elektronik (RME) melalui SATUSEHAT Platform.

“Dari urusan imunisasi anak, antre ke rumah sakit, hasil pemeriksaan, hingga data pembelian obat, nanti akan dapat diakses dan terintegrasi melalui SATUSEHAT Mobile,” pungkasnya. (jpc/ila)

Buntut Kasus Rafael Alun, KPK Pelototi Harta Pejabat ASN

Alexander Marwata.

SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menegaskan, KPK akan memelototi harta kekayaan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini setelah munculnya ketidakwajaran dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Alun Trisambodo.

Alex menduga, banyak pejabat ASN yang menyampaikan LHKPN tidak sesuai dengan kenyataannya. “Ini kebetulan ada satu peristiwa, sebetulnya banyak pejabat kita yang melaporkan harta kekayannya kalau kita lihat profilnya nggak match. Kalau kita lihat pekerjaan yang bersangkutan sebagai ASN nggak cocok,” kata Alex di Gedung ACLC KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2).

Pimpinan KPK dua periode ini mengakui, mendapatkan informasi terkait pejabat-pejabat ASN yang kaya raya. Bahkan, pejabat yang memiliki jabatan rendah, tetapi harta kekayaannya melimpah.

“Jadi tidak hanya yang tinggi saja yang akan kita klarifikasi, termasuk yang kita duga yang melaporkan rendah, belum (tentu) benar juga. Kalau kita lihat posisinya sangat strategis tetapi laporannya sangat rendah, nilai cashnya di bawah Rp100 juta,” ucap Alex.

Oleh karena itu, Alex meminta partisipasi publik untuk mengungkapkan harta-harta ASN yang diduga mencurigakan atau tidak sesuai dengan pekerjaannya. Pasalnya, patut diduga mereka memperoleh kekayaannya dengan cara melawan hukum termasuk korupsi.

“KPK juga pernah punya pengalaman dari LHKPN dan dari PPATK, dimana kita mendapat transaksi yang mencurigakan atau terhadap aset-aset yang kemudian tidak dilaporkan yang kemudian kita klarifikasi, yang bersangkutan tidak bisa membuktikan asal kekayannya, itu menjadi indikasi atau refleksi terjadinya suatu penyimpangan dalam hal ini korupsi,” tegas Alex.

Sedangkan terkait transaksi janggal pejabat Dirjen Pajak Rafael Alun Trisambodo yang dilaporkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), KPK menyebut bisa menjadi bukti awal dugaan tindak pidana korupsi.

“Bisa saja (jadi bukti awal) dan KPK juga pernah punya pengalaman dari LHKPN dan dari PPATK di mana kita mendapat transaksi yang mencurigakan atau terhadap aset-aset yang kemudian tidak dilaporkan,” kata Alex.

Meski demikian Alex menegaskan bahwa Laporan Hasil Analisa (LHA) PPATK tidak bisa dijadikan acuan tunggal.

Pihaknya akan terlebih dahulu melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait, apabila yang bersangkutan bisa membuktikan keabsahan transaksi tersebut, maka tidak ada yang perlu dipermasalahkan.

“Kemudian kita klarifikasi, kalau yang bersangkutan tidak bisa membuktikan asal strata kekayannya itu menjadi indikasi atau red flags terjadinya suatu penyimpangan, dalam hal ini korupsi,” ujarnya.

Terkait hal itu, pihak KPK telah menjadwalkan klarifikasi kepada Rafael Alun Trisambodo pada hari ini, Rabu (1/3). KPK telah memastikan yang bersangkutan telah menerima surat undangan dari KPK, namun belum menerima konfirmasi apakah yang bersangkutan akan memenuhi undangan tersebut.

Nama pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo menjadi perhatian publik, setelah putranya, Mario Dandy Satriyo (MDS) menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap David, putra dari salah seorang Pengurus Pusat GP Ansor, Jonathan Latumahina.

Kejadian tersebut membuat publik menyoroti gaya hidup mewah MDS yang kerap pamer kemewahan di media sosial dan berujung dengan sorotan masyarakat soal harta kekayaan RAT yang mencapai sekitar Rp56 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kemudian mencopot Rafael Alun Trisambodo dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan II untuk mempermudah proses pemeriksaan harta kekayaannya. (jpc/ila)

Bupati Humbahas Jemput Piala Adipura 2022

FOTO BERSAMA: Bupati Humbahas Dosmar (tengah) bersama Ketua TP PKK Humbahas Lidia Kristina Dosmar Banjarnahor, dan Sekdakab, Tonny Sihombing, foto bersama usai menerima penghargaan anugerah Adipura 2022.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor , mengucapkan banyak terimakasih kepada semua elemen masyarakat, dari tenaga harian lepas, anak didik, guru, kepala sekolah, kepala desa hingga perangkat desa, camat dan seluruh ASN yang turut membantu menciptakan kebersihan di Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Adipura ini adalah milik kita semua, ini merupakan kerjasama yang baik dan partisipasnya masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kita harus membiasakan budaya bersih,” ucap Dosmar dalam siaran pers-nya usai acara penyerahan Adipura 2022, di Auditorium Dr Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (28/2).

Menurut Dosmar, penghargaan anugerah Adipura 2022 perlu disyukuri karena melalui proses yang panjang. Dimana, beberapa tahun lalu, pihaknya memiliki program kebersihan melalui gotong royong.

Gotong royong ini, lanjut dia, dengan melibatkan semua unit kerja hingga sampai ke desa untuk meluangkan waktu guna bersih-bersih dilingkungan masing.

“Puji Tuhan, akhirnya kita mendapat penghargaan anugerah Adipura, pertama kalinya,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh masyarakat, stakholder di Kabupaten Humbahas atas menjaga kebersihan.

“Adipura ini adalah milik kita semua, ini merupakan kerjasama yang baik dan partisipasinya masyarakat dalam menjaga kebersihan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dosmar menambahkan dengan mendapat penghargaan anugerah Adipura 2022 untuk dapat membiasakan budaya bersih.

“Kita harus membiasakan budaya bersih. Sekali lagi, terimakasih kepada masyarakat Humbang Hasundutan,” ucap Bupati Humbahas.

Hal senada juga disampaikan, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Humbahas, Tonny Sihombing. Dia mengatakan, bahwa penghargaan anugerah Adipura 2022 ini diperoleh Kabupaten Humbahas dengan kategori kota kecil merupakan penilaian akhir tahun 2022.

Dengan penilaian kriteria, dari mempunyai tempat pemrosesan akhir atau TPA, hinga partisipasi masyarakat akan sadar kebersihan lingkungan.

Dijelaskannya, tempat pemrosesan akhir (TPA) adalah tempat untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan. Dengan didahului dengan mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah/volume sampah.

“ Jadi, penghargaan Adipura ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan. Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, sehingga penghargaan itu dapat kita terima. Semoga dengan adanya penghargaan itu, daerah kita makin bersih, masyarakat kita juga makin peduli terhadap kebersihan dan lingkungan. Ini untuk pertama kalinya, Humbahas dapat Penghargaan Anugerah Adipura 2022,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan ucapan selamat kepada Kabupaten Kota yang mendapat penghargaan.

Menurutnya, bahwa Adipura merupakan Instrumen Kinerja Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pengelolaan kebersihan, sampah dan ruang terbuka hijau. Dan penghargaan ini diberikan kepada Kepala Daerah yang mempu mengelola sampah dan lingkungan hidup. Sehingga lingkungan yg asri dan bersih.

“ Tidak gampang mendapatkan Adipura. TPA harus ditata dengan baik dan partisisasi masyarakat sangat dibutuhkan,” jelasnya.(des/han)