Home Blog Page 18

Polda Sumut Gelar Apel Pasukan Operasi ASEAN U-19 Toba 2026

APEL PASUKAN: Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi ASEAN U-19 Toba 2026, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6). (Istimewa/Sumut Pos)
APEL PASUKAN: Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi ASEAN U-19 Toba 2026, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6). (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) resmi memulai Operasi Kepolisian Kewilayahan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) U-19 Toba 2026, dengan menggelar Apel Gelar Pasukan, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6).

Sebanyak 2.081 personel gabungan disiagakan untuk mengawal perhelatan sepak bola internasional yang diikuti 11 negara Asia Tenggara dan Australia tersebut.

Apel dipimpin Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan, mewakili Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

Dalam amanat Kapoldasu yang dibacakan Wakapolda Sonny, ditegaskan bahwa penunjukan Sumut sebagai tuan rumah ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship 2026 merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dijaga bersama.

“Keberhasilan penyelenggaraan event ini bukan hanya menjadi kebanggaan Sumatera Utara, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di mata dunia internasional,” kata Sonny saat membacakan amanat Kapoldasu.

Ia menambahkan, operasi ‘ASEAN U19 Toba-2026’ digelar selama 13 hari, mulai 1-13 Juni 2026. Pengamanan melibatkan 1.320 personel Polri dan 761 personel dari instansi terkait, dengan pola pengamanan terpadu yang mengedepankan langkah preventif, preemtif, deteksi dini, serta penegakan hukum.

“Ribuan personel tersebut akan mengamankan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kedatangan delegasi di Bandara Internasional Kualanamu, hotel tempat menginap peserta, lokasi latihan, hingga stadion yang menjadi arena pertandingan,” tambahnya.

Turnamen ASEAN U-19 tahun ini, jelasnya, akan diikuti oleh Indonesia, Vietnam, Timor Leste, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Australia, Kamboja, dan Filipina. Pertandingan dipusatkan di Stadion Utama Sumut, Stadion Madya Sumut, serta Stadion Teladan.

Adapun, laga perdana Timnas Indonesia melawan Myanmar yang digelar Senin malam menjadi salah satu fokus utama pengamanan. Selain pertandingan fase grup, aparat juga bersiap mengawal babak semifinal hingga final yang akan berlangsung pada 13 Juni 2026.

Dalam arahannya, Sonny meminta seluruh personel menjaga profesionalisme dan mengedepankan pelayanan humanis selama bertugas. Ia mengingatkan bahwa perhatian publik, termasuk tamu dan delegasi internasional, akan tertuju kepada Sumut selama turnamen berlangsung.

Berbagai potensi gangguan keamanan juga menjadi perhatian serius, mulai dari pencurian kendaraan bermotor di area parkir, gangguan terhadap suporter, hingga potensi keributan antarpendukung.

“Seluruh titik yang menjadi pusat aktivitas peserta dan tamu negara merupakan objek vital yang harus diamankan secara maksimal. Tingkatkan kepekaan, kesiapsiagaan, dan pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif,” tegasnya.

Dengan dimulainya Operasi ASEAN U-19 Toba 2026, pihaknya memastikan seluruh kekuatan pengamanan telah disiapkan untuk menyukseskan pesta sepak bola internasional tersebut.

“Keamanan yang terjaga diharapkan tidak hanya menjamin kelancaran pertandingan, tetapi juga memperkuat citra Sumatera Utara sebagai tuan rumah yang aman, ramah, dan siap menyelenggarakan event bertaraf internasional,” pungkasnya. (dwi/tri)

Warga Sekitar Tak Keberatan Keberadaan Pabrik Kecap di Jalan Bono

NYATAKAN: Warga di Jalan Bono Lingkungan 9, Glugur Darat 1, Medan Timur menyatakan tidak keberatan atas keberadaan pabrik kecap di lingkungan mereka.
NYATAKAN: Warga di Jalan Bono Lingkungan 9, Glugur Darat 1, Medan Timur menyatakan tidak keberatan atas keberadaan pabrik kecap di lingkungan mereka.

MEDAN – Warga di Jalan Bono Lingkungan 9, Glugur Darat 1, Kecamatan Medan Timur mengaku tidak keberatan atas keberadaan pabrik kecap di lingkungan mereka. Warga menyebutkan, sejak berdiri di tahun 1965 warga dan pihak pengusaha tidak pernah ada saling sengketa.

Selain itu, warga pun mengaku tidak pernah merasa terganggu dengan aktivitas pabrik tersebut “Hubungan kami dengan pihak pabrik (kecap) baik-baik saja selama ini, kami tidak pernah keberatan atas keberadaan pabrik tersebut di lingkungan kami,” ucap Azwar Al Aras mewakili warga, Selasa (2/6/2026) di kantor DPRD Kota Medan.

Dia juga menjelaskan bahwa warga tidak pernah memberi mandat kepada pihak mana pun untuk berunjuk rasa, baik ke DPRD Kota Medan maupun ke pabrik kecap di Jalan Bono.

“Kami justru tidak mengenal para mahasiswa yang berunjuk rasa itu, mereka bukan warga Jalan Bono,” ujar warga lainnya, Nuromah yang tinggal tepat di depan pabrik kecap tersebut.

Diakui Nurohmah, saat pabrik kecap tersebut beroperasi, aroma pengolahan kecap terasa sampai ke rumah warga.

“Memang kalau pas mereka merebus kacang, angin membawa bau kacang ke lingkungan rumah kami. Demikian juga ketika merebus gula merah, bau gula merahnya terbawa angin. Tetapi baunya tidak sampai mengganggu kami, masih dalam batas wajar,” ujarnya.

Sementara itu, Hansen mewakili perusahan kecap cap “Hati Angsa” itu mengatakan bahwa pihaknya akan selalu mengikuti peraturan yang berlaku. AMDAL pabrik tersebut selalu diperiksa institusi terkait secara berkala, baik limbah darat maupun polusi.”Begitu pun, jika masih ada kekurangan administrasi, kami akan lengkapi lagi,” kata Hansen.

Dijelaskan Hansen, pihaknya tidak pernah dimintai uang ataupun memberikan uang kepada Komisi IV DPRD Kota Medan agar pabrik mereka tetap beroperasi. “Kami tidak pernah dimintai uang ataupun memberikan uang kepada Komisi IV DPRD Medan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak menyatakan, Komisi 4 merekomendasikan kepada pemilik pabrik untuk mengurus semua perizinan yg dibutuhkan.

Paul juga menegaskan bahwa dalam hal pengambilan keputusan, dirinya tidak bisa bertindak sendiri meskipun dirinya merupakan ketua komisi.

“Saya memang Ketua Komisi 4, tetapi keputusan harus diambil bersama-sama, kolektif kolegial dan setelah tadi kita rapat internal, kita rekomendasikan agar pihak perusahaan memgurus seluruh perijinan pabrik tersebut,” katanya didampingi anggota Komisi 4 Lailatul Badri. (map/ila)

 

Melalui Program RTLH, Kodam 1/BB Bangun Rumah Samueli Buulolo

PENGERJAAN: Prajurit TNI AD saat mengerjakan pembangunan rumah milik Samueli Buulolo, di Desa Simandraolo, Kecamatan Gunungsitoli. Istimewa/Sumut Pos
PENGERJAAN: Prajurit TNI AD saat mengerjakan pembangunan rumah milik Samueli Buulolo, di Desa Simandraolo, Kecamatan Gunungsitoli. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bantuan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto terus bergulir melalui Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2026, yang dilaksanakan Kodam I/Bukit Barisan (BB).

Di wilayah Kodim 0213/Nias, personel Satgas Karya Bakti TNI mulai mengerjakan pembangunan rumah milik Samueli Buulolo, di Desa Simandraolo, Kecamatan Gunungsitoli, Selasa (2/6).

Pembangunan rumah tersebut merupakan salah satu sasaran RTLH yang dikerjakan Satgas Karya Bakti TNI bersama Korem 023/Kawal Samudera. Rumah milik Samueli Buulolo yang sebelumnya berukuran 5×6 meter direhabilitasi dan diperluas menjadi 6×6 meter agar lebih layak huni dan memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.

Pada hari ini (Selasa), personel Satgas melaksanakan pemasangan pondasi sebagai tahap awal pembangunan. Berdasarkan laporan di lapangan, progres pengerjaan rumah telah mencapai 23 persen. Kegiatan tersebut melibatkan personel dari Yonzipur 1/DD, Yon TP 903/Baluseda, dan Koramil 10/Lolowau.

Pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan peralatan kerja sederhana seperti sekop dan angkong. Kehadiran personel TNI di lokasi diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memastikan kualitas hasil pekerjaan sesuai dengan sasaran program yang telah ditetapkan.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy mengatakan, program RTLH bantuan Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak.

“Melalui Karya Bakti TNI Skala Besar, TNI hadir untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Program ini, sambung Sandy, tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami berharap rumah yang dibangun ini dapat memberikan kenyamanan dan kehidupan yang lebih baik bagi Bapak Samueli Buulolo beserta keluarganya,” ujarnya. (dwi/azw)

Pemerintah Kota Tebingtinggi Bersama Forkopimda Upacara Hari Lahir Pancasila, Kapolres Tegaskan Nilai Persatuan

UPACARA: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama Forkopimda dan jajaran pejabat daerah usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Merdeka Tebingtinggi, Senin (1/6). (Azan purba/sumutpos)
UPACARA: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama Forkopimda dan jajaran pejabat daerah usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Merdeka Tebingtinggi, Senin (1/6). (Azan purba/sumutpos)

TEBINGTINGGI – Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Tebingtinggi, Senin (1/6).

Upacara berlangsung khidmat dengan Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya SIK, bertindak sebagai inspektur upacara.

Hadir pula Ketua DPRD Tebingtinggi Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Rudi Syahputra, Pabung Kodim 0204/DS Kapt. Inf PM Simanjuntak, Danyon B Sat Brimob Polda Sumut Kompol Bima Anggalaksana, serta Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Rina Frillya membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Prof Drs Yudian Wahyudi MA PhD dengan tema peringatan tahun ini ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’.

Dalam amanatnya disampaikan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti menjaga ketangguhan bangsa di tengah berbagai tantangan global sekaligus menjadi perekat keberagaman Indonesia.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Kapolres saat membacakan amanat Kepala BPIP.

Melalui amanat tersebut, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dinilai semakin relevan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global.

Pidato tersebut juga menegaskan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui kontribusi pasukan perdamaian PBB, keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

Upacara diikuti jajaran instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, aparatur sipil negara (ASN), serta berbagai unsur masyarakat. Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Tebingtinggi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan serta memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.(mag-3/azw)

5 Kecamatan Deklarasikan Komitmen Bersama, Wujudkan Desa yang Aman

DEKLARASI: Lima kecamatan deklarasi mewujudkan desa yang aman, damai, religius, dan bebas dari perjudian, narkoba, serta tawuran
DEKLARASI: Lima kecamatan deklarasi mewujudkan desa yang aman, damai, religius, dan bebas dari perjudian, narkoba, serta tawuran

KARO – Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, menghadiri Sosialisasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kabupaten Karo di Jambur Merga Silima, Tigapanah, Selasa (2/6).

Dalam arahannya, Bupati Karo melalui  Wakil Bupati, seluruh Kepala Desa diminta mengambil peran aktif dalam mencegah dan memberantas berbagai bentuk gangguan ketertiban masyarakat. “Saat ini kita sedang menghadapi berbagai tantangan sosial yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada seluruh Kepala Desa agar mengambil peran aktif sebagai garda terdepan pencegahan dan pemberantasan Pekat tersebut,” ujar Wakil Bupati.

Untuk mendukung upaya tersebut,  Wakil Bupati menekankan beberapa langkah yang perlu dilakukan dengan mengaktifkan kembali Poskamling di setiap desa. Meningkatkan edukasi bahaya judi, narkoba, dan tawuran. Memperkuat peran Karang Taruna, tokoh adat, dan tokoh agama.

Menjalin koordinasi intensif dengan TNI, Polri, dan instansi terkait. Mendorong kegiatan positif di bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Melaporkan segera setiap aktivitas yang terindikasi Pekat.

Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan desa yang aman dan kondusif. “Mari kita jadikan desa sebagai lingkungan yang aman, damai, religius, dan bebas dari perjudian, narkoba, serta tawuran,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Kepala Desa, Ketua BPD, Camat, Kapolsek, dan Danramil dari Kecamatan Tigapanah, Merek, Dolat Rayat, Barusjahe, dan Kabanjahe melaksanakan Penandatanganan Deklarasi dan Pernyataan Komitmen Bersama tentang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Desa.

Turut hadir Jajaran Forkopimda Kabupaten Karo, Jajaran Forkopimcam lima kecamatan, Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Karo Eddi Surianta Surbakti, pimpinan OPD terkait, para Kepala Desa, Ketua BPD serta masyarakat. (deo/ila)

Pemkab Karo Raih Opini WTP 7 Kali Berturut dari BPK RI

TERIMA: Bupati Karo menerima piagam WTP dari BPK RI.
TERIMA: Bupati Karo menerima piagam WTP dari BPK RI.

KARO-Pemerintah Kabupaten Karo kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Kabupaten Karo sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Pencapaian ini menandai keberhasilan Kabupaten Karo meraih opini tertinggi tersebut selama tujuh kali berturut-turut.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara di Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karo,  Antonius Ginting dipercaya untuk memberikan kata sambutan di hadapan para kepala daerah dan jajaran pimpinan BPK RI. Dalam sambutannya, Bupati Karo menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Sumatera Utara serta seluruh tim pemeriksa atas profesionalisme dan pendampingan yang diberikan selama proses audit berlangsung.

Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi seluruh perangkat daerah. “Capaian Opini WTP yang ketujuh kalinya ini bukan sekadar prestasi administratif, tetapi merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Karo dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah serta memperkuat pengawasan internal demi pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat Karo,” ujar Bupati Karo.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Karo juga berkomitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi dan catatan yang disampaikan oleh BPK RI guna terus menyempurnakan kualitas tata kelola pemerintahan di masa mendatang.

Turut hadir mendampingi Bupati Karo dalam acara penyerahan tersebut antara lain Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, Kepala BKAD Kabupaten Karo, Sri Harmonista Br Kaban, Inspektur Daerah Kabupaten Karo, Sodes Sembiring,  Sekretaris Dewan Kabupaten Karo, Eva Angela beserta jajaran pejabat Pemkab Karo lainnya. (deo/ila)

Pemkab Dorong Ketahanan Hadapi Cuaca Ekstrem, 199 Petani Kopi Dairi Kini Terlindungi Asuransi Iklim

ASURANSI: Bupati Dairi Vickner Sinaga diabadikan saat peluncuran asuransi parametrik dari resiko iklim kepada ratusan petani kopi di Kabupaten Dairi belum lama ini.(Diskomimfo Dairi).
ASURANSI: Bupati Dairi Vickner Sinaga diabadikan saat peluncuran asuransi parametrik dari resiko iklim kepada ratusan petani kopi di Kabupaten Dairi belum lama ini.(Diskomimfo Dairi).

DAIRI – Upaya melindungi petani kopi dari ancaman perubahan iklim terus diperkuat di Kabupaten Dairi. Sebanyak 199 petani kopi kini mendapatkan perlindungan melalui program asuransi parametrik indeks cuaca yang dirancang untuk mengantisipasi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.

Program tersebut diluncurkan Pemerintah Kabupaten Dairi bersama Mercy Corps Indonesia melalui inisiatif Resilience Oriented Solutions for Thriving Smallholders (ROOTS). Selain memperoleh perlindungan asuransi, para petani juga menerima buku tabungan sebagai bagian dari peningkatan akses layanan keuangan dan literasi keuangan di pedesaan.

Peluncuran program dilakukan oleh Bupati Dairi, Vickner Sinaga, di Hotel Beristera Sitinjo. Dalam kesempatan itu, Vickner menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Dairi yang memiliki 15 kecamatan serta 169 desa dan kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 329 ribu jiwa.

Menurutnya, program ROOTS merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya tahan petani kopi menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

“Melalui produk asuransi ini, diharapkan petani kopi dapat beralih dari pola manajemen krisis yang bersifat reaktif menjadi pembangunan ketahanan yang lebih proaktif, sehingga mata pencaharian mereka dan masa depan pertanian kopi berkelanjutan di Dairi dapat lebih terjamin,” ujar Vickner.

Program ROOTS sendiri menargetkan 1.000 petani kopi yang tersebar di enam desa pada Kecamatan Sumbul dan Parbuluan. Menariknya, program ini juga mendorong keterlibatan perempuan dalam sektor pertanian dengan komposisi peserta 60 persen petani perempuan dan 40 persen petani laki-laki.

Untuk Kecamatan Sumbul, desa penerima manfaat meliputi Desa Pegagan Julu VI, Pegagan Julu VII, Pegagan Julu VIII, serta Desa Perjuangan. Sedangkan di Kecamatan Parbuluan, program menyasar Desa Parbuluan III dan Desa Parbuluan IV.

Selain memberikan perlindungan asuransi, program ini juga menghadirkan berbagai pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola keuangan dan memahami produk-produk layanan keuangan modern.

Program ROOTS berkolaborasi dengan Bank Sumut dan Zurich Syariah Indonesia dalam memberikan edukasi literasi keuangan, pengenalan asuransi parametrik indeks cuaca, hingga membuka akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal bagi petani kopi.

Asuransi parametrik indeks cuaca sendiri merupakan model perlindungan yang relatif baru di sektor pertanian. Berbeda dengan asuransi konvensional yang membutuhkan survei lapangan untuk menentukan nilai kerugian, skema ini menggunakan data cuaca sebagai dasar pencairan klaim.

Apabila parameter cuaca tertentu, seperti curah hujan atau kondisi iklim lainnya, mencapai batas yang telah ditetapkan dalam polis, maka klaim dapat diproses secara otomatis. Mekanisme tersebut dinilai lebih cepat, transparan, dan efisien sehingga petani dapat segera memperoleh bantuan saat menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Bupati Vickner berharap seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa dapat turut mengawal keberlanjutan program tersebut agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Ia juga meminta para camat dan kepala desa untuk aktif memberikan pendampingan serta mendorong petani mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dijalankan Mercy Corps Indonesia.

Dengan hadirnya perlindungan asuransi berbasis iklim ini, Kabupaten Dairi menjadi salah satu daerah yang mulai mengadopsi pendekatan inovatif dalam menjaga keberlangsungan usaha tani kopi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi petani di tengah tantangan perubahan iklim global yang semakin nyata. (rud/ila)