Home Blog Page 1818

Pastikan Kita Punya Urgensi dan Alasan yang Kuat untuk Mengubah Sistem Pemilu

Susilo Bambang Yudhoyono

Oleh: Susilo Bambang Yudhoyono

SUDAH lama saya tidak bicara soal politik. Dari hari ke hari, kini saya lebih menggeluti dunia seni dan olahraga. Sungguh pun demikian, sebagai warga negara tentulah saya tidak kehilangan hak asasi saya untuk peduli dan menyampaikan pendapat. Materi yang ingin saya sampaikan ini, tentu berangkat dari niat dan tujuan yang baik, serta hendak saya sampaikan secara baik pula.

Saya mulai tertarik dengan isu penggantian sistem pemilu, dari sistem proporsional terbuka menjadi sistem proporsional tertutup. Informasinya, Mahkamah Konstitusi (MK) akan segera memutus mana yang hendak dipilih dan kemudian dijalankan di negeri ini. Sebelum yang lain, dari sini saya sudah memiliki satu catatan.

Benarkah sebuah sistem pemilu diubah dan diganti ketika proses pemilu sudah dimulai, sesuai dengan agenda dan “time-line” yang ditetapkan oleh KPU? Tepatkah di tengah perjalanan yang telah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik itu, utamanya oleh partai-partai politik peserta pemilu, tiba-tiba sebuah aturan yang sangat fundamental dilakukan perubahan? Ini tentu dengan asumsi bahwa MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup yang mesti dianut dalam pemilu 2024 yang tengah berjalan saat ini.

Apakah saat ini, ketika proses pemilu telah berlangsung, ada sebuah kegentingan di negara kita, seperti situasi krisis tahun 1998 dulu misalnya, sehingga sistem pemilu mesti diganti di tengah jalan. Mengubah sebuah sistem tentu amat dimungkinkan. Namun, di masa “tenang”, bagus jika dilakukan perembugan bersama, ketimbang mengambil jalan pintas melakukan judical review ke MK. Sangat mungkin sistem pemilu Indonesia bisa kita sempurnakan, karena saya juga melihat sejumlah elemen yang perlu ditata lebih baik. Namun, janganlah upaya penyempurnaannya hanya bergerak dari terbuka – tertutup semata.

Dalam tatanan kehidupan bernegara yang baik dan dalam sistem demokrasi yang sehat, ada semacam konvensi baik yang bersifat tertulis maupun tidak. Apa yang saya maksud? Jika kita hendak melakukan perubahan yang bersifat fundamental, misalnya konstitusi, bentuk negara serta sistem pemerintahan dan sistem pemilu, pada hakikatnya rakyat perlu diajak bicara. Perlu dilibatkan. Ada yang menggunakan sistem referendum yang formal maupun jajak pendapat yang tidak terlalu formal. Menurut saya, lembaga-lembaga negara, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif tidak boleh begitu saja menggunakan kekuasaan (power) yang dimilikinya dan kemudian melakukan perubahan yang sangat mendasar yang berkaitan dengan “hajat hidup rakyat secara keseluruhan”. Menurut pendapat saya, mengubah sistem pemilu itu bukan keputusan dan bukan pula kebijakan (policy) biasa, yang lazim dilakukan dalam proses dan kegiatan manajemen nasional (kebijakan pembangunan misalnya).

Bagaimanapun rakyat perlu diajak bicara. Kita harus membuka diri dan mau mendengar pandangan pihak lain, utamanya rakyat. Mengatakan “itu urusan saya dan saya yang punya kuasa”, untuk semua urusan, tentu tidaklah bijak. Sama halnya dengan hukum politik “yang kuat dan besar mesti menang, yang lemah dan kecil ya harus kalah”, tentu juga bukan pilihan kita. Hal demikian tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang kita anut bersama. Consensus building yang sering diwujudkan dalam musyawarah untuk mufakat, berdialog dan berembuk, take and give, itulah nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri republik dahulu. Saya mempelajari secara mendalam, bagaimana dengan cerdas dan arifnya, founding fathers kita ~ Bung Karno, Bung Hatta, Yamin, Supomo, Ki Bagus dan lain-lain, bersedia untuk berembuk dan saling mendengar untuk merumuskan dasar-dasar negara baru (Republik Indonesia) yang dinilai paling tepat.

Kembali ke pokok bahasan, rakyat memang sangat perlu diberikan penjelasan yang gamblang tentang rencana penggantian sistem pemilu itu. Apanya yang berbeda antara sistem terbuka dengan sistem tertutup. Mereka harus tahu bahwa kalau yang digunakan adalah sistem proporsional tertutup, mereka harus memilih parpol yang diinginkan. Selanjutnya partai politiklah yang hakikatnya menentukan kemudian siapa orang yang akan jadi wakil mereka. Sementara, jika sistem proporsional terbuka yang dianut, rakyat bisa memilih partainya, bisa memilih orang yang dipercayai bisa menjadi wakilnya, atau keduanya ~ partai dan orangnya. Rakyat sungguh perlu diberikan penjelasan tentang rencana penggantian sistem pemilu ini, karena dalam pemilihan umum merekalah yang paling berdaulat. Inilah jiwa dan nafas dari sistem demokrasi.

Dalam artikel sangat singkat ini saya memang tidak hendak menyampaikan pikiran saya tentang mana yang paling tepat antara sistem proporsional tertutup versus sistem proporsional terbuka. Meskipun saya punya sejumlah pandangan dan pemikiran, namun bukan itu inti tulisan singkat saya ini. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa perkara besar yang tengah ditangani oleh MK ini adalah isu fundamental, hakikatnya salah satu “fundamental consensus” dalam perjalanan kita sebagai bangsa. Apalagi, putusan MK bersifat final dan mengikat. Bagaimana jika putusan MK itu keliru? Tentu bukan sejarah seperti itu yang diinginkan oleh MK, maupun generasi bangsa saat ini.

Mungkin ada yang bicara, “tidak ada yang tidak bisa diubah di negeri ini”. Konstitusi pun bisa saja diubah. Demikian juga sistem pemilu. Pendapat demikian tidaklah salah, dan saya pun amat mengerti.

Saya hanya mengingatkan dengan cara menyampaikan pertanyaan seperti ini. Kalau sebuah konstitusi, undang-undang dan juga sistem pemilu hendak diubah; mengapa dan bagaimana semua itu diubah? Bangsa yang maju dalam tatanan kehidupan yang baik, mesti mengedepankan pentingnya “what, why, how”. Dalam perjalanan ke depan, negeri ini harus memiliki budaya untuk selalu mengedepankan “the power of reason”. Begitulah karakter bangsa yang maju dan rasional. Permasalahan bangsa mesti dilihat secara utuh dan seraya tetap berorientasi ke depan, serta untuk memenuhi aspirasi besar rakyatnya. Bukan pikiran dan tindakan musiman, apalagi jika bertentangan dengan kehendak dan pikiran bersama kita sebagai bangsa. (*)

​​​​​​​​Yogyakarta, 18 Februari 2023

Komisi VIII DPR RI Sebut Program Pemberdayaan Kemensos Efektif Melalui program PENA

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Sosial mengklaim telah melakukan berbagai program terobosan dalam penanganan kemiskinan, yakni melalui program Rumah Sejahtera Terpadu dan Pahlawan Ekonomi Nasional (PENA). Atas hal itu, Komisi VIII DPR RI pun mengakui bahwa program tersebut memang efektif dalam menangani kemiskinan.

“Program seperti Rumah Sejahtera Terpadu dan PENA ini efektif mengakselerasi penanganan kemiskinan. Sebab di dalamnya ada pemberdayaan melalui usaha yang diberikan,” ucap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang saat menghaduri kegiatan penyerahan bantuan Atensi di Balai Bahagia Medan (19/02).

Dasopang hadir sebagai Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI masa persidangan III Tahun Sidang 2022-2023. Di Sentra Bahagia, hadir enam orang anggota Komisi VIIII DPR RI. Kunjungan kerja reses ini juga dihadiri oleh Direktur Potensi dan Sumber Daya Sosial Raden Rasman, Plt Direktur PSKBA Adrianus Alla, Kepala Sentra Bahagia Medan Iman Imaddudin Hamdan, dan Kepala Sentra Darussa’adah Susi Mulyati.

Dasopang menambahkan, Rumah Sejahtera Terpadu tidak sekedar memperbaiki rumah yang tidak layak huni, namun di dalamnya juga diberikan bantuan usaha.

“Jenis usahanya disesuaikan dengan minat dan kemampuan dari penerima bantuan,” ujar Dasopang.

Menurutnya, orang tidak mampu belum tentu berubah status ekonominya hanya dengan merehab rumah. Namun dengan memberikan bantuan usaha, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan rentan yang menerima bantuan.

Untuk PENA, sambung Dasopang, merupakan terobosan agar penerima bantuan tidak tergantung pada bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melalui assesmen, penerima PKH bisa menerima program PENA dan tidak meneruskan bansos PKH.

“Inilah terobosan Ibu Menteri Sosial, Tri Rismaharini. Bu Mensos juga aktif memberikan respon langsung bila menemukan masyarakat yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan padahal dia layak. Saya mengapresiasi langkah cepat Bu Mensos,” kata Dasopang.

Sejalan dengan itu, anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori menyatakan bahwa pandemi telah membuat masyarakat jatuh dalam tekanan ekonomi. Pemerintah membantu masyarakat terdampak pandemi dengan berbagai jenis bantuan.

Bukhori menilai, bantuan sosial jaring pengaman sosial bertujuan untuk bantalan ekonomi, yakni menambah daya beli mereka di tengah tekanan ekonomi.

“Nah program yang bersifat pemberdayaan sosial seperti bantuan usaha, ini yang dalam jangka panjang mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” sambung Bukhori.

Ia menyebutkan, program Rumah Sejahtera Terpadu merupakan program yang tepat dalam mengatasi kemiskinan.

“Program Rumah Sejahtera Terpadu merupakan bantuan pemerintah yang tepat sasaran,” katanya.

Di Kantor Sentra Bahagia, delegasi Komisi VIIII dan Kemensos tampak menyerahkan bantuan Atensi. Bantuan datang dari Sentra Bahagia dan Sentra Insyaf, keduanya berada di Kota Medan.

Dari Sentra Insyaf, diberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa bantuan motor roda tiga untuk 13 orang di Pakpak Bharat, Aceh Tamiang, Dairi, Deli Serdang, Langsa, Padang Lawas, Madina sebesar Rp487,499,987. Alat Bantu Dengar untuk 56 orang senilai Rp149,408,000. Kursi Roda untuk 104 orang senilai Rp242,424,000.

Kemudian Tongkat Ketiak untuk 89 orang senilai Rp 49,395,000, sembako untuk 208 orang senilai Rp112,465,600, tongkat ketiak untuk satu orang senilai Rp555,000, bantuan korban bencana kebakaran untuk 9 orang senilai Rp21,715,000, wirausaha untuk 1 orang senilai Rp2,950,000. Total bantuan dari Sentra Insyaf senilai Rp1,066,412,587.

Lalu, bantuan dari Sentra Bahagia berupa pemenuhan kebutuhan hidup layak untuk 458 orang (disabilitas dan lansia) senilai Rp412,200,000, bantuan pemenuhan kebutuhan hidup layak untuk 13 orang (korban kebakaran) senilai Rp 26,000,000, sepeda motor roda tiga untuk 15 orang senilai Rp564,375,000, tongkat adaptif untuk 80 orang senilai Rp131,600,000, kursi roda untuk 2 orang senilai Rp3,175,000, alat bantu disabilitas untuk 9 orang senilai Rp3,246,750, kewirausahaan untuk 15 orang senilai Rp75,000,000. Total bantuan dari Sentra Bahagia sebesar Rp 1,215,596,750.

Sehingga, total bantuan dari kedua sentra sebesar Rp2,282,009,337.

Atas bantuan yang diberikan, salah satu penerima manfaat, Joshua Pasaribu sebagai penerima bantuan pemenuhan kebutuhan hidup layak sebesar Rp900.000 menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pihak Kemensos.

“Bantuan yang kami terima sangat membantu meringankan beban hidup sehari-hari. Saya mewakili teman-teman penyandang disabilitas, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Mensos dan para wakil rakyat,” tutupnya.
(map)

Nias Selatan Digegerkan Dengan Penemuan Mayat Wanita Tanpa Kepala

Jenazah : Sesosok mayat perempuan ditemukan tanpa kepala dengan kondisi terlentang.Ist/Sumut Pos

NIAS, SUMUTPOS.CO – Digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat wanita dengan kondisi tanpa kepala di Desa Mondowe Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan.

Hal itu dibenarkan Kapolres Nias Selatan AKBP Reinhard H. Ninggolan, melalui PS Kasi Humas Polres Nias Selatan, Bripda Aydi Mashur. Minggu, (19/2)

“Benar telah ditemukannya sesosok mayat wanita dengan kondisi tanpa kepala. Saat itu sekira Pukul 20.00 WIB, Kapolsek Lahusa Akp Edward Hasibuan telah menerima informasi dari Kepala Desa Mondrowe, Kecamatan Siduaori Kabupaten Nias Selatan melalui via telepon”, ungkap Mashur.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Lahusa langsung menuju lokasi ditemukannya mayat untuk mengamankan TKP, menunggu Tim Inafis Sat Reskrim Polres Nias Selatan bersama Kasat Reskrim Polres Nias Selatan AKP Freddy Siagian dan personil Piket Fungsi Polres Nias Selatan tiba di lokasi ditemukannya mayat.

Setibanya di lokasi, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Nias Selatan langsung melakukan olah TKP dan diketahui identitas mayat seorang nenek tanpa kepala kondisi terlentang.

“Wanita tersebut seorang petani inisial SL (60), warga Dusun IV, Desa Mondrowe, Kecamatan Siduaori Kabupaten Nias Selatan,” bebernya.

Dijelaskannya, hasil sementara berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Hililaura Alwizaro Ndruru (cucu korban) dimana pada hari Sabtu, (18/2) sekira pukul 09.00 WIB korban pamit pergi ke kebun kepada suaminya untuk membersihkan ladang yang sedang ditanami tanaman kapulaga.

Selanjutnya, pada pukul 10.00 WIB suami korban Talihuko Hulu, pergi ke pasar yang bertempat di Desa Hilizalulu. Lalu pada pukul 16.00 WIB suami korban kembali ke rumah dan tidak mendapati korban di rumahnya.

Dikarenakan merasa curiga, suami korban memanggil 3 orang saksi, yakni Yuliman Hulu, Atobali Hulu dan Haogosisoki Laia untuk membantu mencari korban ke ladang.

“Kemudian pada pukul 19.00 WIB ketiga orang saksi telah mendapati korban yang sudah tidak bernyawa dalam kondisi terlentang dan kepala korban hilang (tidak ditemukan),” jelas Mashur.

Diduga korban tewas dibunuh. Berdasarkan keterangan saksi -saksi yang menemukan korban pertama kalinya juga, bahwa saksi – saksi tidak menemukan bercak darah.

Mengingat kondisi kepala korban yang dipenggal, maka dugaan para saksi korban dibunuh tidak di lokasi penemuan mayat, namun di lokasi lain. Dan hasil koordinasi dengan beberapa saksi serta masyarakat bahwa korban juga tidak memiliki riwayat permasalahan sebelumnya dengan keluarga maupun orang lain.

“Saat ini Tim Inafis Polres Nias Selatan telah mengevakuasi jenazah korban dan membawa ke Puskesmas Lahusa untuk dilakukan VER luar, selanjutnya segera membawa jenazah korban ke RSUD Thomson di Gunung Sitoli untuk persiapan otopsi yang akan dilakukan oleh Tim Forensik Polda Sumut serta melakukan penyelidikan untuk ungkap kasus,” tukasnya.
Nias Selatan. Minggu, (19/2).

 

Legislator Harapkan APBD Kota Medan Benar-Benar Diperuntukkan Bagi Kepentingan Rakyat

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Drs H Hendra DS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Drs H Hendra DS berharap alokasi anggaran yang diperuntukkan kepada sejumlah dinas di Pemerintah Kota (Pemko) Medan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan tahun anggaran (TA) 2023, benar-benar untuk kepentingan rakyat.

Seperti Dinas Pendidikan yang dialokasikan sebesar Rp 1,3 triliun, dengan anggaran yang begitu besar, diharapkan tidak ada lagi warga miskin kota Medan yang tidak sekolah.

“Jika masih ada warga Kota Medan yang tidak mampu namun tidak bisa sekolah karena ketiadaan biaya, jelas ini merupakan kesalahan Dinas Pendidikan,”kata Hendra DS, dikutip Sabtu (18/2/2023).

Demikian juga terhadap Dinas Kesehatan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp.987 miliar, diharapkan dengan besarnya anggaran ini akan mampu menanggulangi kesehatan warga Kota Medan, khususnya yang kurang mampu.

Sebab anggaran yang dialokasikan kepada Dinas Kesehatan ini diperuntukkan buat peningkatan pelayanan kesehatan. Dimana saat ini bagi warga kota Medan yang tidak mampu dan tidak punya BPJS bisa berobat secara gratis lewat program Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB).

“Jadi bagi masyarakat kurang mampu dan tidak memiliki BPJS cukup dengan membawa Kartu Tanda Penduduk maupun Kartu Keluarga (KTP/KK) jika ingin berobat ke rumah sakit, meskipun ada aturan-aturan yang harus dijalani,” papar Hendra

Sementara untuk Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDA BMBK) dahulu Dinas Pekerjaan Umum (PU) kata Ketua Fraksi Partai Hanura, PPP, PSI (HPP) DPRD Medan ini dialokasikan sebesar Rp 1,4 triliun lebih.

Anggaran ini dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur, jadi kalau masih juga jalan-jalan di Kota Medan yang masih rusak, berarti ‘masuk angin,’ kata anggota dewan yang duduk di Komisi IV tersebut.

Demikian juga terhadap Dinas Pemukiman dan Penataan Ruang kata anggota dewan yang duduk di badan anggaran (Banggar) ini dialokasikan sebesar Rp 1,1 triliun lebih.

“Namun kita yakin, dengan besarnya anggaran yang dialokasikan kepada Dinas SDA BMBK dan Dinas Pemukiman dan Penataan Ruang Kota Medan tidak ada lagi jalan rusak dan drainase yang tersumbat,”harap Hendra.

Apalagi sampai hari ini Dinas SDA BMBK dan Dinas Pemukiman dan Penataan Ruang Kota Medan sedang giat-giatnya melakukan perbaikan drainase, dan jalan rusak, diharapkan tahun depan persoalan jalan rusak drainase di seluruh wilayah di Kota Medan terselesaikan.

“Karena prioritas kita Medan bebas banjir, minimal dengan anggaran yang dialokasikan ini bisa menekan titik-titik banjir, paling tidak mengurangilah, sebab kalau bebas sama sekali rasanya tidak mungkin,sebut Hendra.

Sedangkan untuk Dinas Sosial Kota Medan anggaran yang dialokasikan dalam APBD Kota Medan TA 2023 ini hanya sebesar Rp 106 miliar.

Kenapa alokasi anggaran untuk dinas sosial begitu kecil dibanding dinas lainya yang ada di Kota Medan kata Hendra, karena dinas ini banyak menerima bantuan dari pemerintah pusat, banyak program dinas sosial yang bersumber dari pemerintah pusat, seperti Kementrian Sosial,” jelas Hendra. (rel)

Puskesmas Teladan Gelar Imunisasi Polio di Pusat Perbelanjaan Ramayana

IMUNISASI: Petugas dari Puskesmas Teladan, saat memberikan imunisasi polio kepada anak di Pusat Perbelanjaan Ramayana.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mensukseskan Sub PIN Polio yang telah dicanangkan Wali Kota Medan Bobby Nasution beberapa waktu yang lalu, Puskesmas Teladan terus bergerak cepat membuka pelayanan imunisasi polio bagi warga yang memiliki balita usia 0-59 bulan di beberapa tempat, salah satunya diadakan di pusat perbelanjaan Ramayana, jln. S.M Raja Medan, Sabtu (18/2/2023).

Pelaksanaan imunisasi polio ini disambut antusias oleh masyarakat yang berkunjung ke Ramayana, sebab mereka tidak menyangka pada hari itu Pemko Medan menggelar pelayanan imunisasi polio di pusat perbelanjaan. Terbukti pelayanan yang dibuka dari pukul 10.30 wib hingga pukul 13.00 wib ini berhasil mengimunisasi sebanyak 47 balita.

Kepala Puskesmas Teladan dr. Kus Puji Astuti saat ditemui mengatakan, pelaksanaan Sub PIN Polio diwilayah kerja Puskesmas Teladan sudah di mulai sejak hari senin (13/2). Sub PIN Polio ini diadakan di setiap Posyandu yang ada di wilayah Puskesmas Teladan. Selain itu juga diadakan di sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan juga di tempat-tempat umum seperti di pusat pasar, pasar sambas, Medan Mall dan yang baru saja dilakukan ialah di Ramayana.

“Selain membuka posko pelayanan, kami juga melakukan penyisiran dan sweeping kerumah-rumah warga yang memang tidak memiliki waktu untuk datang ke posyandu,” kata Kus Puji Astuti.

Selama pelaksanaanya dari hari senin lalu hingga kemarin, Kus Puji Astuti mengatakan capaian imunisasi polio di Puskesmas Teladan hingga tanggal 17 Februari sudah mencapai 46.71%.

“Jadi mulai dari hari Senin hingga hari jumat semalam sudah 945 balita yang kami imunisasi polio atau sekitar 46.71%, ditambah hari ini di Ramayana kita berhasil mengimunisasi sebanyak 47 balita, jadi kami masih harus terus bekerja keras karena target kami harus bisa mencapai 96%,” jelasnya.

Untuk itu Kus Puji Astuti terus mengimbau kepada masyarakat agar jangan ragu membawa balitanya ke Posyandu, Puskesmas ataupun ketempat-tempat umum yang membuka layanan imuniasi polio untuk segera memberikan imunisasi polio kepada balitanya. Sebab dua tetes manis polio ini sangat penting untuk melindungi balita dari virus polio. (rel)

Firefly Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Wisatawan ke Penang Sembari Berobat di PAH

Konferensi Press MoU Firefly dengan PAH di Hotel Aryaduta, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Firefly dengan Penang Adventist Hospitel (PAH), menjalin kerja sama atau Memorandum of Undestanding (MoU). Dengan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Medan, yang akan berobat ke PAH, Penang, Malaysia.

Layani memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Medan dan sekitarnya. Untuk berkunjung ke Penang sembari berobat ke PAH dan rumah sakit lainnya. Sehingga pelayanan terbaik diberikan secara profesional medis dan pelayanan penerbangan.

Penandatanganan MoU tersebut, berlangsung di Hotel Aryaduta Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Jumat (17/2) kemarin. Acara ini, dihadiri langsung oleh Presiden dan Ceo PAH Mr Ronald Koh Wah Heng dan Ceo Firefly Kapten Hamdan Che Ismail.

Kemudian, juga dihadiri pimpinan Global Marketing Firefly Ms Wong Wai Kuan, Konsulat Jenderal Malaysia untuk Medan Mr Aiyob Omar, Direktur Pariwisata Malaysia Medan dan para pihak lainnya, yang terkait.

Ceo Firefly Kapten Hamdan Che Ismail mengungkapkan kehadiran mereka di Kota Medan memberikan fasilitas kemudahan, untuk berkunjung dan berobat ke PAH dengan mudah.

“Firefly meluncurkan penerbangan langsung perdana Medan-Penang, rute baru ini akan membuka kesempatan lebih banyak bagi wisatawan Indonesia berkunjung ke Medan,” kata Hamdan kepada wartawan di Kota Medan.

Ismail mengungkapkan sebanyak 51 penerbangan dengan pelayanan dari Medan terbang ke Penang.“Target kita 183 penerbangan. Kita akan terus tingkatkan,” tuturnya.

Pimpinan Global Marketing Firefly, Ms Wong Wai Kuan menjelaskan bahwa Firefly meluncurkan penerbangan langsung perdananya Medan-Penang Jumat (17/2) kemarin. Dengan penerbangan tersebut, membuka pelayanan wisata yang lebih dekat antara Indonesia dengan Malaysia, kedepankan.

“Rute baru ini, akan membuka kesempatan lebih banyak bagi wisatawan Indonesia berkunjung ke Penang,” katanya.

Sementara itu, Presiden dan Ceo Penang Adventist Hospitel Mr Ronald Koh Wah Heng mengungkapkan, dalam upaya mendorong wisata medis, PAH akan menawarkan paket kesehatan eksklusif dengan harga spesial untuk penumpang Firefly yang terbang dari Medan dan Banda Aceh.

Sebagai sebuah institusi medis yang berusia hampir satu abad, Mr Ronald Koh Wah Heng, mengatakan bahwa PAH selalu berusaha untuk memberikan perawatan medis terbaik kepada pasien.

“Sesuai dengan misi tersebut, kami selalu mengikuti kemajuan teknologi medis terkini. Memberikan perawatan yang lebih tepat dan efektif kepada pasien. Sehingga meningkatkan pengalaman perawatan,” kata Ronald.

Inisiatif ini, Ronald menjelaskan terus mendorong pasien dan bahkan pelancong bisa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, yang pada akhirnya mengarah pada deteksi dini penyakit seperti kanker.

“Deteksi dini penyakit apapun penting, karena mendektesi penyakit pada titik yang sangat mudah ditangani, sehingga pasien tidak perlu menderita efek kronis dari penyakit tersebut, dan sembuh dengan cepat,” ucap Ceo PAH tersebut.

Ronald menjelaskan, dalam upaya mendorong wisata medis, PAH akan menawarkan paket pemeriksaan kesehatan eksklusif, dengan harga spesial untuk penumpang Firefly yang terbang dari Medan dan Banda Aceh.

“Dalam hal ini PAH memiliki pusat Ongkologi, paling besar dan peralatannya, juga terlengkap di luar Kuala Lumpur bila ada pasien kanker yang ingin berobat,” jelasnya.

Ronald mengatakan pihaknya akan memberikan diskon berobat kepada penumpang Firefly. Bahkan akan menjemput penumpang ke dari Bandara di Penang secara gratis bila mau berobat ke PAH.

“Tiga hari sebelum datang hubungi kami dan kami siap menjemput,” ucapnya.

Konsulat Jenderal Malaysia di Medan Mr Ayub Omar mengungkapkan, kerja sama ini untuk menarik pengunjung dari Indonesia ke Penang.“Target kita di tahun 2023 capai 2 juta kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia Penang,” ucapnya.(gus)

Jelang Pemilu 2024, Kader PDIP Tapteng dan Sibolga Diminta Rapatkan Barisan

TAPANULI TENGAH, SUMUTPOS.CO – Kader PDI Perjuangan se-Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga diminta kembali merapatkan barisan untuk menyongsong Pemilu 2024. Selain itu, para kader juga diminta menyiapkan nyali agar siap menghadapi tantangan dan dinamika yang terus berkembang.

“Kita tahu ada banyak persoalan yang menimpa masyarakat akhir-akhir ini dan semua kader harus menyingsingkan lengan baju untuk membantu masyarakat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut,” kata Ketua DPD Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon saat memimpin Rapat Koordinasi Penuh pemenangan Pemilu 2024 DPC PDI Perjuangan Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng bersama Anggota DPR RI Masinton Pasaribu di Hotel PIA, Kecamatan Pandan, Tapteng, Jumat (17/2/2023).

Rapidin juga mengingatkan agar kader PDI Perjuangan untuk kembali meluruskan niat. “Kita masuk ke PDI Perjuangan bukan semata-mata untuk mencari jabatan, dan juga bukan semata-mata untuk mencari uang. Akan tetapi, sebagai kader sejati kita harus berjuang untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terzalimi. Maka jika ada kader yang masuk ke PDI Perjuangan tidak dengan niat tulus untuk berjuang, maka lebih baik berpikir ulang, apakah masih mampu berjuang dengan platform PDI Perjuangan? Karena partai ini bukan alat mencari uang tetapi alat untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terzalimi,” pungkas mantan Bupati Samosir tersebut.

Senada dengan itu, anggota DPR RI Masinton Pasribu mengajak kader PDI Perjuangan untuk tidak takut dan menunjukkan jati diri sebagai petarung. “Kita lahir sebagai banteng, maka bertindak dan bersikap layaknya banteng sejati, bukan seperti ayam sayur,” kata Masinton.

Dia pun mengajak semua kader untuk melakukan perlawanan terhadap Kezaliman yang dilakukan terhadap PDI Perjuangan. “Kita tidak boleh takut dengan kezaliman. Orde baru pernah kita runtuhkan di bawah kepemimpinan Ibu Megawati. Untuk Tapteng, sekali lagi kita buktikan bahwa kita berpihak kepada rakyat untuk mengakhiri kezaliman-kezaliman yang terjadi di Tapteng,” tegas Masinton.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Samulya Surya Indra, Ketua DPC Kota Sibolga Memori Evaulina Panggabean SH MKn, Ketua DPC Kabupaten Tapteng Horas Sampetua Hutagalung, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sibolga dan Tapteng serta pengurus DPC, PAC dan Ranting se-Tapteng dan Kota Sibolga. (adz)

Meryl R Saragih Terima Youth Award di Ajang 4th ASEAN-India Youth Summit

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Politisi muda PDI Perjuangan asal Sumatera Utara l, Meryl Rouli Saragih menerima penghargaan “Youth Award” di ajang The 4th ASEAN-India Youth Summit dengan tema “Strengthening ASEAN India Partnership in the Indo- Pacific” yang digelar di Hyderabad, Telangana, India, pada 12-16 Februari lalu. Award tersebut diberikan atas partisipasi dan masukan serta usulan yang diberikan Meryl selama summit berlangsung.

Meryl dinominasi oleh Consulate General India di Medan untuk mewakili Sumatera Utara, Indonesia, sebagai salah satu delegasi dalam konferensi Internasional yang diinisiasi oleh India Foundation bekerjasama dengan Kementrian Luar Negeri India, Sekretariat ASEAN dan biayanya sepenuhnya ditanggung Pemerintah India. “Ya saya dinominasi oleh Konsulat India di Medan untuk mewakili sebagai delegasi Indonesia, utamanya sebagai perwakilan dari pemerintah dan bidang politik. Kami telah berdialog dan berdiskusi dengan delegasi dari negara lain, bagaimana memperkuat hubungan partnership negara-negara ASEAN-India di kawasan Indo-Pasifik,” jelas anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara ini saat dikonfirmasi

Dalam kesempatan plennary dan breakout session, ada beberapa hal yang Meryl usulkan ke panel dan pembicara. Yang pertama, mengenai konektivitas. Penerbangan langsung dari Indonesia ke India. Misalnya menjadikan Kuala Namu International Airport (KNO) sebagai Hub Internasional untuk transit ataupun penerbangan langsung ke India.

“Kalau kita lihat letak geografisnya antara Malaysia dan Singapore, KNO berada di satu hub yang sama. Tapi Kenapa dari Indonesia harus transit dulu ke Kualalumpur ataupun Singapore? Padahal bisa langsung saja. Apalagi tahun depan India juga akan memegang presidensi G20. Seharusnya KNO bisa jadi Hub Internasional di kawasan Indo-Pacific tentunya dengan pengembangan kualitas dan kapasitas Bandara,” ujar Meryl.

Kedua, mengenai partnership “transfer of knowledge”. “Kita mengetahui bahwa India adalah salah satu negara di dunia yang sangat maju di bidang sains dan teknologi. Bagaimana supaya ada pertukaran pelajar ataupun magang di perusahaan India supaya kita bisa banyak belajar dan mengimplementasikan kemajuan teknologi tersebut di Indonesia,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, India saat ini juga banyak membuka kesempatan dan memberikan beasiswa kepada negara ASEAN untuk belajar di India. Ada beasiswa Beasiswa ICCR (Indian Council for Cultural Relations) untuk S1-S3 dan Doctoral Fellowship di India untuk 1000 pelajar dari Negara ASEAN dari tahun 2018. Sampai saat ini ada 25 orang Indonesia yang mendapatkan beasiswa ini dan akan terus bertambah. “Ya, jadi nanti bagi yang mau daftar beasiswanya juga bisa saya bantu untuk menghubungkannya dengan pemerintah dan kampus di India,” sebut Meryl.

Terakhir, mengenai e-voting atau Pemilihan Umum berbasis elektronik yang sudah berhasil dilakukan Komisi Pemilihan Umum India pada Pemilu India tahun 2019. India sebagai negara demokrasi terbesar di dunia menerapkan e-voting untuk efektifitas dan efisiensi karena jumlah penduduk India yang sangat besar. “Tentunya dengan jaringan pengamanan siber yang mumpuni. Oleh sebab itu Saya juga melakukan riset mengenai bagaimana penerapan e-voting ini ke depannya juga dapat dilakukan di Indonesia,” ungkapnya lagi.

Di akhir sesi pada penutupan Summit, Meryl terpilih sebagai salah satu delegasi yang mendapatkan penghargaan “Youth Award” dari the 4tn ASEAN-India Youth Summit yang diserahkan langsung oleh Gubernur Telangana, Dr. Tamilisai Soundararajan dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri dan Pendidikan India, Dr Rajkumar Ranjan Singh. Meryl merupakan satu-satunya delegasi Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Delegasi Summit ini terdiri dari 166 orang Figur Pemimpin Muda berbagai latar belakang dari 11 Negara termasuk Singapura, Malaysia, Kamboja, Myanmar, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos dan India. “Saya ucapkan terimakasih atas penghargaan dan apresiasi yang diberikan. Ini semua untuk Indonesia,” pungkas Meryl. (adz)

MMKSI Fokus Sosialisasi Mitsubishi XFC Concept

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) tetap mengikuti ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 yang digelar pada 16-26 Februari 2023, walau tidak meluncurkan mobil terbaru. Namun MMKSI tetap mengincar penjualan minimal 1.000 unit dengan mengandalkan Xpander dan Xpander Cross serta Pajero Sport.

Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI Tetsuhiro Tsuchida menyampaikan, fokus MMKSI dalam ajang IIMS 2023 adalah mensosialisasikan Mitsubishi XFC Concept yang merupakan satu mobil konsep compact SUV. Karena masih berstatus mobil konsep, MMKSI belum membuka keran penjualan untuk XFC Concept.

“Dalam IIMS 2023 ini memang kita tidak menetapkan angka tertentu sebagai target penjualan. Tetapi di acara sebesar ini, kita pastinya mengharapkan ada penjualan minimal 1.000 unit selama event berlangsung. Kalau sampai 1.500 unit atau 2.000 unit ya alhamdulillah,” kata Tetsuhiro Tsuchida dalam acara MMKSI media interview di booth Mitsubishi dalam ajang IIMS 2023 yang digelar di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/2/2023).

Head Regional Sales Group, Sales Marketing and Division PT MMKSI Dermawan Daulay menjelaskan, khusus di IIMS 2023, MMKSI juga sudah menyiapkan program penjualan untuk memudahkan konsumen memiliki mobil Mitsubishi. Misalnya untuk Xpander dan Xpander Cross, disiapkan fasilitas kredit dengan bunga 0% sampai 2 tahun hingga DP ringan 10%.

“Konsumen bisa memilih dengan fleksibel. Bila mereka ingin yang dp ringan, ada dp Xpander dan Xpander Cross mulai dari Rp 20 juta. Juga bila konsumen ingin memilih cicilan yang ringan, tersedia cicilan mulai dari Rp 5 juta, dan tenor yang kami sediakan di IIMS 2023 ini sampai dengan 7 tahun,” terang Daulay.

Terkait Mitsubishi XFC Concept yang menjadi sorotan utama di IIMS 2023, General Manager of Product Strategy Division PT MMKSI Guntur Harling memaparkan, Mitsubishi XFC Concept hadir dengan tiga kelebihan utama, yakni desain yang silky dan solid, smart and quality comfort, serta compact and spacious interior.

XFC Concept memiliki ground clearance yang tinggi dan empat mode berkendara yaitu normal, wet, gravel, dan mud. Mode berkendara baru yakni wet pertama kali diperkenalkan pada kendaraan Mitsubishi Motors, dirancang dengan mempertimbangkan penggunaan di negara-negara ASEAN, seperti kondisi jalan yang dibanjiri hujan secara tiba-tiba.

Selain di IIMS 2023, MMKSI juga akan memperkenalkan Mitsubishi XFC Concept kepada masyarakat yang lebih luas melalui kegiatan roadshow di enam kota besar di Indonesia sepanjang Maret hingga April 2023, mulai dari Pekanbaru, Medan, Palembang, Bandung, Surabaya, dan Semarang. (rel/ram)

KONI Tebingtinggi Buka Pendaftaran Untuk Bakal Calon Ketua

KETERANGAN: Tim Penjaringan resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran Balon Ketua KONI Kota Tebingtinggi di Sekretariat KONI Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tebingtinggi melalui Tim Penjaringan resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran Bakal Calon (Balon) Ketua KONI Kota Tebingtinggi untuk periode 2023- 2027 di Sekretariat KONI Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Jumat (17/2/2023).

Ketua Tim Penjaringan Balon Ketua KONI Tebingtinggi, Humala Siagian, didampingi sekretaris Aulia Fitra dan Ahmad Yani Purba menyampaikan, penjaringan dan penyaringan Balon Ketua Umum KONI Kota Tebingtinggi, dimulai tanggal 18-20 Februari 2023 dengan agenda pengambilan dan penyerahan formulir pendaftaran, serta persyaratan administrasi balon ketua.

Selanjutnya tanggal 21 Februari 2023 dilakukan verifikasi formulir pendaftaran dan persyaratan administrasi balon ketua. Tanggal 20-21 Februari 2023 agenda perbaikan formulir pendaftaran dan persyaratan administrasi Balon ketua. Kemudian tanggal 22 Februari 2023 penetapan bakal calon menjadi calon Ketua Umum KONI Kota Tebingtinggi, dilanjutkan dengan penyampaian hasil penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum KONI Kota Tebingtinggi ke Panitia Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot).

Ketua Tim Penjaringan Balon Ketua KONI Tebingtinggi, Humala Siagian mengatakan Musorkot akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2023. Untuk persyaratan calon Ketua Umum KONI Kota Tebingtinggi periode 2023 – 2027 dijelaskan, pernah atau sedang menjadi pengurus Cabang Olahraga (Cabor) sekurang kurangnya Pengurus Harian Tingkat Kota atau Pengurus Harian KONI Tebingtinggi, yang dibuktikan dengan fotocopy SK yang sah 1 periode.

“Berkewarganegaraan Indonesia dan berdomisili di Kota Tebingtinggi yang dibuktikan dengan elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP), mendapat dukungan tertulis minimal 30 persen dari cabor yang sah sebagai anggota KONI Tebingtinggi, Surat dukungan tertulis yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris Cabor yang sah dan surat dukungan yang telah diberikan tidak bisa dicabut kembali dan jika ada surat dukungan ganda maka surat dukungan dinyatakan gugur, pendidikan minimal SLTA sederajat,” terang Humala Siagian.

Humala Siagian melanjutkan setiap calon wajib membuat surat pernyataan bermaterai perihal kesanggupan untuk menyediakan waktu penuh sebagai Ketua KONI Tebingtinggi, bersedia mundur dari Ketua Cabor jika terpilih menjadi Ketua Umum KONI, tidak sedang menjabat sebagai pejabat publik dan struktural, tidak berstatus terdakwa atau pernah tersangkut kasus hukum yang memiliki kekuatan hukum tetap, berintegrasi dan mampu menjaga marwah KONI secara kelembagaan yang dibuktikan dengan fakta integritas dan melampirkan daftar riwayat hidup.

“Nantinya tim penjaringan menyampaikan, untuk tatacara pendaftaran terdiri dari, mengambil formulir dan dokumen ke posko tim penjaringan dan penyaringan, mengisi formulir dan melengkapi dokumen persyaratan lainnya dan setelah lengkap dikembalikan sesuai jadwal yang ditentukan,” jelasnya.

Adapun kelengkapan dokumen yang dikumpulkan adalah, fotocopy sah SK pengurus cabor atau pengurus tingkat kota atau pengurus harian KONI satu periode berjalan, fotocopy e-KTP, fotocopy ijazah terakhir, surat dukungan dari cabor dan surat pernyataan bermaterai.

“Tim penjaringan dan penyaringan berharap tahapan dalam melaksanakan Musorkot KONI Kota Tebingtinggi dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan jadwal dan agenda yang telah ditentukan,” pinta Humala Siagian.

Sementara untuk Panitia Pelaksana Musorkot KONI Kota Tebingtinggi telah ditetapkan Abdullah Sani Hasibuan sebagai Ketua, Zulfan Kurniawan sebagai Sekretaris dan Fahruddin sebagai anggota. (ian/ram)