Home Blog Page 1823

Gubsu Ajak Wujudkan Bersatu Kita Juara

TANDATANGAN: Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian dan Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis menandatangani NPHD pada Raker KONI Sumut. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi mengajak semua insan olahraga agar mewujudkan slogan Bersatu Kita Juara yang menjadi tagline PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Ajakan itu diungkapkan Gubsu diwakili Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian saat membuka Rapat Kerja KONI Sumut di Emerald Garden Internasional Hotel Medan, Kamis (16/2) sore.

“Ayo kita wujudkan Bersatu Kita Juara, supaya Sumatera Utara mencapai target pada PON 2024. PON ini kebanggaan kita semua, karena baru ada lagi di daerah kita setelah 73 tahun lamanya,” beber Bahar.

“Jika kita bersatu dan bekerja dengan ikhlas, saya yakin Sumut minimal peringkat empat di PON mendatang. Namun orangtua kita, Gubernur Sumatera Utara, sebenarnya ingin kita menjadi yang nomor satu,” tambahnya.

Bahar mengaku rindu bersatu dan bekerjasama lagi dengan insan olahraga Sumut, setelah sempat berpisah setahun 59 hari karena dirinya mutasi menjadi Kadisnaker Provsu.

“Saya bangga melihat Bang John Lubis tetap semangat mengurus olahraga. KONI Sumut luar biasa,” tutur mantan Kepala Biro Keuangan Pemprovsu tersebut, sambil menceritakan kembali pasang surut KONI Sumut dari segi anggaran.

Menurutnya, KONI bentukan pemerintah, sehingga anggarannya menjadi kewajiban pemerintah sebagaimana amanah undang-undang. “Jadi semua cabang olahraga gelarlah kejuaraan, buatlah iven sebanyak-banyaknya. Tolong dibantu juga berapa sebenarnya anggaran yang memadai untuk masing-masing cabor,” papar Bahar.

“Setidaknya data itu sudah ada akhir Maret mendatang. Kita ingin data itu segera dibahas dengan Gubsu, Pangdam I BB, Kapolda Sumut dan Kajatisu,” tambahnya.

Bahar pun memaparkan tentang persiapan menjadi tuan rumah PON 2024 bersama Aceh, termasuk sebaran venue pertandingan di beberapa kabupaten/kota di Sumut.

“Sesuai hasil rapat terbatas Presiden Joko Widodo dengan Menpora dan Ketua KONI Pusat, PON 2024 akan diikuti 38 provinsi. Pembukaannya 8 September 2024 di Aceh dan Penutupan 20 September 2024 di Sumut,” tegas Bahar.

Seusai membuka raker dan paparan PON XXI, Baharuddin dan Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis menandatangani NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah), disaksikan Waketum I Prof Dr Agung Sunarno, Waketum III Yanto Pasaribu, Sekum Muchrid ‘Coki’ Nasution dan Bendahara Agung Santoso. (dek)

KONI Sumut Optimis Raih 95 Emas di PON 2024

SALAM KOMANDO: Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian salam komando dengan Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KONI Sumatera Utara optimis menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Mereka yakin meraih target 95 medali emas pada even akbar olahraga Indonesia itu.

Hal itu dikatakan Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis pada acara Rapat Kerja KONI Sumut di Emerald Garden Internasional Hotel Medan, Kamis (16/2) sore.

“Kita mengharapkan PON XXI menjadi yang terbaik bagi Sumatera Utara dan Indonesia. Kita juga yakin mampu mencapai target besar dengan target 95 medali emas,” jelas John Lubis.

Ditambahkannya bahwa KONI Sumut sudah menggelar kembali Pelatda Jangka Panjang PON 2024 yang dimulai 1 Februari 2023 dengan melibatkan 47 cabang Olahraga

“Pelatda diikuti 643 atlet, serta 150 pelatih dan wasping, jadi total keseluruhannya 793 orang,” papar mantan Ketua Harian IMI Sumut tersebut.

John Lubis pun memastikan bahwa PON XXI Aceh-Sumut 2024 dilaksanakan pada 8 s/d 20 September 2024 dengan mempertandingkan 33 Cabor di Aceh dan 34 Cabor di Sumut dengan 1033 nomor pertandingan.

John semakin yakin setelah Baharuddin Siagian kembali ditunjuk sebagai Kadispora Sumut. “Gubsu sudah melihat persiapan PON saat ini bahwa Baharuddin Siagian yang paling tahu, sehingga beliau kembali menjadi Kadispora Sumut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Raker KONI Sumut H Sakiruddin melaporkan bahwa rapat membahas evaluasi program 2022 dan rencana program 2023, termasuk Pelatda PON 2024 dan Porprovsu 2022.

“Pesertanya utusan KONI 54 orang, Pengprov Olahraga 114 orang, Badan Fungsional 8 orang, pengurus KONI Sumut 46 orang dan wartawan 25 orang. Pelaksanaannya 16-18 Februari 2023,” ujar Sakir. (dek)

International Motor Show (IIMS) 2023, MMKSI Hadirkan Mitsubishi XFC Concept

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menghadirkan Mitsubishi XFC Concept, sebuah mobil konsep compact SUV pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 yang diselenggarakan pada 16 – 26 Februari 2023 di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Setelah sebelumnya diperkenalkan dalam debut global di Vietnam Oktober 2022 lalu, Mitsubishi XFC Concept hadir di Indonesia dengan tagline “New Xcitement Awaits You”, menyiratkan kehadirannya menjadi inspirasi kendaraan Mitsubishi Motors di masa depan yang akan memberikan pengalaman dan petualangan baru yang menanti di masa mendatang.

Mitsubishi XFC Concept merupakan compact SUV generasi selanjutnya yang menawarkan desain SUV “Silky and Solid” yang kuat dan mengesankan, interior kabin “Compact & Spacious” nyaman mempertegas posisi atas di kelasnya, serta tekonologi dan performa “Smart & Quality Comfort” canggih untuk mendukung petualangan kehidupan sehari-hari yang aman dan nyaman bagi para penggunanya.

“Mitsubishi XFC Concept merupakan sebuah konsep untuk mobil compact SUV yang menggabungkan keahlian dan lebih dari seratus tahun pengalaman Mitsubishi Motors dalam pengembangan kendaraan secara global. Hadir dengan tiga kelebihan utama, yakni desain yang silky dan solid, smart and quality comfort, serta compact and spacious interior, untuk memberikan sebuah Xcitement baru.
Tidak perlu diragukan lagi, Mitsubishi Motors telah membuktikan bagaimana desain inovatif dan nilai fungsional dari model kendaraannya yang menjadi ‘game changer’ di industri ini, yang juga telah mendulang apresiasi tinggi dari konsumen di Indonesia dan juga global,” papar Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI.

Pada ajang IIMS 2023, MMKSI hadir di Hall-A Booth A1 seluas 1.040 m2 dengan tema “Life’s Adventure Park – Drive You to The New World Adventure”, melalui penekanan pada petualangan hidup sebagai inovasi yang berfokus pada kepuasan pengguna mobil Mitsubishi Motors yang dibagi pada tiga zona utama yakni “Daily Life’s Adventure”, “Wonderful Life’s Adventure”, dan “Tomorrow Life’s Adventure”.

Selain sorotan utama pada Mitsubishi XFC Concept yang hadir di zona “Daily Life’s Adventure” bersama dengan Mitsubishi Xpander, dan Mitsubishi Xpander Cross, MMKSI juga turut membawa lini kendaraan unggulan Mitsubishi Motors lainnya yang dipasarkan di Indonesia seperti Mitsubishi Pajero Sport, dan Mitsubishi Triton yang hadir pada area “Wonderful Life’s Adventure”.

Sementara pada zona “Tomorrow Life’s Adventure” MMKSI menampilkan After Sales Corner sebagai representasi dan display untuk layanan purna jual Mitsubishi Motors di Indonesia, pengembangan layanan melalui platform digital yang direpresentasikan oleh Mitsubishi Motors ID Corner, juga display unit kendaraan elektrifikasi, MinicabMiEV dan Outlander PHEV. Tidak ketinggalan pengunjung dan konsumen Mitsubishi Motors dapat memanfaatkan beragam promo dan penawaran menarik terkait penjualan hingga purna jual.

Rencana ke depan Mitsubishi Minicab-MiEV1 di Untuk Pasar Indonesia Mitsubishi Minicab MiEV1 sebagai model kendaraan listrik (BEV) niaga ringan Mitsubishi Motors yang telah dimanfaatkan untuk kegiatan studi bersama lima partner di Indonesia dalam mendukung operasi bisnis mereka.

Di wilayah Jakarta studi bersama dilakukan dengan PT Pos Indonesia, PT Haleyora Power, Gojek sebagai bagian dari GoTo Group, dan DHL Supply Chain Indonesia. Sementara itu untuk area Bali telah dilakukan dalam agenda EV Joint Project untuk mendukung operasional salah satu perusahaan yang bergerak penunjang pariwisata yaitu Be Sanur.

Studi bersama yang telah dilakukan menunjukan hasil yang memuaskan dalam kaitan untuk mendukung bisnis secara efektif dan efisien, sehingga Mitsubishi Motors akan segera siap untuk menginisiasi segmen pasar baru yang sangat berbeda untuk BEV komersil di Indonesia, tidak hanya untuk menjual, namun juga memproduksi model Minicab-MiEV1 di fasilitas produksi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), yang terletak di Karawang, Jawa Barat. Hal ini akan mengukuhkan Mitsubishi Motors sebagai brand otomotif Jepang yang memulai produksi lokal untuk BEV.

Tentang Mitsubishi XFC Concept

Konsep Desain “Silky & Solid”
Desain Mitsubishi XFC Concept memberikan kesan elegan dan desain yang mengalir harmonis dengan soliditas yang kuat. Sejalan dengan filosofi desain “Robust & Ingenious” dari Mitsubishi Motors, Mitsubishi XFC Concept menggabungkan aura SUV yang kompak namun kuat, dan mengesankan dengan permukaan ramping yang membentuk satu aliran yang terhubung, mulai dari emblem tiga berlian di bagian depan, memanjang ke sisi samping, hingga bagian belakang.

Hal ini memberikan profil yang stylish dan sporty agar sesuai dengan pemandangan kota di Kawasan ASEAN.
Selain itu dengan peningkatan handling di jalan dengan permukaan kasar berkat ground clearance yang tinggi dan roda berdiameter besar, Mitsubishi XFC Concept mengekspresikan ketangguhan dan kelincahan serta menampilkan gaya SUV otentik yang menonjol di pemandangan luar ruangan.

Di bagian depan, konsep “Dynamic Shield” yang mengekspresikan kinerja dan perlindungan, telah berkembang. Lampu depan berbentuk “L” di bagian atas unit lampu depan berpadu dengan Daytime Running Light (DRL) yang berbentuk seperti kisi-kisi di di bagian bawah untuk menyala dalam bentuk “T” yang ikonik yang menunjukan kesan luas.

Sisi-sisi bodinya terdiri dari permukaan yang berotot dengan pahatan flare fender depan dan belakang serta garis karakter yang mengekspresikan kekuatan dan dinamisme sebuah SUV.

Seperti bagian depan, bagian belakang juga dilengkapi lampu belakang berbentuk “T” untuk menciptakan desain yang menonjolkan keluasan dan stabilitas.

Interior Kabin “Compact & Spacious”
Interior Mitsubishi XFC Concept menawarkan kemudahaan pengoperasian dan kenyamanan, yang sangat penting untuk sebuah SUV. Panel instrument mengadopsi desain bertema horizontal, sehingga memudahkan untuk merasakan perubahan postur kendaraan saat berkendara di permukaan kasar sekaligus meningkatkan visibilitas ke depan.

Sementara itu, desain dinamis yang terbentang dari panel instrument hingga door trim, serta serangkaian bantalan empuk, memberikan kesan kedap dan perlindungan untuk menciptakan interior yang aman dan nyaman.

Desain Mitsubishi XFC yang canggih, dengan bodinya yang terkesan ringkas, juga dirancang untuk mampu mengakomodasi utilitas dengan kargo yang cukup luas.

Teknologi dan Performa “Smart & Quality Comfort”
Mitsubishi XFC Concept dirancang untuk kemudahan pengoperasian, memberikan visibilitas ke depan yang baik, persepsi yang mudah tentang dimensi kendaraan, dan handling yang mulus.

Teknologi canggih yang dibenamkan pada head unit intuitif berukuran besar untuk mengintegrasikan tampilan digital penuh dan tampilan tengah yang dapat menunjukkan navigasi, kondisi permukaan jalan, dan informasi lain yang diperlukan oleh pengemudi memberikan lingkungan berkendara yang aman dan nyaman sekaligus mengekspresikan rasa nyaman.

Melalui ground clearance yang tinggi dan empat mode berkendara – Normal, Wet, Gravel, dan Mud, – Mitsubishi XFC Concept menawarkan rasa berkendara yang menyenangkan, aman, dan nyaman dalam berbagai cuaca dan kondisi jalan. Mode berkendara baru yakni “Wet Mode”, yang pertama kali diperkenalkan pada kendaraan Mitsubishi Motors, dirancang dengan mempertimbangkan penggunaan di negara-negara ASEAN, seperti kondisi jalan yang dibanjiri hujan secara tiba-tiba.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi special page di website resmi MMKSI melalui tautan berikut: https://mitsubishi-motors.co.id/iims-2023 dan di aplikasi Mitsubishi
Motors ID pada tautan berikut: http://bit.ly/MitsubishiApps. (rel/ram)

Plt Bupati Langkat Syah Afandin Resmikan Masjid Al Falah Wampu

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat H Syah Afandin meresmikan Masjid Al Falah yang berada di Dusun Pasar Batu, Desa Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu, Kamis (16/2/2023).

Dalam sambutannya, Syah Afandin yang akrab disapa Ondim ini mengucapkan rasa syukur atas terbangunnya Masjid Al Falah yang selama ini diidamkam masyarakat.

Dia pun berjanji sesegera mungkin merealisasikan pembangunan jalan yang berada di lingkungan Masjid Al Falah.

“Ya, seperti kata Pak Kepala Desa Stabat Lama Barat, Tengku Firmansyah tadi bahwa pihaknya telah mengajukan pembangunan jalan di Dusun Pasar Batu ini sejak 7 tahun lalu. Tapi belum ada kejelasannya. Untuk itu saya berjanji secepat mungkin mengajukan pembangunan jalan di kawasan Masjid Al Falah ini,” ujarnya.

Dengan realisasi pembangunan jalan di Dusun Pasar Batu nantinya, masyarakat bisa dengan senantiasa memakmurkan Masjid Al Falah.

“Menyenangkan hati orang itu pahala, dengan adanya pembangunan jalan di Dusun Pasar Batu ini kan otomatis orang cemberut bisa tersenyum. Selain warga di sini, kan penggunalan jalan bisa memanfaatkan Masjid Al Falah untuk beribadah. Insya Allah janji pembangunan jalan di sini akan saya laksanakan,” ujar Ondim.

Ondim juga tak bosan-bosan meminta pada tetamu dan undangan yang berhadir pada peresmian Masjid Al Falah Dusun Pasar Batu tetap mengingatkannya.

“Saya minta kepada warga Langkat khususnya yang hadir di sini agar tetap mengingatkan saya. Seperti janji pembangunan jalan di sini, tolong apabila saya lupa ingatkan lagi. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini menjadi nilai ibadah di hadapan Allah SWT,” imbuhnya sembari menyebut akan memberikan dua unit AC untuk kesejukan jamaah Masjid Al Falah.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Pembangunan Masjid Al Falah Dusun Pasar Batu, Desa Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu, T Saiful Anhar menjelaskan bahwa pembangunan masjid selesai dilaksanakan sekitar 8 bulan.T Saiful Anhar berkisah, awalnya tempat yang kini dijadikan tapak Masjid Al Falah adalah sekadar lokasi pengajian.

Hanya saja, ada masukan dari warga dan pemuka masyarakat, supaya tempat pengajian diubah menjadi rumah ibadah.

“Dari situ kami berdiskusi dengan masyarakat dan menemukan jalan hingga terbangunnya Masjid Al Falah yang kita cintai bersama. Lahan ini merupakan lahan hibah dari masyarakat, begitu juga dengan pendanaannya yang secara swadaya,” terang pria yang akrab disapa Bang Iful ini.

Sedangkan ukuran Masjid Al Falah sendiri sekira 7×7 meter. “Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Plt Bupati Langkat Syah Afandin yang meringankan langkah meresmikan masjid kita ini,” tukasnya.

Akhir kata Bang Iful mengucapkan terima kasih kepada dermawan, Efendi Ahay, Mulawarman dan segenap warga yang rela membantu pembangunan masjid.

Sedangkan Kepala Desa Stabat Lama Barat, T Firmansyah tetap berharap adanya pembangunan, terutama di wilayah Masjid Al Falah yang baru diresmikan Plt Bupati Langkat H Syah Afandin.

“Jadi, kami selaku pihak desa sudah 7 tahun mengajukan supaya jalan di sini dibangun. Tapi belum ada realiasasinya. Syukurnya harapan warga sudah tercapai lewat janji Pak Plt Bupati Langkat. Semoga realisasi jalan secepatnya diselesaikan sehingga perekonomian khususnya di Desa Stabat Lama Barat bisa bergeliat,” urainya.

Hal itu, lanjutnya tak bisa dipungkiri. Mengingat Dusun Pasar Batu, Desa Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu merupakan ‘penyangga’ yang baik demi perkembangan Kabupaten Langkat.

“Di Desa Stabat Lama Barat ini juga Pak, ada sejumlah situs bersejarah. Dan di sini pula tepat di wilayah Masjid Al Falah sejarah cikal bakal berdirinya Kerajaan Langkat. Kepada Plt Bupati Langkat saya mohon supaya kembali melihat dan memugar kembali situs bersejarah yang ada di Desa Stabat Lama Barat,” tandasnya.

Usai kata sambutan, acara dilanjutkan dengan peresmian sekaligus pemotongan pita Masjid Al Falah yang dilakukan langsung Plt Bupati Langkat H Syah Afandin.

Di akhir peresmian Masjid Al Falah, Syah Afandin menyerahkan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Almarhum Wajiran. Lalu penyerahan kunci bedah rumah Yakub warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu disertai penyerahan pupuk bantuan bersubsidi.

Hadir pada acara peresmian Masjid Al Falah, di antaranya Kapolsek Stabat AKP Ferry Ariandi, Danramil Stabat Kapten Inf Edi Susanto, anggota DPRD Langkat, Lucky Syahputra, Kepala Desa Stabat Lama Barat T Firmasnyah, pemuda agama, tokoh masyarakat, undangan dan tetamu sekalian. (mag-6/ram)

Gereja HKI Daerah IV Dakota Canangkan Tahun 2023 Pengembangan Kreativitas Pelayan & Pelayanan

BERFOTO: Praeses Gereja HKI Daerah IV Dakota, Pendeta Nurdiah Hutasoit bersama Bupati Dairi, Eddy KA Berutu dan anggota DPRD, Bona Tindaon foto bersama saat pencanganan tahun 2023 sebagai tahun pengembangan kreativitas pelayan dan pelayanan di gereja HKI Sidikalang, Rabu (15/2/2023).RUDY SITANGGANG/SUMUTPOS.CO.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) daerah IV Dakota (Dairi-Karo-Tanah Alas), mencanangkan tahun 2023 sebagai pengembangan kreativitas pelayan dan pelayanan.

Pencanangan dilakukan Praeses HKI Daerah IV Dakota, Pendeta Nurdiah Hutasoit STh dihadiri para pendeta dan pengerja gereja dari 16 Resor dipusatkan di Gereja HKI Sidikalang Kota, Rabu (15/2/2023).

Pencanangan/launching tahun kreativitas dihadiri anggota DPRD Dairi, Bona Tindaon yang juga jemaat HKI serta Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kepala BPBD, Masaraya Berutu.

Sebelum launching, terlebih dulu dilakukan kebaktian dan dilanjutkan makan bersama.

Dalam kegiatan itu, Praeses HKI Daerah IV Dakota, Pendeta Nurdiah Hutasoit STh menyampaikan, gereja HKI telah menetapkan tahun 2023, pengembangan kreativ pelayan dan pelayanan.

Nurdiah menegaskan, kreativitas pelayanan dan pelayanan, bukan hanya pelayanan di gereja tetapi menjadi pelayanan langsung terhadap kehidupan kerohanian kepada jemaat di tempat kita masing-masing melayani.

“Seperti kondisi saat ini, gereja HKI memandang bagaimana membela jemaat kita di era ekonomi sulit. Gereja harus hadir untuk masyarakat,” katanya.

Dirinya berharap, melalui semua pelayan gereja pengembangan kreativitas akan dilaksanakan di 16 Resor Daerah IV Dakota.

Anggota DPRD Dairi, Bona Sitindaon mengatakan, sebagai jemaat gereja, kreativitas dan inovasi harus sejalan. Membangkitkan inovasi baru, semangat baru agar HKI berkembang di kemudian hari.

“HKI ini besar, kalau mau kita semua membesarkan, sebut Bona. Ditangan bapak/ibu pimpinan gereja membawa HKI besar, kami semua jemaat pasti ikut. Untuk itu, kembangkan kreativitas dan timbulkan inovasi baru,” ujar Politisi Demokrat itu.

Bona menyebut, jika tahun sebelumya dana hibah untuk rumah ibadah yang diplot pada APBD Dairi tahun 2022 hanya Rp200juta. Tahun 2023 ini, sudah kita dongkrak jumlahnya menjadi Rp1,7 miliar.

“Artinya, ini sudah sangat baik untuk pengembangan/pembangunan semua rumah ibadah di Kabupaten Dairi salahsatunya gereja kita HKI,” ungkap Bona.

Untuk itu, lanjut Bona, bagi pendeta di 4 daerah pemilihan (Dapil), buat proposal supaya disampaikan ke pemerintah. Prosedur permohonan dana harus jelas, karena ini uang rakyat.

Sementara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan HKI sudah membuka semangat baru di tahun baru 2023 ini dengan mencangkan tahun kreativitas.

Eddy menyebut, HKI sudah langsung merespon situasi saat ini di tengah isu global resesi ekonomi dunia dengan melihat cara pandang yang berbeda yakni meningkatkan kreativitas pelayan dan pelayanan.

“HKI sudah melakukan terobosan berkreasi dalam mengembalakan jemaat, bahkan melebihi tugas sebagai parhalado/pendeta untuk mengajak masyarakat dalam meningkatkan kehidupan,” katanya.

Mengenai dana hibah. Bupati Eddy mengakui telah menambah alokasi dana hibah yang di plot pada APBD dan ditampung di Kantor Kesbangpol.

“Namun harapan kami, jangan hanya gedung gereja baik tetapi harus diimbangi kerja kita lebih berarti ditengah umat. Apalagi, kesulitan ekonomi ditengah jemaat masih ada, belum bangkit ekonomi kita,” tutupnya.

Bupati juga memberikan apresiasi atas dukungan gereja HKI selama ini terhadap pemerintah untuk mewujudkan Dairi Unggul.(rud/ram)

Pantarlih Coklit ke Rumah Pribadi Wali Kota Binjai

COKLIT: Petugas Pantarlih KPU Binjai didampingi komisioner bawaslu, datang ke rumah pribadi wali kota untuk melakukan coklit di Jalan Gunung Agung, Gang Amal Bakti, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan, Kamis (16/2/2023).Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) didampingi Komisioner Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Binjai, mendatangi kediaman pribadi wali kota di Jalan Gunung Agung, Gang Amal Bakti, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan, Kamis (16/2/2023). Kedatangan mereka dalam rangka melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit).

Berdasarkan data coklit, keluarga Wali Kota Binjai, Amir Hamzah tercatat ada 5 nama pemilih pada Pemilu 2024. Di antaranya, wali kota sendiri, lalu istrinya dan ketiga orang anaknya.

Amir berharap, petugas dengan benar-benar mendata warga Kota Binjai, sehingga dapat menggunakan hak suaranya pada pemilu 2024 mendatang. “Terima kasih atas kunjungan petugas melakukan coklit dan mendata saya beserta keluarga agar dapat terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu 2024 mendatang,” ucap Amir.

Kepada seluruh masyarakat Kota Binjai, dia meminta, agar dapat meluangkan waktu menerima kunjungan petugas pantarlih. Juga dapat memberikan data yang benar kepada petugas.

“Diharapkan kepada warga agar bisa meluangkan waktunya menerima kunjungan petugas Pantarlih dan memberikan data yang benar agar bisa terdaftar dalam DPT pemilu 2024 mendatang,” ujar Amir.

Sementara, Ketua KPU Binjai, Zulfan Efendi menyebut, petugas pantarlih sampai saat ini masih terus melakukan coklit terhadap masyarakat berdasarkan data yang diterima Kementerian Dalam Negeri. Namun demikian, kata dia, petugas pantarlih masih menemukan kesulitan saat melakukan coklit.

Adalah, tidak dapat ditemui pemilik rumah saat petugas datang. Hal itu terjadi karena pemilik rumah masih tengah bekerja atau berkegiatan di luar.

“Saat ini petugas masih melakukan coklit, namun kesulitan yang ditemui petugas, banyak warga yang tidak berada dirumah karena bekerja,” katanya.

Zulfan juga menjelaskan, sistem peng-inputan data berbasis elektronik dengan sistem e-coklit saat ini belum dapat digunakan sepenuhnya. Sehingga pendataan secara manual akan dilaksanakan semaksimal mungkin.

Selain Wali Kota Binjai, petugas Pantarlih didampingi komisioner KPU dan Bawaslu Kota Binjai juga mencoklit politikus Partai Golkar, Zainuddin Purba yang berada di Jalan Sei Bangkatan, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai. Petugas mencoklit enam pemilih yang berhak menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2024 mendatang.

Diharapkan dengan adanya kunjungan petugas Pantarlih ke rumah-rumah, warga dapat memaksimalkan pendataan. Sehingga jumlah DPT pada pemilu 2024 mendatang lebih maksimal lagi.

Pendataan warga dengan sistem coklit akan dilaksanakan hingga tanggal 14 Maret 2023 mendatang. (ted/ram)

Terpidana Mati Kasus Narkotika Putusan PN Binjai Belum Dieksekusi

Palu Hakim-Ilustrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Saat ini tengah ramai masyarakat membahas kapan eksekusi vonis pidana mati yang dijatuhkan majelis hakim melalui palu sakralnya kepada seorang terpidana. Ini menyusul vonis pidana mati yang dijatuhkan kepada Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.

Apalagi muncul Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru dengan penuh kontroversial. Pasalnya, bagi terpidana yang dijatuhi hukuman pidana mati, dapat diturunkan vonisnya dengan catatan yang bersangkutan berkelakuan baik selama 10 tahun.

Lantas bagaimana dengan terpidana mati yang divonis oleh palu majelis hakim Pengadilan Negeri Binjai?

Informasi dihimpun, seorang terpidana mati atas nama Isnardi alias Andi warga Dusun Pasar Lebar, Desa Securai Utama, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, saat ini belum juga dieksekusi. Alasannya, terdakwa yang sudah berusia lanjut sekitar 75 tahun tersebut, kala itu masih melakukan upaya hukum lainnya seperti banding ke Pengadilan Tinggi Medan maupun kasasi ke Mahkamah Agung pada tahun 2019.

Terpidana kasus narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 70 kilogram ini diketahui bahwa upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung ditolak oleh hakim. Kasasi dilayangkan terpidana mati pasca Pengadilan Tinggi Medan juga menguatkan putusan PN Binjai.

Selain Isnardi alias Andi, juga ada Fahrul Razi (22) dan Mujibur Rahman (22) warga Aceh Timur yang dijatuhi pidana mati oleh palu hakim PN Binjai pada tahun 2021. Tak terima dengan putusan hakim, terdakwa kasus narkotika jenis sabu seberat 50 kilogram ini mengajukan banding ke PT Medan.

Hasilnya, sama. Putusan PT Medan menguatkan putusan PN Binjai.

Menurut Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Binjai, Andri Dharma, pihaknya mendapat pemberitahuan dari Mahkamah Agung bahwa terpidana atas nama Fahrul Razi dan Mujibur Rahman mengajukan kasasi.

Menurut dia, kasasi Fahrul Razi dan Mujibur Rahman ditolak hakim. Artinya, kedua terpidana ini tetap divonis dengan pidana mati.

“Kemarin ada pemberitahuan putusan dari MA (Mahkamah Agung) yang menguatkan putusan PT Medan. Artinya kasasi yang turun untuk keduanya (Fahrul Razi dan Mujibur Rahman) tetap pidana mati. Nah langkah kita selanjutnya menunggu dari penasihat hukum terdakwa, apakah mengajukan PK atau tidak,” kata Andri didampingi Kepala Seksi Intelijen, Adre Wanda Ginting ketika dikonfirmasi, Kamis (16/2/2023).

Kata Andri, keduanya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi tersebut. Pengajuan PK diketahui setelah PN Binjai melakukan koordinasi dengan Korps Adhyaksa.

“Kalau menurut aturan, pelaksanaan PK dapat berulang sampai mengajukan grasi ke presiden. Jadi panjang lagi proses tahapannya,” kata dia.

Terkait terpidana Isnardi alias Andi, dia akan mengeceknya. “Intinya masih dapat pemberitahuan dari PN Binjai bahwa mereka mengajukan PK,” sambung Adre.

“Kalau terhadap pidana mati, dikasih kesempatan upaya hukum luar biasa, PK namanya. Nah penasihat hukum terdakwa mengajukan PK atas kasasi, setelah kita menerima salinan putusan,” pungkas Andri Dharma. (ted/ram)

Warga dan Perangkat Desa Harap Pos Polisi Dibangun di Desa Besilam Bukit Lembasa

PERNYATAAN: Kades Besilam Bukit Lembasa, Susilawati br Sembiring (dua dari kanan) didampingi masyarakat, Sumaini (dua dari kiri) saat memberi pernyataan memohon agar pos polisi dibangun di desa mereka pasca peristiwa penembakan Almarhum Paino.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Masyarakat dan Perangkat Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, berharap agar pos polisi dibangun di kampung mereka, Kamis (16/2/2023). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya agar tidak terulang kembali peristiwa berdarah yang menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi masyarakat.

Harapan ini disampaikan Kepala Desa Besilam Bukit Lembasa, Susilawati br Sembiring. Dia menjelaskan, desa mereka dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit.

Kondisinya di sana juga berjarak, dari satu rumah ke rumah lainnya. Pos polisi di desa mereka didesak dibangun agar masyarakat dapat melaporkan tindak pidana yang dialami.

Menurut Susilawati, perangkat desa pernah mengusulkan pembangunan pos polisi pada tahun 2021 lalu. Bahkan, menurut dia, pemerintah ataupun kepolisian setempat dapat langsung membangun pos polisi di atas tanah yang telah dihibahkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat periode 2014-2019 atas nama Paino (47).

“Sebelum jauh dari kejadian ini, Almarhum Paino pada tahun 2021 sudah mengibahkan tanahnya untuk membangun pos polisi,” ujar Susilawati.

Namun, tambah dia, pemerintah ataupun kepolisian di Kabupaten Langkat belum memberi jawaban pasti. Alhasil hingga kini, pembangunan pos polisi di Desa Besilam Bukit Lembasa, belum terwujud.

“Saya dan warga berharap saat ini pos polisi dapat terbangun,” ujar Susilawati.

Dia menegaskan, pos polisi harus dibangun di desa mereka. Jangan di luar. Ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di desa tersebut. Jika tidak di desa mereka, tentunya jarak tempuh yang jauh buat masyarakat jadi ragu membuat laporan ke pos polisi.

“Bagaimana kejahatan itu bisa langsung ditangani, sementara pos polisi itu jauh. Saya berharap kejahatan yang dialami Pak Paino ini tidak terulang kembali, karena kejahatan ini sudah sangat lama terjadi di desa kami,” ujar Susilawati.

Pembangunan pos polisi di Desa Besilam Bukit Lembasa didesak masyarakat dan perangkat desa karena peristiwa berdarah yang dialami politisi Partai Golkar, Paino (47). Almarhum Paino dikenal baik oleh masyarakat yang tertindas oleh kelompok penguasa di desa tersebut.

Menurut masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa, Sumaini, mereka ingin tenang berkehidupan di kampung mereka. Karenanya, masyarakat berharap agar dibangun pos polisi.

“Kami mohon sekali jangan sampai terulang kembali kejadian seperti ini. Bukan hanya satu, sampai 10-100 orang pun kita tidak tahu. Kami ingin tenang, kami ingin tenang sekali,” kata dia.

Dia juga berharap, peristiwa yang lalu-lalu terjadi di desanya dapat diselesaikan. Jangan terulang dan berlarut terus terjadi.

“Selama ini kami sangat sengsara dibuat orang atau pelaku yang sama juga,” ujar Sumaini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sabariah. Dia ingin kedamaian di kampungnya yang sudah tak pernah ada hingga puluhan tahun belakangan ini.

“Kami ingin kedamaian di kampung kami dan kami ingin tidak ada warga yang tertekan selama puluhan tahun, serta kami ingin merdeka,” ujar Sabariah.

“Walaupun kami gak punya apa-apa, kami tidak ingin yang lalu itu terulang kembali seperti pembunuhan Pak Paino,” sambungnya.

Terpisah, Kapolres Langkat, AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang saat dikonfirmasi, belum mendengar adanya pemohonan pembangunan polisi di Desa Besilam Bukit Lambasa. “Belum dengar saya. Nanti akan saya cek dulu. Karena pada 2021 saya belum di Langkat,” ujar Faisal.

Pantauan wartawan, puluhan papan bunga berbaris di depan Mapolres Langkat, Jalan Proklamasi, Stabat. Puluhan papan bunga yang berasal dari elemen masyarakat maupun pengusaha kelapa sawit ini bertuliskan, selamat dan sukses atas pengungkapan kasus penembakan yang dialami Paino (47).

“Alhamdulillah, berkat Rahmat Allah SWT dan dukungan masyarakat, kasus penembakan Almarhum Paino dapat terungkap,” ujar Faisal saat diminta tanggapannya terkait puluhan papan bunga yang menghiasi markasnya.

Orang nomor satu di Polres Langkat ini berjanji, pihaknya bersama Polda Sumut akan menangani kasus kematian Paino sebaik-baiknya. “Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak, dan kami akan menangani kasus ini dengan sebaik-baiknya,” tukasnya.

Sebelumnya, tim gabungan mengungkap kasus penembakan yang dialami Almarhum Paino dengan menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Adapun mereka yakni, Luhur Sentosa Ginting alias Tosa (26) yang disangkakan polisi sebagai otak pelaku, Dedi Bangun (38) sebagai eksekutor penembakan, Persadanta Sembiring (43), Heriska Wantenero alias Tio (27), dan Sulhanda Yahya alias Tato (27).

Mereka ditangkap tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Langkat dari lokasi terpisah. Diketahui, korban yang meninggalkan 4 orang anak ini ditemukan tewas diduga ditembak di Devisi 1 Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu, Kamis (26/1/2023) malam.

Korban mengalami luka tembak di dada kanan. Korban dihabisi di atas sepeda motor saat jalan pulang usai dari warung. Di sekitar lokasi korban roboh, ditemukan diduga selongsong peluru. (ted/ram)

Pembangunan Tidak Merata, Masih Terpusat di Inti Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat di Kecamatan Medan Deli menilai, pembangunan di Kota Medan tidak merata. Pasalnya, Pemko Medan saat ini hanya fokus melakukan perbaikan infrastruktur di inti kota, sementara pembangunan dan perbaikan infrastruktur di kawasan pinggiran terkesan diabaikan.

Hal ini terungkap saat Anggota DPRD Medan, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan MIP menggelar reses masa sidang I tahun IV Tahun Anggaran 2023 di dua lokasi berbeda, yakni di Lapangan Bola Sriwijaya Jalan Suasa Raya dan Lapangan Bola Bantenan Jalan Mangaan 8 Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli pada Sabtu (11/2/2023) dan Minggu (12/2/2023). Reses tersebut dihadiri ratusan masyarakat dan pengurus DPD Partai Demokrat Sumut dan DPC Partai Demokrat Kota Medan serta unsur pemerintahan dari OPD, Sekcam Medan Deli, dan Lurah Mabar Hilir.

Menurut warga, saat ini Pemko Medan cukup gencar melakukan pembangunan infrastruktur di inti kota. Tapi sayangnya, pembangunan itu tidak dirasakan masyarakat di pinggiran, seperti di Kecamatan Medan Deli. Makanya, masyarakat sangat mengharapkan sekali agar Pemko Medan dapat memperhatikan perbaikan dan pembangunan infrastruktur di daerah pinggiran.

Sementara itu, masyarakat di Mabar Hilir sangat mengharapkan agar Pemerintah Kota Medan dapat melakukan pelebaran jembatan penyeberangan jalan tol yang berada di Jalan Suasa Raya. “Karena pada jam tertentu, seperti pagi hari saat warga ingin pergi kerja dan sore hari saat pulang kerja, selalu terjadi kemacetan yang sangat luar biasa. Itu karena ukuran ruas jembatan tersebut sangat kecil,” kata warga.

Sebelumnya, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan menjelaskan, reses adalah masa di mana anggota legislatif menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihannya masing-masing. “Di masa-masa seperti inilah waktunya masyarakat menuangkan unek-uneknya, sehingga dapat dibawa ke dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk dibahas para anggota DPRD,” jelas Sekretaris Fraksi Demokrat Kota Medan ini.

Menyikapi aspirasi warga, Abrar juga mengkritisi kebijakan Wali Kota Medan yang dianggapnya tidak serius membangun wajah Kota Medan.“Dapat kita lihat saat ini, pembangunan hanya di tengah kota, sementara warga Kota Medan yang tinggal di pinggiran batas kota terabaikan,”ujarnya.

Abrar pun berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat di Kecamatan Medan Deli ini ke Pemko Medan melalui rapat paripurna di DPRD Medan. (adz)

Mayat Pria Penderita Penyakit Sawan di Temukan Tewas, Warga Desa Gelam Heboh

CEK: Anggota Mapolres Tebingtinggi dan Polsek Bandar Khalifah melakukan olah tempat kejadian perkara ditempat penemuan mayat laki laki.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Warga Desa Gelam I Sei Sarimah Kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dihebohkan dengan penemuan mayat laki laki di areal persawahan.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto mengatakan identitas mayat diketahui bernama Ancis Hutagaol (30) warga Dusun Juhar I Desa Juhar Kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Sergai.

“Penyebab kematian korban akibat terjatuh di pematang sawah. Korban memiliki riwayat penyakit sawan atau ayan. Kini jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka,” jelas AKP Agus Arianto, Kamis (16/2).

Istri korban, Owta Br Marbun (29) mengatakan sore itu suaminya membawa semprotan untuk menyemprot hama tanaman padi, Owta menyebutkan setiap hari suaminya bekerja di ladang.

Owta mengaku terkejut mendapat kabar kalau suaminya ditemukan warga meninggal di areal pematang sawah.

“Terkejut kami satu keluarga mendapat kabar kalau suami saya ditemukan kondisi meninggal dunia di areal persawahan,” jelasnya.

Diakui Owta bahwa suaminya mempunyai riwayat penyakit ayan sudah puluhan tahun, karena itu keluarga selalu meminta jika pergi ke ladang untuk ditemani anak anaknya.

“Biasanya membawa anak ke ladang, tapi kali ini dia menyemprot ke ladang sendirian. Kami sekeluarga sudah iklas akan kepergiannya,” papar Owta. (ian/ram)