Home Blog Page 1832

Ondim: Terpenting Aspirasi Masyarakat Terealisasi

NYANYIKAN INDONESIA RAYA: Plt Bupati Langkat Syah Afandin dan pimpinan DPRD Langkat, saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – DPRD Langkat menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Langkat, dari hasil reses yang telah dilaksanakan pada 25-29 Januari 2023 ke masing-masing daerah pemilihan (dapil) anggota dewan pada Masa Sidang 1 Tahun Keempat Tahun Anggaran (TA) 2023, di Gedung DPRD Langkat, Senin (13/2) lalu.

Rapat ini digelar setelah melalui tahapan paripurna penyampaian hasil reses, pembahasan pokir di komisi-komisi DPRD Langkat, dengan mengundang SKPD terkait, sesuai aspirasi yang telah ditampung pada waktu reses. Selanjutnya pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) dengan pimpinan komisi-komisi,s erta pembahasan di Banggar dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Langkat.

Hasil pembahasan pokir ini dibacakan oleh Anggota Banggar Dedek Pradesa, dalam rapat paripurna tesebut. Dan pada kesempatan itu, Banggar DPRD Langkat meminta perhatian dan tindakan konkret dari Plt Bupati Langkat.

“Semua ini semata-mata untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam mengemban amanat rakyat,” ungkap Dedek, yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Langkat.

Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin, yang memimpin rapat, berharap, pokir DPRD Langkat yang telah ditetapkan ini, dapat dijadikan prioritas pembangunan oleh Pemkab Langkat.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat menyediakan ruang dari pokir DPRD yang disusun berdasarkan skala prioritas dalam RKPD. Sehingga pokir DPRD ini, dapat berfungsi di dalam pembangunan, sosial, dan ekonomi masyarakat Langkat,” harapnya.

Menanggapi pokir DPRD Langkat itu, Plt Bupati Langkat, Syah Afandin mengatakan, perlu sinergitas antara Pemkab dengan DPRD Langkat, untuk merealisasikan aspirasi masyarakat yang ditampung melalui kegiatan reses tersebut.

“Ayo kita sinkronkan aspirasi yang ditampung dengan program yang ada, dan anggaran yang tersedia. Sebab, APBD kita tidak akan mampu menampung semua aspirasi itu,” jelas Ondim, sapaan karib Syah Afandin.

Ondim pun mengimbau, agar jangan menerapkan ego sentris dalam menyikapi persoalan reses.

“Yang terpenting aspirasi masyarakat dapat terealisasi, dan tidak semua pokir dapat terealisasi,” pungkasnya. (mag-6/saz)

Jika tak Amanah, Tyo Siap ‘Dijewer’ Emak-emak

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Raden Muhammad Khalil Prasetyo siap mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPRD Medan. Jika tak istiqomah dalam mengemban amanah, politisi Partai Gerindra ini siap ‘dijewer’.

Khalil Prasetyo yang akrab disapa Tyo ini baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Medan periode 2019-2024, menggantikan Sahat Simbolon yang meninggal dunia. “Ini menjadi ujian bagi saya, mampukah saya mengemban amanah yang ibu-ibu berikan kepada saya,” kata Tyo saat menggelar silaturahim bersama masyarakat yang didominasi emak-emak dari berbagai pengajian di Rumah Aspirasi Romo Center, Jalan Bunga Baldu, Asam Kumbang, Medan, Selasa (14/2/2023).

Tak lupa, Tyo mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan ibu-ibu pengajian kepadanya. Untuk itu, dia berharap agar selalu diingatkan jika melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. “Saya memberi hak kepada emak-emak yang ikut mengantarkan saya sebagai anggota dewan. Hal itu adalah hak jewer. Jewer saya jika melakukan kesalahan,” tegas anak Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Romo Raden Muhammad Syafii ini.

Sementara Ibu Jihan, mewakili pengajian kaum ibu di Kecamatan Medan Timur, turut mengingatkan Tyo agar selalu Istiqomah dan tak larut dalam euforia sebagai anggota dewan yang terhormat. “Kami ingatkan kepada mas Tyo ini ini amanah yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Kami siap menjewer Mas Tyo jika melenceng dari jalur,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan, Surianto meyakini, Tyo akan tetap amanah dan Istiqomah dari kepentingan umat. “Kita semua ikut mengawasinya. Apalagi, Tyo membawa nama besar Romo Syafii, saya yakin dia tidak akan mau mencoreng nama baik Romo,” tegas politisi yang akrab disapa Butong ini.

Dia juga mengaku, sudah menganggap Romo sebagai orangtua sekaligus panutannya. “Romo inilah yang membawa saya kembali ke jalan yang benar. Banyak hal yang saya pelajari dari Romo. Alhamdulillah, sekarang hidup saya sudah berubah. Makanya saya pastikan, Tyo di Fraksi Gerindra akan aman,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga berharap, keberadaan Tyo bersama Fraksi Partai Gerindra bisa berkontribusi dan berperan dalam melaksanakan fungsi lembaga legislatif, yaitu fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran. “Harapan saya, Mas Tyo bisa memberikan peran maksimal untuk DPRD Medan,” ujar Ihwan yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan ini.

Ihwan yang berlatarbelakang pengusaha ini juga mengaku, tertarik terjun ke dunia politik setelah melihat dan mendengar Romo berpidato. “Saya dulu tidak bisa pidato di depan publik. Tapi karena terus dikader oleh Romo, Alhamdulillah sekarang sudah bisa,” ungkapnya.

Sementara, Romo mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua yang telah mendukung Tyo, hingga menjadi anggota DPRD Medan. Terkhusus kepada Ihwan Ritonga dan Butong yang secara maksimal mengurus proses PAW Tyo, hingga terlaksana dengan baik dan lancar.

Romo pun mengingatkan Tyo agar jangan merasa puas dengan status anggota dewan yang disandangnya saat ini. “Ingat, ini ujian dari Allah. Karena Allah itu menguji umatnya dengan dua cara, yakni dengan memberi kesenangan atau kebahagiaan dan memberi kesusahan atau kegagalan,” ujar mantan anggota DPRD Sumut periode 2004-2009 ini sembari berharap, agar Tyo tetap rendah hati dan selalu memperjuangkan aspirasi konstituennya secara maksimal. (adz

KFC Indonesia Terapkan Quality Control Sejak Pemilihan Bahan Baku

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ayam goreng tepung, panganan simpel yang disukai banyak kalangan. Mudah cara membuatnya, sederhana pula tampilannya. Bahannya mudah diperoleh, begitu juga dengan pengolahannya. Namun demikian, bagi KFC Indonesia, proses menyajikan ayam goreng tepung hingga dapat dinikmati konsumen tidak sesederhana penampilannya.

Chief Executive Officer PT Fast Food Indonesia, Tbk, Eric Leong menjelaskan, menu utama restoran cepat saji yang hingga Februari silam sudah mencapai 740 gerai itu menjalani serangkaian proses yang tidak sederhana. Pemilihan bahan, penggunaan bumbu, pemakaian resep, cara menggoreng hingga cara penyajian adalah sebagian dari ketidaksederhanaan itu.

“Lalu bagaimana ayam goreng yang disajikan memiliki cita rasa dan penampilan yang identik di ratusan gerai KFC Indonesia? Rahasianya adalah ketatnya prosedur dan pengontrolan kualitas dari Sistem Quality Assurance hingga proses Quality Control (QC) pada setiap bagian,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima wartawan di Medan, Selasa (14/2).

Diungkapkannya, proses QC sudah berjalan sejak pemilihan bahan baku. PT Fast Food Indonesia, Tbk, (PT FFI) yang memegang waralaba KFC di Indonesia, memperoleh bahan baku dari berbagai pemasok.

Menjadi pemasok bagi KFC bukan perkara mudah, sebab harus memenuhi begitu banyak persyaratan, salah satunya yaitu dilakukan audit untuk setiap calon pemasok. Dan ketika sudah menjadi rekanan pun, secara rutin PT FFI akan melakukan audit terhadap berbagai aspek, mulai dari spesifikasi bahan, asal bahan, gudang penyimpanan, pengawasan proses produksi hingga proses pengiriman yang melampirkan COA (Certificate of Analysis) disetiap pengiriman bahan baku ke PT FFI.

“Terdapat dua sistem audit yang dilakukan oleh PT FFI, yaitu Food Safety Audit dan Quality Sistem Audit. Ditambah dengan evaluasi secara berkala untuk memantau konsistensi pemenuhan standar bahan baku,” ucapnya.

Khusus untuk pemasok daging ayam, KFC bahkan mewajibkan mereka untuk mengisi form “Key Welfare Indicator” (KWI) yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan ayam hidup yang akan diproses di rumah pemotongan ayam (RPA).

Indikator kunci yang disyaratkan tersebut antara lain tentang jumlah ayam hidup yang diproses di RPA (baik dalam satuan ekor dan kg), jumlah yang dipasok ke KFC, jenis varietas ayam hidup yang diproses, rata-rata umur ayam hidup, kepadatan kandang, jenis kandang, penerangan/pencahayaan kandang, kebersihan kandang, rata-rata berat ayam hidup, persentase mortalitas, termasuk penyakit-penyakit ayam yang harus diawasi oleh dokter hewan.

Proses pengawasan yang ketat juga dilakukan ketika ayam dibawa dari peternakan ke RPA. Sebelum dikirim ke RPA, ditetapkan jumlah ayam hidup per keranjang sesuai dengan berat ayam hidup yang dikirim (biasanya 12-15 ekor per keranjang). Hal ini bertujuan agar ayam hidup tidak mengalami stres sepanjang pengiriman akibat terlalu sesak di keranjang.

Selain itu pada saat diterima di RPA, ayam hidup diistirahatkan dengan diberi blower mist di area istirahat. Ketika penyembelihan akan dilaksanakan, ayam kembali melewati proses untuk ditenangkan agar penyembelihan berjalan lancar dan memenuhi persyaratan penyembelihan secara halal.

Setelah semua bahan baku, baik itu daging ayam maupun bahan-bahan lainnya memenuhi persyaratan, QC tetap dijalankan dengan ketat ketika bahan baku diterima di gudang KFC Indonesia.

QC Incoming Material melakukan proses sampling sesuai metode yang telah ditentukan, apabila tidak memenuhi persyaratan maka akan dilakukan penolakan pada bahan baku tersebut. QC tetap berjalan dengan ketat sampai bahan baku dikirim di gerai KFC untuk diolah.

Secara rutin Transportation Audit juga dilakukan untuk memastikan semua armada yang mengirim bahan baku ke gerai KFC secara konsisten memenuhi persyaratan seperti menjaga suhu, proses handling, fasilitas armada bahkan setiap gerai KFC diwajibkan untuk kembali melakukan pemeriksaan kualitas bahan sesaat barang tiba di store KFC.

Ketika semua bahan baku sudah dipastikan kualitasnya, tahapan proses memasak dimulai. Namun penerapan QC yang ketat tetap dilakukan. Prosedur memasak dijalankan dengan ketat, sejak meramu semua bahan, menyalakan alat memasak, hingga lamanya memasak.

Ketika makanan sudah selesai dimasak dan siap dihidangkan pun, QC tetap berjalan. Ditahap ini, store manager akan memastikan tingkat kematangan, penampilan, aroma, rasa dan cara penyajian yang sesuai dengan standar yang diterapkan.

“Kami menjalankan Quality Assurance System mulai dari pemasok, gudang penyimpanan, transportasi hingga gerai KFC secara menyeluruh dan dengan seksama. Mulai dari bahan, higienitas, cara memasak, cara penyajian hingga menjaga kondisi gerai tetap nyaman. Proses tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan, karena kami harus mengontrol sedemikian banyak bahan dan ratusan gerai. Yang pasti, semua itu kami lakukan agar konsumen dapat menikmati semua menu KFC, tidak hanya dengan cita rasanya yang terjaga, tetapi juga dengan aman dan nyaman,” pungkas Eric Leong. (map)

Kadis PMDP2A Humbahas Minta Pemdes Gotong Royong Tuntaskan Kasus Stunting

Kadis PMDP2A Kabupaten Humbahas, Binsar Marbun, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Siborboron Kecamatan Sijamapolang. Tampak, saat ditempat, sejumlah perangkat desa, Selasa (14/2).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas PMDP2A Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Binsar Marbun mengatakan dalam penanganan kasus stunting harus dilakukan secara konvergensi sehingga Pemerintah Desa diharapkan bergotong royong menurunkan stunting di masing-masing daerahnya.

Stunting, lanjut dia, harus ditangani bersama, mulai pelayanan kesehatan, hingga pemerintah desa secara bersama-sama. Itu disampaikannya, saat melakukan kunjungan ke kantor desa-desa di Kecamatan Sijamapolang, Selasa (14/2/2023).

Sebelumnya, Binsar berkunjung ke Desa Siborboron, tampak saat ditemui sejumlah perangkat desa, dia menyampaikan bahwa dana desa dapat mendukung program pemerintah dalam hal penurunan stunting.
Caranya, dengan memberikan makan tambahan, mulai dari ibu hamil hingga anak yang masih belita berupa pemberian susu.

“Pemdes harus selalu berkoordinasi kepada Bidan Desa, apa hal yang dibutuhkan untuk menekan angka tersebut, apakah dengan pemberian susu atau vitamin yang dibutuhkan,” terang Binsar.

Lebih jauh Binsar mengatakan, bahwa pihaknya akan selalu turun ke Desa untuk melakukan pemantauan terhadap realisasi penurunan angka stunting. “Kita akan memonitoring kenerja para Perangkat Desa dan Kepala Desa,” tegasnya.

Selain dari fokus penurunan angka stunting, mantan Camat Tarabintang ini mengharapkan agar kepala desa juga diharapkan mensukseskan program Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dalam ketahanan pangan.

Ia berharap, agar kepala desa menggerakkan perangkat desa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat masing-masing memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif.

“Ini juga merupakan salah satu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia meminta agar semua pemerintah desa juga bergotong royong mensukseskan program Bupati dalam dunia pendidikan , yakni metode pembelajaran gasing.

“Pemerintah Desa juga harus mensosialisasikan kepada masyarakatnya, agar ikut serta mensukseskan metode pembelajaran gasing ini. Karena, metode pembelajaran ini untuk mengakselerasi peningkatan numerasi anak.

Disebutkannya, pengenalan literasi dan numerasi pada anak usia dini bukan dengan metode drilling atau paksaan, melainkan dengan cara yang menyenangkan seperti bermain sambil belajar. Literasi dan numerasi merupakan kemampuan yang sangat penting yang perlu dibangun sejak anak usia dini.

Literasi dan numerasi merupakan dasar kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sebagai pondasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya dan agar anak mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik di masyarakat.

“Inilah menjadi utama program Bupati dalam dunia pendidikan di Kabupaten Humbahas. Jadi , diharapkan Pemerintah Desa ikut mensukseskan program ini, apalah metode pembelajaran ini akan menjadi pelajaran wajib di seluruh sekolah Indonesia,” harapnya.

Diakhir kunjunganya itu, ia berpesan juga kepada Pemerintah Desa sekaitan pelayanan administrasi kependudukan.

Ia meminta, setiap kepala dusun untuk turun langsung ke masyarakat dengan melakukan pelayanan administrasi kependudukan masyarakat.

“Setiap Kepala Dusun harus aktif turun langsung kelapangan, tanyai masyarakat tentang administrasi kependudukan mereka, agar tidak ada lagi masyarakat yang terkendala tentang adminduk, termasuk dalam hal jam kerja para aparatur Perangkat Desa,” ujarnya. Ia menegaskan agar Perangkat Desa displin waktu dalam pekerjaan guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di Desa. (des/ila)

Kampus Jakarta Minta KPK Turun ke Labura

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara (Kampus) Jakarta, kembali menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (14/2/2023). Pasalnya, aksi yang mereka gelar pada 3 Februari lalu, belum direspon lembaga antirasuah tersebut.
Mereka meminta agar KPK turun ke Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) untuk menyelidiki dugaan korupsi di beberapa proyek di Dinas Perkim.

“Ini aksi kami yang kedua kalinya. Ini bentuk konsistensi kami, untuk membumihanguskan korupsi di Kabupaten Labura. Jika hal ini tidak diakomodir kembali, maka kami pastikan akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” kata Ketua umum Kampus Jakarta, Saprido Pasaribu dalam orasinya.

Massa aksi juga meminta dan mendesak Bupati Labura Hendriyanto Sitorus mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas Perkim, agar Bumi Basimpul Kuat Babontuk elok bersih dari KKN. “Apabila bupati tidak mengindahkan, maka patut kita menduga adanya main mata dengan Kadis Perkim,” katanya.

Saprido mengaku sudah pernah mengkonfirmasi ke Kadis Perkim Labura terkait indikasi korupsi ini via aplikasi WhatsApp, namun tidak mendapat tanggapan. “Saya sudah hubungi Kepala Dinas Perkim yang terhormat, tapi tidak ada tanggapan dan nomor WA saya diblok. Ini menunjukkan ketidakterbukaan kepada kami mahasiswa, dan seakan-akan ada yang ditutupi,” pungkasnya. (rel/adz)

Ustaz Sahabat Ganjar Sumut Ajarkan Warga Deli Serdang Tata Cara Salat Jamak dan Qasar

Usbat Ganjar menggelar pelatihan tata cara salat jamak untuk warga di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Ist/Sumut Pos.

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Ustaz Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar pelatihan bermanfaat untuk masyarakat.

Terbaru, Usbat Ganjar menggelar pelatihan tata cara salat jamak untuk warga di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Koordinator Daerah Usbat Kabupaten Deli Serdang, Ahmad Thalhah menjelaskan pelatihan tersebut menyasar jemaah majelis taklim di Desa Bangun Rejo. Salah satunya Majelis Taklim Amal Bakti.

“Di sini kami memberikan pelajaran kepada ibu-ibu majelis taklim tentang bagaimana cara salat dan qasar ini. Berapa rakaat dia dilakukan dan hal-hal apa saja yang membolehkan kita melaksanakan salat jamak dan qasar ini,” katanya pada Selasa (14/2/2023).

Menurutnya, sukarelawan berinisiatif menggelar pelatihan itu setelah melihat kenyataan masih banyak warga yang belum mengetahui tata cara salat jamak dan qasar.

“Karena ini merupakan satu hal yang jarang kita laksanakan. Tidak seperti salat lima waktu yang setiap hari kita laksanakan. Oleh karena itu, kami melakukan pelatihan ini kepada ibu-ibu majelis taklim,” jelas Thalhah.

Dia mengetakan tata cara salat jamak dan qasar adalah sesuatu yang penting untuk diketahui masyarakat. Sebab sangat diperlakukan bila mereka hendak bepergian jarak jauh.

Lewat pelatihan ini, Usbat Ganjar berharap masyarakat bisa menerapkannya ketika bepergian, sekaligus membagikan ilmu yang mereka dapat ke kerabat lainnya.

Thalhah menambahkan sukarelawan Usbat akan terus menggelar kegiatan bermanfaat lain untuk masyarakat di wilayah lainnya di Sumut.

“Kami dari Usbat Ganjar mungkin akan melakukan pelatihan kepada imam-imam masjid, pelatihan tajwid untuk anak-anak mengaji, dan tentunya hal-hal yang positif yang berhubungan dengan kegiatan umat,” sambungnya.

Selain pelatihan, sukarelawan Usbat Ganjar Sumut juga menggelar sejumlah kegiatan positif lainnya. Salah satunya istigasah dan doa bersama untuk kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Sukarelawan juga menyerahkan bantuan pengeras suara dan karpet kepada Majelis Taklim Amal Bakti. Pengeras suara dan karpet tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas majelis, sekaligus mendukung syiar Islam di Deli Serdang.

“Ustadz Sahabat Ganjar melaksanakan kegiatan ini, terinspirasi dari figur Ganjar Pranowo yang sangat dekat dengan rakyat, majelis taklim, ustaz, dengan alim ulama. Inilah yang menjadi inspirasi kami melakukan kegiatan ini,” pungkasnya. (rel/tri)

Universitas Haji Sumatera Utara Gelar Capping Day dan Ucap Janji

TERBAIK: Rektor Universitas Haji Sumatera Utara Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD (7 kiri) bersama undangan, orangtua dan mahasiswa berprestasi.

SEBANYAK 84 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Haji Sumatera Utara mengikuti kegiatan capping day dan ucap janji. Kegiatan diadakan di Hotel Grand Inna Medan, Selasa (14/2).

Capping day mengangkat tema: Membangun Nilai dan Moral bagi Perawat dan Bidan dalam Menjaga Profesional Kerja sebagai Tenaga Kesehatan menuju Hiper-Kompetisi.

Hadir dalam acara ini ketua Yayasan Pendidikan Haji Sumatera Utara, kepala LLDikti Sumut, bendahara Aptisi Sumut, ketua IBI Sumut, rektor, staf dan dosen Universitas Haji Medan. Turut hadir orangtua mahasiswa dan mitra kerja Universitas Haji Sumatera Utara.

Rektor Universitas Haji Sumatera Utara Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD mengutarakan capping day diikuti mahasiswa dan mahasiswi program studi Keperawatan dan Kebidanan serta sarjana terapan kebidanan.

”Selain pembelajaran di dalam ruangan, juga dilaksanakan pembelajaran dalam dunia kerja berupa praktik klinik dan praktik belajar lapangan. Layani pasien dengan penuh cinta kasih seperti dijalankan oleh tokoh perawat Rufaidah binti Sa’ad dan Floren Nightingale,” pesan rektor.

Sesuai dengan tema capping day, Dian Armanto juga mengingatkan pentingnya etika dan moral dalam memberikan asuhan keperawatan dan kebidanan yang merupakan salah satu penciri Universitas Haji Sumatera Utara sehingga dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

”Universitas Haji Sumatera Utara siap bersaing di era society 5.0 dan masyarakat ekonomi ASEAN. Unhaj telah mengirimkan alumni bekerja di sejumlah kota di Jepang. Berikutnya akan terus mempersiapkan keberangkatan alumni ke Jepang, Arab Saudi dan negara lainnya,” tegas rektor.

Dian Armanto juga memaparkan perguruan tinggi yang dipimpinnya telah menjalin kerja sama internasional dengan Sunway University, Mahsa University dan Lincoln University (Malaysia) serta Live Saving Training Center (Singapura).

Universitas Haji Sumatera Utara, lanjut rektor, juga telah menjalin kerja sama antara lain dengan Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, RSUP H Adam Malik, RS Haji Medan, Puskesmas di Medan dan Deliserdang serta Pusat Pelatihan Kesehatan Republik Indonesia (Bapelkes) Batam.

Dalam kesempatan ini turut memberi apresiasi terhadap kiprah Universitas Haji Sumatera Utara dan ucapan selamat terselenggaranya kegiatan capping day disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Matondang MA PhD dan Bendahara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr Siti Nurmawan Sinaga.

”Mahasiswa Universitas Haji Medan sebagai tunas muda tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan prima pada masyarakat secara bermoral, beretika dan berintegritas,” ungkap Siti Nurmawan Sinaga.

Dalam kesempatan ini diberikan penghargaan pada mahasiswa dan mahasiswi terbaik. Dari program studi ilmu keperawatan program sarjana diterima Dwi Rahmayanti Manulang, Ade Nusyirwan dan Yasmin Rindiani Fadilla. Dari program studi ilmu keperawatan program diploma III diterima Sapriadil Iman.

Mahasiswi berprestasi dari program studi kebidanan program sarjana terapan yakni Prizilia Putri Anjelina, Suci Nopiana dan Annisa Fadhilah Lubis. Sedangkan mahasiswa terbaik dari program studi kebidanan program diploma III diterima Annisa Aulia Arrahmah. (dmp)

Gelapkan Uang Rp5,7 M, Falmen Siregar Dituntut 4 Tahun Penjara

TUNTUTAN: JPU membacakan tuntutan terhadap Sri Falmen Siregar, terdakwa kasus penggelapan uang secara virtual, Selasa (14/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Sri Falmen Siregar dituntut jaksa 4 tahun penjara. Warga Jalan Kutilang, Binjai Timur ini, dinilai terbukti melakukan penggelapan uang sebesar Rp5,7 miliar, milik korban, Alex Purwanto selaku Direktur PT Cinta Rakyat (CR), dalam sidang lewat virtual, di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (14/2/2023).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evi Yanti Panggabean dalam nota tuntutannya, perbuatan terdakwa diyakini terbukti melanggar Pasal 374 KUHPidana.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa Sri Falmen Siregar selama 4 tahun penjara,” ujarnya.

Adapun hal memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian pada saksi korban Rp5,7 miliar, tidak mengakui perbuatannya dan belum berdamai dengan korban. “Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan,” katanya.

Usai mendengarkan tuntutan, hakim ketua Oloan Silalahi memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa untuk melakukan pembelaan (pledoi) terdakwa pada sidang pekan depan.

Mengutip dakwaan JPU, perkara bermula pada tahun 2022, saksi korban Alex Purwanto selaku Direktur PT Cinta Raja berkenalan dengan terdakwa Sri Falmen. Terdakwa Sri Falmen mengaku dapat mengerjakan Legal audit dan mengaudit karyawan (audit Ketenagakerjaan) dalam rangka menunjang kinerja dan efektivitas usaha.

Kemudian korban dan terdakwa sepakat membuat Perjanjian Kerjasama. Namun, beberapa bulan berjalan semua perkataan terdakwa tidak sesuai dengan kenyataannya.

Merasa curiga, saksi korban pun meminta bagian keuangan yakni saksi Pratiwi Eka agar menghitung dan melengkapi bukti-bukti penyerahan uang atau permintaan uang dari terdakwa Sri Falmen Siregar. Dari hasil audit sementara diperoleh, bahwa jumlah uang yang yang sudah diterima oleh terdakwa Sri Falmen sebanyak Rp5.732.650.000.

Mendapat informasi tersebut, saksi korban Alex Purwanto merasa keberatan dan membuat Laporan ke Polrestabes Medan guna diproses lebih lanjut. Bahwa akibat perbuatan terdakwa saksi korban Alex Purwanto mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp5.732.650.000. (man/ila)

Karya Kreatif Medan Street Art, Warnai Keindahan Revitalisasi Lapangan Merdeka

Medan Street Art berkreasi melakukan aksi mural di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan saat ini masih terus dilakukan, sebagian kawasan yang direvitalisasi bahkan ditutup dengan menggunakan seng. Untuk mempercantik seng-seng itu, sebanyak 30 lebih seniman mural mengkreasikan hasil karyanya di seng penutup tersebut.

Para seniman mural dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri itu dengan terlihat mengkreasikan hasil karyanya berupa gambar di setiap seng penutup dari revitalisasi Lapangan Merdeka itu. Di mana, kegiatan yang diberi nama Weekend Jamming ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap revitalisasi yang sedang berlangsung dan juga menjauhi dari maraknya vandalisme.

“Kegiatan ini diikuti seniman dari beberapa daerah seperti Aceh, Stabat, Binjai, Medan, Tebing Tinggi, Jakarta, Bali dan dari Inggris,” kata Koordinator Weekend Jamming, Medan Street Art 2023, Onggo kepada wartawan, Selasa (14/2) petang.

Onggo menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi wadah kepada kawan-kawan seniman mural untuk mengkreasikan karya seninya yang didukung oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution.

“Dukungan dari pemerintah setempat terutama Pak Bobby cukup memberi dukungan dan membuat spirit kawan-kawan semakin bersemangat. Dan betul-betul cukup baik, kami mendapat ruang untuk kita berkreasi,” jelasnya.

“Dengan adanya revitalisasi Lapangan Merdeka Medan dapat menjadi kebanggaan anak Medan sebagai areal rekreasi, bermain serta berkesenian,” sambung Onggo.

Sebelumnya, Medan Street Art ini telah membuat mural di Jalan Pegadian Medan. Mereka membuat mural di tiang-tiang pondasi kereta api layang. Kata Onggo media di tembok dengan seng sedikit berbeda. Ada kesulitan tersendiri saat melukis atau membuat mural di seng.

“Kalau untuk kendala kita membuat di seng agak bergelombang dari tembok. Tapi, kalau untuk alat sama saja. Kami tetap memakai tols semua pakai sprepint,” ucapnya.

Onggo menuturkan, kegiatan ini telah mereka lakukan sejak Jumat (11/2) kemarin. Di mana, sampai saat ini pengerjaan mural tersebut sudah hampir rampung dibuat.

“Kami mulai dari hari Jumat kemarin sampai sekarang dan sudah mulai nampak progresnya, target selesai besok. Dan kami telah menghabiskan cat itu kira-kira 1.200 kaleng,” tuturnya.

Onggo menambahkan, selain mural, mereka juga membuat kegiatan lomba mewarnai yang diikuti ratusan siswa TK dan SD.

“Dalam kegiatan Weekend Jamming yang di laksanakan oleh Medan Street Art ini juga telah berlangsung kegiatan lomba mewarnai yang diikuti oleh 400 siswa TK dan SD, Doodle battle, sketchsa, dan kegiatan lainnya,” tambahnya.(gus)

Stadion Utama PON 2024 Kapasistas 25 Ribu, Sumut Rugi Besar

LOKASI: Lahan yang bakal menjadi lokasi Stadion Utama PON 2024 di Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Kementerian PUPR untuk membangun Stadion Utama sebagai venue penutupan PON XXI 2024 di Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang, hanya dengan kepasistas 25 ribu tempat duduk mendapat tanggapan dari masyarakat. Mereka menilai hal itu sangat merugikan Sumut.

“Kalau hanya dengan kapasitas 25 ribu tempat duduk, maka itu sangat merugikan Sumut. Ini tidak sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya,” ujar Pemerhati Pembangunan Olahraga Sumatera Utara, Rafriandi Nasution kepada Sumut Pos, Senin (13/2).

Rafriandi mengingatkan, awalnya stadion utama itu direncanakan dibangun dengan kapasitas 75 ribu tempat duduk. Stadion yang merupakan bagian dari sport centre di Desa Sena tersebut sudah dilakukan pelekatan batu pertama pada Agustus 2020 lalu.

Belakangan kapasitas stadion utama itu kemudian berkurang menjadi 45 ribu. Terakhir, kapasitas kembali berkurang hingga 25 ribu tempat duduk. “Ini mungkin menjadi stadion terkecil yang dibangun saat menjadi tuan rumah PON sejak tahun 2004 lalu,” tambah Rafriandi.

Rafriandi mengaku kecewa karena kesempatan Sumut untuk mendapatkan stadion besar dan megah akhirnya terbuang. “Belum tentu dalam 30 tahun ke depan kita bisa membangun stadion lagi. Kesempatan kita mendapatkan stadion adalah menjadi tuan rumah PON 2024 ini. Namun kesempatan itu juga terbuang,” tegasnya.

Seharusnya, tambahnya, Sumut mendapatkan stadion dengan kapasitas 45 ribu hingga 50 ribu, sehingga layak menggelar pertandingan internasional. “Kalau seandainya Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia, maka stadion dengan kapasitas 25 ribu itu tentu tidak layak,” paparnya.

Rafriandi menegaskan, Sumut sebenarnya memiliki potensi dengan memiliki stadion dengan kapasitas besar dan kualitas internasional. Pasalnya berdekatan dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand. “Pertandingan internasional di Medan bakal memudahkan penonton dari negara tetangga, karena memang dekat,” jelasnya.

Pria penggemar sepak bola ini pun mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Pasalnya semua yang direncanakan dari awal tidak sesuai dengan realisasi.

“Gubsu sempat bilang pembangunan stadion utama mulai Januari 2023, kemudian berubah menjadi Juli. Terakhir berubah lagi, Kementerian PUPR bilang mulai September. Mana yang betul?” tandasnya.

Dengan situasi ini, Rafrinadi mengaku masih ragu Sumut bisa menggelar PON 2024 sesuai jadwal. Sebab, PON akan dibuka pada 8 September 2024. “Jika memang masa pembangunan stadion selama satu tahun, maka stadion utama itu rampung pada September 2024. Sangat mendesak sekali,” tambahnya.

Melihat dari persiapan ini, Rafriandi menegaskan Sumut sepertinya tidak serius menjadi tuan rumah. Sebab hingga kini belum ada terlihat tanda-tanda persiapan. Sejumlah GOR yang menjadi venue juga belum diperbaiki.

“Kalau dipaksakan memang Sumut bisa menggelar PON 2024, karena banyak sebenarnya aula dan hotel di Medan. Namun apa yang tinggal dari PON itu? Jangan nanti setelah PON, fasilitas olahraga kita tetap begitu-begitu saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam Seminar Olahraga HPN 2023, beberapa waktu lalu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir Diana Kusumastuti, MT menyebutkan bahwa Stadion Utama PON 2024 di Sumut bakal dibangun dengan kapasitas 25 ribu. Alasannya agar perawatan lebih mudah. (dek)