Home Blog Page 1904

Tuan Guru Dukung Ganjar Serahkan Bantuan Kepada Majelis Taklim Al Ikhlas Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Relawan Tuan Guru Dukung Ganjar (TGDG) berikan bantuan karpet, sound system dan buku yasin kepada Majelis Taklim Al Ikhlas di Kecamatan Medan Labuhan, Senin (23/1/2023).

“Kami menggelar kegiatan ini sebagai bukti komitmen kami kepada para santri dan juga majelis taklim yang ada di Sumatera Utara. Bantuan ini sebagai upaya silaturahmi dan konsolidasi kami dalam mengenalkan Pak Ganjar Pranowo. Selain itu, kami menutup bantuan ini dengan rangkaian dzikir dan doa bersama,” kata Rizal Dasuki, Koordinator Daerah Kota Medan TDGD.

Rizal mengaku, masyarakat yang didominasi oleh tokoh dan majelis taklim setempat antusias sambut kedatangan TDGD di wilayahnya. Pasalnya, warga memang sebelumnya sudah mengenal sosok Ganjar Pranowo selama menjadi pejabat.

“Alhamdullilah mereka nampak antusias dan mendukung saat kami menggelar kegiatan apapun di sini, mereka memfasilitasi penuh kegiatan kami di sini. Ini karena sosok Pak Ganjar sendiri yang sudah melekat dalam benak warga sekitar, itu niatan yang baik untuk kita ke depannya,” lanjut Rizal.

Rizal pun mengaku sudah menyiapkan strategi lanjutan dalam memperkuat konsolidasi tersebut. Rizal berharap kehadiran TDGD akan menjadi solusi akan persoalan yang dihadapi warga setempat.

“Kami hadir sebagai upaya dalam memberikan solusi bagi para warga sekitar. Baik dalam bentuk bantuan fasilitas, bahan pokok dan lain sebagainya. Bantuan yang kami tujukan kami diharapkan akan berdampak kepada kesejahteraan dari para warga sekitar,” lanjutnya.

*Program Jawa Tengah Sampai Ditiru Daerah Lain*

Inovasi Pemerintah Jawa Tengah dalam menyusun program yang membantu masyarakat miskin mendapatkan tempat tinggal layak, direplikasi beberapa daerah lain di Indonesia.

“Pak Ganjar di Jawa Tengah kan punya program inovasi ‘Jagani Omah Arum’ atau ‘Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng Aplikasi Simperum’. Ini merupakan terobosan bagus yang di contoh di daerah lain, yang tahu itu di Kalimantan Utara,” lanjut Rizal.

“Program tersebut kan bisa di akses menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perumahan yang juga digunakan untuk akselerasi penanggulangan kemiskinan dengan total sasaran 125 desa,” lanjut Rizal.

Rizal berharap program tersebut bisa diimplementasikan secara nasional, teruatama di Sumatera Utara.

“Kami berharap program tersebut bisa dilanjutkan ke dalam program nasional apabila Pak Ganjar bisa jadi Presiden 2024 mendatang, dibuatkan roadmapnya, sehingga kemiskinan ekstrem di Indonesia semakin berkurang,” tutup Rizal. (rel/tri)

Perayaan Imlek di Vihara Avalokitesvara Sun See Temple Cerminkan Keberagaman Agama

KEBERAGAMAN: Suhu Darma Surya saat melaksanakan perayaan Imlek di Vihara Avalokitesvara Sun See Temple Kota Tebingtinggi bersama masyarakat. (IST)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Setiap perayaan Tahun Baru Imlek, Vihara Avalokitesvara Sun See Temple yang terletak di Jalan Tengku Hasyim Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi melaksanakan open house makan bersama. Open house ini dimeriahkan warga sekitar baik umat Muslim maupun Tionghoa.

Hal ini mencerminkan keberagaman agama di Kota Tebingtinggi, di mana pada perayaan Tahun Baru Imlek tidak dirasakan oleh umat Budha saja, tetapi dirasakan juga bagi umat Muslim, Kristiani, dan agama lainnya.

Suhu Surya Darma selaku Pengurus Yayasan Vihara Avalokitesvara Sun See Temple mengatakan bahwa setiap tahun baru Imlek, banyak warga muslim yang datang ke Vihara untuk mengucapkan Gong Xie Pai Cai. Kemudian masyarakat akan menyantap makanan yang sudah disediakan oleh pihak Vihara.

“Sudah menjadi kebiasaan saat perayaan Imlek masyarakat banyak yang datang membawa keluarga untuk melakukan silaturahmi di sini. Kami pengurus Vihara tidak memandang siapa saja yang datang, karena prinsip kami di Tebingtinggi menjaga keberagaman agama,” papar Suhu Surya Darma, Senin (23/1).

Diakui Suhu Darma Surya, menjelang Imlek Vihara Avalokitesvara Sun See Temple juga melakukan kegiatan bakti sosial yaitu memberikan santunan sembako kepada warga kurang mampu di sekitar Vihara untuk merasakan kebahagiaan pada perayaan Imlek.

“Pada tahun baru Imlek tahun 2023, kita memasuki tahun Kelinci Air, maka kami berdoa agar Indonesia diberikan kemudahan dalam perekonomian dan dijauhkan berbagai bencana,” ujarnya.

Untuk keramaian warga yang datang, jelas Suhu Darma Surya banyak warga Budha yang datang ke Vihara melakukan ziarah arwah leluhur mereka, kebanyakan mereka datang bersama keluarga.

“Setelah dua tahun merasakan Pandemi Covid-19 dan Imlek sepi disetiap Vihara, tetapi setelah pemerintah tidak memberlakukan PPKM, banyak pengunjung Vihara yang datang, kami berharap tidak ada lagi Pandemi Covid-19 dan wabah wabah lainnya,” bilang Suhu Darma Surya.

Salah seorang tokoh masyarakat, Ismail Budiman mengatakan bahwa di Kota Tebingtinggi yang saat perayaan Tahun Baru Imlek hanya Vihara Avalokitesvara Sun See Temple yang melakukan open house bersama warga sekitar dan umat lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa keberagaman agama di Kota Tebingtinggi sangat baik, contohnya saja di Vihara ini, masyarakat datang bersama sama untuk melakukan silaturahmi dan merayakan Imlek bersama,” jelas Ismail.

Sedangkan Arifin (54) alias Aceng warga Kota Medan datang ke Kota Tebingtinggi di Vihara Avalokitesvara Sun See Temple untuk melakukan ziarah arwah dan memberikan santunan (angpao) kepada warga Panti Asuhan Jompo di Vihara tersebut.

Jadi menurut Aceng, memang setelah tidak ada pembatasan aktivitas masyarakat pada Pandemi Covid-19, umat Buddha saat Imlek bisa merayakan bersama keluarga besar dan melakukan perjalanan untuk berkunjung ke kerabat yang berada di luar kota.

“Setiap Imlek kami selalu pulang ke Tebingtinggi untuk berziarah, memang Vihara disini terbuka untuk umum dan masyarakat, karena Vihara ini juga dijuluki sebagai tempat wisata religi yang ada di Kota Lemang ini,” jelasnya. (ian)

Syukuran Ultah ke-76 Megawati, PDIP Sumut Buka Dapur Umum Cegah Stunting

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berulang tahun yang ke-76 pada hari ini, Senin (23/1/2023). Sebagai kado ulang tahun istimewa, pengurus dan kader PDI Perjuangan se-Sumatera Utara membuka dapur umum di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut, Jalan Jamin Ginting dengan menyediakan makanan mencegah stunting yang diberikan kepada ibu-ibu hamil dan ibu menyusui. Selain itu, makanan sehat itu juga diberikan kepada ibu-ibu lansia dan penyandang disabilitas, serta masyarakat umum yang membutuhkan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon mengatakan, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan yang ke-50 tahun. “Dalam kegiatan ini, PDI Perjuangan Sumut memberikan makanan sehat ini kepada ibu-ibu yang sedang hamil, ibu menyusui, lansia dan penyandang disabilitas serta menggelar pelatihan pijit bayi sehat,” kata Rapidin dalam sambutannya.

Menurut Rapidin, kegiatan ini juga dilaksanakan di tingkat DPD dan DPC di 33 kabupaten/kota di Sumut dan digelar secara serentak di seluruh Indonesia. “Rangkaian kegiatan ini merupakan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Inilah fokus kerja kami di HUT PDI Perjuangan dan ulang tahun ibu ketua umum, berbagi kepada masyarakat yang perlu diperhatikan, kami juga senang melakukan hal ini,” kata Rapidin.

“Pesan dari ibu ketua umum, kader PDIP diperintahkan untuk membantu masyarakat. Beliau tidak suka kader datang dan menyampaikan selamat, namun memerintahkan agar kader menyapa dan membantu masyarakat,” sambungnya.

Mantan Bupati Samosir ini menambahkan, pemberian makanan sehat ini dilaksanakan selama 5 hari ke depan dan setiap harinya disediakan 500 porsi yang rencananya juga akan disalurkan kepada driver Ojek Online (Ojol), penarik becak bermotor (Betor), kuli bangunan, dan kepada pengurus panti asuhan. “Kami tidak hanya bekerja secara politik, kami juga bekerja secara fakta, itulah ciri kerja PDIP. Kami tidak mau berhenti, walaupun harus bergotong royong dalam menjalankan program partai ini,” pungkasnya. (adz)

Puas dengan Kinerja Hendrik Sitompul di DPR RI, Uskup Agung Minta Lanjutkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik H Sitompul MM menggelar syukuran tahun baru 2023. Dipastikan, ratusan undangan dari daerah pemilihan (dapil) Sumut I meliputi Kota Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, dan Tebing Tinggi hadir dan menyatakan siap mendukung Hendrik Sitompul untuk maju kembali pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Bahkan, ratusan undangan yang hadir memadati Aula Don Bosco Jalan Timor Medan, Sabtu (21/1/2023), sepakat dan satu tekad memilih Hendrik Sitompul pada Pileg bulan Februari 2024 mendatang. “Kami siap untuk mendukung dan memilih Hendrik Sitompul pada Pileg 2024. Hendrik Sitompul yes… yes… yes,” seru ratusan yang hadir dan diiringi tepuk tangan.

Suasana itu, tentu membuat Hendrik Sitompul spontan maju ke depan dan ikut bertepuk tangan serta melambaikan tangan tanda hormat dan kagum atas dukungan itu. Syukuran tahun baru 2023 itu, sekaligus menyampaikan dan melaporkan kinerja Hendrik Sitompul di DPR RI selama tahun 2022. Walau masih 10 bulan sebagai wakil rakyat, namun laporan kegiatan terkait kunjungan reses, dan program-program di komisi 7, bantuan dan lainnya membuat undangan yang hadir senang dan bangga serta memberi aplaus.

Sementara itu, Uskup Agung Medan Kornelius Sipayung OFMCap yang memimpin missa pagi itu, tetap berharap agar Hendrik Sitompul maju pada Pileg 2024. Apalagi setelah mendengar dan melihat laporan kinerja yang cukup lengkap dan padat dengan bantuan sosial ke gereja katolik dan non katolik. “Saya tidak panjang lebar menyampaikan sambutan di sini, Hendrik Sitompul lanjutkan tahun 2024,” kata Uskup Agung yang spontan disambut tepuk tangan ratusan undangan yang hadir.

Usai menyampaikan sambutannya, Uskup Agung Medan langsung mengajak Hendrik Sitompul untuk bernyanyi bersama, dengan judul lagu yang biasa dinyanyikan “Hidup ini adalah Kesempatan”.

Sebelumnya, Hendrik Sitompul didampingi istri R Br Marpaung telah menyampaikan niatnya untuk maju kembali pada Pileg tahun 2024. “Saya pastikan, masih ikut Caleg 2024,” tegas Hendrik yang disambut teriakan setuju dari ratusan undangan yang hadir.

Acara syukuran tahun baru 2023, juga dirangkai dengan menyampaikan laporan kinerja tahun 2022 atau selama 10 bulan anggota DPR RI. “Anggota DPR sangat jarang sekali memberi laporan kinerjanya, seperti yang saya buat ini,” tambah Hendrik.

Selain itu, Hendrik Sitompul juga menyampaikan, kalau dirinya berasal dari gereja ke DPR kembali ke gereja. “Saya sering mengingatkan, jangan pilih warnanya, tapi pilih lah orangnya,” kata Hendrik.

Setiap pertemuan, kembali mengkisahkan dirinya yang berasal dari Putra Altar, Mantan Mesdiner. “Inilah mungkin hasilnya dari putra Altar itu,” kata Hendrik.

Untuk diketahui, Hendrik Sitompul baru saja diberi kepercayaan oleh Partai Demokrat, sebagai Ketua Natal Nasional Partai Demokrat. Perayaan Natal digelar di Hotel Sultan Jakarta, 8 Januari 2023 lalu. Selain itu, DPP partai demokrat juga memberi kepercayaan menjabat Wakil Bendahara DPP Partai Demokrat.

Lucky Draw
Untuk memeriahkan acara syukuran tahun baru 2023, panitia mempersiapkan sejumlah hadiah lucky draw. Diantaranya kulkas, rice cooker, sepeda gunung dan sepeda listrik yang menjadi hadiah utama.

Tidak hanya itu, group penyanyi trio Senada Sister ikut tampil memeriahkan acara syukuran tahun baru 2023. Ratusan undangan terhibur dan ikut berjoget bersama tampil ke depan. Tentu membuat suasana semakin meriah. (adz)

1.289 Sekolah Tidak Memiliki Guru Agama Islam, Kadisdik Sumut Sindir UINSU dan UMSU

Kadis Pendidikan Sumut, Asren Nasution.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tercatat sebanyak 1.289 sekolah di Sumatera Utara mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK tidak memilik guru agama Islam. Hal ini menjadi sorotan khusus Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Asren Nasution.

Asren mengungkapkan ribuan sekolah tidak memiliki guru agama islam, berdasarkan data dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendorong seluruh ribuan sekolah tersebut, harus melakukan rekrutmen tenaga pengajar dalam bidang agama atau guru agama Islam.

“Mengejutkan, ternyata ada sekolah yang tidak punya guru pendidikan agama islam,” sebut pada acara rapat koordinasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara, bersama LPTQ kabupaten/kota dan Kafilah khusus di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Minggu (22/1) kemarin.

Asren mengatakan berdasarkan dimiliki Disdik Sumut, saat ini total ada 1,8 juta pelajar di Sumut yang beragama muslim. Namun, ia menjelaskan dari jumlah tersebut, tidak semua sekolah memiliki guru pendidikan agama islam.

“SD ada 1.049 unit tidak punya guru agama islam. SMP ada 161 dan SMA/SMK tidak punya guru ngaji atau agama islam sebanyak 79 sekolah,” tutur Asren.

Asren mengaku miris melihat dunia pendidikan di Sumut ini. Hal ini, masih satu bidang pelajaran, yakni agama Islam. Belum lagi, mata pelajaran yang lain. Atas kondisi ini, ia menyindir Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

“Mau kita apakan UIN itu? Di mana UIN sekarang? Masihkan ada UIN kita? Ini persoalannya. Tamatan UMSU begitu banyak. Tamatan UINSU begitu banyak. Tamatan pondok pesantren begitu banyak. Kemana mereka semuanya?” jelas Asren.

Asren mengungkapkan langkah pihak Disdik Sumut akan berkordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumut. Untuk membahas kekurangan tenaga pengejar mata pelajaran agama Islam ini. Termasuk, memperdayakan para alumni perguruan tinggi, khususnya berasal dari Universitas Islam.

“Begitu kita berbicara tentang buta huruf Alquran, itu datanya 1.289 baik SD, SMP, SMA/SMK, tidak punya guru agama islam atau sama dengan tidak punya guru agama islam. Ini salah satu hadiah saya setelah lima bulan menjadi Kadis pendidikan,” tutur Asren.

Asren mengajak pengurus LPTQ kabupaten/ kota agar mendata jika ditemukan masih ada SMA dan SMK yang tidak punya guru agama islam untuk dilaporkan ke LPTQ Sumut dan selanjutnya untuk dilaporkan ke Disdik Sumut.

Menurut Asren, untuk melahirkan Kafilah tidak hanya bisa diukur melalui perlombaan, namun harus dipikirkan dari hulu dengan menyediakan tenaga pengajar yang maksimal di sekolah agama.

“Tahun 2022, saya menandatangani 900 guru pensiun di Sumut. Apakah di situ ada guru agamanya? Saya tidak terlalu banyak bukti. Tapi itulah persoalan kita saat ini. Makanya, saya akan hadirkan perwakilan dinas pendidikan cabang kabupaten/kota mana sekolah yang sama sekali tidak punya guru pendidikan agama islam,” kata Asren.

Asren mengatakan salah satu solusi akan dilakukan pihaknya dengan memaksimalkan zakat dari para ASN. Atas hal itu, telah melakukan rencana dengan merekrut guru agama islam mengajar di SMA/SMK dengan memaksimalkan anggaran dari baznas zakat.

“Saya punya guru tidak tetap lebih dari 5 ribu orang (Non ASN). Ada guru agama yang cuma digaji Rp 300 ribu sebulan. Di kantong saya ini ada 12 ribu guru yang wajib zakat, pinomat tiap bulan gaji dipotong,” ucap Asren yang menjabat sebagai kepala Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sumut ini.

Dengan pengelolaan zakat ini, menurut Asren dapat membantu guru-guru agama Islam untuk memberikan gaji yang lebih layak. Sehingga kemakmuran guru tersebut, dapat terpenuhi.

“Nanti, zakat itu diserahkan ke Baznas dan sekian persen boleh digunakan Pemprovsu. Maka, sasaran saya adalah mengatasi guru agama islam yang tidak ada sama sekali di sekolah-sekolah,” jelas Asren.(gus)

Ahli Waris Sultan Deli Gugat Penjualan Medan Club, Gubsu: Biarkan Aja, Suka-suka Dia

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi tidak mau ambil pusing terkait gugatan pembelian Medan Club ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Biarkan aja, suka-suka dia itu. Gugat-gugat aja, itukan hak dia gugat. Tetapi kita resmi bahwa ini tanah Pemprov saat ini (usai pembelian aset Medan Club),” sebut Gubernur Edy kepada wartawan, Senin (23/1).

Untuk diketahui, Kedatukan Suka Piring dan yang mewakili ahli waris Sultan Deli menggugat Pengurus Perkumpulan Medan Club sebdar Rp 442,9 ke PN Medan.

T Akhmad Syamrah SH selaku kuasa hukum dari Penggugat I Datuk Rustam (Kedatukan Suka Piring) dan Penggugat II Haji Tengku Daniel Mozard (mewakili ahli waris Sultan Deli ) secara resmi mendaftarkan gugatan ke bagian perdata PN Medan dengan nomor register 42/pdt.G/2023/ PN Medan tertanggal 18 Januari 2023.

Selain pengurus perkumpulan Medan Club (Ketua dan Sekretaris) sebagai Tergugat I dan II, Kepala kantor Agraria dan Tata ruang/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Medan serta Gubernur Sumatera Utara juga menjadi tergugat III dan IV.

Dalam gugatannya, Penggugat meminta agar Pengadilan Negeri Medan antara lain menyatakan batal dan tidak sah pemberian ganti rugi antara Tergugat I dan Tergugat II sebagai Pengurus Perkumpulan Medan Club dengan Tergugat IV selaku Gubernur Provinsi Sumatera Utara.

Gubernur Edy mengatakan pihaknya siap menghadapi gugatan tersebut, di PN Medan. Karena pembelian lahan Medan Club sudah melalui peraturan yang ada. Sehingga, tidak ada dirugikan dalam jual beli lahan tersebut.

“Ya, pastilah biro hukum, kitakan punya perangkat di situ. Mereka adalah pengacara kita. Salah satunya pengacara kita adalah kejaksaan, Asdatun ikut di dalam situ. BPN ikut di dalam situ. Para tokoh-tokoh yang berkepentingan juga ikut di dalamnya. BPN yang punya wewenang menentukan tanah itu sah atau tidak,” jelas Edy.

Atas pembelian aset Medan Club, mantan Pangkostrad itu, mengungkap pihaknya akan memasang plank, tanda lahan tersebut bagian dari aset Pemprov Sumut “Saya mau pasang plank di situ, ini adalah milik Pemprov sumut, silahkan menggugat,” tutur Edy.

Edy menjelaskan pembelian aset Medan Club dalam rangka perluasan Kantor Gubernur Sumut, untuk dijadikan dan dibangun pelayanan satu atap. Dengan pelayanan pengurusan izin hingga pelayanan publik lainnya.

“Iya, kenapa, karena itu letaknya sangat strategis. Coba kalau posisinya jaraknya beda dengan dengan jarak Kantor Gubernur sekarang, ada kebutuhan untuk itu,” jelas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Gubernur Edy mengungkapkan Pemprov Sumut memerlukan dana untuk pembangunan venue-venue PON XXI Tahun 2024, Aceh-Sumut. Namun, pihaknya memprioritaskan untuk pembelian aset Medan Club.

“Saat ini provinsi butuh anggaran, untuk membangun venue. Tapi ini, menjadikan prioritas. Sehingga mengalahkan kepentingan venue tadi, kalau itu dibeli oleh orang, itu akan menjadi lain persoalan,” sebut Gubernur Edy.

Alasan Pemprov Sumut membeli aset Medan Club karena bakal dibangun gedung pencakar langit. Kalau tidak dibeli, lahan Medan Club bisa dijadikan hotel, apartment hingga plaza.

“Dia (Medan Club) akan bangun hotel, apartemen, atau memperluas plaza. Anda bisa bayangin kalau itu dibangun plaza, katakanlah 50 lantai saja. Sedangkan, hanya 10 lantai di Pemprov, bisa anda bayangkan itu,” kata Edy.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan mengatakan dampaknya baik, bukan dirasakan saat ini. Karena, harus dibangun kembali bangunan pelayanan satu atap itu. Kemudian, akan dinikmati oleh Gubernur Sumut selanjutnya.

“Jadi, kita hanya mengamankan. Kedua, kalau itu, Pemprov sudah punya uang dan itu dibangun. Pemprov dan Kepala Dinas jadi satu atap disitu. Pengawasan akan lebih gampang. Dan ini, sangat menguntungkan Pemprov yang akan datang sampai anak cucu kita,” ucap Gubernur Edy. (Gus)

Tingkatkan Produksi Kemiri, USU Berikan Mesin Pemipil Kemiri ke Petani di Pancurbatu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas). Kali ini yang menjadi mitra, masyarakat atau petani di Desa Hulu, Pancurbatu, Deliserdang.

Prof Timbangen Sembiring MSc selaku ketua pengabdian masyarakat mengatakan, selama ini masyarakat di Desa Hulu memecahkan cangkang kemiri atau biasa disebut memipil, masih secara konvensional (manual) dengan menggunakan alat dari kulit pelepah lontar atau kelapa bagian luar (tipis) yang dilipat, di mana sekitar 5 cm dari ujung lipatan diikat. Biji kemiri kemudian dimasukkan ke lubang pelepah yang ada di ujung tersebut, kemudian dipukulkan pada batu.

“Pada proses pemecahan kulit kemiri secara manual, dapat memecahkan kemiri sebanyak 30 kg/hari dan kualitas yang dihasilkan kurang baik, karena isi kemiri yang dihasilkan banyak yang hancur. Pemecahan cangkang biji buah kemiri terbilang sulit karena memiliki fisik yang sangat keras, sedangkan daging biji buah kemiri mudah pecah bila terkena tumbukan,” kata Prof Timbangen dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/1/2023).

 

Menurutnya, kualitas buah kemiri pada proses pemecahan cangkang kemiri baik secara manual maupun otomatis tergantung pada bahan baku kemiri tersebut. “Apabila kemiri sudah benar-benar kering, maka hasilnya akan maksimal. Kemiri yang sudah kering atau sudah bisa dipecahkan kulitnya yaitu kemiri yang sudah di jemur selama kurang lebih 2 bulan dan kulitnya berwarna hitam. Oleh karena itu diperlukan cara yang lebih baik, termasuk pada penanganan panen dan pascapanen,” jelasnya.

Melihat kondisi di tersebut, kata Timbangen, para dosen USU berinisiatif memberikan mesin pemecah cangkang kemiri atau mesin pemipil kepada para petani yang ada di Desa Hulu, Pancurbatu. “Pemecahan cangkang biji kemiri menggunakan mesin lebih efektif dibandingkan dengan manual. Pemecahan menggunakan mesin memiliki hasil output yang lebih tinggi dan tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Mesin pemecah kemiri ini dapat menekan kerugian petani akibat banyaknya inti biji kemiri yang rusak,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pembuatan alat pemecah cangkang kemiri otomatis berbasis mikrokontroler ini, bertujuan untuk dapat mempermudah orang saat melakukan proses pemecahan kulit kemiri, menghasilkan kemiri yang lebih baik dari hasil manual, dan juga dapat menghancurkan kulit kemiri dengan lebih cepat. “Kami berharap Dengan adanya mesin pemilpil kemiri ini produksi kemiri semakin meningkat sehingga kesejahteraan masyarakatpun jadi lebih baik” pungkas Timbangen.

Diketahui, pengabdian masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) ini berlangsung sejak Bulan April hingga Oktober 2022 yang diketuai Prof Timbangen Sembiring MSc dengan anggota Drs Kurnia Brahmana MSi dan Herty Afriana Sianturi SSi MSi dengan dibantu beberapa mahasiswa. (adz)

SMKN 1 Stabat & SMAN 2 Binjai Wakili Zona Langkat-Binjai di Sumut Futsal Championship

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – SMKN 1 Stabat dan SMAN 2 Binjai tampil mengesankan pada babak kualifikasi Sumut Futsal Championship Piala Gubernur Sumatera Utara kategori SMA zona Langkat-Binjai yang diikuti 43 tim di Gedung Serbaguna Manunggal Langkat, Stabat, 20-22 Januari 2023.

Di babak 4 besar kualifikasi, SMKN 1 Stabat mampu mengalahkan SMAN 1 Secanggang, sedangkan SMAN 2 Binjai menuntaskan perlawanan dari pasukan MAN 2 Langkat. Dengan hasil ini, kedua tim berhak mewakili Zona Langkat Binjai untuk berlaga di Babak Utama bersama tim-tim sekolah daerah lain se-Sumatera Utara seperti Medan, Asahan, Tanjung Balai, Rantau Prapat dan lainnya. “Babak Utama Sumatera Utara akan dilaksanakan pada akhir Februari 2023 di GOR Futsal Jalan Pancing Medan,” kata M Fikri Nasution selaku Project Officer Zona Langkat Binjai.

Kacabdisdik Stabat, Junanda MEd mengucapkan selamat kepada SMKN 1 Stabat dan SMAN 2 Binjai yang lolos ke babak utama Sumut Futsal Championship. “Selamat kepada SMKN 1 Stabat dan SMAN 2 Binjai, sebagai perwakilan utusan dari Cabdisdik Stabat pada ajang Sumut Futsal Championship Piala Gubernur Sumatera Utara. Mari tetap junjung tinggi sportivitas, dan semoga meraih juara nantinya,” katanya saat dihubungi via WhatsApp, Senin (23/1/2023).

Kepada tim belum berhasil, Junanda mengajak untuk terus berlatih guna meraih prestasi maksimal. “Ayo terus latihan, latih dan berlatih. Apapun bentuk event, lomba, kegiatan di luar dari pembelajaran di kelas, merupakan bagian dari penyaluran bakat, pembinaan prestasi agar anak-anak sibuk mengisi waktu produktif masa muda sehingga terhindar dari perilaku negatif, seperti tawuran dan narkoba,” tandas Junanda. (adz)

Bantu Pemerintah Cegah Stunting, Yakesma Sumut Launching Program AMAN BESTI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Saat ini. pemerintah sedang fokus melakukan upaya pencegahan stunting, agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Sebagai upaya membantu pemerintah dalam pencegahan stunting, Yakesma Sumut melaunching program AMAN BESTI (Anak Medan Deli Bebas Stunting) di Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Deli, Jumat (20/1/2023) lalu. Kegiatan ini dihadiri Kepala Cabang Yakesma Sumut Suri Purnami, Hamid mewakili Bank Sumut, Camat Medan Deli Indra Utama, Kepala Posyandu dan masyarakat Medan Deli.

“Program AMAN BESTI ini bertujuan untuk memberikan makanan tambahan kepada anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Dengan adanya program ini diharapkan angka stunting di kecamatan ini mengalami penurunan. Sehingga anak-anak Medan Deli menjadi anak yang sehat dan kuat,” kata Suri Purnami.

Suri juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Bank Sumut yang diwakili Hamid, Camat Medan Deli Indra Utama, Kepala Posyandu Medan Deli dan masyarakat Kecamatan Medan Deli. Sehingga program ini dapat terlaksana dengan lancar. “Semoga anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang tangguh,” harapnya. (rel/adz)

Rahmaddian Shah Kembali Terpilih Ketua PP Medan, Ini Pesan Kodrat Shah 

Rahmaddian Shah Kembali Terpilih Ketua PP Medan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – M Rahmaddian Shah Kembali terpilih menjadi Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Medan periode 2023-2027. Pria yang akrab disapa Dian tersebut terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke 17 di MICC Medan, Minggu (22/1) sore.

Dalam Muscab tersebut, 23 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila se Kota Medan mendukung penuh Dian untuk kembali memimpin PP Kota Medan.

Saat membuka acara, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Sumut, Kodrat Shah mengharapkan agar seluruh kader PP menjaga kekompakan dan marwah organisasi agar jangan sampai tercemar.

Bukan hanya itu, ia juga mengatakan bahwa Muscab bukan hanya sekadar kumpul-kumpul melainkan juga harus merencanakan program-program kerja untuk empat tahun ke depan agar Pemuda Pancasila lebih baik lagi.

“Tugas kita hari ini menjaga masyarakat dan bersatu dengan masyarakat. Jangan langgar aturan karena kita harus dekat dengan masyarakat. Kita tunjukan bahwa kita di pihak masyarakat,” ujar Kodrat.

Ketua terpilih, Dian mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan 23 PAC se Kota Medan yang telah mempercayainya kembali untuk menjadi Ketua MPC PP Kota Medan. Dukungan penuh dari 23 PAC ini membuktikan bahwa PP saat ini tidak ada dualisme dan membuktikan bahwa MPC PP Kota Medan saat ini solid.

Ia juga dalam kesempatan itu melakukan tes urine langsung sebelum terpilih menjadi ketua. Ini membuktikan bahwa PP bukan hanya asal bicara dalam melawan narkoba. Ia juga berharap agar ketua ranting juga jauh dari narkoba dan ia memastikan bahwa Ketua PAC terpilih nantinya juga bebas dari narkoba.

Ke depan kata Dian pihaknya akan juga tetap melakukan program-program yang selama ini sudah dijalankan seperti melakukan kegiatan sosial maupun kegiatan lainnya agar PP semakin dekat dengan masyarakat.

“Ini kita lakukan karena kita ingin Pemuda Pancasila dapat berbuat untuk masyarakat.

Dan kalau ada satu dua orang anggota PP yang nakal, kasih tahu dengan kita. Dan kita akan menindaknya,” katanya.

Ketua Panita, M Sueb mengatakan bahwa Muscab ke 17 MPC PP Kota Medan ini dihadiri oleh 23 PAC se Kota Medan dan kader lainnya dengan jumlah lebih kurang 3000 orang. “Alhamdulillah Muscabnya berjalan sukses. Dan kami mengucapkan selamat untuk Ketua M Rahmaddian Shah yang kembali terpilih memimpin PP Kota Medan empat tahun ke depan,” ujarnya.

Ketua PAC Medan Labuhan, Ganda P Simbolon didampingi Ketua PAC PP lainnya mengatakan bahwa mereka sangat pantas mendukung M Rahmaddian Shah karena dikepemimpinan Dian bahwa PP semakin besar dan semakin berbasis.

“Dikepemimpinan beliau 23 PAC se Kota Medan semakin solid. Ngapain kita pilih yang belum jelas kalau sudah ada yang jelas,” sambung ke PAC lainnya.(gus)