26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 200

Petugas Kloter 9 KNO Lakukan Audiensi Penguatan Koordinasi di Sektor I

AUDIENSI: Petugas Kloter 9 KNO Lakukan Audiensi Penguatan Koordinasi di Sektor I. FOTO" JULAIKA/SUMUT POS
AUDIENSI: Petugas Kloter 9 KNO Lakukan Audiensi Penguatan Koordinasi di Sektor I. FOTO" JULAIKA/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Kloter 9 KNO melaporkan penguatan program kerja kepada Kepala Sektor 1 Daerah Kerja Madinah, Djumadi Wali, Senin ( 12/5).

Dalam audiensinya, Ketua Kloter 9 Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag, MA melalui telepon seluler kepada Humas PPIH Embarksi Medan mengatakan, kehadiran tim petugas Kloter 9 adalah kedua kalinya, setelah semalam, Minggu (11/5) telah melaporkan diri tentang kehadiran Jemaah kloter 9 Embarkasi KNO Medan yang baru saja tiba di Madinah.

Dalam pertemuan dengan Kepala Sektor, Lukman juga mengatakan bahwa kehadiran petugas kloter 9 untuk memperkuat koordinasi seputar program kerja Kloter 9 yang sudah menyusun kegiatan – kegiatan ibadah dan keagamaan selama jemaah haji berada di Madinah.

“Kegiatan- kegiatan kordinasi selalu kita lakukan kepada kepala sektor 1 agar program – program ibadah yang telah diprogramkan pemerintah bisa diperkuat dan disinerjikan bersama sama seperti layanan ziarah, visitasi, kartu nusuk dan lainnya bisa dilaksanakan dan diperoleh, apalagi kita ada kegiatan dakwah keagamaan yang telah disusun oleh petugas petugas TPIH ( Tim Pembimbing Ibadah Haji) kepada jemaah haji kloter 9,” ujar Lukman.

Sementara itu, DR.H. Sorimonang Rangkuti, LC, M.Th sebagai TPIHI ( Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia) mengatakan, Keberadaan TPIHI dalam satu kloter sangatlah penting dia sebagai garda terdepan untuk menghantarkan keabsahan ibadah Duyuufurrohman di tanah suci.

Lukman menambahkan, beberapa kegiatan dalam pertemuan dengan Karu dan Karom di Hotel Safwat Madinah lantai 10 menghasilkan kesepakatan, melaksanakan pengajian penguatan ibadah di halaman Masjid Nabawi, mengadakan Ziarah akbar mengunjungi napak tilas Rasulullah S.A.W, membantu pembuatan Nusuk supaya jamaah bisa masuk berdoa ke Raudhah dan enantiasa berinteraksi dengan jemaah tentang hukum syariat supaya memperoleh haji yang Mabrur/mabruroh.

Sementara itu Kepala Sektor 9 Djumadi Wali, yang juga Kepala Bidang Penyelenggara Haji & Umroh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku mengatakan, program kerja Kloter 9 sangat terukur dan terarah dan petugas kloter 9 termasuk cepat dan cermat melaporkan kehadirannya di sektor I.

“Saya apresiasi sekali atas program – program yang sudah disampaikan,” ujar Djumadi menutup pembicaraan. (mag-2)

Komisi III Minta Pemerintah Lindungi Masyarakat dari Bahaya Pinjol

Anggota Komisi III DPRD Medan, Sri Rezeki
Anggota Komisi III DPRD Medan, Sri Rezeki

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi III DPRD Medan, Sri Rezeki, meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menjadi korban pinjaman online (pinjol). Sebab saat ini, banyak warga yang menjadi korban pinjol dan mereka dipaksa untuk membayar pinjaman dengan bunga yang berkali- kali lipat.

“Kita prihatin dengan kondisi masyarakat yang banyak terjerat pinjol. Paling menyedihkan lagi, kadang masyarakat nggak tahu kalau sudah kena pinjol saking banyaknya aplikasi pinjol yang betebaran di gadget atau handphone. Begitu di klik, langsung dapat. Gak nyangkanya, pinjaman Rp500 ribu bisa berkali lipat tagihannya,” ucap Sri Rezeki di Medan, Selasa (13/5).

Dikatakan Sri Rezeki, meskipun pemerintah sudah banyak menutup situs-situs pinjol ilegal, namun sampai saat ini penyedia layanan pinjaman dengan bunga tidak masuk akal itu masih banyak menjamur.

“Untuk itu, perlu adanya komitmen dari pemerintah dalam menyelesaikan masalah pinjol yang telah merugikan masyarakat dan negara,” ujarnya.
Dijelaskan Sri Rezeki yang merupakan politisi PKS itu, kondisi ekonomi masyarakat yang lemah menjadi ajang manfaat bagi para fasilitator pinjol ilegal. Jika terus dibiarkan, maka praktik pinjol akan semakin meluas dan dapat mengancam masyarakat, khususnya kalangan anak muda untuk terjerat utang dan judi online (judol).

“Sekali lagi, pemerintah harus berkomitmen untuk memberantas pinjol. Tidak sampau disitu, pemerintah juga harus memudahkan masyarakat untuk mendapat akses pinjaman atau kredit lunak sehingga mereka tidak terjerat utang yang menumpuk,” katanya.

Sri Rezeki juga menyarankan kepada pemerintah agar membentuk satgas yang bertugas untuk menonaktifkan akun-akun tidak jelas, termasuk judi online (judol) dan trading saham ilegal. Selain itu, juga harus ada program sosialisasi tentang dampak dari hal tersebut sehingga masyarakat dapat terhindar dari pinjol dan judol.

“Kita juga meminta pemerintah memberikan perlindungan hukum untuk korban pinjol illegal dan memberikan bantuan yang akan memberdayakan masyarakat agar dapat meningkatkan ekonominya dengan menciptakan alternatif pembiayaan yang legal dan terjangkau bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, butuh komitmen semua pihak untuk ikut andil memberantas pinjol dan judol. “Ini menjadi tugas kita bersama agar anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa terlepas dari aktivitas pinjol maupun judol,” pungkasnya. (map/ila)

Bahrumsyah: Selamatkan Anak Belawan!

Anggota DPRD Kota Medan, H.T.Bahrumsyah.
Anggota DPRD Kota Medan, H.T.Bahrumsyah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saat matahari mulai tenggelam di ufuk Belawan, sebagian anak seusia SMP sudah menggenggam batu dan besi alih-alih buku pelajaran. Di lorong-lorong sempit kawasan pesisir itu, suara tawa anak-anak bersahutan bukan karena canda di kelas, tapi karena adrenalin tawuran yang mendera.

Bagi sebagian besar anak di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, sekolah terasa semakin jauh, baik secara fisik maupun ekonomi. Yang dekat justru tawuran, narkoba, dan kehilangan arah. Dan itu membuat hati Anggota DPRD Kota Medan, H.T.Bahrumsyah, semakin gelisah.

“Anak-anak ini seharusnya belajar di sekolah, bukan di jalanan. Mereka sedang mencari tempat bertumbuh, tapi yang mereka temui justru lingkungan yang salah,” ujarnya dengan nada prihatin, Selasa (13/5).

Menurut Bahrumsyah, kondisi ini bukan semata soal kenakalan remaja atau urusan aparat penegak hukum. Ia melihat akar masalah yang lebih dalam yakni ketimpangan sosial, kurangnya perhatian keluarga, minimnya sarana pendidikan, dan tidak adanya ruang aman bagi anak-anak Belawan untuk tumbuh sehat. “Mereka mencari ‘rumah kedua’. Sayangnya, yang mereka temukan adalah lingkungan keras yang penuh kekerasan dan narkoba,” tuturnya.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengingatkan, jika hari ini membiarkan anak-anak larut dalam tawuran, maka 10 hingga 20 tahun ke depan, Sumatera Utara bisa kehilangan satu generasi emas. Generasi yang seharusnya bisa menjadi pemimpin, kini malah dibentuk oleh trauma dan ketidakpastian.

Bahrumsyah juga menyoroti minimnya fasilitas pendidikan di Kecamatan Medan Belawan. Saat ini, hanya ada satu SMP dan satu SMA Negeri di wilayah tersebut, berbeda dengan kecamatan lain yang memiliki lebih banyak sekolah negeri. “Banyak anak yang harus berhenti sekolah karena tak sanggup bayar sekolah swasta atau karena jaraknya terlalu jauh. Ini krisis yang nyata,” katanya.

Akibatnya, anak-anak yang putus sekolah makin banyak setiap tahun. Mereka kehilangan arah, tidak memiliki keterampilan, dan akhirnya jadi bagian dari masalah sosial, mulai dari pengangguran usia muda, kurir narkoba, hingga pelaku tawuran.

Bahrumsyah mendesak Pemerintah Kota Medan agar tidak memandang masalah ini hanya dari sisi hukum. Ia mengusulkan agar Belawan dijadikan wilayah pembangunan sosial khusus, dengan program pembinaan anak, pendataan anak putus sekolah, serta perluasan beasiswa pendidikan.

“Kalau kita serius, kita bisa bangun sarana olahraga dan ruang kreatif yang bisa jadi ‘rumah kedua’ yang sehat untuk anak-anak ini. Mari selamatkan anak-anak Belawan,” harapnya. (map/ila)

Soal Lahan di Jalan Mojopahit Nomor 5 Medan, Pengadilan Agama Medan Dinilai Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Rumah Jalan Mojopahit No. 5 Medan. (Dok Pribadi)
Rumah Jalan Mojopahit No. 5 Medan. (Dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Pengadilan Agama Negeri Medan yang akan melaksanakan eksekusi lahan di Jalan Mojopahit Nomor 5 Medan dengan sertipikat nomor 17 atas nama Nyak Hasan Ahmad pada Rabu 14 Mei 2025 mendatang patut dipertanyakan.

Sebab, eksekusi aneh tersebut hanya berdasarkan putusan nomor 161/pdt.G/2014/PTA.Mdn yang dalam amar putusan telah dibagi secara natura atau atau secara lelang.

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Ahli Waris pemilik lahan, Said Azhari SH dari Advokat Said Azhari SH & Rekan Law Office dalam rilis yang diterima, Selasa (13/5/2025).

“Jika pihak Pengadilan Agama Medan memaksa harus dilelang, maka sikap tersebut terindikasi perbuatan melawan hukum. Sebab, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan diduga telah melelang dengan harga yang tidak wajar, hanya Rp 13,6 miliar,” ungkap Said.

Padahal, ungkap Said, berdasarkan harga pasar di daerah tersebut untuk luas 1.134 meter persegi, harga yang pantas dan cepat laku sekitar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar.

“Sebagai informasi tambahan, Pengadilan Tinggi Agama Medan pada Putusan Nomor 161/Pdt.G/2014/PTA Medan tanpa bukti akte jual beli dari notaris yang menyatakan rumah di Jalan Mojopahit tersebut dibeli oleh Nyak Hasan Ahmad pada tahun 1956,” ungkap Said.

Ternyata, lanjut Said, ada empat surat menyatakan rumah Jalan Mojopahit Nomor 5 tersebut dibeli oleh Nyak Hasan Ahmad berdasarkan akte jual beli dari Notaris Ongkie Lian Nomor 53 tanggal 12 Mei 1960, setelah perkawinan Nyak Hasan Ahmad dengan istri ketiga yaitu Puspa Diana.

“Sedangkan Ketua Makamah Agung RI, Sunarto sebagai Ketua Majelis Hakim Putusan Nomor 78/PK/AG/2019 menyatakan telah terbukti rumah Jalan Mojopahit Nomor 5 Medan dibeli oleh Nyak Hasan Ahmad pada tahun 1956 setelah perkawinan dengan istri kedua yaitu Hamidah Amin,” ungkap Said.

Berarti, kata Said, Sunarto dan kawan-kawan dalam pertimbangan hukum membuat rekaan tahun pembelian rumah Jalan Mojopahit tanpa bukti akte jual beli.

“Aneh dan lucunya lagi, pihak KPKLN mencantumkan putusan Nomor 161/Pdt.G/2014/ PA Medan, bukan nomor 161/Pdt.G/2014/ PTA Medan. Sehingga peserta lelang hanya diikuti oleh Januar Hudaya, karena pihak peserta lain yang berminat tidak bisa menemukan dalam Direktori Makamah Agung putusan nomor 161/Pdt.G/ 2014/ PA Medan, karena sejatinya putusan itu tidak pernah ada,” ujar Said.

Jadi, kata Said, risalah lelang KPKNL tidak pernah dihadirkan SHM Nomor 17 Asli yang menjadi syarat menjadi regulasi sehingga lelang dilaksanakan berdasarkan putusan fiktif. Sehingga proses lelang oleh KPKNL ini perlu ditelusuri karena terdapat kemungkinan pidana dan putusan eksekusi yang salah.

“Malah, dalam pembacaan berita acara putusan eksekusi pengosongan sertifikat Nomor 17 atas nama Bismarck bukan SHM Nomor 17 atas nama Nyak Hasan Ahmad sepatutnya BPN dilibatkan untuk menunjukan yang mana sertifikat Nomor 17 atas nama Bismarck,” beber Said.

Selanjutnya, kata Said, terdapat seorang ahli waris yang telah meninggal dunia bernama Azwin tidak memiliki anak keturunan ahli waris ada sebagai ahli waris pengganti, ini dapat menimbulkan persolan hukum di kemudian hari.

“Seharusnya Pengadilan Agama Medan mencegah hal tersebut terjadi, tetapi malah menutup mata dan klien kami telah melakukan upaya hukum untuk mencari keadilan dan menunda eksekusi,” ujar Said.

Dijelaskan Said, Pengadilan Agama telah menerima gugatan kliennya dan sekarang lagi berproses di Pengadilan Agama sendiri dengan Nomor Perkara Nomor 3596/Pdt.G/2024/PA Mdn.

“Selain itu, klien saya sedang menempuh upaya hukum lain di PTUN Medan dengan perkara Nomor 146/G/2024/PTUN.Mdn yang dalam pokok perkara cacat formil berdasarkan dalam risalah lelang yang mencatumkan nomor perkara fiktif putusan Nomor 161/Pdt.G/2014/PA Medan yang sekarang lagi berproses,” ungkap Said.

Anehnya lagi, kata Said, Pengadilan Agama tidak menganggap upaya hukum itu ada dan seolah mereka sudah mengetahui hasil upaya hukum itu akan tolak. Jika tidak demikian, maka tidak mungkin Pengadilan Agama melakukan eksekusi.

“Sehingga, menjadi pertanyaan upaya hukum yang lagi berproses di Pengadilan Agama itu sendiri dipertanyakan mau diapakan lagi. Kami juga akan memaparkan kejanggalan dalam proses lelang ke pihak Kejaksaan Negeri Medan untuk ditelusuri karena diduga tidak sesuai aturan,” ungkap Said.

“Kami berharap pihak aparat penegak hukum dalam hal ini Kapolrestabes Medan untuk tidak ikut terlibat untuk mendampingi proses eksekusi lahan tersebut sampai ada keputusan hukum lain yang berkekuatan hukum tetap, sebagaimana saat ini lagi berproses di PTUN dan Pengadilan Agama Medan,” pungkas Said. (dek)

Marhani, Ketua Kloter Wanita Pertama di Embarkasi Medan

Ketua Kloter 10 Embarkasi Medan, Marhani. (Ist)
Ketua Kloter 10 Embarkasi Medan, Marhani. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Kelompok terbang (kloter) 10, Marhani mencatat sejarah sepanjang perjalanan proses penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Medan, dengan menjadi wanita pertama yang memimpin kloter pada musim haji 1446 H/ 2025 M.

“Sebelumnya saya juga pernah bertugas sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2016 dan 2017 serta menjadi jamaah haji regular di tahun 2023,” ungkapnya, Senin (12/5).

Aparatur Sipil Negara (ASN) Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Mandailing Natal tersebut menyampaikan, pengalaman melaksanakan ibadah haji tersebut sangat berharga sebagai bekal untuk melayani jamaah haji di tanah suci.

Sebagai ketua kloter, Marhani akan melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan Pembimbing Ibadah Haji, Pembimbing Haji Derah (PHD), Karu dan Karom serta Pimpinan Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) agar jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar baik yang rukun, wajib dan sunnah.

“Petugas kloter juga akan melakukan kunjungan ke hotel jamaah haji, untuk memantau kondisi kesehatan jamaah serta mendata jamaah yang belum pernah ke masjid Nabawi dan mendamping jamaah tersebut agar mereka merasa di rumah sendiri,” katanya.

Marhani mengungkapkan, untuk mempermudah komunikasi antar petugas juga telah dibuat grup whatsapp sebagai sarana informasi. Grup ini dapat digunakan untuk menyampaikan informasi penting, mengatur jadwal, atau menyampaikan informasi terkini tentang haji.

Sebelum pelaksanaan ibadah haji, Ia juga telah menyiapkan fisik dan mental dengan rajin berolahragaa dan rajin membaca buku manasik haji serta buku-buku agama untuk meningkatkan spiritual.

Marhani mengharapkan jamaah haji Sumatera Utara selalu dalam kondisi sehat, bisa melaksanakan ibadah haji baik yang wajib, rukun dan sunnah dengan lancar dan kembali ke tanah air memperoleh predikat haji mabrur. (man/han)

Polres Tebingtinggi Kawal KKR Paskah GPDI Beribadah

AMANKAN: Jajaran Personel Polres Tebingtinggi melaksanakan pengamanan pelaksanaan KKR Paskah Gabungan Zona V Majelis Daerah Gereja Pentakosta di Indonesia (GPDI) Sumatera Utara. SOPIAN/SUMUT POS
AMANKAN: Jajaran Personel Polres Tebingtinggi melaksanakan pengamanan pelaksanaan KKR Paskah Gabungan Zona V Majelis Daerah Gereja Pentakosta di Indonesia (GPDI) Sumatera Utara. SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Personel Kepolisian Polres Tebingtinggi melakukan pengamanan Perayaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Paskah Gabungan Zona V Majelis Daerah Gereja Pentakosta di Indonesia (GPDI) Sumatera Utara berlangsung dengan lancar di Kota Tebingtinggi.

Kegiatan yang dihadiri jemaat dari berbagai daerah ini mendapat pengamanan maksimal dari Polres Tebingtinggi di Gereja GPDI Pemulihan Jalan Gatot Subroto, Kota Tebingtinggi, Senin (12/5).

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Mulyono menjelaskan bahwa jajaran kepolisian telah ditempatkan di lokasi kegiatan. “Arus lalu lintas tertib, keamanan terjaga dan seluruh rangkaian ibadah berlangsung dalam suasana damai,” jelasnya.

Ditambahkannya, kehadiran personel Polres Tebingtinggi dalam mengawal kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak gereja dan para peserta.

“Tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menunjukkan dukungan nyata terhadap kebebasan beribadah dan keharmonisan antar umat beragama,” jelasnya.

KKR Paskah ini mengangkat tema, Harapan dan Keselamatan Lewat Kematian dan Kebangkitan Kristus yang disampaikan oleh Pdt Frengky Rewah dari Sulawesi Tengah.

Pesan kebangkitan Kristus menggema kuat ditengah ribuan jemaat yang datang dari delapan wilayah GPDI di Zona V, mulai dari Tebingtinggi, Serdang Bedagai, Batu Bara, Pematang Siantar, hingga seluruh kawasan Simalungun. (ian/han)

Pasukan Khusus DPD AMPI Sumut Bakti Sosial Perbaiki Jalan di Desa Tanjung Selamat

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Akses menuju Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, mengalami kerusakan cukup parah. Selain sering mengakibatkan kemacetan pada pagi dan sore hari, juga berisiko mengakibatkan kecelakaan.

Menyikapi kondisi ini, Pasukan Khusus (Pasus) DPD AMPI Sumut menggelar bakti sosial dengan menimbun dan mengaspal jalan tersebut pada Senin (12/5/2025) malam hingga Selasa (13/5/2025) dini hari.

Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat DPD AMPI Sumut, Jolly Sikumbang didampingi pengurus AMPI Sumut lainnya yakni Rahim Harahap, Josua Panggabean dan Riva Nasution, serta Ketua Pasus AMPI Sumut Jimmy Jayaraj, tampak hadir meninjau kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Desa Tanjung Selamat, Syafii Anindita dan sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat setempat.

Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat DPD AMPI Sumut, Jolly Sikumbang mengapresiasi bakti sosial yang dilaksanakan Pasus AMPI Sumut di bawah komando Jimmy Jayaraj. Menurutnya, bakti sosial yang laksanakan Pasus AMPI Sumut ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Biarlah kita berbuat sedikit, tapi banyak manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Jolly di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan bakti sosial ini juga disambut positif dan mendapat dukungan dari Ketua DPD AMPI Sumut dr David Luther Lubis SpOG dan Sekjen Gabriel Nainggolan. “Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan Ketua DPD AMPI Sumut Abangda David Luther Lubis yang kebetulan sedang berhalangan hadir. Beliau mewakilkan kepada saya untuk meninjau kawan-kawan Pasus ini bekerja,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, setelah melakukan peninjauan dan diskusi dengan Pasus AMPI Sumut dan pemerintah Desa Tanjung Selamat, sedikitnya ada empat titik yang akan ditimbun dan dilakukan pengaspalan.

Pertama, persis di atas jembatan Tanjung Selamat. Kedua, di depan masjid. Ketiga, di tikungan jalan, dan keempat di atas tanjakan jalan. “Setelah keempat titik itu disepakati, langsung dilakukan pengerjaan. Untuk pendanaan, ini murni dari Ketua Pasukan khusus AMPI Sumut Bung Jimmy dan tim,” ungkapnya.

Jolly mengaku, sebagai Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat DPD AMPI Sumut, dirinya bertanggung jawab memotivasi kader organisasi untuk berbuat yang kepada masyarakat. “Makanya saya selalu menekankan kepada kader untuk selalu berbuat walaupun sekecil apapun agar keberadaan AMPI bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Jolly atas nama DPD AMPI Sumut mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pasus AMPI Sumut Jimmy Jayaraj yang berinisiatif memperbaiki jalan di Desa Tanjung Selamat ini. “Kami sangat mensuport dan bangga. Semoga kegiatan seperti ini bukan kali ini saja. Insya Allah kalau ada rezeki, kami tentu akan berbuat di daerah lain. Ayo kita tunjukkan bakti kita kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Ketua Pasukan Khusus AMPI Sumut Jimmy Jayaraj mengaku, apa yang mereka lakukan saat ini demi kenyamanan bersama. “Saya hanya ingin berbagi dari sebagian rezeki yang diberikan Yang Kuasa kepada masyarakat khususnya di Desa Tanjung Selamat ini,” katanya.

Jimmy berharap, apa yang mereka lakukan saat ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang melintasi jalan tersebut. “Doakan kami tetap sehat, dilancarkan rezeki, supaya kami dapat berbuat lagi yang lebih baik. Tetap kita berbuat. Walaupun kecil, tapi bermanfaat,” ujarnya..

Dia juga mengungkapkan, malam itu juga dia memohon izin kepada Ketua DPD AMPI Sumut David Luther Lubis untuk melaksanakan kegiatan tersebut. “Ketua berpesan, berbuatlah yang terbaik untuk masyarakat supaya kita dikenal. AMPI itu mempunyai karya nyata, bukan karya kata,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Tanjung Selamat Syafii Anindita mengucapkan ribuan terima kasih kepada DPD AMPI Sumut, terkhusus Ketua Pasukan Khusus Jimmy Jayaraj. “Sebagaimana kita ketahui, sepanjang jalan inilah sering terjadi kemacetan khususnya pada pagi dan sore hari, karena jalannya rusak. Mudah-mudahan dengan bakti sosial Pasus DPD AMPI Sumut ini, kemacetan dapat berkurang. Semoga Pasus dan DPD AMPI Sumut berjaya dan sukses selalu,” pungkasnya. (adz)

IMI Sumut Bangga Mini 4WD Semakin Digemari

POSE: Ketua Pengprov IMI Sumut H Harun Mustafa Nasution pose bersama peserta kejuaraan Mini 4WD Series Indonesia Damper Class IMI Sumut 2025 seri 1 pada Minggu (11/5/2025). (Dok IMI Sumut)
POSE: Ketua Pengprov IMI Sumut H Harun Mustafa Nasution pose bersama peserta kejuaraan Mini 4WD Series Indonesia Damper Class IMI Sumut 2025 seri 1 pada Minggu (11/5/2025). (Dok IMI Sumut)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara H Harun Mustafa Nasution mengapresiasi dan mendukung penuh berlangsungnya kejuaraan Mini 4WD di daerah ini.

Harun Nasution yakin, pecinta miniatur mobil balap (Mini 4WD), sebagai salah satu disiplin lomba dari cabor otomotif, akan semakin berkembang dan digemari masyarakat. Apalagi telah berlangsung event kejuaraan Mini 4WD Series Indonesia Damper Class IMI Sumut 2025 Seri 1 pada Sabtu (10/5/2025) dan Minggu (11/5/2025).

“Kita tentu senang dan bangga karena cabor Mini 4WD semakin diminati masyarakat, salah satunya dapat dilihat dari kegiatan yang berlangsung pada hari ini. Harapan kita tentu saja akan semakin berkembang sehingga bisa dipertandingkan di PON 2028 mendatang,” kata Ketua IMI Sumut di sela-sela menyaksikan event yang digelar di Warung Community (WRC) Jalan Sei Bilah No. 45, Medan pada Minggu.

Dikatakan, cabor Mini 4WD telah dipertandingkan di PON XXI/2024 lalu sebagai cabor eksebisi dengan Medan sebagai tuan rumah. “Tentu saja kita mendorong dan berharap Mini 4WD ini dapat dipertandingkan resmi sebagai salah satu disiplin lomba dari cabor otomotif di PON 2028 mendatang,” ungkap Harun Nasution.

Menurut Harun, cabor Mini 4WD berada di bawah Motorsport Games IMI sejak tahun 2021. Dia mengapresiasi pihak-pihak dan klub yang antusias terus mengembangkan Mini 4WD hingga bisa menjadi olahraga populer saat ini.

Hal ini katanya, menandai gebrakan baru dalam dunia olahraga Indonesia, mengingat Mini 4WD kini mendapatkan kesempatan untuk tampil di panggung nasional.
“Yang awalnya dikenal miniatur mobil dengan penggerak empat roda mempergunakan motor listrik, kini berkesempatan sebagai cabor yang dipertangdingkan pada PON XXII Tahun 2028 di NTB/NTT,” ungkap Ketua IMI Sumut.

Adapun pemenang Kejuaraan Mini 4WD Series Indonesia Damper Class IMI Sumut 2025 seri 1 adalah Tim Funmo di peringkat 1 dan 2, dan disusul Tim WGB di peringkat 3. Sementara gelar Best Time Overall juga dari Tim Funmo.

Sementara Ketua Bidang Digital IT Motorsport Pengprov IMI Sumut, Makdin Arfah Sebayang menyebut, di tahun 2025 ini IMI Sumut mengagendakan sebanyak 6 seri kejuaraan series Mini 4WD dengan kelas IDC (Indonesia Damper Class)
.
Kejuaraan seri 1 mendapatkan antusias yang luar biasa dari para pebalap Mini 4WD. “Kita semua tentu berharap agar kejuaraan bisa berjalan dengan baik dan lancar sampai dengan seri final nantinya pada Oktober 2025,” ungkap Makdin Arfah Sebayang. (dek)