26 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 200

Daftar Kartu Halo Makin Untung, Telkomsel Berikan Tambahan Kuota 30GB/Bulan & Gratis Langganan Platform AI Premium!

Telkomsel kembali menghadirkan penawaran menarik bonus kuota 30GB per bulan untuk pelanggan yang mendaftar layanan Kartu Halo melalui website resmi Telkomsel. Pelanggan yang memilih paket Halo+ kategori Bold, Supreme, maupun Flexy dengan harga mulai dari Rp120 ribu akan mendapatkan tambahan kuota 30GB per bulan selama 6 bulan serta beragam benefit tambahan lainnya seperti gratis berlangganan di platform AI premium
Telkomsel kembali menghadirkan penawaran menarik bonus kuota 30GB per bulan untuk pelanggan yang mendaftar layanan Kartu Halo melalui website resmi Telkomsel. Pelanggan yang memilih paket Halo+ kategori Bold, Supreme, maupun Flexy dengan harga mulai dari Rp120 ribu akan mendapatkan tambahan kuota 30GB per bulan selama 6 bulan serta beragam benefit tambahan lainnya seperti gratis berlangganan di platform AI premium

MEDAN, SMUTPOS.CO – Telkomsel kembali menghadirkan penawaran menarik bonus kuota 30GB per bulan untuk pelanggan yang mendaftar layanan Kartu Halo melalui website resmi Telkomsel. Pelanggan yang memilih paket Halo+ kategori Bold, Supreme, maupun Flexy dengan harga mulai dari Rp120 ribu akan mendapatkan tambahan kuota 30GB per bulan selama 6 bulan serta beragam benefit tambahan lainnya seperti gratis berlangganan di platform AI premium.

GM Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E Setyobudi, mengatakan “Melalui program ini, kami ingin memberikan pengalaman digital terbaik untuk pelanggan. Dengan tambahan kuota besar dan akses layanan platform AI premium, Telkomsel berharap dapat memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan yang semakin dinamis dan bernilai tambah.”

Khusus untuk pelanggan Halo+ Flexy, selain mendapatkan kuota utama sebesar 65GB dan tambahan kuota 30GB/bulan, juga akan menikmati akses internet unlimited untuk aplikasi Zoom serta gratis langganan platform AI, Perplexity Pro selama 12 bulan. Paket tersebut dapat dibeli dengan harga hanya Rp120 ribu. Paket ini juga menjadi solusi ideal untuk mendukung gaya hidup digital yang aktif, baik untuk kebutuhan kerja, belajar, hingga hiburan.

Program ini berlaku untuk pelanggan baru yang melakukan aktivasi melalui situs resmi Telkomsel. Untuk informasi lebih lanjut dan daftar paket Halo, dapat mengunjungi halaman berikut tsel.id/daftarhalo.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk terus membuka lebih banyak peluang akses konektivitas digital berkualitas, yang mendukung produktivitas dan gaya hidup digital pelanggan di berbagai daerah” Pungkas Agung.(rel)

Perdana Jabat Kajari Nisel, Edmond Novvery Purba Lakukan Restorative Justice terhadap Kasus KDRT

BERSAMA: Kajari Nisel Edmond Novvery Purba, diabadikan bersama tersangka dan korban usai restorative justice, Rabu (23/7).
BERSAMA: Kajari Nisel Edmond Novvery Purba, diabadikan bersama tersangka dan korban usai restorative justice, Rabu (23/7).

SUMUTPOS.CO – Perdana menjabat Kajari Nias Selatan (Nisel), Edmond Novvery Purba langsung melaksanakan proses penyelesaian perkara melalui restorative justice (RJ) terhadap tersangka Yanuari Duho alias Ama Erna, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Rabu (23/7) lalu, sekira pukul 19.10 WIB.

Dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Edmond, didampingi Kasi Intelijen Alex Bill Mando Daeli, Kasi Pidum Juni Kristian Telaumbanua, menjelaskan kronologis kejadian. Bermula pada Senin, 5 Mei 2025, sekira pukul 19.00 WIB, setelah bekerja di sawah saksi korban bersama-sama dengan saksi Melia alias Ina Erna, pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya dirumah saksi korban dan saksi berinisial MZ, langsung masuk ke dalam rumah. Kemudian saksi korban menyimpan dan merapikan peralatan.

Beberapa saat kemudian, tersangka Yanuari Duho pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motornya. Selanjutnya tersangka menghampiri lalu menarik tangan kanan saksi MZ dengan tangan kiri tersangka dengan maksud mengajak saksi MZ untuk berbicara, namun MZ tidak ingin berbicara dengan tersangka. Mendapat penolakan tersebut, tersangka tetap memaksa MZ untuk berbicara sambil menarik tangan.

Sehingga saksi korban yang melihat hal tersebut langsung menghampiri tersangka.

“Pa, jangan tarik-tarik tangan mamaku, lagi sakit mamaku itu,” tutur saksi korban.

Setelah mendengar perkataan saksi korban tersebut, tersangka melepaskan genggaman tangannya dari tangan saksi MZ, kemudian dengan keadaan emosi tersangka menghampiri saksi korban lalu menggenggam tangan kanan saksi korban hingga tangan saksi korban lebam kemerahan.

Selanjutnya tersangka menarik tangan saksi korban dan menampar pipi sebelah kiri saksi korban dengan menggunakan tangan kanannya sebanyak satu kali, kemudian tersangka memukul lengan kiri bagian atas saksi Korban sebanyak satu kali, dan memukul punggung belakang bagian bawah saksi korban.

Setelah itu saksi korban dan saksi MZ hendak meninggalkan tersangka di rumahnya, namun tersangka langsung menjambak rambut saksi korban dan membawanya ke depan rumah dengan cara menarik baju saksi korban. Kemudian tersangka kembali menarik saksi korban ke dalam rumah, lalu pergi keluar rumah dan meninggalkan saksi korban.

Akibat perbuatan tersangka, saksi korban mengalami lebam kemerahan di punggung belakang bagian bawah, dan luka lebam kemerahan pada tangan kanan atas sebelah kanan, yang diakibatkan oleh kekerasan (trauma) benda tumpul, sebagaimana hasil visum et repertum Nomor: 441/0254/PKM-LLW/V/2025 tertanggal 14 Mei 2025.

Berdasarkan Pasal 5 Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020, tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Perkara, tindak pidana dapat ditutup demi hukum dan dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif.

“Dalam hal ini tersangka memenuhi semua syarat pelaksanaan penyelesaian berdasarkan restorative justice. Proses ini telah mendapatkan persetujuan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, sebagaimana tercantum dalam Surat Persetujuan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Nomor: R-253/L.2/Etl.2/07/2025 tertanggal 21 Juli 2025”, ungkap Edmond.

Edmond juga mengatakan, dalam rangka penyelesaian perkara ini, Kejari Nisel mengeluarkan surat ketetapan penyelesaian perkara berdasarkan keadilan restoratif, dengan Nomor: PRINT-549/L.2.30/Eku.2/07/2025, tertanggal 23 Juli 2025.

“Dalam hal ini, tersangka dan korban adalah seorang ayah dan anak, dua jiwa yang terikat oleh darah dan kasih sayang. Kami menyadari, dalam perjalanan hidup, kesalahan bisa terjadi. Namun kami berharap melalui restorative justice, luka yang ada dapat sembuh, tidak hanya melalui hukuman, namun dengan saling memaafkan dan memberi kesempatan bagi kedua pihak untuk menemukan kedamaian,” jelas Edmond.

“Kami berharap, kedamaian dan pengertian akan kembali terjalin, dan dengan demikian membangun kembali rasa cinta serta kepercayaan yang mungkin sempat hilang. Melalui pendekatan ini, diharapkan keduanya dapat melangkah bersama menuju kehidupan keluarga yang lebih harmonis dan penuh kasih. Kami berharap, penyelesaian perkara melalui restorative justice ini, dapat memberikan rasa keadilan yang hakiki bagi korban, serta memberikan efek jera bagi pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya,” pungkas Edmond. (mag-8/saz)

Polrestabes Medan Sidak Toko Beras di Medan

SIDAK: Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto (tengah) saat melakukan sidak ke toko ritel di Medan.(Gusman/sumutpos)
SIDAK: Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto (tengah) saat melakukan sidak ke toko ritel di Medan.(Gusman/sumutpos)

SUMUTPOS.CO – MENGANTISIPASI beredarnya beras oplosan di masyarakat, Polrestabes dan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko dan ritel penjual beras. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto mengatakan, pihaknya bersama Dinas Ketapang Kota Medan sebelumnya melakukan sidak di dua toko beras dan dua ritel modern.

Dari sidak tersebut, mereka mengambil sampel beberapa merek beras untuk dilakukan uji laboratorium. “Kemarin ada dua tokon
beras dan dua ritel modern di Jalan Sibayak dan Jalan Sisingamangaraja Medan. Untuk sampel pengecekan awal. Saat ini kita masih menunggu hasil lab dari Dinas Ketapang,” kata Bayu, Kamis (24/7).

Menurutnya, sidak yang dilakukan Tim Gabungan dari Dinas Ketapang Kota Medan dan Polrestatabes Medan guna mengantisipasi peredaran beras oplosan. “Jadi ini langkah preventif kita untuk mengantisipasi peredaran beras oplosan di Kota Medan. Kan sudah diumumkan Kementerian Pertanian, beras yang dilabel kemasan bertuliskan premium, tapi isinya juga dicampur dengan kualitas medium,” tuturnya.

Jika ditemukan, lanjutnya, pihaknya akan mengambil langkah tegas, baik terhadap toko maupun kilang yang merupakan pemasok beras itu sendiri. “Kalau hasil uji lab ditemukan beras oplosan, kita melakukan tindakan represif. Bisa penarikan dari toko atau penindakan terhadap kilangnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut juga melakukan sidak ke salah satu swalayan di Jalan Karya Jaya, Medan Johor, Kamis (17/7). Hasilnya, ditemukan beras premium yang diduga tidak sesuai standar mutu.

Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Edriyan Wiguna menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari pengawasan distribusi pangan agar sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Kami tidak ingin masyarakat dirugikan akibat produk pangan yang tidak sesuai standar. Setiap pelaku usaha wajib memastikan mutu dan kejelasan informasi dalam kemasan. Bila terbukti melanggar, tentu akan kami tindak sesuai hukum,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Edriyan, polisi sedang mengumpulkan dokumen dari perusahaan terkait, menguji sampel beras di laboratorium Disperindag Sumut, serta menjadwalkan pemanggilan pihak produsen untuk klarifikasi. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perdagangan, Dinas Perizinan, dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumut sebagai bagian dari tindak lanjut.

“Polda Sumut menegaskan komitmennya dalam melindungi konsumen dan menciptakan iklim perdagangan yang adil serta bertanggung jawab di wilayah Sumatera Utara,” tandasnya. (man/adz)

Sekolah Rakyat untuk SD Perlu Dipertimbangkan, Anak Kelas 1-3 SD Tidak Layak Tinggal di Asrama

sekolah dasarMEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekolah Rakyat untuk jenjang SMP sudah berjalan di empat daerah di Provinsi Sumatera Utara. Kabarnya, Sekolah Rakyat untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan segera digelar. Namun, pengamat pendidikan Dr Dionisius Sihombing SPd MSi meminta pemerintah untuk mempertimbangkan secara matang terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat tingkat SD.

Menurut Dionisius, Sekolah Rakyat merupakan program mulia dari Presiden Prabowo Subianto yang patut didukung. “Melalui program ini, Presiden Prabowo ingin menjadikann
pendidikan bisa dirasakan semua anak usia sekolah, terkhusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrim,” kata Dion kepada wartawan, Kamis (24/7).

Namun, Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikan Citra Sumut ini meminta agar program Sekolah Rakyat untuk tingkat SD perlu dipertimbangkan lebih matang. “Kalau saran saya, Sekolah Rakyat ini untuk anak-anak kelas 4, 5, 6, SMP, dan SMA saja. Sebab jika diterapkan untuk anak-anak kelas 1, 2, dan 3, mereka masih butuh perhatian khusus dari keluarga,” terangnya.

Menurutnya, para orangtua juga tidak akan mudah melepas anaknya yang masih butuh perhatian dari keluarga. “Jadi mereka belum tepat untuk tinggal di asrama,” ujarnya.
“Atau mungkin juga untuk kelas rendah (kelas 1-3) tadi, dipertimbangkan untuk sekolah sampai sore dan setelah itu kembali kepada keluarga. Tapi pembiayaan penuh bagi mereka tetap diberikan, seperti mereka yang tinggal di asrama, bagaimana bentuknya bisa disesuaikan,” saran Dion.

Dia juga menegaskan, Sekolah Rakyat ini tidak akan berdampak terhadap sekolah umum, karena Sekolah Rakyat ini khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrim. “Jadi perlu disikapi program ini dengan baik dan didukung, dengan catatan pemerintah melaksanakan secara serius supaya benar-bebar tujuan yang diharapkan terwujud,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Sumut Asren Nasution mengatakan, pihaknya sudah siap melaksanakan program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026. Menurut Arsen, untuk tahap awal pelaksanaan Sekolah Rakyat ada 6 titik, dengan 625 siswa yang menyasar pada siswa dari kalangan rentan dan kurang mampu. Serta akan mengintegrasikan pendekatan pendidikan berbasis sosial, vokasi, dan karakter.

Adapun 6 titik lokasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat meliputi dua lokasi di Kota Medan, satu lokasi di Kabupaten Deliserdang, di Kota Tebingtinggi, Kota Padang Sidimpuan, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. “Pada tahap awal, kegiatan belajar-mengajar akan memanfaatkan enam unit aset yang tersedia. Yakni 2 aset milik Kemensos, 1 aset milik Pemprovsu, 1 aset milik Pemkab Tapanuli Selatan, dan 1 aset milik Universitas Islam Negeri Sumut (UINSU),” ucap Asren, kemarin.

Dia menambahkan, untuk gedung-gedung akan digunakan juga telah disiapkan untuk menjalankan operasional tahap pertama, sambil menunggu pembangunan gedung permanen oleh pemerintah pusat yang direncanakan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027. “Untuk pelaksanaan pembelajaran terbagi menjadi tiga kategori waktu. Kategori 1A mulai belajar pada 14 Juli 2025, 1B mulai belajar 1 Agustus 2025, dan 1C mulai pada minggu kedua Agustus 2025,” ucapnya.

Mantan Kadisdik Sumut itu menyatakan, program Sekolah Rakyat di Sumut diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas. “Kolaborasi antarpihak-pemerintah pusat, provinsi, dan daerah-disebut sebagai kunci sukses keberlangsungan program ini ke depan,” ujarnya.

Sedangkan Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik mengatakan, pihaknya mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan dan telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurut Syukri, persetujuan ini merupakan langkah awal untuk melanjutkan proses finalisasi perencanaan pembangunan yang akan dilakukan oleh kementerian terkait. “Ini merupakan bagian dari komitmen Pemko Sibolga untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur pendidikan yang merata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Diungkapkan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas nasional yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

“Sekolah Rakyat dirancang sebagai lingkungan pembelajaran yang mendukung pencapaian mutu pendidikan optimal. Kawasan Parombunan dinilai tepat karena lokasinya strategis dan jauh dari kebisingan, sehingga kondusif bagi kegiatan belajar-mengajar,” katanya.

Syukri berharap, keberadaan Sekolah Rakyat nantinya dapat menjadi solusi konkret dalam menciptakan kesetaraan akses pendidikan, serta turut membangun sumber daya manusia yang unggul untuk masa depan.

Sementara Koordinator Bidang PKH, Dinsos Sumut, Muslim ketika dikonfirmasi mengatakan, jika belum ada informasi terkait pembukaan sekolah di tengah ajaran baru. “Belum ada informasi, terkait adanya pembukaan sekolah rakyat di tengah ajaran baru, karena menurut informasi ada beberapa tahap juga ada Kategori 1A mulai belajar pada 14 Juli 2025, 1B mulai belajar 1 Agustus 2025, dan 1C mulai pada minggu kedua Agustus 2025,” ucap Muslim.

Dijelaskan, kategori 1 A, 1 B dan 1C merujuk pada kesiapan titik lokasi yang akan dilakukan untuk pelaksanaan sekolah rakyat. “Jika kita melihat di kategori 1 A, yang sudah dilaksanakan sekolah Rakyat yang ada di Balai Bahagia Medan, Balai Insyaf Deli Serdang dan UIN Tebing Tinggi,”ucapnya.

Kemudian, lanjut Muslim untuk pelaksanaan kategori 1 B itu berada di Padangsidimpuan. “Tapi untuk titik 1 B belum bisa dipastikan, karena masih menunggu tempat pelaksanaan sekolah rakyat, siap atau tidak,”ucapnya.

Muslim mengatakan, jika kategori waktu berdasarkan pada tempat maupun titik lokasi, maupun persiapan tempat untuk dilakukan sekolah rakyat. “Mudah-mudahan untuk kategori 1 B, bida berjalan nantinya,”ucapnya. (mag-2/san/adz)

46 Tersangka Karhutla di Riau Sudah Diamankan, Kapolri Soroti Unsur Kesengajaan

ilustrasi karhutla.

PEKANBARU, SUMUTPOS.CO – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan pemantauan langsung terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dengan patroli udara menggunakan helikopter, Kamis (24/7). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengevaluasi kesiapan lintas sektoral dalam menangani ancaman asap dan kerusakan lingkungan di Bumi Lancang Kuning.

“Saya lihat tadi titik api masih tetap ada sehingga kemudian ada penggunaan water bombing dan juga modifikasi TMC ya,” ujar Jenderal Sigit usai melakukan pemantauan udara.

Kapolri menyampaikan, koordinasi lintas sektor antara TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan berbagai stakeholder telah dijalankan secara masif. Ia menekankan pentingnya melakukan penanganan secara cepat dan terintegrasi agar karhutla tidak semakin meluas.

“Memang kalau kita lihat beberapa upaya sebenarnya sudah dilakukan dari awal mulai dari pencegahan, edukasi, sosialisasi, dan kemudian tentunya melakukan upaya untuk terus mengaktifkan aplikasi yang kita miliki untuk terus bisa memonitor sekaligus tentunya yang kita harapkan respons cepat manakala ada titik hotspot,” ungkap Sigit.

Dalam proses pemadaman, tim gabungan telah memaksimalkan penggunaan peralatan darat dan udara. Di antaranya pemanfaatan helikopter water bombing dan penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menurunkan hujan buatan di area rawan terbakar.

Menurut Sigit, salah satu fokus utama saat ini adalah mencegah munculnya titik api baru, terutama yang diakibatkan oleh aktivitas manusia yang disengaja. Pencegahan menjadi kunci untuk memutus siklus kebakaran berulang yang setiap tahun mengancam wilayah Sumatera.

“Oleh karena itu tentunya memang penting untuk tidak lagi ada tambahan hotspot ataupun titik api, khususnya yang muncul dari unsur kesengajaan,” tegas Kapolri.

Langkah tegas, respons cepat, dan kolaborasi lintas sektor menjadi tiga pilar utama yang ditegaskan Kapolri dalam menghadapi karhutla di Riau. Selain pemadaman, upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran juga akan terus digencarkan guna memberi efek jera dan melindungi ekosistem yang rentan.

Sigit juga menegaskan, penanganan karhutla di Riau memerlukan kolaborasi seluruh pihak. Sinergi antar instansi, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam merespons ancaman kebakaran yang terus berulang setiap tahun.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status tanggap darurat terhadap karhutla. “Jadi tentunya ini menjadi PR karena memang butuh kolaborasi, kerja keras antara seluruh stakeholder untuk terus waspada dan mudah-mudahan upaya yang kita lakukan bisa terus ditingkatkan sehingga titik api betul-betul bisa berkurang,” kata Sigit.

Sigit juga mengaku sudah menerima laporan dari Kapolda Riau terkait unsur kesengajaan dalam kasus karhutla. Hingga saat ini, Polda Riau telah menetapkan 46 orang sebagai tersangka pelaku pembakaran lahan. “Telah dilakukan penegakkan hukum sebesar 46 tersangka yang diamankan,” ujar Sigit.

Kepolisian dan pihak terkait akan terus meningkatkan kesiapsiagaan, terlebih dengan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau. Menurut Sigit, kewaspadaan sejak dini adalah langkah penting untuk mencegah meluasnya karhutla. “Dari awal kita mengetahui sudah ada potensi karhutla sehingga kemudian upaya kita untuk betul-betul lebih waspada,” tutup Sigit.

Penegasan ini memperlihatkan keseriusan Polri dalam mendorong upaya kolektif demi menekan risiko karhutla. Diharapkan, dengan pendekatan kolaboratif dan tegas, kebakaran hutan dan lahan di Riau dapat dikendalikan lebih efektif. (jpc/adz)

Persiapan Porkot 2025, KONI Medan Tekankan Pentingnya Koordinasi

Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal (baju biru) ketika memimpin rapat persiapan Porkot Medan 2025 di Sekretariat KONI Medan, Kamis (24/7/2025). (Dok KONI Medan)
Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal (baju biru) ketika memimpin rapat persiapan Porkot Medan 2025 di Sekretariat KONI Medan, Kamis (24/7/2025). (Dok KONI Medan)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Koordinator Olahraga Kecamatan (Korcam) diminta untuk koordinasi dengan pihak kecamatan. Itu merupakan salah satu langkah untuk mensukseskan pelaksanaan Pekan Olah Raga Kota (Porkot) Medan XV tahun 2025.

Demikian pesan Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE pada rapat koordinasi persiapan Porkot Medan 2025 di Sekretariat KONI Medan, Jalan Kemiri II Kelurahan Sudirejo II Kecamatan Medan Kota, Kamis (24/7/2025). Rapat ini diikuti 16 cabang olahraga dan 7 Korcam.

Aswindy menegaskan, untuk mensukseskan Porkot Medan 2025 harus ada keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan. “Peran camat pada Porkot ini cukup besar. Porkot merupakan ajangnya kecamatan, sehingga camat harus terlibat,” tegas Aswindy didampingi Sekretaris Umum KONI Medan Helty Susilo SE, Wakil Ketua Halomoan Samosir dan Suryadi.

Untuk itu, Aswindy berharap semua pihak harus saling berkoordinasi dan kolaborasi. Sebab, Porkot ini merupakan barometer olahraga di Kota Medan menuju even yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Provinsi maupun nasional.

Dalam rapat ini sejumlah pengurus cabor mengeluhkan ketiadaan anggaran, sehubungan minimnya perhatian terutama dari pihak kecamatan. “Bagaimana atlet akan bangkit dan berprestasi jika tidak didukug dengan anggaran,” keluh perwakilan cabang catur, Erwin Sebayang.

Sekretaris Umum KONI Medan Helty Susilo mengatakan, itulah pentingnya koordinasi antara korcam, pengurus cabor dan pihak kecamatan. “Saya pikir tidak ada kecamatan di Kota Medan ini yang tidak mendukung pelaksanaan Porkot. Sebab even ini membawa nama kecamatan,” tegas Helty.

Wakil Ketua Umum KONI Medan, Halomoan Samosir juga menekankan pentingnya koordinasi. “Porkot merupakan program Pemko Medan yang dikerjakan KONI Medan. Semua pihak pasti mendukung,” tegasnya. (dek)

PLN Perkuat Sinergi di Mandailing Natal, Wujudkan Semangat Kemerdekaan melalui Listrik Merata dan Andal

Manajemen PLN UP3 Padangsidimpuan saat berfoto bersama dengan Bupati Mandailing Natal beserta Jajaran.
Manajemen PLN UP3 Padangsidimpuan saat berfoto bersama dengan Bupati Mandailing Natal beserta Jajaran.

PANYABUNGAN, SUMUTPOS.CO – Jelang Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus menghadirkan semangat kemerdekaan melalui upaya pembangunan yang merata dan pelayanan listrik yang andal hingga ke pelosok daerah. Salah satu wujud nyatanya adalah melalui kunjungan resmi PLN UP3 Padangsidimpuan ke Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Selasa (22/7/2025).
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Manager PLN UP3 Padangsidimpuan Yessi Indra, beserta jajaran manajemen ini disambut langsung oleh Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, dan membahas berbagai isu strategis terkait peningkatan layanan kelistrikan dan penguatan program Listrik Desa di wilayah Kabupaten Mandailing Natal.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menegaskan bahwa langkah sinergis seperti ini merupakan bagian dari peran aktif PLN sebagai BUMN dalam mendukung pemerataan pembangunan, terutama pada aspek ketenagalistrikan.
“Dalam semangat kemerdekaan, PLN hadir tidak hanya untuk menyalakan lampu, tapi juga menyalakan harapan dan pertumbuhan. Sinergi dengan pemerintah daerah seperti Pemkab Madina sangat penting agar program elektrifikasi, khususnya listrik desa, dapat berjalan cepat, tepat, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ahmad Syauki.
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, menyampaikan apresiasi kepada PLN dan harapan agar kolaborasi terus diperkuat dalam rangka percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Harapan kami, PLN terus menghadirkan listrik yang andal dan merata ke seluruh wilayah Madina, sehingga masyarakat bisa menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya melalui akses energi yang berkeadilan,” kata Saipullah.
Dalam kesempatan yang sama, Manager PLN UP3 Padangsidimpuan, Yessi Indra, menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dalam menjalankan program ketenagalistrikan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemkab Mandailing Natal. Dengan kolaborasi ini, kami semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan keandalan, dan memperluas jangkauan listrik desa sebagai bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan terang hingga ke pelosok negeri,” ujar Yessi.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, PLN optimis dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah-wilayah strategis, termasuk daerah tertinggal dan pelosok. PLN UID Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan layanan listrik yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkeadilan. Sebagai bagian dari semangat kemerdekaan dan kontribusi nyata BUMN untuk Indonesia. (rel/ila)

Senator Penrad Siagian Pulang Kampung, Bahas Revisi UU ASN hingga Usulkan PSN di Labuhanbatu

Anggota Komite I DPD RI Penrad Siagian menyerahkan cenderamata kepada Wakil Bupati Labuhanbatu H Jamri di Kantor Bupati, Rabu (23/7).
Anggota Komite I DPD RI Penrad Siagian menyerahkan cenderamata kepada Wakil Bupati Labuhanbatu H Jamri di Kantor Bupati, Rabu (23/7).

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Anggota Komite I DPD RI Pdt Penrad Siagian melakukan kunjungan kerja ke tanah kelahirannya, Kabupaten Labuhanbatu. Dalam kunjungan tersebut, Penrad bertemu Wakil Bupati Labuhanbatu, H Jamri di Kantor Bupati, Rabu (23/7/2025).

Penrad menegaskan, kunjungan ini bukan sekadar pulang kampung, melainkan bagian dari tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat asal Labuhanbatu. “Ini adalah bagian dari semangat membangun kampung. Saya yang lahir dan besar di sini, berasal dari sini, dan berangkat merantau dari sini,” katanya.

Ia menegaskan, selain mempertanggungjawabkan suara masyarakat yang memilihnya, ia memiliki utang moral untuk ikut membangun Labuhanbatu dan Sumatera Utara pada umumnya. Dalam pertemuan itu, Penrad ingin mendapatkan masukan atas revisi UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan UU Nomor 2 tahun 2021 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan umum. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan agar ASN tidak dijadikan alat politik oleh kelompok tertentu.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati H Jamri memberikan masukan agar penataan ASN tidak diatur secara sentral dari Pemerintah Pusat. “Untuk masalah ASN ini, saya rasa teman-teman dari OPD ataupun dinas ini tidak akan ada yang setuju. Jangankan dipindah ke luar provinsi, di antara kabupaten saja sudah mikir semua ini Pak. Jadi terkait masalah UU ASN nanti, kita tidak sependapat jika ahli madya ditarik semua ke Pusat,” kata Jamri.

Penolakan serupa juga disampaikan Camat Bilah Hilir, Ridwan Harahap. “Soal rencana pemindahan ASN ini terlalu jauh Pak. ASN di Labuhanbatu, saya salah satu di antaranya, kurang sependapat kalau ada wacana ASN ahli madya akan ditempatkan di seluruh Nusantara,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Penrad juga mendorong hadirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) di Labuhanbatu. Menurutnya, PSN akan mendatangkan investasi dan menggerakkan fiskal daerah. “Minimal satu PSN harus ada di Labuhanbatu. Tentu saya berharap kita bisa berdiskusi dan memetakan potensi yang layak dijadikan PSN,” ujarnya.

Ia meminta Pemkab mematangkan perencanaan dan rekomendasi PSN agar tidak memicu konflik. Penrad juga mengingatkan pentingnya komunikasi dengan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Jamri menyoroti kondisi lahan yang ada di Labuhanbatu sebagian besar sudah dikuasai korporasi. “Terkait lahan, saat ini yang ada adalah PSN tol Kisaran-Labuhanbatu, hanya saat ini sedang berhenti. Jika mungkin ada PSN untuk pangan, mungkin bisa dibuat percontohan ketahanan pangan. Sebenarnya, semua lahan kita ini sudah dikuasai korporasi,” ucapnya.

“Jadi, luasannya pun sudah luasan PT semua. Oleh karena itu harapan kita semua kepada Bapak Penrad, mohon kiranya ini menjadi perhatian dan atensi kepada bapak bagaimana pihak perusahaan ini bisa berkolaborasi dengan seluruh pemerintah sesuai dengan anjuran Presiden Prabowo Subianto agar perusahaan-perusahaan betul-betul berkontribusi untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Penrad juga menyampaikan adanya laporan terkait status tanah di Jalan Urip Sumodiharjo yang disebut milik DSM atau PT KAI. Isu penggusuran lahan ini, ujarnya, memicu keresahan warga Jalan Urip.

“Saya mengajak Pemkab Labuhanbatu untuk menyelesaikan persoalan ini. Secara khusus tim saya tentu akan melakukan verifikasi dokumen termasuk membangun kronologi dan menggali sejarahnya. Ribuan masyarakat sudah lama tinggal di sana. Enggak mungkin Jalan Urip itu kita gusur semua begitu saja, harus ada skema yang adil,” tegasnya.

Ia berjanji mendampingi warga untuk mendapatkan haknya, bernegosiasi dengan PT KAI agar masyarakat yang sudah puluhan tahun menempati kawasan tersebut bisa medapatkan kepemilikan sah melalui sertifikat hak milik (SHM). “Paling tidak kita harus melobi Kementerian ATR/BPN, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan untuk pelepasan aset negara,” katanya.

Di akhir pertemuan, Penrad menyoroti pentingnya peningkatan dana bagi hasil sektor perkebunan. Labuhanbatu seperti dikatakan tanahnya hampir sudah digunakan oleh korporasi, maka harus ada perubahan sinkronisasi dan perubahan mengenai dana bagi hasil dari sektor perkebunan.

Ia meminta Pemkab menyediakan data perusahaan perkebunan untuk menghitung potensi dana bagi hasil lebih besar. “Kami ingin Labuhanbatu mendapatkan porsi yang layak dari sektor perkebunan yang selama ini menjadi tumpuan daerah,” pungkas Penrad. (adz)

TMMD ke-125 Wilayah Kodim 0205/TK , Ruas Jalan Barusjahe-Serdang Bakal Dibuka

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting, melakukan penandatanganan naskah serah terima Program TMMD ke-125 Tahun Anggaran (TA) 2025. Penandatanganan disertai dengan penyematan tanda peserta dan penyerahan perangkat kerja ini, dilakukan dalam upacara sekaligus membuka TMMD ke-125 TA 2025 di Wilayah Kodim 0205/TK Korem 023/KS Kodam I/BB di Lapangan SD Negeri Tigajumpa, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Rabu (23/7).

Pada kegiatan yang mengangkat tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah”, Antonius menyatakan, TMMD ini bertujuan untuk mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Semoga kekompakan dan sinergisitas antara TNI dan masyarakat akan senantiasa terjalin erat,” ungkap Antonius.

Kegiatan TMMD ke-125 TA 2025 di Kabupaten Karo ini, meliputi pembukaan ruas jalan Barusjahe-Serdang, Kecamatan Barusjahe. Kegiatan ini terdiri dari pekerjaan pembentukan badan jalan, box culvert, tembok penahan, rabat beton, parit gendong beton, sumur bor, dan pengerasan jalan.

Bersama ini, juga dilakukan penandatanganan naskah serah terima Program TMMD Ke-125 TA 2025 oleh Bupati Karo, serta penyematan tanda peserta dan penyerahan perangkat kerja. (deo/saz)