29 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 212

Turun Langsung ke Sipiongot Tinjau Jalan Rusak, Ketua PII Kota Medan Apresiasi Gubsu Bobby Nasution

Ketua Pengurus Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Medan sekaligus Pengurus Pusat Malik Assalih Harahap ST MM IPM bersama Ketua Umum Pengurus Pusat PII Dr Ing Ir Ilham Akbar Habibie MBA IPU di di sela pelantikan Pengurus Pusat PII Priode 2024-2027.
Ketua Pengurus Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Medan sekaligus Pengurus Pusat Malik Assalih Harahap ST MM IPM bersama Ketua Umum Pengurus Pusat PII Dr Ing Ir Ilham Akbar Habibie MBA IPU di di sela pelantikan Pengurus Pusat PII Priode 2024-2027.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) M Bobby Afif Nasution, baru-baru ini turun langsung meninjau kondisi jalan provinsi yang rusak parah, mulai dari Kabupaten Labuhanbatu menuju Padanglawas Utara (Paluta), hingga Tapanuli Selatan (Tapsel). Hal ini mendapat apresiasi dari Ketua Pengurus Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Medan, Ir Malik Assalih Harahap ST MM IPM.

Malik Harahap yang merupakan putra asli Paluta menyampaikan, kehadiran langsung Gubernur Bobby Nasution melihat kondisi ruas jalan provinsi dari Sigambal, perbatasan Paluta hingga ruas jalan Sipiongot–Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan, menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperhatikan infrastruktur vital yang menghubungkan berbagai kabupaten.

“Gubsu turun langsung menelusuri jalan-jalan yang kondisinya rusak parah dengan medan yang ekstrem, tentu ini mendapatkan dukungan dan apresiasi besar dari masyarakat. Karena jalan tersebut merupakan urat nadi yang menghubungkan Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas Utara, dan Tapanuli Selatan,” ujar Malik Harahap dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos.co, Minggu (27/4).

Malik yang juga Pengurus Pusat PII periode 2024–2027 menilai, langkah Bobby sejalan dengan visi misi yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Utara, yakni “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan.”

“Dengan wilayah Sumatera Utara yang luas serta keterbatasan APBD, diperlukan program prioritas dan merata. Turunnya Gubsu langsung ke lapangan, merupakan bukti konkret dalam mewujudkan Sumut yang lebih maju,” tambahnya.

Dalam membangun infrastruktur di wilayah yang sangat luas, Malik juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta stakeholder lainnya.

“Termasuk peran dari para insinyur dalam memberi masukkan untuk pembangunan infrastruktur berkualitas dan bermutu dan efesien. Kolaborasi itu sangat diperlukan untuk mewujudkan Sumatera Utara yang unggul, maju dan berkelanjutan,” pungkas Malik yang juga Wasekjend DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Periode 2018-2023. (adz)

Di Momen Halal Bihalal, Yaspendhar Berikan Bantuan Dana Umroh untuk Tiga Karyawan

Tiga karyawan Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) menerima bantuan dana umrah pada momen halal bihalal yang digelar di Aula Yayasan, Jalan Iman Bonjol Medan, Sabtu (26/4/2025).
Tiga karyawan Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) menerima bantuan dana umrah pada momen halal bihalal yang digelar di Aula Yayasan, Jalan Iman Bonjol Medan, Sabtu (26/4/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) mengadakan halal bihalal di Aula Yaspendhar, Jalan Iman Bonjol Medan, Sabtu (26/4). Di momen ini, yayasan memberikan bantuan dana umroh secara simbolis kepada tiga karyawan, masing-masing sebesar Rp25 juta.

Selain bantuan dana Umroh, yayasan juga memberikan santunan haji untuk 4 karyawan lainnya. “Ya, paling tidak semacam setawar sedingin buat mereka,” kata Ketua Umum Yaspendhar Dr Tapi Rondang Ni Bulan, SE, MSi di sela-sela acara.

Menurut Tapi Rondang, halal bihalal tahun ini terasa berbeda karena diisi oleh banyak kegiatan. Selain pemberian dana bantuan umroh dan santunan haji, Yayasan juga memberikan banyak hadiah atau doorprize bagi para karyawan, guru, dan dosen yang hadir. Selain itu juga selingi hiburan oleh para guru.

“Dengan adanya halal bihalal ini, kami berharap silaturahim keluarga besar Yaspendhar terus terjaga dan eksistensi yayasan semakin baik. Intinya, momen halal bihalal hari ini untuk menyamakan persepsi kita semua,” ujar Tapi Rondang.

Sementara, Kepala Humas Yaspendhar Hafriz Hafas berharap, dengan adanya halal bihalal ini para guru, dosen, dan karyawan, menjadi semakin bersemangat untuk terus berkarya, memberikan yang terbaik kepada Yaspendhar. “Dan saya berharap, kawan-kawan semakin kompak,” ujarnya.

Acara halal bihalal ini dihadiri oleh para guru, dosen dan karyawan Yaspendhar baik itu dari kampus 1, kampus 2 dan kampus 3, tampak hadir juga pembina Yayasan Prof Amrin Saragih, MA, P.h.D, pengurus yayasan dan pengawas yayasan. (adz)

Aliansi Ormas Islam Minta Wali Kota Medan Segerakan Sertifikasi Masjid dan Pengelolaan Islamic Center

Para narasumber dalam Dialog Keumatan yang digelar dalam rangkaian halal bihalal Wali Kota Medan bersama Aliansi Ormas Islam di Aula MUI Kota Medan, Jumat (25/4/2025). Foto: Dokumentasi Aliansi Ormas Islam
Para narasumber dalam Dialog Keumatan yang digelar dalam rangkaian halal bihalal Wali Kota Medan bersama Aliansi Ormas Islam di Aula MUI Kota Medan, Jumat (25/4/2025). Foto: Dokumentasi Aliansi Ormas Islam

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Aliansi Ormas Islam siap mendukung seluruh program Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan siap bahu membahu agar visi dan misi Pemerintah Kota Medan dapat berjalan sesuai harapan.

Hal ini terungkap dalam halal bihalal Wali Kota Medan bersama Aliansi Ormas Islam di Aula MUI Kota Medan, Jumat (25/4/2025). Halal bihalal ini dihadiri 200 peserta perwakilan ormas, komunitas dan tokoh Islam yang tergabung dalam wadah Aliansi Ormas Islam.

Halal bihalal yang dirangkai dengan dialog keumatan mengusung tema: “Berbagi Tanggung Jawab Menuju Medan untuk Semua” dan Sub Tema: “Sertifikasi Masjid dan Masa Depan Islamic Center,” ini berlangsung meriah dan penuh khidmat.

Namun begitu, kekecewaan terlihat jelas di wajah peserta, karena ketidakhadiran Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra, bapak Muhammad Sofyan, MAP. Menurut Sofyan, wali kota tidak dapat hadir karena pada jam bersamaan sedang menerima tamu dari DPRD DKI Jakarta.

Dalam dialog yang dipandu Buya Rafdinal itu, Sofyan menjelaskan berbagai program wali kota, termasuk visi dan misi secara komprehensif. Sementara, Ketua MUI Medan Ustad Dr Hasan Maksum yang didaulat menjadi pembicara kedua, menggambarkan secara umum tanggung jawab ulama dan umat dalam membangun kota Medan menuju masyarakat sejahtera, yang ditandai dengan keta’atan dalam menjalankan ajaran agama.

Sementara pembicara ketiga Ketua Aliansi Orang Islam, Ustad Zulkarnain M.Sos, menyoroti peran masyarakat sipil dalam pembangunan kota berkelanjutan, dan bagaimana menghadirkan kota yang ramah dan inklusif. Zulkarnain juga menjelaskan fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi lebih luas sebagai basis membangun peradaban.

Dialog tersebut pun menghasilkan dua poin penting untuk direkomendasikan untuk menjadi program keumatan Wali Kota Medan periode 2025-2030.

Pertama, Pemko Medan diminta menyegerakan tahapan proses sertifikasi mesjid dengan membentuk Badan Akselerasi Sertifikasi Masjid (Baserma). Badan ini melibatkan berbagai unsur terdiri dari perwakilan Aliansi ormas Islam, pihak pemerintah kota Medan, kelembagaan terkait seperti Badan Pertanahan nasional, Badan Wakaf Indonesia, dan Kementerian Agama.

Kedua, Pemko Medan diminta membuat perencanaan (roadmap) Pengelolaan Islamic Center dengan perhitungan dan perencanaan yang matang serta berkelanjutan, agar pembangunan yang menelan anggaran besar, yang bersumber dari pajak warga dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat guna.

“Umat percaya, Bapak Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas sangat mengutamakan program keumatan menuju Kota Medan yang lebih baik. Untuk itu, Aliansi Ormas Islam siap mendukung seluruh program walikota dan siap bekerjasama bahu membahu agar visi dan misi pemerintah Kota Medan dapat berjalan sesuai harapan,” tandas Zulkarnain M.Sos . (rel/adz)

Adek Husein Optimis dengan Pengurus KONI Medan

Ketua ASKI Sumut Hj Rosdiana bersama Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE. (Dok Pribadi)
Ketua ASKI Sumut Hj Rosdiana bersama Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE. (Dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengenalan dan Pengukuhan Pengurus KONI Kota Medan periode 2025-2029 di LePolonia Hotel, Sabtu (26/4/2025) turut dihadiri Ketua Asosiasi Senam Keburagan Indonesia (ASKI) Sumatera Utara, Hj Rosdiana. Wanita yang akrab dipanggil Adek Husein mengucapkan selamat kepada Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal SE.

“Saya mengucapkan selamat atas pengukuhan Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal. Kita berharap agar Pengurus KONI Kota Medan tetap semangat melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujar Adek Husein.

Penggerak Olahraga Masyarakat Kota Medan ini mengakui cukup optimis melihat kepengurusan KONI Kota Medan periode 2025-2029. Menurutnya, para pengurus tersebut diyakini bisa bekerja keras dalam melahirkan bibit-bibit atlet untuk dilatih dan dibina.

“Untuk mencapai tujuan itu, pengurus KONI Medan harus kompak dan solid. Bila sudah kompak dan solid, saya yakin KONI Kota Medan akan lebih maju,” pungkasnya. (dek)

KONI Medan Diharapkan Bawa Prestasi Lebih Baik

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengucapkan selamat kepada Pengurus KONI Kota Medan periode 2025-2029. (Dok pribadi)
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengucapkan selamat kepada Pengurus KONI Kota Medan periode 2025-2029. (Dok pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus KONI Kota Medan diharapkan bekerja hingga akar rumput. Menciptakan atlet-atlet berprestasi yang bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat.

Hal itu dikatakan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri Pengenalan dan Pengukuhan Pengurus KONI Medan periode 2025-2029 dan Pelantikan Koordinator Olahraga Kecamatan se-Kota Medan di Le Polonia Hotel, Sabtu (26/4/2025).

Dalam sambutannya, Rico Waas mengucapkan selamat kepada pengurus KONI Medan periode 2025-2029. Dia berharap pengukuhan ini memberikan manfaat bagi olahraga Kota Medan. “Semoga mulai hari ini dan seterusnya prestasi olahraga Kota Medan semakin lebih baik,” harap Rico Waas.

Wali Kota mengingatkan pengurus KONI Medan bahwa tugas mereka masih panjang. Untuk itu, dia meminta agar menjadikan jabatan ini sebagai bentuk perjuangan seperti yang telah dilakukan ketua dan pengurus KONI sebelumnya yang telah membawa dengan baik dunia olahraga di Kota Medan.

“Kami menitipkan olahraga Kota Medan kepada Ketua KONI dan pengurus lainnya. Perjalanan olahraga bukannya mudah, dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas yang dimulai dari atas hingga akar rumput,” ungkap Rico Waas.

Rico Waas berharap agar KONI Medan menciptakan atlet-atlet berprestasi, sehingga memberikan efek positif dan menjadi inspirasi bagimasyarakat kota Medan. “Salah satu bentuk perjuangan kita untuk naik level dimata dunia adalah melalui Olahraga. Oleh sebab itu kita butuh sosok insipirasi dari dunia olahraga untuk mengunggah hati generasi muda memiliki pola pikir yang lebih sportivitas,” jelas Rico Waas.

Rico Waas juga berharap kepengurusan KONI Kota Medan sampai dengan pengurus Kecamatan dapat menjalankan perannya secara komprehensif agar lebih mudah dalam pencarian generasi muda yang memiliki bakat olahraga.

“Dari setiap cabor diharapkan akan ada muncul atau diciptakan tokoh yang berprestasi. Artinya mereka harus dipromosikan dan diperlihatkan agar dikenal oleh masyarakat,” ucap Rico Waas.

Ditambahkan Rico Waas, Pemko Medan senantiasa berkomitmen dalam mendukung dan mendorong perkembangan atlet -atlet melalui program dan fasilitas yang mumpuni.
“Bersyukur kita saat ini memiliki fasilitas olahraga yang bagus dapat dipergunakan para atlet dan melahirkan atlet yang berbakat. Tentunya ini merupakan bentuk komitmen Pemko Medan dengan KONI Kota untuk terus bekerjasama menyiapkan masa depan atlet hingga mereka berprestasi yang dapat mengharumkan nama kota Medan,” sebut Rico Waas.

Ketua KONI Sumut Terpilih, Kolonel (Purn) Hatunggal Siregar juga mengucapkan selamat kepada pengurus KONI Medan. Dia menegaskan KONI Sumut tetap solid dengan KONI Medan. “Kami akan selalu kolaborasi dengan KONI Medan untuk menciptakan atlet-atlet yang mengharumkan nama Sumut. Sebab selama ini atlet Medan selalu mendominasi di Sumatera Utara,” ujar Hatunggal.

Sedangkan, Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal SE memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan yang selalu mendukung dan senantiasa memperhatikan perkembangan olahraga di kota ini. “Semoga saya dapat menjalankan tugas dengan baik dan menjalankan estafet kepemimpinan di KONI Medan,” ucap Aswindy.

Dia menambahkan, KONI memiliki tugas membina prestasi olahraga prastasi. Namun dia mengakui itu tidak bisa berhasil tanpa sinergi dengan Pemko Medan, pengcab, atlet, pelatih, dan insan olahraga.

“Kami percaya dengan semangat kebersamaan, dispilin, dan spotivitas, kita bisa menghasilkan atlet-atlet berprestasi. Tidak hanya mengharumkan nama Kota Medan, tapi juga nama bangsa dan negara,” papar Aswindy yang juga mengucapkan terima kasih kepada Iswanda Ramli sebagai Dewan Penasehat KONI Kota Medan.

Aswindy mengakui menjadi pengurus KONI Kota Medan harus memiliki komitmen. Tugas berat menanti yakni mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) tahun 2026. “Target kita adalah mempertahankan gelar juara umum dengan raihan medali lebih baik,” tegas Aswindy.

Sebelumnya, Ketua Panitia M Ilfan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga acara ini berjalan lancar.

Acara ini turut dihadiri Kadispora Sumut diwakili Kabid PPO Budi Syahputra, Ketua KONI Sumut periode 2021-2024 John Ismadi Lubis, Kadispora Medan Tengku Chairuniza, Anggota DPRD Medan Iswandi Ramli dan Ade Taufiq, Mantan Ketua KONI Medan Eddy H Sibarani, perwakilan Kapolrestabes Medan, perwakilan Dandim 0201/BS, serta undangan lainnya. (dek)

Rico Waas Tutup MTQ ke-58 Kota Medan, Medan Selayang Kembali Raih Juara Umum

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menutup secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-58 Kota Medan Tahun 2025, Sabtu (26/4/2025) malam.

Kecamatan Medan Selayang kembali berhasil meraih gelar juara umum dalam perhelatan yang berlangsung mulai 19 sampai dengan 26 April itu. Sedangkan Peringkat II Medan Belawan dan Peringkat III Medan Barat.

Pada malam penutupan ini juga Kecamatan Medan Sunggal ditetapkan sebagai Tuan Rumah MTQ ke-59 Kota Medan Tahun 2026. Penetapan ini ditandai dengan penyerahan Bendera MTQ oleh Wali Kota kepada Camat Medan Sunggal, Irfan Abdilla.

Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan MTQ ke-58 Kota Medan wadah sekaligus kompetisi bagi generasi muda Kota Medan yang mencintai Al-Qur’an untuk menampilkan bakat dan hasil kerja kerasnya.

Selain mengucapkan selamat, Rico Waas juga mengharapkan para pemenang terus berprestasi dan menjaga nama baik Kota Medan pada MTQ Provinsi Sumatera Utara mendatang. Wali Kota juga mengingatkan tahun lalu Kota Medan menjadi Juara Umum MTQ Provinsi Sumut.

“Langkah kita tidak boleh berhenti di tingkat provinsi ataupun nasional. Kita harus optimis bisa tembus tingkat internasional dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas dunia,” harapnya pada acara yang dihadiri antara lain oleh unsur Anggota DPR RI Ade Jona Prasetyo, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Sekda Wiriya Alrahman, dan Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas itu.

Kepada peserta yang belum berhasil, Rico Waas berpesan agar tidak berkecil hati dan tetap berlapang dada.

“Kekalahan bukan berarti kita gagal, namun menjadi bahan untuk evaluasi dan meningkatkan kapasitas diri, supaya pada kesempatan berikutnya kita mencapai apa yang kita inginkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, secara pribadi dan atas nama Pemko Medan, Rico Waas mengucapkan terima kasih kepada panitia dan pihak Kecamatan Medan Deli yang menjadi tuan rumah, serta even organizer yang telah bekerja keras menyelenggarakan perhelatan akbar ini.

Wali Kota juga mengapresiasi pelaku UMKM yang telah mengikuti bazar di arena MTQ ini dengan berbagai produk unggulan, seluruh kecamatan di Medan yang dengan begitu bersemangat mendiri stand menarik pada perhelatan ini, dan masyarakat Medan hadir meramaikan kegiatan ini setiap malamnya.
“Semoga Allah memberikan keberkahan bagi kita semua,” harapnya.

Pada malam penutupan MTQ ke-58 ini juga diumumkan Stand Pameran Terbaik Kecamatan diraih oleh Medan Perjuangan dan Stand Pameran Terbaik OPD Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, dan Stand Favorit PKK Kota Medan. Sedangkan Pawai Taruf Terbaik diraih Kecamatan Medan Deli.

Sebelumnya, Ketua Panitia MTQ ke-58 Kota Medan, M. Sofyan melaporkan, kegiatan ini diikuti oleh 653 peserta yang merupakan utusan masing-masing kecamatan se-Kota Medan, madrasah aliyah negeri/swasta, dan pondok pesantren.

Dia juga melaporkan, dalam kegiatan ini Pemko Medan memfasilitasi stand untuk pelaku umkm tanpa dipungut biaya. Jumlah transaksi UMKM selama pelaksanaan MTQ ke-58 ini mencapai Rp616.853.000. (map/ila)

Dukung Pemerintah Capai B50, Polmed Kerjasama dengan PT Wicaksana Artha Kawijayan dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Bahan Bakar

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Politeknik Negeri Medan (Polmed) turut berperan aktif dalam upaya peningkatan konversi bahan bakar terbarukan dengan pemanfaatan limbah minyak goreng bekas (jelantah) menjadi biodiesel/biosolar. Untuk itu, Polmed menjalin Kerjasama dengan PT Wicaksana Artha Kawijayan yang bergerak di bidang pengolahan limbah melalui sebuah penelitian yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui program Katalisator Kemitraan Berdikari (Bersama Dunia Industri dan Komunitas Riset Inovatif).

Penandatanganan Kerjasama tersebut dilakukan Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., dan Direktur PT Wicaksana Artha Kawijayan, M Maulana Fadli dan rekan yakni Hidayatul Akmal dan Amran Ali, bersama tim peneliti yaitu Dr. Ir. Surya Dharma, S.T., M.T., Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., Rahmawaty, S.T., M.T., Rihat Sebayang, S.T., M.T., Ulfa Hasnita, S.Si., M.T., Efri Debby Ekinola Ritonga, S.T., M.T., dan Annisa Rislina, S.E.

Dalam sambutannya, Direktur Polmed Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T menyampaikan, sebagai penyelenggara pendidikan vokasi Polmed memiliki peran strategis dalam upaya mensukseskan program pemerintah yang mencanangkan peningkatan campuran biodiesel ke dalam solar dengan rasio masing-masing sebesar 50 persen atau B50 yang akan diimplementasikan pada tahun 2026 mendatang.

“Upaya pemanfaatan minyak goreng bekas sebagai biodiesel dapat memberikan solusi terhadap masalah lingkungan, seperti pencemaran air akibat pembuangan minyak bekas secara sembarangan serta dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan di wilayah tersebut​,” kata Dr Idham.

Selain itu, lanjutnya, pemanfaatan minyak goreng bekas sebagai bahan baku biodiesel sangat memungkinkan mengingat konsumsi minyak goreng di provinsi Sumatera Utara tercatat mencapai sekitar 47.000 ton per bulan, yang mencakup kebutuhan rumah tangga, industri, dan UMKM. “Dengan tingginya konsumsi tersebut, potensi limbah minyak goreng bekas yang dapat dikumpulkan juga signifikan​,” ujarnya.

Pada 2021, lanjut Dr Idham, Sumatera Utara mencatat ekspor minyak jelantah sebanyak 1,677 juta kilogram ke berbagai negara, dengan mayoritas tujuan ke Malaysia dan Eropa. Minyak jelantah ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel, terutama di negara-negara yang memiliki standar energi terbarukan yang tinggi​.

“Hal ini juga didukung oleh luas areal Perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara yang saat ini terbesar ke tiga setelah Riau dan Kalimantan Tengah,” terangnya.

Dr Idham juga menegaskan, kolaborasi penelitian yang dilakukan ini merupakan wujud komitmen Politeknik Negeri Medan dalam penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi dan mendukung program nasional dalam melakukan hilirisasi dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah. (adz)

Hotel Anara Sky Kualanamu gelar donor darah bertajuk “ Journey for Syawal Charity”

DELISERDANG, SUMUTPOS – Hotel Anara Sky Kualanamu yang bergerak dibidang Hospitality, kembali menunjukkan komitmennya dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menggelar aksi Donor Darah dan pemeriksaan tubuh gratis yang diikuti oleh komunitas Bandara Internasional Kualanamu Airport, pada tanggal Rabu (23/4/2025) di Bandara Internasional Kualanamu Airport di dalam Hotel Anara Sky Kualanamu tepatnya di Lt. Mezzanine.

Kegiatan donor darah dan pemerikasaan tubuh ini bekerjasama dengan RSud Drs. H. Amri Tambunan Lubuk Pakam, seluruh peserta yang hadir turut antusias mengikuti kegiatan ini.

Donor darah merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan darah di berbagai rumah sakit, selain untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah. Kegiatan ini juga memberikan manfaat kesehatan bagi pemberi darah, serta menjadi bentuk kepedulian sosial yang nyata dari Hotel Anara Sky Kualanamu.

Kesuksesan kegiatan CSR ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama para sponsor yang telah berkontribusi besar. Anara Sky Kualanamu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rsud Drs. H. Amri Tambunan Lubuk Pakam, PT. Kalbe Farma, Balai K3 Medan, PT. Juara Satria Wikasa,Hairstyle Best Haircut atas dukungan dan kerjasamanya. Keterlibatan mereka menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara berbagai pihak dapat menghasilkan dampak positif yang luar biasa bagi orang sekitar kita.

GM Anara Sky Kualanamu- Bpk. Endrizal juga mengatakan bahwa “ Kegiatan CSR ini tidak hanya sampai disini, kita juga ada memberikan sumbangan sembako ke PTQ Ar- Raudhah di Desa Sidodai Ramunia Kecamatan Beringin – Deli Serdang.
Beliau juga menegaskan semoga kegiatan positif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam aksi kebaikan dan bersama-sama menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas.

Ke depannya, Hotel Anara Sky Kualanamu berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program-program CSR yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. (*)

Marwali 21 Tegaskan Solidaritas Masyarakat Adat dalam Perjuangan Hak Atas Tanah

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Perwakilan Musyawarah Warga Sampali Dua Satu (Marwali 21), Swaldy SH, menegaskan pentingnya solidaritas antarorganisasi rakyat dan masyarakat adat dalam memperkuat perjuangan atas hak atas tanah yang selama ini masih belum memiliki kejelasan hukum.

Demikian disampaikannya dalam pertemuan yang diinisiasi Marwali 21 dan dihadiri masyarakat serta sejumlah elemen pejuang hak agraria seperti Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu), Jumat (25/4/2025).

Menurut Swaldy, pertemuan ini adalah langkah awal untuk membangun keyakinan bahwa para pejuang tanah tidak bergerak sendiri. “Ini penting untuk menguatkan moral dan semangat anggota bahwa perjuangan ini kolektif, bukan individu,” katanya.

Swaldy menyebut, Marwali 21 bersama jejaring masyarakat adat dan organisasi sipil lainnya tengah mempersiapkan langkah lanjutan, termasuk mendorong agar Bakumsu dapat menjadi pendamping hukum strategis, khususnya dalam menghadapi potensi persoalan hukum pidana yang mungkin muncul selama perjuangan.

Namun, ia menekankan bahwa upaya ini bukan untuk memberikan kuasa hukum dalam sengketa kepemilikan tanah secara perdata, melainkan sebagai antisipasi ketika persoalan kriminalisasi muncul.

“Kami bukan mau menyerahkan persoalan tanah ini sepenuhnya ke pengacara, tapi mengantisipasi jika nanti muncul kriminalisasi. Harus ada yang mendampingi secara hukum, karena pengalaman menunjukkan perjuangan seperti ini sering dibenturkan dengan tuduhan pidana,” ujarnya.

Dilanjutkannya, tanah yang diperjuangkan merupakan tanah sejarah perjuangan masyarakat adat Melayu Tanjung Mulia dan Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI). Dalam setiap surat pernyataan resmi, pihaknya tidak pernah menghapus sejarah kepemilikan tanah tersebut sebagai bagian dari identitas perjuangan rakyat.

“Kami selalu menegaskan bahwa tanah ini adalah tanah perjuangan. Sejarah tidak boleh dihapus. Masyarakat adat Melayu Tanjung Mulia dan BPRPI punya rekam jejak panjang di sini,” tegasnya.

Swaldy juga menanggapi aspirasi dari AMAN agar anggota masyarakat adat yang belum memiliki dasar hukum atas tanah bisa difasilitasi melalui legalisasi berbasis pengakuan adat dan rekomendasi BPRPI. Namun, ia mengingatkan agar proses ini tetap memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.

“Ini masyarakat miskin. Kalau semua harus profesional, harus bayar mahal, nanti malah yang ingin punya surat tanah jadi tidak mampu. Jadi kami harap ada kebijakan berbasis gotong royong,” ucapnya.

Terkait jumlah keluarga yang telah tergabung dalam perjuangan, Swaldy mengungkapkan bahwa ada sekitar 230 kepala keluarga (KK) yang telah terdata. Namun, dokumen kepemilikan formal masih belum lengkap karena satu orang bisa memiliki satu hingga dua bidang tanah, sehingga saat ini pihaknya tengah melakukan kompilasi data untuk disusun secara sistematis sebagai bahan usulan ke pemerintah.

“Data ini penting agar pemerintah bisa pelajari secara utuh, dan tidak mengabaikan fakta bahwa perjuangan ini bukan hanya soal individu, tapi menyangkut seluruh warga di lokasi ini, khususnya di wilayah yang disebut 93,” jelasnya.

Swaldy berharap pemerintah ke depan dapat memberi dukungan melalui program-program legalisasi tanah masyarakat berbasis kepastian hak, baik melalui reforma agraria maupun skema lain yang berpihak kepada rakyat kecil.

“Jangan sampai kejadian simpang siur seperti di Anggrek Pancasila terulang. Di sana, tanah Kodam dulu akhirnya bisa diterbitkan 360 sertifikat atas nama warga. Jadi pemerintah bisa kalau memang mau,” tambahnya.

Ia juga menyebut bahwa hingga kini belum ada pihak pengusaha yang secara resmi mengklaim lahan tersebut. Tidak ada somasi, plang kepemilikan, atau surat resmi dari perusahaan mana pun.

“Kalau memang ini tanah perusahaan, pasti sudah ada somasi, plang, atau tindakan hukum. Tapi kenyataannya tidak ada. Bahkan pihak swasta pun tak berani mencaplok ini. Ini peluang bagi rakyat untuk memperkuat legalitas,” katanya.

Dalam penutup pernyataannya, Swaldy menyampaikan bahwa perjuangan tanah ini adalah bagian dari gerakan kolektif masyarakat sipil untuk keadilan agraria dan pengakuan atas hak-hak masyarakat adat.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif, termasuk lembaga hukum, lembaga pendamping, dan pemerintah, untuk mewujudkan kepastian hukum tanpa mengorbankan hak rakyat miskin.

“Kita tidak bicara sekadar legalitas, tapi bicara keadilan. Kalau rakyat sendiri tak diberi ruang, yang untung hanya para mafia tanah. Kami akan terus bersama rakyat untuk memastikan perjuangan ini berjalan dengan bermartabat,” pungkas Swaldy.

Perwakilan BPRPI Kampung Tanjung Mulia, Razali, menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dan persatuan dalam perjuangan masyarakat atas hak tanah. Razali mengingatkan agar seluruh upaya yang dilakukan tetap berada dalam jalur hukum dan semangat perjuangan yang telah diwariskan.

“Apapun bentuk perjuangan masyarakat, selama itu untuk kebaikan dan dilakukan melalui jalur hukum yang benar, kita harus tetap bersama. Persoalan tanah adalah perjuangan kolektif yang tidak bisa dijalankan sendiri-sendiri,” ujar Razali.

Ia menekankan, perjuangan masyarakat atas tanah bukan semata-mata urusan legalitas administratif, tetapi menyangkut harkat, martabat, dan sejarah panjang komunitas adat di Kampung Tanjung Mulia. Karena itu, ia mengingatkan semua pihak untuk tidak menyimpang dari prinsip dasar perjuangan yang telah dirintis bersama selama bertahun-tahun.

“Kami selalu ingatkan, jangan sampai lari dari garis perjuangan. Sekarang sudah banyak jalur, banyak kelompok, tapi arah kita harus satu. Jangan ada yang bermain sendiri-sendiri,” pesannya.

Razali juga mengapresiasi adanya forum-forum musyawarah yang berkembang di tengah masyarakat, yang menurutnya menjadi wadah penting untuk memperkuat nilai kebersamaan dan memperjelas arah gerakan. “Perkumpulan musyawarah yang positif di tempat kita ini sangat baik. Kita punya buku catatan perjuangan, kita punya sejarah. Itu harus terus kita rawat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dalam berbagai pergerakan yang dilakukan masyarakat di lapangan, penting untuk menjaga komunikasi dan sinergi antarwarga serta antarorganisasi pendamping. Ia menekankan bahwa tidak ada satu pihak pun yang bisa menyelesaikan masalah ini sendirian.

“Semua pergerakan masyarakat harus dijalankan bersama-sama. Kalau nanti kita perlu duduk bersama lagi, kita harus lakukan dengan niat baik dan kembali pada jalurnya masing-masing,” tegas Razali.

Pernyataan Razali mempertegas posisi BPRPI sebagai salah satu aktor utama dalam gerakan rakyat untuk mempertahankan tanah adat di Sumatera Utara, khususnya di Kampung Tanjung Mulia.

Ia juga menyerukan kepada seluruh anggota masyarakat agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah perjuangan. “Tanah ini bukan sekadar aset, ini simbol dari harga diri kita sebagai masyarakat adat. Perjuangan ini bukan baru kemarin, sudah turun-temurun. Maka kita tidak boleh goyah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Organisasi Masyarakat Sampali 21 (Marwali 21), Tiora Sinaga, membacakan pernyataan sikap resmi organisasi yang dipimpinnya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen kuat Marwali 21 dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, khususnya hak atas tanah yang telah lama dikuasai oleh masyarakat.

Dalam pernyataannya, Tiora menyampaikan, Marwali 21 adalah organisasi rakyat yang berdiri atas inisiatif dan swadaya masyarakat, dengan tujuan utama memperjuangkan hak atas tanah, hak ekonomi, hak asasi manusia, hak kesehatan, hak pendidikan, serta memperkuat harmoni antara manusia dan lingkungan alam serta budaya. “Kami hadir untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, serta menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama,” tegas Tiora di hadapan peserta forum.

Dalam butir kedua pernyataan sikapnya, Tiora menjelaskan, perjuangan yang diusung oleh Marwali 21 akan dilakukan secara menyeluruh melalui dua pendekatan utama, yakni litigasi (jalur hukum) dan non-litigasi, termasuk melalui pendekatan politik.

“Perjuangan kami tidak hanya soal pengurusan surat atau dokumen legalitas tanah, tapi juga menyasar jalur politik. Kami siap melakukan advokasi ke legislatif, berdialog dengan eksekutif, dan jika perlu, menggandeng tokoh-tokoh politik yang memiliki keberpihakan,” jelasnya.

Tiora menyebut, pendekatan politik menjadi bagian integral dari strategi organisasi dalam memastikan suara rakyat mendapat ruang dalam proses pengambilan keputusan, terutama yang menyangkut tanah yang telah dikuasai dan dimanfaatkan masyarakat sejak lama.
Pernyataan paling tegas dalam sikap Marwali 21 adalah komitmen untuk menempuh jalur reforma agraria dari inisiatif rakyat apabila seluruh upaya hukum dan politik telah ditempuh, namun tidak membuahkan hasil yang adil.

“Apabila tidak ada tanggapan dan keputusan dari pihak eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, maka kami, Marwali 21 bersama seluruh anggota akan menempuh jalan reforma agraria inisiatif rakyat terhadap tanah yang telah kami kuasai sejak 1997,” tegas Tiora, disambut tepuk tangan dari peserta pertemuan.

Langkah ini, menurutnya, bukan tindakan sepihak atau bentuk konfrontasi, tetapi bentuk ekspresi politik masyarakat yang selama puluhan tahun tak mendapatkan keadilan atas tanah yang menjadi sumber hidup mereka.

Di akhir pernyataannya, Tiora menegaskan bahwa sikap ini dibangun atas dasar kesadaran penuh dan rasa tanggung jawab terhadap perjuangan rakyat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini mendampingi dan memberikan dukungan moral maupun teknis dalam perjuangan tersebut.

“Surat pernyataan ini kami buat dengan penuh kesadaran. Ini bukan sekadar dokumen, ini adalah suara hati. Kami akan terus maju, bersama, dengan semangat solidaritas dan keadilan,” pungkasnya. (ila)