30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 220

Camat Medan Perjuangan Resmikan Pos Kamling Estetik di Sei Kera Hilir 1

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Camat Medan Perjuangan Hidayat AP, S.Sos, M.SP didampingi Sekretaris Camat Medan Perjuangan Faisal Harahap S.Ikom meresmikan Pos Keamanan Lingkungan (Kamling) Estetik di Jalan Pimpinan Kelurahan Sei Kera Hilir 1, Senin (7/7).

Pos Kamling Estetik ini didesain menarik, nyaman, asri, dan natural. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang lebih menyenangkan dan fungsional bagi warga dalam berinteraksi menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

“Saya yakin dengan hadirnya Pos Kamling Estetik di Kelurahan Sei Kera Hilir 1 ini dapat memacu semangat warga untuk giat dalam melaksanakan ronda Pos Kamling,” kata Hidayat kepada Sumut Pos.

Menurut Hidayat, ada beberapa poin yang dilihat dalam Pos Kamling Estetik ini. Pertama, bahan yang digunakan itu terbuat dari bambu yang dicat menggunakan pernis. Sehingga, nilai warnanya yang dipancarkan dalam Pos Kamling itu terlihat estetik. “Artinya, bambu yang dipernis itu tidak menghilangkan warna bambunya. Hanya mengkilapkan bambu tersebut dan memberikan nuansa natural,” terangnya.

“Jadi, Pos Kamling Estetik itu tinggal ditempatkan tanaman hias di bagian luar agar memberikan kesan segar dan asri,” imbuh Dayat.

Selain itu, lanjut Dayat, untuk memaksimalkan fungsi Pos Kamling ini, dibutuhkan lampu penerangan yang cukup, baik di dalam maupun di luar Pos. “Tempat duduknya sudah cukup nyaman dan bagus dilihat,” bilangnya.

Dayat pun berharap, Pos Kamling Estetik tidak hanya menjadi tempat penjagaan keamanan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keindahan lingkungan. “Tentu dengan adanya Pos Kamling Estetik di Kelurahan Sei Kera Hilir 1 ini dapat menjadi wadah mempererat silaturahmi dan gotong royong antar warga,” pungkasnya. (omi/adz)

Pemerintah Harus Lindungi Penyandang Disabilitas, Robi Barus: Jangan Ada Diskriminasi

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus, menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan di Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Minggu (6/7/2025) sore.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus, menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan di Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Minggu (6/7/2025) sore.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah harus hadir untuk melindungi warganya, khususnya yang berstatus sebagai penyandang disabilitas. Pemerintah harus memastikan bahwa semua warga penyandang disabilitas tidak mengalami diskriminasi.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus SE M.AP saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.2 Tahun 2024 tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia di Jalan H. Adam Malik Gg Rela, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Minggu (6/7/2025) sore.

“Pemerintah harus hadir dan melindungi penyandang disabilitas. Pemerintah harus memastikan bahwa tidak ada penyandang disabilitas yang mengalami diskriminasi, tidak boleh ada pelecehan,” ucap Robi Barus pada kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Barat, Kelurahan Silalas, serta Dinas Sosial Kota Medan tersebut.

Dijelaskan Robi Barus, tidak hanya melindungi para penyandang disabilitas dari diskriminasi, tetapi pemerintah juga wajib memastikan agar para penyandang disabilitas bisa mendapatkan hak-haknya seperti warga-warga lainnya.

“Para penyandang disabilitas berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang layak, bahkan pekerjaan yang layak. Makanya sekarang, ada aturan untuk perusahaan-perusahaan besar agar memberikan kuota pekerjaan kepada penyandang disabilitas,” ujarnya.

Dijelaskan Robi Barus, sejatinya tidak ada manusia yang ingin terlahir sebagai penyandang disabilitas. Untuk itu, masyarakat wajib berempati kepada para penyandang disabilitas yang ada di sekitarnya.

“Bukan hanya pemerintah, tetapi kita masyarakat juga harus hadir, kita juga harus ikut membantu para penyandang disabilitas. Kita harus ikut melindungi mereka dari diskriminasi, khususnya dari tindakan yang melecehkan mereka,” kata Anggota Komisi I DPRD Medan itu.

Begitu juga dengan warga lanjut usia (lansia), Robi Barus meminta kepada warga untuk segera melapor kepada perangkat pemerintah di tingkat kewilayahan apabila ada lansia yang terlantar atau tidak mendapatkan perhatian dari keluarganya.

Pada kesempatan itu, seorang warga Lingkungan 8, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Izaria, langsung memanfaatkan moment tersebut untuk melaporkan adanya seorang nenek berusia 83 tahun yang diterlantarkan keluarganya.

“Ada tetangga saya seorang nenek, usianya sekitar 83 tahun. Dia tidak diperhatikan keluarganya, dan sudah sekitar tiga minggu nenek ini menginap di rumah saya. Sebenarnya ini kan bukan tanggungjawab saya, tetapi sebagai manusia saya merasa perlu menolongnya. Jadi bagaimana kedepannya nasib nenek ini, karena keluarganya tidak ada yang memperhatikan dan saya tidak mungkin selamanya merawat nenek ini,” bebernya.

Terkait kondisi itu, Robi Barus meminta perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, Dedy Irwanto Pardede yang hadir pada kesempatan itu untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

Selanjutnya, Dedy Irwanto Pardede mengaku akan segera memfasilitasi nenek yang diterlantarkan keluarganya tersebut ke panti sosial khusus lansia (panti jompo) yang ada di Kota Binjai.

“Nanti akan kita fasilitasi untuk bisa dibawa ke panti agar bisa diurus disana apabila memang benar keluarganya tidak mau lagi mengurusnya,” pungkasnya. (map

Peringati Hari Asyura, Keluarga Besar HM Syarif Simatupang Santuni Anak Yatim

Noery Sitepu (kanan) menyerahkan bingkisan dan santunan kepada anak-anak yatim dalam acara peringatan Hari Asyura sekaligus HUT Arisan Keluarga Besar H Muhammad Syarif Simatupang di Perumahan Rorinata Residence Tahap III Blok C3 Nomor 10 Sei Mencirim, Deliserdang, Minggu (6/7/2025)
Noery Sitepu (kanan) menyerahkan bingkisan dan santunan kepada anak-anak yatim dalam acara peringatan Hari Asyura sekaligus HUT Arisan Keluarga Besar H Muhammad Syarif Simatupang di Perumahan Rorinata Residence Tahap III Blok C3 Nomor 10 Sei Mencirim, Deliserdang, Minggu (6/7/2025)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Hari Asyura atau hari ke-10 Bulan Muharram memiliki makna penting dalam kalender Islam. Tanggal 10 Muharram ini bukan sekadar hari biasa, melainkan hari yang menyimpan berbagai peristiwa bersejarah, nilai keimanan, serta hikmah yang dapat dipetik oleh umat Islam.

Di Hari Asyura ini, Keluarga Besar H Muhammad Syarif Simatupang menyantuni anak-anak yatim/piatu. Acara yang dirangkai dengan HUT Arisan Keluarga Besar H Muhammad Syarif Simatupang ini digelar di Komplek Perumahan Rorinata Residence Tahap III Blok C3 Nomor 10 Sei Mencirim, Deliserdang, Minggu (6/7/2025). Acara juga diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustad Yahya Tambunan.

Noery Sitepu, selaku tuan rumah menyampaikan, Hari Asyura ini menjadi momen istimewa yang sarat dengan keutamaan, terutama dalam amalan menyantuni anak-anak yatim. “Acara hari ini sebagai cerminan nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian sosial yang diajarkan Agama Islam,” kata Noery di sela acara.

Menurutnya, menyantuni anak yatim tidak hanya memberikan manfaat duniawi, tetapi juga menjanjikan pahala besar di akhirat. “Saya selaku tuan rumah, mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar H Muhammad Syarif Simatupang yang telah ikut berbagi untuk anak-anak yatim. Semoga Allah membalas semua kebaikan kita. Aamiin ya Allah,” pungkasnya.

Sementara Ketua Arisan Keluarga Besar H Muhammad Syarif Simatupang, Ahmad Fauzan Simatupang mengungkapkan, kegiatan arisan ini menjadi wadah berkumpul dan berinteraksi cucu-cucu dari H Muhammad Syarif Simatupang. “Kami merupakan generasi ketiga dari H Muhammad Syarif Simatupang. Melalui wadah ini kami selalu berkumpul setiap bulannya untuk memperkuat hubungan kekeluargaan dan mempererat tali silaturahmi,” terangnya.

Pada arisan kali ini, sebut Fauzan, bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1447 Hijriah. “Atas inisiatif tuan rumah, kegiatan santunan kepada anak-anak yatim ini bisa terlaksana. Untuk itu, saya atas nama Keluarga Besar H Muhammad Syarif Simatupang juga mengungkapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Noery Sitepu selaku tuan rumah,” pungkasnya. (adz)

Irhamuddin Siregar Secara Aklamasi Terpilih Kembali Pimpin DMI Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muswil) di Balai Diklat Kementerian Agama Sumatera Utara, Sabtu dan Minggu (5 dan 6 Juli 2025). Muswil ini resmi dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Provinsi Sumatera Utara Suhendri Pohan, mewakili Gubernur Sumatera Utara.

Muswil turut dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat DMI Tatang Hidayat, Ketua Majelis Mustasyar DMI Sumut Dr. H. Musa Rajekshah, Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Kapolda Sumut, Kepala Balai Diklat Kemenag, serta perwakilan dari sejumlah mitra strategis seperti Baznas, MUI, BPJS Ketenagakerjaan, dan BSI.

Sebanyak 27 dari 33 Pimpinan Daerah DMI se-Sumatera Utara hadir sebagai peserta dalam forum tersebut. Dalam agenda pemilihan, H. Irhamuddin Siregar MA kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PW DMI Sumatera Utara untuk masa bakti 2025–2030. Ia akan didampingi oleh enam orang anggota formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan baru dalam waktu 30 hari ke depan.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan manfaat kepada keluarga seorang praktisi masjid yang meninggal dunia. Penyerahan ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara DMI dan lembaga mitra dalam memberikan perlindungan dan perhatian terhadap para penggerak masjid di Sumatera Utara.

Muswil DMI Sumut tahun ini menegaskan kembali komitmen organisasi dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat dan penggerak kemajuan sosial di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Tatang Hidayat mengatakan Muswil ini merupakan amanat AD-ART DMI yang harus dilaksanakan. Hasil Rakernas DMI beberapa waktu lalu menegaskan masa jabatan Pimpinan Wilayah, Daerah, Cabang adalah 5 tahun.

“Pelaksanaan Muswil untuk menjaga keberlangsungan  organisasi. Oleh karena itu mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting harus menjalankannya,” kata Tatang.

Lebih jauh Tatang mengatakan DMI sebagai mitra pemerintah  punya spesifikasi pembinaan khusus yakni fokus ke masjid sebagai tempat pemersatu dan pembinaan umat.

“DMI punya tiga program yaitu mandiri, kerja sama, dan partisipasi. Dalam melaksanakan program,  butuh dukungan pemerintah.  Untuk itu agar kiranya APBD-nya (anggaran untuk DMI) dinaikkan,” tambahnya.

Lebih lancet Tatang mengatakan, hasil  Rakernas juga menyepakati  DMI dibolehkan membentuk badan usaha untuk mendukung kemandirian organisasi. “Selamat melaksanakan Muswil, semoga dengan rido Allah subhanahu wata’ala, acara Muswil ini sukses,” tandasnya.

Sementara itu Kabag Kesra Setdaprov, Suhendri Pohan, mewakili Gubernur Sumut menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dedikasi DMI selama ini menjadikan masjid sebagi tempat pemersatu dan pembinaan umat.

Ia mengungkapkan, masjid juga tempat menyusun strategi dakwah dan pemberdayaan umat dalam menangkal paham-paham radikal. “Pemerintah Provinsi Sumut siap bersinergi dalam berbagai upaya peningkatan fungsi masjid. Oleh karena itu kepemimpinan DMI Sumut nantinya diharapkan dapat bekerja secara kolaboratif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman,” sebutnya. (adz)

Musyawarah Wilayah DMI Sumut Resmi Dibuka, 33 Pengurus Daerah Hadir

MEDAN, SUMUTPOS.CO— Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi dibuka, Sabtu (5/7/2025). Kegiatan yang digelar di Balai Diklat Keagamaan, Jalan TB Simatupang Medan ini dihadiri 33 delegasi pengurus daerah DMI kabupaten/kota se-Sumut. Muswil ini bagian dari konsolidasi organisasi dan perumusan program strategis masa khidmat ke depan.

Ketua DMI Sumut H Irhamuddin MA dalam sambutannya, menekankan pentingnya sinergi antar pengurus dalam meningkatkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, namun juga pusat pendidikan, sosial, dan ekonomi umat. Muswil ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah gerak DMI Sumut yang lebih progresif dan solutif,” ujarnya.

Ketua Umum DMI Pusat yang berhalangan hadir, mengutus perwakilannya untuk menyampaikan sambutan dan arahan. Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi semangat kebersamaan DMI Sumut dan mendorong agar hasil Muswil dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan umat di daerah.

Turut memberikan sambutan Mustasyar DMI Sumut, Musa Rajeksah yang juga mantan Wakil Gubernur Sumut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan DMI dalam menciptakan suasana keberagamaan yang damai dan produktif.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang berhalangan hadir diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabagkesra) dalam sambutan mendukung program DMI. “Pemprov Sumut terus mendukung kiprah DMI sebagai mitra strategis dalam membina kehidupan beragama yang harmonis dan berkemajuan,” ujar perwakilan Gubsu tersebut.

Selain itu, Muswil juga mendapat dukungan dari unsur Forkopimda. Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/BB yang tidak dapat hadir, masing-masing mengutus perwakilan untuk menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan masjid sebagai pusat ketahanan moral dan sosial di tengah masyarakat.

Muswil ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan agenda laporan pertanggungjawaban kepengurusan, sidang komisi, pemilihan formatur, dan penyusunan rekomendasi strategis DMI Sumut ke depan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, menandakan semangat pembaruan dan persatuan di tubuh DMI Sumatera Utara.

Dengan semangat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan, Muswil DMI Sumut 2025 diharapkan melahirkan keputusan-keputusan yang berdampak langsung bagi penguatan peran masjid dalam pembangunan umat dan bangsa. (adz)

Kendaraan Parkir di Persimpangan Ganggu Ketertiban Umum, Zulkarnaen: Harus Segera Ditertibkan

Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen S.K.M menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.10/2021 di Kelurahan Sidodadi, Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) sore. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen S.K.M menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.10/2021 di Kelurahan Sidodadi, Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) sore. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H. Zulkarnaen S.K.M, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menertibkan banyaknya kendaraan yang parkir di persimpangan jalan. Pasalnya, kendaraan-kendaraan tersebut kerap menimbulkan kemacetan sehingga sangat mengusik ketertiban umum.

Hal itu diungkapkan H. Zulkarnaen S.K.M, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.10 Tahun 2021 di Jalan Bandar Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sabtu (5/7/2025) sore.

“Hari ini saya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa banyak kendaraan yang parkir tepat di persimpangan. Jelas ini melanggar aturan dan mengganggu ketertiban umum. Saya minta agar kondisi ini harus segera ditertibkan,” ucap Zulkarnaen.

Dikatakan Zulkarnaen pada kesempatan yang turut dihadiri Kasi Trantib Kecamatan Medan Timur, dan Lurah Sidodadi tersebut, perangkat daerah mulai dari Kecamatan dan Kelurahan harus memperhatikan kondisi ketertiban parkir di wilayahnya.

“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menertibkan kondisi seperti itu. Jangan biarkan berlarut-larut, karena kondisi ini sangat mengganggu ketentraman dan ketertiban umum, khususnya di bidang lalulintas,” ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang warga Kelurahan Sidodadi, Lilis, mengaku sangat resah dengan banyaknya kendaraan yang parkir tepat di persimpangan jalan. Hal itu membuat banyak kendaraan, khususnya kendaraan roda empat yang kesulitan saat hendak belok di persimpangan.

“Tolong agak teliti yang mengurus parkir. Tukang parkir banyak yang buat parkir di persimpangan, jadi banyak yang nggak bisa belok. Contohnya di simpang Jalan Sumatera, simpang Jalan Madong Lubis, dan banyak lagi persimpangan yang lain. Harusnya kan nggak boleh parkir di persimpangan,” keluhnya.

Tak hanya itu, Lilis juga mengeluhkan keberadaan warung tuak yang berada tak jauh dari kediamannya. Menurut pengakuannya, orang-orang di warung tuak tersebut kerap bernyanyi hingga larut malam sehingga membuat banyak warga sekitar merasa terganggu karena tidak bisa beristirahat.

“Malam-malam mereka nyanyi terus, kadang-kadang sampai jam 1 malam. Kita kan terganggu, tolong lah pak supaya ditertibkan,” pintanya.

Menanggapi kondisi itu, Lurah Sidodadi, Hendra Kurniawan, mengaku telah memperingati pemilik warung tuak tersebut. Bahkan, Hendra mengaku pernah memberikan sanksi penutupan sementara terhadap warung tuak itu.

“Soal warung tuak itu, saya sudah sempat tegur dan tutup warungnya. Apabila masih juga ribut juga di atas jam 10 malam, maka akan saya tutup kembali. Itu sudah ada kesepakatan kita dengan pemilik warung. Untuk memastikannya, saya selalu menegaskan kepada kepling saya untuk setiap malam melakukan posko keliling,” tuturnya.

Pantauan Sumut Pos, sejumlah warga lainnya turut memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan keluhannya. Salah satu keluhan itu datang dari Murni Naibaho. Murni menyebutkan, saat ini cukup banyak masyarakat di lingkungannya yang menggunakan loudspeaker portable. Terkadang, penggunaan loudspeaker portable tersebut cukup mengganggu warga sekitar.

“Lalu sewaktu maghrib, disaat orang lagi salat, banyak mobil yang kehilangan kaca spion. Tolong pak supaya di pasang CCTV di daerah-daerah rentan pencurian,” sebutnya.

Selanjutnya, Herman yang merupakan warga Jalan Purwo meminta agar Pemko Medan dapat memasang plang marka nama jalan di simpang Jalan Purwo. Tak hanya itu, Herman juga meminta agar Pemko Medan dapat membeton Jalan Purwo. Pasalnya Jalan Purwo telah berkali-kali di aspal, namun tetap kembali rusak dalam waktu dekat.

“Di Jalan Purwo itu sudah bertahun-tahun tidak ada nama jalannya. Kemudian, jalan itu sudah berkali-kali di aspal tetapi tetap saja berlubang,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Zulkarnaen mengaku akan segera meminta Dinas Perhubungan untuk memasang plang marka nama jalan di simpang Jalan Purwo.

“Saya juga akan meminta Dinas SDABMBK Kota Medan untuk memperhatikan kondisi Jalan Purwo. Kita akan minta supaya Jalan Purwo bisa segera dibeton,” pungkasnya (map)

Bank Sumut dan BSMI Gelar Khitan Massal Ceria

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Bank Sumut melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sukses menggelar Khitan Massal Ceria. Kegiatan tahunan ini digelar di Aula Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Sabtu (5/7/2025).

Pada Khitan Massal Ceria ini UPZ Bank Sumut menggandeng Bulan Sabit Merah Indonesia (BMSI) Sumut yang menurunkan 10 dokter dan beberapa asisten dokter. “Insyaa Allah tenaga medis yang kami turunkan sudah berpengalaman,” kata Sekretaris BSMI Sumut Nugra ST MT kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Menurut Nugra, mereka sudah sering bermitra dengan Bank Sumut dalam melaksanakan kegiatan khitan massal. “Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini,” ujarnya.

Sedangkan Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut Syafrizal Syah, dalam sambutannya mengatakan, diadakannya khitan massal ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian Bank Sumut kepada masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat Kota Medan.

Sementara Ketua UPZ Bank Sumut Rahmat Hidayat mengatakan, melalui kegiatan ini mereka berupaya memberikan upaya nyata bagi masyarakat. “Kegiatan ini juga dalam rangka mengikuti Sunnah Nabi. Kami juga mengharapkan doa dari bapak dan ibu agar Bank Sumut semakin berkembang dan maju sehingga dapat terus mengadakan acara ini setiap tahunnya dan semakin banyak pesertanya,” ungkapnya.

“Selain di Medan, khitan massal ini juga mereka gelar di Gunung Sitoli, Nias,” imbuh Rahmat.

Zulfikar Lubis, orang tua peserta Khitan Massal Ceria mengucapkan terima kasih kepada Bank Sumut dan BSMI. “Semoga semuanya diberikan rahmat dan hidayah oleh Allah Swt dan dilancarkan semuanya,” katanya.

Dia juga berharap, kegiatan ini dapat dilangsungkan setiap tahunnya, karena sangat membantu para orang tua dalam melaksanakan tanggung jawabnya terhadap anak lelakinya. “Jujur saja, biaya khitan sekarang mahal. Kami juga berdoa agar Bank Sumut menjadi bank terbaik di Sumatera Utara bahkan nasional,” pungkasnya. (rel/adz)

Dikukuhkan, Pembina Berharap Pengurus Yaspendhar Periode 2025-2030 Semakin Kompak

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kepengurusan baru Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) resmi dikukuhkan. Dr Tapi Rondang Ni Bulan. SE., M.Si masih dipercaya sebagai Ketua Umum Yaspendhar, sedangkan H Adi Putra Darmawan Tahir sebagai Ketua Pembina.

Pada silaturahim pengurus baru di Kampus 1, Jalan Imam Bonjol, Kamis (3/7) lalu, H Adi Putra Darmawan Putra berharap, pengurus yang baru dilantik ini semakin kompak dan penuh kreativitas. “Apalagi sekarang zamannya sudah berubah, terutama dengan adanya Artificial Intelegent (AI). Kita harus bisa menyesuaikan, tentunya dengan tetap mengutamakan budi pekerti yang menjadi nilai dasar di Yaspendhar,” kata Adi Putra.

Banyaknya yayasan pendidikan di Kota Medan, menurut Adi, bukanlah sebagai pesaing, tetapi mitra untuk bersama-sama memajukan Bangsa Indonesia melalui pendidikan. “Semoga di kepengurusan yang baru ini, gedung Universitas Harapan Medan yang baru bisa direalisasikan,” harapnya.

Silaturahim pengurus baru ini juga turut dihadiri para Pembina Yaspendhar seperti Ir H Amal Bakti Pulungan MM, Prof Amrin Saragih MA PhD, Ir H Alwin Sitorus MSi, dan dr Hj Dewi Fauziah Raja Syahnan THT. Hadir juga Rektor Universitas Harapan Prof Sriadhi.

Adapun Susunan Kepengurusan Yaspendhar Periode 2025-2030:
Ketua Umum Dr Tapi Rondang Ni Bulan SE MSi; Ketua I Bidang Pendidikan dan SDM Najmi Usyairah SPd; Ketua II Bidang Sarpras dan Umum Hafris Rifki Hafas Bach Of Mgmt MM; Bendahara Umum Azwansyah Habibie SE MAk; Sekretaris Umum Muslim Harahap.

Sementara Ketua Pengawas Nazrul Ichsan Nasution SH MH, dan anggota pengawas adalah Ir H Hakim Sadli Hutasuhut MM, Drs Kresna Minan SE MSi AK CA; Mustaqim Harahap Dipl Ak; H Azmi Yuli SH MSP.

Selain itu pada acara tersebut juga diperkenalkan staf dan koordinator pengurus Yaspendhar yaitu Staf Bidang Pendidikan Ani Murwani Muhar SE MSi, Staf Bidang SDM Dr Aulia Arif Nasution SE MSi, Staf Bidang Sarpras H Sabilal Lubis MPd, Koordinator Kampus II dan III H Irhas SE, dan Koordinator Bidang Keolahragaan Elfin Nuriadin SPd. (adz)

Zulkarnaen Minta Warga Medan Timur Tidak Takut Laporkan Perbuatan Melanggar Hukum dan Trantibum

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen SKM menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.10 Tahun 2021 di Kecamatan Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) pagi. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen SKM menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.10 Tahun 2021 di Kecamatan Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) pagi. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saat ini, warga Kota Medan seringkali mengeluhkan masalah Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). Mengingat maraknya narkoba, tawuran, perbuatan asusila, hingga begal, jelas-jelas telah mengusik ketentraman masyarakat. Akan tetapi, tidak semua warga berani untuk melaporkan tindakan-tindakan tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, H. Zulkarnaen S.K.M, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.10 Tahun 2021 tentang Ketentraman dan Ketertiban (Trantibum) di Jalan Umar No.15, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (5/7/2025) pagi.

“Saat ini ada banyak perilaku yang mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. Narkoba, tawuran, begal, semua ini benar-benar telah mengusik ketentraman dan ketertiban umum. Tetapi sayangnya tidak semua warga mau melaporkannya, kebanyakan karena warga tersebut merasa takut untuk melapor,” ucap Zulkarnaen.

Dikatakan Zulkarnaen pada kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Camat Medan Timur dan SatPol PP Kota Medan itu, saat ini warga tidak perlu takut untuk melaporkan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum ataupun mengusik ketentraman dan ketertiban umum tersebut. Pasalnya saat ini, Pemko Medan maupun Polrestabes Medan telah menyiapkan Call Centre untuk mengadukan perbuatan tersebut.

“Pemko Medan maupun Polrestabes Medan sudah menyediakan call centre untuk dapat dihubungi dalam mengadukan hal-hal yang mengganggu ketentraman masyarakat. Bapak/Ibu cukup WA saja, sampaikan di call centre itu. Jangan takut, laporkan saja, data pelapor akan dirahasiakan. Sekali lagi jangan takut, karena menyampaikan kebenaran itu sebuah hal yang baik, jangan takut untuk menegakkan keberanan,” ujarnya.

Dikatakan Zulkarnaen, pemerintah harus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya perangkat di kewilayahan, yakni pihak kecamatan, kelurahan hingga lingkungan.

“Perda No.10 Tahun 2021 ini hadir untuk memberikan jaminan kepada masyarakat Kota Medan. Pemerintah harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang warga Medan Timur, Tara, mengaku seringkali mengetahui adanya perbuatan melanggar hukum hingga mengusik ketentraman dan ketertiban umum di lingkungan. Akan tetapi, dirinya mengaku takut untuk melaporkannya.

“Seringkali kita tahu di tempat A ada melakukan perbuatan yang tidak baik, tapi kami tidak melapor karena tidak punya keberanian. Tolong bantu pak, supaya kami bisa melapor tanpa rasa takut,” tutur wanita paruh baya itu.

Selain Tara, warga lainnya, Ibu Hartati juga mengeluhkan keberadaan usaha billiard di Kecamatan Medan Timur. Pasalnya, banyak anak di bawah umur yang masuk ke tempat usaha billiard tersebut tanpa adanya larangan dari pihak pengelola billiard.

“Termasuk anak saya yang masih dibawah umur, asyik main billiard aja di Jalan Mustafa itu. Tolong supaya dibuat aturan bahwa tempat billiard itu khusus untuk orang dewasa,” pintanya

Menanggapi hal itu, perwakilan SatPol PP Kota Medan, Rahmad Doni, SatPol PP Medan, mengaku akan segera menindaklanjutinya. Ia mengatakan, pihaknya telah berkali-kali melakukan penertiban di tempat usaha billiard, khususnya dari sisi operasional.

“Memang benar, anak di bawah umur tidak boleh masuk tempat billiard, ini akan kami tindaklanjuti. Kemudian, tempat usaha billiard juga sering melanggar jam operasional, ini juga akan kami tindak,” tegasnya.

Selanjutnya, Sekretaris Camat Medan Timur, Syamsul Alam Nasution, meminta kepada warga Medan Timur untuk dapat bersama-sama menjaga ketentraman dan ketertiban umum. Ia menyebutkan, peran orangtua sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya.

“Tolong kepada anak-anak kita, apalagi yang lagi libur sekolah agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Kalau anak kita belum pulang, tolong dihubungi dan segera disuruh pulang. Kalau anak-anak kita menjaga ketertiban dan keamanan, InsyaAllah masa depan anak-anak kita akan terjaga. Khususnya masalah narkoba, disini perlu peran penting orangtua,” pungkasnya. (map)