Home Blog Page 2423

Polisi Ungkap Kasus Narkoba di Kos-kosan

Ist/Sumut Pos Pria berinisial DM yang didapat BB 50 butir pil ekstasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai melakukan pengungkapan kasus narkotika jenis pil ekstasi di kos-kosan Jalan Tamtama, Kelurahan Satria, Binjai Kota, Selasa (9/8). Atas pengungkapan ini, polisi menyebut, kos-kosan tersebut disinyalir sebagai lapak atau lokasi transaksi narkotika.

“Pengungkapan ini atas informasi dari salah satu tokoh masyarakat yang menghubungi Bapak Kapolres Binjai bahwa adanya peredaran narkotika di kos-kosan Tamtama. Menerima informasi ini, Kasat Narkoba diperintahkan untuk melakukan penyelidikan,” kata Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Junaidi, Kamis (11/8).

Oleh tim Unit II Satresnarkoba Pokres Binjai kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, cukup memuaskan.

Junaidi menjelaskan, tim yang berbagi tugas kemudian mencurigai 1 Toyota Yaris BK 1508 HY yang berpenumpang 3 orang laki-laki setibanya di lokasi kos-kosan. Adapun ketiga penumpang dimaksud berinisial RA (18), HS (18) dan MAR (19) warga Stabat, Langkat.

“Dilakukan penggeledahan badan dan mobil, ditemukan barang bukti 1/2 butir diduga pil ekstasi di bawah jok sopir mobil. Saat diamankan, terduga berinisial MAR juga sempat menelan 1 butir diduga pil ekstasi yang bertujuan untuk menghilangkan barang bukti,” urai Junaidi.

Selain BB pil ekstasi 1/2 butir seberat 0,17 gram, polisi juga menyita 3 HP dan mobil tersebut. Namun demikian, polisi tidak berpuas diri atas pengungkapan ini.

Polisi kemudian melakukan pengembangan atas petunjuk dari ketiga yang sudah lebih dulu diamankan. “Diperoleh informasi pria berinisial DM, kemudian dilakukan undercover buy atau menyamar sebagai pembeli 2 butir pil ekstasi seharga Rp440 ribu. Lalu anggota yang undercover buy sepakat bertemu dengan DM di Stabat,” kata dia.

Singkat cerita, polisi yang menyamar bertemu dengan DM. Saat menyerahkan inex pesanan, polisi kemudian melakukan penangkapan DM (24).

“Digeledah rumah pelaku, ditemukan BB 48 butir pil ekstasi yang disimpan dalam toples. Jadi jumlahnya 50 butir pil ekstasi disita sebagai BB beserta 1 HP merek Oppo dan 1 sepeda motor N-Max BK 3319 AIM,” tukasnya.

Oleh polisi, RA, HS, dan MAR disangkakan melanggar pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Mereka akan dilakukan asesment. Terakhir DM disangkakan pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) UU RI tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Sebelumnya, polisi juga mengamankan 4 orang berinisial YRG (16), S (20), RK (27) dan MH (27) di kos-kosan tersebut pada Jum’at (29/7) lalu. BB yang diamankan 1 paket diduga sabu, uang tunai Rp100 ribu, 1 HP merek Vivo, 1 HP merek Realme, 1 sepeda motor Thunder BK 5653 RY dan 1 sepeda motor Honda Supra tanpa nomor plat.

Rp 100.000,-, 1 unt HP merk Vivo, 1 unit HP merk Realme, 1 unit Sepeda motor Satria Thunder BK 5653 RY dan 1 unit Sepeda motor Honda Supra tidak berplat nomor. Keempatnya disangkakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (ted)/azw

Udah Dilatih, Dapat Mesin, Dikasih Proyek Jahitan Lagi

Foto: Istimewa Febryana Panjaitan di lokasi workshop menjahit di Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan.
Meski hanya ibu rumah tangga, Febryana Panjaitan (49) tetap ingin membantu perekonomian rumah tangga. Apalagi awal pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu suaminya sempat 3 bulan tidak kerja. Bermodal pelatihan dasar-dasar menjahit, wanita itu nekad terima permak-permak baju. Lumayan nambah-nambah uang dapur. Kini, disponsori PT Agincourt Resources, Febry dkk sudah lulus pelatihan tahap ketiga dan berencana membentuk tim konvensi.

——

Sejumlah ibu-ibu terlihat fokus menjahit baju-baju, di lokasi workshop menjahit di Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan. Mesin-mesin jahit merek Singer warna putih, terpampang di atas setiap meja. Ibu-ibu itu adalah penjahit binaan PTAR (pengelola Tambang Emas Martabe) bekerjasama dengan Dinasker Tapanuli Selatan.

Febryana Panjaitan, salahsatu dari antara penjahit binaan itu, tampak serius menjahit seragam bermotif batik. Sesekali, ia menjawab pertanyaan dari seorang ibu yang nampaknya murid baru di workshop menjahit tersebut.

Sejak kapan bisa menjahit, bu?

“Dari dulu ingin menjahit, cari yang gratisan. Tapi belum dapat. Bersyukur, April 2020 lalu bisa ikut pelatihan menjahit dari Disnaker,” kata ibu rumah tangga ini, mengawali.

Namun baru paham sedikit tentang dasar-dasar menjahit, pelatihan berikutnya diundur karena pandemi Covid-19. Keterampilan menjahitnya pun tidak berkembang. Sementara itu, pandemi membuat suaminya yang bekerja di Macmahon, menganggur 3 bulan. Wanita lulusan D3 Kesekretariatan Universitas HKBP Nommensen Medan ini pun memutar otak.

“Tiga bulan suami tidak bekerja, yang didapat hanya gaji pokok. Karena situasi tidak pasti, kami bikin ternak lele. Saya juga memberanikan diri menerima permak baju dari hasil pelatihan pertama dasar-dasar menjahit itu. Walau hanya Rp10 ribu-20 ribu sekali permak, tapi kami sangat bersyukur. Setidaknya ada penghasilan tambahan walau sedikit,” katanya dengan nada serius.

Karena saat itu dirinya belum punya mesin jahit sendiri, wanita kelahiran Huta Bayu, 3 Februari 1973 lalu ini meminjam mesin jahit punya tetangga. “Tetangga meminjamkan karena mesin jahitnya tidak terlalu aktif dipakai,” katanya.

Untuk permak baju, pendapatannya relatif kecil. “Kadang hanya Rp25 ribu, karena ngga saban hari orang permak baju. Tapi saya bersyukur karena dapat jahitan permak,” katanya.
Beruntung, suaminya kembali dipanggil bekerja di Macmahon. Dan beruntung lagi, karena pihak Disnaker Tapsel tidak membiarkan ibu-ibu peserta pelatihan pertama tidak berkembang.

“Disnaker mencoba menghubungi PT Agincourt Resources. Diberi jawaban, kami bisa melanjutkan pelatihan kedua,” katanya.

Mengaku tidak menyangka dirinya terpilih ikut pelatihan tahap kedua, Febryana pun kembali ikut pelatihan menjahit dari Disnaker dan PTAR pada November-Desember 2021 lalu selama 24 hari.

Usai mengikuti pelatihan menjahit tahap kedua, keterampilan menjahitnya semakin mumpuni. Ia sudah mampu menjahit seragam sekolah, baju tunik atau gamis, dll. “Awanya hanya dijual ke teman-teman,” katanya.

Belum berani memajang plang tukang jahit di depan rumanya, Febryana mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. “Bersyukur, dari jahitan yang kita jual, hingga kini belum ada yang komplen (hasilnya, Red). Saya kurang tahu mereka suka atau bagaimana, tapi tidak ada yang komplen. Bahkan mereka minta lagi, cuma cari warna yang mereka suka,” jelasnya seraya tersenyum.

Tetangga-tetangga juga makin sering memberi jahitan, padahal di sekitar rumah mereka juga ada tukang jahit. “Kata mereka, jahitan kami lebih rapi. Dan memang kami jahit rapi supaya pemesan datang lagi,” katanya.

Sebelum disponsori oleh PTAR, tantangan para peserta pelatihan menjahit itu adalah tidak punya mesin jahit sendiri. Saat pelatihan dari Disnaker, memang ada pinjaman mesin jahit, tapi dijemput lagi. “Hanya setengah tahun (dipinjamkan ke kami). Setelahnya saya pinjam ke tetangga,” katanya.

Kini, Febryana dkk tidak kesulitan lagi. “Puji Tuhan, dapat mesin jahit dari PTAR. Jadi saya tidak perlu pinjam mesin jahit lagi. Mesin jahit ini bukan hak milik, tapi bisa kami gunakan sehari-hari,” katanya.

Diungkapkannya. sejak pelatihan kedua, dirinya sudah menerima banyak dapat proyek jahitan dari bu Laila dan bu Meri (PTAR). “Sudah ada puluhan. PTAR kasih bahan untuk menjahit. Ngga disuruh cari sendiri, walaupun yang terakhir sebagian kami beli. Mereka (PTAR) ajari kami untuk berpikir,” katanya.

Pihak PTAR juga mengajari mereka cara menghitung berapa harga bahan, berapa yang mau dijual, berapa untung, dan dimasukkan kembali ke kas.

Pendapatan dari menjahit sebagian ditabungnya. Sebagian lagi digunakan untuk membeli apa yang dibutuhkan. “Senang… karena sekarang mau beli peralatan make-up beli sendiri tidak perlu lagi minta suami,” katanya.

Namun meski sudah lumayan trampil menjahit dan sudah memperoleh mesin jahit dari PTAR, ternyata Febryana dkk masih merasa kurang percaya diri menerima jahitan yang lebih rumit.

“Walaupun belum ada pemesan yang komplain, tapi kita tetap merasa ngga puas (dengan keterampilan menjahit),” katanya.

Karena kurang pede, Febryana dan kawan-kawan pun meminta pelatihan untuk tingkat advanced. Kini mereka sedang mengikut pelatihan tingkat terampil selama 14 hari. Tujuannya untuk mendapat sertifikat dari Departemen Pendidikan.

Ia berharap, dengan ikut pelatihan tahap tiga ini, mudah-mudahan mereka semakin berani terima jahitan dengan tingkat kerumitan yang lebih kompleks.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada PTAR, karena tidak membiarkan mereka sendirian. “Kami dibimbing terus. Kadang kami malu sendiri, kok mereka (PTAR) greget gitu, tapi kami gimana. Makanya kami amat sangat berterimakasih ke PTAR karena kami tidak dilepas. Malahan kami dikasih pekerjaan,” katanya.

Saat ini, Febryana dan kawan-kawan sudah membentuk tim workshop menjahit. Di bawah binaan PTAR, Febryana dll diharapkan menjadi tim konveksi. “Kebetulan di antara kami ini ada yang mau bekerjasama. Kami dikasih jahitan. Kemarin dikasih 4, kadang dia kasih saya jahit celana, dia di baju, jadi kerjasama. Ke depannya kami berharap tim ini bisa jadi satu konveksi. Sama-sama bekerja dalam satu tim,” katanya. (mea/rel)

Pangan Lokal Bisa Selamatkan Indonesia dari Ketergantungan Impor

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Isu krisis pangan global yang semakin menguat justru menjadi pendorong bagi pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan lokal untuk menekan ketergantungan impor. Impor gandum, misalnya, sempat terkendala karena perang Rusia-Ukraina.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengakui, kondisi global saat ini tidak biasa-biasa saja. Namun, kata dia, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi peningkatan produktivitas pertanian Indonesia karena didukung oleh sistem produksi yang terjaga baik. “Sehingga (pertanian) memiliki kontribusi positif di saat sulit. PDB pertanian malah tumbuh. Ekspor naik berlipat-lipat, 38%. Naik tinggi. sistem produksi terjaga baik,” kata Suwandi dalam sebuah diskusi daring, Selasa (9/8).

Data ekspor Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2022, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-April 2022 mencapai US$93,47 miliar atau naik 38,68% dibanding periode sama tahun 2021. Sektor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang kenaikan 11,94% untuk periode yang sama.

Ada dua langkah yang dilakukan Kementan untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia, yaitu memantapkan kapasitas produksi dari tanaman pangan lokal yang sudah ada, seperti padi dan jagung. Juga melakukan diversifikasi produksi dan konsumsi tanaman pangan lokal. “Jepang, Korea itu kuat karena cinta produksinya. Jangan membeli produk orang lain. Belilah produk-produk petani kita,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beragam tanaman pangan lokal yang berpotensi menjadi pengganti gandum, seperti singkong, sorgum, sagu, ubi jalar, talas, dan lainnya. Yang tengah digencarkan Kementan saat ini adalah perluasan produksi sorgum.

Karena sorgum mudah dibudidayakan pada lahan yang tidak subur, bahkan tandus. Sorgum juga masih satu kerabat dengan gandum dalam penamaan ilmiah. “Kelebihan sorgum adalah sekali tanam bisa dikepras dua kali. Artinya, setahun bisa tiga kali panen dengan sekali masa tanam,” katanya.

Penyuluh Pertanian Lapang Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Esti Fauziah menambahkan, sorgum tidak memerlukan persiapan banyak sebelum ditanam. “Bahkan di tanah berbatu saja sorgum bisa tumbuh dengan baik. Tidak seperti tanaman padi yang memerlukan air banyak, memerlukan olah tanah,” kata dia dalam diskusi itu.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sebaran lahan tanaman sorgum banyak berada di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan produktivitas berkisar 3-4 ton per hektare. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur produktivitasnya 4-5 ton per hektare. Total luas lahan sorgum di seluruh wilayah mencapai sekitar 15 ribu hektare.

Sementara Pelaksana Tugas Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, Isfahari menilai, semua tanaman pangan lokal Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Juga mampu menurunkan ketergantungan terhadap impor gandum.

“Bayangkan kalau kita bisa mensubstitusi 10 sampai 30% terigu yang ada,” kata dia dalam diskusi daring terpisah. Impor gandum Indonesia mencapai sekitar 11 juta ton per tahun.

Kendati diakui Risfaheri bahwa tepung sorgum atau tepung pangan lokal lain belum memiliki sifat mengembang layaknya terigu dari gandum. Namun, kata dia, hal tersebut bisa disiasati dengan teknologi pangan. “Barangkali para penelitia bisa merekayasa komoditas pangan kita yang tidak punya sifat mengembang bisa disisipkan mungkin seperti zat adiktif yang bisa membuat mengembang,” katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi gandum dan mulai beralih ke tanaman pangan lokal, seperti singkong, sorgum, dan sagu. (adz)

Kolaborasi dengan BNI, Bank Sumut Perluas Layanan dan Channel Digital

DIABADIKAN: Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati dan Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan, dan masing-masing jajaran, diabadikan bersama di Menara BNI Pejompongan, Jakarta, Rabu (10/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Utara atau Bank Sumut, berkolaborasi dengan BNI, dalam mengusung program Orange Synergy. Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan produk, layanan, channel, dan kapabilitas antara BNI dan Bank Sumut.

Langkah perdana kerja sama ini, diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati dan Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan di Menara BNI Pejompongan, Jakarta, Rabu (10/8) lalu.

Hadir juga pada penandatanganan tersebut, Komisaris Bank Sumut Syahrudin Siregar, Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Arieta Aryanti, serta Direktur Bisnis dan Syariah Irwan. Serta hadir juga segenap jajaran Pemimpin Divisi Bank BNI dan Pemimpin Divisi Bank Sumut.

Melalui proyek kolaborasi Orange Synergy, Bank Sumut dan BNI berkomitmen membangun kerja sama strategis yang dituangkan dalam berbagai inisiatif pengembangan layanan perbankan, yang menguntungkan kedua belah pihak serta memberikan manfaat bagi stakeholder.

Dengan kolaborasi ini, Bank Sumut dapat memperluas diversifikasi produk dan layanan perbankan. Demikian halnya dengan BNI yang dapat memperluas layanan terkait pembayaran pajak dan retribusi daerah di Sumut. Diharapkan kerja sama ini akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis bagi Bank Sumut dan BNI.

Dirut Bank Sumut, Rahmat Fadillah Pohan menyampaikan, seiring dengan perkembangan digitalisasi yang cukup masif di berbagai industri, termasuk jasa keuangan, sebagai bank daerah terbesar di Sumatera dan luar Jawa, Bank Sumut telah mencanangkan transformasi digital yang menjadi fokus strategi Bank Sumut sejak 2020 lalu, untuk mampu bersaing menyediakan berbagai fitur layanan perbankan dan memperluas jangkauan di berbagai kanal layanan.

Untuk percepatan pengembangan digitalisasi di Bank Sumut, diperlukan langkah yang tepat untuk berkolaborasi dengan pelaku industri lainnya, seperti fintech, e-commerce, dan juga sesama perbankan.

“Kami tentunya mengapresiasi BNI yang membuka peluang kerja sama dengan kami. Tentunya ini akan menjadi sebuah value prepositition baru bagi kami dan akan menguntungkan lebih banyak nasabah kami,” ungkap Rahmat.

Bagi Bank Sumut, Rahmat juga menyampaikan, kerja sama ini akan memperkuat digital kapabilitas, menambahan layanan dan produk baru, serta memperkuat pengembangan bisnis Bank Sumut. Tentunya, ada pula potensi peningkatan pendapatan, serta peluang investasi dengan ongkos yang lebih terjangkau.

Bagi nasabah Bank Sumut, kerja sama ini akan memberi beragam pilihan layanan baru, layanan semakin baik, fee yang lebih kompetitif, serta channel transaksi yang semakin luas dan mudah

Wakil Direktur Utama Bank BNI, Adi Sulistyowati, yang karib disapa Susi, menyampaikan, BNI akan membuka peluang kerja sama dan integrasi layanan, agar dapat dimanfaatkan dalam memberi solusi perbankan lengkap kepada nasabah Bank Sumut.

“Tentunya kami menyambut baik kerja sama ini. Ini sangat sesuai dengan semangat BNI Go Produktif. BNI ingin berperan proaktif dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai jalinan sinergi. Kami pun harap Bank Sumut dapat memberi pelayanan lebih maksimal kepada nasabah,” tuturnya.

Adapun, potensi sinergi yang akan tecipta ke depannya adalah kerja sama channel, meliputi pemanfaatan channel ATM BNI termasuk yang berada di luar negeri, pemanfaatan bersama channel acquiring, sekaligus kerja sama Bisnis Keagenan.

“Peluang kerja sama BNI dan Bank Sumut ini sangat banyak. Kami pun akan memperluas peluang kerja sama seperti ini, dengan beberapa bank daerah lainnya,” pungkas Susi. (rel/saz)

Road to BUMN Legal Summit 2022, Kawal Transformasi BUMN, Dorong Mahasiswa FH Bergabung

Road to BUMN Legal Summit 2022: Pembicara pada acara Road to BUMN Legal Summit 2020 yang diselenggarakan secara daring.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian BUMN bekerjasama dengan Forum Hukum BUMN menggelar Webinar Mahasiswa Fakultas Hukum Perguruan Tinggi perwakilan seluruh provinsi Indonesia Sesi I, Rabu (10/8).

“Webinar ini sebagai salah satu kegiatan Road to BUMN Legal Summit 2022 dengan tema “Legal Future Career in State Owned Enterprise (BUMN)”, dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang hukum di BUMN,” kata Puji Haryadi  selaku Ketua Umum Forum Hukum BUMN.

Acara yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting ini, diikuti oleh 540 mahasiswa fakultas hukum yang berasal dari 18 universitas negeri di Indonesia, di mana masing-masing universitas negeri mengirimkan 30 mahasiswa.

Pembicara dalam acara ini antara lain adalah Wahyu Setiawan, SH, L.LM, Asisten Deputi Bidang Perundang-undangan Kementerian BUMN, yang membawakan materi terkait sejarah & perkembangan BUMN, peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan BUMN dan isu hukum strategis terkait BUMN.

Selain itu, webinar ini juga menghadirkan Herdy Rosadi Harman, SH, L.LM, MBA. Direktur SDM dan Digital PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebagai pembicara, dengan tema Working Experience & Career Path in BUMN, Herdy yang mengulas seputar jenjang karir bagi alumni lulusan fakultas hukum di BUMN dan privillege & challenge berkarir di BUMN serta do’s & don’t’s dalam berkarir di BUMN.

Dalam pemaparannya Wahyu mengatakan, BUMN memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, baik karena sumbangsih terhadap perekonomian nasional pada umumnya maupun terhadap keuangan negara pada khususnya  dan dalam rangka penyelenggaraan kemanfaatan umum.

Menurut Wahyu, sebagai upaya untuk meningkatkan perannya, BUMN telah melakukan transformasi yang semula mempunyai banyak bentuk kegiatan bisnis menjadi lebih efisien serta terarah dalam melakukan kegiatan bisnisnya. Proses transformasi dilakukan melalui holding BUMN (terbagi menurut klasifikasi kegiatan bisnis) yang tertera pada 5 (lima) pilar.

“Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi BUMN kurang lebih mencapai Rp1.200 triliun yang terdiri dari setoran pajak dan penerimaan negara bukan pajak (“PNBP”) termasuk yang berasal dari dividen dan bagi hasil,” ujarnya.

Selain adanya kontribusi terhadap negara, kata Wahyu, peran BUMN ditingkatkan melalui pembentukan model bisnis baru seperti perbankan syariah, merger beberapa BUMN, dan integrasi holding ultra mikro yang bertujuan memajukan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (“UMKM”).

Wahyu lebih lanjut mengemukakan, seiring dengan berjalannya proses transformasi, BUMN dihadapkan dengan berbagai tantangan dan hambatan yang berkaitan dengan isu hukum strategis yang mendapatkan perhatian dari berbagai pemangku kepentingan dan memberikan dampak bagi masyarakat luas.

“Konsolidasi fungsi hukum BUMN juga penting sebagai sarana berbagi pembelajaran, agar isu hukum strategis yang serupa tidak terjadi di BUMN lain,” tandasnya.

BUMN Legal Summit 2022 merupakan acara yang rencananya akan diikuti oleh seluruh insan hukum BUMN dan Anak Perusahaan BUMN.

BUMN Legal Summit 2022 akan berisi rangkaian kegiatan antara lain berupa arahan pemangku kepentingan strategis mengenai arah kebijakan BUMN sebagai panduan bagi seluruh insan hukum BUMN. (rel/ram)

Maher Rady Shah Raih Prestasi di Australia

Maher Rady Shah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Meher Rady Shah. Jika Januari lalu dia menjadi juara event menembak nasional (Banten Cup), kali ini putra bungsu Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Pancasila Indonesia (DPN MPI) Meherban Shah, sukses meraih prestasi di kejuaraan menembak internasional, Australian Long Range Riffle Tournament di Brisbane, Australia.

Radi, kelahiran 2 Februari 2008, pada perlombaan Rabu (10/08/2022) tampil menjadi yang terbaik di nomor 600 yard. Dia mencatat skor tertinggi 60,05. Peringkat kedua diduduki Mark Fairbairn (Cannon Hill RSL) nilai 60.04, disusul Jordan Drew (Cairns Rifle Clut) 58.05.

Sukses Rady memenangi nomor 600 yard ini mendapat simpati dan pujian dari pecinta dan insan olahraga menembak yang hadir di Brisbane. Hal ini mengingat usia Rady yang masih belasan tahun Bahkan ia tercatat sebagai peserta termuda di event ini.

Ketenangan dan talenta menembak Rady yang turun dari ayahnya, Meherban Shah, juga mengundang kagum banyak orang. Ia sedikit pun tidak gentar, bahkan semakin fokus menghadapi 21 pesaingnya yang jauh lebih senior.

Rady lewat pesan whattapp nya mengaku bersyukur atas prestasi ini. Ia gembira, di usianya yang masih muda bisa menorehkan prestasi di negara luar. “Saya tentu bersyukur. Bagi saya, capaian prestasi ini punya nilai tersendiri, dapat mengikuti jejak sosok yang paling saya kagumi yakni ayah tercinta Meherban Shah, yang di era 1990-an kerap menjuarai berbagai kejuaraan menembak dan berburu yang digelar Perbakin Sumut,” ujarnya.

Rady tidak memungkiri, prestasinya di cabor menembak tidak terlepas dari tempaan ayahnya yang senantiasa mengingatkan agar tidak pernah cepat merasa puas, tapi harus terus berupaya mengasah kemampuan. “Saya juga ingat pesan ayah “Jadilah petarung, di halaman sendiri semut, di negara menjadi singa,” paparnya.

Karenanya Rady tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada ayah dan juga keluarganya di Medan, demikian pula kepada pelatih dan semua orang yang selama ini mendukung prestasinya. (dek)

BMKG Ingatkan Masyarakat Jaga Kesehatan, Medan Dilanda Panas 36 Derajat Celcius

kipas angin: Dua wanita menggunakan kipas angin kecil untuk menyejukan tubuhnya dari udara panas. Kota Medan selama tiga hari ke depan masih dilanda cuaca panas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan agar menjaga kesehatan, mengingat cuaca saat ini hingga tiga hari ke depan, diprakirakan masih ekstrem dengan suhu udara mencapai 36 derajat Celcius.

“Kita mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kesehatan, jangan sampai sakit,” ujar Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Endah Paramita kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (10/8).

Hal ini disebabkan kondisi angin masih bersifat divergen atau menyebar, sehingga potensi pertumbuhan awan tidak terlalu signifikan.

“Tetapi meskipun begitu, potensi hujan ringan masih berpeluang terjadi dan bersifat lokal,” paparnya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk hujan ringan terjadi pada sore hingga malam hari, yang berpeluang di wilayah Langkat, Binjai, Deliserdang, Medan, Toba, Simalungun, Karo, Asahan dan sekitarnya, dengan kelembaban udara berkisar 60-95 persen dan kecepatan angin mencapai 10-30 Km/jam, dari Tenggara hingga Barat Daya.

Sedangkan dini hari, sambung Endah, terjadi di wilayah Asahan, Labuhanbatu, Labusel dan sekitarnya. “Untuk titik panas terdeteksi ada dua titik panas di Sumut, yakni di Dairi dan Tapanuli Utara,” pungkasnya. (dwi/ila)

Agincourt Resources Sokong Sektor Pariwisata Tapanuli Selatan

General Manager Operations PT Agincourt Resources (PTAR) Rahmat Lubis dengan Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan Parulian Nasution menggunting pita sebagai simbol penyerahan tambahan fasilitas bangunan Menara Pandang dari PTAR kepada Pemkab Tapanuli Selatan, Selasa, 9 Agustus 2022. (Dok: PTAR)

SIPIROK, SUMUTPOS – Untuk mendorong sektor pariwisata di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, PT Agincourt Resources (PTAR) menambah fasilitas di Menara Pandang Sipirok berupa bangunan koridor/selasar, pos jaga, toilet umum, dan pelataran parkir senilai total Rp1,65 miliar.

General Manager Operations PTAR, Rahmat Lubis, mengatakan PTAR telah berdiskusi dengan Pemkab Tapanuli Selatan dan lantas memutuskan untuk mendirikan berbagai fasilitas pendukung tambahan di Menara Pandang Sipirok.

“Kami sadar bahwa kami adalah bagian tak terpisahkan dari Tapanuli Selatan dan kami senang sekali memberikan kontribusi positif di daerah ini,” ujar Rahmat.

Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok mulai dibangun PTAR pada 2020 dan sudah diserahterimakan kepada Pemkab Tapanuli Selatan pada 1 Februari 2021. Total anggaran yang dikeluarkan PTAR untuk membangun Menara Pandang setinggi 31,5 meter dan seluas 583 meter persegi itu mencapai lebih dari Rp13 miliar.

Rahmat berharap terjadi peningkatan kunjungan ke Kebun Raya Sipirok, khususnya Menara Pandang yang telah menjadi ikon di Tapanuli Selatan, setelah dibangunnya fasilitas tambahan. Pemeliharaan fasilitas tambahan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak Pemda agar dapat tetap digunakan semaksimal mungkin.

Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan, Parulian Nasution, mengatakan bantuan tambahan fasilitas bangunan Menara Pandang Sipirok dari PTAR merupakan bagian dari komitmen keseluruhan antara Pemkab dengan PTAR untuk terus meningkatkan layanan di bidang pariwisata, khususnya areal Kebun Raya Sipirok.

PTAR, pengelola Tambang Emas Martabe, juga menunjukkan kontribusi di bidang kesehatan melalui pembangunan sumur bor di UPT RSUD Sipirok dan bantuan peralatan pemadam kebakaran untuk Damkar Tapanuli Selatan. Seluruhnya telah diserahkan PTAR kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan di Menara Pandang Sipirok pada Kamis, 9 Agustus 2022.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PTAR yang telah berkontribusi dengan mengalokasikan anggaran dana CSR untuk pembangunan ini,” ujar Parulian.

Serah terima bantuan dari PT Agincourt Resources kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dilakukan di Menara Pandang Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada 9 Agustus 2022. Bantuan berupa penambahan fasilitas bangunan Menara Pandang Sipirok, pembangunan sumur bor di UPT RSUD Sipirok, dan penyediaan peralatan pemadam kebakaran untuk Damkar Tapanuli Selatan. (Dok: PTAR)

Kontribusi di Bidang Kesehatan dan Keamanan

Di bidang kesehatan, PTAR membuat sumur bor di RSUD Sipirok senilai Rp175 juta, termasuk pipanisasi ke beberapa bak penampungan di lingkungan RSUD Sipirok. Kapasitas air dari sumur bor dengan pompa air sekitar 1,5 liter per detik atau 129.600 liter per hari.

Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, mengatakan PTAR berkontribusi pada pelayanan kebutuhan air bersih di RSUD, sesuai permohonan Pemkab Tapanuli Selatan, untuk keperluan operasional RSUD Sipirok.

“Kami harap pembangunan sumur bor dapat memenuhi kebutuhan air RSUD Sipirok sehingga tidak terjadi kekurangan, terutama saat musim kemarau,” ujarnya.

Pada 2022 PTAR terus melanjutkan Program Penguatan Kapasitas melalui serangkaian Pelatihan Kompetensi Fire Fighting untuk personel Damkar Tapanuli Selatan yang berjumlah 42 orang. Teranyar, PTAR membantu penyediaan peralatan pemadam kebakaran senilai Rp128 juta.

Peralatan tersebut antara lain 10 unit baju dan celana pemadam anti-panas, 10 unit helm dan sepatu safety pemadam kebakaran, dan 10 unit kampak pemadam fiber serta peralatan pendukung lain seperti 3 unit Y Place Conector (Y Connector 2,5 ke Connector 1,5), 2 unit Fire Nozle 1,5 inch, dan 1 unit tabung SCBA (Cylinder, Back Pack dan Mask Vision).  (Rel)

Jual 10 Ribu Galon Aqua, Omzet Puluhan Juta per Bulan

AWASI: Syahbeni, pemilik AHS (AQUA Home Service) Keluarga, mengawasi para pekerjanya di ruko tempatnya berbisnis di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Senin (8/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kurun waktu 10 tahun, kios kecil-kecilan peninggalan ibunya bisa diubah menjadi bisnis beromzet ratusan juta rupiah. Bisnisnya relatif ‘sederhana’. Hanya berjualan air Aqua kemasan galon plus gas LPG. Dari jualan air Aqua saja, ia bisa untung bersih Rp45 juta per bulan. Apa rahasianya?

“Kuncinya gigih plus servis pastinya,” kata Syahbeni (48), pemilik AHS (AQUA Home Service) Keluarga, kepada awak media di Medan, Senin (8/8). AHS Keluarga yang dikelolanya, termasuk AHS paling menginspirasi di wilayah Sumatera Utara, dalam program pengembangan ekonomi masyarakat (economic development) yang dilaksanakan Danone-AQUA.

Pria yang akrab dipanggil Beni ini lantas mengisahkan awal dirinya terjun ke bisnis jualan air Aqua kemasan galon mulai dari hanya 30 galon hingga saat ini mencapai 10 ribu galon. “AHS Keluarga ini awalnya dijalankan almarhumah ibu saya pada tahun 2011. Pada waktu itu kami anak-anaknya sepulang kerja dari kantor ikut membantu beliau mengangkat galon atau membantu pekerjaan lain,” katanya mengawali.

November 2012, perusahaan logistik tempat dirinya bekerja, berencana memindahkan dirinya ke Palembang. “Karena keluarga di Medan, saya memutuskan untuk berhenti dan mulai sepenuhnya mengelola AHS Keluarga,” ungkapnya.

Di sebuah ruko di Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Medan, ia memulai bisnisnya dengan modal awal 30 galon air isi ulang Aqua. “Awalnya, seminggu pun tidak habis,” kisahnya.

Beni pun memutar otak gimana caranya menambah omzet. Muncul ide untuk mencetak kartu nama AHS Keluarga berikut nomor kontak. “Naik sepeda motor, saya keliling ke perumahan-perumahan dan perkantoran-perkantoran, menawarkan langganan air galon Aqua,” katanya.

Tiap hari, ia menyediakan waktu 1 jam khusus untuk menyebarkan kartu nama atau flyer berisi keterangan tentang AHS Keluarga. Kartu itu digantungnya pada pagar-pagar rumah di komplek sekitar Kecamatan Medan Maimun.

Hari demi hari, pelanggannya terus bertambah. Untuk menjaga pelanggannya agar tidak berpindah ke lain hati, Beni menomorsatukan kepuasan pelanggan. “Pokoknya, kita siap mengantar sampai ke rumah. Mau 1 galon pun, langsung kita antar. Pengantaran paling lama 15 menit sejak dipesan,” ujarnya. Ia bahkan melayani pengantaran hingga radius 5 kilometer dari lokasi toko.

Servis menjadi keunggulannya. Tak sekadar mengantar, ia juga siap memasangnya ke dispenser. Kebersihan plus keamanan produk dijaganya sebelum sampai di tangan pelanggan.  “Bagi saya, pelayanan yang baik kepada pelanggan merupakan salah satu kunci sukses dalam pengelolaan AHS. Intinya, apapun tantangannya… jangan putus asa,” ujar Beni seraya tersenyum lebar.

Kerja kerasnya pelan-pelan menunjukkan hasil. Dari awalnya hanya 30 galon, kini ia mampu menjual 10 ribu galon Aqua dalam sebulan. Dari awalnya hanya 1 sepeda motor, kini ia memiliki 7 becak bermotor untuk mengantar pesanan ke pelanggan.

Dibantu 7 orang yang menangani pengantaran produk, dan seorang tenaga administrasi, ia mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp 45 juta sebulan dari penjualan AQUA kemasan galon, botol, dan gelas. Belum termasuk penjualan gas elpiji. ”Pelanggan saya 80 persen adalah konsumen rumah tangga. Selebihnya perkantoran. Rata-rata rumah tangga memesan 5-10 galon Aqua per bulan,”  ungkapnya.

Jadi, penjualan 10 ribu galon air Aqua itu kurang lebih hanya untuk 750 pelanggan saja. Adapun perkantoran bisa memesan hingga 60 galon Aqua per minggu.

Tak hendak berpuas diri dengan jumlah itu, Beni bertekad tetap menambah pelanggan. “Cita-cita saja adalah mendapat dua konsumen baru setiap hari,” katanya. Karena itu, meski usahanya sudah cukup mapan, ia tetap berupaya menjemput bola ke perumahan-perumahan dan perkantoran.

Dengan keuntungan bersih Rp45 juta per bulan dari penjualan air Aqua saja, belum dari penjualan gas Elpiji, tahun lalu Beni sudah mampu melunasi ruko yang menjadi lokasi bisnisnya. “Alhamdulillah, tahun 2021 lunas. Ruko kini milik saya,” katanya dengan wajah semringah.

Selain itu, Beni mengaku bangga bisa ikut menciptakan lapangan kerja.

 

Terbuka untuk Ibu Rumah Tangga

Regional Sales Manager Danone-AQUA wilayah Sumatera, Hendro Marpaung, mengatakan, program AHS (AQUA Home Service) adalah salah satu bentuk pengembangan ekonomi masyarakat (economic development) yang menjadi program unggulan Danone-AQUA.

“Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama para ibu rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa meninggalkan rumah,” jelasnya, didampingi Manajer Coorporate Communication Danone AQUA  Michael Liemena.

Bagi yang tertarik ikut program AHS, hanya perlu menyediakan tempat, modal yang tidak terlampau besar, dan keinginan menjual dan menyebarluaskan pola hidup sehat melalui produk-produk AQUA.  “Kami akan mempersiapkan sarana penjualan. Seperti papan nama, ambalan untuk penyusunan galon, strategi dan edukasi untuk dapat melayani pelanggan dengan baik,” jelas Hendro.

Kepedulian Danone-AQUA terhadap masyarakat melalui program AQUA Home Service ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian sosial dan modal sosial. Pelaksanaan program selalu menitikberatkan pada peran aktif masyarakat. Selain AHS dapat memajukan ekonomi keluarga, AHS juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan air minum berkualitas masyarakat Indonesia dan memastikan produk asli sampai ke tangan konsumen.

“Para pengelola AHS dapat ikut mengalirkan kebaikan kepada masyrakat luas untuk selalu mengkonsumsi produk AQUA berasal sumber air yang terlindungi, mengandung mineral alami yang terjaga baik, dan proses produksi yang aman dan higienis,” kata Hendro.

Jumlah AHS di seluruh Sumatera Utara kini mencapai 1.000 unit, dengan 465 unit AHS di antaranya berada di Medan. Rata-rata penjualan AHS mencapai 800 galon Aqua per bulan. “Dengan untung Rp 4 ribu per galon, pengelola AHS bisa dapat penghasilan Rp3,2 juta per bulan,” katanya.

Makin banyak pelanggan, tentunya keuntungan semakin besar. Selain keuntungan hasil penjualan, pengelola AHS juga berpotensi mendapat apresiasi dari Danone-AQUA untuk kondisi-kondisi tertentu.

Manajer Coorporate Communication Danone AQUA, Michael Liemena, mengatakan, melalui program AHS ini, visi Danone-AQUA One Planet One Health yang meyakini bahwa kesehatan bumi dan kesehatan masyarakat selalu memiliki keterkaitan, dapat terwujud. “Kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat melalui program AHS ini selalu fokus pada kesehatan dan pelestarian lingkungan,” katanya. (mea/rel/ila)

 

Road to BUMN Legal Summit 2022, Dorong Mahasiswa FH Bergabung ke BUMN

Acara yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, pada Rabu (10/9/2022), pukul 09.00 – 14.35 WIB itu, diikuti oleh 540 mahasiswa fakultas hukum yang berasal dari 18 universitas negeri di Indonesia, di mana masing-masing universitas negeri mengirimkan 30 mahasiswa.

JAKARTA, SUMUTPOS – Untuk menambah wawasan bagi mahasiswa fakultas hukum terkait arti penting keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa fakultas hukum mengenai regulasi dan isu hukum terkait BUMN, memberikan pengetahuan tentang potensi, sekaligus mendorong minat serta ketertarikan mahasiswa fakultas hukum terbaik (top talent) untuk bergabung berkarir di KBUMN dan perusahaan BUMN, Kementerian BUMN bekerjasama dengan Forum Hukum BUMN menggelar Webinar Mahasiswa Fakultas Hukum Perguruan Tinggi perwakilan seluruh provinsi Indonesia Sesi I.

“Webinar ini sebagai salah satu kegiatan Road to BUMN Legal Summit 2022 dengan tema “Legal Future Career in State Owned Enterprise (BUMN)”, dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang hukum di BUMN,” kata Puji Haryadi selaku Ketua Umum Forum Hukum BUMN dalam pembukaannya.

Acara yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, pada Rabu (10/9/2022), pukul 09.00 – 14.35 WIB itu, diikuti oleh 540 mahasiswa fakultas hukum yang berasal dari 18 universitas negeri di Indonesia, di mana masing-masing universitas
negeri mengirimkan 30 mahasiswa.

Pembicara dalam acara ini antara lain adalah Wahyu Setiawan, SH., L.LM, Asisten Deputi Bidang Perundang-undangan Kementerian BUMN, yang membawakan materi terkait sejarah & perkembangan BUMN, peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan BUMN dan isu hukum strategis terkait BUMN.

Selain itu, webinar ini juga menghadirkan Herdy Rosadi Harman, S.H., L.LM., MBA. Direktur SDM dan Digital PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebagai pembicara, dengan tema Working Experience & Career Path in BUMN, Herdy yang mengulas seputar jenjang karir bagi alumni lulusan fakultas hukum di BUMN dan privillege & challenge berkarir di BUMN serta do’s & don’t’s dalam berkarir di BUMN.

Dalam pemaparannya Wahyu mengatakan, BUMN memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, baik karena sumbangsih terhadap perekonomian nasional pada umumnya maupun terhadap keuangan negara pada khususnya dan dalam rangka penyelenggaraan kemanfaatan umum.

Kedua peran tersebut terus dijalankan oleh BUMN dalam rangka implementasi dari tujuan BUMN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (“UU BUMN”).

Menurut Wahyu, sebagai upaya untuk meningkatkan perannya, BUMN telah melakukan transformasi yang semula mempunyai banyak bentuk kegiatan bisnis menjadi lebih efisien serta terarah dalam melakukan kegiatan bisnisnya. Proses transformasi dilakukan melalui holding BUMN (terbagi menurut klasifikasi kegiatan bisnis) yang tertera pada 5 (lima) pilar. Meliputi kontribusi terhadap nilai ekonomi dan sosial, mengusung inovasi model bisnis, meraih kepemimpinan teknologi, mendorong peningkatan investasi, serta menerapkan pengembangan talenta dalam pembangunan berkelanjutan.

Acara yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, pada Rabu (10/9/2022), pukul 09.00 – 14.35 WIB itu, diikuti oleh 540 mahasiswa fakultas hukum yang berasal dari 18 universitas negeri di Indonesia, di mana masing-masing universitas
negeri mengirimkan 30 mahasiswa.

Adapun bukti nyata dampak transformasi BUMN guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat tampak dari kontribusi BUMN terhadap negara. Itu khususnya dalam sumbangan terkait penerimaan negara yang semakin meningkat setiap tahunnya. “Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi BUMN kurang lebih mencapai Rp1.200 triliun yang terdiri dari setoran pajak dan penerimaan negara bukan pajak (“PNBP”) termasuk yang berasal dari dividen dan bagi hasil,” ujarnya.

Selain adanya kontribusi terhadap negara, kata Wahyu, peran BUMN ditingkatkan melalui pembentukan model bisnis baru seperti perbankan syariah, merger beberapa BUMN, dan integrasi holding ultra mikro yang bertujuan memajukan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (“UMKM”).

Dalam hal penyelenggaraan kemanfaatan umum, peran BUMN semakin strategis beberapa waktu terakhir, khususnya dalam rangka pemulihan ekonomi di saat pandemi covid-19. Selain itu, BUMN berperan dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di berbagai daerah terpencil sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Wahyu lebih lanjut mengemukakan, seiring dengan berjalannya proses transformasi, BUMN dihadapkan dengan berbagai tantangan dan hambatan yang berkaitan dengan isu hukum strategis yang mendapatkan perhatian dari berbagai pemangku kepentingan dan memberikan dampak bagi masyarakat luas. Beberapa isu hukum strategis dimaksud antara lain isu hukum yang terjadi pada beberapa BUMN.

Sehubungan dengan adanya tantangan dan hambatan dimaksud, lanjut Wahyu, maka perlu adanya konsolidasi fungsi hukum BUMN dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitasnya. Ini bertujuan untuk mendukung dan mengawal proses transformasi BUMN yang sedang berjalan, serta mencegah dan menyelesaikan berbagai tantangan dan hambatan isu hukum BUMN baik yang sudah terjadi saat ini maupun yang berpotensi akan terjadi di masa depan.

“Konsolidasi fungsi hukum BUMN juga penting sebagai sarana berbagi pembelajaran, agar isu hukum strategis yang serupa tidak terjadi di BUMN lain,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Road to BUMN Legal Summit 2022 yang melibatkan insan hukum BUMN dan mahasiswa hukum dari universitas negeri terpilih di Indonesia, merupakan bagian dari rangkaian penyelenggaraan BUMN Legal Summit 2022. BUMN Legal Summit 2022 merupakan acara yang rencananya akan diikuti oleh seluruh insan hukum BUMN dan Anak Perusahaan BUMN.

BUMN Legal Summit 2022 akan berisi rangkaian kegiatan antara lain berupa arahan pemangku kepentingan strategis mengenai arah kebijakan BUMN sebagai panduan bagi seluruh insan hukum BUMN. Kemudian, sharing session dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman insan hukum BUMN mengenai isu strategis terkait BUMN. Inspirational talk dalam upaya mengembangkan karakter, kapasitas, dan kompetensi seluruh insan hukum BUMN. Dan kegiatan lain dalam rangka meningkatkan peran fungsi hukum BUMN terhadap keberhasilan transformasi BUMN.

Forum Hukum BUMN akan menyelenggarakan event serupa sesi II pada tanggal 16 Agustus 2022 yang akan diikuti oleh mahasiswa fakultas hukum yang terdaftar yang belum mengikuti sesi I. (Rel)