Home Blog Page 2424

Beli Sembako Murah di Porsea, Bayar Pakai Sampah

Camat Porsea Robert Manurung (kanan) mengikuti proses penimbangan sampah. Sementara Downstream Packaging Manager Danone Indonesia Annie Wahyuni memberikan sembako kepada mereka yang beli sembako bayar pake sampah.

PORSEA, SUMUTPOS – Sedari pagi tanggal 10 Agustus 2022, Chatryn Siahaan (31 tahun) yang bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba, Sumatera Utara, tergopoh-gopoh membawa berkarung-karung sampah dari rumah dan kantornya ke kantor Camat Porsea, agar dapat ditukar sembako.

“Saya mengumpulkan dan memilah sampah dari rumah dan kantor supaya membeli telur bayar pakai sampah-sampah itu. Lumayanlah telur-telur itu nantinya dapat dikonsumsi anak-anak saya,” ujar Chatryn Siahaan, ibu tiga anak ini.

Chatryn mendapat kesempatan itu melalui acara bazaar “Beli Sembako Bayar Pakai Sampah” yang diselenggarakan di Kantor Camat Porsea, Kabupaten Toba pada 10 Agustus 2022. Acara ini terselenggara melalui suatu kolaborasi Danone-AQUA dengan Bank Sampah Induk Tarhilala, Pemerintah Kabupaten Toba, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba, dan Kecamatan Porsea.

“Ini merupakan kesempatan bagus dan menjadi langkah awal untuk masyarakat Porsea agar dapat selalu mengumpulkan sampah dan tidak membuangnya ke sungai, danau, belakang rumah, ataupun di lingkungan sekitar. Alangkah lebih baik lagi bila masyarakat pun  memilah sampah-sampah yang sudah terkumpul itu,” kata Camat Porsea Robert Manurung pada saat membuka bazaar “Beli Sembako Bayar Pakai Sampah”.

“Saya sangat berterima kasih kepada Danone-AQUA dan Bank Sampah Induk Tarhilala yang berkenan mengadakan bazaar ini. Saya mengharapkan sesudah ini terbentuk kebiasaan baik di tengah masyarakat Porsea untuk mengelola sampah masing-masing dengan baik,” tambah Robert Manurung.

“Apapun bentuk sampah silakan dikumpulkan  saja ke kami. Nanti kami fasilitasi untuk  diantar ke Bank Sampah Induk Tarhilala di Balige. Dengan demikian upaya ini dapat mencegah terjadinya banjir, menjaga kebersihan, sekalugus juga dapat menambah pendapatan keluarga. Jangan bosan atau malu untuk mengumpulkan sampah,” ujar Robert mengingatkan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Danone-AQUA bekerjasama dengan Bank Sanpah Induk Tarhilala untuk mendukung upaya pemerintah yang terus menggaungkan implementasi pengelolaan sampah secara terpadu untuk mengatasi permasalahan sampah di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang telah ditetapkan sebagai kawasan Destinasi Pariwisata Super prioritas (DPSP), dan Kabupaten Toba salah satunya..

“Komitmen Danone-AQUA untuk ikut mengelola sanpah di Kabupaten Toba diluncurkan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2022. Komitmen itu kemudian diwujudkan melalui suatu kerjasama pengelolaan sampah dengan Bank Sampah Induk Tarhilala sejak Marer 2022 hingga kini,” jelas Downstream Packaging Manager Danone Indonesia, Annie Wahyuni.

Syamsudin Manurung (kiri) bersama keluarga yang datang bawa sampah, pulang bawa sembako.

Annie Wahyuni menambahkan, “Program pengelolaan sampah secara terpadu di Kabupaten Toba meliputi dua kegiatan utama, yaitu edukasi materi “Sampahku, Tanggung Jawabku” untuk sekolah-sekolah dasar di Kabupaten Toba, pendampingan kepada masyarakat untuk mengumpulkan dan memilah sampah melalui pengembangan bank sampah.”

Hingga saat ini Bank Sampah Induk Tarhilala sudah menjangkau 46 desa di empat kecamatan: Laguboti, Silaen, Sigumpar, dan Porsea. Difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Toba dan dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup, awalnya Bank Sampah Induk Tarhilala mengadakan sosialisasi ke desa-desa tentang perlunya mengumpulkan dan memilah sampah, membentuk bank sampah beserta pengurusnya.

“Sebenarnya bazaar ini hanya sebagai pemicu untuk membentuk kebiasaan baru di masyarakat Kabupaten Toba agardapat terus mengumpulkan, memilah, dan membawa sampah ke bank sampah. Sehingga mengurangi sampah yang mencemari lingkungan,” ungkap Fei Febri yang menginisiasi lahirnya bank sampah induk Tarhilala di Kabupaten Toba, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Toba, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba, Danone-AQUA, dan lain-lain.

Bazaar serupa juga telah dilaksanakan di Kecamatan Laguboti pada Juni 2022 dan Kecmatan Balige pada Juli 2022. “Kami mengharapkan dapat menjangkau masyarakat di kecematan-kecamatan lain di Kabupaten Toba. Dengan demikian makin banyak nantinya terbentuk unit-unit bank sampah di Kabupaten Toba,” tambah Fei.

Masyarakat Porsea terus berdatangan membawa berbagai jenis sampah. Setelah ditimbang, mereka mendapat kupon untuk ditukar dengan sembako. Berton-ton sanpah terkumpul dari masyarakat Porsea melalui acara ini. Timbunan sampah itu kemudian diangkut truk Dinas Lingkungan Hidup untuk dibawa ke Bank Sampah Induk Tarhilala di Balige. (Rel)

Antisipasi Tindak Pidana di Perbankan, Polsek Padang Hilir Edukasi Security

SAMBANGI: Jajaran Polsek Padang Hilir menyambangi salah satu bank di Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mengantisipasi tindak pidana seperti pencurian pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), jajaran Polres Tebingtinggi melalui Polsek Padang Hilir melakukan edukasi kepada sucurity sejumlah bank yang ada di Kota Tebingtinggi.

“Kami memberikan edukasi kepada security bank, agar tetap meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya tindak pidana. Dalam hal ini petugas security harus mempu mendeteksi akan timbulnya kejadiaan tindak pidana dengan melaporkan kepada personil kepolisian,” jelas Aiptu Tukiran selaku Kepala SPK C Polsek Padang Hilir, Rabu (10/8).

Dijelaskannya, memang saat ini situasi khamtibmas di wilayah jajaran hukum Polsek Padang Hilir aman dan terkendali, tetapi peningkatan kewaspadaan akan terjadinya tindakan perlu di waspadai, karena pelaku kejahatan akan melakukan aksinya dimana saat kita lengah.

“Kepada masyarakat umum juga kita minta untuk selalu bekerjasama dalam membangun suasana khamtibmas yang kondusif. Apabila melihat tindakan orang yang mencurigakan untuk segera memberikan informasi kepada pihak terkait agar segera diambil tindakan,” papar Aiptu Tukiran.

Ada beberapa wilayah hukum Polsek Padang Hilir yang menjadi giat rutin patroli, seperti Jalan Syeh Baringin, Cemara, Sutoyo, Imam Bonjol, Sutomo, Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Bhakti Kota Tebingtinggi.

Selain memberikan edukasi terkait penangan situasi khamtibmas, jajaran Polsek Padang Hilir juga memberikan himbauan kepada securty dan abang becak yang nongkrong menunggu penumpang untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam pandemi Covid-19, karena saat ini pandemi Covid-19 masih ada.

“Warga diharapkan tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari mobilitas warga dan menjauhi kerumunan. Pandemi Covid-19 masih ada, mari sama sama kita menerapkan protokol kesehatan,” pintanya. (ian/han)

Polsek Teluk Mengkudu Juara Lomba Mancing Bhayangkari Sergai

LOMBA: Ibu-ibu Bhayangkari jajaran Polres Sergai mengikuti lomba mancing Bhayangkari yang digelar dalam rangka peringatan KHGB ke-70.FADLy/SUMUT POS.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke -70 Tahun 2022, Polres Serdangbedagai (Sergai) menggelar lomba mancing, Selasa, Selasa (9/8). Diakhir lomba, personel Polsek Teluk Mengkudu meraih juara 1, disusul juara 2 Sat Res Narkoba, dan juara 3 dari Sat Samapta.

Lomba mancing Bhayangkari Cabang Sergai tersebut dilaksanakan di Kolam Pancing Betta Pro 2020, Dusun IV Desa Kotapari, Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdangbedagai.

Ketua Bhayangkari Cab. Serdangbedagai, Bayu Ali Machfud, mengatakan lomba tersebut digelar selain untuk memeriahkan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke – 70, juga untuk menjalin kedekatan semua Personel Bhayangkari Cababang Sergai.

“ Mempererat tali silahturami dan kekompakan para Bhayangkari Cab. Serdangbedagai, baik itu yang bertugas di Polsek,” jelas Ketua Bhayangkari Cab. Serdangbedagai, Bayu Ali Machfud saat ditemui di lokasi perlombaan.

Di sisi lain, Bayu Ali mengatakan, mancing merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk melatih ketenangan, mengasah otak, serta melatih kesabaran seseorang.

“Teknik memancing, umpan pancing memang diperlukan. Tapi kesabaran lebih diperlukan dalam segala hal termasuk mancing ,” jelasnya.

Bayu Ali menjelaskan, para juara lomba memancing dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) Ke – 70 Tahun 2022 PC Bhayangkari Serdangbedagai antara lain Juara 1 Polsek Teluk Mengkudu, Juara 2 Sat Res Narkoba, Juara 3 Sat Samapta, Juara Harapan 1 Polsek Perbaungan , Juara Harapan 2 Sat Lantas , Juara Harapan 3 Polsek Dolok Masihul. (mag-4/han)

Kondisi Kantor Desa Sukadamai Memprihatinkan, Kades: Anggaran Habis Bayar Gaji Honor Staf

KONDISI: Bangunan Kantor Desa Sukadamai, Kecamatan Sei Bamban yang kondisinya memprihatinkan.FADLY/sumut pos.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kantor Desa Sukadamai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdangbedagai kondisinya memprihatinkan dan tidak terawatt. Diduga penggunaan dana desa tidak tepat sasaran, meskipun kades yang baru terpilih incumbent.

Pantauan Sumut Pos, Selasa(9/8) siang, kantor Desa Sukadamai tidak layak dijadikan kantor, dinding setengag batu dan atap seng yang sudah mulai rusak.

Terkait kondisi kantor desa yang memprihatinkan tersebut, Kepala Desa Sukadamai Karnain, menjelaskan bahwa penggunaan dana desa dari Pemda melalui APBN dan APBD sudah habis digunakan untuk membayar gaji honor staf kantor desa. “BPD dan lainnya saja kurang, bagaimana caranya mau bangun kantor lebih bagus lagi, atau puh dilakukan rehab,”ujar Karnain.

Karnain menambahkan, pihaknya saat ini ingin melakukan perbaikan infrastruktur berupa pengaspalan dengan memohon ke dinas PUPR Kabupaten Serdangbedagai, dan saat ini tinggal menunggu antrian untuk dilakukan pembangunan.

Seperti kita ketahui dalam UU no 6 tahun 2014 tentang dana desa, salah satu tujuan disalurkannya dana desa yaitu mendorong pembangunan infrastuktur di pedesaan dalam pemberdayaan masyarakat desa itu sendiri.

Sementara di sisi lain, warga Jalan Rukun Desa Sukadamai menerangkan, bahwa selama kades terpilih kembali menjabat kurang lebih 6 tahun belom terlihat pembangunan di desanya yang signifikan.

“Masyarakat di sini sudah lama berharap agar jalan diaspal, dan pembangunan lainnya sebagaimana kita ketahui banyak jalan belom tersentuh pengaspalan”.ujar warga berinisial AS(40).

Sementara Bupati Serdangbedagai H. Darma Wijaya melalui Kadis PU Johan Sinaga saat dikonfirmasi melalui telepon whatshapp, menjelaskan bahwa Pemkab Sergai akan berupaya semaksimal mungkin melakukan pembangunan jalan desa dan dusun-dusun yang belom tersentuh pengaspalan, sesuai program dambaan yaitu membangun infrastruktur yang lebih baik untuk mensejahterakan masyarakat.(mag-4/han)

OJK Optimis Indonesia Menuju Ekonomi Tangguh dan Stabil

Peringatan 45 Tahun Aktifnya Kembali Pasar Modal, di Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/8) sore. Istimewa/Sumut Pos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Self Regulatory Organizations (SRO), yakni PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia serta pelaku industri pasar modal berkomitmen untuk bersama-sama menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, khususnya pasar modal serta mendukung Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional.

Demikian disampaikan, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam acara puncak peringatan 45 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia yang mengusung tema ‘Menuju Ekonomi Tangguh, Stabil, dan Berkelanjutan’ di Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/8) sore.

Menurutnya, tema tersebut merupakan bentuk optimisme seluruh insan pasar modal untuk terus bertahan dan berjuang dalam meningkatkan pertumbuhan pasar modal setelah dua tahun lebih dihadapkan pada dampak pandemi dan berbagai tekanan ekonomi global lainnya.

“Pasar modal Indonesia adalah barometer dan sekaligus temperature check dan refleksi dari daya tahan dan kekuatan Indonesia secara menyeluruh. Itu makna kenapa ulang tahun ini seminggu sebelum 17 Agustus, ini bukan kebetulan,” ujarnya.

Dia menambahkan, indikator sektor jasa keuangan Indonesia masih stabil dan terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global yang berpotensi memberikan tekanan pada pasar keuangan domestik. “Komitmen OJK sebagai regulator untuk mendorong peningkatan tata kelola bagi seluruh pelaku pasar untuk menjaga kepercayaan dan integritas agar Pasar Modal semakin tangguh dan terpercaya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Inarno Djajadi, dalam keterangannya, juga menyampaikan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati 45 tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, antara lain kegiatan edukasi, seperti Sekolah Pasar Modal untuk Negeri, Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu di tiga wilayah, Capital Market Summit & Expo, IFA International Conference, seminar internasional dalam rangka ESG, serta CEO Networking selain Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia pada hari ini sebagai puncak acara.

“Peringatan 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia dapat meningkatkan ‘awareness’ masyarakat terhadap industri pasar modal sekaligus menjadi sarana untuk mengomunikasikan pencapaian dan peranan penting pasar modal dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional,” katanya.

Dijelaskannya, kinerja Pasar Modal Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan yang positif, tercermin dari beberapa indikator seperti IHSG yang berada di posisi 7.102,88 poin per 9 Agustus 2022 atau tumbuh sebesar 7,92 persen secara year to date (ytd), dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp9.315 triliun atau secara ytd juga meningkat 12,83 persen.

Sedangkan, lanjut Inarno, di kuartal II Tahun 2022, pertumbuhan IHSG maupun nilai kapitalisasi pasar telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yakni IHSG di level 7.276,19 pada 21 April 2022 dan nilai kapitalisasi pasar menyentuh Rp9.555 triliun di 28 April 2022.

“Aktivitas penghimpunan dana di sepanjang tahun 2022 juga terus meningkat. Hingga 8 Agustus 2022, OJK telah mengeluarkan surat Pernyataan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum untuk 149 emisi dengan total emisi sebesar Rp151,18 triliun, 48 di antaranya adalah Emiten baru,” paparnya.

Adapun, terangnya, kinerja Emiten berdasarkan laporan keuangan kuartal I dan kuartal II 2022, tercatat tumbuh positif. Dari 722 Emiten yang telah menyampaikan laporan kuartal I 2022, terdapat peningkatan total laba Emiten secara yoy sebesar 110,01 persen menjadi Rp167,52 triliun.

“Berdasarkan data laporan keuangan kuartal II 2022 yang baru disampaikan oleh 314 Emiten, OJK mencatat rata-rata pertumbuhan nilai laba tertinggi masih dibukukan oleh Emiten yang bergerak di bidang teknologi sebesar 7.904,59  persen, diikuti Emiten yang bergerak di bidang transportasi dan logistik sebesar 1.238,84 persen dan kemudian Emiten yang bergerak di bidang energi sebesar 397,59 persen,” ungkapnya.

Di sisi lain, sambungnya, pertumbuhan jumlah investor juga meningkat cukup signifikan. “Saat ini, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 9,38 juta atau meningkat 25,20  persen Ytd. Pertumbuhan investor tertinggi dicatatkan oleh investor Reksa Dana dan mayoritas masih didominasi oleh kaum milenial dan generasi Z yang berumur di bawah 30 tahun mencapai sekitar 59,43 persen,” imbuhnya.

Selain itu, di bidang pengaturan, hingga 9 Agustus 2022, OJK telah menerbitkan delapan regulasi Pasar Modal, yakni dua POJK dan enam SE OJK yang bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional, penyempurnaan proses bisnis, maupun terkait dengan peningkatan upaya pengawasan terhadap industri Pasar Modal.

Dalam pelaksanaan penegakan hukum di bidang Pasar Modal, sebut Inarno, hingga 9 Agustus 2022, OJK telah menetapkan 671 surat sanksi yang terdiri dari 33 sanksi peringatan tertulis, dua sanksi pembekuan izin, satu sanksi pencabutan izin, dan 623 sanksi administratif berupa denda dengan jumlah denda seluruhnya sebesar Rp30,75 miliar. “Selain itu, OJK juga menerbitkan 12 perintah tertulis sebagai upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” pungkasnya. (dwi/azw)

Ketua RT Komplek Cemara Asri Diperiksa

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi. Dwi/Sumut Pos.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Ketua RT di Perumahan elit Cemara Asri Boulevard, Kelurahan Medan Estate, Kecamatan Percutseituan, Deliserdang, berinisial MQ diperiksa sebagai saksi, dalam kasus judi online, dengan modus Kafe Warna Warni, yang digerebek Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) beserta jajaran, pada Selasa (9/8) lalu.

Selain MQ, Satpam komplek berinisial AA PA, dan empat pegawai Kafe Warna Warni, yakni YH, BAR, F dan JB juga turut diperiksa sebagai saksi.

“Ada 6 orang yang diperiksa sebagai saksi. Ini merupakan salah satu kasus judi online terbesar di Sumut, yang pernah digerebek oleh Polda Sumut jajaran,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, didampingi Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kasubdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Poltak Simbolon, Kapolresta Deliserdang AKBP Irsan Sinuhaji, beserta jajaran, di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (10/8) petang.

Dijelaskannya, Polda Sumut dan jajaran juga turut mengamankan 54 data pegawai sesuai Id Card dari tempat kejadian perkara (TKP), di antaranya berinisial AIH, AS, AA, CK, DR, DP, BA, DTF, FA dan EW.

“Penyidik Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Sumut masih terus mendalami kasus ini,” katanya.

Adapun, lanjut Hadi, dalam kasus tersebut diperkarakan Pasal 27 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008, Tentang ITE.

Diketahui, saat dilakukan penggerebekan, ada 7 rumah toko (Ruko), dengan modus foodcourt kuliner bernama Warna Warni. Di lantai 1-3 merupakan praktek perjudian online. Dari 7 Ruko itu, hasil penggeledahan Kapolda Panca dan tim, ditemukan 18 ruangan yang mengoperasikan beberapa website judi online.

Berdasarkan profiling, penyidik menduga bahwa website judi online tersebut, menggunakan web hosting dari negara luar atau Virtual Private Server (VPS). “Ada 13 domain dari server-server ditemukan yang wilayahnya semuanya di luar negeri. Ini merupakan modus yang dilakukan para pemain,” ungkap Hadi.

Dia memaparkan, dari hasil penggeledahan penyidik menemukan barang bukti yang diduga merupakan alat untuk mengoperasikan website judi online yang berhasil disita, dengan rincian 264 layar monitor, 151 CPU, 20 buah router, 24 unit laptop, 105 Handphone (Hp), 19 buku tabungan, 26 ATM, 560 buah kartu Telkomsel, 42 buah kartu telepon, 20 unit CCTV, fotocopy Kartu Keluarga (KK), Id card pegawai dan para operator serta barang bukti lainnya 35 item.

“Judi online ini dioperasikan dengan cara pemain harus membuka website, lalu mengaksesnya melalui link yang ada serta mendaftar (memasukkan segala identitas diri), serta juga memasukkan nomor rekening,” jelasnya.

Kemudian, pemain diharuskan mengisi deposit dengan berbagai cara, baik dengan cara transfer atau topup, seperti OVO, dan sebagainya atau pulsa. Kemudian pemain masuk dengan login, dengan memilih jenis permainan yang ada di layar komputer, di antaranya judi bola, casino, togel, dan sebagainya.

“Setelah itu para pemain otomatis mendapatkan keuntungan dari judi tersebut melalui rekening yang sudah didaftarkan. Jika kalah maka diharuskan mengisi kembali deposit sebagai pancingan agar bermain kembali. Itulah caranya yang didapatkan oleh penyidik,” imbuhnya.

Terkait hasil penyelidikan, sambung Hadi, dari komputer yang ada di TKP dapat menghasilkan omset Rp30 juta/hari dari satu website. “Jadi per hari bisa mencapai Rp500 juta-Rp1 miliar per hari, dari total website yang ada,” tandasnya. (dwi/azw)

Diduga Provokasi Warga, Oknum Anggota DPRD Langkat Jadi Tersangka

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Penyidik Polres Langkat, menetapkan Anggota DPRD Langkat berinisial Z, sebagai tersangka dalam kasus dugaan memprovokasi atau penghasutan. Dari informasi yang diperoleh, Rabu (10/8), penetapan status tersangka kepada Z, atas laporan pihak perkebunan PT Rapala.

Laporan tersebut, berkaitan dengan aksi massa yang terjadi di PT Rapala beberapa waktu lalu, hingga menyebabkan kerugian miliaran rupiah dari pihak perkebunan.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, akhirnya pihak kepolisian menetapkan anggota DPRD Langkat dari Fraksi NasDem itu, sebagai tersangka.

Menanggapi status tersangka tersebut, Z yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu, mengaku bingung dengan penetapan status tersangka tersebut.

“Dalam hal apa saya ditetapkan tersangka? Saya pun bingung. Kalau saya dituduh melakukan penghasutan, siapa yang saya hasut?” tanya Z.

Z pun menjelaskan, akan melakukan langkah hukum atas penetapan statusnya sebagai tersangka tersebut.

“Ya kita tunggu hasil gelar perkara mereka. Saya juga akan lakukan langkah hukum dengan status ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Langkat Iptu Luis Beltran, saat dihubungi via telepon seluler, Selasa (9/8) lalu, membenarkan penetapan status tersangka terhadap oknum anggota DPRD Langkat tersebut.

“Oh iya, statusnya (Z) sudah tersangka. Saat ini kami akan gelar perkara di Polda Sumut, dan melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, tidak semua perkara mendapatkan hak imunitas, apalagi menyangkut ranah pidana.

“Kalau tindak pidana tidak ada hak imunnya, kalau semua tindakan anggota dewan mendapatkan hak imun, enak kali, mereka bisa bebas berbuat apa saja, termasuk melakukan pembunuhan,” kata Luis, memungkasi pembicaraan. (mag-2/saz)

Rembuk Stunting Humbahas, Bupati Berharap ASN dan Perangkat Desa Jadi Pioner Penurunan Stunting

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor berharap, dalam percepatan penurunan stunting, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat desa harus jadi motor pertama atau pioner sebagai contoh yang menyelesaikan.

“Contohnya, pola hidup bersih, mulai dari cuci tangan dan mandi yang teratur,” ungkap Dosmar, saat membuka rembuk stunting tingkat kabupaten di Aula Hutamas, Kompleks Perkantoran Tano Tubu, Selasa (9/8) lalu.

Lebih lanjut Dosmar menjelaskan, untuk menyelesaikan masalah stunting, semua pihak harus terlibat, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab, karena stunting bukan masalah biasa.

“Untuk menyelesaikan masalah stunting ini, kita harus bersama-sama bekerja, harus kompak. Karena ini (stunting) bukan masalah biasa. Sekali lagi saya katakan, stunting ini bukan hanya urusan tenaga kesehatan (nakes), tapi ini urusan semua pihak,” tegasnya.

Dia pun mengatakan, Pemkab Humbahas terus melakukan upaya dalam penurunan angka stunting dengan melibatkan semua OPD. Untuk itu, Dosmar berharap, semua OPD saling berkomunikasi untuk menyelesaikan penurunan stunting.

Semisal, masalah air ke Perkim, terkait ibu hamil ke Dinkes, dan bagi masyarakat yang ingin menikah ke Disdukcapil.

“Untuk masyarakat yang ingin menikah, panggil mereka, ditanya bagaimana persiapannya untuk ke depan. Lalu ibu-ibu mengandung, coba dicek bagaimana vitaminnya, yang anaknya sudah lahir, dari hari pertama lahir hingga 1.000 hari bagaimana kondisinya,” sergahnya.

Selain antar OPD, dia juga berharap, camat, kepala desa, dan Puskesmas, ikut turun untuk mengetahui apa-apa saja persoalan kesehatan di wilayah masing-masing, yang berkaitan dengan pola hidup sehat masyarakat.

“Semua camat, kepala desa, dan Puskesmas harusnya ikut turun,” harap Dosmar.

Untuk diketahui, stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi yang mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Di samping berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkem-bangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan.

Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi. Beberapa penyebab stunting adalah pola asuh yang kurang optimal, kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi, serta kurangnya asupan gizi yang kuat sebelum dan selama kehamilan serta setelah kehamilan.

Dalam kesempatan itu, Dosmar melakukan penandatanganan komitmen bersama rembuk stunting, dalam rangka pelaksanaan percepatan, pencegahan, dan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Humbahas. (des/saz)

Batal Jadi Kadus, Mantan Pj Kades dan Camat Dipolisikan

KORBAN: Yuliasa Laia (39) dan Alisama Bu'ulolo (44), korban dugaan penipuan yang dilakukan mantan Pj Kades Hilimborodano, saat menunjukan SK pengangkatan mereka sebagai kepala dusun, usai dimintai keterangan di Satreskrim Polres Nias.Adieli Laoli/Sumut Pos.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Yuliasa Laia (39) alias Ama Life dan Alisama Bu’ulolo (44) alias Ama Upi, menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum mantan Pj Kades Hilimborodano, dengan modus menjanjikan jabatan kepala dusun (kadus) kepada kedua korban.

Akibatnya, kedua warga Desa Hilimbarodano, Kecamatan Somolo-molo, Kabupaten Nias itu, mengalami kerugian materi hingga puluhan juta rupiah.

Menyadari telah menjadi mangsa, korban pun melaporkan oknum mantan Pj Kades Hilimborodano berinisial RW itu, ke Polres Nias. Selain RW, mantan Camat Somolo-molo berinisial SH, dan seorang oknum perangkat desa berinisial AL, juga turut dilaporkan pada 9 Juni 2022 lalu.

Kepada Sumut Pos kedua korban mengungkapkan, kasus itu bermula pada Maret 2020 lalu, RW selaku Pj Kades Hilimborodano saat itu, memanggil kedua korban ke kantor desa, untuk memberitahukan Desa Hilimborodano bisa dimekarkan menjadi 4 dusun dari 2 dusun yang sudah ada. Lalu RW meminta kesediaan kedua korban menjadi kepala dusun, namun dengan syarat menyanggupi sejumlah biaya yang diminta RW.

“Kepada RW kami setor Rp9 juta, mantan Camat Somolo-molo SH Rp2 juta. Lalu sebelum pelantikan, kami setor kepada seorang oknum perangkat desa AL sebesar Rp5 juta,” ungkap Yuliasa didampingi Alisama, usai dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolres Nias, Senin (8/8) lalu.

Setelah menyetor sejumlah uang tersebut, lanjut Yuliasa, pada 23 Maret 2020, keluar rekomendasi Camat Somolo-molo Nomor: 141/03/SML/2020, tentang Pemekaran Dusun 3 dan 4 Desa Hilimborodano, dan ditandatangani Camat Somolo-molo saat itu, SH.

Lebih lanjut, berdasarkan rekomendasi itu, maka pada Mei 2020 keluar Surat Keputusan Kepala Desa Hilimborodano, yang ditandatangani Pj Kades Hilimborodano, RW, tentang pengangkatan Yuliasa sebagai Kadus 3 dan Alisama sebagai Kadus 4. “Lalu pada 2 April 2020, kami berdua dilantik di kantor desa, dan dihadiri seluruh masyarakat. Selanjutnya melaksanakan tugas-tugas layaknya seorang kepala dusun,” beber Alisama.

“Kami baru tahu kami ditipu, setelah ada pergantian Pj Kades. Surat undangan rapat yang dikirim ke kami, tidak lagi atas nama kadus, tapi hanya sebagai warga biasa. Dan setelah kami pertanyakan kepada Pj Kades yang baru, ternyata pemekaran dusun 3 dan 4 belum ada,” tuturnya.

Di tempat sama, Kuasa Hukum Pelapor, Suda’ali Waruwu mengatakan, dari bukti-bukti yang telah disampaikan kepada penyidik, patut diduga, RW, SH, dan AL secara bersama-sama telah melakukan penipuan, dengan modus menjanjikan jabatan kadus kepada kedua korban.

“Bukti penipuan mereka jelas, yakni SK yang dikeluarkan oleh mantan Pj Kades, serta bukti pendukung lainnya, seperti saksi yang melihat langsung penyerahan uang itu,” katanya.

“Maka kami berharap, penyidik Polres Nias segera memproses para terduga pelaku. Selain dugaan penipuan secara bersama-sama, perbuatan mereka juga menyangkut nama baik kedua korban, dilantik seolah-olah mereka sudah sah sebagai kadus, ini namanya mempermalukan,” tegas Suda’ali.

Terpisah, Kasi Humas Polres Nias, Aiptu Yadsen Hulu menjelaskan, laporan Yuliasa dan Alisama masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Nias. Sementara para pelapor sudah dimintai keterangannya oleh penyidik. “Dalam proses penyelidikan Unit 2 Satreskrim Polres Nias. Dan kemarin pelapor telah diambil keterangan oleh pemeriksa,” bebernya melalui WhatsApp, Rabu (10/8). (adl/saz)

Debit Air Menurun di Sumber Pasokan Air, Air Tak Mengalir ke Desa Purbadolok

KECIL: Tampak sumber air yang mengalir rumah-rumah penduduk Desa Purbadolok, mengalami penurunan debit.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Perkim Kabupaten Humbahas, Anggiat Manullang mengatakan, akibat debit air dari sumber PAM yang terletak di Desa Siborboron, Kecamatan Sijamapolang, mengalami penyusutan, hal ini menyebabkan suplai air pun menurun, hingga tidak dapat mengalir ke Desa Purbadolok, tepatnya di Dusun 2 dan 3.

“Dari sumber airnya yang jadi masalah, karena debit airnya menurun,” ungkap Anggiat, didampingi Kepala UPT PAM Liston Silalahi, Rabu (10/8).

Menurut Anggiat, menyusutnya debit air disebabkan dari dampak kemarau berkepanjangan yang melanda.

“Beberapa hari ke belakang, kan tidak ada hujan, hanya rintik-rintik,” tuturnya.

Sebelumnya, warga Desa Purbadolok, Dusun 2, Kecamatan Dolok Sanggul, kembali mengeluhkan pasokan air bersih yang terhenti sejak Minggu (7/8) lalu. Selain itu, ada juga yang mengeluhkan debit air yang mengalir ke rumah-rumah sangat kecil.

Anggiat mengatakan, terkait masalah ini, dia mengimbau agar melakukan pengecekan ke lokasi, agar kebenaran debit air yang mulai menurun tersebut, dapat dilihat secara langsung. “Sekarang lihat saja ke lokasi sumber airnya,” katanya.

Liston mengaku, dapat menunjukan lokasi sumber air yang mengalami penurunan debit air. “Kalau mau melihat langsung, kita bisa sama-sama ke sana, agar bisa ditunjukkan,” ajaknya.

Dia pun menjelaskan, penyebab debit sumber air menurun, karena kemarau.

“Penyebabnya kemarau,” ujar Liston lagi.

Liston pun menjelaskan, andai ada hujan yang turun dalam beberapa hari lalu, tidak akan berpengaruh terhadap kondisi debit air.

“Kalau sumber air, tak berpengaruh (jika hujan hanya) 2 hari,” bebernya.

Dari amatan wartawan, lokasi sumber air ini berada 3 kilometer dari jalan utama Dusun 4, Kampung Sosorgadong. Setelah samapi di lokasi, memang tampak sumber air mengalami penurunan debit air. Namun, sumber air yang dimaksud ternyata bukan sumber mata air dari pegu- nungan, melainkan aliran air dari sungai yang ditampung pihak UPT PAM.

“Ini dari aliran sungai yang ditampung menjadi tempat sumber air, untuk pasokan ke rumah-rumah penduduk,” ujar seorang pegawai UPT PAM, Manullang kepada wartawan, yang ke lokasi tanpa didampingi Kepala UPT PAM, Liston.

Ditanya apakah sumber mata air disambungkan ke penampungan air tersebut, Manulang menjawab tidak.

“Tidak ada dari sumber mata air. Aliran sungai inilah yang kemudian ditambung ke dalam bak. Kemudian dari pipa dialirkan ke rumah-rumah pelanggan,” pungkas Manullang. (des/saz)