Home Blog Page 2440

Pemkab Dairi Sosialisasikan & Buka Rekening Penerima BSRS

SERAHKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyerahkan buku tabungan merupakan rekening penerima BSRS kepada salahsatu penerima mamfaat. (IST)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) melakukan sosialisasi mekanisme pelaksanaan yang mendapat Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS). Program itu membantu masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan keswadayaan pembangunan dan peningkatan kualitas rumah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, seremoni penyerahan bantuan dilakukan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu di GOR Sidikalang, Jumat (5/8/2022).

Iswan mengatakan, kegiatan itu juga bagian dari sosialisasi mekanisme pelaksanaan BSRS serta pembukaan rekening Bank Sumut cabang Sidikalang bagi warga penerima bantuan.

Lanjut Iswan, dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR), Hotmaida Butar-butar menyampaikan, program BSRS mengurangi jumlah RTLH serta meningkatkan kualitas hidup penerima bantuan memiliki rumah lebih layak, sehat dan nyaman, ucapnya.

“Bantuan uang akan diberikan kepada penerima melalui rekening Bank Sumut,” kata Hotmaida.

Adapun penerima BSRS tersebar di 4 Kecamatan yakni, Kecamatan Pegagan Hilir di Desa Bandar Kuta Usang 25 unit. Selanjutnya di Kecamatan Siempat Nempu Hulu di Desa Kuta Tengah 53 unit, Kecamatan Tigalingga di Desa Lau Mil 68 unit serta Kecamatan Silima Pungga-Pungga di Desa Lae Pangaroan 30 unit.

Bupati Dairi, Eddy KA Berutu mengatakan, tidak semua warga yang memiliki RTLH menerima dana stimulan ini, karena anggaran terbatas.

“Sasaran program ini, masyarakat prasejahtera yang termasuk dalam daftar by name by address (BNBA) sesuai data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS),” kata Eddy.

Eddy menegaskan, program ini merupakan program kawalan, maka akan ada tim yang melakukan monitoring, memastikan pemberian stimulan dan pemanfaatannya berjalan sesuai ketentuan.

Masing-masing penerima mamfaat akan mendapat bantuan uang sebesar Rp35juta, yakni Rp20juta dari APBN/DAK, dan Rp15juta dari APBD/DAU.

Ditambahkan Eddy, Pemkab Dairi mengajukan proposal permohonan bantuan sebanyak 8.557 unit BSPS jenis Peningkatan Kwalitas Rumah Swadaya (PKRS) untuk tahun anggaran 2023 melalui aplikasi Sibaru.

Eddy berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Sumatera Utara, menambah kuantita penerima bantuan tahun depan. Karena RTLH di Dairi masih banyak. (rud)

Keluhkan Fasilitas Persampahan, Warga Medan Johor Minta Pemko Tambah Tong Sampah

BANTUAN: Anggota DPRD Kota Medan, M. Afri Rizki Lubis, SM M.IP serahkan bantuan kepada warga. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sarana dan fasilitas persampahan di Kota Medan dinilai masih kurang sehingga menjadi keluhan bagi masyarakat Kota Medan, termasuk bagi warga Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor.

Pasalnya, kurangnya fasilitas persampahan seperti tong sampah membuat warga tidak dapat membuang sampah rumah tangga pada tempatnya. Sementara, warga selalu diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Hal ini terungkap saat Anggota DPRD Kota Medan, M. Afri Rizki Lubis, SM M.IP menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan ke-8 T.A 2022 Perda No.6 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (6/8/2022) sore.

Atas keluhan warga tersebut, Rizki Lubis yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Medan, mengaku akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut kepada pihak terkait, dalam hal ini pihak kecamatan. Mengingat saat ini, masalah sampah menjadi tanggungjawab pihak kecamatan.

“Saya akan berkoordinasi juga dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan selaku counterpart saya di komisi IV. Kita akan minta agar tong sampah di Kelurahan Pangkalan Masyhur ini bisa ditambah,” ucap Rizki.

Dalam kesempatan itu, Rizki juga mengingatkan warga agar mau bersama-sama menjaga dan merawat setiap fasilitas umum yang ada, termasuk tong sampah sebagai fasilitas persampahan.

“Jangan saat nanti (tong sampahnya) sudah ada atau sudah ditambah, tong nya malah hilang. Itu beli tongnya pakai APBD, APBD itu uang rakyat, uang kita. Untuk itu, mari kita jaga bersama-sama semua fasilitas yang dimiliki oleh Pemko Medan,” ujarnya.

Meskipun saat ini fasilitas persampahan dinilai masih kurang, Putra Ketua DPD II Partai Golkar Kota Medan H.M Syaf Lubis itu tetap mengimbau kepada seluruh warga yang hadir pada kesempatan itu, agar tetap membuang sampah pada tempatnya.

“Kita akui disini kita kekurangan tong sampah, tapi kita jangan buang sampah sembarangan. Kalau tongnya penuh, letakkan sampahnya dibawah tong agar petugas kecamatan lebih mudah untuk mengangkutnya,” katanya.

Dijelaskan Rizki, saat ini masalah persampahan merupakan salah satu dari lima program prioritas Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Untuk itu, Rizki meminta agar segenap warga Kota Medan dapat mendukung niat baik Wali Kota Medan dalam upaya merubah ‘wajah’ Kota Medan menjadi kota yang bersih dari sampah dan ramah lingkungan.

DPRD Medan dan Pemko Medan juga telah sepakat, bahwa fasilitas persampahan di Kota Medan akan terus ditambah. Tak cuma tong sampah, tetapi armada pengangkut sampah juga akan terus ditambah hingga mencukupi.

“Bahkan saat ini, Wali Kota Medan juga tengah terus berusaha dan berkomunikasi dengan pihak terkait agar Kota Medan bisa memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir) alternatif. Untuk itu, mari kita dukung program Wali Kota Medan ini. Saya yakin kita semua ingin Kota Medan berubah menjadi kota yang bersih dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (map)

Tingkatkan PAD Kota Medan, Wajib Bayar Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga

BERSAMA: Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus S.E., M.A.P bersa warga pada saat Sosialisasi Produk Hukum Daerah Perda Kota Medan. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh pihak diminta untuk mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna percepatan pembangunan. Salah satunya dengan cara membayar retribusi, termasuk retribusi tempat rekreasi dan olahraga di Kota Medan.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus S.E., M.A.P saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Perda Kota Medan No.3 Tahun 2016 Tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga di Jalan Asrama Dodik No.5A Lingkungan 7, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (6/8/2022) petang.

“Setiap tempat rekreasi dan tempat olahraga milik Pemko Medan itu ada retribusinya, retribusi itu akan masuk dalam PAD Kota Medan yang akan digunakan untuk pembangunan Kota Medan. Jadi saya meminta kepada semua pihak yang menggunakan sarana tempat rekreasi dan olahraga milik Pemko Medan agar membayar retribusinya,” ucap Robi Barus dihadapan ratusan warga yang hadir.

Dikatakan Robi Barus yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan itu, sesungguhnya tidak semua kegiatan pada sarana tempat rekreasi dan olahraga milik Pemko Medan harus membayar retribusi. Sebab untuk kegiatan-kegiatan sosial, keagamaan, atau kegiatan pemerintahan, Pemko Medan tidak membebankan biaya retribusi.

“Tapi untuk kegiatan yang bersifat komersil tentu harus membayar retribusi, hal itu sudah jelas tertuang dalam Perda No.3 Tahun 2016 ini,” ujar Robi

Ditegaskan Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan itu, Perda No.3/2016 itu juga sebagai jawaban dari kabar tidak diizinkannya PSMS untuk bermain di Stadion Teladan yang sempat menjadi polemik. Pasalnya saat itu, PSMS diketahui belum mengajukan izin dan membayar retribusi sesuai Perda No.3 Tahun 2016.

“Jadi ayo, kita semua harus mendukung Pemko Medan untuk bisa meningkatkan PAD. PAD ini nantinya yang akan digunakan untuk pembangunan, dan kita juga lah nantinya yang akan merasakan manfaat dari pembangunan itu,” katanya.

Sementara itu, warga yang hadir mengaku sepakat dengan isi Perda No.3 Tahun 2016 yang disampaikan. Namun pada kesempatan itu, warga juga meminta Pemko Medan untuk bisa mendukung dan memfasilitasi tim-tim olahraga di Kota Medan agar tetap bisa berlatih pada sarana-sarana olahraga yang merupakan swadaya masyarakat.

“Ada beberapa sarana olahraga yang merupakan binaan masyarakat, alangkah baiknya kalau ada bantuan dari pemerintah supaya anak-anak ini bisa berprestasi dalam bidang olahraga. Ini harus didukung oleh pemerintah, sebab kegiatan olahraga seperti ini membuat anak-anak kita jauh dari hal-hal negatif, termasuk narkoba,” tutur salah seorang warga, M Azwan Nasution.

Menanggapi hal itu, Robi pun mengaku sepakat dan akan mendorong Pemko Medan untuk semakin meningkatkan dukungannya terhadap masyarakat dalam bidang olahraga.

Pantauan Sumut Pos, dalam kesempatan itu, Robi Barus juga menerima berbagai aspirasi dari masyarakat. Diantaranya keluhan masyarakat terkait BPJS Kesehatan, bantuan sosial, kenaikan PBB, banjir, lampu penerangan jalan, dan berbagai keluhan lainnya. Atas keluhan itu, Robi Barus mengaku akan menindaklanjutinya dengan pihak terkait.

Di akhir kegiatan, sebagai bentuk dukungannya terhadap kegiatan olahraga di lingkungan masyarakat, Robi Barus menyerahkan puluhan seragam voli kepada tim voli di Kelurahan Cinta Damai. Selain itu, Robi Barus juga memberikan cinderamata kepada seluruh warga yang hadir pada kegiatan itu. (map)

LPPM USU Beri Pelatihan Pembuatan Pelembut dan Pewangi Pakaian Ramah Lingkungan Bagi Pelaku Usaha

Tim Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Sumatera Utara (USU) bersama dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Program Studi Sarjana Kimia dan Pasca Sarjana Kimia yang diketuai oleh Dr. Marpongahtun, M.Sc. yang beranggotakan Dr. Andriayani, M.Si.; Agung Pratama, S.Si., M.Si.; dan Dr. Helmina br. Sembiring, M.Si. saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Tembung, Kecamatan Percut, Sei Tuan. (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) melalui dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Program Studi Sarjana Kimia dan Pasca Sarjana Kimia yang diketuai oleh Dr.Marpongahtun, M.Sc. dengan anggota: Dr. Andriayani, M.Si.; Agung Pratama, S.Si., M.Si.; dan Dr. Helmina br. Sembiring, M.Si. melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Tembung, Kecamatan Percut, Sei Tuan, Deliserdang, Sumut, Sabtu (23/7/2022)

Pengabian masyarakat melalui kegiatan pelatihan pembuatan Pelembut dan pewangi  pakaian aroma terapi ramah lingkungan ini melibatkan mahasiswa Sarjana Kimia dan Pasca Sarjana Kimia diantaranya; Amru Daulay, Aniza Salviana Prayugo, Putri, Alda Mahira, dan Ruhama Rumaisha Lubis,Widayati, dan Nita Utami.

Ketua tim Dr. Marpongahtun, M.Sc. menjelaskan kegiatan dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan salah satu tugas utama Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat, di samping dua tugas utama lainnya Pendidikan dan Penelitian.

“Salah satu inovasi yang ditawarkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat adalah pemanfaatan ekstrak limbah kulit jeruk sebagai sumber bibit parfum (extract fragrance)
untuk pelembut dan pewangi pakaian,” katanya

Diketahui bahwa bibit parfum kulit jeruk memiliki efek aroma terapi anti nyamuk Aedes aegypti. Di samping itu, kandungan asam sitrat pada kulit jeruk memberikan efek aroma yang segar.

Lokasi pengabdian kepada masyarakat dilakukan di daerah padat penduduk dan terdapat ratusan pelaku usaha laundry.

Salah satu pengusaha laundry yang dikunjungi oleh tim abdimas adalah Laundry Klin en Klin yang dimiliki oleh Nurjamiyah, M.Cs. selaku Ketua Kelompok Usaha Laundry Desa Tembung dan dihadiri juga oleh beberapa pengusaha laundry lainnya.

Penggunaan pelembut (softener) dan pewangi pakaian merupakan faktor penting dalam usaha laundry, sekitar 10% dari pengeluaran usaha laundry berasal dari pelembut dan
pewangi pakaian. Tentu hal ini menjadi pengeluaran rutin yang tidak bisa dihindari oleh pengusaha laundry. Di sisi lain, masyarakat setempat kebanyakan belum mengetahui cara
membuat pelembut dan pewangi pakaian.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha laundry agar dapat membuat pelembut dan pewangi pakaian secara mandiri.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, permasalahan pengeluaran yang tinggi dari pelembut dan pewangi pakaian dapat diminimalisir karena biaya pelembut dan pewangi
yang diproduksi secara mandiri jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga yang  dijual di pasaran.

Selain itu, manfaat lain yang bisa didapat oleh masyarakat adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan dibukanya peluang usaha pembuatan pelembut dan pewangi pakaian.

Pengabdian kepada masyarakat ini sangat berguna bagi peserta pelatihan, terbukti dari kuesioner yang dibagikan menunjukkan 90% responden menyatakan bahwa pelatihan ini
memberikanpengetahuan dan memotivasi untuk membuat produk pelembut dan pewangi pakaian secara mandiri. Peserta juga berharap agar dilakukan pelatihan lanjutan tentang
pengemasan produk dan pemasarannya.(Rel/Tri)

5 Guru SD Humbahas Latih Siswa SD, Guru di Kabupaten Bangli Provinsi Bali Terkait Metode Gasing

GASING: Mai Rosalli Matondang guru SDN 173315 Silaban, salah satu guru yang dikirim ke Bali untuk pembelajaran metode Gasing.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Setelah dari Kabupaten Morowali, sebanyak lima (5) guru SD dari Kabupaten Humbahas kembali dikirim melakukan pelatihan pembelajaran matematika metode gasing kepada para pelajar kelas SD dan guru.

Kali ini, kelima guru tersebut ke pulau Dewata di Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Humbahas, Jonny Gultom kepada sejumlah wartawan, Sabtu (6/8) di Dolok Sanggul.

Dikatakan Jonny, kelima guru itu adalah, Riang Mariati Samosir guru Paud Tunas Isai Kecamatan Dolok Sanggul, Elsa Waty Napitupulu guru SDN 173450 Janjinagodang, Fernando JH Sianturi guru SD Swasta Bintang Kejora, Mai Rosalli Matondang guru SDN 173315 Silaban, Livi Yulia Sihombing SDN 175784 Tuka Toruan.

“Kelima guru ini akan melakukan pelatihan matematika metode gasing bersama asisten pengajar lainnya yang dibawa oleh Profesor Yohanes Surya kepada para pelajar SD, dan guru di Kabupaten Bangli, Bali mulai tanggal 8 sampai 23 Agustus mendatang,” ujarnya.

Dalam rangka mendukung penyebaran pandai berhitung, untuk kegiatan inisiasi pandai berhitung dalam rangka showcase kapasitas pembangunan sumber daya manusia untuk menyambut KTT G20 di Bali.

“Jadi guru yang terpilih ini adalah pasca Prof Yohanes yang merupakan tokoh pendidikan Indonesia dan Pendiri Surya Institue yang dibawa oleh Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor ke Humbahas melakukan pelatihan massal terakhir di bulan Juli lalu terhadap 261 guru dan 692 siswa sekolah dasar,” terang Jonny.

Lebih lanjut Jonny mengatakan, selain dalam rangka mendukung penyebaran pandai berhitung, bertujuan juga dalam rangka mendukung penyebaran pandai berhitung kemampuan aritmatika dasar (penjumlahan, perkalian, pengurangan, pembagian).

Hal ini, karena merupakan pondasi dari kemampuan numerasi yang menjadi dasar penguasaan sains dan teknologi serta kemampuan berpikir kuantitatif.

Sehingga, dari tujuan itu akan berdampak nantinya bagi pengajaran matematika di Pulau Bali yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT G20 tahun 2022.

Apalagi, peningkatan kemampuan matematika di Pulau Bali menjadi jendela untuk Indonesia dalam menunjukan kemampuan inovasi pengembangan sumber daya manusia dimulai dari dasar dalam skala besar.

“Masing-masing guru melakukan pelatihan pembelajaran matematika metode gasing untuk 50 orang guru dan 150 siswa dari Kabupaten Bangli. Kemudian, 10 orang guru dan 20 orang siswa dari Serangan, Kota Denpasar,” sebutnya.

Ditambahkannya, pelatihan yang dilakukan oleh para gurunya tersebut adalah merupakan permintaan Profesor Yohanes melalui Yayasan Teknologi Indonesia Jaya ke Kabupaten Humbahas.

Yayasan, kata Jonny, membuat permohonan ke Pemerintah Humbahas agar menugaskan lima orang gurunya yang telah menjadi fasilitator/asisten trainer pada pelatihan matematika gasing di Kabupaten Humbahas. Untuk praktek di luar Kabupaten Humbahas ke Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Ditambahkannya lagi, program matematika metode Gasing saat ini telah mampu membuat para pelajar SD di Humbahas lebih bersemangat lagi belajar.

Dari salah satu dari keberhasilan itu juga, kata Jonny, para gurunya terpilih menjadi fasilitator/asisten trainer dalam pelatihan matematika metode gasing di Kabupaten Bangli.

“Jadi, kita bangga. Selain ke Kabupaten Morowali, kelima guru kita juga dipercayakan menjadi pengajar untuk melatih para guru, dan pelajar. Apa lagi kebanggan ini adalah menjadi cita-cita Pak Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor diperiode keduanya,” katanya.

Perlu diketahui, pembelajaran matematika metode gasing ini di Kabupaten Humbahas, ternyata terus berlanjut.

Lebih lanjut dikatakan Jonny, kelanjutannya bahwa sebanyak empat guru dari Kabupaten Humbahas mengikuti pelatihan pembelajaran metode gasing di Kampus IT DEL Laguboti Kabupaten Toba.

Selain mengirimkan keempat guru, juga mengirimkan dua guru sebagai asisten pengajar induksi pelatihan matematika dari Yayasan Teknologi Indonesia Jaya ke Kampus IT DEL, Laguboti Kabupaten Toba, sejak tanggal 2 Agustus sampai 6 Agustus.

“Ini adalah upaya Pak Bupati untuk mengubah sumber daya manusia dalam pendidikan yang akan kedepannya Humbahas akan maju. Sekaligus upaya mencerdaskan siswa-siswa Humbahas,” katanya. (des/ram)

GASING: Lima guru SD Humbahas Latih Siswa SD, Guru di Kabupaten Bangli Provinsi Bali Soal Metode Gasing.

DPC Demokrat Paluta Minta Aktor Intelektual Demo di DPP Diusut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), mengecam keras demonstrasi yang dilakukan sejumlah massa di halaman Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (2/8/2022) lalu. Dalam aksi itu, massa yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Penyelamat Partai Demokrat (GPPD) Paluta itu, meminta agar Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dicopot dari jabatannya karena dinilai sebagai perusak Partai Demokrat.

Aksi massa GPPD itu diduga terkait putusan DPP Partai Demokrat yang menetapkan 5 ketua DPC di Sumut termasuk Ketua DPC Demokrat Paluta periode 2022-2027. “Atas nama pengurus, BPOKK, dan kader Partai Demokrat Kabupaten Paluta, kami meminta DPP Partai Demokrat segera mengusut dalang serta menindak tegas kader Partai Demokrat yang melakukan aksi tersebut. Jika ternyata ada yang terlibat memobilisasi massa itu harus ditindak. Sebab aksi massa yang memalukan itu sudah sangat merusak citra Partai Demokrat, terlebih saat ini telah memasuki tahapan Pemilu,” kata Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPC Partai Demokrat Paluta, Ardiansyah Harahap SPd dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos, Sabtu (6/8/2022) sore

Ardiansyah juga menyampaikan, keputusan DPP Partai Demokrat adalah keputusan terbaik yang harus dihormati setiap Kader. Menurutnya, Ketua BPOKK DPP Herman Khaeron telah menjalankan amanah dengan baik sesuai AD/ART Partai Demokrat. “Jika ternyata ada kader yang terlibat menunggangi aksi massa itu, hal itu termasuk bentuk sikap pembangkangan terhadap perintah pimpinan. Hal ini juga tidak boleh dibiarkan dan harus ada tindakan tegas dari pimpinan partai agar di kemudian hari tidak terjadi lagi aksi yang sama dan menjadi sebuah tradisi berkelanjutan,” sebut Ardiansyah.

Sementara Ketua Badan Komunikasi dan Strategis (Bakomstra) DPC Partai Demokrat Paluta, Baginda Harahap mengatakan, menurut informasi dan penulusuran pihaknya, massa yang menggelar aksi demo di Kantor DPP Partai Demokrat pada Selasa (2/8/2022) lalu, bukan kader DPC Partai Demokrat Paluta dan bukan warga Kabupaten Paluta atau berdomisili di Paluta.

“Dari penulusuran dan informasi yang diterima Bakomstra DPC Partai Demokrat Paluta, massa itu bukan Kader kita dari DPC Partai Demokrat Paluta dan diduga massa itu bukan warga yang berdomisili di Paluta. Kuat dugaan itu massa liar dan bukan kader Partai Demokrat. Namun kita belum tahu siapa di belakangnya atau yang memobilisasinya. Sebab, gerakan massa itu tampak cukup terorganisir,” katanya.

Ginda juga berharap, DPP Partai Demokrat, agar segera melakukan tindakan tegas terhadap aktor intelektualnya, karena hal ini sudah merusak citra Partai Demokrat. Sebab telah menjadi perbincangan hangat ditengah publik. “Kami berharap DPP Partai Demokrat segera mengambil tindakan, agar dikemudian hari tidak ada lagi pembangkangan. Kami tegak lurus kepada DPP Partai Demokrat”, tutupnya. (adz)

Porkot Medan 2022 Ajang Melahirkan Atlet Berprestasi

DEFILE: Salah satu defile peserta pada pembukaan Porkot Medan 2022 di Stadion Teladan, Sabtu (6/8/2022). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution ingin menjadikan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2022 sebagai ajang melahirkan atlet berprestasi. Mereka akan menjadi wakil Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2022 di Sumut-Aceh.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman mewakili Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat membuka Porkot Medan XII/2022 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (6/8/2022).

Di hadapan 2.402 atlet dari 21 kecamatan, Aulia menuturkan, Porkot 2022 ini sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan KONI Medan mempersiapkan atlet guna masuk kontingen Sumut pada PON nanti. “Harapan Wali Kota Medan saat ini ingin mencari bibit-bibit olahraga, sekaligus kita mempersiapkan PON 2024,” ucap Aulia.

Pembukaan ini dihadiri Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, Ketua Umum KONI Medan Eddy H Sibarani, Wakil Ketua II KONI Sumut Sakiruddin, Ketua Panitia Liliana Puspa Sari, dan seluruh Forkopimda Kota Medan. Aulia menuturkan, bila pihaknya benar-benar serius menjadikan ibukota provinsi Sumatera Utara ini sebagai Kota Atlet.

“Saya yakin, di bawah kepemimpinan Bapak Muhammad Bobby Afif Nasution akan banyak melahirkan atlet-atlet unggul karena memang menginginkan menjadikan Kota Medan sebagai Kota Atlet,” tegasnya.

Aulia pun berpesan agar panitia dan para pemimpin pertandingan, menjunjung tinggi profesionalisme, agar hasil Porkot Medan ini melahirkan atlet-atlet yang berprestasi. “Wali Kota berharap seluruh panitia, wasit berlaku adil agar para atlet tetap bersemangat dalam kontestasi olahraga yang mereka geluti,” paparnya.

Aulia menegaskan, sportifitas sangat mendukung terlahirnya atlet-atlet unggul di Kota Medan. Sehingga hasil Porkot ini siap menjadi wakil Kota Medan ditingkat provinsi, nasional hingga internasional.

“Ini harapan daripada Pemerintah Kota Medan, mudah-mudahan tidak ada ketimpangan dalam menentukan sikap, dalam mengambil suatu keputusan untuk menjadi pemenang. Dan ini paling penting, bagi kita agar Kota Medan banyak melahirkan atlet-atlet,” jelasnya.

Wakil Ketua II KONI Sumut Sakiruddin dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Porkot Medan yang telah berlangsung 12 kali. Hasilnya, para atlet Kota Medan mendominasi kontingen Sumut.

“KONI Sumut sangat mengapresiasi karena Porkot ini menjadi penyangga PON. Atlet Medan 60 persen menjadi kontingen PON Sumut. Dan saat ini, KONI Sumut melaksanakan Pelatda terhadap 470 atlet sejak 2021. Dari 570 atlet tersebut, 60 persen adalah atlet Kota Medan,” katanya.

Sakiruddin pun berharap, Porkot Medan ini menjadi contoh bagi KONI kabupaten/kota untuk mencari dan menjaring atlet sebagai wadah evaluasi untuk peningkatan prestasi.

“Kami berharap, kiranya Porkot ini menjadi contoh bagi KONI lainnya untuk melaksanakannya. Melalui ajang seperti ini menjadi evaluasi bagi para cabor,” jelasnya.

Ketua Umum KONI Medan, Eddy H Sibarani menjelaskan, Porkot Medan 2022 ini diikuti 2.402 atlet dari 21 kecamatan se-Kota Medan yang berlangsung sejak 6 sampai 13 Agustus mendatang. Para atlet tampil 22 Cabor yang dipertandingkan.

Porkot 2022 ini sangat strategis sebagai kesiapan Medan menyambut PON 2024 mendatang. Ia pun berharap kepada para atlet yang juara untuk tidak cepat berpuas dan persiapkan diri untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi lagi.

“Porkot 2022 ini cukup strategis mengingat Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah PON 2024. Sudah selayaknya Medan persiapkan diri khususnya para atlet hingga mewakili Sumut dan persembahan prestasi terbaik bagi Sumut dan Medan,” jelas Eddy. (dek)

Bantuan Sembako Belum Turun, Legislator Gerindra Minta Warga Tebingtinggi Bersabar

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Partai Gerindra, HM Husni SE MM bersilaturahim dengan masyarakat Kota Tebingtinggi di dua lokasi berbeda, Jumat (5/8/2022) sore. Pertama, Husni bersilaturahim dengan Pendamping PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosialisasi Kecamatan (TKSK), dan kunjungan kedua dilakukan dengan warga di Kelurahan Padang Merbau Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi.

Dalam pertemuan itu, HM Husni meminta kepada seluruh pendamping PKH dan TKSK Kota Tebingtinggi untuk tetap melayani masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima PKH dan Program Sembako. Karena perpanjangan tangan Kemensos RI di daerah seperti Kota Tebingtinggi adalah TKSK dan Pendamping PKH.

“Kami menerima apa yang menjadi keluhan KPM melalui TKSK dan pendamping PKH, apa yang menjadi masalah di daerah terkait penyaluran sembako dan PKH nantinya akan disampaikan langsung kepada Ibu Mentri Sosial RI,” jelasnya.

Sementara, menanggapi berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan Padang Hulu, Husni yang terpilih dari daerah pemilihan Sumut 1 meliputi Kota Tebingtinggi, Serdang Bedagai, Deliserdang, dan Kota Medan ini, meminta kepada masyarakat untuk bersabar terkait bantuan sembako yang juga belum turun dikarenakan masih dalam proses di tingkat Kementrian Sosial RI.

“Terkait hal ini kita akan segera melaporkan kepada Ibu Mentri, karena saya yang langsung membidangi hal ini, maka dengan segera laporan ini akan kita teruskan Kemensos RI agar cepat di proses agar masyarakat segera menerima bantuan sembako,” bilangnya.

Sedangkan untuk bantuan PKH, saat ini dikatakan Husni, bantuan tersebut mulai dicairkan oleh Kemensos RI. Diharapkan warga yang menerima PKH dan Program Sembako untuk memanfaatkan dengan baik yaitu keperluan anak sekolah dan memenuhi kebutuhan hidup.

Untuk masalah masyarakat yang belum menerima bantuan dari pemerintah, diharapkan bersabar karena semua berproses, karena masyarakat penerima bantuan PKH dan Sembako harus terdaftar dahulu di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Jadi masyarakat yang benar benar miskin harus mendaftar me tingkat kelurahan setempat untuk bisa terdaftar di DTKS. Nantinya data yang terkumpul sesuai Deng an juklis dan juknis yang baru di teruskan kepada Pusdatin yang ada di Kemensos, jadi pihak yang menentukan warga tersebut masuk kedalam DTKS adalah Kemensos RI, sedangkan daerah hanya melakukan pengusulan,” bilangnya.

Terkait rencana Kemensos akan memberhentikan bantuan PKH dan Sembako kepada warga KPM berusia umur 40 kebawah, dikatakan Husni bahwa umur 40 tahun kebawah, adalah USIA produktif dan dianggap masih mampu untuk melakukan kegiatan usaha dan rencanya kepada mereka usia 40 tahun kebawah penerima PKH dan Sembako akan diberikan program yang lain.

Dalam kegiatan kunjungan daerah pemilihan, HM Husni memberikan bantuan Sembako berbentuk beras 5 Kg, Mie Instan, Minyak Goreng kemasan dan Gula Pasir. Tampak hadir Ketua Satria Tebingtinggi Tengku Zaky, Anggota DPRD Tebingtinggi Muhammad Hazly Azhari Hasibuan dan rombongan tim. (ian)

Vario kontra NMax, Gadis Cantik Tewas di Deliserdang

TKP: Personel Polresta Deliserdang saat olah TKP terkait kecelakaan maut di Jalan Pendidikan Desa Pagarmerbau III, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO- Kecelakaan maut antara Vario kontra NMax menewaskan Gea Angraini (19) Warga Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang Sabtu (6/8/2022). Korban tewas setelah menjalani perawatan sehari di Rumah Sakit Sari Mutiara Lubukpakam.

Peristiwa tabrakan itu terjadi Jum at, (5/8/2022) sekitar pukul 15.00 Wib di persimpangan Kantor Kepala Desa Pagar Merbau III dekat mesjid Ar- Rahman Jalan Pendidikan Desa Pagarmerbau III, Kecamatan Lubukpakam.

Mulanya sepeda motor Honda Vario BK 3562 MBK dikendarai Nurliana Br Pardosi (58) bertabrakan dengan kendaraan Yamaha NMax BK 3767 AHS yang dikendarai Yuri Fadhila Ramadani berboncengan dengan Gea Angraini.

Sepeda motor Honda Vario datang dari simpang utama menuju ke Jalan Utama. Saat menyebrang jalan menuju ke Jalan Utama bertabrakan dengan pengendara sepeda motor Yamaha N-MAX yang datang dari Jalan simpang kantor Kepala Desa sehingga terjadi tabrakan.

Akibatnya penumpang yang di bonceng pengendara sepeda motor N-MAX mengalami luka robek dikepala sebelah kiri, mulut mengeluarkan darah, luka lecet di siku tangan kiri setelah mendapat perawatan medis akhirnya meninggal dunia.

Sementara untuk dua korban lainnya Nurliana Br Pardosi (58) status PNS warga Dusun V Jalan Namorambe, Desa Pagarmerbau III Kecamatan Lubukpakam hanya mengalami luka ringan dan dirawat di klinik Rizky Kelurahan Syahmad Lubukpakam.

Sedangkan Yuli Fadhila Ramadani (20) warga Dusun II Desa Sidodadi batu 8 Kecamatan Pagarmerbau Kabupaten Deliserdang hingga kini masih menjalani perobatan di Rumah Sakit Sari Mutiara karena mengalami luka luka cukup parah.

Kanit Lakalantas Polresta Deliserdang Iptu Khairil Anwar, membenarkan kecelakaan yang menyebabkan tewas korban. “Korban meninggal dunia atas nama Gea Angraini (19) setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Mutiara Lubukpakam,” Ujarnya, Sabtu (6/8/2022).

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan k Olah TKP dilakukan Satlantas Polresta Deliserdang.”Hasil penyidikan kecelakaan diduga akibat kurang hati hatinya pengendara Honda Vario saat menyeberang tidak memperhatikan kanan kiri akan menyeberang hingga terjadi kecelakaan itu,” pungkas Kanit Lakalantas Polresta Deliserdang. (btr/ram)