Home Blog Page 2448

Gagap Melihat Makhluk Astral Menyeberang, Supir Truk Banting Setir Tabrak Pembatas Jalan

TERBALIK : Kondisi truk kontener BK 9468 DK yang di kemudikan Emo Utami terbalik di Jalinsum Tebingtinggi Kisaran tepatnya Jalan Soekarno Hatta Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sial melihat makhluk halus astral yang menyeberang, supir truk kontainer BK 9468 DK, Emo Utami banting setir sehingga truk yang dikemudikan oleng dan menabrak pembatas jalan, Kamis (4/8) dini hari.

Akibat truk kontiener terbalik tersebut, Jalinsum Tebingtinggi Kisaran tepatnya di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tambangan Kota Tebingtinggi mengalami kemacetan total.

Petugas Polantas yang mendapatkan informasi langsung melakukan evakuasi truk agar kemacetan dapat terurai. Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Doraria Simanjuntak membenarkan kejadian lakalantas truk kontainer terbalik.

Menurut AKP Doraria Simanjuntak bahwa supir truk kontainer datang dari arah Medan menuju Kisaran, setibanya di lokasi kejadian, diduga supir mengantuk dan tidak dapat mengendalikan truk sehingga menyebabkan truk terguling setelah menghantam pembatas jalan.

“Tidak ada korban jiwa, tetapi terjadi kemacetan akibat truk terguling yang menghalangi Jalan Soekarno Hatta Kota Tebingtinggi sehingga petugas Polantas yang turun kelokasi kejadiaan langsung melakukan penertiban dan pengaturan lalulintas,” bilangnya.

Untuk sementara, barang bukti dan supir truk kontainer langsung dibawah ke Unit Lakalantas Polres Tebingtinggi.

Sedangkan supir truk kontainer, Eko Utami dalam keterangannya mengaku datang dari Medan menuju Kabupaten Batubara, tetapi ketika melintas di lokasi kejadiaan melihat sesosok makhluk astral seperti orang menyeberang jalan sehingga takut menabrak langsung banting setir.

“Kejadiaan itu begitu saja, karena takut menabrak orang yang melintas, saya banting setir sehingga truk yang dikemudian menabrak pembatas jalan kemudian terbalik. Tetapi usai terbalik, yang terlihat seperti orang melintas tidak ada lagi,” bilangnya. (ian/ram)

Tim Penyidik DJP Sumut II Sita Tanah di Labuhanbatu

SITA: Tim PPNS Kanwil DJP Sumut II saat menyita aset milik SM, di Kelurahan Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, pada Juli 2022 lalu. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara (Kanwil DJP Sumut) II melakukan penyitaan terhadap aset milik wajib pajak berinisial SM.

Hal ini terkait adanya tindak pidana di bidang perpajakan berupa tanah, di Kelurahan Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, pada Selasa-Rabu, 26-27 Juli 2022.

Demikian disampaikan Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Sumut II, Vivi Rosvika kepada sejumlah wartawan di Medan, Kamis (4/8).

Adapun, lanjutnya, tindak pidana di bidang perpajakan yang dilakukan oleh SM adalah dengan sengaja tidak menyetor pajak yang telah dipotong atau dipungut sebagaimana diatur dalam Pasal 39 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983, Tentang Ketentuan Umum Perpajakan (UU KUP), dan tindakan penyitaan dilakukan untuk pemulihkan kerugian pada pendapatan negara yang ditimbulkan dari tindak pidana di bidang perpajakan tersebut, sebagaimana diatur dalam Pasal 44 UU KUP sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 7 Tahun 2021,Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

“Penyitaan dilaksanakan oleh Tim Penyidik yang didampingi Tim Fungsional Penilai Kanwil DJP Sumut II dan perwakilan dari Tim Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) Penyidik PNS Kepolisian Daerah Provinsi Sumut,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau, agar seluruh wajib pajak menghindari segala praktik yang bertentangan dengan ketentuan perpajakan. “Kesadaran dari wajib pajak untuk menghitung, menyetor dan melaporkan pajaknya dengan benar serta lengkap,” tandasnya. (Dwi)

PB PON 2024 Wilayah Sumut Usung 5 Sukses Penyelenggaraan

Kadispora Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih.(BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 Aceh-Sumut mengusung 5 Sukses, Sukes Penyelenggaraan, Sukses Prestasi, Sukses Administrasi, Sukses Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan Sukses Pemanfaatan Fasilitas.

“5 sukses itu, yaitu sukses penyelenggaraan, ini Pemprov Sumut melalui PB PON. Kemudian, sukses prestasi. Ini Pemprov Sumut melalui KONI Sumut. Sukses Administrasi. Selanjutnya, sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Diharapkan dengan kegiatan PON ini, meningkatkan ekonomi masyarakat secara khusus diseputaran lokasi, umumnya di Sumatera Utara,” ucap Kadispora Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, Kamis (4/8).

Tuahta menjelaskan Sukes Pemanfaatan Fasilitas, dimaksud setelah penyelenggaraan PON dapat digunakan sebagai sarana dan prasarana atlet di Sumut berlatih. Bukan, menjadi fasilitas sia-sia dan tidak digunakan semestinya.

“Sukses pemanfaatan fasilitas, secara even. Kami dapat informasi di Papua itu, mohon maaf. Kalau salah, di koreksi langsung, setelah digunakan, tidak maksimal lagi. Ada kolam renang (di Papua), jadi kolam ikan di Papua sana, yang kami dengar,” sebut Tuahta.

Untuk mencapai 5 Sukses ini, Tuahta mengungkapkan merupakan tanggungjawab bersama, terutama PB PON. Hal ini, menjadi tugas berat, karena akan mengumpulkan orang banyak capai belasan ribuan orang. Namun, harus dilakukan dengan cara atau sistem tersistematis, terukur dan terkordinir dengan baik.

“Saya memperdiksi 7 ribu, malah bang John (Ketua KONI Sumut) 15 ribu orang. Saya semakin pusing jadinya ini. Semakin terbayang makin ramainya Kota Medan, nantinya ini. Kita percaya bisa melakukan ini, dengan baik dengan dukungan dari teman-teman press,” ucap Tuahta.

Untuk mempermudah tugas PB PON wilayah Sumut. Tuahta mengatakan akan melibatkan sejumlah dinas dijajaran Pemprov Sumut seperti Dinas Pariwisata Sumut bertugas menyiapkan petugas untuk menyambut atlet, menyiapkan penginapan atau hotel bagi atlet.

Kemudian, Dinas Perhubungan Sumut bertugas dalam pengelolaan transportasi atlet, Biro Umum Pemprov Sumut dan Biro Kesrah Pemprov Sumut bertugas untuk pengelolaan konsumsi atlet. Dispora Sumut bertugas membidangi pertandingan setiap Cabor.

“Ada beberapa OPD kita tambahkan lagi, supaya seluruh departemen untuk penguatan di SK PB PON. Kita akan minta revisi, ada penambahan OPD semakin kuat segala sisi,” tandas Tuahta.(gus)

Puluhan TKI Diduga Disiksa di Kamboja, Ada Anak Binjai!

BINJAI: TKI asal Binjai berinisial Al (21) yang bekerja di Kamboja.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Beredar video di media sosial adanya tenaga kerja Indonesia (TKI) diduga mendapat penyekapan hingga penyiksaan di Kamboja. Kabarnya, ada warga Binjai yang mengalami kejadian tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Binjai, Joko Basuki juga menerima langsung panggilan telepon dari masyarakat kota rambutan yang bekerja di sana. Pria yang akrab disapa Jobas ini bilang, melakukan komunikasi dengan anak Binjai pada Rabu (3/8) malam.

Dalam video yang dilihat sumutpos.co politisi Partai Gerindra ini bermohon kepada Presiden RI, Joko Widodo; Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi hingga perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja, agar segera membantu proses kepulangan mereka.

Dia terhubung dengan pemuda asal Binjai ini bermula dari dihubungi melalui akun medsos pribadinya. Dalam laporan masyarakat Binjai ini, diduga mendapat penyiksaan di salah satu gedung pada lantai 3 dan lantai 7 di Kota Sihanoukville, Kamboja.

Menurut Jobas, video yang dilihatnya dalam kondisi panik yang diduga melakukan perlawanan karena akan mendapat penyiksaan. Dia belum mendapat penjelasan detil apa penyebab dan alasannya terkait hal tersebut.

“Dalam laporan mereka, paspor ditahan dan mereka tidak bisa bergerak kemana-mana. Mereka dikurung dalam satu gedung, juga disetrum. Kami komunikasi terburu-buru karena ketakutan,” kata Jobas.

Dari video yang dilihat, masyarakat Binjai yang bekerja di Kamboja baru beberapa minggu. Sudah melapor ke KBRI, tapi belum ditanggapi.

Namun setelah dilihat ada senjata api, baru ditanggapi. “Kami sudah mau mati di sini, disetrum,” kata TKI asal Binjai dalam video call dengan Jobas.

Dikonfirmasi Kamis (4/8), Jobas bilang, video tersebut viral dan akhirnya sudah ditanggapi KBRI. “Saya sudah telpon KBRI Pak Dudung, sudah dikondisikan mereka setelah video saya viral. Ada 83 warga Indonesia di sana dan sudah didata,” ujar dia.

Sayangnya, dia belum tahu berapa jumlah masyarakat Binjai yang tengah terkurung di sana. “Belum tahu berapa orang Binjai. Di sana juga ada orang Langkat dan Medan,” urai dia.

Menurut dia, anak Binjai yang bekerja dan terkurung di Kamboja baru beberapa bulan. Alasan mendapat kondisi demikian, menurut dia, karena mereka bekerja tidak capai target setiap bulan.

Ditanya apa pekerjaan di sana, Jobas juga belum dapat memastikan. Diduga mereka bekerja dalam aktivitas ilegal, seperti perjudian.

“Waktu sebelum berangkat, mungkin mereka diiming-imingi gaji tinggi dan kerjanya mudah. Dan sampai di sana, perjanjian kerjanya beda,” kata dia.

“Saya belum tahu paspor mereka sebagai tenaga kerja atau pelancong. Karena komunikasinya sulit. Saya berharap, negara harus melindungi warganya yang menjadi TKI, segera proses pemulangan mereka,” ujar dia. (ted/ram)

Rumah di Tanah Pinem Dairi Terbakar, Nenek 80 Tahun Tewas Terpanggang

TERBAKAR: Kobaran api sangat cepat menghanguskan bangunan serta pemilik rumah, Ngamini (80) ditemukan tewas terpanggang dirumahnya di Dusun Butar, Desa Balan 2, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.SUMUTPOS.CO/Ka UPT Damkar Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satu unit rumah di Dusun Butar, Desa Balan 2, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, hangus terbakar. Musibah itu, Kamis (4/8/2022) subuh. Dalam petistiwa itu, seorang nenek, Ngamini (80) tewas terpanggang di dalam rumahnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran (UPT-Damkar), Amudi Situmeang membenarkan musibah kebakaran dimaksud.

Amudi menerangkan, informasi dari Camat Tanah Pinem, Sion Sembiring, sebelum kejadian korban diketahui sehari-harinya tinggal sendiri dirumahnya. Suami korban sudah meninggal, dan anak-anaknya ada di perantauan.

“Rumah korban cepat dilahap api, karena terletak di lokasi padat penduduk, dan konstruksi bangunan dari papa,” jelasnya.

Amudi menyebut, begitu mendapat informasi dari masyarakat pihaknya menerjunkan 1 unit mobil Damkar dari Pos Siaga Tigalingga.

“Korban sudah dievakuasi, sementara penyebab kebakaran masih penyelidikan,” ungkapnya.(rud/ram)

BP3MI Fasilitasi Pemulangan PMI Asal Binjai di Malaysia

Pemulangan: BP3MI Medan fasilitasi pemulangan PMI yang terlantar di Malaysia, Rabu (3/8). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Medan memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Putri (12), yang terlantar di Malaysia.

Subkoordinator Perlindungan BP3MI Medan, Mohammad Fuat Wahyudi mengatakan, Putri terlantar di kawasan Johor Bahru, Malaysia, karena orangtuanya di deportasi,” ujarnya, Rabu (3/8).

Yudi menjelaskan, sebelum dipulangkan ke Indonesia, BP3MI Medan telah menerima surat dari Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, untuk penelusuran alamat orangtuanya yang berasal dari Kota Binjai.

Dia menambahkan, setelah BP3MI Medan berkoordinasi dengann

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Binjai, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumut dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut, akhirnya keluarga Putri ditemukan.

“Nah selanjutnya, pada 2 Agustus 2022, gadis belia itu dipulangkan oleh KJRI Johor Bahru ke Medan. Sesampainya di Medan, ia diserahkan langsung oleh petugas dari KJRI Johor Bahru kepada keluarga, di Bandara Kualanamu (KNIA) dan kita menyaksikan langsung,” jelasnya.

Disinggung kronologi peristiwa tersebut, Yudi mengungkapkan, berdasarkan surat dari KJRI Johor Bahru Malaysia yang diterima BP3MI, orangtua gadis belia itu dideportasi oleh pemerintah Malaysia pada Tahun 2012.

“Kemudian, sejak saat itu, Putri diasuh oleh ayah tirinya. Namun, karena ayah tiri tersebut mengidap penyakit skizofrenia, Putri pun diasuh oleh pihak Pejabat Kebijakan Masyarakat (JKM) Daerah Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia dan ditempatkan di rumah kanak-kanak, semacam panti asuhan,” ungkapnya.

Lalu, sambungnya, pada 22 Juni 2022, pihak JKM Malaysia melalui suratnya meminta KJRI Johor Bahru untuk mencari dan memulangkan Putri ke Indonesia. “Selanjutnya, KJRI menyurati kita. Sejak saat itu, kita langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, sehingga akhirnya gadis terlantar itu sudah berada di pangkuan keluarganya di Kota Binjai,” pungkasnya. (dwi/ila)

Main Shopee Tanam Bisa Sumbang Ribuan Bibit Pohon di Kaki Gunung Gede Pangrango

TANAM: Relawan Komunitas Sangga Buana saat menanam bibit tanaman di Kampung Ciwaluh, dekat hulu Sungai Cisadane, Bogor, Jawa Barat

SUMUTPOS.CO – Siapa yang belum pernah ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango? Taman Nasional yang meliputi perkebunan teh, taman rekreasi, kawasan pendakian, hingga air terjun, itu memiliki keindahan lingkungan yang luar biasa.

Sebagai taman nasional dilindungi, kawasan seluas 15.196 hektare ini ditetapkan sebagai cagar alam biosfer oleh UNESCO sejak tahun 1977. Begitu luas dan indahnya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menjadikan tempat tersebut kerap didatangi para pendaki.

Namun di sisi lain, ada kekhawatiran bersama. Kawasan ini mengalami degradasi lingkungan akibat maraknya aktivitas perambahan hutan. Banyak pihak terus berupaya untuk melakukan restorasi. Salah satunya melalui inisiatif program #ShopeeTanamHutanIndonesia tepatnya di kawasan Kampung Ciwaluh, desa terdalam yang terletak di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Memahami lebih dalam tentang konservasi alam sekaligus pemberdayaan petani kopi lokal Kampung Ciwaluh dipilih karena lokasinya berdampingan dengan aliran Sungai Cisadane yang menjadikannya cocok untuk ditanami banyak tanaman, salah satunya kopi. Kopi pun bagi warga sekitar Kampung Ciwaluh merupakan komoditas utama sebagai sumber penghasilan.

Selain dampaknya terhadap perekonomian warga sebagai tanaman produktif, nyatanya pohon kopi juga memiliki fungsi sebagai tanaman konservasi yang baik.

“Pohon kopi memiliki akar yang kuat dan lentur serta mampu beradaptasi dengan jenis tumbuhan lain, sehingga mampu menjaga ketahanan tanah di sekitar aliran hulu sungai agar tidak terjadi longsor dan menimbulkan sedimentasi pada aliran sungai. Selain itu, akar kopi juga mampu mencari sumber resapan air tanah sehingga mampu menciptakan mata air baru di sekitarnya, meminimalisir kekeringan dan membantu petani lokal menjadi lebih produktif,” ucap Relawan Komunitas Sangga Buana, Aryo Salaka, Kamis (4/8).

Tidak hanya itu, Kampung Ciwaluh berlokasi di hulu Sungai Cisadane, salah satu sungai besar yang mengaliri beberapa wilayah strategis lainnya seperti Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan. Jakarta dan Kota Depok pula mendapatkan pasokan air dari sungai Cisadane, tepatnya melewati Setu Cilembut.

Dengan menjaga kelestarian di Kampung Ciwaluh, diharapkan dapat berkontribusi secara positif bagi kota-kota yang dialiri Sungai Cisadane.

Aryo pun menyambut baik atas keberlanjutan kolaborasi antara Shopee dan Komunitas Sangga Buana melalui Program #ShopeeTanamHutanIndonesia. Sebelumnya program serupa dilaksanakan April lalu
dengan aksi tanam 2.000 pohon di Hutan Kota Pesanggrahan bilangan Jakarta Selatan.

“Terbukti kalau inovasi pelestarian lingkungan secara digital yang dilakukan oleh Shopee memang dapat memacu antusiasme masyarakat untuk berkontribusi bagi lingkungan. Melalui kegiatan ini, saya berharap nantinya tidak hanya membantu untuk meningkatkan tingkat konservasi di Hulu Sungai Cisadane yang terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, namun juga turut mendukung aspek pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan perekonomian para petani kopi lokal di Kampung Ciwaluh. Saya ajak masyarakat berpartisipasi juga dengan bermain permainan Shopee Tanam dalam aplikasi Shopee,” sebutnya.

Melalui program #ShopeeTanamHutanIndonesia, pengguna Shopee yang bermain permainan populer Shopee Tanam dalam aplikasi Shopee bisa mengkonversi hasil panen virtualnya menjadi 1.500 bibit pohon kopi untuk ditanam di kaki Gunung Gede Pangrango.

Pengguna Shopee yang telah ikut berdonasi pohon, akan mendapatkan apresiasi dalam bentuk 100 Koin Shopee dan sertifikat yang bisa mereka bagikan di media sosial. Program ini hadir sejak 30 Juli hingga 5 Agustus 2022 dan menghadirkan gebrakan baru dalam aktivitas pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan teknologi digital, sejalan dengan komitmen jangka panjang #ShopeeAdaUntukIndonesia.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja menyampaikan, tujuan program ini sebagai bentuk komitmen Shopee ikut aktif melestarikan lingkungan dan melibatkan berbagai komunitas dalam setiap aktivitas. Bahkan, kegiatan ini juga diikuti oleh mitra pengemudi dan kurir Shopee.

“Sejak diadakan pertama pada April lalu, kami telah menangkap antusiasme tinggi dari Sobat Shopee yang juga ingin memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Karenanya, kami kembali mengadakan #ShopeeTanamHutanIndonesia dalam momen Hari Konservasi Alam Nasional. Nantinya, hasil panen pada permainan Shopee Tanam akan dikonversikan menjadi 1.500 bibit pohon kopi robusta yang akan ditanam di Kampung Ciwaluh, kaki Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada akhir
Agustus nanti,” tutur handika.(gus/ram)

Diduga Karena Kebocoran Tabung Gas, 10 Rumah di Medan Belawan Hangus Terbakar, 4 Orang Meninggal dan 2 Luka-luka

KEBAKARAN: Warga yang sedang melihat rumahnya menjadi korban kebakaran di Medan Belawan, Kamis (4/8/2022).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 10 rumah di Kelurahan Belawan II, Lingkungan 8, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan hangus di lalap api pada Kamis (4/8/2022) menjelang subuh. Atas insiden ini, 4 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 2 orang dinyatakan mengalami luka bakar.

“Dari total (10 rumah) itu, yang terdampak betul ada 5 rumah. 4 hangus terbakar dan 1 memang sengaja dihancurkan agar api tidak merembet lebih jauh ke rumah-rumah yang lain. Ada 4 orang yang meninggal atas kejadian ini, 2 orang luka-luka,” ucap Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, Albon Sidauruk kepada Sumut Pos, Kamis (4/8/2022).

Dikatakan Albon, ke-4 orang yang meninggal dunia dan 2 orang yang terkena luka bakar tersebut merupakan satu keluarga yang tinggal di salah satu rumah yang terbakar. Diduga, rumah korban tersebut merupakan rumah yang menjadi sumber api kebakaran yang menyebabkan rumah-rumah lain disekitarnya ikut terbakar.

“Mereka ber-4 yang meninggal ini tinggal di satu rumah. Mereka yang meninggal ini terdiri dari suami, istri, mertua 1 orang, dan anaknya 1 orang. Sedangkan 2 yang selamat tapi terkena luka bakar adalah 2 anaknya. Jadi di rumah itu ada 6 orang, 4 meninggal dan 2 anaknya selamat,” ujar Albon.

Albon menceritakan, kedua anak di rumah satu lantai tersebut berhasil selamat setelah keluar dari jendela. Sebab ketika itu, seluruh pintu rumah tengah terkunci.

“Karena sudah panik, mereka tidak tahu lagi mencari kuncinya, sehingga mereka sulit keluar dari rumah untuk menghindari api. Yang selamat dua orang itu karena mereka keluar dari jendela,” ungkap Albon.

Dijelaskan Albon, kejadian itu terjadi pada Pukul 04.10 WIB pagi, namun pihaknya baru mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar Pukul 04.30 WIB. Ketika petugas sampai di lokasi, api sudah merembet dan menghanguskan 3 rumah.

“Informasinya tidak disampaikan melalui telepon, dijemput kita dari kantor Camat Medan Belawan. Begitu dapat info, petugas kita langsung meluncur kesana. Kita mengalami sedikit kesulitan saat pemadaman karena itu kawasan padat penduduk, gangnya kecil, gak bisa masuk mobil (pemadam). Jadi kita tarik selangnya cukup panjang, sekitar jam 6 semua rumah sudah berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan,” jelasnya.

Diterangkan Albon, penyebab terjadinya kebakaran diduga karena adanya kebocoran tabung gas kompor yang menyebabkan adanya ledakan ketika pemilik rumah hendak memasak.

“Api pun cepat menyebar dan menghanguskan rumah-rumah yang ada disebelahnya, karena memang posisi rumah disitu saling menempel satu sama lain atau kawasan padat penduduk,” terangnya.

Saat ini, sambung Albon, ke-4 jenazah sudah di evakuasi ke RS Pelindo Belawan. Sementara, dua orang yang terluka tengah mendapatkan perawatan intensif oleh petugas medis.

Sementara itu kepada Sumut Pos, Asisten Pemerintahan dan Sosial, Muhammad Sofyan yang turun ke lokasi kebakaran, menyebutkan bahwa kebakaran tersebut membakar sebanyak 10 rumah dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

“Total ada 10 rumah yang terbakar. Meninggal 4 orang, luka-luka 2 orang. Kebakaran ini berdampak pada 16 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 48 jiwa. Rinciannya 30 orang laki-laki, 14 orang perempuan, dan 4 orang anak-anak,” tutur Sofyan.

Sofyan pun menjelaskan identitas keempat orang yang meninggal dunia tersebut, yakni Hamidah (70), Aminah alias Wiwi (60), Ilham (30) dan Hafis (17).
(map/ram)

Ketua Komisi II DPR Silaturahim dengan Masyarakat Asahan

SILATURAHIM: Wakil Bupati Asahan dampingi Ketua Komisi II DPR RI bersilaturahim dengan warga Desa Sukamakmur Kecamatan Pulobandring, Kabupaten Asahan, Selasa (2/8).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Ssos MSi mendampingi Ketua Komisi II DPR RI DR H Ahmad Doli Kurnia Tanjung SSi MT bersilaturahim dengan masyarakat Desa Sukamakmur Kecamatan Pulobandring, Kabupaten Asahan, Selasa (2/8).

Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin SSos MSi dalam sambutannya menyampaikan atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Asahan mengucapan terima kasih atas kehadiran Ketua Komisi II DPR RI di Desa Sukamakmur.

“Kami mengucapkan selamat datang di Desa Sukamakmur, semoga kehadirannya di desa ini dapat memberi semangat untuk memajukan desa ke depan,” ungkap wakil bupati.

Wakil bupati juga sangat mengharapkan dukungan dari Ketua Komisi II DPR RI dalam mendukung pembangunan di Desa Sukamakmur khususnya dan Kabupaten Asahan umumnya.

Sementara Ketua Komisi II DPR RI DR H Ahmad Doli Kurnia Tanjung SSi MT dalam sambutannya mengatakan kehadirannya di Desa Sukamakmur untuk bersilaturahim dan sekaligus syukuran atas keberhasilan Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dilaksanakan di Desa Sukamakmur.

Ahmad Doli Kurnia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penyambutan yang diberikan masyarakat Desa Sukamakmur, semoga kedepan Desa Sukamakmur akan lebih maju dan berkembang.

Acara diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab antara warga Masyarakat dengan Ketua Komisi II DPR RI dan Wakil Bupati Asahan.

Turut hadir dalam acara Asisten Administrasi Umum Khaidir Afrin SE, Ketua DPD Golkar Asahan Efi Irwansyah Pane, Anggota DPRD Asahan Suyono, Kadis PUPR Agus Jaka Putra Ginting, Camat Pulobandring, Kepala Desa Sukamakmur Suswandi dan undangan lainnya. (dat/azw)

Sambut Tahun Baru Islam, Pemko Tebingtinggi Gelar Tablik Akbar

PERINGATAN: Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono dan Forkompinda saat memperingati peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menyambut peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah di Masjid Agung Jalan KL Yos Sudarso Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Rabu (3/8).

Peringatan Tahun Baru Islam ini mengambil tema ‘Aktualisasi Nilai-Nilai Hijrah untuk Suatu Perubahan, Perbaiki Diri, Perbanyak Ibadah, Menuju Ridho Allah SWT.’

Penjabat (Pj) Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi mengatakan bahwa saat ini sudah berada di Tahun 1444 Hijriah, di mana di tahun yang baru ini kita sangat berharap dan berdoa agar menjadi tahun yang lebih baik dari tahun tahun sebelumnya, dimana 2 tahun yang lalu kita di uji Allah SWT dengan bencana pandemi Covid-19.

“Memang saat ini sudah mulai berkurang meskipun kita belum terbebas dari pandemi Covid-19, saat ini di Kota Tebingtinggi karena sudah 2 orang yang terkena dan di rawat di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Tebingtinggi, ini menandakan masih ada pandemi Covid-19 di Kota Tebingtinggi,” jelas Dimiyathi.

Dimiyathi menyatakan dalam peringatan Tahun Baru Islam ini nantinya meminta pencerahan dari Ustadz Abdil Muhadir Ritonga bagaimana perjalanan Rasullullah SAW di zaman nabi, semoga apa yang disampaikan oleh Ustadz Abdil Muhadir Ritonga dapat kita ambil hikmahnya.

Ustad Abdil Muhadir menyatakan bahwa yang jadi imam dan qori di Kota Medan tersebut bukan dari qori internasional melainkan qori yang juara di tingkat kecamatan dan inilah yang harus kita galakkan bahwasanya masih banyaknya orang orang yang berbakat di pelosok negeri.

Dijelaskannya bahwa makna hijrah adalah memperbaiki diri, bagaimana cara Allah SWT menegur hambanya dengan cara mulai berdatangan penyakit, tak pernah kaya dan sisakan usia untuk beribadah kepada Allah SWT.

Kegiatan dibarengi juga dengan pemberian hadiah kejuaraan dan tali asih kepada anak yatim sebanyak 10 orang. (ian/azw)