Home Blog Page 2505

BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprakirakan untuk 3 hari ke depan, Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan, berpotensi mengalami cuaca cerah berawan pada siang hari, dan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada malam hingga dini hari.

Hal itu disampaikan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Lestari Irene Purba, Senin (18/7).

“Ini disebabkan pola angin yang bersifat divergen sehingga pertumbuhan awan cukup sulit di wilayah Sumut,” ungkap Lestari.

Cuaca tersebut, lanjut Lestari, dialami hampir seluruh kecamatan di Kota Medan, dan untuk sebagian wilayah lereng timur, pantai timur, dan pegunungan di Sumut. Sementara suhu maksimal pada hari ini, mencapai 35 derajat celcius.

“Kami imbau kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan jika harus ke luar ruangan, agar menggunakan alat pelindung seperti payung atau topi. Perbanyak minum air putih dan buah, untuk mencegah dehidrasi,” imbau Lestari. (dwi/saz)

Bupati Labuhanbatu Senang Dikritik

Fajar Dame Harahap/Sumut Pos DIABADIKAN: Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu diabadikan bersama wartawan dalam Konferensi 8 PWI Kabupaten Labuhanbatu Masa Bakti 2018-2021.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga, mengaku senang dikritik. Karena itu merupakan kontrol bagi pemerintah.

Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi 8 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Labuhanbatu Masa Bakti 2018-2021, tahun 2022 di Rantauprapat, Senin (18/7).

“Saya berharap PWI menjadi kontrol sosial bagi pemerintah. Agar pemerintahan terus berbenah untuk memajukan Labuhanbatu,” ungkap Erik.

Pada acara dengan tema ‘Wartawan Memiliki Peran Penting untuk Membangun Daerah’ itu, Erik juga berharap, PWI bekerja sama dengan pemerintah untuk menangkal hoaks di Kabupaten Labuhanbatu.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Labuhanbatu, Naerul Nizam Aru, berharap kepada ketua yang baru, untuk dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan mengkritik pemerintah.

“Kepada ketua dan pengurus yang terpilih, lanjutkanlah yang telah dibuat dan harus mampu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Silakan kritik pemerintah, tapi jangan menghujat,” imbaunya.

Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik menyampaikan, jangan ada intervensi pelaksanaan konferensi, dan dia berharap agar dapat dilaksanakan dengan demokratis.

“Serahkan ke pemilik suara dan tunjukkan kepada pemerintah, PWI sudah dewasa dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, PWI harus menegakkan aturan dengan 4 pedoman, yakni UU Pers, kode etik jurnalistik, kode perilaku wartawan, dan pedoman pemberitaan ramah anak.

Turut hadir Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar, perwakilan Dandim 0209/LB, perwakilan Polres Labuhanbatu, perwakilan Kejari Rantauprapat, beberapa pimpinan OPD, dan para tamu undangan. (fdh/saz)

Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari Binjai Gelar Baksos

BERSAMA: Kajari Binjai M Husein Admaja, diabadikan bersama jajaran, usai bakti sosial.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Binjai menggelar sejumlah kegiatan bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa ke 62 tahun. Sejumlah kegiatan dimaksud, di antaranya memberikan santunan kepada anak yatim, bakti sosial, anjangsana ke pensiunan kejaksaan, dan donor darah.

“Hari ini kami gelar donor darah, bakti sosial, dan anjangsana dalam rangka memperingati Hari BHakti Adhyaksa (HBA) ke 62 tahun dan ulang tahun IAD,” ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejari Binjai, Muhammad Harris, Senin (18/7).

Sebelumnya, Kejari Binjai juga telah memberi santunan kepada ratusan anak yatim, akhir pekan lalu. Santunan kepada anak yatim piatu ini, menyasar ke 2 lokasi berbeda. Yakni di Panti Asuhan Al-Jamiatul Wasliyah Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Binjai Kota. Dan Panti Asuhan Grenade yang beralamat Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Binjai Timur, Binjai.

Adapun santunan yang diserahkan Kajari Binjai dan diterima oleh kedua pengurus panti asuhan berikut anak-anak yatim di sana, berupa sejumlah uang tunai, serta sembako, seperti beras, telur, mie instan, minyak goreng.

Kajari Binjai, M Husein Admaja menjelaskan, penyerahan santunan tersebut adalah wujud kepedulian insan Korps Adhyaksa, kepada sesama dalam rangka HBA ke 62 tahun, pada 2022.

“Sebelumnya kami sudah menyerahkan tali asih kepada anak-anak yang berada di 2 panti asuhan Kota Binjai. Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kita akan sesama dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa tahun ini,” ungkap Husein.

Husein juga menjelaskan, kegiatan penyerahan santunan tersebut adalah satu dari rangkaian acara yang digelar secara tatap muka, pasca pandemi Covid-19 oleh Kejari Binjai.

“Sejak masa pandemi, baru sekarang kita bisa merayakan HBA secara tatap muka. Untuk kegiatannya juga masih ada yang lain, seperti pertandingan olahraga dan lomba menulis karya ilmiah,” pungkasnya. (ted/saz)

Sekda Binjai Ambil Sumpah 167 ASN Baru

AMBIL SUMPAH: Sekretaris Daerah Kota Binjai, Irwansyah Nasution, saat mengambil sumpah seratusan ASN.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Kota Binjai, Irwansyah Nasution, mengalami sumpah 167 Aparatur Sipil Negara (ASN) baru di Aula Balai Kota Binjai, Senin (18/7). Rinciannya, 87 ASN pengangkatan 2020, dan 80 orang pengangkatan 2022.

Pada kesempatan itu, Irwansyah mengatakan, ASN merupakan aparatur negara yang memiliki arti strategis dan peranan. Bahkan mereka berperan menentukan keberhasilan penyelenggadaan pemerintahan dan pembangunan.

Dia juga menjelaskan, pada hakikatnya sumpah dan janji bukan hanya merupakan kesanggupan terhadap atasan yang berwenang. Namun juga, kesanggupan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Yakni untuk menaati segala keharusan dan tidak melakukan larangan yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya berpesan kepada saudara-saudara yang hari ini telah diambil sumpah dan janjinya, untuk mengedepankan etika moral, kejujuran, keikhlasan, dan memiliki rasa tanggung jawab, serta meningkatkan kompetensi diri,” ungkap Irwansyah.

Irwansyah juga mengingatkan, sumpah yang diucapkan tidak hanya sebatas lisan saja. Tapi, diresapi dan dihayati dalam hati.

“Kemudian diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai PNS di lingkungan Pemko Binjai,” pungkasnya. (ted/saz)

Karhutla Danau Toba Hanguskan 40 Hektare, 1 Orang Tewas

EVAKUASI: Sejumlah personel terlihat berusaha mengevakuasi korban tewas akibat karhutla di Dusun Buntu Raha, Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.

MEDAN, SUMUT POS.CO – Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Dishut Sumut), mencatat, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Buntu Raha, Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, sudah mencapai 40 hektare lebih.

Kebakaran di Pinggiran Danau Toba tersebut, terjadi Sabtu (16/7) siang, sekira pukul 14.00 WIB. Bencana alam itu, pun menewaskan seorang warga sekitar bernama Natal Simaremare, alias Ama Lasker (50).

“Diperkirakan di atas 40 hektare terbakar. Kelompok tani (lahannya) terbakar,” ungkap Kepala Dishut Sumut, Herianto, Senin (18/7) siang.

Herianto mengungkapkan, untuk melakukan pemadaman karhutla tersebut, pihaknya menerjunkan sekitar 42 personel dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) 2, 4, 12, dan 13. Kemudian, berkoordinasi dengan TNI/Polri setempat dan pihak terkait.

“Update. Saya sudah menugaskan seluruh personel. Terus bersama-sama mengendalikan kebakaran hutan, itu yang pertama. Yang kedua, kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Sumut maupun BPBD Kabupaten Taput,” jelasnya.

Dia juga menuturkan, kondisi di lapangan, sebaran api meluas. Kondisi tersebut, membuat petugas yang melakukan pemadaman, kekurangan personel di lokasi. Ditambah lagi, medan kebakaran perbukitan dengan kondisi terjal.

“Sekarang meluas, terus kami sudah berkoordinasi dengan Manggala Agni, tapi masih kekurangan tenaga. Makanya, kami bantu dari provinsi untuk ikut turun. Karena kami sudah khawatir, hal ini disebabkan medannya berat sekali. Makanya, ada meninggal satu orang,” jelas Herianto.

Selain kekurangan petugas untuk melakukan pemadaman api. Herianto juga mengungkapkan, peralatan untuk menjinakkan si jago merah dengan cara manual. Menurutnya, dengan medan yang berat, seharusnya pemadaman dilakukan dengan teknik bom api.

“Kami tidak ada alat mumpuni, harusnya api bisa dimatikan dengan bom api. Tapi, kami tidak punya helikopter. Perlu peralatan yang canggih. Kami juga perlu memikirkan keselamatan diri, karena diketahui, situasi di Muara terdapat perbukitan tajam,” pungkasnya. (gus/saz)

Komisi 3 DPRD Medan Meminta kepada OPD Pemko Medan, Harus Lebih Terintegrasi Tangani UMKM

Anggota Komisi 3 DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi 3 DPRD Medan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemko Medan agar lebih terintegrasi dalam menangani para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Medan. Sebab hingga saat ini, dari sekitar 40.000 pelaku UMKM di Kota Medan, baru puluhan pelaku UMKM yang telah mendapatkan pelatihan.

“Dari 40 ribu pelaku UMKM binaan, baru puluhan yang telah mendapatkan pelatihan. Di sini kami belum melihat adanya kerja sama yang terintegrasi antar OPD Pemko Medan menangani pelaku UMKM,” ungkap Anggota Komisi 3 DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution, Senin (18/7).

Bahkan lanjut Mulia, adapun OPD yang melaksanakan kegiatan bagi pelaku UMKM dinilai belum maksimal dan seringkali tumpang tindih dengan OPD lainnya. Sehingga terkesan, setiap kegiatan yang dilakukan untuk pelaku UMKM hanya sekadar serimonial.

“Begitu selesai acara (pelatihan), tidak ada tindak lanjut pembinaan bagi kelangsungan usaha. Ini sangat disayangkan,” tuturnya.

Ditambahkan politisi muda Partai Gerindra itu, ke depannya Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan diminta agar lebih fokus dalam menangani UMKM di Kota Medan. Mulia berharap, Dinas ini dapat lebih serius dalam melakukan pelatihan dan pembinaan.

“Kami harapkan jangan ada lagi pelatihan di dinas lain, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan selain Dinas Koperasi UMK. Dinas Perdagangan itu hendaknya fokus mencari market hasil produk usaha, bukannya malah melatih,” katanya.

Menurutnya, Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan juga harus gencar dalam melakukan event kreatif di setiap kecamatan. Namun bagi keseluruhan pelaku UMKM, tetap harus mendapatkan pembinaan sehingga pelaku UMKM dapat meningkat atau naik kelas.

Dijelaskan Mulia, pihaknya di Komisi 3 DPRD Medan mengaku akan memperhatikan peningkatan pelaku UMKM di Kota Medan. Untuk itu, Komisi 3 juga mengusulkan akan mengalokasikan anggaran terkait di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan.

“Alokasi anggaran sebesar Rp19 miliar di Dinas Koperasi dan UMKM 2022 ini terlalu minim. Kami akan usulkan di Perubahan APBD 2022 dan di APBD 2023, supaya ditambah. Kami akan perjuangkan penambahan demi kesejahteraan pelaku UMKM di Medan,” pungkasnya. (map/saz)

Pemko Usulkan Perda Penyelenggaraan Pendidikan, Rajudin: Ranperdanya Sudah Diajukan

Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin Sagala.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan berkeinginan untuk mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) terkait Penyelenggaraan Pendidikan di Kota Medan. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, saat menghadiri dan membuka Rapat Kerja (Raker) DPRD Medan di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Minggu (17/7) lalu.

Pasalnya saat ini, lanjut Aulia, penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sangat merugikan masyarakat, khususnya masyarakat yang tergolong dalam kategori masyarakat tidak mampu yang terjebak dalam sistem zonasi sekolah.

“Sehingga ada indikasi pihak swasta memanfaatkan Dana BOS ini untuk kepentingan yayasan, bukan untuk kepentingan masyarakat kurang mampu,” ungkap Aulia.

Menanggapi pernyataan Aulia, Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin Sagala mengatakan, DPRD Medan melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) telah menyampaikan 25 Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) untuk disepakati dan disetujui menjadi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) 2022 pada Sidang Paripurna, 24 Januari 2022 lalu. Termasuk, Ranperda Tentang Penyeleanggaraan Pendidikan Kota Medan.

“Ranperdanya sudah diajukan. Dari 25 Propemperda yang diajukan untuk disetujui jadi Ranperda, satu di antaranya adalah Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Kota Medan,” tutur Rajudin di sela-sela Raker DPRD Medan, Senin (18/7).

Pun begitu, Rajudin mengaku, mengapresiasi usulan Pemko Medan tersebut. Dia menilai, hal itu sebagai wujud kepedulian Pemko Medan kepada masyarakat dan dunia pendidikan di Kota Medan.

“Kami apresiasi usulan Wakil Wali Kota Medan itu. Namun, Ranperda terkait hal itu saat ini memang sudah diajukan,” ujar politisi PKS ini.

Dia juga mengatakan, terutama untuk pengawasan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pihaknya terus meminta Dinas Pendidikan untun terus mengawasinya secara intensif. Bahkan, DPRD Medan melalui Komisi 2 juga turut mengawasi jalannya Dana BOS tersebut.

“Baik itu Dana BOS di sekolah negeri maupun swasta. Apabila ditemukan indikasi penyelewengan dana, kami akan berikan teguran keras terhadap sekolah itu. Dan pastinya, dana yang dikembalikan itu akan balik ke kas negara,” lanjut Rajudin.

Rajudin tak memungkiri, perbaikan dalam penyelenggaran pendidikan memang sangat mendesak. Sebab, hal ini sangat penting dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan kompetensi.

“Termasuk juga pemenuhan hak-hak masyarakat kurang mampu agar mendapatkan pendidikan yang layak. Jangan sampai ada lagi anak yang putus sekolah hanya gara-gara tak mampu bayar iuran sekolah. Untuk itu, melalui Komisi 2 pengawasan rutin terhadap kebijakan terkait pendidikan di Medan akan terus dilakukan,” pungkasnya. (map/saz)

Warga Sipil Tewas Diberondong Peluru KKB

EVAKUASI: Jenazah korban penembakan kelompok KKB dievakuasi ke Bandara Moses Kilangin, Papua.

SUMUTPOS.CO – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membantai 10 warga di Kabupaten Nduga, Papua hingga menyebabkan sembilan orang di antaranya tewas. Sedikitnya ada 21 anggota KKB yang terlibat dalam penyerangan tersebut, Sabtu (16/7).

Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz AKBP Arif Irawan mengatakan, insiden tersebut bermula saat seorang anggota KKB membawa pisau memasuki kios milik warga bernama H. Sabu di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga. “Anggota KKB menyuruh orang di dalam Kios untuk keluar disertai dengan menghambur barang kios,” kata Arif.

Tidak lama kemudian, 20 orang anggota KKB lainnya juga datang ke lokasi. Mereka dilaporkan membawa 15 senjata api laras panjang. “Para anggota kKB kemudian berteriak agar semua laki laki di dalam kios untuk keluar,” katanya.

Arif mengatakan, ada 5 laki-laki dan 2 perempuan, yang mana seorang di antaranya merupakan anak kecil keluar dari Kios. Namun anggota KKB menyuruh 2 orang perempuan itu masuk kembali ke dalam kios. “Selanjutnya 5 orang laki-laki tersebut dipukul dan ditembak mati,” katanya.

Tidak lama kemudian, KKB melanjutkan aksi kejinya dengan cara memberhentikan sebuah truk yang membawa 5 warga sipil di depan kios. Tanpa basa basi para warga di atas truk itu diberondong peluru. “Selanjutnya anggota KKB melakukan penembakan kepada 5 orang warga sipil pendatang tersebut,” kata Arif.

Aparat gabungan TNI Polri yang menerima laporan pembantaian itu langsung turun tangan ke lokasi. Petugas dilaporkan mengamankan lokasi, dan sempat baku tembak dengan sejumlah anggota KKB sebelum mereka melarikan diri.

“Saat ini informasi dari Kapolres Nduga mengatakan sudah berangsur kondusif,” kata Arif.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Polisi Faizal Rahmadani mengatakan, telah terjadi insiden penyerangan terhadap warga sipil hingga mengakibatkan 10 orang alami luka tembak. Sembilan orang di antaranya meninggal.”Sebanyak sembilan warga sipil dilaporkan meninggal akibat ditembak dan dianiaya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nogolaid, Kabupaten Nduga, Papua,” ujar Faizal.

Namun, ia mengakui pihaknya belum mendapat laporan lengkap terkait dengan kronologi detail kejadian karena anggotanyalebih mengutamakan mengevakuasi korban.”Saat ini anggota sedang melakukan penyelidikan guna memastikan apakah ada korban lagi dalam insiden tersebut atau tidak,” katanya.

Nama-nama korban yang meninggal, yaitu Pdt. Elias Serbaye (54th), Yulius Watu, (23th ), Habertus Goti (41th), Daenk Maramli (41 ), Taufan Amir (42 th), Johan (26 th), Alex (45th), Yuda Hurusinga, Has Jon, (41), dan Sirajudi (27). Adapun yang dilaporkan dalam kondisi kritis adalah Sudirman. Saat ini semua korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Kenyam.

Sementara itu, ketika ditanya pelaku penyerangan, Dirkrimum Polda Papua mengaku pelakunya adalah kelompok KKB pimpinan Egianus Kogoya. “Saat ini tim Satgas Damai Cartenz sudah berada di tempat kejadian perkarabersama anggota Polres Nduga dan anggota TNI,” kata Rahmadani.

Sementara itu, Densus 88 Antiteror yang bertugas di Satgaswil Polda Papua ikut terlibat memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah menyerang 12 warga sipil. “Densus Satgaswil Polda Papua yang juga bantu back up,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Minggu (17/7).

Kendati demikian, Dedi menerangkan pihaknya memprioritaskan keterlibatan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) di Papua untuk memburu KKB. “Diutamakan BKO pasukan yang sudah ada di Papua,” kata Dedi. Perwira tinggi Polri itu mengatakan anggota Reskrim Polda Papua pun pun ikut melakukan penyelidikan, penyidikan, serta pengejaran pelaku pembunuhan. “Untuk pengejaran kelompok KKB Polri bersama dengan TNI. Semoga bisa segera terungkap,” pungkas Dedi. (dtc/jpnn/ila)

Bobby Sidak Pembangunan Rumah Perlindungan Sosial, Temukan Dinding Bangunan Retak

SIDAK: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat mensidak pembangunan Rumah Perlindungan Sosial di Jalan Bunga Turi 2, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (16/7).markus/sumutpos .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna melihat langsung sejauh mana proses pembangunan Rumah Perlindungan Sosial di Jalan Bunga Turi 2, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (16/7).

Selain itu, Bobby juga mengaku ingin melihat kesiapan bangunan tersebut sebelum nantinya digunakan. Saat itu, sejumlah pekerja yang sedang bekerja sontak terkejut melihat kedatangan Bobby. Mereka tidak menyangka jika Bobby Nasution yang saat itu dididampingi Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Tondi Nasution dan Camat Medan Tuntungan Harry Tarigan datang ke lokasi pembangunan.

Setibanya di lokasi, Bobby tampak langsung memasuki bangunan yang masih dalam proses pengerjaan tersebut. Satu persatu ruangan ia masuki guna mengecek kondisi ruangan, asbes, maupun dinding.

Saat melakukan pengecekan, Bobby menemukan adanya beberapa fasilitas yang belum memadai. Seperti, adanya dinding bangunan yang retak, serta adanya ruangan yang tidak memiliki plafon maupun jendela yang tidak dapat tertutup rapat. Saat itu juga, Bobby langsung meminta kepada kontraktor dan Dinas PKPPR Kota Medan untuk dapat memperbaiki temuannya tersebut.

Dijelaskan Bobby usai sidak, pembangunan panti sosial akan dilakukan sebanyak dua tahap. Tahap pertama, pembangunan dimulai tahun 2021. Sedangkan untuk tahap kedua, pembangunan dimulai tahun 2022. “Tadi kita melihat masih banyak temuan di bangunan tahap pertama. Walaupun sudah selesai, tapi tadi berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan, bangunan tahap pertama masih belum layak digunakan,” ucap Bobby.

Terkait hal itu, Bobby meminta Dinas PKPPR untuk melihat ulang apa yang tidak sesuai agar dapat disesuaikan dengan pengerjaannya. Sebab Bobby berharap, bangunan tersebut sudah dapat digunakan di tahun depan.

Sedangkan untuk pembangunan tahap kedua, Bobby menilai jika sejauh ini proses pembangunan yang dilakukan dan kualitas bangunan sudah cukup baik. Bobby berharap, pembangunan yang dilakukan bisa selesai tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas bangunan.

“Jadi pembangunan dengan menggunakan uang masyarakat yang dilakukan Pemko Medan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pembangunan tahap kedua ini kualitasnya harus lebih bagus lagi, saya tidak mau hasilnya seperti bangunan tahap pertama,” pungkasnya. (map/ila)

Pemko Gelar Pameran Tanaman Hias Selama 15 Hari

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai strategi dalam mempromosikan tanaman hias, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) akan menggelar Pekan Bursa Pameran Tanaman Hias Kota Medan. Kegiatan ini akan berlangsung selama 15 hari di Bulan Agustus mendatang.

“Pekan Bursa Pameran Tanaman Hias akan kita gelar pada 9 Agustus hingga 23 Agustus 2022 di Lapangan Taman Ahmad Yani,” ucap Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun, Minggu (17/7)n

Dikatakan Ikhsar, pekan Bursa Pameran Tanaman Hias merupakan sarana untuk mempromosikan tanaman hias, penggiat tanaman hias, dan pelaku usaha tanaman hias di Kota Medan. Artinya melalui kegiatan ini, Pemko Medan memfasilitasi para penggiat tanaman hias agar dapat memperlihatkan berbagai jenis tanaman hiasnya kepada masyarakat Kota Medan.

“Berbagai jenis tanaman hias nantinya akan dipamerkan dalam pekan Bursa Pameran Tanaman Hias. Masyarakat dapat melihat langsung jenis-jenis tanaman hias. Bahkan jika berminat, dapat langsung membeli tanam hias tersebut,” ucap Ikhsar.

Menurut Ikhsar, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan beberapa penggiat tanaman hias yang tergabung dalam asosiasi tanaman hias untuk menyukseskan Pekan Bursa Pameran Tanaman Hias. Kemudian, kegiatan ini direncanakan akan dibuka langsung oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“Pekan Bursa Pameran Tanaman Hias ini direncanakan akan dibuka Bapak Bobby Nasution. Puluhan penggiat tanaman hias nantinya akan ikut meramaikan pameran tersebut. Kita harapkan, pameran ini akan menjadi wadah para penggiat tanaman hias, sekaligus sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Ikhsar, selain pameran tanaman hias, Pekan Bursa Pameran Tanaman Hias itu juga akan di isi dengan pelatihan hidroponik dasar untuk skala rumah tangga dan berbagai perlombaan yang terbuka untuk umum, di antaranya lomba merangkai bunga dengan hadiah menarik. (map/ila)