Home Blog Page 2506

El Adrian Minta Kader Bersatu Besarkan Hanura Sumut

KOMPAK: Ketua Partai Hanura Sumut EL Adrian Shah, kompak bersama Sekretaris Hanura Sumut Sekretaris Hj Riri Stephanie Siregar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD Partai Hanura Sumut pasca Ketua EL Adrian Shah SE didaulat menakhodai Partai Hanura ini melakukan rapat perdana perkanalan pengurus baru periode 2020-2025.

Sesuai dengan lampiran Surat Keputusan nomor 090/B.2/DPP-Hanura/VII/2022 tertanggal 8 Juli 2022 yang ditanda tangani Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat, Ketua Umum DR Oesman Sapta dan Sekretaris Jenderal Kodrat Shah. Dalam surat keputusan tersebut El Adrian Shah SE sebagai Ketua DPD Partai Hanura dan berduet dengan Sekretaris Hj Riri Stephanie Siregar SH MH. Menariknya didaulat sebagai Bendahara wajah baru adalah Syaiful Amri S.sos.

Rapat pengenalan pengurus pada Jumat (15/7) di kantor DPD Hanura Sumut, langsung dipimpin Ketua El Adrian Shah bersama Sektretaris Riri Stephanie, serta unsur pengurus yang hadir. Seperti Ketua Dewan Pakar DPD Partai Hanura Sumut Prof Dr M Manulang, para wakil-wakil ketua di antaranya Fityan Hamdy, Bahar Effendi Pulungan, Dedi, Parulian Siregar, Muhamad Fajeri Siregar SE Ak MSi, Novan Efendy SE M.si, Herlina Wati Harahap, Irwan Gamal, Natan Ginting, Muslih, Eddy Suryanto dan pengurus lainnya.

Duet El Adrian Shah sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumut dan Sekretaris Riri Stephanie muda, energik, kuat dan visioner diharapkan mampu Partai Hanura Sumut akan meraih simpati rakyat yang besar dan menjadi pemenang pada Pemilu 2024.

Ketua DPD Partai Hanura Sumut El Adrian Shah dalam pertemuannya itu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan DPP Partai Hanura Ketua Umum Oesman Sapta dan Sekjen Kodrat Shah. Karenanya kepada seluruh kader ia berharap rapatkan barisan bergandengan tangan bersatu untuk sama-sama bekerja membangun dan membesarkan Partai Hanura Sumatera Utara agar bisa lolos verifikasi untuk menjadi pesrta Pemilu pada 2024 mendatang. “Saat ini DPD Partai Hanura terus melakukan konsolidasi dengan melakukan verifikaksi disemua tingkatkan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Hanura se Kabupaten/Kota,” ujar El.

Dikatakan El Adrian Shah, Partai Hanura Sumut terus bekerja melakukan konsolidasi agar partai Hanura ini menjadi pilot proyek se-Indonesia menjadi terbaik dalam melakukan verfikasi partai yang seterusnya lulus dan ikut menjadi peserta Pemilu 2024.

Ini melihat potensi wakil dari kader partai Hanura yang duduk di DPRD Kabupaten/ Kota maupun DPRD Provinsi Sumatera Utara mencapai 80 kursi lebih. Artinya dibandingkan dengan provinsi lain se-Indonesia Sumut terbanyak kader Hanura yang menjadi anggota DPRD. Dan ini kerja keras yang dilakukan oleh Ketua DPD Partai Hanura Sumut dipimpin Kodrat Shah yang kini menjadi Sekjen DPP Partai Hanura. “Dan kita harus bisa lebih tingkatkan pada pemilu mendatang, “ kata El begitu disapa yang juga Ketua KNPI Sumut ini.

Masih kata El Adrian Shah, untuk menarik simpati rakyat tentu program – program akan dilakukan dan sebagai kader muda akan menggaet para pemilih muda yang punya potensi yang tinggi dengan tidak mengabaikan potensi yang lainya. Untuk mengejar itu diharapkan semua kader Hanura dan di semua tingkatan harus bisa menjemput bola tentu dengan program yang menarik. (sih/ila)

Hari Merdeka Masih Sebulan Lagi, Penjual Bendera Merah Putih Sudah Mulai Ramai

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam waktu sebulan lagi Republik Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-77 tahun. Untuk menyambut itu, jauh-jauh hari para penjual bendera Merah Putih telah menjajakan berbagai macam model bendera.

Satu per satu dari setiap lokasi pinggiran jalan raya Kota Medan kain-kain bernuansa dirgahayu Indonesia itu mulai ramai dijual. Seperti di Jalan Sisingamangaraja tepat di depan Makam Pahlawan, Romi penjual bendera Merah Putih telah mulai menjual pernak-pernik 17 Agustus sejak awal Juni. Untuk peringatan Hari Merdeka tahun ini, Romi optimistis akan lebih semarak dibanding dua tahun sebelumnya.

“Saya sudah dari awal bulan (Juni) mulai berjualan. Biasanya awal Agustus, tapi kayaknya ini bakal ramai jadi saya memang mau coba lebih awal aja. Alhamdulillah mulai ada yang membeli,” kata Romi Bendera kepada Sumut Pos, Jumat (15/7).

Ia mengaku produk yang paling banyak saat ini dibeli masyarakat adalah bendera rumah dan bendera kantor. Adapun model bendera yang dijual mulai dari bendera untuk mobil atau motor, rumah, kantor, umbul-umbul, hingga tiang bendera. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30-an ribu, tergantung per meternya.

Romi mengaku, sudah puluhan tahun menjual bendera di depan Makam Pahlawan Medan. “Sudah puluhan tahunlah dari saya muda dulu jual bendera. Di sini (depan Makam Pahlawan) terus saya jualnya nggak pernah ganti tempat,” kata warga Deli Tua itu.

Selain di Jalan Sisingamangaraja, penjual bendera Merah Putih sudah juga mulai ada di Jalan Gatot Subroto Medan, sepanjang jalan itu ada tiga titik penjual bendera. Penjual bendera lain Rosmaidah, mengaku juga penjual bendera sudah mulai bermunculan walaupun 17 Agustus masih sebulan lagi.

“Iya sudah mulailah ini padahal kan masih lama lagi. Kami biasa awal Agustus baru buka, ini karena yang lain sudah buka ya kami ikut jugalah, ya kan. Puncaknya itu di minggu pertama dan kedua Agustus, sih. Beberapa hari jelang 17 Agustus kami ya sudah tutuplah karena nggak ada lagi yang beli,” kata ibu beranak tiga itu.

Ros pun berharap 17 Agustus tahun ini lebih ramai dari tahun sebelumnya karena akibat dari pandemi Covid-19. Hal itu ia amati dari ramai dan macatnya lalu lintas di jalan raya. (mag-3/ila)

Warga Desa Pertibi Lama Tolak Relokasi

UNUKRASA: Ratusan warga Desa Lertibi Lama saat menggelar unjukrasa damai dengan berjalan kaki.SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga dari Desa Pertibi Lama, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo menggelar unjukrasa damai di depan Markas Kodim 0205/TK, BPBD Karo, Kantor Bupati Karo, Kejaksaan Negeri Karo, hingga Mapolres Tanah Karo, Jumat (15/7). Pasalnya, mereka menolak untuk direlokasi sebelum sengketa lahan di desa mereka berkekuatan hukum tetap.

Dalam unjuk rasa tersebut, masyarakat meminta Komandan Kodim 0205/TK segera menarik pasukannya dari lahan adat milik Desa Partibi Lama yang saat ini masing bersengketa. Kaberma Munthe selaku Ketua Perkumpulan Masyarakat Adat Desa Partibi Lama mengatakan, penarikan pasukan tersebut harus dilakukan agar tak terjadi pertumpahan darah di lokasi lahan sengketa antara masyarakat adat Partibi Lama melawan Bupati Karo.

“Sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, tolong Bapak Komandan Kodim 0205 Tanah Karo, jangan ikut terlibat merampas Tanah Adat Kami,” kata Jamsen dalam orasinya.

Menurut pengunjukrasa, sengketa lahan di Desa Partibi Lama, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo bermula dari terbitnya Surat Keputusan (SK) dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No.547/MENLHK/SETJEN/PLA.2/10/2017 yang isinya ingin merampas tanah adat milik Desa Partibi Lama seluas 480 Ha.

“Kami masyarakat adat Desa Partibi Lama dengan tegas menolak diberlakukannya SK tersebut oleh Bupati Karo. Karena itu tanggal 12 Juli 2022 telah kami daftarkan Gugatan Perdata ke Pengadilan Negeri Kabanjahe, Perkara No.65/PDT.G/2022/PN KBJ,”kata Yudhi Herianto Zebua, SH salah satu pengacara yang ikut mendampingi masyarakat Desa Partibi Lama.

“Kalau Bupati Karo berniat baik, sebaiknya lokasi lahan usaha tani bagi pengungsi Sinabung digeser saja lokasinya ke sebelah selatan agar berdekatan dengan perumahan pengungsi Siosar. Karena kalau Bupati Karo masih tetap keras kepala, maka Masyarakat Adat Desa Partibi Lama dengan tegas menolak terbitnya SK No.547/MENLHK/SETJEN/PLA.2/10/2017 tersebut, karena tidak sesuai prosedur hukum sebagaimana lazimnya penerbitan sebuah Surat Keputusan Menteri,” tambah Imanuel Elihu Tarigan, SH yang juga Direktur LBH Karo Berubah.

Setelah memberikan Surat Pemberitahuan tentang adanya Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Kabanjahe. Dandim 0205/TK Letkol.Inf. Benny Angga Ambar Suoro berjanji akan mematuhi ketentuan hukum dengan menunggu putusan dari pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas sengketa lahan tersebut.

Warga juga menuntut eksekusi Lahan Usaha Tani (LUT) yang akan dijadikan relokasi tahap ketiga korban Gunung Api Sinabung, yang masih berlangsung di Siosar (Puncak 2000) segera dihentikan. Eksekusi LUT relokasi tahap ketiga seluas 260 hektar itu, masuk tanah ulayat warga Desa Pertibi dari total LUT relokasi tahap tiga seluas 480 hektar.

Warga mengaku saat ini masyarakat Pertibi Lama tengah mengajukan proses hukum di Pengadilan Negeri Kabanjahe. Warga juga menolak dana kompensasi yang diberikan pemerintah.Menanggapi aksi itu, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting meminta masyarakat menghormati proses hukum yang saat ini sedang berlangsung dan jangan terprovokasi.

Dikatakannya, Pemkab Karo masih melakukan pembersihan lahan seluas 260 hektar yang saat ini masih bersengketa dengan warga Desa Pertibi Lama. Lahan seluas 260 hektare tersebut, nantinya diberikan kepada korban erupsi Gunung Sinabung, yang masuk dalam relokasi tahap ketiga. (deo/han)

Raker DPRD Medan, Seluruh Anggota Dewan Diminta Jalankan Tri Fungsi Legislatif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE meminta kepada seluruh anggota dewan di DPRD Kota Medan untuk benar-benar menjalankan tri fungsi legislatif. Hal ini disampaikan Hasyim saat pembukaan Rapat Kerja (Raker) DPRD Kota Medan Tahun 2023 di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Minggu (17/7) sore.

Raker diikuti oleh seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Medan dan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Medan, H Aulia Rachman didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan Sekretaris DPRD Kota Medan M Ali Sipahutar. Dijadwalkan Raker berlangsung selama tiga hari, yakni hingga Selasa (19/7) besok.

Dikatakan Hasyim, hasil Raker DPRD Kota Medan 2023 ini ditunggu oleh semua pihak. Hasyim pun mengharapkan, Raker DPRD Kota Medan dapat menghasilkan program kerja yang terbaik untuk tahun 2023 mendatang.

“Untuk itu, saya meminta kepada seluruh anggota DPRD Kota Medan untuk benar-benar menjalankan tri fungsi dewan, yakni fungsi pengawasan, fungsi penganggaran dan fungsi pembentukan Perda,” ucap Hasyim.

Hasyim menegaskan, DPRD Kota Medan senantiasa melakukan pendampingan dengan pemerintah dan masyarakat untuk bangkit bersama dan keluar dari dampak pandemi Covid-19 yang melanda seluruh sektor kehidupan.

Dijelaskan Hasyim dalam Raker bertema ‘Optimalisasi dan Penyelarasan Tri Fungsi Dewan Melalui Program Kerja DPRD untuk Mewujudkan Medan Kota Kolaborasi yang Berkah, Maju dan Kondusif’ itu, raker tersebut dilakukan guna membahas rencana kerja Tahun Anggaran 2023, revitalisasi, sekaligus optimalisasi tugas dan fungsi DPRD Kota Medan sebagai presentasi perwakilan warga Kota Medan untuk mewujudkan Medan menjadi kota yang berkah, maju dan kondusif.

“Rapat Kerja ini merupakan sarana komunikasi dan memperkuat sinergitas DPRD Kota Medan dengan Pemko Medan melalui program kerja yang menguatkan Tri Fungsi dewan, termasuk fungsi penganggaran,” ujar Hasyim.

Sebagai lembaga kerakyatan, sambung Hasyim, DPRD Kota Medan senantiasa mendorong dan mendukung Pemko Medan untuk tetap proaktif mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan pelayanan publik.

Selanjutnya terkait penguatan fungsi pengawasan, Ketua DPC PDIP itu juga mengungkapkan, hal itu terlihat melalui pengawasan terhadap implementasi peraturan daerah dan pelaksanaan APBD, pengawasan terhadap berbagai urusan pemerintahan dan pengawasan tindak lanjut hasil pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK.

Begitu juga dengan penguatan fungsi pembentukan Peraturan Daerah (Perda), Hasyim meminta setiap dewan untuk bertindak secara maksimal, baik dalam hal perencanaan perda inisiatif serta revisi perda yang sudah kadaluarsa dengan langkah pengkajian akademis untuk menghasilkan perda yang berkualitas.

“Termasuk juga dalam rapat kerja ini, membahas peningkatan kapasitas dan optimalisasi DPRD Kota Medan, menyerap dan menghimpun aspirasi masyarakat, baik melalui pelaksanaan sosialisasi produk hukum daerah maupun proses yang dilakukan segenap anggota dewa di daerah pemilihan (dapil) masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Medan H. Aulia Rachman saat membacakan kata sambutan Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, Pemko Mandan mengharapkan adanya sinergitas Pemko Medan dan DPRD Medan dalam membangun opini yang baik di tengah-tengah masyarakat Kota Medan.”Selama ini, masyarakat tidak benar-benar memahami apa itu dewan dan apa itu pemerintah, karena feedback yang dirasakan masyarakat tidak nyata,” tutur Aulia.

Sebab itu, lanjutnya, rapat kerja tersebut sangat penting karena terkait putusan anggaran untuk tahun berikutnya dan menjadi moment lahirnya masukan-masukan yang membangun untuk Pemko Medan.

Dalam kesempatan itu, Aulia juga menyinggung terkait pengggunaan anggaran agar bisa difokuskan dalam satu wilayah atau dapil supaya pertumbuhan infrastruktur bisa dirasakan dalam proses kepemimpinan 5 tahun.

“Tentunya, penerapan dua poin ini mudah-mudahan bisa menginspirasikan bagi kita untuk perubahan Kota Medan, mumpung kita mempunyai pemimpin yang inovatif serta miliki koneksitas dengan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Berdasarkan amatan, dibukanya kegiatan Raker DPRD Kota Medan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rahman. Hal itu disaksikam langsung oleh Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Wakil Ketua DPRD Medan H. Ihwan Ritonga, H.T. Bahrumsyah, H. Rajuddin Sagala, Sekda Kota Medan Wiriya Al Rahman, Sekretaris Dewan (Setwan) DPRD Kota Medan, Ali Sipahutar dan segenap anggota DPRD Medan.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kota Medan, M Ali Sipahutar dalam laporannya, menjelaskan rangkaian kegiatan raker tersebut, yakni diskusi panel dengan narasumber Kementerian Dalam Negeri, Sidang Pleno Penyampaian Usulan dan pembahasan rencana kegiatan dewan, serta pembacaan keputusan hasil Rapat Kerja 2022 DPRD Kota Medan.

Turut hadir dalam raker, narasumber Dirjen Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan, dan sejumlah pejabat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. (rel)

Jalan Rusak di Perlintasan KA, Arus Lalin Tebingtinggi-Medan Macet 1 Kilometer

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Akibat dampak rusaknya jalan di perlintasan Kereta Api (KA) di Jalinsum Tebingtinggi menuju Kisaran tepatnya di Jalan KL Yos Sudarso Kelurahan Lalang Kota Tebingtinggi, membuat antrian panjang hingga macet mencapai hampir satu kilometer.

Minggu sore (17/7) tampak kemacaten arus lalulintas yang datang dari arah Medan menuju Kota Tebingtinggi, mobil truk yang melintas harus berhati hati di rel kereta api perlintasan dengan melaju pelan, akibatnya antrian mobil dan truk dibelakang terjadi.

Kepadatan arus lalulintas ini terjadi hampir setiap hari dan di jam jam sibuk, para pengemudi berharap pihak pemerintah dan PT KAI untuk memperbaiki jalan tepat di perlintasan KA agar kendaraan bisa melintas dengan lancar.

Salah seorang pengendara, Paiman (48) supir truk pengangkut bahan sembako mengaku sudah seminggu ini terjebak macet ketika melintas Tebingtinggi tepatnya setelah keluar dari pintu tol Medan Tebingtinggi, tepatnya di Jalan KL Yos Sudarso hampir setiap hari terjadi penumpukan kenderaan.

“Kalau sudah melewati Simpang Beo perlintas KA menuju Kisaran aman, karena tidak macet lagi. Tapi keluar dari jalan tol menuju Tebingtinggi terus terjebak macet,” bilangnya.

Penyebab kemacetan menurut Paiman adalah banyaknya arus kenderaan yang memasuki wilayah Kota Tebingtinggi, tetapi jalan tepat di perlintasan KA kondisi berlobang, jadi seluruh kenderaan yang datang dari dua arah harus pelan pelan agar tidak terjadi kecelakaan di atas perlintasan.

Sedangkan petugas Polantas yang bertugas mengatur arus lalulintas di Simpang Beo Jalan KL Yos Sudarso Aiptu Dedi Situmorang, mengatakan sesuai petunjuk Kasat Lantas pihaknya menurunkan personil sebanyak 12 orang yang dibagi menjadi 4 tim untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalulintas.

Dedi meminta kepada seluruh pengemudi untuk bersabar dalam mengendarai kenderaannya baik mobil pribadi dan truk, jangan saling memotong, karena hal tersebut malam menambah kemacetan.

“Kami juga mengimbau para sopir baik bus, truk dan kenderaan untuk tidak parkir di badan jalan, karena kepadatan arus lalulintas kenderaan akan menambah kemacetan panjang,” bilangnya.

Tambah Dedi, sedangkan dari arah Kota Tebingtinggi menuju pintu tol Tebingtinggi Medan tidak ada kemacetan berarti, arus lalulintas berjalan dengan lancar. (ian/han)

Adik-adik Pramuka se-Sumut Bangga Kemah Bersama Gubsu

DISKOMINFO SUMUT TEMUI: Gubsu Edy Rahmayadi menemui para anggota Pramuka se-Sumut di tempat perkemahan, Minggu (17/7) pagi.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi tidak hanya sekadar berkemah dengan para anggota Pramuka se-Sumut. Minggu (17/7) pagi, seusai olahraga, Gubernur menemui para peserta kemah satu per satu.

Gubernur pun menyapa para peserta yang sedang melakukan kegiatan di pagi hari. Di antaranya ada memasak, ada pula yang sedang membersihkan pakaian dan tenda-tenda mereka.

Para peserta kemah pun merasa bangga setelah berkemah bersama Gubernur. Mereka juga bangga Gubernur tidak hanya menumpang tidur, melainkan juga menyapa mereka satu per satu.

Miftah dari Kwartir Batubara merasa bangga berkemah bersama Gubernur dan kwartir Pramuka se-Sumut. Kedatangan Gunernur juga membuat dirinya dan teman temannya dari Batubara makin bersemangat menjalani kegiatan Pramuka ke depan.

“Tadi Pak Gubernur memberikan motivasi kepada kami langsung, kami merasa bangga Gubernur berkemah langsung dengan kami, “ kata Miftah di Bumi Perkemahan Sibolangit, Deliserdang, Minggu (17/7).

Nabil Ramadhan dari Kwartir Serdangbedagai pun merasakan hal yang sama. Selama bergabung dengan Pramuka, belum pernah ada pejabat tinggi yang berkemah bersama dirinya. Menurutnya kedatangan Edy Rahmaydi di perkemahan Pramuka akan dikenang olehnya.

“Kegiatan perkemahan ini kan jarang-jarang, jadi ini kesempatan langka bagi saya sendiri, saya jadinya bangga dengan itu, bisa jadi ini kesempatan seumur hidup, “ kata Nabil.

Mufid dari Kwartir Mandailingnatal juga merasa senang. Ia mengaku belum pernah sekalipun bertemu Gubernur. “Senang kalilah, apalagi saya belum pernah bertemu Gubernur, saya makin semangat menjalani kegiatan Pramuka ini, “ ucap Mufid.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang meninjau satu per satu kawasan perkemahan dan jambore sempat berdialog dengan para peserta. Ia pun menyampaikan sangat senang dan bersemangat berkemah dengan adik adik Pramuka. “Saya bisa saja tidur di hotel mewah, tapi saya lebih memilih tidur berkemah dengan kalian, karena saya senang dengan kegiatan ini, “ kata Edy.

Ia menekankan bahwa Jambore bertujuan mendidik. “Adik adik sekalian, kalau hanya pindah tempat tidur dari rumah pindah kemari adik adik tak usah kemari, Jambore itu tujuannya mendidik kita, sungguh sungguhlah mengikuti ini, banyak kegiatan bermanfaat yang bisa diikuti di sini, “kata Edy.

Selain itu, kemandirian juga merupakan nilai yang dapat diambil dari Jambore maupun perkemahan. Edy menyebutkan contoh kegiatan yang dapat menumbuhkan kemandirian yakni memasak. “Dulu tak ada warung di sini, sekarang ada warung, jangan begitu anda lapar langsung warung, nggak begitu, anda ada yang bertugas masak, bergantian, itulah kemandirian, “ ucap Edy. (gus/han)

Polsek Teluk Mengkudu Imbau Warga Vaksin Hewan Ternak

IMBAU: Personel Polsek Teluk Mengkudu menimbau warga untuk melakukan vaksin terhadap hewan ternak.FADLI/sumut pos.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Meningdaklanjuti program pemerintah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Mengkudu mengimbau warga untuk melakukan vaksin terhadap hewan ternaknya, Sabtu (16/7).

Imbauan tersebut disampaikan Aipda hendra wiryanto di Dusun IV, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai.

Kepada peternak, agar hewan ternaknya dilakukan vaksin, untuk menghindari wabah PMK.

“Kita imbau agar selalu menjaga kebersihan kandang dan ternak Sapi-nya. Dan juga mensosialisasikan bahwa PMK tersebut tidak menular kepada manusia,” Kata Aipda hendra wiryanto.(mag-3/han)

Kejari Sergai Gelar Donor Darah dan Baksos

DONOR DARAH: Jajaran Kejari Sergai melakukan donor darah.FADLI/SUMUT POS.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati HUT ke-62 Bhakti Adhyaksa dan HUT ke-22 Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Kejari Sergai menggelar donor darah dan bakti sosial, Jumat (15/7).

Dalam kesempatan ini, Kajari Sergai Muhammad Amin SH, MH mengatakan selain kegiatan dohor darah juga dilakukan bakti sosial di Panti asuhan Zakiyun Naja, Sei Rampah serta menggelar lomba karya tulis untuk kalangan jurnalis di Serdangbedagai dengan tema” Rehabilitasi Narkotika, Restorative Justice.

Muhammad Amin SH juga menambahkan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dalam rangka penanganan dan penurunan angka stunting pada anak usia balita di Kabupaten Serdangbedagai pada 19 Juli mendatang.

Sementara itu, Tim Medis RSUD Sultan Sulaiman, dr. Yessy Suziarty, M.ked, Sp.pk, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Serdangbedagai untuk bisa donor darah di UTD RSUD Sultan Sulaiman.

“Jika ada masyarakat Sergai yang mau mendonor darahnya, bisa datang ke UTD RSU Sultan Sulaiman. Kami siap membantu dan untuk bukanya mulai 08:00- 16:00 WIB,” ucap dr. Yessy

Turut hadir acara donor darah, Kejari Sergai Muhammad Amin S.H, Ketua IAD wilayah Serdang Bedagai ibu Ny. Wati Amin para Kasi dan anggota IAD, Insan Pers, PWI Kab Serdangbedagai dan masyarakat.(mag-3/han)

Keluarga Protes karena Divonis Positif Covid 19, Setelah Diperiksa Ternyata Negatif

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Baru-baru ini media sosial (medsos) dibuat geger. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) diprotes keluarga pasien Covid 19. Pasalnya, pasien atas nama Rehard Silaban (75) warga Aek Godang Arbaan Kecamatan Onanganjang divonis positif Covid 19, dan ternyata negatif.

Kejadian ini bermula dari postingan milik akun facebook Parulian Simamora, pada 13 Juli 2022 kemarin. Pemilik akun ini menceritakan, bahwa ia adalah kerabat dari anak Rehard (pasien). Dimana anak Rehard menceritakan kepada dirinya bahwa ayahnya, Rehard Silaban positif Covid 19, dan ternyata hasil pemeriksaan di Medan , Rehard negatif Covid 19.

Parulian menceritakan, itu awalnya ketika Rehard dibawa oleh anak kerabatnya ke rumah sakit Dolok Sanggul pada 9 Juli 2022 kemarin dengan keluhan menderita sakit pembengkakan pada alat kelamin.

Lalu, pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan sembari juga melakukan pemeriksaan swab kepada Rehard. Alhasil setelah diswab, hasilnya Rehard positif Covid 19. ” Setelah pihak keluarga membawa ke Medan dan melakukan pemeriksaan insentif, Rehard dinyatakan negatif Covid 19,” tulis Parulian pada 13 Juli 2022 kemarin diakun pribadinya yang dibagikan ke group Facebook Kabar-Kabari Humbang Hasundutan.

Atas vonis yang dibuat oleh pihak rumah sakit tersebut, Parulian bertanya kalau benar positif Covid 19 kenapa pihak rumah sakit tidak melakukan isolasi. Kenapa dibiarkan pergi sendiri ke Medan? Apa pihak rumah sakit Dolok Sanggul sengaja membiarkan untuk menyebr ke orang lain? Dan kalau diagnosa rumah sakit Dolok Sanggul salah, bagaimana pertanggungjawabannya?

” Di Dolok Sanggul dinyatakan positif Covid 19, di Medan dinyatakan negatif Covid 19? Mohon penjelasannya, terima kasih,” tulis Parulian.

Atas postinganya ini, banyak tanggapan atau komoentar netizen. Berikut komentar netizen, @Bang Munthe Sian Manduamas : Prihatin sekali lae. @Poltak Sihombing MrHime : Mungkin alatnya eror.

Terpisah, Direktur RSUD Dolok Sanggul dr Heppy Suranta Depari melalui Kepala Tata Usaha dr Henry Romulo Manalu melakukan klarifikasi terkait kronologis pasien yang viral di media social melalui suratnya yang disiarkan di akun facebook Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Kamis (14/7).

Dalam surat itu disebutkan, penjelasan atas pasien atas nama Rehard ditandatangani dan berstempel KTU dr Henri. Saudara Rehard Silaban datang berobat ke UGD RSUD Dolok Sanggul pada 9 Juli 2022 pukul 09.25 WIB dengan keluhan penis dan scrotum (alat kemaluan) bengkak dan sulit buang air kecil, ada nanah yang dialami lebih kurang satu minggu ini riwayat penyakit terdahulu (RPT) dm Type2.

Disebutkan Henry, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga UGD didapati bahwa kondisi infeksi yang dialami pasien sngat berat dan pasien dianjurkan untuk rawat inap. Sesuai dengan SOP selama pandemic Covid 19 , maka setiap pasien rencana rawat inap harus dilakukan pemeriksaan rapid antigen Covid 19 , dan hasilnya adalah positif.

Kemudian, sambung Henry, sesuai dengan SOP maka apabila hasil rapid antigen adalah positif maka harus dianjurkan dengan pemeriksaan RT-PCR dan hasilnya adalah positif. ” setelah itu dokter jaga UGD melaporkan keadaan pasien kepada dr Lintong SpB dan sesuai dengan keadaan penyakit pasien maka dokter spesialis menganjurkan pasien dirujuk ke dokter ahli spesialis Urologi di Medan dengan diagnose Fournier gangrene+susp, rupture penis+covid19 terkonfirmasi.

Selanjutnya, sesuai dengan SOP RSUD Dolok Sanggul ketika pasien dianjurkan untuk dirujuk , maka petugas dirujuk antara lain perawat perujuk , supir ambulance dan mobil ambulance telah siap untuk membawa pasien ke rumah sakit rujukan yaitu RSUP H Adam Malik Medan. Namun, pasien menolak untuk dirujuk. Bahkan, ketika akn dirujuk keluarga pasien meminta kepada pihak RSUD Dolok Sangguk untuk mengantar pasien ke rumah anaknya yang ada di Medan yang ketepatan adalah seorang perawat.

Namun, karena hak itu tidak sesuai dengan SOP rumah sakit, maka pihak rumah sakit Dolok Sanggul tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Dan dokter terus melakukan edukasi kepada keluarga pasien tentang keadaan penyakit pasien dengan tujuan agar bersedia dirujuk , namun keluarga pasien tidak bersedia untuk dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan.

Dikatakannya lagi, sesuai prosedur apabila tidak bersedia menolak dirujuk, maka keluarga pasien harus menandatangani surat penolakkan untuk dirujuk dan pulang atas permintaan sendiri. Atas dasar itu rumah sakit Dolok Sanggul tidak bisa memaksa pasien, karena hak pasien dilindungi oleh Undang-Undang. ” Atas penolakkan pasien tersebut, maka rumah sakit melaporkan di WA group Covid 19 Humbahas bahwasanya ada pasien positif Covid 19 yang pulang atas permintaan sendiri agar selanjutnya Dinas Kesehatan Kabupaten Humbahas melakukan tracing kontak erat terhadap keluarga pasien atau kepada orang-orang yang pernah kontak erat dengan pasien,” tambah Henry.

Dokumen bukti penolakkan keluarga pasien yang ditandatangani keluarga pasien lengkap distatus (rekam medic) pasien. ” Dan perlu kami jelaskan untuk hasil RT PCR positif di RSUD Dolok Sanggul, bahwasanya pemeriksaan dilakukan oleh mesin PCR yang tidak dapat kami rekayasa, hasil itu adalah dari mesin PCR yang ada di RSUD Dolok Sanggul,” terangnya.

” Sekaitan dengan hasil negatif dilaboratorium lain itu bisa saja , dikarenakan kami tidak bisa mendeteksi pasien tersebut terinfeksi Covid 19 hari ke berapa dan hasil laboratorium yang sampai saat di kami itu sudah berbeda tanggal. Dimana hasil PCR yang di RSUD Dolok Sangguk tanggal 9 Juli 2022, dan hasil PCR dari laboratorium swasta tertanggal 12 Juli 2022. Demikian penjelasan kronologis pasien ini kami sampaikan terimakasih,” tambah Henry.(des/azw)

Empat PAUD di Dairi Terima CSR dari PT Inpola Mekar Energi

DIABADIKAN: Bunda PAUD Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata (tengah) didampingi Camat Tanah Pinem, Sion Sembiring (3kiri) diabadikan bersama Direktur PT Inpola Mekar Energi, Gading Sapto saat menyerahkan bantuan CSR berupa audio visual dan tali asih bagi tutor PAUD.SUMUT POS/ISTIMEWA.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak empat lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, menerima dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan pembangkit listrik tenaga hidro mikro (PLTMH) di bawah bendera PT Inpola Mekar Energi berlokasi di Desa Laugungung, Kecamatan Tanah Pinem.

Adapun ke-4 PAUD Desa itu yakni PAUD Desa Tanah Pinem, PAUD Desa Kempawa, PAUD Desa Kuta Gamber serta PAUD di Desa Mangan Molih.

Seremoni penyerahan CSR diberikan Direktur PT Inpola Mekar Energi, Agung Sapto disaksikan Bunda PAUD Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata, Camat Tanah Pinem, Sion Sembiring, Jumat (15/7).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Iswan Tpgatorop mengatakan, Bunda PAUD Ny Romy Mariani Simarmata, menyambut baik kepedulian dan tanggung jawab sosial ditunjukkan perusahaan pada masyarakat terutama bagi pendidikan anak usia dini.

Romy menyebut, penyerahan sebagian keuntungan perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab pada masyarakat merupakan keharusan karena ada regulasi yang mengatur.

Adapun bantuan CSR yang diberikan perusahaan berupa peralatam audio visual, dan tali asih bagi tutor PAUD dengan total Rp40 juta. Semoga ini akan menambah motivasi bagi tutor PAUD dalam melakukan tugas mulianya, tegas Romy.

Direktur PT Inpola Mekar Energy Lau Gunung, Gading Sapton menyebut, perusahaan merasa penting memgambil peran dalam memdukung pendidikan khususnya dikolasi aktivitas bisnis perusahaan.

Gading mengatakan, ini bentuk tanggung jawab secara sosial kepada pemangku kepentingan dan masyarakat sebagai bentuk perhatian dalam meningkatkan kesejahteraan serta berdampak positif bagi lingkungan. “Harapan kami bantuan yang tidak seberapa ini akan bisa dimanfaatkan bagi peningkatan pendidikan di Tanah Pinem,” pungkasnya.(rud/azw)