Home Blog Page 2548

Banyak Kegiatan Cuma Seremonial, Realisasi Anggaran Dinas Pariwisata Cuma 27,90 Persen

RAPAT: Komisi III DPRD Medan melaksanakan RDP dengan Dinas Pariwisata dan Dinas PMPTSP Medan, Senin (4/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serapan APBD Kota Medan Tahun 2022 di Dinas Pariwisata Kota Medan terbilang masih sangat rendah dan jauh dari harapan. Per Tri Wulan Kedua Tahun 2022 atau hingga akhir Juni 2022, serapan anggaran Dinas Pariwisata hanya 27,90 persen.

Pasalnya dari total anggaran Tahun 2022 senilai Rp28.207.489.670, Dinas Pariwisata Kota Medan hanya mampu menyerap anggaran sebesar Rp7.870.309.680.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Medan dengan Dinas Pariwisata Kota Medan dan Dinas PMPTSP di gedung DPRD Kota Medan, Senin (4/7).

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Komisi III yang sekaligus pemimpin rapat Afif Abdillah beserta para anggota Komisi yang hadir dalam rapat itu, seperti Mulia Syahputra Nasution, Dhiyaul Hayati, Irwansyah, dan Sahat Simbolon mengaku miris dengan capaian tersebut.

“Sudah lewat tri wulan kedua pak, tapi serapan anggaran kita bahkan belum sampai 30 persen. Bagaimana pariwisata kita bisa bangkit kalau seperti ini,” ucap Afif kepada Kadis Pariwisata Kota Medan H Agus Suriyono yang hadir dalam rapat itu.

Dikatakan Afif, selain punya PR untuk mengejar target realisasi anggaran, Komisi III juga meminta Dispar Kota Medan untuk punya berbagai terobosan dalam meningkatkan pariwisata di Kota Medan.

Sementara itu, Anggota Komisi III, Dhiyaul Hayati berharap agar seluruh program di Dispar Kota Medan bukan hanya program-program seremonial. Pasalnya, banyak kegiatan di Dinas Pariwisata yang dinilai hanya seremonial namun tidak memberikan dampak apapun dalam meningkatkan pariwisata di Kota Medan.

“Anggaran habis, tapi outputnya tidak ada dalam meningkatkan pariwisata di Kota Medan. Harusnya anggaran yang dikeluarkan sejalan dengan meningkatnya pariwisata di Kota Medan. Tapi yang kita lihat, banyak kegiatan di Dinas Pariwisata hanya seremonial,” ujarnya.

Dhiyaul juga mengingatkan agar Dinas Pariwisata dapat membangkitkan
ekonomi kreatif di Kota Medan. Pasalnya, banyak pelaku ekonomi kreatif yang merasa ditelantarkan oleh pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi III, Mulia Syahputra Nasution mempertanyakan adanya program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata.

“Apa bentuk kegiatannya? Didalamnya ada belanja jasa kontribusi asosiasi. Total DPA program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata Rp1.227.640.000. Sayangnya, anggaran ini juga belum bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.

Atas masukan Komisi III, Kadis Pariwisata Kota Medan, H Agus Suriyono mengakui masih rendahnya realisasi anggaran tersebut. Ia mengakui, sebenarnya pihaknya memiliki target kegiatan 40 persen sampai akhir triwulan kedua. Namun faktanya, realisasi hanya tercapai 27,9 persen.

“Banyak kegiatan besar yang tidak kami lakukan. Lalu ada kegiatan besar yang tidak direalisasikan karena tidak biaa dilaksanakan, misalnya PRSU yang belum bisa direalisasikan di Tri Wulan kedua,” jawabnya.

Agus pun mengaku, pihaknya terus berusaha untuk mengikuti rincian alur kas yang ditetapkan.

“Ada kegiatan yang tidak dilakukan di triwulan pertama dan kedua, maka akan kami lakukan di triwulan ketiga dan keempat. Lalu misalnya seperti Medan Heritage Fun Bike, ini tidak bisa kami lakukan karena keterbatasan pagu anggaran,” pungkasnya.
(map/ram)

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Suhu Panas dan Angin Kencang

Ilustrasi suhu ekstrem.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, sejak 30 Juni-2 Juli 2022, wilayah Sumatera Utara (Sumut) dilanda suhu panas disertai angin kencang yang bersifat panas dan kering.

Hal ini berdasarkan data pengamatan di Stasiun BMKG di wilayah Sumut, pada 1 Juli 2022 tercatat suhu udara maksimum di BMKG wilayah 1 Medan 36.1 OC, dan Stageof Deliserdang Tuntungan 36.2OC dan pada 2 Juli 2022 tercatat kecepatan angin maksimun di BMKG wilayah I sebesar 33 Km/Jam.

Sedangkan, berdasarkan analisa pola angin pada 2 Juli pukul 07.00 WIB, terdapat Tropical Cyclone ‘CHABA’ di Perairan Laut Cina Selatan Bagian Utara yang menyebabkan wilayah Sumut dilalui angin baratan yang cukup kuat dan bersifat divergen (menyebar) di wilayah Sumut, sehingga menyebabkan pertumbuhan awan cukup sulit di wilayah tersebut. “Kondisi ini memicu terjadinya angin gunung yang kuat bersifat panas dan kering

yang dikenal dengan angin Bahorok, khususnya di wilayah Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang, Simalungun dan Pematangsiantar,” ujar Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Lestari Purba kepada Sumut Pos, Minggu (3/7).

Dikatakannya, kondisi tersebut masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada. “Masyarakat diimbau untuk lebih hati-hati terhadap hal- hal yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, mengurangi kegiatan di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan buah, serta menggunakan pelindung ketika beraktivitas di luar ruangan,” imbaunya.

Dijelaskannya, pantauan citra satelit Himawari-8 pada 2 Juli 2022 menunjukkan tidak ada pertumbuhan awan-awan dari pagi hingga sore hari. Sedangkan untuk kondisi suhu permukaan laut di wilayah Pantai Barat Sumatera dan Selat Malaka relatif cukup hangat berkisar antara 30-31 OC.

Sementara, berdasarkan pantauan udara, angin di lapisan 925-200 mb cukup kencang 3-35 knot dan kelembapan udara cukup kering 22-86 persen, sehingga pertumbuhan awan cukup sulit terbentuk di wilayah Sumut. “Tetapi setelah tiga hari ke depan, suhu udara sudah mulai menurun, karena pola angin sudah tidak divergen lagi. Sudah ada pembentukan awan di wilayah pegunungan dan lereng timur serta pantai timur Sumut,” ungkapnya.

Meski demikian, sambung Lestari, mengingat cuaca bersifat dinamis, masih berpotensi terjadinya gangguan- gangguan cuaca di wilayah Barat Sumatera yang dapat menyebabkan kondisi cuaca kembali cukup labil yang dapat berubah sewaktu-waktu. “Karena itu diharapkan peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG dapat terus diikuti dan dicermati oleh para Kepala Daerah, Bupati dan Wali Kota dengan melakukan koordinasi melalui BPBD setempat dan selalu mengikuti informasi dari BBMKG Wilayah I Medan melalui dari media sosial (Medsos), info BMKG Sumut, atau menghubungi layanan informasi Balai Besar MKG Wilayah I Medan melalui call center 082168043653 (Hp), Email; bbmkg1@bmkg.go.id. ini demi kesiapsiagaan kita bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 18 rumah warga rusak, akibat bencana angin puting beliung yang terjadi di Medan, Kamis (30/6) sore. Hal itu dibenarkan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Percut Seituan, Kompol M Agustiawan kepada wartawan di Medan, Jumat (1/7). “Iya benar, angin puting beliung tiba-tiba datang dan langsung merusak dan menerbangkan atap rumah warga, di Kecamatan Medan Tembung,” katanya.

Namun, lanjutnya, peristiwa tersebut tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Tetapi, kerugian materiil ditaksir Kerugian mencapai Rp60 juta.

Kepala BPBD Medan, Husni Thamrin mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendataan, ada 18 rumah warga yang terdampak angin puting beliung, yakni di Kecamatan Medan Denai, Medan Selayang, dan Medan Tembung. “Ada 18 rumah warga yang rusak, rata-rata bagian atap rumah warga,” katanya.

Dijelaskannya, hampir seluruh bagian atap rumah seperti kanopi terangkat akibat terbawa angin. Paling banyak yang terdampak di Kecamatan Medan Denai dan Medan Tembung. Sedangkan untuk korban jiwa nihil. “Hasil pendataan kami, korban jiwa tidak ada,” pungkasnya.(dwi/mag-3/ila)

Pengusutan Biaya di Depo Kontainer Pelabuhan Belawan, KPPU Temukan Dugaan Kartel

Kepala KPPU Kanwil I, Ridho Pamungkas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Depo kontainer di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, ditemukan dugaan pelanggaran terindikasi melakukan kartel. Hal itu, berdasarkan hasil kajian dan pengusutan dilakukan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).

Kepala KPPU Kanwil I, Ridho Pamungkas mengatakan pihaknya menemukan penetapan biaya administrasi yang bertambah di depo kontainer Pelabuhan Belawan. Hal ini, dinilai akan menambah tingginya biaya logistik.

“Berdasarkan hasil kajian terkait penetapan biaya administrasi pada depo kontainer, yang melayani kontainer melalui pelabuhan Belawan. KPPU Kanwil I menyimpulkan terdapat potensi dugaan pelanggaran pasal 5 Undang-undang nomor 5 tahun 1999 terkait kartel penetapan harga yang dilakukan oleh pelaku usaha depo kontainer,” kata Ridho, Senin (4/7).

Dalam kajian tersebut, Ridho mengatakan diduga terjadi indikasi pelanggaran. Diman, ditemukan dari adanya surat beberapa depo kontainer kepada EMKL /eksportir yang memberlakukan biaya administrasi Rp.25.000 per kontainer secara serempak mulai tanggal 16 Maret 2022.

“Sebelumnya biaya administrasi adalah Rp 25.000/invoice, dimana 1 invoice bisa lebih dari 1 kontainer. Hal ini tentunya akan berdampak pada semakin tingginya biaya logistik, khususnya yang melalui Pelabuhan Belawan,” kata Ridho.

Ridho mengatakan pihaknya membawa persoalan ini pada tahap penelitian perkara inisiatif. Dengan itu, KPPI menjadwalkan pemanggilan para pihak terkait, terutama para pelaku usaha depo kontainer.

Ridho mengungkapkan bahwa pemanggilan ini, untuk meminta keterangan dan menemukan minimal satu alat bukti terkait dugaan adanya kartel penetapan biaya administrasi.

“Pasal 5 menyebutkan pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar konsumen atau pelanggan. Jika telah ditemukan minimal satu alat bukti, KPPU dapat meningkatkan status penegakan hukum kepada penyelidikan” ucap Ridho.

Dalam pemanggilan tersebut, KPPU akan mendalami secara detail terkait informasi adanya pertemuan diantara para pelaku usaha depo kontainer yang menyepakati pemberlakuan biaya administrasi per kontainer dan berbagai informasi awal terkait proses bisnis depo kontainer serta konstruksi perilaku anti persaingannya.

Lebih jauh Ridho mengatakan, keseluruhan proses pendalaman informasi dalam dugaan persaingan usaha tak sehat pada sektor logistik, khususnya peti kemas ini akan sangat dipengaruhi oleh keterangan dan alat bukti serta kerja sama dari para pihak.

“Untuk itu, KPPU menghimbau agar para pihak bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang dilakukan KPPU,” tandas Ridho.(gus)

Diikuti 17. 235 Peserta, Senam Kolaborasi Pecahkan Rekor MURI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor dunia Indonesia (MURI) untuk senam dengan iringan musik daerah (senam kolaborasi) dengan jumlah peserta terbanyak, yakni mencapai 17.235 orang.

Penghargaan dari MURI tersebut diserahkan langsung Customer Relation Manager MURI Andre Purwandono kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution usai mengikuti senam kolaborasi bersama dengan 17.235 masyarakat sebagai rangkaian dari HUT ke-432 Kota Medan yang diadakan di jalan Balai Kota (seputaran Lap. Merdeka Medan), Sabtu (2/7).

Selain menerima Penghargaan dari MURI, Bobby Nasution juga menerima 6 sertifikat hak cipta dari Kementerian Hukum dan HAM. Sertifikat Hak Cipta tersebut meliputi Medan The Kitchen of Asia, Senam Kolaborasi, Senam Ahoi, Senam Ahoi Nusantara, Lagu Senam Medan Kusayang dan Lagu Senam Nusantara Indah. Surat Pencatatan HAKI tersebut diserahkan Kakanwil Kemenkumham Sumut Imam Suyudi kepada menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut.

Di hadapan belasan ribu peserta senam kolaborasi, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan bahwa suksesnya perayaan HUT ke-432 Kota Medan berkat dukungan dari seluruh pihak, khususnya jajaran TNI dan Polri, serta seluruh masyarakat serta OPD di lingkungan Pemko Medan. Untuk itu, Bobby Nasution menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada unsur forkopimda, teman-teman dari TNI dan Polri, masyarakat dan juga jajaran OPD di lingkungan Pemko Medan. HUT Kota Medan ke 432 tahun kali ini benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ucap Bobby Nasution yang saat itu didampingi Wakil Wali Kota Medan, H Aulia Rachman.

Atas pencapaian tersebut, Bobby Nasution juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kota Medan atas dukungan dan partisipasinya. “Meski dalam piagam ini tertulis nama saya, namun ini sejatinya adalah untuk kita semua,” ujarnya.

Bobby berharap, dukungan yang diberikan ini dapat mewujudkan Kota Medan Berkolaborasi menuju keberkahan.

Ucapan terimakasih kepada masyarakat yang telah mendukung HUT ke-432 Kota Medan juga disampaikan Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman. Sebab berkat dukungan dari masyarakat, terciptalah sebuah sejarah pemecahan rekor MURI di masa kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“Karena itu bantu dan doakan Bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution agar apa yang diinginkan oleh bapak Bobby Nasution untuk kota ini bisa dimudahkan oleh Allah SWT. Kita doakan Pak Wali terus diberikan kesehatan dan dimudahkan segala urusannya dalam memimpin Kota Medan. Bantu kami mewujudkan program-program agar bisa terpenuhi dan terealisasi,” katanya.

Sebelumnya, Bobby Nasution juga ikut senam kolaborasi bersama masyarakat yang hadir. Kemudian, menyerahkan hadiah kepada kecamatan pemenang lomba pawai budaya, fashion carnival dan senam kolaborasi. Setelahnya, Bobby Nasution dan Aulia Rachman juga sempat bernyanyi bersama. (map/ila)

Pemko Medan Bedah Rumah di Medan Utara, Misnah Tak Mampu Menahan Haru

MENANGIS: Misnah, warga Bagan Deli, Medan Belawan, sambil menangis mendatangi Wali Kota Medan Bobby Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perasaan bahagia dan penuh haru dirasakan oleh Misnah (37) salah seorang warga Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan yang rumahnya diperbaiki oleh Pemko Medan melalui program Bedah Rumah.

Begitu mengetahui Wali Kota Medan Bobby Nasution datang, Misnah tak dapat lagi menahan rasa harunya. Dengan sedikit berlari, ibu rumah tangga itu langsung mendatangi menantu Presiden Joko Widodo yang baru saja selesai meninjau rumah yang tengah dibedah. Tangis perempuan bertubuh sedikit tambun itu pun langsung pecah setelah bertemu dengan orang nomor satu di Pemko Medan tersebut.

Dengan terisak, ibu tiga anak itu mengucapkan terima kasih kepada Bobby Nasution atas bedah rumah yang dilakukan. Sebab, satu dari 3 rumah yang dalam proses pengerjaann

merupakan rumah miliknya. Perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai pemilih ikan di gabion itu tidak menyangka jika rumahnya. Bahkan, tidak rumahnya saja, rumah kedua kakaknya yang juga berstatus janda juga ikut dibedah.

“Terima kasih Pak Bobby, rumah saya dan kedua kakak saya telah dibedah. Nggak tau lagi saya mau berkata apa, senang sekali rasanya. Hanya bisa sujud syukur saja yang bisa kami lakukan atas bantuan yang diberikan ini,” kata Misnah sambil menyeka air matanya.

Ia mengungkapkan, selama ini rumahnya sering tergenang banjir, ditambah lagi baru-baru ini juga dirinya mengalami musibah kebakaran. Dengan penghasilan tidak tetap sebesar Rp50 ribu per hari, dirinya merasa mustahil untuk bisa memperbaiki rumah tersebut. “Anak saya tiga pak, saya hanya bekerja sebagai pemilih ikan. Kami tidak mungkin bisa membangun rumah sendiri karena untuk makan saja kami susah pak,” ungkapnya.

Dirinya pun tidak bisa berkata-kata lagi dengan bantuan bedah rumah yang diberikan oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution. “Sujud syukur saya, dengan bantuan ini kami tidak kenak banjir lagi,” ucapnya.

Apalagi Misnah mengaku harus memenuhi kebutuhan sekolah anaknya yang di tingkat SD dan SMA. “Saya mencari makan sendiri. Sebab suami sudah tidak ada lagi. Penghasilan yang diperoleh hanya bisa untuk mengasih makan tiga anak. Apalagi penghasilan R50 ribu itu tidak setiap hari saya peroleh. Malah untuk makan saja terkadang ada, terkadang tidak bisa. Makanya, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bedah rumah yang dilakukan ini,” ungkapnya kembali terisak.

Sambil menyeka air mata yang terus membasahi kedua pipinya, Misnah mengungkapkan, ada hikmah yang diperoleh atas peristiwa kebakaran yang terjadi di Lorong 6 beberapa waktu lalu. Musibah kebakaran itu menyebabkan dirinya bisa bertemu dengan Bobby Nasution yang ketika itu melakukan peninjauan pasca kebakaran terjadi.

“Ketika bertemu Pak Bobby, saya menyampaikan kondisi rumah kami yang tidak layak huni dan tidak mungkin untuk kami perbaiki dengan biaya sendiri. Saya bermohon kepada beliau agar rumah kami dapat diperbaiki. Ternyata permohonan saya dipenuhi, sehingga rumah kami diperbaiki,” ungkapnya lirih menuntaskan pembicaraan.

Bobby Nasution langsung tersenyum dan coba menenangkan Misnah yang terus terisak. Suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu itu berharap dengan bedah rumah yang dilakukan, baik Misnah dan ketiga anaknya beserta kedua kakaknya dapat hidup tenang dan rumahnya tidak masuk air lagi saat banjir rob terjadi. Sebab, ketiga rumah yang dibedah itu kini lebih tinggi sehingga tidak akan kemasukan air lagi ketika banjir rob menerpa. “Semoga ibu dan keluarga bisa lebih tenang lagi setelah rumah ini selesai dibedah ya,” kata Bobby Nasution yang meninjau langsung perbaikan rumah sejumlah warga di lorong 6, Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (29/6) lalu.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Penataan Ruang Kota Medan Endar Sutan Lubis menjelaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan salah satu program yang mendukung terwujudnya keluarga yang sehat karena keluarga yang sehat dimulai dari rumah. “Kita melaksanakan bedah rumah ini kepada warga yang berpenghasilan rendah, rumah yang dibedah sesuai dengan standart bagaimana rumah yang layak huni dan sehat, program ini sekaligus juga mendukung program penurunan stunting,” kata Endar Sutan Lubis.

Untuk tahap pertama ini, Endar Sutan Lubis menyebutkan ada sebanyak 12 rumah yang akan di bedah. Dimana rumah yang diperbaiki merupakan rumah yang dianggap tidak layak huni berdasarkan standart kesehatan dan yang baru-baru ini mengalami musibah kebakaran.

“Untuk saat ini sudah ada 3 rumah yang kita perbaiki dari program bedah rumah, dan 3 rumah lagi akibat musibah kebakaran. Kita berharap awal Juli sudah selesai,” pungkasnya. (map/ila)

Gedung Belakang RS Putri Hijau Terbakar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas P2K Kota Medan, Albon Sidauruk mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar Pukul 19.00 WIB. “Kebakaran yang terjadi di RS Putri Jika terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Begitu dapat laporan, petugas kita langsung meluncur ke lokasi,” ucap Albon kepada Sumut Pos, Minggu (3/7) pagi.

Dikatakan Albon, sebanyak 8 unit mobil pemadam kebakaran dari kantor Dinas P2K di Jalan Candi Prambanan langsung diturunkan untuk menjinakkan api. “Saat itu juga kita langsung mengerahkan 8 mobil pemadam kebakaran ke sana,” ujarnya.

Dari pantauan pihaknya pada gedung itu, ruangan yang terbakar merupakan ruangan observasi atau ruangan Cathlab yang letaknya di bagian belakang rumah sakit.

Ditegaskan Albon, meskipun sempat membuat sejumlah orang di rumah sakit panik, termasuk pasien, namun lokasi ruang pasien terhitung jauh dari titik api lokasi bangunan yang terbakar, karena bangunan yang terbakar berada di bagian belakang RS.

Dengan begitu, meskipun ada gedung yang terbakar di RS Putri Hijau, para pasien tidak sampai di evakuasi keluar dari RS tersebut.”Bangunan yang terbakar berada di belakang, bangunan kosong ruang observasi. Jadi bangunannya cukup jauh dengan ruangan pasien. Tidak ada pasien yang dievakuasi,” tegas Albon.

Berdasarkan dugaannya hingga saat ini, kebakaran tersebut terjadi karena adanya hubungan arus pendek listrik.”Itu ruangan kosong, dugaan kita karena korslet. Untuk korban jiwa tidak ada,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, setibanya di lokasi, petugas pemadam kebakaran dibantu sejumlah aparat TNI langsung menarik selang panjang dari mobil pemadam. Mereka kemudian menyemprotkan air ke bangunan yang terbakar. Karena malam itu angin bertiup kencang, api menjadi cukup sulit untuk dipadamkan.

Namun sekitar hampir satu jam lamanya, api yang membakar bangunan berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan untuk material yang masih dalam suhu tinggi. Malam itu di lokasi kebakaran, tampak beberapa staf RS menyelamatkan alat-alat kesehatan dari dalam bangunan. Mereka mengeluarkan alat-alat itu dari dalam gedung dan membawanya ke tempat yang aman, tampak pula sejumlah pengunjung diminta menjauh dari lokasi kebakaran. (map/ila)

Dispora Medan Gelar Fasilitasi Aksi Bhakti Sosial Kepemudaan

PENGUNJUNG: Dispora Kota Medan menerima pengunjung saat menggelar Fasilitasi Aksi Bhakti Sosial Kepemudaan 2022 di Lapangan Candika.Istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan menggelar Fasilitasi Aksi Bhakti Sosial Kepemudaan 2022 di Lapangan Candika, Sabtu (2/7) dan Minggu (3/7). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-432 Kota Medan.

Bhakti sosial ini meliputi sunatan massal, pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan gula darah, kolestrol, dan asam urat. Kemudian penyuluhan bahaya narkoba bagi mahasiswa.

Kegiatan ini diikuti 200 orang dengan rincian 25 orang dari STIKES Sehati Medan, 25 orang dari Akbid Sari Mutiara Medan, 50 orang dari siswa SD, dan sisanya dari masyarakat Kecamatan Medan Johor.

Kadispora Kota Medan, Pulungan Harahap SH MSi mengatakan, Pemko Medan sangat mendukung kegiatan yang melibatkan pemuda untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat. Apalagi kegiatan ini memberikan pelayanan dan pengetahuan kepada masyarakat.

“Selain memberikan kepekaan sosial kepada pemuda, juga upaya mewujudkan kesetiakawanan sosial di kalangan pemuda. Karena pemuda selaku generasi penerus bangsa, harus memiliki empati tinggi,” ujarnya.

Kadispora berharap agar kegiatan ini memberikan nilai positif bagi masyarakat di Kecamatan Medan Johor. Ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. “Kita berharap kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, melestarikan lingkungan, dan menjauhi narkoba. Semoga nantinya masyarakat Kota Medan memiliki derajat kesehatan yang tinggi dan generasi muda terselamatkan dari bahaya narkoba,” pesannya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan narasumber dari BNN Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Medan, STIKES Sehati Medan, dan Akbid Sari Mutiara.

“Kita berharap aksi bhakti sosial kepemudaan ini menjadi agenda rutin, baik bagi Pemko Medan, organisasi kepemudaan dan pemangku kepentingan lainnya,” pungkasnya. (dek/ila)

Pemko Medan Gelar Rapat Akhir Persiapan Pelaksanaan Harganas ke-29 Tahun 2022

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan menjadi tuan rumah dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Tahun 2022. Oleh karena itu demi suksesnya acara tersebut Pemko Medan menggelar rapat akhir persiapan pelaksanaan Harganas ke 29 tahun 2022 yang di pimpin Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan M. Sofyan di Kantor Wali Kota Medan, Senin (4/7).

Rapat yang juga dihadiri oleh pimpinan OPD dan Camat sekota Medan ini dibahas mengenai persiapan akhir pelaksanaan acara mulai dari penyambutan para undangan yang hadir hingga puncak acara peringatan Harganas ke 29 tahun 2022.

Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan, M. Sofyan mengatakan peringatan Harganas ke 29 tahun 2022 akan diadakan di 3 tempat diantaranya yakni di Hotel Santika, Lapangan Merdeka Medan, dan di Kec. Medan Belawan. Acara tersebut akan dimulai dari tanggal 5-7 Juli 2022 yang mana pada puncak peringatan Harganas ke 29 ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Oleh karena itu Sofyan meminta agar seluruh pimpinan OPD dan Camat dapat saling berkolaborasi menjalakan tugas sesuai dengan yang telah di tetapkan demi disuksesnya acara tersebut.

“Karena itu kita harus mempersiapkan dengan baik agar bagaimana tamu kita ini bisa disambut dengan baik. Karena ini acara Nasional kita harus sungguh-sungguh menyiapkannya,”pesan M. Sofyan.

Puncak peringatan Harganas ke-29 tahun 2022 ini selain dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, nantinya juga akan dihadiri oleh sejumlah Menteri, Pimpinan dan Anggota DPR, Panglima TNI dan Kapolri serta sejumlah Kepala Daerah. (rel)

Jalan di Depan DPRD Sergai Bergelombang, Ancam Keselamatan Pengendara

MELINTAS: Sejumlah pengendara melintasi jalan bergelombang di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (3/7). SOPIAN/SUMUT POS.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Jalan lintas Sumatera yang berada di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) dinilai mengancam keselamatan pengendara. Pasalnya, kondisi jalan yang ada di depan kantor DPRD Sergai hingga ke kantor Bupati Sergai itu bergelombang.

Ada sekitar tiga kilometer jalan bergelombang, yang dianggap bisa cabut nyawa pengendara jika tidak hati-hati. Menurut Rizky, satu di antara warga, jalan yang bergelombang itu sering membuat kendaraan oleng.

“Kalau lewat sini, pasti oleng kendaraan kita, apalagi jika naik kereta (sepeda motor), tidak bisa kencang kencang karena bahaya,” kata dia, Minggu (3/7).

Kondisi jalan yang bergelombang seperti itu, kata Rizky, membuat kecelakaan lalu lintas sering terjadi.

“Makanya di sini sering kali terjadi kecelakaan dalam beberapa bulan pasti ada kecelakaan, apalagi yang tidak tau kondisi jalan saat kencang dia oleng dan menabrak,” ungkap dia.

Selain bergelombang, kondisi jalan dengan trek lurus dan menanjak juga jadi penyebab tingginya jumlah kecelakaan kendaraan.

Hal itu dikatakan Warni seorang pedagang yang berada di pinggir jalan. Terlebih jika hari sudah memasuki gelap atau hujan.

“Jalan ini kan lurus jadi banyak itu kendaraan yang lewat kencang kencang, mungkin tidak tau kalau jalanya gini makanya sering kali kecelakaan. Apalagi kalau malam atau hujan,” kata dia.

Padahal kata dia jalan itu baru saja selesai diperbaiki.

Dia sendiri berharap agar kedepan perbaikan jalan tidak asal jadi.  “Padahal ini baru diperbaiki, kemarin lebih parah tapi sudah mulai dikikis makanya tidak terlalu parah dibanding kemarin. Ya kita haraplah kalau mau membangun jalan yang bagus jangan asal jadi,” pungkasnya. (tri/azw)

Ranperda APBD Asahan 2021 Disetujui

TANDA TANGAN: Bupati Asahan H Surya BSc mendandatangani Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Asahan Tahun Anggaran 2021 di Aula Rambate Rata Raya Sekretariat DPRD Kabupaten Asahan, Jum’at (1/7).sopian/sumut pos.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kabupaten Asahan Baharuddin Harahap SH MH memimpin Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Asahan tentang Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi DPRD Kabupaten Asahan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2021 di Aula Rambate Rata Raya Sekretariat DPRD Kabupaten Asahan, Jum’at (1/7).

Pada Rapat Paripurna ini, tujuh Fraksi DPRD Kabupaten Asahan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2021.

Di kesempatan ini Bupati Asahan H Surya BSc dalam pidatonya mengatakan dengan disetujuinya Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 ini.

“Maka untuk tahap berikutnya Rancangan Peraturan Daerah ini akan kami sampaikan Kepada Gubernur Sumatera Utara, untuk mendapatkan Evaluasi, apakah telah sesuai dengan kepentingan umum dan Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi,” kata Surya.

“Dan tak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada Organisasi Perangkat Daerah yang telah melaksanakan Program dan Kegiatan pada Tahun Anggaran 2021 sebagai mana yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021. Selama dalam Pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, kita mengharapkan untuk dimasa yang akan datang kendala dan kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar tidak terulang kembali,” tambah Surya.

Selanjutnya Bupati Asahan mengatakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.91.390.001.527,39 yang akan ditetapkan menjadi peraturan daerah setelah mendapat evaluasi dari pemerintah yang lebih tinggi dan selanjutnya dapat ditampung pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P.APBD) Tahun anggaran 2022 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten asahan, Anggota DPRD Kabupaten Asahan, organisisasi perangkat daerah (OPD) dan tamu undangan lainnya. (dat/azw)