MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Mulia Syahputra Nasution SH MH meminta seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk ikut memberikan edukasi dan sosialisasi tentang seluruh program yang dimiliki Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Salah satunya, terkait program di bidang pelayanan kesehatan.
Hal itu diungkapkan Mulia Syahputra Nasution saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Peraturan Daerah (Perda) No.4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan M Basyir, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor, Senin (4/7).
“Tadi di awal kegiatan ini saya sudah tanya ke warga, siapa saja yang belum punya BPJS Kesehatan, dan ternyata masih cukup banyak. Padahal Pemko Medan punya program penambahan kuota BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran), tapi banyak warga yang tidak tahu. Untuk itu kami minta, semua OPD di lingkungan Pemko Medan agar wajib memberikan edukasi dan sosialisasi terkait hal ini, termasuk kecamatan dan kelurahan,” ucap Mulia.
Di hadapan perwakilan Dinas Sosial, perwakilan Kecamatan Medan Johor, dan perwakilan Kelurahan Titikuning, Mulia juga meminta agar semua warga yang belum memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Kesehatan di Kelurahan Titikuning dan Kecamatan Medan Johor pada umumnya dapat didata.”Berikan datanya pada saya, saya dan tim saya akan bantu untuk mengurusnya. Jangan sampai ada lagu warga Kota Medan yang tidak punya jaminan kesehatan,” ujarnya.
Namu begitu, Mulia meminta masyarakat untuk jujur dalam setiap mengurus BPJS PBI. Sebab, BPJS PBI hanya diberikan kepada masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan. Sedangkan untuk warga yang memiliki BPJS Kesehatan namun menunggak iurannya, harus melunasi semua tunggakannya terlebih dahulu sebelum dialihkan ke BPJS PBI. “Masyarakat pun harus terbuka, supaya kita juga bisa lebih mudah dalam membantu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mulia juga meminta Kelurahan untuk mempergunakan Dana Kelurahannya dalam memberdayakan dan meningkatkan perekonimian masyarakat. “Dana Kelurahan itu dari rakyat untuk rakyat. Selain untuk pembangunan fisik, Dana Kelurahan juga bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Terakhir, Mulia meminta masyarakat untuk pro aktif dalam mengurus BPJS Kesehatan PBI nya. Tak cuma itu, warga juga diminta untuk ikut mengawasi dan memanfaatkan program-program Pemko Medan lainnya. “Masyarakat harus kejar bola, jangan diam saja, manfaatkan semua program yang ada dari pemerintah. Kepada perangkat pemerintah yang ada, saya minta untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serapan APBD Kota Medan Tahun 2022 di Dinas Pariwisata Kota Medan terbilang masih sangat rendah dan jauh dari harapan. Per Tri Wulan Kedua Tahun 2022 atau hingga akhir Juni 2022, serapan anggaran Dinas Pariwisata hanya 27,90 persen.
Pasalnya dari total anggaran Tahun 2022 senilai Rp28.207.489.670, Dinas Pariwisata Kota Medan hanya mampu menyerap anggaran sebesar Rp7.870.309.680. Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Medan dengan Dinas Pariwisata Kota Medan dan Dinas PMPTSP di gedung DPRD Kota Medan, Senin (4/7).
Menanggapi laporan tersebut, Ketua Komisi III yang sekaligus pemimpin rapat Afif Abdillah beserta para anggota Komisi yang hadir dalam rapat itu, seperti Mulia Syahputra Nasution, Dhiyaul Hayati, Irwansyah, dan Sahat Simbolon mengaku miris dengan capaian tersebut. “Sudah lewat tri wulan kedua pak, tapi serapan anggaran kita bahkan belum sampai 30 persen. Bagaimana pariwisata kita bisa bangkit kalau seperti ini,” ucap Afif kepada Kadis Pariwisata Kota Medan H Agus Suriyono yang hadir dalam rapat itu.
Dikatakan Afif, selain punya PR untuk mengejar target realisasi anggaran, Komisi III juga meminta Dispar Kota Medan untuk punya berbagai terobosan dalam meningkatkan pariwisata di Kota Medan.
Sementara itu, Anggota Komisi III, Dhiyaul Hayati berharap agar seluruh program di Dispar Kota Medan bukan hanya program-program seremonial. Pasalnya, banyak kegiatan di Dinas Pariwisata yang dinilai hanya seremonial namun tidak memberikan dampak apapun dalam meningkatkan pariwisata di Kota Medan.
“Anggaran habis, tapi outputnya tidak ada dalam meningkatkan pariwisata di Kota Medan. Harusnya anggaran yang dikeluarkan sejalan dengan meningkatnya pariwisata di Kota Medan. Tapi yang kita lihat, banyak kegiatan di Dinas Pariwisata hanya seremonial,” ujarnya.
Dhiyaul juga mengingatkan agar Dinas Pariwisata dapat membangkitkan ekonomi kreatif di Kota Medan. Pasalnya, banyak pelaku ekonomi kreatif yang merasa ditelantarkan oleh pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi III, Mulia Syahputra Nasution mempertanyakan adanya program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata.
“Apa bentuk kegiatannya? Didalamnya ada belanja jasa kontribusi asosiasi. Total DPA program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata Rp1.227.640.000. Sayangnya, anggaran ini juga belum bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.
Atas masukan Komisi III, Kadis Pariwisata Kota Medan, H Agus Suriyono mengakui masih rendahnya realisasi anggaran tersebut. Ia mengakui, sebenarnya pihaknya memiliki target kegiatan 40 persen sampai akhir triwulan kedua. Namun faktanya, realisasi hanya tercapai 27,9 persen. “Banyak kegiatan besar yang tidak kami lakukan. Lalu ada kegiatan besar yang tidak direalisasikan karena tidak biaa dilaksanakan, misalnya PRSU yang belum bisa direalisasikan di Tri Wulan kedua,” jawabnya.
Agus pun mengaku, pihaknya terus berusaha untuk mengikuti rincian alur kas yang ditetapkan.”Ada kegiatan yang tidak dilakukan di triwulan pertama dan kedua, maka akan kami lakukan di triwulan ketiga dan keempat. Lalu misalnya seperti Medan Heritage Fun Bike, ini tidak bisa kami lakukan karena keterbatasan pagu anggaran,” pungkasnya. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna pengembangan seni dan budaya Pemko Medan melalui dinas Kebudayaan kota Medan menggelar kegiatan pelestarian Permainan Tradisional tahun 2022 di halaman Istana Maimun, Minggu (3/7/2022). Kegiatan ini juga digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kota Medan ke -432 Tahun.
Pelestarian permainan tradisional yang dikemas dalam bentuk permainan tradisional dan perlombaan permainan ini dibuka oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kadis Kebudayaan OK Zulfi. Kegiatan yang terlaksana atas kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) ini diikuti oleh siswa siswi SD dan SMP di lingkungan Pemko Medan.
Dalam sambutannya, Kadis Kebudayaan OK Zulfi menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Medan untuk lebih mengenal dan ikut serta melestarikan permainan tradisional yang ada. Selain itu juga dapat menjadi sarana untuk lebih memperkenalkan kota Medan dalam meningkatkan pemajuan budaya di Kota Medan.
“Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kota Medan ke -432 ini guna mengembangkan seni dan budaya, melalui pengelolaan kekayaan budaya. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan rasa cinta akan kebudayaan tradisional yang merupakan salah satu kekayaan bangsa yang tidak terukur nilainya,” Kata Kadis Kebudayaan.
OK Zulfi menambahkan, kegiatan ini sebagai sarana pecinta seni dan sejarahwan untuk menuangkan ide dan kreasi serta menggali pengetahuan akan permainan tradisional di Kota Medan yang telah ada secara turun-temurun. Disamping itu juga merupakan program Pemerintah dalam pembangunan kebudayaan dan meningkatkan rasa kecintaan terhadap budaya yang ada di Kota Medan.
“Antusias anak-anak mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Perlombaan ini sempat terhenti dua tahun karena Pandemi Covid-19. Tahun ini kembali kita gelar dan mereka sangat senang. Tentunya ini salah satu upaya kita melestarikan permainan tradisional di tengah perkembangan zaman dengan teknologi yang modern.
Selain itu permainan tradisional ini juga dapat menjadi daya tarik sekaligus dapat memperkenalkan kepada generasi muda kita, apalagi di masa kepemimpinan Bobby Nasution kebudayaan terus kembangkan dan dilestarikan,” ujarnya.
OK Zulfi menjelaskan Ada tiga permainan tradisional yang disuguhkan dan diperlombakan dalam kegiatan ini yakni Terompah panjang, Egrang dan Hadang. Tentunya permainan ini bagi anak-anak generasi sekarang banyak yang mereka tidak mengetahui. Jadi melalui kegiatan ini kita perkenalkan dan lestari permainan tradisional tersebut. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi kini bukan lagi penghalang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan bleisure (business & leisure) di berbagai daerah. Selama dua tahun terakhir, sebagian besar masyarakat melalui masa pembatasan aktivitas sosial, larangan bepergian, dan penutupan negara dari wisatawan asing.
Namun dengan mulainya kembali aktivitas sosial pada tahun 2022 ini, Omega Hotel Management (OHM) sebagai operator hotel yang berkembang di Indonesia mempersiapkan hotel yang khususnya berada di daerah tujuan wisata untuk menyambut revenge travelers atau para wisatawan yang memasuki “revenge tourism” (balas dendam wisata), sebuah fenomena ingin melakukan perjalanan wisata setelah lama terisolasi atau dibatasi akibat
pandemi Covid-19.
Tepat 27 Mei 2022, Cordex Hotel resmi dibuka di Kota Medan, sebuah kota dengan daya tarik wisatanya yang tinggi mulai dari wisata alam, kuliner dan budaya. Para bleisure travelers yang juga termasuk kalangan revenge travelers di kota ini akan ditawarkan kenyamanan staycation di hotel minimalis berkonsep smart dan modern.
Cordex Hotel Medan ini menjadi hotel ke-18 yang dikelola OHM di Indonesia, sekaligus hotel ke-4 yang beroperasi di Kota Medan, Sumatera Utara setelah sebelumnya membuka Cordela Hotel Medan, Alam Hotel by Cordela – Medan, dan Cordela Inn Millennium Medan.
Cordex Hotel Medan terdiri dari 5 lantai dengan total 50 kamar, dan memiliki 3 tipe mulai dari 45 kamar Deluxe (12 m2), 4 kamar Deluxe Business (18 m2), dan 1 Family Room (28 m2). Setiap kamar dilengkapi dengan high speed Wi-Fi, premium bed, android TV, AC, working desk, hot & cold shower, soap & shampoo dispenser. Fasilitas lainnya dalam hotel ini juga dilengkapi public water dispenser, elevator, parking area, shuttle service dan 24 hours security.
Keistimewaan Cordex Hotel Medan ini ada pada lokasinya yang sangat strategis, yaitu dekat dengan titik nol Kota Medan, di Jalan Guru Patimpus No. 1 DEF, Kesawan. Hotel ini berdekatan dengan convenience store, pusat
perbelanjaan terbesar di Kota Medan, seperti Delipark Mall, pusat kuliner yang “iconic” di Kota Medan seperti Merdeka Walk, dan beragam tempat wisata lainnya yang semakin menambah daya tarik hotel ini.
Dalam Opening Ceremony Cordex Hotel Medan, Director of Operations OHM, Aswin Drajat mengatakan, Cordex Hotel Medan merupakan hotel dengan brand Cordex pertama yang ada di Medan, dengan menghadirkan konsep: “Affordable, Clean, Convenient”, yaitu hotel dengan harga kamar yang kompetitif, kamar yang bersih dan pengalaman staycation yang nyaman. “Melalui bertambahnya hotel yang dikelola OHM ini, kami berkomitmen untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam memajukan industri pariwisata Indonesia, khususnya di kota-kota tujuan wisata seperti Medan,” kata Aswin Drajat.
Aswin menerangkan, brand Cordex Hotel menawarkan paket room only. Saat ini Cordex Hotel sudah beroperasi juga di beberapa kota lainnya seperti di Jakarta dan di Pekanbaru. “Sementara untuk di Medan, OHM juga mengoperasikan hotel berbintang 2 dengan klasifikasi brand lainnya, yaitu Alam Hotel by Cordela dan Cordela Hotel Medan, dengan mengangkat konsep business hotel berfasilitas restaurant dan meeting rooms, serta Cordela Inn, sebagai hotel minimalis berkonsep bed & breakfast,” bebernya.
Parlin Siahaan selaku Operational Manager Cordex Hotel Medan mengungkapkan optimismenya dalam mengoperasikan hotel minimalis di lokasi terbaik ini. “Keistimewaan Cordex Hotel Medan memang berada pada lokasinya yang berada di jantung kota serta mudah diakses. Selain itu, setiap kamar akan dilengkapi dengan free Wi-Fi, android TV yang kekinian, ditambah promo kamar yang kompetitif, yaitu Rp150.000 nett/kamar/malam (room only) selama periode opening hingga 26 Juni 2022,” katanya.
Parlin juga memaparkan Cordex Hotel Medan menjadi pilihan yang tepat bagi revenge traveler. “Ada kalangan pebisnis yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar hotel, atau wisatawan yang singgah ke Medan untuk berwisata kuliner dan mengunjungi destinasi wisata yang banyak sekali pilihannya di luar hotel. Hotel yang berlokasi strategis, sekaligus menawarkan harga bersaing untuk kamar yang nyaman tentu akan paling dicari. Selain itu, fasilitas android TV akan menjadi keunikan dari Cordex Hotel Medan,” ungkapnya.
Meskipun pembatasan sosial dari pemerintah sudah mulai longgar, Cordex Hotel Medan tetap tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan di dalam hotel. Seluruh karyawan dan tamu hotel wajib mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Karyawan hotel dan tamu harus sudah divaksin, wajib mengenakan masker selama di area publik dalam hotel, dan karyawan hotel juga secara rutin membersihkan seluruh kamar dan fasilitasnya. (rel/adz)
PT Agincourt Resources menggelar Seminar “Menuju PROPER Hijau untuk Masa Depan Bumi” pada 29 Juni 2022 di Medan, Sumatra Utara. Dok: PTAR.
BATANGTORU, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, membidik peringkat HIJAU penilaian PROPER melalui peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati.
Berbagai upaya telah dilakukan PTAR untuk dapat menaikkan capaian PROPER dari peringkat BIRU menjadi HIJAU, antara lain pengendalian pencemaran udara dan air, pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B3), potensi kerusakan lahan tambang, pengelolaan sampah, pengelolaan bahan B3, pengelolaan limbah non-B3, serta pengurangan emisi gas rumah kaca.
Deputy General Manager Operations PTAR, Wira Dharma Putra, mengatakan PTAR siap mendukung program pemerintah dalam menurunkan 29% emisi gas rumah kaca (GRK) dengan kemampuan sendiri dan 41% emisi GRK dengan dukungan internasional pada 2030. PTAR juga akan melaksanakan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah menuju net zero emission serta mematuhi peraturan pemerintah terkait penerapan efisiensi energi dan pengurangan emisi GRK.
“Tujuan PTAR ke depan adalah mendapatkan PROPER HIJAU dan kami berharap dapat mencapainya dengan meningkatkan fokus pada konservasi keanekaragaman hayati dan proyek-proyek energi, serta pengurangan emisi gas rumah kaca,” tutur Wira.
Teranyar, PTAR menggelar seminar Hari Lingkungan Hidup bertema “Strategi Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca” pada 27 Juni 2022 secara online dan Seminar “Menuju PROPER Hijau untuk Masa Depan Bumi” pada 29 Juni 2022 di Medan. Dua tema seminar dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu senada dengan komitmen dan semangat pembangunan keberlanjutan yang merupakan prinsip dasar PTAR dalam menjalankan operasionalnya. Seminar dihadiri Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatra Utara, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatra Utara, DLH Tapanuli Selatan, dan sejumlah perusahaan tambang.
Dalam mengelola lingkungan dan keanekaragaman hayati, PTAR mengikuti dan menjalankan semua aspek dalam kaidah pertambangan yang baik (Good Mining Practice) sesuai peraturan yang berlaku. PTAR pun telah bekerjasama di bidang pendidikan, sains, penelitian, dan konservasi keanekaragaman hayati dengan beberapa perguruan tinggi, di antaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), dan Universitas Aufa Royhan di Padang Sidempuan. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain survei komposisi dan keanekaragaman flora dan fauna di Batangtoru serta pelatihan Pre-Land Clearing Fauna Inspection bersama tenaga ahli kehutanan dari Fakultas Kehutanan USU.
Secara rutin pula, setiap bulan Tim Terpadu bersama dengan Departemen Lingkungan PTAR memantau kualitas air sisa proses melalui pengambilan sampel air di Sungai Batangtoru. Pemenuhan kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe sesuai baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 202/2004 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan atau Tembaga, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.68/MENLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Di area Tambang Emas Martabe, PTAR memiliki fasilitas pembibitan tanaman (nursery) untuk membantu Program Reklamasi di area lahan yang telah final dengan menyediakan pasokan spesies pohon asli Batangtoru.
“Kami terus memastikan setiap pohon yang kami tanam adalah bibit terbaik dan akan kami rawat secara berkala. Setiap tahun, tim dari Kementerian ESDM mengkaji dan menilai tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman reklamasi dan kondisi kawasan secara keseluruhan untuk memastikan kegiatan reklamasi-revegetasi perusahaan kami dilakukan dengan baik dan benar,” kata Wira.
PT Agincourt Resources menggelar Seminar “Strategi Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca” pada 27 Juni 2022 secara daring yang dihadiri sekitar 145 peserta dari PTAR, pemerintah daerah, dan perusahaan tambang lainnya. Dok: PTAR.
Hingga saat ini PTAR sudah menanam lebih dari 41.000 bibit pohon, sementara jumlah bibit tanaman lokal yang disiapkan di fasilitas nursery lebih dari 5.000 bibit.
Kepala DLH Sumatra Utara, Tengku Dianingrum, mengatakan PROPER diperlukan untuk mengingatkan komitmen para pelaku usaha dalam mengelola lingkungan demi tercapainya lingkungan yang lestari. PROPER juga dibutuhkan untuk meningkatkan penataan dalam pengendalian dampak lingkungan di sekitar lokasi tambang dan mendorong terwujudnya pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Pemulihan lingkungan bertujuan menjaga kelestarian lingkungan yang merupakan pekerjaan kita bersama. Kita harus punya mindset untuk berkontribusi mewujudkan net zero emission. Maka yang perlu dilakukan salah satunya memanfaatkan bahan bakar alternatif yang lebih rendah emisi karbon seperti biomass dan biofuel,” ujar Tengku.
Apresiasi positif terhadap PTAR diungkapkan Dinas ESDM Sumatra Utara. Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas ESDM Sumatra Utara, Budi Batubara, mengatakan PTAR adalah satu-satunya usaha pertambangan mineral logam komoditas emas yang sudah berproduksi di Sumatra Utara dan telah memberikan kontribusi signifikan. Sepanjang 2021, PTAR menyumbang 96% dari total penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pertambangan di Sumatra Utara senilai total Rp 434 miliar.
“Kami berharap PTAR dan perusahaan lain melakukan efisiensi di lingkup lingkungan perusahaan dan melakukan konservasi energi,” ujarnya.
Sejumlah penghargaan dan sertifikat telah diraih PTAR atas inisiatifnya dalam mengelola lingkungan hidup, salah satunya Penghargaan Bisnis Berkelanjutan Indonesia untuk Kategori Tata Guna Lahan dan Keanekaragaman Hayati dari Global Initiatives dan PwC Singapura dan Indonesia. PTAR juga meraih Penghargaan Utama (Perak) Kategori Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Mineral (untuk pemegang izin Kontrak Karya) dari Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.
Seminar “Strategi Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca” dan Seminar “Menuju PROPER Hijau untuk Masa Depan Bumi” menutup rangkaian kegiatan yang digelar PTAR dalam rangka merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2022. Karyawan, masyarakat, pemerintah daerah, dan pelajar dilibatkan dalam rangkaian kegiatan.
Khusus untuk pelajar, PTAR menggelar Goes to School di SD 100707 Batangtoru, SMPN 1 Batangtoru, dan SMAN 1 Batangtoru secara bergiliran pada 20-22 Juni 2022. Di tiga sekolah tersebut, PTAR mensosialisasikan materi pengelolaan lingkungan di sektor pertambangan dan peran pelajar untuk menjaga lingkungan hidup sekitar. Selain itu, PTAR berbagi pengetahuan upaya pengelolaan lingkungan melalui metode biopori.
Senior Manager Environment, Health & Safety PTAR, Hari Ananto, mengatakan di tengah kondisi pandemi COVID-19, perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momen bermakna sebagai pengingat kita semua, termasuk pelajar, untuk menjaga kelestarian bumi demi masa depan bersama.
“Marilah kita tumbuhkan kesadaran peduli pada pelestarian bumi dari sekarang dengan cara tidak merusaknya dan tetap selalu menjaganya seperti kita menjaga rumah kita sendiri,” kata Hari.
Pelajar memang menjadi salah satu sasaran program edukasi PTAR selama ini. Selain Goes to School yang menyasar pelajar SD hingga SMA, PTAR telah menyelenggarakan E-Coaching Jam (ECJ) bagi mahasiswa dari berbagai universitas. Sejak 2014 hingga saat ini, ECJ berhasil menjembatani diskusi lebih dari 45 ahli pertambangan dan lebih dari 3.500 mahasiswa di Indonesia. (rel)
KEJAR KEMENANGAN:
Mohamed Salah harus bekerja keras dalam laga tandang, dinihari nanti.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Liverpool FC (LFC) akhirnya berhasil membujuk penyerang Mohamed Salah untuk bertahan. Kemarin (2/7), Salah bersedia memperpanjang durasi kontraknya hingga musim panas 2025 mendatang.
Kabar tersebut jelas melegakan LFC. Sebab, sebelum kemarin, ikatan Salah dengan klub juara Liga Champions enam kali itu rampung musim panas tahun depan.
Kontrak kerja baru tersebut membuat Salah mendapatkan gaji hampir dua kali lipat dari yang didapat sebelumnya.
Dari GBP 200 ribu (Rp 3,62 miliar) per pekan, kini gaji Salah disebutkan Daily Mail menjadi GBP 400 ribu (Rp 7,24 miliar) per pekan. Namun, ada juga yang menyebut GBP 350 ribu (Rp 6,33 miliar) per pekan.
Dengangaji tersebut, Salah kini jadi pemain bergaji tertinggi di Premier League.
Didunia, The Egyptian King –julukan Salah– kini nomor empat pemain bergaji tertinggi setelah trio lini depan Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, Lionel Messi, dan Neymar.
’’Keberhasilan (mempertahankan Salah) ini adalah penghargaan besar bagi Mike Gordon (presiden Fenway Sports Group, owner LFC) dan Julian Ward (direktur olahraga LFC),’’ puji der trainer LFC Jurgen Klopp dalam laman resmi klub.
Dua sosok tersebut memang jadi kunci di balik tuntasnya negosiasi kontrak dengan Salah yang sempat berbelit.
Sumber surat kabar Liverpool Echo dari internal LFC menyebut bahwa Ward dan Gordon langsung memutuskan terbang menemui Salah yang sedang berlibur di Mykonos, Yunani.
Upaya itu ditempuh setelah negosiasi dengan agen Salah, Ramy Abas Issa, berlangsung berlarut-larut dan tak juga menemui hasil. Termasuk permintaan bayaran GBP 500 ribu (Rp 9,05 miliar) per pekan.
Karena itu, video Salah stays yang mengumumkan perpanjangan kontrak Salah dalam unggahan laman resmi LFC dan akun-akun medsos resmi milik klub berlangsung di lokasi dekat pantai.
’’Tentu ini (negosiasi dengan Salah) membutuhkan sedikit waktu, tapi tak masalah dan hal-hal terbaik selalu layak ditunggu,’’ sebut Klopp.
Kloppo–sapaan akrab Klopp– menganggap besaran gaji per pekan yang didapatkan Salah itu sebagai hal normal. ’’Karena Mo (Salah) adalah salah satu pemain terbaik dunia,’’ sambung tactician yang membawa Salah ke Merseyside dari AS Roma itu.
Setidaknya, upaya Ward dan Gordon ini sudah mampu memagari Salah dari kejaran klub elite Eropa lainnya. Sebut saja Real Madrid yang sempat santer dikabarkan membidik jasanya musim panas ini.
Nyatanya, bukan Salah yang pergi, melainkan pasangan duetnya dalam beberapa musim terakhir, Sadio Mane.
’’Ini bakal jadi treatment spesial bagi pendukung kami untuk menikmati akhir pekannya lebih indah. Aku yakin akan ada beberapa perayaan setelah kabar bagus ini malam ini (kemarin, Red),’’ klaim Klopp.
Bukan hanya Klopp yang lega. Begitu pun rekan-rekan setim Salah seperti Virgil van Dijk.
Legenda LFC Jamie Carragher pun ikut mengapresiasi gerak cepat petinggi klub dalam mengamankan Salah.
Berkaca dari kasus ketika kehilangan Mane yang memilih angkat koper ke Bayern Munchen, Carra –sapaan akrab Carragher– menilai keputusan untuk memberikan nominal tinggi dalam bayaran per pekan Salah cukup krusial.
Maklum, selama ini belum pernah ada pemain LFC yang digaji sebesar Salah. Bahkan di era Carra sekalipun.
’’Dan, kami pun tahun berapa bayaran tertinggi yang didapatkan pemain top lain di klub lainnya,’’ ucap Carra yang juga pundit Sky Sports.
Musim lalu, walaupun di jajaran tiga besar penerima gaji tertinggi di LFC ada nama Salah, angka tertinggi hanya GBP 220 ribu (Rp 3,98 miliar) dan itu didapatkan Van Dijk.
Meski, Salah dalam ucapannya mengelak bahwa faktor uang yang jadi alasannya masih bersedia mengenakan jersey merah LFC sampai empat musim ke depan.
’’Aku merasa baik-baik saja di sini (LFC) dan aku tertantang untuk memenangi trofi untuk klub ini lagi pada musim-musim berikutnya,’’ klaim Salah.(jpc/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sikap Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang mengaku tidak mau ‘latah’ atau ikut-ikutan dengan kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang telah menyegel atau menutup outlet-outlet tempat hiburan malam Holywings di daerahnya masing-masing, mendapatkan dukungan dari Komisi I DPRD Kota Medan.
Senada dengan Bobby Nasution, Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan harus punya dasar yang kuat dalam melakukan penutupan tempat usaha di Kota Medan, termasuk untuk menutup dua outlet Holywings di Kota Medan yang berada di Jalan Ahmad Riva’i dan di Jalan Merak Jingga.
“Memang kita tidak boleh ‘latah’, nggak perlu ikut-ikutan dengan daerah lain. Sebab untuk menyegel atau menutup tempat usaha itu, pemerintah harus punya dasar yang kuat. Makanya kita menilai kebijakan pak wali (Bobby Nasution) ini sudah sangat tepat,” ucap Robi Barus kepada Sumut Pos, Minggu (3/7).
Dikatakan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan itu, pihaknya juga mengaku sangat menyayangkan adanya promosi minuman keras dengan menyematkan nama Muhammad dan Maria yang sudah melukai hati umat Islam dan Kristen.
“Namun polisi telah menetapkan 6 tersangka atas kasus itu. Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.
Robi menilai, sebagai pemerintah, Pemko Medan memang tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan dan sikap itu telah ditunjukkan oleh Bobby Nasution yang tidak mau ‘latah’ menutup dua outlet Holywings di Kota Medan.
“Pemimpin memang tak boleh gegabah. Sikap pak wali yang tidak mau ikut-ikutan menutup dua outlet Holywings di Kota Medan kita nilai sebagai sikap yang tidak gegabah. Bahkan meskipun pak wali mendapatkan desakan dari berbagai pihak untuk segera menutup dua outlet Holywings di Medan, beliau tetap tidak mau gegabah. Ini bentuk kedewasaan seorang pemimpin,” katanya.
Saat ini, sambung Robi, Pemko Medan melalui OPD terkait tengah mempelajari dan meninjau izin yang dimiliki dua outlet Holywings di Kota Medan. Bila nantinya ada izin yang belum lengkap, Komisi I telah meminta Pemko Medan untuk segera mendesak Holywings dalam mengurus dan melengkapi perizinannya.
“Ditambah lagi, yang kita lihat saat ini Holywings di Medan juga sudah menutup outletnya dengan kesadarannya sendiri. Sembari itu, Pemko tetap kita minta untuk meninjau perizinan mereka. Bila tidak lengkap, maka kita minta untuk dilengkapi. Kalau tidak dilengkapi juga, baru kita ambil langkah yang lebih tegas,” tuturnya.
Robi Barus menilai, langkah tidak gegabah dan sesuai prosedur yang dilakukan Bobby Nasution, akan memberikan dampak positif bagi perkembangan investasi di Kota Medan. Sebaliknya, bila pemerintah dengan mudahnya menutup usaha tanpa dasar yang kuat, maka para investor akan takut berinvestasi di Kota Medan.
“Dan situasi itu tidak boleh terjadi, sebab minimnya investasi yang masuk akan membuat Kota Medan lambat dalam berkembang. Kota Medan butuh banyak investor, namun bukan berarti investor bisa sesuka hati melanggar aturan. Untuk itu aturannya yang kita tegakkan sesuai prosedur, bukan menegakkan aturan karena terbawa suasana,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, usai mendapatkan imbauan dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi agar segera menutup dua outlet Holywings di Kota Medan, Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan tidak akan menutup tempat hiburan malam tersebut. Pasalnya, Bobby menilai bahwa Pemko Medan butuh dasar yang kuat dalam melakukan penutupan tempat usaha.
Namun begitu, Bobby berterimakasih kepada Edy Rahmayadi yang telah memberikan imbauan kepada dirinya.
“Terima kasih pak Gubernur sudah menyampaikan seruan kepada Pemko untuk tutup outlet Holywings. Namun, penutupan ini harus tetap ada aturan dan landasan yang kuat,” ucap Bobby, Jumat (1/7).
Dikatakan Bobby, dirinya tidak ingin menegakkan aturan hanya karena terbawa suasana. Kalaupun Holywings harus ditutup, tentu harus dengan dasar, landasan dan alasan yang kuat.
“Makanya saya sampaikan, penutupan ini jangan hanya, mohon maaf karena suasana seperti ini, kami ikutan menutup Holywings. Padahal landasan penutupan tidak kuat. Jadi Pemko Medan akan lihat landasannya nanti seperti apa. Secara norma adab dan hukumnya, kami akui mereka salah. Namun secara izinnya, (Holywings) masih kita proses,” pungkasnya.
(map/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area (FEB UMA) melaksanakan kerjasama/Memorandum of Agreement (MoA) dengan Cambridge Institute of Islamic Finance, University of Cambridge (CIIF UoC) secara virtual di Aula FEB UMA Jalan Setia Budi Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (30/6). Kerjasama ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas pengajaran dan penelitian dalam program internasional FEB UMA.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan oleh Dekan FEB UMA Ahmad Rafiki, BBA (Hons), MMgt, Ph.D, CIMA bersama dengan Prof. Dr. Humayan Dar selaku General Director dari CIIF. Penandatanganan ini juga disaksikan seluruh fungsionaris FEB UMA.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Administrasi Keuangan UMA Dr Ir Suswati MP menyampaikan bahwasannya Universitas Medan Area mendukung penuh dan mengapresiasi inisiatif atau terobosan program internasional FEB UMA ini.
Sementara itu, Dekan FEB UMA Ahmad Rafiki BBA (Hons) MMgt PhD CIMA menjelaskan bahwa isi dari kerjasama ini diantaranya untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang pengajar, penelitian dan publikasi untuk para civitas akademika FEB UMA.
“Selain itu, untuk melaksanakan kegiatan dalam perkembangan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dan dosen khususnya terkait dengan Program Kampus Merdeka,” jelas Ahmad.
Oleh sebab itu, Ahmad berharap dengan dilaksanakanannya kerjasama yang akan berlangsung selama 3 tahun ini, semoga kedua pihak berharap dapat saling mengimplementasikan kerjasama ini sesuai dengan kebutuhan pendidikan serta dapat terus berlanjut dan berkembang ke dalam aktivitas akademik lainnya.
Selain penandatanganan kerjasama, acara ini juga dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. Humayan Dar dengan tema ‘Future Islamic Finance in The Wake of Technological Revolution’ yang diikuti sebanyak 276 orang. Kemudian, acara yang berlangsung selama dua jam ini dilanjutkan dengan diskusi bersama dan diakhiri foto bersama. (map)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui Digitalisasi UMKM agar produktivitasnya dapat meningkat. Pemerintah juga terus mendorong partisipasi UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital melalui dua pendekatan utama yakni penguatan Ekosistem UMKM dan penguatan Ekosistem e-Commerce. Selain itu, Pemerintah juga meningkatkan dukungan pemberdayaan dan akses pasar UMKM atau IKM Digital melalui berbagai program, di antaranya Program Bangga Buatan Indonesia, e-katalog LKPP, dan QRIS.
Dalam Seminar Nasional di Universitas Negeri Semarang yang bertajuk “Make a Great Business with Innovation and Enterpreneurship”, Jumat (1/07), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual mengharapkan para cendekiawan dan mahasiswa dari dapat memadukan ilmu dan kemampuan untuk membaca kesempatan berusaha, sehingga jumlah wirausaha yang lahir dari perguruan tinggi semakin meningkat.
“Bagi mahasiswa yang ingin berwirausaha, Pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pembiayaan yang terintegrasi. Bagi pengusaha pemula yang baru merintis usaha mikro dan kecil, ada beberapa program lain seperti KUR Super Mikro, KUR Reguler, dan pembiayaan dengan kredit komersial,” ungkap Menko Airlangga.
Lebih lanjut, Menko Airlangga mengatakan bahwa kolaborasi antara Universitas dengan Pemerintah juga perlu dilakukan dalam mendukung program inklusi keuangan.
“Saya berharap Universitas juga dapat meningkatkan perannya tidak hanya untuk tempat pembelajaran, tetapi juga mendorong literasi keuangan kepada para mahasiswa yang tentunya juga akan menjadi bekal untuk berwirausaha,” lanjut Menko Airlangga.
Selain itu, Menko Airlangga juga mengatakan bahwa Pemerintah telah berkomitmen mendukung para generasi muda untuk mengembangkan diri melalui berbagai program keterampilan.
“Dukungan Pemerintah untuk perkembangan keterampilan digital ada dari level basic hingga advance. Dukungan program tersebut antara lain seperti Kartu Prakerja, Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, Digital Leadership Academy dan Sea Labs Academy,” ujar Menko Airlangga.
Hal tersebut dilakukan untuk mendukung penduduk usia produktif yang mencapai lebih dari 191 juta orang dan mayoritas merupakan Generasi Z dan Generasi Milenial. Generasi saat ini diharapkan dapat mengoptimalkan berbagai peluang digitalisasi di berbagai sektor. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030.
“Ini akan menjadi peluang besar bagi ekonomi Indonesia dan tentunya ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan talenta digital juga sangat diperlukan untuk mengakselerasi jumlah wirausaha di Indonesia,” tegas Menko Airlangga.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa khusus Kartu Prakerja, dalam dua tahun terakhir telah diteruma oleh lebih dari 12 juta penerima.
“Program Kartu Prakerja telah membantu sepertiga dari penerimanya yang sebelumnya tidak mendapat pekerjaan menjadi bekerja, baik menjadi wirausaha maupun karyawan. Selain itu, berbagai lembaga internasional, contohnya UNESCO, juga ikut meng-endorse Program Kartu Prakerja,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fsr/adv/*)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Industri olahraga di Indonesia memiliki pangsa pasar yang besar dan turut berkontribusi bagi perekonomian nasional. Industri olahraga juga diproyeksikan menjadi industri modern berskala global yang diharapkan dapat memberi nilai tambah secara signifikan. Pemerintah selalu berupaya untuk mendukung dan memfasilitasi industri olahraga agar dapat terus berkembang.
Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kedatangan satu-satunya pembalap Indonesia yang saat ini berlaga di gelaran MotoGP pada kelas Moto3 dan telah menorehkan berbagai prestasi yakni Mario Suryo Aji, di kediaman Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (2/07).
Dalam perbincangan yang akrab dan santai, Mario Aji menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan oleh Menko Airlangga selama berlaga di Moto3 dengan kapasitas mesin 250 cc. “Mario menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menko Airlangga atas dukungan yang diberikan oleh Bapak hingga saat ini,” tutur Mario.
Mario Aji telah berkecimpung dalam dunia balap motor sejak usia 5 tahun yang dimulai dengan latihan menggunakan mini motocross. Karir Mario Aji kemudian mulai melejit pada 5 tahun belakangan yang dimulai dari kejuaraan balap motor Repsol dan hingga saat ini berhasil masuk dalam balapan Moto3 dengan usia yang masih belia yaitu 18 tahun.
Saat berlaga di Moto3 Mandalika beberapa waktu yang lalu, Mario Aji bersama rekan satu tim yang berasal dari Jepang dan Thailand didukung oleh pabrikan Honda. Dalam menggeluti dunia balap motor, Mario Aji mengagumi sosok Marc Marquez yang dinilai memiliki motivasi tinggi serta sikap ramah pada sesama pembalap bahkan ketika di luar lintasan. Ke depannya, pembalap yang sempat menorehkan prestasi dua kali start di barisan terdepan (front row), berharap dapat terus memperoleh dukungan Pemerintah terkait proyeksi untuk masuk dalam kualifikasi Moto2 pada tahun depan dan MotoGP dalam 5 tahun ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Mario Aji yang dikenal juga sebagai jagoan di lintasan basah berkesempatan menyerahkan memorabilia berupa helm bertandatangan dirinya yang selama ini digunakan untuk membalap kepada Menko Airlangga. “Mario lebih menyukai overtake dari lintasan luar atau dalam?,” tanya Menko Airlangga. Mario Aji mengungkapkan lebih menyukai overtake dari lintasan dalam, karena untuk melakukan overtake dari lintasan luar akan less grip dan lebih berisiko.
Lebih lanjut Menko Airlangga juga menanyakan perihal keberlangsungan sekolah dari Mario Aji yang saat ini tengah menduduki kelas XI di Magetan dan sementara ini lebih banyak berlatih bersama tim di Barcelona, Spanyol.
Menutup perbincangan tersebut, Menko Airlangga sampaikan harapan agar terus meningkatkan semangat berlatih dan mencetak prestasi. Semangat tersebut tentunya akan dibarengi pula dengan optimisme dan dukungan Pemerintah melalui penyediaan fasilitas maupun kebijakan pengembangan sektor olahraga.
Sebagai informasi, khusus pada cabang olahraga balap motor, Indonesia telah berhasil mengadakan gelaran MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika pada 18-20 Maret 2022 lalu. Melalui event tersebut telah dihasilkan multiplier effect dengan dampak yang dirasakan mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah Lombok Tengah, peningkatan omset sektor wisata seperti akomodasi dan transportasi wisatawan, hingga peningkatan peluang bagi UMKM untuk dapat mengenalkan berbagai produknya secara global. (dft/fsr/adv/*)