Home Blog Page 2615

Ungkap Jaringan Narkoba Lewat Cargo, BNN Sumut Sita Sabu 32 Kg

PAPARKAN: Kepala BNNP Provinsi Sumut, Brigjen Toga Panjaitan saat memaparkan kasus jaringan narkoba modus pengiriman sabu-sabu lewat cargo, di di Pelataran Gedung BNNP Sumut, Kamis (9/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Wilayah Sumut mengungkap jaringan narkoba modus pengiriman sabu-sabu lewat cargo. Dari pengungkapan ini, petugas menyita barang bukti sabu seberat 32 kilogram (kg) dan empat tersangka.

Kepala BNNP Provinsi Sumut, Brigjen Toga Panjaitan didampingi Kepala Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Wilayah Sumut, Parjiya mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula adanya laporan dari masyarakat, yakni pengiriman narkoba ke sejumlah provinsi melalui jasa ekspedisi. “Adanya informasi pengiriman sabu dari Medan ke Provinsi lain,” ujar Toga, di Pelataran Gedung BNNP Sumut, Kamis (9/6).

Atas informasi tersebut, Bea dan Cukai bersama BNNP Sumut kemudian melakukan penyelidikan.

“Pada 30 Mei 2022, tim mendapatkan satu paket berisi sabu di Regulated Agent PT Apollo Kualanamu, Bandara Kualanamu Internasional. Setelah dicek sabu-sabu seberat 3 kg yang dibungkus dengan badcover itu dikirim melalui jasa ekspedisi Sicepat Pangkalan Mansyur, yang berada di Jalan Karya Kasih, Kecamatan Medan Johor,” paparnya.

Ia menerangkan bahwa, paket sabu itu rencana dikirim ke Provinsi Banten. “Lengkap tertulis alamat yang ditujukan beserta nomor ponsel pengirim dan penerima,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan, sambung Toga, ternyata pengirim dengan modus yang sama sebelumnya telah berhasil mengirim sebanyak tiga kali. “Pengirim yang sama telah mengirim paket yang sama sebanyak tiga kali. Pertama, mengirim ke Kota Bogor seberat 1 kg sabu, ke Palembang seberat 1 kg dan Surabaya seberat 5 kg,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tim kemudian melakukan pengembangan untuk mengejar pelaku yang mengirim paket tersebut. “Kita mengamankan dua tersangka berinisial M, warga Jalan Bromo, Kecamatan Medan Denai dan RJ, warga Jalan Pembangunan Menteng, Kecamatan Medan Denai, saat berboncengan mengendarai sepeda motor BK2742AEA, di Jalan Karya Kasih Medan,” imbuhnya.

Setelah diinterogasi, jelasnya, tersangka M mengaku kalau dirinya yang mengirimkan sabu dari jasa ekspedisi itu. “Tersangka ini mengaku kalau mengantar paket sabu itu ke ekspedisi bersama temannya APN, warga Jalan Medan-Binjai,” sebutnya.

Selanjutnya, kata Toga, tim mengejar APN yang sedang berada di rumah M. “Setelah ditangkap, mereka mengaku kalau disuruh RJ. Kemudian kita mengembangkan untuk mencari barang bukti lainnya di rumah kos RJ dan ditemukan barang bukti 24 kg sabu,” terangnya.

Tidak sampai disitu, tambahnya lagi, tim kemudian menangkap kekasih RJ yakni DPY yang menyimpan barang bukti alat timbang sabu-sabu.

“Total ada empat tersangka dan sabu 32 kg, dengan rincian 24 kg dari rumah tersangka, 3 kg dari cargo Bandara Kualanamu dan 5 kg dari cargo bandara di Surabaya,” tegasnya.

Pihaknya saat ini masih mengembangkan kasus narkoba modus pengiriman lewat jasa ekspedisi. “Awalnya para tersangka ini disuruh napi LP Tanjunggusta untuk menjemput 40 kg sabu di Tanjungbalai. Kemudian 40 kg ini rencananya akan dikirim ke beberapa Provinsi lainnya. Kita masih mengembangkan kasus ini,” pungkasnya. (dwi/azw)

Mantan Bupati Samosir Akui Setujui Pencairan Dana Rp1,8 M

SAKSI: Mantan Bupati Samosir Rapidin Simbolon, dihadirkan sebagai saksi dugaan korupsi dana Covid 19 secara virtual di Ruang Tipikor Medan, Kamis (9/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Bupati Samosir Rapidin Simbolon dihadirkan sebagai saksi dugaan korupsi dana Percepatan Penanggulan Covid 19, yang menjerat Sekretaris Daerah (Sekda) Samosir non aktif Jabiat Sagala, secara virtual di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (9/6). Bupati Samosir periode 2016-2021 itu, tidak hadir langsung ke persidangan melainkan dilakukan secara daring dari Jakarta.

Dalam sidang tersebut terungkap sejumlah fakta bahwa Rapidin mengakui telah mengeluarkan sejumlah Surat Keputusan yang berhubungan dengan penanganan Covid 19. Termasuk SK penetapan Status Siaga darurat yang didakwakan jaksa dikeluarkan tanpa adanya kajian.

“Iya, saya ada menerbitkan beberapa surat keputusan yang ditandatangani berdasarkan ajuan dari bawahan saya,” ucap Rapidin yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut.

Namun belakangan, usai dicecar Tim Penasihat Hukum para terdakwa Rapidin mengakui tidak pernah ikut rapat. “Bapak menetapkan status siaga darurat, tapi tak pernah hadir rapat. Mulai tanggal 17 sampai 31 ada rapat Gugus Tugas, tapi bapak tak pernah hadir padahal di situ ada evaluasi dan pelaporan kegiatan yang dilakukan,” ucap PH terdakwa, Jaingat Sihaloho.

Menjawab hal tersebut, Rapidin mengaku saat itu ia harus mengerjakan hal lainnya sehingga semua diserahkan kepada ketua Gugus Tugas yakni terdakwa Jabiat.

“Yang kita tangani saat itu sangat banyak. Tidak semua bupati yang menangani karena kita sudah melimpahkan tugas ke bawahan saya,” ucapnya.

Meski tidak pernah ikut rapat, Rapidin mengakui telah menyetujui pencairan dana tak terduga untuk penanganan Covid 19 senilai Rp1,8 miliar.

Yang mana kata dia, dana Penanganan Penanggulangan Bencana Non Alam Covid 2019 Status Siaga Darurat itu, sebesar Rp1.880.621.425, yang bersumber dari anggaran untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kabupaten Samosir Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp3 miliar. “Saya setujui karena sudah ada tanda tangan dari Forkopimda,” ujarnya.

Usia mendengar keterangan saksi, Majelis Hakim yang diketuai Sarma Siregar menunda sidang dan akan melanjutkan sidang pada pekan depan.

Diberitakan sebelumnya, selain Jabiat terdapat tiga terdakwa lainnya dalam perkara ini, yakni Mahler Tamba selaku mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir merangkap sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). (man/azw)

Polsek Patumbak Tangkap Tersangka Curas di Warung

Tangkap-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Patumbak membekuk seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), di Jalan Garu VI, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (8/6).

Pelaku berinisial IPL alias Nuel (22), warga Jalan Bajak V, Kampung Coklat Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas.

Dari pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa dua bungkus rokok merek ternama dan dua kunci warung milik korban berinisial UAS (41).

Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit Reskrim, AKP Ridwan mengatakan, pada Rabu, 8 Juni 2022, sekira pukul 10.00 WIB, Kanit Reskrim Amdan, Panit Iptu Harles Gultom bersama anggota lainnya melaksanakan mobile di seputaran Jalan Sisingamangaraja Medan, untuk antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan kejahatan jalanan lainnya.

Sekira pukul 11.00 WIB, Faidir menerima informasi dari warga bahwa ada terjadi gangguan Kamtibmas tepatnya di Jalan Garu VI Medan Amplas.

 

Selanjutnya, dia pun langsung menghubungi Kanit Reskrim dan memerintahkan untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan terkait informasi tersebut.

Setibanya di Jalan Garu VI Medan Amplas, Tekab Unit Reskrim Polsek Patumbak melihat korban sedang mengejar pelaku. Korban sempat berhasil meraih baju yang digunakan pelaku yang berusaha melepaskan diri dengan cara meronta-ronta dan sambil memukuli wajah korban berkali-kali hingga mengenai mata korban sebelah kiri.

“Korban merasa sudah tidak tahan lagi karena dipukuli oleh pelaku sehingga pelaku berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadiannya ke polisi,” ungkap Ridwan. (dwi/azw)

Pihaknya pun langsung memerintahkan tim untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri dengan melompati pagar tembok rumah warga yang berada di sekitar tempat kejadian.

“Korban menerangkan bahwa pelaku masuk ke warung pada saat korban sedang ke dalam rumah, yang mana warungnya dalam keadaan terbuka dan tidak ada yang jaga,” bebernya.

Dikatakannya, korban melihat pelaku masuk ke warung dan langsung membuka laci tempat penyimpanan uang serta mengambil rokok yang ada di warung miliknya.

 

“Tidak jauh dari lokasi kejadian, pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti dan selanjutnya dibawa ke Polsek Patumbak. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara minimal 5 tahun,” tandasnya. (dwi/azw)

 

 

 

 

 

Adik Tewas Ditebas Abang Kandung

DIAMANKAN: Anggota Satreskrim Polres Dairi mengapit tersangka pembunuh adik kandung, MP (56) yang ditangkap, Kamis (9/6).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Risson Purba (37) warga Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, ditemukan tewas di dalam rumah. Diduga korban, dibunuh abang kandung berinisial MP (56) alamat sama, Rabu (8/6) malam. Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Rismanto Purba bersama Kasie Humas Polres, Iptu Donny Saleh, Kamis (9/6) dikonfirmasi, membenarkan kasus diduga pembunuhan tersebut.

Rismanto menerangkan, kasus pembunuhan diketahui atas informasi dari masyarakat setempat. Begitu menerima informasi, pihaknya menurunkan tim ke tempat kejadian perkara dipimpin Kanit Resum, Ipda Parlindungan Lumbantoruan.

Begitu tiba di lokasi, benar ada ditemukan satu orang laki-laki dewasa bernama, Risson Purba sudah dalam keadaan meninggal dunia namun keadaan sudah dibersihkan dan pakaiannya sudah diganti pihak keluarga. Namun, karena informasi awal adalah kasus pembunuhan. Selanjutnya, tim operasional Polres bersama personel Polsek Parbuluan, melakukan penyelidikan kasus itu dan mencari pelaku.

Lalu, petugas menginterogasi abang kandung korban yakni MP. Terhadap Polisi, MP yang juga abang kandung Risson, mengakui telah membunuh adiknya itu menggunakan sebilah parang milik korban.

Rismanto menerangkan, bahwa sebelum terjadi pembunuhan malam itu, korban datang ke rumah tersangka dalam kondisi mabuk serta marah-marah sambil bawa sebilah parang. Korban mengancam tersangka sembari berkata akan membunuh abangnya malam itu.

Mendengar perkataan adiknya itu, MP memperingatkan agar tidak melakukanya. Pertengkaran pun terjadi. MP diserang korban pakai parang.

Selanjutnya, tersangka merebut parang dipegang adiknya lalu membacok bagian lengan kanan korban. Lengan kanan korban pun terluka dan terjadi pendarahan.

Setelah melakukan pembacokan, tersangka meninggalkan korban di dalam rumahnya. Lalu pelaku ke luar rumah dan duduk di teras rumah.

Tidak lama berselang, datang saudara perempuan korban dan pelaku kerumah pelaku dan menemukan korban sudah meninggal dunia di ruang tamu rumah pelaku.

Rismanto menambahkan, saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Dairi guna proses hukum lanjut. Sedangkan, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak untuk diotopsi.(rud/azw)

Gugus Tugas Reforma Agraria Tangani Ketimpangan Kepemilikan dan Penguasaan Lahan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah mendorong Program Strategis Nasional Reforma Agraria yang juga berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional. Program tersebut berkontribusi melalui penataan aset dengan redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sebagai modal usaha produktif, dan penataan akses atau kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memberikan bantuan permodalan, bantuan sarana produksi, akses pemasaran, serta pelatihan dan pendampingan usaha kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dibentuk sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk mendukung percepatan pelaksanaan Program Strategis Nasional Reforma Agraria.

Dalam acara puncak GTRA Summit 2022 di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/06), Presiden Joko Widodo mengharapkan GTRA dapat segera mengintegrasikan dan memadukan seluruh Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah, untuk bekerja dengan tujuan yang sama yaitu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat agar sengketa lahan bisa diselesaikan. Presiden juga menegaskan bahwa semua harus mengikuti dan mendukung Kebijakan Satu Peta.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Tim Reforma Agraria Nasional yang turut hadir secara virtual dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pertemuan GTRA merupakan hal yang sangat penting dan strategis ditengah upaya untuk terus melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi Covid-19.

“Saya mengapresiasi GTRA yang telah bekerja keras untuk melaksanakan Program Reforma Agraria guna mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan lahan, utamanya untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Cipta Kerja, Pemerintah menyusun Peta Indikatif Tumpang Tindih Izin Pemanfaatan Ruang (PITTI) untuk menyelesaikan ketidaksesuaian izin usaha dan hak atas tanah.

“Berkaitan dengan hal ini, kami harapkan dukungan dan kerjasama semua pihak, khususnya Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota, agar kita bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Reforma Agraria demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa dalam upaya akselerasi pemulihan ekonomi, Pemerintah terus melanjutkan Program PEN di tahun 2022 dengan alokasi anggaran sebesar 451,64 triliun rupiah dengan tiga pilar yakni kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi.  Selain itu, Pemerintah terus mendorong perbaikan iklim investasi dengan berbagai reformasi regulasi yang tentu diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Hal lain yang juga tengah didorong Pemerintah adalah Presidensi Indonesia dalam Forum G20. Dengan keberadaan Indonesia di panggung dunia, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan perdagangan dan investasi.

“Oleh karena itu, kemudahan investasi perlu didorong oleh para Pemerintah Daerah agar tercipta lapangan kerja yang lebih luas dan terjadi akselerasi pemulihan ekonomi untuk masyarakat,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fsr/*)

4 Pilar Kebangsaan, Solusi Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Permasalahan kebangsaan seperti intoleransi suku, agama, dan ras, hanya dapat terselesaikan bila setiap warga negara menghayati dan mengimplementasikan 4 pilar kebangsaan. Adapun 4 pilar kebangsaan itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggah Ika.

“Keempat pilar kebangsaan itu merupakan kesepakatan dari pendiri bangsa dan negara yang digali dari nilai-nilai luhur dari seluruh bangsa Indonesia,” kata Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hendrik H Sitompul saat melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Catholic Center Medan, Kamis (26/5/2022) lalu.

Menurut Hendrik, nilai nila luhur yang digali itu tentu hal hal yang baik dan benar, sehingga dapat kita jadikan sebagai sumber jawaban atas permasalahan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Saya yakin dan percaya apabila setiap warga negara Indonesia menghayati dan mengamalkan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan, masalah-masalah kebangsaan seperti intoleransi, suku, agama, dan ras, tidak akan ada lagi di Indonesia,” tegas Hendrik di hadapan puluhan peserta yang hadir.

Tidak hanya sebagai jawaban atas masalah kebangsaan, permasalahan seperti korupsi juga akan hilang minimal berkurang, karena seseorang yang menghayati dan mengamalkan 4 pilar kebangsaan pasti memliki integritas yang tinggi. “Orang yang memiliki Integritas tinggi cenderung tidak akan melakukan korupsi, dan seseorang yang menghayati dan mengamalkan 4 pilar kebangsaan tentu sudah pasti memiliki integritas,” tambah Alumnus Lemhanas PPRA 52 ini.

Pada kesempatan itu, Hendrik mengajak masyarakat agar menghayati dan mengamalkan 4 pilar dalam kehidupan karena dengan itu, apa yang dicita-citakan menjadikan Negara Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil dan makmur akan terwujud. “Jadi saya mengajak kita semua, untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari hari untuk mewujudkan Indonesia, berdaulat adil dan makmur,” pungkas Hendrik. (adz)

Realisasi Anggaran Tak Capai Target, Bobby Warning OPD

RAPAT: Wali Kota Medan Bobby Nasution pimpin Rapat Evaluasi Serapan Anggaran Pemko Medan di Balai Kota, Rabu (8/6/2022).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution menekankan kepada seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan agar mengoptimalkan realisasi belanja daerah yang sudah dialokasikan. Hal itu dilakukan agar masing-masing OPD, termasuk kecamatan dapat mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Terutama, menyangkut lima program prioritas yakni penanganan kesehatan, infrastruktur jalan, banjir, kebersihan dan kawasan heritage guna meningkatkan perekonomian yang kini menjadi fokus Pemko Medan.

“Di awal sudah kita sepakati realisasi target yang harus tercapai. Jika OPD yang anggarannya tidak mencapai target, maka pada P-APBD nanti anggarannya akan dikurangi. Khususnya bagi dinas yang masuk dalam lima program prioritas, jika realisasi anggarannya belum mencapai target dan tidak memungkinkan anggarannya dikurangi, maka kepala dinasnya akan dievaluasi,” tegas Bobby Nasution saat memimpin Rapat Evaluasi Serapan Anggaran Pemko Medan di Balai Kota, Rabu (8/6).

Didampingi Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Administrasi Umum Renward Parapat dan Kepala Bappeda Benny Iskandar, Bobby selanjutnya menyampaikan, penyerapan atau realisasi anggaran dari masing-masing OPD sangat penting dilakukan agar dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.

“Awal Triwulan I sudah disepakati bagaimana realisasi anggaran harus benar-benar diperhatikan, sehingga dilakukan penambahan waktu untuk mencapai hal tersebut. Makanya, di Triwulan II Semester I ini dilakukan Kembali evaluasi kembali guna melihat apakah OPD atau kecamatan sudah mencapai target anggaran yang telah ditetapkan tersebut,” ungkapnya.

Terkait itu, bagi OPD maupun kecamatan yang belum mencapai target hingga Triwulan II Semester I ini, Bobby memberikan tenggang waktu hingga akhir Juni ini agar dapat mencapai target yang telah sepakati bersama. Untuk itu, bilangnya, OPD maupun kecamatan tersebut harus dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran hingga tiga minggu ke depan.

Dalam rapat tersebut, orang nomor satu di Pemko Medan ini berpesan kepada seluruh camat untuk mengingatkan para lurahnya yang belum memenuhi target menggunakan dana kelurahan agar segera merealisasikannya. “Bagi kelurahan yang tidak mencapai target, maka dana kelurahan tersebut nantinya akan diberikan kepada kelurahan yang telah melampaui target dan masih membutuhkan dana untuk melakukan pembangunan,” pungkasnya. (rel)

Jelajah Pesona Pulau Sumatera Bersama All New NMAX 155 Connected ABS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak diluncurkan di akhir tahun 2019, reputasi All New NMAX 155 Connected ABS sebagai motor yang andal untuk kegiatan touring semakin terbukti melalui kisah perjalanan jarak jauh yang kerap dilakukan oleh para penggunanya.

Kali ini giliran Amin Pandawa (34), seorang anggota komunitas Indonesia Max Owner (IMO) yang membagikan kisah ketangguhan skutik Maxi Yamaha tersebut melalui pengalaman Tour de Sumatera yang tengah diikutinya sejak 31 Mei 2022 lalu.

Kegiatan touring yang memiliki misi untuk mempromosikan kembali pariwisata Indonesia, khususnya di pulau Sumatera pasca pandemi ini, dilakukan Amin bersama tiga rekannya dengan mengambil rute keberangkatan dari Jakarta dan berakhir di Aceh.

Total jarak yang mereka tempuh mencapai lebih dari 3.000 kilometer dengan melintasi 8 provinsi (Jakarta, Banten, Lampung, Sumsel, Jambi, Sumbar, Sumut, Aceh) yang memakan waktu selama 6 hari perjalanan.

“Tour de Sumatera merupakan salah satu kegiatan touring ekspedisi terjauh yang IMO lakukan di tahun ini. Tujuannya selain untuk memberikan semangat terhadap kebangkitan pariwisata nasional setelah pandemi, kami juga ingin mengajak para teman-teman Max Owner yang ada di berbagai chapter di Indonesia untuk kembali aktif dan menikmati aktivitas berkendara bersama motor Maxi Yamaha mereka,” terang Amin sang pemerakarsa kegiatan Tour de Sumatera.

Selama perjalanan, Amin beserta rekan-rekanya setidaknya telah menyambangi 5 destinasi alam unggulan yang ada di sepanjang pulau Sumatera untuk kemudian mereka promosikan melalui media sosial. Mulai dari Way Kambas di Lampung, Danau Kerinci di Jambi, Ngarai Sianok di Bukit Tinggi, Danau Toba di Medan, hingga Tugu Nol Kilometer di Kota Sabang, Aceh yang juga menjadi titik akhir dari perjalanan ekspedisi.

Meskipun harus menempuh jarak sejauh ribuan kilometer dengan melewati kondisi jalan Sumatera yang medannya beragam seperti dataran tinggi pegunungam dan pesisir pantai yang panas serta berpasir, namun Amin mengatakan bahwa All New NMAX 155 Connected ABS yang dikendarainya sama sekali tidak mengalami kendala yang berarti. Bahkan dirinya mengaku merasa sangat nyaman dan percaya diri menggunakan motor tersebut tatkala harus blusukan ke berbagai tempat wisata dengan medan jalan yang rusak.

“Ini bukan kali pertama saya touring jarak jauh pakai All New NMAX, sebelumnya pernah juga jelajah Pulau Sulawesi sejauh lebih dari 1.000 kilometer pakai motor ini dan alhamdulilah aman tidak pernah ada masalah. Kali ini touring lintas Sumatera juga sama, kondisi motor aman-aman aja. Saya pribadi menilai All New NMAX itu adalah motor yang sangat pas untuk para pecinta touring karena posisi berkendara nyaman, fiturnya lengkap, tarikan enak dan juga kaki-kakinya kuat, hampir tidak ada kekurangan. Motor ini sangat support untuk riding kemana saja, kemarin saat masuk ke wilayah Taman Nasional Way Kambas di Lampung dan Juga Ngarai Sianok di Bukit Tinggi itu jalannya jelek banget dan banyak tanjakan terjal, tapi motor ini (All New NMAX 155 Connected ABS) sanggup masuk kesana,” tambah Amin.

Sebagai pecinta touring yang kerap melakukan perjalanan lintas kota ke berbagai daerah, Amin mengaku cukup aktif menggunakan motor All New NMAX 155 Connected ABS miliknya. Sejak pertama kali dibeli pada November 2020, saat ini kilometer motor tersebut sudah tembus hampir 70.000 kilometer. Namun, untuk menjaga performa mesin dan kondisi motor tetap prima agar nyaman dikendarai sehari-hari maupun saat perjalanan jauh, Amin berkata kuncinya ada pada perawatan rutin.

“Salah satu faktor utama yang membuat motor saya selalu nyaman dan tidak pernah bermasalah selama touring adalah karena rutin melakukan servis di bengkel resmi. Bahkan biasanya, sebelum dan sesudah touring jarak jauh motor selalu saya bawa ke bengkel untuk dicek,” tutup Amin.

Bagi para pengguna sepeda motor Yamaha, kemudahan dalam mendapatkan informasi terkait pelayanan purna jual saat ini bisa dilakukan dengan mengakses aplikasi My Yamaha Motor. Karena melalui aplikasi tersebut, konsumen bisa memanfaatkan beragam fitur yang ada didalamnya untuk melakukan perawatan sepeda motor Yamaha yang dimiliki secara lebih praktis.

Adapun fungsi layanan yang terdapat pada aplikasi My Yamaha Motor, yaiut fitur Booking Service, Informasi Penggunaan Kartu Servis Gratis dan Kartu Servis Berkala, Pesan Pengingat Servis, Informasi Riwayat Servis, Informasi Kartu Garansi dan Buku Manual secara digital serta Informasi Pencarian Dealer, termasuk yang memiliki layanan Service Kunjung Yamaha (SKY).

Sementara itu bagi para pengguna Connected model Yamaha seperti All New NMAX 155 Connected ABS, juga bisa memanfaatkan aplikasi Y-Connect yang memiliki beragam fungsi pendukung untuk memudahkan konsumen mendapatkan informasi terkait data berkendara dan kondisi sepeda motornya.

Beberapa fungsi yang teradapat pada aplikasi Y-Connect meliputi notifikasi pesan dan telfon masuk, lokasi parkir terakhir motor saat terhubung dengan aplikasi, notifikasi malfungsi, data konsumsi bahan bakar, kondisi oli dan aki sepeda motor, Revs Dashboard yang dilengkapi dengan eco indicator, serta fitur Rank yang memungkinkan para pengguna connected model Yamaha untuk slaing berkompetisi dari segi jarak tempuh (mileage) dan efisiensi bahan bakar (eco-point). (dek)

TOURING: Rombongan touring jelajah Sumatera diabadikan bersama. (Ist)

Dishub Dairi & BPTD 2 Sumut Operasi Pemeriksaan KIR

PERIKSA: Tim gabungan memeriksa kenderaan dalam operasi pemrriksaan KIR dilakukan Dishub Dairi dan BPTD wilayah 2 Sumut. SUMUTPOS.CO/Komimfo Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan kabupaten Dairi bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah 2 Sumatera Utara.

Menggelar operasi tim pelaksanaan inspeksi audit pemantauan sistem manajemen keselamatan perusahaan angkutan umum, Rabu (8/6/2022).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop, Kamis (9/6/2022) mengatakan, operasi melibatkan TNI-Polri digelar di 2 lokasi yakni di jalan Sisingamangaraja dan jalan Sidikalang-Medan tepatnya Simpang Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo.

Adapun sasaran operasi, angkutan umum dan angkutan barang, ucap Iswan. Diterangkan Iswan, menurut Kepala Dinas Perhubungan Dairi, Parulian Sihombing, tujuan operasi untuk menjamin keselamatan atau meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas di jalan raya.

“Operasi dilakukan terhadap kenderaan dilintasan jalan nasional Sidikalang-Medan tepatnya di Simpang TWI Sitinjo, baik yang masuk maupun yang mau keluar dari Dairi. Kita harapkan operasi ini memberikan kesadaran kepada para pengusaha angkutan umum maupun angkutan barang, mengurus kelengkapan KIR,” ujarnya.

Ditambahkan Iswan, menurut Parulian, gedung pengujian KIR Dishub Dairi sudah kembali beroperasi sejak, 6 Juni 2022. Sementara itu, penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan, Folider Bakara mengatakan, operasi kali ini belum melakukan penindakan bagi kenderaan yang belum melengkapi administrasi KIR.

Pihaknya hanya melakukan pembinaan supaya pengemudi angkutan melengkapi administrasi, agar kendaraan layak jalan.

“Kita periksa kendaraan, jika memang surat uji KIR tidak lengkap, mereka kitabarahkan ke gedung pengujian KIR yang sudah disiapkan,” ucapnya. Hadir Kepala Seksi Lalulintas BPTD wilayah 2 Sumut, Indrawati.(rud).