Home Blog Page 2632

Buka Raker Kwarda Sumut, Edy: Didikan Pramuka Jadikan Saya Gubernur

HADIR: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghadiri Rapat Kerja Kwarda Pramuka Sumut 2022 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kamis (2/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pendidikan Pramuka dapat membentuk kepribadian yang tangguh dan cinta Tanah Air. Bahkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengakui, hasil didikan Pramuka yang didapatkan dari sejak SD, jadi satu bekal yang mengantarkannya menjadi gubernur saat ini.

Hal itu disampaikan Edy saat membuka Rapat Kerja (Raker) Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (2/6).

“Didikan ini (Pramuka) yang akhirnya menjadikan saya sebagai seorang gubernur. Rasa cinta, sayang, kasih terhadap Tanah Air, saya dapat dari Pramuka,” ungkap Edy, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Sumut.

Lebih lanjut Edy menuturkan, sejak SD dia sudah mengikuti Pramuka. Dia pun sudah terbiasa baris-berbaris sebelum masuk tentara. Bahkan saat itu, Edy juga pernah mengikuti Jambore Nasional ke-2 Pramuka di Bumi Perkemahan Sibolangit, Deliserdang, 1977 silam.

“Saya dilatih masuk ke hutan. Saya sudah menguasai tali temalin

kompas, peta, hingga memperkuat saya sebagai prajurit,” jelasnya.

Dengan modal pendidikan itu, menurutnya, Pramuka sebenarnya bisa menjadi komando cadangan untuk membela negara.

“Terus kenapa ada perkemahan? Di situlah Pramuka ditempa menjadi pribadi-pribadi yang tangguh. Dalam rangka membela bangsa, diperlukan jiwa-jiwa yang tangguh, karena itu dia harus dilatih, itulah dia bela negara,” tutur Edy.

Apalagi sebelum masa kemerdekaan, Edy menjelaskan, organisasi kepanduan sudah berkontribusi untuk Indonesia. Kini Pramuka bergerak mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang positif bagi generasi muda.

“Kegiatan Pramuka sudah eksis dan aktif melakukan perjuangan untuk memerdekaan republik ini. Setelah republik merdeka, Pramuka belum berhenti, selama hayat dikandung badan. Itulah Pramuka, jiwa-jiwa juang ada di situ,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Edy mengatakan, Pramuka merupakan gerakan tanpa pamrih.

“Saudara-saudaraku, Pramuka tidak mengenal politik, Pramuka tak kenal kekuasaan, Pramuka adalah pengabdian pada bangsa dan negara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, yang diwakili Koordinator Wilayah I Bagian Sumatera, Jufri Effendi, mengapresiasi Gubernur Sumut yang selama ini telah mendukung gerakan Pramuka.

“Kami harap bantuan dan arahan Pak Gubernur terus berlanjut, baik di tingkat daerah maupun tingkat cabang,” harapnya. (gus/saz)

Jadikan Medan Destinasi Wisata Sejarah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kebudayaan Kota Medan diminta bekerja lebih serius dalam melakukan pendataan dan penataan bangunan bersejarah di Kota Medan. Pasalnya, hal itu merupakan satu aspek terpenting dalam menjadikan Kota Medan sebagai kota destinasi wisata sejarah yang dapat memikat para wisatawan.

Permintaan itu datang dari Komisi 3 DPRD Medan, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Kebudayaan Kota Medan, Jalan Raden Saleh Medan, Selasa (31/5) lalu.

Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua Komisi 3 Afif Abdillah, didampingi Wakil Ketua Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, Sekretaris Hendri Duin Sembiring, dan para anggota, seperti Mulia Syahputra Nasution, Dhiyaul Hayati, Irwansyah, M Rizki Nugraha, dan Abdul Rahman Nasution.

Pada kesempatan itu, Afif mengatakan, masih banyak bangunan tua di Kota Medan yang belum didaftarkan sebagai bangunan cagar budaya. Padahal apabila hal itu tidak cepat dilakukan, bangunan-bangunan bersejarah di Kota Medan dikhawatirkan akan rusak parah, dan diubah fungsi serta peruntukannya oleh para pemiliknya.

Untuk itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Medan itu, berharap, Dinas Kebudayaan Kota Medan dapat segera mendata bangunan bersejarah di Kota Medan, agar segera dapat dijadikan cagar budaya.

“Dengan banyaknya bangunan bersejarah dan dijadikan cagar budaya, ini akan menambah aset bersejarah di Medan. Dengan begitu, akan segera terwujud Medan sebagai kota destinasi wisata bersejarah,” ungkap Afif.

Afif pun menjelaskan, banyak bangunan tua di Kota Medan yang pantas dijadikan cagar budaya, misalnya bangunan tua di kawasan pasar ikan lama, yang dinilai layak didaftarkan sebagai bangunan cagar budaya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi 3, Hendri Duin Sembiring mengatakan, Dinas Kebudayaan Kota Medan harus lebih serius dalam melakukan pendekatan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), guna mendapatkan dana yang dapat memberdayakan dan melestarikan budaya di Kota Medan.

“Banyak anggaran di Kementerian yang bisa dipakai, tapi tidak dimanfaatkan, karena tidak ada pengajuan dari kita. Kami sudah langsung ke kementerian, mereka bilang tak ada pengajuan anggaran dari Dinas Kebudayaan,” tuturnya.

Menyikapi saran dari Komisi 3 DPRD Medan, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfi meminta dukungan DPRD Medan, guna mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Dia juga menjelaskan, jumlah cagar budaya yang terdaftar saat ini sebanyak 93 unit. Mereka mendata, saat ini ada sekitar 400 unit jumlah bangunan bersejarah di Kota Medan, namun belum terdaftar sebagai cagar budaya.

“Untuk itu kami tetap melakukan pendaftaran, dengan harapan dapat menambah jumlah bangunan cagar budaya di Medan,” pungkas OK. (map/saz)

PUD Pasar-Bank Sumut Bakal Kolaborasi, Permudah Pedagang Dapatkan Pinjaman

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PUD Pasar Kota Medan dan PT Bank Sumut, mengaku siap berkolaborasi untuk memajukan para pelaku UMKM di Kota Medan, khususnya kepada para pedagang yang ada pada 52 pasar tradisional di bawah naungan PUD Pasar Kota Medan.

Satu bentuk dukungan yang diberikan Bank Sumut, mereka berkomitmen untuk memberikan kemudahan kepada para pedagang pasar di Kota Medan, seperti memudahkan setiap proses pinjaman kredit usaha.

Hal ini terungkap saat Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, didampingi Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, dan Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, berkunjung ke PT Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan. Kedatangan rombongan Direksi PUD Pasar Kota Medan ini, disambut langsung Dirut PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan, Direktur Bisnis dan Syariah Irwan, Pimcab Koordinator Medan Ali Akbar, Pls Pemimpin Divisi Dana dan Jasa M Ricky Budiman, Pemimpin Divisi Operasional Heru Mardiansyah, dan Pemimpin Bidang Pembiayaan Syariah Ainal Fachri Harahap.

Pada kesempatan itu, Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno mengatakan, kedatangan mereka dalam rangka silaturahim guna memperkuat kolaborasi yang didengungkan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution. Selain itu, kedatangan para Direksi PUD Pasar Kota Medan ini, juga untuk membicarakan hal-hal mengenai pengembangan potensi pasar yang ada di Kota Medan, agar dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya Kota Medan.

Namun Suwarno menjelaskan, para pedagang di Kota Medan kerap menghadapi beberapa persoalan dalam hal permodalan, yakni masalah sulitnya memeroleh pinjaman pengembangan usaha di perbankan. Untuk itu, dia meminta Bank Sumut untuk mau memberikan kemudahan dalam proses pinjaman yang diajukan setiap pedagang pasar di Kota Medan.

“Sebab jika Bank Sumut dapat memberi kemudahan kepada para pedagang untuk memperoleh pinjaman, maka hal itu akan dapat meminimalisir para pedagang dari jeratan para rentenir, yang sangat memberatkan mereka,” ungkap Suwarno.

Selanjutnya, Suwarno juga meminta kepada Bank Sumut untuk memberikan fasilitas keuangan yang memadai pada pasar-pasar tradisional di Kota Medan. Seperti di Pasar Induk Laucih, para pedagang mengaku sangat membutuhkan adanya ATM yang bisa melakukan transaksi setor-tunai.

“Di Pasar Induk, pedagang ingin adanya ATM yang bisa setor-tunai. Karena kan perputaran uang di sana dalam semalam tidak sedikit, bisa mencapai miliaran rupiah. Jadi mereka takut membawa uang banyak saat tengah malam,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Dirut Bank Sumut, Rahmat Fadillah Pohan mengaku, PUD Pasar Kota Medan yang membawahi 52 pasar, memiliki potensi keuangan cukup besar. Dia berharap, pertemuan itu tidak hanya dapat memperkuat silaturahim antar instansi, tapi juga dapat memperkuat sesama BUMD.

Menurut Rahmat, Bank Sumut siap berkolaborasi dengan PUD Pasar Kota Medan, terlebih agar meningkatnya PAD Kota Medan. Dan khusus menyangkut persoalan proses pinjaman, Bank Sumut juga mengaku siap mempermudah para pedagang supaya tidak mengajukan pinjaman ke rentenir.

Rahmat menjelaskan, ada beberapa penyebab pedagang terjerat rentenir, antara lain karena kebutuhan rumah, kebutuhan anak sekolah, hingga sakit. Untuk itu, dari pertemuan tersebut, dia berharap, Bank Sumut dan PUD Pasar Kota Medan bisa berkolaborasi dalam membangun Kota Medan dari sisi pedagang.

“Ke depan kita akan lebih banyak berperan dari sektor pembayaran kredit usaha kecil,” pungkasnya. (map/saz)

Rem Blong, Truk Tronton Tabrak 8 Kendaraan di Sibolangit

SUMUTPOS.CO – Akibat rem blong, truk tronton menabrak 8 kendaraan di KM 41 Desa Sibolangit, Kabupaten Deliserdang pada Rabu (1/6) sekira Pukul 21.15 WIB. Kecelakaan itupun mengakibatkan sejumlah pengemudi dan pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan ringan.

Direktur Lalulintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Dirlantas Polda Sumut), Kombes Pol Indra Darmawan Irianto mengatakan, kecelakaan tersebut dikarenakan sopir truk tronton tidak dapat mengendalikan kemudi, setelah rem blong.

“Laporan dari petugas di lapangan, truk menabrak beberapa kendaraan di daerah Sibolangit tak jauh dari Cindelaras. Tetapi peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa meninggal, melainkan hanya korban luka,” ujarnya, Selasa (2/6).

Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan. Oleh petugas di lapangan, lanjut Indra Darmawan Irianto, pihaknya memberlakukan sistem buka-tutup. Hal ini dilakukan untuk mempermudah evakuasi korban dan kendaraan yang ringsek. “Ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan parah dan mempermudah jalannya evakuasi,” terangnya.

Informasi yang dihimpun, delapan kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun, yakni truk tronton dengan nomor polisi BL8771AK, mobil L300 Pick Up BM9868RE, Toyota Agya BK1582JM, Truk Colt Diesel BK8842AD, mobil penumpang kama BK1590XU dan Dump Truk Hino BK8235EL. Selain itu ada dua unit Sepeda Motor Honda Beat BK6243AKF dan BK6035AHP.

Dijelaskan Indra, tabrakan bermula saat mobil truk tronton BK8771AK melaju dari arah Brastagi menuju Medan. Pada saat bersamaan, di depannya pada jalur searah ada dua kendaraan lainnya yakni L300 Pick Up BM9868RE dan Toyota Agya BK1582JM.

Karena rem blong, sopir truk tronton menabrak bagian belakang mobil L300 BM9868RE hingga terhempas ke kiri dalam posisi terbalik. Kemudian menabrak bagian belakang mobil Toyota Agya BK1582JM. Tak dapat menguasai kemudi, sopir truk juga menabrak mobil Truk Colt Diesel BL8842AU yang datang dari arah berlawanan.

Setelah itu, menabrak mobil penumpang Kama BK1590XU yang berjalan searah di belakangnya, kemudian menabrak Dump Truck Hino BK8235EL yang juga berjalan searah di belakangnya.

Selain itu, juga menabrak Sepeda Motor Honda Beat BK6243AKF yang berjalan searah di depannya. “Usai menabrak kendaraan tersebut, truk tronton pun terjungkal ke kanan jalur Medan-Brastagi, sehingga terbalik ke kanan lalu menimpa dua unit sepeda motor lainnya yang berada di samping Mobil Dump Truck Hino,” papar Indra.

Adapun, kata Indra, korban yang mengalami luka-luka, terdiri dari pengemudi tronton, Eko Prayoga (24) warga Deliserdang, mengalami luka robek pada dagu, robek pada kaki kiri, robek pada kaki kanan. Lalu kernetnya Rio Anggara (22) warga Deliserdang, mengalami luka lecet pada lengan tangan kiri.

Selanjutnya, penumpang Mobil L300 BM9868RE, Berti Br Sitepu (52) warga Brastagi, mengalami luka lecet pada kening dan sakit pada kedua kaki dan Tuti Br Sembiring (31) warga Desa Guru Kinayan Karo, mengalami luka robek pada kaki kanan. Begitu juga dengan pengemudinya, Husni Amrin (26) warga Berastag yang, mengalami 15 jahitan di tangan kanan.

“Selain itu, pengemudi Sepeda Motor Honda Beat BK6243AKF, Dio Anggara (18) warga Deliserdang turut mengalami luka lecet pada lengan tangan kiri dan kanan serta dengkul. Begitu juga teman yang diboncengnya, Fatimah Azahra (17) warga Medan, mengalami sakit pada pinggang dan kedua kaki serta lecet pada dengkul kaki kiri, keseleo pada lengan tangan kanan,” tandasnya. (dwi/han)

Polres Tebingtinggi Sosialisasikan Tranformasi Layanan Fungsi Bidang Hukum

SOSIALISASI: Waka Polres Tebingtinggi Kompol Asrul Robert Sembiring ketika membuka sosialisasi standard operasional prosedur bidang hukum, seksi hukum dan penggunaan aplikasi Sibidkumpresisi. sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Mapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono didampingi Waka Polres Kompol Robert Asrul Robert Sembiring membuka Sosialisasi Standard Operasional Prosedur Bidang Hukum, Seksi Hukum dan Penggunaan Aplikasi Sibidkumpresisi dalam rangka Tranformasi Layanan Fungsi Bidang Hukum Polri (Pilot Project Polda Sumut) di Aula Khamtibmas Polres Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Kamis (2/6).

Dalam arahannya Waka Polres Tebingtinggi Kompol Asrul Robert Sembiring mengatakan bahwa sosialisasi ini bisa menjadi pegangan dalam melaksanakan tugas pada saat dilapangan nantinya.

“Kepada personel yang mengikuti kegiatan agar benar benar memperhatikan dan mendengar arahan dari pihak narasumber, mengikuti kegiatan hingga selesai, karena pelatihan ini sangat penting bagi personil dalam menjalankan tugas nantinya,” jelas Kompol Asrul Robert.

Sementara itu, Ketua Tim, Kompol Rakhman Anthero Purba adapun tujuan kegiatan ini untuk memberikan sosialisasi terkait Standar Oprasional Prosedur (SOP) Bidang Hukum dan selanjutnya nanti akan diberikan pemaparan terkait aplikasi Sibidkum Presisi dalam rangka tranformasi pelayanan fungsi bidang hukum.

“Kami berharap kepada peserta untuk benar benar mengikutinya, hal ini merupakan upaya Polri dalam tranformasi layanan fungsi bidang hukum Polri. Karena ini sangat bermanfaat bagi personil yang dibidang hukum, karena Polri hadir dalam pelayanan hukum bagi masyarakat,” jelasnya. (ian/han)

Desa Pematang Johar Dicanangkan Kampung Reforma Agraria

HADIRI: Sekda Deliserdang Darwin Zen menghadiri pencanangan Desa pematang Johar sebagai Kampung Reforma Agraria.BATARA/sumut pos.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sekda Deliserdang Darwin Zen S.Sos, hadiri Pencanangan Kampung Reforma Agraria dan Penyerahan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek Landreform, di Desa Pematang Johar, Kamis (2/6).

Acara tersebut dirangkai dengan pelepasan merpati dan pembukaan tirai gapura Kampung Reforma Agraria, peletakan batu pertama Galeri batik, serta penaburan bibit ikan lele.

Dalam sambutannya, Darwin Zen S.Sos mengatakan, secara Fundamental, Reforma Agraria memberikan program-program yang dapat menuntaskan masalah kemiskinan, memberi pengakuan hak atas tanah yang dimiliki baik secara pribadi, negara, dan tanah milik umum yang pemanfaatannya untuk memenuhi kepentingan masyarakat.

Sekda juga mengucapkan terimakasih, atas atensi dan perhatian dari Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang, yang telah bekerja sama dalam mewujudkan terbentuknya kampung reforma agraria yang pada hari ini telah kita laksanakan pencanangannya dan sekaligus penyerahan sertifikat redistribusi tanah objek landreform.

“ Kepada masyarakat Desa Pematang Johar untuk dapat memberdayakan tanahnya dengan optimal, dan dapat memberikan kreasi dan inovasi terhadap program yang akan dijalankan kedepan, agar kesejahteraan masyarakat lebih meningkat sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan di Desa Pematang Johar,” harap Sekda.

Sekda Darwin Zein menambahkan, Camat dan Kepala Desa agar terus bekerja sama dalam membantu mewujudkan program reforma agraria tahun anggaran 2022. Ada sebanyak 1.250 bidang redistribusi tanah dan sebanyak 200 kk dari pemberdayaan tanah masyarakat yang merupakan bagian dalam terciptanya kampung reforma agraria ini.

Sementara Kakanwil BPN Prov Sumatera Utara Askani SH, MH mengatakan, agar semua tanah yang ada di Desa pematang johar ini bersertifikat. Sawah yang ada di Desa ini juga harus dipertahankan ,jangan pernah tergoda untuk mengganti dengan tanaman yang lain.

Pemerintah juga akan mempertahankan ketersediaan lahan sawah ini dengan program lahan sawah yang dilindungi dan tidak boleh berubah fungsinya harus tetap menjadi sawah sehingga ketahanan pangan tetap terjaga,ucapnya.

Sebelumnya, Kepala BPN Deli Serdang Drs Fauzi pada laporannya menjelaskan Pencanangan Kampung Reforma Agraria dan Penyerahan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek Landreform tahun 2021 dengan jumlah 130 bidang dan 90 bidang telah diserahkan kepada masyarakat dalam rangka pemberdayaan ekonomi sebagai jaminan perbankkan, dan sisa 40 bidang lagi hari ini diserahkan kepada masyarakat pemiliknya. (btr/han)

Polemik Pengangkatan Plt Bupati Palas, Gubsu: Tidak Layak Harus Diganti

Gubernur Sumut, Edy Rahyamadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gugatan Bupati Palas Nonaktif Ali Sutan Harahap terhadap Gubsu Edy Rahmayadi terkait pengangkatan Ahmad Zarnawi Pasaribu sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Padang Lawas (Palas) terus berlanjut.

Menanggapi hal itu, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan pengangkatan Plt Bupati sudah sesuai prosedur karena Bupati Palas Nonaktif Ali Sutan Harahap karena sudah 6 bulan tidak berkantor dikarenakan sakit.

Pengangkatan Plt Bupati Palas tersebut sudah sesuai dengan prosedur, berdasarkan surat Gubernur Sumatera Utara menunjuk/bukan menetapkan Wakil Bupati Palas sebagai Plt Bupati Palas, Ahmad Zarnawi Pasaribu dengan Surat No.132/12201/1021 tanggal 24 November 2021.

Mantan Pangkostrad itu, mempertanyakan gugatan Ali Sutan Harahap ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, padahal pengangkatan Plt Bupati Palas sudah 1 tahun lebih.

“Aturan mainnya begini. Kepala daerah itu pejabat politik. Itu hanya bisa satu alasan tetap, kedua berurusan dengan pidana ketiga dia mundur,” kata Gubernur Edy saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Gubernur, Kota Medan, Kamis (2/6) siang.

Pengangkatan Plt Bupati Palas, Gubernur Edy mengatakan TSO memiliki alasan tetap. Apa lagi, dia sudah 6 bulan lebih tidak berkantor atau menjalani tugasnya sebagai Bupati Palas karena sakit.

“Dia (TSO) ini alasan tetap, 6 bulan dia tidak bisa ngantor di Plt kan, jadi Wakil diangkat. kan tak mungkin nggak ada komando. Setelah 6 bulan kemudian dihentikan lah dia, melalui kesehatan,” sebut Gubernur Edy.

Mantan Pangkostrad itu mengungkapkan, dilakukan pemeriksaan kesehatan tahap pertama. Hasilnya, tidak layak untuk memimpin Pemkab Palas dengan kondisi penyakit yang diidapnya.

Kini, pemeriksaan kesehatan tahap dua terhadap TSO tengah dilakukan dengan kerjasama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan rumah sakit tipe A. Namun hasilnya belum ada. Untuk diketahui, TSO mengalami Post Stroke Iskemia dan membutuhkan fokus pengobatan secara medis

“Pemeriksaan kesehatan tahap pertama sudah ditemukan dia tidak layak. Waktunya, sudah 1 tahun,” tutur Gubernur Edy.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mengatakan, pengangkatan Plt Bupati Palas ini dilakukan agar roda organisasi di Pemkab Palas tidak terhambat karena Bupatinya sedang sakit.

“Saya sayang, bersaudara sama dia TSO. Tapi, ini kan organisasi. Itu harus ada pimpinannya itu. Kalau tidak memenuhi, tetap aja harus diganti, Wakil yang jadi bupati,” tandas Gubernur Edy.

Untuk menggugat Gubernur Sumut di PTUN Medan. TSO menunjuk Razman Arif Nasution sebagai kuasa hukumnya. (gus)

Wujudkan Tertib Administrasi Kependudukan, Ashari Launching Aplikasi Salak Deli

LAUNCHING: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan saat melaunhing aplikasi Salak Deli yang digelar di Aula Pusat Pengembangan Produk Unggulan Daerah (P3UD) Kabupaten Deliserdang, Kamis (2/6). BATARA/sumut pos.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mewujudkan tertib administrasi kependudukan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang profesional, memenuhi standar teknologi informasi, dinamis, tertib, dan tidak diskriminatif menuju pelayanan prima, Pemkab Deliserdang meluncurkan aplikasi Salak Deli.

Peluncuran aplikasi Sarana Layanan Administrasi Kependudukan Deliserdang tersebut diperkenalkan langsung oleh Bupati Deli Serdang, H Ashari Tambunan di Aula Pusat Pengembangan Produk Unggulan Daerah (P3UD) Kabupaten Deliserdang, Kamis (2/6).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadis dukcapil) Deli Serdang, Gustur Husin Siregar mengatakan, peluncuran Aplikasi Salak Deli tersebut bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dijelaskan Kadis dukcapil, ada dua dasar pelaksanaan pengurusan administrasi kependudukan via Aplikasi Salak Deli, pertama Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Republik Indonesia No.7 tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Dalam Jaringan (Daring), dan Peraturan Bupati (Perbup) Deli Serdang No.22 tahun 2022 tentang Inovasi Sarana Layanan Administrasi Kependudukan Deli Serdang atau Salak Deli.

Inovasi Aplikasi Salak Deli, jelas Kadis dukcapil, berbasis smartphone android yang dibangun dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi bersifat legal.

Sedangkan, fungsi Salak Deli adalah pelayanan administrasi kependudukan secara daring (online) dan mencetak dokumen kependudukan secara mandiri.

Manfaat Salak Deli adalah mempercepat pelayanan administrasi kependudukan, di mana masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Deli Serdang untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan yang dibutuhkan karena masyarakat bisa mengakses aplikasi Salak Deli di manapun dan kapanpun serta dapat mencetak dokumen kependudukan secara mandiri.

Jenis-jenis pelayanan pada aplikasi Salak Deli, seperti akta kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, kartu keluarga, surat pindah antar kabupaten/kota, antar provinsi, dan Nomor Induk Kependudukan alias NIK.

Sementara itu, Bupati Ashari berharap Aplikasi Salak Deli bisa menjawab tuntutan masyarakat atas kemudahan dalam pengurusan administrasi kependudukan secara daring atau online.

“Dengan ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil Kabupaten Deli Serdang,” kata Bupati.

“Seperti yang kita ketahui bersama birokrasi atau pemerintahan yang baik menjadi kunci sukses tercapainya pembangunan daerah. Untuk itulah, reformasi birokrasi harus terus dilakukan, dengan harapan akan mengantarkan kepada praktik pemerintahan dan tata kelola yang baik. Apalagi, saat ini kita berada era terbentuknya aparatur yang bersih, transparan dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif,” imbuh Bupati.

Terlebih, masyarakat membutuhkan informasi dan pelayanan publik yang mudah untuk dijangkau secara interaktif, cepat, tepat dan akurat.

Untuk memenuhi semua itu, dibutuhkan upaya-upaya yang sistematis dan konkrit dengan mempersiapkan sarana prasarana pendukung Aplikasi Sarana Layanan Administrasi Kependudukan Deliserdang. (btr/han)

 

Wabup Asahan Buka Diklat 3in1 Angkatan 17 Tahun 2022

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, MSi membuka Diklat 3 in 1 Angkatan 17 Tahun 2022 Operator Mesin dan Peralatan Produksi pada Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Aula MUI Kisaran, Kamis (2/6).

Pembukaan turut dihadiri Kepala Balai Diklat Industri Medan diwakili Pelaksana Penyelenggara Diklat Yunita Anggraini, SE,MAP, Kadis Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan Dra. Meilina Siregar, M.Si, Asisten Personalia PTPN III Persero pabrik Sei Silau Susilo Wardhani, SE, QIA.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, MSi mengatakan bahwa Diklat 3 in 1 ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta mempersiapkan tenaga siap kerja yang berkualitas.

“Tujuan utama dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk menempatkan SDM yang dapat bekerja dengan sistem 3In1 berupa memberikan pelatihan, sertifikasi dan perluasan kesempatan kerja” ucap Taufik.

Wakil Bupati juga menyampaikan, bahwa perekrutan peserta dilakukan terbuka baik secara langsung maupun secara Online melalui media sosial sehingga seluruh masyarakat Asahan dapat mendaftarkan diri dengan batas peserta pada angkatan kali ini sebanyak 50 orang.

Lebih lanjut dikataknnya, pada masa pandemi Covid-19 saat ini telah mengubah tatanan sosial masyarakat, oleh karena itu untuk membangkitkan perekonomian tentu dibutuhkan kolaborasi yang erat seluruh pihak terkait, baik Pemerintah, Perusahaan Industri, Asosiasi Industri dan seluruh Elemen Masyarakat harus Bersinergi.

“Seperti pelaksanaan kegiatan hari ini merupakan bentuk sinergi antara Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi,” ucap Taufik. (dat/han)