30 C
Medan
Tuesday, February 10, 2026
Home Blog Page 2633

Gelar Tes Narkoba Pegawai, Pemko Medan Diminta Transparan Terhadap Hasil

TEST URINE: ASN Pemko Medan saat menjalani test urine.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan, Haris Kelana Damanik ST, mengaku mendukung penuh gebrakan yang dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution yang sangat intens melakukan tes narkoba berupa tes urine kepada para pejabat maupun pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan belakangan ini.

Namun begitu, Anggota Komisi II DPRD Medan ini mengatakan, hasil tes urine sejatinya dilakukan secara transparan dan diumumkan secara terbuka, bukannya justru merahasiakan hasil pemeriksaan. “Kita berharap hasil tes urine terhadap pejabat Pemko Medan dapat diumumkan secara transparan kepada publik, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Jadi bila ada yang terbukti positif, diumunkannya hasil tes itu dapat memberikan efek jera,” ucap Haris, Minggu (3/4).

Menurut Haris, hasil tes urine Narkoba yang dilakukan Pemko Medan yang bekerjasama dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) itu seharusnya langsung diumumkan. Misalnya haisk tes urine 125 pegawai di Kantor Wali Kota Medan dan juga tes urine kepada 82 pegawai di Kecamatan Medan Selayang baru-baru ini.”Jangan hanya tes urine Sopir Angkot yang diumumkan seketika, tapi tes urine kepada pejabat terkesan dirahasiakan,” ujarnya.

Haris pun mendorong agar tes urine yang diinstruksikkan Bobby Nasution dapat berkelanjutan. Tak cuma kdpafa pegawai di sejumlah OPD dan sejumlah kecamatan, tapi juga kepada seluruh pegawai di jajaran Pemko Medan, termasuk para Kepling yang saat ini bertugas.”Tujuannya sangat positif, yaitu agar seluruh pegawai di jajaran Pemko Medan bersih dari pecandu narkoba, sekaligus upaya penanggulangan dan pencegahan narkoba. Untuk gebrakan ini, kita sangat mengapresiasi Wali Kota Medan,” tutupnya.

Seperti diketahui, guna mencegah penyalahgunaan narkoba, Pemko Medan menggelar tes urine narkoba secara mendadak kepada 125 orang pejabat kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bagian serta Camat di Kota Medan, Selasa (29/3). Namun hingga saat ini, hasilnya masih dirahasiakan oleh Pemko Medan.

Begitu juga test urine yang dilakukan kepada 82 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pegawai honor di jajaran Kecamatan Selayang yang digelar pada Jumat (1/4). Hingga kini, hasil pemeriksaan tersebut belum juga diumumkan. (rel)

Airlangga Hartarto: Semoga Ibadah Ramadhan Tahun Ini Lebih Khusyuk

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1443 H kepada seluruh umat Islam di Indonesia.

Airlangga menuturkan, tahun ini menjadi yang ketiga umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan di tengah pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, meskipun tren kasus sudah mulai terkendali di sebagian wilayah di Indonesia, namun kewaspadaan tetap harus dijaga. Sebab, Covid-19 belum sepenuhnya hilang di Tanah Air.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini berharap Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tidak membuat kasus Covid-19 kembali naik.

“Saya atas nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua Umum Partai Golkar mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa untuk seluruh umat Islam di Indonesia. Semoga Ramadhan kali ini semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT dan menjadikan kita sebagai manusia yang bertaqwa,” tutur Airlangga dalam keterangan, Ahad (3/4/2022).

Ketum Golkar menegaskan, pemerintah sudah mengizinkan masyarakat kembali menjalankan aktivitas ibadah di masjid sepanjang bulan ramadhan. Yakni, shalat tarawih, tadarus Alquran, maupun pengajian. Namun, masyarakat tetap diimbau disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Masyarakat silahkan beribadah dengan khusyuk di masjid, namun jangan lupa disiplin prokes, gunakan masker dan segera lengkapi vaksin dosis tiga,” tegas Airlangga.

Airlangga mengingatkan kepada masyarakat harus sudah divaksin dosis ketiga atau booster jika ingin mudik. Ia menegaskan, aturan vaksin dosis ketiga sebagai syarat mudik bukan untuk menghalangi masyarakat pulang ke kampung halaman.

Pemda juga diminta meningkatkan cakupan vaksinasi dosis lengkap dan dosis ketiga atau booster, terutama untuk lansia.

“Menyampaikan penjelasan kepada masyarakat bahwa vaksinasi selama Ramadhan tidak membatalkan puasa, sesuai dengan Fatwa MUI. Kebijakan ini untuk melindungi anggota keluarga pemudik, terutama yang lanjut usia. Jangan sampai kepulangan ke kampung membawa virus lalu membahayakan seluruh anggota keluarga,” ujar Airlangga.

Menko Perekonomian mengaku sudah meminta pemerintah daerah di lingkup terkecil seperti Kecamatan lebih intensif memperhatikan warganya yang mudik. Camat harus memastikan warganya mudik Lebaran tahun ini tidak membawa virus yang membahayakan seluruh wilayahnya. (adv/*)

Bobby Nasution Salat Tarawih Malam Pertama di Pendopo Rumah Dinas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution melaksanakan Salat Isya dan Tarawih malam pertama Ramadan 1443 Hijriah bersama dengan tokoh masyarakat di pendopo rumah dinas Jalan Sudirman Medan, Sabtu (2/4) malam. Selain untuk mengisi bulan suci ini dengan ibadah, kegiatan keagamaan ini mempererat tali silaturahmi sekaligus menyuburkan rasa kebersamaan.

Tampak Ketua TP PKK Medan, Kahiyang Ayu Bobby Nasution juga menunaikan Salat Tarawih yang didahului dengan Salat Isya berjamaah ini. Di antara para jamaah nampak pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Sofyan. Bertindak sebagai Imam dalam salat ini ustad Abdul Azis, S.Pd.I. Suasana khidmat terasa saat ibadah khas di malam bulan Ramadan ini ditunaikan.

Selain Tarawih, kegiatan keagamaan ini kian bermakna dengan ada tausyiah yang disampaikan oleh ustad Ahmad Muttaqin Nasution, M.Pd.I. Dalam tausyiahnya dia mengingatkan singkat waktu di dunia ini.

Ahmad Muttaqin Nasution mengajak jamaah agar menggunakan waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya untuk akhirat. Dia juga mengingatkan, agar jamaah menghindarkan diri perbuatan yang sia-sia. “Seberapa pun yang ada harus bermanfaat,” ujarnya.

Salat Isya dan Tarawih di pendopo rumah dinas Wali Kota ini dijadwal akan berlangsung setiap malam hingga akhir Ramadan nanti. Diharapkan kegiatan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. (rel)

Direktur Logistik Pertamina Pastikan Stok Solar Subsidi Aman di Sumut Saat Ramadhan

Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina, Mulyono saat sidak ke sejumlah SPBU di Sumut dan FT Medan.(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah masyarakat secara langsung saat Bulan Suci Ramadan. Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina, Mulyono melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Sidak tersebut, dengan mendatangi langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara (Sumut) dan Fuel Terminal (FT) Medan Group, Sabtu (2/4) kemarin.

“Kunjungan kami ke sejumlah SPBU dan FT Medan Group ini untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan BBM di lapangan secara langsung menjelang Bulan Ramadan,” sebut Mulyono.

Mulyono mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadinya arus mudik dan peningkatan kebutuhan BBM, pihaknya juga akan menyiapkan layanan-layanan tambahan berupa SPBU Siaga, mobil tangki siaga, motorist, SPBU Kantong dan rest area yang dilengkapi fasilitas kesehatan bagi para pemudik di beberapa titik jalur mudik.

“Kami juga telah membentuk tim Satuan Tugas Khusus Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) untuk memastikan kelancaran pasokan dan penyaluran BBM dan LPG kepada masyarakat,” katanya.

Tim Satgas RAFI akan bertugas mulai tanggal 11 April hingga 10 Mei 2022 mendatang. Tim Satgas RAFI akan berkoordinasi dengan instansi terkait misalnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), TNI dan Kepolisian.

Selain itu, Mulyono menjelaskan pihaknya terus memastikan stok Solar subsidi dalam keadaan aman, per tanggal 30 Maret 2022 ketahanan stok Solar subsidi di atas 20 hari. Pertamina terus berupaya menjaga pasokan dan distribusi Solar subsidi ke masyarakat. Meskipun kuota Solar subsidi per Februari 2022 sudah melebihi kuota hingga 10 persen secara nasional.

Pertamina juga melakukan pencatatan atas pembelian Solar subsidi di SPBU sebagai bentuk pengawasan dan implementasi regulasi mengenai pengisian maksimal tiap jenis-jenis kendaraan guna meminimalisir terjadinya penyaluran Solar subsidi yang tidak tepat sasaran.

“Jika masyarakat menemukan adanya penyalahgunaan dalam distribusi BBM subsidi agar segera melapor ke aparat berwenang. Truk dengan roda lebih dari enam, truk sawit, truk batu bara dilarang menggunakan Solar subsidi,” tutur Mulyono.

Selain FT Medan Group, sidak ini juga dilakukan di 14 SPBU yang berada di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Beberapa SPBU tersebut diantaranya, SPBU 14.204.129 Belawan, SPBU 14.204.1120 Belawan, SPBU 11.201.101 Jalan Yos Sudarso, SPBU 14.202.1162 Jalan Sisingamangaraja dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut, Mulyono menyapa dan mengapresiasi operator SPBU yang bertugas sebagai garda terdepan memberikan pelayanan BBM Pertamina kepada masyarakat.

“Para operator SPBU ini layak diberikan apresiasi. Mereka telah bekerja dengan sepenuh hati untuk melayani konsumen,” jelas Mulyono.

Tak hanya di Sumatera Utara, sidak ini juga dilakukan secara serentak di beberapa wilayah lainnya yaitu Sumatera Bagian Selatan, Kalimantan dan Sulawesi.

Mulyono mengimbau kepada masyarakat yang mampu untuk menggunakan BBM non subsidi. Sehingga masyarakat lainnya yang lebih berhak dapat menikmati BBM yang disubsidi pemerintah.

“Pada seluruh masyarakat terutama umat muslim, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan, tetap menjaga protokol kesehatan untuk menyambut Idul Fitri 1443 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” pungkas Mulyono.

Bagi masyarakat dan pelanggan setia Pertamina yang membutuhkan informasi terkait produk dari Pertamina, dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.(gus)

QNET Nyatakan Tidak Ada Affiliator di Bisnis Penjualan Langsungnya

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Industri penjualan langsung atau direct selling atau lebih dikenal masyarakat sebagai bisnis MLM (Multi Level Marketing) merupakan evolusi dari salesman keliling dari awal 1900-an.

Banyak bisnis di seluruh dunia menggunakan model bisnis penjualan langsung untuk mempromosikan produk dan layanan unik dalam kategori seperti kebugaran, nutrisi, perawatan pribadi dan kecantikan, produk perawatan rumah, dan lain-lain.

Model bisnis penjualan langsung didukung oleh Kementerian Perdagangan dimana berdasarkan laporan kegiatan tahunan dari 147 perusahaan penjualan langsung Indonesia yang telah mencatat transaksi penjualan sebesar Rp. 14,7 triliun.

Kementerian mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam industri penjualan langsung dengan meningkatkan pendidikan dan literasi di sekitar bisnis, etika dan regulasi yang tepat sehingga memastikan bahwa citra dan praktiknya ditingkatkan dan dibuat lebih baik.

“Salah satu perusahaan penjualan langsung di Indonesia dan sudah lebih dari 20 tahun menggerakan ekonomi masyarakat Indonesia, adalah QNET.

QNET adalah perusahaan penjualan langsung yang menyediakan produk berkualitas dan layanan unik dalam kategorinya seperti produk kebugaran dan nutrisi, perawatan pribadi dan kecantikan dan produk perawatan rumah,” sebut Ganang Rindarko, General Manager QNET Indonesia.

Ganang Rindarko menambahkan bahwa QNET sebagai perusahaan penjualan langsung yang bertindak sebagaimana mestinya dan dibentuk berdasarkan hukum yang berlaku. Kementerian Perdagangan menerbitkan Surat Izin Penjualan Langsung (SIUPL) kepada QNET. Selain itu, QNET terdaftar sebagai anggota Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI)

Satu-satunya cara untuk memperoleh penghasilan dengan QNET adalah melalui penjualan produk QNET dengan cara menjadi Independent Representative atau IR. “Para IR menawarkan produk-produk kami kepada orang lain dan mendapatkan komisi dari penjualan aktual.

QNET menggunakan rencana kompensasi yang menghitung komisi yang dibayarkan kepada IR berdasarkan volume penjualan yang dihasilkan melalui rujukan untuk membeli produk-produk QNET. IR QNET tidak pernah menawarkan investasi, terlebih investasi bodong karena QNET adalah perusahaan penjualan langsung, ” ujar Ganang.

Terkait maraknya pemberitaan investasi bodong yang menggunakan istilah afiliator, QNET, sebutnya, menegaskan bahwa QNET tidak pernah menggunakan affiliator. Adapun penyelidikan yang sedang berlangsung dan sedang dilakukan terhadap individu itu tidak ada hubungannya terutama dengan QNET, karena QNET adalah perusahaan penjualan langsung dan tidak ada affiliator di bisnis penjualan langsung produk-produk QNET. ”

“Kami percaya bahwa seiring waktu berjalan, pihak berwenang akan berhasil mengungkap fenomena affiliator ini tanpa harus berspekulasi terhadap hal lain,” tutup Ganang Rindarko. (rel/sih)

Merdeka Belajar Menuju Generasi Emas 2045

SUMUTPOS.CO – KEBIJAKAN Merdeka Belajar merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Tak hanya berhenti di situ, untuk menuju generasi emas Indonesia pada tahun 2045, pendidikan berkualitas butuh kontribusi dari semua aspek.

“Keluarga, guru, institusi juga ikut. Begitu juga dunia usaha atau industri dan masyarakat secara umum,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia, Wikan Sakarinto.

Pada sesi webinar Fellowship Jurnalis Pendidikan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (FJP
GWPP) Batch IV, Senin (28/3) Wikan mengungkapkan bahwa membangun ‘link and match’ antara guru, satuan pendidikan, dan industri harus baik. Bukan sekadar tanda tangan kerja sama, tetapi juga perlu pengembangan kurikulum bersama.

Menututnya, peserta didik bukan hanya belajar teknis pengerjaan sesuatu, melainkan juga pembangunan mindset yang diharapkan dapat bermanfaat dalam jangka panjang. Data Asian Productivity Organization (APO) menampilkan bahwa Indonesia mengalami penurunan tingkat produktivitas sejak 1970 hingga 2018 lalu. Skor Indonesia terus mengalami kenaikan sejak 2013 hingga 2020.

Yaitu dari 0,69 menjadi 0,72. Namun, peringkat Indonesia tersebut masih butuh perbaikan. Saat ini, Indonesia berada di urutan 111 dari 189 negara atau peringkat ke-6 di ASEAN.
Menurut Wikan pada sesi yang diselenggarakan secara daring ini, jika kita ingin naik peringkat, usaha perbaikan harus dilakukan bersama-sama yang mencangkup segala lini aspek pendidikan dan stakeholder terkait.

“Keluarga, guru, institusi juga ikut. Begitu juga dunia usaha atau industri, kemudian masyarakat secara meluas juga ikut andil membangun mindset demi tujuan berasama. Kolaborasi ini menjadi faktor yang sangat penting, apalagi dalam pendidikan vokasi.

– Apa itu Kurikulum Merdeka?

Pembelajaran gaya lama di Indonesia mengadopsi konsep pembelajaran di Jerman era 1970-an.Sementara, di negeri Panzer itu, kini sudah mereformasi gaya itu dan Indonesia justru masih menerapkan pola yang sama memakai gaya lama di Jerman.

Masih pada penjelasan materi yang dibawakan oleh Wikan, konsep Merdeka Belajar menawarkan solusi untuk mencetak peserta didik sesuai minat serta bakat dari masing-masing siswa. Kurikulum merdeka belajar butuh sosok guru yang revolusioner.

Seperti contoh di lingkup SMK dan Vokasi. Selama ini SMK mendapat stigma sebagai lembaga pencetak tukang alias pekerja. Ini menjadi tantangan besar pemerintah dalam
mengubah citra pendidikan itu. Wikan juga mengatakan fungsi guru hari ini harusnya sudah berubah. Dari tadinya guru merupakan sosok yang ditakuti dan dihormati, kini sudah harus mengubah fungsinya menjadi seorang fasilitator atau coach. Sekat-sekat dalam dunia pendidikan sudah harus dijebol.

Sosok guru sebagai fasilitator ini nanti akan selaras dalam penerapan kegiatan belajar sesuai kurikulum baru yang berbasis pada project based learning atau Teaching Factory (TeFa). Penerapan TeFa di SMK ini nantinya akan berfokus pada pembelajaran terhadap siswa didik untuk menciptakan produk atau jasa sesuai minat dan bakatnya masingmasing.

”Jadi nanti sejak kelas dua itu dia sudah kita beri tanggung jawab untuk mengerjakan projek. Project riil (nyata) atas permintaan konsumen betulan. Siswa sendiri yang nyari konsumen. Dari situlah dia belajar dan memperkaya pengalaman,” jelas Dirjen Pendidikan Vokasi.

Mengutip pada situs ditsmp.kemdikbud.go.id bahwa situasi pandemi membuat banyak sekali perubahan di berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan. Masa pandemi Covid-19 merupakan sebuah kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran atau learning loss yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik.

Melihat berbagai tantangan yang terjadi, Kemendikbudristek yang dipimpin oleh Nadiem Makarim mencoba untuk melakukan upaya pemulihan pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan Kemendikbudristek guna mengatasi permasalahan yang ada ialah mencanangkan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka baru akan dijadikan kurikulum nasional pada tahun 2024 mendatang. Namun, untuk saat ini Kurikulum Merdeka baru menjadi opsi bagi satuan pendidikan. Jadi kesimpulannya Kurikulum Merdeka bukanlah kurikulum yang wajib diterapkan satuan pendidikan untuk saat ini.

– Apa Pandangan Kampus Mengenai Kurikulum Merdeka ?

Rektor Universitas Asahan, Tri Harsono melalui Wakil Rektor Bidang Akedemik, Sri Rahayu bercerita santai mengenai Kurikulum Merdeka yang diwacanakan diterapkan secara nasional pada tahun 2024.

Ayu mengatakan (1/4) bahwa program tersebut sangat bagus karena membuka wawasan mahasiswa dalam mempelajari sesuai bakat dan membentuk softskill mahasiswa yang akan membentuk sebuah karakter.

“Perubahan mindside terkait kompetensi selayaknya dimiliki mahasiswa. Tidak hanya keilmuan yang di pelajarinya namun keilmuan bidang lain yang mungkin diminati mahasiswa. Hal tersebut dapat menopang keilmuan serta karya nyata mahasiswa,” terang
Wakil Rektor 1.

– Pendapat Masyarakat

Perwakilan suara masyarakat yang juga orang tua dari peserta didik, Titin mengatakan (1/4) bahwa semenjak Rencana UndangUndang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) mencuat, sebagian kelompok masyarakat menjadi dilema. Masyarakat dimaksud beranggapan sekolah yang berjenis Madrasah, Tsanawiyah, Aliyah, juga Pesantren tidak ada disebutkan pada RUU tersebut.

“Kami anggap itu adalah upaya untuk mengkerdilkan tingkatan dunia pendidikan itu. Kami mengkhawatirkan satuan pendidikan yang terfokus pada pendidikan agama itu hilang,” ucap tokoh masyarakat Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara yang sudah menyelesaikan Rukun Islam ke-5.

Ketua Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara, Arifin Junaidi mengatakan, alih-alih memperkuat integrasi sekolah dengan madrasah, draft RUU Sisdiknas malah menghapus penyebutan madrasah. Padahal, menurut dia, madrasah merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.

“Alih-alih memperkuat integrasi sekolah dan madrasah, draft RUU Sisdiknas malah menghapus penyebutan madrasah,” ujar Arifin dalam siaran pers bersama Aliansi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (APPI), Kamis (24/3).

Pada sumber yang sama juga disebutkan penjelasan dari Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan pihak Kementerian tidak ada keinginan untuk menghapus madrasah, sekolah, atau bentuk-bentuk satuan pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional (sisdiknas). Menurut dia, hal itu tidak masuk akal dan tak pernah terpikirkan oleh Kemendikbudristek. (dat/azw)

PC Satria Kota Tebingtinggi Berbagi Sembako kepada Duafa dan Anak Yatim

SEMBAKO: PC Satria Kota Tebingtinggi membagikan sembako kepada kaum duafa dan anak yatim menyambut Ramadan 1443 hijriah.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Cabang (PC) Satria Kota Tebingtinggi, melaksanakan kegiatan berbagi sembako kepada 100 orang kaum duafa dan anak yatim. Pembagian sembako dilaksanakan PC Satria di Gudang 18, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Sabtu (2/4).

Ketua PC Satria Kota Tebingtinggi, Teuku Jecky Diansyah Ulba didampingi Sekretarisnya, Adlan Lubis menuturkan, kegiatan bagi sembako kepada kaum duafa dan anak yatim merupakan kegiatan rutin yang selalu di lakukan PC Satria Kota Tebingtinggi. Pembagian sembako terdiri dari beras, sirup, mie instan dan lainnya dilakukan setiap menjelang datangnya Bulan Ramadan.

“Ramadan tahun ini, PC Satria Kota Tebingtinggi memberikan bantuan sembako kepada kaum duafa dan anak yatim. Tujuannya untuk memberikan rezeki kepada yang berhak menerima agar mereka kaum duafa dan anak yatim bisa merasakan kebahagian saat melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” jelas Jekcy.

Ditambahkannya, menurut ajaran Islam, ada sebahagian harta kita yang bukan hak kita, yaitu mereka kaum duafa dan anak yatim, untuk itulah kami PC Satria membantu meringankan suadara saudara kita yang belum mampu. “Semoga rezeki yang kami berikan ini bisa menambah kebahagian masyarakat duafa,” paparnya. (ian)

AGPAII dan Polres Langkat Bagikan Bantuan Beras kepada Guru PAI

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) bersama Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok SH SIK, membagikan bantuan sosial berupa beras kepada puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang belum PNS/P3K, terdampak Covid-19. Pembagian beras itu dilakukan secara simbolis di SD Negeri 050660 Kwala Bingai, Jalan Khairil Anwar, Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (2/4/2022) pagi.

“Bantuan ini dari Kapolres Langkat bekerjasama dengan AGPAII,” kata Ketua DPD AGPAII Kabupaten Langkat, Muhammad Ishak SAg MPd.

Ishak menjelaskan, pihaknya akan terus membagikan bantuan beras seberat 5 Kg ini kepada Guru PAI Kabupaten Langkat menjelang Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah dalam upaya membantu pemerintah. Ia mengucapkan terima kasih pada Kapolres Langkat yang selalu memperhatikan Guru PAI di Kabupaten Langkat.

Diapun berharap, adanya sinergi dan kolaborasi AGPAII dan Polres Langkat ini dapat mengurangi beban masyarakat khususnya Guru PAI. “Semoga Bapak Kapolres sehat selalu dalam menjalankan tugas negara dan Polri Presisi,” ucapnya.

Terakhir, Ishak mengajak Guru PAI untuk selalu taati Protokol Kesehatan dan jaga Kamtibmas selama bulan Ramadan.

Sementara perwakilan Guru PAI yang mengajar di SD Negeri 054900 Sidodadi Wampu, Chairil Akbar Nasution merasa senang atas bantuan dari Kapolres Langkat. “Terima kasih Kapolres Langkat, semoga bermanfaat sehingga bisa memenuhi kebutuhan kami sehari-hari di bulan Ramadan,” ujarnya kepada wartawan.

Chairil mendoakan Polri semakin maju. “Semoga Polres Langkat semakin dicintai masyarakat di bawah kepemimpinan AKBP Danu Pamungkas Totok,” tutupnya. (rel/adz)

AGPAII Langkat dan BNNK Siap Bersinergi Selamatkan Generasi Bangsa dari Narkoba

LANGKAT, SUMUTPOS.CO- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Langkat diharapkan dapat memberikan training atau pembekalan kepada pengurus DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAII) Langkat, agar bisa ikut mengantisipasi penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat, khususnya siswa SD, SMP, SMA, SMK sederajat dan para orang tua.

Menurut Ketua DPD AGPAII Langkat Muhammad Ishak SAg MPd, Narkoba tidak hanya digunakan orang dewasa, tapi anak-anak atau pelajar banyak yang sudah mengkonsumsi narkoba, seperti menggunakan lem kambing, ganja, pil ekstasi, bahkan sabu-sabu. “Pemberantasan Narkoba sudah menjadi isu nasional, ada ikhtiar atau kemanfaatan dari AGPAII ke masyarakat, khususnya sekolah, dalam mencegah penyalahgunaan Narkoba,” kata Ishak didampingi Wakil Ketua Abdul Rahim SAg, Ahmad Mujani SAg, Wakil Sekretaris Sugianto SAg, dan Humas Abdul Rahim Daulay saat beraudiensi ke kantor BNNK Langkat di Jalan Proklamasi Kwala Bingai, Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (30/3/2022).

Dalam kesempatan itu, Ishak berharap, sinergitas BNNK Langkat dan DPD AGPAII Langkat dapat terus terjalin. Untuk itu, ia mengundang Plt Kepala BNN Langkat Rosmiyati untuk dapat menghadiri pelantikan pengurus DPD AGPAII Langkat sekaligus halal bil halal Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Menyahuti harapan DPD AGPAII Langkat, Plt Kepala BNN Langkat Rosmiyati menyambut gembira dan menyatakan kesiapannya bekerja sama dalam pencegahan, penanggulangan, dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap Narkoba. Rosmiyati mengaku sudah beberapa organisasi bekerjasama dengan BNNK, seperti FKUB, MUI, Gerakan Indonesia Anti Narkoba (GIAN) dan lainnyal.

“Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) tugas kita bersama. Bagaimana sama-sama kita untuk bertanggung jawab mensukseskan mewujudkan program pemerintah menciptakan lingkungan sekolah, pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, bersih dari Narkoba. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami,” tambahnya.

Kemudian, lanjutnya, tentang menyelamatkan generasi penerus bangsa dari Narkoba, di mana saat ini Indonesia sedang darurat Narkoba. “Kan kita menyaksikan sendiri di tempat kita masing-masing. Apalagi di tingkat SD sudah berjalan paket murah, walaupun mereka menggunakan Narkotika seperti lem kambing. Alangkah bagusnya semenjak dini harus diantisipasi,” bebernya.

Oleh sebab itu, ia meminta agar AGPAII membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan BNNK Langkat yang penandatanganannya dilakukan saat pelantikan DPD AGPAII Langkat. “Ini tugas mulia yang mau kita laksanakan. Ini menyelamatkan generasi sejak dini, mulai dari TK, SD, SLTP dan SLTA. Harapan saya lagi kita membuat MoU untuk kelancaran tugas kita. Kami siap kapan saja dipanggil,” pungkasnya. (rel/adz)

Gedung Pascasarjana Fakultas Pertanian USU Diberi Nama Erwin Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution meresmikan Gedung Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) di Fakultas Pertanian USU, Jumat (1/4). Gedung baru ini diberi nama Erwin Nasution. Pemberian nama ini dilakukan sebagai wujud apresiasi para Ikatan Alumni (IKA) USU kepada ayahanda Bobby Nasution. Sebab, almarhum semasa hidupnya pernah aktif dan memberikan sumbangsih untuk kemajuan IKA USU.

Peresmian dilakukan Bobby Nasution bersama Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos MSi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan gedung didampingi para civitas akademika Fakultas Pertanian USU dan Ikatan Alumni Fakultas Pertanian USU.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tentunya kami merasa bahagia sekaligus terharu atas diberinya kesempatan untuk meresmikan Gedung Erwin Nasution pada hari ini,” kata Bobby Nasution haru.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini selanjutnya berharap, agar gedung ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa Pascasarjana Fakultas Pertanian USU untuk terus menimba ilmu. “Dengan begitu, impian almarhum untuk menjadikan Kampus USU menjadi lebih baik lagi bisa diteruskan oleh para mahasiswa pascasarjana Fakultas Pertanian USU,” harapnya.

Sebelum meresmikan gedung pasca sarjana tersebut, Bobby Nasution bersama Rektor USU terlebih dahulu melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Al Ikhlas FKG USU di Jalan Universitas Kampus USU. (rel)