Home Blog Page 2656

Ajang World Economic Forum, Airlangga sampaikan Momen Emas Untuk Berinves di Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan perekonomian nasional yang menguat menjadi salah satu peluang dalam upaya untuk menarik investor. Ekonomi Indonesia sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,01% (yoy) pada kuartal pertama tahun 2022 dan tercapai seiring dengan laju inflasi yang terkendali. Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia juga terus membaik, sehingga juga menjadi faktor pendorong ekonomi nasional untuk menjadi semakin menguat ke depannya.

Dalam serangkaian agenda World Economic Forum (WEF) yang diselenggarakan di Davos, Swiss, pada tanggal 22 hingga 26 Mei 2022, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir langsung untuk menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin membaik serta mengajak para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Juga disampaikan dalam kesempatan tersebut bahwa Indonesia saat ini tengah gencar melakukan transformasi di berbagai sektor.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia, dan saat ini adalah momen emas untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Menko Airlangga dalam pertemuan pers terkait Indonesia Economic Outlook 2022 dan Presidensi G20 Indonesia, di Davos, Senin (23/05).

“Kondisi pandemi di Indonesia saat ini juga telah membaik, atas arahan Presiden Joko Widodo, masyarakat sudah bisa mulai melepaskan masker di ruangan terbuka yang tidak dalam keramaian. Ini merupakan salah satu langkah awal transisi dari pandemi ke endemi,” lanjut Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo menjadi Champion Global Crisis Response Group (GCRG) yang berfokus pada isu pangan, energi, dan keuangan. Hal ini menjadikan Indonesia juga turut berperan penting dalam mengatasi tantangan besar yang saling terkait dalam ketahanan pangan, energi, dan keuangan global akibat konflik Rusia-Ukraina.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan terkait Presidensi G20 Indonesia yang mengusung tiga agenda utama yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.

“Dalam arsitektur kesehatan global, Indonesia mengusulkan untuk menciptakan mekanisme pembiayaan yang bisa mendukung tersedianya vaksin untuk negara-negara yang membutuhkan. Hal ini penting karena saat ini pandemi Covid-19 masih belum selesai dan masih ada negara-negara, terutama di Afrika, yang belum memiliki akses yang luas dalam mendapatkan vaksin seperti negara-negara berkembang lainnya,” jelas Menko Airlangga.

Terkait dengan transformasi ekonomi berbasis digital, Menko Airlangga menyampaikan bahwa digitaliasasi di Indonesia telah meningkat tajam selama pandemi. Peningkatan ini juga menjadi pendorong pemulihan ekonomi Indonesia di masa pandemi. Perkembangan ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2021 dapat terlihat dari transaksi komersial yang mencapai lebih dari US$27 miliar dan dengan lebih dari 2.300 start-up. Hal itu menempatkan Indonesia sebagai negara ke-5 di dunia dengan jumlah start-up terbanyak.

Ditambah lagi Indonesia memiliki 370 juta pengguna koneksi seluler dan 204 juta pengguna internet (74% dari total populasi). Nilai transaksi uang elektronik juga tercatat  telah melebihi US$2,4 miliar per Desember 2021. Tingkat inklusi keuangan di 2019 mencapai sebesar 76,19% dan ditargetkan akan mencapai 90% pada 2025, kemudian juga terdapat 785 juta bisnis fintech pada 2021.

Mengenai transisi energi, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen dalam bertransisi menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT). Saat ini Indonesia sedang mengembangkan prototipe pajak karbon untuk pembangkit listrik tenaga batu bara, dan juga melakukan retirement pembangkit listrik tenaga batu bara untuk menggantinya dengan EBT yang mempunyai model pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan.

“Salah satu yang menjadi penting dalam transisi energi ini adalah tentang bagaimana menyiapkan pendanaannya melalui mekanisme blended finance dan mengembangkan protokol obligasi transisi sebagai peluang untuk memberikan pembiayaan kepada perusahaan yang memiliki target transisi ke industri hijau di masa depan. Kita tidak bisa melakukan transformasi tanpa pembiayaan yang memadai,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Investasi, Menteri Perindustrian, Menteri Eenergi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Komunikasi dan Informatika, Wakil Menteri BUMN, Duta Besar Indonesia untuk Swiss , Ketua Umum Kadin, Chair B20, dan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI). (ltg/fsr/*)

Pasutri Libatkan Mertua Rampok Sopir Travel

KETERANGAN: Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, menunjukkan foto korban pembunuhan yang dilakoni pasutri dan koleganya pada tahun 2018, di Lapangan Futsal Polres Langkat, Senin (23/5).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pasangan suami istri (Pasutri) melakukan aksi perampokan hingga menghabisi nyawa sopir travel secara sadis, melibatkan ibu mertua dan rekan mereka. Kasus pembunuhan berencana yang terjadi tahun 2018 ini dibeber Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok kepada wartawan, Senin (23/5).

Dalam paparannya, pelaku pembunuhan yang dilakoni pasangan suami istri Marwan Syahputra (26) dan Ariyanti (26) warga Dusun Parit Rimo, Desa Jati Sari, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat.

Dikatakan perwira melati dua di pundaknya itu, kasus pembunuhan ini bermula dari adanya warga menemukan kerangka manusia di samping rumah pelaku.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata kerangka manusia itu korban pembunuhan dilakukan Marwan Syahputra bersama istri, ibu mertuanya Leginah dan rekan pelaku Wagimin.

Pembunuhan sendiri, kata Kapolres, dilaksanakan para pelaku di Jalan Lintas Medan-Karo di Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo.

“Mereka berangkat dari Tembung menuju Blangkejeren, Aceh. Saat diperjalanan Tiga Binanga, disanalah para tersangka melancarkan aksinya,” jelas Kapolres dihadapan sejumlah wartawan.

Saat itu, sebut Kapolres, istri (Ariyanti) dan ibu mertua (Leginah) pelaku, berpura-pura mual dan hendak muntah, sehingga korban yang diketahui bernama Bakrie (60) warga Kutacane, Aceh, memberhentikan kendaraannya. “Disaat itulah, pelaku Marwan menjerat leher korban dengan seutas tali nilon dari belakang, dan pelaku lainnya Wagimin menikam dada korban sebanyak empat kali, hingga korban meninggal dunia,” jelas Danu.

Guna menghilangkan jejak, tambah Kapolres lagi, pelaku membawa korban menuju rumah mereka di Desa Jati Sari, Kecamatan Padang Tualang, Langkat.

“Jasad korban disembunyikan di ruang belakang mobil, sesampainya di rumah, jasad korban dibakar dan dikubur di samping rumah mereka,” paparnya.

Sebelumnya, sebut Kapolres, para pelaku sempat melarikan diri ke Nganjuk, Jawa Timur dengan membawa mobil jenis Kijang Inova BK 1684 PI hasil rampokannya.

Masih Kapolres Langkat, setelah merek menjual mobil hasil rampokan itu, tak lama mereka kembali ke kampung halamannya di Desa Jati Sari, Kecamatan Padang Tualang, Langkat.

“Hingga akhirnya, kasus ini terungkap dan dua orang pelaku pasutri berhasil kita amankan, sedangkan ibu mertua pelaku Leginah sudah meninggal dunia dan pelaku Legimin, masih dalam pengejaran (DPO) pihak kepolisian,” ucapnya.

“Motif pelaku perampokan dengan kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain. Atas perbuatan para pelaku, dikenakan tindak pidana pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” tegas Kapolres. (mag-2/han)

Pengoperasian Tertunda Pasar Aksara Beroperasi Bulan Juni

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah awalnya direncanakan akan beroperasi di bulan April 2022, pengoperasian Gedung Pasar Aksara baru di Jalan Willem Iskandar/Pancing, Gg Masjid terpaksa harus kembali tertunda. Pasalnya, pengoperasian Pasar Aksara masih terkendala masalah administrasi.

“Untuk pengoperasian Pasar Aksara tentu inginnya bisa segera dilaksanakan. Hanya saja, saat ini masih dalam tahap proses administrasi,” ucap Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno.

Meskipun begitu, kata Suwarno, saat ini pihaknya tengah berupaya agar Pasar Aksara bisa beroperasi pada Bulan Juni mendatang. “Insha Allah bulan Juni sudah bisa dioperasionalkan,” ujarnya.

Dikatakan Suwarno, saat ini pihaknya hampir rampung dalam proses administrasi. Khususnya soal pendataan pedagang Eks Pasar Aksara lama yang terbakar agar dapat berjualan di gedung Pasar Aksara yang baru.

“Kami terus melakukan percepatan agar proses administrasi bisa dirampungkan. Sejauh ini pedagang dari eks Pasar Aksara yang lama sudah terdaftar, totalnya 651 pedagang,” katanya.

Diterangkan Suwarno, jumlah pedagang seharusnya berjumlah 777 orang. Akan tetapi, masih terbangun sebanyak 707 kios, artinya masih ada kekurangan 70 kios atau stand.”Ini yang kita tunggu sampai hari H, kita cari solusinya dulu,” terangnya.

Terkait pedagang yang belum mendaftar, Suwarno mengatakan pihaknya sudah mencoba menyurati para pedagang tersebut, namun banyak yang sudah tidak berada di alamat yang sebelumnya.”Mereka sudah ada yang di Aceh, Jakarta, dan bahkan ada yang tidak tahu sudah pindah kemana,” tuturnya.

Namun meskipun ada sejumlah pedagang yang tidak juga mendaftarkan diri, PUD Pasar Kota Medan mengaku tetap menyiapkan kios sesuai jumlah pedagang lama yang harus menempati kios Aksara itu. “Nah untuk 70 kios kekurangan itu, masih di bahas siapa yang akan membangun. Hingga sekarang masih didiskusikan apakah anggaran dari Pemko Medan atau PUD Pasar. Ini kita masih menunggu hasil diskusinya,” paparnya.

Dijelaskan Suwarno, saat ini pihaknya juga tengah berupaya dalam menata Pasar Aksara sejak awal, khususnya penataan lokasi untuk pasar basah.

“Jadi nanti untuk pasar basah, jual ikan, sayur dan lain-lain, itu justru di lantai atas. Sesuai dengan standar penataan pasar tradisional modern saat ini, pasar basah itu ada di atas. Sebaliknya, pasar keringnya yang dibawah,” jelasnya.

Secara fisik, sambung Suwarno, bangunan yang berdiri di wilayah Kabupaten Deliserdang, kawasan Medan Estate atau sekitar 5 km dari lokasi pasar lama yang berada di Simpang Jalan Aksara, Kota Medan itu sudah siap untuk dioperasikan.

Berdasarkan amatan Sumut Pos, gedung Pasar Aksara yang dibangun dengan menggunakan APBN tahun 2020-2021 itu memang telah rampung pengerjaannya dan layak dioperasikan.

Sebelumnya, sesuai rencana Kementerian PUPR yang membangun gedung Pasar Aksara, Pasar Aksara berdiri dengan total 859 kios, terdiri dari 204 los basah dan 655 los kering dengan total luas bangunan sekitar 10.735,86 meter persegi.

Seperti diketahui, Pasar Aksara terbakar pada Juli 2016. Sejak saat itu, sejumlah Pasar Aksara mengaku bingung hendak berjualan dimana.l dan meminta Pemko Medan untuk memfasilitasi mereka dengan lapak jualan yang baru dan lebih representatif. (map/ila)

Pemprovsu & Pemko Medan Diminta: Antisipasi Daging Sapi Terjangkit PMK

HEWAN KURBAN: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan pengawasan secara ketat terhadap jual beli hewan kurban, jelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi wabah penyakit mulut dan kuku.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga meminta Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, serta Pemko Medan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Medan agar bergerak cepat dalam mengantisipasi mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Provinsi Sumut pada umumnya dan Kota Medan pada khususnya.

Terkhusus untuk Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan itu meminta agar dapat dilakukannya pengetatan masuknya daging sapi ke Kota Medan. “Khusus kepada Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, kita juga mendorong untuk memperketat masuknya daging sapi ke Kota Medan agar masyarakat dapat terhindar dari kemungkinan memakan daging sapi yang wabah PMK,” ucap Ihwan Ritonga, Senin (23/5).

Sebab, kata Ihwan, sebanyak 389 hewan ternak sapi di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara telah terdeteksi terkena PMK pada pekan lalu. Wabah ini menyerang peternakan sapi di lima kecamatan di Kabupaten Deliserdang, dua di antaranya di Kecamatan Percut Seituan dan Tanjungmorawa. Dan diketahui, dua kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan Kota Medan, terlebih menjelang pemotongan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1443 H di Bulan Juli mendatang.

“Seperti biasanya, menjelang Idul Adha, kebutuhan hewan kurban untuk Kota Medan kebanyakan dipasok dari Deliserdang dan sebagian daerah lainnya. Tentunya ini sangat riskan apabila sapi yang terkena PMK masuk ke Kota Medan, makanya sangat perlu untuk dilakukannya pengetatan pengawasan,” ujarnya.

Ihwan juga meminta Dinas terkait, baik tingnat provinsi maupun Kota Medan untuk memberikan jaminan bahwa semua pasokan sapi yang masuk Sumut dan Kota Medan layak konsumsi dan terhindar atau aman dari PMK.

“Apalagi saat ini ada kecemasan di masyarakat Medan yang mulai ragu mengonsumsi daging sapi, PMK ini membuat banyak warga Medan menjadi cemas. Apalagi saat ini wabah PMK bukan lagi isu. Jadi jaminan dari instansi terkait sangat penting bahwa daging sapi yang masuk ke Kota Medan harus steril dari PMK,” katanya.

Meski wabah PMK bukan lagi isu baru dan pemerintah pernah berhasil menanganinya, sambung Ihwan, pemerintah perlu juga melakukan vaksinasi bagi hewan ternak tersebut. “Tidak hanya manusia saja yang perlu divaksin dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, hewan ternak juga perlu sebagai bentuk antisipasi. Ini juga perlu kita dorong,” katanya.

Kepastian sterilisasi ternak sapi terkena PMK di Sumut, kata Ihwan, juga sangat penting bagi keberlangsungan pelaku usaha peternakan sapi. Sebab, ada kecenderungan omset penjualan ternak sapi menurun karena dampak isu ketakutan masyarakat akan PMK.

“Saat ini, persoalan wabah PMK yang menyerang hewan ternak sapi juga menjadi persoalan nasional. Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga turun ke Lampung untuk mengantisipasi wabah PMK tersebut. Ini harus jadi perhatian kita juga di Sumut, utamanya di Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Pedagang di Taman Cadika Ditertibkan Sebagian, Cafe Diduga Milik Kadispora Aman

istimewa/sumut pos WAWANCARA: Sri bersama suaminya saat diwawancari wartawan soal penertiban warung lontong miliknya yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sri Idwati, selaku pemilik usaha sarapan pagi Lontong Bu Sri meminta perhatian Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Pasalnya, UMKM yang bergerak di bidang kuliner yang persis berada di belakang pos keamanan pintu masuk Taman Cadika Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor hendak digusur oleh Satpol PP berdasarkan surat permintaan dari Kadispora Medan, Pulungan Harahap.

Permintaan itu disampaikan Sri menyusul kedatangan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, Agha Novrian yang datang bersama petugas Satpol PP ke tempat usahanya, Senin (23/5) pagin

Sri pun menyebutkan, penertiban yang hendak dilakukan pihak Dispora Medan selaku pengelola Taman Cadika terkesan tebang pilih. Pasalnya, Dispora Medan hanya menertibkan usaha yang dimilikinya dan satu unit usaha lainnya, namun tidak untuk beberapa usaha lainnya.

“Kasihanilah kami. Kami hanya pedagang kecil yang mencari hari ini untuk hari ini. Saya minta perhatian Wali Kota Medan agar kami bisa tetap berjualan di sini (Taman Cadika),” lirih Sri didampingi suaminya Tito ketika ditemui wartawan di tempat jualannya.

Menurut Sri, usaha lontong yang dikelolanya bersama suami sudah beroperasi 3 tahun, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sri pun mengaku sebagai warga sekitar Taman Cadika. “Kami sudah berjualan di sini selama 3 tahun dan juga melayani para petugas Taman Cadika. Kami berjualan ini pun untuk menghidupi keluarga, termasuk biaya sekolah anak-anak,” katanya.

Untuk itu, Sri yang ditemani sang suami, Tito, meminta penertiban yang dilakukan Dispora Medan tidak tebang pilih. Sebab, Warung Setuju Cadika yang berdiri permanen di dalam Taman Cadika dan diduga sebagai milik Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan Pulungan Harahap justru tak tersentuh sedikitpun dari penertiban.

“Kepada bapak Wali Kota Medan, kami mohon la pak, kiranya kami masih bisa berada di sini. Dan berilah keadilan, karena kita rakyat kecil ya pak ya. Karena kita mencari makan untuk sehari-hari dan untuk biaya sekolah,” ungkapnya lagi.

Berdasarkan pantauan, melihat sejumlah wartawan di lokasi penertiban, Dispora Medan yang ditemani Satpol PP mengurungkan niatnya untuk melakukan penertiban dan hanya melakukan sosialisasi.

Bahkan, Kadispora Kota Medan Pulungan Harahap yang diduga berada di cafe miliknya di kawasan bagian belakang Taman Cadika sengaja mengutus Sekretarisnya, M Agha Novrian.

Sementara itu, Sekretaris Dispora Medan M Agha Novrian yang ditemui awak media di lokasi penertiban mengaku, kedatangan mereka ke Lontong Mbak Sri hanya sebatas menyosialisasikannya Surat Edaran Kadispora Medan yang berisi perintah untuk mengharuskan pengelola usaha sarapan pagi Bu Sri agar mengosongkan tempat usaha mereka untuk dapat ditata.

Agha mengaku, Dispora Kota Medan tidak pernah melakukan penggusuran, namun hanya melakukan penataan tempat usaha agar terlihat lebih indah. Sebab, Taman Cadika Medan Johor merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Medan. “Fokus kami menata dulu, bukan menggusur. Pelan-pelan akan kita kembalikan fungsi Taman Cadika ini,” jelasnya.

Agha juga memastikan, tidak ada tebang pilih dalam hal penertiban cafe dan usaha lainnya yang ada di kawasan Taman Cadika, namun semua akan dilakukan secara bertahap. Dikarenakan Lontong Bu Sri tepat berada di bagian depan, maka penataan akan dimulai dari lokasi itu. “Ke depannya kalau ada kerjasama-kerjasama binaan Dispora, itu mungkin saja terjadi. Dalam artian yang haruslegal, harus ada payung hukum yang benar. Dan Ibu Sri dipersilakan bergabung ke koperasi binaan Dispora Medan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini Taman Cadika Medan Johor sudah dipindahtangankan pengelolaanya dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan ke Dispora Kota Medan. Selain Lontong Bu Sri, di kawasan ini juga terdapat lima usaha lainnya, yakni Cafe Tancap, Sky Park Cafe, I Love Johor dan Warung Setuju Cadika yang diduga milik Kadispora Medan Pulungan Harahap. (map/ila)

 

 

Silaturahmi dengan Ketua DPP KSBN, Musa Rajekshah Ungkap Kisah Terbentuknya

BERSAMA: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah foto bersama di sela-sela acara silaturahim bersama DPP Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengisahkan terbentuknya Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Sumut yang diketuai Soekirman, saat silaturahmi dengan Ketua DPP Komite KSBN Mayjen TNI (Purn), Hendardji Soepandji.

Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah menyampaikan, KSBN Sumut diisi orang-orang tepat yang mewakili seluruh seni budaya yang ada di Sumut. Ijeck juga memastikan tidak ada kepentingan dari pembentukan KSBN ini kecuali untuk meningkatkan potensi Sumut melalui seni budaya dan pariwisatanya.

“Ceritanya dahulu dari tokoh masyarakat Sumut Bapak Rahmat Shah, beliau membawa berita KSBN mau dibentuk di Sumut atas permintaan Ketua Umumnya Pak Hendardji dan saya diminta untuk memilih ketuanya yang tepat untuk mengisi KSBN Sumut. Beberapa nama pun muncul dan akhirnya Bapak Soekirman-lah orang yang tepat,” kisah Ijeck saat pertemuan di Rumah Tembakau Deli Nomor 1, Medan, Minggu (22/5).

Lanjut Ijeck, sebelumnya Soekirman menanyakan apakah masuk KSBN harus masuk ke partai politik yang diketuai Musa Rajekshah. “Pertemuan saat pesta dengan Pak Kirman saya langsung tawarkan karena Pak Kirman ini saya lihat suka kumpul sama semua kalangan, beliau tanya apa itu KSBN. Sudah dicari tahu, Pak Kirman nanya lagi. Apa harus masuk Golkar Pak? Saya tanya, Pak Kirman mau masuk Golkar rupanya? Gak pak, saya gak mau. Katanya dengan tawa. Jadi intinya ini dibentuk tidak ada sama sekali unsur politik, bukan itu rohnya kita kumpul untuk bagaimana seni budaya ini bangkit,” ujarnya.

Sebagai organisasi nirlaba di bidang seni dan budaya, misi KSBN Sumut, lanjut Ijeck adalah untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia di forum nasional dan internasional. “Pengurus KSBN disusun langsung oleh Bapak Soekirman dan semua dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang dari sanggar seni, ada arkeolog, ada Ketua ASITA, ada Ketua PHRI dan berbagai latar belakang di dunia seni budaya, pariwisata. Tujuan kita untuk membangkitkan ekonomi rakyat khususnya di daerah-daerah melalui seni budaya dan kehadiran Bapak Hendardji jadi semangat untuk semua meskipun pengurus belum resmi dilantik,” ujar Ijeck.

Kata Ijeck, KSBN hadir bukan untuk menjadi pesaing organisasi kesenian lainnya yang sudah ada di Sumut. Namun, keberadaan KSBN justru untuk saling mengisi dan bersama-sama memajukan Sumut. “Tak perlu merasa saingan dengan lainnya. Kita hadir tapi untuk saling mengisi untuk itu jaga kekompakan, memang menyatukan latar belakang yang berbeda-beda susah tapi kalau niat kita tulus dan ikhlas tak ada curiga semua pasti bisa berjalan baik. Kalau ada dengar yang tak baik langsung tanyakan jangan berandai-andai, biar tidak ada salah paham,” imbau Ijeck.

Sementara itu, Ketua DPP KSBN Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji membenarkan, keinginan membentuk KSBN Sumut disampaikan kepada sahabatnya Rahmat Shah. “Keluarga bapak sangat komit dengan kemajuan bangsa ini, jadi saya yakin beliau bisa bantu pembentukan KSBN Sumut. Saya kemudian dikenalkan dengan keponakannya Wakil Gubernur Sumut. Acara ini tak mungkin terselenggara dengan baik kalau gak ada komitmen, ketulusan dari Bapak Musa Rajekshah dan semua pengurus KSBN Sumut,” ujarnya.

Hendardji berkisah tentang sejarah berdirinya KSBN pada 10 Februari 2017 lalu setelah UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dikeluarkan. “Kami bersama teman-teman membentuk KSBN untuk mengawal undang-undang ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmat Shah mengatakan semua proses terbentuknya KSBN Sumut dipermudah. “Kalau buat baik pasti dikasih jalan sama Allah SWT, ada beberapa nama, saya lihat kalau Soekirman memang orang yang tepat,” katanya.

Hadir dalam acara Sekjen DPP KSBN Enny S Sardiyarso, Bendahara Umum DPP KSBN Relira Irawati.(gus/ila)

30 ASN Pemko Medan Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas

SAMBUTAN: Asisten Umum Renward Parapat saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II Tahun Anggaran 2022. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 30 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II Tahun Anggaran 2022.

Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II Tahun Anggaran 2022 ini dibuka Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Asisten Umum Renward Parapat di Gedung BBPPMPV-BBL, Jalan Setia Budi, Helvetia Timur, Senin (23/5). Selain penyematan tanda peserta, pembukaan pelatihan yang fasilitasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumut ini juga ditandai dengan Pernyataan Pembukaan yang dibacakan Asisten Umum.

Dalam membacakan sambutan Bobby Nasution, Asmum mengatakan bahwa pelatihan kepemimpinan pengawas adalah bagian dari proses pemenuhan kompetensi jabatan struktural eselon 4 atau yang disetarakan. Artinya pelatihan ini diharapkan dapat terbentuk kompetensi yang baik bagi para ASN di lingkungan Pemko Medan.

“Para peserta pelatihan harus mampu menghadirkan secara langsung salah satu misi strategis Pak Wali Kota Medan Bobby Nasution yaitu Reformasi birokrasi yang berarti bara percepatan perubahan – perubahan yang lebih baik yang mudah dirasakan secara langsung masyarakat Kota Medan,” kata Asmum.

Menurut Asmum, pergeseran jabatan struktural menjadi fungsional di sebagian besar jabatan ASN di Pemerintah Daerah, khususnya Pemko Medan di akhir tahun 2021 telah berhasil dilaksanakan tanpa mengurangi penghasilan sesuai arahan Presiden Jokowi.

Asmum menambahkan, sebuah perubahan paradigma dari kewenangan menjadi pelayanan dan keahlian. Artinya bagi jabatan struktural yang tidak mengalami perubahan secara logis akan lebih mudah melaksanakan percepatan demi percepatan karena telah berhadapan dengan birokrasi yang semakin ramping.

“Melalui momentum pelatihan kepemimpinan pengawas ini saya berharap akan mampu mempercepat perubahan paradigma kepada seluruh peserta. Kemudian secara efek domino melalui aksi perubahan setiap peserta yang nantinya akan diaktualisasikan dalam wilayah kerjanya akan mampu menularkan perubahan baik ini secara lebih luas lagi,” ujar Asmum.

Dalam kesempatan ini Asmum juga mengucapkan terima kasih kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumut yang telah berpartisipasi dan bekerjasama dengan Pemko Medan atas terlaksananya pelatihan kepemimpinan pengawas ini.

Sebelumnya, Plt Kaban BKDPSDM Sutan Tolang Lubis mengungkapkan bahwa Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk kompetensi yang baik, bukan hanya kompetensi teknis namun juga kompetensi manajerial dan kompetensi sosio kultural yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan di instansi masing-masing.

Sutan Tolang Lubis menambahkan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II Tahun Anggaran 2022 yang berlangsung dari tanggal 23 Mei 2022 sampai 8 September 2022 ini diikuti 30 peserta dari seluruh ASN di lingkungan Pemko Medan yang terdiri dari 2 orang dari Badan, 1 orang dari Bagian, 14 orang dari Dinas dan 13 orang dari Kecamatan. Pembelajaran dalam pelatihan ini Difasilitasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumut. “Tenaga Pengajar dalam pelatihan ini berasal dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumut, Pejabat Pemprovsu Dan Praktisi,” jelasnya. (map/ila)

Hujan Deras dan Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak, Sunggal Terparah

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau salah satu rumah warga yang rusak akibat angin kencang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak belasan rumah di seputaran Jalan Bunga Sakura, kawasan Pasar Melati, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, tertimpa pohon yang tumbang akibat diterpa angin kencang, Minggu (22/5) sore. Tak hanya itu, hujan deras dan angin puting beliung menyebabkan puluhan rumah warga di Kota Medan rusak. Paling banyak rumah yang mengalami kerusakan dan Medan Sunggal.

Di kawasan Pasar Mealti, pohon-pohon di badan jalan diduga tak mampu menahan dahan yang rimbun dan seketika ambruk ketika diterjang angin kencang yang menghantam rumah penduduk yang berada di tepi jalan. Sejumlah rumah yang tertimpa pohon mengalami kerusakan ringan dan sebagian kecil rumah lainnya mengalami rusak parah.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Syariffuddin Irsan Dongoran mengakui hal tersebut. Namun, Syarifuddin menyebutkan tak banyak rumah yang hancur akibat diterpa pohon tumbang. Sebab ada beberapa rumah yang hancur karena murni diterpa angin, bukan karena ditimpa pohon.

“Kalau jumlah pohon yang tumbang ada banyak, tapi nggak kita hitung spesifik. Kemarin sore itu memang luar biasa derasnya hujan dan anginnya pun sangat kencang, ini murni musibah,” ucap Syarifuddin kepada Sumut Pos, Senin (23/5).

Namun begitu, kata Syarifuddin, pihaknya di Dinas Kebersihan dan Pertamanan sudah langsung turun ke lapangan untuk memotong, mengangkut dan membersihkan dahan-dahan pohon yang tumbang ke jalan. “Petugas kita sudah langsung ke lapangan untuk memotong pohon yang tumbang. Lalu juga sudah kita cincang dan kita angkut,” ujarnya.

Dongoran juga menyebutkan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan terkait bantuan yang akan diberikan kepada korban yang bangunan rumahnya rusak akibat pohon yang tumbang.”Ini kita sedang koordinasi dengan BPBD. Segera akan kita bantu nanti yang rumahnya rusak karena pohon tumbang,” katanya.

Bobby melihat kondisi Amir Mustofa, salah satu warga yang menjadi korban tertimpa material rumahnya yang dihantam puting beliung.

Tak cuma itu, Dongoran juga memastikan bahwa pihaknya juga telah memotong dahan-dahan pohon yang berada di seputar Pasar Melati tersebut. Hal itu dilakukan, sebagai antisipasi terjadinya pohon tumbang susulan. “Selain pohon yang tumbang, dahan pohon-pohon yang lain juga ikut kita pangkas sebagai antisipasi,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, akibat dari peristiwa ini, aktivitas lalulintas sempat mengalami kemacetan diakibatkan pohon yang tumbang membentang di tengah jalan. Untuk menghindari kemacetan total, warga berinisiatif merubah arus lalulintas yang tadinya satu arah di rekayasa menjadi dua arah karena satu sisi jalan terhalang oleh pohon yang tumbang.

Sementara itu, sebanyak puluhan rumah lainnya di Kota Medan juga mengalami kerusakan parah akibat diterpa hujan dan angin kencang pas Minggu sore yang lalu.

Kepala BPBD Kota Medan, Muhammad Husni mengaku tengah mendata jumlah rumah yang rusak akibat diterpa bencana angin kencang untuk dapat diberikan bantuan. “Ini sedang kita data lagi, untun memastikan jumlah dan kondisi kerusakannya,” ucap Husni kepada Sumut Pos, Senin (23/5).

Dijelaskan Husni, Kecamatan Medan Sunggal merupakan wilayah dengan kondisi rumah terbanyak mengalami kerusakan terparah, yakni sebanyak 43 unit. Di antaranya 25 unit rumah di Kelurahan Sei Sikambing, 16 unit rumah di Kelurahan Sunggal, 1 unit sekolah di Kelurahan Tanjung Rejo, dan 1 unit rumah di Kelurahan Babura Sunggal.

Sementara itu, untuk di wilayah Medan Selayang, ada lima unit rumah yang terdampak, yakni di Kelurahan Padang Bulan Selayang I. “Jumlah yang terluka ada 1 orang yang beralamat di Jalan T.B Simatupang Gg Masjid. Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Alhamdulillah korban jiwa maupun korban dengan luka berat tidak ada,” ujarnya.

Husni memastikan, bantuan bencana bagi masyarakat yang mengalami kerusakan rumah akan terlaksana dalam dua hari ke depan. Untuk itu, saat ini pihak BPBD terus memperbaiki sistem pendataan korban bencana. Targetnya, bantuan akan dapat disalurkan pada hari Rabu (25/5) mendatang.

Adapun bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat adalah dalam bentuk bahan-bahan bangunan. Nantinya, masyarakat dapat mempergunakan bahan bangunan itu untuk memperbaiki rumahnya. “Itu khusus yang rumahnya diterpa angin. Kalau yang ditimpa pohon, itu nanti ada asuransinya. Sebab sudah ada kerjasama antara Dinas Kebersihan dan Pertamanan dengan pihak asuransi, jadi kita (BPBD) fokus ke yang terkena angin kencang,” tuturnya.

Husni pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrim yang belakangan kerap terjadi di Kota Medan.

“Kita menyadari cuaca saat ini sangat ekstrim. Kita minta masyarakat waspada dengan kondisi yang terjadi agar tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. (map/ila)

Masih Ada Long Weekend dan Tanggal Merah, tiket.com Siapkan Diskon Tanggal Muda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Online Travel Agent (OTA) pertama di Indonesia, tiket.com menggelar sebuah program bertajuk Diskon Tanggal Muda dalam rangka menyambut dua tanggal merah (hari libur) yang paling dekat.

Tanggal terdekat adalah hari Kenaikan Isa Al-Masih yang jatuh pada Kamis (26 Mei 2022) sehingga cuti atau Work From Anywhere (WFA) padaJumat yang terjepit pun dapat menjadi alasan untuk berwisata ke destinasi impian. Kemudian tanggal liburan berikutnya jatuh pada Rabu (1 Juni 2022) yang dikenal dengan Hari Pancasila.

Co-Founder dan Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, mengatakan, Diskon Tanggal Muda adalah sebuah program yang secara khusus dirancang untuk mengajak masyarakat Indonesia mewujudkan impian berlibur ke berbagai destinasi pilihan ketika dana tersedia, yaitu pada tanggal-tanggal muda.

Secara khusus, di Mei ini, Diskon Tanggal Muda memiliki skema menarik yang patut disimak oleh masyarakat yang hendak berpergian.

“Diskon Tanggal Muda terasa semakin spesial karena pelonggaran aturan bagi pelaku perjalanan, baik domestik maupun internasional. Bagi masyarakat yang telah menerima minimal 2 dosis vaksin, journey untuk travelling pun semakin nyaman dan mudah karena sertifikasi vaksin kedua menjadi salah satu requirement agar dapat melakukan perjalanan tanpa perlu PCR atau Antigen. Biaya tes tersebut dapat dialokasikan untuk mengoptimalkan pengalaman berwisata di destinasi tujuan,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (24/5).

Dipaparkannya, Diskon Tanggal Muda dimulai pada 25 Mei hingga 6 Juni 2022, mencakup semua produk dan fitur yang tersedia di dalam aplikasi tiket.com – dengan promo umum yaitu diskon hingga 50% + ekstra diskon Rp575.000 berlaku untuk seluruh destinasi yang dapat dinikmati oleh keluarga atau sahabat.

Untuk skema diskon ditiap produk yakni hingga Rp300.000 untuk penerbangan domestik dan diskon hingga Rp600.000 untuk penerbangan internasional.

Pada ajang Diskon Tanggal Muda kali ini, destinasi favorit domestik di antaranya adalah Denpasar, Medan, dan Surabaya. Sedangkan untuk destinasi favorit internasional berjarak dekat adalah Singapura, Kuala Lumpur, dan Thailand.

Kemudian, lanjut Gaery, untuk pilihan akomodasi dan hotel tidak kalah penting untuk mendapatkan kenyamanan maksimal baik bagi turis solo, couple, hingga grup keluarga. Mulai dari jarak ke berbagai tujuan dan atraksi wisata, akses ke berbagai tempat hiburan atau gaya hidup, hingga kemudahan ke stasiun, bandara, atau transportasi umum.

“Nikmati diskon hingga 50% + ekstra diskon hingga Rp575.000 untuk jajaran Hotel dan Akomodasi Domestik, serta diskon hingga 70% + ekstra diskon hingga Rp500.000 untuk jajaran Hotel dan Akomodasi Internasional,” ungkapnya.

Ia juga mengajak untuk menemukan berbagai opsi untuk memanjakan diri dan relaksasi bersama keluarga dengan beraktivitas bersama di dalam fitur tiket To-Do yang menyediakan diskon hingga Rp500.000. Tiket masuk ke Jakarta Aquarium And Safari yang berlokasi di Neo Soho hanya dapat ditemukan di tiket.com saja.

“Tidak hanya itu saja, beberapa salon dan tempat perawatan tubuh yang patut dilirik sebagai agenda bagi Moms untuk relaksasi ketika long weekend adalah Dandelion ID, Smooch Beauty Express, hingga Irwan Team Salon,” ungkapnya.

Sementara untuk keperluan transportasi dan keperluan perjalanan darat lainnya, tiket.com berikan diskon hingga Rp100.000 khusus untuk Kereta Api, kemudian diskon hingga 25% plus ekstra diskon hingga Rp550.000 untuk Penyewaan Mobil, serta diskon hingga Rp175.000 untuk Jemputan Bandara.

Gaery melanjutkan, dengan peraturan terbaru yang mengijinkan acara-acara publik digelar, tiket.com pun menjadi mitra OTA untuk beberapa ajang spesial, mulai dari MotoGP, konser tunggal Rossa, konser tunggal Raisa, hingga ajang-ajang hiburan memukau lainnya. Untuk Diskon Tanggal Muda, tiket.com berikan diskon hingga Rp300.000 untuk kategori Events.

“Habit praktek protokol kesehatan perlu terus dibiasakan sehari-hari agar kondisi pemulihan pariwisata terus berlanjut hingga ke masa kejayaan seperti dahulu kala. Mari bulatkan tiketmu wujudkan impian berwisata atau melakukan perjalanan dengan promo Diskon Tanggal Muda khususnya pada long weekend atau tanggal merah, tetapi tentu saja tidak akan membuat kantong jebol,” ajak Gaery. (map)

Selama 30 Hari dengan IM3, Gratis Berlangganan Prime Video Mobile Edition

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison, dengan visinya menjadi perusahaan digital telekomunikasi paling dipilih di Indonesia, melalui brand IM3, menghadirkan penawaran terbarunya untuk layanan streaming video populer Amazon, Prime Video. Penawaran tersebut memungkinkan seluruh pengguna IM3 dapat menikmati berlangganan gratis Prime Video Mobile Edition selama 30 hari di perangkat seluler mereka.

Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Ritesh Kumar Singh, mengatakan, pihaknya sangat senang dapat menghadirkan penawaran terbaru dari layanan Prime Video kepada pengguna IM3.

“Pandemi dalam dua tahun terakhir ini telah mengubah banyak kebiasaan masyarakat, terutama dalam hal menikmati konten hiburan. Sebagai perusahaan telekomunikasi digital yang selalu mengerti akan kebutuhan pelanggannya, khususnya generasi muda, IM3 berkomitmen untuk memberikan produk dan layanan digital yang menarik dengan terus beradaptasi terhadap tren yang berlangsung. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan platform digital terkemuka seperti Prime Video Mobile Edition untuk memberikan akses seluruh pengguna IM3 ke berbagai pilihan konten hiburan digital di smartphone mereka dengan mudah,” ujarnya.

Melalui Prime Video, pengguna IM3 mendapatkan kebebasan penuh untuk memilih dan menonton berbagai konten Amazon Originals yang telah memenangkan penghargaan seperti The Wheel of Time, The Boys, The Marvelous Mrs. Maisel, Star Trek: Picard, The Tomorrow War, Coming 2 America, Being The Ricardos, serta berbagai acara TV, dan serial populer lainnya seperti The Office, Mission Impossible, dan masih banyak lagi. Dengan Prime Video Mobile Edition, pengguna IM3 dapat mengakses seluruh pilihan film dari Prime Video melalui perangkat seluler mereka kapan saja dan di mana saja.

Seluruh pelanggan IM3 yang merupakan pengguna baru Prime Video dan mereka yang saat ini sudah memiliki akun pribadi Prime Video (namun belum pernah menerima free trial Prime Video sebelumnya) dapat menikmati gratis berlangganan Prime Video Mobile Edition selama 30 hari dengan mudah. Pengguna cukup membuka aplikasi myIM3 atau mengunjungi situs web IM3 untuk mengklaim promo sebelum mengunduh aplikasi Prime Video melalui Play Store atau App Store.

Setelah masa 30 hari berakhir, pengguna IM3 dapat melanjutkan dengan memilih salah satu dari dua paket berlangganan Prime Video Mobile Edition, yaitu paket Prime Video Mobile Edition + 1GB Kuota Utama (masa aktif 7 hari) senilai Rp10.000 atau Prime Video Mobile Edition 30 hari + 3GB Kuota Utama (masa aktif 30 hari) senilai Rp30.000. Selain itu, pengguna juga diberikan pilihan untuk meng-upgrade akun mereka agar dapat menikmati konten Prime Video dalam kualitas HD untuk disaksikan melalui berbagai perangkat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai gratis berlangganan 30 hari Prime Video Mobile Edition dapat mengunjungi bit.ly/r-amazonpvme (syarat dan ketentuan berlaku). (rel/mag-1/ram)