Home Blog Page 2658

Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu Komitmen Mengejar Ketertinggalan

BERSAMA: Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu didampingi Ketua TP PKK Nias Barat, diabadikan bersama unsur Pemkab Nias Barat, dan tokoh masyarakat, Kamis (19/5).

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu, kembali menyampaikan komitmennya, dalam mengejar ketertinggalan dari segala sektor. Sejak dilantik pada April 2021 lalu, komitmen yang selalu digaungkan yakni memperbaiki tata kelola Pemerintah Nias Barat, dengan tidak membebani ASN ketika menduduki sebuah jabatan.

Hal itu disampaikan Khenoki pada acara syukuran perolehan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan hasil laporan pemeriksaan BPK RI Tahun Anggaran 2021 di Halaman Kantor Bupati Nias Barat, Kamis (19/5) lalu.

“Komitmen saya sebelum menjadi bupati, yakni memperbaiki tata kelola Pemerintahan Nias Barat, berlari 70 kilo meter per jam mengejar ketertinggalan, dan tidak membebani ASN ketika menduduki sebuah jabatan,” ungkap Khenoki.

Khenoki juga menjelaskan, keberhasilan Pemkab Nias Barat memperoleh WTP itu, karena para ASN Pemkab Nias Barat tidak memiliki beban saat dilantik pada jabatan tertentu, sehingga fokus untuk bekerja mewujudkan Nias Barat yang bersih, unggul, dan maju.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Nias Barat, Evolut Zebua mengatakan, Opini WTP tersebut merupakan satu syarat dan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat dalam memberikan dana insentif daerah ke Nias Barat.

Ketua DPRD dari Partai PDI Perjuangan itu, meyakinkan masyarakat, proses pembahasan anggaran di lembaga yang dipimpinnya tidak akan terlambat.

“Kami di lembaga DPRD Nias Barat mendukung sepenuhnya program Bapak Bupati, dengan harapan seluruh program pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai dengan tahapan dan target yang telah ditentukan,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Nias Barat, Hermit Hia mengatakan, keberhasilan Pemkab Nias Barat meraih predikat Opini WTP atas Laporan Keuangan Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021, merupakan idaman para kepala daerah dan juga bukti kemampuan/ketegasan Bupati Nias Barat, dalam memanajemen pemerintah daerah.

“Apa yang pernah saya sosialisasikan, diskusikan, dan sampaikan kepada masyarakat Nias Barat sebelum Pilkada, Khenoki Waruwu yang terbaik untuk memimpin Nias Barat, terbukti. Dan sudah terbukti dengan Opini WTP ini,” tutur Hermit, yang juga mantan Wakil Bupati Nias Barat Periode 2010-2015.

Pada kegiatan itu, turut hadir Sekda Nias Barat Prof Fakhili Gulo, para staf ahli, asisten, kepala OPD, beserta jajaran Pemkab Nias Barat, Ephorus ONKP Pdt Matias Daeli, Ketua DPP Salom, Lestarman Gulo, unsur Forkopimka, dan hadirin lainnya. (adl/saz)

Bupati Labuhanbatu Buka Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Desa 2022

SOSIALISASI: Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Desa yang Akuntabel 2022.Fajardame/Sumut Pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga dan Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar membuka Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Desa yang Akuntabel 2022 di Ruang Data dan Karya Kantor Bupati Labuhanbatu, Senin (23/5).

Erik dalam sambutannya mengucapkan selamat datang para peserta sosialisasi pengelolaan keuangan desa yang hadir. “Selamat datang saya ucapkan kepada para peserta sosialisasi pengelolaan keuangan desa yang hadir,” ungkap Erik.

Erik juga menjelaskan, pentingnya sosialisasi ini agar para kepala desa bisa memahami regulasi dan peraturan supaya terhindar dari masalah hukum serta pengelolaan dana desa bisa bermanfaat dengan baik.

“Semoga sosialisasi Pengelolaan Keuangan Desa ini termanajemen dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Abdi Jaya Pohan, dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi bertujuan agar kepala desa bisa memiliki pemahaman yang baik dalam perencanaan dan pelaksanaan serta pelaporan sesuai dengan undang undang yang berlaku.

Kasi Intel Kejari Rantauprapat Firman Simorangkir, meminta agar para peserta memahami aturan yang ada dalam menjalankan pengelolaan keuangan desa, agar bisa bermanfaat untuk masyarakat dan terhindar dari proses hukum. (fdh/saz)

Penutupan Pembekalan Kepala SD dan SMP Terkait Soal Model MSB3

BERSAMA: Akademisi Unimed Dionisius Sihombing, diabadikan bersama para pelajar SD Negeri 173404 Sirisirisi, pada penutupan Pembekalan Kepala SD dan SMP Terkait Soal Model MSB3 di Humbahas, Jumat (20/5).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Akademisi Universitas Negeri Medan (Unimed) Dionisius Sihombing, mengapresiasi Bupati Humbanghasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, atas capaian perkembangan dunia pendidikan di daerah tersebut.

Menurutnya, kebijakan pada dunia pendidikan tersebut telah membuat penguatan karakter pada para pelajar. Satu di antaranya, keinginan bercita-cita tinggi. Seperti guru, dokter, jaksa, pengacara, polisi, tentara, bahkan pendeta.

“Ketika saya tanya apa cita-cita anak-anak SD ini? Ada yang bilang mau jadi guru, dokter, polisi, tentara, jaksa, pengacara, dan bahkan Pendeta. Di situ, saya kagum pencapaian pendidikan di Humbahas ini. Anak-anak Humbahas memiliki pandangan luas untuk masa depan,” ungkap Dionisius, usai menutup Pembekalan Kepala SD dan SMP di Humbahas Terkait Soal Model Manajemen Sekolah Berbasis Budaya Batak (MSB3), Jumat (20/5) lalu.

Di sisi lain, lanjut Direktur Lembaga Konsultan Manajemen dan Penelitian (LKMP) Yayasan Bukit Toba Sambangan Tuah ini, penguatan karakter pada para pelajar sangat baik. Itu diketahuinya, saat Dionisius melempar pertanyaan kepada para pelajar tingkat SD, soal siapa Bupati Humbahas saat ini.

“Sontak semua tahu, Bupatinya Dosmar Banjarnahor. Berarti ini menunjukan seorang Bupatinya dekat dengan masyarakatnya,” tuturnya.

Sebagai akademisi, dia menjelaskan, Bupati Humbahas punya perhatian lebih terhadap dunia pendidikan. Sehingga, nama bupati melekat pada masyarakat dari yang muda hingga tua.

“Ini karena kontribusi Pak Bupati untuk memajukan Humbahas,” kata Dionisius.

Untuk itu, Dionisius mengajak masyarakat Humbahas, untuk mendukung terus program bupati demi kemajuan Humbahas ke depannya, dan bisa dinikmati para generasi selanjutnya.

Tak luput, dia pun memberikan motivasi kepada para pelajar, untuk selalu rajin belajar, dan tidak lupa berdoa, menghindari bermain game, agar cita-cita yang diinginkan dapat terwujud ke depannya. Dionisius pun berpesan kepada para kepala sekolah, untuk tidak lupa menyalurkan hasil pembekalan Model MSB3 kepada para pelajar. Agar, apa yang menjadi program Bupati Humbahas, dan Kepala Dinas Pendidikan Jonny Gultom, dapat terwujud. Apalagi, Humbahas dikenal dengan dalihan na tolu.

“Kepada para kepala sekolah, mulai tingkat SD dan SMP, saya juga sudah berpesan, agar bekalan soal Model MSB3 ini, diberikan kepada para pelajar masing-masing. Demi memajukan budaya Batak,” pungkas Dionisius. (des/saz)

Pemkab Dairi Peringati Harkitnas

UPACARA: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Jumat (20/5).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114 di Halaman Kantor Bupati Dairi Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Jumat (20/5) lalu. Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu pun bertindak sebagai inspektur upacara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi Aryanto Tinambunan, melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, Bupati Dairi membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

Usai membacakan pidato menteri, Eddy mengatakan, dalam momentum Harkitnas, kita semua dapat bangkit, kuat jadi bangsa yang besar karena adanya perbedaan. Dia pun berpesan, perbedaan itu selalu ada, yang paling penting harus bersatu menutup kelemahan untuk wujudkan cita-cita bangsa.

“Mari kita bersatu, hilangkan perbedaan, yang kurang baik mari diperbaiki. Mari senantiasa bersatu manfaatkan momentum yang ada untuk maju lebih cepat lagi,” imbau Eddy.

Hadir pada kesempatan itu, unsur Forkopimda Dairi, Sekretaris Daerah Budianta Pinem, Ketua TP PKK Romy Mariani Simarmata, dan lainnya. (rud/saz)

1.500 Warga Tidak Ikut Pilkades, Warga Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Langkat

DEMO: Ribuan warga menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Langkat, menuntut hak pilih di Pilkades, Senin (23/5).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ribuan warga Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Langkat dan DPRD Langkat, Senin (23/5). Aksi warga ini, menuntut Pemkab Langkat untuk memberikan hak pilih mereka pada Pilkades 19 Juni 2022 mendatang.

“Berikan hak pilih kami! Jika kami bukan di anggap masyarakat Desa Harapan Maju maka mengapa kami diberikan KTP dan mengapa data kami dipakai sebagai laporan serta indikator mendapatkan dana desa,” teriak Yuda, orator sekaligus koordinator aksi.

Yuda juga menambahkan, jangan ada kecurangan-kecurangan dilakukan segelintir orang dalam pelaksanaan Pilkades 19 Juni nanti.

“Pak Bupati, tolong berikan hak pilih kami, jangan gara-gara kepentingan oknum tertentu yang berlindung pada regulasi, sehingga Pilkades serentak Kabupaten Langkat ternodai,” ungkapnya.

Pendemo juga mengancam akan menduduki TPS dan kantor desa setempat, bila hak pilih mereka sebagai warga tidak dipenuhi panitia Pilkades. “Jika hak kami sengaja ditiadakan atau dihilangkan, maka kami akan dudukin TPS serta kantor Desa Harapan Maju dan kami akan meminta Komnas HAM RI membantu kami agar kasus ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Langkat,” tegasnya.

Setelah berorasi di depan kantor bupati Langkat, warga pun mengadukan nasibnya ke DPRD Langkat. Aksi damai ini itupun diterima anggota Komisi A DPRD Langkat dengan mengundang perwakilan aksi di ruang rapat Komisi A yang dihadiri Wakil Ketua Komisi A Dedi dan anggota Komisi A Zulhijar, Pimanta Ginting dan Sukardi.

Dalam penerimaan aksi itu, disampaikan bahwa sebanyak 1.500 jiwa tidak diperkenankan memberikan hak suaranya dikarenakan tempat tinggal mereka berada di luar batas Desa Harapan Maju.

Padahal menurut warga, mereka memiliki KTP Desa Harapan Maju yang tinggal di Barak Induk, Damar Hitam dan Sei Minyak, berjumlah 700 KK selalu ikut dalam pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden dan DPR RI, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota. “Tolong bantu kami agar dapat memilih Kepala Desa di Desa Harapan Maju pada tanggal 19 Juni 2022 mendatang,” ujar Ernawati salah satu perwakilan yang menyampaikan keinginan warga.

Pada rapat itu, anggota Komisi A Zulhijar mempertanyakan kepada perwakilan warga apakah warga yang tidak diakomodir hak suaranya memperoleh Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa. Serentak perwakilan warga menyatakan mereka dapat bantuan BLT.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi A Dedi meminta warga agar jangan anarkis menyikapi permasalahan ini dan menjaga kondusifitas desa. “Kami akan fasilitasi dan sepakat untuk memperjuangkan hak-hak warga untuk ikut pilkades sesuai permintaan warga, namun semuanya tetap berpedoman kepada ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Setelah bersepakat, akhirnya Komisi A DPRD Langkat akan menindaklanjuti aksi warga Barak Induk, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A dengan mengundang Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Langkat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Dinas Dukcatpil Kabupaten Langkat, Camat Sei Lepan dan pihak Desa Harapan Maju pada Rabu 25 Mei 2022 mendatang.(**)

Bupati Karo Serahkan SK CPNS Formasi 2021

SERAHKAN: Bupati Karo Cory Sebayang menyerahkan SK pengangkatan CPNS

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory S Sebayang menyerahkan SK CPNS formasi tahun 2021 kepada 153 orang yang terdiri dari formasi umum sebanyak 151 orang dan lulusan PTDI-STTD Kementerian Perhubungan sebanyak 2 orang. Penyerahan SK CPNS Formasi tahun 2021 ini dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Karo, Senin (23/5).

Dalam sambutannya, Bupati Karo Cory S Sebayang menyampaikan selamat kepada seluruh CPNS yang menerima SK dan meminta untuk memiliki integritas yang tinggi serta memprioritaskan kinerja di unit kerja masing-masing.

“Kepuasan kerja seorang PNS adalah tingginya kepuasan masyarakat yang dilayani dan berharap agar CPNS memfokuskan tenaga dan pikiran pada tugas pokok dan fungsi di unit kerja masing-masing untuk mewujudkan Kabupaten Karo yang Maju, Mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam acara penyerahan ini turut hadir Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Kamperas Terkelin Purba, M.Si beserta Staf Ahli Bupati Karo dan Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo. (deo/ram)

Masyarakat Payaroba Tak Puas dengan Pemko Binjai

BAHAS: Masyarakat Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, saat diundang Pemko membahas Jalan Umar Baki yang rusak.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemko Binjai memohon maaf atas keterlambatan perbaikan Jalan Umar Baki yang semula dijanjikan pada April 2022. Pun akhirnya proses perbaikan diundur menjadi Juli 2022 mendatang. Hal itu diketahui saat rapat antara perwakilan masyarakat Jalan Labu, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat dan unsur Forkopimda. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah, Senin (23/5).

Dalam rapat, masyarakat kembali menyinggung soal janji perbaikan yang dijanjikan pada April 2022 kemarin. Namun nyatanya hingga kini, janji perbaikan sekadar isapan jempol belaka.

“Prosesnya di bulan 7 awal untuk perbaikannya. Ya kami tunggulah, tetap kami tunggu,” kata masyarakat Kelurahan Payaroba, Yuni.

Meski sudah diundang Wali Kota Binjai, dia tetap masih saja belum puas dengan jawaban orang nomor satu di Pemko Binjai tersebut. “Belum, bahkan sangat, sangat tidak memuaskan,” ujar masyarakat lain yang didominasi kaum hawa saat mendampingi Yuni ketika diwawancarai wartawan.

Dia merasa resah tinggal di ruas Jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat. Soalnya, abu acap kali beterbangan ketika truk yang diduga melebihi tonase melintas. Ditambah lagi kendaraan pribadi yang melintas juga diduga dengan kecepatan yang tidak normal. “Perbaikan jalan sampai sekarang belum ada keputusan pasti. Awalnya janji bulan 4, kami sampai turun demo yang ketiga kalinya,” ujar dia.

Marlan (62) warga lainnya juga merasa belum puas dengan sikap Pemko Binjai. Soalnya, dia menilai, perbaikan Jalan tersebut diduga sengaja diulur-ulur. Pun begitu, masyarakat agar tetap tenang kembali dijanjikan, supaya perangkat Pemko Binjai terkait yang ditugaskan melakukan pengawasan dapat bekerja.

“Termasuk mengawasi penyiraman dan mengawasi kecepatan mobil yang melintas agar bisa dikurangi kecepatannya. Itu yang kami harap agar bisa dibantu dari abu yang luar biasa itu. Pokoknya nanti kalau jadi perbaikan, kami mau meneruskan supaya ditindaklanjuti masalah tonase yang tidak sesuai dengan kelas jalannya,” pungkasnya.

Perbaikan Jalan Letnan Umar Baki dilakukan dengan beton rigid. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Binjai juga menggandeng kejaksaan negeri setempat dalam prosesnya.

Ditambah lagi, jalan rusak di Kelurahan Payaroba ini menyita perhatian masyarakat karena telah merenggut nyawa pelajar. Korban berinisial FN (12) tewas di tempat setelah dilindas truk akibat lubang di Jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, Jum’at (4/3) pagi.

Korban tewas dibonceng oleh kakaknya setelah menabrak lubang yang menganga dan terhempas ke kiri. Diketahui, seratusan masyarakat pernah turun ke jalan dan menanam pohon pisang pada lubang yang menganga di ruas jalan tersebut.

Ini dilakukan masyarakat sebagai bentuk protes dan kecewa lantaran Jalan Letnan Umar Baki yang terpantau rusak parah tak kunjung diperbaiki. Bahkan, kondisi jalan bak kubangan ketika hujan deras mengguyur sudah sejak sepuluh tahun terakhir.

Akibat aksi protes massa, terjadi kemacetan mengular panjang. Puluhan truk pun berhenti lajunya karena akses ditutup oleh massa.

Polsek Binjai Barat pun turun ke lokasi aksi massa untuk meredam emosi massa.

Akses penghubung Kecamatan Binjai Barat dengan Binjai Utara ini dibuka setelah Sekretaris Daerah Kota Binjai, H Irwansyah Nasution turun ke lokasi. Masyarakat dijanjikan akan segera diperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut. Untuk sementara, Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Binjai menambal lubang dengan pasir serta batu. (ted/ram)

Diterjang Hujan Es dan Puting Beliung, 9 Bangunan SD Rusak

TUMBANG: Baliho tumbang di Jalan Jenderal Sudirman, Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Cuaca ekstrim berupa hujan es yang melanda Kota Binjai kemarin (22/5) membuat sembilan bangunan SD rusak, pohon bertumbangan di sejumlah titik, dan merubuhkan papan baliho reklame.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Affan Siregar mengatakan, 9 gedung SDN yang mengalami rusak ringan hingga berat terjadi di beberapa titik kecamatan. 1 dari 9 SDN yang rusak, dilaporkan SDN 023900 di Jalan Cut Nyak Dhien, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur, yang mengalami rusak berat.

“Rata-rata kerusakan di bagian atap, terbang dihantam angin. Untuk SDN 023900 ini, ada 3 kelas atapnya yang terbang,” tukas Affan seraya mengaku masih meninjau kerusakan pada gedung SDN.

Prakirawan Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Budi Prasetyo menuturkan, hujan es yang mengguyur Kota Binjai terjadi karena awan kumulunimbus berkumpul di atas, membuat masa udara yang banyak, sehingga suhu di langit dingin sampai menjadi es. Akibatnya, butiran air yang jatuh dari menggumpal seperti es. “Itu secara teori, karena masa udaranya banyak, sehingga turunnya air terjadi penggumpalan dan pembentukan es,” ujar dia, Senin (23/5).

Turunnya hujan es yang terjadi di Kota Binjai banyak yang tak sangka. Sebab, siang harinya Kota Binjai terpantau panas terik.

Disinggung hujan es tersebut dipadu juga dengan angin kencang hingga puting beliung terjadi, dia mengakui, hal tersebut juga terjadi karena adanya perbedaan cuaca yang cukup mencolok. “Kalau perbedaan dengan suhu lingkungan, umumnya terjadi seperti angin puting beliung. Kalau ada angin puting beliung, perbedaan suhu mencolok antara suhu di awan dengan lingkungan saat itu, ya ada pengaruh lingkungan pada siang harinya yang panas,” ujar dia.

Dia memprediksi, cuaca Kota Binjai dan sekitarnya diperkirakan masih berpeluang besar terjadi hujan ringan hingga sedang pada sore sampai malam hari. Namun demikian, cuaca kemarin sore terpantau masih belum turun hujan.

Sementara, cuaca ekstrim yang terjadi di Binjai tidak hanya menumbangkan pohon besar dan merusak puluhan rumah warga di 18 kelurahan pada 5 kecamatan. Juga ada 9 bangunan sekolah dasar negeri di Kota Binjai yang dilaporkan rusak. (ted/ram)

Jelang Idul Adha, Pemprovsu & Pemko Medan Diminta Antisipasi Sapi Terjangkit PMK

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga meminta Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, serta Pemko Medan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Medan untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Provinsi Sumut pada umumnya dan Kota Medan pada khususnya.

Terkhusus untuk Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan itu meminta agar dapat dilakukannya pengetatan masuknya daging sapi ke Kota Medan. “Khusus kepada Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, kita juga mendorong untuk memperketat masuknya daging sapi ke Kota Medan agar masyarakat dapat terhindar dari kemungkinan memakan daging sapi yang wabah PMK,” ucap Ihwan Ritonga, Senin (23/5).

Sebab, kata Ihwan, sebanyak 389 hewan ternak sapi di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara telah terdeteksi terkena PMK pada pekan lalu. Wabah ini menyerang peternakan sapi di lima kecamatan di Kabupaten Deliserdang, dua diantaranya di Kecamatan Percut Seituan dan Tanjungmorawa.

Dan diketahui, dua kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan Kota Medan, terlebih menjelang pemotongan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1443 H di Bulan Juli mendatang. “Seperti biasanya, meenjelang Idul Adha, kebutuhan hewan kurban untuk Kota Medan kebanyakan dipasok dari Deliserdang dan sebagian daerah lainnya. Tentunya ini sangat riskan apabila sapi yang terkena PMK masuk ke Kota Medan, makanya sangat perlu untuk dilakukannya pengetatan pengawasan,” ujarnya.

Ihwan juga meminta Dinas terkait, baik tingnat provinsi maupun Kota Medan untuk memberikan jaminan bahwa semua pasokan sapi yang masuk Sumut dan Kota Medan layak konsumsi dan terhindar atau aman dari PMK.

“Apalagi saat ini ada kecemasan di masyarakat Medan yang mulai ragu mengonsumsi daging sapi, PMK ini membuat banyak warga Medan menjadi cemas. Apalagi saat ini wabah PMK bukan lagi isu. Jadi jaminan dari instansi terkait sangat penting bahwa daging sapi yang masuk ke Kota Medan harus steril dari PMK,” katanya.

Meski wabah PMK bukan lagi isu baru dan pemerintah pernah berhasil menanganinya, sambung Ihwan, pemerintah perlu juga melakukan vaksinasi bagi hewan ternak tersebut. “Tidak hanya manusia saja yang perlu divaksin dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, hewan ternak juga perlu sebagai bentuk antisipasi. Ini juga perlu kita dorong,” katanya.

Kepastian sterilisasi ternak sapi terkena PMK di Sumut, kata Ihwan, juga sangat penting bagi keberlangsungan pelaku usaha peternakan sapi. Sebab, ada kecenderungan omset penjualan ternak sapi menurun karena dampak isu ketakutan masyarakat akan PMK.

“Saat ini, persoalan wabah PMK yang menyerang hewan ternak sapi juga menjadi persoalan nasional. Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga turun ke Lampung untuk mengantisipasi wabah PMK tersebut. Ini harus jadi perhatian kita juga di Sumut, utamanya di Kota Medan,” pungkasnya. (rel)

Di Forum APEC MRT ke-28, Mendag Lutfi Sebut Kunci Pemulihan Ekonomi Bergeraknya Perdagangan Dunia

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menghadiri Pertemuan Para Menteri Perdagangan APEC ke-28 (The 28th APEC Ministers Responsible for Trade Meeting) di Bangkok, Thailand, Sabtu (21 Mei).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pandemi telah menyebabkan terpuruknya perekonomian global. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan kunci pemulihan ekonomi dunia adalah kerja sama antar negara-negara di dunia dalam meningkatkan transaksi perdagangannya.

Hal ini disampaikan Mendag Lutfi saat menghadiri Pertemuan Tingkat MenteriAsia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Ministers Responsible for Trade(MRT), ke-28 di Bangkok, Thailand. Pertemuan ini merupakan pertemuan fisik pertama selama dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Pertemuan digelar pada 21–22 Mei 2022 dan dihadiri para Menteri Perdagangandari21 anggota APEC.

“Kita harus kembali ke perdagangan, kita harus kembali ke ekonomi, kita harus kembali ke jalur pertumbuhan. Krisis pandemi Covid-19 mengajarkanbahwa tanpa kerja sama antarnegara, tantangan dunia yang terus berdatangan akan semakin sulit dibendung. Artinya, kerja sama antarekonomi menjadi kunci pemulihan dunia. Perdagangan adalah tulang punggung kesejahteraan dan salah satu kunci perdamaian dunia. Untuk mencapai hal tersebut, APEC harus bersama-sama sepakat untuk kembali kepada ekonomi demi perdamaian dan kesejahteraan dunia,” tegas Mendag Lutfi.

Menurut Mendag Lutfi, tantangan geopolitik turut mewarnai Pertemuan APEC MRT inikarena memberikan dampak signifikan bagi suplaiperdagangan global, harga komoditas, dan inflasi. Terlebih saat ini seluruh dunia masih berupaya untuk pulih dari krisis ekonomi akibatpandemi Covid-19.

“Krisis pandemi Covid-19 memberikan tantangan bagi Indonesia. Pada dua tahun terakhir kami berjuang keras untuk keluar darijebakan pendapatan kelas menengah(middle income trap),” ujar Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menjabarkan langkah agar anggota APEC kembali fokus pada perdagangan dan peningkatan ekonomi khususnya di kawasan Asia Pasifik. Salah satunya melalui pembahasan mengenai Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik/ Free Trade Area of the Asia Pacific (FTAAP).

“Sudah hampir 20 tahun sejak pertama kali pembahasan FTAAP, namun masih terdapat perbedaan pandangan di antara anggota APEC dalam menentukan arah ke depannya. Untukitu, penting untuk menyepakati pemahaman bersama agarmemberikan manfaat yang luas bagi perekonomian global,” ujar Mendag Lutfi.

Sementara itu,untuk pembahasan sistem perdagangan multilateral, Indonesia menekankan seluruh anggota APEC agarmengupayakan pengembalian fungsi WTO untuk memperoleh manfaat dari sistem perdagangan multilateral.

“Padapertemuan Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-12 (Ministerial Conference/MC-12) pada bulan Juni 2022 mendatang, diperlukanupaya global untuk memastikan relevansi WTO dalam menghadapi tantangan yang tengah dihadapi dunia. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun dialog upaya membangun sistem perdagangan multilateral yang berfungsi dengan baik diantara anggota APEC. Kedua, anggota APEC harus memimpin komitmen memperkuat sistem perdagangan multilateral serta menekankan hasilkonkretdan berarti dari pertemuan MC-12 terutama sistem penyelesaian sengketa WTO yang kredibel,” jelas Mendag Lutfi.

Di tengah kenaikan harga pangan akibat disrupsi global, lanjut Mendag Lutfi, Indonesia mendorong penyelesaian negosiasi pertanian dan pembentukan disiplin subsidi perikanan yang efektif sebagai solusi. Disiplin subsidi perikanan tersebut harus memastikan keseimbangan yang adil (level-playing-field).

Mendag Lutfi juga menegaskan pentingnya pernyataan bersama anggota APEC bagi kesuksesan hasil pertemuan MC-12. Menurut Mendag Lutfi, saat ini perlu menjaga relevansi dan integritas APEC untuk mendukung sistem perdagangan global dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“APEC harus menyelesaikan setiap permasalahan dengan proporsional dan berimbang serta menekankan pentingnya kelanjutan kerja. Untuk itu, Indonesia mendorong pencapaian kesepakatan bersama Menteri Perdagangan APEC (MRT Statement) untuk menunjukkan relevansi dan integritas APEC di masa krisis dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,”tutur Mendag Lutfi.

Namun, Mendag Lutfi juga menyayangkanPertemuan Menteri PerdaganganAPEC tahun ini hanya menyepakati “APEC Chair’s Statement” karena belum berhasil menyepakati penyataanbersama terkait penyelesaian isu geopolitik.

Sekilas tentang APEC
APEC merupakan forum kerja sama 21 Ekonomi di lingkar Samudera Pasifik. Kegiatan utamanya meliputi kerja sama perdagangan, investasi,kerja sama ekonomi lainnya untuk mendorong pertumbuhan, serta peningkatan kesejahteraan di Kawasan Asia Pasifik.

Anggota Ekonomi APEC terdiri atas Australia, Brunei Darussalam, Filipina,Kanada, Chile, Tiongkok, Hongkong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam. Kerja sama APEC bersifat nonpolitisdan keputusan-keputusan yang dihasilkan seringkali tidak bersifat mengikat.

Pada 2021, anggota Ekonomi APECmewakili 38 persen penduduk dunia atau 2,9 miliar jiwa, 47 persen perdagangan global atau senilai USD 24 triliun, dan 61 persen total riil GDP dunia atau senilai USD 53 triliun. Secara nilai, ekspor perdagangan Indonesia dengan kawasan APEC menunjukkan peningkatan pada2021. Pada periode tersebut, total nilai ekspor Indonesia ke anggota APEC sebesar USD 170,4 miliar. Nilai ininaik 44 persen dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 117,7 miliar. Pada periode ini, surplus nilai perdagangan Indonesia-APEC mencapai USD 17,5 miliar.(*/rel)