25 C
Medan
Monday, February 9, 2026
Home Blog Page 2659

Dugaan Penyerobotan oleh PT BUK, Ratusan Warga Karo Demo ke Mapolda Sumut

UNJUK RASA: Massa aksi dari DPC Projo Kabupaten Karo saat melakukan aksi di depan Mapolda Sumut, Kamis (24/3).Dewi Syahruni/Sumut Pos.

SUMUTPOS.CO – Ratusan warga Desa Sukamaju, Kabupaten Karo, yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Pro Joko Widodo (DPC Projo) Kabupaten Karo, berunjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut), Kamis (24/3).

Massa meminta perlindungan hukum karena merasa diintimidasi oleh pihak PT Bibit Unggul Karobiotik (PT BUK), yang merupakan milik Mujianto alias Anam, yang selama ini bersengketa di atas lahan seluas 895.100 meter persegi, kawasan Siosar, Kabupaten Karo.

Ketua DPC Projo Kabupaten Karo, Lloyd R Ginting Munthe, dalam orasinya, mengatakan, pemerintah telah membuat SKB agar masyarakat terhindar dari kriminalisasi dari mafia tanah. Namun, menurutnya SKB tersebut telah dikangkangi. Warga selama ini telah menjaga tanah tersebut, sebagai hutan produksi di puncak 2.000 meter, yang merupakan tanah adat leluhur. Namun, oknum mafia tanah malah menyerobot dan pihaknya menghalangi jalan masuk hutan tersebut.

“Tapi malah kami yang dilaporkan ke Polda Sumut, dan penyidik yang menangani perkara malah sewenang-wenang memanggil hingga puluhan warga. Panggilan pertama kami kooperatif menemui penyidik yang menangani perkara laporan penyerobotan lahan dengan membawa bukti-bukti otentik. Tapi malah warga, seminggu kemudian dipanggil lagi 34 orang. Seminggu kemudian dipanggil lagi 17 orang.

Bahkan kepala desa yang tidak ada terlibat antara masyarakat dengan PT BUK, juga dilaporkan. Kami melihat oknum penyidik tidak profesional dan ada keberpihakan. Kami tahu siapa lawan kami, oknum pengusaha yang tidak asing lagi dalam masalah pertanahan,” teriak Lloyd, yang diamini massa dengan ikut meneriakkan, “Usir PT BUK”.

Karena itu, lanjut Lloyd, pihaknya meminta kepada Kapolda Sumut agar menegakkan hukum dan benar-benar melihat perkara tersebut secara objektif, tanpa ada keberpihakan.

“Saya juga sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Karo, telah menjalankan apa yang telah diperintahkan Ketua Umum kami, Ibu Megawati Soekarno Putri, agar kader PDI Perjuangan di seluruh Tanah Air harus berpihak kepada wong cilik. Namun dalam perlawananan ini, justru saya yang dikriminalisasi, saya ingin dijebloskan ke penjara. Karena mereka tahu jika saya dibungkam, perjuangan ini akan melemah,” tegasnya.

Sementara itu, seorang pendemo lainnya, Intan Sembiring menjelaskan, selama beberapa tahun ini warga sering mendapatkan intimidasi dari PT BUK.

“Kami dari penduduk Sukamaju saat berladang, sering mendapat intimidasi dari pihak PT BUK. Bahkan ada pilar yang dibangun pemerintah, itu pun dirusak. Kami berjuang dari 2016 lalu,” tuturnya.

Dia pun menjelaskan, intimidasi itu berupa, warga sering dipanggil pihak kepolisian. Selain itu, PT BUK sering mendatangi warga, menyatakan kalau lahan itu bukan milik warga.

“Kami dipanggil polisi, kemudian mereka katakan itu tanah mereka. Kami buktikan dengan surat, tapi mereka tidak peduli. Mereka menyuruh kami keluar dari tanah yang sudah kami tempati bertahun-tahun,” jelas Intan.

Dengan aksi ini, warga Desa Sukamaju berharap, agar pimpinan Mabes Polri dan Polda Sumut, segera membebaskan lahan yang dikuasai 200 KK tersebut.

“Harapan kami agar bapak pemangku hukum di negara ini mengarahkan pandangannya kepada Sukamaju, supaya lahan itu benar-benar dibebaskan, agar kami dapat bertani lagi,” harapnya lagi.

Adapun tuntutan warga, yakni stop kriminalisasi masyarakat Desa Sukamaju, Karo. Tangkap perambah hutan puncak 2000, Siosar, Karo. Tangkap penyerobot tanah adat Desa Sukamaju. Dan batalkan peta bidang Nomor 09/2019 (Desember 2020) atas nama PT BUK.

Dari amatan, usai menyampaikan aspirasinya, massa menyanyikan lagu daerah Karo, dengan diiringi musik, dan tarian. Aksi itu pun sempat mendapatkan perhatian dari warga yang melintas dan menyebabkan kemacetan, karena truk yang mereka gunakan dalam aksi, melintang di jalan raya. Puluhan personel kepolisian juga berjaga-jaga, dan memasang pagar betis. (dwi/deo/saz)

Polres Labuhanbatu Tangkap 6 Tersangka Narkoba, Sita Sabu & Senapan Angin

BARANG BUKTI: Polres Labuhanbatu menunjukkan barang bukti hasil pengungkapan kasus narkoba laporan dari masyarakat, Kamis (24/3).

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Polres Labuhanbatu menindaklanjuti aduan masyarakat terkait peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Kualuh. Hasilnya, dalam dua pekan terhitung dari tanggal 10 Maret hingga 23 Maret 2022, Polres Labuhanbatu berhasil menangkap enam tersangka dan barang bukti sebanyak 11,5 gram narkotika jenis sabu, timbangan elektrik dan sepucuk senapan angin yang sudah dimodifikasi.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti SIK melalui Kasubag Humas Kompol Murniati SH kepada wartawan dalam siaran persnya Kamis (24/3).

Dalam operasi itu katanya langsung dilakukan Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu SH MH dan Kapolsek Kualuh Hulu.

“Walaupun saat sekarang ini kita memprioritaskan tugas membangun herd immunity masyarakat melalui vaksinasi tetapi Kamtibmas harus tetap terjaga supaya aman dan terkendali sehingga setiap aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar,” katanya

Dipaparkannya, adapun pengungkapan tersebut sebanyak dua kasus dan dua tersangka diungkap Polsek Kualuh Hulu dan selebihnya diungkap Sat Res Narkoba Polres Labuhanbatu.

Keenam tersangka adalah AM alias Cai (35) warga Desa Siamporik Kualuhhulu Selatan, HA alias Gogon (32) warga Perkebunan Londut Kualuh Hulu, HB (31) warga Pulo Dogom Kualuhhulu, RS alias Min (47) warga Sonomartani Kualuhhulu, RMS (25), dan HS alias Hasan (39) warga Desa Siamporik Kualuhhulu Selatan.

“Terhadap para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 subsidair Pasal 112 Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (sen/azw)

Truk Pengangkut Solar ‘Kencing’ Viral di Medsos, Pertamina: Itu BBM Industri

CEKCOK: Tangkapan layar sebuah video cekco warga yang mengetahui adanya transaksi ilegal BBM di jalan lintas Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah.

SUMUTPOS.CO – Sebuah truk tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) melakukan transaksi ilegal atau ‘kencing’ di Jalan Lintas Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng) Kilometer 3, Kabupaten Tapteng, Sumatera Utara (Sumut). Video transaksi ilegal dari truk tangki itu, menjadi viral di media sosial (medos).

Dalam video itu terlihat seorang warga menegur aktivitas transaksi ilegal tersebut dan sempat terjadi cekcok antara seorang pria. Kemudian, terdapat mobil bak terbuka mengangkut BBM di dalam dirigen.

Kejadian itu, dibenarkan oleh Section Head Communication & Relation Pertamina Sumbagut, Agustiawan saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (24/3). Ia mengatakan BBM yang diangkut jenis solar. Namun, BBM diangkut truk tangki itu BBM industri, bukan BBM untuk stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).

Truk tangki bertulisan PT Sibuluan merupakan milik transportir. Dengan itu, Agustiawan mengatakan truk tangki tersebut, bukan merupakan angkutan resmi Pertamina untuk mengangkut BBM untuk SPBU.

“Itu mobil tangki milik transportir, cuman yang diangkut itu, bukan BBM untuk SPBU. Cuman, mobilnya belum dicat. Itu BBM industri, disinyalir (dugaan pelanggaran) dan masih mau lacak, ini kontraknya sama Pertamina dan konsumen kami,” sebut Agustiawan.

Agustiawan mengungkapkan bahwa truk tangki itu, mengisi muatannya dari terminal BBM (TBBM) di Kota Sibolga, pekan lalu. “Jadinya, masalah seharusnya mobil tangki seharusnya cat berwarna biru, ini merah putih,” katanya.

Namun begitu, Agustiawan mengatakan pihak Pertamina melakukan penelusuran melihat dari kontrak transportir tersebut. Namun, sejauh ini konsumen atau perusahaan belum ada komplen dengan kejadian tersebut.

“Kami mau melihat, mobil tangki itu kontraknya sama kami atau konsumen. Kalau kontraknya sama kami, itu pelanggaran ketentuan dengan mengirimkan BBM tidak sesuai dengan kouta. Apa hukumnya dan sanksinya kita lihat nanti kontraknya. Kalau transportir itu, kontraknya dengan Pertamina.Kalau kontraknya dengan konsumen, pastinya merugikan konsumen lah. Sampai sejuah ini, belum ada konsumen yang komplen,” jelas Agustiawan.

Kemudian, Agustiawan mengatakan pihaknya menelusuri keberadaan mobil bak terbuka dengan muatan dirigen berisikan BBM. Untuk mengetahui apakah seluruh BBM di mobil pickup itu, dari truk tangki tersebut.

“Yang jadi binggung, di mobil pikap itu banyak jeriken minyaknya. Apakah itu, semua dikumpulkan dari mobil tangki itu. nah itu, teman-teman masih menelusuri,” sebut Agustiawan.

Agustiawan tidak membantah ada indikasi truk tangki ‘Kecing’ didalam video yang viral di media sosial itu. Hal itu, masih terus ditelusuri oleh pihak Pertamina. “Indikasi kencing ada, karena ditutupi itu. Karena takut ketahuan, kita pipis (buang air kecil) ditutupi,” tandas Agustiawan.(gus/azw)

Saleh Partaonan Daulay: Ada Kearifan bagi Masyarakat Belum Dibooster

Saleh Partaonan Daulay, Anggota DPRD Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memperbolehkan masyarakat mudik di tahun ini. Kebijakan ini diharapkan dapat mengobati kerinduan masyarakat untuk pulang kampung. Terutama, warga masyarakat yang selama 2 tahun terakhir ini tidak berkesempatan mudik.

“Kebijakan ini bagus. Sangat aspiratif dan memenuhi tuntutan masyarakat. Apalagi, saat ini penyebaran virus Covid sudah lebih terkendali,” kata anggota dewan dari Komisi 9 Dapil II Sumut ini.

Namun demikian, kebijakan ini perlu dibarengi dengan aspek kearifan. Khususnya, berkenaan dengan persyaratan vaksin booster yang diwajibkan. Ini akan menjadi persoalan sebab ada banyak anggota masyarakat yang belum mendapat giliran untuk di-booster.

Menurut Saleh, vaksin booster memang sudah jalan. Tetapi, tidak semua bisa dilaksanakan secara bersamaan. Ada jadwal dan target yang sudah diprogramkan. Dipastikan, tidak semua orang yang hendak mudik sudah dibooster.

“Bukan karena tidak mau divaksin. Ini lebih pada persoalan waktu dan kapasitas vaksinator kita di berbagai daerah. Terutama di kota-kota besar yang penduduknya banyak yang akan mudik. Kalaupun mereka bekerja keras, rasa-rasanya pasti akan ada keterbatasan,” jelasnya

Dalam konteks ini, diharapkan ada kearifan bagi mereka yang belum dibooster ini. Apalagi, pelonggaran aturan PPKM sudah banyak yang dilaksanakan. Seperti, tidak ada kewajiban PCR/swab bagi pelaku perjalanan, penghapusan karantina bagi pelancong luar negeri, kelonggaran di rumah-rumah ibadah, sekolah, tempat-tempat pertemuan masyarakat, dan lain-lain. Kalau itu bisa dilonggarkan, kewajiban booster ini pun mestinya bisa dikecualikan bagi orang-orang tertentu. Terutama yang belum mendapat giliran untuk divaksin.

“Kalau mau memberikan kemudahan, tentu akan sangat membantu. Masyarakat diyakini akan sangat senang. Meskipun pada saat yang sama, kita akan tetap mendorong percepatan program vaksinasi booster,” tandasnya. (rel/azw)

Satpol PP Jaring Pelajar Bolos Nongkrong di Warung

DIDATA: Puluhan pelajar SMKN 1 Dolok Sanggul yang terjaring didata Satpol PP Humbahas, Kamis (24/3).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar razia terhadap anak sekolah yang berkeliaran di warnet maupun ditempat umum. Dari razia itu, ditemukan puluhan siswa lagi asyik nongkrong di warung saat jam sekolah, Kamis (24/3).

Kepala Dinas Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran Vandeik Simanungkalit mengatakan, puluhan siswa yang terjaring itu pelajar SMK Negeri 1 Dolok Sanggul. Mereka mengaku, membolos karena terlambat masuk sekolah pada jam pertama sekolah.

” Pengakuan mereka bolos karena terlambat pada saat jam pertama sekolah,” kata Vandeik.

Vandeik menjelaskan, razia dilakukan dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan banyaknya pelajar yang membolos sekolah saat jam sekolah.

Kemudian, pihaknya juga rutin melakukan razia menyusul surat edaran Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE nomor 409 tahun 2022 yang menyatakan dibolehkannya melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

” Seharusnya anak-anak ini ke sekolah, dan belajar, bukan berkeliaran. Apalagi, mereka ini rentan terpapar Covid 19,” tambah Vandeik.

Vandeik mengatakan, razia bukan dimaksud untuk menjaring , melainkan demi mengedukasi anak sekolah agar menggunakan waktu dengan benar-benar belajar. Dan, meminimalisir penyebaran virus Covid 19 di Humbahas. “Kita bukan menjaring , tetapi agar anak-anak ini dapat menggunakan waktunya saat sekolah,” ujarnya. “Jadi, ini juga mengurangi kerumunan , dan meminimalisir penyebaran Covid 19,” katanya.

Dari amatan wartawan, petugas Satpol PP mendapati puluhan pelajar diwarung saat jam sekolah, tepatnya di Desa Purba Dolok Kecamatan Dolok Sanggul.

Usai terjaring, puluhan pelajar itu kemudian diberi hukuman dengan push up. Selain itu, menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Selanjutnya, para pelajar ini dipulangkan ke sekolahnya untuk dilakukan pembinaan oleh para guru.(des/azw)

Mesir vs Sinegal: Revans

SUMUTPOS.CO – MESIR mengusung misi revans alias balas dendam, saat menjamu Senegal pada laga leg pertama Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar Zona Afrika di Stadion Internasional Kairo, Sabtu (26/3) dini hari WIB.

Mohamed Salah dan kawan-kawan, tak mau mengulang kekalahan yang mereka terima saat Final Piala Afrika pada Februari 2022 lalu. Kala itu, Mesir dikalahkan Sadio Mane dan rekan-rekan dengan skor 4-2 lewat adu penalti, dan Senegal pun jawara Piala Afrika 2022 Fase Kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar Zona Afrika, telah memasuki babak akhir.

Kini hanya tersisa 5 pertandingan yang melibatkan 10 negara. Dan 5 tiket ke putaran final akan ditentukan dalam 2 laga kandang home dan away nanti. Dalam laga ini, Mesir dan Senegal dipertemukan di fase penentuan. Dengan kata lain, satu dari 2 tim ini dipastikan gagal bermain di Piala Dunia 2022 Qatar.

Menghadapi lawan kuat, pelatih kedua tim harus mempersiapkan anak asuhnya dengan sebaik mungkin. Terutama bagi Mesir, karena mereka akan bertindak sebagai tuan rumah di laga pertama. Kekalahan di Final Piala Afrika Februari 2022 lalu, harus dijadikan pelajaran oleh Mesir.

Pelatih Mesir, Carlos Queiroz menegaskan, anak-anak asuhnya harus lebih fokus kali ini. Dia tak mau skuadnya harus merasakan penyesalan ketika pertarungan telah usai, karena gagal melanjutkan langkah ke Qatar.

“Kami sudah berjuang sampai sejauh ini. Kami tahu betapa beratnya tantangan yang harus kami hadapi di pertandingan nanti. Tak boleh ada ruang untuk penyesalan bagi kami setelah laga,” ungkap Queiroz.

Senegal pun tentu ingin melangkah ke Piala Dunia 2022 Qatar. Jika berhasil mendapatkan tiket lolos, Senegal akan mencetak sejarah. Yakni untuk pertama kalinya bisa 2 kali beruntun bermain di putaran final piala dunia.

Sepanjang sejarah, The Teranga Lions baru 2 kali berpartisipasi di piala dunia, yakni 2002 dan 2018. Jelang laga kontra Mesir, Pelatih Aliou Cisse menyatakan, tak akan banyak mengubah cara bermain timnya. Dengan kata lain, dia akan melanjutkan resep sukses seperti saat mengalahkan Mesir di Final Piala Afrika bulan lalu.

“Untuk 2 laga nanti, saya pikir penting bagi kami untuk tetap bermain konsisten. Penting untuk kami melanjutkan apa yang sudah kami kerjakan di Piala Afrika lalu. Itulah kenapa saya memanggil pemain yang sama untuk laga pekan ini,” tuturnya.

Pada laga ini, tidak banyak perubahan dari kedua tim, soal komposisi skuad. Mesir masih akan mengandalkan Mohamed Salah, Omar Marmous, maupun Kiper Mohamed Abou Gabal. Sayangnya, bek andalan seperti Ahmed Hegazy harus absen karena cedera.

Hal yang sama juga berlaku bagi Senegal, seperti yang disampaikan Cisse. Nama-nama seperti Sadio Mane, Idrissa Gueye, maupun Kalidou Koulibaly, masih menjadi bagian penting bagi tim. Demikian juga dengan pemain lain, seperti Edouard Mendy dan Cheikhou Kouyate.

Seperti diketahui, laga nanti akan menjadi duel ketiga bagi Mesir dan Senegal, khusus di kualifikasi piala dunia. Sebelumnya, mereka bertemu di Grup C Putaran Kedua, jelang Piala Dunia Jepang-Korea Selatan 2002. Hasilnya, laga ketat terjadi saat itu, karena hanya tercipta satu gol dari 2 laga. Di kandang Senegal, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Sedangkan ketika berlaga di Mesir, gol tunggal Ahmed Hossam Mido memberi kemenangan bagi tuan rumah. (tid/saz)