Home Blog Page 2671

Pembangunan Daerah, Pemprovsu Butuhkan Kontribusi Akademisi

MEMBUKA: Pj Sekdaprov Sumut Afifi Lubis membuka ICOSOP ke 4 tahun 2022 yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) di Grand City Hall Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Membangun daerah diperlukan kontribusi dari semua pihak, termasuk para akademisi. Akademisi diharapkan berperan memberikan gagasan dan solusi setiap permasalahan aktual yang dihadapi negara maupun daerah.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Afifi Lubis saat membuka kegiatan International Conference on Social and Political Development (ICOSOP) 2022 di Grand City Hall, Jalan Balai Kota, Medan, Rabu (18/5).

“Kami pemerintah adalah praktisi, akademisi mengisi peran memberi gagasan maupun ide atas permasalahan bangsa dan negara,” kata Afifi. Afifi mengapresiasi ISOCOP 2022 yang diadakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU). Menurutnya, forum ilmiah harus semakin banyak dilakukan.

Sebab dari forum tersebut akan dihasilkan banyak ide dan gagasan yang bisa digunakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam setiap pengambilan kebijakan. “Diharapkan lebih banyak forum ilmiah, Pemprov Sumut sangat butuh dengan aktivitas seperti ini, karena kami sangat membutuhkan hasil-hasil dari forum ilmiah tersebut, kami yakin itu pastinya berguna bagi kami,” kata Afifi.

Sementara itu, Rektor USU Maryanto Amin yang diwakili Wakil Rektor IV Bidang Informasi Perencanaan dan Pengembangan USU Opim Salim Sitompul mengatakan, ICOSOP telah dilaksanakan empat kali sejak tahun 2016. Pada tahun ini, ICOSOP mengambil tema ‘human security and government agile’.

“ICOSOP tahun ini menghadirkan tema yang cukup menarik untuk dijadikan bahan diskusi yang cerdas dan berpotensi menghasilkan ide inovatif, yang dapat diimplementasikan khususnya oleh pemerintah dalam melakukan rekonstruksi terhadap tatanan sosial,” kata Amin.

Menurut Amin, tema tersebut sangat berkaitan dengan isu dunia maupun nasional saat ini. Kebutuhan rasa aman saat ini menjadi perhatian khusus masyarakat. Amin memaparkan, berbagai isu yang terkait dengan rasa aman di antaranya sindikat perdagangan manusia, narkoba, begal, terorisme, dan kejahatan jalanan lainnya.

ICOSOP akan diadakan selama dua hari mulai 18 – 19 Mei 2022. Turut hadir sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut dan para akademisi.(gus/ila)

H Hidayatullah SE Ajak Warga Medan Jaga Pancasila

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai ideologi negara, Pancasila adalah sesuatu yang sakral karena di dalamnya terkandung rumusan penting untuk menjalankan kehidupan bernegara. Hal ini disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pemaparannya pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (24/4).

Dijelaskan Hidayatullah, Pancasila adalah landasan paling utama bagi bangsa Indonesia untuk menjalankan kehidupan bernegara. Pancasila juga merupakan dasar negara serta falsafah bangsa terdiri atas lima sila yang mengandung nilai-nilai luhur yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia.

Politisi senior PKS yang juga dikenal sebagai tokoh ekonomi syariah Sumut ini mengatakan, masyarakat memang berkewajiban untuk menjaga Pancasila, tetapi di sisi lain para pemimpin di atas juga mempunyai tanggung jawab moral menjalankan nilai-nilai Pancasila. Hidayatullah pun menyitir sila ke-5 yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Tetapi faktanya sekarang, yang miskin semakin miskin. Yang kaya semakin kaya. Persentasi orang miskin lebih banyak ketimbang orang kaya, tidak terlihat keadilan sosialnya, ironis sekali,” ujarnya.

Hidayatullah juga mengajak tokoh-tokoh agama yang hadir dalam sosialisasi itu untuk menjaga Pancasila dari rongrongan baik dari dalam maupun luar negeri. “Mari kita juga terus mendoakan yang baik-baik kepada para pemimpin bangsa. Toh doa yang baik sejatinya akan berbalik kediri kita sendiri.l,” sebutnya.

Dalam paparannya mengenai Sosialisasi 4 Pilar, Hidayatullah juga mejelaskan, 4 pilar mencakup beberapa point krusial yaitu: Pancasila sebagai dasar dari indeologi negara, UUD RI tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan bhineka tunggal ika sebagai semboyan negara. (adz)

Umar Zunaidi: Jaga Asupan Gizi Anak dan Kebersihan Lingkungan

PENYULUHAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Camat Rambutan Mawansyah Harahap, membuka kegiatan penyuluhan Hepatitis akut anak dan PMK pada hewan ternak sapi Kecamatan Rambutan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Kecamatan Rambutan melaksanakan kegiatan penyuluhan terkait penyebaran penyakit hepatitis akut pada anak, dan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi di Aula Kantor Camat Rambutan, Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Rabu (18/5).

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyatakan, penyakit hepatitis akut pada anak di Kota Tebingtinggi belum terdeteksi. Meski demikian, harus tetap waspada dan diantisipasi dengan menjaga kebersihan lingkungan dan asupan gizi yang cukup bagi anak.

“Tentang penyakit Hepatitis B akut, ini virus tidak terdeteksi oleh mata. Apa yang harus kita lakukan adalah kewaspadaan. Apa lagi ini dikategorikan menyerang anak-anak sampai usia 17 tahun. Kepada kita semua, tolong menggalakkan, mengingatkan ini supaya menjaga kebersihan lingkungan kita dan menjaga kecukupan asupan gizi makanan anak anak kita serta menerapkan protokol kesehatan,” ujar Umar Zunaidi didampingi Camat Rambutan Marwansyah.

Terkait PMK, bilang Umar Zunaidi, kebutuhan hewan ternak untuk Kota Tebingtinggi cukup tinggi, sehingga dibutuhkan hewan ternak yang sehat dan layak untuk dikonsumsi. Untuk itu, Umar menyampaikan agar masyarakat yang memiliki hewan ternak agar selalu memperhatikan kesehatan dan kebersihan hewan ternak.

“Hewan yang terkena penyakit mulut dan kuku ini tidak layak untuk menjadi hewan kurban nantinya. Kita tahu Tebingtinggi ini setiap tahunnya kalau kurban membutuhkan 600 ekor sapi, dan ini bukan jumlah yang sedikit. Bahkan, kita sampai mendatangkan dari daerah-daerah luar untuk itu,” Jelasnya.

Wali Kota Umar Zunaidi juga mengimbau Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melakukan penyuluhan-penyuluhan secara langsung kepada peternak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Muhammad Iqbal mengharapkan kepada masyarakat, khususnya orangtua untuk menerapkan perilaku hidup bersih sehat, dan jangan panik jika anak mulai sakit tetapi agar segera membawa anak ke Puskemas atau Rumah Sakit terdekat.

“Jika anak mulai sakit dengan gejala awal seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan disertai demam ringan. agar langsung membawa anak ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. Pada gejala awal tersebut, masyarakat tidak perlu panik. Segeralah bawa pasien ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat. Jangan menunggu muncul gejala lanjutan seperti kulit dan mata menguning,” ucapnya.

Disela-sela kegiatan sosialisasi, mengingat akhir masa jabatan Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan dan Wakil Wali Kota Tebingtinggi pada 22 Mei 2022, maka kegiatan sosialisasi juga dibalut dengan silaturahmi Wali Kota Tebingtinggi bersama peserta sosialisasi.

Umar Zunaidi memohon pamit dan memohon maaf kepada masyarakat dan berpesan agar menjaga Kota Tebingtinggi dengan sebaik baiknya. “Saya mohon pamit, karena akan mengakhiri jabatan Wali Kota pada 22 Mei nanti, saya mohon maaf, agar kiranya kemaafan itu diberikan. Pesan saya kepada semua, setiap pemimpin pasti ada masa dan setiap masa pasti ada pemimpin. Jangan samakan pemimpin satu dengan yang lain, karena masalah yang dihadapi pasti berbeda. Mari kita jaga Kota Tebingtinggi ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Umar kembali.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan ucapan terima kasih dan apresiasi oleh tokoh masyarakat atas kepemimpinan Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan dan Wakil Wali Kota OKI Doni Siregar serta pemberian cinderamata dan bantuan disinfektan kepada Kepala Lingkungan yang ada di Kecamatan Rambutan, pemberian ulos untuk Wali Kota dan foto bersama. (ian/han)

Umar Zunaidi Saksikan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung BCA

PELETAKAN : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Bank BCA. SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Bank BCA, di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi, Rabu (18/5).

Kegiatan peletakan batu pertama dalam pembangunan Bank BCA Kota Tebingtinggi dipimpin oleh Kepala Kredit Bank BCA Kota Tebingtinggi Effan Budiawan dan dihadiri Kepala Bank BCA Wilayah Sumut, Enny Kamal.

Kepala Bank BCA Wilayah Sumut Enny Kamal seperti yang kita saksikan bersama, kegiatan ini adalah peletakan batu pertama dalam pembangunan Gedung Baru Bank BCA Kota Tebingtinggi.

Dikatakannya, bahwa Bank BCA Kota Tebingtinggi sudah 10 tahun berencana untuk melakukan pembangunan gedung baru dan pada Tahun 2022 terelisasi. Gedung ini akan kita bangun 5 Lantai dengan luas perlantai yaitu 400 meter persegi.

Sedangkan Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan Bank BCA adalah salah satu bank ternama di Indonesia dan jumlah nasabahnya jutaan orang dan Bank BCA Kota Tebingtinggi pertama kali memiliki unit ATM setor tunai.(ian/han)

Diduga Miliki Narkoba Jenis Sabu, BNNK Gunungsitoli Amankan Sopir dan Kernet

BARANG BUKTI:Kepala BNNK Gunungsitoli Kompol Arifieli Zega SH MH menunjukan barang bukti penangkapan peredaran narkoba, pada konferensi pers di kantor BNNK Gunungsitoli Jalan Yos Sudarso, Kota Gunungsitoli, (Rabu, 18/5).ADITIA LAOLI/SUMUT POS.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gunungsitoli membekuk sopir dan kernet truk ekspedisi di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli pada Sabtu (14/5). Keduanya ditangkap terkait kepemilikan narkotika jenias sabu yang seberat 1,2 gram.

Kedua orang yang kini sudah menjadi tersangka yakni : RRL(19) alias Rinto berstatus mahasiswa warga desa Moawo Kota Gunungsitoli. Sedangkan rekannya HCSH (24) alias Puta beralamat Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kepala BNNK Gunungsitoli Kompol Arifieli Zega SH MH mengungkapkan, RRL dan HCSH dibekuk saat melintas di Jalan Yos Sudarso, Desa Saewe Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli tepatnya di depan kantor BNN Kota Gunungsitoli, dengan mengendarai truk ekspedisi nomor polisi BK 8012 YG jurusan Medan-Gunungsitoli.

“Keduanya kita amankan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada pelaku peredaran narkoba dari pelabuhan Sibolga menuju pelabuhan Angin Gunungsitoli mengendarai truk tronton menggunakan kapal laut,” ungkap Kepala BNNK Gunungsitoli Kompol Arifieli Zega SH MH pada konferensi persnya Rabu(18/5).

Kompol Arifieli Zega menyebutkan, dari hasil penggeledahan itu petugas menemukan plastik transparan berisikan serbuk putih diduga sabu yang disimpan dibawah jok sopir. “setelah ditimbang beratnya 1,2 gram. Kemudian juga ditemukan satu buah plastik putih kosong yang berukuran sedang, tujuh buah plastik putih kosong berukuran kecil yang mana diakui oleh kedua tersangka milik mereka bersama,” sebutnya.

“Kedua tersangka mengakui sabu tersebut merupakan titipan dari seseorang di Kota Sibolga. Terhadap orang yang disebut kedua tersangka, kita sedang melakukan penyelidikan,” sambungnya.

Kompol Arifieli Zega mengatakan terhadap kedua tersangka dipersangkakan melanggar pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 20 tahun.

“Dari kejadian ini BNNK Gunungsitoli bekerjasama dengan TNI, Polri dan segenap komponen masyarakat berkomitmen untuk melakukan pemberantasan narkotika tanpa membeda-bedakan status sosial pelakunya,” katanya.

“BNNK Gunungsitoli menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba dan menyatakan stop narkoba,” tambahnya.(adl/han)

23 Calon Jamaah Haji Disdik Asahaan di Tepung Tawar

SERAHKAN: Wakil Bupati Labuhanbatu, Ellya Rosa Siregar serahkan bantuan BTPKLW. DARMAWAN/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H. Surya, BSc melakukan tepung tawar dan upah-upah 23 orang calon jamaah haji dari keluarga besar Dinas Pendidikan Asahan yang dilaksanakan di kediaman Kadis Pendidikan Kabupaten Asahan (Kelurahan Mutiara), Rabu (18/5).

Tepung tawar dan upah-upah kepada 23 orang calon jamaah haji dilaksanakan Bupati Asahan beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, dan Kadis Pendidikan Kabupaten Asahan serta OPD.

“Saya ucapkan selamat menjalankan ibadah haji, baik diperjalanan dan kembalinya nanti ketanah air, semoga mendapat haji yang mabrur,” ucap Bupati Asahan H. Surya BSc.

Surya juga berpesan kepada para calon jamaah haji supaya memperbanyak mengkonsumsi air jam-jam dan buah-buahan, karena sangat membantu kondisi jamaah haji agar tetap sehat dan tak kekurangan cairan, doaakan Kabupaten Asahan untuk selalu dalam keadaan baik dan kondusif.

Dihaladapan para calon jamaah dan undangan, H. Surya merasa yakin semuanya sudah saling memaafkan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Saya dan keluarga kembali mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, khususnya kepada guru-guru,”kata Surya. (Dat)

Perayaan Paskah Oikumene 2022, Ali Yusuf: Jadikan Momen Introspeksi Diri

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Perayaan Paskah Oikumene 2022, merupakan bagian dari perwujudan visi pembangunan Kabupaten Deliserdang ke depan, yakni ‘Deliserdang yang Maju, Sejahtera, dengan Masyarakatnya yang Religius dan Rukun dalam Kebhinekaan’.

Hal ini sisampaikan Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, saat menyampaikan sambutan pada Perayaan Paskah Oikumene 2022 yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) di Gedung Perhimpunan Budi Sejahtera, Jalan Setiabudi Lubukpakam, baru-baru ini.

Pada sambutannya, Ali juga menjelaskan, perayaan Paskah merupakan bentuk pengorbanan besar bagi kemaslahatan manusia. Karena itu, menurutnya, perayaan Paskah ini jangan hanya sekadar dijadikan kegiatan seremonial. Namun lebih dari itu, harus dapat memberi kontribusi penting bagi terwujudnya umat yang religius, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga akan terbentuk umat yang gemar untuk melakukan kebaikan.

“Perayaan Paskah dapat dijadikan sebagai momen untuk mengintrospeksi diri, sejauh mana perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan yang telah diberikan untuk perbaikan kehidupan umat di tengah derasnya arus tantangan globalisasi,” ungkap Ali.

Ali juga juga mengajak para peserta perayaan untuk mengembangkan dan membangkitkan semangat kebersamaan dalam kekuatan landasan kasih dan kerukunan antar sesama umat beragama, dan intern agama. Serta antar umat beragama dengan pemerintah, dalam menghadapi setiap tantangan perubahan yang sudah menyentuh hampir seluruh tatanan kehidupan yang sejalan dengan tema perayaan Paskah kali ini, yakni ‘Tak Terpisahkan dari Kasih Allah’.

Sebelumnya Ketua panitia Paskah Oikumene Kabupaten Deliserdang, IPTU Pdt Besli Situmorang menyampaikan, maksud dan tujuan diadakannya acara perayaan Paskah Oikumene ini, untuk mempersatukan umat Kristiani yang beriman dan bertakwa, rukun dan damai sesama anak bangsa, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan menjunjung tinggi toleransi. (btr/saz)

Dugaan Kecurangan pada Pilkades Deliserdang, Warga Datangi Kantor Bupati

TERIMA: Kepala Dinas PMD Deliserdang Khairul Azman Harahap, bersama Plt Kabag Hukum Pemkab Deliserdang Muslih dan Camat Percut Seituan Ismail, saat menerima perwakilan warga Desa Cinta Damai yang mendatangi Kantor Bupati Deliserdang, Rabu (18/5).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tidak puas dengan hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar 18 April 2022 lalu, puluhan warga Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Seituan, datangi Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Rabu (18/5). Mereka menduga, ada kecurangan pada hasil Pilkades tersebut.

Puluhan warga ini, datang dengan berbagai kendaraan, dan langsung dikawal pihak kepolisian. Mereka merupakan tim pendukung calon kepala desa nomor urut 3, Edward Tua Simatupang. Dan sebelumnya, beberapa hari lalu mereka sudah mendatangi Kantor Camat Percut Seituan.

Sosok Edward pun saat itu tampak ikut bersama rombongan. Panitia Pilkades Kabupaten Deliserdang pun langsung menerima aspirasi warga saat itu, dan mengundang perwakilan massa untuk membahas masalah di dalam ruangan.

Saat itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Deliserdang, Khairul Azman Harahap dan jajaran, menjawab satu per satu keluhan masyarakat. Selain itu, juga hadir Plt Kabag Hukum Pemkab Deliserdang Muslih, serta Camat Percut Seituan Ismail.

Beragam hal disampaikan warga saat itu di hadapan Khairul. Tak ha-nya soal keluhan, tapi juga soal ancaman. Warga menegaskan beramai-ramai, jika calon kepala desa terpilih, yang seorang incumben, tetap dilantik, mereka mengaku akan mengambil sikap tegas. “Akan kami segel nanti kantor desa itu, kalau dia tetap dilantik,” tegas seorang wanita berkaos warna ungu, yang kemudian ikut disepakati oleh warga lainnya.

Ketika itu, berulang kali warga menyampaikan dan mendesak, agar kiranya pelantikan terhadap calon kepala desa terpilih ditunda. Karena menyadari pada 20 Mei ini akan dilakukan pelantikan serentak terhadap calon kepala desa terpilih, mereka pun berharap agar pelantikan calon kepala desa dari desa mereka tidak dulu dilakukan.

Mereka menganggap, kecurangan yang terjadi sangat terlihat jelas, apalagi Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) juga berpihak kepada calon incumbent.

Edward pun mengaku, dia merasa dicurangi. Karena selisih suara antara dia dengan incumbent, hanya selisih 9 suara. Dia mengaku mendapat 1.400 suara, sementara incumbent 1.409 suara, dari 3.538 DPT, dengan 3 calon kepala desa.

Namun, meski saat itu dia sudah berulang kali diberi masukan agar sebaiknya membawa kasus kecurangan itu ke PTUN Medan, agar bisa dibuktikan. Namun, ketika itu tidak ada kepastian dari Edward apakah akan melakukannya atau tidak.

“Kertas yang bolong dinyatakan sah. Bukan penduduk Cinta Damai tapi bisa mencoblos. DPT itu dibagikan jam 11 malam pada 17 April. Selisih suaranya cuma 9 jadinya. Kita lihat nanti (apakah akan digugat ke PTUN atau tidak),” tutur Edward.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Deliserdang, Khairul Azman Harahap dan jajaran, saling bergantian menjawab satu per satu keluhan warga. Dia pun sempat dibantu oleh Plt Kabag Hukum Muslih. Khairul berharap, agar penyegelan kantor desa tidak dilakukan ke depannya.

“Jangan begitulah. Nanti bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa terjadi keributan kalau itu dilakukan. Kita tidak bisa tidak melantik calon kepala desa terpilih dan menundanya, karena kami tidak memiliki kewenangan,” ujarnya.

Dia pun mempersilakan calon kepala desa untuk membawa dugaan kecurangan ke PTUN Medan. Itu dianggap jadi jalur yang tepat, karena memang seperti itu ketentuannya. Menurut Khairul, hanya pengadilan yang bisa membuktikan apakah benar-benar telah terjadi kecurangan atau tidak pada saat itu.

“Jangan pesimis kalian untuk membawa hal ini ke PTUN. Periode sebelumnya ada 7 desa yang gugat, dan satu menang. Jadi meskipun sudah dilantik, karena perintah pengadilan, itu bisa dibatalkan SK Bupatinya. Itu sudah pernah terjadi,” bebernya.

Sementara itu, Muslih menjelaskan, tidak mungkin Panitia Pilkades Kabupaten Deliserdang memenuhi permintaan warga untuk menunda agar tidak dilakukan pelantikan terhadap calon kepala desa terpilih. Menurutnya, saat menyelenggarakan Pilkades, berbagai macam ketentuan sudah diatur, mengenai apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh. (btr/saz)

Pemkab Karo Gelar Mediasi LUT untuk Pengungsi Korban Erupsi Sinabung

MEDIASI: Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting dan Forkopimda, saat menggelar rapat mediasi terkait LUT bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.Solideo/Sumut Pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, bersama Forkopimda menggelar rapat mediasi dan diskusi tentang pelaksanaan penyiapan lahan usaha tani (LUT) korban erupsi Gunung Sinabung di Kantor Bupati Karo, Selasa (17/5).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut sosialisasi LUT kepada masyarakat Desa Pertibi Lama, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Pada kesempatan itu, Theopilus berharap, diskusi yang dilaksanakan ini menjadi wadah positif, dan untuk ke depannya mendapat solusi untuk hasil yang terbaik.

“Pemerintah hadir sebagai pelayan dan tetap tunduk pada peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Theopilus.

“Kehadiran kami di sini sebagai pemerintah, untuk membantu cara penyelesaian LUT secara legalitas tanah, mencari solusi yang tepat, dan tidak ada kepentingan pribadi, serta tidak ada provokasi,” imbuh Dandim 0205/TK Letkol Inf Benny Angga Ambar Suoro.

Kepala BPBD Kabupaten Karo, Juspri Mahendra Nadeak menyampaikan, LUT 260 hektare yang berada di Desa Pertibi Lama, akan dijadikan lahan untuk pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung. Menurutnya, ada 2 opsi yang ditawarkan oleh pemerintah kepada masyarakat Desa Pertibi Lama. Yakni opsi pertama, 30 hektare lahan ditawarkan kepada masyarakat Desa Pertibi Lama, dengan catatan lahan tersebut adalah lahan milik Desa Pertibi Lama, dan tidak ada pribadi masyarakat desa. Dan opsi kedua, yakni Pemkab Karo akan membantu serta memfasilitasi dengan melengkapi berkas tentang permohonan lahan kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, namun permohonan tetap dari masyarakat Desa Pertibi Lama.

Turut hadir Kapolres Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, Wakil Ketua 1 DPRD Karo Sadarta Bukit, Wakil Ketua 2 DPRD Karo Davit Kristian Sitepu, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Camat Merek Bartholomeus Barus, perwakilan tokoh masyarakat Desa Pertibi Lama, serta tamu undangan lainnya. (deo/saz)

Warga dan PT BUK Bentrok di Puncak 2000 Siosar, Warung dan 12 Motor Dibakar

MEMBARA: Api membara di lokasi bentrokan antara warga Desa Sukamaju dan PT BUK di Puncak 2000 Siosar.

KARO, SUMUTPOS.CO – Terkait sengketa lahan di Puncak 2000 Siosar, warga Desa Suka Maju bentrok dengan pihak diduga suruhan PT Bibit Unggul Karobiotek (BUK). Peristiwa ini mengakibatkan 4 orang menderita luka bacok, 12 sepeda motor dan satu warung dibakar. Peristiwa mencekam itu, terjadi pada Selasa (17/5) siang.

Dari informasi yang dihimpun, dugaan sementara bentrokan dipicu akibat adanya aktivitas ekskavator milik PT BUK, yang hendak melakukan pengerukan tanah di lahan sengketa. Aktivitas ini, diketahui mendapat pengawalan sejumlah orang yang diduga suruhan dari PT BUK.

Melihat adanya aktivitas dari PT BUK di kawasan tersebut, sejumlah masyarakat Desa Suka Maju, pun langsung mendatangi lokasi dan menyuruh operator alat berat tersebut untuk menghentikan aktivitasnya.

Namun, belum diketahui pasti apa yang mendasari terjadinya bentrokan kedua kelompok tersebut. Menurut beberapa saksi mata yang melihat kejadian, diduga bentrokan terjadi akibat imbauan dari kelompok masyarakat Desa Sukamaju tidak diindahkan, sehingga terjadi saling cekcok mulut.

Oknum-oknum dari pihak PT BUK pun menyerang masyarakat menggunakan berbagai senjata tajam, seperti parang dan klewang. Akibat baku hantam itu, 3 orang dari pihak masyarakat Desa Suka Maju, masing-masing Simon Ginting (45), Heri Randa Ginting (22), dan Tora Sitepu (23), memgalami luka bacokan. Bahkan, Tora harus dilarikan ke RSUP H Adam Malik, karena mengalami luka cukup parah.

Kepada wartawan, Pengacara Warga Desa Suka Maju Imanuel Elihu Tarigan, pun membeberkan kondisi ketiga korban. Dia juga menjelaskan, pihaknya telah membuat laporan tindak pidana penganiayaan di SPKT Polres Karo.

Imanuel mengatakan, pihaknya bersama warga Desa Suka Maju akan mendesak pihak Polres Karo segera mengungkap pelaku tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh para kliennya.

“Saya berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas siapa dalang di balik kejadian ini. Dan menangkap para pelaku penganiayaan yang dialami warga,” harapnya.

Selain 3 warga yang menjadi korban tindak kekerasan, harta benda berupa 12 unit sepeda motor, dan sebuah warung milik warga juga diduga dibakar.

Selain itu, keberingasan pihak suruhan PT BUK, juga merusak satu unit mobil pickup. “Kaca depannya dipecahkan dan keempat bannya dikempeskan, sehingga kerugian warga ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” tutur Imanuel.

Pasca mendapat laporan adanya bentrok, personel gabungan dari Polres Karo langsung berangkat menuju lokasi.

“Tercatat ada 4 korban luka-luka. Ada 3 korban warga asal Desa Suka Maju, dan satu korban dari pihak PT BUK, yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Pasca bentrokan, situasi di TKP saat ini sudah kondusif,” ungkap Kapolres Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar.

Saat ini, lanjut Ronny, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait adanya tindak pidana kekerasan dan perusakan, sekaligus mengungkap siapa saja pihak yang terlibat.

“Kami imbau kepada masyarakat agar saling menjaga diri, jangan terprovokasi, agar tercipta situasi kamtibmas yang aman dan damai,” harapnya.

Untuk mencegah bentrok susulan, personel gabungan TNI dan Polri disiagakan di lokasi kejadian. Personel kepolisian juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. (deo/saz)