24 C
Medan
Sunday, February 8, 2026
Home Blog Page 2672

Sebagai Anak Pedagang, Lokot Nasution Eratkan Pedagang dengan Demokrat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sosok Muhammad Lokot Nasution yang merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut terpilih, tak bisa dilepaskan dari pedagang, terkhusus dengan pedagang di Pusat Pasar Medan. Sebab, sejak kecil ia kerap membantu orangtuanya berdagang di Pusat Pasar Medan.

Pasca ditetapkan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Lokot Nasution terus menggelar Silaturahim dengan sejumlah Organisasi Kemsyarakatan (Ormas), dari mulai Al Washliyah, Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, HKBP Distrik Medan Utara dan Binjai-Langkat, KAHMI Sumut, serta Aliansi Cipayung Plus sebuah kelompok pergerakan mahasiswa gabungan dari sejumlah organisasi mahasiswa.

Setelah silaturahim dengan sejumlah ormas tersebut, Lokot Nasution mengambil agenda khusus bertemu dengan Pedagang Pusat Pasar Kota Medan. Hadir dalam kegiatan Salat Jumat (17/3/2022) di Masjid Raya Pusat Pasar Medan, usai melaksanakan salat, Lokot Nasution berbincang dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan sejumlah pedagang.

Usai bersilaturahim di sekretariat BKM Masjid Raya Pusat Pasar Medan, Lokot Nasution mengajak para pengurus BKM dan pengurus Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) Sumut dan Kota Medan untuk makan siang bersama serta minum kopi. Menerima ajakan tersebut, sejumlah pengurus mengamininya.

Saat berbincang dengan Ketua APPSINDO Sumut, Agusmar Pili dan Ketua APPSINDO Medan, Masrizal Manday, Lokot menyampaikan, sebagai anak pedagang, dirinya ingin ada pengurus APPSINDO membantu dirinya di Partai Demokrat dalam mendulang kemenangan, mulai dari masuk dalam kepengurusan serta mendapatkan kursi di legislative Kota Medan dan Sumut.

“Sebagai anak pedagang, saya harus menjemput dari Bapak-bapak semua, jika ada yang berniat menjadi anggota legislative, saya selaku Ketua DPD Partai Demokrat Sumut memberikan ruang kepada pedagang yang hendak menitipkan wakilnya sebagai Anggota legislative,” katanya di didampingi kader Partai Demokrat Sumut lainnya seperti Ahmad Arif dan Chairil Huda.

Dia mengingatkan kepada tokoh pedagang di Pusat Pasar Kota Medan, jangan mudah percaya dengan janji politisi. Apalagi janjinya disampaikan berulang-ulang, dan setelah diberi kesempatan masih saja berjanji, bukan menyelesaikan janjinya. Untuk itulah, kita harus mendorong perubahan. Karena tidak akan ada yang mampu merubahnya, jika tidak manusianya sendiri.

“Kami selaku politisi di Partai Demokrat dan khususnya di Sumut, sangat membuka kesempatan para pedagang bergabung kepada kami. Termasuk menitipkan perwakilan pedagang menjadi pengurus dan anggota legislative,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Agusmar Pili sangat berterimakasih bahwa Muhammad Lokot Nasution yang telah berkunjung ke Pusat Pasar, di tengah ke sibukan waktunya ternyata masih diutamakan bisa menjalin komunikasi dengan pedagang. Dia bercerita, Ayah dari Lokot Nasution adalah pedagang di Pusat Pasar Medan, yakni Alm H Adil Nasution. “Dulu kami tahu, H Adil terkadang membawa anaknya ke Pusat Pasar. Terkadang ada tegur sapa, anaknya dulu sudah sekolah dan bekerja di Pulau Jawa. Kisah itu masih ada kami ingat, dan hari ini kami lihat, anaknya sudah tumbuh besar dan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sumut,” ungkapnya.

“Prinsip kami di pedagang ini, bagi yang mau datang kami sambut, tapi terkhusus ada yang datang untuk menjalin silaturahim kepada kami, selalu kami terima. Tapi kali ini yang datang adalah keluarga kami sesama pedagang, kami harus bersama untuk selalu membesarkan,” katanya disambut tepuk tangan pedagang yang lainnya. (adz)

Telkomsel Gelar Acara Meet & Greet Nobar Film Baby Blues di Medan

Vino G Bastian dan Aurelie Moeremans hadir secara langsung menyapa pelanggan Telkomsel di Kota Medan di acara Meet & Greet Film Baby Blues (21/3). Dalam kesempatan ini, Telkomsel MAXstream bersama MVP Pictures menghadirkan langsung sosok pemain utama film Baby Blues seperti Vino G Bastian dan juga Aurelie Moeremans untuk menyapa pelanggan di kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel hadirkan acara Meet & Greet serta Nonton Bareng (Nobar) Film Baby Blues bersama pelanggan di XXI Delipark Mall, kota Medan. Dalam kesempatan ini, Telkomsel MAXstream bersama MVP Pictures menghadirkan langsung sosok pemain utama film Baby Blues seperti Vino G Bastian dan juga Aurelie Moeremans untuk menyapa pelanggan di kota Medan.

GM Consumer Sales Regional Sumbagut Telkomsel Erwin T Saragih mengatakan “Telkomsel terus berupaya dalam menghadirkan ragam hiburan berkualitas untuk masyarakat, dimana salah satunya adalah menghadirkan Film Baby Blues yang merupakan kerjasama antara MAXstream dan juga MVP Pictures. Secara eklusive Telkomsel menggelar kegiatan Meet & Greet serta Nobar film ini untuk menghibur serta memberikan experience yang menarik di Gala Premier bagi para pelanggan setia di kota Medan.”

Di tengah deretan film yang rilis sepanjang awal tahun 2022, MVP Pictures bekerja sama dengan Telkomsel MAXstream dalam menghadirkan Baby Blues, sebuah film bertemakan keluarga dengan sentuhan retro yang disutradarai Andi Bachtiar Yusuf. Film ini bertemakan keluarga dengan mengangkat sindrom Baby Blues sebagai topik utama cerita. Baby Blues merupakan sebuah kondisi paska kelahiran pada orang tua baru dimana mereka mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba, merasa sensitif, cemas, mudah marah, dan sebagainya.

Head of Production MVP Pictures sekaligus Produser Baby Blues Amrit Punjabi mengatakan, “Kami merasa senang dapat bekerja sama dengan Telkomsel MAXstream dalam film Baby Blues. Dengan semakin banyaknya konten-konten lokal yang ditayangkan di MAXstream, kami harap kerja sama yang direalisasikan melalui film ini dapat menjadi peluang untuk menunjukkan komitmen industri perfilman Indonesia dalam menghadirkan konten-konten berkualitas bagi penonton Indonesia.”

Film Baby Blues sendiri bercerita tentang sepasang suami istri muda, yaitu Dinda (Aurelie Moeremans) dan sang suami Dika (Vino G. Bastian). Penyesuaian-penyesuaian yang mereka lakukan sebagai orang tua baru kerap diwarnai dengan pertengkaran yang merenggangkan hubungan mereka. Konflik yang terjadi semakin panas lantaran campur tangan sang mertua, Ibu Tari (Ratna Riantriarno) yang rewel.

Tingkat stres Dinda melejit, dan akumulasi dari kejadian-kejadian tersebut membuat Dinda mengalami sindrom Baby Blues. Ketika pertengkaran sudah mencapai puncaknya, sebuah keajaiban terjadi dan mengakibatkan badan mereka tertukar. Mereka diharuskan untuk belajar saling memahami dan mengerti satu sama lain agar bisa kembali ke tubuhnya masing-masing. Dapatkah Dinda dan Dika mempertahankan rumah tangga mereka?

“Produksi film Baby Blues ini merupakan cara Telkomsel sebagai digital ecosystem enabler melalui platform video on-demand (VoD) MAXstream, untuk berkontribusi terhadap industri perfilman tanah air dengan menghadirkan konten orisinal berkualitas. Kami berusaha membawakan perspektif unik kepada audiens untuk melihat hal-hal yang dialami oleh orang tua baru dan berbagai tantangan yang mereka hadapi saat membuka lembar kehidupan baru bersama seorang bayi. Kami harap film Baby Blues yang MAXstream hadirkan bersama MVP Pictures ini dapat membuka peluang bagi penonton, keluarga, dan pasangannya untuk dapat terhibur dan terinspirasi.” Pungkas Erwin.

Rilisnya film orisinal Baby Blues menggenapi lebih dari 260 konten orisinal yang telah dihadirkan oleh MAXstream. Selain memiliki ratusan konten orisinal, MAXstream menjadi satu-satunya layanan over the top (OTT) Marketplace di Indonesia yang menggandeng HBO Go, VIU, Vidio, Lionsgate Play, saluran TV FTA, dan masih banyak lagi dalam satu tempat, yang seluruhnya bisa diakses oleh pelanggan Telkomsel dengan melakukan aktivasi paket MAXstream melalui aplikasi MyTelkomsel atau langsung di aplikasi MAXstream. Saat ini MAXstream menjadi salah satu layanan digital Telkomsel yang memiliki pertumbuhan positif secara signifikan dengan mencatatkan 8,5 juta pengguna aktif. Hingga saat ini aplikasi MAXstream telah diunduh lebih dari 30 juta kali, baik melalui Google Play Store maupun App Store. Informasi lengkap mengenai ragam pilihan konten digital menarik lainnya, dapat diakses melalui tautan tsel.me/maxstream.

Baby Blues dibintangi oleh Vino G Bastian, Aurelie Moeremans, Ratna Riantriarno, Mathias Muchus, Abdurrahman Arif, Rigen Rakelna, Aida Nurmala, dan masih banyak lagi. Nantikan penayangannya pada tanggal 24 Maret 2022, serentak di seluruh bioskop di Indonesia.

70 Persen Daging Sapi Berasal dari Australia

Kepala Dinas Ketahanan Panganan Kota Medan, Emilia Lubis (tengah).BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebutuhan konsumsi daging sapi di Kota Medan, Sumatera Utara 70 persen dipasok dari Australia. Sedangkan, daging kerbau beku disalurkan ke kota terbesar nomor tiga di Indonesia ini, berasal dari India.

Kepala Dinas Ketahanan Panganan Kota Medan, Emilia Lubis mengakui terjadi kenaikan harga daging sapi segar. Namun, tidak mengalami kenaikan secara signifikan. Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional di Kota Medan, daging sapi segar berkisar harga Rp120 hingga Rp130 ribu per kilogram. Sehingga mengalami kenaikan dari harga sebelumnya.

“Daging sapi naik, tapi tidak signifikan. Kita ketahui bersama daging sapi beredar di Kota Medan 70 persen itu, berasal dari Australia,” ucap Emilia dalam jumpa pers di Kota Medan, Minggu (20/3).

Kenaikan harga sapi di Kota Medan, Emilia mengungkapkan dipicu kenaikan harga pakan sapi di Australia. Sehingga, harga sapi hidup sebelumnya, Rp52 ribu per kilogram menjadi Rp56 per kilogram.

“Jadi, ada kenaikan Rp4 ribu per kilogram. Jadi, harga daging sapi ikut mengalami kenaikan juga,” kata Emilia.

Untuk memenuhi kebutuhan daging untuk di konsumsi masyarakat di Kota Medan, Emilia mengatakan Bulog juga memiliki daging kerbau beku. Namun, ia mengungkapkan masyarakat di ibu kota Provinsi Sumut ini, belum terbiasa mengkonsumsi daging kerbau.

“Pemerintah tidak henti-hentinya memikirkan ini. Kita punya Bulog, karena Bulog ada daging beku. Daging beku itu, berupa daging kerbau. Masyarakat kota Medan belum terbiasa makan daging beku. Kita terbiasa makan daging segar,” kata Emilia.

Dengan itu, Emilia mengatakan akan melakukan sosialisasi terhadap kualitas daging sapi sama seperti daging sapi. Sehingga, masyarakat tidak terfokus dengan daging sapi untuk dikonsumsi.

“Kami Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan kepada masyarakat jangan terfokus makan daging segar saja. Kader protein cukup, kader gizinya cukup. Makanya, kita pakai lah daging Bulog ini,” ucap Emilia.

Emilia mengatakan untuk stok daging kerbau beku dimiliki Bulog tengah dalam perjalan. “Tapi, daging Bulog dalam keadaan kosong. Namun, dalam perjalanan (stok daging kerbau beku). Daging kerbau berasal dari India,” pungkas Emilia.

Begitu juga, cabai dalam keadaan stok aman. Dengan itu, Dinas Ketahanan Panganan Kota Medan memastikan pasokan dan stok kebutuhan pokok saat bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri di Kota Medan aman.(gus/ram)

Dampak Restorasi Laut dan Capai Masa Depan Rendah Karbon, Epson Kerja Sama dengan WWF

net FOTO: (Dari kiri ke kanan) Ms. Tan May Lin, Mr. Siew Jin Kiat, Mr. R. Raghunathan, Ms. Elizabeth Clark berfto bersama.

SINGAPURA, SUMUTPOS.CO – Epson Southeast Asia mengumumkan kerjasamanya dengan World Wide Fund for Nature (WWF) pada Rabu (18/3), sebagai bagian dari komitmen Epson untuk bersama-sama menciptakan solusi berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat. Kerjasama yang baru ini bertujuan untuk meningkatkan dampak konservasi laut dan solusi iklim di seluruh Asia Tenggara dengan bekerja sama dengan pemuda, warga, serta bisnis dan komunitas lokal.

“Keberlanjutan telah dan akan terus menjadi fokus utama Epson sebagai bagian dari pembaruan Visi Perusahaan Epson ke- 25 ,” kata Siew Jin Kiat, Managing Director Regional, Epson Southeast Asia.

“Di luar upaya berkelanjutan kami untuk membeikan teknologi dan solusi berkelanjutan kepada pelanggan dan mitra kami, kami sangat bangga dapat memperluas fokus keberlanjutan ini ke tempat kami beroperasi dengan menciptakan segudang solusi eco-innovative bersama WWF dan komunitas lokal untuk hari esok yang lebih hijau,” tambahnya.

Penskalaan Restorasi Laut di dalam dan sekitar Segitiga Terumbu Karang

Dengan lebih dari 6.000 spesies ikan, 76% spesies karang dunia, dan kawasan paling kaya bakau di planet ini, Segitiga Terumbu Karang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut di Bumi. Sebagai bagian penting dari Asia Tenggara, dan membentang ke selatan menuju Pasifik, sumber daya laut dan pesisir dari Segitiga Terumbu Karang secara langsung menopang makanan dan mata pencaharian lebih dari 130 juta orang, dengan miliaran lainnya menelusuri sumber makanan mereka kembali ke wilayah ini.

Namun, penangkapan ikan yang berlebihan selama beberapa dekade, pariwisata dan urbanisasi yang tidak berkelanjutan, dan krisis iklim mengancam untuk menghancurkan habitat laut dan pesisir yang kritis di dalam dan sekitar Segitiga Terumbu Karang.

Inilah sebabnya Epson mendukung WWF untuk meningkatkan upaya restorasi karang di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura, serta restorasi mangrove di Filipina. Dengan bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan institusi lokal, upaya restorasi ini bertujuan untuk mendukung dan memulihkan kesehatan ekosistem laut yang sangat penting yang kita semua andalkan, sambil membangun kapasitas di antara masyarakat lokal sebagai pemangku kepentingan utama dalam pemeliharaan dan pengelolaan jangka panjang sumber daya pesisir mereka.

Mengajak Bisnis dan Konsumen untuk Masa Depan Rendah Karbon

Dampak perubahan iklim yang semakin sering dan membawa bencana sangat terasa di Asia Tenggara, dengan Vietnam secara konsisten menduduki peringkat sebagai salah satu negara yang paling rentan terhadap iklim. Secara tradisional bergantung pada batu bara, sektor energi negara itu sekarang siap untuk transisi energi menuju sumber-sumber terbarukan. Epson akan mendukung WWF untuk mempengaruhi bisnis dan konsumen di Vietnam untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon – dengan membangun kasus bisnis untuk Dekarbonisasi dan Tujuan Nol Karbon Bersih.

Karyawan Epson akan belajar bagaimana komunitas lokal dan bisnis bersatu dalam upaya bersama untuk melindungi ekosistem laut, menyelamatkan spesies yang terancam punah, dan mendukung mata pencaharian penting dan ketahanan pangan bagi masyarakat Asia Tenggara.

Setelah itu, WWF akan bekerja sama dengan tim Epson Asia Tenggara lokal untuk meluncurkan program pendidikan yang mencakup webinar tentang belanja konsumen yang berkelanjutan, museum virtual tentang pengurangan konsumsi energi dan jejak karbon, serta kampanye perlindungan hutan.

“Dampak konservasi yang abadi dicapai melalui kolaborasi dengan mitra yang tulus,” Mr. R. Raghunathan, CEO WWF-Singapura mengatakan, “Kami berharap dapat bekerja sama dengan Epson yang berkomitmen pada aksi iklim nyata dan untuk mendorong upaya yang berarti untuk memastikan konservasi lingkungan kita sejalan dengan pemberdayaan ekonomi dan manusia yang hidup selaras dengan alam,” ungkapnya.

Berfokus pada rehabilitasi terumbu karang dan wisata bahari yang bertanggung jawab di Kawasan Konservasi Laut Alor Indonesia, habitat laut penting yang mengalami penurunan kehidupan karang akibat pengeboman ikan, Epson akan mendukung WWF-Indonesia untuk bekerja sama dengan pemangku kepentingan setempat untuk mengembangkan rehabilitasi terumbu menggunakan metode rockpile. Inisiatif ini akan melampaui restorasi ekologi, untuk melibatkan masyarakat lokal dalam meningkatkan mata pencaharian mereka melalui mendukung wisata selam dengan karang yang dipulihkan, serta staf dan masyarakat umumuntuk meningkatkan kesadaran tentang Pariwisata Bahari yang Bertanggung Jawab melalui aktivitas virtual dan tantangan media sosial.

Sedangkan di Singapura, Epson Singapura juga akan melakukan kegiatan penanaman pohon di Kent Ridge Park bersama mitra bisnis dan karyawan untuk mendorong pemahaman dan apresiasi yang lebih mendalam terhadap pohon serta pentingnya melestarikannya.

Selain di Indonesia, kegiatan ini juga akan dilaksanakan di Philipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. (rel/ram)

Rakyat Berharap ke Partai Demokrat; Harga Murah, Aman dan Lampu Terang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harga pangan mengalami kenaikan beberapa waktu belakangan ini. Tak sedikit masyarakat yang mengeluh karena barang pokok serba mahal di tengah situasi pandemi yang menggoncangkan perekonomian.

Karenanya, masyarakat berharap kepada Partai Demokrat agar harga murah, lampu terang, air lancar, dan suasana aman dan kondusif. Hal ini disampaikan H Rahman Berutu, warga Lingkungan VI, Kelurahan Beringin, Medan Selayang dalam Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan, Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan Tahun 2021-2041 yang digar Ketua Fraksi Partai Demokrat Kota Medan, Burhanuddin Sitepu di Jalan Bunga Mawar No 104, Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang, Minggu (20/3/2022).

Menurut Rahman Berutu, apa yang disampaikan dalam sosialisasi produk hukum daerah Kota Medan Perda Nomor 1 Tahun 2022 tersebut, dapat dipahami oleh masyarakat. “Namun bagi kami, rakyat ini, yang perlu dan penting adalah bagaimana harga murah, lampu terang, air lancar, dan aman,” kata pria yang akrab disapa Ustad Berutu ini.

Menurutnya, kalau lampu penerangan jalan umum yang terang benderang, maka masyarakat akan merasa aman dan nyaman mencari rezeki hingga malam hari. “Cari makan pun jadi enak. Tapi kalau sekarang, mau keluar malam hari pun kita takut. Sepeda motor saya parkir di teras jam 11, jam 12 sudah hilang,” ujarnya.

Apalagi lanjutnya, saat ini semua harga-harga kebutuhan mulai merangkak naik. “Kami sebagai rakyat biasa berharap, harga-harga murah namun barangnya tetap ada. Jangan pula harga murah, tapi barang tak ada. Itu sama saja dengan bohong,” ungkapnya.

Karenanya, dia berharap kepada Burhanuddin Sitepu yang merupakan Ketua Fraksi sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan untuk dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat ini melalui lembaga DPRD Medan. “Jadi untuk itu, apa yang dibuat Pak Burhan bersama Partai Demokrat, kita dukung. Kalau bisa, Pak Burhan jangan hanya duduk di lembaga DPRD Medan saja, tapi naik ke tingkat provinsi agar beliau dapat lebih punya kekuatan dalam memperjuangkan aspirasi kita,” tegasnya.

Selain itu, Ustad Brutu juga menyampaikan keluh kesahnya terkait banjir yang kerap dialaminya. Menurutnya, ia menetap di Kota Medan sejak tahun 1956. Saat itu dia mengaku hampir tak pernah merasakan banjir, meski tinggal berdekatan dengan Sungai Babura. “Pernah sekali merasakan banjir, tahun 1958. Itupun tidak separah saat ini. Kalau sekarang, banjirnya sampai ke atap rumah saya. Terpaksa saya dan istri naik ke atap untuk menyelamatkan diri, kalau tidak sudah inalillahi wa Inna ilaihi Raji’un,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, karena menjadi langganan banjir, lingkungan tempat tinggalnya pernah didatangi Gubernur Edy Rahmayadi untuk meninjau sungai. “Dilihatnya sungai itu sudah dangkal. Beliau janji sungai akan dibendung dan akan dilakukan pengorekan, tapi nyatanya sampai sekarang realisasinya tak ada,” pungkasnya.

Menyikapi persoalan banjir yang kerap dihadapi masyarakat Kota Medan, Burhanuddin Sitepu mengaku sudah lelah menyuarakannya dari lembaga DPRD Medan. Pasalnya, Pemko Medan terkesan terus menerus melakukan kesalahan yang sama dalam menangani masalah banjir. “Tahun ini, dianggarkan Rp1 triliun untuk penanganan banjir dari APBD Kota Medan. Jika ini tidak ada hasilnya, maka harus mereka pertanggungjawabkan kelak di akhirat,” tegas Burhanuddin.

Menurutnya, dalam penanganan banjir, seharusnya pemko legowo menyerahkannya pada ahlinya. “Buat kontrak kerja, minta garansi. Sehingga pekerjaan yang dilakukan bisa maksimal,” tandasnya. (adz)

Airlangga: Pemerintah Pacu Industri Halal Melalui Penguatan Ekosistem

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, salah satu penyebab Indonesia dinilai resilient terhadap tekanan global adalah pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Di tengah tekanan inflasi global, inflasi Indonesia pada Februari 2022 masih terkendali di bawah kisaran target sebesar 2,06 persen (yoy). Menurut Airlangga ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia patut menjadi perhatian.

“Ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia merupakan sektor yang memiliki peluang pertumbuhan menari secara global,” tutur Airlangga dalam pidato pada acara Studium Generale Universitas Islam Nusantara dengan tema “Prospek dan Tantangan Perekonomian Indonesia Pasca-Pandemi”, dalam keterangan, Senin (21/3/2022).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, untuk memacu pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal tahun 2022, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai bauran kebijakan.

Salah satunya memberikan stimulus bagi pengembangan ekonomi syariah melalui penguatan ekosistem halal value chain. Terutama pada sektor pertanian yang terintegrasi, yakni kuliner halal dan fashion muslim.

Selain itu akan dilakukan percepatan perluasan implementasi halal assurance system sebagai percepatan sertifikasi halal pelaku UMK.

“Selanjutnya perluasan penyaluran Cash-Waqf Linked Sukuk (CWLS), penerapan pembiayaan kreatif syariah, serta implementasi layanan syariah BP JAMSOSTEK,” tegas Airlangga.

Menko Perekonomian mengaku pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah masuk di jalur positif. Hal ini terlihat dari perbaikan sisi permintaan dan pertumbuhan dari sisi suplai.

Di saat bersamaan, Airlangga mengatakan, perekonomian global pada 2022 diproyeksikan masih melanjutkan tren pemulihan.

Pemulihan akan bertumpu pada transisi pandemi menjadi endemi. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 4,4 persen. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 sebesar 5,2 persen (yoy).

Menko Airlangga menambahkan, selain ekonomi syariah, Indonesia juga tengah merasakan pertumbuhan ekonomi digital.

Hal ini didorong karena terjadinya pergeseran perilaku masyarakat ke platform digital.

“Oleh karena itu, dukungan untuk pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk mendorong produktivitas masyarakat juga akan terus dilakukan,” tegas Menko Airlangga.

Berbagai strategi telah diterapkan untuk mendukung ekonomi digital. Antara lain melalui Kartu Prakerja, Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy sehingga mendukung pengembangan digital talent dan digitalisasi UMKM termasuk UMKM yang bergerak di sektor halal. (adv/*)

Manulife Resmikan Kantor Pemasaran Mandiri di Medan

Owner Great Success, Ibu Evelyn, Direktur & General Manager Agency, Manulife Indonesia, Kevin Kwon, Business Director Great Success, Ibu Angelia Chen, dan Jeffrey Kie, Regional Chief Agency Officer Manulife Indonesia.

MEDAN, SUMUTPOS – Manulife Indonesia kembali melakukan peresmian Great Success, kantor pemasaran mandiri di Medan, Senin (21/3/2022).

Kantor pemasaran Mandiri Great Success Office yang berada di Komplek CBD Padang Golf Polonia Medan ini, melengkapi kantor pemasaran yang ada di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus merupakan wujud nyata dukungan kepada para tenaga pemasar di Medan dan sekitarnya guna terus memenuhi kebutuhan finansial nasabah yang beragam.

Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Medan memiliki potensi bisnis termasuk asuransi, oleh karenanya, Manulife Indonesia dengan optimis menghadirkan kantor pemasaran mandiri di wilayah ini.

Saat ini, jumlah nasabah Manulife Indonesia yang berada di Sumatera Utara mencapai lebih dari 62.000 dan 62% diantaranya berada di kota Medan atau sekitar lebih dari 38.000 nasabah.

Meskipun masih dalam suasana pandemi, Manulife Indonesia terus gencar mengukuhkan komitmennya untuk membantu para nasabah mendapatkan perlindungan finansial, memudahkan keputusan dan membuat hidup lebih baik melalui strategi layanan yang
beragam yakni non-face to face dengan memaksimalkan teknologi, maupun memfasilitasi layanan tatap muka dengan memperhatikan, mematuhi, menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah.

Memasuki tahun ke-37 beroperasi di Indonesia, Manulife semakin mengukuhkan wujud nyata peranannya dengan terus mengedepankan kepentingan nasabah untuk membantu mereka menggapai impian dan aspirasinya. (Rel)

Mahasiswa Tanjungbalai-Asahan Soroti Penggunaan Anggaran Mubazir

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Penggunaan anggaran rehab rumah dinas Bupati Asahan hingga Rp2,2 miliar, dinilai sangat menciderai masyarakat dan mubazir. Apalagi saat ini masa pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tanjungbalai-Asahan dalam pertemuan diskusi dengan Bupati Asahan H. Surya BSc.

Ketua PC IMM, Yogi Ginting kepada Sumut Pos, ada dua hal penting yang mereka sampaikan kepada Bupati Asahan dalam diskusi mereka.

“Saya punya saran atau usul kepada pemerintah, hendaknya menunda rencana rehab tersebut sembari melakukan kajian ulang sehingga menghasilkan keputusan yang bijaksana,” ujar Yogi, Senin (21/3).

Kemudian, lanjut Yogi Ginting, mereka juga menyampaikan pandangan terkait
usulan anggaran rapat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang hampir menyentuh angka Rp4,6 miliar.

Dimana dimasa pandemi saat ini, menurut Yogi, perjalanan dinas tak sesering masa sebelum pandemi Covid-19.

Untuk itu, lanjut Yogi, agar penggunaan anggaran ditinjau kembali sehingga penggunaannya dapat lebih efektif dan efesien.

Diketahui bersama melalui pemberitaan media masa akhir-akhir ini, rapat koordinasi dari pimpinan daerah sampai ke pimpinan pusat beberapa kali melalui virtual. Justru hal semacam ini dapat membuat anggaran tersebut lebih efektif dan efesien.

Sementara itu, Bupati Asahan H Surya Bc memberikan tanggapan atas masukan para mahasiswa mengucapkan terimakasih atas masukan yang disampaikan dan pemerintahaan yang dipimpinnya terbuka untuk mendapat kritikan yang membangun Kabupaten Asahan.

“Saya tidak alergi dengan kritikan. Kritik dan kawal saya, agar kami dapat lebih berhati-hati dalam menjalankan roda pemerintahan”, ujarnya.

Disampaikan Bupati Asahan, pihaknya akan menerima kritikan dan masukan dari siapapun selama kritikan tersebut untuk membangun Kabupaten Asahan, tetapi dalam menyampaikan aspirasi tersebut diharapkan suportif dan tidak melakukan tindakan yang anarkis.

Pada kesempatan itu, Bupati Asahan berharap PC IMM Tanjung Balai-Asahan dapat mengkoneksikan programnya dengan Pemerintah Kabupaten Asahan, sehingga Asahan Religius yang Sejahtera dan Berkarakter dapat kita wujudkan. (dat/han)

Sebelum Somasi II Berakhir, Ketua Komisi A DPRD Sumut Diminta Tabayyun

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Agar lebih terhormat dan bermartabat, Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto diminta untuk tabayyun ketimbang perang opini di media massa. Hal ini mengingat akan berakhirnya somasi kedua yang dilayangkan 8 calon komisioner KPID Sumut.

“Ajakan ini sekaligus surat terbuka untuk Hendro Susanto sebelum somasi kedua berakhir 25 Maret 2022. Jika akhirnya kami daftarkan gugatan atas perbuatan melawan hukum terhadap dia, pihak pengadilan bisa menilai upaya hukum dan sosial yang sudah kami tempuh,” ungkap Kuasa Hukum 8 calon komisioner KPID Sumut, Ranto Sibarani di Medan, Senin (21/3/2022) siang.

Ranto mengusulkan tabayyun digelar terbuka di gedung DPRD Sumut, melibatkan pimpinan dewan dan fraksi, Badan Kehormatan, Komisi A, Biro Hukum Provsu, Tim Pansel, Ombudsman, Ditkrimsus Polda, serta wartawan. Menurut Ranto, mengedepankan tabayyun lebih terhormat dan bermartabat ketimbang perang opini di depan publik. “Kami istilahkan ini tabayyun, tapi kalau kurang tepat ya, kita sebut saja gelar perkara, dialog terbuka, konferensi pers, atau apa pun istilah yang tujuannya membedah hasil fit and proper test itu secara terukur,” ujarnya.

Kata Ranto, karena Hendro Susanto sudah diamanahkan rakyat melalui DPRD sebagai Ketua Komisi A, dia yang harus di depan dalam seluruh proses ini. “Dia kan sudah dihadiahi palu oleh rakyat, ya (palu) itu harus dipertanggungjawabkannya. Jangan berlagak jagoan pas ngetok tapi menghilang begitu bermasalah,” tukasnya.

Ranto amat menyayangkan sikap Hendro Susanto yang membiarkan terjadinya kisruh berkepanjangan dan terlebih lagi sulit dikonfirmasi wartawan. “Gentlemanlah, tunjukkan ke rakyat. Dia sudah bermain api. KPID itu lembaga negara. Kan tak logis dia yang ketok tapi pimpinan Dewan disuruh tanggung jawab. Logika hukum dan politiknya di mana,” kata Ranto.

Soal tabayyun, Ranto mensyaratkan kehadiran para narasumber yang objektif dan profesional, seperti pakar hukum tata negara dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Mirza Nasution, pakar komunikasi dari USU Dr Iskandar Zulkarnain, praktisi hukum yang mantan komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba, SH, MH, dan praktisi komunikasi yang juga mantan komisioner KPID Sumut Tohap Simamora. “Mereka pernah berkontribusi pemikiran dalam perjalanan masalah ini. Orang-orang ini kami hormati karena punya kompetensi dan integritas di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Kata Ranto, sejumlah isu pokok yang wajib dibahas antara lain ketiadaan uji publik, kericuhan saat rapat penetapan 7 nama, skoring yang jadi dasar penetapan rangking, surat penolakan Fraksi PDI Perjuangan, serta pertimbangan meloloskan Muhammad Syahrir dan Ramses Simanullang ke DPRD tanpa tahapan seleksi padahal SK perpanjangan KPID 2016-2019 sudah dipersoalkan Hendro Susanto dalam rapat Komisi A DPRD Sumut tahun lalu.

“Dia bilang SK perpanjangan yang diteken Sekda Provsu DR Hj Sabrina itu tidak sah dan cacat hukum. Itu dipublikasikan di sejumlah media. Kami akan perlihatkan kliping beritanya di tabayyun nanti,” ujar Ranto.

Terkait pernyataan Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumut Ahmad Hadian bahwa keputusan Komisi A DPRD Sumut diambil secara kolektif kolegial, Ranto menilainya sebagai opini yang membodohi dan berpotensi melanggar hukum. “Disebut keputusan kolektif kolegial kan jika sudah lewat proses musyawarah mufakat atau voting sesuai Tatib DPRD. Tatib itu dasar dan pedoman hukum DPRD dalam mengambil keputusan. Tidak dikenal istilah kolektif kolegial dimana pimpinan komisi yang bersepakat, tapi anggota yang lain ditinggalkan. Itu namanya persekongkolan jahat,” tukasnya.

Lanjut Ranto, setiap anggota DPRD punya hak dan kewajiban yang sama, sebab mereka mewakili ribuan konstituen di dapilnya masing-masing. “Jadi jangan bermain opini dengan istilah kolektif kolegial. Itu sama saja membodohi dan melecehkan intelektualitas publik. Nanti digugat lagi, panjang lagi. Tak perlu berlebihan membela diri. Lebih baik cari solusi. Kalau tak ketemu ya, kami berjuang dengan cara kami,” tegas Advokat yang pernah menjadi Tenaga Ahli Komisi A DPRD Sumut dari tahun 2015 sampai 2019 tersebut.

Diketahui, sebanyak 8 calon komisioner KPID Sumut 2021-2024 mengajak Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto melakukan tabayyun untuk mencari kebenaran dan kejelasan guna menuntaskan kisruh seleksi pemilihan komisioner KPID Sumut 2021-2024.

Ke-8 calon komisioner itu adalah Valdesz Junianto Nainggolan, Tua Abel Sirait, Topan Bilardo Marpaung, T. Prasetiyo, Viona Sekar Bayu, Robinson Simbolon, Eddy Iriawan, dan Muhammad Ludfan.(adz)

Harapan Besar Kemajuan Pertanian Sumut, Gubsu: Potensi Wilayah Sangat Dominan

SILATURAHIM: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menghadiri silaturahim Alumni IPB dalam rangka Pembukaan Musyawarah Daerah Himpunan Alumni IPB Sumut di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan harapan besarnya kepada para alumni IPB untuk memajukan sektor pertanian, peternakan dan perkebunan di masa mendatang.

Hal ini diungkapkannya saat menghadiri acara silaturahim sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) Sumatera Utara (Sumut) di Hotel Santika Dyandra Medan, Sabtu (19/3).

Langkah itu dimulai dari penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara IPB dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk dukungan pengembangan pertanian, dimana provinsi ini memiliki potensi besar pada sektor tersebut. Sehingga menurut Gubernur, lulusan fakultas/jurusan pertanian, khususnya dari kampus ini, diperlukan dalam menyukseskan program pembangunan di masa kepemimpinannya.

“Kita sudah diberi Tuhan potensi wilayah yang sangat dominan (pertanian, peternakan dan perkebunan). Artinya tinggal menunggu siapa yang mengawaki (mengurus) secara profesional,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi pada acara tersebut.

Hadir pada acara tersebut, Walikota Medan Bobby Afif Nasution yang juga sekaligus Alumni IPB, Rektor IPB Arif Satria, Ketua Umum DPP HA-IPB Waleng S Jas, Plt Ketua DPD HA-IPB Imam Budiharjo, Mantan Sekdaprov Sumut R Sabrina yang juga alumni IPB, serta sejumlah pimpinan OPD terkait yang juga alumni IPB.

Menurut Gubernur, alumni IPB yang berjumlah sekitar 6.000 orang di Sumut, sangat memungkinkan untuk diberdayakan secara maksimal, sehingga dapat memajukan sektor pertanian. Sebab katanya, jika dibandingkan dengan 6.132 desa/kelurahan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut tahun 2019, angkanya hampir sama, apalagi ditambah lulusan dari universitas lain.

“Ada sumber daya lulusan dari IPB. Tadi saya tanya lulusan IPB itu ada berapa. Kalau dihitung (dari jumlahnya), sudah hampir setiap desa bisa kita letakkan satu alumni. Sebagai penyuluh dan pengarah sehingga petani kita lebih bagus dari hari ke hari,” jelas Gubernur.

Dalam sambutannya di hadapan Rektor IPB Arif Satria dan seluruh pengurus, serta alumni IPB di Sumut, Gubernur juga memaparkan harapan besarnya berdasarkan data perkembangan hasil pertanian dari tahun ke tahun, serta bagaimana rencana pengembangan sektor ini agar seluruh kabupaten yang potensial, dapat menaikkan jumlah produksinya, baik komoditi pangan maupun non pangan.

“Kalau kita lihat potensi yang ada di sini, Pak Rektor, harusnya IPB itu ada di Sumut. Tetapi yang penting, walaupun bukan (orang) nomor satu, tetapi (alumninya) bisa mengubah Sumut menjadi lebih baik. Saya dukung ini (HA-IPB), saya minta urusan pertanian kasi ke saya,” kata Edy Rahmayadi yang meminta jadwal pertemuan khusus antara Pemprov dan IPB dalam rangka mempercepat pertumbuhan di sektor pertanian.

Sementara Rektor IPB Arif Satria mengapresiasi dan berharpa HA-IPB bisa sukses dan berkontribusi untuk pembangunan di Sumut. Sebagaimana harapan Gubernur Edy Rahmayadi, agar para alumninya bisa menebarkan inovasi untuk sejumlah komoditi pertanian yang saat ini perlu didorong, seperti pengembangan bawang putih dan lainnya.

“Kita punya teknologi yang andal, seperti bawang putih, dari enam ton per hektare, kami bisa sampai 15-20 ton per hektare. Ini artinya inovasi itu harus segera dihilirisasi dan mendongkrak kemajuan pertanian di Sumut,” sebut Arif.

Dengan penandatanganan MoU tersebut, katanya, mereka akan membicarakan secara khusus rencana implementasi inovasi yang dimiliki IPB untuk diterapkan di Sumut. Apalagi selain Gubernur, Edy Rahmayadi yang anaknya lulusan IPB, juga ada pimpinan OPD yang merupakan bagian dari keluarga besar kampus pertanian di Bogor tersebut.

“Jadi nanti inovasi apapun yang relevan untuk di Sumut, tinggal nanti Pak Gubernur memilih mana yang paling relevan untuk digunakan. Dan saya akan menggandeng DPD HA-IPB Sumut, untuk sama-sama. Karena ternyata beberapa kepala dinas adalah alumni IPB, jadi nyambung,” jelasnya.

Senada dengan itu, Walikota Medan Bobby Afif Nasution mewakili alumni IPB di Sumut menceritakan bagaimana kerasnya pengajaran yang diberikan kampusnya kepada mahasiswa. Sehingga diharapkan para alumni bisa bermanfaat bagi almamaternya dan masyarakat luas.

Sebagaimana disebutkan Ketua Umum DPP HA-IPB, bahwa alumni IPB di Sumut kini berada di berbagai posisi. Seperti ASN, akademisi, profesional pengusaha dan profesi lainnya. Sehingga ia berharap, himpunan ini bukan hanya menjadi ajang guyub (berkumpul), tetapi bisa berbuat dan bermanfaat bagi banyak orang.

Acara silaturahim dan Musda HA-IPB tersebut dibuka resmi oleh Gubernur Sumut ditandai dengan pemukulan gong, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara IPB dan Pemprov Sumut, serta ditutup dengan saling berbagi cendera mata.(gus/ram)