26 C
Medan
Friday, February 6, 2026
Home Blog Page 2694

Serikat Melayu Langkat Usulkan Perda Kebudayaan Melayu

BERSAMA: Ketua Panitia Sukhyar Mulyamin (tengah, baju hijau) foto bersama pemateri, Sekdakab Langkat serta Anggota DPRD Langkat, usaia pelaksanaan dialog, Sabtu (12/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Serikat Melayu Langkat menggelar Dialog Pelestarian Kebudayaan Melayu dalam rangka menghasilkan produk hukum (Perda) Pelaksanaan Pelestarian Kebudayaan Melayu di Kabupaten Langkat, bertempat di ruang paripurna DPRD Langkat, Sabtu (12/3). Kegiatan ini merupakan inisiasi dari serikat-serikat melayu dan tokoh-tokoh melayu Kabupaten Langkat.

Dialog Pelestarian Kebudayaan Melayu ini, diisi oleh pemateri Prof Khairil Anshari MPd (Ketua Pusat Kajian Budaya Melayu (PKBM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara), Prof Wan Saifuddin MA PhD (Guru Besar Kebudayaan Universitas Sumatera Utara) dan Ery Soedewo SS MHum (Peneliti Arkeologi).

Ketua Panitia Drs Sukhyar Mulyamin MSi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah amanah yang patut dilaksanakan, dimana Melayu sebagai tuan rumah di Langkat Negeri Bertuah. “Sehingga kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan Kebudayaan Melayu dan Kebudayaan Suku lainnya yang ada di Kabupaten Langkat ini,” kata Mulyamin.

Melayu, jelasnya, adalah sahabat semua suku dan Melayu harus mampu merangkul dan mengeratkan persaudaraan, persatuan dan kesatuan dengan suku lainnya melalui kebudayaan dan hal tersebut juga menjadi bagian terpenting bagi pemerintah daerah didalam melaksanakan pembangunan kedepannya. “Maka itu, diperlukan sebuah produk hukum atas pelestarian kebudayaan tersebut, agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkapnya.

Senada, Sekretaris Panitia Ilham Iskandar Zein atau akrab disapa Jack, menambahkan, kegiatan ini adalah sebuah gerakan kebangsaan untuk mengembalikan lagi nilai-nilai kebudayaan dan peradaban di Kabupaten Langkat.

“Kebudayaan Melayu adalah aset bangsa yang harus tetap dilestarikan dan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari identitas daerah Kabupaten Langkat,” tegasnya.

Ditambahkan Jack, adapun produk hukum peraturan daerah (Ranperda) yang akan dilahirkan tentang Pelestarian Kebudayaan Melayu ini, ada 10 item rekomendasi yang disepakati.

“10 poin tersebut meliputi, kesenian, bahasa sastra dan aksara arab melayu, kepurbakalaan, permuseuman, kesejarahan, nilai tradisi dan adat istiadat, pakaian daerah, produk khas daerah, ornamen Melayu, serta fasilitasi, pembinaan dan pemberdayaan,” ungkapnya.

Masih Jack, usulan atau rekomendasi pelestarian kebudayaan Melayu ini, sudah diserahkan kepada Pemkab Langkat dan DPRD Langkat untuk dapat disidangkan menjadi Perda. “Ya kita berharap, Pemkab dan DPRD dapat segera membahas usulan dimaksud, agar dapat menjadi produk hukum yang sah,” pintanya.

Kegiatan ini pula turut dihadiri Tengku Ariefanda Aziz (Kesultanan Negeri Langkat), Sekda Langkat Indra Salahuddin, Wakil Ketua DPRD Langkat Antoni Ginting, Kedatukan Kejuruan Kesultanan Langkat, Forkopimda Kab. Langkat, OPD terkait, para Ketua Serikat Melayu, Tokoh Lintas Etnis Kab. Langkat, tokoh-tokoh Melayu, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan serta organisasi kemahasiswaan, pelajar, dan tamu undangan lainnya.(mag-2/azw)

Bupati Deliserdang Tutup MTQ ke-55

PENUTUPAN: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan menutup pelaksanaan MTQ ke- 55 tahun 2022 tingkat Kabupaten Deliserdang di Lapangan Bola Kaki Desa Seigelugur Kecamatan Pancurbatu, Sabtu (12/3).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- 55 tahun 2022 tingkat Kabupaten Deliserdang yang ditandai dengan pemukulan beduk dan penurunan bendera MTQ,di Lapangan Bola Kaki Desa Seigelugur Kecamatan Pancurbatu, Sabtu (12/3).

Pada acara tersebut, Kecamatan Percut Seituan menjadi Juara Umum MTQ ke 55 tingkat Kabupaten Deliserdang dan juga menjadi Juara I untuk stan kategori kecamatan.

Dalam pidato penutupannya, Ashari Tambunan mengatakan untuk mewujudkan Deli serdang yang religius dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia, karena itu pemerintah daerah terus berupaya mewujudkan hal tersebut, di antaranya pelaksanaan MTQ.

“Kegiatan ini penting dan strategis khususnya untuk para generasi muda di Kabupaten Deliserdang. Jika momentum ini diperkuat dengan penanaman benih generasi muda yang Qurani, maka generasi muda akan menjadikan Alquran sebagai sumber inspirasi, kaidah penuntun dan landasan berfikir dalam kehidupan kesehariannya,” ucapnya.

Bupati berharap pada pelaksanaan MTQ ini, selain sebagai ajang untuk mengukur prestasi namun juga dapat menumbuhkan kesadaran spiritual tentang pentingnya ajaran Alquran sebagai dasar pembangunan kepribadian umat muslim, dan harus dijadikan nilai tambah untuk mempererat kebersamaan dalam menyongsong pembangunan generasi muda yang hebat dan sehat menuju Deliserdang yang Maju, Sejahtera, Religius dan Rukun dalam Kebhinekaan.

Kepada seluruh peserta yang telah berhasil meraih juara dalam MTQ Ashari mengucapkan “selamat”. Dan berpesan, jangan cepat berpuas diri. Teruslah giat berlatih, tingkatkan prestasi, karena setelah ini, kalian akan menghadapi tantangan yang lebih berat, yaitu MTQ tingkat Provinsi Sumatera Utara. Dan bagi peserta yang belum berhasil, jangan berkecil hati, kesempatan masih terbuka lebar. Jadikan hasil yang diperoleh hari ini, menjadi bahan evaluasi, untuk berbenah dan mempersiapkan diri pada MTQ yang akan datang. (btr/azw)

Stok Pangan Aman Saat Ramadan, Bulog Sumut Order 20 Ribu Liter Minyak Goreng

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perum Bulog Sumatera Utara (Sumut) memastikan stok yang dimiliki aman jelang dan saat Ramadan 1443 Hijriah/2022. Dengan ketersediaan beras mencapai 8.000 ton. Jumlah ini, mampu memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan kedepan.

“Stok beras kita saat ini ada sekitar 8.000 ton lebih dengan rincian beras CBP sebanyak 7.142,88 ton dan beras komersial sebanyak 315,55 ton. Jumlah ini tentunya membuat stok beras di wilayah Sumut aman hingga 3 bulan kedepan juga aman untuk puasa dan lebaran,” ucap Pimpinan Wilayah (Pinwil) Perum Bulog Sumut, Arif Mandu kepada wartawan, Minggu (13/3).

Arif mengatakan di tahun 2021 Bulog telah menyerap beras petani lokal sekitar 22.500 ribu ton dari target Bulog Sumut 27.000 ton. Pada tahun 2022 ini, pembelian beras petani akan terus digenjot.

“Artinya target kita kurang 5000 ton lagi namun target telah mendekati 80%. Dan tahun ini target kita juga masih sama yakni serapan beras dari petani lokal sebanyak 27.000 ton,” jelas Arif.

Kemudian, Arif juga menjelaskan untuk stok gula pasir juga aman dengan jumlah 12,16 ton dan Bulog Sumut juga sedang meminta sebanyak 10 ton gula lagi dari pusat. Begitu juga dengan minyak goreng ada 35,345 liter.

Menurut Arif, untuk minyak goreng ini memang sebenarnya pemerintah tidak menugaskan ke Bulog hanya saja Bulog ikut ambil bagian untuk menjaga ketersedian pangan. “Harga minyak goreng juga sesuai HET yakni 14.000 per liter,” tutur Arif.

Saat ini, Arif mengatakan diketahui bahwa ada 3 jenis harga minyak goreng yang telah di tetapkan pemerintah pertama minyak goreng curah Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 dan minyak goreng premium Rp14.000 per liter.

“Kita juga tengah melakukan order sebanyak 20 ribu liter untuk minyak goreng sehingga masyarakat nantinya, tidak lagi kesulitan mencari minyak goreng,” ucap Arif.

Sementara itu, untuk daging beku memang saat ini stoknya menipis ada diangka 0,06 ton atau 57 kg. Sehingga pihak Bulog Sumut kini meminta 3 kontainer daging beku.

Untuk saat ini, baru baru 1 kontainer yang akan dialokasikan ke Sumut dan sedang dalam perjalanan.

“1 kontainer ini berisi daging beku sebanyak 14 ton. Jadi memang datangnya sedikit-sedikit karena stok terbatas dan dibagi ke seluruh Bulog yang ada di Indonesia,” tandas Arif. (gus/ram)

Pemprov Sumut Bagikan Bibit Kelapa Pandan Wangi dan Padi di Bahorok

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 600 bibit kelapa pandan wangi, 80 ton bibit padi dan 175 ton pupuk diserahkan kepada masyarakat dan 22 kelompok tani yang ada di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Pemberian bibit dan pupuk ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah usai menyerahkan secara simbolis bibit kelapa, padi dan pupuk kepada perwakilan kelompok tani dan penanaman pohon kelapa pandan wangi di Desa Timbang Lawan, Langkat, Sabtu (12/3).

“Kecamatan Bahorok ini adalah daerah pariwisata, masyarakatnya selain pelaku usaha di sektor pariwisata juga ada yang bertani dan berkebun. Semua sektor ini juga dapat mendorong pariwisata di sini maka hari ini melalui Pak Jasman produsen benih unggul kelapa pandan wangi kemudian ada Dinas Perkebunan dan Pertanian Sumut dan Dinas Pertanian Langkat kita ingin membantu mengangkat ekonomi melalui pertanian, perkebunan,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck ini.

Lanjut Ijeck, warga di Desa Timbang Lawan akan diberikan masing-masing dua pohon kelapa pandan. Nantinya setelah berbuah, kelapa pandan ini dipastikan akan dicari oleh pemilik hotel atau restauran untuk dijual ke tamu-tamunya.

“Harga satu butir kelapa pandan wangi ini cukup mahal di Medan, kalau dijual ke wisatawan di Bukit Lawang maka akan menguntungkan buat warga. Selain itu, kebutuhan yang paling dasar adalah beras maka ke depan kalau ini disiapkan secara baik tidak hanya pariwisata saja yang bangkit, Kecamatan Bahorok juga akan menjadi daerah swasembada pangan,” ujar Ijeck.

Sementara itu, Jasman Silitonga pemilik budidaya Kelapa Pandan Wangi, Kebun Sumber Benih Kelapa Pandan Wangi di Serdang Bedagai menyampaikan kelapa ini akan tumbuh dengan baik pada ketinggian sekitar 500 mdpl. “Bukit Lawan sangat bisa karena kondisi tanahnya. Bahkan di sini kita lihat banyak pohon kelapa berbuah subur dan bagus,” ujarnya.

Kelapa pandan wangi ini, lanjutnya , sudah mulai berbuah di usia 2,5 tahun, selain manis buah yang dihasilkan juga banyak memberi manfaat untuk kesehatan, di antaranya untuk melawan virus dan membantu melancarkan pencernaan. Bibit yang diberikan kepada warga berlabel biru T3 (True To Type).

Mujahiddin, mewakili Kelompok Tani ‘Tani Makmur’ Desa Timbang Lawan mengungkapkan pihaknya menyambut bahagia bantuan bibit kelapa, padi dan pupuk yang diberikan Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat. “Sangat bermanfaat untuk kami para petani, terima kasih atas perhatian bapak dan ibu semua,” ujarnya, sembari berharap ke depan ada program bantuan perbaikan irigasi.

Hadir dalam penanaman pohon Kadis Perkebunan Sumut Lies Handayani Siregar, Kadis Pariwisata Sumut Zumri Sulthony, perwakilan Dinas Pertanian Sumut dan Pemkab Langkat.(gus)

Bangkitkan Sektor UMKM, OJK Gelar Rapat Koordinasi TPAKD

RAPAT TPAKD: TPAKD saat rapat koordinasi TPAKD triwulan I 2022, untuk menindaklanjuti hasil Rapat Pleno TPAKD Provinsi Sumut di Kota Tebingtinggi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Yusup Ansori mengatakan, bahwa melalui sinergi OJK, Pemerintah Daerah (Pemda), perbankan, dan stakeholders dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mampu mendorong pertumbuhan kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang cukup tinggi di Sumut.

“Kredit UMKM di Sumut mampu tumbuh 13,20 perswn yoy di tahun 2021. Porsi kredit UMKM menunjukkan tren meningkat dengan rasio terakhir sebesar 31,07 persen dari total penyaluran kredit di Sumut. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi UMKM di Sumut mulai menggeliat kembali,” kata rapat koordinasi TPAKD triwulan I 2022, untuk menindaklanjuti hasil Rapat Pleno TPAKD Provinsi Sumut Semester II tahun 2021, di Kota Tebingtinggi, Kamis (10/3).

Dalam hal ini, penyusunan program kerja TPAKD tahun 2022 merupakan salah satu agenda pembahasan, di mana 5 besaran program TPAKD telah ditetapkan oleh TPAKD Provinsi Sumuy sebagai acuan program kerja TPAKD kabupaten/ kota Se-Sumut.

Lima program tersebut, yakni UMKM GO Digital, UMKM Naik Kelas, One Village One Agent, Satu Rekening Satu Pelajar dan Sinergi Aksi Literasi dan Inklusi Keuangan.

Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM Kota Tebingtinggi, Zahiddin, Pejabat OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Reza Leonhard, beserta anggota TPAKD Kota Tebingtinggi yang terdiri dari unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Tebingtinggi serta perwakilan lembaga jasa keuangan.

Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM Kota Tebingtinggi, Zahiddin menyampaikan, bahwa seluruh anggota TPAKD segera menyusun bersama program kerja TPAKD Kota Tebingtinggi agar pencapaiannya dapat terukur dengan baik di akhir tahun 2022. “Saya meminta seluruh anggota TPAKD melakukan inovasi agar kita lebih baik dibandingkan TPAKD lainnya. Kita harus mempertahankan TPAKD Award yang telah berhasil kita peroleh pada tahun 2021 lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Reza Leonhard memaparkan beberapa informasi penting yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/7105/SJ, Tanggal 15 Desember 2021, Tentang Pembentukan TPAKD diantaranya adalah Tujuan, Tugas dan Tanggung Jawab TPAKD. “TPAKD dibentuk untuk mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas luasnya kepada masyarakat di daerah, antara lain melalui berbagi inovasi dan terobosan baru ,” katanya. (dwi/ram)

Pelantikan HIPMI Sumut, Bangkitkan Kembali Gairah Pengusaha Muda

LANTIK: Ketua BPD HIPMI Sumut, Ade Jona Prasetyo mengibarkan bendera pataka HIPMI usai dilantik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumut periode 2021-2024 resmi dilantik di Regale International Convention Center, Medan, belum lama ini. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Mardani H Maming.

Adapun pengurus inti HIPMI Sumut yang dilantik, yaitu Ade Jona Prasetyo (ketua), SF Yudha (sekretaris), dan Dian Iskandar Nasution (bendahara). Kepengurusan dibantu para wakilnya serta dilengkapi bidang dan bagian.

Turut hadir dalam acara pelantikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Wali Kota Medan yang juga Wakil Ketua Umum BPP HIPMI M Bobby Afif Nasution, Ketua Umum BPP HIPMI 2011-2015 Raja Sapta Oktohari, Buya Syekh Ali Marbun dan tamu undangan.

Ketua BPD HIPMI Sumut Ade Jona Prasetyo menyampaikan, pelantikan ini menjadi sejarah bagi HIPMI Sumut. Sebab dihadiri 20 BPD HIPMI Provinsi se-Indonesia. “Ini (pelantikan) menjadi sejarah bagi kita, 20 BPD hadir. Kami sekarang membangkitkan kembali gairah pengusaha muda di Sumut. Dari 33 kabupaten/kota, sudah terbentuk 27 BPC (Badan Pengurus Cabang),” katanya.

Ade Jona yang juga menjabat Ketua Umum PBSI Medan ini berharap agar HIPMI Sumut tetap solid. “Sudah saatnya kita merangkul dan bersama tanpa ada kubu-kubuan,” ucapnya.

Sementara, Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming menyatakan, HIPMI akan memasuki usia 50 tahun. Banyak pemimpin yang lahir dari HIPMI. “HIPMI sejak dulu sudah banyak menghasilkan menteri. Jadi tidak hanya pengusaha tapi juga pemimpin masa depan,” katanya.

Mardani menuturkan, HIPMI mendukung Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara sebagai tanda peradaban baru bangsa Indonesia. “350 tahun dijajah kita sering dibilang bermental tempe. Kita selalu merasa orang asing lebih hebat, padahal pendahulu kita lebih hebat dari orang asing. IKN adalah peradaban baru bagi kita semua,” cetusnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengatakan HIPMI Sumut diharapkan bisa berbuat untuk pemulihan ekonomi nasional. “Tuhan menciptakan dunia ini adil. Ada ulama yang mendoakan, pemimpin yang memerintah, pengusaha yang menyediakan uang dan rakyat. Kalau semua jadi pengusaha tak ada yang angkat meja. Saya percaya kalian orang-orang kaya yang dermawan,” ungkap Edy.

Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution berharap HIPMI Sumut bisa menjalankan berbagai program untuk pemulihan ekonomi rakyat, terutama di masa pandemi Covid-19. Kata Bobby, Pemko Medan sangat membuka diri dengan HIPMI. “Kami akan memberi akses kepada para pengusaha dan investor. Kami ingin menitipkan kalau mau investasi di Medan, angkatlah etnis-etnis yang ada di Medan,” ujar Bobby.

Ketua Panitia Kiki Handoko Sembiring menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan pengurus baru khususnya Ketua BPD HIPMI Sumut, Ade Jona Prasetyo sehingga pelantikan ini berjalan sesuai harapan. “Persiapan pelantikan bisa dibilang singkat hanya tiga minggu. Tapi saya sendiri dari awal sudah yakin pelantikan akan sukses, itu dibuktikan banyaknya pejabat dan tokoh yang hadir,” ujarnya. (ris/ram)