Home Blog Page 2752

Hendrik Sitompul Minta BPH Migas Kerja Sama dengan Kantor Pajak

KUNKER: Hendrik Sitompul bersama anggota Komisi VII DPR RI lainnya saat kunker spesifik ke Pertamina MOR I, di Jalan Yos Sudarso Me-dan, Kamis (7/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi VII DPR RI, Drs Hendrik H Sitompul MM menegaskan kepada BPH Migas agar bekerjasama dengan Kantor Pajak, khususnya dalam pengawasan BBM subsidi. Hal itu ditegaskan Hendrik Sitompul saat Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi VII ke Pertamina MOR I, di Jalan Yos Sudarso Medan, Kamis (7/4).

Hendrik Sitompul juga mengimbau kepada Pertamina agar New Gantry System (NGS) di TBBM itu dikerjakan langsung oleh Pertamina. NGS merupakan bentuk modernisasi fasilitas pendistribusian BBM yang lebih baik, cepat dan modern. “Saya harapkan NGS itu dikelola Pertamina,” tegas Hendrik.

Sementara itu, di sela-sela Kunker Spesifik di Pertamina MOR I ini, kepada wartawan, Hendrik lebih jauh menjelaskan, kerjasama Pertamina dengan Kantor Pajak dimaksudkan dapat mencegah para mafia melaksanakan praktik-praktik yang merugikan negara. “Kita sangat berharap sekali, Pertamina bekerjama dengan kantor pajak dalam setiap transaksi,” tegas Hendrik.

Kunker Spesifik Komisi VII DPR RI dengan PT Pertamina (Persero), MOR I Medan turut dihadiri Dirjen Migas KESDM RI, Direksi PT Pertamina (Persero), TBBM Medan, MOR I, Kepala BPH Migas, Direksi PT PLN (Persero) dan Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera.

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI Dalam rangka Pemantauan distribusi BBM, GAS, Listrik Menjelang Lebaran. Selain Hendrik Sitompul, turut hadir anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian (pimpinan), Novri Ompusunggu, Ir. Lamhot Sinaga dan Nasril.(adz)

Pemko Medan Serahkan 196 SK CPNS Formasi 2021

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 196 orang menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2021 di lingkungan Pemko Medan, Jumat (8/5). Bahagia dan terharu itulah yang terpancar dari raut wajah 196 orang usai menerima SK CPNS dimana akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil yang baik.

Penyerahan SK CPNS ini dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Wakil Wali Kota Aulia Rachman di Ruang Rapat III Balai Kota. Selain dihadiri langsung penyerahan ini juga diikuti secara virtual oleh seluruh CPNS yang menerima SK. Turut hadir Kepala Kantor Regional VI BKN Kota Medan Janry Haposan Simanungkalit, Asisten Umum Renward Parapat, Plh Kepala BKDPSDM Sutan Tolang Lubis, Kadis Kesehatan Taufik Ririansyah dan Dirut RSUD dr Pirngadi Syamsul Arifin Nasution.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Medan mengucapkan selamat kepada para CPNS yang telah menerima SK. Tentunya Aulia Rachman mengingatkan agar CPNS dapat bekerja dengan kemampuan maksimal. Artinya jadikan kemampuan yang kalian miliki sebagai amal ibadah ke depannya.

Aulia Rachman menambahkan, usai menerima SK pastinya para CPNS memiliki rasa bangga dan euforia, namun jangan terlena dengan semua itu sebab ke depannya semakin banyak tantangan kita sebagai CPNS. Artinya siapa yang tidak bangga menjadi CPNS mengingat sistem perekrutan yang berbeda saat ini.

“Saya ucapkan selamat kepada CPNS yang telah menerima SK. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Tentunya kalian merupakan orang yang terpilih karena saat ini sistem perekrutan yang sudah berbeda. Artinya dengan sistem ini Pemerintah Pusat ingin membangun Good government di dalam sistem tata kelola pemerintahan dengan menempatkan yang mempunyai keahlian di bidang masing-masing,” Kata Aulia Rachman.

Dijelaskan Wakil Wali Kota, dari formasi CPNS yang ada hampir keseluruhan adalah tenaga medis yang akan ditempatkan di pelayanan kesehatan. Oleh karena itu Pemko Medan menaruh harapan besar kepada para CPNS agar dapat merubah sistem dan wajah kesehatan di Kota Medan ke arah yang lebih baik lagi dan maju.

“Pak Wali Kota dan saya berharap besar dengan para CPNS yang dilihat ini kebanyakan dari tenaga medis untuk dapat menjadikan sistem kesehatan di Kota Medan berubah menjadi wajah yang humble, wajah yang welcome dan menjadi wajah penuh kasih sayang terhadap warga kota yang membutuhkan pelayanan kesehatan, apalagi para dokter dan bidan yang telah dikenakan sumpah janji profesi,” jelas Aulia Rachman.

Aulia Rachman juga mengingatkan agar para CPNS dapat bekerja dengan mengikuti aturan dan peraturan yang telah ditetapkan dalam tata kelola pemerintahan. Artinya ikuti sistem tata kelola pemerintahan, jangan semau kita, pelajari aturan dan peraturan yang ada, Karena ini yang akan menjadikan kita PNS yang baik.

Sementara itu raut wajah bahagia dan terharu terpancar dari Isma Husna Padang salah seorang CPNS yang telah menerima SK, dirinya mengaku sangat senang dan bahagia karena setelah melalui proses panjang dalam perekrutan CPNS ini membuahkan hasil yang baik. Menurut wanita yang sudah mengikuti ujian CPNS tiga kali ini motivasinya menjadi CPNS adalah untuk membanggakan kedua orang tua dan mengabdi kepada masyarakat.

“Saya sangat bersyukur telah memperoleh SK CPNS dengan tahapan proses yang sudah dilalui. Sebagai perawat yang akan ditempatkan di RSUD dr Pirngadi saya berharap dapat mengabadikan diri kepada masyarakat di bidang pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Ungkapan senang dan bahagia juga disampaikan Ryan Rifandi, CPNS yang ditempatkan di Penata Laporan Keuangan RSUD dr Pirngadi Medan. Sebab perjuangan selama dirinya mengikuti proses tahapan akhirnya berhasil menjadikannya CPNS. “Saya senang dan bahagia, perjuangan saya akhirnya berhasil menjadi CPNS. Saya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (rel)

Plt Wali Kota Siantar dan Tanjungbalai Segera Didefinitifkan

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memanggil Plt Wali Kota Pematangsiantar, Susanti Dewayan dan Plt Wali Kota Tanjungbalai, Waris Thalib ke Kantor Gubernur di Jalan Dipenogoro, Kota Medan, Kamis (7/4).

Pemanggilan kedua kepala daerah secara Rapat Terbatas (Ratas) oleh mantan Pangkostrad itu. Untuk membahas tindaklanjut mereka menjadi Wali Kota definitif untuk menjalankan roda pemerintahan di daerah mereka. “Pertemuan ini agar mereka segera di definitifkan (penetapan),” sebut Gubernur Edy kepada wartawan di Kantor Gubernur, kemarin.

Gubernur Edy dalam ratas tersebut, mempertanyakan soal pemilihan atau penunjukan pasangan mereka atau Wakil Walikota bersama DPRD Pematangsiantar dan DPRD Tanjungbalai.

“Selanjutnya menjadikan akan ada kegiatan demokrasi yang menjadikan (menunjuk) wakil wali kota dari masing-masing daerah. Itu yang kami komunikasikan tadi dalam rapat,” sebut mantan Ketua Umum PSSI itu.

Dalam pembicaraan tersebut, Edy juga menekankan untuk mencari wakil agar keduanya mencari wakil yang satu user atau satu visi dalam dalam rangka amanah pembangunan daerah dan untuk kesejahteraan rakyatnya.

“Itu yang pertama, yang kedua berdasarkan Undang-Undang tentunya adalah partai pengusung. Ketiga setelah ada ketentuan dari DPRD nantinya dari situ baru akan dikirim ke Gubernur dan dilaporkan ke Kementrian Dalam Negeri dan keluarlah Surat Keputusan (SK) dan akan dilantik,” ucap Gubernur Edy. (gus/ram)

Kabar Gembira untuk Masyarakat Sumut, Tahun Ini Tidak Ada Kenaikan Tarif Air Minum

AIR MINUM: Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait, saat memberikan penjelasan terkait tarif air minum tidak naik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memutuskan tidak akan menaikkan Tarif Air Minum pada tahun 2022. Karena, perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih, setelah terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19.

Gubernur Edy Rahmayadi berpendapat, apabila Tarif Air Minum dinaikkan akan memperburuk situasi ekonomi saat ini, karena akan berpengaruh pada daya beli masyarakat. Apalagi, air minum juga merupakan kebutuhan dasar yang akan sangat berdampak pada kehidupan yang lebih luas dan dapat memicu kenaikan inflasi.

Dengan perekonomian yang belum sepenuhnya pulih, ditambah dengan meningkatnya inflasi maka bisa berujung pada stagflasi. Apalagi tahun 2022, kenaikan berbagai komoditas pangan telah berlangsung, demikian juga dengan kenaikan BBM dan LPG, juga kenaikan PPN, Gubernur tidak ingin menambah beban masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

Terkait hal itu, menurut Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait, Gubernur Edy Rahmayadi juga sudah menyampaikan surat kepada Kementerian Dalam Negeri, bahwa belum dapat mengimplementasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penetapan Air Minum.

“Karena itu Gubernur telah menyurati Menteri Dalam Negeri untuk meminta kenaikan Tarif Air Minum di Sumatera Utara ditunda dan tidak akan dilakukan pada tahun 2022 ini. Ini juga menjadi pedoman bagi Bupati dan Walikota di Sumatera Utara, agar tidak menaikkan tarif air minum di PDAM yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota,” ujar Naslindo Sirait di kantornya, Kamis (7/4).

Naslindo juga menjelaskan, bahwa perhitungan Tarif Air Minum sudah dihitung dengan cermat dengan mempertimbangkan inflasi, UMP/UMK, serta biaya operasional dari setiap PDAM yang ada di Sumut, namun Gubernur mempertimbangkan bahwa penerapan dari kenaikan Tarif Air Minum tidak dilakukan dulu tahun ini, dengan pertimbangan kondisi ekonomi dan sosial saat ini.

Tentang adanya permintaan dari PDAM untuk menaikkan Tarif Air Minum, mengingat kenaikan biaya operasional sehingga tarif akan dapat menutupi biaya secara keseluruhan, menurut Naslindo, hal ini bisa diatasi dengan melakukan efesiensi dalam proses bisnis di PDAM, sehingga kinerja keuangan PDAM tetap sehat dan kinerja pelayanan terus dapat meningkat.

Naslindo mencontohkan, masih banyak PDAM dalam melakukan pembelanjaan barang dengan menggunakan pihak ke tiga, dimana pihak ketiga bisa mendapat margin keuntungan 10 – 20%, hal tersebut bisa dipangkas. “Apabila barang tersebut adalah yang lajim ada di pasar dilakukan saja pembelian langsung baik dengan e-Catalog, maupun dengan membandingkan harga yang termurah dari toko dengan tetap menjaga kualitas, sehingga tidak perlu harus mengeluarkan biaya tinggi. Kalau itu di lakukan biaya-biaya bisa ditekan,” katanya.

Selain itu, juga perlu dilakukan pengendalian kebocoran air. Dimana rata-rata tingkat kebocoran air sampai 30%, apabila bisa diturunkan, itu bisa memberikan keuntungan bagi PDAM. Sehingga dalam mengatasi keuangan perusahaan tidak hanya dengan jalan menaikkan tarif. Banyak cara yang masih bisa di lakukan.

“Di sinilah kelihaian dan kreativitas dari para direktur PDAM dituntut. Untuk tahun 2021 memang masih ada beberapa PDAM yang merugi dan belum FCR, seperti PDAM Kota Sidimpuan, Kota Tanjungbalai, Tirta Deli, PDAM Mandailing Natal, Tirta Malem Karo, Asahan, Tirta Tanjung Batubara, kita mendorong agar dilakukan berbagai perbaikan dan efesiensi dan pengawasan di setiap lini bisnisnya, sehingga dapat menjadi efesien dan efektif dalam memberikan pelayanan penyediaan air bagi masyarakat,” jelasnya.

Diketahui, pemerintah daerah diminta menerapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2020 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum. Salah satu poin dalam peraturan tersebut menerangkan bahwa gubernur diberikan kewenangan menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah BUMD yang dimiliki provinsi atau pun kabupaten/kota. Jika sudah diputuskan tarif bawah dan atas, secara tidak langsung tarif air bersih bagi pelanggan kemungkinan besar bakal naik.(gus/ram)

Nurhayati Subakat, Pendiri PT Paragon Technology and Innovation Berbagi Kisah Sukses

Nurhayati Subakat, sosok Pendiri PT Paragon Technology and Innovation.

SUMUTPOS.CO – Untuk menjadi seorang entepreneur terdapat pengembangan soft skill di dalamnya. Apa yang diperlukan? Salah satu di antaranya harus selalu optimistis. Jika memang ada kesulitan, pasti ada jalan.

‘’Jadi, mental petarung yang harus dibangun sejak dini,’’ tegas Nurhayati Subakat, Pendiri PT Paragon Technology and Innovation pada sesi webinar kepada wartawan peduli pendidikan baru baru ini. Dikatakannya bahwa beberapa nilai penting yang ditekankan pada suksesnya seorang entepreneur di antaranya adalah nilai ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati, ketangguhan, dan inovasi. Lima nilai tersebut penting ditanamkan sejak kecil.

Kombinasi kelima nilai tersebut memungkinkan seseorang untuk terus berkembang dan bermanfaat bagi orang lain. ”Kebermanfaatan yang membuat kami terus ingin berkembang, mencari cara bertahan dan jalan baru,” ungkapnya.

Pada kesempatan tanya jawab melalui pesan WhatAps (6/5), sosok Pendiri PT Paragon yang merupakan perusahaan kosmetik Nasional terbesar di Indonesia itu menyampaikan bahwa ia pernah bercerita pada buku Biografinya.

Sosok wanita hebat yang masuk dalam daftar 25 Pebisnis Wanita memiliki dampak besar di dunia bisnis Asia versi Majalah Forbes. Pada buku bercerita kan tentang dirinya, salah satu isinya mengenai 5 karakter yang ia simpulkan dalam perjuangan panjang merintis bisnis yang kini semakin kembang pesat di Tanah Air.

Ia mengakui, karakter ini telah dipupuk oleh
orang tua Nurhayati sejak kecil, semakin terbentuk di masa menuntut ilmu, dan
terbukti saat ia terapkan sebagai budaya dalam mengembangkan perusahaan. Kelima karakter tersebut adalah :

1. Ketuhanan

Adalah karakter pertama yang Nurhayati yakini sebagai nilai utama
yang perlu dipegang oleh setiap manusia, apapun perannya di dalam masyarakat. Dengan meyakini keberadaan dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, setiap individu
akan menjalani hidup dengan bekerja secara optimis dan sungguh-sungguh karena keyakinan bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah.

Ia juga akan konsisten dalam
menjaga kejujuran, bertanggung jawab dan dapat dipercaya karena paham selalu ada Tuhan yang melihat dan mendengar di manapun ia berada.

Konsep Ketuhanan juga
membuat manusia akan senantiasa menghargai perbedaan keyakinan, seraya menebar kebaikan dan mencegah keburukan.

2. Kepedulian

Dimaknai menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kasih sayang. Karakter
Lpeduli membuat manusia senantiasa ingin memberi manfaat dan memberikan inspirasi positif kepada sesama dan lingkungan dalam setiap aktivitas . Selalu berupaya
untuk saling memahami dan saling peduli kepada semua pihak dalam tim atau organisasi.

3. Kerendahan hati (Humility),

Adalah bentuk kesadaran bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini membuat Nurhayati selalu bersemangat dan rendah hati untuk belajar di mana saja, kapan saja dan dari siapa saja.

Nurhayati menjelaskan bahwa menjalani hidup dengan
secukupnya, selalu mengoptimalkan sumber daya yang ada sesuai kebutuhan dan
keadaan tanpa berlebihan. Karakter ini juga diwujudkan dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan demi kepentingan bersama.

4. Ketangguhan (Grit),

Dimaknai sebagai berani untuk melangkah dan tidak takut untuk mencoba hal yang tidak biasa, sabar dalam menjalaninya dan pantang menyerah untuk mencapai
tujuan.

Ia menjelaskan, karakter ini melahirkan tekad yang kuat, disiplin dan ulet dalam menjalankan proses hingga tuntas, juga penuh semangat dalam menghasilkan karya-karya terbaik,
tanpa batas. Setiap kegagalan yang Nurhayati alami justru menjadi pembelajaran berharga untuk menjadi lebih baik di masa depan. Karakter ini membuatnya terus menjalani hidup dengan penuh suka cita dan daya juang tinggi.

5. Inovasi

Selalu mengembangkan hal baru yang lebih baik untuk memenuhi dan melampaui harapan orang lain juga menjadi karakter yang sangat penting bagi Nurhayati dan juga perusahaannya.

Pentingnya memiliki pemikiran yang visioner dan kreatif dalam menciptakan terobosan baru untuk menjadi yang terdepan. Berpikiran terbuka
dalam menggali dan mengolah beragam informasi di sekitar secara analitis dan sistematis.

Sikap antisipatif, gesit dan responsif terhadap perubahan juga telah
menjadikan Nurhayati bersama para karyawan PTI dapat mengembangkan perusahaan hingga seperti sekarang. Kini, Nurhayati bersama 12.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia menjadi satu kesatuan yang saling bekerja sama.

– Story Telling Berperan Krusial

Narasumber lainnya juga berbagi kiat sukses. Salah satunya lewat Story telling.

Story telling adalah suatu kegiatan atau aktivitas untuk menyampaikan sebuah cerita dengan maksud tertentu. Story telling memegang peranan 70 % dari keberhasilan seorang entepreneur.

Hal tersebut dikatakan oleh Narasumber, Toronata Tambun pada sesi webinar Fellowship Jurnalis Pendidikan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (FJP GWPP) Batch IV. Ia menyampaikan bahwa sisanya dipengaruhi oleh faktor Content 10% dan Writing 20%.

Sosok yang dikenal sebagai Founder and Director Aren Energy Investment menyampaikan kepada peserta bahwa story telling diperlukan untuk berkomunikasi dengan calon investor, konsumen serta stake holders bisnis seorang entepreneur.

“Wartawan punya kemampuan yang tidak atau jarang dimiliki masyarakat pada umumnya, yakni kemampuan story telling. Wartawan juga punya peluang besar untuk terjun di bidang entrepreneur dengan kemampan tellingnya itu,” ungkap Toronata Founder perusahaan oil & gas yang berkedudukan di Singapura.
(dat)