27 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 2757

Dirut Perumda Tirtanadi Susuri Hutan Sibolangit Bersama Tim USU

SEMANGAT: Dirut Perumda Tirtanadi Kabir Bedi (kanan), bersama tim USU, tetap bersemangat menyusuri hutan Sibolangit, meski hujan mengguyur.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Kabir Bedi, menyusuri hutan Sibolangit bersama tim LPPM USU, Sabtu (5/2) lalu. Didampingi Kadiv PAM Arif Siregar, Kadiv PKA M Ali Siregar, Ka IPAM Sibolangit Dedi Gusman, Kabid Publikasi dan Komunikasi Sekper Martha Tobing, Kabid Aset Yunita Pohan, Kabir Bedi sangat antusias dan bersemangat berjalan puluhan kilometer di dalam hutan tersebut, meskipun dalam kondisi hujan.

“Saya bersama tim dari USU, serta yang lainnya, memastikan perkembangan keberadaan hutan Sibolangit ini sebagai resapan air, untuk kebutuhan hidup masyarakat yang sudah ratusan tahun dikelola Tirtanadi. Jika ada manusia yang tidak bertanggung jawab merusak hutan ini, kami akan meminta penegak hukum memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kabir Bedi.

Diektahui, hutan lindung geologi hayati yang dikelola PDAM Tirtanadi sedang dirambah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Hal ini sudah mengancam hajat hidup orang banyak, khususnya masyarakat di daerah Kabupaten Deliserdang dan Kota Medan.

Bahkan dampak dari perambahan ini, menurutnya, bisa juga berakibat bencana banjir yang dapat menimbulkan korban jiwa. “Untuk itu, Perumda Tirtanadi Sumut akan terus bekerja sama dengan seluruh stakeholders, untuk tetap mempertahankan keberadaan hutan di Sibolangit ini,” pungkas Kabir Bedi.(adz/saz)

Tengkorak Hebohkan Warga Merek, KTP Domisili Percut Seituan Ditemukan

IDENTIFIKASI: Polisi melakukan identifikasi terhadap jenazah korban di TKP.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Warga dan pengendara yang melintas di Jalan Besar Merek, Dairi, tepatnya di Penatapan 2, Dusun Aek Hotang, Desa Pengambatan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, digemparkan dengan penemuan tengkorak manusia, Senin (7/2) siang.

Tengkorak tersebut ditemukan warga di parit, saat melintasi jalan menuju ke hutan. Kala itu, sekira pukul 10.00 WIB, warga setempat, Dodi Pandiangan dan Tiah Simbolon, curiga saat melintas di lokasi tersebut, karena mencium aroma busuk.

Dodi pun mencari asal aroma tersebut. Saat itulah, Dodi kaget melihat tengkorak itu. Karena takut, Dodi dan Tiah berlari ke warung Penatapan 2, Dusun Aek Hotang, dan menceritakannya pada Gulit Sinaga. Selanjutnya penemuan tersebut diteruskan ke Polsek Tigapanah.

Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi dan melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi 175 centimeter. Tengkorak tersebut masih berbelatung, karena sebagian jaringan kulit di tangan sebelah kiri masih ada.

Selain itu, korban juga masih memakai sepatu boot hitam merek ferari. Berkaos kaki hitam, memakai celana jeans warna cokelat, dan memakai tali pinggang warna hitam merek B.

Dan 7 meter dari lokasi penemuan, ditemukan barang-barang yang diduga milik korban. Di antaranya satu KTP dengan NIK 1207260503730007, atas nama Adnan Farisi Bangun, kelahiran Belawan, 5 Maret 1997. Warga Jalan Jalak 12 No 196, RT 001/001 Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Seituan, beragama Islam, dan berpreofesi sebagai pedagang.

Ditemukan juga satu Kartu Indonesia Sehat dengan no 0000246816821, atas nama Adnan Farisi Bangun, dengan alamat yang sama dengan KTP. Terdapat baju dibungkus tas warna hitam, sajadah, tas sal warna hitam, dan satu kacamata.

Untuk keperluan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut, polisi memboyong tengkorak tersebut ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe.

Hingga kini, polisi belum bisa memastikan tengkorak tersebut sebagai korban pembunuhan atau tabrak lari. (deo/saz)

Bantu Penderita Kanker, Telkomsel Hadirkan Program Donasi POIN

Telkomsel gelar program donasi POIN dalam membantu anak-anak penderita kanker di wilayah Sumatera Utara. Melalui program ini Telkomsel mengajak masyarkat untuk dapat melakukan donasi dengan cara menukarkan sejumlah POIN Telkomsel dengan uang yang nantinya diserahkan kepada Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Sumatera Utara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel gelar program donasi POIN dalam membantu anak-anak penderita kanker di wilayah Sumatera Utara. Melalui program ini Telkomsel mengajak masyarkat untuk dapat melakukan donasi dengan cara menukarkan sejumlah POIN Telkomsel dengan uang yang nantinya diserahkan kepada Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Sumatera Utara.

Executive Vice President West Area Sales Telkomsel Gilang Prasetya mengatakan “Sebagai digital telco company yang selalu hadir dalam membuka semua peluang untuk Indonesia maju, Telkomsel juga berperan aktif di dunia sosial dalam membantu masyarakat Indonesia seperti melalui program Telkomsel POIN for Cancer. Melalui program ini Telkomsel ingin berbagi kepada sesama, dimana donasi yang terkumpul nantinya akan diberikan kepada penderita Kanker melalui YKI di Sumatera Utara.

Untuk dapat melakukan donasi ini pelanggan cukup menukarkan 5 Telkomsel POIN melalui SMS dengan cara ketik DONASI kirim ke 777 atau dengan membuka aplikasi My Telkomsel dan masuk ke menu POIN kemudian pilih program Donasi “POIN for Cancer”. Nantinya setiap 5 POIN yang terpotong, pelanggan tersebut telah melakukan donasi senilai lima ratus rupiah. Total donasi yang akan diberikan Telkomsel melalui program ini adalah senilai Rp 25.000.000 dan akan diserahkan di akhir program, yang berlangsung sampai tanggal 30 April 2022. Untuk info lebih lanjut pelanggan dapat menghubungi halaman di Tsel.me/DONASI

“Telkomsel POIN merupakan program loyalty untuk para pelanggan, dengan beragam penawaran eklusive dari mulai voucher belanja, diskon, produk dan layanan Telkomsel serta donasi yang diberikan untuk sesama. Termasuk melalui program POIN for Cancer ini, Telkomsel menghadirkan layanan donasi dengan cara yang mudah melalui genggaman. Kedepan Telkomsel juga akan selalu hadir dengan beragam produk dan layanan yang memberikan nilai tambah serta sesuai kebutuhan pelanggan.” Ungkap Gilang.

Kejatisu dan Poldasu Diminta Selidiki Dugaan Kecurangan Seleksi KPID

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Surat Keputusan (SK) perpanjangan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2016-2019 yang dinilai tidak sah, bisa menjadi dasar kuat bagi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kepolisian Daerah Sumut (Poldasu) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Komisi A DPRD Sumut, karena telah meloloskan dua calon yang diklaim berasal dari petahana.

Pengamat Komunikasi dan Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Iskandar Zulkarnain MSi menilai, kesalahan terjadi bukan kesilapan administratif semata. Pasalnya, dalam publikasi di media massa tahun 2021 silam, Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto juga sudah menyatakan ketidaksahan SK perpanjangan yang dikeluarkan dan diteken oleh Sekda dan bukan gubernur, sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Pasal 10 Ayat 3 dan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 1/P/KPI/07/2014 Bab I Ketentuan Umum Pasal I Ayat 2.

Hal ini juga sudah disampaikan Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Sumatera Utara, Dr Mirza Nasution SH MHum pada Jumat 4 Februari 2022 lalu. Dikatakannya, SK perpanjangan incumbent tidak sah. “Saya pikir ini sesuatu yang benar. Bahkan, Ketua Komisi A Hendro Susanto juga sempat menyatakan SK perpanjangan ini tidak sah, tapi tidak juga diperhatikan. Saya pikir selayaknya Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kepolisian Daerah Sumatera Utara periksa Komisi A,” tegas Iskandar yang merupakan alumnus Doktor Ilmu Komunikasi UNPAD kepada wartawan siang di kampus USU, kemarin (7/2/2022).

Lanjut Ketua Prodi S2/S3 Ilmu Komunikasi USU tersebut, sistem penilaian dalam fit and proper tes pada 20-21 Januari 2022 juga bisa menjadi acuan Kejatisu dan Poldasu untuk bergerak. Tidak kuatnya dasar untuk menentukan kemampuan peserta justru menciptakan kekacauan. Selain munculnya tanda tanya besar bagi publik, kericuhan dalam seleksi KPID Sumut membentuk opini publik akan adanya dugaan transaksional dalam menetapkan 7 nama terpilih KPID Sumut periode 2021-2024.

“Tidak bisa menjawab kerusuhan seleksi KPID Sumut ini hanya bilang pemilihan ini bersifat politis. Kalau begitu, kenapa harus ada seleksi, tunjuk saja langsung. Publik kan juga sudah melihat, kenapa SK tidak sah bisa jadi petahana, kenapa mekanisme penilaiannya mendapat penolakan dan rusuh. Apakah memang adanya indikasi transaksional, suap menyuap atau gratifikasi. Apakah ada calon yang masuk memberikan dana ke salah satu oknum anggota partai yang ikut berperan dalam komisi A sehingga diloloskan. Ini sudah rumit, makanya saya bilang Kejatisu dan Polda Sumut harus turun tangan biar semuanya beres,” ujar Dr Iskandar dengan serius.

Padahal, jauh sebelum pemilihan KPID Sumut periode 2021-2024 dilangsungkan, pria kelahiran Seunagan Aceh Barat ini terus mengingatkan dan mendorong para anggota Komisi A agar benar-benar bijak menggunakan kewenangannya. Sebab, lembaga adhoc bukan diperuntukkan bagi pendukung partainya, kelompoknya, kepentingan pribadi maupun bagi mereka yang memiliki uang untuk mendapatkan posisi komisioner, akan tetapi terbuka bagi mereka yang memiliki kompetensi berdasarkan latar belakang, serta visi misinya memajukan lembaga independen itu.

“Sebelumnya, banyak media mendatangi saya, mengenai seleksi Komisi Informasi Publik juga KPID Sumut ini. Saya tegaskan jangan campuri dengan kepentingan. Dewan itukan terhormat. Mereka itukan dipilih oleh masyarakat. Tapi kalau mereka menghilangkan kepercayaan masyarakat, mereka memilih berdasarkan partainya, kelompoknya, kepentingannya, bahkan terima uang, ini sudah tidak benar. Kalau memang terbukti, tangkap dan penjarakan,” jelasnya dengan ekspresi kecewa.

Sebagai penduduk Sumatera Utara, Dr Iskandar mengaku malu dengan pelaksanaan seleksi lembaga adhoc yang terus menuai konflik di wilayahnya. Untuk itu, oknum dewan yang bermain dalam seleksi ini harus diberi efek jera. Selain telah merusak tatanan pemilihan, mereka juga telah merusak budaya masyarakat Sumatera Utara yang dikenal keras dalam berkomunikasi.

“Orang mengenal kita keras suaranya, terus terang, itulah budaya kita, identitas kita. Tapi bukan berarti ini menjadi pengesahan atau legalitas kita untuk berbuat yang tidak benar, menyimpang. Justru jadikanlah identitas kita untuk hal-hal baik. Keras karena apa, karena jujur, punya harga diri, karena punya martabat, keras tidak mau mengalah karena kritis untuk membangun Indonesia yang baik,” sindir pria yang akan menginjak usia 56 tahun pada tahun ini.

Diketahui, atas dugaan kecurangan yang terjadi anggota Komisi A DPRD Sumut dilaporkan oleh sebagian calon anggota KPID Sumut ke Ombudsan Sumut pada Senin, 31 Januari 2022. Selain itu, Hendro Susanto sebagai Ketua Komisi juga diadukan kepada Badan Kehormatan Dewan pada hari Rabu 22 Februari 2022. Tidak sampai di situ, pengaduan para peserta seleksi juga disampaikan kepada Ketua DPRD Sumut, Drs Baskami Ginting secara langsung pada hari Kamis 3 Februari 2022 dengan hasil komitmen untuk tidak meneken hasil penetapan 7 nama terpilih calon KPID Sumut.

Melalui laporan mereka inilah, fakta-fakta dugaan kecurangan yang dilakukan Komisi A dalam seleksi KPID Sumut Periode 2021-2024 mencuat dan menjadi sorotan publik. Bahkan, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sumatera Utara, Dr. Mirza Nasution, SH., M.Hum hari Jumat 4 Februari 2022 secara tegas turut mengomentari satu kejanggalan administrasi dua nama terpilih yang diklaim sebagai calon petahana. Menurutnya, SK perpanjangan mereka yang terbit tanggal 12 Agustus 2019 dengan nomor surat 800/8211 tentang dan ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dr Ir Hj Sabrina MSi tidak sah karena melanggar regulasi. (adz)

Tatap Pemilu 2024, Golkar Medan Revitalisasi Kepengurusan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD II Partai Golkar Kota Medan menggelar pleno perkenalan pengurus hasil revitalisasi dan sekaligus pembentukan panitia Safari Ramadhan, Senin, 7 Februari, di Medan Club, Kota Medan.

Kegiatan itu dibuka langsung Ketua DPD II Partai Golkar Kota Medan, HM Syaf Lubis. Turut hadir, Ketua Harian M Rahmadian Shah SH, Sekretaris Mulia Asri Rambe (Bayek) SH dan Bendahara Modesta Marpaung.

Pengumuman nama-nama pengurus hasil revitalisasi disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Medan, Mulia Asri Rambe (Bayek). Dalam surat keputusan bernomor: Skep-65/GK-SU/XII/2021 yang ditandatangani Ketua DPD Golkar Sumut, Musa Rajeckshah, ada 95 nama yang disahkan menjadi pengurus Medan hasil revitalisasi.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Medan, HM Syaf Lubis meminta agar seluruh pengurus hasil revitalisasi untuk bersatu dan kompak dalam menjalankan roda organisasi.

“Kita harus hormati apa yang disampaikan Ketua DPD Golkar Sumut, Pak Musa Rajeckshah. Apa yang dilakukan beliau tak ada yang lain, semata-mata hanya membangun kebersamaan, kekompakan untuk bersama memenangkan Golkar di Sumut, dan Medan adalah ujung tombaknya,” kata Syaf Lubis.

Ia mengatakan, dinamika dalam organisasi adalah hal yang biasa. Selain itu, kehadiran Ketua Harian M Rahmadian Shah SH, diyakininya semakin memperkuat partai.

Ia berharap, kolaborasi tua dan muda di struktur kepengurusan hasil revitalisasi bisa sejalan.

“Kita yakin, beliau tokoh muda, jadi saya berharap kolaborasi yang tua dan muda ini bisa bersama membangun dan menguatkan Partai Golkar di Medan,” ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan kepada seluruh pengurus hasil revitalisasi untuk tidak membuat gaduh Partai Golkar.

“Jangan ada membuat kegaduhan, Pak Airlangga, Pak Ijeck butuh Golkar untuk menang, kalau kita bersama dan bersatu, kita menang. Apa yang kita inginkan di tahun 2024 akan tercapai, ini akan lebih baik,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Harian DPD Golkar Medan, M Rahmadian Shah. Ia mengingatkan kepada seluruh pengurus agar memperkuat organisasi untuk menghadapi pertarungan di tahun 2024.

“Saya mengikuti perintah partai. Kita harus buat Medan kembali kuning dengan kebersamaan kita semua. Kalau kita kompak, Kota Medan akan kuning,” ujar Dian

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dian meminta agar seluruh pengurus harus punya rasa memiliki Partai Golkar. Dengan begitu, konsolidasi akan mudah dilakukan hingga ke tingkat kelurahan.

“Rasa memiliki harus ditimbulkan terhadap Partai Golkar. Kita harus buat Golkar kuat hingga kelurahan, hingga konsolidasi berjalan baik. Kita semua harus bekerja, harus berbaur untuk kebesaran partai,” jelasnya.

“Kalau pengurus tak kompak, bagaimana mau memenangkan Caleg, artinya kita biarkan mereka kerja sendiri. Harusnya ada kerja sama dari Partai Golkar untuk menentukan Caleg yang potensi. Hingga kita tak 4 kursi lagi, minimal 8” tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Medan, Mulia Asri Rambe (Bayek)

Dalam kesempatan itu juga, Ketua DPD Golkar, HM Syaf Lubis langsung membentuk kepanitiaan Safari Ramadan tahun 2022. Secara langsung, Syaf Lubis menunjuk M Rahmadian Shah menjadi ketua panitia dan disetujui seluruh peserta rapat.

“Saya siap menjadi Ketua Panitia Safari Ramadan Partai Golkar tahun ini. Saya selalu patuh dengan Partai,” tutupnya.(rel)

Ketua DPRD Sumut akan Panggil Komisi A Bahas Kisruh Seleksi KPID

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting akan memanggil Komisi A terkait adanya polemik pemilihan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID). Pemanggilan ini merupakan respon terhadap keberatan sejumlah calon komisioner mengenai mekanisme dan tata cara pemilihan tujuh nama komisioner KPID terpilih.

Keputusan memanggil anggota dewan yang duduk di komisi A merupakan hasil rapat pimpinan dewan. “Kita akan mengundang komisi A terlebih dahulu. Pimpinan akan mengundang komisi A, nanti kita mengklarifikasi dulu,” ujar Baskami Ginting ketika dikonfirmasi, Senin (7/2).

Menurut Politikus PDIP ini, pemanggilan Komisi A telah dijadwalkan pada 28 Februari 2022 mendatang. Ia belum bisa menyimpulkan hasil akhir, sebab belum menerima keterangan dari Komisi A. “Setelah itu baru kita putuskan kembali dengan pimpinan dewan kita rapat. Belum tahu (kocok ulang), kita akan melihat ada melanggar tatib atau tidak,” ungkapnya.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi juga angkat bicara mengenai adanya persoalan dalam pemilihan komisioner KPID Sumut. Secara rinci dia belum mengetahui penyebab munculnya masalah seleksi tersebut, maka dari itu Edy berencana akan menanyakan langsung kepada DPRD. “Nanti saya lihat, saya cek, penolakan. Yang ngetes kan DPRD, saya belum tahu persoalannya,” ujar Edy.

Terkait ada masalah dalam surat keputusan (SK) perpanjang anggota KPID Sumut, Edy pun berjanji akan melakukan pengecekan. Seperti diberitakan sejumlah calon komisioner KPID Sumut beberapa waktu lalu menemui Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting untuk menyampaikan persoalan dalam proses fit and proper tes atau uji kelayakan dan kepatutan yang mereka jalani.

Selain itu Fraksi PDIP DPRD Sumut juga secara tegas menyatakan penolakan terhadap seleksi KPID Sumut. Penolakan itu disampaikan melalui surat resmi. (adz)

Golkar Desak Mendag Lutfi Bekerja Maksimal Atasi Minyak Goreng

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kelangkaan minyak goreng di sejumlah daerah menjadi salah satu fokus perhatian Komisi VI DPR RI. I Gede Sumarjaya “Demer” Linggih, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, menyoroti kinerja Menteri Perdagangan RI, M. Lutfi yang tidak maksimal.

Demer mendesak Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan seluruh jajarannya, untuk mengawasi dan melakukan operasi pasar agar program harga minyak goreng yang terjangkau bagi masyarakat dapat terlaksana dengan baik.

Demer juga meminta agar Kemendag melakukan upaya-upaya untuk mencegah penimbunan komoditas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, serta mengawasi rantai pasokan minyak goreng di sejumlah daerah.

“Mendag harus bisa memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran.” kata Demer kepada media, Senin (7/2/2022).

Demer juga mengingatkan bahwa Mendag Lutfi harus mampu mengawal dan melaksanakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan ketentuan harga minyak goreng curah Rp 11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/liter.

“Ini yang harus benar-benar dikerjakan oleh Mendag Lutfi secara maksimal. Ini untuk kepentingan rakyat,” tambah Demer.

Selain mengawal pelaksanaan HET, Kemendag juga harus bisa melaksanakan program-program domestic market obligation dan domestic price obligation dalam rangka menjaga stabilitas harga minyak goreng terlaksana dengan baik .

Kenaikanan harga minyak goreng sendiri sudah terjadi sejak akhir November 2021. Bahkan kini selain mahal, juga ketersedaiannya semakin minim, bahkan langka di sejumlah daerah.

Kondisi itu akhirnya membuat minyak goreng kembali menjadi langka, karena di tengah masyarakat mulai muncul panic buying.

“Wajar mereka ketakutan minyak goreng semakin mahal dan semakin susah didapatkan, karena ini salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Terlebih bagi pelaku UMKM yang tentunya sangat dirugikan karena mahal dan langkanya minyak goreng ini,” ucap Demer.

Demer sangat menyayangkan masalah harga minyak goreng yang terus berlanjut dan semakin sulit dikendalikan, karena lambatnya Mendag menangani masalah ini.

“Seandainya, Mendag bisa lebih cepat tanggap dalam mengatasi permasalahan ini sejak awal, saya kira masalah ini bisa lebih cepat selesai dan tak perlu menyengsarakan rakyat lebih lama,” tutur Demer.

Demer juga tak menampik jika muncul adanya dugaan penghilangan barang saat pemerintah mulai melakukan operasi pasar besar-besaran. Ia menduga hal itu dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Oleh karena itu ia juga meminta Mendag untuk memberantas kartel-kartel minyak goreng yang menyesengsarakan rakyat.

“Sudah saatnya kartel minyak goreng ini diberantas,” tambah Demer.

Jika masalah ini berlarut-larut, Demer memperkirakan kondisi ini akan dapat mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi yang sudah sangat baik dilakukan oleh pemerintah selama masa pandemi. (ril/adv/*)

Hadirkan Listrik Tanpa Kedip Saat Kunjungan Kerja Presiden Jokowi di Sumut

PARAPAT, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara berhasil menjaga keandalan pasokan listrik saat kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Sumatera Utara.

Kunjungan kerja Presiden ke Sumatera Utara untuk meresmikan jalan bypass Balige, meresmikan penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Parapat di Pantai Bebas Parapat, meresmikan Pelabuhan Ajibata beserta enam pelabuhan lainnya, meresmikan penataan Kawasan Huta Siallagan dan meninjau penataan Kawasan Huta Raja hingga peresmian jalan Tol Stabat.

General Manager PLN UIW Sumatera Utara Pandapotan Manurung menginstruksikan seluruh Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yang berada wilayah saat kunjungan kerja tersebut untuk mengawal dan memastikan kondisi kelistrikan selama acara kunjungan kerja tetap handal sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Untuk menyukseskan peresmian tersebut, PLN menyiagakan personil yang tersebar di beberapa titik lokasi yang akan dikunjungi oleh Presiden.

“Suplai listrik aman tanpa kedip di seluruh titik yang dikunjungi oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Suatu kebanggaan bagi kami dapat mengawal kegiatan kunjungan kerja tersebut sehingga bisa berjalan dengan lancar,” ujar Pandapotan Manurung.

Tak hanya personel, beberapa peralatan sebagai cadangan pasokan listrik apabila terjadi gangguan juga telah disiapkan. Terdapat juga genset dan UPS yang disiapkan di beberapa titik lokasi selama acara berlangsung.

General Manager PLN UIW Sumatera Utara Pandapotan Manurung mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersinergi sehingga acara kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia dapat berjalan dengan lancar. (ila)

Ahmad Tak Sangka Imami Salat Jumat Presiden

IMAM MASJID: Ahmad Khairi Novandra (dua dari kiri) foto bersama dengan Presiden Jokowi di Masjid Al-Ikhlas Mako Yon A Pelopor Satbrimobdasu

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ahmad tak menyangka dipilih oleh seluruh jajaran forkopimda Kota Binjai, bertindak sebagai Imam Salat Jumat dengan salah satu makmum di antaranya adalah Presiden Joko Widodo. Pemilik nama lengkap Ahmad Novandra Khairi ini adalah qori’ asal Kota Binjai, peraih juara pertama dalam ajang MTQ Internasional yang digelar Dunia Melayu Dunia Islam di Banda Aceh, 2020 lalu.

Usianya masih muda, 25 tahun. Pengalaman ini tentunya menjadi sebuah hal yang hebat bagi pria yang akrab disapa dengan nama Andra ini.

“Tawaran ini (menjadi Imam Salat Jum’at Presiden Jokowi), datang selepas hasil rapat katanya dari seluruh jajaran pemerintah, BKM Masjid Agung pada satu hari sebelum pelaksanaan (3/2),” kata Andra berbagi cerita, Minggu (6/2).

Dia mendapat panggilan telepon selular dari Ustadz Jaharudin seraya mengabarkan hasil rapat Pemko Binjai dengan unsur forkopimda. Kabar dimaksud yang menyatakan dirinya bertindak sebagai Imam Salat Jumat Presiden Jokowi.

“Mengimami kepala negara rasanya senang dan menjadi suatu pengalaman yang hebat bagi saya. Ya saya langsung menerima tawaran tersebut,” sambung dia.

Dalam percakapan telepon, lokasi masjid untuk Salat Jum’at Presiden Jokowi belum dipastikan. “Ada dua opsi yang disampaikan Pak Ustadz Jaharudin, antara Masjid Agung dan Masjid Brimob,” kata pria yang sudah berkeluarga dan dikaruniai seorang anak berjenis kelamin pria berusia 2 tahun.

Andra melakukan beberapa persiapan ketika menjadi Imam Salat Jum’at tersebut. Satu di antara mengulang ayat pilihan yang mau dibaca dalam salat wajib bagi kaum adam tersebut.

Namun, persiapannya berakhir kandas karena ada pesan terbaru dari protokol Istana Negara atau Sekretariat Presiden, jelang pelaksanaan Salat Jumat. “Pas hari H, kami mendapat brifing lagi dengan protokol istana kalau ayat tidak boleh panjang-panjang. Ayat salat pendek saja karena Bapak Presiden mau salat jamak, sekalian Ashar,” bebernya.

Dia merasa senang dapat mengimani Presiden Jokowi. Dia berharap, Presiden Jokowi dapat berbuat terus kepada masyarakat Indonesia. “Kita sebagai warga Binjai banggalah, karena didatangi Bapak Presiden kota kita,” ujarnya.

Ini merupakan kali kedua Presiden Jokowi datang ke Kota Binjai. Usai meresmikan Jalan Tol Binjai-Stabat, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyapa masyarakat dan pedagang di Pajak Pagi Kebun Lada, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, Jumat.

Tak ayal, kondisi inipun membuat heboh masyarakat dan pedagang ketika Jokowi menginjakan kakinya di Pajak Pagi Kebun Lada. Sebelum Jokowi datang, Sekretariat Kepresidenan juga telah mendata sekaligus memberikan bantuan berisi sembako kepada pedagang di Pajak Pagi Kebun Lada.

Suara keriuhan pun dilepaskan masyarakat ketika melihat orang nomor satu di Indonesia ini. Mereka sampai menjerit-jerit melihat Jokowi saat masuk ke dalam Pajak Pagi Kebun Lada.

Jokowi juga terlihat membagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada pedagang dan warga sembari berjalan. Selain itu, dia juga membagikan kaus warna hitam berwajah dan bertuliskan Jokowi, kepada mereka yang sudah lama menunggu kedatangannya.

Usai serangkaian kunker dilakukan, Jokowi melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Mako Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Daerah Sumut, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Dataran Tinggi, Binjai Timur. Kedatangan Presiden Jokowi disambut hangat Danyon A Pelopor Satbrimobdasu, Kompol BL Malau di halaman Masjid Al-Ikhlas.

Wadanyon mengarahkan Presiden Jokowi ke tempat wudgu dan kemudian memasuki masjid untuk pelaksanaan Salat Jum’at.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia karena melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Mako Batalyon A Satbrimob Polda Sumut, karena momen ini adalah kebanggaan bagi saya dan personel. Semoga Bapak diberi kesehatan dan umur panjang serta dilindungi Tuhan dalam memimpin Indonesia,” ujar Danyon.

Terpisah, peresmian Jalan Tol ruas Stabat-Binjai yang dilakukan Presiden Jokowi tidak langsung dapat dioperasikan atau digunakan akan untuk boleh dilintasi kendaraan bermotor. Menurut Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Tjahjo Purnomo menjelaskan, ruas sepanjang 11,8 kilometer ini telah melawati tahap uji laik fungsi tol.

Pihaknya tengah menunggu arahan regulator untuk boleh dilintasi kendaraan bermotor. Namun demikian, dia menegaskan selaku pelaksana proyek bahwa jalan tol ruas Binjai-Stabat sudah siap dilintasi.

“Hutama Karya juga telah menerima Sertifikat Laik Operasi (SLO) atas Jalan Tol Binjai-Stabat pada 28 Januari 2021 lalu. Saat ini kami menunggu arahan regulator untuk mulai pengoperasian sehingga jalan tol bisa digunakan oleh masyarakat setempat.” kata dia.

Tol Binjai-Stabat juga terhubung dengan Gerbang Helvetia hingga Marelan atau Kota Medan yang telah beroperasi penuh. “Waktu tempuh dari Stabat menuju Bandara Kualanamu dari 2 jam menjadi sekitar 45 menit saja,” tambahnya.

Hal tersebut tentu membawa dampak positif terhadap perekonomian di Sumut lantaran waktu tempuh dapat dipangkas. Pun begitu, hal tersebut masih menunggu Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Juga dengan tarif. “Kita bisa mulai beroperasi kalau ada surat Kepmen (Keputusan Menteri). Boleh beroperasi terus bertarif. Sama seperti tol lainnya,” tandas VP Komunikasi Korporat Hutama Karya, Intan Zania.

Jalan Tol Binjai-Langsa sepanjang 131 km dan terdapat 5 seksi. Pertama ruas Binjai-Stabat sepanjang 11,8 km, ruas kedua Stabat-Tanjungpura sepanjang 26,71 km, ruas ketiga Tanjungpura-Pangkalanbrandan sdoaanjang 18,98 km, ruas keempat Pangkalanbrandan-Kualasimpang sepanjang 44,24 km dan terakhir ruas Kualasimpang-Langsa sepanjang 29,18 km.(ted/azw)

Polisi Gerebek Desa Skip Lokasi Narkoba, 5 Orang Ditangkap Diduga Pesta Sabu

HASIL PENGGEREBEKAN: Polresta Deliserdang menahan lima tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti narkoba dan peralatannya setelah berhasil mengerebek Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Sabtu (5/2) sekitar pukul 16.00 WIB.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Polresta Deliserdang menahan lima tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti narkoba dan peralatannya setelah berhasil mengerebek Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Sabtu (5/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Kegiatan pengerebekan itu merupakan kegiatan Operasi Antik Toba 2022 yang digelar Polresta Deliserdang.

Kasat Narkoba Polresta Deliserdang Kompol Ginanjar Fitriadi SH SIk mengatakan, sebelum pengerebekan dilakukan pengarahan teknis kepada tim yang diturunkan. Dalam arahannya terfokus ke Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang.

Saat pengrebekan di rumah kosong diamankan tiga orang diduga sedang pesta sabu. Di antaranya dua laki laki berinisial MAP (22), SS (40), dan satu perempuan berinisial ASD (50). Selain itu turut diamankan barang bukti berupa diduga alat isap sabu/bong sebanyak 2 set,1 buah mancis,1 buah kaca pirek bercak shabu, 6 lembar plastik klip bekas pembungkus shabu. Kemudian dibelakang rumah kosong tersebut ditemukan juga 2 paket narkotika jenis ganja berat bruto 3,27 gram.

Setelah dilakukan test urine terhadap ketiga orang tersebut. Ketiganya didapati positif dan mengaku baru mengkonsumsi sabu.

Selanjut tim melakukan pengerebekan tak ke Jalan Ampera Desa Sekip dan mengamankan dua orang laki laki ES alias EDI (36), dan M (36) di curigai sebagai pengguna narkotika. Kemudian dilakukan tes urine terhadap keduanya. Keduanya positif narkotika pengguna narkotika jenis sabu.

Kasat Narkoba Polresta Deliserdang Kompol Ginanjar Fitriadi SH SIk mengatakan kelima terduga pelaku pengguna narkoba tersebut beserta barang bukti diamankan ke Sat Narkoba Polresta Deliserdang untuk penyelidikan pengembangan lebih lanjut. (btr/azw)