27 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 2758

Mayoritas Pengcab Habis Masa Bakti, Tebingtinggi Desak Musprov PASI Digelar

Sekretaris PASI Sumut, Drs Kasinun MAP.
Sekretaris PASI Sumut, Drs Kasinun MAP.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Kota Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengkot PASI) Tebingtinggi mendesak agar Musprov PASI Sumut segera digelar demi kesinambungan roda organisasi dan pembinaan atletik di Sumatera Utara.

“Organisasi atletik di Sumut saat ini boleh dikatakan lumpuh, sebab selain di tingkat provinsi, mayoritas Pengkat Pengkot PASI di Sumut termasuk Tebingtinggi juga berakhir masa bhaktinya,” ujar Sekretaris PASI Tebingtinggi periode 2017-2021, Drs Kasinun, Minggu (6/2).

Kasinun lebih lanjut menjelaskan, PASI Tebingtinggi sudah berakhir sejak November 2021.Pihaknya tidak mungkin menggelar Muskot karena Pengprov PASI Sumut juga sudah berakhir periodesasinya.

Kondisi yang dihadapi Tebingtinggi, sama dengan yang dialami mayoritas Pengkab Pengkot di berbagai kota kabupaten di Sumut. “Saat rapat virtual PASI Sumut akhir Desember lalu, disebutkan ada 16 Pengkab Pengkot PASI Sumut yang sudah berakhir masa bhaktinya,” jelas Kasinun.

Karena itu, dia meminta Pengprov PASI Sumut periode 2017-2021 melakukan berbagai terobosan dan pendekatan kepada PB PASI agar Musprov bisa segera digelar. “KONI Sumut sepertinya juga harus ikut berperan, sebab sebelumnya KONI sudah menyurati PB PASI terkait calon carateker yang nantinya ditugaskan menggelar Musprov,” tambahnya.

Terkait maraknya informasi yang menyebutkan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution bersedia memimpin PASI Sumut, Kasinun menyebutkan pihaknya sangat mendukung. Bahkan kesediaan Bobby ini jugalah menurutnya yang menjadi salah satu poin agar Musprov segera digelar. Apalagi Sumut akan menjadi tuan rumah PON XXI/2024 bersama Aceh. Dinaminasi organisasi sangat dibutukan agar program pembinaan berjalan lebih baik.

“Kita semua tentu berharap agar atletik Sumut ke depan bisa lebih baik.Kehadiran Bobby Nasution lah nantinya diharapkan bisa mewujudkan harapan tersebut dibantu semua insan atletik Sumut,” ujarnya.

Senada dengan Kasinun, pengurus PASI Tapsel H Irwan Pulungan S.Sos juga berharap Musprov PASI tidak ditunda – tunda lagi. “Semakin lama Musprov digelar, yang rugi adalah atletik Sumut sendiri,” ujar Irwan.

Irwan menyebutkan demikian karena AD/ART PASI jelas mengatur ketentuan soal PASI yang sudah habis masa kepengurusannya. “Dalam Pasal 33 butir 1 dan 2 PRT PASI tegas disebut, Pengorov PASI yang tidak aktif, dilarang mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan PB PASI baik rapat anggota, kongres maupun mengikuti dan msnyelenggarakan perlombaan – perlombaan,” jelasnya.

Berkenan hal tersebut, Irwan yang juga Ketua Ikatan Mantan Atlet Sumatera Utara mendesak KONI Sumut menindakkanjuti surat yang sudah dikirim ke PB PASI terkait mandat penyelenggaraan Musprov PASI Sumut.

“Pengprov cabor termasuk PASI
adalah anggota KONI Sumut. Tentu KONI Sumut bertanggung jawab melakukan pembinaan organisasi anggotanya. Artinya, kita meminta KONI Sumut agar lebih memberi perhatiannya terkait Musprov PASI Sumut,” ujarnya.

“Atletik adalah cabor penyumbang medali terbanyak kedua bagi Sumut di PON Papua. Mari kita saling berkolaborasi agar prestasi ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan,” paparnya.

Informasi lain diperoleh, Pengkab Pengkot PASI di Sumut memberi dukungan tertulis maupun pernyataan di media kepada Muhammad Bobby Afif Nasutio sebagai ketua umum PASI Sumut periode 2022 – 2026. (dek)

Kumpulkan Stakeholder Bahas Minyak Goreng, Masih Temukan Harga di Atas HET

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) masih menemukan harga minyak goreng yang dijual di atas penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah. Tak hanya itu, diketahui, stok ketersediaan minyak goreng menipis.

Hal itu diketahui usai Kantor Wilayah (Kanwil) I KPPU menggelar diskusi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumut, Dinas Ketahanan Pangan Sumut, Bulog Divre Sumut, PD Pasar Kota Medan, PT Wilmar (produsen), PT Alamjaya Wirasentosa (distributor), dan pihak retail diwakili PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT Midi Utama Tbk, dan PT Indomarco Prismatama.

Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas menjelaskan, dari hasil diskusi ditemukan sejumlah kendala terjadi dalam pendistribusian, klaim subsidi, hingga stok minyak goreng yang terus menipis.

“Diskusi digelar di Kantor KPPU, Medan, Jumat (4/2) lalu. Dari diskusi, kesimpulannya, pelaku usaha mengeluh keterlambatan terkait dengan klaim subsidi, dari stok lama retur ke distributor. Kemudian, diretur lagi ke produsen. Pengembalian 14 hari. Klaim harus jelas administrasi. Itu kesulitan yang dialami distributor. Agak ribet dan perlu ditinjau ulang,” ungkap Ridho, Minggu (6/2).

Ridho juga mengatakan, berdasar hasil pantauan yang dilakukan pihaknya, di hari pertama pemerintah menetapkan harga HET, per 1 Februari 2022, masih banyak ditemukan ritel modern yang stoknya kosong. Sedangkan harga minyak goreng di warung dan pasar tradisional, masih dijual di atas HET. Berdasarkan jenisnya, penetapan HET minyak goreng diatur sebagai berikut, untuk minyak goreng curah dibanderol Rp11.500 per liter. Minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000.

“Untuk itu, KPPU mengadakan diskusi untuk mengurai apakah hilangnya minyak goreng dari peredaran ini, disebabkan adanya pihak yang menahan pasokan. Atau karena adanya hambatan dalam mekanisme dan teknis pelaksanaan kebijakan dari Permendag tersebut,” tutur Ridho.

Ridho menjelaskan, Disperindag Sumut mengakui, belum ada turun kebijakan peraturan dari pusat.

“Termasuk eksportir harus menyisihkan 20 persen. Itu belum turun. Bagaimana tindaklanjutnya?” ujarnya.

Dari diskusi tersebut, jauh sebelum Permendag Nomor 6 Tahun 2022 terbit, Disperindag Sumut telah melakukan pasar murah di 11 kabupaten/kota, yang bekerja sama dengan produsen utama minyak goreng dengan Dana CSR mereka. Disperindag Sumut sejak 19 Januari 2022, juga tetap melakukan monitoring bersama Disperindag kabupaten/kota.

Dari monitoring itu, diperoleh informasi, pasokan di pengecer hanya ada dalam 2 hari saja, dan selanjutnya pasokan belum tersedia. Selain itu, 80 persen stok yang ada di pasar tradisional, masih dengan harga yang lama atau di atas HET. Terkait kondisi harga dan ketersediaan minyak goreng di Sumut, Disperindag Sumut juga telah menyampaikan surat ke Kemendag.

Sementara berdasarkan data dari PD Pasar Kota Medan. Harga minyak goreng di pasar tradisional masih dibanderol Rp18 ribu per liter. Sehingga para pedagang belum mendapatkan harga sesuai HET yang ditetapkan pemerintah. Untuk di pasar ritel Kota Medan, pembelian minyak goreng meningkat tajam hingga tembus 400 persen. Namun, tingginya pembelian oleh konsumen tidak sebanding dengan stok yang terus menurun hingga 75 persen.

“Untuk pasar ritel sangat mudah mengklaim subsidi. Karena langsung ke pusat. Mereka memiliki stok banyak, tapi harga lama. Namun mereka bukan menimbun, kalau dijual tapi merugi, untuk apa,” tutur Ridho.

Dengan kondisi itu, Ridho menjelaskan, KPPU telah meningkatkan penelitiannya ke proses penegakan hukum. Hal tersebut, untuk mewujudkan kompetisi persaingan usaha yang sehat, baik di tingkat hulu maupun hilir. Dia pun menyimpulkan, perlu meningkatkan komunikasi dengan semua stakeholder di daerah dan dengan pemerintah pusat, untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi, demi mewujudkan harga minyak goreng yang wajar dan tersedia di masyarakat.

“Selain itu, pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan diskusi lanjutan, yang akan diadakan oleh Disperindag, dengan turut menghadirkan Biro Perekonomian Sumut serta Satgas Pangan,” pungkasnya. (gus/saz)

Antisipasi Penyakit Menular, Lapas Medan Gelar Pengobatan Massal ke WBP

PERIKSA: Dokter TNI saat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga binaan pemasyarakatan, dalam mencegah penyakit menular di Lapas Kelas I Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melakukan bakti sosial, berupa pengobatan massal dan penyuluhan kesehatan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu (5/2) lalu.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Erwedi Supriyatno mengatakan, penyuluhan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dicanangkan di tingkat pusat, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan WBP.

“Kegiatan bakti sosial yang dilakukan ini, juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan WBP, dan memberikan motivasi mengenai kesehatan,” ungkap Erwedi.

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan serentak se-Indonesia ini, dilakukan secara virtual.

“Hal ini dilakukan, mengingat Lembaga Pemasyarakatan termasuk ke dalam kelompok yang berisiko tinggi terjadinya penularan penyakit menular seksual, yang disebabkan oleh penyimpangan seksual,” jelas Erwedi lagi.

Hal tersebut, lanjut Eredi, dapat diakibatkan karena tingginya tingkat overkapasitas di dalam lapas, dan juga tingginya stress level WBP.

“Sehingga dengan dilakukannya penyuluhan ini, WBP dapat mengetahui risiko yang ditimbulkan dan dapat menghindarinya,” jelasnya.

Penyuluhan yang diberikan ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk meluruskan pemahaman WBP terhadap penyakit, khususnya pada masa pandemi Covid-19, yang belakangan ini penyebarannya kembali meningkat.

“Diharapkan penyuluhan kesehatan seperti ini, dapat menepis hoax yang beredar, yang menyesatkan masyarakat dan WBP pada khususnya,” imbuh Erwedi.

Erwedi juga menjelaskan, penyuluhan kesehatan seperti ini sangat penting dilakukan, mengingat tingginya tingkat overkapasitas di lapas yang dapat mempengaruhi penyebaran penyakit menular secara negatif.

“Untuk itu, WBP harus diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan, serta membiasakan hidup sehat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Erwedi turut mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat atas terlaksananya kegiatan tersebut. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Putri Hijau, BKKBN, TNI, dan Polri, atas kerja samanya hingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Saya berharap kerja sama yang baik antar instansi dan stakeholder terkait ini, dapat berkesinambungan,” harap Erwedi.

Kegiatan tersebuta merupakan kerja sama antara Universitas Gajah Mada, Kementerian Hukum dan HAM, TNI, Polri, BKKBN, dan Koseindo.

“Di samping pengobatan massal gratis, dilakukan juga pengecekan dan penyuluhan kesehatan kepada WBP, dengan materi kesehatan reproduksi,” pungkas Eredi. (man/saz)

Musker PMI Medan, Tingkatkan Pelayanan Kemanusiaan

ARAHAN: Ketua PMI Kota Medan Musa Rajekshah menyampaikan arahan dalam Musyawarah Kerja PMI Kota Medan di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (5/2).M Idris/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (5/2) lalu. Musker tersebut diharapkan melahirkan program yang bermanfaat dalam meningkatkan pelayanan kemanusiaan di tengah-tengah masyarakat.

Ketua PMI Kota Medan, Musa Rajekshah mengatakan, kehadiran PMI tujuannya adalah kegiatan sosial masyarakat.

“Bukan hanya di bagian kesehatan, apapun yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, PMI wajib hadir seperti saat pandemi Covid-19,” ungkap Ijeck, sapaan karib Musa Rajekshah.

Wakil Gubernur Sumut ini, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PMI kecamatan, yang berinisiatif turun langsung melakukan penyemprotan disinfektan serta kegiatan lain untuk mencegah penyebaran Covid-19. Koordinasi antar pengurus PMI kecamatan, akan membuat pelayanan kemanusiaan yang sudah disiapkan menjadi lebih maksimal.

“Termasuk dalam pelayanan mobil jenazah gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. PMI Medan telah menyerahkan 3 unit mobil jenazah untuk Kecamatan Medan Denai, Medan Belawan, dan Medan Marelan. Bagi kawan-kawan pengurus kecamatan yang merasa mampu mengoperasikan kendaraan itu, silakan mengajukan ke PMI Medan. Dengan demikian, kehadiran PMI benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Ijeck.

Ijeck tidak memungkiri, pandemi Covid-19 turut berdampak pada menurunnya jumlah kantong darah yang dimiliki. Namun begitu, dengan kepercayaan serta dukungan seluruh pihak, PMI Kota Medan sudah dapat menambah stok kantong darah.

“Di awal pandemi, stok kita yang biasa mencapai 6.000 per bulan, turun menjadi 2.000-an saja. Tapi, saat ini UTD (Unit Transfusi Darah) PMI Medan telah dapat menyiapkan lebih 5.000 kantong darah setiap bulannya. Setidaknya, kita masih dapat memenuhi kebutuhan kantong darah di Medan,” bebernya.

Dalam acara Musker itu, PMI Kota Medan menjalin nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Prima Indonesia (Unpri), dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Santa Elisabeth Medan. Kerja sama tersebut meliputi pendidikan dan pelatihan, pengabdian, dan proyek kemanusiaan.

Penandatangan MoU dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kota Medan Musa Rajekshah dengan Rektor Unpri Prof Crismis Novalinda Ginting, dan Ketua STIKes Santa Elisabeth Medan Mesliana br Karo.

Ketua Panitia Musker PMI Kota Medan, John Ismadi Lubis mengatakan, kegiatan diikuti 20 pengurus PMI kecamatan, serta unit kerja yang ada. Turut hadir jajaran pengurus PMI Kota Medan, Kabid SDK Dinkes Kota Medan Irhansyah Saputra, Kabid Organisasi PMI Sumut Chairul Siregar. (ris/saz)

Advokat Millenial Dukung Azwir-Hermansyah

NOBAR: Ratusan advokat millenial nobar debat kandidat calon Ketua DPC Peradi Medan 2022-2027, Kamis (3/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim pemenangan advokat millenial pasangan Azwir Agus-Hermansyah Hutagalung (Aman), menggelar nonton bareng (nobar) debat kandidat calon Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Medan Periode 2022-2027 secara virtual di HH Warkop Medan, Kamis (3/2) lalu.

Debat Kandidat Calon Ketua DPC Peradi Kota Medan ini, berlangsung di Hotel Adimulia Medan. Debat tersebut merupakan tahapan akhir menuju pemilihan Ketua Peradi Kota Medan pada 12 Februari 2022 mendatang.

Pada nobar tersebut, ratusan advokat millenial dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan, tampak antusias mendengarkan penyampaian visi dan misi para kandidat. Termasuk saat pemaparan kandidat pasangan Aman menyampaikan paparannya.

Koordinator Advokat Milenial, Riko Goncalwes Sirait mengatakan, dukungan terus mengalir dari para advokat muda. Sampai saat ini, ada 250 advokat dari berbagai alumni perguruan tinggi di kota Medan, siap memenangkan pasangan Aman.

“Kami terus menyolidkan para advokat milenial dari berbagai perguruan tinggi untuk pemenangan Aman. Kami terus membuka diri bagi para advokat untuk bergabung, demi cita-cita bersama pasangan Azwir-Hermansyah memajukan Peradi Medan,” ungkap Riko.

Andri William, perwakilan alumni milenial Universitas Darmawangsa, mengatakan, mereka siap mendukung pasangan Aman, agar bisa menang sebagai pengurus Peradi Medan.

“Harapan kami, supaya bisa mengayomi para advokat di Medan ini. Penekanan dalam visi misi tadi adalah pembelaan kepada anggota. Kami di bidang hukum ada perlindungan sebagai advokat sesuai UU nomor 18 Tahun 2003,” jelasnya.

Sementara koordinator millenial alumni Fakultas USU, menegaskan, siap mendukung Aman karena memiliki visi dan misi yang juga berpihak dan peduli terhadap advokat millennial, satu di antaranya pada pengembangan pendidikan para advokat.

“Aman juga mendukung advokat millennial untuk mengembangkan diri di bidang pendidikan, contoh di bidang keilmuan lain. Seperti kurator, bahasa, dan lainnya,” jelasnya.

Sementara Andi Rizaldi dari UII Yogyakarta, juga siap mendukung semua program Azwir-Hermansyah, jika terpilih sebagai pengurus Peradi Kota Medan.

“Kami mendukung penuh Azwir-Herman menjalankan programnya. Kami utuh memberikan dukungan,” ujarnya.

Kemudian mewakili alumni millenial hukum UMSU, Nano Eka Yudha mengaku, sudah mengumpulkan data 100 orang untuk memilih pasangan Aman.

“Kami yakin mereka bisa mengayomi seluruh advokat, baik millenial maupun semua,” katanya.

Koordinator dari alumni HKBP Nommensen, Julianto Sidabutar, juga optimis Aman dengan pengalaman yang sudah matang, bisa membawa perubahan besar bagi Peradi Kota Medan, dan membangun kebersamaan dalam menyelesaikan masalah hukum di tingkat masyarakat ke bawah.

“Ada sekitar 150 orang siap mendukung, dengan harapan dan visi misi yang jelas serta teruji, dengan beberapa kali rekan-rekan kita bermasalah di kepolisian bisa dibantu. Selain itu, berkolaborasi menyelesaikan permasalahan di tingkat masyarakat kurang mampu. Kami berharap, bisa membenahi Biro Bantuan Hukum Peradi Medan lebih baik,” harapnya.

“Setelah mengikuti program kerja seluruh kandidat, kami mendukung Aman, karena program kerja mereka dan sepak terjang mereka dalam organisasi sudah tinggi. Pengalaman sebagai mantan Ketua Ikadin, juga sangat dibutuhkan,” timpal Dodi Siagian, koordinator dari kampus UNIKA Santo Thomas Medan. (rel/dek/saz)

Rangking Sekolah Tak Jamin Peserta Lolos SNMPTN, Soal Tiap Sesi Berbeda

DOK HUMAS POLDA SUMUT UJIAN: Sejumlah peserta mengikuti pelaksanaan UTBK-SBMPTN. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyatakan kesiapannya untuk mencegah perjokian.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mochamad Ashari menyampaikan, sekolah menempati rangking tinggi bukan jaminan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Banyak faktor yang mempengaruhi, bukan hanya prestasi akademik.

“Jadi kriteriannya bisa berbeda-beda, LTMPT hanya memfasilitasi perguruan tinggi dan rektor untuk melakukan seleksi mahasiswa baru,” terang dia dalam Silaturahmi Merdeka Belajar secara daring, Jumat (4/2).

“Jadi ada yang disebut namanya indeks pribadi dan indeks sekolah Kalau indeks pribadi itu ada nilai rapor, prestasi, penghargaan yang diterima seseorang,” sambungnya.

Adapun, indeks pribadi ini melihat prestasi non akademik, misalnya sertifikat penghargaan yang diterima seorang siswa. “Misal kalau dia punya sertifikat internasional dia punya penilaian lagi, lalu sertifikatnya apakah juara satu atau juara dua itu berpengaruh,” ujarnya.

Sedangkan indeks sekolah adalah pemetaan terhadap kualitas dan akreditas sekolah. Sekolah seorang siswa dalam hal ini juga dilakukan pemeringkatan. “Jadi ada nilai dari rata-rata satu sekolah dalam tiga tahun. Kita ambil dan diurut nilai tertinggi SMA itu,” sebut Ashari.

Ia menyampaikan bahwa dua indeks ini digabungkan untuk penilaian yang adil. “Jadi kalaupun ada siswa punya nilai 9, tapi salah satunya berada di SMA yang peringkatnya lebih tinggi itu akan berpengaruh,” kata dia.

Pilihan perguruan tinggi dan program studi pun dapat mempengaruhi sesorang bisa lolos SNMPTN. Misalnya seorang siswa tersebut memilih prodi atau universitas dengan tingkat persaingan yang ketat. “Bisa saja karena pilihan prodinya itu dia bisa tergeser oleh kawannya. Jadi memang ada beberapa parameter keberhasilan dalam seleksi SNMPTN,” katanya.

Ashari juga mengatakan, LTMPT telah melakukan pencegahan perjokian Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN). Sebab, aktivitas ini sangat merugikan bagi para peserta SBMPTN. “Ada banyak hal yang kita lakukan mencegah joki mengurangi kecurangan,” jelas Ashari.

Pihaknya juga meminta kepada panitia di 74 Pusat UTBK untuk melakukan pemeriksaan identitas peserta. Semua data peserta wajib untuk dicocokkan dengan peserta yang hadir guna menghindari peserta fiktif. “Pemeriksaan identitas itu salah satu untuk mencegah kecurangan,” kata Ashari.

Pengamanan lain adalah dari segi teknis ruang UTBK, seperti pengaturan tempat duduk dan komputer yang digunakan. “Tempat duduk, komputer itu sudah disterilisasi harapannya tidak ada kecurangan karena semua diperiksa secara manual oleh penjaga kita,” ungkapnya.

Dirinya pun mengharapkan sistem pengamanan tersebut dapat berjalan sesuai harapan. Setidaknya dapat memitigasi potensi kecurangan.

“Namanya satu sistem itu ya, (kecurangan) harapannya tidak akan terjadi secara masif. Kita sangat konsen untuk mengatasi kecurangan ini, dan yang terpenting penyelenggaran (SBMPTN) ini tetap menerapkan protokol kesehatan tetap berjalan,” tandas Ashari.

Soal Berbeda Tiap Sesi

Pengerjaan soal untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan dilaksanakan sebanyak dua gelombang. Adapun, gelombang masing-masing akan berjalan dalam waktu tujuh hari.

Dengan waktu tujuh hari itu, setiap harinya akan ada dua sesi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT) pun memastikan tidak akan ada soal sama yang diterima para peserta.

Meskipun dibuat berbeda, Direktur Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo menyampaikan, tingkat kesulitan soal akan merata. Jadi, tidak ada perbedaan tingkat kesulitan soal. “Dari sisi tingkat kesulitan soal itu mulai dari hari pertama sampai hari akhir itu setara dan sama,” kata dia dalam Silaturahmi Merdeka Belajar secara daring, Jumat (4/2).

Menurutnya, dengan perbedaan soal yang diterima para peserta akan menghindari adanya kebocoran soal. Oleh karenanya, ia meminta para peserta tidak mencoba mencari soal lewat peserta yang telah ujian dari lebih dulu. “Jadi, jangan lagi cari bocoran soal dari yang sesi pertama, kedua, ketiga, karena tentu akan berbeda,” sebut dia.

Para peserta juga diminta agar fokus mengerjakan soal yang tengah dihadapi. Tidak perlu memusingkan pembobotan soal SBMPTN. “Karena kami sendiri di LTMPT tidak mengetahui terkait pembobotan soal tersebut. Untuk tes ini semua jawaban masuk dulu, setelah itu ada analisis, lalu skoring dan baru bicara pembobotan. Jadi kalau ada prediksi-predisi bobot soal iut tidak benar,” tutup dia. (jpc)

Polsek Air Joman Ajak Warga Jaga Kamtibmas

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bhabinkamtibmas Polsek Air Joman Polres Asahan melakukan kunjungan ke pos pos Polisi Masyarakat (Polmas), Rabu (2/2) pukul 12.00 WIB. Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan edukasi dan mengajak masyarakat ikut serta menjaga Kamtibmas di lingkungan masing masing.

Dalam kunjungan tersebut, Bhabinkamtibmas Aipda M. Kodri menyambangi kediaman rumah Kadus Sumali warga Dusun V Desa Psr Lembu, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.

Mewakili Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, Kapolsek Air Joman AKP ST. Hutagalung mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat sebagai pengemban Polmas dalam memberikan edukasi kepada warga yang dikunjungi, agar dapat berpartisipasi dalam menjaga kamtibmas.

Selain memberikan edukasi, Bhabinkamtibmas juga menempelkan striker di rumah berisi nomor kontak pengaduan serta mengajak warga agar ikut vaksinasi untuk menjaga imun tubuh yang kuat, dan selalu menerapkan Protokol Kesehatan.

“Dengan hadirnya Polisi di masyarakat diharapkan dapat memotivasi masyarakat, agar mau memberikan informasi kepada polisi serta menyadari pentingnya kesehatan dan mengubah kebiasaan di masa Pandemi saat ini,” pungkasnya.

Di tempat berbeda Ketua Satgas Covid-19 Asahan, Surya B.Sc melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Syamsuddin kepada awak media mengatakan tak bosan-bosannya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat asahan agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Mari kita jaga dan tetap mempertahankan Prokes dengan tetap memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” ujarnya. (dat/han)

Polsek Dolok Merawan Sosialisasikan Penerimaan Anggota Polri

SOSIALISASI: Waka Polsek Dolok Merawan Ipda Budi Santoso menyampaikan sosialisasi penerimaan calon anggota Polri tahun 2022. SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Waka Polsek Dolok Merawan Ipda Budi Santoso bersama jajarannya melakukan sosialisasi penerimaan anggota Polri dari Akpol, Bintara dan Tamtama tahun 2022 di SMA Negeri 1 Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai, Jumat(4/2).

Dalam sosialisasi tersebut, Waka Polsek Dolok Merawan memaparkan mekanisme penerimaan Polri Akpol, Bintara dan Tamtama tahun 2022. Dijelaskannya, syarat umum dan syarat khusus penerimaan Polri tahun 2022.

“Pelajar boleh membuka Website resmi penerimaan Polri tahun 2022. Bahwa penerimaan Polri di mulai bulan Maret 2022 dan tidak dipungut biaya serta transparan dan akuntabel,” bilang Ipda Budi Santoso.

Ditambahkannya, apabila ingin informasi lebih detail dan informasi sejelas jelasnya, silahkan mendatangi Bagian Sumber Daya Manusia di Polres Tebingtinggi. Bagi siswa yang berminat, jangan mudah percaya dengan bujuk rayu dengan iming iming bisa memasukkan menjadi anggota Polri dengan imbalan uang.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Waka Polsek Dolok Merawan Ipda Budi Santoso juga meminta kepada pelajar dan pihak sekolah menyampaikan imbauan kamtibmas dalam pencegahan penularan Covid-19 agar tetap mematuhi prokes.

“Tetap gunakan masker apabila keluar rumah, menjaga jarak minimal 1-2 meter, berperilaku hidup sehat dan tetap menjaga kebersihan, cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas,” pintanya.

Sedangkan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Dolok Merawan, Imeda Sirait mengucapakan terima kasih kepada pihak kepolisian Polsek Dolok Merawan yang menyambangi SMA Negeri 1 Dolok Merawan dalam rangkaian sosialisasi penerimaan calon anggota Polri dari Akpol, Bintara dan Tamtama tahun 2022.

“Semoga saja dari anak anak didik kami banyak yang akan mengikuti calon penerimaan anggota kepolisian. Karena dengan berhasilnya mereka nanti, akan membawa kebesaran sekolah ini,” cetus Imeda. (ian/han)