25 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 2760

Sesuai HET, Mendag Pastikan Minyak Goreng Tersedia di Pasar Rakyat

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi bersama Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan meninjau implementasi kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di Pasar Kramat Jati, Jakarta (3 Feb).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah memastikan pemenuhan pasokan minyak goreng ke pasar rakyat terus berjalan sebagai bagian dari pengendalian harga. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan implementasi kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di produsen dan pasar rakyat berjalan dengan baik dan menjamin harga minyak goreng di pasar rakyat dan di ritel modern harus sesuai dengan HET.

Sebelumnya, Mendag Lutfi meninjau langsung situasi imolementasi harga minyak goreng di pasar tradisional Kramat Jati Jakarta dan di pabrik minyak goreng di kawasan Marunda Jakarta. Suplai minyak goreng sesuai HET berjalan lancar. Penjualan minyak goreng curah dan kemasan sederhana serta kemasan premium mendapat sambutan baik pedagang dan antusiasme warga.

“Hari ini kita lihat bahwa minyak goreng sudah dikucurkan sesuai dengan harga eceran tertinggi. Hari ini sudah mulai berjalan dan saat ini masih dalam proses penyesuaian dan akan mengikuti HET minyak goreng yang ditetapkan,” ujar Mendag Lutfi.

Sejumlah pejabat ikut blusukan ke pasar untuk memastikan harga migor sesuai HET. Mereka antara lain Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Isy Karim, Kepala Biro Humas Ani Mulyati dan Direktur Perkulakan dan Ritel Perumda Pasar Jaya Anugrah Esa.

Seperti diketahui, Kemendag mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit. Dalam Permendag tersebut ditetapkan HET minyak goreng curah Rp11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000/liter. Permendag Nomor 6 Tahun 2022 tersebut berlaku mulai 1 Februari 2022.

Mendag Lutfi menambahkan hasil kunjungan menunjukkan pasokan minyak goreng yang sudah sesuai HET telah membaur dengan pasokan lama di pasar. Para pedagang pasar yang masih menyimpan stok lama dapat meretur ke agen. Selanjutnya pedagang bisa meminta stok baru dengan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat yaitu yang sesuai HET.

Mendag Lutfi juga mengecek produksi pabrik minyak goreng PT. Asianagro Agungjaya, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Mendag Lutfi menegaskan pasokan CPO berjalan dengan baik ke produsen sehingga, para produsen bisa mendistribusikan minyak goreng lewat jalur distribusi sesuai HET pemerintah.(*/rel)

STFJ Gelar Diskusi Mengantisipasi Kerusakan Hutan dan Perburuan Satwa Liar

Diskusi yang di gelar STFJ di Rock Island, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (4/2). Ist/Sumut Pos.

LANGKAT, SUMUT POS.CO – Sumatra Trofical Forest Journalism (STFJ) menggelar diskusi dengan mengusung tema ‘pemanfaatan jasa wisata alam berbasis konservasi dalam mengantisipasi kerusakan hutan dan perburuan satwa liar’ di Rock Island, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (4/2).

Diskusi tersebut STFJ mengundang dua narasumber yang berkompeten seperti Kepala Resor, Bekancan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL)  Wilayah V Bahorok,  Jon Maruli Purba dan Pelaku Jasa Wisata Lingkungan, Joni Kurniawan.

Diskusi yang dipandu Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( UMSU), Dr. Muhammad Said Harahap M.I.Kom tersebut dihadiri juga perwakilan dari Kecamatan, Bahorok, tokoh masyarakat , pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Langkat pelaku wisata Bukit Lawang, guru, NGO,  mahasiswa dan sejumlah jurnalis.

Menurut Direktur STFJ Rahmad Suryadi, melalui diskusi ini diharapkan menjadi penyadartahuan bagi semua pihak bahwa pemanfaatan jasa wisata alam berbasis konservasi dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan hutan, sehingga kerusakan hutan dan perburuan satwa liar dapat diminimalisir.

“Saat ini pemanfaatan jasa wisata alam berbasis konservasi dinilai menjadi salah satu solusi dalam mengantisipasi praktik perusakan hutan dan perburuan satwa liar, karena akar permasalahan selama ini adalah kemiskinan, jika masyarakat sejahtera, hal itu akan membuat masyarakat tidak perlu masuk ke hutan”, ucap Rahmad dalam sambutannya.

Rahmad melanjutkan, keterlibatan masyarakat sangat berperan penting dalam menjaga hutan. Menurutnya, kini masyarakat dapat menjadi social buffer, menjaga kawasan konservasi, khususnya di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

“Dari diskusi tadi muncul gagasan akan dibentuk kelas lingkungan dan MTS Negeri IV Bahorok yang akan menjadi sekolah percontohan”, sambung Rahmad.

Sementara itu, Kepala Resor Bekancan, BBTNGL, Wilayah V Bahorok , Jon Maruli Purba mengatakan, pihaknya sangat mendukung penuh kegiatan ini.

“Kami dari pihak BBTNGL sangat mendukung penuh adanya kegiatan ini dan nantinya dapat berkolaborasi,” kata Jon.

Kemudian Jon mengatakan, Taman Nasional Gunung Leuser memiliki 4 satwa kunci yang harus dijaga dan dilestarikan. Bukit Lawan merupakan kawasan TNGL yang memiliki potensi besar dan menarik bagi wisatawan, karena lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Sementara itu, Pelaku Jasa Wisata Lingkungan, Joni Kurniawan mengungkapkan beberapa contoh pengelolaan jasa wisata konservasi di sejumlah negara. Menurutnya, pengelolaan jasa wisata lingkungan harus memiliki nilai konservasi.Hal tersebut justru membuat paket wisata itu bernilai.

“Kita harus memahami, bahwa melihat satwa liar tidak harus berdekatan dan berjumpa, hal itu menjadi nilai yang tinggi, karena membuat wisatawan menjadi penasaran dan konservasi berjalan baik. Bukit Lawang memiliki potensi yang luar biasa, selain hutan, sungai, orangutan ada juga kawasan batu karst, seperti di Rock Island. Rock Island, bisa dijadikan destinasi wisata edukasi baik anak sekolah, keluarga maupun masyarakat umum”, ujar Joni.

Komandan SAR Bukit Lawang,  Alex Alzuhri selaku pengelola di Rock Island,  mengungkapkan, perlu mengenalkan lokasi Rock Island menjadi destinasi wisata baru di Bukit Lawang, Langkat, karena memiliki potensi yang berbeda dan unik.

“Untuk mendatangkan orang ke lokasi wisata, sekarang harus ada hal yang baru. Berada di Rock Island,  kita seperti berada di jaman megalitikum. Hal tersebut dapat mengubah pola pikir, bahwa kita tidak perlu masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, karena, di luarnya juga ada destinasi wisata yang menarik dan indah”, ungkap Alex

Alex menambahkan, kita kembali memperkenalkan Rock Island menjadi lokasi edukasi, pendidikan dan latihan dengan membuka diklat panjat tebing alam dan pelatihan kebencanaan.(rel/tri)

IKH Gelar Pemeriksaan Kehamilan dengan Media USG dan Pendidikan Kesehatan

DETEKSI DINI: Penyuluhan dosen D4 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan IKH tentang tanda bahaya kehamilan di Klinik Mahdarina.

DOSEN Program Studi Diploma-4 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia (IKH) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan berupa pemeriksaan kehamilan dengan media USG dan pendidikan kesehatan dalam upaya deteksi dini tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil di Klinik Mahdarina, Kecamatan Medanselayang.

Elvi Era Liesmayani SSiT MKeb
mengatakan bahwa penyuluhan tentang pemeriksaan kehamilan dengan media USG dan pendidikan kesehatan diadakan pada tanggal 28 Desember 2021. Tema kegiatan adalah Upaya Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil di Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang.

”Yang terlibat dalam PKM ini Elvi Era Liesmayani, SSiT MKeb (ketua) serta Mey Elisa SKM MKes, Deli Agustianda
dan Lenika Panjaitan (anggota). Dibantu oleh bidan pengelola dan bidan pelakasana pelayanan di Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang serta mahasiswa Prodi D4 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan,” katanya.

Tujuan kegiatan, lanjut Elvi Era Liesmayani, melaksanakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi dengan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi tentang upaya deteksi dini tanda bahaya kehamilan dan pemeriksaan USG pada ibu hamil di Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang.

Mahdarina, pimpinan klinik mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan senang dengan adanya kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi tentang upaya deteksi dini tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil dan adanya pemeriksaan USG gratis. Sebab ibu hamil belum tahu tentang deteksi dini dan dan cara mengetahui tanda bahaya pada kehamilan untuk upaya menegah komplikasi persalinan.

Ibu-ibu hamil peserta juga sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan pendidian kesehatan. Selain menambah pengetahuan tentang deteksi dini tanda bahaya kehamilan juga mendapat pemeriksaan Ultra Sono Grafi (USG) gratis untuk dapat mengetahui keadaan janin dalam kandungan. Sehingga ibu hamil dapat mencegah terjadinya komplikasi pada saat persalinan.

Kegiatan ini juga dapat memberikan informasi lebih banyak tentang tanda bahaya kehamilan dan komplikasi persalinan. Sehingga membantu upaya Kementerian Kesehatan RI sebagai upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) yang saat ini cenderung masih tinggi yaitu 305/100 Kelahiran Hidup (SDKI 2017).

Para peserta (ibu hamil) menjadi lebih paham tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam mengenal tanda bahaya sedini mungkin. Kegiatan ini membuat para ibu hamil lebih termotivasi lagi untuk rutin memeriksakan kehamilan sesuai jadwal yang dianjurkan bidan. Minimal empat kali selama kehamilan. (dmp)

Peningkatan Pengetahuan Tentang Anemia dan Bagi Tablet Fe pada Ibu Hamil

ISTIMEWA ANEMIA: Presentasi materi penyuluhan tentang anemia pada masa kehamilan.

PROGRAM studi Diploma 4 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Penyuluhan tentang peningkatan pengetahuan keluarga tentang anemia pada masa kehamilan dan pembagian tablet Fe pada ibu hamil dalam upaya pencegahan anemia di Klinik Mahdarina, Kecamatan Medanselayang.

Dosen Prodi D4 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan Mey Elisa Safitri MKes mengatakan bahwa PKM dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2021 di Klinik Mahdarina Jalan Bunga Wijaya Kesuma Nomor 17 G, Kecamatan Medanselayang.
Tema PKM adalah: Anemia pada Masa Kehamian dan Pembagian Tablet Fe.

”Yang terlibat dalam PKM Mey Elisa SKM MKes (ketua) serta Elvi Era Liesmayani, SSiT MKeb, Erni Handayani dan Ratna Dewi Farianti (anggota).
Dibantu pimpinan Klinik Mahdarina, bidan dan perawat Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang,” sebutnya.

Tujuan kegiatan melaksanakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan dan pembagian tablet Fe pada ibu hamil.

Kegiatan ini dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pencegahan anemia pada ibu hamil serta menurunkan angka anemia dengan pemberian tablet Fe di Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang.

Mahdarina SKeb,
pimpinan klinik menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung dan senang dengan adanya kegiatan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan anemia dalam masa kehamilan dan pembagian tablet Fe yang dapat menurunkan angka anemia pada ibu hamil dan membuat bayi dalam kandungan menjadi sehat.

Selain itu dengan PKM diharapkan masyarakat menjadi paham pentingnya mengkonsumsi tablet Fe sehingga semakin rutin minum tablet Fe yang seyogyanya minimal 90 tablet diminum oleh ibu hamil.

Para peserta sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan penyuluhan dan pembagian tablet Fe. Selain menambah pengetahuan tentang anemia pada masa kehamilan, ibu hamil juga mendapatkan tablet Fe sebanyak 30 tablet (3 papan) sehingga ibu hamil tidak mengalami anemia.

Kegiatan ini juga dapat memberikan informasi lebih banyak tentang bahaya anemia dan komplikasi yang dapat timbul pada masa kehamilan akibat kekurangan sel darah merah.

Para ibu hamil menjadi lebih paham tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam mencegah anemia, seperti mengkonsumsi tablet Fe dan mengkonsumsi makanan bergizi serta cara pengolahannya yang benar. Oleh karena itu, dengan kegiatan ini membuat para peserta penyuluhan lebih termotivasi lagi untuk menerapkan hidup sehat, khususnya dalam pencegahan anemia. (dmp)

Bidan dan Perawat dari STIKes Mitra Husada The Best

MITRA HUSADA: Ketua STIKes Mitra Husada Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes bersama mahasiswa berprestasi dan undangan Capping dan Pinning Day STIKes Mitra Husada.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada melaksanakan capping dan pinning day bagi 197 mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan di Aula STIKes Mitra Husada, Senin (31/1).

Capping dan Pinning Day STIKES Mitra Husada dihadiri Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi, Kabid SDK Dinas Kesehatan Provsu Apt Sri Suriani Purnamawati SSi MKes dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provsu Betty Mangkuji SST MKeb.

Turut hadir Ketua Yayasan Mitra Husada Medan Drs Imran Saputra Surbakti MM, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumut Mahsur Al Hazkiyani SKep Ns, Kasubag Diklit Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Deni Roslina SPsi MPsi dan Kasubag Diklat Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) Bincar Halomoan SKep NS.

Ketua STIKes Mitra Husada Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes mengingatkan bahwa ucap janji, penyematan cap serta pemasangan pin bidan dan perawat bukan sekadar acara ritual sebelum memasuki masa praktik di klinik maupun rumah sakit.

Siti Nurmawan Sinaga menegaskan bahwa capping dan pinning day memiliki makna mendalam bagi para bidan dan perawat. Kini saatnya lebih memahami tugas, peran dan fungsi bidan dan perawat sesuai dengan program kampus merdeka.

Kabid SDK Dinas Kesehatan Provsu Apt Sri Suriani Purnamawati SSi MKes mendorong para mahasiswa STIKes Mitra Husada semakin mantap menjadi bidan dan perawat. Sebab bidan dan perawat merupakan profesi yang mulia.

Sri Suriani Purnamawati mengutarakan bahwa untuk merawat, melayani dan memenuhi kebutuhan pasien tidak cukup dengan keterampilan. Bidan dan perawat harus memiliki rasa hormat, etika dan budi pekerti yang baik.

Bidan dan perawat disaat memberikan layanan kesehatan juga harus bertutur kata yang santun, berempati, compassion profesional, akuntabel, colaboratif sesuai dengan Budaya PACER STIKes Mitra Husada.

Plt Kepala LLDikti Sumut Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi mengemukakan bahwa budaya Profesional, Akuntabel, Colaboratif, Empaty dan Empaty (PACER) akan menciptakan lulusan yang mampu dikenal dan dikenang oleh masyarakat. Ditegaskan dia, STIKes Mitra Husada Medan telah memfasilitasi banyak hal yang bermutu untuk menyiapkan bidan dan perawat yang berkualitas. Bukan hanya bidan dan perawat yang biasa-biasa saja.

Plt Kepala LLDikti Sumut menyebutkan bahwa capping day dan pinning day momen menandakan telah siap menjadi petugas kesehatan yang handal. Bukan bidan dan perawat yang biasa, tetapi bidan dan perawat yang The Best.

Dalam melaksanakan pelayanan pendidikan, lanjut Ibnu Hajar Damanik, STIKes Mitra Husada Medan selalu memberikan layanan dengan service excellent yang berintegritas tinggi dan berdaya saing.

”Maka ambilah banyak ilmu dan skill yang terbaik, agar IQ (ukuran kecerdasan intelektual), EQ (ukuran kecerdasan secara emosional) dan SQ (ukuran kecerdasan dari segi spiritual) bisa memberikan layanan kesehatan yang berkualitas,” pesan Plt Kepala LLDikti Sumut. (dmp)

PLN UIW Sumut Ajak Masyarakat Gunakan Kompor Induksi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara terus menerus melakukan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat untuk menggunakan peralatan rumah tangga yang ramah lingkungan dengan menggunakan kompor induksi.

Senior Manager Niaga & Manajemen Pelanggan, Chairuddin, mengatakan PLN UIW Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kompor induksi sebagai solusi mendukung energi yang berkelanjutan.

“Banyak keuntungan yang didapat dari penggunaan kompor induksi di banding kompor konvensional. Selain aman, praktis, efisien, suhu dapat diatur sesuai yang diinginkan. Kompor induksi juga memiliki desain sangat elegan dengan beragam fitur yang dapat dipergunakan,” ujarnya.

Keunggulan lain dari kompor induksi, yakni ramah lingkungan, tidak ada asap, tidak berbau dan tidak ada emisi udara. Selain itu pelanggan tidak perlu khawatir kehabisan gas dan repot mengganti tabung gas.

Sebagai upaya dalam mendorong penggunaan kompor induksi, saat ini PLN memberikan diskon tambah daya bagi pelanggan yang melakukan penambahan hingga daya 5.500 VA dengan hanya membayar Rp 150.000,- dengan syarat membeli kompor induksi sampai tanggal 31 Maret 2022.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati promo “Nyaman Kompor Induksi”, berikut caranya:
1. Lakukan pembelian kompor induksi di toko yang bekerjasama dengan PLN atau pembelian online melalui Tokopedia.
2. Pelanggan akan mendapatkan kode Voucher Tambah Daya.
3. Buka aplikasi PLN Mobile.
4. Pilih menu layanan listrik ubah daya.
5. Pilih ID Pelanggan.
6. Lengkapi data pemohon.
7. Pilih daya yang diinginkan.
8. Masukan kode voucher tambah daya.
9. Submit permohonan, maka akan muncul biaya perubahan daya menjadi Rp 150.000,-

PLN UIW Sumatera Utara akan terus berupaya untuk mendorong masyarakat dalam menggunakan kompor induksi. Selain biayanya yang lebih murah dengan kompor induksi akan memberikan pengalaman memasak yang lebih aman dan nyaman. (ila)

Tiga Pesawat Susi Air Diusir dari Hanggar

USIR: Hanggar saat mengakut barang-barang dari Pesawat Susi Air.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bukan hanya tiga pesawat yang dikeluarkan paksa dari hanggar milik Pemkab Malinau, Rabu (2/2), tetapi juga seluruh peralatan dan perlengkapan teknisi Susi Air. Satpol PP Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang melakukan eksekusi terhadap maskapai penerbangan milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berdalih hanya menjalankan perintah atasan.

“Tapi, eksekusi yang kami lakukan bukan sembarangan. Ini memang merupakan proses terakhir. Apa yang menjadi penyebab proses terakhir seperti ini pasti ada tahapannya,” kata Kasatpol PP Malinau Kamran Daik.

Dia menegaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Indri selaku perwakilan Susi Air di Malinau. Bahkan, para teknisi Susi Air-lah yang membantu satpol PP mengeluarkan pesawat-pesawat dari hanggar milik Pemkab Malinau di Bandara Robert Atty Bessing.

“Kami tidak mungkin bisa memindahkan pesawat itu karena cara mengendalikannya saja kami tidak tahu. Malah yang dari belakang dan depan teknisi Susi Air yang membantu,” jelasnya.

Berdasar informasi yang beredar, eksekusi itu dilakukan karena kontrak Susi Air telah habis. Susi Air melayani penerbangan di Kalimantan Utara (Kaltara) sejak 10 tahun lalu.

Corporate Secretary Susi Air Nadine Kaiser membantah kabar tentang kontrak habis tersebut. Putri Susi Pudjiastuti itu menjelaskan, pada November 2021, pihaknya telah mengajukan surat perpanjangan kontrak untuk 2022 kepada Pemkab Malinau. Surat balasan yang diterima, kata Nadine, memang berupa penolakan perpanjangan, tetapi tanpa didasari alasan yang jelas.

Dia menambahkan, setelah menerima surat penolakan tersebut, pihaknya kembali mengajukan permohonan perpanjangan kontrak untuk waktu enam bulan. Sebab, sejumlah pesawat Susi Air di Bandara Robert Atty Bessing, Malinau, masih long maintenance (dalam perawatan jangka panjang). Namun, permohonan itu tetap ditolak Pemkab Malinau tanpa alasan yang jelas.

“Setelah beberapa kali menyurati, bahkan kami minta untuk perpanjang tiga bulan saja, masih juga ditolak. Kok sekarang pemda bilang kami diusir karena tidak pernah perpanjang kontrak. Informasi yang kami dapat, tim Pemkab Malinau sudah memberikan kontrak hanggar kepada pihak lain,” ungkap Nadine. (jgp/ila)

Tiga pesawat yang dikeluarkan paksa dari hanggar berjenis Pilatus Porter PK-VVW, Cessna Grand Caravan C200B PK-BVR, dan Air Tractor AT-802 PK-VVY. Nadine berharap tiga pesawat itu bisa dimasukkan ke hanggar lagi lantaran ini terkait dengan keamanan pesawat. “Bila pesawat dikeluarkan dari hanggar, harus ada tempat yang sudah mendapat approval karena spare part ini menyangkut keselamatan (penerbangan),” tegasnya.

Pada 2022 ini, kata Nadine, Susi Air merupakan pemenang kontrak perintis daerah dan kontrak pemerintah. “Tapi, malah kami yang diminta pindah,” ujarnya. Penentuan tempat pesawat tersebut dipindahkan, kata Kamran, merupakan hasil komunikasi dengan pihak-pihak terkait. “Direkomendasikan langsung oleh Kepala Bandara Mustaji,” katanya.

Lewat akun Twitter pribadinya, Susi Pudjiastuti menyesali insiden tersebut. “Kuasa.. wewenang.. begitu hebatnya.. Apa yang kau lakukan 10 tahun terbang dan melayani wilayah Kaltara yang sulit dijangkau, ternyata…,” tulis Susi.

Atasi Kelangkaan Minyak Goreng di Medan, Pemko Gelar Pasar Murah di 5 Titik

BERBINCANG: Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan seorang pedagang sayur di Pasar Petisah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengakui adanya kelangkaan Minyak Goreng (Migor) di pasaran, terkhusus setelah Pemerintah Pusat menetapkan harga Rp14.000 perliter dan kini turun menjadi Rp11.500 perliter. Untuk menghadapi kelangkaan itu, Pemko Medan dalam hal ini Dinas Perdagangan mengadakan pasar murah di lima titik pasar-pasar tradisional yang dikelola PUD Pasar Kota Medan.

Kamis (3/2) kemarin, Dinas Perdagangan dan PUD Pasar Kota Medan bekerjasama dengan Distributor minyak goreng kembali menggelar operasi pasar Minyak Goreng, di Pasar Petisah dan 4 pasar lainnya di Kota Medan.

Berbeda dari operasi pasar sebelumnya, harga minyak goreng yang dijual ini merupakan Harga Eceran Tertinggi (HET) berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 tahun 2022 yakni Rp13.500.

Selain di Pasar Petisah, operasi pasar minyak goreng ini juga akan dilakukan di empat pasar tradisional lainnya, yakni Pasar Halat, Pusat Pasar, Pasar Sei Sikambing, dan Pasar Sukaramai selama lima hari kedepan. Diharapkan, operasi pasar minyak goreng ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok khususnya minyak goreng dengan harga yang relatif murah.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Damikrot mengungkapkan, sudah beberapa pekan ini Pemko Medan menggelar operasi pasar minyak goreng. Sesuai arahan Wali Kota Medan Bobby Nasution, pasar murah yang dilakukan bersama PUD Pasar dan bekerjasama dengan distributor minyak goreng ini dilakukan untuk mengatasi harga yang masih cenderung naik dan mengurangi kelangkaan minyak goreng yang terjadi di beberapa tempat.

“Operasi pasar minyak goreng ini kembali kita lakukan untuk mengatasi harga yang masih relatif naik dan mengurangi kelangkaan minyak goreng. Berbeda dari sebelumnya, minyak goreng yang dijual dalam operasi minyak goreng ini turun Rp500, sehingga per liternya dijual Rp13.500,” kata Damikrot.

Dijelaskannya, operasi pasar minyak goreng ini akan dilakukan selama lima hari kerja, mulai dari tanggal 3 Februari sampai dengan 8 Februari 2022 di lima pasar tradisional di Kota Medan. “Kita berharap operasi pasar minyak goreng ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat yang memerlukan minyak goreng dengan harga yang terjangkau,” ucapnya.

Pantauan Sumut Pos, Kamis (3/2) kemarin, Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno tampak meninjau langsung penyelenggaraan pasar murah di Pasar Petisah Kota Medan. Suwarno tampak didampingi oleh Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, dan Kepala Pasar Petisah Tahap I Maludin Sidebang.

Suwarno menuturkan, berdasarkan hasil peninjauan di beberapa pasar tradisional di Kota Medan, stok minyak goreng memang cenderung kosong.

“Terlebih minyak curah, banyak yang kosong di beberapa pasar tradisional saat ini,” ujar Suwarno.

Ia pun mengaku, di pasar-pasar tradisional saat ini harga minyak goreng masih beragam. Hingga kini, masih ada pedagang pasar tradisional yang mematok harga hingga Rp20 ribu per liter. “Saat ini harga minyak goreng masih beragam, bahkan ada yang Rp 20 ribu, kita tidak bisa paksakan karena mereka beli dari supplier dengan harga yang sudah tinggi,” katanya.

Dikatakan Suwarno, sebanyak 3.000 liter minyak goreng dijual untuk masyarakat dengan harga Rp13.500. Operasi pasar murah minyak goreng akan digelar di lima titik selama satu minggu ke depan. “Hari ini (kemarin) kita gelar pasar murah di Pasar Petisah, ini sudah yang ketiga kalinya kita gelar di Pasar Petisah. Dan untuk satu minggu ke depan akan digelar di lima titik,” ujar Suwarno.

Adapun lima titik pasar tradisional yang akan digelar pasar murah minyak goreng yakni di Pasar Petisah, Pasar Sei Sikambing, Pasar Halat, Pusat Pasar, dan Pasar Sukaramai. “Targetnya masing-masing pasar itu yang kita sediakan sebanyak 3000 liter, masing-masing maksimal tiga kali digelar pasar murah minyak goreng,” tuturnya.

Sementara untuk batasan pembelian minyak goreng di pasar murah sendiri, Suwarno mengatakan, setiap warga bisa membeli hingga lima liter per orang.

“Kita tidak batasi, tetapi supaya tidak terjadi panic buying, maksimal lima liter lah per orang, tidak lebih. Supaya semua warga juga bisa merasakan pasar murah ini,” ucapnya. Sejauh ini, lanjut Suwarno, pihaknya bersama Pemko Medan dan bekerjasama dengan PT Musim Mas sudah menggelar beberapa kali operasi pasar murah minyak goreng.

Ia berharap dengan digelarnya Pasar Murah minyak goreng secara berkala, dapat meringankan beban masyarakat untuk membeli minyak goreng dengan harga terjangkau. “Ini sudah lebih murah dari kemarin Rp14.000, kita berharap dengan cara estafet seperti ini warga dari masing-masing wilayah pasar bisa merasakan harga minyak goreng yang terjangkau,” pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD Medan meminta Pemko Medan untuk melakukan operasi pasar secara rutin. Pasalnya sejak pemerintah menetapkan turunnya harga minyak goreng menjadi Rp11.500 perliter, stok minyak goreng di pasaran justru menjadi langka. (map/ila)

 

 

Telkomsel Gelar Meet the Cast Bersama Pemain Film Merindu Cahaya de Amstel

Telkomsel gelar acara Meet the Cast bersama para pemain film Merindu Cahaya de Amstel (4/2). Kegiatan ini special digelar untuk para jurnalis dan pelanggan Telkomsel di wilayah Sumatera. Dalam acara ini Rachel Amanda dan Rita Nurmaliza selaku pemain film tersebut hadir dan menyapa para pelanggan secara virtual.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel gelar acara Meet the Cast bersama para pemain film Merindu Cahaya de Amstel (4/2). Kegiatan ini special digelar untuk para jurnalis dan pelanggan Telkomsel di wilayah Sumatera. Dalam acara ini Rachel Amanda dan Rita Nurmaliza selaku pemain film tersebut hadir dan menyapa para pelanggan secara virtual. “Merindu Cahaya de Amstel” merupakan film orisinal MAXstream yang diadaptasi dari novel romansa populer karya Arumi E dan terinspirasi dari kisah nyata seorang mualaf. Hingga saat ini film tersebut masih menghiasi layar bioskop di Indonesia.

General Manager DLS and Direct Sales Area Sumatera Telkomsel Aka Kandias Al Amin mengatakan “Melalui kegiatan Meet the Cast ini, Telkomsel ingin menghadirkan pengalaman seru kepada jurnalis dan pelanggan untuk dapat berbincang langsung bersama para pemain film Merindu Cahaya de Amstel. Hadirnya film tersebut merupakan suatu pencapaian special bagi Telkomsel, karena menjadikan MAXstream sebagai Over the Top video platform pertama yang menayangkan film orisinal di layar lebar. Tentunya, hal ini juga merupakan semangat Telkomsel dalam melayani pelanggan melalui berbagai produk dan layanan hiburan digital terdepan.”

Pada acara ini, Hadir secara ekslusive beberapa pemain film Merindu Cahaya de Amstel seperti Rachel Amanda dan Rita Nurmaliza yang bercerita mengenai proses pembuatan film dan kisah menarik didalamnya. Dalam kegiatan yang dihadirkan secara virtual ini, para media dan pelanggan yang hadir juga berkesempatan berbincang serta bertanya langsung dengan para pemain film tersebut.

Film “Merindu Cahaya de Amstel” yang semula merupakan sebuah karya novel mampu dihadirkan ke dalam bentuk karya audio visual berkat kolaborasi yang terjalin antara MAXstream dengan rumah produksi Unlimited Production. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, film bergenre drama romansa ini berkisah tentang cinta segitiga yang dialami oleh Khadijah Venhoveen (Amanda Rawles), seorang mualaf yang tinggal di Amsterdam dengan Mala (Rachel Amanda) dan Nicolaas Van Dijk (Bryan Domani). Tak hanya mengisahkan sisi romansa Khadijah, film ini juga mengisahkan cerita perjuangan Khadijah sebelum menemukan Islam. Turut dibintangi oleh Maudy Koesnaedi, Ridwan Remin, Oki Setiana Dewi, dan Rita Nurmaliza, film “Merindu Cahaya de Amstel” ini merupakan kisah nyata yang dikemas secara menarik dan inspiratif untuk ditonton.

“Kami berharap hadirnya film “Merindu Cahaya de Amstel” ini dapat memberikan tontonan yang inspiratif dan menghibur bagi masyarakat Indonesia. Kedepannya, Telkomsel akan terus menghadirkan beragam konten orisinal yang bervariatif serta menghibur dengan mengoptimalkan kolaborasi antara MAXstream dan sineas lokal. Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk mendukung kemajuan industri hiburan di Tanah Air yang tidak hanya menghibur tetapi juga berkualitas.” Ungkap Aka Kandias.

SK Perpanjangan Dinilai Tidak Sah, Petahana Komisioner KPID Sumut Bisa Gugur

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sumatera Utara, Dr Mirza Nasution SH MHum.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa jabatan komisioner Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Sumut periode 2016-2019 dinilai tidak sah, sehingga posisi 2 peserta yang diklaim sebagai petahana dan terpilih dalam 7 anggota KPID Sumut periode 2021-2024 terancam gugur.

Menurut Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sumatera Utara, Dr Mirza Nasution SH MHum, fakta tersebut dapat dianalisis melalui SK perpanjangan mereka yang terbit tanggal 12 Agustus 2019 dengan nomor surat 800/8211 dan ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dr Ir Hj Sabrina MSi.

Padahal, menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 Pasal 10 Ayat 3 dan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 1/P/KPI/07/2014 Bab I Ketentuan Umum Pasal I Ayat 2 secara tegas dinyatakan, Anggota KPI Daerah dipilih oleh DPRD provinsi dan secara administratif disahkan oleh gubernur. “Artinya, norma hukum yang menyatakan itu dalam undang-undang, kan jelas, terang, kan begitu. Bahkan dalam peraturan komisi penyiaran juga sama. Untuk level pusat, presiden dan DPR ya. Kalau di provinsi itu gubernur dan DPRD provinsi,” tegas alumnus Doktor Ilmu Hukum USU Tahun 2008 tersebut, Jumat (4/2/2022).

Mirza menyatakan, lolosnya 2 orang yang diklaim sebagai petahana, menciptakan opini terjadinya suatu permainan di dalamnya. “Saya sebagai orang yang baru pertama dihadapkan dengan ini, ada merasa sesuatu. Saya yakin ada sesuatu yang terjadi. Bagaimana mekanismenya? Kalau tidak dilalui secara benar, maka salah satu penyelesaiannya bisa digugurkan,” asumsi Mirza.

Agar persoalan ini tidak berkepanjangan, menyentuh jalur hukum dan menjadi sorotan negatif oleh publik, Mirza meminta DPRD Sumut cepat mengambil kebijakan. Baik dengan membangun dialog, musyawarah, mediasi atau konfirmasi kepada publik.

Sebenarnya, selain soal SK perpanjangan yang tidak sah ini, beberapa calon anggota KPID Sumut Periode 2021-2024 juga telah melaporkan perkara mekanisme pemilihan yang amburadul kepada Ketua DPRD Sumut, Drs. Baskami Ginting pada Kamis 3 Februari 2022 kemarin.

Pertemuan mereka dengan pimpinan dewan tersebut adalah dilontarkannya komitmen Baskami untuk tidak meneken hasil penetapan 7 nama terpilih calon KPID Sumut periode 2021-2024 oleh komisi A, sebelum kisruh yang terjadi selesai. (adz)