Home Blog Page 2764

Direktur Logistik Pertamina Pastikan Stok Solar Subsidi Aman di Sumut Saat Ramadhan

Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina, Mulyono saat sidak ke sejumlah SPBU di Sumut dan FT Medan.(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah masyarakat secara langsung saat Bulan Suci Ramadan. Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina, Mulyono melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Sidak tersebut, dengan mendatangi langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara (Sumut) dan Fuel Terminal (FT) Medan Group, Sabtu (2/4) kemarin.

“Kunjungan kami ke sejumlah SPBU dan FT Medan Group ini untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan BBM di lapangan secara langsung menjelang Bulan Ramadan,” sebut Mulyono.

Mulyono mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadinya arus mudik dan peningkatan kebutuhan BBM, pihaknya juga akan menyiapkan layanan-layanan tambahan berupa SPBU Siaga, mobil tangki siaga, motorist, SPBU Kantong dan rest area yang dilengkapi fasilitas kesehatan bagi para pemudik di beberapa titik jalur mudik.

“Kami juga telah membentuk tim Satuan Tugas Khusus Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) untuk memastikan kelancaran pasokan dan penyaluran BBM dan LPG kepada masyarakat,” katanya.

Tim Satgas RAFI akan bertugas mulai tanggal 11 April hingga 10 Mei 2022 mendatang. Tim Satgas RAFI akan berkoordinasi dengan instansi terkait misalnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), TNI dan Kepolisian.

Selain itu, Mulyono menjelaskan pihaknya terus memastikan stok Solar subsidi dalam keadaan aman, per tanggal 30 Maret 2022 ketahanan stok Solar subsidi di atas 20 hari. Pertamina terus berupaya menjaga pasokan dan distribusi Solar subsidi ke masyarakat. Meskipun kuota Solar subsidi per Februari 2022 sudah melebihi kuota hingga 10 persen secara nasional.

Pertamina juga melakukan pencatatan atas pembelian Solar subsidi di SPBU sebagai bentuk pengawasan dan implementasi regulasi mengenai pengisian maksimal tiap jenis-jenis kendaraan guna meminimalisir terjadinya penyaluran Solar subsidi yang tidak tepat sasaran.

“Jika masyarakat menemukan adanya penyalahgunaan dalam distribusi BBM subsidi agar segera melapor ke aparat berwenang. Truk dengan roda lebih dari enam, truk sawit, truk batu bara dilarang menggunakan Solar subsidi,” tutur Mulyono.

Selain FT Medan Group, sidak ini juga dilakukan di 14 SPBU yang berada di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Beberapa SPBU tersebut diantaranya, SPBU 14.204.129 Belawan, SPBU 14.204.1120 Belawan, SPBU 11.201.101 Jalan Yos Sudarso, SPBU 14.202.1162 Jalan Sisingamangaraja dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut, Mulyono menyapa dan mengapresiasi operator SPBU yang bertugas sebagai garda terdepan memberikan pelayanan BBM Pertamina kepada masyarakat.

“Para operator SPBU ini layak diberikan apresiasi. Mereka telah bekerja dengan sepenuh hati untuk melayani konsumen,” jelas Mulyono.

Tak hanya di Sumatera Utara, sidak ini juga dilakukan secara serentak di beberapa wilayah lainnya yaitu Sumatera Bagian Selatan, Kalimantan dan Sulawesi.

Mulyono mengimbau kepada masyarakat yang mampu untuk menggunakan BBM non subsidi. Sehingga masyarakat lainnya yang lebih berhak dapat menikmati BBM yang disubsidi pemerintah.

“Pada seluruh masyarakat terutama umat muslim, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan, tetap menjaga protokol kesehatan untuk menyambut Idul Fitri 1443 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” pungkas Mulyono.

Bagi masyarakat dan pelanggan setia Pertamina yang membutuhkan informasi terkait produk dari Pertamina, dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.(gus)

QNET Nyatakan Tidak Ada Affiliator di Bisnis Penjualan Langsungnya

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Industri penjualan langsung atau direct selling atau lebih dikenal masyarakat sebagai bisnis MLM (Multi Level Marketing) merupakan evolusi dari salesman keliling dari awal 1900-an.

Banyak bisnis di seluruh dunia menggunakan model bisnis penjualan langsung untuk mempromosikan produk dan layanan unik dalam kategori seperti kebugaran, nutrisi, perawatan pribadi dan kecantikan, produk perawatan rumah, dan lain-lain.

Model bisnis penjualan langsung didukung oleh Kementerian Perdagangan dimana berdasarkan laporan kegiatan tahunan dari 147 perusahaan penjualan langsung Indonesia yang telah mencatat transaksi penjualan sebesar Rp. 14,7 triliun.

Kementerian mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam industri penjualan langsung dengan meningkatkan pendidikan dan literasi di sekitar bisnis, etika dan regulasi yang tepat sehingga memastikan bahwa citra dan praktiknya ditingkatkan dan dibuat lebih baik.

“Salah satu perusahaan penjualan langsung di Indonesia dan sudah lebih dari 20 tahun menggerakan ekonomi masyarakat Indonesia, adalah QNET.

QNET adalah perusahaan penjualan langsung yang menyediakan produk berkualitas dan layanan unik dalam kategorinya seperti produk kebugaran dan nutrisi, perawatan pribadi dan kecantikan dan produk perawatan rumah,” sebut Ganang Rindarko, General Manager QNET Indonesia.

Ganang Rindarko menambahkan bahwa QNET sebagai perusahaan penjualan langsung yang bertindak sebagaimana mestinya dan dibentuk berdasarkan hukum yang berlaku. Kementerian Perdagangan menerbitkan Surat Izin Penjualan Langsung (SIUPL) kepada QNET. Selain itu, QNET terdaftar sebagai anggota Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI)

Satu-satunya cara untuk memperoleh penghasilan dengan QNET adalah melalui penjualan produk QNET dengan cara menjadi Independent Representative atau IR. “Para IR menawarkan produk-produk kami kepada orang lain dan mendapatkan komisi dari penjualan aktual.

QNET menggunakan rencana kompensasi yang menghitung komisi yang dibayarkan kepada IR berdasarkan volume penjualan yang dihasilkan melalui rujukan untuk membeli produk-produk QNET. IR QNET tidak pernah menawarkan investasi, terlebih investasi bodong karena QNET adalah perusahaan penjualan langsung, ” ujar Ganang.

Terkait maraknya pemberitaan investasi bodong yang menggunakan istilah afiliator, QNET, sebutnya, menegaskan bahwa QNET tidak pernah menggunakan affiliator. Adapun penyelidikan yang sedang berlangsung dan sedang dilakukan terhadap individu itu tidak ada hubungannya terutama dengan QNET, karena QNET adalah perusahaan penjualan langsung dan tidak ada affiliator di bisnis penjualan langsung produk-produk QNET. ”

“Kami percaya bahwa seiring waktu berjalan, pihak berwenang akan berhasil mengungkap fenomena affiliator ini tanpa harus berspekulasi terhadap hal lain,” tutup Ganang Rindarko. (rel/sih)

Merdeka Belajar Menuju Generasi Emas 2045

SUMUTPOS.CO – KEBIJAKAN Merdeka Belajar merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Tak hanya berhenti di situ, untuk menuju generasi emas Indonesia pada tahun 2045, pendidikan berkualitas butuh kontribusi dari semua aspek.

“Keluarga, guru, institusi juga ikut. Begitu juga dunia usaha atau industri dan masyarakat secara umum,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia, Wikan Sakarinto.

Pada sesi webinar Fellowship Jurnalis Pendidikan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (FJP
GWPP) Batch IV, Senin (28/3) Wikan mengungkapkan bahwa membangun ‘link and match’ antara guru, satuan pendidikan, dan industri harus baik. Bukan sekadar tanda tangan kerja sama, tetapi juga perlu pengembangan kurikulum bersama.

Menututnya, peserta didik bukan hanya belajar teknis pengerjaan sesuatu, melainkan juga pembangunan mindset yang diharapkan dapat bermanfaat dalam jangka panjang. Data Asian Productivity Organization (APO) menampilkan bahwa Indonesia mengalami penurunan tingkat produktivitas sejak 1970 hingga 2018 lalu. Skor Indonesia terus mengalami kenaikan sejak 2013 hingga 2020.

Yaitu dari 0,69 menjadi 0,72. Namun, peringkat Indonesia tersebut masih butuh perbaikan. Saat ini, Indonesia berada di urutan 111 dari 189 negara atau peringkat ke-6 di ASEAN.
Menurut Wikan pada sesi yang diselenggarakan secara daring ini, jika kita ingin naik peringkat, usaha perbaikan harus dilakukan bersama-sama yang mencangkup segala lini aspek pendidikan dan stakeholder terkait.

“Keluarga, guru, institusi juga ikut. Begitu juga dunia usaha atau industri, kemudian masyarakat secara meluas juga ikut andil membangun mindset demi tujuan berasama. Kolaborasi ini menjadi faktor yang sangat penting, apalagi dalam pendidikan vokasi.

– Apa itu Kurikulum Merdeka?

Pembelajaran gaya lama di Indonesia mengadopsi konsep pembelajaran di Jerman era 1970-an.Sementara, di negeri Panzer itu, kini sudah mereformasi gaya itu dan Indonesia justru masih menerapkan pola yang sama memakai gaya lama di Jerman.

Masih pada penjelasan materi yang dibawakan oleh Wikan, konsep Merdeka Belajar menawarkan solusi untuk mencetak peserta didik sesuai minat serta bakat dari masing-masing siswa. Kurikulum merdeka belajar butuh sosok guru yang revolusioner.

Seperti contoh di lingkup SMK dan Vokasi. Selama ini SMK mendapat stigma sebagai lembaga pencetak tukang alias pekerja. Ini menjadi tantangan besar pemerintah dalam
mengubah citra pendidikan itu. Wikan juga mengatakan fungsi guru hari ini harusnya sudah berubah. Dari tadinya guru merupakan sosok yang ditakuti dan dihormati, kini sudah harus mengubah fungsinya menjadi seorang fasilitator atau coach. Sekat-sekat dalam dunia pendidikan sudah harus dijebol.

Sosok guru sebagai fasilitator ini nanti akan selaras dalam penerapan kegiatan belajar sesuai kurikulum baru yang berbasis pada project based learning atau Teaching Factory (TeFa). Penerapan TeFa di SMK ini nantinya akan berfokus pada pembelajaran terhadap siswa didik untuk menciptakan produk atau jasa sesuai minat dan bakatnya masingmasing.

”Jadi nanti sejak kelas dua itu dia sudah kita beri tanggung jawab untuk mengerjakan projek. Project riil (nyata) atas permintaan konsumen betulan. Siswa sendiri yang nyari konsumen. Dari situlah dia belajar dan memperkaya pengalaman,” jelas Dirjen Pendidikan Vokasi.

Mengutip pada situs ditsmp.kemdikbud.go.id bahwa situasi pandemi membuat banyak sekali perubahan di berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan. Masa pandemi Covid-19 merupakan sebuah kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran atau learning loss yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik.

Melihat berbagai tantangan yang terjadi, Kemendikbudristek yang dipimpin oleh Nadiem Makarim mencoba untuk melakukan upaya pemulihan pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan Kemendikbudristek guna mengatasi permasalahan yang ada ialah mencanangkan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka baru akan dijadikan kurikulum nasional pada tahun 2024 mendatang. Namun, untuk saat ini Kurikulum Merdeka baru menjadi opsi bagi satuan pendidikan. Jadi kesimpulannya Kurikulum Merdeka bukanlah kurikulum yang wajib diterapkan satuan pendidikan untuk saat ini.

– Apa Pandangan Kampus Mengenai Kurikulum Merdeka ?

Rektor Universitas Asahan, Tri Harsono melalui Wakil Rektor Bidang Akedemik, Sri Rahayu bercerita santai mengenai Kurikulum Merdeka yang diwacanakan diterapkan secara nasional pada tahun 2024.

Ayu mengatakan (1/4) bahwa program tersebut sangat bagus karena membuka wawasan mahasiswa dalam mempelajari sesuai bakat dan membentuk softskill mahasiswa yang akan membentuk sebuah karakter.

“Perubahan mindside terkait kompetensi selayaknya dimiliki mahasiswa. Tidak hanya keilmuan yang di pelajarinya namun keilmuan bidang lain yang mungkin diminati mahasiswa. Hal tersebut dapat menopang keilmuan serta karya nyata mahasiswa,” terang
Wakil Rektor 1.

– Pendapat Masyarakat

Perwakilan suara masyarakat yang juga orang tua dari peserta didik, Titin mengatakan (1/4) bahwa semenjak Rencana UndangUndang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) mencuat, sebagian kelompok masyarakat menjadi dilema. Masyarakat dimaksud beranggapan sekolah yang berjenis Madrasah, Tsanawiyah, Aliyah, juga Pesantren tidak ada disebutkan pada RUU tersebut.

“Kami anggap itu adalah upaya untuk mengkerdilkan tingkatan dunia pendidikan itu. Kami mengkhawatirkan satuan pendidikan yang terfokus pada pendidikan agama itu hilang,” ucap tokoh masyarakat Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara yang sudah menyelesaikan Rukun Islam ke-5.

Ketua Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara, Arifin Junaidi mengatakan, alih-alih memperkuat integrasi sekolah dengan madrasah, draft RUU Sisdiknas malah menghapus penyebutan madrasah. Padahal, menurut dia, madrasah merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.

“Alih-alih memperkuat integrasi sekolah dan madrasah, draft RUU Sisdiknas malah menghapus penyebutan madrasah,” ujar Arifin dalam siaran pers bersama Aliansi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (APPI), Kamis (24/3).

Pada sumber yang sama juga disebutkan penjelasan dari Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan pihak Kementerian tidak ada keinginan untuk menghapus madrasah, sekolah, atau bentuk-bentuk satuan pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional (sisdiknas). Menurut dia, hal itu tidak masuk akal dan tak pernah terpikirkan oleh Kemendikbudristek. (dat/azw)

PC Satria Kota Tebingtinggi Berbagi Sembako kepada Duafa dan Anak Yatim

SEMBAKO: PC Satria Kota Tebingtinggi membagikan sembako kepada kaum duafa dan anak yatim menyambut Ramadan 1443 hijriah.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Cabang (PC) Satria Kota Tebingtinggi, melaksanakan kegiatan berbagi sembako kepada 100 orang kaum duafa dan anak yatim. Pembagian sembako dilaksanakan PC Satria di Gudang 18, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Sabtu (2/4).

Ketua PC Satria Kota Tebingtinggi, Teuku Jecky Diansyah Ulba didampingi Sekretarisnya, Adlan Lubis menuturkan, kegiatan bagi sembako kepada kaum duafa dan anak yatim merupakan kegiatan rutin yang selalu di lakukan PC Satria Kota Tebingtinggi. Pembagian sembako terdiri dari beras, sirup, mie instan dan lainnya dilakukan setiap menjelang datangnya Bulan Ramadan.

“Ramadan tahun ini, PC Satria Kota Tebingtinggi memberikan bantuan sembako kepada kaum duafa dan anak yatim. Tujuannya untuk memberikan rezeki kepada yang berhak menerima agar mereka kaum duafa dan anak yatim bisa merasakan kebahagian saat melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” jelas Jekcy.

Ditambahkannya, menurut ajaran Islam, ada sebahagian harta kita yang bukan hak kita, yaitu mereka kaum duafa dan anak yatim, untuk itulah kami PC Satria membantu meringankan suadara saudara kita yang belum mampu. “Semoga rezeki yang kami berikan ini bisa menambah kebahagian masyarakat duafa,” paparnya. (ian)

AGPAII dan Polres Langkat Bagikan Bantuan Beras kepada Guru PAI

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) bersama Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok SH SIK, membagikan bantuan sosial berupa beras kepada puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang belum PNS/P3K, terdampak Covid-19. Pembagian beras itu dilakukan secara simbolis di SD Negeri 050660 Kwala Bingai, Jalan Khairil Anwar, Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (2/4/2022) pagi.

“Bantuan ini dari Kapolres Langkat bekerjasama dengan AGPAII,” kata Ketua DPD AGPAII Kabupaten Langkat, Muhammad Ishak SAg MPd.

Ishak menjelaskan, pihaknya akan terus membagikan bantuan beras seberat 5 Kg ini kepada Guru PAI Kabupaten Langkat menjelang Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah dalam upaya membantu pemerintah. Ia mengucapkan terima kasih pada Kapolres Langkat yang selalu memperhatikan Guru PAI di Kabupaten Langkat.

Diapun berharap, adanya sinergi dan kolaborasi AGPAII dan Polres Langkat ini dapat mengurangi beban masyarakat khususnya Guru PAI. “Semoga Bapak Kapolres sehat selalu dalam menjalankan tugas negara dan Polri Presisi,” ucapnya.

Terakhir, Ishak mengajak Guru PAI untuk selalu taati Protokol Kesehatan dan jaga Kamtibmas selama bulan Ramadan.

Sementara perwakilan Guru PAI yang mengajar di SD Negeri 054900 Sidodadi Wampu, Chairil Akbar Nasution merasa senang atas bantuan dari Kapolres Langkat. “Terima kasih Kapolres Langkat, semoga bermanfaat sehingga bisa memenuhi kebutuhan kami sehari-hari di bulan Ramadan,” ujarnya kepada wartawan.

Chairil mendoakan Polri semakin maju. “Semoga Polres Langkat semakin dicintai masyarakat di bawah kepemimpinan AKBP Danu Pamungkas Totok,” tutupnya. (rel/adz)

AGPAII Langkat dan BNNK Siap Bersinergi Selamatkan Generasi Bangsa dari Narkoba

LANGKAT, SUMUTPOS.CO- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Langkat diharapkan dapat memberikan training atau pembekalan kepada pengurus DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAII) Langkat, agar bisa ikut mengantisipasi penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat, khususnya siswa SD, SMP, SMA, SMK sederajat dan para orang tua.

Menurut Ketua DPD AGPAII Langkat Muhammad Ishak SAg MPd, Narkoba tidak hanya digunakan orang dewasa, tapi anak-anak atau pelajar banyak yang sudah mengkonsumsi narkoba, seperti menggunakan lem kambing, ganja, pil ekstasi, bahkan sabu-sabu. “Pemberantasan Narkoba sudah menjadi isu nasional, ada ikhtiar atau kemanfaatan dari AGPAII ke masyarakat, khususnya sekolah, dalam mencegah penyalahgunaan Narkoba,” kata Ishak didampingi Wakil Ketua Abdul Rahim SAg, Ahmad Mujani SAg, Wakil Sekretaris Sugianto SAg, dan Humas Abdul Rahim Daulay saat beraudiensi ke kantor BNNK Langkat di Jalan Proklamasi Kwala Bingai, Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (30/3/2022).

Dalam kesempatan itu, Ishak berharap, sinergitas BNNK Langkat dan DPD AGPAII Langkat dapat terus terjalin. Untuk itu, ia mengundang Plt Kepala BNN Langkat Rosmiyati untuk dapat menghadiri pelantikan pengurus DPD AGPAII Langkat sekaligus halal bil halal Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Menyahuti harapan DPD AGPAII Langkat, Plt Kepala BNN Langkat Rosmiyati menyambut gembira dan menyatakan kesiapannya bekerja sama dalam pencegahan, penanggulangan, dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap Narkoba. Rosmiyati mengaku sudah beberapa organisasi bekerjasama dengan BNNK, seperti FKUB, MUI, Gerakan Indonesia Anti Narkoba (GIAN) dan lainnyal.

“Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) tugas kita bersama. Bagaimana sama-sama kita untuk bertanggung jawab mensukseskan mewujudkan program pemerintah menciptakan lingkungan sekolah, pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, bersih dari Narkoba. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami,” tambahnya.

Kemudian, lanjutnya, tentang menyelamatkan generasi penerus bangsa dari Narkoba, di mana saat ini Indonesia sedang darurat Narkoba. “Kan kita menyaksikan sendiri di tempat kita masing-masing. Apalagi di tingkat SD sudah berjalan paket murah, walaupun mereka menggunakan Narkotika seperti lem kambing. Alangkah bagusnya semenjak dini harus diantisipasi,” bebernya.

Oleh sebab itu, ia meminta agar AGPAII membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan BNNK Langkat yang penandatanganannya dilakukan saat pelantikan DPD AGPAII Langkat. “Ini tugas mulia yang mau kita laksanakan. Ini menyelamatkan generasi sejak dini, mulai dari TK, SD, SLTP dan SLTA. Harapan saya lagi kita membuat MoU untuk kelancaran tugas kita. Kami siap kapan saja dipanggil,” pungkasnya. (rel/adz)

Gedung Pascasarjana Fakultas Pertanian USU Diberi Nama Erwin Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution meresmikan Gedung Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) di Fakultas Pertanian USU, Jumat (1/4). Gedung baru ini diberi nama Erwin Nasution. Pemberian nama ini dilakukan sebagai wujud apresiasi para Ikatan Alumni (IKA) USU kepada ayahanda Bobby Nasution. Sebab, almarhum semasa hidupnya pernah aktif dan memberikan sumbangsih untuk kemajuan IKA USU.

Peresmian dilakukan Bobby Nasution bersama Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos MSi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan gedung didampingi para civitas akademika Fakultas Pertanian USU dan Ikatan Alumni Fakultas Pertanian USU.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tentunya kami merasa bahagia sekaligus terharu atas diberinya kesempatan untuk meresmikan Gedung Erwin Nasution pada hari ini,” kata Bobby Nasution haru.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini selanjutnya berharap, agar gedung ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa Pascasarjana Fakultas Pertanian USU untuk terus menimba ilmu. “Dengan begitu, impian almarhum untuk menjadikan Kampus USU menjadi lebih baik lagi bisa diteruskan oleh para mahasiswa pascasarjana Fakultas Pertanian USU,” harapnya.

Sebelum meresmikan gedung pasca sarjana tersebut, Bobby Nasution bersama Rektor USU terlebih dahulu melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Al Ikhlas FKG USU di Jalan Universitas Kampus USU. (rel)

Buktikan Komitmennya kepada Nasabah Sumut, Generali Bayar Klaim Sebesar Rp85,6 M

BERSAMA: Head of Corporate Communications, Windra Krismansyah bersama nasabahnya, Machmud yang didampingi Financial Planner Generali, Andarias, di Uniland Building East Tower, Lantai 4 Jalan MT Haryono Nomor 1A Medan, Kamis (31/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi yang masih bergulir mendorong Generali untuk terus siaga mendampingi nasabahnya, khususnya di situasi saat terkena infeksi dan harus menjalani perawatan.

Oleh karena itu, Kamis (31/3), Generali Indonesia melakukan ramah tamah kepada salah satu nasabahnya di Medan yang sebelumnya terdiagnosa positif Covid-19 dan harus menjalani perawatan di rumah sakit dengan nilai total klaim sebesar lebih dari Rp530 juta, dan nilai tersebut telah sepenuhnya dibayarkan oleh Generali.

Khusus di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Generali Indonesia juga telah membantu hampir 9.000 keluarga pembayaran klaim senilai lebih dari Rp 85,6 miliar di sepanjang tahun 2021. Nilai klaim tersebut termasuk manfaat perlindungan jiwa, penyakit kritis dan kesehatan.

Ramah tamah yang dilakukan, di Generali Center Medan, yang berlokasi di Uniland Building East Tower, Lantai 4 Jalan MT Haryono Nomor 1A Medan, dan dihadiri oleh oleh perwakilan manajemen Generali Indonesia, Head of Corporate Communications, Windra Krismansyah bersama dengan nasabahnya, Machmud yang didampingi Financial Planner Generali, Andarias.

Berbagi pengalamannya, Machmud mengungkapkan, keputusan memiliki polis asuransi menjadi sebuah salah satu keputusan terbaik dalam hidup. Ketika pandemi mulai masuk ke Indonesia, dia berpikir, dirinya dan keluarga harus memiliki proteksi asuransi, karena siapapun berpotensi besar bisa tertular virus Covid-19.

“Ternyata benar, saya terdiagnosa positif pada Juni 2021, dengan riwayat komorbid yang cukup mengkhawatirkan. Saat dalam masa perawatan, jujur saya lebih tenang karena Generali pasti memproteksi. Dan terbukti, seluruh pengobatan saya sepenuhnya ditanggung Generali yang mencapai ratusan juta sampai sekarang saya bisa beraktifitas kembali. Terima kasih Generali telah membuktikan janjinya pada saya dan keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Head of Corporate Communications, Windra K Bakrie mengatakan, pihaknya merasa sangat senang dapat mendampingi nasabah di masa sulit karena memang ini yang menjadi misi utama Generali Indonesia.

“Memastikan nasabah kembali sehat dan fokus saat pemulihan merupakan kepuasan tersendiri bagi Generali. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih pada lebih dari 400.000 nasabah se Indonesia yang telah mempercayakan proteksi diri dan keluarga kepada Generali serta agen yang telah melayani nasabah secara profesional dan dengan hati,” ujarnya, Kamis (31/3).

Dikatakannya, Pandemi belum sepenuhnya usai, penting bagi masyarakat untuk memiliki asuransi dalam mengantisipasi risiko finansial dan bagi yang sudah memiliki proteksi harus terus memastikan polis aktif sehingga perlindungan tetap belaku.

Dalam memberikan proteksi bagi nasabah, lanjutnya, peranan agen sangatlah penting, di mana mereka sepenuhnya mendampingi nasabah sejak menentukan proteksi yang sesuai dengan kebutuhan, hingga membantu nasabah dalam proses klaim saat dibutuhkan.

“Sebagai perusahaan asuransi yang tercatat dan diawasi oleh OJK, seluruh tenaga pemasar atau agen Generali merupakan agenagen yang telah memiliki kompetisi yang memadai dan profesional di bidangnya, serta telah memiliki lisensi keagenan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Secara proses, mekanisme pengajuan klaim sudah dicantumkan di dalam Polis, di mana pengajuan dan keputusan dilakukan dan merupakan wewenang kantor pusat Generali Indonesia,” bebernya.

Windra menambahkan, untuk meningkatkan pelayanan nasabah dari waktu ke waktu, Generali menghadirkan inovasi yang berkesinambungan, baik dari sisi produk, layanan, customer experience, dan tools digital untuk mempermudah jangkauan nasabah dan masyarakat kepada Generali.

“Klaim ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah, saat terjadi risiko. Proses klaim juga telah dipermudah dengan adanya berbagai fitur digital yang terus kami kembangkan dari waktu ke waktu. Penting bagi kami untuk terus mengedukasi nasabah ,” pungkasnya. (dwi/ram)

Tiwi Kurniadi Impikan Dilatih MUA Papan Atas Tanah Air

Karya Tiwi Kurniadi saat menjalankan profesinya sebagai MUA.

SUMUTPOS.CO – Paragon Beauty Academy (PBA) Batch 1 sukses dilaksanakan pada 21-25 Maret 2022 di Make Over Activation Room Gandaria City, Jakarta Selatan. Pada acara ini penyelenggara turut menggandeng para MUA profesional papan atas Indonesia sebagai pelatih.

Mendengar program pelatihan tersebut dari keluarganya, Tiwi Kurniadi, wanita asal Kota Kisaran Provinsi Sumatera Utara, spontan menjawab dan sangat berhasrat ingin mengikuti program tersebut.

Mengaku punya mimpi suatu saat nanti bisa dilatih oleh MUA terkenal di Tanah Air. Hal tersebut tak lepas dari rutinitasnya sebagai seorang MUA di daerahnya. “Merintis dan memulai usaha dari kecil itu tak mudah. Capek boleh….Nyerah jangan….Jatuh bangkit lagi….Gagal coba lagi,” tulisnya pada salah satu akun media sosial.

Wanita yang menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Asahan ini punya konsep make up yang ia sebut ‘Flawless’. Dapat dimaknai konsep make up menampilkan kecantikan natural, kecantikan dasar yang dimiliki seseorang kemudian dibangkitkan dari proses make up.

Ia mengakui proses pendidikan non formal ini, ia dapatkan dari seorang penata rias pengantin yang tinggalnya tak jauh dari tempat tinggalnya. “Yaa, masih di sekitaran Kota Kisaran sih, namanya Tety. Saya mengenalnya dari media sosial, awalnya saya kirim pesan lalu saya diterima dengan kesehatan tertentu,” ungkap Tiwi Kurniadi yang juga nama pada akun media sosialnya.

Tiwi berpendapat, pembelajaran yang harus di ketahui paling awal adalah mengenali jenis kulit yang akan kita make up. Apakah memiliki jenis berminyak atau kering. “Seseorang yang belajar teknik dasar MUA harus dapat membedakan jenis kulit customer supaya dapat menentukan primer apa yang harus dipakai,” ungkapnya kepada awak media, Jumat (1/4).

Trik khusus yakni campuran foundation ikut serta mempengaruhi hasil dari make up. Ia berpendapat trik ini dianggap perlu, tingkat kemahiran meracik foundation dapat menentukan hasil akhir dari kualitas make up yang mengusung tema flawless.

“Saya banyak belajar dan memperhatikan saat orang lain menjalankan profesinya. Ia mengaku tak sungkan bertanya produk apa yg di pakai dan bagaimana cara pengaplikasiannya,” ujar pencetus tema flawless di daerahnya.

Ia punya pengalaman dan ingin berbagi, menjalani profesi MUA awalilah dengan hati yang gembira sebagai modal awal. Lalu mulai kreativitas yang ada pada bakat diri masing-masing. Berlanjut pada trik khusus, saat membersihkan wajah model lalu memberikan serum.

Campurkan foundation dan mulai mengaplikasikannya ke wajah. Ketika semua proses pendempulan wajah selesai, berikan contour di bagian-bagian tertentu.

“Set foundation menggunakan bedak tabur, kalau saya memakai produk make over silky smooth translucent powder yang Salah satu loose powder favorit aku juga. Warnanya kalo dimuka sebenernya ga gt keliatan cuman bantu untuk ngeset makeup yang udah ada atau ngurangin minyak di wajah. Isinya banyak banget berbulan2 gabakalan abis juga. Packagingnya juga cakep ungkapnya sembari terlihat sabar menjelaskan trik MUA.

Proses berlanjut mengukir alis menggunakan pesil alis wardah eyebrow pencil brown, lanjut mengaplikasikan eyeshadow dan memasangkan bulu mata pada model.

Pesannya, mulailah profesi ini dengan modal dasar kesabaran dan mood yang baik. Setelah proses pendidikan berjalan, maka tekunilah dengan sungguh-sungguh

Belajar MUA itu keliahatanya gampang tetapi kita harus memiliki kreativitas dan konsentrasi yang tinggi serta mampu mengendalikan mood dalam diri. Sebab apa? Dengan mood yang baik pasti akan menghasilakan hasil make up yang luar biasa.

Wanita berumur 26 tahun ini punya mimpi suatu saat dilatih oleh MUA papan atas Tanah Air, MUA terkenal di Indonesia pada momen pelatihan selanjutnya. Terkhusus ia berkeinginan mengikuti pelatihan yang digagas oleh pihak Paragon sebagai perusahaan terkemuka di Tanah Air.

“Sebagian besar produk yang saya pakai untuk merias model berasal dari brand perusahaan tersebut bg. Termasuk lipstik, bedak padat, bedak tabur, eye liner, maskara, serum, pembersih muka,” akuinya mengakhiri sesi wawancara.

Sempat narasumber bercerita, ia pernah melakukan survey kepada rekan-rekannya sewaktu kuliah. Ia mengatakan dari 20 mahasiswi yang berusia 18 sampai 22 tahun. Ia mendapatkan hasil bahwa 17 mahasiswi (85 %) merasa dirinya percaya diri jika mereka mementingkan penampilan dengan cara menggunakan make up.

Perlu diketahui, pada acara Paragon Beauty Academy Batch 1. Narasumber mendengar dan sangat tertarik ketika mendengar nama besar pelatih TOP Makeup artis lalu mengetahui prestasinya. Diantara sederetan pencapaian pelatih MUA terkemuka Tanah Air, yang dianggapnya menyita perhatian adalah :

1. Olis Herawati

TOP Makeup artis yang terlebih dahulu berkiprah di industri makeup artis adalah beliau, pernah make up selebriti Vena Melinda.

2. Anpa Suha

Pernah make up selebriti indonesia diantaranya Krisdayanti, Aurel Hermansyah dan Reza Arthamevia.

3. Oscar Daniel

Pernah make up selebriti seperti Maudy Kusnadi, Syahrini, yasmin napper dan Auroraribero. Ia juga pernah mendapat kehormatan Make Up Royal Family dari Negara Georgia yaitu Princess of Georgia HRY Kristine de Bagration Mukhrani dan Adik Presiden Barrack Obbama yaitu Mrs. Maya Soetoro. (dat)

Tips dan Trik Membuat Berita Agar Teratas di Mesin Pencari Google

Ilona Juwita saat mengisi materi secara daring kepada Peserta FJP Batch IV Tahun 2022.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menulis berita khususnya pada media online tak terlepas dari jumlah pembaca pada salah satu situs media. Hal ini dapat dioptimalkan dengan mesin telusur atau sering dikenal dengan SEO (Search Engine Optimization).

SEO adalah cara menjaga agar situs media online kita tetap hidup. Hal tersebut dikatakan oleh CO-Founder perusahaan yang bergerak dalam hal teknologi periklanan, Ilona Juwita pada kesempatannya mengisi materi secara daring kepada peserta Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch IV, Rabu (30/3/2022).

Pada tahap awal, mesin pencarian seperti google melakukan 3 bagian penting untuk memunculkan hasil berupa data yang diinginkan oleh pengguna internet. Ketiga bagian itu disebut dengan istilah crawling (pengumpulan data), indexing (penyimpanan data), dan ranking

“Crawling adalah proses dimana robot pencarian dari google menyeleksi dan mengumpulkan informasi konten terbaik dari ribuan konten di internet. Tahap selanjutnya disebut dengan indexing, dimana konten terbaik dikumpulkan dan disimpan oleh data base,” jelas Ilona.

Ilona juga menjelaskan tahapan terakhir pada proses ini yang disebut dengan istilah Ranking, yakni mesin pencarian google mengurutkan halaman paling relevan dan berkualitas hingga yang paling tidak relevan.

Ketika persiapan di atas terpenuhi, maka tinggal bagaimana kita menulis artikel berita yang SEO Friendly. SEO Friendly merupakan artikel yang dibuat sesuai dengan teknik SEO tadi, sehingga mesin pencari dapat mengenali isi artikel dengan cepat.

“Trik yang banyak dilakukan oleh pembuatan konten berita, biasanya bermuara pada Judul SEO yang menarik. Menulis judul berita yang mengandung kata kunci dan memiliki minat pencarian yang tinggi atau sedang trending topics. Tetapi judul yang dimaksud tidak mengurangi makna dari berita yang akan diceritakan,” ujarnya.

Kemudian kata kunci yang ada di judul diprioritaskan di awal kata, tidak terlalu panjang, maksimal 60 karakter (desktop), 75 karakter (mobile) yang bisa ditampilkan oleh Google baik versi mobile maupun desktop di google pencari, serta menambahkan beberapa kata yang memicu emosional pembaca. Untuk riset kecil kecilan mencari kata kunci yang sedang trending dapat menggunakan Google Trends dan Uber Suggest.

“Untuk menulis headline, sebaiknya memasukkan kata kunci utama yang sedang jadi topik utama, kemudian masukkan judul SEO sesuai headline berita, usahakan kata kunci utama ada di bagian potongan awal. Selanjutnya gunakan kata-kata yang mengandung minat untuk di klik, lalu pratinjau tampilan judul di seluler dan hasil desktop jangan sampai kepanjangan atau terlalu pendek buat judulnya, jelas Ilona. (dat)