26 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 2763

Dikunjungi Jokowi, Masyarakat Dairi Kembali jadi Anak Kandung di Negeri Ini

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kehadiran Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menyedot perhatian warga setempat, termasuk Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumut, Anwar Sani Tarigan. Menurut Anwar, kunjungan Jokowi Ke Dairi untuk pertama kalinya menjadi pengobat rasa rindu masyarakat Dairi.

“Masyarakat Dairi sangat mencintai sosok Presiden Jokowi, maka wajar mereka sangat antusias termasuk saya. Apalagi, Jokowi merupakan presiden pertama yang mengunjungi Kabupaten Dairi,” ujar Anwar Sani, Kamis (3/2/2022).

Anwar juga memberikan apresiasi kepada Jokowi yang telah meringankan langkah mengunjungi Kabupaten Dairi, agar masyarakat di sana tidak merasa dianaktirikan. “Bayangkan saja, Presiden Indonesia selalu berkunjung ke Sumut akan tetapi selalu melewatkan Kabupaten Dairi. Dan hari ini, nasyarakat Dairi kembali menjadi anak kandung di republik ini. Terima kasih Pak Jokowi,” ungkap Anwar dengan haru.

Apalagi kata Anwar, Jokowi dalam kunjungannya membagikan sertifikat tanah, yang menurutnya merupakan langkah strategis bagi penyelesaian masalah-masalah agraria. “Sumut sebagai daerah yang penuh dengan persoalan agraria harus menjadi perhatian pemerintah pusat, agar masalah-masalah agraria di Sumut bisa diselesaikan termasuk di Kabupaten Dair,i” harapnya.

Dan kehadiran Jokowi ke Dairi yang membagikan sertifikat tanah harus menjadi tamparan bagi Gubsu yang tidak memiliki progam dan visi yang jelas dalam menuntaskan masalah-masalah agraria. “Saya pikir ini kode atau simbol bagi Gubsu untuk fokus menyelesaikan soal-soal agraria, jangan sampai berlarut-larut. Kalau pemerintah pusat bisa, kenapa pemerintah daerah tidak bisa?” ketusnya.

Terakhir, Anwar Sani berharap, kunjungan Jokowi bisa membawa dampak positif bagi Dairi, baik dalam hal pembangunan Infrastruktur maupun dalam pengembangan ekonomi Dairi. “Melihat kondisi infrastruktur Dairi yang babak belur, saya berharap kunjungan Jokowi bisa berdampak pada perbaikan Infrastruktur di Dairi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Kehadiran Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menyedot perhatian warga setempat. Bahkan Jokowi mengaku mobil yang ditumpanginya sampai tidak bisa jalan karena tingginya antusias masyarakat. Hal tersebut ia ungkapkan dalam pembukaan pidato pada acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Sudirman, Kabupaten Dairi, Kamis (3/2/2022).

“Tadi ramai banget pak, dari turun helikopter sampai ke sini, mobilnya enggak bisa jalan,” kata Jokowi dikutip melalui video yang ditayangkan saluran YouTube Sekretariat Presiden.

Ternyata antusiasme dari masyarakat tersebut dikarenakan Jokowi menjadi Presiden RI pertama yang meninjau daerah tersebut. “Ternyata saya baru tahu, Kabupaten Dairi belum pernah dikunjungi presiden. Baru hari ini, jadi ramai banget,” ujarnya. (adz)

Bank Mandiri dan Pemerintah Kota Medan Tandatangani MoU dan Penyerahan CSR

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 dan Pemerintah Kota Medan sepakat untuk dan memperdalam kerjasamanya lewat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Menara Mandiri, Medan, Kamis (03/02/2022).

MoU tersebut ditandatangani oleh Lourentius Aris Budiyanto selaku Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 dan Muhammad Bobby Afif Nasution selaku Walikota Medan. Prosesi penandatanganan ini juga turut disaksikan oleh Agus Dwi Handaya selaku Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Mandiri, Yusup Ansori selaku Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, dan Doddy Zulferdi selaku Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara.

MoU ini berfokus pada penggunaan produk dan layanan perbankan untuk mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga diharapkan kerjasama antara Bank Mandiri dan Pemerintah Kota Medan dapat mempermudah pemerintah kota dalam memenuhi dan melayani kebutuhan masyarakat kota Medan.

Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1, Lourentius Aris Budiyanto, mengemukakan bahwa kerjasama ini akan didukung dengan hadirnya KOPRA sebagai Wholesale Digital Super Platform by Bank Mandiri dengan digital single access yang akan memudahkan nasabah, dalam hal ini Pemerintah Kota Medan, untuk melakukan berbagai transaksi perbankan.

KOPRA hadir untuk memberikan kemudahan dalam pembayaran pajak daerah seperti PBB, BPHTB, Pajak Reklame dan pajak lainnya. Selain itu, KOPRA Host to Host hadir dengan teknologi yang memberi kemudahan bagi Pemerintah Kota Medan dalam melakukan inisiasi, otorisasi dan kontrol transaksi melalui sistem Pemerintah Kota Medan yang terhubung langsung dengan sistem bank.

Direktur Kepatuhan dan SDM PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Agus Dwi Handaya dalam sambutannya mengungkapkan kehadiran Bank Mandiri untuk mendukung penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan bagi Pemerintah Kota Medan salah satunya dengan digitalisasi. “Dengan pengembangan yang dilakukan, kami berharap Pemerintah Kota Medan bisa mendapatkan benefit dari sisi efisiensi waktu, keamanan data, serta berbagai kemudahan lainnya”, ujar Agus.

Bank Mandiri sebagai Agent of Development juga terus berupaya untuk dapat berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan hari ini, Bank Mandiri juga akan melakukan penyerahan program Corporate Social Responsibility berupa 2 unit dump truck untuk pengelolaan sampah di Kota Medan.

Pemberian CSR ini diharapkan dapat mendukung Visi dan Misi Walikota Medan untuk mewujudkan masyarakat kota Medan yang berkah, maju, dan kondusif.

Penandatanganan MoU in juga disambut baik oleh Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution yang berharap bahwa kerjasama pemerintah kota Medan dan Bank Mandiri ini dapat membantu untuk bisa melayani masyarakat dengan aman dan nyaman.

Bobby juga dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak Bank Mandiri yang membantu pemerintah kota untuk melaksanakan tugas
menjaga lingkungan lewat pemberian CSR berupa 2 unit mini dump truck kepada pemerintah kota Medan.

Kerjasama dan penyaluran CSR ini diharapkan dapat memperkuat relasi antara Pemerintah Kota Medan dan Bank Mandiri, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Medan. Tentang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Bank Mandiri merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan layanan finansial kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & SME, Consumer Banking, Treasury dan International Banking.

Bank Mandiri pada saat ini bersinergi dengan beberapa perusahaan anak untuk mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas dan Mandiri Management Investasi (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Indonesia (perbankan syariah), Bank Mandiri Taspen/Mantap (Kredit UMKM), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Mandiri InHealth (asuransi kesehatan), Mandiri
AXA General Insurance (asuransi umum),Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan), Mandiri Utama Finance (jasa pembiayaan), Mandiri International Remittance (remitansi), Mandiri Europe (treasury & financial institution) dan Mandiri Capital Indonesia (Pembiayaan modal ventura).

Saat ini, Bank Mandiri telah mengembangkan layanan dan produk perbankan terbaik melalui Mandiri Digital yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan nasabah korporasi dan retail. Layanan Mandiri Digital bagi nasabah korporasi termasuk Mandiri Cash Management (MCM), Mandiri Internet Bisnis (MIB), Mandiri Global Trade, Mandiri Financial Supply Chain Management (FSCM) dan Mandiri Application Programming Interface (API). Sedangkan layanan digital retail meliputi buka rekening online, aplikasi Mandiri Online, kartu prabayar Mandiri e-money, serta layanan informasi berbasis kecerdasan buatan Mandiri Intelligent Assistant (MITA) pada akun resmi WhatsApp Bank Mandiri di +628118414000.

Hingga Maret 2020, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia yang meliputi 1.578 kantor cabang dan 904 jaringan mikro yang terdiri dari unit dan kios mikro. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 13.076 unit ATM yang terhubung ke lebih dari 40.000 jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan e-banking yang meliputi Mandiri Online, SMS Banking dan Call Center14000.(rel)

bank bjb Genjot Beragam Inovasi Digital Jelang Right Issue

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) siap melakukan aksi korporasi di kuartal pertama 2022 berupa rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I).

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan, aksi korporasi tersebut dimaksudkan untuk mendukung ekspansi kredit perseroan di tahun ini. Disampaikan Yuddy, rights issue merupakan langkah tepat untuk memperkuat permodalan perusahaan sehingga dapat meningkatkan kemampuan penetrasi kredit perusahaan di tahun ini. Skema right issue dilakukan dengan harga yang akan ditentukan kemudian, dengan mempertimbangkan penilaian harga wajar Perusahaan,.

Rencananya, saham baru yang akan dilepas dalam rights issue bank bjb adalah sebanyak-banyaknya 925 juta lembar saham seri B atau setara dengan sebanyak-banyaknya 9,40 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.  Rencana rights issue ini telah disetujui dalam RUPS Tahunan pada 6 April 2021.

“Seluruh dana right issue setelah dikurangi dengan biaya emisi, akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka ekspansi kredit perseroan,” ujar Yuddy, dalam Siaran Pers.

Sejatinya, sebelum melaksanakan right issue, bank bjb telah melakukan berbagai langkah inovasi, antara lain new digital payments. Yaitu fitur new DIGI dan DigiCash by bank bjb. Lalu  softlaunching kolaborasi bank bjb dengan financial technology (fintech) e-commerce dengan nama E-Pays.  Peluncuran new digital payments ini untuk mengoptimalkan layanan digital bank bjb kepada masyarakat serta pemerintah daerah.

Bank bjb juga bekerja sama dengan lembaga fintech berkomitmen membangun ekosistem digital yang lebih masif. Menurut Yuddy, inovasi dan kolaborasi merupakan kunci dalam memenangkan persaingan ke depan. Oleh karenanya dukungan layanan digital yang selama ini telah dilakukan perlu dioptimalkan.

Selain itu terdapat kemudahan pembayaran melalui layanan digital bank bjb. Yakni berupa mobile banking, QRIS, uang elektronik, virtual account, internet banking corporate, Agen Laku Pandai, serta produk-produk lainnya.

“Semuanya ini diharapkan mendukung program inklusi keuangan serta pembentukan ekosistem digital,” tegas Yuddy.

New digital payments ini memberikan kemudahan dalam bertransaksi. bank bjb melalui uang elektronik bjb DigiCash. Dan dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi digital. Ke depan, bank bjb juga akan terus melakukan berbagai inovasi teknologi sesuai dengan kapasitas bank bjb sebagai lembaga jasa keuangan. Dengan bertransformasi dan berinovasi untuk menjadi penggerak dalam berkontribusi menghadirkan kemajuan di seluruh penjuru negeri.

Menurut Yuddy, bank digital merupakan masa depan dari industri keuangan, sehingga bank bjb perlu melakukan inovasi dan bertransformasi agar bisa bersaing di industri perbankan.  Di era digital, ditegaskan Yuddy, kolaborasi diyakini menjadi satu hal yang harus dilakukan dalam mencapai visi dan misi perusahaan. Perbedaan lokasi, jarak, dan waktu bukan menjadi penghambat aktivitas untuk berkolaborasi dan Cross Collaboration adalah momentumnya.

Ia mengatakan, bank bjb di tahun 2021 telah melakukan berbagai inovasi dan pengembangan digitalisasi. Hal tersebut berdampak pada pendapatan fee based income yang naik signifikan. Tak terkecuali dari kanal-kanal atau layanan digital yang semakin digandrungi. Hal ini, sambung Yuddy, tidak terlepas dari semakin luasnya ekosistem digital bank bjb yang tumbuh sepanjang tahun 2021. Bahkan, pengguna aplikasi mobile bjb DIGI tumbuh eksponensial.

Selain itu, QRIS merchant bank bjb juga terus tumbuh positif. Pun pengembangan terhadap pemberian fasilitas kredit berbasis digital melalui aplikasi Loan on Boarding, seperti aplikasi bjb Laku untuk segmen UMKM dan Kredit Mesra dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), bjb Koin untuk pembiayaan segmen konsumer ASN, serta pengembangan aplikasi pada segmen lainnya. Hal tersebut mendorong percepatan pertumbuhan ekspansi bisnis bank. Inovasi yang dikembangkan sejalan dengan cita-cita bank bjb untuk menjadi Elite Bank pada 2025 sebagaimana tertuang dalam corporate plan yang telah disusun

“InsyaAllah ke depannya seluruh aplikasi ini akan menjadi satu kesatuan dalam suatu Super Apps untuk memenuhi seluruh kebutuhan nasabah dalam satu aplikasi saja,” tegas Yuddy.(rel).

Ketua DPRD Sumut Janji Tak Teken Penetapan 7 Nama Komisioner KPID Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pertemuan calon anggota Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024 dengan Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting membuka informasi terbaru mengenai perkembangan seleksi yang mereka ikuti pascapengetokan 7 nama terpilih pada 22 Januari 2022, dini hari lalu.

Secara tegas, politisi PDI Perjuangan tersebut berjanji tidak akan meneken surat pengantar penetapan 7 nama anggota KPID Sumut terpilih kepada Gubernur Sumatera Utara untuk disahkan. Selain alasan belum sampainya surat keputusan yang dimaksud, saat ini Baskami mendapati surat penolakan atas penetapan 7 nama terpilih dari Fraksi PDI Perjuangan tertanggal 27 Januari 2022 dengan Nomor: 117/F.PDI-P/DPRD-SU/1/2022. Ditambah dengan kehadiran calon anggota KPID Sumut yang mengadukan perihal kecurangan mekanisme pemilihan.

“Saya janji tidak akan teken sebelum nanti saya mengadakan rapat dengan pimpinan dewan dan komisi A,” janji Baskami dalam audiensi bersama calon Anggota KPID Sumut di Ruang Rapat Lantai II Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (3/2/2022) siang.

Sementara itu, sebanyak 5 orang mewakili calon KPID Sumut hadir dalam audiensi yakni Muhammad Lutfan SSos, T Prasetiyo MIKom, Dr Topan Bilardo Marpaung, Valdesz Junianto Nainggolan SSos MSP, dan Robinson Simbolon. Melalui pertemuan itu, berbagai kecurangan yang dirasakan diungkap secara jelas.

Seperti persoalan pernyataan absurd dan menciderai perasaan para peserta dari Hendro Susanto di media massa dengan menyebut bahwa mereka yang terpilih adalah mereka yang memiliki semangat memperbaiki dunia penyiaran. “Saya jauh dari Mandailing Natal, kita berjuang di sini dari awal. Mengikuti setiap tahapan. Darimana pula kita dinilainya tidak semangat,” kesal Muhammad Lutfan S.Sos, .

Lalu, terkait sistem penilaian yang tidak jelas dan hanya dilakukan oleh beberapa anggota dewan saja, hingga tersebarluasnya hasil fit and proper test milik peserta ke publik melalui media sosial. “Mekanisme pemilihan dengan cara musyawarah mufakat sebagian anggota dan model skoring yang dijadikan dasar penetapan tujuh nama Komisioner KPID Sumut periode 2021-2024 berpotensi melanggar hukum karena dalam Tata Tertib DPRD yang berpayung pada UU No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD hanya dikenal dua cara pengambilan keputusan, yaitu musyawarah mufakat oleh seluruh anggota atau pemungutan suara,” paparnya.

Terakhir, Robinson berterima kasih kepada Ketua DPRD Sumut, Drs Baskami Ginting telah menerima kehadiran dan keluhan dari teman-teman calon KPID Sumut. Ia percaya bahwa Baskami merupakan sosok yang arif dan mampu mengambil langkah yang tepat dalam menyelesaikan kericuhan seleksi KPID Sumut. “Terimakasih Pak Baskami telah menerima kami. Kami yakin Pak Baskami mampu mengambil langkah yang tepat agar permasalahan dalam seleksi KPID Sumut ini dapat selesai,” tutup Robinson. (adz)

Dituding Sediakan Obat Terlarang, Manager Karaoke Hip Hop: Kami Anti-Narkoba

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO- Manager Karaoke Hip Hop, Yanto, membantah tudingan, tempat usahanya di Jalan Ahmad Yani, Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, menjadi tempat penyedia wanita penghibur serta peredaran obat-obatan. Kepada sejumlah wartawan, Yanto menyebut kalau tudingan tersebut adalah fitnah.

Menurutnya, sampai saat ini di lokasi Karaoke Hip Hop tidak pernah menyediakan wanita penghibur serta peredaran obat-obatan. “Itu berita fitnah. Kita anti obat-obatan terlarang atau narkoba. Bohong yang bilang di tempat kita ada narkoba,” tegas Yanto, Kamis (3/2/2022), siang..

Begitu juga soal pemberitaan penjualan minuman keras. Menurut Yanto, Karaoke Hip Hop telah memiliki izin menjual minuman keras sesuai surat yang dikeluarkan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan yang diteken Dadan Farid tanggal 12 Maret 2021. “Jadi semua tuduhan seperti dalam  pemberitaan salah satu media online itu adalah berita bohong dan fitnah,” ujarnya.

Dia menduga, sumber dari pemberitaan itu berasal dari saingan bisnis yang merasa kalah bersaing. Apalagi, ada lokasi tempat hiburan malam lain yang beroperasi hingga pukul 04.00 WIB tidak diberitakan. “Kita akan buat laporan pencemaran nama baik karena sudah difitnah,” pungkas Yanto. (btr)

Inflasi dan PMI Manufaktur di Awal Tahun Memberikan Prospek Positif

JAKARTA.SUMUTPOS.CO – Meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat telah mendorong sisi permintaan. Memasuki awal tahun 2022, inflasi di Januari 2022 yang tercatat sebesar 2,18% (yoy) masih terkendali dalam kisaran sasaran target inflasi tahun 2022 sebesar 3%±1% (yoy). Secara bulanan, inflasi Januari 2022 sebesar 0,56% (mtm) sedikit menurun dibanding inflasi bulan Desember 2021. Namun, inflasi Januari 2022 merupakan tertinggi pada periode yang sama sejak tahun 2019.

Capaian Inflasi Januari dipengaruhi oleh pergerakan pada seluruh komponen inflasi dengan komponen inti menjadi penyumbang andil tertinggi terhadap inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari yakni sebesar 0,27%. Inflasi inti sebesar 0,42% (mtm) dan merupakan tertinggi sejak Agustus 2019. Sementara secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 1,84% dan juga tertinggi sejak September 2020. Peningkatan inflasi inti pada Januari 2022 terutama disebabkan adanya peningkatan harga komoditas ikan segar, mobil, tarif kontrak rumah dan sewa rumah.

Inflasi Volatile Food (VF) tercatat sebesar 1,30% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi VF bulan sebelumnya sebesar 2,32% (mtm) maupun rerata historis bulan Januari empat tahun terakhir sebesar 1,66% (mtm). Beberapa komoditas VF yang dominan menyumbang terhadap inflasi Januari antara lain kenaikan harga daging ayam, beras, telur ayam ras dan tomat. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah.

Kenaikan harga beras pada Januari disebabkan oleh rendahnya panen pada bulan November-Desember 2021 disertai dengan terjadinya hidrometeorologi pada awal tahun 2022. Harga beras ditingkat penggilingan meningkat sebesar 2,23% (mtm) dan ditingkat eceran sebesar 0,94% (mtm). Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung pada Februari meski tidak setinggi Januari dan kembali stabil mulai Maret karena mulai masuknya musim panen.

Sementara itu, minyak goreng yang menjadi komoditas paling dominan menyumbang inflasi tahun 2021 dengan andil sebesar 0,31%, saat ini kondisinya relatif terkendali dengan andil inflasi mencapai 0,01% di Januari 2022. “Pemerintah telah melakukan upaya untuk melakukan stabilisasi harga minyak goreng. Sebelumnya telah dikeluarkan kebijakan untuk memastikan agar masyarakat dapat memperoleh harga minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau Rp14.000,00 per liter yang di mulai pada tanggal 19 Januari 2022. Kemudian, untuk mengantisipasi kenaikan harga migor, Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng.  Kebijakan HET ini berlaku mulai 1 Februari 2022,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (2/02).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga minyak goreng menunjukkan tren penurunan pada akhir Januari meskipun secara rata-rata bulanan masih tercatat meningkat dibanding Desember 2021.

Peningkatan harga beberapa komoditas pangan juga tercermin pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2022. NTP nasional Januari 2022 sebesar 108,67 atau naik 0,30% dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP menunjukkan bahwa petani bisa menikmati keuntungan dari hasil produksi mereka.

Subsektor yang mengalami peningkatan tertinggi yakni NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,98% terutama disebabkan dari peningkatan harga gabah. Harga gabah petani meningkat sebesar 4,96% (mtm) yang mendorong peningkatan harga beras ditingkat penggilingan maupun eceran. Kemudian diikuti oleh NTP Subsektor Peternakan yang meningkat sebesar 0,43% dan berada pada level 100,19.

Peningkatan NTP Subsektor Peternakan didorong utamanya dari peningkatan harga ayam ras pedaging. NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) juga mengalami peningkatan dan tercatat sebesar 131,81. NTPR tercatat terus mengalami peningkatan sejak Juli 2020 yang utamanya masih didorong dari kenaikan harga kelapa sawit.

Komponen inflasi administered prices (AP) tecatat sebesar 0,38% (mtm), menurun dibanding bulan Desember 2021 sebesar 0,45% (mtm). Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) menjadi komoditas dengan andil penyumbang tertinggi sebesar 0,06%. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya penyesuaian harga LPG nonsubsidi yang berkisar antara Rp1.600 s.d Rp2.600 per kilogram dan telah berlaku sejak 25 Desember 2021.

Selain BBRT, rokok kretek filter mencatatkan sumbangan terhadap inflasi Januari sebesar 0,01%. Kenaikan harga aneka jenis disebabkan naiknya tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang berlaku sejak 1 Januari 2022. Peningkatan inflasi AP masih tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara sesuai dengan pola musimannya, dengan andil -0,03%.

Lebih lanjut, sebagai pembuka awal tahun, sinyal optimisme pemulihan ekonomi terus bertambah khususnya terlihat dari sektor manufaktur yang semakin menggeliat. Terbukti, pada Laporan Purchasing Managers’ Index (PMI) yang diterbitkan IHS Markit, output sektor manufaktur Indonesia kembali di posisi ekspansif sebesar 53,7 pada Januari 2022, lebih tinggi dari bulan Desember 2021 yang mencapai 53,5. Dengan demikian, sektor manufaktur melanjutkan level ekspansi selama lima bulan berturut-turut dan masih mengungguli beberapa negara ASEAN seperti Thailand (51,7), Filipina (50,0), dan Myanmar (48,5).

“Kinerja sektor manufaktur yang terus terekspansif perlu diapresiasi. Pemerintah juga akan terus bekerja keras menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga performa positif ini dapat terus ditingkatkan,” lanjut Menko Airlangga.

Prospek dan Risiko Ke Depan

“Dalam rangka menjaga tren pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah akan terus mencermati berbagai risiko pencapaian inflasi tahun 2022, termasuk yang berasal dari imported inflation,” ungkap Menko Airlangga Hartarto.

Sebagaimana diketahui, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dunia, permintaan yang tinggi telah mendorong naiknya harga-harga komoditas esensial dan berdampak terhadap kenaikan inflasi global. IMF dalam publikasi terbaru World Economic Forum, yang dirilis Januari 2022 juga menyampaikan bahwa kenaikan inflasi merupakan salah satu faktor risiko pemulihan ekonomi di tahun 2022. Berlanjutnya harga energi yang tinggi disertai gangguan rantai pasok telah mendorong peningkatkan inflasi, terutama di Amerika Serikat dan banyak negara Emerging Market and Developing Economies (EMDE). Amerika Serikat sendiri menutup tahun 2021 dengan tingkat inflasi menembus 7% dan merupakan tertinggi sejak Juni 1982.

“Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia maupun Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk memitigasi berbagai tantangan pencapaian inflasi tahun 2022 baik yang berasal dari global maupun domestik. Penguatan program kerja dan strategi kebijakan pengendalian inflasi di level daerah menjadi strategis dalam mendukung pencapaian inflasi nasional tetap terkendali di tengah risiko-risiko yang dihadapi,” ujar Menko Airlangga.

Dari sisi sektor riil, peningkatan demand global juga harus menjadi peluang yang bisa kita tangkap. Dengan output manufaktur Indonesia ke depan yang diperkirakan semakin bertumbuh, diharapkan prospek permintaan barang ekspor juga akan terus meningkat. Terlebih, IHS Markit mencatat bahwa pesanan barang ekspor Indonesia di Januari 2022 merupakan rekor kenaikan tertinggi jika dibandingkan dengan periode bulan Januari sejak survei PMI dijalankan.

“Untuk mengakselerasi kinerja ekspor dan memanfaatkan momentum yang ada, Pemerintah akan terus mendorong program hilirisasi komoditas unggulan, seperti CPO, nikel, bauksit, tembaga, hingga timah. Di samping itu, investasi pada industri 4.0 juga akan terus ditingkatkan sehingga produk-produk ekspor Indonesia ke depan semakin berdaya saing dan bernilai tambah tinggi,” pungkas Menko Airlangga. (dep1/ag/fsr/*)

Rumah Dua Lantai Terbakar di Jalan Seroja Medan Sunggal, 1 Orang Tewas

BERKERUMUN: Warga tampak berkerumun melihat sebuah rumah di Jalan Seroja, Medan Sunggal, hangus terbakar pada Rabu (2/2) pagi. Peristiwa ini menyebabkan seorang penghuni rumah tewas.markus/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebuah rumah dua lantai di Jalan Seroja, Kecamatan Medan Sunggal, hangus terbakar pada Rabu (2/2) pagi. Naas, seorang pemilik rumah tidak bisa melarikan diri dari kobaran api. Alhasil, korban laki-laki yang disebut berusia 19 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia di lantai 2 rumahnya saat dievakuasi.

Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan Albon Sidauruk mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 08.30 WIB.

“Begitu kita dengar ada laporan rumah yang terbakar di Jalan Seroja, mobil unit pemadam kita langsung ke lokasi. 10 menit dari laporan yang kita terima, armada pemadam kebakaran kita sudah sampai di lokasi dan langsung melakukan pemadaman,” ucap Albon kepada Sumut Pos, Rabu (2/2).

Dikatakan Albon, total ada 6 unit armada mobil pemadam yang diturunkan ke lokasi. Untuk memadamkan api dan melakukan proses pendinginan, setidaknya Dinas P2K Kota Medan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam.”Sekitar jam 09.30 apinya sudah padam, total ada 6 unit pemadam yang turun kesana,” ujarnya.

Diterangkan Albon, dalam proses pemadaman api pihaknya memang tidak mendapatkan kesulitan yang berarti. Namun sayang, ketika ingin mengevakuasi satu korban yang ada saat itu berada di lantai dua, pihaknya mengaku memgalami kesulitan karena warga sekitar yang memadati lokasi kejadian.

Alhasil, petugas Dinas P2K Kota Medan memiliki ruang gerak yang terbatas dan terhambat serta tidak leluasa untuk melakukan evakuasi. Meskipun begitu, warga justru ikut turun dalam membantu proses pemadaman api dengan menyiramkan air ke titik api yang membesar.

Dijelaskan Albon, korban yang ingin diselamatkan merupakan seorang laki-laki. Menurut informasi dari warga, korban bahkan sempat berteriak dan meminta tolong sebelum petugas damkar datang, korban sempat berteriak kepada warga yang menyaksikan kebakaran.”Warga sempat bilang supaya korban melompat saja dari lantai dua, tapi korban tidak mau,” jelasnya.

Korban pun akhirnya terjebak di lantai dua dan tidak bisa keluar, sementara api terus membesar. Usai memadamkan api, korban pun ditemukan tewas di lantai dua.

Ditanya apa yang menjadi penyebab terbakarnya rumah tersebut, Albon mengaku pihaknya belum bisa memastikannya. Namun menurut masyarakat sekitar, api justru muncul dari lantai satu rumah tersebut. “Apinya dari lantai satu. Jadi lantai satu itu tempat usaha seperti warung atau kedai, lantai dua jsdi rumah tempat tinggal. Di lantai satu itu, korban menjual gas dan minyak eceran, kemungkinan dari situ (penyebanya),” terangnya.

Melihat api di lantai satu semakin membesar, lanjut Albon, korban yang saat itu sedang sendiri di rumah pun langsung lari ke lantai dua. Saat disuruh warga untuk melompat dari lantai dua, korban justru memilih untuk bersembunyi di kamar mandi di lantai dua rumahnya. “Kemungkinan besar korban meninggal karena keracunan asap. Kalau korban luka-luka tidak ada, karena korban saat kejadian cuma sendirian di rumah,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga sekitar yang menjadi saksi mata mengaku melihat kobaran api dari rumah korban sekitar Pukul 08.30 WIB. Saat itu kondisi rumah lantai satu terbuka, namun kondisi di lantai dua tertutup. Saat itu, warga ingin menyelamatkan korban yang ada di dalam rumah karena ada korban yang berada di lantai dua dan berteriak minta tolong. “Kami sempat bilang loncat aja. Tapi sepertinya tidak bisa karena pintu dan jendelanya tak bisa dibuka,” sebut warga.

Karena api terlalu besar, warga pun menunggu petugas pemadam sembari membatu memadamkan api di lantai satu dengan menyiramkan air. Sekitar 10 menit kemudian pihak damkar datang ke lokasi, beberapa warga turut membantu melakukan evakuasi. Sejumlah warga pun mengaku sempat ke lantai dua rah korban dan melihat ada satu korban meninggal dunia.

“Itu anak sulung dari keluarga yang tinggal di rumah itu, saya lihat tadi sudah dalam posisi telungkup dan tidak bernyawa. Ibunya di kampung, ayahnya baru saja kerja, sedangkan adeknya baru pergi ke sekolah. Mereka di rumah itu ada 4 orang,” jelas warga.

Belakangan diketahui, korban bernama Alfin Farel dan berusia 19 tahun. Alfin pun langsung dibawa petugas ke rumah sakit Bina Kasih, namun Alfin memang sudah meninggal dunia. (map/ila)

Usai Pedagang Demo ke Balai Kota, PKL Ditertibkan

TERTIBKAN: Satpol PP Kota Medan saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kampunglalang. Penertiban itu usai Wali Kota Medan Bobby Nasution didemo para pedagang pasar, pada Senin (31/1) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jajaran Direksi PUD Pasar Kota Medan bersama petugas gabungan dari Satpol PP, Kecamatan dan Kelurahan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan-badan jalan Pasar Kampunglalang dan Pasar Sei Sikambing Medan, Rabu (2/2) pagi. Ini dilakukan usai Wali Kota Medan Bobby Nasution didemo para pedagang pasar yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSINDO) pada Senin (31/1) lalu.

Dalam penertiban itu, Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Kota Medan, Suwarno terlihat memberikan sosialisasi kepada para PKL dan juru parkir untuk tidak lagi mengambil badan jalan untuk lapak berjualan maupun lapak parkir. “Mulai besok harus dimundurkan ke belakang, kalau tidak nanti kendaraan dan dagangannya terpaksa dipindahkan,” ucap Suwarno.

Bersama jajaran Direksi PUD Pasar lainnnya, pedagang juga diminta untuk memindahkan dagangannya. Terlihat para pedagang memindahkan dagangannya agar tidak memakan badan jalan.

Usai penertiban, Suwarno mengatakan, penertiban tersebut merupakan tindaklanjut dari keluhan pedagang yang disampaikan ke Balai Kota pada Senin (31/1) lalu. Untuk saat ini, pihaknya masih berfokus kepada penertiban dua pasar saja, yakni Pasar Kampunglalang dan Pasar Sei Sikambing dan akan diteruskan ke pasar lainnya. “Alhamdulillah hari ini kita berkolaborasi bersama Dishub, Kecamatan, Kelurahan dan Satpol PP menertibkan PKL yang ada di dua pasar, yaitu Pasar Kampung Lalang dan Sei Sikambing,” ujar Suwarno.

Dikatakannya, untuk mencegah kembalinya pedagang berjualan ke tepi jalan, pihaknya akan membangun posko penjagaan untuk melakukan pengawasan.

“Pengawasan akan kita lakukan setiap hari, mulai hari ini kita bangun posko di pasar masing-masing terutama di Pasar Kampung Lalang dan Sei Sikambing supaya pedagang itu tidak keluar lagi dari zonanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Medan, Rakhmat Adi Syahputra Harahap mengatakan, pihaknya juga ikut dalam penertiban pedagang kaki lima di beberapa pasar. Dalam penertiban kemarin, pihaknya masih melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak mengambil lapak berjualan di badan-badan jalan dan fasilitas umum (fasum) lainnya.

“Untuk di Pasar Sei Sikambing dan Pasar Kampunglalang masih kita lakukan sebatas sosialisasi dan edukasi tentang bagaimana kita bebaskan untuk jalur jalan dari pedagang kaki lima (PKL), sehingga kelancaran lalu lintas dan pengguna jalan bisa teratasi di jalan tersebut,” ujarnya.

Rakhmat memastikan, penertiban pedagang kaki lima di Kota Medan akan berlanjut di seluruh pasar di Medan. “Ke depannya, seluruh pasar akan kita lakukan penertiban. Saat ini kita lakukan secara persuasif, belum penindakan untuk membebaskan lalu lintas dulu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, puluhan pedagang pasar Kampung Lalang dan pedagang Pasar Sei Sikambing yanh tergabung dalam APPSINDO melakukan aksi unjukrasa di depan Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (31/1) pagi.

Unjuk rasa tersebut digelar untuk menuntut penertiban terhadap banyaknya pedagang liar yang berada di sepanjang jalan sekitar Pasar Kampung Lalang dan Pasar Sei Sikambing. “Kami dari pedagang pasar Kampung Lalang beserta pedagang-pedagang tradisional lainnya di Kota Medan hari ini datang. Menuntut perlindungan dari pimpinan daerah kita kepada Wali Kota dan kebetulan tadi ada Gubernur juga jadi puji tuhan kami diterima,” ujar Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kampung Lalang, Megawati Silalahi, Senin (31/1).

“Untuk di Pasar Sei Sikambing dan Pasar Kampunglalang masih kita lakukan sebatas sosialisasi edukasi bagaimana kita bebaskan untuk jalur jalan dari pedagang kaki lima sehingga kelancaran lalu lintas dan pengguna jalan bisa teratasi di jalan tersebut,” ujar Rakhmat.

Ia memastikan penertiban pedagang kaki lima di Kota Medan akan berlanjut di seluruh pasar di Medan. “Keseluruhan (penertiban) kita akan lakukan di seluruh pasar di Kota Medan, kita lakukan secara persuasif belum penindakan untuk membebaskan lalu lintas dulu, pengguna jalan agar lancar lalu kita lakukan penataan kawasan untuk pasar yang lebih baik nanti ke depan,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, puluhan pedagang pasar Kampung Lalang dan pedagang tradisional di Kota Medan melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (31/1). Unjuk rasa tersebut digelar untuk menuntut penertiban terhadap banyaknya pedagang liar yang berada di sepanjang jalan sekitar Pasar Kampung Lalang.

Sementara itu, Komisi III DPRD Medan merespon keluhan sejumlah pedagang pasar tradisional Kota Medan terkait kinerja Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan yang dinilai lambat dan tak memiliki inovasi dalam perbaikan pasar di Kota Medan.

Menanggapi keluhan para pedagang pasar Kota Medan ini, Anggota Komisi III DPRD Medan Rudiawan Sitorus S.Fil.I, M.Pem.I menilai, Dirut PUD Pasar Kota Medan tidak bisa mengikuti keinginan ‘Gercep’ (Gerak Cepat) Wali Kota Medan dalam penataan pasar yang lebih baik.

“Dalam pengelolaan pasar yang merupakan milik Pemko Medan kita melihat, Dirut PUD Pasar belum mampu mengikuti ritme dan keinginan Wali Kota Medan yang memiliki semangat gerak cepat atau Gercep dalam mengelola setiap persoalan di Kota Medan,” kata Rudiawan, Rabu (2/2).

Dikatakannya, dalam beberapa kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III, Dirut PUD Pasar selalu mengatakan kalau pihaknya berjanji untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. “Sesuai janjinya dalam RDP, PUD Pasar menjanjikan kalau masalah-masalah di Pasar Kota Medan tidak ada lagi,” ucapnya.

Disampaikan Politsi PKS Kota Medan ini, PUD Pasar yang merupakan perusahaan plat merah yang diharapkan bisa mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun dinilai kurang bisa mengikuti harapan wali kota seperti beberapa OPD di Pemko Medan.

“Gercep Wali kota soal E-Parking sudah dilakukan di lapangan dengan baik oleh Dinas Perhubungan. Meskipun masih banyak permasalahan, tentunya perlu ditingkatkan pengawasan dan evaluasinya terus menerus, begitu juga dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang giat melaksanakan proyek drainase. Meski juga banyak di komplain warga, tetapi mereka sudah melakukan apa yang diinginkan Wali Kota Medan,” ungkapnya.

Melihat persoalan yang disampikan pedagang pasar di Kota Medan, Rudiawan mengatakan, Dirut PD pasar sebaiknya legowo saja jika tidak sanggup menangani masalah Pasar di Kota Medan. “Menurut saya, kalau memang tidak sanggup membenahai pasar dan tidak memiliki kapasitas, sebaiknya legowo lah,” ujarnya.

Melihat persoalan pasar selama ini, kata Rudiawan, kalau pasar di Kota Medan membutuhkan sosok yang memiliki kemampuan manajerial dan konsep yang jelas. “Kalau tak punya kapasitas manager yang memiliki konsep, pasti perkembangannya nggak signifikan. PUD Pasar itu kalau dikelola, harusnya bisa dua kali lipat memberikan masukan ke PAD,” pungkasnya. (map/ila)

 

 

 

Mobil Seruduk Pengendara Motor Hingga Tewas, Pelaku Ditahan Polisi

KECELAKAAN: Mobil Suzuki Vitara menabrak seorang pengendara motor di Jalan Karya Jaya hingga tewas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Karya Jaya, Simpang Jalan Karya Bakti, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Medan Johor, Selasa (1/2) sore. Mobil Suzuki Vitara BK 1074 AG menabrak pengendara sepeda motor BK 5554 ABR hingga mengakibatkan satu orang tewas.

Informasi diperoleh, pengendara motor yang tewas adalah Dimas Ikhsan Erlangga (23) warga Jalan Antariksa, Gang Makruf, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia. Korban meregang nyawa diduga kuat karena mengalami pendarahan hebat lantaran menderita luka di bagian kepala sebelah kiri. Sedangkan pengendara mobil merupakan wanita berinisial FN (57), warga Jalan Letda Sudjono, Gang Mangga, Medan Tembung.

Peristiwa kecelakaan maut tersebut viral di media sosial, setelah rekaman video kejadiannya yang terekam kamera CCTV tersebar. Dalam video yang tersebar, kejadian bermula saat mobil tersebut melintas di lokasi dari arah yang sama dengan pengendara motor. Kemudian, mobil itu mendadak berjalan kencang hingga menabrak kendaraan korban yang melaju di depannya. “Mobil itu dari arah selatan lalu tiba-tiba melaju kencang hingga menabrak beberapa sepeda motor yang berjalan pelan di depannya. Akibat kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia,” kata Feri, warga sekitar, Rabu (2/2).

Menurut Feri, selain korban tewas, terdapat juga beberapa korban luka. Sebab, ada juga pengendara sepeda motor lain yang juga turut ditabrak. “Ada empat orang yang luka-luka, tetapi untungnya selamat,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Medan Kompol Riama Siahaan mengatakan, saat ini pihak kepolisian telah mengamankan FN, yang mengendarai mobil tersebut untuk diperiksa. Riama menuturkan, kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan. “Kendaraan sudah diamankan bersama yang bersangkutan (FN) untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Riama.

Ia menyebutkan, kasus kecelakaan maut ini masih didalami lebih lanjut. Korban yang meninggal dunia sudah dibawa ke rumah sakit dan diserahkan kepada keluarganya. “Akibat peristiwa tersebut, korban luka-luka dan meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Mitra Sejati. Polisi masih memeriksa pengendara mobil itu untuk didalami,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pengemudi mobil diketahui tidak terbiasa menggunakan mobil jenis Suzuki Vitara yang ternyata jenis matik. “Mobil yang dikemudikan itu jenis matik. Dia biasa menggunakan yang manual,” kata Hadi, Rabu (2/2). (ris/dwi/ila)

Pelanggan Telkomsel Bisa Beli Paket Data #PastiMurah dengan Scan QR Code

Telkomsel hadirkan layanan pembelian paket data #PastiMurah melalui konsep omni channel yang mengintegrasikan saluran penjualan offline dan online menggunakan QR Code di sejumlah titik potensial. Pembelian paket juga dapat dilakukan dengan mengakses UMB *363*369# kemudian melakukan pembayaran di mitra outlet atau modern trade terdekat.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai salah satu upaya mengedepankan prinsip customer-centric dalam memahami kebutuhan pelanggan yang terus berkembang di tiap fase kehidupan, terutama dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, Telkomsel menghadirkan pengembangan saluran pembelian ragam paket data/internet melalui konsep omni channel yang mengintegrasikan proses transaksi di saluran online dan offline. Saluran layanan ini memberi nilai tambah untuk solusi kemudahan pengalaman pelanggan yang ingin membeli beragam paket data/internet cukup dengan memindai (scan) QR Code dari smartphone, lalu melakukan pembayaran secara langsung di berbagai mitra outlet (penjual pulsa) dan mitra modern trade.

Melalui integrasi saluran konsep omni channel, pelanggan Telkomsel Prabayar yang terbiasa melakukan pembelian secara langsung di mitra outlet ataupun mitra modern trade, kini terlebih dahulu dapat memilih dan menentukan paket yang diinginkan dengan mudah, cukup melakukan scan QR Code yang tertera pada poster campaign promo di media digital atau sejumlah titik lokasi di seluruh wilayah Indonesia, seperti di billboard, mitra outlet maupun modern trade. Selain menggunakan scan QR Code, pembelian paket data juga dapat dilakukan dengan mengakses UMB *363*369#, kemudian melakukan pembayaran di mitra outlet dan modern trade terdekat seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi dan lain sebagainya.

Direktur Sales Telkomsel Adiwinahyu Basuki Sigit mengatakan “Dengan melakukan integrasi saluran layanan offline dan online melalui konsep penjualan omni channel, kami terus berupaya mendengarkan masukan pelanggan setia Telkomsel Prabayar yang membutuhkan kecepatan proses transaksi saat melakukan pembelian paket di saluran offline seperti melalui mitra outlet dan mitra modern trade. Saluran penjualan ini juga menghadirkan ragam dan varian paket data yang terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat, seperti varian paket data/internet varian kuota data dengan masa aktif harian hingga mingguan yang lebih personalized dengan kebutuhan tiap pelanggan dan #PastiMurah. Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk selalu hadir memberikan kemudahan di setiap fase kehidupan masyarakat melalui inovasi ragam produk dan layanan yang mengedepankan prinsip customer-centricity.”

Pelanggan yang mengakses saluran omni channel ini bisa mendapatkan jenis paket kuota yang beragam dan #PastiMurah. Jenis paket kuota yang ditawarkan juga akan terus berkembang seiring dengan kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. Saat ini, pelanggan Telkomsel Prabayar bisa mendapatkan penawaran paket data mulai dari harga eceran terendah Rp9 ribu dengan pilihan masa aktif harian yang beragam, serta berbagai paket kuota data unggulan Telkomsel lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, seperti Combo Sakti, Internet Sakti, UnlimitedMAX, hingga paket Surprise Deal yang merupakan paket yang paling ditunggu oleh pelanggan.

Kehadiran saluran penjualan omni channel ini juga turut membantu peningkatan produktivitas dan pendapatan mitra outlet yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM yang sampai saat ini menghadapi tantangan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Sejak diperkenalkan pada Desember 2021 lalu, Telkomsel mencatat kenaikan transaksi yang cukup signifikan para pelanggan yang membeli produk Telkomsel melalui omni channel dan melakukan pembayaran melalui mitra outlet, dimana hingga saat ini ada sekira lebih dari 100 ribu mitra outlet Telkomsel yang telah aktif menerima transaksi pembayaran, dengan keseluruhan transaksi rerata mencapai lebih dari 50 ribu transaksi per hari.

“Semua layanan dan inisiatif tersebut kami hadirkan semata-mata untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan berkolaborasi bersama para mitra strategis, dengan menghadirkan ragam layanan terbaik. Kami berharap dapat terus menghadirkan inovasi solusi layanan yang lengkap dari mulai pembelian hingga layanan purna jual yang prima, sehingga dapat membuka lebih banyak potensi kemajuan seluruh elemen masyarakat secara umum, melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat guna” kata Sigit menutup.