Home Blog Page 2776

Bupati Asahan Lepas Kafilah MTQ Asahan ke Tingkat Provinsi

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H. Surya, BSc melepas 81 Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Asahan untuk mengikuti MTQ XXXVIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Rumah Dinas Bupati Asahan, Jum’at (18/03).

Ketua LPTQ Kabupaten Asahan, Drs. Zainal Aripin Sinaga, MH mengucapkan terima kasih kepada Bupati Asahan yang telah berkenan melepas para Kafilah MTQ Kabupaten Asahan untuk bertanding ke Tingkat Provinsi Sumatera Utara.

“Para kafilah ini berjumlah 81 orang terdiri dari 52 orang peserta MTQ yang akan bertanding dan selebihnya terdiri dari pelatih, pendamping dan petugas kesehatan. Ke 52 peserta ini adalah peserta terbaik dari MTQ ke-53 Tingkat Kabupaten Asahan,” ungkap Zainal yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Asahan

Zainal juga melaporkan, untuk mencapai target 3 besar pada MTQ XXXVIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara, LPTQ Kabupaten Asahan telah memberikan pelatihan kepada peserta, agar lebih mantap dan siap dalam bertanding, meraih juara di MTQ XXXVIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara.

“Kita berharap target 3 besar dapat kita capai, dan kita dapat mengembalikan kejayaan Alquran sampai ke tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional,” ucap Zainal menutup laporannya.

Dikesempatan ini juga Kakankemenag Kabupaten Asahan Dr. H. Hayatsyah, M. Pd mengatakan sangat senang melihat perkembangan peserta dalam berlatih, untuk mengikuti MTQ XXXVIII Tingkat Provsu.

“Kami optimis Kafilah Kabupaten Asahan dapat mencapai target yang diinginkan, dan dapat mengembalikan kejayaan Al-Qur’an di Kabupaten Asahan,” tutur Hayatsyah.

Di kesempatan yang sama, Bupati Asahan H. Surya, BSc berharap kepada para pendamping dan pelatih dapat memberikan pendampingan dan pelatihan yang terbaik kepada peserta MTQ yang akan bertanding di MTQ XXXVIII, agar target 3 besar di MTQ dapat dicapai.

Selanjutnya Bupati Asahan berharap kepada LPTQ Kabupaten Asahan, senantiasa melakukan pembinaan tilawatil Quran untuk melahirkan para generasi Alquran yang berkualiatas.(dat/han)

Tegakkan Perda, BPKPD Humbahas Gencar Tagih Pajak

TAGIH: Satpol PP bersama petugas Kecamatan melakukan penagihan pajak, disalah satu restoran di Humbahas, belum lama ini.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Humbang Hasundutan (Humbahas), dalam hal ini Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) bersama Satpol PP gencar melakukan penagihan pajak secara langsung, seperti Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan, perkotaan (PBB P2), dan restoran.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah John Harry Marbun melalui Kepala Bidang Pendapatan Tua Marsatti Marbun mengatakan, sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan Nomor 18 Tahun 2011, dimana setiap usaha yang termasuk kategori restoran sebagaimana dimaksud dalam Perda tersebut dengan kriteria memiliki penjualan di atas Rp3 juta per tahun wajib membayar pajak restoran.

Pihaknya bekerjasama dengan Satpol PP, serta kecamatan menagih pajak, baik wajib pajak yang tidak melaksanakan kewajibannya akan dilakukan penagihan atau tindakan lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

” Kami juga memberikan penjelasan bagaimana pajak itu bermanfaat untuk membantu pembangunan Kabupaten Humbahas,” ujar Tua, sapaan akrabnya, Jumat (18/3) di Dolok Sanggul.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Vandeik Simanungkalit mengatakan, dalam kegiatan pendampingan tersebut petugas Satpol PP mengajak masyarakat untuk mematuhi ketentuan peraturan daerah yang berlaku.

Adapun yang telah mereka laksanakan, yakni penagihan pajak restoran dilakukan ke beberapa wajib pajak di kota Doloksanggul.

Dari beberapa tempat usaha yang dikunjungi, wajib pajak telah melunasi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dan itu menurutnya, sebuah kepatuhan masyarakat terhadap peraturan daerah khususnya sektor Pendapatan Asli Daerah akan membantu mewujudkan pembangunan di Kabupaten Humbang Hasundutan.

” Jadi, Satpol PP sifatnya sesuai tugas fungsinya mengawal produk hukum daerah di Kabupaten Humbang Hasundutan,” tegasnya. (des/han)

Kampung Perikanan Budidaya Dilaunching di Sibirubiru

BANTUAN: Wabup Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar memberi bantuan di sela-sela acara Launching Kampung Perikanan Budidaya di Desa Mbaruai dan Birubiru, Kecamatan Birubiru, Kamis (17/3).batara/sumut pos.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar menghadiri Launching Kampung Perikanan Budidaya dan Penyerahan Sertifikat Instalasi Karantina Ikan (IKI) serta Sertifikat Cara Karantina Ikan Yang Baik (CKIB) kepada Usaha Mikro Kecim Menengah (UMKM) yang melakukan ekspor mandiri di Desa Mbaruai dan Birubiru, Kecamatan Birubiru, Kamis (17/3).

Hadir di acara tersebut, Direktur Pakan dan Obat Ikan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ir Ujang Komarudin AK MSc, mewakili Kepala BKIPM Medan 1, M Burlian MPi, MSi, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjungmorawa Iskandar.

Wabup dalam sambutannya mengatakan dalam menyusun program pembangunan di sektor perekonomian khususnya sektor kelautan dan perikanan sekaligus menunjang ketahanan pangan yang diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Deli Serdang.

Wabup juga berharap, keberadaan Program Kampung Perikanan Budidaya yang dicanangkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya berpotensi untuk memulihkan perekonomian masyarakat, terlebih di masa pandemi saat ini.

“Untuk itu, kami bersyukur atas terpilihnya Desa Mbaruai dam Birubiru, Kecamatan Birubiru, sebagai Kampung Perikanan Budidaya Ikan Mas. Ini akan menjadi motivasi bagi kami dala meningkatkan kinerja untuk memberdayakan masyarakat nelayan dan pembudidayaan ikan ke depannya,” kata Wabup.

Sebelumnya Kadis Perikanan Ir Hj Syarifah Alwiyah dalam laporannya menyampaikan Bahwa Kabupaten Deliserdang adalah Kabupaten penyangga untuk Sumatera Utara dan kota Medan Khususnya dalam pemenuhan konsumsi ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar. Sebesar 37% kebutuhan konsumsi ikan di Sumatera Utara itu dari Kabupaten Deliserdang.

Ia juga menjelaskan,di Kabupaten Deliserdang sendiri untuk pemasok ikan air tawar terbesar berada di Kecamatan Birubiru. Produksi perikanan mencapai 100.000 ton lebih dengan 57.000 ton produksi perikanan air tawar, dan dari 57.000 ton yang di produksi 36 % berasal dari Kecamatan Birubiru. (btr/azw)

Launching Ekosistem Pembayaran Nontunai, Pilihan Mudah dalam Bertransaksi

HADIR: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, H Irwansyah Nasution menghadiri peluncuran ekosistem pembayaran nontunai di Binjai Milenial Market, Kamis (17/3).teddy akbari/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, H Irwansyah Nasution menghadiri peluncuran ekosistem pembayaran nontunai di Binjai Milenial Market (BMM), Kamis (17/3). Pemilik BMM, Jimmy Vincent menjelaskan, BMM merupakan wadah kreativitas bagi kaum milenial yang mempunyai bakat seperti musik, tari, stand up comedy, dan kegiatan lainnya.

Untuk mendukung kreativitas tersebut, menurutnya, BMM rutin membuat even setiap bulan. Dia pun menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah dipercaya oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang disupor langsung oleh Bank Indonesia untuk bekerja sama mendukung digitalisasi keuangan di Indonesia khususnya Kota Binjai.

“Kami menyadari mengubah pola tingkah laku bertransaksi dengan uang tunai ke uang digital bukan hal yang mudah, tetapi membutuhkan komitmen dan konsistensi,” katanya.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Sumatera Utara, Azka Subhan Aminurrido menyampaikan, Bank Indonesia berkolaborasi dengan bank-bank yang ada di Indonesia untuk menggalakkan transaksi non tunai. Dia menuturkan, pembayaran non tunai atau digital menjadi pilihan mudah dalam bertransaksi selama masa pandemi.

Ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kontak yang memungkinkan terjadinya penyebaran Covid-19. Tak hanya itu, dia juga mengungkapkan bahwa salah satu indikator kemajuan bangsa dapat dilihat dengan transaksi non tunai yang ada di negara tersebut.

“Selain itu, saya berharap kepada pemerintah Kota Binjai, transaksi pendapatan dapat dilakukan dengan non tunai, seperti e-parkir, e-retribusi, dan banyak lagi,” ucapnya.

Dia pun menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah Kota Binjai, Bank Indonesia, BRI, dan BMM yang menjadi bagian dalam mendukung perkembangan implementasi dan asertasi pengembangan transaksi non tunai di Indonesia. Melalui peluncuran ini, Sekda Kota Binjai berharap teknologi ini dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat dan pelaku usaha di Kota Binjai.

Menurut Sekda, teknologi ini mampu meningkatkan kecepatan dan kemudahan bertransaksi, meningkatkan akurasi data dan transparansi yang mana pada akhirnya akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kota Binjai. (ted/azw)

Enam Orang Positif Narkoba, Polisi Gerebek Pakter Tuak dan Tempat Pijat

ARAHAN: Personel Satuan Narkoba Polres Karo mendengarkan arahan sebelum melakukan penggerebekan panti pijat dan pakter tuak di Desa Bunuraua, Kecamatan Tigapanah, Kamis (17/3) malam.solideo/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Petugas gabungan Satuan Narkoba Polres Tanah Karo dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo melakukan penggerebeken di Desa Bunuraua, Kecamatan Tigapanah, Kamis (17/3) malam. Hasilnya, sebanyak 6 orang yang positif menggunakan narkoba berhasil diamankan. Penggerebekan ini dimulai dari salah satu warung tuak yang ada di Jalan Kabanjahe-Tigapanah.

Di lokasi, personel gabungan langsung melakukan pengaman lokasi dan menggeledah para pria yang tengah berada di warung tersebut.

Pemeriksaan dimulai, dari menggeledah tubuh dan barang bawaan pengunjung. Karena tak menemukan barang bukti narkoba, tim gabungan lantas melakukan tes urine. Dari puluhan yang dites, dua di antaranya positif narkoba. Keduanya lantas dibawa personel untuk diamankan. Selanjutnya, tim bergerak lagi menyisir lokasi lainnya yang disinyalir rawan peredaran dan penggunaan narkoba.

Di tempat kedua, petugas menyasar sebuah tempat pijat. Sama seperti sebelumnya, setibanya di lokasi tersebut personel melakukan penggeledahan barang bawaan tamu dan pekerja.

Setelah melakukan serangkaian penggeledahan, lagi-lagi tidak ditemukan adanya barang yang mencurigakan. Langkah selanjutnya, tim kembali mengambil sampel urine tamu dan pekerja di sana. Hasilnya, empat orang kembali kedapatan positif menggunakan narkoba.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Tanah Karo AKP Hendry D Tobing SH mengatakan, dalam ksi ini pihaknya turut melibatkan melibatkan BNNK Karo untuk tes urine dan perangkat desa. Dirinya mengatakan, dari hasil GKN malam tadi sedikitnya enam orang diamankan.

“Kita amankan enam orang, empat wanita dan dua pria,” ujar Hendry.

Dijelaskan Hendry, berdasarkan hasil tes urine keenam orang ini diketahui positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ada juga yang ganja. Nantinya, keenam orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan. (deo/azw)

Agincourt Resources Umumkan Pemenang Lomba Jurnalistik Tambang Emas Martabe

Pengumuman Pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 yang digelar secara daring, Jumat (18/3).

BATANGTORU, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe mengumumkan para pemenang kompetisi Karya Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 bertemakan ‘Melestarikan Lingkungan Demi Mas Depan’ dalam acara yang digelar secara daring pada Jumat 18 Maret 2022.

Kompetisi yang diadakan oleh PTAR untuk kelima kalinya ini diikuti oleh 23 wartawan dari Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Medan dengan total 30 karya jurnalistik. Kompetisi jurnalistik ini dimaksudkan untuk mengapresiasi para jurnalis media massa di Sumatra Utara yang selama ini mendukung operasional Tambang Emas Martabe melalui karya-karya jurnalistiknya.

Wakil Presiden Direktur PTAR, Ruli Tanio menyatakan tema kompetisi jurnalistik tahun ini sejalan dengan upaya perlindungan lingkungan yang merupakan salah satu prioritas tertinggi perusahaan. “Kelestarian Lingkungan Hidup adalah prioritas utama perusahaan, PTAR akan terus melanjutkan program-program lingkungan yang fundamental, terstruktur dan kolaboratif bersama seluruh stakeholder,” kata Ruli.

Ruli menegaskan upaya pelestarian lingkungan serta pengelolaan keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama dan diperlukan komitmen serta kerjasama sinergis antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, media dan institusi terkait, untuk tercapainya tujuan melestarikan lingkungan demi masa depan.

Dalam Kompetisi Jurnalistik Tambang Emas Martabe kali ini Netty Guslina, jurnalis Fokusmedan.com dinyatakan sebagai Juara 1 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 12 Juta Rupiah dengan karya pemberitaannya berjudul “Barumun Sanctuary Tiger Beri ‘Napas Baru’ Bagi Harimau Sumatra yang Tertindas”.

Juara 2 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 9 Juta Rupiah diraih oleh Sukri Falah Harahap, jurnalis Waspada.id yang menulis tentang “Gerak Naposo Nauli Bulung (NNB) Tapanuli Selatan Lestarikan Lingkungan”. Lalu artikel berjudul “Di Tangan Marandus Taman Eden Tak Lagi Tandus” karya Jan Piter Simorangkir, jurnalis Medanbisnisdaily.com meraih juara 3 dengan hadiah sebesar 6 Juta Rupiah.

PTAR juga mengumumkan 3 jurnalis yang meraih juara harapan dan memberikan apresiasi senilai masing–masing 2 Juta Rupiah. Ketiga juara harapan yaitu Arifin Al Alamudi, jurnalis IDN Times.com dengan artikel “Perjuangan Erwin Menyelamatkan Habitat Penyu di Pantai Muara Upu”, Ikhwan Nasution jurnalis Medanbisnisdaily.com dengan judul artikel “Bersama Mengembalikan DAS Batangtoru yang Mulai Terkikis” dan Dzulfadli Tambunan jurnalis Koran New Tapanuli dengan judul artikel “Lubuk Larangan Kearifan Lokal Pelestarian Ekosistem Sungai.”

Lestantya R. Baskoro, wartawan senior dan dosen Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) yang merupakan salah satu juri menyatakan keunggulan para pemenang terletak pada detail objek yang diliput, latar belakang masalah, penyampaian bahasa, struktur penulisan, dan nilai informasi.

Menurut Lestantya, isu pelestarian lingkungan, memiliki kekuatan penulisan, dapat menciptakan inspirasi  pihak lain. “Sebenarnya inilah yang diharapkan dari sebuah penulisan berita lingkungan yakni mengajak dan menggerakkan pembaca untuk peduli dan mencintai lingkungan,” kata Lestantya.

“Pada tulisan berjudul “Barumun Sanctuary Tiger Beri “Napas Baru” Bagi Harimau Sumatra yang Tertindas” karya Netty Guslina, pembaca diajak memahami bagaimana peran serta Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala (YPBMM) dalam program penyelamatan harimau Sumatra dan diberikan gambaran tentang kondisi Panthera Tigris Sumatra tersebut di hutan Sumatra,” kata Lestantya.

Sementara karya tulis tentang “Gerak NNB Tapanuli Selatan Lestarikan Lingkungan, kita disuguhi informasi tentang organisasi Naposo Nauli Bulung (NNB) yang bergerak dalam pencegahan bencana. “Tulisan ini menggambarkan bagaimana organisasi yang anggotanya ada di setiap desa memiliki berbagai program dan aktivitas pencegahan bahaya banjir. Dari tulisan tersebut, kita dapat memetik pesan, bahwa kebersamaan dan kesadaran bersama diperlukan untuk berkontribusi dalam pencegahan bencana banjir sebagai dampak masalah lingkungan.” kata dia.

Pada tulisan “Di Tangan Maradus Taman Eden Tak Lagi Tandus” sebagai Juara 3, kita melihat profil Marandus Sirait yang berbelas tahun menghijaukan kawasan di Danau Toba. Tulisan ini memiliki kekuatan memotret perjalanan Marandus Sirait yang memilih menghijaukan hutan untuk mencegah longsor di kawasan itu dan meninggalkan pekerjaannya di Ibu Kota. “Sebuah kepedulian tanpa pamrih yang bisa menginspirasi banyak orang,” kata dia.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono menyampaikan apresiasi kepada para pemenang. Katarina menjelaskan, pengumuman para pemenang ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Penguatan Kompetensi Jurnalis yang dilaksanakan pada 11 November 2021 di Medan dan 7 Desember 2021 di Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara dan diikuti total 80 jurnalis.

“Melalui kegiatan penguatan kompetensi jurnalis atau media capacity building yang telah dilakukan rutin sejak tahun 2013 kami melihat program ini sudah berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi dan pengetahuan para jurnalis baik di level regional dan provinsi,” kata Katarina. Menurutnya, program ini adalah salah satu komitmen rutin PTAR dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas rekan-rekan media di Sumatra Utara.

Di tahun 2022 ini di mana memasuki usia satu dekade produksi, PTAR menekankan akan kemajuan keberlanjutan dengan memberikan perhatian besar pada pelestarian keanekaragaman hayati. “Untuk itu kami pun mendorong rekan-rekan media untuk berinisiatif menulis artikel tentang pelestarian lingkungan di Sumatra Utara yang konstruktif dan inspiratif,” kata Katarina.

Sementara itu Netty Guslina, Sang Juara 1 menyatakan terima kasih kepada Tambang Emas Martabe yang rutin menggelar kegiatan kompetisi jurnalistik seperti ini. “Dengan kompetisi seperti ini memberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan menulis para jurnalis di Sumatra Utara, dan harapannya, Martabe tetap konsisten dengan kegiatan seperti ini,” kata Netty.

Sukri Falah Harahap, peraih Juara 2 bersyukur bisa meraih Juara 2. “Alhamdulillah saya meraih juara kedua, yang mana gaya penulisan karya jurnalistik tersebut murni saya aplikasikan dari ilmu yang didapat pada pelatihan jurnalistik lingkungan diselenggarakan PTAR bersama  LPDS di PIA Hotel Pandan Tapanuli Tengah beberapa bulan lalu,” kata Sukri sembari menambahkan terimakasihnya atas komitmen PTAR untuk turut serta meningkatkan kompetensi dan kapabilitas wartawan di Sumatera Utara, khususnya di Tapsel, Tapteng dan Taput.

Jan Piter Simorangkir, peraih Juara 3 berterimakasih kepada PTAR yang sudah ikut mendorong dan mencerdaskan jurnalis di wilayah lingkar tambang dan Sumatra Utara. “Melalui kompetisi ini akan melahirkan jurnalis-jurnalis handal, peduli dan ikut mencerdaskan masyarakat serta memberikan semangat kepada insan-insan peduli lingkungan. Jika jurnalis cerdas, daerah dan negara juga akan cerdas,” kata Jan Piter. (Rel)