Home Blog Page 2800

Airlangga: Arahan Presiden, Karantina Umrah dan PPLN Hanya Berlaku Sehari

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan masa karantina bagi jamaah umrah dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) kembali dikurangi menjadi 1 hari.

“Arahan Bapak Presiden, karantina sudah dikurangi menjadi 1 hari baik umrah maupun PPLN mulai besok dengan SE dari BNPB yang baru,” ujarnya saat Konferensi Pers PPKM secara daring, Senin (7/3).

Mengenai pengaturan teknisnya, lanjutnya, apabila ditemukan positif dari jamaah umrah maupun PPLN maka akan langsung dilakukan isolasi.

Terkait dengan jumlah kasus COVID-19 dari jamaah yang melaksanakan umrah, pemerintah mencatat terdapat kasus positif dengan rata-rata sebesar 47 persen.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini berharap masyarakat dapat senantiasa menjaga kedisiplinan serta pemerintah juga akan terus mendorong vaksinasi dosis kedua, termasuk protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi.

“Beberapa waktu lagi kita akan memasuki bulan Ramadan, kira-kira 26 hari lagi, sehingga kita tidak boleh tidak waspada terhadap varian Omicron yang masih ada di sekitar kita,” ujar dia.

Selain itu, Airlangga juga menyampaikan terkait subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat yang diperpanjang dari Juli-Desember dengan tambahan anggaran Rp6,33 triliun sehingga total anggaran subsidi KUR di 2022 sebanyak 11,97 persen yang diambil dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional.

Terkait dengan bantuan tunai bagi pedagang kaki lima dan nelayan telah disiapkan untuk 2,76 juta penerima yang terdiri dari 1 juta pedagang kaki lima dan warung dan 1,76 juta nelayan. Bantuan tersebut akan disalurkan oleh TNI Polri dengan jumlah bantuan Rp600 ribu per orang.

“Ini di kota prioritas atau kabupaten untuk pengentasan kemiskinan ekstrem di tahun 2022 sebanyak 212 kabupaten kota. Hal ini diharapkan bisa segera di realisasikan,” tuturnya.

Kemenkominfo Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Fenomena Catfishing

Kemenkominfo Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Fenomena Catfishing di Internet

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dengan meningkatnya kekhawatiran akan potensi kejahatan daring melalui catfishing, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menghadirkan edukasi digital untuk masyarakat Indonesia melalui program daring “Obral Obrol liTerasi Digital: Mengenal Fenomena Penipuan Catfishing” yang disiarkan melalui Youtube dan Facebook pada 24 Februari 2022.

Pembicara tamu terkemuka yang hadir di acara ini antara lain: Relationship Expert & Psikolog, Dian Wisnuwardhani; Pemeriksa Fakta MAFINDO, Bentang Febrylian; dan Dewan Pengarah Siberkreasi / ICT Watch, Donny B.U.

Mengenal Fenomena Catfishing

Catfishing merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan penipuan yang menggunakan identitas online palsu untuk mengelabuhi korban. Penipu biasanya menggunakan foto dan informasi orang lain untuk menciptakan persona online yang dapat dipercaya, dan kemudian memikat korban untuk selanjutnya korban dijebak dalam berbagai penipuan dan berujung pada tindakan kriminal.

Fenomena catfishing ini ternyata menjadi faktor resiko utama bagi para pengguna aplikasi kencan. Sebuah studi menyatakan, 65% dari total 18.000 responden di 27 negara, termasuk Indonesia, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap aplikasi kencan, dan yang menyedihkan, 15% dari total responden melaporkan bahwa mereka pernah mengalami penipuan. Dari berbagai modus penipuan, catfishing menjadi modus operandi nomor satu dengan 51% dari mereka yang menjadi sasaran pernah terjebak di dalamnya.

Kebebasan internet memungkinkan siapa saja untuk membuat identitasnya sendiri, sehingga siapa pun dapat menjadi karakter apa pun yang diinginkan secara daring. “Internet memungkinkan orang untuk melakukan identity play, dalam arti seseorang bisa membuat identitasnya sendiri sehingga Ia bisa menjadi apa saja karakter yang diinginkan di dunia maya. Sayangnya, teknologi ini juga digunakan untuk melakukan sejumlah penipuan,” ujar Donny.

Karakteristik Catfishing

Ada ciri-ciri utama yang dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi catfishing, yaitu: menolak melakukan video call, menghindari pertemuan tatap muka, dan membatasi komunikasi hanya melalui chat dan voice call. “Kemungkinan besar, pelaku catfishing berperilaku seperti itu untuk melindungi identitasnya agar tidak terbongkar. Jadi, korban tidak akan tahu wajah pelaku catfishing yang sebenarnya,” ujar Bentang.

Lebih lanjut, Dian memandang fenomena catfishing terjadi ketika orang tidak nyaman dengan dirinya sendiri, sehingga pelaku tidak dapat menunjukkan pribadi aslinya tanpa penyamaran. “Dari sudut pandang psikologi, ini disebut identity confusion, jadi mereka bingung dengan diri mereka sendiri. Ketika kita menggunakan Facebook atau Instagram, lalu sering mengambil foto dengan menggunakan filter dibandingkan tampil alami, ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan kepribadian orang tersebut,” ujar Dian.

Saat ini Kemenkominfo melalui GNLD Siberkreasi terus menghadirkan berbagai webinar dan program workshop edukasi untuk menyikapi isu literasi digital.

Untuk bisa mendapatkan informasi mengenai kegiatan Obral Obrol liTerasi Digital dan kegiatan lainya, dapat dilihat di info.literasidigital.id atau ikuti akun sosial media @siberkreasi.

Tentang Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo), melalui Ditjen Aptika, memiliki fungsi utama menyebarluaskan dan mengembangkan infrastruktur digital nasional untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Kemenkominfo bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi sebagai mitra untuk memberikan edukasi dalam literasi digital kepada masyarakat melalui berbagai bentuk media. Gerakan ini difokuskan pada pemanfaatan literasi digital sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan bangsa dan memajukan bangsa Indonesia. (*/rel)

Polres Tebingtinggi Gelar Vaksinasi Massal

sopian/sumut pos VAKSIN: Petugas Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga yang mengikuti program Vaksinasi serentak seluruh Indonesia di Anjungan Sri Mersing Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polres Tebingtinggi dan Polda Sumatera Utara kembali menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 dengan tema Vaksinasi Massal Serentak di Seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di Anjungan Sri Mersing Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi ini sudah dimulai sejak Desember 2021.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto saat di temui di Anjungan Sri Mersing Lapangan Merdeka Tebingtinggi, Jumat (4/3) menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi ini seabgai antisipasi meningkatnya penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron.

“Kegiatan Vaksinasi Covid-19 yang kita gelar ini mengusung tema Vaksinasi Serentak Massal di Seluruh Indonesia yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 khususnya varian Omicron yang belakangan ini membuat terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia khususnya di Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi ini juga meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan melengkapi vaksin Covid-19 sampai dosis ke-3.

“Masyarakat kita harapkan tetap waspada, menjaga diri dan keluarga dengan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat serta mengikuti anjuran Pemerintah untuk mengikuti Vaksinasi Covid-19 hingga dosis ke-3 di gerai-gerai Vaksinasi Covid-19 yang ada di Kota Tebingtinggi,” tutupnya.

Salah satu warga yang mengikuti vaksin Ibu Lisa mengatakan agar seluruh masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk mengikuti Vaksin Covid-19 karena dengan vaksin Kota Tebingtinggi bisa terbebas dari Covid-19.

“Gelaran vaksin bagus ya, jadi jika masyarakat semua mengikuti vaksin yang dibuat oleh Pemerintah kita ini dan saya yakin Covid-19 akan berkurang disini,” ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Tebingtinggi Dedi Parulian Siagian juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada mengingat Kota Tebingtinggi saat ini menjalankan PPKM Level 3.

Imbau Dedi, agar masyarakat tidak lalai mematuhi protokol kesehatan 5M, khususnya memakai masker. Dan bagi masyarakat yang belum mendapatkan Vaksin Covid-19, agar segera mengunjungi gerai-gerai Vaksinasi yang ada di Kota Tebingtinggi karena vaksin ini sangat penting untuk membentuk herd imunity.

“Kita ikuti anjuran Pemerintah untuk mengikuti Vaksinasi Covid-19 sampai dengan Dosis 3 agar penyebaran Covid-19 daapt diputus,” ucapnya saat meninjau paksanaan Vaksinasi Massal. (ian/han)

Pabrik Fujimi Epson Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

TENAGA SURYA: Pabrik Fujimi Epson yang menggunakan pembangkitlistriktenaga surya.

SUMUTPOS.CO – Seiko Epson Corporation (TSE: 6724, “Epson”) telah mulai menggunakan layanan pembangkit listrik tenaga surya di lokasi (model PPA1) yang disediakan oleh SMFL MIRAI Partners Co., Ltd. (“SMFL MIRAI Partners”), anak perusahaan strategis Sumitomo Mitsui Finance dan Leasing Co., Ltd. (“SMFL”).

Berdasarkan perjanjian ini, Mitra SMFL MIRAI memiliki peralatan pembangkit tenaga surya yang dipasang di atap Pabrik Fujimi Epson yang akan memperbaiki dan memelihara peralatan tersebut.

Panel yang digunakan dalam sistem, memiliki kapasitas 549 kW dan dapat memasok sekitar 667 MWh listrik per tahun (jumlah yang setara dengan yang digunakan oleh sekitar 150 rumah tangga biasa). Semua listrik yang dihasilkan akan dipasok ke Pabrik Fujimi, mengurangi emisi CO2 tahunan sekitar 253 ton.

Fuji Furukawa Engineering & Construction Co., Ltd., yang bertanggung jawab atas EPC2, membangun sistem pembangkit listrik tenaga surya.

Ini adalah sistem pembangkit tenaga surya pertama yang menggunakan model PPA yang diperkenalkan di situs Epson di Jepang. Ini menandai dimulainya upaya domestik untuk meningkatkan jumlah daya yang dihasilkan Epson secara pribadi dan akan berkontribusi pada perluasan sumber daya energi terbarukan, yang permintaan publiknya terus meningkat.

Mitra SMFL MIRAI menggunakan ini sebagai batu loncatan untuk mengusulkan pengenalan sistem tambahan menggunakan model PPA di pabrik Epson, kantor, dan perusahaan Grup, dan ini akan mendukung upaya Grup Epson untuk memperluas jumlah daya yang dihasilkan di lokasi.

Epson sedang mengejar upaya untuk mencapai Visi Lingkungan 2050, yang menguraikan kebijakan jangka panjang perusahaan untuk pengelolaan lingkungan. Epson juga menjadikan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian penting dari skenario pencapaian SBT3 untuk mencapai tujuan dekarbonisasi Perjanjian Paris. Selain mencapai tujuan lingkungan kami sendiri, kami akan membantu membangun pengakuan publik yang lebih luas akan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan untuk menghilangkan karbon dan untuk mendorong lingkungan sosial yang memfasilitasi adopsi energi terbarukan.

Mitra SMFL MIRAI sedang mengembangkan layanan energi seperti pembangkit listrik di lokasi dan bisnis agen ritel listrik bersih. SMFL menyediakan berbagai layanan keuangan, termasuk leasing, untuk investasi modal dalam energi terbarukan dan peralatan hemat energi. Grup SMFL akan terus berkontribusi untuk mewujudkan masyarakat bebas karbon dengan memberikan solusi yang mendukung manajemen dekarbonisasi perusahaan.(rel/ram)

Banding di PT Kandas, Hukuman Tiga Koruptor di Nias Barat Diperberat

istimewa VONIS: Sidang vonis tiga terdakwa yang terlibat dalam korupsi pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, Kabupaten Nias Barat di Pengadilan Tipikor Medan, beberapa waktu lalu.

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Hukuman koruptor pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, di Desa Onowaembo Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat Tahun 2016, diperberat. Pengadilan Tinggi (PT) Medan menghukum mantan kapala desa (kades) dan Ketua Komite Sekolah, Edison Daeli alias Ama Berta 8 tahun penjara.

Putusan ini sekaligus mengubah putusan Pengadilan Tipikor Medan Nomor : 19/Pid.Sus-TPK/2021/PN Mdn, tanggal 2 Agustus 2021, yang dimohonkan banding sekedar pidana pokok yaitu pidana badan dan pidana denda yang dijatuhkan kepada terdakwa.

Majelis hakim banding diketuai Linton Sirait SH MH dalam amar putusannya, perbuatan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 8 tahun, denda Rp400 juta, subsider 3 bulan kurungan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Minggu (6/3).

Selain itu, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2.083.708.934. Dengan ketentuan, apabila dalam waktu satu bulan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum terdakwa tidak membayar membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk membayar uang pengganti tersebut.

“Apabila tidak mencukupi, maka diganti pidana penjara selama 2 tahun,” tegasnya.

Selain Edison, terdakwa lainnya yakni Sekretaris Komite Pembangunan Unit Sekolah Fa’atulo Daeli alias Fa’a dan Bendahara Komite Marlina Daeli alias Ina Indri juga dijatuhi hukuman yang sama. Bedanya, kedua terdakwa tidak dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara. Atas putusan tersebut, ketiga terdakwa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya di Pengadilan Tipikor Medan, ketiga terdakwa dihukum masing-masing 7 tahun penjara, denda Rp300 juta, subsider 3 bulan kurungan, pada 3 Agustus 2021. Kemudian, untuk terdakwa Edison Daeli dibebankan membayar uang pengganti dengan jumlah dan subsider hukuman yang sama.

Diketahui, terdakwa Edison dalam perkara ini, ditunjuk sebagai Ketua Komite Pembangunan Unit Sekolah Baru Sekolah Luar Biasa (USB-SLB) negeri tersebut oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat. Dalam pelaksanaannya, terdakwa tidak sendirian tetapi melibatkan saksi Fa’atulo Daeli alias Fa’a dan Marlina Daeli alias Ina Indri.

Jaksa menjelaskan, perkiraan di Bulan April 2016 hingga Mei 2017 pembangunan sekolah itu dilaksanakan. Namun ternyata, pembangunan sekolah tidak melibatkan pihak-pihak terkait. Yaitu tim pengelola, tim perencana, tim pengawasan, tim pengelola keuangan dalam pekerjaan Pembangunan USB-SLB Negeri di Desa Onowaembo Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat Tahun Anggaran 2016.

Tak hanya itu, ternyata penentuan lokasi pembangunan sekolah, ditempatkan di atas lahan yang tidak memenuhi petunjuk teknis dan terdakwa tidak dapat memberikan atau menunjukkan seluruh dokumen pertanggungjawaban keuangan terkait pembangunan USB-SLB tersebut.

Kemudian, dari Surat Perjanjian antara Pejabat Pembuat Komitmen Subdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Ketua Komite Pembangunan USB SLB Negeri Onowaembo Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat, tentang Pemberian Bantuan Pemerintah Meubelair untuk Pembangunan USB SLB tahun 2016 Nomor: 038/D6.3/KU/2016 tanggal 13 Mei 2016, telah terjadi kesalahan yang dilakukan oleh terdakwa.

Sehingga atas temuan-temuan itu, terdakwa telah terindikasi melakukan perbuatan tindak pidana korupsi.

Hal itu, katanya diperkuat berdasarkan laporan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara, yang menyebabkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp2.083.708.934,00.

(man/azw)

Polisi Tangkap Pasutri Bandar Sabu

TERSANGKA: Pasutri yang ditangkap Satuan Res Narkoba Polres Asahan, kemarin.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Res Narkoba Polres Asahan menangkap pasangan suami istri (pasutri) warga Jalan Rel Kereta Api Lingkungan V Kelurahan Betingkuala Kapias Kecamatan Teluknibung Kota Tanjungbalai. Pasangan suami istri berinisial ASH alias Pian (45) dan E alias Amoy (36) itu diamankan atas dugaan sebagai bandar narkotika jenis sabu. Dari tersangka petugas menyita barang bukti 1 timbangan elektrik, 892.87 gram dari sembilan plastik klip berisikan sabu dan lainnya.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH mengatakan pasangan suami istri tersebut diamankan pada hari Selasa tanggal 1 Maret 2022 pukul 17.00 wib.

“Awalnya petugas mendapat informasi dari masyarakat yang melaporkan di daerah Bendang Kecamatan Airjoman Asahan ada seorang laki laki berinisial ASH alias Pian (45) dengan ciri ciri mengendarai sepeda motor jenis kawasaki ninja warna hijau dan berbadan tinggi sebagai bandar narkotika jenis sabu,”kata Kapolres, Rabu (2/3).

Mendapat informasi tersebut, Kanit I Satuan Reserse Narkoba Iptu Mulyoto SH MH memerintahkan personel melakukan penyamaran sebagai pembeli narkoba.

“Setelah dilakukan komunikasi dan pelaku ASH alias Pian (45) merespon dengan menentukan tempat bertemu di Jalan Lingkar Seiraja Kecamatan Seitualang Raso Kota Tanjungbalai. Kemudian saat di lokasi yang di sepakati, personel melihat pelaku ASH alias Pian datang dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja dan pada saat itu juga pelaku memberikan sebuah berusikan sabi,”ucap Kapolres.

Tidak membuang waktu lama, pelaku ASH alias Pian langsung diamankan bersama barang bukti 1 bungkus plastik berisi sabu. “Setelah diamankan, petugas melakukan pengembangan dengan mendatangi kediaman rumah pelaku dan hasil penggeledahan rumah pelaku di dapati sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu,” ujar Kapolres.

Selain pelaku ASH alias Pian yang diamankan, Kapolres menyebutkan petugas turut mengamankan istri pelaku E alias Amoy (36) yang diduga ikut terlibat dalam kasus tindak pidana narkotika jenis sabu. (dat/azw)

Tinjau Sungai Selayang, Wali Kota Cari Sumber Masalah Banjir

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau Sungai Selayang di Jalan Sei Belutu, Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (5/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau Sungai Selayang di Jalan Sei Belutu, Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang. Warga berharap dilakukan gotong-royong bersama untuk membersihkan Sungai Selayang yang mengalami pendangkalan dan penyempitan sehingga memicu terjadinya banjir.

Selain Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, pembersihan bersama Sungai Selayang melibatkan personel P3SU dan jajaran dari 6 kecamatan yakni Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun dan Polonia.

Pembersihan dilakukan mulai aliran Sungai Selayang yang melintasi Jalan Sei Silau hingga Jalan Dr Mansyur. Selain dilakukan secara manual, pembersihan sungai juga didukung 8 unit alat berat milik Dinas PU.

Peninjauan dilakukan Bobby Nasution usai Salat Dzuhur. Yang pertama kali ditinjau Sungai Selayang yang melintasi Jalan Sei Belutu, persisnya sebelah Masjid Al Ishlah. Didampingi Dandim 0201/Medan Letkol Inf Ferry Muzawwad SIP dan segenap pimpinan OPD terkait, Bobby Nasution langsung menyusuri pinggiran sungai di tengah panas terik.

Bahkan, orang nomor satu di Pemko Medan sampai turun hingga tepi sungai karena terhalang tembok guna melihat langsung kondisi pendangkalan dan penyempitan sungai yang terjadi. Setelah itu Bobby Nasution menyaksikan satu unit excavator tengah membersihkan lumpur dan sampah di aliran Sungai Silau, tepatnya sebelah Kafe Rumah Pohon.

Setelah memberikan sejumlah arahan, Bobby Nasution dibonceng Dandim 0201/Medan mengendarai sepeda motor selanjutnya meninjau aliran Sungai Selayang yang melintasi Jalan Sei Silau, persis seputaran jembatan.

Di tempat itu menantu Presiden Joko Widodo ini menemukan penyempitan yang lebih parah, ada beberapa meter penampang sungai mengecil hingga sekitar 2 meter sehingga aliran air kurang lancar dan perlu dilakukan pelebaran. Kemudian peninjauan dilanjutkan ke aliran Sungai Selayang yang melintasi Jalan Sei Asahan, kondisi sungai juga sama yakni mengalami pendangkalan dan penyempitan sehingga perlu dilakukan pembersihan secara rutin.

Kedatangan Bobby Nasution langsung disambut gembira warga. Sebab, apa yang mereka keluhkan secepatnya disikapi. “Terima kasih, Pak Wali Kota sudah datang kemari. Kami berharap pembersihan bersama Sungai Selayang ini dapat mengatasi persoalan banjir yang kami rasakan selama ini,” ungkap Ika, salah seorang ibu rumah tangga yang mengaku baru kali ini kawasan tempat tinggal mereka yang persis di pinggiran Sungai Selayang dikunjungi Wali Kota.

Bobby Nasution tersenyum mendengarnya. “Insya Allah pembersihan bersama Sungai Selayang ini dapat meminimalisir terjadinya banjir. Saya berharap warga juga dapat membantu pembersihan bersama ini. Sebab, penanganan banjir diperlukan kolaborasi dari semua, termasuk warga. Minimal menjaga kebersihan sungai dengan tidak buang sampah ke dalam sungai,” kata Bobby Nasution.

Setelah mengecek pembersihan aliran sungai yang melintasi Jalan Sei Asahan, Bobby Nasution istirahat sejenak sekaligus makan siang bersama warga sekitar secara lesehan dengan duduk di atas tikar. Setelah itu Bobby Nasution melanjutkan peninjauan aliran Sungai Selayang yang melintasi Jalan Sei Padang Ujung dan Jalan Dr Mansyur Medan. Tampak personel P3SU dari 6 kecamatan dan petugas Dinas PU berjibaku membersihkan sampah dan lumpur yang menyebabkan pendangkalan.

Usai meninjau dan memimpin gotong-royong bersama membersihkan Sungai Selayang, Bobby Nasution menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti permintaan warga. “Belakangan ini saya banyak sekali menerima permintaan warga, termasuk melalui media sosial. Warga minta gotong-royong agar diaktifkan kembali. Alhamdulillah, mulai pagi sampai jelang sore ini kita telah melaksanakan gotong royong bersama untuk membersihkan Sungai Selayang. Melalui kegiatan ini diharapkan gotong royong dapat aktif kembali,” harapnya.

Dalam peninjauan yang dilakukan tersebut, Bobby Nasution tidak hanya memastikan pelaksanaan gotong-royong bersama dilakukan maksimal, tapi juga mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir untuk selanjutnya dicarikan solusi mengatasinya.

Bobby Nasution berharap OPD terkait benar-benar menjalankan tugasnya guna mengatasi banjir, sebab banjir merupakan salah satu program prioritas utama yang harus dituntaskan. Sikap tegas telah ditunjukkan suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu terhadap sejumlah pejabat OPD terkait yang kurang mendukung penanganan banjir dengan melakukan pencopotan. (map/ila)

 

 

 

Wakapoldasu Lolos Seleksi Administrasi Pejabat KPK

Dadang Hartanto .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapolda Sumut), Brigjen Dadang Hartanto lolos seleksi administrasi calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama 2022.

Hal itu termaktub dalam pengumuman nomor B/002/Pansel KPK/03/2022, bersama sejumlah Jenderal Polri dan Petinggi Kejaksaan Agung (Kejagung) lainnya, di antaranya Jaksa Fungsional pada Jampidsus Kejaksaan Agung KMS A Roni serta Mochamad Rum Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto serta Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Rudi Setiawan.

Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Minggu (6/3). “Iya benar. Nama-nama tersebut nantinya akan ditempatkan dalam posisi Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, bila lolos dalam tahap selanjutnya,” ujarnya.

Adapun sesuai informasi, untuk posisi Direktur Penyidikan KPK, terdapat sejumlah nama dari instansi Polri. Mereka diantaranya, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Totok Suharyanto, Kasubdit I Dittipidkor Bareskrim Polri, Kombes Sigit Widodo, Irwasda Polda Bali, Kombes Awang Joko Rumitro dan Kasatgas Penyidikan KPK, Budi Sokmo Wibowo.

Selain itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri turut lolos dalam seleksi administrasi kali ini. Pria berlatar belakang jaksa itu melamar untuk posisi Kepala Sekretariat Dewan Pengawas.

Sementara, Kepala Bagian Pemberitaan Biro Humas di KPK Yuyuk Andriati Iskak melamar untuk posisi Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK. Adapun para peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi wajib untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya, yakni penulisan makalah/policy brief serta bahan presentasi. (dwi/ila)

Gubsu Datangi Pernikahan Anak Pedagang Sate Kerang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang penjual sate kerang, Juli Verawati terkejut didatangi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Ia tak menyangka orang nomor satu di Sumut itu datang langsung ke Dusun Budiman, Desa Beringin, Deli Serdang, tempat pernikahan anaknya diadakan.

Awalnya Juli mengundang secara langsung Gubernur Edy di Masjid Gubsu Rumah Dinas, Jalan Jenderal Sudirman Medan. Juli mengaku sebenarnya sudah senang apabila yang datang sekadar karangan bungan

Namun tak disangka, Edy Rahmayadi langsung mengunjungi keluarga penjual sate kerang itu.

“Tidak disangka, ayah (Edy Rahmayadi) mau datang kemari, sebenarnya sekadar karangan bunga saja sudah senangnya, tapi ayah langsung datang kemari,” ungkap Juli menjawab wartawan di sela-sela acara, Minggu (6/3).

Yunita, penjual sate kerang yang masih bersaudara dengan Juli mengatakan, kedatangan Edy Rahmayadi seperti mimpi. Ia juga tak menyangka bahwa Edy akan datang langsung.

Menurutnya Edy adalah sosok yang peduli pada masyarakat seperti dirinya. Yunita dan Juli mengenal Edy sudah sejak lama. Bahkan sejak saat Edy Rahmayadi masih menjabat Pangdam I Bukit Barisan.

Kemudian setelah Edy mencalonkan diri sebagai gubernur, Juli bertemu lagi dengannya. Pertemuannya dengan Edy pada saat ia berjualan di Kebun Binatang Medan. Ia bertemu Edy di tempat itu sewaktu bersama keluarganya.

“Jadi ayah datang beserta keluarga duduk di tikar biasa, saya tanya teman-teman saya, itu siapa ya, teman saya bilang itu loh bapak yang tentara-tentara itu, setelah itu rupanya dia mau calon gubernur, habis itulah jumpa terus,” kenang Juli.

Juli dan Yunita kini menganggap Edy Rahmayadi seperti ayah sendiri.”Sudah kami anggap seperti ayah sendirilah,” kata Juli.(gus/ila)

Wagubsu Kunjungi Wargabinaan Rutan Kelas I Medan, Tahanan Over Capai 350 %

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah saat berkunjung ke Rutan Kelas I Medan.(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan, di Jalan Lembaga Permasyarakatan, Deliserdang, Jumat (4/3). Dalam kunjungan itu, ia mengingatkan warga binaan agar memanfaatkan waktu selama di rutan untuk belajar dan memperbaiki diri, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Saya tahu saudara-saudara sekalian tak ada yang menginginkan di sini (di Penjara). Tapi inilah cobaan hidup, dan ingatlah kalau kehidupan kekal itu adalah nanti saat kita kembali kepada Allah SWT. Saudara sekalian, waktu tak mungkin kita putar balik, maka yang lama jangan jadi penyesalan berkepanjangan, waktu yang ada ini manfaatkan sebaik-baiknya. Introspeksi diri dan terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” ujar Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah saat memberikan kata sambutan dalam kunjungan tersebut.

Dalam kunjungan ini, lanjut Ijeck, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga ingin melihat apa yang menjadi kesulitan yang dihadapi Kepala Rutan selama ini. “Terima kasih kepada Kepala Rutan, Bapak Theo Andrianus yang telah mengizinkan kami datang ke mari. Kehadiran ini juga ingin diskusi, melihat apa kesulitan yang dihadapi, khususnya masalah kelebihan kapasitas yang juga terjadi di Rutan Wanita dan Anak. Kita tak menginginkan banyak warga binaan tinggal di sini, tapi ini keadaannya,” ujar Ijeck.

Ia pun berharap ke depan, Rutan dapat lebih rutin membuat kegiatan-kegiatan positif yang lebih baik lagi, khususnya yang dapat mendekatkan warga binaan kepada kebaikan yang diajarkan di masing-masing agamanya.”Untuk yang umat Islam, jadikan salat tempat mengadu, tempat bermanja-manja dan meminta kepada Alah SWT. Mudah-mudahan pertemuan ini bermanfaat, penyampaian Ustaz juga bisa jadi semangat,” ujar Ijeck.

Sebelumnya, Ijeck menyempatkan diri berkeliling melihat fasilitas Rutan dan berbincang terkait apa apa yang bisa dibantu oleh Pemprov Sumut agar menjadikan Rutan menjadi lebih baik. Tahun lalu, Pemprov Sumut sudah menyerahkan bantuan berupa 1 unit mobil ambulance kepada Rutan Kelas I Medan. Setelah berkeliling, Ijeck juga menyempatkan diri Salat Jumat berjemaah dengan warga binaan di Masjid At-Taubah.

Hadir dalam acara Kepala Rutan Kelas I Medan Theo Andrianus Purba, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut Ismael P Sinaga, Kapolsek Helvetia Kompol Heri Sihombing dan Penceramah Ustaz Helmi Nasution.

Kepala Rutan Theo Andrianus dalam kesempatan itu mengaku senang dan mengapresiasikan, serta memberi penghargaan atas kehadiran Wagub Sumut ke rutan untuk memberi motivasi. Ia juga menjelaskan bila saat ini, kondisi Rutan Kelas I Medan dilengkapi dengan fasilitas untuk 1.200 orang saja, namun fasilitas tersebut harus digunakan 4.324 orang.

“Seharusnya tempat tidur itu untuk 1.200, tapi 1.200 itu harus dibagi untuk 4.324 orang. Begitu juga dengan air bersih, listrik, harus dibagi dari kondisi ideal. Over kapasitas ini mencapai 350% dan tentu ini bukan masalah muda bagi kami, dampak ini tentu buat kami sulit. Tapi harus dijalani dengan tabah, ikhlas dan tawakal,” ujar Theo.

Ia berharap kehadiran Wagub Sumut Musa Rajekshah bisa menjadi semangat khususnya bagi warga binaan. gus)