30 C
Medan
Saturday, January 31, 2026
Home Blog Page 2799

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Mantan Sekretaris PRSI Sumut Dilaporkan ke Polisi

LAPORAN: Bukti pelaporan YW ke Polda Sumut pada 13 Januari 2022 lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Sekretaris Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumatera Utara berinisial YPW dilaporkan kepolisi, diduga terkait pemalsuan dokumentasi yang berkaitan dengan induk organisasi olahraga renang itu.

YW dilaporkan pada 13 Januari 2022 lalu, dengan surat tanda terima laporan polisi dengan nomor, STTLP/B/64/2022/SPKT/POLDA Sumatera Utara dan diterima oleh Drs Benma Sembiring.

Dalam laporan pengaduan tersebut yang bersangkutan diduga telah melakukan pelanggaran pidana  berdasarkan UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUH Pasal 263 (1)(2) sekitar Maret 2021. Kejadian di Jalan Dr Mansyur No 71 D Medan.

Ketua Umum PRSI Sumut, Muchrid Nasution selaku pelapor berharap, aparat segera menindaklanjuti laporannya dan memanggil yang bersangkutan.

Sementara hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian kapan YW akan dipanggil dan dimintai keterangan mengenai kasus tersebut.

Sebelumnya Pengprov PRSI Sumut telah menonaktifkan YW dan beberapa pengurus lainnya, serta melakukan reshufle kepengurusan baru.

Reshufle berdasarkan Surat Kepengurusan Pengprov PRSI Sumut masa bakti 2020-2024 disahkan PB PRSI degan Nomor:02 tahun 2022 ditandatangani Anindya Novyan Bakrie, pada 17 Januari 2022.

Surat keputusan PB PRSI itu sekaligus menjawab bahwa Pengprov PRSI Sumut di bawah kepemimpinan  Muchrid Nasution dan Sekretaris Wildan Diapari Hasibuan merupakan organisasi induk olahraga renang yang sah di Sumut.

Muchrid Nasution yang akrab disapa Coki menyatakan akan memaksimal kinerja roda organisasi di internal PRSI Sumut.

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen untuk senantiasa membangun semangat kerja sama dengan segenap pengurus agar PRSI Sumut demi mengembalikan kejayaan cabang olahraga akuatik di daerah tersebut.

“Melalui tekad dan semangat kerja sama yang baik di internal PRSI Sumut, kita yakin proses pembinaan atlet dapat berjalan susuai dengan target yang diinginkan. Salah satunya meraih prestasi terbaik di PON 2024,” ucapnya. (rel/dek)

Surplus Neraca Perdagangan Kembali Cetak Rekor Tertinggi dalam 15 Tahun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kinerja ekspor dan impor Indonesia tahun 2021 ditutup dengan pencapaian positif pada neraca perdagangan. Terlihat di Desember 2021, Indonesia kembali mengalami surplus sebesar US$1,02 miliar. Hal ini membawa tren surplus kembali dapat dipertahankan sejak Mei 2020 atau selama 20 bulan berturut-turut.

Sepanjang 2021, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$35,34 miliar. Nilai surplus tersebut merupakan rekor tertinggi sejak 15 tahun terakhir atau sejak 2006, di mana pada tahun tersebut nilai surplus mencapai US$39,37 miliar.

“Di tengah berbagai ketidakpastian global, Indonesia tetap mampu mencatatkan performa impresif pada neraca perdagangan. Kinerja ini akan meningkatkan resiliensi sektor eksternal Indonesia, sehingga semakin kuat menghadapi berbagai tantangan yang diperkirakan masih berlanjut di tahun ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (17/01).

Kinerja surplus sepanjang 2021 ditopang dari nilai ekspor yang mencapai US$231,54 miliar atau tumbuh double digit sebesar 41,88% (yoy). Hilirisasi komoditas unggulan, seperti turunan produk CPO, berhasil mendorong performa ekspor Indonesia. Hal tersebut tercermin dari ekspor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang sepanjang 2021 mencapai US$32,83 miliar atau meningkat sebesar 58,48% (yoy).

Selain CPO, hilirisasi komoditas nikel juga memperkuat performa ekspor Indonesia, dengan pertumbuhan ekspor komoditas nikel dan barang daripadanya (HS 75) mampu tumbuh sebesar 58,89% (yoy) menjadi sebesar US$1,28 miliar.

Lebih lanjut, dari 10 besar komoditas utama ekspor, komoditas bijih logam, terak dan abu (HS 26) mengalami pertumbuhan tertinggi yakni 96,32% (yoy) menjadi sebesar US$6,35 miliar. Diikuti oleh ekspor komoditas besi dan baja (HS 72) yang juga naik signifikan mencapai 92,88% (yoy) menjadi senilai US$20,95 miliar.

“Pencapaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut. Tercermin pula dari meningkatnya penciptaan nilai tambah pada sektor manufaktur. Terbukti secara kumulatif, ekspor non migas hasil industri pengolahan Januari – Desember 2021 naik 35,11% (yoy) menjadi sebesar US$177,11 miliar,” kata Menko Airlangga.

Selain itu, level Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia juga terus berada pada zona ekspansif yakni 53,5 pada Desember 2021, melanjutkan level ekspansi yang sudah terjadi selama empat bulan berturut-turut. Level PMI Indonesia Desember 2021 itu bahkan lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia (52,8), Vietnam (52,5), Filipina (51,8), Thailand (49,5), dan Myanmar (49,0).

Penurunan kasus Covid-19 yang terjadi secara konsisten dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2021 membuat Pemerintah dapat memberlakukan pelonggaran pembatasan mobilitas. Kondisi ini memberikan kelancaran aktivitas ekonomi sehingga mendorong kenaikan pada aggregate demand. Alhasil, sektor manufaktur juga terstimulasi untuk meningkatkan output produksinya. Meski demikian, Pemerintah tetap mewaspadai fenomena meningkatnya kasus varian Omicron yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir Januari atau awal Februari 2022 ini.

“Dengan semakin efektifnya pengendalian Covid-19 dan antisipasi yang baik terhadap penyebaran varian Omicron, serta diiringi dengan terjaganya tingkat kedisiplinan protokol kesehatan, maka penurunan kasus Covid-19 diharapkan dapat terus terjadi, sehingga mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi. Surplus perdagangan yang terus terjaga sepanjang 2021 juga disebabkan dari kinerja ekspor komoditas andalan Indonesia yang tetap solid,” jelas Menko Airlangga.

Sejalan dengan peningkatan ekspor, sisi impor Indonesia pada 2021 juga meningkat menjadi sebesar US$196,20 miliar atau tumbuh 38,59% (yoy). Struktur impor Indonesia di 2021 didominasi impor golongan bahan baku dan penolong senilai US$147,38 miliar (75,12% dari total impor), diikuti barang modal US$28,63 miliar (14,59% dari total impor), dan barang konsumsi US$20,18 miliar (10,29% dari total impor). Struktur tersebut mengindikasikan perekonomian Indonesia yang produktif melalui penciptaan nilai tambah yang lebih besar, baik untuk kebutuhan domestik maupun untuk diekspor kembali.

“Kinerja positif di 2021 ini akan terus dipertahankan Pemerintah dengan mengoptimalkan berbagai kebijakan, terutama dalam mendorong semakin banyaknya ekspor komoditas bernilai tambah,” pungkas Menko Airlangga. (dep1/rep/fsr)

Kejutan Awal Tahun 2022, Yamaha Hadirkan Fazzio Hybrid – Connected

LUNCURKAN: Yamaha luncurkan produk baru Fazzio Hybrid - Connected. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki awal tahun baru 2022, Yamaha membagikan semangat dan warna baru kepada masyarakat Indonesia, dengan meluncurkan model baru Yamaha Fazzio Hybrid – Connected yang sekaligus menjadi awal dari jajaran produk di kategori terbaru, Classy Yamaha, melalui Virtual Launching di Official Youtube Yamaha Indonesia pada tanggal 17 Januari 2022.

”Sebagai produsen sepeda motor global, Yamaha memiliki komitmen untuk terus berinovasi dalam upaya mendukung perubahan kebutuhan dan tren gaya hidup pelanggan setia kami. Maka, kami menghadirkan model baru yang dikembangkan secara khusus. Melalui desain gaya yang unik, konsep cerdas dan trendi yang menampilkan konsep kategori baru kami Classy Yamaha,” ungkap Minoru Morimoto, President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam pers rilisnya, Selasa (18/01/2022).

Minoru Morimoto menyebutkan, yang perlu diperhatikan Yamaha Fazzio Hybrid – Connected adalah bahwa Classy tidak hanya berarti klasik tetapi juga berkelas. Line up motor Yamaha yang dapat mendukung lifestyle pengendara untuk tampil lebih unggul. Sebagai buktinya, teknologi baru Yamaha Blue Core Hybrid yang baru saja diadaptasi pada model baru ini guna mendukung efisiensi konsumsi bahan bakar dan performa berkendara.

Yamaha Fazzio Hybrid – Connected sebagai keluarga baru Classy Yamaha, menghadirkan berbagai keunggulan seperti desain baru yang simpel dan modern, teknologi terbaru yang cocok untuk gaya hidup masa kini serta aksesoris port yang mewakili kebutuhan anak muda dalam mengekspresikan diri pada sepeda motornya sesuai dengan style masing-masing.

Adapun teknologi yang dihadirkan yakni Blue Core Hybrid yang membuat semakin bertenaga, ramah lingkungan dan handal. Dilengkapi dengan Yamaha Motorcycle Connect yang mendukung generasi muda saat ini untuk selalu terkoneksi dengan smartphone lewat aplikasi Y-Connect.

Yamaha memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kepuasan pelanggan, salah satunya dengan berinovasi dalam menghadirkan line up produk sesuai perkembangan tren masa kini. Sebagai produk Classy Yamaha, model baru Yamaha Fazzio Hybrid – Connected memiliki desain simple dan modern yang menjadikannya lebih stylish serta semakin berkelas.

Tampilannya yang stylish semakin diperkuat dengan adanya Full Digital Speedometer serta Desain LED headlight yang unik. Desain Yamaha Fazzio Hybrid – Connected yang stylish dan trendi mendukung pengendara tampil lebih percaya diri untuk menggunakannya sebagai alat transportasi sekaligus mendukung gaya berkendara yang up to date.

Yamaha Fazzio Hybrid – Connected NEO dengan tampilan warna glossy dipasarkan dengan harga Rp 22.517.000 OTR Medan, sedangkan Yamaha Fazzio Hybrid – Connected LUX dengan tampilan matte seharga Rp 22.817.000 OTR Medan. Yamaha Fazzio Hybrid – Connected sudah dapat dibeli di seluruh dealer resmi Yamaha Indonesia mulai bulan Januari 2022. Untuk informasi selengkapnya dapat mengunjungi website resmi Yamaha Indonesia www.yamaha-motor.co.id atau Instagram @yamahaindonesia. (dek)

SIWO PWI Sumut Diharapkan Dorong Tri Sukses PON 2024

BERSAMA: Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani dan pengurus bersama pengurus SIWO PWI Sumut. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan mengharapkan kerja sama dan peran serta Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumatera Utara dalam mensukseskan setiap program kerjanya. Sehingga setiap program yang terlaksana bisa tercover dan diketahui  masyarakat luas.

Harapan itu disampaikan Ketua KONI Medan, Eddy H Sibarani saat menerima audiensi pengurus SIWO PWI Sumut di Kantor KONI Medan, kemarin. Eddy menaruh harapan lewat SIWO PWI Sumut, agar masyarakat semakin teransang untuk ikut berpartisipasi setiap kegiatan olahraga terutama dalam menyonsong PON 2024. Target utamanya tentu trisukses PON 2024 nanti.

Dalam kesempatan itu, Eddy didampingi sejumlah pengurus seperti seperti Suryadi, HT Daniel Mozart, Arman Taher dan Bambang Riyanto. Sedangkan pengurus SIWO PWI Sumut yang datang di antaranya Ketua Johny Ramadhan Silalahi, Wakil Ketua I Pujianto, Sekretaris Halomoan Samosir, Wakil Sekretaris Faisal Pardede, Bendahara Ilham Ridwan, serta unsur pengurus Abdul Hakim Harahap, Deking Sembiring dan Christopel Naibaho.

“Selama ini hubungan KONI Medan dan Siwo sudah tidak asing lagi. Misalnya ada setiap kegiatan KONI, kami mempercayakan SIWO sebagai juri. Selain itu tentunya SIWO jadi saluran aspirasi lewat publikasi. Jadi kami pastinya berbangga hati dengan kedatangan pengurus SIWO PWI Sumut. Kami ucapkan selamat dan sukses untuk pelantikannya nanti, semoga lancar!” kata Eddy H Sibarani.

Eddy tentunya tidak meragukan kerja sama dengan SIWO PWI Sumut terutama untuk membangun olahraga. Namun, kerja sama tersebut harus ditingkatkan lagi secara khusus untuk mendukung program kerja jangka pendek yakni Porprovsu dan menengah yakni PON 2024.

Terkhusus untuk PON 2024, kata Eddy, ekspos untuk tersebut diminta untuk semakin ditingkatkan lagi. Tanpa publikasi yang jor-joran, tentunya kesuksesan akan dirasakan semua pihak. Publikasi diakuinua akan memberi semangat serta menyadarkan kita semua pelaku instansi yang terkait, bahwa PON sudah dekat.

“Takutnya masyarakat ini tidak tahu kalau PON 2024 ini ada di Sumut. Tapi saya yakin PON nanti bisa sukses karena ekspos dari media. Agar PON tergalih lewat tahapan yang benar demi target trisukses tercapai seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, sukses penyelenggara dan prestasi,” paparnya.

Sementara Ketua SIWO PWI Sumut, Jhoni Ramadhan Silalahi menyampaikam rencana pelantikan yang akan digelar 29 Januari 2022 di Kantor PWI Sumut. Pelantikan pengurus periode 2021-2026 ini akan dirangkai dengan turnamen trub gembira dengan mengundang insan olahraga di Sumut.

“Jadi kami datang untuk menyampaikan rencana pelantikan dan turnamen trub gembira. Kami minta dukungan dan partisipasi KONI Medan juga untuk mengirimkan timnya bertanding nanti,” ungkap. (dek)

Survei LSI: Airlangga Paling Diinginkan Jadi Presiden

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Laboratorium Suara Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas bakal calon presiden 2024, Senin (17/1/2022).

Sebanyak 1.850 responden LSI menyatakan tokoh yang paling diinginkan atau dipilih menjadi presiden jika pilpres digelar saat ini survei menempatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan elektabilitas tertinggi.

Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia Albertus Dino menuturkan, dalam simulasi pertanyaan terbuka, nama Airlangga meraih 19,20 persen suara responden. Di urutan kedua, muncul nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 14,30 persen, disusul Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (11,70 persen).

“Ketika 1.850 ditanyakan secara langsung nama yang akan dipilih sebagai presiden jika pilpres digelar disaat survei dilakukan, maka nama Airlangga Hartarto menjadi nama yang paling banyak diinginkan dan dipilih dengan tingkat elektabilitas 19,2 persen,” tutur Dino, dalam keterangan, Senin (17/1/2022).

Dino menambahkan, nama Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut juga muncul dengan elektabilitas teratas dalam simulasi pertanyaan tertutup dengan menyodorkan nama-nama tokoh.

Survei yang dilakukan pada 29 Desember 2021-13 Januari 2022 ini menempatkan Airlangga di posisi tertinggi dengan elektabilitas 20,3 persen.

Urutan kedua dan ketiga masih diisi dua nama yang sama, yakni Ganjar Pranowo (16,2 persen) dan Prabowo Subianto (15,2 persen).

Dino menilai, hasil ini wajar karena dari survei yang sama, figure calon presiden yang paling banyak diinginkan responden dalam menghadapi dampak ekonomi dan sosial akibat Covid-19 adalah yang mau bekerja melayani rakyat, bukan minta dilayani. Sebanyak 83,6 persen responden menginginkan figur seperti ini bisa menjadi capres.

“Sebanyak 90,6 persen responden setuju saat ini bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dino.

Survei LSI sendiri menggunakan metode multistage random sampling terhadap 1.850 responden di 34 provinsi. Margin of error sekitar 2,3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka.(adv/*)

Kembali sebagai Lokasi Pengembalaan, Pemkab Karo akan Tertibkan Kawasan Nodi

TINJAU: Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, saat meninjau kawasan Mbal-mbal Nodi, yang sudah banyak beralih fungsi jadi lahan pertanian.

KARO, SUMUTPOS.CO – Sebelum melakukan penertiban dalam waktu dekat ini, Pemkab Karo akan melakukan sosialisasi ke kawasan pengembalaan ternak Nodi di Desa Mbal-Mbal Petarum, Kecamatan Lau Baleng.

Penertiban dilakukan karena hampir 70 persen lahan yang seyogianya diperuntukkan sebagai lahan penggembalaan ternak ini, telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian. Tanpa izin dan secara liar, para penggarap telah bertahun-tahun menanami jagung di lahan tersebut. Aksi penggarapan yang selama ini memicu terjadinya bentrok antar peternak dan penggarap.

Seperti diketahui, sejak awal Mbal-mbal Petarum peruntukannya memang untuk lokasi peternakan umum. Hal ini sesuai dengan Keputusan Kepala Daerah Kabupaten Karo No 6/III/Tahun 1973. Mengenai luas pengembalaan ternak ini, juga sesuai dengan Keputusan Bupati Karo No 520/444/Pertanian/2018.

Namun seiring berjalannya waktu, sebagian besar lahan tersebut justru dialihkan para penggarap jadi lahan pertanian jagung. Pengalifungsian ini yang kerap memicu bentrok, karena para penggarap keberatan tanaman mereka kerap diganggu oleh ternak warga.

Untuk menghindari bentrok berkepanjangan inilah, Pemkab Karo dan DPRD Karo telah menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 03 Tahun 2021, tentang Penyediaan dan Pengelolaan Mbal-mbal Petarum sebagai Kawasaan Pengembalaan Umum.

“Sebelum melakukan penertiban, kami (Pemkab Karo) akan lebih dulu melakukan sosialisasi ke penggarap,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Karo-karo, Senin (17/1).

Metehsa pun menegaskan, penertiban ini harus dilakukan untuk mengembalikan fungsi Mbal-mbal Petarum sebagai lokasi penggembalaan umum.

“Lahan itu fungsinya untuk penggembalaan umum, bukan untuk lahan pertanian. Dasarnya sudah jelas sesuai Keputusan Kepala Daerah Kabupaten Karo No 6/III/Tahun 1973, dan dikuatkan lagi oleh Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 03 Tahun 2021,” tuturnya.

Saat ini hampir 70 persen lahan tersebut telah digarap dan ditanami jagung. Apakah Pemkab Karo akan membayar ganti rugi? Ditanya demikian, Metehsa mengaku, pihaknya akan melakukan penertiban setelah masa panen.

“Paling lama Februari nanti, jagung yang mereka tanam itu sudah panen. Kita tunggulah,” katanya.

Penertiban dan pengembalian fungsi Mbal-mbal Petarum ini akan melibatkan aparat keamanan.

“Kami akan berkoordinasi dengan TNI-Polri dan Satpol PP dalam melakukan penertiban,” jelas Metehsa lagi.

Dengan demikian, Metehsa meyakini, para penggarap tak akan berkeras, karena sejak awal pemanfaatan lokasi itu memang sebagai pengembalaan ternak umum.

Sebelumnya, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, meninjau langsung kawasan pengembalaan ternak tersebut. Dalam peninjauan itu, Theopilus didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Karo Nasib Sianturi, Kepala Dinas Pertanian Metehsa Karo-Karo, Kepala Dinas PUPR Edward Pontianus Sinulingga, Kepala Kantor Satpol PP Hendrik Tarigan, serta perwakilan dari Kapolsek dan Danramil Lau Baleng.

Lahan yang sering disebut Mbal-mbal Nodi ini, memiliki luas 682 hektare. Namun saat ini sebagian besar sudah dialihfungsikan menjadi lahan pertanian. Karena itu, Pemkab Karo akan mengembalikan pahan tersebut ke fungsi awal sebagai pengembalaan ternak. (deo/saz)

Antre untuk Terima Bantuan, KPM Membludak di Kantor Dinsos Binjai

PADAT: Masyarakat memadati Kantor Dinsos Kota Binjai di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Binjai Barat, Sabtu (15/1). TEDDY AKBARI/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Binjai di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Binjai Barat, dipadati masyarakat selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang ditaksir berjumlah ratusan hingga seribuan orang. Diminta datang pada Sabtu (15/1), namun sebagian mereka kecewa, lantaran sejumlah alasan.

Dari seribuan masyarakat, seorang wanita lanjut usia yang ditaksir berusia 72 tahun, menyita perhatian. Namanya Ngadiyem.

“Saya ke sini (Kantor Dinsos Binjai) disuruh Pak Kepala Lingkungan. Tapi sampai di sini, saya tidak jadi menerima bantuan,” ungkap Ngadiyem.

Alasannya, lanjut Ngadiyem, karena dia tidak ada dalam daftar BNI. Alhasil, Ngadiyem kecewa. Padahal, warga Lingkungan 4, Kelurahan Sukamaju, Binjai Barat ini, sudah ikut antre hingga berdesakan untuk memperoleh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp1,2 juta. Singkat cerita, wanita lansia ini, bingung lantaran sampai di Kantor Dinsos Kota Binjai tidak jadi menerima BPNT. “Entah mana yang benar, saya sudah tua begini merasa dibola-bola jadinya,” keluhnya.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Kota Binjai, Hamidan, keluar dari kantornya menemui masyarakat, Senin (17/1).

“Kami tadi sudah koordinasi dan konfirmasi dengan BNI. Karena ini uang dari pusat dikirim ke BNI,” tutur Hamidan, memberi penjelasan kepada masyarakat.

Menurut Hamidan, BNI menyerahkan tanggung jawab untuk penyaluran BPNT kepada Dinsos Kota Binjai. Dia mengaku, masyarakat pun membludak ke Kantor Dinsos Kota Binjai karena BPNT. Karena itu, BNI yang akan menyalurkan BPNT langsung kepada KPM di kantor camat masing-masing sesuai domisili.

“Karena di sini terlalu membludak, oleh BNI, besok (hari ini, red) yang warga Binjai Barat. Mana warga Binjai Barat? Besok yang Binjai Barat, orang BNI datang ke Kantor Camat Binjai Barat jam 9 sampai siang,” jelasnya.

“Yang Binjai Timur mana? Sisanya yang Binjai Timur, karena informasi tadi, siang untuk yang Binjai Timur. Berarti jam 2 di Aula Kantor Camat Binjai Timur,” kata Hamidan.

Terkait masyarakat yang tidak jadi atau batal menerima, menurut Hamidan, hal itu karena ada permasalahan.

“Mungkin enggak cocok NIK atau lain sebagainya,” jelasnya.

Ditanya soal Ngadiyem, dia memberi penjelasan, nama tersebut tidak sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan. Artinya, Ngadiyem yang datang ke Kantor Dinsos Kota Binjai bukan sebagai KPM.

“Sudah diklarifikasi pihak Kelurahan Sukamaju, NIK berbeda dengan data yang dimaksud. Dengan kata lain, ada Ngadiyem lain,” jelas Hamidan.

Mengenai masyarakat yang datang pada hari libur kerja, Sabtu (15/1) lalu, menurut dia, pihaknya sudah memberi pengumuman.

“Sudah ada pengumuman tertulis, pembayaran yang belum (tersisa) akan dijadwal lagi. Ada 4.309 KPM yang menerima, Rp200 ribu per bulan,” ujarnya.

Disinggung kenapa pembagian dilakukan dengan uang tunai, dia memberi jawaban diplomatis.

“Ada perintah Mensos karena di pengujung tahun, dibayar tunai dan diperbolehkan sampai dengan Januari,” pungkasnya. (ted/saz)

Key Garden dan Champion Blue Star Disegel, Pintu Masuk Diskotek Dilas

LAS: Tim terpadu Pemprov Sumut bersama Pemkab Deliserdang, Polri/TNI, saat melakukan penyegelan Diskotek Key Garden di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Senin (17/1).

SUMUTPOS.CO – Tim terpadu dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Pemkab Deliserdang, akhirnya menyegel Diskotek Key Garden (sebelumnya bernama Sky Garden), yang berada di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Senin (17/1) siang.

Pintu masuk tempat hiburan malam (THM) tersebut, pun dilas, baik dari depan maupun belakang. Tujuannya, agar tidak dapat dibongkar. Alasan tim terpadu melakukan penyegelan, lantaran THM ini tak mengantongi izin operasional atau menyalahi aturan.

“Pada hari ini (kemarin, red), kami melakukan penertiban dengan menyegel Diskotek Key Garden, karena tidak memiliki izin operasional. Kegiatan ini juga telah dihadiri oleh pengelola Key Garden,” ungkap Kepala Satpol PP Sumut, Tuahta Saragih, usai melakukan penyegelan pintu masuk.

Ada sejumlah peraturan yang dilanggar Diskotek Key Garden, yakni Peraturan Daerah Kabupaten Deliserdang Nomor 7 Tahun 2015, tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum dalam Pasal 30 ayat (1) dan Pasal 59 ayat (1), dan Peraturan Bupati Deliserdang Nomor 1.018 Tahun 2012, tentang Penyelenggara Usaha Kepariwasataan dalam Pasal 3.

Tim terpadu juga menegaskan, agar tidak melakukan dengan sengaja memecahkan, membuang, dan merusak segel tanpa hak. Sebab, hal tersebut dapat dituntut berdasarkan Pasal 232 KUHP. Tuahta pun menegaskan, Diskotek Key Garden dilarang beroperasi hingga izinnya dilengkapi. Meski izin sudah dilengkapi, lanjutnya, pihaknya juga akan mengkaji ulang.

“Setelah ditertibkan, tidak melakukan kegiatan tambahan di sini. Dihentikan sampai persyaratan dipenuhi kepada Pemkab Deliserdang dan Pemprov Sumut,” tuturnya.

“Diskotek tersebut telah melanggar Peraturan Pemerintah Kabupaten Deliserdang, sesuai dengan pasal yang berlaku,” imbuh Penyidik Satpol PP Sumut.

Selain melanggar aturan itu, Diskotek Key Garden juga tak diperbolehkan beroperasi secara diam-diam selama penyegelan masih berlangsung. Jika ketahuan, akan ada hukuman pidana yang dikenakan kepada pengelola diskotek.

Tim terpadu merupakan gabungan dari Polri/TNI, Pemprov Sumut dan Pemkab Deliserdang, melakukan penyegelan di lokasi THM yang berada di perbatasan Kota Binjai.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi mengatakan, penutupan Key Garden karena adanya beberapa laporan tentang aktivitas perjudian yang saat ini ditangani Polda Sumut.

“Lalu beberapa kejadian sebelumnya, ada bukti kuat, THM itu digunakan untuk penyalahgunaan, peredaran narkoba dan prostitusi,” katanya.

Dia juga mengatakan, Polda Sumut dalam hal ini mendukung proses penertiban dan penutupan THM Sky Garden, yang dilakukan oleh Pemprov Sumut dan Pemkab Deliserdang.

Hadi pun menjelaskan, pada Juni 2021 lalu, Polda Sumut bersama Pemkab Deliserdang dan Polrestabes Medan sudah menutup dan menyegel Sky Garden, karena adanya pelanggaran protokol kesehatan (prokes). Tapi pemilik hiburan membuka paksa usaha dengan diam-diam.

“Hari ini (kemarin, red) tim terpadu resmi menutup Sky Garden. Dan diketahui bangunan juga tidak memiliki izin,” jelasnya.

Sementara itu, Diskotik Champion Blue Star, pun berhasil ditutup atas instruksi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin. Hal ini, merupakan bukti keseriusan Pemkab Langkat memberantas penyalahgunaan narkoba di Negeri Bertuah.

“Pemkab Langkat akan terus melawan narkoba. Saya tidak pernah takut untuk memberantas narkoba,” tutur Rencana di Stabat, Senin (17/1).

Seperti diketahui, Tim Terpadu Pemprov Sumut bersama Pemkab Langkat, Deliserdang, dan Pemko Binjai, melakukan penyegelan dan penertiban beberapa THM pada 10 Januari 2022 lalu. Adapun 4 lokasi THM yang disegel, yakni Diskotek Sky Garden, Duku Indah, Champion Blue Star, dan Star Fly. Dan kini, Diskotek Champion Blue Star pun berhasil disegel. Diskotek ini berada di kawasan Kecamatan Sei Bingai, yang merupakan wilayah administratif Kabupaten Langkat.

Diskotek ditutup dengan alasan pihak pengelola tidak miliki izin atas bangunan dan opresional diskotek. Serta terindikasi terjadi peredaran narkoba di THM tersebut.

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Langkat Anti Narkotika (Amanat), menemui Gubernur Sumut Edy Rahmayad di Kota Medan pada 13 Januari lalu. Mereka mengungkapkan, soal gagalnya tim terpadu menutup satu THM di pinggiran Kota Binjai, yang banyak meresahkan masyarakat Langkat-Binjai.

“Pertemuan kami ini, khusus untuk menemui Pak Gubernur, menanyakan apa hal yang menjadi pemicu kenapa tim terpadu, gagal menutup tempat yang sangat meresahkan masyarakat tersebut,” sebut Ketua Amanat, Agung Permana.

Agung menyatakan, masyarakat dan pihaknya ingin diskotek itu ditutup. Dia pun menunggu instruksi selanjutnya dari Gubernur Sumut, terkait penutupan THM itu.

“Jika tidak ada instruksi selanjutnya, bisa saja kami akan melakukan aksi membawa massa yang lebih banyak untuk menuntut ditutupnya THM tersebut,” tegasnya.

“Kalau generasi kami sudah dirusak dengan barang haram tersebut, bagaimana kami kelak mengawal tampuk pemerintahan negeri ini?” kata Agung lagi.

Sementara Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menegaskan, tak perlu takut untuk menutup tempat maksiat itu.”Kita tidak takut, kalau tim terpadu gagal, kita bersama yang akan ratakan tempat maksiat itu,” tegasnya kepada Amanat, sekaligus mengimbau, sebagai anak Kabupaten Langkat, jangan buat malu dengan membiarkan tempat maksiat bertabur di Negeri Bertuah. (tim/red)

Pembunuh di Kafe Tuntungan Dituntut Seumur Hidup

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Edi Fananta Ginting (21) warga Jalan Kemiri Sukadono, Tanjunggusta, dituntut pidana seumur hidup. Dia dinilai terbukti melakukan pembunuhan terhadap Janwarisa Sembiring alias Ucok, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (17/1).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho menyatakan dalam nota tuntutannya, terdakwa Edi Pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya menjatuhkan terdakwa Edi Fananta Ginting dengan pidana penjara seumur hidup,” ujarnya di hadapan hakim ketua Denny Lumbantobing.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyampaikan pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya.

Sebelumnya, pada sidang pekan lalu, JPU Chandra juga telah membacakan tuntutan untuk tiga terdakwa lainnya.

Ketiganya adalah Syandyta Ginting dan Luddy Tanca Aprija Peranginangin dituntut masing-masing selama 20 tahun penjara serta Rikki Sinulingga dituntut selama 15 tahun penjara.

Mengutip surat dakwaan, perkara ini bermula pada 3 Mei 2021. Saat itu para pelaku yang berjumlah 4 orang diantaranya bernama Edi Fananta Ginting (21), Syandyta Ginting (21), Rikki Sinulingga (20) dan Luddy Tanca Aprija Perangin-angin (24) datang ke Kafe 77 untuk menemui korban.

Sebelum pembunuhan itu terjadi, Edi Fananta Ginting yang sedang asik joget di atas panggung tidak sengaja saling bersenggolan dengan korban. Akibat senggolan itu menimbulkan pertengkaran antara Edi dan korban sehingga muncul perasaan tidak senang Edi terhadap korban.

Selanjutnya Edi mengajak teman-temannya untuk pergi meninggalkan kafe dan datang kembali menjumpai korban dengan membawa sebilah pisau. Sesampainya di kafe, Edi masuk mendatangi korban dan mengajaknya untuk keluar.

Lalu korban ikut bersama Edi keluar dan setelah sampai di depan kafe, Edi mengeluarkan pisau yang sudah disimpan di pinggang dan langsung menusuk korban di bagian dada yang mengenai jantung. Usai menusuk korban, Edi mencabut kembali pisau tersebut dan langsung berlari meninggalkan korban yang berlumuran darah. Teman-teman Edi juga ikut pergi meninggalkan kafe.

Kemudian korban yang sudah tak sadarkan diri langsung dibawa oleh pengunjung ke rumah sakit. Namun, saat tiba di rumah sakit, petugas medis menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia. Hingga akhirnya, Edi Ginting Cs berhasil ditangkap petugas kepolisian dari Polrestabes Medan. (man/azw)