24 C
Medan
Saturday, January 31, 2026
Home Blog Page 2804

Bobby Pastikan Kepala Lingkungan 8 Pulobrayan Bengkel Sudah Dicopot

TUNJUKKAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution menunjukkan isi chat pengaduan warga di ponselnya, terkait pungli yang dilakukan Kepling VIII Kelurahan Pulo Brayan Bengkel.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah terbukti melakukan pungutan liar (pungli) kepada warga dengan modus pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) sebesar Rp1,7 juta, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan Sulistiyo, Kepala Lingkungan 8, Kelurahan Pulobrayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, tak lagi menjabat.

“Sudah saya pastikan, dia (Sulistiyo) tidak berdinas lagi sebagai kepala lingkungan di daerah itu” ungkap Bobby, Kamis (13/1) lalu.

Tak hanya dicopot dari jabatannya, Bobby juga memastikan, Sulistiyo sudah mengembalikan uang hasil pungli sebesar Rp1,7 juta.

“Untuk proses pengembaliannya sudah selesai, Rp1,7 juta sudah diterima langsung oleh warga yang dipungli. Kami menyebutnya, korban yang dimintai uang,” tuturnya, yang turut dibenarkan Asisten Pemerintahan dan Sosial (Aspemsos) Sofyan.

Bobby pun kembali menegaskan, agar setiap kepala lingkungan di Kota Medan dapat mengambil pelajaran dari beberapa kasus terkait pencopotan n

kepala lingkungan dari jabatannya, karena terbukti melakukan pungli kepada warga. Dia menjelaskan, tidak ada toleransi bagi setiap oknum kepala lingkungan yang melakukan praktik-praktik pungli.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga mengaku, sangat menyayangkan tentang masih adanya kepala lingkungan yang masih melakukan pungli. Padahal, pencopotan kepala lingkungan di Kota Medan karena kasus pungli tidak hanya terjadi kali ini saja.

“Ini bukan pertama kali ada kepala lingkungan dicopot dari jabatannya karena pungli, tapi masih ada saja yang melakukannya. Sungguh sangat disayangkan,” katanya, Jumat (14/1).

Untuk itu, Ihwan mengaku sangat mendukung tindakan tegas yang dilakukan Wali Kota Medan, yang telah mencopot para kepala lingkungan yang telah terbukti melakukan pungli kepada para warganya.

“Memang harus begitu, supaya jadi pelajaran bagi para kepala lingkungan yang lain. Harus ada bukti, kepala lingkungan yang melakukan pungli akan diberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan. Kalau tidak begitu, tak akan ada efek jera. Makanya saya bilang, sangat setuju dengan tindakan-tindakan tegas seperti itu,” jelasnya.

Dia pun berpesan, agar setiap kepala lingkungan dapat bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, tanpa melakukan praktik-praktik pungli.

“Stoplah pungli-pungli itu, sudah tak zamannya lagi. Kerja saja yang benar, layani masyarakat dengan baik,” imbau Ihan.

Seperti diketahui, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mencopot Kepala Lingkungan 8, Kelurahan Pulobrayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Sulistiyo, Selasa (11/1) lalu. Saat itu, dia mengaku mendapat laporan dari warga melalui akun Instagramnya, mengenai pungli yang dilakukan Sulistiyo kepada warganya pada Agustus 2021 lalu.

Bobby pun langsung menemui Sulistiyo di Kantor Lurah Pulobrayan Bengkel, dan memintanya untuk membuat surat perjanjian pengembalian uang sebesar Rp1,7 juta, yang sempat diminta ke warga.

“Urus e-KTP dan KK diminta Rp1,7 juta. Ke mana uangnya coba? Kami minta uangnya harus dikembalikan, dan saya minta Pak Camat untuk diproses, agar (Sulistiyo) jangan jadi kepala lingkungan lagi. Cari yang bagus untuk melayani masyarakat,” harapnya.

Dia pun menekankan, pengurusan dokumen kependudukan seharusnya tidak diminta pungutan dalam bentuk apapun.

“Apapun alasannya, untuk pengurusan data diri e-KTP dan KK, mau tidak ada data atau e-KTP serta KK-nya hilang, itu tidak dikenakan biaya sama sekali. Apabila mau mengurus surat-surat, tidak ada dipungut biaya sama sekali, karena itu kewajiban pemerintah untuk menyiapkan data diri bagi masyarakatnya,” pungkas Bobby. (map/saz)

Dilaporkan ke KPK, Edy: Senang Orang Ini Mau Penjarakan Saya

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dilaporkan Gerakan Semesta Rakyat Indonesia ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan gratifikasi, dan klarifikasi soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Laporan tersebut disampaikan oleh Ismail Marzuki, mewakili Gerakan Semesta Rakyat Indonesia, ke Unit Pengaduan Masyarakat KPK, Kamis (13/1) lalu. Dia pun menyerahkan bukti-bukti dalam menyampaikan laporan tersebut.

Mengetahui hal itu, Edy pun menyikapinya dengan santai.

“Nanti saya laporkan balik dia (Ismail),” ungkap Edy di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jumat (14/1).

Edy mengaku, setiap tahun melaporkan LHKPN. Karena laporan tersebut, merupakan kewajiban dan selalu dicek oleh KPK secara langsung.

“Itu sudah ada yang mengatur. LHKPN itu adalah pertanggungjawaban harta saya. Saya laporkan kepada yang berwajib. Gak perlu dilaporkan, karena memang dihimpun oleh KPK. KPK sudah turun. KPK sudah melakukan survei kebenaran apa yang dilaporkan,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, pelapor itu terkesan mencari-cari kesalahan Edy, dengan menyampaikan hal-hal yang membuat nama baiknya tercoreng.

“Kenapa senang sekali orang-orang ini mau memenjarakan saya? Coba tanyakan itu ke Ismail,” kata Edy.

Sebelumnya, pelapor dari Gerakan Semesta Rakyat Indonesia, Ismail mengatakan, pihaknya melaporkan Edy ke KPK karena diduga menerima gratifikasi atas pembangunan bronjong yang tidak memiliki izin. Dia menduga, Edy menerima gratifikasi atas pemberian izin tersebut.

“Itu ada pembangunan bronjong tanpa izin dari kementerian. Meski bronjongnya di pinggir sungai, harus semua ada izin dari kementerian. Sedangkan pembangunan itu tanpa ada izin. Berarti kan ada dugaan indikasi ke situ (gratifikasi),” jelasnya.

Edy pun disebutnya, tak melaporkan kepemilikan aset Taman Edukasi Buah Cakra di kawasan Kabupaten Deliserdang. Karena itu, Ismail meminta klarifikasi kepada KPK.

“Karena LHKPN-nya di 2019, dia (Edy) sepertinya belum mencantumkan kepemilikan Taman Edukasi Buah Cakra seluas sekitar 15 hektare lebih di daerah Delitua, Namorambe, Deliserdang,” pungkasnya. (gus/saz)

Kemenkumham Sumut Deklarasi Janji Kinerja 2022

JAJARAN: Seluruh pegawai jajaran Kemenkumham Sumut saat gelaran Deklarasi Janji Kinerja 2022, Kamis (13/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara (Sumut), Imam Suyudi, meminta kepada seluruh jajarannya agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa ada pungutan liar (pungli) dan korupsi.

Hal itu disampaikan Suyudi usai melaksanakan Deklarasi Janji Kinerja 2022 bagi UPT Pemasyarakatan Wilayah Medan Sekitar di Aula Lantai 2 Gedung 3 Lapas 1 Tanjunggusta Medan, Kamis (13/1) lalu.

“Harapan saya ke depan, seluruh jajaran melaksanakan komitmen, tugas, dan fungsinya dengan baik. Memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa adanya pungutan-pungutan atau tanpa ada KKN,” ungkap Suyudi, didampingi Kepala Lapas 1 Tanujunggusta Medan, Erwedi Supriyatno.

Suyudi juga berharap, agar seluruh jajaran pejabat di UPT masing-masing, menerapkan transparansi kerja dan senantiasa bekerja sama dengan stakeholder serta jajaran terkait. Seluruh pejabat struktural diharapkan melaksanakan perjanjian kinerja yang merupakan tugas dan fungsinya masing masing dengan baik dan bertanggung jawab.

“Kemudian menumbuhkan komitmen bersama yang dilakukan oleh seluruh pejabat dan jajaran untuk menjadi role model yang baik dan menjadi motivator dan melaksanakan pelayanan yang baik terhadap masyarakat,” tuturnya.

Di samping itu, Deklarasi Janji Kinerja 2022 merupakan bentuk komitmen kerja selama n

setahun. Deklarasi ini, menurut Suyudi, juga dalam rangka pemantapan pembangunan zona integritas menuju zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di 2022.

“Di 2021 baru satu satker kami yang mendapatkan WBK, yakni Rutan Perempuan Medan. Karena itu, kami berupaya untuk semua berlomba-lomba bisa melaksanakan itu,” harapnya.

Sebelumnya, Deklarasi Janji Kinerja 2022 dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama Perjanjian Kinerja 2022 yang ditandatangani 8 UPT wilayah Medan Sekitar Kanwil Kemenkumham Sumut. (man/saz)

PUD Pasar Dukung Digitalisasi, Edukasi Pedagang Gunakan QRIS

istimewa CENDERAMATA: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Sumut Nasrullah, dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Damikrot.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seiring perkembangan zaman, transaksi yang biasanya menggunakan uang tunai mulai beralih ke nontunai. Untuk itu, Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan mengaku, akan memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pemakaian Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam kegiatan bertransaksi sehari-hari, khususnya dalam lingkup pasar.

Hal itu terungkap saat Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno, menghadiri kegiatan Program Pasar dan Pusat Perbelanjaan SIAP QRIS (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS) di Kantor Bank Indonesia Sumut, Jumat (14/1) sore.

Suwarno mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung program digitalisasi seperti itu. Untuk itu, bersama Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Nasrullah, dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Damikrot. Karena itu, dia mengajak para pedagang pada pasar-pasar di Kota Medan, agar mulai mencoba bertransaksi secara nontunai.

“Seiring perkembangan zaman, dunia beralih ke nontunai. Karena itu para pedagang harus mulai mengenal ini. Kami (PUD Pasar) siap mengedukasi dan mensosialisasikan ini ke pedagang,” ungkap Suwarno, pada kegiatan yang turut dihadiri para direksi lainnya, para kepala pasar, perwakilan staf PUD Pasar, serta pengurus Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B) Kota Medan.

Sementara itu, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Nasrullah menjelaskan, dengan pemakaian QRIS, akan membuat masyarakat lebih mudah dalam bertransaksi. Nantinya, transaksi akan lebih ekonomis, n

cepat, dan mudah. Tak hanya itu, QRIS juga dapat meminimalisir kebocoran.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya sebagai regulator mengajak PUD Pasar berkolaborasi, agar masyarakat teredukasi dengan baik. Karena menurut Nasrullah, pihaknya tidak hanya memikirkan keuntungan, tapi juga sisi sosial untuk kemaslahatan masyarakat.

“Mohon berkolaborasi dan bersinergi dalam membangun Medan. Sehingga tidak ketinggalan dengan daerah lain,” imbaunya.

Dalam kegiatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, Damikrot menuturkan, kegiatan tersebut dapar membuat para staf di PUD Pasar Kota Medan lebih memahami apa itu QRIS, untuk selanjutnya disosialisasikan kepada masyarakat.

Seperti diketahui, QRIS adalah standarisasi transaksi pembayaran berbasis QR Code yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Sebelum menggunakan QRIS, merchant harus memiliki banyak QR Code pembayaran. Namun setelah memakai QRIS, merchant hanya perlu menyediakan satu QR Code. (map/saz)

Manchester City vs Chelsea: #10

ADU STRATEGI Pep Guardiola kembali adu strategi dengan Thomas Tuchel saat Manchester City menjamu Chelsea di Etihad Stadium, Sabtu (15/1) malam WIB.

SUMUTPOS.CO – Duel sengit dengan tensi tinggi bakal terjadi saat Manchester City menjamu Chelsea pada lanjutan Liga Inggris di Etihad Stadium, Sabtu (15/1) malam. Kedua tim dipastikan membidik kemenangan mengamankan posisi.

Manchester City saat ini kokoh di puncak klasemen sementara. Tim yang dijuluki The Citizens ini mengoleksi 53 angka dari 21 laga. Sedangkan Chelsea berada di posisi kedua dengan 43 angka dari 21 laga.

City membutuhkan kemenangan untuk memperlebar jarak dengan pesaingnya. Sedangkan Chelsea membutuhkan tiga angka agar bisa mempertahankan posisi dari kejaran di Liverpool di posisi ketiga. The Blues hanya unggul satu angka, namun The Reds memiliki satu laga sisa.

Tak ayal, kedua tim akan berjuang mati-matian untuk meraih kemenangan pada laga ini. Apalagi kedua tim sedang dalam performa terbaiknya. City mencatatkan kemenangan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi. Begitu juga dengan Chelsea, tiga laga terakhir dilalui dengan kemenangan.

Laga ini semakin menarik karena akan kembali mempertemukan Pep Guardiola dan Thomas Tuchel. Bersama pelatih Liverpool Jurgen Klopp, Tuchel dan Guardiola kerap disebut sebagai para pelatih terbaik di kancah Premier League saat ini.

Guardiola dan Tuchel bukanlah pertama kali adu strategi. Ini merupakan pertemuan ke-10 kedua pelatih jenius tersebut. Sebelumnya, sudah sembilan kesempatan kedua pelatih jempolan tersebut beradu siasat di lapangan hijau.

Dari sembilan pertemuan tersebut, lima di antaranya terjadi di Jerman. Waktu itu, Guardiola menangani Bayern Muenchen. Sementara, Tuchel menangani Mainz 05 dan kemudian Borussia Dortmund. Dari lima pertemuan tersebut, skuad Guardiola meraih empat kemenangan dan sekali hasil seri.

Kemudian, kedua pelatih ini sama-sama melanjutkan karier ke Inggris. Guardiola menangani Manchester City, sedangkan Tuchel mengomandani Chelsea.

Dalam pertemuan di klub baru ini, peruntungan kedua pelatih berubah. Dari empat pertemuan, skuad Tuchel meraih tiga kali kemenangan dan sekali kalah.

Secara keseluruhan, dari sembilan persuaan mereka, Guardiola masih unggul dari Tuchel. Guardiola menang lima kali. Sementara, Tuchel menang tiga kali. Satu kali sisanya berakhir imbang.

“Pep merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia. Dia memiliki rekam jejak bagus di Barcelona, Bayern Munchen, dan Manchester City. Saya banyak belajar dari dia,” puji Thomas Tuchel seperti dilansir Football London. (bbs/dek)

Cakupan Vaksinasi Anak se-Sumut Sudah 28 Persen

VAKSIN: Seorang tenaga medis menunjukkan vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada masyarakat. Mulai tahun depan, Menkes Budi Gunadi Sadikin memastikan akan memulai vaksinasi booster kepada masyarakat.istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Cakupan vaksinasi dosis satu anak usia 6 sampai 11 tahun se-Sumatera Utara (Sumut) sudah mencapai 28 persen dari target 1.616.233 jiwa. Cakupan tersebut berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut per 13 Januari 2022.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumut dr Nora Violita Nasution menyebutkan, dari 33 kabupaten/kota di Sumut, baru 31 daerah yang bisa melaksanakan vaksinasi anak. Sedangkan 2 kabupaten/kota lagi, Padang Sidempuan dan Padang Lawas belum melaksanakannya karena belum memenuhi syarat target vaksinasi lansia 60 persen. “Cakupan vaksinasi anak saat ini per 13 Januari sudah 28 persen.

Angka ini masih dari 31 kabupaten/kota, belum termasuk 2 kabupaten/kota lagi karena belum memenuhi syarat vaksinasi lansia 60 persen,” sebut Nora, Jumat (14/1) Nora mengungkapkan, dari 31 kabupaten/kota yang melaksanakan vaksinasi anak, cakupan tertinggi didapatkan dari Kabupaten Humbang Hasundutan 84,4 persen dan Pematang Siantar 84,1 persen. “Sementara cakupan terendah yaitu Deli Serdang 0,5 persen dan Medan 1,6 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nora menyebutkan, 2 daerah yang belum menggelar vaksinasi anak, kini cakupan vaksinasi lansia mendekati 60 persen. Untuk Padang Sidempuan 57,86 persen dan Padang Lawas 54,71 persen. “Diharapkan 2 kabupaten/kota tersebut segera memenuhi target vaksinasi lansia 60 persen, sehingga bisa melaksanakan vaksinasi anak dan juga vaksinasi booster,” pungkasnya.

Terpisah, terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Polsek Medan Baru menggelar vaksinasi di Sekolah Northern Green School, Jumat pagi. Kapolsek Medan Baru Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan, vaksinasi anak ini merupakan langkah positif pemerintah dalam rangka melindungi anak dari Covid-19. “Selain itu, untuk meningkatkan rasa percaya diri orang tua ketika anak akan memulai pembelajaran tatap muka di sekolah, sehingga tidak khawatir lagi karena sudah terlindungi oleh vaksin Covid-19,” kata Fathir.

Disebutkan dia, dalam kegiatan vaksinasi tersebut sebanyak 118 anak divaksin dari 121 siswa yang datang. “Ada 3 murid yang tidak jadi divaksin dikarenakan pada saat skrining kesehatannya, mereka ada mengalami gejala batuk, demam dan konsumsi obat alergi,” ujarnya.

Pemko Medan Targetkan Rampung Dalam Dua Pekan

Meski vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun telah diizinkan untuk digelar di Kota Medan mulai Rabu (12/1) yang lalu, namun Pemerintah Kota (Pemko) Medan memutuskan untuk mulai menggelar vaksinasi anak tersebut pada hari Senin (17/1) mendatang. Pasalnya, butuh persiapan dalam melakukan vaksinasi anak tersebut.

“Kalau dari Pemko Medan, itu kita mulai hari Senin nanti. Butuh persiapan dulu, tapi mulai hari Senin nanti sudah pasti kita laksanakan di sekolah-sekolah tingkat SD di Kota Medan,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar kepada Sumut Pos, Jumat (14/1).

Namun begitu, kata Putra, mulai kemarin, sudah ada beberapa sekolah tingkat SD di Kota Medan yang telah menggelar vaksinasi anak usia 6 sampai 11 Tahun. “Tapi sudah ada juga yang mulai, ya silakan saja, kita dukung. Mereka ada yang menggelar vaksinasinya dengan institusi TNI, Polri, kolaborasi lah mereka,” ujarnya.

Dikatakan Putra, mulai Senin nanti, Pemko Medan akan menggenjot percepatan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun. Bila sebelumnya Pemko Medan telah berhasil menyelesaikan vaksinasi Covid-19 kategori remaja usia 12 sampai 17 tahun di sekolah-sekolah tingkat SMP di Kota Medan, maka Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan dan Pendidikan juga memiliki target penyelesaian vaksinasi anak usai 6 sampai 11 tahun di sekolah-sekolah tingkat SD.

Namun begitu, Putra menjelaskan ada perbedaan target vaksinasi anak remaja atau siswa SMP dengan vaksinasi anak atau siswa SD di Kota Medan. Bila sebelumnya Pemko Medan menargetkan 5.000 siswa SMP untuk divaksin setiap harinya, maka saat ini Pemko Medan justru menargetkan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun dapat selesai dalam waktu 2 minggu.

“Targetnya nggak seperti vaksinasi SMP yang 5.000 siswa perhari. Kalau vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun ini, kita percepat saja. Berdasarkan arahan dari pimpinan (Wali Kota Medan), kalau bisa 2 minggu ini sudah kita selesaikan,” katanya.

Bahkan, sambung Putra, berdasarkan estimasi pihaknya, dalam waktu satu minggu saja target vaksinasi anak di Kota Medan kemungkinan bisa diselesaikan. Mengingat saat ini animo masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi cukup tinggi, ditambah adanya varian baru Covid-19 seperti Omicron yang sudah masuk ke Indonesia meski belum ditemukan di Kota Medan.

“Karena Pemko Medan ke depan juga ada target yang harus dikejar, yaitu target untuk vaksinasi booster. Meskipun vaksinasi booster juga akan dilakukan bersamaan dengan vaksinasi anak mulai Senin nanti,” sambungnya.

Dijelaskan Putra, berdasarkan data di KPCPEN, jumlah siswa SD di Kota Medan ada sebanyak 230.898 siswa. Namun setelah diverifikasi oleh Pemko Medan, jumlah tersebut menyusut menjadi 212.000 siswa lebih.

Tak berbeda dengan vaksinasi SMP, vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun atau siswa SD ini juga diperbolehkan untuk siswa SD yang bukan merupakan warga Kota Medan. Mengingat, ada cukup banyak sekolah SD di Kota Medan yang terletak di perbatasan Kota Medan dan Deliserdang, sehingga ada cukup banyak siswa yang merupakan warga Deliserdang yang bersekolah pada sekolah-sekolah SD tersebut.

“Tentu boleh (meski bukan warga Medan), selama siswa itu sekolahnya di sekolah Kota Medan, maka tetap bisa kita vaksinasi. Yang penting terdata di sekolah sebagai siswa, maka akan kita vaksinasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution, memastikan bahwa capaian target vaksinasi Covid-19 lansia di Kota Medan telah mencapai target. Untuk itu, vaksinasi anak 6 sampai 11 Tahun di Kota Medan telah dapat dilaksanakan.

“Alhamdulillah target vaksinasi lansia sudah tercapai, maka vaksinasi anak 6 sampai 11 tahun sudah bisa kami lakukan. Hari ini sudah ada yang melakukan vaksinasi anak, dilakukan Polrestabes Medan,” ucap Wali Kota Medan Bobby Nasution kepada wartawan, Kamis (13/1) sore.

Sedangkan untuk Pemko Medan, kata Bobby, akan melakukan vaksinasi anak secara serentak mulai hari senin (17/1) di sekolah-sekolah tingkat SD yang ada di Kota Medan, baik sekolah negeri ataupun swasta.

“Nanti Pak Kadis akan memberikan hadiah untuk anak-anak yang mau divaksin. Untuk vaksinasi anak akan mempergunakan jenis vaksin Sinovac, dosisnya sama,” ujarnya didampingi Kadis Kesehatan dr Taufik Ririansyah, Kadis Pendidikan Laksamana Putra Siregar, dan Asisten Pemerintah dan Sosial (Aspemsos) Sofyan.

Ke depannya, kata Bobby, Pemko Medan akan memfokuskan pelaksanaan vaksinasi anak untuk usia 6 sampai 11 Tahun di sekolah-sekolah.”Pengennya vaksinasi di sekolah, biar ketertibannya tetap terjaga, karena ini anak-anak tentunya berbeda perlakuannya seperti orang dewasa. Dan vaksinasi anak ini harus ada didampingi sama orangtua, jadi biar enak juga orangtuanya sekalian mendampingi anaknya sekolah, sekaligus melihat pembelajaran tatap muka,” tutupnya.

Sementara itu, dari Deliserdang, Wakil Bupati Deli Serdang HMA Yusuf Siregar membuka pencanangan Vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun, yang digelar di Halaman SD Percontohan Jalan Diponegoro Kecamatan Lubuk Pakam, Kamis (13/1).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK, MH, Wakil Ketua TP PKK Deli Serdang Ny Hj Sri Pepeni Yusuf Siregar, Ketua Dharmawanita Persatuan Ny Herawati Darwin Zein, Kadis Pendidikan Yudy Hilmawan SE,MM, Kadis Kesehatan dr Ade Budi Krista, Kadis Kominfo Dr Dra Miska Gewa Sari MM, Kadis Dukcapil Gustur Husein Siregar SH, Kadis P3A P2KB Era Permata Sari SH, camat Lubuk Pakam Danang P Yudha SSTP beserta Muspika Kecamatan, serta Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Lubuk Pakam.

Pelaksanaan Vaksinasi kepada anak-anak SD tersebut berlangsung tertib dengan mematuhi protokol kesehatan. Agar para murid tidak takut untuk divaksin, panitia penyelenggara juga menghadirkan para badut untuk menghibur murid-murid yang akan divaksin.

Dalam Sambutannya Wakil Bupati HMA Yusuf Siregar mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Deli Serdang sudah mencapai  72%, tetapi masih ada masyarakat yang tidak mau untuk divaksin. ‘’Maka inilah tugas kita bagaimana supaya masyarakat kita bisa divaksin, karena ini tugas kita bersama dengan kepolisian dan TNI serta tokoh masyarakat, alim ulama dan organisasi, berkolaborasi untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi ini sehingga apa yang dicanangkan pada hari ini bisa dilaksanakan. Kurang lebih 10 hari dengan target 100%  anak-anak bisa divaksin,’’ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK, MH, bahwa pelaksanaan vaksinasi massal di seluruh kecamatan wilayah administratif Deli Serdang serentak kemarin dilakukan  selama 10 hari. Kapolresta Deli Serdang juga berharap  dalam waktu 10 hari ke depan target vaksinasi anak 6 sampai 11 tahun yang ada di Kabupaten Deli Serdang bisa terpenuhi. (dris/map/mag-1/sih)

 

 

 

 

Cakupan Vaksinasi Anak se-Sumut Sudah 28 Persen

VAKSINASI ANAK: Wakil Bupati HMA Yusuf Siregar dan Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji serta lainnya, di acara vaksinasi anak di SD Percontohan, Jalan Diponegoro Lubuk Pakam, Kamis (13/1).julika/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Cakupan vaksinasi dosis satu anak usia 6 sampai 11 tahun se-Sumatera Utara (Sumut) sudah mencapai 28 persen dari target 1.616.233 jiwa. Cakupan tersebut berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut per 13 Januari 2022.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumut dr Nora Violita Nasution menyebutkan, dari 33 kabupaten/kota di Sumut, baru 31 daerah yang bisa melaksanakan vaksinasi anak. Sedangkan 2 kabupaten/kota lagi, Padang Sidempuan dan Padang Lawas belum melaksanakannya karena belum memenuhi syarat target vaksinasi lansia 60 persen. “Cakupan vaksinasi anak saat ini per 13 Januari sudah 28 persen. Angka ini masih dari 31 kabupaten/kota, belum termasuk 2 kabupaten/kota lagi karena belum memenuhi syarat vaksinasi lansia 60 persen,” sebut Nora, Jumat (14/1)n

Nora mengungkapkan, dari 31 kabupaten/kota yang melaksanakan vaksinasi anak, cakupan tertinggi didapatkan dari Kabupaten Humbang Hasundutan 84,4 persen dan Pematang Siantar 84,1 persen. “Sementara cakupan terendah yaitu Deli Serdang 0,5 persen dan Medan 1,6 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nora menyebutkan, 2 daerah yang belum menggelar vaksinasi anak, kini cakupan vaksinasi lansia mendekati 60 persen. Untuk Padang Sidempuan 57,86 persen dan Padang Lawas 54,71 persen. “Diharapkan 2 kabupaten/kota tersebut segera memenuhi target vaksinasi lansia 60 persen, sehingga bisa melaksanakan vaksinasi anak dan juga vaksinasi booster,” pungkasnya.

Terpisah, terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Polsek Medan Baru menggelar vaksinasi di Sekolah Northern Green School, Jumat pagi. Kapolsek Medan Baru Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan, vaksinasi anak ini merupakan langkah positif pemerintah dalam rangka melindungi anak dari Covid-19. “Selain itu, untuk meningkatkan rasa percaya diri orang tua ketika anak akan memulai pembelajaran tatap muka di sekolah, sehingga tidak khawatir lagi karena sudah terlindungi oleh vaksin Covid-19,” kata Fathir.

Disebutkan dia, dalam kegiatan vaksinasi tersebut sebanyak 118 anak divaksin dari 121 siswa yang datang. “Ada 3 murid yang tidak jadi divaksin dikarenakan pada saat skrining kesehatannya, mereka ada mengalami gejala batuk, demam dan konsumsi obat alergi,” ujarnya.

Pemko Medan Targetkan Rampung Dalam Dua Pekan

Meski vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun telah diizinkan untuk digelar di Kota Medan mulai Rabu (12/1) yang lalu, namun Pemerintah Kota (Pemko) Medan memutuskan untuk mulai menggelar vaksinasi anak tersebut pada hari Senin (17/1) mendatang. Pasalnya, butuh persiapan dalam melakukan vaksinasi anak tersebut.

“Kalau dari Pemko Medan, itu kita mulai hari Senin nanti. Butuh persiapan dulu, tapi mulai hari Senin nanti sudah pasti kita laksanakan di sekolah-sekolah tingkat SD di Kota Medan,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar kepada Sumut Pos, Jumat (14/1).

Namun begitu, kata Putra, mulai kemarin, sudah ada beberapa sekolah tingkat SD di Kota Medan yang telah menggelar vaksinasi anak usia 6 sampai 11 Tahun. “Tapi sudah ada juga yang mulai, ya silakan saja, kita dukung. Mereka ada yang menggelar vaksinasinya dengan institusi TNI, Polri, kolaborasi lah mereka,” ujarnya.

Dikatakan Putra, mulai Senin nanti, Pemko Medan akan menggenjot percepatan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun. Bila sebelumnya Pemko Medan telah berhasil menyelesaikan vaksinasi Covid-19 kategori remaja usia 12 sampai 17 tahun di sekolah-sekolah tingkat SMP di Kota Medan, maka Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan dan Pendidikan juga memiliki target penyelesaian vaksinasi anak usai 6 sampai 11 tahun di sekolah-sekolah tingkat SD.

Namun begitu, Putra menjelaskan ada perbedaan target vaksinasi anak remaja atau siswa SMP dengan vaksinasi anak atau siswa SD di Kota Medan. Bila sebelumnya Pemko Medan menargetkan 5.000 siswa SMP untuk divaksin setiap harinya, maka saat ini Pemko Medan justru menargetkan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun dapat selesai dalam waktu 2 minggu.

“Targetnya nggak seperti vaksinasi SMP yang 5.000 siswa perhari. Kalau vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun ini, kita percepat saja. Berdasarkan arahan dari pimpinan (Wali Kota Medan), kalau bisa 2 minggu ini sudah kita selesaikan,” katanya.

Bahkan, sambung Putra, berdasarkan estimasi pihaknya, dalam waktu satu minggu saja target vaksinasi anak di Kota Medan kemungkinan bisa diselesaikan. Mengingat saat ini animo masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi cukup tinggi, ditambah adanya varian baru Covid-19 seperti Omicron yang sudah masuk ke Indonesia meski belum ditemukan di Kota Medan.

“Karena Pemko Medan ke depan juga ada target yang harus dikejar, yaitu target untuk vaksinasi booster. Meskipun vaksinasi booster juga akan dilakukan bersamaan dengan vaksinasi anak mulai Senin nanti,” sambungnya.

Dijelaskan Putra, berdasarkan data di KPCPEN, jumlah siswa SD di Kota Medan ada sebanyak 230.898 siswa. Namun setelah diverifikasi oleh Pemko Medan, jumlah tersebut menyusut menjadi 212.000 siswa lebih.

Tak berbeda dengan vaksinasi SMP, vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun atau siswa SD ini juga diperbolehkan untuk siswa SD yang bukan merupakan warga Kota Medan. Mengingat, ada cukup banyak sekolah SD di Kota Medan yang terletak di perbatasan Kota Medan dan Deliserdang, sehingga ada cukup banyak siswa yang merupakan warga Deliserdang yang bersekolah pada sekolah-sekolah SD tersebut.

“Tentu boleh (meski bukan warga Medan), selama siswa itu sekolahnya di sekolah Kota Medan, maka tetap bisa kita vaksinasi. Yang penting terdata di sekolah sebagai siswa, maka akan kita vaksinasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution, memastikan bahwa capaian target vaksinasi Covid-19 lansia di Kota Medan telah mencapai target. Untuk itu, vaksinasi anak 6 sampai 11 Tahun di Kota Medan telah dapat dilaksanakan.

“Alhamdulillah target vaksinasi lansia sudah tercapai, maka vaksinasi anak 6 sampai 11 tahun sudah bisa kami lakukan. Hari ini sudah ada yang melakukan vaksinasi anak, dilakukan Polrestabes Medan,” ucap Wali Kota Medan Bobby Nasution kepada wartawan, Kamis (13/1) sore.

Sedangkan untuk Pemko Medan, kata Bobby, akan melakukan vaksinasi anak secara serentak mulai hari senin (17/1) di sekolah-sekolah tingkat SD yang ada di Kota Medan, baik sekolah negeri ataupun swasta.

“Nanti Pak Kadis akan memberikan hadiah untuk anak-anak yang mau divaksin. Untuk vaksinasi anak akan mempergunakan jenis vaksin Sinovac, dosisnya sama,” ujarnya didampingi Kadis Kesehatan dr Taufik Ririansyah, Kadis Pendidikan Laksamana Putra Siregar, dan Asisten Pemerintah dan Sosial (Aspemsos) Sofyan.

Ke depannya, kata Bobby, Pemko Medan akan memfokuskan pelaksanaan vaksinasi anak untuk usia 6 sampai 11 Tahun di sekolah-sekolah.”Pengennya vaksinasi di sekolah, biar ketertibannya tetap terjaga, karena ini anak-anak tentunya berbeda perlakuannya seperti orang dewasa. Dan vaksinasi anak ini harus ada didampingi sama orangtua, jadi biar enak juga orangtuanya sekalian mendampingi anaknya sekolah, sekaligus melihat pembelajaran tatap muka,” tutupnya.

Sementara itu, dari Deliserdang, Wakil Bupati Deli Serdang HMA Yusuf Siregar membuka pencanangan Vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun, yang digelar di Halaman SD Percontohan Jalan Diponegoro Kecamatan Lubuk Pakam, Kamis (13/1).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK, MH, Wakil Ketua TP PKK Deli Serdang Ny Hj Sri Pepeni Yusuf Siregar, Ketua Dharmawanita Persatuan Ny Herawati Darwin Zein, Kadis Pendidikan Yudy Hilmawan SE,MM, Kadis Kesehatan dr Ade Budi Krista, Kadis Kominfo Dr Dra Miska Gewa Sari MM, Kadis Dukcapil Gustur Husein Siregar SH, Kadis P3A P2KB Era Permata Sari SH, camat Lubuk Pakam Danang P Yudha SSTP beserta Muspika Kecamatan, serta Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Lubuk Pakam.

Pelaksanaan Vaksinasi kepada anak-anak SD tersebut berlangsung tertib dengan mematuhi protokol kesehatan. Agar para murid tidak takut untuk divaksin, panitia penyelenggara juga menghadirkan para badut untuk menghibur murid-murid yang akan divaksin.

Dalam Sambutannya Wakil Bupati HMA Yusuf Siregar mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Deli Serdang sudah mencapai  72%, tetapi masih ada masyarakat yang tidak mau untuk divaksin. ‘’Maka inilah tugas kita bagaimana supaya masyarakat kita bisa divaksin, karena ini tugas kita bersama dengan kepolisian dan TNI serta tokoh masyarakat, alim ulama dan organisasi, berkolaborasi untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi ini sehingga apa yang dicanangkan pada hari ini bisa dilaksanakan. Kurang lebih 10 hari dengan target 100%  anak-anak bisa divaksin,’’ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK, MH, bahwa pelaksanaan vaksinasi massal di seluruh kecamatan wilayah administratif Deli Serdang serentak kemarin dilakukan  selama 10 hari. Kapolresta Deli Serdang juga berharap  dalam waktu 10 hari ke depan target vaksinasi anak 6 sampai 11 tahun yang ada di Kabupaten Deli Serdang bisa terpenuhi. (dris/map/mag-1/sih)

 

 

 

 

Banten Diguncang Gempa 6,7 Magnitudo, Terasa hingga ke Wilayah Lain

RUBUH: Salah satu rumah rubuh akibat gempa bermagnitudo 6,7 mengguncang Pandeglang, Banten pada Jumat (14/1).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gempa bermagnitudo 6,7 mengguncang Pandeglang, Banten, dan juga terasa di daerah lainnya di sekitar Jabodetabek. Gempa ini berpusat di laut sekitar 132 kilometer di arah Barat Daya Pandeglang pada Jumat (14/1).

Terkait hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam konferensi pers, Jumat (14/1), menyampaikan peristiwa gempa dan tsunami di Selat Sunda yang berdampak di daerah sekitarnya sudah beberapa kali terjadi.

Menurut catatan BMKG, setidaknya sebelum gempa pada Jumat (14/1) sore, sudah pernah juga terjadi gempa dan tsunami sebanyak 8 kali di Selat Sunda. ”Total  ada delapan kejadian gempa yang pernah terjadi sebelumnya, sejak tahun 1851. Jadi kalau dihitng sama yang terkahir ini sudah sembilan kali terjadi gempa,” ujar Kepala BMKG Dwikorita pada konfrensi pers, Jumat (14/1), sore.

Berdasarkan catatan sejarah itu, awal gempa di Banten terjadi pada 4 Mei 1851 di Teluk Betung dan Selat Sunda, dimana pasca gempa kuat teramati tsunami setinggi 1,5 m. Kemudian gempa terjadi lagi lagi pada 9 Januari 1852. Gempa ini selanjutnya terjadi tsunami kecil. Selanjutnya, pada 27 Agustus 1883 terjadi lagi gempa tsunami dahsyat di atas 30 meter akibat erupsi Krakatau.

Pada 23 Februari 1903 terjadi gempa M7,9 berpusat di selatan Selat Sunda yang merusak di Banten. Pada 26 Maret 1928 terjadi tsunami kecil yang teramati Selat Sunda pasca gempa kuat. Lalu, pada 22 April 1958 terjadi gempa kuat di Selat Sunda diiringi dengan kenaikan permukaan air laut/tsunami.

Kemudian pada 22 Desember 2018 di Selat Sunda dilanda tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau. Pada 2 Agustus 2019 terjadi gempa M7,4 yang merusak di Banten dan berpotensi tsunami. Dan terakhir, kemarin 14 Januari 2022 gempa magnitudo 6,7 yang berpusat di Sumur, Pandeglang, Banten.

BMKG menyatakan, gempa magnitudo 6,7 yang terjadi kemarin, berpusat di Kabupaten Pandeglang, Banten merupakan jenis gempa bumi dangkal. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,21 LS, 105,05 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 Km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 Km.

“Hari Jumat, 14 Januari 2022 pukul 16.05.41 WIB wilayah Selatan Banten diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,6,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya, Jumat (14/1).

Bambang menjelaskan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Cikeusik dan Panimbang, VI MMI; Labuan dan Sumur, IV MMI; Tangerang Selatan, Lembang, Kota Bogor, Pelabuhan Ratu, Kalianda, bandar Lampung, III – IV MMI; Anyer III MMI; Jakarta, Kota Tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kab.Bogor, Kotabumi, II – III MMI.”Getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan semua terkejut dan lari keluar,” ucap Bambang.

Warga Jakarta Panik

Gempa magnitudo 6,7 yang berpusat di Sumur, Pandeglang, Banten terasa kuat hingga ke wilayah DKI Jakarta. Hal ini menyebabkan sejumlah pegawai pekantoran yang berada di wilayah ibu kota berhamburan keluar gedung.

Hal ini juga terjadi di Gedung Merah Putih KPK, para pegawai berlarian keluar gedung saat terjadinya gempa sekitar pukul 16.20 WIB. Mereka kaget dan mengamankan diri hingga ke jalan.

Di lokasi lain, orang-orang yang bekerja di Balai Kota berhamburan keluar sekitar pukul 16.09 WIB. Getaran gempa itu berlangsung cukup lama, dan dirasakan baik di dalam gedung maupun di luar. Hingga pukul 16.17 WIB, masih banyak orang yang berada di luar ruangan. Guncangan tak terasa lagi. Sejumlah orang tampak tidak memakai alas kaki lantaran langsung ke luar ruangan. Ada juga yang mengabadikan momen berhamburan keluar ruangan dengan foto atau video. (jpnn/bbs)

Maling yang Meresahkan Ditangkap, Warga Bandar Khalifah Apresiasi Kapolsek

Kapolsek Percut Seituan Agustiawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga masyarakat Jalan Nusantara, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Seituan, apresiasi dan berterima kasih atas kenerja Polsek Percut Seituan atas keberhasilan menangkap pelaku pencurian yang selama ini meresahkan warga di Desa Bandar Khalifah.

Pelaku yang meresahkan warga itu bernama Hasan Pasaribu alias Sandol warga Kampung Kolam, Percut Seituan ditangkap petugas Polsek Percut Seituan, Selasa (11/1/2022).
Atas pencurian mesin sumur bor milik korban M Zailani alias Tengku (55) warga Jalan Nusantara Gang Makmur II, Desa Bandar Khalifah, Percut Seituan.

Jumat (14/1) sore, kepada wartawan, Zailani yang didampingi tokoh masyarakat Desa Bandar Khalifah mengucapkan terima kasih atas kinerja Polsek Percut Seituan yang menangkap Hasan Pasaribu alias Sandol.

“Sudah tiga kali aku kecurian di rumah. Sejak itu aku pasang CCTV, dan saat pelaku mengambil mesin sumur bor ku, dia terekam CCTV dan ku laporkan ke Polsek Percut” terang Zailani. Atas rekaman CCTV tersebut pelaku berhasil ditangkap bersama barang bukti mesin sumur bor. Selain Zailani ternyata ada beberapa warga Jalan Nusantara yang juga kehilangan dan diduga pelakunya Hasan Pasaribu.

Seperti yang dialami korban Gunung Gea SS (62) yang kehilangan sepeda motor Yamaha Xeon BK 2253 ACW di kediamannya Jalan Pendidikan/Nusantara Dusun XII Desa Bandar Khalifah, Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 05:00 WIB.

Menurut warga setempat pelaku yang mencuri sepeda motor, Gea juga pelaku Hasan Pasaribu. Korban Gea melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan,(3/4/2021) sebagai mana yang tertuang dalam STPL bernomor LP/674/IV/2021/SPKT PERCUT SEITUAN.

Warga setempat juga menerangkan jika pelaku juga diduga melakukan pencurian di rumah korban Sofyan Hadi Nasution alias Ucok (38) di Dusun XII Melati Jalan Pringgan Desa Bandar Khalifah Kec Percut Seituan,Sabtu (28/8) sekitar pukul 07:00 WIB.

Aksi pencurian itu mengakibatkan korban kehilangan uang tunai Rp6 juta, perhiasan emas cincin 3 buah, kalung 2, gelang 2, 1 unit HP, buku tabungan BRI dan BPKB mobil Toyota Kijang LX BK 1492 DV.

Siang harinya korban langsung membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan sebagaimana tertera dalam STTPL bernomor STTPL/1679/VIII/YAN:2.5/2021/SPKT/ POLRESTABES MEDAN POLDA SUMUT.

Menurut korban Sofyan Hadi, pelaku pencurian di rumahnya juga diduga dilakukan pelaku Hasan Pasaribu. “Banyak lagi bang, warga sini yang kehilangan dan kami menduga dia (Hasan Pasaribu) pelakunya” beber warga setempat seraya mengucapkan terimakasih kepada Polsek Percut Seituan yang berhasil menangkap pelaku.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Agustiawan melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Bambang Nurmationo membenarkan ditangkapnya Hasan Pasaribu, pencuri yang meresahkan warga Desa Bandar Khalifah tersebut. ” Ia benar ada kita tangkap pelaku pencurian atas nama Hasan Pasaribu yang barang buktinya mesin air,” kata Bambang.(pwt/azw)

Amien Rais Tolak Nyapres di Pilpres 2024

WAWANCARA: Amien Raissaat diwawancarai.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kader Partai Ummat mendorong agar Amien Rais bisa mencalonkan diri menjadi calon presiden (capres) dan bersaing dengan calon lain, pada Pilpres 2024 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais mengaku dirinya tidak ingin maju dalam Pilpres 2024 mendatang. Dia juga tidak tertarik untuk ikut serta dalam kontestasi tersebut.

“Oh enggak, enggak saya enggak mau,” ujar Amien Rais dikutip Antara, Jumat (14/1).

Sebelumnya, Humas DPP Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya, membenarkan bahwa adanya dorongan dari kader yang menginginkan agar Ketua Majelis Syura Amien Rais bisa menjadi capres di Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Mustofa, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi telah menerima banyak masukan dari kadernya mengenai dorongan terhadap Amien Rais ini.

“Iya itu suara-sauara dari bawah yang disampaikan ke ketua umum,” ujar Mustofa.

Namun demikian, Mustofa mengaku ketua umumnya Ridho Rahmadi masih menampung aspirasi dari kader-kader Partai Umat tersebut. Pasalnya saat ini Amien Rais sudah sepuh untuk dicalonkan menjadi capres di 2024.

“Meskipun gagasan beliau masih segar dan cemerlang, tapi kan Pak Amien Rais sudah sepuh. Jadi tidak perlu dimunculkan,” katanya.

Mustofa menuturkan, permintaan kader Partai Ummat untuk mendorong Amien Rais menjadi capres di 2024 terjadi saat ketua umumnya Ridho Rahmadi melakukan pelantikan di berbagai daerah.

Menurut Mustofa, saat ini yang menjadi fokus Partai Ummat adalah agar bisa lolos dan menjadi partai politik peserta Pemilu di 2024. Sehingga ketua umumnya Ridho Rahmadi menginginkan kader fokus ke hal tersebut.

“Partai Ummat saat ini sedang fokus mengikuti proses lolos ke Pemilu dulu nanti, yakni verifikasi faktual,” pungkasnya. (jpc/han)