ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Samapta Polres Asahan melaksanakan patroli lokasi objek wisata untuk memantau situasi Kamtibmas pada liburan Tahun Baru 2022 di wilayah hukum Polres Asahan, Minggu (2/1). Dalam patrol itu dipimpin Kasat Samapta Polres Asahan AKP Ilham Harahap SH MH.
“Tadi personel menyambangi Kolam Eenang Waterboom Ragil di Dusun IV Desa Tanjungalam Kecamatan Seidadap Asahan,” jelas Kasat Samapta AKP Ilham Harahap SH MH.
Menurut dia, kegiatan patroli seperti ini diilakukan sesuai arahan Bapak Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha SIK MH yang menekankan dilakukannya patroli dan pengecekan situasi kamtibmas, kegiatan masyarakat, dan pengecekan protokol kesehatan (porkes) di lokasi wisata dalam rangka liburan Tahun Baru 2022.
“Tujuannya untuk melaksanakan penebalan pegamanan terbuka di tempat wisata yang menjadi sasaran masyarakat pengunjung dan memastikan implementasi aplikasi PeduliLindungi agar betul-betul dilaksanakan,” kata AKP Ilham Harahap.
AKP Ilham juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan pengelola objek wisata maupun petugas pengamanan agar tetap menerapkan protokol kesehatan serta membatasi pengunjung sebanyak 50 persen.
“Diharapkan hasil dari kegiatan patroli ini, pihak pengelola, petugas pengamanan serta masyarakat, dapat memahami dan melaksanakan instruksi maupun imbauan pemerintah untuk selalu menerapkan prokes guna mencegah penyebaran Covid 19,” tegasnya.
Di tempat berbeda, Ketua Satgas Covid-19 Asahan, Surya B.Sc melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Rahmad Hidayat Siregar kepada awak media mengatakan tak bosan-bosannya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat Asahan agar tetap menerapkan prokes.
“Mari kita jaga dan tetap mempertahankan prokes dengan tetap memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya. (dat/azw)
CAPAIAN KERJA: Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira menyampaikan sejumlah hasil pencapaian kinerja Polres Asahan di Tahun 2021 di Gedung Utama Mapolres Asahan, Kamis (30/12).ist/SUMUT POS.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira menyampaikan sejumlah hasil pencapaian kinerja Polres Asahan di Tahun 2021. Putu mengaku, sepanjang 2021 jumlah tindak pidana (JTP) sebanyak 1.472 kasus dan Penyelesaian Tindak Pidana (PTP) sebanyak 1.472 kasus. Rinciannya tindak pidana konvensional jumlah tindak pidana 1.502 kasus dan penyelesaian tindak pidana 1.252 kasus.
CAPAIAN KERJA: Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira menyampaikan sejumlah hasil pencapaian kinerja Polres Asahan di Tahun 2021 di Gedung Utama Mapolres Asahan, Kamis (30/12).ist/SUMUT POS.
“Tindak pidana trans nasional untuk jumlah tindak pidana 226 kasus dan penyelesaian tindak pidana 213 kasus, sedangkan tindak pidana kekayaan negara dengan jumlah tindak pidana 4 kasus dan penyelesaian tindak pidana 7 kasus.,” papar Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH didampingi Wakapolres Kompol Sri Juliani Siregar saat menggelar konferensi pers menjelang akhir Tahun 2021, di Gedung Utama Mapolres Asahan, Kamis (30/12).
Ia juga menjelaskan sepanjang tahun 2021 jumlah tindak pidana yang ditangani Satreskrim Polres Asahan mengalami penurunan sebanyak 71 Kasus jika dibandingkan dengan jumlah tindak pidana yang ditangani pada tahun 2020.
“Pengungkapan kasus selama 2021 sebanyak 217 kasus, 294 orang tersangka dan barang bukti berupa 262,45 gram ganja, 122.583,29 gram sabu dan 5.136 gram serta 2,54 gram ekstasi,” ungkap Kapolres.
Kemudian kasus laka lantas tahun 2021 mengalami penurunan sebanyak 37 kasus (11,14) dibandingkan dengan tahun 2020. “Rinciannya tahun 2020 jumlah laka 332 kasus dan penyelesaian 292 kasus Tahun 2021 jumlah laka 295 kasus dan penyelesaian 269 kasus,” jelasnya.
Lalu pengungkapan kasus menonjol curas 11 kasus dengan 16 tersangka. Barang bukti berupa lima unit ponsel, tiga unit sepeda motor, satu buah jaket, satu kunci T dan satu bilah pisau. Pengerusakan 1 kasus dengan 2 tersangka. Sedangkan barang bukti satu unit mobar dan satu buah batu.
Untuk kasus pembunuhan ada 2 kasus dengan 4 tersangka. Adapun barang bukti satu unit mobil, satu unit ponsel, satu potong kayu, dua bilah pisau, satu daster, satu bra, satu sarung, dan dua utas tali.
Kasus curat ada tiga kasus dengan empat tersangka. Adapun barang bukti satu unit sepeda motor, dua unit HP, satu unit bor, satu unit gerindra dan satu gunting.
“Penemuan bayi 2 kasus, dengan dua tersangka. Untuk barang bukti satu karung, dua plastik, 1 tali, 1 goni dan satu potongan kayu. Narkotika 3 kasus dengan 3 tersangka. Untuk barang bukti 119.803,31 gram sabu, 8 unit ponsel, 1 sampan, dan satu unit sepeda motor,” urai Kapolres.
Hadir Wakil Bupati Asahan Drs Zainal Abidin Siregar, Dandim 0208/AS Letkol Inf Sri Marantika Beruh, Danlanal Tanjungbalai-Asahan Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, dan lainnya. (dat/azw)
Ketua DPRD Asahan Baharuddin Harahap, Kejari Asahan diwakili oleh Jaksa Pratama Aben Simangunsong, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kisaran Nelson Angkat. (dat/azw)
LANTIK: Bupati Asahan melalui Sekda Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution melantik PNS ke dalam Jabatan Fungsional Pemkab Asahan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Jumat (31/12).ist/sumut pos.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi mengangkat dan melantik 223 Pengawai Negeri Sipil (PNS) ke dalam jabatan fungsional melalui penyetaraan jabatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan bertempat di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Jumat (31/12).
LANTIK: Bupati Asahan melalui Sekda Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution melantik PNS ke dalam Jabatan Fungsional Pemkab Asahan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Jumat (31/12).ist/sumut pos.
Pelantikan ini sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Asahan Nomor 155.2-BKD-Tahun 2021 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil ke Dalam Jabatan Fungsional Melalui Penyetaraan Jabatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan,
Di kesempatan itu Bupati Asahan, Surya BSc melalui Sekda Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi menjelaskan bahwa pelantikan 223 pejabat fungsional baru itu menurut dari 261 jabatan yang telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Perbedaan jumlah ini terjadi dikarenakan adanya mutasi jabatan setelah usulan peralihan tersebut disampaikan, dan berdasarkan informasi yang didapatkan dari pihak Kementerian Dalam Negeri bahwa sisanya sebanyak 38 jabatan harus diusulkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Asahan ke Kementerian Dalam Negeri melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.
Selanjutnya beliau mengatakan peralihan dan pelantikan hari ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional, dan berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri Nomor 800/8762/OTDA tanggal 30 Desember 2021 hal persetujuan penyetaraan jabatan di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara.
Beliau berharap, kepada pejabat fungsional yang dilantik, jangan jadikan peralihan menjadi momok , jangan penuhi pikiran saudara dengan rasa takut akan ketidaktahuan tentang jabatan fungsional.
“Saya memahami bahwa saudara berasal dari tenaga struktural yang sedang memasuki zona yang baru, tetapi saya minta saudara memahami bahwa kita semua berkewajiban untuk taat dan patuh terhadap ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, dan memaklumi bahwa peralihan ini merupakan bentuk penataan birokrasi ke arah yang lebih baik. (dat/azw)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Memasuki Tahun 2022, Kota Tebingtinggi masih dapat mengendalikan pandemi Covid-19. Hingga kini, status Kota Tebingtinggi, masih zona hijau dan belum ada ditemukan kasus varian baru Omicron. Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Tebingtinggi melalui Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Iswan Suhendi melalui via WhatsApp, Minggu (2/1).
“Tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif pada tinggal 1 Januari 2022. Seluruh kelurahan berada pada zona hijau,” papar Iswan.
Dijelaskan Iswan, capaian vaksinasi di Kota Tebingtinggi sebesar 81,04 persen dari total 133.616 orang. Bed Occupation Rate (BOR) adalah persentase pemakaian tempat tidur pada empat rumah sakit yang ada di Kota Tebingtinggi sebesar 0,93 persen atau 2 yang terisi dari 213 ketersediaan tempat tidur.
“Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk bekerjasama dalam mematuhi dan melaksanakan Protokol Kesehatantan 5 M, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer, mengurangi mobilitas, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan) sebagai salah satu upaya pencegahan agar Kota Tebingtinggi dapat terbebas dari pandemi Covid-19,” pungkasnya. (ian/azw)
NAIK PANGKAT: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira (kanan) memberi salam kepada anggota naik pangkat di Halaman Mapolres Asahan, Sabtu (1/1),
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH pimpin pelaksanaan upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personel Polres Asahan di Halaman Mapolres Asahan, Sabtu (1/1). Personel yang naik pangkat itu terdiri dari pangkat ajun komisaris polisi (AKP) ke komisaris polisi (Kompol) sebanya dua orang, inspektur satu (Iptu) ke AKP 4 orang, inspektur dua (Ipda) ke ke Iptu 11 orang, asisten inspektur dua (Aipda) ke asisten inspektur satu (Aiptu) 12 orang, Brigadir kepala (Bripka) ke Aipda 11 orang, Brigadir ke Bripka 8 orang, Brigadir satu (Briptu) ke Brigadir 5 orang, dan brigadier dua (Bripda) ke Briptu 1 orang.
NAIK PANGKAT: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira (kanan) memberi salam kepada anggota naik pangkat di Halaman Mapolres Asahan, Sabtu (1/1),
Dalam amanatnya Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH selaku Inspekstur upacara, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan satu kesejahteraan setiap personel. “Namun untuk mendapatkan kenaikan pangkat harus diperjuangkan dengan memenuhi tuntutan tugas sesuai persyaratan yang ada, antara lain harus memenuhi persyaratan secara administrasi maupun kesamaptaan yang telah ditetapkan kemudian penilaian atasan terhadap sikap dan prilaku sehari hari serta prestasi kerja yang ditunjukkan juga menjadi pertimbangan, sehingga kenaikan pangkat ini benar benar merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tinggi, serta prestasi kerja yang telah ditunjukkan oleh personil,”kata Kapolres.
Di akhir amanatnya, menyampaikan atas nama ribadi Kapolres Asahan mengucapkan selamat kepada personel atas kenaikan pangkatnya,
“Selamat kepada rekan rekan yang naik pangkat dan pendamping bhayangkari saya ucapkan selamat, serta terus dampingi suaminya untuk berkarya dengan baik,” tandas Kapolres.(dat/azw)
RAZIA: Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono saat memimpin razia Aplikasi PeduliLindungi kepada masyarakat pengendara motor di Tebingtinggi, Minggu (2/1).
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono memimpin pelaksanaan kegiatan pengecekan Aplikasi PeduliLindungi dan kartu vaksin bagi pengendara bermotor yang melintas di depan Mako Polres Tebingtinggi Jalan Pahlawan, Minggu (2/1).
RAZIA: Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono saat memimpin razia Aplikasi PeduliLindungi kepada masyarakat pengendara motor di Tebingtinggi, Minggu (2/1).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang melintas sudah melaksanakan vaksin. Bagi pengendara yang belum melaksanakan vaksin maka diarahkan untuk melaksanakan vaksinasi di Aula Kamtibms Polres Tebingtinggi.
Di sela sela kegiatan Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono mengatakan bahwa dalam libur tahun baru ini personel kepolisian tetap melakukan pengamanan sekaligus terus melaksanakan program vaksinasi agar warga Kota Tebingtinggi seluruhnya telah divaksinasi.
“Dengan adanya terus vaksinasi, kita berharap tidak ada lagi warga Kota Tebingtinggi yang terpapar Covid-19. Tetapi walaupun sudah divaksinasi, masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan yang ada terutama memakai masker, menghindari kerumunan, menjauhi mobilitas warga serta menjaga jarak,” bilangnya.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh Masyarakat Kota Tebingtinggi untuk tidak melakukan mudik atau perjalanan liburan ke luar kota apalagi ke luar negeri, karena saat ini ada varian jenis Omicron yang mengancam kita dan penularannya sangat lebih cepat dari varian delta.
“Bagi masayarakat yang tidak ada berkepentingan mendadak untuk melakukan perjalanan ke luar kota agar tetap di rumah saja, karena bila ada kepentingan yang tidak harus jumpa bisa melakukan video call atau yang lainnya. Mari kita jaga kesehatan kita dalam menghindari Varian omicron ,” pungkas AKBP M Kunto. (ian/azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Panel Survei Indonesia (PSI) merilis hasil survei terhadap kriteria kepemimpinan nasional 2024-2029 yang dinginkan oleh masyarakat. Dari hasil survei yang dilakukan pada 14-29 Desember 2021 dengan total sampel 1.820 responden tersebar di 34 provinsi itu terungkap, keinginan masyarakat dalam kepemimpinan 2024 adalah kepemimpinan yang kuat di tiga aspek, antara lain aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih dan pemerintah yang mengutamakan stabilitas politik, keamanan nasional.
“Survei menunjukkan 89,9 persen masyarakat menginginkan kemajuan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi, 84,2 persen menginginkan pemerintahan yang bersih dan 70,3 persen masyarakat menginginkan pemerintah yang mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional,” ungkap Direktur Eksekutif PSI, Andri Gunawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, kemarin (2/1).
Sedangkan pemerintah yang kuat menurut masyarakat yang jika Presiden didukung oleh mayoritas DPR,, sebanyak 82,9 persen, didukung pelaku bisnis/dunia usaha baik dalam dan luar negeri 88,6 persen, serta yang menyatakan mampu mengendalikan aparat hukum dan keamanan sebanyak 90,7 persen.
Dari hasil survei ini, lanjut Andre, jika pemilihan presiden digelar hari ini dan mengacu kepada tiga aspek kepemimpinan yakni ekonomi, pemerintahan yang bersih dan pemerintahan yang mengutamakan stabilitas politik, keamanan nasional, maka Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling banyak dipilih responden dengan mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang diinginkan dan dipilih dengan tingkat elektabilitas 18,3 persen, di posisi kedua Prabowo Subianto 16,2 persen, Ganjar Pranowo 14,4 persen, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) 5,9 persen,” beber Andre.
Kemudian disusul Sri Mulyani dengan raihan 5,4 persen, Anies Baswedan 3,3 persen, Muhaimin Iskandar 3,2 persen, Puan Maharani 3,2 persen, Moeldoko 3,1 persen, Sandiaga Uno 3,1 persen, Harry Tanoe 2,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Khofifah Indar Parawansa 1,9 persen, Erick Thohir 1,7 persen dan yang belum memilih 13,7 persen.
Temuan survei juga menunjukkan preferensi masyarakat pada partai politik dengan elektabilitas PDIP mencapai 12,7 persen. Sedangkan posisi kedua, dengan ditempati Golkar dengan elektabilitas 12,4 persen, posisi ketiga Gerindra 11,9 persen.
Posisi berikutnya ditempati Demokrat , dengan elektabilitas 8,9 persen dimana Demokrat menjadi parpol di luar pemerintahan yang memiliki peningkatan elektabilitas yang sangat signifikan dibandingkan hasil pemilu 2019. Lalu ada partai PKB yang memimpin elektabilitas papan tengah sebesar 7,1 persen, disusul Nasdem yang meraih elektabilitas 6,8 persen, kemudian partai-partai Islam lainya, yaitu PKS 6,1 persen, PAN 3,3 persen, dan PPP 2,6 persen
Sisanya adalah partai-partai baru yang diprediksi tidak bakal lolos ke Senayan, yaitu PSI meraih elektabilitas 1,3 persen, sedangkan Perindo dengan elektabilitas 1,3 persen. Hanura (1,1 persen), PBB (0,9 persen), PKPI (0,8 persen), Berkarya (0,8 persen), dan Garuda (0,8 persen). Kemudian partai partai politik yang baru terbentuk yang sedang membentuk kepengurusan untuk ikut serta dalam Pemilu 2024 hanya Partai Prima menjadi preferensi publik dengan tingkat elektabilitas 1,4 persen, disusul Partai Gelora 0,7 persen, Partai UMAT 0,2 persen dan sisa yang belum memilih sebanyak 18,9 persen. (rel/adz)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Macet total terjadi di Tebingtinggi, kemacetan terjadi sepanjang 5 kilometer mulai Jalan Sudirman hingga Jalan KL Yos Sudarso menuju pintu tol Tebingtinggi Medan,.Minggu malam (2/1) sekira pukul 21.00 WIB.
Kemacetan yang terjadi dari Tebingtinggi menuju Kota Medan, bahkan kemacetan juga terjadi di jalan menuju Kota Kisaran dan Pematang Siantar, kemacetan ini terjadi karena kenderaan khususnya mobil pribadi menuju Kisaran atau Siantar berjalan berlahan melewati pintu perlintasan kereta api.
Diperkirakan kemacetan akan berakhir din ihari, banyak kenderaan pribadi harus berhenti di SPBU KL Yos Sudarso karena beristirahat menunggu kemacetan berakhir.
Tampak petugas Polantas Polres Tebingtinggi mengatur arus lalulintas disetiap persimpangan yang ada. Tidak Ada jalur alternatif yang dilalui para pemudik, mereka semuanya menuju jalan tol Tebingtinggi Medan.
Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Doraria Simanjuntak mengatakan kemacetan ini terjadi karena arus balik libur natal dan tahun baru khususnya mobil pribadi menumpuk di Kota Tebingtinggi menuju pintu tol, kepulangan para pengemudi ini secara serentak sehingga jumlah kenderaan melebihi kapasitas.
“Kita sudah menurunkan petugas disetiap persimpangan menuju pintu tol untuk mengatur arus lalulintas dari dua arah. Pengemudi diharapkan tertib laluluntas sehingga kemacetan dapat terurai,” jelasnya.
Salah seorang pengemudi yang hendak pulang ke Medan, Fahmi menuturkan dirinya sudah terjebak macet hampir satu jam semenjak memasuki Kota Tebingtinggi, karena kondisi capek, dirinya istirahat untuk mengendorkan urat urat agar perjalanan selanjutnya bisa dilanjutkan. (ian)
Ketetangan Foto: PADAT : Arus balik kenderaan menuju pintu Tol Kota Medan tepatnya di Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi macet total.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Provinsi Sumatera Utara, menggelar malam silaturrahmi tahun baru 2022 di kediaman rumah Anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, Jalan Rawa Cangkuk Tiga (RCTI) Medan, kemarin malam. Dalam sambutannya, Edi Saputra mengajak para alumni dan kader senantiasa saling bersinergi dan berkolaborasi membesarkan ikatan dan persyarikatan Muhammadiyah.
SILATURAHMI: Sejumlah alumni IMM saat menjadi pemateri diskusi di kegiatan Silaturahmi Fokal IMM Sumut di Jalan Rawa Cangkuk Tiga Medan, kemarin malam.
Silaturrahmi di rumah Edi Saputra yang juga Ketua Fokal IMM Kota Medan tersebut, berlangsung secara kekeluargaan, diisi berbagai materi dan pembagian lucky draw bagi keluarga besar IMM dan alumni. Kegiatan dihadiri Ketua Fokal IMM Sumut, Sahlan Marpaung, mantan Ketua Fokal IMM Sumut, Achlaq Shiddiq Abidin Tanjung, mantan Ketua IMM Sumut dan Kota Medan, diantaranya Putrama Alkhairi, Mora Harahap, Shohibul Anshor Siregar, Ridwan Hasan Basri, dan Marah Doly Nasution. Silaturahmi tersebut juga menghadirkan alumni sebagai pembicara utama melalui zoom yakni, Saleh Partaonan Daulay, yang juga menjabat Ketua Fraksi PAN DPR RI.
Edi Saputra mengaku, IMM dan Fokal IMM akan menjadi organisasi besar jika para alumni dan kadernya senantiasa saling berkolaborasi untuk saling membesarkan jati diri dan ikatan organisasi. “Kita harapkan kader dan alumni jangan saling sikut dan menjatuhkan, justru harus saling membantu untuk membesarkan cita-cita yang ingin diraih,” katanya.
Edi Saputra yang juga mantan Ketua Umum PC IMM Kota Medan ini, menekankan perlunya para alumni memiliki modal sosial, dalam mengembangkan ikatan. “Tidak selamanya modal materi atau finansial itu bisa untuk membesarkan ikatan dan tujuan yang ingin diraih. Sebab modal sosial juga merupakan yang terpenting untuk dimiliki, dalam membesarkan ikatan dan potensi kader dan alumni,” sebut Edi yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kota Medan.
Sedangkan Ketua Fokal IMM Sumut, Sahlan Marpaung mengajak melalui wadah Fokal IMM ini hubungan sesama alumni IMM akan bisa dibangun untuk bisa menjalin tali silaturrahim. Ke depan, jelas dia, melalui wadah Fokal ni, bisa dilakukan upaya-upaya untuk saling mendukung dan menguatkan antara yang satu dengan yang lain.
“Mendukung pengembangan potensi masing-masing kader/alumni untuk bisa dimunculkan sesuai potensi dan profesi yang digeluti. Hubungan yang terjalin kiranya tidak lagi sebatas hubungan formal organisasi, tapi tumbuh dan terjalin dalam bentuk hubungan batin yang erat memiliki ikatan emosional yang kuat, sehingga sesama alumni akan siap saling mendukung dan membantu,” paparnya.
Hal senada disampaikan seorang pengurus Fokal IMM Sumut, dr Ade Taufiq yang hadir di pertemuan itu. Saat dimintai komentarnya oleh wartawan, ia juga mengajak para alumni dan kader IMM senantiasa menjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik, khususnya dalam memperjuangkan cita-cita yang ingin dicapai.
“Kita harapkan para kader dan alumni senantiasa kompak, saling membantu dan membesarkan, dalam menggapai tujuan yang diinginkan,” kata Ade Taufiq yang juga mantan Ketua IMM Kota Medan ini.
Ade Taufiq yang juga mantan Dirut Rumah Sakit Muhammadiyah Medan ini juga menyatakan, membangun Fokal IMM diperlukan konsolidasi dan kolaborasi sesama kader Ikatan. “Mari kita membangun korps Fokal IMM ke depan dengan konsolidasi serta kolaborasi sesama kader, saling membesarkan dan bersinergis bersama dalam meraih dan menggali segala potensi yang ingin dicapai dan dibesarkan,” ujar mantan Dekan Fakultas Kedokteran UMSU ini.
Sebelumnya para alumni dan pembicara dalam pertemuan itu juga menyampaikan usulan perlunya dibangunnya Gedung IMM Center. Di mana Gedung IMM tersebut bisa menjadi tempat pertemuan para kader maupun alumni IMM., sekaligus simbol IMM di Sumut sebagai salah satu organisasi yang patut diperhitungkan.
Sebagaimana disampaikan Saleh Partaonan Daulay, para kader dan alumni harus bergerak bersama membesarkan ikatan dan persyarikatan Muhammadiyah. Saleh Daulay juga mengajak kader dan alumni jangan merasa besar di dalam ikatan dan persyarikatan semata, namun harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sedangkan Achlaq Abidin Tanjung menegaskan bagi para alumni khususnya kader IMM, untuk memiliki keberanian dalam mengembangkan potensi diri dan tujuan yang ingin diraih. Selain itu, dia juga meminta perlunya dilakukan bank data atau pendataan yang baik bagi para alumni IMM. “Sehingga diketahui potensi apa saja yang dimiliki para alumni, agar bisa dikembangkan dan saling membantu dengan yang lainnya,”ucapnya.(adz) Kader dan Alumni Fokal IMM Harus Berkolaborasi untuk Saling Membesarkan
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Provinsi Sumatera Utara, menggelar malam silaturrahmi tahun baru 2022 di kediaman rumah Anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, Jalan Rawa Cangkuk Tiga (RCTI) Medan, kemarin malam. Dalam sambutannya, Edi Saputra mengajak para alumni dan kader senantiasa saling bersinergi dan berkolaborasi membesarkan ikatan dan persyarikatan Muhammadiyah.
Silaturrahmi di rumah Edi Saputra yang juga Ketua Fokal IMM Kota Medan tersebut, berlangsung secara kekeluargaan, diisi berbagai materi dan pembagian lucky draw bagi keluarga besar IMM dan alumni. Kegiatan dihadiri Ketua Fokal IMM Sumut, Sahlan Marpaung, mantan Ketua Fokal IMM Sumut, Achlaq Shiddiq Abidin Tanjung, mantan Ketua IMM Sumut dan Kota Medan, diantaranya Putrama Alkhairi, Mora Harahap, Shohibul Anshor Siregar, Ridwan Hasan Basri, dan Marah Doly Nasution. Silaturahmi tersebut juga menghadirkan alumni sebagai pembicara utama melalui zoom yakni, Saleh Partaonan Daulay, yang juga menjabat Ketua Fraksi PAN DPR RI.
Edi Saputra mengaku, IMM dan Fokal IMM akan menjadi organisasi besar jika para alumni dan kadernya senantiasa saling berkolaborasi untuk saling membesarkan jati diri dan ikatan organisasi. “Kita harapkan kader dan alumni jangan saling sikut dan menjatuhkan, justru harus saling membantu untuk membesarkan cita-cita yang ingin diraih,” katanya.
Edi Saputra yang juga mantan Ketua Umum PC IMM Kota Medan ini, menekankan perlunya para alumni memiliki modal sosial, dalam mengembangkan ikatan. “Tidak selamanya modal materi atau finansial itu bisa untuk membesarkan ikatan dan tujuan yang ingin diraih. Sebab modal sosial juga merupakan yang terpenting untuk dimiliki, dalam membesarkan ikatan dan potensi kader dan alumni,” sebut Edi yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kota Medan.
Sedangkan Ketua Fokal IMM Sumut, Sahlan Marpaung mengajak melalui wadah Fokal IMM ini hubungan sesama alumni IMM akan bisa dibangun untuk bisa menjalin tali silaturrahim. Ke depan, jelas dia, melalui wadah Fokal ni, bisa dilakukan upaya-upaya untuk saling mendukung dan menguatkan antara yang satu dengan yang lain.
“Mendukung pengembangan potensi masing-masing kader/alumni untuk bisa dimunculkan sesuai potensi dan profesi yang digeluti. Hubungan yang terjalin kiranya tidak lagi sebatas hubungan formal organisasi, tapi tumbuh dan terjalin dalam bentuk hubungan batin yang erat memiliki ikatan emosional yang kuat, sehingga sesama alumni akan siap saling mendukung dan membantu,” paparnya.
Hal senada disampaikan seorang pengurus Fokal IMM Sumut, dr Ade Taufiq yang hadir di pertemuan itu. Saat dimintai komentarnya oleh wartawan, ia juga mengajak para alumni dan kader IMM senantiasa menjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik, khususnya dalam memperjuangkan cita-cita yang ingin dicapai.
“Kita harapkan para kader dan alumni senantiasa kompak, saling membantu dan membesarkan, dalam menggapai tujuan yang diinginkan,” kata Ade Taufiq yang juga mantan Ketua IMM Kota Medan ini.
Ade Taufiq yang juga mantan Dirut Rumah Sakit Muhammadiyah Medan ini juga menyatakan, membangun Fokal IMM diperlukan konsolidasi dan kolaborasi sesama kader Ikatan. “Mari kita membangun korps Fokal IMM ke depan dengan konsolidasi serta kolaborasi sesama kader, saling membesarkan dan bersinergis bersama dalam meraih dan menggali segala potensi yang ingin dicapai dan dibesarkan,” ujar mantan Dekan Fakultas Kedokteran UMSU ini.
Sebelumnya para alumni dan pembicara dalam pertemuan itu juga menyampaikan usulan perlunya dibangunnya Gedung IMM Center. Di mana Gedung IMM tersebut bisa menjadi tempat pertemuan para kader maupun alumni IMM., sekaligus simbol IMM di Sumut sebagai salah satu organisasi yang patut diperhitungkan.
Sebagaimana disampaikan Saleh Partaonan Daulay, para kader dan alumni harus bergerak bersama membesarkan ikatan dan persyarikatan Muhammadiyah. Saleh Daulay juga mengajak kader dan alumni jangan merasa besar di dalam ikatan dan persyarikatan semata, namun harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sedangkan Achlaq Abidin Tanjung menegaskan bagi para alumni khususnya kader IMM, untuk memiliki keberanian dalam mengembangkan potensi diri dan tujuan yang ingin diraih. Selain itu, dia juga meminta perlunya dilakukan bank data atau pendataan yang baik bagi para alumni IMM. “Sehingga diketahui potensi apa saja yang dimiliki para alumni, agar bisa dikembangkan dan saling membantu dengan yang lainnya,” ucapnya.(adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Untuk merespon berbagai dinamika perubahan perekonomian dunia serta dalam rangka menjadikan penguatan pasar dunia yang tetap terbuka sebagai bagian esensial dalam pemulihan dan penguatan perekonomian global, Pemerintah Indonesia telah menandatangani Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 15 November 2020.
Perjanjian RCEP merupakan inisiatif Indonesia pada saat menjadi Ketua ASEAN di 2011, di mana Indonesia kemudian dipercaya menjadi koordinator yang memimpin jalannya perundingan Perjanjian RCEP.
Implementasi Perjanjian RCEP yang ditargetkan selesai diratifikasi pada kuartal I tahun 2022 menjadi semakin penting di tengah guncangan ekonomi global yang diakibatkan perang dagang dan pandemi Covid-19. Untuk menghadapi implementasi tersebut, perlu dipersiapkan langkah strategis sebagai upaya mitigasi dan pemanfaatan perjanjian RCEP bagi Indonesia.
“RCEP merupakan kesepakatan regional trading block terbesar di dunia, yang meliputi 30% dari PDB dunia, 27% dari perdagangan dunia, 29% dari investasi asing langsung dunia dan 29% dari populasi dunia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Media Briefing RCEP, secara virtual di Jakarta (31/12).
Saat ini, sudah ada 7 Negara ASEAN (Brunei, Kamboja, Laos, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Myanmar) dan 5 Negara Mitra ASEAN (RRT, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan) yang telah merampungkan ratifikasi. Ratifikasi oleh Pemerintah Indonesia menjadi syarat utama pemanfaatan Perjanjian RCEP di Indonesia.
Implementasi Perjanjian RCEP tidak dilakukan secara langsung melainkan secara bertahap yaitu eliminasi tarif sebesar 65% pada saat mulai berlaku (Entry into Force/EIF) di 2022, 80% pada EIF+10 tahun, dan 92% pada EIF+15-20 tahun.
Menko Airlangga menjelaskan, implementasi Perjanjian RCEP akan mendatangkan berbagai manfaat bagi Indonesia, di antaranya adalah kepastian dan keseragaman aturan perdagangan, iklim investasi yang lebih kondusif, peningkatan peluang usaha barang, jasa dan investasi, serta penguatan integrasi ke dalam Regional Value Chain (RVC).
Negara anggota RCEP memiliki arti yang signifikan bagi perekonomian Indonesia sebagai tujuan ekspor (56%) dan sumber impor utama (65%) Indonesia di 2020. Negara anggota RCEP juga merupakan sumber utama aliran investasi asing (PMA) ke Indonesia. Pada 2020, sebesar 72% PMA yang masuk ke Indonesia berasal dari negara anggota RCEP dengan Singapura, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan Malaysia menjadi investor utama.
Perjanjian RCEP memiliki keunggulan utama yaitu menyederhanakan aturan FTA. Melalui mekanisme RCEP akan digunakan satu jenis Surat Keterangan Asal (SKA) di seluruh kawasan RCEP sehingga menghemat biaya perdagangan.
Perjanjian RCEP juga mendukung terciptanya RVC melalui pengakuan bahan baku/bahan intermediate yang berasal dari negara anggota RCEP, sehingga terbentuk Regional Production Hub. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri yang menghasilkan produk akhir, bukan hanya produk setengah jadi. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi di RVC memberikan nilai tambah besar.
Selain mendorong ekspor ke negara anggota RCEP, Indonesia dapat menarik lebih banyak Foreign Direct Investment dengan dukungan fasilitasi kemudahan investasi, alih teknologi, dan kepastian hukum investasi yang diatur di dalam RCEP.
Sebagai perjanjian yang komprehensif dan modern, RCEP tidak hanya mengatur akses pasar, tapi juga memuat beberapa fitur penting seperti penciptaan ekosistem perdagangan sistem elektronik (e-commerce) yang kondusif dan meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM, khususnya dalam hal promosi dan akses digital untuk masuk dalam rantai pasok regional.
“Kata kunci pemanfaatan RCEP adalah peningkatan daya saing. Kemudahan berusaha melalui UU Cipta Kerja menjadi salah satu senjata utama kita untuk menarik investasi dari negara anggota RCEP yang berorientasi ekspor. Kita juga harus bisa memanfaatkan Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 untuk mendorong pemanfaatan RCEP dan memperkuat kepemimpinan Indonesia,” tutup Menko Airlangga. (dep7/rep/fsr)