28 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 2828

Pergantian Tahun Momen bagi P3KS untuk Peningkatan Kinerja

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pergantian tahun momentum bagi Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) dalam hal peningkatan kinerja di tahun 2022.

Apalagi, momentum tahun baru selalu menjadi momen bagi setiap orang mengharapkan keinginan baru yang belum sempat dicapai pada tahun sebelumnya.

“Membuat resolusi tahun baru menjadi penting agar selama satu tahun ke depan kita tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus menjadi fokus utama. Dengan begitu kita akan merasa memiliki tujuan untuk satu tahun ke depan,” ujar Ketua P3KS, Aminurasid menjawab sejumlah wartawan di Medan, Sabtu, (1/1).

Pada 2021, lanjut dijelaskannya, ada banyak masalah dan berbagai rintangan yang dihadapi. Bahkan, sama seperti sebelumnya, bisa dikatakan tahun 2021 merupakan yang terburuk bagi kebanyakan orang di dunia.

“Hal itu dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Jadi, setiap orang tentu berharap pada 2022, virus corona segera hilang dari muka bumi dan kembali mendapatkan hal-hal baru yang menyenangkan,” jelasnya.

Namun demikian, disebutkan Rasid, selama tahun 2021 banyak program P3KS yang sudah terlaksana, meski tidak maksimal.

“Selama tahun 2021, P3KS telah melakukan berbagai kegiatan positif dalam mendukung program pemerintah, yakni Vaksinasi Massal, dosis 1 dan 2, Donor Darah untuk anak pejuang kanker, pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan prekonomian warga lewat kuliner khas Kampung Sejahtera yang diperkenalkan melalui event bazar,” sebutnya.

Selain itu, ungkap Rasid, P3KS juga menjalankan program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, yakni menyosialisasikan kepada warga untuk menjaga dan melestarikan sungai Babura dengan dibentuknya Tim Patroli Sungai (TPS) Babura.

“Tim ini rutin menjalankan tugasnya untuk terjun ke sungai membersihkan sampah-sampah yang ada di bantaran sungai Babura dengan perahu sampah yang dimodifikasi,” ungkapnya.

Namun, Rasid menerangkan, yang tak kalah pentingnya adalah perubahan stigma negatif yang sebelumnya disematkan kepada Kampung Sejahtera.

“Karena itu, kita berharap, semoga saja, apa yang sudah dilakukan di Tahun 2021 lalu bisa terus berjalan dengan konsisten dan semangat perubahan dari hati yang tulus warga Kampung Sejahtera, agar hal yang telah dilakukan dapat berdampak dan memberikan manfaat serta keberkahan bagi banyak orang, terkhusus warga Kota Medan yang hidup di bantaran sungai,” terangnya.

Kendati demikian, kata Rasid, kita tidak berpuas diri dan akan terus meningkatkan kinerja dan capaian yang muaranya untuk kepentingan masyarakat banyak, terlebih warga Kampung Sejahtera.

“Maka dari itu, pergantian tahun baru ini menjadi momen yang spesial untuk merenung dan merefleksikan diri. Harapan baik dan doa pasti banyak dipanjatkan agar satu tahun ke depan kehidupan lebih mudah dijalani serta berbagai kebaikan berpihak kepada kita,” kata Rasid.

Walau banyak kesulitan yang terjadi pada satu tahun ke belakang, katanya, tetaplah bersyukur karena kita bisa melewatinya.

“Untuk itu, jadikan berbagai kesulitan tersebut sebagai pelajaran bagi kehidupan selanjutnya. Sehingga, hidup kita terus bisa berarti dan bermanfaat bagi banyak orang. Sebab, kehidupan itu indah, Tapi ada jalannya masing-masing. Carilah jalan terindah untukmu dengan selalu mensyukuri apa yang dijalani setiap hari, tanpa ada rasa penyesalan di dalam hati. Jadikanlah diri kita ini berarti buat banyak orang, karena itulah jalan kehidupan terindah,” pungkasnya. (rel)

Anggota DPR RI H Hidayatullah SE Salurkan Paket Sarana Usaha Laundry untuk 7 UMKM di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah baru-baru ini menyalurkan tujuh unit ambulans, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, H Hidayatullah SE kembali menyalurkan paket bantuan. Kali ini, Hidayatullah menyalurkan sarana usaha laundry kepada tujuh UMKM yang ada di Kota Medan pada Rabu (5/12) lalu.

Program yang diadvokasi Hidayatullah ini merupakan CSR (Corporate Social Responsibility) dari Bank Indonesia yang merupakan mitra kerjanya di Komisi XI DPR RI. “Pandemi ini menyebabkan banyak UMKM gulung tikar karena masyarakat kehilangan daya belinya. Untuk itu, kami akan terus berusaha mengadvokasi akses permodalan maupun sarana prasarana usaha bagi UMKM, baik dari pemerintah maupun BUMN,” kata Hidayatullah dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos.co, Sabtu (1/1/2022).

Menurut Hidayatullah, bantuan ini sebagai stimulus UMKM di penghujung 2021, “Paket sarana usaha laundry ini merupakan penyemangat bagi dunia UMKM untuk terus berkreativitas di dunia usaha khususnya laundry. Saya berharap dengan adanya bantuan paket laundry ini, kawan-kawan UMKM lebih berani dan lebih bersemangat menatap tahun 2022,” ujar politisi senior PKS ini sembari berharap, pada tahun 2022 program yang baik ini dapat terus ditingkatkan, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Irwansyah dari Toray Laundry, seorang penerima manfaat, mengaku sangat berterima kasih kepada Hidayatullah dan Bank Indonesia. “Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia dan Bapak Hidayatullah, semoga dengan adanya bantuan ini, usaha laundry kami dapat berkembang dan lebih maju ke depannya,” katanya.

Adapun tujuh UMKM penerima paket sarana usaha laundry yakni, MM Laundry di Jalan Antariksa, Sahabat Sukses Card Laundry di Jalan Purwo, Toray Laundry di Jalan Multatuli, Amanah Laundry di Jalan Makmur, Mahabbah Laundry di Jalan Sutan Sinomba, Sahabat Laundry di Jalan Pimpinan dan Orange Laundry di Jalan Selebes, Belawan. (adz)

Disdik Batubara Lakukan Uji Kompetensi Tenaga Non PNS TA 2022

BATUBARA, SUMUT POS.CO – Disdik Batubara melakukan uji kompetensi tenaga non pegawai negeri sipil (PNS) TA 2022 yang bekerja di jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara. Hal ini sebagai tindak lanjut arahan Bupati Batubara Ir. H. Zahir, M. AP kepada semua OPD agar memastikan keberadaan TPD (Tenaga Pendukung Dinas).

Terkait hal tersebut, sebagai bentuk dukungan dan kontribusi untuk secara bersama ASN untuk mewujudkan Visi Misinya yaitu, Menjadikan Masyarakat Kabupaten Batubara, masyarakat Industri yang sejahtera, mandiri dan berbudaya.

Dalam uji kompetensi, Dinas Pendidikan melakukan penilaian melalui asesmen yang hasilnya diharapkan mampu memberikan suatu harapan atau paling tidak dapat  mempertunjukkan hasil yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam kinerja TPD yang berkaitan dengan tupoksinya dalam mendukung terwujudnya Visi Misi Bupati.

Demikian disampaikan Kadisdik Ilyas Saat meninjau langsung pelaksanaan assesmen terhadap TPD Disdik di Aula Kantor Bupati Batubara, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Jum’at (31/12/21).

Kepala Dinas Pendidikan Batubara, Ilyas mengatakan, asesmen ini selain merefleksi tupoksinya selama tahun 2021 juga sebagai bahan evaluasi yang selanjutnya sebagai dasar dalam memberikan motivasi dan dukungan serta peningkatan kompetensi bagi para TPD kedepannya.

Ia berharap, hasil uji kompetensi yang diikuti 75 peserta ini mendapat hasil yang menggembirakan. ” Bila hasilnya baik kita bisa tetap bersama dilingkungan Dinas Pendidikan. Namun jika hasilnya nanti kurang menggembirakan apa boleh buat dengan berat hati kita tidak lanjutkan untuk tahun 2022, ” tegas Ilyas.

Menurutnya Ilyas, ia juga berharap kepada TPD agar mengerjakan ujiannya dengan baik.” Beri keyakinan nanti kepada tim yang melakukan wawancara bahwa anda mampu dan akan terus memperbaiki kinerja dan kekurangan selama ini. Hal Itu lebih baik ketimbang melakukan hal-hal lain, ” sebutnya.

Uji Kompetensi dilaksanakan dalam beberapa tahapan, dimulai dengan ujian Essay yang dilaksnakan secara manual tentang komitmen dan loyalitas peserta dalam menunjang kinerja pada Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara pada Tahun 2022 nantinya.

Selanjutnya, dilakukan dengan ujian secara Online Multiple Choice (OMC) yang berkaitan dengan pengetahuan teknis, sosial dan kearifan lokal serta wawancara oleh tim yang di bentuk Disdik selaku penerima manfaat termasuk loyalitas TPD selama tahun 2021. Berikutnya dapat dilihat dari kehadiran serta kemampuan dalam berkolaborasi.

Dalam pantauan Media, peserta yang mengikuti uji kompetensi di dalam ruangan aula Bupati, aman, tertib dan kondusif, serta tetap mengikuti Prokes.

Turut hadir di dalam ruangan aula Bupati, Kadisdik Ilyas Sitorus, Sekdis Darwinson Tumanggor, Kabid Dikdas Basrah, Kabid PNFI serta pejabat Disdik lainnya. (Aci)

Telkom dan Ditjen Dukcapil Jalin Kerjasama, Minimalisir Penipuan Berbasis Data Kependudukan

ADENDUM: Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh (kedua dari kiri) bersama Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah (kedua dari kanan) usai penandatanganan Adendum Perjanjian Kerjasama antara keduanya, yang turut disaksikan Direktur Consumer Service Telkom Venusiana (paling kiri) dan Direktur Digital Business Telkom, M Fajrin Rasyid di Jakarta, Kamis (30/12/2021).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO—Dalam menggunakan layanan telekomunikasi, diperlukan registrasi data oleh calon pelanggan demi memastikan validitas dan keamanan data tersebut.

Hal ini mengacu kepada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2021, di mana harus menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) yang mewajibkan registrasi data calon pelanggan jasa telekomunikasi dengan memanfaatkan hak akses data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Sejalan pula dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, untuk mengetahui validitas data pelanggan yang disampaikan.

Atas dasar ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi menjalin kerjasama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri yang memegang peranan penting dalam validasi data dengan pemanfaatan data kependudukan.

Yakni direalisasikan melalui penandatanganan Adendum Perjanjian Kerjasama tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dalam Lingkup Layanan Transaksi Pembayaran dan Pengiriman Uang Secara Elektronik Telkom; dan Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dalam lingkup Layanan Telkom.

Hadir Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, Direktur Consumer Service Telkom, Venusiana, dan Direktur Digital Business Telkom, M Fajrin Rasyid.

Ririek Adriansyah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas dukungan Ditjen Dukcapil Kemendagri kepada pihaknya hingga saat ini.

“Ke depan kami harapkan kerjasamanya mungkin diperluas, tidak hanya dengan KTP tapi juga menggunakan face recognition dan biometric. Semoga kerjasama ini akan menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Ririek.

Adapun Zudan Arif mengaku, kerjasama ini akan menguatkan tentang bagaimana Indonesia membangun single identity number. Satu penduduk, satu NIK, satu identitas dan satu alamat.

“Selanjutnya mendukung penuh proses transformasi menuju digital, menuju e-KYC dengan face recognition atau dengan biometric sehingga ke depan bisa mencegah fraud, pemalsuan dokumen, maupun berbagai penipuan lain yang berbasis data kependudukan,” terangnya.

Pemanfaatan hak akses data kependudukan Dukcapil oleh Telkom adalah untuk proses layanan IndiHome dalam melakukan verifikasi Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon pelanggan saat proses registrasi IndiHome serta pemanfaatan data Kartu Keluarga dari untuk proses filtering pelanggan baru IndiHome.

Selaku pemegang hak akses data kependudukan, Telkom telah menyampaikan laporan mengenai pemanfaatan data kependudukan untuk pelayanan verifikasi & validasi atas calon pelanggan jasa telekomunikasi atau pelanggan jasa telekomunikasi pada 16 Juli 2021 untuk laporan semester I 2021. Laporan dimaksud mencakup kualitas dan jenis layanan data, umpan balik, dan tingkat kepuasan atas pemanfaatan data tersebut.

“Semoga langkah digitalisasi ke depan bersama Ditjen Dukcapil semakin memberikan kemudahan dan perlindungan bagi masyarakat sebagai pengguna layanan telekomunikasi. Ini menjadi wujud komitmen Telkom untuk mengoptimalkan digitalisasi demi Indonesia yang lebih baik,” tutup Ririek. (rel/prn)

Gubernur Edy Ingin Pengurus KORMI Sumut Buat Masyarakat Bugar dan Sukseskan PON 2024

SAKSIKAN: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saksikan penandatanganan berita acara pelantikan pengurus KORMI Sumut, yang turut dihadiri langsung Ketua Umum KORMI Pusat, Hayono Isman di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Rabu (29/12/2021). ISTIMEWA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional, Hayono Isman, melantik Pengurus KORMI Sumut periode 2021-2025 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (29/12/2021).

SAKSIKAN: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saksikan penandatanganan berita acara pelantikan pengurus KORMI Sumut, yang turut dihadiri langsung Ketua Umum KORMI Pusat, Hayono Isman di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Rabu (29/12/2021). ISTIMEWA.

“Kehadiran KORMI di Sumut turut mendukung terwujudnya Sumatera Utara yang bermartabat. Karena kita yakini kalau kita sehat, bugar, pastilah kita mampu, kita bersemangat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan positif dimulai dari hal-hal kecil,” ujar Hayono Isman.

 Mantan Menpora RI ini, juga mengapresiasi semangat Sumut, terlebih Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dalam mendukung hadir dan hingga terbentuknya kepengurusan KORMI di Sumut.

 Dia juga mengajak segenap pengurus KORMI Sumut untuk mewujudkan Indonesia Bugar 2045 mendatang. Kata Hayono, perlu keterukuran dan keteraturan dalam mengembangkan olahraga. Di KORMI, lanjutnya, ditekankan perlu teratur dan terukur untuk melatih mental, membentuk kebugaran dan meraih prestasi.

 Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengapresiasi hadirnya KORMI di Sumut. 

“Tadi sudah dijelaskan Pak Baharuddin Siagian ini. Saya senang masih ada yang memikirkan (kebugaran) masyarakat ini,” jelas Edy.

 Ia sependapat masyarakat harus bugar. Karena itu, tiap pagi dia memastikan harus berjalan 7.000 langkah dalam 60 menit. Jalan pagi harus disiplin dilakukan agar kalori bisa dikendalikan. 

“Saya berharap para pejabat dan jajaran di Pemprov Sumut, ikut memasyarakatkan olahraga,” tukasnya. 

 Adapun pengurus yang dilantik antara lain Ketua KORMI Sumut Baharuddin Siagian, yang juga Kadis Tenaga Kerja Sumut, Sekretaris Budi Syahputra, Bendahara Ismail, beserta para wakil dan pengurus bidang-bidang.

 Sementara Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, didapuk sebagai Pelindung. Adapun Penasehat antara lain Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting.

Kembangkan Mossak dan Ndikar
 Baharuddin Siagian mengatakan kehadiran KORMI di Sumut dalam rangka memasyarakatkan olahraga di Sumut untuk terciptanya masyarakat yang sehat, bugar dan gembira. 

 Kehadiran KORMI juga untuk mendukung sukses pelaksanaan dan prestasi PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh.

 Bahar, sapaan akrabnya menambahkan, beberapa organisasi olahraga masyarakat yang akan dan terus dikembangkan, seperti olahraga tradisional mossak di Toba, dan Ndikar di Karo.

“KORMI akan berupaya ini dikembangkan. Apalagi ini berada di daerah wisata. Bisa jadi destinasi juga,” katanya. 

 Sebelumnya Ketua Panitia Pelantikan, Herri Zulkarnain, melaporkan KORMI telah hadir di Sumut, dan pengurus telah ada di 10 kabupaten/kota. Kemudian ada 27 induk organisasi olahraga rekreasi di Sumut tergabung di KORMI. 

“Kami jadi wadah berhimpun organisasi olahraga masyarakat seperti olahraga tantangan dan petualangan, olahraga tradisional dan olahraga kebugaran,” katanya. 

 Pelantikan KORMI Sumut dirangkai dengan jalan pagi dan senam bersama Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis. Sekitar 500 peserta berbaur, bergerak bugar bersama. (rel/prn) 

Jhon Ismadi: Akhiri Polemik Jewer Kuping

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara angkat bicara ihwal polemik antara pelatih biliar, Khairuddin Aritonang alias Choki dengan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyerahkan bonus dengan total Rp11,1 miliar kepada atlet dan pelatih peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (27/12/2021). Ini merupakan penghargaan atas perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama Sumut di level nasional. (Foto Dinas Kominfo Provinsi Sumut : Veri Ardian).

Menurut Ketua KONI Sumut, Jhon Ismadi Lubis, masalah ini sebaiknya jangan diperpanjang sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang masuk dan terkesan menunggangi Choki, serta membuat keadaan justru semakin keruh.

“Apalagi ini mau tutup tahun, alangkah baiknya kita akhiri dengan hal-hal yang baik pula,” katanya menjawab wartawan via seluler, Jumat (31/12/2021).

Jhon mengatakan, sudah bertemu dengan Choki maupun Gubernur Edy menyangkut hal ini. Pada dasarnya, kata dia, peristiwa ini adalah hal biasa ibarat orang tua dengan anak. Mengingat pula di dalam struktur KONI, gubernur merupakan pembina sekaligus pelindung.

“Jadi kalaulah ada kritik semacam itu, kita sebagai pelatih harus menganggapnya hal biasa sebagai motivasi kita berprestasi lebih baik lagi. Di satu sisi, saya memahami karakter beliau (Gubernur Edy), jadi lumrah saja itu sikap seorang bapak kepada anaknya,” katanya.

Ia menyebut, Gubernur Edy punya keinginan kuat untuk memajukan Sumut termasuk dalam bidang olahraga. Terlebih di 2024 nanti, Sumut bersama Provinsi Aceh bakal menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI.

“Konteksnya kan sebenarnya untuk memotivasi dalam acara pemberian tali asih kemarin. Bagaimana supaya pelatih-pelatih kita termasuk atlet Sumut, mampu berprestasi lebih tinggi di PON mendatang. Seperti yang saya katakan tadi itulah, artinya ini ibarat seorang bapak dengan anak-anaknya saja, bukan karena faktor lain,” tegas Jhon.

Kepada Choki pun secara pribadi, diakuinya telah membangun komunikasi dari hati ke hati. Meminta Choki agar tidak bertindak lebih jauh sehingga yang menyebabkan persoalan menjadi rumit.

“Bung Choki ini yang kita kenal adalah orang baik, namun di satu sisi mungkin tidak semua orang bisa menerima cara bapak gubernur kita. Konteksnya seperti yang saya sampaikan itu, bahwa gubernur cuma ingin pelatih dan atlet kita ini berprestasi untuk PON nanti,” ujarnya.

Ia berharap, jangan sampai persoalan kecil ini berlarut-larut apalagi masuk ke ranah hukum. Semua pihak dia minta menjadi penyejuk bukan malah menambah panjang polemik ini.

“Kemajuan olahraga itu kuncinya hanya satu, yakni kita sama-sama bersatu untuk meraih prestasi. Lebih baik setiap masalah yang ada kita selesaikan secara kekeluargaan, apalagi kita mau menyongsong tahun baru dan tentunya dengan semangat yang baru untuk kemajuan olahraga Sumut,” pungkasnya.

Senada, Anggota Komisi E DPRD Sumut, Jafaruddin Harahap meminta agar polemik antara Gubsu Edy dan Choki ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, secara umum tidak ada yang diuntungkan jika polemik dimaksud terus berlarut.

“Media pun kita harap tidak ikut membesar-besarkan pemberitaan tentang ini, sebab kita harus membangun persatuan dan kesatuan jika olahraga di Sumut ingin maju serta para atlet dan semua yang terlibat di dalamnya punya kehidupan sejahtera,” katanya.

Apalagi, ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, Pemprov Sumut secara perlahan terus memberi atensi lebih untuk kesejahteraan para insan olahraga. Baik melalui pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih berprestasi di PON Papua lalu, maupun dalam bentuk dukungan anggaran kepada KONI Sumut.

“Saya kira dengan begitu, kita harus saling support demi kemajuan olahraga Sumut sekaligus untuk hidup yang lebih baik bagi atlet, pelatih, dan semua yang terlibat memajukan olahraga di wilayah ini,” ajak Jafar.

Informasi yang diperoleh wartawan, Choki dan para pelatih lainnya telah menerima tali asih dari Pemprov Sumut yang anggarannya dihibahkan melalui KONI Sumut, karena telah berhasil membawa harus nama Sumut saat PON Papua lalu. Terkhusus Choki, diketahui senilai Rp100 juta telah ditransfer ke rekeningnya atas hasil kerja kerasnya meraih 12 medali melalui para atlet biliar dalam PON XX tersebut.

Seperti diketahui, publik sebelumnya dihebohkan dengan tindakan Gubernur Edy yang mengusir pelatih biliar Sumut, Khairuddin Aritonang (Choki) karena tak ikut bertepuk tangan saat ia memberi sambutan dalam acara pemberian tali asih atlet Sumut berprestasi di PON XX Papua, Senin (27/12) sore.

Bahkan dalam video yang beredar, terlihat Gubernur Edy menjewer kuping pelatih itu. Oleh gubernur, Choki disebutnya tertidur dan seolah bukan bagian dari olahragawan.

Tindakan gubernur itu pun mengundang reaksi dari berbagai pihak. Choki sendiri turut bereaksi, yang menurutnya tidak seharusnya gubernur memperlakukan pelatih yang telah turut mempersembahkan medali pada PON lalu dihadapan khalayak. (prn)

Peci Biru: Pak Gubsu Mau Ajak Pahlawan Olahraga satu Komando

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Aksi jewer Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi terhadap pelatih billiard Sumut, Khoiruddin ‘Coki’ Aritonang, merupakan reaksi spontan untuk menunjukkan sayangnya terhadap segenap Pahlawan Olahraga Sumut. Reaksinya muncul untuk menguji satu komandonya para kontingen olahraga di Sumut.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komunitas Pemuda Cinta Indonesia Bangun Indonesia Rasional dan Universal (Peci Biru), Risdianto kepada sejumlah wartawan, Jumat (31/12). Menurut Risdianto yang kerap disapa Anto, dalam berbagai kesempatan, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi selalu muncul dengan tata bahasa dan gesture tubuh seorang militer.

Hal itu disebabkan selama puluhan tahun, beliau berkarier sebagai seorang prajurit di Medan Tempur, dan terakhir merupakan Pangkostrad. “Selama tiga tahun memimpin Sumut, kami melihat Pak Edy justru menunjukkan ketegasannya dan mengajak semua untuk satu komando demi Sumut bermartabat. Tapi, jika dipandang-pandang dari ketidaksukaan secara politik, inilah yang membuat suasana menjadi melebar. Baiknya para politisi di Sumut, yang sudah bertemu dengan Bang Coki memberikan pandangan meneduhkan, bukan memprovokasi,” katanya.

Dia berpandangan, selama kepemimpinan Edy Rahmayadi di Sumut, ada sejumlah gairah atlet olahraga, karena pada 2024 mendatang akan digelar event bergengsi di Sumut dan Aceh yakni Pekan Olah Raga Nasional (PON). Hal inilah yang sebenarnya kami lihat perlu satu kekuatan bersama, dalam setiap kesempatan ada kebersamaan.

“Jadi kami berpandangan tepuk tangan itu bukan untuk Gubernur Sumut, melainkan untuk membangun semangat kebersamaan serta pesan-pesan yang disampaikan Gubernur tak hanya satu dua kata, tapi harus runtut di dengarkan dari awal sampai habis. Sehingga anggaran pembinaan atlet serta sarana prasarana benar-benar disiapkan secara penuh,” pendapatnya.

Terkait sarana dan prasarana olahraga di Sumut, Anto menyarankan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut untuk segera muncul dan menengahi polemik ini. Sebab, Kadispora inilah awal masalahnya yang belum melaporkan secara utuh tentang sarana dan prasarana di Sumut. “Kami menyarankan, Pak Gubsu Edy harus melakukan evaluasi terhadap kinerja Kadispora Sumut,” ujarnya.

“Kami memandang, Kadispora inilah perpanjangan Gubsu di bidang olahraga, jika ada hal-hal yang terkomunikasikan, justru Kadispora inilah yang menjadi tanda tanya, apakah ikut dalam agenda politik tertentu atau untuk tujuan yang lain-lain,” kritiknya. (rel/adz)

IPHI Kota Medan Wujudkan Pelestarian Haji Mabrur Sepanjang Hayat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Medan dalam upaya mewujudkan pelestarian haji mabrur sepanjang hayat melaksnakan berbagai kegiatan yang sudah diprogramkan di tahun 2021.

ISTIMEWA
IPHI MEDAN: Pembinaan manasik haji bagi guru-guru RA, MDA, MI dan MTS sederajat oleh IPHI Kota Medan.

KEGIATAN IPHI Kota Medan ini antara lain manasik haji bagi calon jemaah haji, safari Ramadan, buka puasa bersama dan santunan pada 100 anak yatim.

Kemudian silaturahim persaudaraan aji (halal bi halal) di Tanahkaro, pengajian rutin setiap Hari Sabtu di sekretariat IPHI Kota Medan Jalan Nibung Raya Nomor 190 Medan, santunan kepada 100 orang kaum duafa.

IPHI Kota Medan juga melaksanakan pelatihan pembimbing manasik haji bagi guru-guru RA, TPA, MDA, MI dan MTS sederajat, pembinaan terhadap bilal jenazah dan melaksanakan sunat massal bagi masyarakat kurang mampu.

Selanjutnya mengadakan donor darah, mengadakan vaksinasi masal, melakukan study comoeratif ke PD IPHI Kepri dan silaturrahim ke Perkampungan Tarekat Naqsabandiyah Babussalam, Besilam.

Demikian disampaikan Ketua PD IPHI Kota Medan Drs H Ilyas Halim MPd didampingi
Ir H Rudi Zul Adha (sekretaris) serta Drs H Munim dan Dra Hj Rebeka Girsang (wakil ketua) di Medan, Kamis (29/12).

Ilyas Halim mengatakan bahwa kegiatan IPHI Kota Medan ini sepenuhnya didukung oleh Pemko Medan dan para donatur. Ketua IPHI Kota Medan pun mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution yang telah banyak membantu serta memberikan bimbingan dan arahan sehingga IPHI kota Medan dapat menjalankan roda organisasi dengan baik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para dermawan yg telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk dinikmati oleh para dhuafa.

”Sehingga terlaksana motto IPHI yakni Haji Mabrur Sepanjang Hayat,” kata Ketua PD IPHI Kota Medan
Drs H Ilyas Halim MPd. (dmp)

Menko Airlangga Prioritaskan Program Vaksinasi Anak, Akselerasi Sekolah Tatap Muka

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan program vaksinasi anak menjadi prioritas pemerintah. Program ini dilakukan untuk mengakselerasi kegiatan sekolah, khususnya pembelajaran tatap muka. Pemerintah menargetkan vaksinasi covid-19 khusus untuk anak 6-11 tahun selesai pada kuartal I-2022.

“Ini menjadi prioritas pemerintah, kemudian pendidikan dan sekolah pertemuan tatap muka sekolah nanti dikondisikan sesuai situasi dan kondisi di sekolah dan terus kami akselerasi,” kata Airlangga saat meninjau Program Vaksinasi Anak di SDN 05 Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat (31/12).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga mengatakan dalam tinjauannya, untuk program vaksinasi anak oleh Pemerintah ditargetkan akan rampung pada kuartal 1 di tahun 2022, program vaksinasi anak 6-11 tahun merupakan program vaksinasi Dosis Pertama dan menjadi suatu keharusan bagi masyarakat.

“Partisipasi anak-anak sudah dimulai beberapa hari yang lalu dan ditargetkan di kuartal satu (Q1) tahun depan harus diselesaikan,” ucap Menko Airlangga Hartarto.

Airlangga mengatakan akan terus melakukan perluasan dan percepatan atas cakupan vaksinasi termasuk kepada anak-anak akan mendorong tercapainya herd immunity.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan upaya percepatan dan perluasan vaksinasi bagi anak 6-11 tahun membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik dari pemerintah pusat, daerah, sekolah, media, dan tentunya orang tua.

“Kami ucapkan selamat kepada SDN 05 Kemanggisan yang telah menyelenggarakan vaksin anak dan akan mencakup sejumlah sekolah lain dan nanti seluruhnya akan divaksin bekerja sama dengan Yellow Klinik,” ungkapnya.

“Kita melihat capaian vaksinasi kita yang sudah di atas 70 persen secara nasional dan dosis dua sudah diatas 50 persen di atas nasional,” paparnya.

Selanjutnya disebutkan juga bahwa target program vaksinasi anak-anak untuk menciptakan kekebalan anak dalam mengatasi khususnya varian baru omicron.

“Jadi vaksinasi itu adalah suatu keharusan, maka Kami terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi termasuk kepada anak-anak akan mendorong tercapainya herd immunity di Indonesia,” tutup Airlangga. (adv/*)

Praktisi Olahraga, Abdul Hakim Siregar: Olahraga Adalah Pemersatu

Abdul Hakim Siregar

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dalam olahraga, tidak mengenal suku, bahasa, dan agama. Itulah yang membuat olahraga dikenal sebagai salahsatu cara untuk mempersatukan bangsa. Oleh karena itu, diharapkan bidang olahraga tidak dicampurkan dengan bidang lainnya, terutama politik.

Akademisi Olahraga dari Unimed, Abdul Hakim Siregar mengatakan yang membedakan olahraga dengan bidang lainnya adalah sikap sportivitas. Selain prestasi, jiwa sportivitas ini akan membuat seorang atlet dikenal oleh masyarakat, dan tidak memungkinkan dirinya menjadi legenda.

“Jiwa seorang olahragawan harus setia kawan dan memiliki jiwa kekeluargaan. Saat akan membuat prestasi, bukan hanya pelatih dan atlet yang harus bekerja keras. Tetapi, pengurus cabang olahraga juga harus menyiapkan fasilitas dan faktor pendukung lainnya,” ujarnya.

Abdul Hakim Siregar yang juga menjadi pengurus Pengprov FOPI Sumut ini menambahkan adanya ketergantungan dengan pembagian kerja ini, maka terjalinlah sebuah rasa kekeluargaan dalam olahraga.

Dengan saling menjaga, diharapkan dapat menghasilkan atlet yang berprestasi sehingga dapat mengharumkan nama daerah dan negara.

“Saya harap, tidak ada yang akan mencampurkan dunia olahraga dengan hal lainnya. Karena ini akan berdampak pada olahraga itu sendiri,” ujarnya.

Hakim menyatakan meredam emosi adalah hal yang paling penting untuk seorang atlet. Saat bertanding, bila dia emosi maka akan membuat dirinya menjadi hilang fokus, dan akan berdampak pada hasil pertandingan nantinya.

Oleh karena itu, Hakim mengharapkan kejadian saat pemberian tali asih untuk atlet yang berprestasi di PON XX di Aula Teuku Rizal Nurdin pada Senin (27/12) dapat menjadi pembelajaran. Karena bila emosi yang berbicara, maka dampaknya adalah perpecahan pada olahraga itu sendiri.

“Pandangan saya, di sini hanya antara pak Edy yang menjadi pelindung di KONI yang ingin bersenda gurau dengan pelatih. Orangtua itu tugasnya bukan hanya melindungi tetapi membimbing. Karena itu, yang biarkan yang menyelesaikan adalah mereka. Orang luar tidak perlu. Dan satu lagi, kalau emosi yang ikut berbicara maka banyak yang menjadi korban,” tegasnya.

Selain banyak yang menjadi korban, hal lainnya adalah simpang siur pemberitaan yang membuat berbagai pihak menjadi bingung.

“Mari kita tegakkan kembali sportivitas, dan junjung tinggi profesionalitas. Dan marilah kita bersatu untuk mencapai yang terbaik di PON XXI 2024 mendatang,” tutupnya. (ram)