31 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 2831

Upaya Wujudkan Visi Pemkab, Bupati Asahan Safari Dakwah dan Tabligh Akbar

SAMBUTAN: Bupati Asahan H. Surya memberikan kata sambutan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H. Surya, BSc bersama dan rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) hadiri Pelaksanaan Tabligh Akbar yang di adakan BKM Mesjid Al Amin Desa Pulau Rakyat Tua dengan mendatangkan penceramah dari Jakarta yaitu Ustad Koko Liem, SQ, MA, bertrmpat di Halaman Mesjid Al Amin, Rabu (29/12/2021).

SAMBUTAN: Bupati Asahan H. Surya memberikan kata sambutan.

Bupati Asahan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya Safari Dakwah dan Tabligh Akbar pada hari in. Harapannya dapat memberikan dampak yang lebih baik bagi kehidupan Masyarakat utamanya dalam meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT.

“Seorang muslim harus mampu menyempurnakan Keimanan dan ketakwaannya dengan Ilmu, karena dengan Ilmu Pengetahuan yang mumpuni akan mampu menyempurnakan keimanan kepada Allah SWT,” ucap Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengajak segenap Mmsyarakat Pulau Rakyat yang hadir pada acara Tabligh Akbar hari ini, untuk dapat mendengarkan Ceramah Agama yang akan di sampaikan Ustadz H. Koko Liem, SQ sebab jarang sekali kita memperoleh kesempatan seperti hari ini dengan hadirnya ustdz kondang dari Jakarta.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak Jamaah Tabligh Akbar untuk terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Asahan menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang, guna mewujudkan Visi Kabupaten Asahan, Masyarakat Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter.

Sementara itu Panitia Pelaksana Tabligh Akbar Suryadi mengajak peserta tabligh akbar agar selalu mematuhi Prokes, hal itu dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Khususnya di Kabupaten Asahan.

Suryadi menuturkan, bahwa Tabligh Akbar hari ini terlaksana berkat kerjasama BKM Mesjid Al Amin Desa Pulo Rakyat Tua dengan Masyarakat Kecamatan Pulau Rakyat dan sekitarnya serta Dukungan dari Pemerintah Kecamatan Pulo Rakyat.

Acara juga dihadiri oleh Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, MSi, Ketua TP. PKK Kab. Asahan Ny. Hj. Titiek Sugiharti Surya, Wakil Ketua TP. PKK Kab. Asahan Ny. Yusnila Indriati Taufik, OPD, Camat Pulau Rakyat Rudi Darmawan beserta unsur Forkopimcam, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat beserta undangan lainnya. (dat/ila)

KPP Pratama Kisaran Menuju WBK dan WBBM

bersama: Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, bersama rombongan foto bersama di acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin MSi, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, Kajari Asahan Aluwi SH, Danlanal TBA Letkol Robinson Hendrik Etwiory, Ketua PN Kisaran Nelson Angkat MH, Dandim 0208 Asahan Letkol Sri Marantika Beruh hadiri pencanangan pembangunan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran, Rabu (29/12).

bersama: Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, bersama rombongan foto bersama di acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran.

Taufik mengatakan reformasi birokrasi merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien. Sehingga dapat melayani masyarakat dengan cepat, tepat dan professional. Sesuai dengan prinsip good governance.

Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2010 tentang grand design reformasi birokrasi nasional 2010-2025. Perpres tersebut menargetkan 3 sasaran utama. Yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN. Serta peningkatan pelayanan publik.

Dalam rangka mengakselerasi pencapaian sasaran tersebut, salah satunya perlu secara konkret berlangsung program reformasi birokrasi pada unit kerja. Melalui upaya pembangunan zona integritas seperti yang di laksanakan KPP Pratama Kisaran.

“Semoga KPP Pratama Kisaran berhasil melaksanakan dan mendapatkan predikat WBK. Selamat atas pencapaian KPP Pratama Kisaran dalam melampaui target penerimaan pajak. Semoga pencapaian ini  dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Keberhasilan ini berkat sinergitas antara Pemkab Asahan dengan KPP Pratama Kisaran,” ungkapnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak, Drs Peni Hirjanto Ak MBA mengatakan Zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen mewujudkan WBK dan WBBM khususnya dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

WBK dan WBBM merupakan predikat yang diberikan kepada unit kerja pada instansi pemerintah yang memenuhi indikasi bebas dari korupsi dan melayani publik dengan baik melalui penataan pada 6 area perubahan dengan baik yakni tata laksana, sumber daya manusia, pengawasan, akuntabilitas, pelayanan publik dan manajemen perubahan.

Tampak hadir Kepala BPS Asahan Dra Minda Flora Ginting, Ketua STMIK Royal Kisaran Wan Mariatul Kifti MM. Lalu Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Teluk Nibung, Tutut Basuki MM, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjungbalai Fedrioka Kasmar SE, Kepala Kantor KPKNL Kisaran Agus Budianta MM, Rektor UNA Prof Dr Tri Harsono dan juga undangan lainnnya. (dat/ila)

Polres Asahan Amankan Ibadah Natal Oikumene

PERAYAAN NATAL: Para jamaat gereja saat akan mengikuti ibadah Natal Oikumene Kota Kisaran Kabupaten Asahan di Gereja GKPI Kisaran, Selasa (28/12).darmawan/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polres Asahan melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah Natal Oikumene Kota Kisaran Kabupaten Asahan di Gereja GKPI Kisaran Jalan WR. Supratman Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Selasa (28/12) sekira pukul 15.00 WIB.

PERAYAAN NATAL: Para jamaat gereja saat akan mengikuti ibadah Natal Oikumene Kota Kisaran Kabupaten Asahan di Gereja GKPI Kisaran, Selasa (28/12).darmawan/SUMUT POS.

Perayaan Natal yang diikuti sekitar 250 orang dengan Ketua Panitia Pdt. Jonathan Situmeang, M.Min mengambil tema Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan serta sub tema Melalui Perayaan Natal Oikumene Tahun 2021, Hendaknya Cinta Kasih Kristus, Kita Jadikan Sebagai Dasar Untuk Membangun Persaudaraan Menuju Asahan Yang Sehat, Religius dan Berkarakter” di pimpin oleh Pendeta Yunus Bangun, M.th.

Pengamanan yang dilaksanakan personel Polres Asahan secara Pamtup dan Pambuka serta dibantu oleh Unsur Tiga Pilar yakni Kodim 0208 AS, Sat Pol PP dan Dishub Pemkab. Asahan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal serta mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas saat berlangsungnya perayaan Natal di gereja GKPI Kisaran.

Sterilisasi gereja pun dilaksanakan sebelum kegiatan dimulai untuk memastikan keamanan lokasi perayaan Natal. Hal ini dengan berkoordinasi pihak panitia gereja untuk tetap mematuhi prokes dengan menyediakan tempat cuci tangan, handzanitaizer, alat pengukur suhu, memakai masker dan menjaga jarak.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH melalui Kasat Narkoba AKP Nasri Ginting SH menyampaikan imbauan-imbauan tetap dilakukan kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara stabilitas kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya masing-masing. “Dengan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif yang kita jaga dan pertahankan maka akan tercipta kenyamanan dalam lingkungan, khususnya umat Nasrani yang sementara menjalankan Ibadah Natal,” ucapnya.

Dalam kegiatan ibadah Natal Oikumene Kab. Asahan Tahun 2021 di Gereja GKPI Kisaran dihadiri tamu undangan dari Bupati Asahan yang diwakili oleh Kaban Kesbang Pol Kab. Asahan Arinaldo Tambunan, Ketua DPRD Kab. Asahan diwakili oleh Anggota DPRD Kab Asahan Dapil I Partai PKPI Polman Simarmata SH, Dandim 0208/AS diwakili oleh Pasi Ops Mayor Inf JH. Munthe, Kapolres Asahan diwakili oleh Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Nasri Ginting SH.

Kemudian dari Ketua Pengadilan Negeri Asahan Nelson Angkat SH MH, Kajari Asahan diwalikili oleh Kasi Intel Kejaksaan J. Malau, Kakan Kemenag Kab. Asahan Hayatsyah Sitorus Pane, Ketua FKUB Kab. Asahan diwakili oleh Pdt. Azis Tumanggor dari Agama Kristen, Ketua Bamag Kab. Asahan Pdt. Yatus Groho, S.Th.

Di tempat berbeda, Ketua Satgas Covid-19 Asahan, Surya B.Sc melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Rahmad Hidayat Siregar kepada awak media mengatakan tak bosan-bosannya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat asahan agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Mari kita jaga dan tetap mempertahankan Prokes dengan tetap memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” ujarnya. (dat/ila)

Jelang Tahun Baru 2022, Sejumlah Harga Bahan Komoditas Alami Kenaikan

Kunjungan: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Langkat melakukan kunjungan di Pasar Tradisional Kecamatan Babalan, Kuala dan Stabat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Menjelang Tahun Baru 2022, sejumlah komoditas bahan pangan pokok di Kabupaten Langkat mengalami kenaikan harga.

Kunjungan: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Langkat melakukan kunjungan di Pasar Tradisional Kecamatan Babalan, Kuala dan Stabat.

Kenaikan harga itu sesuai hasil monitoring Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Langkat di Pasar Tradisional Kecamatan Babalan, Kuala dan Stabat pada 22-24 Desember 2021.

Kegiatan monitoring dalam rangka peninjauan ketersediaan bahan pangan pokok dan perkembangan harga bahan pangan pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, langsung di dipimpin Kadis Ketapang Henri Tarigan dan Kabag Perekonomian dan SDA Nuryansyah Putra.

Kemudian Kabid Ketahanan Pangan Ucok Kemidin, Kasubag Perekonomian Ponijo, Kasi Penerbitan dan Pameran Diskominfo Ibnoe Arief, Anggota Reskrim Ekonomi Polres Langkat Aipda B.Ginting.

Kabag Perekonomian dan SDA, Nuryansyah Putra mengatakan bahwa untuk ketersediaan/stok pasokan bahan pokok pangan cukup aman hingga tahun baru 2022. Baik itu ditingkat sentra produksi dan tingkat grosiran maupun pedagang pengecer. “Untuk harga bahan pangan pokok pada umumnya stabil dan terjangkau,” sebutnya.

Walaupun, kata Nuryansyah, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun tidak signifikan.

Kenaikannya disebabkan produksi menurun akibat cuaca dan bahan baku dari luar / impor. Bahan yang naik seperti minyak goreng curah dan kemasan, telur ayam ras, ikan teri, ikan gembung kuring, cabai rawit, kacang kedelai impor, tepung terigu dan beras premium.

Berikut data bahan pokok mengalami kenaikan harga:

Beras kuku balam naik Rp500 per kilogram, harga menjadi Rp11.500 per kilogram. Jongkong IR 64 naik Rp500 per kilogram, harga menjadi Rp11.500 per kilogram.

Gula pasir naik Rp500 per kilogram, harga menjadi Rp13.000 per kilogram. Minyak goreng bimoli kemasan 2 liter naik Rp2.000, harga menjadi Rp38.000.

Minyak goreng curah kuning kemasan 1 liter naik Rp2.000, harga menjadi Rp18.000. Tepung terigu segi tiga biru naik Rp500 per kilogram, harga menjadi Rp11.500 per kilogram.

Daging sapi murni naik Rp5.000 per kilogram, harga menjadi Rp120.000 per kilogram. Daging ayam broiler naik Rp6.000 per kilogram, harga menjadi Rp36.000 per kilogram.

Telur ayam broiler naik Rp350 per butir, harga menjadi Rp1.700 per butir. Cabai merah besar naik Rp5.000 per kilogram, harga menjadi Rp25.000 per kilogram.

Cabai rawit naik Rp12.000 per kilogram, harga menjadi Rp52.000 per kilogram. Bawang putih naik Rp1.000 per kilogram, harga menjadi Rp21.000 per kilogram.

Kacang hijau naik Rp3.000 per kilogram, harga menjadi Rp23.000 per kilogram. Kacang tanah naik Rp4.000 per kilogram, harga menjadi Rp28.000 per kilogram. Ikan tongkol naik Rp9.000 per kilogram, harga menjadi Rp35.000 per kilogram.

Ikan mas naik Rp3.000 per kilogram, harga menjadi Rp35.000 per kilogram. “Sedangkan harga bawang merah lokal turun Rp1.000 perkilo, harga menjadi Rp25.000 perkilo,” sebut Nuryansyah. (mag-6/han)

Paguyuban Murid dan Ortu Wujudkan Pojok Baca MTs

MEMBACA: Anak-anak membaca di taman Pojok Baca hasil rancangan Risma, guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kota Kisaran.

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Pulang dari mengikuti Diklat TOT yang diselenggarakan Tanoto Fondation akhir tahun 2019 lalu, Rismawati Ramadhani, langsung berminat menerapkan Budaya Baca di kelasnya. Rismawati adalah guru IPA di Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kota Kisaran Kabupaten Asahan.

“Mengapa saya memilih menggalakkan Budaya Baca di Madrasah tempat saya mengajar? Karena materi Budaya Baca adalah salahsatu topic yang dibahas secara tuntas saat pelatihan. Saat itu, saya merasa kegiatannya begitu menyenangkan dan begitu berkesan,” kata Risma kepada Sumut Pos, kemarin.

Minggu ketiga bulan Januari tahun 2020, merupakah hari pertama sekolahnya melaksanakan Baca Senyap saat apel pagi. “Saat itu, kegiatannya begitu berkesan. Bahkan anak-anak senang dan dapat menceritakan kembali apa yang dibaca mereka setelah selesai kegiatan,” kata salahsatu Fasilitator Daerah (Fasda) Asahan Program Pintar Tanoto Foundation ini, bersemangat.

Saat menerapkan Baca Senyap itu, Risma selaku wali kelas 7B, bersama wali kelas lainnya, sepakat untuk membuat pojok baca di kelas masing-masing. Risma bahkan mulai merencanakan untuk membuat Pojok Baca di halaman kelas.

Namun apa daya, masih sebatas rencana dan persiapan, madrasah dan sekolah ditutup per April 2020, karena pandemi Covid-19. Kegiatan pembelajaran tatap muka digantikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Rencana itu pun tertunda. “Meski demikian, saya tetap berusaha melakukan pembelajaran aktif dari rumah, agar peserta didik tetap menikmati pembelajaran,” katanya.

Dua bulan belakangan, pemerintah kembali mengizinkan sekolah/madrasah buka. Pembelajaran tatap muka sudah dapat dilakukan meski terbatas. “Kembalinya PTM di sekolah menggelitikku untuk kembali bermimpi. Meski kini murid-muridku sudah kelas IX, tak ada kata terlambat untuk anak-anak untuk berteman akrab dengan buku-buku. Aku ingin mereka dapat beliterasi. Karena dengan begitu mereka akan lebih mudah menjalani proses belajar dan dapat lebih mudah melihat dunia,” katanya.

Risma bertekad mewujudkan mimpi membuat pojok baca di halaman kelas, sebuah taman, dan bangku-bangku untuk duduk anak-anak saat membaca dan berdiskusi.

Anak-anak sepakat mengutip dana setiap hari sebesar Rp1.000 bagi siswa yang hadir melakukan PTM Terbatas di madrasah. Antara senang, terharu dan lucu perasaan Risma saat itu. Senang karena ternyata murid-muridnya memiliki ide yang sama, terharu sekaligus lucu karena mereka ingin mewujudkan impian gurunya meski dengan dana yang terbatas.

Sebagai langkah awal, Risma bertukar pikiran dengan salahsatu orang tua siswa yang pernah bekerja sebagai pembuat taman. Dari pembicaraan itu terungkap ternyata di kelasnya ada orangtua siswa yang suka berinfak, apalagi untuk kepentingan umum/sekolah. Juga tentang kisaran dana untuk pembuatan taman tersebut. “Bahkan bapak tersebut ikhlas menawarkan diri untuk menyumbangkan tenaga membuat taman, karena tak mampu menyumbang dana. Saya sangat terharu,” kata Risma.

Selanjutnya, Risma menjumpai Kepala Madrasah untuk minta izin dan dukungan. Kepala Madrasah menyambut positif. “Saya sangat mengapresiasi niat baik ibu merancang dan mengaktifkan kembali Pojok Baca di kelas IX-B. Semoga ini dapat menginspirasi kelas-kelas lainnya,” kata Kepala Madrsah mendukung sambil memberi beberapa masukan.

Pekerjaan membuat taman serta Pojok Baca pun dimulai. Anak-anak juga mulai mengumpulkan infak dari teman-teman dan orangtua. Perkembangan pembuatan taman dan pojok baca juga dibagikan di group atau japri ke orang tua murid. Dirinya makin semangat, karena suksesnya Pojok Baca itu memotivasi kelas-kelas lain ikut berbuat. Belakangan, Pojok Baca juga diminati guru dan tenaga kependidikan. (ris/mea)

“Alhamdulillah, sejumlah orangtua merespon positif dan menitipkan infaknya melalui anak. Akhirnya, setelah dua bulan, pembuatan taman/pojok baca selesai,” kata Risma semringah.

“Kami senang Umi mau melibatkan para orang tua dalam kegiatan-kegiatan anak. Apalagi untuk berpartisipasi dalam membuat Pojok Baca yang tentunya sangat mendukung proses kegiatan belajar anak-anak. Juga sebagai kenang-kenangan dan amal ibadah bagi kita bersama,” kata orangtua siswa, Ibu Maziya, kepada Risma.

Saat ini, taman di depan kelas yang dihiasi rumput dan bunga yang dilengkapi bangku dan meja itu kerap ramai oleh anak-anak yang duduk sambil membaca dan berdiskusi, di saat belajar atau hanya bercengkrama saat istirahat. “Mimpi itu kini menjadi nyata, berkat paguyuban orang tua bersama anak-anak. di tempat itu,” kata Risma.

Dirinya makin semangat, karena suksesnya Pojok Baca itu memotivasi kelas-kelas lain ikut berbuat. “Beberapa teman wali kelas sudah mulai merencanakan pembuatan Pojok Baca di halaman kelas masing-masing. Kepala Madrasah mendukung penuh, sambil mengingatkan agar pembuatan pojok baca tetap memperhatikan tata letak, kenyamanan dan keselamatan anak-anak,” katanya ceria.

Belakangan, Pojok Baca tak hanya dinikmati anak-anak kelasnya, namun juga anak kelas lain, bahkan guru dan tenaga kependidikan. “Semoga Pojok Baca hasil paguyuban orang tua dan anak-anak ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran di MTs. Negeri 2 Asahan,” pungkasnya. (ris/mea)

Puluhan Guru Honor Negeri Kota Medan Minta Jokowi Tinjau Permen PAN dan RB

MENGADU: Puluhan guru honor di Kota Medan sangat mengadu ke LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan guru honor dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Medan, meminta keadilan kepada Presiden Republik Indonesia Jokowi agar meninjau ulang Peraturan Menteri (Permen) PAN dan RB No.28 Tahun 2021. Sebab, mereka menilai peraturan tersebut sangat merugikan guru honor sekolah negeri karena terkesan hanya berpihak ke guru honor sekolah swasta.

MENGADU: Puluhan guru honor di Kota Medan sangat mengadu ke LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi Kota Medan.

Hal ini disampaikan para guru ini saat mendatangi Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak) Kota Medan untuk melakukan pendampingan penyampaian aspirasi mereka. “Kami disini untuk memperjuangkan nasib kami yang telah mengabdi puluhan tahun sebagai guru honor sekolah negeri. Bagaimana kami bisa diusir dari sekolah kami sendiri karena munculnya Permen PAN dan RB Republik Indonesia No.28 Tahun 2021 Pasal 28. Bahkan kami posisi kami digantikan dengan guru honorer dari sekolah swasta. Jadi peraturan itu benar-benar telah menyakiti hati kami,” ujar Ricardo Alexander Siallagan, guru honor Negeri SD 060848 Medan Petisah Kota Medan kepada wartawan di Sekretariat LSM Tamperak di Medan, Rabu (29/12/2021) siang.

Padahal, lanjut dia, mereka guru honor negeri telah mengabdi puluhan tahun dengan gaji hanya Rp 300 ribu per bulan. “Tapi, apa yang kami lakukan untuk mencerdaskan anak bangsa tidak dipertimbangkan sama sekali. Malah kami ‘dibunuh’ oleh afirmasi afirmasi tersebut,” kesalnya.

Ricardo berharap, Presiden RI Jokowi melalui Menteri PAN dan RB harus meninjau kembali tentang peraturan yang telah ditetapkan tersebut. Sebab, kata dia, selain tidak berpihak ke guru honor negeri, peraturan itu juga terkesan hanya ingin membuang guru honorer negeri dari sekolah tempat mereka mengabdi dengan digantikan oleh guru dari swasta.

“Kenapa kami bilang itu hanya berpihak ke guru swasta. Karena mereka yang telah memiliki sertifikasi dapat 500 poin walau belum bertarung, mereka tidur-tidur di rumah sudah mengantongi 500 poin. Sementara kami, meski kami telah menang bertarung di P3K kami hanya baru mengumpulkan 100 poin, bagaimana lagi yang tidak. Jadi bukan kami guru honorer SD Negeri ini bodoh, tapi karena peraturannya tidak berkeadilan,” tegasnya dengan mata berkaca-kaca.

Maka dari itu, mereka berharap agar peraturan itu diubah kembali dan mereka segera dikembalikan ke formasi mereka sebelumnya.

Sementara Ketua DPD LSM Tamperak Kota Medan, Andi Pangabean mengatakan, pemerintah seharusnya berbuat adil, arif dan bijaksana untuk melakukan sebuah keputusan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Karena para guru honor ini sudah mengabdi puluhan tahun, bahkan mereka masih ada menerima gaji berkisar Rp 200 hingga Rp 300 ribu per bulan,” ucap pria yang akrab disapa Gabe ini, seraya berharap kepada Presiden RI dan Menteri PAN dan RB agar mengkaji dan merevisi kembali terkait Permen PAN dan RB Nomor 28 Tahun 2021. (net/ila)

Seminar Nasional IT Del Pelaksanaan MBKM dalam Penelitian dan PKM

SUMUTPOS.CO – LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Del Laguboti melalui tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Del melaksanakan Seminar Nasional Pelaksanaan MBKM dalam Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Selasa (28/12)

ISTIMEWA
MBKM: Institut Teknologi Del Gelar Seminar Nasional Pelaksanaan MBKM dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Seminar nasional ini ditujukan untuk mendesiminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dilaksanakan oleh dosen Institut Teknologi Del.

Pada seminar ini, peserta diharapkan mendapatkan gambaran umum terkait pelaksanaan MBKM di Institut Teknologi Del khususnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Seminar nasional ini mengundang Dr Ir Syamsul Arifin MT dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai keynote speaker. Syamsul Arifin pada sesi pertama seminar nasional memaparkan terkait dampak MBKM dalam penelitian dan PKM secara umum.

Pada sesi sesi kedua seminar nasional, dosen-dosen Institut Teknologi Del mempresentasikan seminar hasil dari kegiatan penelitian dan PkM yang sudah dilaksanakan.

Dosen-dosen dari Institut Teknologi Del memaparkan materi pelaksanaan MBKM dalam Penelitian dan PkM. Dosen dari Institut Teknologi Del terdiri dari Humasak Tommy Argo Simanjuntak ST MISD, Verawaty Situmorang SKom MTI, Niko Saripson P Simamora ST MAB, Ellyas Alga Nainggolan STP MSc, Indra Hartarto Tambunan ST MS PhD, Dr Johannes Harungguan Sianipar ST MT, Nenni Mona Aruan SPd MSi, Benedikta Anna Haulian Siboro ST MSc, Deni P Lumbantoruan ST MEng, Parmonangan R Togatorop SKom MTI dan Tennov Simanjuntak ST MSc.

Dalam seminar ini turut hadir Dr Arnaldo Marulitua Sinaga ST MInfoTech selaku rektor Institut Teknologi Del yang memberikan kata sambutan dalam seminar nasional tersebut.

Seminar nasional ini dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom dan live streaming melalui kanal youtube Institut Teknologi Del. Panitia, dosen, dan mahasiswa dari Institut Teknologi Del melakukan seminar di Hotel Labersa Conference Room.

Seminar ini dipandu Monalisa Pasaribu SS MEd (TESOL) sebagai moderator sekaligus ketua panitia seminar dan Juli Yanti Damanik SS M.TESOL sebagai MC. Monalisa Pasaribu SS MEd (TESOL), ketua panitia, berharap seminar nasional ini dapat memberi gambaran mengenai pelaksanaan MBKM dalam penelitian dan pengabdian dari lingkup Institut Teknologi Del kepada masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan ini juga turut dibantu tiga mahasiswa dari program studi S1 Informatika yakni Gunado Siregar, Ferdinand Tambunan dan Elisa C Tinambunan.

Seminar nasional ini berjalan dengan lancar yang diikuti oleh peserta yang antusias dalam memberikan pertanyaan dan refleksi terhadap paparan keynote speaker dan pemateri.

Seminar ini ditutup dengan doa penutup dan pengumuman pemenang door prize.
Kegiatan seminar dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. (dmp)

IT Del Survei Kepuasaan Pelaksanaan MBKM Pengembangan Aplikasi DiTenun

SUMUTPOS.CO – Institut Teknologi Del mengadakan survei kepuasaan pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM) terhadap Pengembangan aplikasi DiTenun.

APLIKASI DITENUN: Survei kepuasan pelaksanaan MBKM terhadap pengembangan aplikasi DiTenun oleh Institut Teknologi Del.

Kegiatan MBKM ini merupakan salah satu kegiatan mahasiswa IT Del bekerja sama langsung dengan industri (PT Digital Tenun Nusantara) dalam pengembangan aplikasi DiTenun khususnya kegiatan penelitian.

Mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan aplikasi ini ada tujuh mahasiswa dari dua program studi yaitu S1 Informatika dan S1 Sistem Informasi Institut Teknologi Del.

Sedikit mengulik tentang aplikasi DiTenun, aplikasi ini digunakan untuk menghasilkan aneka ragam motif tenun nusantara yang bisa digunakan oleh penenun sebagai kertas kerja untuk menghasilkan motif tenun baru sehingga dapat meningkatkan daya tarik bagi pembeli dan pengguna kain tenun nusantara.

Maka dari itu, Institut Teknologi Del mengundang 32 pengrajin/penenun dari empat kabupaten yakni, Humbanghasundutan, Tapanuli Utara, Toba dan Samosir.

Kegiatan ini berlangsung di Kampus Institut Teknologi Del, dimana para trainer dan penenun berkumpul di kampus. Sedangkan Tim DiTenun yang sekaligus menjadi narasumber pelaksanaan survei ini bergabung via zoom.

Dalam kegiatan survei ini Institut Teknologi Del mengarahkan penenun untuk menggunakan langsung aplikasi DiTenun. Para penenun mempraktikkan secara langsung fitur-fitur baru yang ada pada webapp DiTenun agar mendapat feel tersendiri dalam menjalankan webapp DiTenun.

Banyak hal yang dilakukan seperti, menghasilkan motif baru dengan mengenerate motif yang sudah ada, mendesign motif yang sudah ada menjadi motif yang lebih variatif, sampai pada membuat gambar kain ulos baru atau yang disebut kertas kerja oleh para penenun.

Kemudian para penenun memberikan penilaian terhadap kepuasan mereka menggunakan aplikasi yang sudah dikembangkan oleh mahasiswa IT Del yaitu dalam program MBKM.

Kegiatan ini disambut antusias oleh penenun selain semangat membuat motif baru, mereka juga memberikan masukan-masukan yang nantinya akan dikembangkan dalam aplikasi ini. Kegiatan didanai Sekretariat Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Tim pelaksana diketuai oleh Humasak Tommy Argo Simanjuntak ST M.ISD dengan anggota Dr Arlinta Christy Barus ST M.InfoTech, Samuel Indra Gunawan Situmeang STi MSc, Arie Satia Dharma ST MKom, Surya Nainggolan, David Basa, Unedo Manalu, Deby Siburian, Sandra Siregar, Albert Manurung, Evelin Panjaitan yang merupakan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sarjana Sistem Informasi dan Sarjana Informatika Institut Teknologi Del.
(dmp)

Pameran Pelatihan Open Day BBPLK Medan Dihadiri Ratusan Masyarakat dan Pencari Kerja

PEMBUKAAN: Mewakili Gubsu, Kadis Tenaga Kerja Provsu H Baharudin Siagian dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Open Day BBPLK Medan.ist/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan, melaksanakan pameran pelatihan melalui kegiatan bertajuk Open Day BBPLK Medan. Pameran yang dilaksanakan di lingkungan BBPLK Medan ini mengekspose program pelatihan, sarana dan prasarana pelatihan, serta produk dan jasa yang dihasilkan dari program pelatihan yang ada di BBPLK Medan, baik pada Kejuruan Pariwisata, Kejuruan Konstruksi, maupun Kejuruan Non-3R.

PEMBUKAAN: Mewakili Gubsu, Kadis Tenaga Kerja Provsu H Baharudin Siagian dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Open Day BBPLK Medan.ist/Sumut Pos.

Kepala BBPLK Medan, Andri Susila menyampaikan bahwa Open Day ditujukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan 9 lompatan besar Kementerian Ketenagakerjaan khususnya pada transformasi Balai Latihan Kerja. “Open Day diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan branding BLK melalui pelaksanaan kegiatan yang memiliki dampak luas bagi masyarakat, serta peningkatkan kolaborasi dengan stakeholder terkait,” ungkap Andri Susila.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, H. Baharudin Siagian, SH, MSi (mewakili Wakil Gubernur Sumatera Utara), Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Dra Hannalore Simanjuntak MAP, Kepala Bidang Pelatihan, Pembinaan dan Penempatan Kerja, Gaharuman, dan Ketua FKLPI Sumut, Hasustan Kosim.

Selain dihadiri instansi dan asosiasi terkait, Open Day BBPLK Medan juga dihadiri oleh pencari kerja dan organisasi kepemudaan sejumlah 256 orang. Para peserta yang berasal dari pencari kerja dan organisasi kepemudaan mendapat kesempatan mengikuti seminar kewirausahaan untuk meningkatkan minat dan semangat para pemuda dalam berwirausaha.

Para undangan dan rombongan pencari kerja melakukan kunjungan ke workshop pelatihan di BBPLK Medan dimulai dari Workshop Kejuruan Konstruksi, Workshop Kejuruan Non 3R, dan Workshop Kejuruan Pariwisata. Rombongan juga diberikan kesempatan mencoba peralatan dan berdiskusi dengan industri yang hadir.

Menjelang siang hari, para undangan VIP mendapatkan pelayanan makan siang di Restoran Swarnadwipa BBPLK Medan yang dibuat dan disajikan oleh instruktur dan alumni pelatihan. (rel/ila)

Selain dilaksanakan secara offline, diadakan pula sosialisasi pelatihan dan tanya jawab terkait pelatihan di BBPLK Medan melalui siaran langsung pada media Instagram BBPLK Medan, yang diikuti oleh 185 orang. (rel/ila)

Polemik Gubsu dan Pelatih Billiar Sebaiknya Diakhiri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polemik Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang ‘menjewer sayang’ Pelatih Billiar Sumut, Khairudin Aritonang sebaiknya diakhiri. Pasalnya, sikap sayang Gubsu tersebut telah banyak menimbulkan multitafsir yang hanya menyita konsentrasi dalam membangun Provinsi Sumut ini.

“Saya yakin Gubsu tidak punya niat buruk, dan karena menganggap keluarga ia mengajak insan olahraga bertemu daĺam rumah besar agar menjadi suasana lebih akrab. Ayo kembali bersama berjabat tangan dan saling memikul beban pembangunan di segala sektor guna kemajuan Provinsi Sumut yang kita cintai ini,” kata Ketua DPD Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Provinsi Sumut, Irfandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/12/2021).

Menurut Irfandi, dalam membangun olahraga di Sumut, Gubsu Edy Rahmayadi bahkan telah pasang badan dalam mempercepat pembangunan Sport Center Sumut sebagai persiapan menjadi tuan rumah PON 2024. “Pasang badan Pak Edy dalam mempercepat pembangunan Sport Center, ini diketahui semua pihak sebagai bentuk kepeduliannya kepada dunia olahraga. Berbagai hal yang menghalangi program itu, diupayakan penyelesaian dengan baik yang jelas menyita pikiran dan energi,” terang Pengurus DPD KNPI Sumut ini.

Irfandi juga menyampaikan, perhatian besar juga diberikan Mantan Pangkostrad ini untuk membina Klub PSMS sejak ia menjabat Pangdam I/BB hingga saat ini. “Klub Ayam Kinantan kebanggaan warga Kota Medan menjadi salah satu rekam jejak perhatian Pak Edy Rahmayadi. Memang karakter beliau tegas. Tapi jangan disalahartikan. Kalau anak Medan sudah tahulah itu,” ujar Wakil Sekretaris Karang Taruna Kota Medan ini.

Pemuda yang juga owner salah satu media di Kota Medan ini mengajak semua pihak saling menunjukkan kiprah baik dalam membantu kemajuan olah raga dan sektor lain di Sumut, serta mampu melihat sisi baik orang lain hingga kejelekan sesama tidak diumbar-umbar. “Bangkitkan sisi baik kawan ataupun rekan, Insya Allah kejelekan dapat disampaikan agar diperbaiki dengan tabayun bukan diumbar ke publik,” harapnya.

Sebagai warga Sumut, Irfandi mengharapkan sinergitas eksekutif dan masyarakatnya tercipta semakin mesra. “Semoga pemerintah dan masyarakat di Sumut makin kompak. Kami akan selalu bersama Pemerintah dalam harapan saling dukung guna tercipta Sumut Bermartabat sebagaimana yang diperjuangkan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah bersama OPD se-Sumut  yang akan didukung semua elemen,” bebernya.

Diketahui beberapa hari lalu, terjadi miss tanggapan atas sikap sayang Gubsu Edy Rahmayadi kepada pelatih Billiar Sumut, Khairuddin Aritonang. Kepada wartawan, Edy Rahmayadi mengaku, menjewer Choki sebagai bentuk sayang dirinya guna kemajuan olahraga dan makin uletnya atlet memacu prestasi membawa panji Sumatera Utara. “Jewer sayang itu namanya,” kata Edy usai acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat Sumut oleh Kementerian ATR di rumah dinasnya, Medan, Selasa (28/12/2021). (adz)