Home Blog Page 2831

Demokrat Medan dan MUI Tagih Janji Wali Kota Terbitkan Perwal MDTA

MEDAN, SUMUTPOS.CO- DPC Partai Demokrat Kota Medan dan MUI Kota Medan sepakat untuk mendesak Wali Kota Medan Bobby Nasution segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA). Pasalnya, dengan belum diterbitkannya Perwal MDTA ini, maka Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Wajib Belajar MDTA yang telah disahkan sejak 2014 lalu, hingga kini belum bisa diterapkan di masyarakat.

“Kita mendesak Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk segera menerbitkan Perwal Wajib Belajar MDTA tersebut,” kata Ketua MUI Kota Medan Dr H Hasan Matsum MAg saat menerima silaturahim Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu didampingi Sekretaris Parlindungan Sipahutar, Bendahara Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, Ketua BPOKK Deny Kurniawan, Ketua Bappilu Subanto, Sekretaris Bappilu Haris Ricardo Sipahutar, Balitbang Arifin Siregar dan lainnya, Senin (14/2). Sedangkan Ketua Ketua MUI Medan saat itu didampingi Wakil Ketua Umum MUI Medan Burhanuddin Damanik, dan Ketua Komisi Siyasah Syar’iah dan Kerjasama Antar Lembaga MUI Kota Medan Drs Pamonoran Siregar MpdI.

Menurut Hasan Matsum, penerapan Perda MDTA itu seharusnya sudah lama diterapkan oleh Pemko Medan, karena dinilai sangat perlu dan sangat dibutuhkan. Terutama bagi generasi penerus Islam, dalam rangka membina akhlaqul qarimah dan bekal ilmu agama sejak dini. Untuk itu, perhatian Pemko Medan sangat dibutuhkan, terutama agar Wali Kota Medan Bobby Nasution segera mengeluarkan Perwal dan menerapkan Perwal tersebut. “Besar harapan MUI kiranya Pemko Medan lebih peka terhadap persoalan ummat ini,” tegasnya.

Hasan juga mengaku sudah pernah secara langsung berkomunikasi dengan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Pemko Medan, perihal kendala penerbitan Perwal Wajib Belajar MDTA yang menjadi petunjuk teknis pelaksanaan Perda MDTA tersebut. Namun saat itu, ia belum mendapatkan pejelasan yang pasti. Karenanya, dia kembali mendesak agar Wali Kota Medan segera menerbitkan Perwal tersebut.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi Siyasah Syar’iah dan Kerjasama Antar Lembaga MUI Kota Medan Drs Pamonoran Siregar. Dia juga berharap Pemko Medan segera menerbitkan Perwal Wajib Belajar MDTA. Apalagi, Pamonoran mengaku ikut menjadi bagian dari tim perumus draf Perda MDTA tersebut. “Kami dulu sampai larut malam menyiapkan draf Ranperda tersebut. Karenanya, saya pribadi merasa prihatin, karena Perda tersebut belum dapat diterapkan hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu mengaku sudah mendesak Wali Kota Medan melalui lembaga DPRD Kota Medan agar Perwal Wajib Belajar MDTA tersebut segera diterbitkan. Dia juga mengingatkan Wali Kota Medan Bobby Nasution, terkait kontrak politiknya saat Kampanye Pilkada Medan lalu. Di mana saat itu, Bobby yang berpasangan dengan Aulia Rahman masih sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, berjanji kepada Farom Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Medan akan menerbitkan Perwal MDTA serta meningkatkan kesejahteraan guru MDTA, bila kelak terpilih menjadi Wali Kota Medan. “Sekarang kita meminta saudara Bobby untuk memenuhi janjinya itu,” pungkas Burhanuddin. (adz)

Demokrat Medan dan MUI Sepakat Berantas Praktik “Wani Piro” di Kalangan Umat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPC Partai Demokrat Kota Medan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan sepakat bertanggung jawab atas penguatan politik umat. Untuk itu, Partai Demokrat dan MUI Kota Medan akan bersinergi dalam memberikan pendidikan politik, sehingga umat Islam tidak apatis terhadap dunia politik dan terhindar dari praktik jual beli suara, alias “wani piro”.

Hal ini terungkap dalam silaturahim pengurus DPC Partai Demokrat Kota Medan ke Kantor MUI Kota Medan, Senin (14/2). Silaturahim ini merupakan realisasi dari janji Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu untuk berkunjung ke Kantor MUI Medan. Di mana sebelumnya, pengurus MUI Medan telah libih dulu bersilaturahim ke Sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Medan, pertengahan tahun 2021 lalu.

Dalam silaturahim balasan ini, Ketua Demokrat Medan Burhanuddin Sitepu didampingi Sekretaris Parlindungan Sipahutar, Bendahara Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, Ketua BPOKK Deny Kurniawan, Ketua Bappilu Subanto, Sekretaris Bappilu Haris Ricardo Sipahutar, Balitbang Arifin Siregar dan lainnya. Mereka disambut Ketua MUI MedanKetua MUI Medan Dr H Hasan Matsum Mag, Wakil Ketua Umum MUI Medan Burhanuddin Damanik, dan Ketua Komisi Siyasah Syar’iah dan Kerjasama Antar Lembaga MUI Kota Medan Drs Pamonoran Siregar MpdI.

Burhanuddin Sitepu mengungkapkan, selama ini masyarakat masih berpolitik secara pragmatis. Bahkan, setiap gelaran pesta demokrasi, pemilih cenderung mengutamakan “wani piro” tanpa melihat siapa sosok yang dipilihnya. Hal ini berdampak pada kualitas dari wakil rakyat di lembaga legislatif, maupun seorang kepala daerah.

Untuk itu, Partai Demokrat Kota Medan, kata Burhanuddin Sitepu, siap bersinergi dengan MUI Kota Medan dalam mencerdaskan umat dalam berpolitik. Burhanuddin pun mengajak MUI Kota Medan untuk mensingkronkan program kerja yang mengakut tentang keumatan, seperti Safari Ramadhan dan sebagainya.

Apalagi, sebut Burhanuddin, saat ini dirinya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan, telah membentuk Majelis Taklim Nurul Burhanuddin yang terdiri dari ustad-ustad muda dan tersebar di seluruh kecamatan Kota Medan. Keberadaan Majelis Nurul Burhanuddin ini juga sangat diterima oleh masyarakat khususnya, perkumpulan-perkumpulan pengajian.

Sementara, Ketua MUI Kota Medan Hasan Maksum mengajak Partai Demokrat Kota Medan untuk sama-sama berpikir dan berupaya secara maksimal untuk memberi manfaat bagi umat. “Kalau kawan-kawan di Partai Demokrat, salurannya melalui lembaga legislatif di DPRD, Sedangkan kami di MUI ini, hanya dapat berkoordinasi dan terus menerus mengajak umat, bagaimana miminimslisir praktik ‘wani piro’,” katanya.

Hasan berharap, dengan pencerahan politik yang dilakukan secara terus menerus, akan mencerdaskan umat Islam dalam berpolitik. “Kita harapkan, umat dalam milih wakil rakyat tidak lagi berdasarkan wani piro, melainkan berdasarkan kualitasnya. Jangan sampai pemilih itu tak tau siapa yang dipilihnya, tak tau yang mana orangnya, bagaimana wajahnya. Ini menjadi ‘PR’ kira bersama,” ujarnya.

Bahkan, Hasan berencana, dalam waktu dekat akan mengundang partai-partai politik yang berazaskan nasionalis dan religius untuk bertemu langsung dengan umat di sebuah masjid. Dalam pertemuan itu, sebut Hasan, MUI hanya ingin menyampaikan pemikiran-pemikiran bagaimana umat ini harus mampu memiliki visi, pandangan, pemahaman tentang politik.

“Nah jadi kita tidak mengarahkan pilihan umat ke salah satu partai politik, tetapi memberikan kebebasan kepada umat untuk memilih parpol mana yang mereka anggap berpihak kepada umat. Jadi dengan begitu, jangan ada lagi istilah wani piro. Makanya, sama-samalah kita mencerdaskan umat ini. Kalau sama-sama kita memberi pemahaman, saya yakin budaya wani piro itu bisa kita kikis,” ungkapnya. (adz)

North Sumatra Open Swimming Exhibition Cari 10 Atlet Terbaik

TANDING: Para peserta North Sumatra Open Swimming Exhibition 2022 saat bertanding di Kolam Renang Selayang Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- 400 perenang dari seluruh daerah di Sumatera Utara, ikut dalam kompetisi North Sumatra Open Swimming  Exhibition 2022 yang digelar PRSI Sumatera Utara di Kolam Renang Selayang Medan, 12-13 Februari 2022. Lomba dilakukan setelah seluruhnya menjalani swab dari Satgas Covid.

Pencarian atlet terbaik untuk PON 2024 terus dikebut. Apalagi Sumut-Aceh menjadi tuan rumah PON 2024.

“Target kita temukan 10 atlet baru terbaik yang akan langsung di bawah binaan PRSI Sumatera Utara. Hasil terbaik kita dan hasil terbaik di bawah Pelatda KONI Sumut jadi atlet pilihan dan akan kita pilih bersama yang terbaik untuk peserta yang diusung ke PON 2024,” kata H. Coki Muchrid Nasution, Ketua Umum PRSI Pengprov Sumatera Utara, Sabtu (12/2).

Perlombaan yang dilakukan, Renang Gaya Bebas 50, 100, 200, 400, 800, dan 1500, Renang Gaya Punggung 50, 100, 200. Renang Gaya Dada, 50, 100, 200. Renang Gaya Kupu, 50, 100, 200. Renang Ganti Perorangan, 200, 400. Dan Renang Gaya Dada 800, 1500 untuk eksebisi kategori olahraga perairan terbuka.

Tidak tanggung-tanggung, PRSI Sumatera Utara menyediakan 4 unit sepeda motor listrik Gesits senilai Rp28 juta perunit untuk pemecah rekor Nasional.

“PB PRSI siap membantu pelatih terbaik dari Australia atau Singapura. Bahkan Gubernur Sumatera Utara, pak Edy Rahmayadi bahkan sudah menjumpai Konsul Korea dan China tentang pelatih Aquatic Sumatera Utara. Alhamdulillah,” tambah Coki Muchrid.

Perlombaan dengan sistem terbuka ini memperebutkan total hadiah Rp200 juta. (rel/ram)

Anindya Bakrie : Sumut Tulang Punggung Olahraga Aquatik

HADIAH: Para pemenang pada event North Sumatera Open Swimming Exhibition 2022.

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Ketua Umum PB PRSI Anindya Bakrie mengingatkan Sumatera Utara adalah tulang punggung kejayaan olahraga Aquatik.

“Kita sangat bersyukur karena olahraga aquatik tepatnya olahraga renang terpilih menjadi salah satu olahraga DBON  Desain Besar Olahraga Nasional. Ini berkat kerja keras kita bersama yang dirintis tentunya juga pak Sandiaga Uno yang dulunya menjabat sebagai Ketua Umum PB PRSI. Kita Kita ingin membawa kejayaan aquatik, dimana Sumut adalah tulang punggungnya” kata Anindya Bakrie saat menghadiri Opening Ceremony North Sumatera Open Swimming Exhibition 2022 melalui Live Zoom di Kolam Renang Selayang Medan, Minggu (13/2).

Di depan Menteri Parekraf, H Sandiaga Uno yang juga hadir melalui Live Zoom dan pengurus PRSI Pengprov Sumatera Utara dan ratusan atlet renang,  Anindya Bakrie menegaskan bahwa dengan posisi itu PRSI  memiliki kesempatan untuk mendapatkan fasilitas tapi juga tanggung jawab yang besar tentunya buat Asean Games, Sea Games dan ujungnya berprestasi di level Olimpiade.

Tidak semua cabang olahraga yang masuk DBON. Pemerintah memutuskan hanya memasukkan 14 cabor untuk desain olahraga ini.  Yakni atletik, bulu tangkis, panjat tebing, senam artistik, angkat besi, balap sepeda, panahan, menembak, renang, dayung, karate, taekwondo, wushu dan pencak silat.

“Renang itu merupakan gaya hidup yang baik dan bisa membantu perkembangan pemikiran atau kecerdasan anak-anak . Dalam waktu dekat, mudah-mudahan tahun ini kita bisa membantu kita bisa punya RBMD tapi  untuk kolam renang, sehingga semua orang bisa renang, jangan sampai kekurangan  akses, padahal banyak kolam yang sepi walaupun tentu tidak semuanya skala olimpiade,” tambahnya.

102 Juara Kompetisi Lagi

Kompetisi North Sumatera Open Swimming Exhibition 2022 yang digelar PRSI Pengprov Sumatera Utara berakhir Minggu petang sejak Sabtu pagi. Total peserta mencapai 489 orang dengan 17 nomor lomba. Renang Gaya Bebas 50, 100, 200, 400, 800, dan 1500, Renang Gaya Punggung 50, 100, 200. Renang Gaya Dada, 50, 100, 200. Renang Gaya Kupu, 50, 100, 200. Renang Ganti Perorangan, 200, 400. Dan Renang Gaya Dada 800, 1500 untuk eksebisi kategori olahraga perairan terbuka.

“102 perenang yang menjuarai kompetisi ini, akan menjalani kompetisi lanjutan untuk mendapatkan 10 perenang terbaik. Dan, sangat disayangkan kita belum menemukan perenang yang berhasil memecahkan rekor Nasional, padahal sudah kita siapkan 4 unit sepeda motor listrik dan uang pembinaan yang lumayan. Mudah-mudahan, di kompetisi untuk 102 pemenang, kita bisa mendapatkan atlet-atlet terbaik itu, dan kami sangat optimis,” kata Ketua Umum PRSI Sumatera Utara, H Coki Muchrid didampingi Ketua Panitia North Sumatera Open Swimming Exhibition 2022.

Berikut adalah nama pemenang North Sumatera Open Swimming Exhibition 2022.

800 M GAYA BEBAS PUTRA

  1. Muhammad Wisnu Almahdi Adiguna Rp750. 000
  2. Sebastian Immanuel Rp500.000
  3. Daffa Abiyyu Fatah Rp250.000

800 M GAYA BEBAS PUTRI

  1. Jenica Evelyn Siahaan Rp 750. 000
  2. Nasywa Khairunnisa Rp 500.000
  3. Aisyah Nadyn Lubis Rp 250.000

 

100 M GAYA DADA PUTRA

  1. Gilang Ramdhan Rambe Rp750. 000
  2. Fakhri Akbar Tarigan Rp500.000
  3. Rayhan Baihaqi Harahap Rp250.000

100 M GAYA DADA PUTRI

  1. Grecia Marjorie Hutapea Rp750. 000
  2. Nazwa Aulia Satya Rp500.000
  3. Muzeta B. Endelis Rp250.000

200 M GAYA KUPU-KUPU PUTRA

  1. Raihan Kiming  Rp750. 000
  2. Muhammad Wisnu Almahdi Adiguno Rp500.000
  3. Ahmad Alghazel Rp250.000

200 M GAYA KUPU-KUPU PUTRI

  1. Athika Az-Zahra Rp750. 000
  2. Ivanny E. Siagian Rp500.000
  3. Vany Nove Try. A Rp250.000

400 M GAYA GANTI PUTRA

  1. Arkhansyah Purba Rp750. 000
  2. Luhfi Safaraz D Rp500.000
  3. Sebastian Immanuel Rp250.000

400 M GAYA GANTI PUTRI

  1. Vany Nove Try. A Rp750. 000
  2. Anindya Rakhima Rp500.000
  3. Sekar Michele Ul-Husna Rp250.000

200 GAYA BEBAS PUTRA

  1. Raihan Kiming Rp750. 000
  2. Arkhansyah Purba Rp500.000
  3. Rizky Irfansyah Rp250.000

200 M GAYA BEBAS PUTRI

  1. Evi Vania Satriani Agustin Siahaan Rp750. 000
  2. Resy Dwi Ananda Rp500.000
  3. Nasywa Khairunnisa Rp250.000

200 M GAYA PUNGGUNG PUTRA

  1. Syah Galih Ivano Rp750. 000
  2. Erlangga Andaru Rinaldi Rp500.000
  3. Fathir Zuhry Rp250.000

200 M GAYA PUNGGUNG PUTRI

  1. Andini Mandasari Rp750. 000
  2. Lily Diah Rp500.000
  3. Kayla Tiannia Siregar Rp250.000

50 M GAYA BEBAS PUTRA

  1. Pratama A. Syahnanda Rp750. 000
  2. Brian Howard Rp500.000
  3. Sahru P Wajih Rp250.000

50 M GAYA BEBAS PUTRI

  1. Vany Nove Try. A Rp750. 000
  2. Anindya Rakhima Rp500.000
  3. Sekar Michele Ul-Husna Rp250.000

50 M GAYA KUPU-KUPU PUTRA

  1. Daffa Abiyyu Fatah  Rp750. 000
  2. Sahru P Wajih Rp500.000
  3. Roby Dafa Arisky Rp250.000

50 M GAYA KUPU-KUPU PUTRI

  1. Resy Dwi Ananda Rp750. 000
  2. Anindya Rakhima Rp500.000
  3. Athika Az-Zahra Rp250.000

1500 M GAYA BEBAS PUTRA

  1. Giony Ruben D. S. Rp750. 000
  2. Sebastian Immanuel Rp500.000
  3. Muhammad Wisnu Almahdi Adiguno Rp250.000

1500 M GAYA BEBAS PUTRI

  1. Evi Vania Satriani Agustin Siahaan Rp750. 000
  2. Jenica Evelyn Siahaan Rp500.000
  3. Nazwa Aulia Satya Rp250.000

100 M GAYA KUPU-KUPU PUTRA

  1. Roby Dafa Arisky Rp750. 000
  2. Jeremi Emeraldi Christoffel Sitinjak Rp500.000
  3. Sahru P Wajih Rp250.000

100 M GAYA KUPU-KUPU PUTRI

  1. Resy Dwi Ananda  Rp750. 000
  2. Athika Az-Zahra Rp500.000
  3. Ivanny E. Siagian Rp250.000

100 M GAYA PUNGGUNG PUTRA

  1. Erlangga Andaru Rinaldi Rp750. 000
  2. Syah Galih Ivano Rp500.000
  3. Fathir Troph Zuhri Rp250.000

100 M GAYA PUNGGUNG PUTRI

  1. Lily Diah Rp 750. 000
  2. Andini Mandasari Rp500.000
  3. Andhini Arhyani Rp250.000

100 M GAYA BEBAS PUTRA

  1. Rizky Irfansyah Rp750. 000
  2. Sahru P Wajih  Rp500.000
  3. Hennanda Achmad Rp250.000

100 M GAYA BEBAS PUTRI

  1. Vany Nove Try . A Rp750. 000
  2. Anindya Rakhima Rp500.000
  3. Athira Nazla Nadifa Rp250.000

200 M GAYA DADA PUTRA

  1. Gilang Ramdhan Rambe Rp750. 000
  2. Richard Mark Rp500.000
  3. Fakhri Akbar Tarigan  Rp250.000

200 M GAYA DADA PUTRI

  1. Putri Marissa Rp750. 000
  2. Grecia Marjorie Hutapea Rp500.000
  3. Nikita Christine P Rp250.000

400 M GAYA BEBAS PUTRA

  1. Syah Galih Ivano Rp750. 000
  2. Giony Ruben D. S. Rp500.000
  3. Sebastian Immanuel Rp250.000

400 M GAYA BEBAS PUTRI

  1. Evi Vania Satriani Agustin Siahaan Rp750. 000
  2. Jenica Evelyn Siahaan Rp500.000
  3. Aisyah Nadyn Lubis Rp250.000

200 M GAYA GANTI PUTRA

  1. Syah Galih Ivano Rp750. 000
  2. Erlangga Andaru Rinaldi Rp500.000
  3. Roby Dafa Arisky Rp250.000

200 M GAYA GANTI PUTRI

  1. Resy Dwi Ananda  Rp750. 000
  2. Athika Az-Zahra Rp500.000
  3. Jenica Evelyn Siahaan Rp250.000

50 M GAYA PUNGGUNG PUTRA

  1. Erlangga Andaru Rinaldi Rp750. 000
  2. Rizky Irfansyah Rp500.000
  3. Fathir Troph Zuhri Rp250.000

50 M GAYA PUNGGUNG PUTRI

  1. Lily Diah Rp750. 000
  2. Felicia Sihaloho Rp500.000
  3. Andini Mandasari Rp250.000

50 M GAYA DADA PUTRA

  1. Gilang Ramadhan Rambe Rp750. 000
  2. Pratama A. Syahnanda Rp500.000
  3. Fathir Troph Zuhri Rp250.000

50 M GAYA DADA PUTRI

  1. Putri Marissa Rp750. 000
  2. Nazwa Aulia Satya Rp500.000
  3. Zaskia A. Rambe Rp250.000 (rel/ram)

Partai Perindo Siap Bagikan Gerobak, Wujud Peduli Perkuat Ekonomi Rakyat

Juru Bicara sekaligus Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Yerry Tawalujan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo menginstruksikan pemberian gerobak Partai Perindo sebagai wujud komitmen peduli dan turun tangan membantu ekonomi rakyat dari partai berlambang Burung Garuda yang membentangkan sayap ini.

Hal itu disampaikan juru bicara sekaligus Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Yerry Tawalujan. “Ketua Umum kami Bapak Hary Tanoesoedibjo menginstruksikan pembagian gerobak dagang Partai Perindo sebagai wujud kepedulian membantu peningkatan ekonomi rakyat,” ujar Yerry.

Pihaknya akan membagikan gerobak dengan cara diseleksi langsung oleh tim dari DPP Partai Perindo. Para penerima gerobak juga dipantau serta dibina supaya pendapatan pedagang makin bertambah.

“Tahap pertama di tahun 2022 ini dimulai pada bulan Februari dan akan menjangkau wilayah Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat. Ini gratis, tidak dipungut biaya sama sekali,” tegasnya.

Pihaknya juga bakal melakukan seleksi secara langsung calon penerima gerobaknya. Berikutnya, Perindo akan menindaklanjuti supaya ada pembinaan berkelanjutan. “Jadi, kami pastikan penerima gerobaknya makin naik pendapatannya. Jika tidak, kami akan bantu dengan tambahan modal dagang,” jelas Yerry sembari menegaskan program ini juga demi membantu pemerintah mewujudkan masyarakat Indonesia kian sejahtera.

Sebelumnya, pada rakernas yang digelar akhir Januari silam, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo kembali mengajak seluruh kader Partai Perindo di seluruh Indonesia maupun di luar negeri untuk berjuang membesarkan Partai Perindo.

“Ayo kita bangun Partai Perindo menjadi partai yang kuat, karena Partai Perindo punya tujuan yang sangat baik untuk Indonesia. Bagaimana Indonesia bisa lebih cepat sejahtera,” katanya. Dengan Indonesia sejahtera terlebih dahulu, Hary meyakini persatuan dan kesatuan yang kuat bisa diwujudkan dengan baik. (rel/ram)

Airlangga Hartarto: Pekerja Dilindungi JKP dan JHT Sekaligus

JAKARTA, SUMUTPOS.CO —Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah berkomitmen memberi perlindungan kepada seluruh pekerja di sektor formal.

Airlangga menegaskan, perlindungan itu diwujudkan dalam bentuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Menko Perekonomian meminta masyarakat dan pekerja tak khawatir dengan keluarnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2/2022 dan PP Nomor 37/2021.

Menurutnya, dua program tersebut sudah didesain untuk memberi perlindungan kepada pekerja sepanjang masa. Dalam jangka pendek, pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelum usia 56 tahun mendapat perlindungan JKP.

“Pemerintah memberikan perlindungan bagi pekerja atau buruh berupa jaminan kehilangan pekerjaan, uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak,” tutur Airlangga saat konferensi pers usai ratas, Senin (14/2/2022).

Artinya, program ini menjadi instrumen perlindungan jangka pendek dan menengah kepada pekerja maupun buruh.

JKP merupakan jaminan sosial baru di dalam Undang-Undang Cipta Kerja untuk melindungi pekerja dan buruh yang terkena PHK. Klaim JKP efektif per 1 Februari 2022.

Airlangga mengaku, program JKP merupakan perlindungan bagi pekerja atau buruh karena langsung mendapatkan manfaat seketika saat berhenti bekerja. Program ini juga tidak mengurangi manfaat dari program jaminan sosial yang sudah ada.

Iuran dalam program JKP tidak membebani pekerja dan pemberi kerja karena besaran iuran sebesar 0,46 persen dari upah berasal dari pemerintah pusat.

“Pekerja buruh yang mengalami PHK berhak memperoleh manfaat JKP berupa uang tunai sebesar 45 persen upah di bulan kesatu sampai dengan ketiga dan 25 persen upah di bulan keempat sampai dengan keenam,” kata Airlangga.

Sementara, untuk jangka panjang, disiapkan JHT sebagai perlindungan pekerja untuk memasuki masa pensiun. Airlangga yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menegaskan, program JHT dirancang sebagai program jangka panjang memberikan kepastian tersedianya dana bagi pekerja saat memasuki masa tak produktif. Misalnya, memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Manfaat program JHT yakni akumulasi iuran dari pengembangan serta manfaat lain yang dapat dicairkan sebelum masa pensiun dengan persyaratan tertentu dan telah mengikuti kepesertaan minimal 10 tahun.

“Nilai yang dapat diklaim paling banyak 30 persen dari jaminan hari tua untuk kredit perumahan, atau untuk keperluan perumahan atau paling banyak 10 persen di luar kebutuhan perumahan,” jelas dia.

Airlangga mengatakan, Permenaker 2/2022 membuat manfaat yang akan diterima lebih besar jika peserta mencapai usia pensiun yakni 56 tahun.

Sementara, untuk pekerja informal, pemerintah memberikan program Kartu Pra Kerja untuk praskilling dan upskilling yang diberikan kepada pelaku UMKM. (advt/*)

Ketua DPD AMPI Sumut Tutup Motocross & Grasstrack AMPI Cimamen 45

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Ketua DPD AMPI Sumut, David Luther Lubis menutup gelara Motocross & Grasstrack AMPI Cimamen 45 yang berlangsung di Labuhan Batu.

Di sela penutupan dan penyerahan trophy, Minggu (13/2) David mengatakan event seperti ini harus sering digalakan agar muncul bibit bibit pebalap yang  baru di Sumut.

“Ini sekaligus ajang pencarian bakat untuk pebalap pebalap muda. Event ini sangat baik kalau rutin digelar demi mengurangi aksi balapan liar di jalanan. Anak muda jadi punya sarana untuk menyalurkan bakatnya,” katanya.

“Dalam penyelenggaraan event ini, Saya selaku Ketua DPD AMPI Sumatera Utara menyampaikan pendapat agar event – event olahraga seperti ini tetap ada setiap tahunnya dan diprakarsai oleh DPD AMPI Kab/Kota di Sumatera Utara serta berharap nantinya generasi emas pembalap motorcross indonesia seperti “Johnny Pranata” bisa lahir dari tanah Sumatera Utara,” tambahnya.

Didampingi Bupati Labuhanbatu dr. Erik Adtrada Ritonga dan Wakil Bupati Labuhanbatu Hj. Ellya Rosa Siregar, Ketua DPD AMPI Sumut, David Luther Lubis menyerahkan trophy dan uang pembinaan kepada pemenang.

Event Motorcross & Grasstrack AMPI CIMAMEN 45 2022 Labuhan Batu ini sendiri yang diselenggarakan oleh DPD AMPI Kabupaten Labuhan Batu berkolaborasi dengan DPD AMPI Kota Binjai. (rel/tri)

Drh. Wahdi Azmi Terpilih Sebagai Ketua IKA FKH USK Pusat periode 2022-2026

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Musyawarah besar Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala menetapkan Drh. Wahdi Azmi sebagai Ketua IKA FKH USK Pusat periode 2022-2026. Direktur CRU Aceh, Drh. Wahdi Azmi  tepilih melalui proses pemungutan suara yang berlangsung demokratis bernuansa kekeluargaan pada Mubes III IKA FKH USK, Sabtu- Minggu , 12-13 Februari 2022 di Hotel Le Polonia, Medan.

Mubes kali ini menghasilkan beberapa keuputusan penting, diantaranya revisi Ad/Art, pembahasan program kerja umum dan laporan pertanggung jawaban ketua demisioner drh. Eka Wahyu Hidayat.

Ketua terpilih Wahdi Azmi mengatakan,  Mubes kali ini menghadirkan instrumen baru di dalam alat kelengkapan organisasi IKA FKH USK yaitu Badan Pengawas Organisasi (BPO).  BPO  melakukan pengawasan dan memberikan nasehat kepada pengurus dalam menjalankan kegiatan.

“Kewenangan BPO ini di desain secara sengaja cukup kuat, sehingga fungsi pengawasan dan penegakan aturan dapat diwujudkan sebagai control, check dan balance bagi pengurus IKA FKH USK dalam menjalankan operasional organisasi”,ujarnya.

Ditambahkannya, sampai saat ini FKH USK adalah fakultas kedokteran hewan satu satunya di Sumatera dan telah berdiri sejak tahun 1960. Hal ini membuat para alumninya berasal dari seluruh pelosok Nusantara bahkan dari Papua.

Keberadaan FKH USK di Aceh menambah keistimewaan dan keunikan Aceh, apalagi baru baru ini FKH USK berhasil memperoleh predikat Unggul dalam sistem akreditasi Nasional dan sedang dalam proses untuk mendapat pengakuan akreditasi internasional pada tahun ini.

Ketua Panitia, drh. Fadillah Boy  menyampaikan,  Mubes kali ini dihadiri oleh sekitar 200 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah.

Acara Mubes yang digelar selama dua hari tersebut diawali dengan sesi seminar tentang diagnostic imaging yang disampaikan oleh Dr. drh. Erwin, M.Sc. Ditengah tengah peserta mubes terlihat beberapa pejabat dari berbagai instansi di Indonesia, namun sudah menjadi tradisi bahwa pada saat acara alumni setiap orang harus menanggalkan atribusi pangkat dan jabatan, yang tersisa hanya hubungan silaturahmi antar keluarga besar alumni FKH USK.(rel)

3 Tahun Lebih, Asuransi Generali Belum Bayarkan Klaim Nasabah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang nasabah asuransi Generali merasa kecewa akibat klaimnya belum juga dibayarkan meski sudah menunggu 3 tahun lebih. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperoleh haknya, hingga nasabah yang belakangan diketahui bernama Anxx (49), mempercayakan kepada kuasa hukumnya dari Law Firm DYA-Darmawan Yusuf & Associates.

Kepada sejumlah awak media, Pimpinan Law Firm DYA, Darmawan Yusuf SH SE MPd MH didampingi Dodi SH MH dan Roni SH MH pada saat mendampingi anak kandung nasabah (Anxx), mendatangi kantor Generali Medan Galaxy Team di Kompleks Multatuli Blok CC, Nomor 25-28 mengatakan, tak habis pikir, kantor agency sebesar ini, tidak ada satupun yang bisa kami temui. Cuma diarahkan ke pusat. Jadi apa gunanya klien kami masuk melalui agency, dengan seenaknya buang badan ke Generali pusat. Kalau seperti itu, kita masuk asuransi langsung ke kantor pusat saja, untuk apa melalui agency kalau pimpinan agency ketika klien kami meminta bantuan pencairan klaim malah lepas tangan seperti ini.

“Jadi ketika klien kita sakit, tidak mungkin kita suruh ke kantor pusatkan, harusnya yang membantu dari pihak agency ataupun pimpinan agency-nya,” tegas Darmawan. Senin (14/2),

Masih dikatakan Darmawan, berdasarkan apa yang disampaikan wanita mengaku bernama Uli, merupakan Sekretaris President Multatuli Medan Galaxy kepadanya, bahwa agency kliennya bernama Suharni Rimba, ada atasannya bernama Suwandi dan di atasnya lagi President Medan Galaxy, Susana, dan di atasnya lagi pimpinan tertinggi Generali Galaxy Team, Tan Tjing Hoa.

Masih kepada sejumlah wartawan, Darmawan Yusuf menceritakan kronologis persoalan tersebut. Dimana, sekitar Mei 2018 lalu, kliennya masuk asuransi jiwa di asuransi tersebut (Generali Galaxy Team di Multatuli Medan), dengan premi sebesar Rp10 juta setiap bulannya, dan pada Oktober 2018 (5 bulan kemudian), kliennya (Anik) didiagnosis menderita penyakit kritis, kanker.

Sehingga, berdasarkan perjanjian dalam polis asuransi itu, maka seharusnya nasabah (Anxx) mendapatkan manfaat dari perusahaan asuransi Generali sebesar Rp 3 miliar, yakni dari jenis asuransi yang diambil nasabah, CI Add-Plan sebesar Rp 1,5 miliar dan CI-Plan Rp1,5 miliar.

Ironinya, pihak asuransi Generali disebut belum juga mencairkan klaim nasabahnya tersebut dengan berbagai alasan yang terkesan buang badan. “Intinya klien kita tetap bayar (premi), maka ketika ada masalah harus tetap dicairkan, kita sangat keberatan dengan ini,” tutup Darmawan.

Guna menyajikan pemberitaan sesuai kode etik jurnalistik, tim media ini melakukan konfirmasi langsung ke kantor asuransi Generali di Jalan Multatuli, Kota Medan, untuk menemui pimpinan di Generali Galaxy Team Medan. Namun belum berhasil dan oleh karyawan disana diarahkan ke Plaza Uniland.

Dicoba hubungi wartawan melalui seluler, wanita bernama Susana diketahui selaku President Galaxy Team Generali Medan di nomor 08126000###, dia menjawab, “Mungkin Bapak bisa tanya ke Generali (pusat) kenapa gak bayar. Itu hubungannya antara Generali, agen dan nasabah, kita hanya perantara. Posisi saya dan Suharni Rimba satu level, sama-sama direktur Pak,” katanya, mengelak disebut sebagai atasan agency Suharni Rimba.

Lanjut dikonfirmasi kepada Suharni Rimba, dia membenarkan sebagai agency yang merekrut Anik. Ketika ditanya mengapa klaim nasabahnya belum dibayarkan? Dia menjawab, “Tapikan dia (Anik), sudah pakai pengacara dari Jakarta kan, jadi itu antara pengacara dengan pengacara Pak,” katanya singkat dan seketika memutus sambungan seluler.(rel/azw)

Selama Pandemi, 58% Responden Indonesia Alami Penurunan Pendapatan

Ryan Charland, President Director & CEO Manulife Indonesia, dan Meylindawati, Director & Chief Financial Officer Manulife Indonesia.

JAKARTA, SUMUTPOS – Penelitian terbaru dari Manulife menunjukkan, dua tahun sejak merebaknya COVID-19, masyarakat Indonesia optimis bahwa akan ada akhir dari pandemi. Meski optimis, sebagian besar masyarakat Indonesia memilih fokus pada kesehatan dan perencanaan keuangan mereka.

Di antara masyarakat Indonesia yang menjadi bagian dari Asia Care Survey1 Manulife yang ketiga, dua pertiga, atau 66% responden di Indonesia meyakini COVID-19 akan berakhir dalam waktu satu tahun ke depan dan lebih dari separuh, atau 59% responden berpendapat bahwa pembatasan kegiatan masyarakat akan selesai dalam kurun waktu yang sama.

Meskipun pandangan mereka termasuk yang lebih optimis, 35% responden di Indonesia menyatakan kekhawatiran tentang ekonomi lokal yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Sebesar 58% dari mereka mengalami penurunan pendapatan, dengan satu dari sepuluh orang, atau 13% di antaranya kehilangan pekerjaan selama pandemi.

“Selain dari hasil survey yang menyebutkan tingginya atensi terhadap sisi finansial dan kesehatan, masyarakat Indonesia juga makin memegang kendali atas perencanaan keuangan mereka dan menemukan beragam cara untuk mengurangi dampak pandemi,” kata Ryan Charland, Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia.

“Dan, meskipun banyak keluarga mengalami tantangan dan menghadapi ketidakpastian dari sisi keuangan, kesehatan, serta masa depan, minat yang lebih tinggi terhadap proteksi melalui asuransi dapat dikatakan sebagai salah satu cara mereka dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru di tengah adanya COVID-19,” lanjutnya.

Kebiasaan Finansial yang Baik

Menurut hasil survei, kebiasaan perencanaan keuangan di antara responden Indonesia yaitu menyeimbangkan antara upaya mengatasi tantangan keuangan saat ini dengan upaya menciptakan masa depan mapan. Sebanyak 57% responden mengatakan, mereka mengelola keuangan secara aktif karena pandemi. Jauh lebih tinggi dibandingkan reponden yang mengikuti survei ini di semua negara Asia lain (42%).

Menariknya, 32% dari responden mengatakan mereka telah mendirikan usaha milik pribadi untuk menggantikan atau mendukung pekerjaan utama mereka. Sebanyak 37% responden di Indonesia juga mengatakan bahwa mereka memiliki tabungan yang akan bertahan lebih dari satu tahun jika diperlukan.

Untuk mengurangi risiko ekonomi yang disebabkan oleh COVID-19, 25% responden berinvestasi. Sementara 36% mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Pada saat yang sama, pentingnya asuransi dan perencanaan pensiun makin disadari secara luas. Terdapat 83% responden yang melihat pentingnya asuransi dan 84% memikirkan hal yang sama tentang perencanaan pensiun.

Hasil survei juga menunjukkan, sebesar 76% dari mereka berencana untuk membeli asuransi dalam 12 bulan ke depan.

Dari seluruh responden Indonesia, 60% di antaranya sudah memiliki asuransi – sebagian besar memiliki asuransi kesehatan (35%) dan asuransi jiwa (29%). Ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pasar terendah yang tercakup dalam Asia Care Survey yang juga mencerminkan rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia.

“Apa yang juga diungkapkan oleh survei ini adalah ada beragam peluang luar biasa bagi kami
untuk melayani nasabah di Indonesia, terutama mengingat tingkat penetrasi asuransi yang rendah dan kesenjangan perlindungan yang tinggi di negara ini,” tambah Charland.

“Di Manulife, kami berupaya untuk memperkecil kesenjangan itu, serta membantu kehidupan nasabah untuk semakin hari semakin baik. Kami melakukannya dengan terus memberikan saran dan solusi untuk mewujudkan keamanan finansial, karena kami memberdayakan kesehatan dan kesejahteraan berkelanjutan melalui produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah kami,” katanya.

Menyesuaikan Gaya Hidup

Secara umum, pertimbangan banyak masyarakat Indonesia terhadap asuransi tidak lepas dari aspek kesehatan. Responden Indonesia tercatat memiliki kemauan untuk menyesuaikan gaya hidup demi menurunkan dampak COVID-19.

Kesediaan responden Indonesia untuk mengenakan masker adalah yang tertinggi (82%) di kawasan, begitu pula dengan tingkat keaktifan fisik (69%).

Lebih dari separuh (52%) meningkatkan intensitasnya berolah raga sejak pandemi berlangsung, dengan jogging (72%) dan bersepeda (54%) sebagai bentuk olah raga yang paling disukai responden Indonesia.

Persepsi mereka tentang kondisi kesehatannya pun termasuk yang tertinggi di kawasan Asia. Di mana  81% mengatakan, mereka dalam kesehatan fisik yang sangat baik dan 78% mengatakan hal yang serupa tentang kesehatan mental mereka.

Namun menarik untuk dicatat, bahwa angka-angka tersebut secara signifikan lebih rendah untuk wanita single – hanya 65% yang merasa
dalam kondisi fisik yang sangat baik dan 60% dalam kondisi kesehatan mental yang sangat baik–. Sementara pria umumnya merasa lebih baik terhadap kesehatannya.

Selain itu, satu dari empat responden menyatakan kekhawatiran terkait kebutuhan menjaga kesehatan keluarga, namun pada saat yang sama mengabaikan kesehatannya sendiri.

Terkait masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama responden di Indonesia, penyakit jantung menempati urutan pertama, sebesar 41%, diikuti oleh stroke dan kanker (masing-masing 35%), dan diabetes dengan angka yang tidak jauh berbeda sebesar 31%. Sementara itu, terkait dengan pemantauan status kesehatan, responden Indonesia paling nyaman menggunakan
aplikasi kesehatan dan well-being yakni sebesar 86%, tertinggi di kawasan Asia.

Manulife Indonesia memahami dampak kecemasan finansial akibat COVID-19 dan meningkatnya kesadaran nasabah terhadap aspek kesehatan dan wellness. Oleh karenanya, sebagai bentuk komitmen kepada nasabah, Manulife telah menyediakan beragam solusi perlindungan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Di antara solusi yang ditawarkan adalah asuransi tambahan yang baru saja diluncurkan melalui MiSmart Insurance Solution (MiSSION). Asuransi tambahan yang pertama, yaitu MiSmart Medicare Plus (MiSMP), memberikan manfaat rawat inap hingga tertanggung berusia 80 tahun. Selanjutnya, asuransi tambahan perlindungan jiwa MiSmart Payor Benefit Plus (MiSPBP). (rel)