DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Polsek Patumbak menggelar vaksinasi di 7 tempat, pada kawasan Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang. Hal ini bertujuan untuk mencapai target Vaksinasi Nasional sebesar 70 persen, sesuai perintah Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, kepada setiap Kepolisian Resor (Polres) jajaran.
Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago mengatakan, vaksinasi ini dilaksanakan di wilayah hukumnya, Senin (20/12), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Dia membeberkan, adapun 7 lokasi pelaksanaan vaksinasi tersebut, yakni halaman Mako Polsek Patumbak, dan Jalan Pertahanan, Dusun 4, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak. Kemudian di Kantor Desa Sigara-gara, serta Simpang Kanal, Dusun 1, Desa Marindal 1. Selanjutnya di Pos Polisi Simpang Kongsi, Desa Marindal 1. Dan di Lapangan Bola Pasar 3, Desa Marindal 1, serta Kantor Desa Patumbak 1.
“Giat vaksinasi di 7 lokasi wilayah hukum Polsek Patumbak ini, merupakan tahap pertama. Vaksinasi ini bekerja sama dengan tenaga medis dari Klinik Satbrimob Polda Sumut dan Puskesmas Patumbak,” ungkap Faidir.
Dalam kegiatan ini, lanjut Faidir, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), khususnya memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak,guna pencegahan penyebaran Covid-19.
Pantauan wartawan di lapangan, walaupun hujan mengguyur lokasi kegiatan, terlihat Faidir bersama para jajaran dan Muspika Patumbak, tetap semangat mengimbau dan melakukan antar-jemput warga menggunakan mobil patroli, mobil dinas, hingga mobil pribadi milik Kapolsek Patumbak, agar mau mengikuti vaksinasi.
“Bagi masyarakat yang pulang kerja pada sore hari, bisa melaksanakannya (vaksinasi) pada malam hari di lokasi vaksinasi yang telah ditentukan, agar tidak mengganggu pekerjaan,” pungkas Faidir. (dwi/saz)
SELEKSI: Drs. John Hardi Nasution, M. Si beserta tim lakukan seleksi Uji Kompetensi Teknis/Bidang di lingkungan Pemkab Asahan.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 20 Peserta Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Lingkungan Pemkab Asahan ikuti Uji Kompetensi Teknis/Bidang (Wawancara) di Rumah Dinas Bupati Asahan, Senin (20/12).
SELEKSI: Drs. John Hardi Nasution, M. Si beserta tim lakukan seleksi Uji Kompetensi Teknis/Bidang di lingkungan Pemkab Asahan.
Pelaksanaan Uji Kompetensi Teknis/Bidang (Wawancara) ini dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 20-22 Desember 2021, yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Asahan, Drs. John Hardi Nasution, M. Si.
Uji Kompetensi Teknis/Bidang (Wawancara) Pada Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Asahan ini berdasarkan Pengumuman Panitia Seleksi Nomor 10-PANSEL/XII/2021 Tentang Hasil Asesmen Center/Tes Psikologi Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan tanggal 17 Desember 2021.
Ini disampaikan Ketua Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Asahan, Drs. John Hardi Nasution, M. Si yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan disela-sela uji kompentensi.
John Hardi juga mengatakan, peserta uji kompetensi ini dapat mengikuti Uji Kompetensi Teknis/Bidang (Wawancara) pada Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Asahan. Setelahdinyatakan lulus oleh Panitia Seleksi pada Administrasi Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan oleh Panitia Seleksi pada tanggal 30 November 2021.
“Untuk Jabatan Tinggi Pratama yang akan diisi melalui seleksi terbuka ada 5 Jabatan yakni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Asahan dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Asahan,” ucap John Hardi yang juga Penguji pada Uji Kompetensi Terbuka. (dat/han)
PIAGAM: Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani memberikan piagam penghargaan kepada Kanit Resum Polres Dairi, Ipda Parlindungan Lumbantoruan.ist/SUMUT POS.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kabupaten Dairi, Sabam Sibarani memberikan piagam penghargaan dan apresiasi kepada 24 Personel Polres Dairi karena berhasil mengungkap sekaligus menangkap tersangka pengiriman/teror peti mati di Dusun Siharakka, Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan beberapa waktu lalu.
PIAGAM: Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani memberikan piagam penghargaan kepada Kanit Resum Polres Dairi, Ipda Parlindungan Lumbantoruan.ist/SUMUT POS.
Pemberian penghargaan dan apresiasi kepada personel Polres Dairi digelar dalam apel pagi di Mapolres Dairi, Senin (20/12). Ketua DPRD bertindak sebagai Inspektur Upacara pada apel pemberian penghargaan dimaksud.
Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani memberika apresiasi dan penghargaan diberikan kepada personel Polres Dairi berhasil mengungkap kasus menjadi perhatian masyarakat luas.
“Saya sebagai pimpinan DPRD mewakili kurang lebih 360 ribu masyarakat Dairi, juga mengucapkan terimakasih kepada Polres Dairi berhasil mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 106 desa, 25 November 2021 lalu,” ujarnya.
Dijelaskannya, pada pelaksanaan Pilkades lalu, secara umum berjalan aman dan kondusif. Tidak ada hal yang membuat masyarakat takut, sehingga partisipasi dalam Pilkades kemarin juga termasuk besar.
Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman melalui Kasie Humas Polres, Iptu Donny Saleh mengatakan, pemberian penghargaan dari pimpinan DPRD Dairi menjadikan kami untuk lebih baik melaksanakan tugas menjaga kondusifitas.
“Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” ungkapnya. (rud/ram)
TINJAU: Bupati H Surya BSc dan Wakil Bupati Asahan melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.sopian/SUMUT POS.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Asahan pada saat ini telah mencapai 68,38 persen dari 70 persen target yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.
TINJAU: Bupati H Surya BSc dan Wakil Bupati Asahan melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.sopian/SUMUT POS.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Asahan H. Surya, BSc saat melakukan peninjauan di Desa Sei Kamah Baru, Desa Perkebunan Sei Dadap III dan IV Kecamatan Sei Dadap dan Kelurahan Sei Renggas Kecamatan Kota Kisaran Barat didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan, Kadis Kominfo Kabupaten Asahan, Unsur Forkopimcam Kecamatan dan Kepala Desa yang ditinjau, Senin (20/12).
Bupati Asahan juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mencapai target tersebut akan terus berusaha semaksimal mungkin sampai tanggal yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat 22 Desember 2021.
“Kami akan berusaha mencapai target yang ditentukan, maka dari itu kami berharap kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Asahan mengajak masyarakatnya untuk divaksin, karena ini merupakan tanggungjawab sosial kita semua dalam memberikan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Asahan dan ketersediaan vaksin di Kabupaten Asahan saat ini terpenuhi,” tutup Bupati Asahan.
Di tempat yang berbeda di Desa Suka Damai dan Desa Gedangan Kecamatan Pulau Bandring Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S. Sos, M. Si mengatakan, dalam percepatan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Asahan, Pemerintah Kabupaten Asahan dibantu dan didukung oleh TNI-POLRI serta Unsur Forkopimda Kabupaten Asahan.
Selain itu Wakil Bupati Asahan juga meminta kepada Petugas Kesehatan (vaksinator), Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan agar melakukan jemput bola bagi masyarakatnya, khususnya lansia yang tidak dapat melakukan vaksin di tempat yang ditentukan. (dat/han)
DAIRI, SUMUTPOS.CO -Josua Saragih bersama keluarganya harus angkat kaki dari rumah sewanya. Karena, ikut mendukung beroperasinya PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Kabupaten Dairi. Hal ini, bertolak belakang dengan pemilik rumah yang menolak beroperasinya anak perusahaan dari Bumi Resources itu.
Josua Saragih dan istrinya.(ist).
Pengusiran Josua bersama istrinya dan ketiga anaknya dari rumah kontrakan yang selama ini, mereka tinggal di Dusun Dusun 2, Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga Pungga, Kabupaten Dairi. Pengusiran itu, setelah dia mengikuti aksi mendukung Beroperasinya DPM di Sidikalang, Senin 13 Desember 2021, lalu.
“Kami diusir, setelah kami ikut demo dukung DPM di Sidikalang waktu itu. Pada malamnya, saya datang pemilik rumah agar dipertimbangkan agar kami bisa tetap menempati rumah itu lagi,” ucap Josua, Selasa (20/12).
Josua mengungkapkan pihak pemilik rumah tidak memberikan ijin dan langsung menyuruh kosongkan rumah mereka sewa beberapa tahun belakangan ini.
“Kami langsung berangkat dan tinggal rumah itu. Tidak terima mereka, karena mungkin mereka (pemilik rumah) tidak suka berdirinya DPM,” ucap Josua dengan nada sedih.
Melihat kondisi memperhatikan dialami keluarga Josua Saragih warga mendukung Beroperasinya DPM bersama-sama membantu keluarga malang itu. Dengan memberikan pinjam pakai tanah hingga membangunkan rumah semi permanen.
Nurhayati Purba selaku pihak membantu penggalangan dana bagi keluarga Josua menyebutkan bahwa bergotong royong membatu dengan memberikan uang hingga material bangunan untuk mendirikan rumah.
“Saragih yang kehilangan tempat tinggal di kampungnya sendiri. Saat ini, mulai bernafas lega, pasalnya ketiga anak dan istrinya. Tidak lama lagi akan memiliki tempat untuk berlindung dari panasnya matahari dan dinginnya air hujan,” jelas Nurhayati.
Nurhayati sendiri merupakan mantan simpatisan anti tambang juga baru menyadari fungsi dari beroperasinya tambang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Bukan membantu tugas-tugas Pemerintah yang tidak dapat diselesaikan, kelompok anti tambang selama ini justru disibukkan dengan berbagai aktivitas provokasi. Terlebih provokasi dilakukan dengan menyampaikan berita-berita bohong dan menyesatkan kepada masyarakat,” ucap Nurhayati.
Untuk meringankan beban keluarga Josua Saragih. Masyarakat membuka donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank Mandiri 107 0032461990 a/n Athena Ira Forsseta. Konfirmasi donasi mu ke nomor +62 822-6746-7894.(gus)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut menggelar Bakti Sosial Natal 2021 dengan berbagi kasih ke beberapa panti asuhan di Medan dan Deliserdang, Senin (20/12/2021). Adapun panti asuhan yang dikunjungi yakni Aleysia Cemerlang Indonesia Indah Jalan Sempurna Medan, Karya Murni Jalan HM Jhoni Medan, Bait Allah Jalan Puskesmas Medan Sunggal, serta Sahabat Anak Indonesia Jalan Ulayat Raya Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang.
Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Drs Herri Zulkarnain Hutajulu SH MSi dan Sekretaris Hj Meilizar Latif SE MM menyebut, kegiatan itu mereka gelar menyahuti arahan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar kader Partai Demokrat selalu peduli dan berbagi kasih kepada sesama, termasuk dalam perayaan hari besar keagamaan.
Bakti Sosial Natal DPD Partai Demokrat Sumut 2021 juga bertujuan untuk meningkatkan keimanan, rasa syukur kepada Tuhan dan rasa sosial terhadap sesama. “Jangan lihat dari nilai sembako dan kebutuhan lainnya yang kami bawa saat ini. Tapi, kami Keluarga Besar Partai Demokrat ingin berbagi kasih kepada saudara-saudara kami yang ada di panti asuhan. Semoga dengan kehadiran kami menambah semangat dan kegembiraan kita dalam merayakan Natal dan menjelang Tahun Baru 2020,” kata Herri Zulkarnain saat menyerahkan bantuan di Panti Asuhan Sahabat Anak Indonesia, Kecamatan Hamparan Perak.
Herri menambahkan, pengurus DPD Partai Demokrat Sumut berharap, apa yang telah mereka lakukan, dapat memberikan kebahagiaan bagi sesama. Terkhusus bagi mereka yang berada di panti tersebut, agar tetap semangat dalam menambah ilmu. Dan semoga silaturahmi yang terbentuk bisa terjalin terus dan membawa keberkahan. “Doakan kami Partai Demokrat. Semoga di hari-hari mendatang, kami masih bisa berkunjung dan menyapa anak-anak kami di panti asuhan ini,” ujar Herri.
Kordinator Bakti Sosial Natal 2021 DPD Partai Demokrat Sumut, Ir Bangun Tampubolon MSi menambahkan, sudah menjadi program partai untuk saling berbagi kasih pada perayaan hari besar keagamaan. Baik Agama Kristen, Islam, Budha, dan Hindu.
Bangun Tampubolon yang didampingi panitia lainya, Rudolf Hutajulu, Jesayas Tarigan, Marudut Tampubolon, Arif Suroso, Halasson Aritonang, Ilham, dan Akbar menyebutkan, Panitia Bakti Sosial Natal 2021 memberikan kebutuhan sesuai yang diinginkan panti asuhan yakni sembako.
Pimpinan Panti Asuhan Sahabat Anak Indonesia, Talizomboi Laia didampingi sejumlah stafnya yang menerima kunjungan Panitia Bakti Sosial Natal 2021 DPD Partai Demokrat Sumut, mengaku terharu dan berterima kasih kepada Keluarga Besar Partai Demokrat, karena sudah mau berbagi kasih kepada anak-anak panti asuhan dalam suasana Natal dan menjelang Tahun Baru 2022.
Laia menyebut, sebanyak puluhan anak di panti tersebut, saat ini mendapat pelatihan berbagai hal yang berguna bagi masa depan mereka. Sehingga dengan kehadiran Partai Demokrat, telah menambah semangat mereka untuk mendidik para anak asuhan tersebut.
Pengasuh Panti Asuhan Bait Allah, Boru Sitompul, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, anak yatim yang menjalani pendidikan pada panti asuhan tersebut berasal dari berbagai suku. Karenanya, mereka berdoa semoga Partai Demokrat semakin maju, agar di hari mendatang tetap berbagi kasih dengan memberikan bantuan.
Sementara perwakilan Panti Karya Murni Jalan HM Jhoni Medan, Suster Octa mengaku sangat bangga dan berterima kasih atas kehadiran Tim Bakti Natal Partai Demokrat. Sebab menurutnya, baru Partai Demokrat yang sering mendatangi dan memberi bantuan ke panti yang mengelola para tuna rungu, tuna netra yang penghuninya berasal dari berbagai agama dan suku tersebut. “Menjadi kebanggaan bagi para anak-anak yang tinggal di panti ini atas kehadiran Partai Demokrat. Apalagi dengan kehadiran Partai Demokrat yang peduli dan berbagi kasih saat ini,” ujar Suster Octa.
Demikian juga Pimpinan Panti Asuhan Aleysia Cemerlang Indonesia, Laia mengaku sangat berterimakasih atas kehadiran Partai Demokrat. “Kami berdoa semoga Partai Demokrat tetap berjaya dan pak SBY dan AHY tetap dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa”, ujarnya. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi A DPRD Sumut Meryl Rouli Saragih bersama Sustainable Living Lab (SL2) Indonesia melaksanakan kegiatan Showcase Intel Prakarsa Muda 2021, di Politeknik WBI Jalan Warakauri, Laut Dendang, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Senin (20/12/2021). Kolaborasi antara SL2 Indonesia dengan MRS Foundation ini memamerkan hasil-hasil karya kalangan milenial, terutama pelajar di bidang IT.
Dalam kegiatan ini, beberapa pameran hasil karya Artificial Intelligence (AI) oleh siswa-siswi SMA/SMK Sumatera Utara akan menampilkan Aplikasi Artificial Intelligence seperti Bisindo to Bahasa Translator, NutriBot, Predictive Analysis – Wellbeing Predictor, Emotion Detection with Computer Vision,Face Mask Detection Using Caffe Model,Suicide Detection based on Tweets,Traffic Violation Detector,Facemask Detection Using Yolo Model,Text Summarizer.
“Saat ini kita sedang menghadapi revolusi besar yang sering kita sebut revolusi 4.0, di mana dalam revolusi terjadi perubahan yang signifikan baik dari sisi budaya maupun sisi kehidupan lainnya,” ujar Meryl di sela-sela kegiatan.
Menurut Meryl, dalam revolusi 4.0 yang paling siap menghadapi adalah generasi milenial. Untuk itu MRS Foundation selalu konsen mengembangkan SDM kalangan muda agar memiliki skill yang dibutuhkan masyarakat.
“Kalangan muda sebagaimana kita tahu, selalu dekat dengan tekhnologi. Maka ide dan kreativitas mereka sangat kita butuhkan dalam membantu masyarakat, terutama untuk membangkitkan sektor ril khususnya UMKM dan sumber daya manusia yang mampu berdaya saing,” ungkapnya,
Meryl juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Intel yang telah memfasilitasi kegiatan ini, sehingga bakat- bakat kalangan muda di Sumut bisa diberdayakan untuk kemajuan ke depannya,. “Semoga akan banyak lagi pihak yang peduli dengan persoalan ini. Karena selain bisa membangkitkan minat dan bakat kalangan muda, kegiatan semacam ini juga sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang Remaja Putri berinisial NL dianiaya dua dari empat temannya, di Pekuburan Cina, Delitua. Aksi tersebut direkam oleh rekan mereka dan akhirnya viral di media sosial (Medsos).
Korban SN yang sedang dianiaya kedua temannya, di Pekuburan Cina, Delitua. Sumut Pos/ ist.
Akhirnya, empat pelaku tersebut berhasil diamankan Tim Khusus Anti Bandit Kepolisian Sektor (Tekab Polsek) Patumbak, Deliserdang, Senin (20/12).
Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago didampingi Kanit Reskrim Iptu Ridwan membenarkan, bahwa empat pelaku yang diduga melakukan penganiayaan telah diamankan.
“Benar kita telah mengamankan ke empat pelaku dan saat ini mereka sedang dilakukan pemeriksaan,” ujar Faidir, Senin (20/12) malam.
Dari hasil pemeriksaan sementara, jelas Faidir, SN (pelaku) yang tampak di video berperawakan tomboi, memakai kaos warna hitam dan celana jeans warna biru mengaku cemburu dan geram karna NL (korban) suka mengganggu pacarnya.
“Sedangkan ketiganya lagi diduga ikut melakukan penganiayaan mengaku, kalau korban (NL) berperilaku sombong, sehingga membuat mereka geram melihat korban,” ungkapnya.
Dalam video, terlihat pelaku yang diduga SN (mengenakan kaos hitam dan celana jeans biru) menarik korban NL (mengenakan jilbab hitam) hingga terjatuh dan menendangnya berkali-kali. Bahkan, SN memukuli korban dengan brutal. Namun korban tidak melakukan perlawanan dan hanya pasrah, bahkan korban telah meminta ampun, tetapi tidak digubris.
Mirisnya lagi, penganiayaan berlanjut oleh teman SN lainnya, yang mengenakan kaos warna abu rokok dan celana jeans ponggol. Sementara dua remaja putri lainnya, yang mengenakan kaos warna merah dan jilbab putih hanya melihat dan selanjutnya berupaya melerai serta menolong korban.
Pasca diamankannya ke empat pelaku tersebut, Ayah Kandung korban, Muhammad Jafar Lubis mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago, Kanit Reskrim Iptu Ridwan dan personel yang melakukan penangkapan, dengan dipimpin Panit Iptu M Yusuf Sidabutar dan timnya.
“Saya orang tua korban mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian, khususnya Polsek Patumbak yang telah berhasil menangkap para pelaku penganiayaan putri saya,” ujarnya didampingi istri dan putrinya (korban). (Dwi)
SUMUTPPS.CO – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta seluruh jajaran di Kementerian Perdagangan berkomitmen menjadi institusi tempatnya bekerja sebagai wilayah bebas korupsi. Menteri Lutfi mengapresiasi terkait capaian menjadikan institusi Kemendag sebagai wilayah bebas korupsi.
PIMPIN RAPAT: Kegiatan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat memimpin rapat bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan para asosiasi di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin (20/12/2021). (Biro Humas Kemendag).
Ini merespons penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo yang menetapkan Kementerian Perdagangan meraih 7 zona integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) tahun 2021. Penetapan yang digelar secara hibrida di Artotel Suites Mangkuluhur Jakarta ini dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan ke depan seluruh pimpinan di Kementerian Perdagangan harus dapat meraih predikat WBK/WBBM ini. “Saya sangat mengapresiasi capaian ini. Namun ke depan, saya minta Inspektorat Jenderal harus mengawal agar lebih banyak lagi unit di Kementerian Perdagangan yang mendapatkan predikat WBK/WBBM ini, tegasnya”.
Unit Kemendag yang mendapat WBK/WBBM tahun ini adalah Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian, Direktorat Perundingan Multilateral, Balai Standardisasi dan Metrologi Legal (BSML) Regional II, BSML Regional III, Balai Sertifikasi, Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Milan, dan ITPC Osaka. Capaian Zona Integritas tersebut melampaui target yang telah ditetapkan yaitu 3 unit WBK/WBBM.
Sementara itu, Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan Didid Noerdiatmoko yang hadir didampingi Inspektur IV, Olvy Andrianita, menegaskan bahwa tujuh unit peraih WBK telah menunjukkan perubahan besar dalam banyak hal.
Dikatakannya, tujuh unit peraih WBK ini telah menunjukan adanya perubahan/inovasi dalam enam area yaitu manajemen perubahan, tata laksana, manajemen SDM, akuntabilitas, pelayanan publik, dan pengawasan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan dan bermanfaat bagi masyarakat, serta terciptanya birokrasi bersih, akuntabel, dan kapabel.
“Faktor kunci keberhasilan lainnya juga diwujudkan dengan adanya keterlibatan dan komitmen pimpinan dalam mendorong serta memantik semangat untuk melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, termasuk komunikasi pimpinan dalam menyampaikan diferensiasi unit,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan zona integritas di Kemendag sejalan dengan amanah Presiden RI yaitu mencegah korupsi, kerja serius, cepat, keras dan berorientasi hasil, tidak bekerja rutinitas, serta mencari solusi di lapangan.
“Pembangunan zona integritas di Kemendag adalah proses perubahan birokrasi tanpa henti untuk menjadi semakin efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan prima yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sebagaimana yang diamanatkan Presiden,” tegas Didid.
Seperti diketahui, penghargaan zona integritas WBK diberikan kepada unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja. Sedangkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang telah memenuhi sebagian besar kelima program pada WBK di atas ditambah dengan program penguatan kualitas pelayanan publik.
Pesan Wapres
Dalam kesempatan tersebut Wapres KH Ma’ruf Amin berpesan agar peraih predikat WBK/WBBM dapat memperkuat komitmen antukorupsi dan melayani.
“Predikat WBK/WBBM yang diraih bukan sebagai wujud apresiasi semata tetapi harus mencerminkan komitmen unit di seluruh instansi pemerintah untuk senantiasa menjadi icon birokrasi yang melayani, bersih dan bebas dari korupsi serta tidak berhenti pada kegiatan yang sifatnya ceremonial dan administratif, namun harus termanifestasikan dalam budaya kerja organisasi agar masyarakat dapat merasakan pelayanan publik yang cepat, mudah, murah dan infkusif,”katanya.
Sementara itu, Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo, menegaskan bahwa “Konsep Reformasi Birokrasi merupakan katalisator untuk mewujudkan Good and Clean Government (GCG) untuk mendukung pembangunan nasional. Pak Jokowi ingin bagaimana pelayanan publik itu bisa tepat, perijinan itu bisa cepat dan bagaimana reformasi birokrasi yang panjang menjadi pendek. Sehingga dapat membantu mendorong pembangunan ekonomi secara nasional.”
Sebagai catatan pada tahun 2021, sebanyak 4.402 unit diusulkan dalam evaluasi zona integritas WBK/WBBM ke KemenPANRB dari 259 Kementerian/Lembaga/non KL/Pemda. (*/sih)
KISARAN, SUMUTPOS.CO- Sejak tahun 2014, Santi Basa Uli Sihotang sudah mengabdikan dirinya di BTPN Syariah. Sebagai Bankir Pemberdaya, banyak manfaat yang dirasakannya, mulai dari pelajaran hidup, rasa syukur, dan juga materi.
SERTIFIKAT: Karyawan BTPN Syariah, Santi Basa Uli Sihotang saat memberikan sertifikat kepada nasabah.
“Awal karir sebagai Community Officer (CO). Saat ini, saya menjabat Bussiness Manager untuk wilayah Air Joman dan Tanjungbalai,” ujarnya.
Saat awal karir, Santi menyatakan dirinya sudah diambang batas usia untuk melamar menjadi pegawai BTPN Syariah, yaitu 27 tahun. Tetapi karena tekad yang kuat untuk memperbaiki ekonomi keluarga, Santi berusaha untuk dapat diterima bekerja.
Setelah menjalani pelatihan selama 3 bulan, Santi akhirnya mulai bekerja dengan mencari nasabah di di wilayah kerjanya. Setelah menjalaninya, Santi menyadari pekerjaan yang dijalaninya bukan hanya sekadar antara nasabah dan bakir, tetapi harus seperti teman, bahkan saudara.
“Karena pekerjaan kita bukan hanya menawarkan pembiayaan, tetapi juga harus saling mendukung. Saat pelatihan sebelum terjun ke lapangan, hal tersebut sudah ditekankan bahwa kita, sebagai CO harus bekerja dengan hati nurani,” jelasnya.
Menjadi CO pun dirasakan Santi sangat bermanfaat dalam hidupnya, dirinya belajar tentang rasa sabar, dan syukur hal yang paling penting dalam hidup. Karena, sebagai bankir pemberdaya, Santi bukan hanya dituntut untuk dapat memberikan ide-ide kreatif kepada para ibu rumah tangga, tetapi harus dapat menjadi pendengar.
Santi menyadari, bahwa para nasabahnya yang merupakan anggota cluster memiliki berbagai masalah. Jadi, yang mereka butuhkan bukan hanya solusi, tetapi pendengar yang baik untuk mendengarkan masalah mereka.
“Saat pelatihan kita juga sudah ditekankan, untuk mendengarkan masalah para anggota cluster. Jadi, para CO bisa membantu, kalau tidak dapat memberikan solusi, setidaknya bisa mendengarkan,” ungkapnya.
Santi menceritakan berbagai cerita lucu yang pernah dialaminya selama menjadi karyawan BTPN Syariah. Selain mendengarkan cerita masalah rumah tangga para nasabah, Santi juga mendengarkan keluh kesah ibu rumah tangga tentang pertumbuhan anak-anaknya.
“Ada nasabah yang menceritakan tentang rumah tangganya, padahal saya belum menikah saat itu. Jadi, untuk menegakkan profesi saya sebagai Bankir Pemberdaya, saya membaca tentang rumah tangga di internet. Setidaknya, saya bisa memberikan solusi walau sedikit,” ungkapnya sambil tersenyum.
Selama 7 tahun berkarir, Santi menjadi saksi perjuangan nasabah untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Dan yang paling diingatnya adalah nasabah pertamanya yang ada di Langkat.
“Ibu itu janda dengan beberapa anak yang masih kecil, dan tinggal di rumah gubuk. Dia awalnya adalah penjual sapu lidi dari rumah ke rumah dengan berjalan kaki. Ibu ini membuat sendiri sapu lidinya. Jatuh bangun, tangisan, dan berbagai hinaan sudah diterimanya. Tetapi, dirinya tidak berjuang bahkan dirinya semakin bekerja keras. Ibu ini menjadi salah satu nasabah utama saat itu. Pada awal pembiaayaan dana, dirinya membeli sepeda bekas untuk mempermudah menjangkau daerah lain. Kini, semua anaknya sudah bersekolah, dan mereka sudah tinggal di rumah yang bertembok. Dan yang paling penting, ibu tersebut sudah menjadi pengumpul sapu lidi. Selain ibu di Langkat ini, banyak kisah inspiratif dan saya menjadi saksi mereka. Ini yang saya maksud, saya banyak mendapatkan pelajaran hidup di BTPN Syariah,” jelasnya.
Ada manfaat lain yang dirasakan menjalani pekerjaannya saat ini, dirinya menjadi kreatif karena harus dapat memberikan ide kepada para nasabah untuk memperluar atau membesarkan usaha miliknya.
“Dari para nasabah tersebut saya juga mendapatkan ide untuk mengajak ibu saya berdagang. Dan apa dagangannya terkadang terinspirasi dari para nasabah,” ungkapnya sambil tersenyum.
Niat Santi untuk memperbaiki perekonomian keluarga tercapai, kini Santi telah berhasil membantu untuk membangun rumah untuk sang bunda. Bukan hanya itu, dirinya juga membantu modal untuk usaha yang dijalani ibu.
“Bekerja di BTPN Syariah banyak manfaat yang didapatkan, selain bertambah teman, kita juga mendapatkan pelajaran hidup, dan tentu saja jenjang karir,” tutupnya. (ram)