BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Penghargaan demi penghargaan diterima oleh bank bjb. Hal ini membuktikan bahwa bank bjb merupakan salah satu perbankan terbaik di Tanah Air.
Penghargaan terbaru diberikan oleh Majalah Investor kepada Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi yang terpilih menjadi Tokoh Finansial Indonesia 2021 sebagai Top Regional Banker 2021.
Apresiasi ini diberikan atas kinerja dan kepemimpinan Yuddy Renaldi selama masa pandemi yang terus melakukan perkembangan dan memberikan stimulan positif terhadap roda perekonomian di Indonesia.
Penghargaan diserahkan oleh Direktur Berita Satu Media Holdings, Primus Dorimulu, dalam acara Tokoh Finansial Indonesia & BUMN Terbaik 2021 yang digelar secara virtual dan diterima oleh Deputy Corporate Secretary bank bjb Devi Fajar Nugraha yang dalam hal ini mewakili Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi. Acara disiarkan langsung melalui Beritasatu TV serta streaming di YouTube Channel Berita Satu pada Rabu, 15 Desember 2021.
Di tempat terpisah, Yuddy menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Majalah Investor. Yuddy juga mengingatkan seluruh insan bank bjb bahwa penghargaan ini bukan hanya prestasi individu atau perseorangan, namun merupakan prestasi seluruh insan bank bjb.
“Penghargaan ini adalah buah manis dari totalitas kerja seluruh insan bank bjb dalam menghadapi berbagai tantangan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” jelas Yuddy.
Sementara itu, Direktur Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu, menjelaskan penghargaan ini diberikan kepada tokoh finansial Indonesia terbaik yang dinilai mempunyai kontribusi penting pada industri yang digeluti perusahaan. Mereka dinilai layak menjadi panutan di tengah tantangan global dan percepatan teknologi yang semakin canggih. Penyelenggaraan penghargaan ini merupakan ke-18 yang diadakan secara reguler oleh Majalah Investor.(rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) dengan bangga luncurkan dua produk AC Inverter pertama buatan Indonesia yaitu seri XPU-XKJ dan seri PU-XKJ. AC Inverter ini, memiliki kualitas dapat membersihkan udara di rumah.
Kedua produk karya anak bangsa ini, telah dilengkapi teknologi pemurnian udara mutakhir nanoe X milik Panasonic. Peluncuran berlangsung secara virtual, Rabu (15/12). Dimana, komitmen PGI untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi nasional melalui industri elektronik sesuai dengan prinsip perusahaan “Berbakti Kepada Negeri Melalui Industri” dalam menghasilkan produk berkualitas karya anak bangsa.
AC Inventer XPU-XKJ menggunakan inovasi teknologi nanoe™X telah terbukti mampu menghambat berkembangnya virus, bakteri, dan polutan berbahaya, salah satunya Novel Coronavirus (Sars-Cov-2) hingga 99.99%.
Selain itu, seri XPU-XKJ dan seri PU-XKJ juga dilengkapi teknologi ECO Mode yang mampu menghemat energi dengan cara membatasi penggunaan daya listrik hingga 50%, serta smart control melalui Aplikasi ComfortCloud.
Tomonobu Otsu, President Director PT PGI mengatakan, melalui pengalaman lebih dari 60 tahun di dunia tata udara, Panasonic berupaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan terus berinovasi menciptakan teknologi untuk masa depan, demi mewujudkan tagline perusahaan “A Better Life, A Better World”. Salah satu upayanya yaitu dengan menghadirkan solusi terkait peningkatan kualitas udara di Indonesia, di tengah situasi pandemi Novel Coronavirus (SARS-Cov-2).
“Panasonic GOBEL selalu berupaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik, salah satunya dengan menghadirkan dua produk AC Inverter terbaru seri XPU-XKJ yang dilengkapi teknologi canggih nanoe™ X, ECO Mode dan Smart Control di Aplikasi ComfortCloud, ketiga teknologi tersebut adalah solusi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kualitas udara yang bersih, hemat listrik dan user-friendly” sebut Tomonobu Otsu.
Tomonobu Otsu menambahkan, teknologi nanoeX adalah teknologi pemurnian udara revolusioner dari Panasonic yang mampu memurnikan dan menjaga kualitas udara. nanoe X generator sendiri dapat menghasilkan Radikal Hydroxyl (OH Radical) sebanyak 4,8 Triliun partikel/detik, sehingga efektif menghambat mikroorganisme patogen (bakteri, jamur, dan virus) dan alergen.
Kemudian, memecah komponen PM 2.5 yang berdampak buruk pada tubuh manusia. Pada tahun 2020, teknologi nanoe X terbukti efektif melawan Novel Coronavirus (SARS-Cov-2) hingga 99.99% (Berdasarkan hasil uji validasi dari lembaga riset Texcell, Perancis) sebagai salah satu upaya perlindungan di saat pandemi.
Keisuke Nakagawa, Marketing Director PT PGI, menyatakan peluncuran New AC Inverter seri XPU-XKJ dan seri PU-XKJ merupakan terobosan Panasonic dalam membantu masyarakat Indonesia untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Kami menyadari Panasonic tidak hanya menghadirkan AC yang berfungsi mendinginkan ruangan, namun juga kami ingin memberikan nilai lebih melalui fitur-fitur yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Melalui peluncuran AC Inverter XPU dan PU series ini, kami bangga dapat mempersembahkan produk AC tangguh karya anak bangsa yang berkualitas tinggi,” tutup Keisuke.
Selain teknologi nanoe™X yang dapat menghambat Novel Coronavirus (SARS-Cov-2) hingga 99.99%, AC Inverter seri XPU-XKJ dan seri PU-XKJ juga memiliki ECO Mode yang merupakan fitur untuk membatasi daya AC hingga 50%, sehingga watt yang dikonsumsi dapat dikurangi ketika fitur ini diaktifkan.
Terakhir, Panasonic menciptakan ComfortCloud, sebuah aplikasi smartphone yang memiliki fungsi mengontrol AC dalam satu genggaman dimanapun dan kapanpun. Produk AC Inverter terbaru Panasonic ini mulai dipasarkan pada Desember 2021. Konsumen dapat membeli produk dengan teknologi terbaru ini di e-commerce ataupun toko elektronik Panasonic terdekat.(gus)
Teks foto: PT PGI gelar peluncuran produk AC Inverter pertama buatan Indonesia.(ist)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO—PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menyelenggarakan Customer Experience (CX) Summit 2021 untuk keempat kalinya dengan mengusung tema “Revive and Thrive Your Business by Transforming Customer Experience”.
Tema yang dipilih menggambarkan harapan membangkitkan kembali semangat dan motivasi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah melewati pandemi selama dua tahun ini, sehingga mampu membangkitkan kembali perekonomian bisnis dengan mentransformasikan customer experience serta strategi yang lebih tepat.
Acara ini diisi keynote speaker dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno serta Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Turut meramaikan conference ini juga dihadiri oleh para narasumber dari berbagai kalangan dan industri.
CX Summit 2021 merupakan kolaborasi antara Telkom dengan Indonesia Customer Experience Professional (ICXP) membahas aspek-aspek strategis yang mengedepankan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan atau yang sering disebut sebagai Customer Experience (CX), diantaranya aspek terkait transformasi perusahaan menuju customer-centric, customer experience bagi perusahaan, industri UMKM (Usaha Kecil, Mikro dan Menengah), industri ekonomi kreatif dan pariwisata.
Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, mengatakan bahwa customer experience menjadi strategi diferensiasi yang penting dilakukan oleh semua bisnis agar dapat bertahan dalam kompetisi di era Experience Economy ini.
“Customer experience telah menjadi salah satu prioritas TelkomGroup sejak beberapa tahun terakhir. Untuk itu, Telkom masih terus berupaya menghadirkan customer experience yang semakin baik dari waktu ke waktu,” katanya melalui pernyataan tertulis yang diterima sumutpos.co, baru-baru ini.
Menurutnya, Telkom pun berkomitmen untuk terus meningkatkan dan mengembangkan ekosistem serta kapabilitas digital untuk membangun kedaulatan digital bangsa, membangun negara yang kuat, dan meraih peluang-peluang baru di seluruh negeri.
CX Summit 2021 dilaksanakan dalam format online conference dan virtual exhibition dengan total visitors periode 6-9 Desember 2021 sebanyak 4.300 pengunjung. Meskipun diselenggarakan secara online, tidak mengurangi esensi dari tujuan kegiatan itu.
Bahkan dengan metode online, acara ini dapat diikuti lebih banyak partisipan dan narasumber termasuk dari mancanegara seperti Jeremy Utley, Director Executive Education Stanford School yang hadir secara live dari Silicon Valley, Amerika Serikat.
Menparekraf RI, Sandiaga Uno mengatakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif turun berdampak yang luar biasa karena pandemi di beberapa lini. Ini bisa dilihat dari menurunnya tren konsumsi dan tren menurunnya wisatawan domestik dan internasional.
“Pada saat pandemi, ada sektor yang menjadi pandemic winner, seperti fashion, kuliner dan griya khususnya bidang parekraf yang terdigitalisasi kontribusi terhadap PDB-nya naik 7,5% dan bahkan Indonesia berada di tiga dunia dengan nilai kontribusi 1.100 triliun rupiah,” ujarnya.
Melalui tema “Optimism for Revival of Tourism and Business in Indonesia Towards 2022”, diharapkan even ini dapat meningkatkan partisipasi pelaku wisata dan ekonomi kreatif untuk bisa mendapatkan pencerahan, ide-ide baru dalam menghadapi isu-isu customer experience dengan berorientasi pada menghadirkan pengalaman pelanggan yang terbaik.
Adapun Teten Masduki memberikan apresiasi dan dukungan terhadap acara CX Summit 2021. Ia memaparkan kembali dominasi UMKM yang memiliki kontribusi cukup besar pada PDB nasional. Data pihaknya menyebutkan jika UMKM mendominasi 99,9% pelaku usaha di Indonesia, berkontribusi sebanyak 61% terhadap PDB nasional, mampu menyerap tenaga kerja hingga 97 persen dan kontribusi pada ekspor sebesar 14,37%.
“Pelaku UMKM memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan dan pemulihan ekonomi nasional,” katanya.
Terlebih di tengah disrupsi karena pandemi dan disrupsi digital gelombang kedua, sambung dia, transformasi digital menjadi sangat penting bagi UMKM. Ekonomi digital Indonesia bahkan tumbuh sangat signifikan.
“Pada 2020, nilai ekonomi digital tercatat mencapai Rp640 triliun. Angka ini diproyeksi meningkat 8 kali lipat menjadi Rp4.351 triliun di 2030,” sebutnya.
Masih Teten, saat ini ada 16,4 juta UMKM telah terhubung ke dalam platform digital. Angka ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari 100 persen sejak awal pandemi. Oleh karenanya pendampingan berkelanjutan, insentif bagi pelaku usaha, dan infrastruktur menjadi elemen kunci yang sangat dibutuhkan UMKM RI untuk bertransformasi digital.
Sementara itu, Helmy Yahya Business Coach & YouTuber dan juga sebagai Advisor dari ICXP juga menyampaikan bahwa CX adalah hal yang sangat penting.
“Jangan sekali-sekali memberikan CX yang buruk bagi visitor karena they will never come back. Sebaik apapun tempatnya, kalau pengalaman pelanggannya buruk, dijamin mereka tidak akan kembali” ujar dia.
Selain online conference, kehadiran Virtual Exhibition dengan konsep 3D dan 360 degree view yang dibuka pada 6-10 Desember 2021 turut meramaikan CX Summit 2021 dengan beragam showcase inovasi dan teknologi yang dapat menunjang keberlangsungan bisnis secara digital dan meningkatkan kualitas dari strategi customer experience. Di sana, partisipan dapat bereksplorasi dalam menggali informasi dan kapabilitas dari kemajuan digital dan teknologi yang disediakan oleh para exhibitor. (rel/prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dengan semakin pulihnya perekonomian nasional yang tercermin dari tren pertumbuhan pasar modal Indonesia di sepanjang tahun ini dan dukungan seluruh stakeholders pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan apresiasi kepada berbagai pihak, khususnya Anggota Bursa (AB) dan Perguruan Tinggi di Indonesia.
BEI menyelenggarakan acara Sinergi dan Kolaborasi Pasar Modal untuk Negeri.
Pada Rabu (15/12), BEI menyelenggarakan acara Sinergi dan Kolaborasi Pasar Modal untuk Negeri yang merupakan rangkaian peluncuran pesan edukasi pasar modal: Paham, Punya, dan Pantau, kemudian peluncuran InvestHub di situs web BEI www.idx.co.id, Pengumuman Pemenang GI-A-Thon Full Period, serta Penghargaan Galeri Investasi (GI) BEI Terbaik 2021. Acara ini dihadiri oleh jajaran Manajemen Self-Regulatory Organization (SRO), AB, Pengelola GI BEI, dan Wartawan Pasar Modal.
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan bahwa kemajuan teknologi dan informasi sangat berperan terhadap perkembangan pasar modal Indonesia. Dengan adanya kemajuan teknologi sekaligus informasi, peningkatan kesadaran, literasi dan inklusi pasar modal kepada masyarakat Indonesia menjadi lebih mudah, murah serta transparan bahkan kredibel.
Berdasarkan data BEI dari Januari sampai November 2021, dari sisi edukasi, terdapat 6.571 aktivitas edukasi yang telah dijalankan, dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang.
“Dari total tersebut, 88 persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumlah peserta lebih dari 950 ribu orang,” ujar Inarno.
Data KSEI per 10 Desember 2021 mencatat sepanjang tahun ini jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 7.279.980 single investor identification (SID) atau tumbuh 87,59 persen dibandingkan pencapaian di akhir tahun 2020 sebesar 3.880.753 SID.
Sedangkan jumlah investor saham telah mencapai 3.375.221 SID atau naik 99,09 persen dari jumlah 1.695.268 SID pada akhir tahun lalu.
Paham, Punya, dan Pantau Pada kesempatan yang sama, BEI mengenalkan pesan edukasi pasar modal “Paham, Punya, dan Pantau” untuk mengedukasi masyarakat secara luas tentang cara investasi yang benar. Pesan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat tentang cara investasi yang benar seiring dengan peningkatan signifikan dari jumlah investor baru pasar modal Indonesia.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pesan Paham, Punya, dan Pantau masing-masing memiliki muatan cara-cara berinvestasi yang dapat menjadi pedoman bagi calon investor ketika memulai berinvestasi di pasar modal Indonesia.
“Paham dalam berinvestasi itu harus menggunakan dana lebih, paham kesesuaian profil risiko produk investasi dengan profil risiko dari masing-masing investor, dan paham tujuan investasinya,” ujar Hasan.
Pesan Punya dimaksudkan bahwa, memiliki (punya) produk investasi saat ini sudah lebih mudah serta murah, namun investor tetap perlu berlatih untuk melakukan diversifikasi agar pertumbuhan portofolio investasinya dapat lebih stabil dan terjaga.
Melalui pesan Pantau, lanjut Hasan, investor perlu untuk memantau secara berkala portofolio investasinya, baik dari sisi pergerakan harganya maupun kinerja perusahaannya, serta update dengan berita dan informasi terkait produk investasinya agar meningkatkan pengetahuan sekaligus menambah pertimbangan dalam investasinya.
Selain itu, kata Hasan, demi semakin memudahkan investor pemula maupun calon investor memahami berbagai hal terkait pasar modal Indonesia, maka BEI menyediakan wadah pembelajaran yang bernama halaman InvestHub di situs web BEI www.idx.co.id. InvestHub memuat informasi, mulai dari tata cara pembukaan rekening efek, definisi dari ragam instrumen investasi di pasar modal Indonesia, serta informasi lain yang dapat menjadi bekal investor pemula maupun calon investor sebelum berinvestasi.
Sejak pertama kali diresmikan pada 2010 silam dengan nama awal adalah Pojok Bursa, per 3 Desember 2021, BEI telah memiliki 574 GI BEI yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peran GI BEI sebagai salah satu ujung tombak pengembangan pasar modal membuat masyarakat menjadi lebih mudah, inklusif, dan intens dalam mendapatkan informasi melalui sosialisasi serta edukasi yang dilaksanakan oleh BEI.
BEI rutin melakukan pemantauan terhadap keaktifan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing GI BEI. Evaluasi ini menjadi poin krusial agar masyarakat memperoleh pelayanan optimal ketika membutuhkan informasi pasar modal melalui GI BEI.
Sebagai bentuk apresiasi bagi GI BEI teraktif dan AB Mitra pendamping GI dengan kinerja terbaik, maka pada tahun ini diselenggarakan kembali Penghargaan GI BEI yang merupakan tahun kesebelas penyelenggaraan acara ini.
Kategori pertama adalah Kategori GI BEI Teraktif berdasarkan Penambahan Jumlah Rekening Efek di periode penilaian Oktober 2020 – September 2021, dimenangkan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan jumlah pertumbuhan rekening efek baru sebanyak 2.330 SID.
Disusul oleh UIN Raden Mas Said Surakarta di posisi kedua dengan 1.115 SID, dan Universitas Islam Malang di posisi ketiga dengan 877 SID baru.
Kategori kedua, yaitu GI BEI Teraktif berdasarkan Nilai Transaksi yang dimenangkan oleh Politeknik Bisnis dan Pasar Modal (BCM College) dengan nilai transaksi Rp1.588.815.197.061,00. STIE Trisakti (Trisakti School of Management) di posisi kedua dengan nilai transaksi Rp1.375.943.268.141,00, dan Universitas Ciputra di posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp515.892.333.099,00.
Kategori GI BEI Teraktif berdasarkan Aktivitas Edukasi dan Pemerataan Informasi merupakan kategori ketiga dan dimenangkan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan total angka yang diraih adalah 448,98 poin. Pemenang kedua adalah FEB Islam UIN Sunan Ampel Surabaya dengan total angka sebesar 432,53 poin, dan Universitas Palangka Raya sebagai pemenang ketiga untuk kategori ini dengan total angka sebesar 431,45 poin.
Kategori keempat, GI BEI Teraktif berdasarkan Pengembangan dan Inovasi Kegiatan yang dimenangkan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan inovasi berupa Penciptaan Inklusi Massal Melalui Program Vaksinasi Dosis 1 di Purwokerto, diikuti oleh 628 peserta. Pemenang kedua adalah Universitas Ma Chung dan pemenang ketiga adalah Universitas Palangka Raya.
Di Penghargaan GI BEI 2021, terdapat pula apresiasi kepada AB mitra GI BEI dengan kinerja terbaik, yaitu PT Phintraco Sekuritas, PT MNC Sekuritas, dan PT Phillip Sekuritas Indonesia.
BEI juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 2 GI BEI non kampus, yakni GI BEI Desa Sidorejo (Lampung) dengan AB Mitra PT Phintraco Sekuritas, dan GI BEI Kopi Tjoean dengan mitra AB PT Phillip Sekuritas Indonesia.
BEI juga memberikan apresiasi kepada 9 GI BEI terbaik di wilayah Kantor Perwakilan BEI di seluruh Indonesia. Apresiasi ini diberikan kepada kesembilan GI BEI karena telah berperan aktif dalam peningkatan literasi untuk pengembangan pasar modal di daerah, walaupun belum masuk dalam kriteria dasar pemilihan finalis Penghargaan GI BEI.
Tidak hanya itu, telah diumumkan juga pemenang program GI-A-Thon Full Period, sebuah tantangan bagi seluruh GI BEI di Indonesia untuk meningkatkan aktivitas kegiatan edukasi, meningkatkan pertumbuhan investor baru, meningkatkan aktivitas transaksi investor GI BEI, meningkatkan kesadaran mengenai Acuan Kepemilikian Sekuritas (AKSes), dan pengoptimalan sistem Regional Development Information System (RDIS) sebagai sistem pengelolaan kegiatan komunikasi berbasis web dengan AB bersama BEI – monitoring – serta pelaporan.
BEI juga memberikan apresiasi kepada Pengurus GI BEI maupun perwakilan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) yang aktif dalam menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi di lingkungan GI BEI dalam bentuk dukungan untuk mengikuti pelatihan maupun ujian sertifikasi di bidang pasar modal.
Tujuannya agar kompetensi Pengurus GI BEI maupun perwakilan KSPM dapat semakin bertambah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah profesional di pasar modal Indonesia.(gus)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 yang memasuki tahun kedua telah mendorong masyarakat untuk mencari jalan keluar untuk tetap dapat beraktifitas dalam keterbatasan mobilitas. Penggunaan aplikasi berbasis internet atau digital menjadi semakin luas, dan adaptasi teknologi menjadi suatu kebutuhan utama.
“Selama pandemi, saya banyak terbantu dengan adanya jasa ojek online untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk belanja kebutuhan pokok, beli makanan jadi, dan kalau memang perlu keluar rumah, saya lebih memilih menggunakan jasa ojol atau taksol,” jelas Prama seorang karyawan swasta di Medan. Pernyataan Prama mencerminkan tantangan sekaligus potensi ojol yang dirasakan oleh Afrizal, seorang pengemudi ojek online.
“Pandemi mempengaruhi pendapatan kami sebab banyak pekerja yang bekerja dari rumah, atau anak sekolah yang sekolah dari rumah. Sekarang di Medan sudah lebih baik, karena anak sekolah sudah mulai tatap muka dan para pekerja sudah banyak yang kembali ke kantor. Mall juga sudah buka,” ungkap Afrizal lebih lanjut.
Afrizal menambahkan bahwa adaptasi menjadi kunci penting, selain itu dia juga merasa beruntung karena mendapat bantuan dari Gojek, aplikasi yang digunakannya mencari nafkah. “Dari awal pandemi, Gojek lumayan perhatian kepada driver. Kami dapat bantuan sembako, masker, hand sanitizer dan sempat juga kasih bantuan dana harian. Jadi selama pandemi lumayan bisa bertahan dan sekarang keadaan sudah lebih baik, sudah bisa menabung lagi, ” jelasnya.
Tidak hanya itu, Afrizal menambahkan, Gojek mengupayakan agar para mitra sebagai urat nadi transportasi dan logistik ini mendapatkan vaksinasi sehingga memberikan keamanan baik bagi mitra maupun pengguna layanan. Saat ini di Medan, 7 dari 10 mitra driver sudah divaksin dan akan terus bertambah.
Pernyataan Afrizal ini tercermin pula dalam riset Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang memperkirakan kontribusi ekonomi digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) sebanyak 4,1% dari PDRB Medan atau sekitar Rp 9,9 triliun di tahun 2020.
Hal itu terungkap dalam riset berjudul “Kontribusi Ekosistem Gojek dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Kota Medan Selama Pandemi 2020-2021′. Peneliti LD FEB UI Dr. Alfindra Primaldhi mengatakan riset ini merupakan penelitian keempat terkait dampak ekosistem Gojek yang dilakukan setiap tahunnya.
“Pada riset tahun ini, kami melihat mitra dalam ekosistem Gojek mulai mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan awal pandemi. Hal ini menunjukkan ekosistem Gojek membantu percepatan proses pemulihan pada mitranya,” jelas Dr. Alfindra dalam keterangan tertulis dari LDUI.
Temuan menarik lainnya dari riset ini adalah bagaimana layanan Gojek telah menjadi pilihan utama bagi konsumen di Kota Medan, serta kemampuan ekosistem Gojek mendukung mitra-mitranya selama pandemi sehingga mereka optimis terhadap pemanfaatan platform online sebagai tempat mencari nafkah. Temuan-temuan utama riset ini adalah sebagai berikut:
Mitra driver mengalami pemulihan melalui peningkatan pendapatan sebesar 25% untuk layanan GoCar, 17% untuk layanan GoRide dan 18% untuk mitra layanan GoSend dibandingkan di awal pandemi.
91% mitra driver GoRide dan 81% mitra driver GoCar tetap berpenghasilan selama pandemi untuk menafkahi diri dan keluarga melalui kemitraan dengan Gojek.
77% mitra driver GoSend Menganggap fleksibilitas waktu yang didapatkan melalui kemitraan dengan Gojek sangat dirasakan manfaatnya.
82% mitra GoRide dan 77% mitra GoCar menyatakan bahwa fleksibilitas waktu dengan bermitra dengan Gojek membuat mereka bisa memiliki waktu yang cukup untuk keluarga atau kehidupan sosial mereka.
Mitra mengapresiasi berbagai dukungan yang diberikan Gojek seperti potongan harga dari program Swadaya, inisiatif menjaga keamanan, kesehatan, dan higienitas mitra; serta layanan kepesertaan BPJSTK/ asuransi.
Data juga menemukan bahwa konsumen merasakan manfaat dari penggunaan layanan Gojek, termasuk bagaimana layanan transportasi Gojek meningkatkan produktivitas, banyak promo pesan antar makanan GoFood, dan keamanan pengiriman barang melalui GoSend. Selain itu penelitian tersebut juga menemukan bahwa:
Lebih dari 80% konsumen menyatakan program vaksinasi Gojek memberikan konsumen merasa aman.
Tiga alasan utama konsumen menggunakan layanan GoCar: mitra memberikan layanan yang profesional, kendaraan yang bersih dan higienis, dan memberikan rasa aman bagi konsumen.
Sebagian besar konsumen di kota Medan (85%) menyatakan akan terus menggunakan layanan Gojek ke depannya meskipun tanpa promo.
Dikutip dari sejumlah artikel yang dikeluarkan Gojek sebelumnya, selama masa pandemi, Gojek telah mengeluarkan sekitar Rp 1 triliun untuk berbagai inisiatif mendukung mitra UMKM dan mitra driver. Inisiatif tersebut bertujuan membantu mitra bertahan, tumbuh, dan bangkit bersama menghadapi pandemi.
Salah satu bentuk bantuan kepada mitra driver diwujudkan melalui Program Kesejahteraan Mitra Driver yang dinamakan Program Gojek Swadaya. Total penghematan dari seluruh mitra driver yang memanfaatkan Program Gojek Swadaya rata-rata mencapai Rp 17 miliar setiap bulan.
Program Swadaya menawarkan berbagai produk untuk membantu penghematan biaya operasional mitra driver. Ragam produk tersebut mulai dari paket telekomunikasi khusus hanya untuk mitra driver Gojek, keringanan biaya perawatan kendaraan mulai dari bahan bakar, oli, hingga suku cadang, subsidi kebutuhan belanja sehari-hari, dan masih banyak lagi. Ragam upaya yang dikerahkan Gojek melalui program Gojek Swadaya tersebut tak lepas dari dukungan perusahaan-perusahaan rekanan yang juga memiliki kepedulian yang sama kepada jutaan mitra driver Gojek.
Salah satu bagian dari Program Swadaya adalah Beasiswa Gojek yang diberikan kepada anak-anak mitra Gojek yang berprestasi. Tahun ini, 3 anak mitra Gojek sukses meraih beasiswa dari Gojek untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang perguruan tinggi di Politeknik Negeri Medan. Sebelumnya, di tahun 2020, putri seorang srikandi mitra Gojek meraih beasiswa dari Gojek dari perguruan tinggi yang sama.
Menurut riset Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2021, ragam manfaat dari bantuan yang dirasakan oleh mitra driver Gojek melalui program Gojek Swadaya pun menjadi salah satu alasan terkuat untuk terus bermitra dengan Gojek. “Hal ini menunjukkan ekosistem Gojek membantu percepatan proses pemulihan pada mitranya,” tutup Alfindra. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan termasuk menjadi satu daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki serapan anggaran belanja rendah jelang akhir 2021 ini.
ilustrasi anggaran
Selain Kota Medan, terdapat Pemkab Karo yang juga mengalami kondisi serupa. Hal ini terungkap dalam kegiatan Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman No 41 Medan, Senin (13/12) lalu.
Melalui layar lebar, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, menampilkan 5 kabupaten dan kota dengan serapan anggaran belanja terendah. Rinciannya terdiri dari, Kabupaten Karo 41,53 persen, Toba 41,56 persen, Padanglawas 41,83 persen, Kota Medan 42,40 persen, dan Sibolga 42,45 persen. Adapun 5 daerah lain dengan serapan anggaran tertinggi di Sumut pada 2021 ini, yakni Kabupaten Batubara 70,75 persen, Asahan 67,69 persen, Tapanuli Tengah 67,31 persen, Samosir 67,09 persen, dan Tapanuli Selatan 66,42 persen.
Menurut Edy, dia berupaya keras agar serapan APBD Sumut Tahun Anggaran (TA) 2021 ini dalam posisi tinggi.
“Kalau di Desember ini sudah 76 persen (serapan anggaran belanja),” ungkap Edy, seraya mengapresiasi kabupaten kota dengan serapan anggaran cukup maksimal tersebut.
Pada kesempatan itu, Edy turut menyampaikan, Sumut akan fokus membangun sektor pertanian pada 2022 mendatang. Hemat dia, sektor pertanian menjadi sasaran utama, mengingat berhubungan dangan pangan. Terlebih dengan validnya kondisi ekonomi saat ini, baik tingkat global bahkan juga provinsi, sehingga pangan harus diperkuat.
“Covid-19 ini menguras semua rencana-rencana kita. Tapi kita alihkan ini semua ke pangan nanti,” jelasnya.
Meskipun fokusnya mengatasi persoalan pangan, pembangunan infrastruktur tetap akan dilakukan dengan mengacu RPJMD Sumut.
“Sudah pasti sebelum Covid-19 ada proyek yang ditunda. Untuk itu, akan ditindaklanjuti yang berikutnya,” tutur Edy.
Edy juga berjanji, akan mengejar target-target pembangunan Sumut yang direncanakan sebelumnya. Namun terkendala pandemi Covid-19, sehingga alokasi anggaran harus di-refocusing.
“Kita kejar target-target Sumut ini, dari yang pertama adalah masalah pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur,” pungkasnya. (prn/saz)
TERIMA:
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima TKDD dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Penyerahan DIPA dan TKDD TA 2022 Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Senin (13/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Disiapkannya anggaran sebesar Rp1 triliun pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, membuat masyarakat berharap banyak atas perubahan besar pada Kota Medan dari sisi infrastruktur di 2022 mendatang. Pasalnya, nominal anggaran tersebut dinilai bukan jumlah yang kecil, dan diharapkan dapat mewujudkan sejumlah program kerja utama dari Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution.
TERIMA:
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima TKDD dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Penyerahan DIPA dan TKDD TA 2022 Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Senin (13/12).
“Rp1 triliun itu bukan jumlah kecil, mungkin belum bisa tuntas 100 persen, tapi setidaknya bisa membuat perubahan besar untuk pembangunan infrastruktur di Medan. Khususnya pembangunan jalan, drainase, dan banyak hal lainnya, mengingat masalah jalan rusak dan banjir adalah prioritas kerja Wali Kota Medan,” ungkap Anggota Komisi 4 DPRD Medan, Syaiful Ramadhan, Senin (13/12) lalu.
Lebih lanjut Syaiful mengatakan, apabila anggaran Rp1 triliun itu dapat dimaksimalkan dengan baik, maka tugas Pemko Medan untuk mengejar target Kota Medan bebas banjir dan jalan rusak dalam waktu 2 tahun, akan teratasi dengan baik.
“Jadi di 2023, paling hanya mengerjakan sisa pekerjaan yang belum tuntas oleh anggaran Rp1 triliun itu. Perlu diingat, Wali Kota Medan punya janji, Medan bebas banjir dan bebas jalan berlubang selama 2 tahun kepemimpinannya. Dan di 2022 nanti adalah masa yang paling penting untuk Wali Kota Medan dan jajarannya, bekerja secara maksimal. Kami yakin beliau mampu. Kami akan dorong untuk itu,” tuturnya. Untuk itu, dia juga mengingatkan, Dinas PU Kota Medan agar dapat bekerja secara maksimal guna mendukung Wali Kota Medan dalam mencapai target-target kerjanya.
“Rp540 miliar untuk perbaikan drainase dan Rp300 miliar untuk perbaikan jalan. Ini kami minta agar Dinas PU maksimal dalam menyerap anggarannya, jangan nanti dianggarkan besar-besar, ternyata banyak jadi Silpa, ini jangan sampai terjadi. Bantu Wali Kota Medan mewujudkan target kerjanya, targetnya sudah baik dan harus didukung. Berkolaborasilah, masyarakat Medan menanti perubahan yang besar di 2022 nanti,” kata Syaiful.
Sebelumnya diberitakan, Pemko Medan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk membenahi infrastruktur di Kota Medan, baik jalan maupun drainase. Upaya ini menunjukkan, Bobby memiliki tekad yang kuat agar Kota Medan dapat menyelesaikan persoalan banjir dan jalan rusak dalam waktu 2 tahun. Anggaran ini disiapkan, agar di 2022 nanti Dinas PU Kota Medan dapat bekerja secara maksimal, untuk menyelesaikan semua persoalan infrastrukturnya.
“Jadi tidak ada alasan lagi bagi Dinas PU untuk tidak bekeja dengan baik dan maksimal. Sebab, anggaran di 2022 akan ditambah menjadi Rp1 triliun,” ujar Bobby.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Kota Medan, Ferri Ichsan menjelaskan, anggaran Dinas PU di APBD TA 2022 sebesar Rp1 triliun. Adapun rinciannya, untuk perbaikan drainase sebesar Rp540 miliar dan perbaikan jalan Rp300 miliar. Sedangkan selebihnya, akan digunakan untuk program bidang jasa konstruksi, serta program penunjang lainnya.
Ferri juga menjelaskan, anggaran Rp1 triliun ini dapat digunakan untuk pembangunan sistem, peningkatan saluran, dan rehabilitasi saluran drainase perkotaan, serta operasi dan pemeliharaan sistem drainase, juga pembangunan sistem drainase lingkungan. Selanjutnya akan digunakan juga untuk peningkatan sistem drainase lingkungan, serta rehabilitasi saluran drainase lingkungan.
Tak hanya itu, anggaran ini juga akan digunakan untuk pembangunan jalan, pelebaran jalan, menambah lajur, rekonstruksi jalan, rehabilitasi jalan, pemeliharaan jalan secara berkala, pembangunan jembatan, pelebaran jembatan, serta rehabilitasi jembatan. (map/saz)
DIABADIKAN: Jajaran KPA Sumut bersama Lembaga Pengiatan HIV AIDS Medan Plus, JIP, PKBI Sumut, Galatea, diabadikan dalam acara puncak peringatan Hari AIDS Sedunia 2021 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumut, bersama Lembaga Pengiatan HIV AIDS Medan Plus, JIP, PKBI Sumut, serta Galatea, menggelar kegiatan edukasi mencegah penularan HIV/AIDS di masyarakat.
DIABADIKAN: Jajaran KPA Sumut bersama Lembaga Pengiatan HIV AIDS Medan Plus, JIP, PKBI Sumut, Galatea, diabadikan dalam acara puncak peringatan Hari AIDS Sedunia 2021 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, baru-baru ini.
Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember.
Menurut Ketua KPA Sumut, Ikrimah Hamidi, adapun HIV/AIDS di Sumut mengalami peningkatan total jumlah penderita per Juli 2021 sebanyak 13.150 jiwa, dengan perincian HIV Positif 7.451 orang, dan AIDS 5.699 orang. Jumlah ini menjadikan Sumut peringkat 5 nasional kasus HIV/AIDS.
Dari jumlah itu, sebanyak 92 persen di antaranya, lanjut Ikrimah, berada pada rentang usia 19-49 tahun, dan 7.493 orang berdomisili di Kota Medan.
“Tema Hari AIDS Sedunia 2021 adalah ‘Akhiri AIDS, Cegah HIV, Akses untuk Semua’. Rangkaian kegiatan dimulai dari 28 November sampai 8 Desember lalu, dengan acara puncak pada 1 Desember 2021. Semua yang berpartisipasi pada acara itu, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes),” ungkap Ikrimah.
Kegiatan yang dimulai 28 November 2021 ini, bertitik kumpul di Lapangan Merdeka Medan bersamaan dengan Car Free Day, dengan kegiatan long march, serta sosialisasi tentang HIV/AIDS kepada pengunjung. Lalu dilanjutkan dengan penandatanganan petisi ‘Peduli ODHA dan ADHA’, dan diakhiri dengan sarapan bersama. Kegiatan tersebut juga diikuti lintas profesi, seperti ASN, dosen, penggiat HIV/AIDS, pemuda, bahkan kaum ODHA dan ADHA.
“Tujuan kegiatan ini guna mengajak masyarakat untuk terlibat dalam membantu mengurangi risiko terpapar HIV, tidak ada lagi yang meninggal karena AIDS, dan tidak ada lagi stigma terhadap ODHA,” tutur Ikrimah.
Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah Live Talk Show Bersama RRI, yang dilaksanakan 30 November 2021, dengan pembicara Ketua KPA Sumut, dan Direktur Medan Plus, Erwin.
Talkshow juga dilakukan di TVRI Sumut pada 1 Desember 2021. Acara puncak dilakukan 1 Desember di Aula Tengku Rizal Nurdin, dengan kegiatan Penandatanganan Rencana Anggaran Daerah (RAD) Penanggulangan HIV/AIDS 2021-2024, pemutaran video kegiatan, dan diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada penggiat ODHA oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, selaku Pembina KPA Sumut, di hadapan para OPD serta instansi vertikal lainnya.
“Kegiatan terakhir, pelatihan penanggulangan HIV/AIDS, yang dilaksanakan KPA Sumut di Aula Dinas Pendidikan Sumut, 8 Desember lalu,” pungkas Ikrimah.
Adapun pelatihan tersebut, diikuti 28 SMA/SMK dari Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, yang bertujuan agar anak didik terhindari dari keterpaparan yang lebih tinggi kepada usia muda dan produktif. (prn/saz)
SUMUTPOS.CO – Indonesia bakal menghadapi lawan sesungguhnya pada lanjutan Grup B Piala AFF 2020. Garuda akan bertemu dengan salah satu tim favorit juara, Vietnam di Bishan Stadium, Bishan, Singapura, Rabu (15/12) malam ini.
Pertandingan ini bakal berjalan sengit. Baik Indonesia maupun Vietnam memasang target menang untuk menjaga peluang lolos ke semifinal. Dan, kedua tim juga sama-sama mengoleksi enam angka dari dua pertandingan.
Performa Vietnam memang sedang meningkat. Mereka merupakan satu-satunya tim asal Asia Tenggara yang lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Anak asuh Park Hang-seo ini juga baru saja mengalahkan Malaysia di Piala AFF ini.
Pada pertemuan terakhir melawan Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Indonesia juga kalah dengan empat gol tanpa balas.
Pelatih Indonesia Shin Tae Yong mengakui Vietnam merupakan lawan berat. “Melawan Vietnam ini tidak sama dengan dua pertandingan sebelumnya. Kalau pertandingan pertama (lawan Kamboja) dan kedua (lawan Laos) itu seperti uji coba, lawan Vietnam menjadi pertandingan berat,” ucapnya, dalam jumpa pers, Selasa (14/12).
Karena itu, persiapan khusus dan materi pemain terbaik sudah dipersiapkan. “Vietnam adalah tim terkuat di turnamen ini. Juga memang calon juara. Kami tak akan takut lawan Vietnam. Kalau percaya diri kami bisa lakukan yang terbaik,” tegas Shin Tae-yong.
STY juga mengakui menghadapi masalah menjelang laga ini. Aturan bahwa pemain harus tinggal di dalam gelembung pada turnamen ini berdampak pada mental para pemain. Hal itu, menurut dia, berpengaruh pada performa Witan Sulaeman cs. Meskipun demikian, dia mengakui ada perkembangan di sejumlah area permainan Skuad Garuda.
“Semua tim berada di dalam gelembung dan itu mempengaruhi mental pemain kami dan itu mungkin sesuatu yang membuat kami tak bisa menikmati pertandingan, tetapi tim ini semakin lebih baik di banyak area,” tegasnya.
“Kami mempersiapkan pertandingan melawan Vietnam dengan baik tapi ada beberapa sesuatu yang terjadi, namun tidak diinginkan oleh kami. Kalau tidak ada hal-hal seperti ini, mungkin akan lancar saja,” ungkapnya.
STY tidak akan bisa menurunkan Elkan Baggott, karena dipaksa Pemerintah Singapura untuk menjalani karantina. Elkan harus dikarantina karena saat terbang dari London ke Singapura, terdapat penumpang yang positif Covid-19 varian baru Omicron.
Sementara Pelatih Vietnam Park Hang-seo terkesan memuji Indonesia. Dia menyebut sangat mengantisipasi Indonesia yang bermain ofensif.
“Indonesia telah mencetak sembilan gol tetapi kebobolan 3 gol. Saya juga mengapresiasi Laos dan Kamboja, tapi bermain melawan tim unggulan dan kebobolan seperti itu, saya juga punya penilaian terhadap Indonesia. Secara umum, saya suka Indonesia bermain ofensif,” kata Park Hang-seo. (bbs/dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) kembali mengedukasi dan membantu masyarakat pesisir melakukan pemetaan dengan teknologi drone atau pesawat nirawak. USU melakukan pemetaan potensi kawasan mangrove di pesisir Belawan.
Onrizal, pakar kehutanan USU mengatakan, pemetaan ini sudah mereka lakukan sejak Juni hingga Desember 2021. “Masyarakat yang tergabung di dalam Koperasi Nelayan Cinta Mangrove, juga kita berikan berbagai pelatihan,” kata Onrizal, ketika ditemui wartawan di sela sela kegiatannya.
Lebih lanjut, Onrizal yang merupakan penggagas desa binaan USU di pesisir Belawan ini menjelaskan, pemetaan dilakukan untuk mengetahui potensi hutan mangrove di sekitar Kampung Nelayan Seberang seluas 152 ha yang dikelola sebagai ekowisata mangrove. “Kita tahu ekowisata ini berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Onrizal.
Onrizal juga mendorong pelestarian mangrove yang selama ini terus tergusur karena berbagai aktifitas eksploitatif. Baik karena perkebunan sawit hingga tambak.
Irwan, seorang tokoh masyarakat Kampung Nelayan Seberang yang juga pengurus Koperasi Nelayan Cinta Mangrove (KONACIM) menyampaikan, konversi mangrove di sekitar kampung mereka dan bagian hulu sejak era 2000-an. Mulai untuk perkebunan kelapa sawit dan tambak. Kondisi ini telah mengancam kehidupan mereka. “Hasil tangkapan ikan nelayan terus berkurang. Banjir rob juga semakin sering terjadi dan semakin tinggi,” ungkap Irwan.
Kondisi ini mendorong KONACIM bersama masyarakat untu melestarikan mangrove. Upaya pelestarian sudah berjalan sejak 2020 lalu.
Hasil pemetaan dengan menggunakan drone menunjukan sebagian mangrove di pesisir Belawan telah dikonversi menjadi tambak dan perkebunan kelapa sawit. Perkebunan Kelapa Sawit berada di bagian hulu dari pulau yang dihuni masyarakat Kampung Nelayan Seberang. Sedangkan, pertambakan baik yang masih aktif dan maupun yang sudah ditinggal terdapat di pulau dan di sekitar Kampung Nelayan Seberang.
Masyarakat juga masih melihat setiap hari ada perahu yang membawa kayu-kayu bakau. Baik dibawa ke Belawan atau lokasi lainnya.
Achmad Siddik Thoha, pilot drone dari Fakultas Kehutanan USU menerangkan bahwa berdasarkan hasil drone diketahui sebagian mangrove di Kampung Nelayan Seberang masih tergolong baik dan lebat. Sebagian lain termasuk mangrove yang tergolong jarang akibat penebangan pohon mangrove. Sebagian lagi, mangrove relah dikonversi menjadi tambak.
“Oleh karena itu, teknologi drone sangat penting dalam pengelolaan hutan mangrove mulai dari perencanaan dan pengelolaan sampai kegiatan moniroing dan evaluasi kegiatan ekowisata mangrove dan aktivitas masyarakat yang berdampak pada ekosistem mangrove,” ungkapnya.
Sampai saat ini, USU terus menjalin kerjasama dengan Dinas Kehutanan Sumatera Utara dan UPT/OPD lainnya di tingkat nasional, provinsi dan daerah serta komponen masyarakat lainnya, termasuk LSM/NGO dan dunia bisnis dalam mendukung pengelolaan mangrove secara lestari. Karena pada prinsipnya, upaya konservasi harus dilakukan secara kolaborasi. (rel/adz)