PEMBUKA: Para pemain Indonesia merayakan gol pembuka yang dicetak Asnawi Mangkualam saat melawan Laos di Bishan Stadium, Singapura, Minggu (12/12) sore WIB.
SINGAPURA, SUMUTPOS.CO – Indonesia meraih kemenangan besar saat melawan Laos pada laga kedua Grup B Piala AFF 2020 di Bishan Stadium, Singapura, Minggu (12/12) sore WIB. Garuda membantai Loas dengan skor 1-5.
PEMBUKA: Para pemain Indonesia merayakan gol pembuka yang dicetak Asnawi Mangkualam saat melawan Laos di Bishan Stadium, Singapura, Minggu (12/12) sore WIB.
Pada pertandingan ini, Indonesia tampil sangat dominan. Ucapan pelatih kepala Shin Tae-yong yang mengatakan bahwa kualitas pemain Laos tidak terlalu bagus, memang terealisasi di lapangan.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut juga membuktikan janjinya untuk memberikan kemenangan kepada Indonesia atas Laos. Indonesia mencetak gol pertama pada menit ke-23 lewat tendangan penalti Asnawi Mangkualam Bahar. Irfan Jaya memperbesar keunggulan Indonesia pada menit ke-34.
Laos berhasil memperkecil kedudukan lewat striker Kydavone Souvanny pada menit ke-41. Melalui skema serangan balik cepat, Kydavone melepaskan tendangan melengkung cantik yang tidak mampu dihalau kiper Ernando Ari Sutaryadi.
Babak kedua, Indonesia sukses menambah tiga goln
Yakni melalui dua gol pemain pengganti yakni Witan Sulaeman pada menit ke-56 dan Ezra Walian di menit ke-77. Kapten Evan Dimas menutup pesta gol Indonesia enam menit sebelum babak normal berakhir.
Irfan yang tampil baik dengan satu gol dan satu assist, terpilih menjadi man of the match. Indonesia memang sangat mendikte total permainan melawan Laos.
Merah Putih melakukan 24 tendangan dan sembilan mengarah ke gawang. Sedangkan Laos hanya mencatat tiga tembakan dan hanya satu yang mengarah ke gawang. Total, Indonesia mencatat penguasaan bola mencapai 76 persen.
Dan dengan dua kemenangan telak ini, Indonesia untuk sementara menjadi pemuncak klasemen sementara Grup B. Poin Timnas, sejatinya sama dengan Malaysia yakni 6. Selisih golnya juga sama yakni plus 6. Namun, Indonesia lebih produktif dari Malaysia.
Meski menang dalam dua laga awal, langkah Indonesia ditentukan dalam dua pertandingan selanjutnya yang cukup berat. Skuad Merah Putih akan melawan Vietnam pada 15 Desember dan Malaysia pada 19 Desember.
“Kami akan fokus pada pertandingan selanjutnya. Dua laga mendatang akan sangat penting artinya bagi kami,” ucap Shin Tae-yong dalam wawancara setelah pertandingan.
Shin Tae-yong mengucapkan terima kasih kepada para pemain. Menurut dia, sejak masa persiapan, anak asuhnya bekerja keras untuk mendapat hasil maksimal. “Terima kasih kepada para pemain karena sudah kerja keras saat persiapan melawan Laos,” sebutnya.
STY melakukan rotasi pada laga ini. Di posisi penjaga gawang ada Ernando Ari. Lalu Rizky Ridho dipercaya sebagai bek tengah. Edo Febriansah mengisi pos bek sayap kiri. Di lini depan juga terjadi perubahan. Dedik Setyawan dan Kushedya Hari Yudo diturunkan sejak menit awal oleh juru taktik asal Korea Selatan tersebut.
“Kami bawa 30 pemain ke sini dan semua pemain mau bekerja keras. Siapa pun yang masuk, saya percaya mereka bisa berikan yang terbaik, termasuk pemain yang masuk di babak kedua,” tutur Shin Tae-yong. (bbs/dek)
JUARA: Kadis Budaya dan Pariwisata Sumut Zumri Sulthony menyerahkan hadiah kepada para pemenang Festival Film Pendek Sumatera Utara 2021. bagus/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar Festival Film Pendek Sumatera Utara 2021. Dengan mengusung tema Alam, Budaya, dan sosial masyarakat Sumatera Utara.
JUARA: Kadis Budaya dan Pariwisata Sumut Zumri Sulthony menyerahkan hadiah kepada para pemenang Festival Film Pendek Sumatera Utara 2021. bagus/sumutpos.
Dalam penjurian film pendek tersebut, melibatkan Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Ahmad Mahendra. Kemudian, Rahabi Mandra sutradara film Kadet 1947 dan juri lokal dari Sumatera Utara, sineas dan asesor film Indonesia, Dr. Immanuel Prasetya Ginting.
Penyelenggaraan Anugerah Festival Film Pendek Sumatera Utara 2021 digelar Ball Room Hoteln
Grand Mercure di Jalan Sutomo, Kota Medan, Sabtu (11/12) kemarin. Kegiatan ini, langsung dihadiri oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony, S.Sos.,M.Si dan para juri secara virtual.
Kegiatan ini, juga dihadiri seluruh sineas yang masuk nominasi dalam Festival Film Pendek Sumatera Utara 2021, jajaran Disbudpar Sumut dan perwakilan Disbudpar Kabupaten/Kota di Sumut.
Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra mengapresiasi seluruh peserta dan sineas yang ikut serta dalam Festival Film Sumatera Utara 2021. Yang dinilai sebagai ajang menunjukkan kreasi kaum milenial dalam bentuk visual.
“Media film sebagai wujud kreasi. Apa lagi, di Sumatera Utara ada destinasi super perioritas, Danau Toba. Mari kita, bangkitkan perfilman di Sumatera Utara,” kata Ahmad dalam sambutannya secara virtual.
Ahmad mengingatkan dalam penggarapan film pendek jangan dilupakan kearifan lokal menjadi objek. Karena, film kearifan lokal karya bangsa tengah naik daun di perfilman internasional dan meraih penghargaan di tingkat dunia.
“Untuk memperkuat ekosistem perfilman di Indonesia. Kita pengen ke kearifan lokal. Film kita naik di Internasional dengan penggarapan lokal-lokal. Isu lokal, sekarang banyak dicari. Apa lagi, isu lokal di Indonesia banyak meraih penghargaan di perfilman internasional,” kata Ahmad.
Ahmad berpesan kepada Disbudpar Sumut, agar tidak berhenti untuk terus menggelar Festival Film Pendek pada tahun selanjutnya. Karena, melalui kompetisi akan menciptakan sineas yang mampu membanggakan nama Sumut di tingkat nasional maupun internasional.”Terus diadakan kompetisi ini, dinas harus tetap membuat ini. Mohon dibantu dari kebijakan, sehingga memproduksi film dipermudah,” pungkas Ahmad.
Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony dalam sambutannya, menyampaikan Festival Film Sumatera Utara 2021 ini, untuk mengembalikan geliat perfilman dan membangkitkan ekonomi di sektor ekonomi kreatif di Sumut ini.
“Sumatera Utara memiliki potensi yang besar, tidak kalah dengan provinsi lain di Indonesia. Harus diakui, secara potensi kita hebat. Tapi, mengimplementasikan kita masih harus belajar. Bagaimana, membuat film pendek ternyata ada tahapan-tahapan. Sineas Sumatera Utara harus belajar. Untuk menghasilkan film berkualitas,” jelas Zumri.
Zumri berpesan kepada sineas di Sumut, dapat juga mempromosikan pariwisata di provinsi melalui karya dan kreasi film yang diproduksi. Karena itu, potensi pariwisata di Sumut banyak dikenal oleh masyarakat luas. “Pemandangan alam di Sumatera Utara sangat luar biasa. Jika dibandingkan dengan provinsi lainnya, yang ada di Indonesia.Juga warisan budaya, yang bisa dinaikkan menjadi film,” kata Zumri.
Zumri mendorong kaum milenial untuk mampu menjadi generasi yang produktif di zaman teknologi, yang berkembang saat ini. Karena, Zumri menilai perkembangan teknologi sangat dahsyat. Karya yang diciptakan dengan muda bisa dilihat orang lain, tanpa batasan.
“Meski di tengah pandemi dan keterbatasan. Tetap lah berkreasi dan karya. Tidak menjadi halangan berpikir kritis dan kreatif. Di zaman Milenial dan teknologi maju ini. Dari handpone kita pegang banyak jadi film. Dahsyatnya bisa viral kemana-kemana,” ucap Zumri.
Zumri mengungkapkan bahwa Festival Film Sumatera Utara, tidak berhenti pada tahun 2021. Namun, akan terus digelar pada tahun 2022, mendatang. Untuk itu, ia mengingatkan kepada para sineas di Provinsi ini, untuk terus kreatif dan berkarya menghasilkan film pendek berkualitas.
“Saya berharap tahun depan, bisa kembali gelar. Kita dari Disbudpar Sumut terus mengagendakan (Festival Film Pendek) ini. Teman-teman sineas bisa mempersiapkan kembali. Tinggal menunggu jadwalnya saja. Program sebagai bukti, generasi muda terus berkarya, generasi emas yang produktif,” pungkas Zumri.
Berikut pemenang Festival Film Pendek Sumatera Utara 2021. Juara pertama judul film Bekah Bulu asal daerah Tigabinanga, Kabupaten Karo, juara kedua dengan judul film Rudi dan Suri asal daerah Sidikalang, dan juara ketiga dengan judul film Bucin asal daerah Kabupaten Padangsidimpuan.
Juara harapan pertama dengan judul film Debata Na Hulda asal daerah Stabat, Kabupaten Langkat, juara harapan kedua dengan judul film Rapalan asal daerah Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang dan juara harapan ketiga, dengan judul film Markusip asal daerah Kabupaten Padang Lawas Utara.
Seluruh pemenang dalam Festival Film Pendek Sumatera Utara 2021, memperoleh piagam dan uang tunai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut.(gus)
Teks foto: Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony saat menyerahkan piagam kepada pemenang yang meraih juara pertama dalam Festival Film Pendek Sumatera Utara 2021 di Ball Room Hotel Grand Mercure, di Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos)
JAMAAH UMRAH: Para jamaah umrah bersiap akan bertolak ke Tanah Suci, tahun lalu. Keberangkatan jamaah umrah ke Tanah Suci tahun ini menunggu keluarnya Peraturan Menteri Agama (PMA).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keberangkatan jamaah umrah ke Tanah Suci dipastikan menunggu keluarnya Peraturan Menteri Agama (PMA). Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kemenag Sumut), H Abd Amri Siregar, saat temu ramah dengan awak media belum lama ini.
JAMAAH UMRAH: Para jamaah umrah bersiap akan bertolak ke Tanah Suci, tahun lalu. Keberangkatan jamaah umrah ke Tanah Suci tahun ini menunggu keluarnya Peraturan Menteri Agama (PMA).
“Kapan dimulainya, jadi harus dibuat peraturan menyangkut seperti ini. Kalau Nanti di Arab yang pakai vaksin ini harus karantina dulu begini dan di Saudi harus begini. Kan harus dibuat dulu PMA-nya kan. Kalau nggak nanti diberlakukan kepada orang dia marah,” ujarnya.
Menurut Amri, PMA ini penting sebagai dasar hukum terselenggaranya ibadah umrah. Karena PMA ini, kata dia, tidak hanya mengatur tentang ibadah umrah saja, namun juga meliputi ibadah haji dimasa pandemi. “Sekarang sesederhana apapun yang kita lakukan harus ada payung hukumnya. Kalau tidak akan menjadi n
persoalan hukum dikemudian hari. Jadi kita masih menunggu,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah masih terus melobi pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar tidak memberatkan para jamaah umrah tentang masa karantina disana. “Yang saya dengar-dengar antara lain, agak menyulitkan. Namanya juga tidak normal atau normal baru. Yang selama ini kita dari sini bisa langsung ke Jeddah, nanti akhirnya bisa dari Jakarta. Pulangnya pun, inilah nanti apakah bisa langsung ke tempatnya atau masih harus turun ke Jakarta. Inilah yang masih kita tunggu PMA nya,” pungkasnya.
Sebelumnya, dari Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus (FKPPIU-HK) Sumut juga menyampaikan belum adanya kepastian keberangkatan jamaah umrah. Namun, dari Asosiasi Muslim Perjalanan Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sumbagut, yakin bahwa umrah bisa terlaksana pada awal tahun depan.
Sebagaimana diketahui, pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memberikan lampu hijau kepada pemerintah Indonesia, bagi jamaahnya yang ingin melaksanakan ibadah umrah, dengan standart protokol kesehatan mengikuti aturan di Arab Saudi. (man)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) M Adib Khumaidi menilai kondisi di Indonesia saat ini sudah keluar dari krisis. Diharapkan Januari mendatang tak lagi ada peningkatan kasus Covid-19.
M Adib Khumaidi.
“Kita sekarang mudah-mudahan sudah masuk di dalam adaptive recovery, kita sudah keluar dari krisis, mudah-mudahan kita tidak kembali pada krisis. Yang harus kita siapkan adalah adaptive recovery dan resilience dari sistem kesehatan,” ujar dr Adib, Minggu (12/12).
Adib menilai jika tak ada peningkatan kasus Covid-19 di Desember hingga Januari, Indonesia bisa masuk fase endemi atau menjalani kondisi new normal.”Kalau di bulan Januari tidak ada peningkatan kasus kita masuk ke dalam kondisi new normal,” terangnya.
Seperti diketahui, kondisi Corona di Indonesia sudah jauh lebih baik dari puncak kasus Covid-19 Juli lalu. Angka positivity rate bahkan dalam beberapa waktu terakhir konsisten di bawah 1 persen, keterisian rumah sakit secara nasional tercatat rendah. Laporan kasus harian Covid-19 kerap berada di bawah seribu kasus.
Meski begitu, ancaman varian Omicron di dunia masih mengintai. Karenanya, pemerintah belakangan memperketat pintu masuk Indonesia dengan memperpanjang masa karantina menjadi 10 hari sebagai antisipasi masuknya Omicron.
Kementerian Kesehatan RI hingga kini belum mencatat satupun kasus Omicron di Indonesia. Negara ASEAN yang mencatat Omicron ialah Malaysia, Singapura hingga Thailand.
Gubsu: Tingkatkan Prokes
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, meminta pemerintah daerah yang masih berstatus Level 3 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) senantiasa meningkatkan protokol kesehatan 5M dan 3T; testing, tracing, dan treatment.
“Bapak gubernur juga meminta seluruh masyarakat Sumut tetap menjalankan protokol kesehatan, meski kasus Covid di Sumut sudah melandai dan kita jangan lengah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Ismail Lubis menjawab wartawan, Minggu (12/12).
Diketahui, Gubsu Edy kembali menerbitkan Instruksi Nomor 188.54/51/INST/2021 tentang PPKM dan Pengendalian Covid-19 di Sumut. Di antaranya ditetapkan status terbaru level PPKM di 33 kabupaten/kota di Sumut berpedoman pada indikator yang ditetapkan Menteri Kesehatan dan indikator capaian total vaksinasi dosis pertama. “Instruksi Gubsu Nomor 188.54 itu berlaku mulai 7 Desember hingga 23 Desember 2021,” kata Ismail.
Terdapat tiga kabupaten yang berstatus PPKM Level 3 dalam instruksi tersebut. Yakni Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Labuhanbatu Selatan. Sedangkan level 2 untuk 16 kabupaten/kota dan level 1 untuk 14 kabupaten/kota.
Adapun daerah berstatus PPKM Level 1 terdiri dari; Tapanuli Tengah, Langkat, Karo, Labuhanbatu, Dairi, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Serdang Bedagai, Batu Bara, Sibolga, Tanjung Balai, Binjai, Tebing Tinggi, dan Gunungsitoli.
Sedangkan daerah berstatus PPKM Level 2 yakni antara lain; Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Nias, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Toba, Nias Selatan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Nias Barat, Medan, Pematangsiantar, dan Padang Sidimpuan.
Ismail Lubis menambahkan, terhadap tiga kabupaten berstatus PPKM Level 3 itu, diminta supaya tingkatkan 3T. Untuk Palas misalnya, 43 orang per hari; Paluta 41 orang per hari; dan Labusel 51 orang per hari.
Sisi lain, berdasarkan data yang diperoleh Sumut Pos dari Kementerian Kesehatan RI, menyebutkan jumlah pasien Covid-19 di Sumut yang dinyatakan sembuh meningkat jadi 103.091 orang. Jumlah tersebut diperoleh setelah lima pasien positif Covid-19 di Sumut dinyatakan sembuh per 10 Desember 2021. Berdasarkan data tersebut menjadikan Sumut sebagai provinsi terbanyak ke-14 dalam penambahan jumlah kasus sembuh dari Covid-19 secara nasional.
Kemudian, untuk kasus terkonfirmasi Covid-19, Provinsi Sumatera Utara mencatat tambahan kasus baru hanya satu orang, sehingga akumulasinya menjadi 106.072 kasus. Selanjutnya, untuk jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Sumut masih bertahan di angka 2.889 orang. Dengan demikian, tercatat jumlah kasus aktif Covid-19 di Sumut berkurang dari hari sebelumnya 96 orang kini tersisa 92 orang. Sedangkan secara nasional, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 per 10 Desember bertambah 192 kasus, sehingga akumulasinya menjadi 4.258.752 kasus.
Kemudian, untuk kasus sembuh dari Covid-19 bertambah 311 orang, kini total mencapai 4.109.675 orang, sedangkan untuk kasus kematian akibat Covid-19 bertambah lima jiwa sehingga total menjadi 143.923 orang.
Dinkes Sumut Kejar Target Vaksinasi
Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) terus mengejar target vaksinasi Covid-19 mencapai 70 persen hingga akhir Desember 2021. Hal ini sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu kepada semua provinsi, termasuk Sumut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis mengaku, persentase vaksin dosis satu mengalami kenaikan sangat baik dari bulan sebelumnya. Vaksin dosis satu di awal bulan November lalu sekitar 50 persen. Namun, sekarang meningkat lebih dari 60 persen. “Mari kita mengajak masyarakat yang belum agar segera divaksin, sehingga target 70 persen sampai bulan Desember ini tercapai,” kata Ismail kepada wartawan akhir pekan lalu.
Ismail juga mengaku, pihaknya akan terus meningkatkan angka vaksinasi, baik kepada masyarakat, pelajar ataupun lansia. “Kita terus memberikan imbauan tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 dalam menjaga kekebalan tubuh di masa pandemi,” ujarnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang sudah menjalani vaksin, baik itu dosis satu maupun dosis dua agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Walau sudah divaksin, prokes harus tetap dipatuhi. Sebab, kedua hal tersebut menjadi faktor penting dalam upaya mencegah penyebaran virus corona,” pungkasnya.
Terpisah, berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) di situs http://s.id/infovaksin yang diakses pada Minggu (12/12), vaksinasi dosis satu Sumut mencapai 65,46 persen dari target 7.474.789 jiwa. Sedangkan dosis dua, 44,98 persen dari target 5.136.136 jiwa.
Capaian vaksinasi dosis satu, meliputi lansia 51,84 persen (dari target 1.093.446 jiwa), masyarakat umum dan rentan 52,97 persen (dari target 7.788.393 jiwa), petugas publik 143,59 persen dari target (879.798 jiwa), SDM kesehatan 136,52 persen (dari target 71.058 jiwa), dan usia 12-17 tahun 86,34 persen (dari 1.586.864 jiwa). Sementara capaian vaksinasi dosis dua, lansia 35,49 persen, masyarakat umum dan rentan 31,92 persen, petugas publik 131,77 persen, SDM kesehatan 130,26 persen, dan usia 12-17 tahun 69,88 persen.
Untuk capaian vaksinasi kabupaten/kota di Sumut, Kota Medan tertinggi yang mencapai 80,60 persen (1.565.974 jiwa). Selanjutnya, Deli Serdang 52,86 persen (786.546 jiwa), Langkat 61,30 persen (493.651 jiwa), Karo 79,28 persen (251.918 jiwa), dan Binjai 70,98 persen (160.852 jiwa). Begitu juga untuk capaian vaksinasi dosis dua, Medan 69,83 persen (1.356.811 jiwa), Deliserdang 36,82 persen (547.867 jiwa), Langkat 26,99 persen (217.373 jiwa), Karo 65,75 persen (208.924 jiwa), dan Binjai 56,23 persen (127.423 jiwa).Angka capaian dosis satu dan dua vaksinasi Covid-19 Sumut masih di bawah nasional. Untuk dosis satu 70,34 persen dari target 146.489.638 jiwa dan dosis dua 49,41 persen dari target 102.910.182 jiwa. (prn/ris)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga agar waspada terhadap hujan lebat yang dapat menyebabkan longsor terutama di dataran tinggi Sumatera Utara (Sumut).
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan Lestari Purba mengungkapkan, sebagian wilayah di Sumut berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang dan lebat. Dengan mempertimbangkan hal itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini agar waspada hujan lebat untuk sebagian wilayah Lereng Barat, Pantai Barat dan pegunungan yang dapat menyebabkan terjadinya genangan-genangan air untuk wilayah perkotaan dan longsor untuk wilayah dataran tinggi.
Secara umum cuaca di Sumut pada Minggu siang hari berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Langkat, Deli Serdang, Binjai, Medan, Sergai, Karo, Dairi, Simalungun, Samosir, Toba, Asahan, Pakpak Bharat, Kep. Nias, dan sekitarnya.
Pada sore hingga malam hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Utaran
Kemudian, ada potensi hujan lebat disertai petir di wilayah Tapteng, Taput, Tapsel, Humbahas, Dairi, Pakpak Bharat P. Sidempuan, Madina, Samosir dan sekitarnya.
Pada dini hari, cuaca diprediksi berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kepulauan Nias, Tapteng, Taput, Tapsel, Humbahas, Dairi, P. Sidempuan, Madina, Samosir, Pakpak Bharat dan sekitarnya.
Lebih lanjut, suhu udara diperkirakan berkisar 18 – 32°C dengan kelembapan udara 60-95 persen,. Kemudian, angin berhembus dari barat daya-timur laut dengan kecepatan 10 – 30 km per jam.
Hal yang sama juga diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG di Jakarta, cuaca tersebut diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Prakiraan cuaca itu juga berlaku bagi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Hujan lebat juga diprakirakan terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.
BMKG juga memberikan peringatan gelombang tinggi 2,5–4 meter antara lain di perairan selatan Jawa hingga Lombok, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Perairan Enggano-Bengkulu, dan Perairan Utara Manokwari-Pulau Biak. Selain itu, perlu juga diwaspadai gelombang sangat tinggi 4–6 meter di Laut Natuna Utara.
Bidang pelayaran diharapkan memperhatikan peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG tersebut, yang berlaku dari Minggu (12/12) pukul 07.00 hingga Senin (13/12) pukul 07.00 WIB. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi juga diimbau agar tetap selalu waspada.
Sementara itu sebelumnya, BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memantau perkembangan pusat tekanan rendah di sekitar Laut Arafura yang diidentifikasi sebagai potensi Bibit Siklon 95S. (dwi/jpg)
JALANI SIDANG: Mantan Kadis Bina Marga Provsu, Effendy Pohan dan tiga terdakwa lainnya menjalani sidang beragendakan keterangan saksi, Kamis (9/12).
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan korupsi proyek pemeliharaan jalan di Kabupaten Langkat yang bersumber dari APBD TA 2020 sebesar Rp2,4 miliar, mulai terkuak. Hal itu diungkapkan Dika, selaku sopir pribadi terdakwa Ir Dirwansyah yang dihadirkan sebagai saksi, di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (9/12).
JALANI SIDANG: Mantan Kadis Bina Marga Provsu, Effendy Pohan dan tiga terdakwa lainnya menjalani sidang beragendakan keterangan saksi, Kamis (9/12).
Terdakwa Dirwansyah selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) disebut saksi Dika, sering bertemu dengan terdakwa M Armand Effendy Pohan selaku Kadis Bina Marga Provinsi Sumut. Selain itu, ia juga pernah melihat empat kali penyerahan uang dalam bentuk amplop dan plastik ke terdakwa Effendy Pohan.
“Ada empat kali. Dua kali amplop kuning besar, satu kali plastik asongan dan plastik merah jambu,” ungkap Dika, menjawab pertanyaan tim JPU Kejari Langkat.
Dika membeberkan, ada empat kali penyerahan uang tersebut dilakukan ditempat yang berbeda-beda. Sekali di Kantor Dinas Bina Marga, dua kali di Pendopo rumah dinas Gubernur Sumut dan sekali di rumah terdakwa Effendy Pohan.
“Pertama dari rumah (Dirwansyah) membawa amplop untuk pak effendy, tahun 2020 jam 11 siang. Kedua, di pendopo rumah dinas Gubsu dua kali sama pak Adi dan pak Dirwansyah. Terus singgah ke rumah makan wong solo dengan terdakwa Syahrir, menyerahkan uang di alfamidi. Saya disuruh ambil di mobil pak Syahrir uang langsung pak,” jelasnya.
Dika menyebut, uang yang diserahkan terdakwa Syahrir bewarna merah dan biru, tanpa ia ketahui nominalnya.
“Setelah itu langsung ke rumah dinas gubsu atas printah Dirwansyah. Syahrir gak ikut langsug pulang. Menuju pendopo ketemu sama Pohan, mobilnya ada tapi pak Adi ada,” sambungnya.
Terakhir, kata Dika, diserahkan dirumah terdakwa Effendy Pohan, di Jalan Sei Beras Kecamatan Medan Baru. Saat itu, saksi bersama terdakwa Dirwansyah membawa satu plastik berisi uang.
“Jumpai Pohan. Bawa uang di plastik jam 11 pagi hari sabtu. Plastii warna pink isinya uang. Saya gak pernah uang segitu, tapi setau saya uang itu banyak,” katanya, dihadapan Hakim Ketua Syafril Batubara.
Diketahui dalam kasus ini empat terdakwa, yakni Muhammad Armand Effendy Pohan selaku Kadis Bina Marga Provsu, Ir Dirwansyah selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), Agussuti Nasution ST selaku PPATK dan Tengku Syahril selaku Bendahara Pengeluaran, didakwa korupsi pemeliharaan jalan di Kabupaten Langkat. (man/han)
RUBUH: Pondasi Jembatan Bandar Senembah atau Titi Besi, rubuh tergerus arus Sungai Bingai akibat cuaca buruk. Teddy Akbari/Sumut Pos.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Keberadaan Jembatan Bandar Senembah yang menghubungkan Kecamatan Binjai Barat dengan Binjai Kota, semakin mengkhawatirkan. Bahkan, jembatan yang akrab disebut Titi Besi Bandar Senembah oleh masyarakat Kota Binjai, sudah mencapai tahap mengerikan.
RUBUH: Pondasi Jembatan Bandar Senembah atau Titi Besi, rubuh tergerus arus Sungai Bingai akibat cuaca buruk. Teddy Akbari/Sumut Pos.
Ditambah lagi, kondisi cuaca belakangan buruk. Tak ayal, pondasi jembatan kian tergerus derasnya arus Sungai Bingai. Pantauan Sumut Pos di lokasi, pondasi yang terbuat dari batu coran itu pun sudah runtuh dan pecah menjadi beberapa bagian. Antisipasi sementara pun dilakukan dengan meletakkan beberapa karung pasir.
Pun demikian, karung pasir yang tersusun untuk menahan derasnya arus Sungai Bingai tak mampu bertahan. Susunan karung pasir akhirnya ambruk karena tak mampu menahan.
Pengguna jalan yang melintas pada Titi Besi Bandar Senembah yang terletak di belakang Rumah Dinas Wali Kota Binjai ini juga khawatir. Sebab, Titi Besi dapat saja rubuh dan kondisi pernah terjadi pada beberapa tahun silam.
Warga sekitar juga merasakan kekhawatiran yang sama. Apalagi mereka yang bermukim di sekitar Titi Besi. Menurut warga, pondasi batu coran ini rubuh pada Jum’at (10/12) dini hari kemarin.
“Getarannya pun kami rasakan sampai sini,” ujar Iqbal, warga sekitar. “Karung-karung itu juga enggak mampu menahannya. Ikut runtuh, sama pasir yang di dalam karung,” tambahnya. (ted/han)
Pemerintah Kota Binjai sudah mengambil langkah awal sebagai antisipasi dini dengan menempatkan petugas dari Dinas Perhubungan di dekat Titi Besi Bandar Senembah. Tujuannya, untuk menghalau dan memerintahkan truk bermuatan maupun tidak, agar putar balik.
Artinya, truk bermuatan atau tidak dilarang melintas Titi Besi Bandar Senembah. Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah juga sudah menyampaikan kepada Gubernur Sumut, H Edy Rahmayadi terkait pondasi Titi Besi Bandar Senembah, agar segera diperbaiki pada kesempatan kunjungan kerja orang nomor satu di Sumut itu, ke Binjai. (ted/han)
Bersama: Ketua Umum DPP PSI, H Giring Ganesha bersama Ketua DPW PSI Sumut HM Nezar Djoeli dan pengurus PSI lainnya, di Hotel Garuda Plaza Medan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (11/12) malam. Sumut Pos/ Dwi.
SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI), H Giring Ganesha mengaku yakin menang di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
BERSAMA: Ketua Umum DPP PSI, H Giring Ganesha bersama Ketua DPW PSI Sumut HM Nezar Djoeli dan pengurus PSI lainnya, di Hotel Garuda Plaza Medan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (11/12) malam. Sumut Pos/ Dwi.
Hal itu dikatakannya kepada sejumlah wartawan, usai acara Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) dan Pelantikan DPW PSI Sumut, di Hotel Garuda Plaza Medan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (11/12) malam.
Kehadiran Giring ke Medan, dalam rangka agenda politik ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu 11-12 Desember 2021. Dia didampingi Sekjen DPP PSI Dea Tunggaesti dan Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni.
“Kita yakin menang di 2024, dengan target, di pusat (RI) sebanyak 2 kursi, provinsi 7 kursi, kabupaten/ kota 100 kursi. Ini adalah target mixsense. Kita tidak boleh memberikan target terlalu menunda ya, nanti tidak ada motivasi. Saya yakin target tersebut Ketua DPW PSI Sumut pak Nezar Djoeli akan membantu kita untuk menang di 2024,” ujarnya.
Giring percaya diri dengan kemenangan dan tercapainya target tersebut, dikarenakan antusias kader-kader PSI Sumut yang hadir dalam acara pelantikan itu. “Bisa dilihat antusias seluruh kader PSI dari seluruh kabupaten/ kota PSI yang datang ke acara pelantikan ini di Medan. Ada yang perjalanannya memakan waktu 4 jam, bahkan 6 jam,” tuturnya.
Dia bersyukur pelantikan berjalan lancar dan sukses. “Alhamdulillah Pengurus DPW dari seluruh Sumut yang dipimpin langsung Ketua DPW PSI Sumut HM Nezar Djoeli berhasil dilantik dan siap gaspol, optimis menang di 2024,” tegasnya.
Giring membeberkan target PSI untuk menang di 2024, yakni simpel, hadir, kerja untuk rakyat. “Bau keringat dari seluruh anggota PSI harus sama dengan baunya rakyat, kalau kita mau menang. Kuncinya hanya itu,” ucapnya.
Dijelaskannya, bahwa PSI lebih banyak menggandeng dan menonjolkan anak-anak muda berkecimpung di PSI, yakni sebesar 80 persen. Sebab, kata Giring, anak muda ketika diberikan kesempatan melayani mereka akan merasa ada sesuatu yang penting buat hidup mereka.
“Dengan banyaknya anak-anak muda, kita akan berstrategi dengan berpolitik suka ria, suka cita dan melayani, dengan turun langsung memberikan rice box, membuat paket hingga membuat sentral vaksin,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPW PSI Sumut HM Nezar Djoeli menambahkan, bahwa PSI masih mendominasi di pusat, di kota-kota besar dan kotamadya dibandingkan di kabupaten atau kota-kota terpencil. “Kalau di Sumut, Medan masih mendominasi, karena trensetter PSI ini adalah media sosial (Medsos), media massa, jejaring sosial dan sebagainya,” katanya didampingi Sekretaris DPW PSI Sumut Delia Ulpa, Bendahara DPW PSI Sumut Rahmaidan, Ketua panitia Kopdarwil DPW PSI Sondang Natalia dan panitia lainnya.
Menurutnya, inilah yang menjadi keunggulan bagi PSI dan strategi bagi PSI untuk merebut hati para anak-anak muda di kota-kota besar yang memiliki fasilitas infrastruktur medianya yang sudah baik. “Anak-anak muda ini selalu bermain di dalam jejaring medsos dan ini strategi kita. Namun, di kabupaten terutama di daerah-daerah terpencil belum begitu maksimal, sebab jejaring medsos dan informasi yang belum terjangkau. Karena itu melalui Ketua DPP PSI Sumut Giring, akan selalu turun ke bawah, ke masyarakat untuk mengisi kekosongan dari pada pemilih-pemilih di kabupaten/ kota,” bebernya.
Dikatakannya, PSI di Kota Medan sudah menjadi barometernya, apalagi sudah ada anggota DPRD Kota Medan dari PSI. Kader-kader PSI Kota Medan sudah melebihi 4.000 orang. “Ini sudah mencapai bahkan melebihi batas maksimum persyaratan KPU dan sudah dilalui dengan baik,” imbuhnya.
Bahkan, lanjut Nezar, ada 6 Kabupaten/ Kota di Sumut yang sudah siap diverifikasi KPU untuk Pemilu 2024 mendatang, yakni Medan, Binjai, Pematangsiantar, Niasselatan (Nisel), Nias Utara dan Humbanghasundutan (Humbahas).
“Sesuai visi misi kita ‘Hadir dan Kerja Untuk Rakyat’, inilah tugas dan tanggung jawab saya untuk bisa lebih meningkatkan dan memaksimalkan persyaratan-persyaratan dari KPU,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai PSI H Giring Ganesha bersama Ketua DPW PSI Sumut Bro H Nezar Djoeli membagikan ratusan Rice box kepada masyarakat usai Shalat Jumat, di Masjid Raya Al-Mashun Medan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (10/12). Giring disambut iring-iringan abang becak bermotor dan ojek online (Ojol) yang ikut mengantarkannya sampai ke Masjid Raya Al-Mashun.
Usai melaksanakan Salat Jumat, Giring dan Nezar membagikan rice box kepada masyarakat. Selain itu juga menyempatkan diri untuk mampir ke Istana Maimun guna melihat langsung kelestarian kerajaan melayu lebih dekat.
Kemudian, meninjau pelaksanaan vaksinasi masal di Jalan Bajak ll, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas Kota Medan, yang digelar DPC PSI Kecamatan Medan Amplas bekerja sama dengan Rumah Sakit Murni Teguh Methodist Susanna Wesley. Sebanyak 300 vaksin diberikan secara gratis kepada masyarakat. (Dwi)
KARO, SUMUTPOS.CO – Menjelangn libur Natal dan Tahun Baru, Pemkab Karo mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, drg Irna Safrina Meliala, Mkes.
Dikatakan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo ini, meski situasi penanganan pandemi Covid-19 makin membaik, namun harus tetap disikapi dengan hati-hati.
Kewaspadaan dan antisipasi dalam menghadapi ancaman gelombang ketiga penyebaran Covid-19 harus terus dilakukan. Perlu penegakan aturan pengendalian Covid-19 yang konsisten. Apalagi saat ini ada kenaikan tren kasus Covid-19 di dunia. Dia menjelaskan bahwa tren kenaikan kasus tersebut masalahnya ada pada tiga hal. Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan. Kedua, protokol kesehatan yang tidak disiplin lagi, misalnya kebijakan lepas masker. Ketiga, pembelajaran tatap muka di sekolah.
Menurut Irna, protokol kesehatan di sekolah harus dijalankan secara disiplin dan ketat terutama di sejumlah area seperti kantin dan tempat parkir. Selain itu, ia juga meminta agar para kepala daerah dan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo untuk mengingatkan pihak sekolah. (deo/han)
KETERANGAN: Ketua DPD K-SPSI Sumut CP Nainggolan (kanan) dan Wakil Ketua H Armyn Simatupang saat memberi keterangan kepada wartawan, Sabtu (11/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat, DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Sumut, lebih memilih jalur dialog ketimbang turun ke jalan. SPSI akan terus mengawasi perubahan apa yang dilakukan para stakeholder untuk memenuhi putusan MK yang tentunya harus mengakomodir kepentingan buruh.
KETERANGAN: Ketua DPD K-SPSI Sumut CP Nainggolan (kanan) dan Wakil Ketua H Armyn Simatupang saat memberi keterangan kepada wartawan, Sabtu (11/12).
“K-SPSI Sumut akan terus membangun jalur dialog guna memperjuangkan hak-hak buruh di daerah ini,” kata Ketua K-SPSI Sumut, CP Nainggolan didampingi Wakil Ketua H Armyn Simatupang kepada wartawan, Sabtu (11/12).
Dikatakan CP Nainggolan, K-SPSI Sumut akan bersikap realistis dalam memperjuangkan hak-hak buruh di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid. “Jalur dialog menjadi pilihan bijak kita agar hubungan antara buruh dan pengusaha serta pemerintah berjalan baik,” tegasnya.
Berkaitan dengan itu, CP Nainggolan menyebut, ikut bergabungnya salah satu tokoh Sumut yang juga anggota DPRD Sumut, Armyn Simatupang dalam kepengurusan K SPSI Sumut, merupakan salah satu strategi organisasi ini dalam mengoptimalkan membangun jalur dialog tersebut. “Tentu dengan ketokohan yang dimiliki Pak Armyn Simatupang, ketika beliau berbicara atas nama buruh sebagai Wakil Ketua SPSI Sumut yang juga melekat sosoknya sebagai anggota DPRD Sumut, maka akan lebih didengar,” tegasnya
CP mengaku masuknya Armyn Simatupang sebagai wakil ketua DPD sangat disambut gembira oleh pengurus lainnya. “Beliau selama ini berkiprah di Federasi Pariwisata SPSI Kabupaten Asahan. Dengan bergabung ke DPD K SPSI Sumut tentu bisa lebih maksimal memperjuangkan kepentingan buruh,” ungkap CP.
Sementara itu, Armyn Simatupang mengaku sangat surprise dan bahagia diberi amanah sebagai Wakil Ketua DPD. “Terus terang buruh itu adalah kekuatan besar yang ada di tengah masyarakat. Maka sudah sepatutnya apa yang menjadi harapan buruh itu harus diperjuangkan dan didengar oleh pemerintah maupun pengusaha,” ucapnya.
Armyn juga sangat sependapat dalam memperjuangkan kepentingan buruh, SPSI mengutamakan jalur dialog. “Dengan membuka jalur dialog tentu bisa dikomunikasikan apa yang diinginkan buruh serta apa pula yang menjadi harapan pengusaha. Saya akan ikut aktif membangun jalur dialog itu bersama teman-teman pengurus K SPSI lainnya,” ucapnya. (adz)