30 C
Medan
Tuesday, January 27, 2026
Home Blog Page 2870

Tambang Emas Martabe Kembali Gelar Kompetisi Jurnalistik 2021

Lomba karya tulis-Ilustrasi.
Lomba karya tulis-Ilustrasi.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe kembali menggelar Kompetisi Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 bagi insan media di Sumatra Utara. Dalam kompetisi yang digelar untuk kelima kalinya ini, PTAR mengundang para jurnalis di Sumatra Utara untuk mengikutsertakan karya jurnalistik berupa feature news dan laporan mendalam (in-depth reporting) bertema “Melestarikan Lingkungan Demi Masa Depan.”

Senior Manager Corporate Communications PTAR Katarina Siburian Hardono menyatakan pagelaran Kompetisi Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 ini dimaksudkan untuk mengapresiasi para jurnalis media massa di Sumatra Utara yang selama ini mendukung operasional Tambang Emas Martabe melalui karya-karya jurnalistiknya.

“Rekan-rekan jurnalis selama ini merupakan salah satu pemangku kepentingan utama PTAR bersama Pemerintah, masyarakat dan institusi lainnya untuk mendampingi dan mengawasi Perusahaan mewujudkan komitmen tata kelola  pertambangan yang bertanggung jawab,” kata Katarina.

“Tanggal 24 Juli 2022 nanti genap sepuluh tahun Tambang Emas Martabe beroperasi penuh. Selama ini kami merasakan benar perhatian, dukungan dan kepedulian rekan-rekan media,” kata dia.

Terkait tema yang dipilih, Katarina menjelaskan, selama hampir sepuluh tahun beroperasi, Tambang Emas Martabe yang dikelola oleh PTAR secara konsisten menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan dan berkelas dunia. Tambang Emas Martabe dikelilingi oleh hutan, saluran air, pertanian, dan pemukiman. Perlindungan lingkungan adalah salah satu prioritas tertinggi perusahaan.

PTAR memahami dampak operasi penambangan terhadap keanekaragaman hayati,dan dalam seluruh aspek operasional PTAR tetap merujuk pada pengembangan Kode Praktik Perlindungan Keanekaragaman Hayati.

“Kami selalu berkomitmen menerapkan manajemen keanekaragaman hayati untuk meminimalkan dan bahkan menghindari dampak operasional,” Kata Katarina. Ditambahkannya, upaya pelestarian lingkungan serta pengelolaan keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama. Kerjasama sinergis antara perusahaan, masyarakat, Pemerintah dan institusi terkait lainnya sangatlah penting bagi tercapainya tujuan melestarikan lingkungan demi masa depan.

Katarina menjelaskan, Kompetisi Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 diperuntukkan bagi jurnalis di Sumatra Utara yang bekerja di media massa (cetak, online, dan elektronik). Media massa yang dimaksud adalah yang telah berbadan hukum dan terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham) serta direkomendasikan oleh Dewan Pers.

Karya jurnalistik yang bisa diikutsertakan merupakan karya orisinal dan mandiri, keasliannya dapat dipertanggungjawabkan, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan rangkuman, tidak mengandung  suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), tidak tergolong iklan komersial atau advertorial, dan belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan atau kompetisi jurnalistik lainnya.

Untuk masing-masing kategori, jurnalis dapat mengirimkan minimal satu dan maksimal tiga karya penulisan. Karya jurnalistik tersebut telah dipublikasikan di media massa masing-masing pada periode 7 Desember 2021 – 7 Januari 2022. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada awalPebruari 2022.

Karya jurnalistik beserta persyaratan lainnya seperti data diri lengkap dan jelas; nama peserta, media massa, alamat kantor, nomor kontak yang bisa dihubungi, alamat email, scan KTP/SIM dan kartu pers yang masih berlaku dikirimkan melalui surat elektronik ke Martabe.CorporateCommunications@agincourtresources.com.

Dari seluruh karya jurnalistik yang masuk, akan dipilih tiga karya terbaik yang akan memperebutkan hadiah senilai total puluhan juta rupiah. Pajak dan biaya lainnya ditanggung oleh pemenang. Keputusan Dewan Juri terhadap pemenang tidak dapat diganggu gugat. Karya jurnalistik yang menjadi pemenang akan menjadi hak milik penyelenggara. “Kami mengundang seluruh wartawan di Sumatra Utara untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 ini,” tutup Katarina. (rel)

Ratusan Warga Unjuk Rasa Tuntut Pemerintah Keseriusan Tangani Investasi PT DPM

Ratusan warga Dairi unjuk rasa dukung Beroperasinya PT DPM.(ist).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Wujud mendukung beroperasinya, PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Ratusan warga lingkar tambang Kecamatan Silima Pungga-pungga, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan Gedung DPRD Dairi, Senin (13/12).

Ratusan warga Dairi unjuk rasa dukung Beroperasinya PT DPM.(ist).

Aksi unjuk rasa damai ini, menuntut keseriusan Bupati Dairi, Dr Eddy Kelleng Ate Berutu dan Ketua DPRD, Sabam Sibarani, tentang investasi tambang DPM yang kini belum jelas kapan bisa beroperasi.

Tim Koordinator lapangan, Juaedi Cibro menjelaskan menutut pemerintah untuk segera mengambil tindakan cepat terhadap beberapa organisasi atau LSM yang lantang menolak investasi PT.DPM dengan mengatasnamakan masyarakat lingkar tambang.

Sementara fakta lapangan, ia mengungkapkan 90 persen warga sangat mendukung perusahaan agar segera berproduksi karena membuka lapangan kerja dan ekonomi bertumbuh.

“Kami akan aksi di Kantor Bupati dan DPRD Dairi. Tuntutan agar pemerintah serius soal investasi PT DPM dan bertindak tegas kepada LSM penolak tambang yang mengatasnamakan masyarakat lingkar tambang. Sementara kami warga lingkar tambang mendukung investasi,” sebut Junaedi.

Sebelumnya pada Senin 29 November 2021, warga lingkar tambang juga telah melakukan aksi unjukrasa di Kantor Camat Silima Pungga-pungga di Parongil. Dalam aksi itu, warga menuntut Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) diusir dari Parongil.

Untuk diketahui, salah seorang warga lingkar tambang, Dusun Sopokomil, Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-pungga telah melaporkan dugaan peristiwa pidana UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terlapor Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) ke Polres Dairi di Sidikalang, dengan nomor STPL/B/323?X/2021/SPKT/RES.DIRI/POLDA SUMUT.(gus)

Integrasi Layanan Telkomsel DigiAds dan GoBiz Raih Silver Winner The Smarties Indonesia 2021 berkat Solusi Iklan Digital yang Lebih Seamless untuk UMKM

Integrasi layanan Telkomsel MyAds dari Telkomsel DigiAds dan GoBiz dari Gojek berhasil mendapatkan Silver Winner di Kategori Seamless Consumer Experience pada The Smarties Indonesia 2021 yang merupakan ajang apresiasi terhadap kegiatan pemasaran modern yang efektif.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel melalui unit bisnis Telkomsel DigiAds menegaskan posisinya sebagai penyedia solusi periklanan digital terpadu yang mampu membantu pelaku bisnis memaksimalkan implementasi digital marketing, termasuk bagi UMKM. Hal tersebut kini ditunjukkan melalui penghargaan yang diperoleh dalam The Smarties Indonesia 2021, ajang apresiasi terhadap kegiatan pemasaran modern yang efektif. Dalam hal ini, integrasi layanan Telkomsel DigiAds, yaitu Telkomsel MyAds, dengan GoBiz–aplikasi bagi mitra usaha Gojek, mendapatkan Silver Winner di kategori “Seamless Consumer Experience” melalui inisiatif “Seamless Technology Integration between GoBiz and Telkomsel MyAds to Empower SMEs in Indonesia”.

Integrasi layanan Telkomsel MyAds dari Telkomsel DigiAds dan GoBiz dari Gojek berhasil mendapatkan Silver Winner di Kategori Seamless Consumer Experience pada The Smarties Indonesia 2021 yang merupakan ajang apresiasi terhadap kegiatan pemasaran modern yang efektif.

Senior Vice President Digital Advertising and Banking Telkomsel Ronny Sugiadha mengatakan, “Penghargaan ini memberikan motivasi lebih bagi kami untuk terus menjaga konsistensi sebagai penyedia solusi serta layanan periklanan dan pemasaran digital yang lengkap, fleksibel, terintegrasi, dan inovatif. Telkomsel mengapresiasi kolaborasi yang telah dibangun bersama Gojek dalam integrasi layanan ini. Unit bisnis Telkomsel DigiAds akan terus menyambut positif upaya kolaboratif lanjutan, baik dengan Gojek maupun pihak lainnya untuk buka semua peluang pemanfaatan digital marketing yang menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan, terlebih bagi para UMKM. Integrasi layanan tersebut dianggap memberi metode baru kepada pelaku UKM untuk semakin membuka peluang menjangkau target konsumen yang lebih luas dan meningkatkan pertumbuhan bisnisnya.”

Inisiatif “Seamless Technology Integration between GoBiz and Telkomsel MyAds to Empower SMEs in Indonesia” sendiri memungkinkan mitra usaha Gojek untuk mengakses layanan Telkomsel MyAds dari aplikasi GoBiz untuk membuat, mengirimkan, dan memonitor kampanye iklan usaha mereka. Dengan begitu, mereka dapat memperluas pangsa pasar dan mengembangkan bisnis serta menjangkau lebih banyak pelanggan baru dengan mengandalkan solusi iklan yang terarah dari Telkomsel MyAds. Telkomsel DigiAds juga menyiapkan nilai tambah bagi mitra usaha Gojek dalam menggunakan layanan Telkomsel MyAds melalui promo khusus yang hadir secara berkala.

Ronny lebih lanjut menambahkan, upaya kolaboratif tersebut diumumkan pada Januari 2021 lalu sebagai bagian dari sinergi berkelanjutan antara Telkomsel dan Gojek. Secara keseluruhan, integrasi layanan Telkomsel MyAds dan GoBiz membukukan hasil positif dengan lebih dari 28.000 merchant yang telah bergabung. Selain itu, tercatat bahwa pertumbuhan transaksi oleh merchant (top-up untuk biaya iklan) melalui Telkomsel MyAds meningkat hingga 176%.     

Head Ads Strategy & Demand Platform Gojek Vincent Bachtiar mengungkapkan, “Kolaborasi GoBiz dan Telkomsel MyAds hingga saat ini telah membantu pertumbuhan usaha pelaku UKM dalam ekosistem Gojek. Penghargaan yang kami peroleh bersama Telkomsel DigiAds serta manfaat yang diperoleh para merchant menjadi motivasi kami untuk bersama-sama terus melahirkan berbagai solusi inovatif ke depannya yang dapat mendorong para anggota dalam ekosistem kami, khususnya dalam hal ini para pelaku UMKM, untuk terus berkembang. Kolaborasi ini pun telah membawa dampak positif baik dari sisi GoBiz yang dapat memberi penawaran lebih bagi para merchant dan bagi Telkomsel MyAds yang dapat menjangkau lebih banyak pengguna.”

The Smarties Indonesia 2021 sendiri merupakan program penghargaan global yang digelar oleh The Mobile Marketing Association Indonesia (MMA) yang mendorong pemasar di berbagai industri untuk bersaing memperebutkan penghargaan tertinggi melalui kampanye digital yang inovatif dan efektif. Program penghargaan ini mengapresiasi inovasi dan kreativitas yang luar biasa dari para pemasar dan brand, yang menghasilkan dampak bisnis signifikan bagi perusahaan di seluruh Asia Pasifik.

Hadir sejak 2013, Telkomsel DigiAds konsisten menawarkan solusi periklanan digital yang lengkap melalui tiga pilar produk utama, yaitu MessagingDisplay, dan Rewards. Solusi komprehensif tersebut mampu membantu para pelaku usaha dalam menjalankan berbagai kampanye mobile marketing atau digital marketing yang efektif, efisien, serta menemui target apa pun tujuannya, baik itu dalam meningkatkan awareness, trafik, hingga penjualan.

Solusi yang ditawarkan oleh Telkomsel MyAds telah dipercaya oleh para pelaku bisnis, termasuk UMKM di berbagai bidang usaha. Mulai dari kuliner, otomotif, warung elektronik, hingga edukasi. Selain Telkomsel MyAds, Telkomsel DigiAds juga memiliki solusi TADEX, platform premium publisher programmatic ads pertama dan terbesar di Indonesia yang menghubungkan para advertiser dengan berbagai publisher Indonesia terpercaya.

“Integrasi layanan antara GoBiz dan Telkomsel MyAds memberikan insight yang berharga bagi Telkomsel DigiAds untuk terus memperkuat solusi dan mengembangkan layanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan dinamika pasar. Maka dari itu, Telkomsel DigiAds akan terus buka semua peluang kemajuan, terutama terhadap pengembangan inovasi maupun kemungkinan kolaborasi strategis, untuk terus memajukan sektor periklanan digital di Tanah Air, sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Ronny.

Informasi lebih lanjut mengenai Telkomsel DigiAds bisa diakses melaui situs digiads.co.id.

WOM Finance Perluas Ekspansi Bisnis, Resmikan Kantor Cabang Baru di Karo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) terus melakukan memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan membuka Kantor Cabang Baru di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), Senin (13/12).

Peresmian Kantor WOM Finance Cabang Karo.(ist).

Pertumbuhan market kendaraan bermotor yang cukup besar dan menjanjikan di wilayah Sumatera Utara membuat WOM Finance perlu menambah kekuatan di kantor cabang yang beralamat di Jalan Veteran Kabanjahe, Sumatera Utara.

Acara peresmian Kantor Cabang Karo ini dihadiri langsung oleh Effendi Simatupang, Business Unit Head WOM Finance Sumatera Bagian Utara, Branch Head WOM Finance Cabang Karo serta perwakilan karyawan WOM Finance, para rekanan, tokoh masyarakat dan kepolisian setempat.

Business Unit Head WOM Finance Sumatera Bagian Utara, Effendi Simatupang menejelaskan pihaknya mulai memperluas kembali bisnisnya secara bertahap setelah melihat perkembangan positif dalam penanganan pandemi.

Menurutnya, Kantor Cabang Karo siap dibuka dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat sesuai dengan arahan Pemerintah. Dalam hal operasionalnya, WOM Finance telah menyiapkan protokol kesehatan dan penerapan physical distancing untuk karyawan maupun konsumen yang datang untuk melakukan transaksi.

Protokol kesehatan yang diterapkan antara lain penggunaan masker, sarung tangan dan face shield oleh petugas frontliner, pengecekan suhu tubuh konsumen dan karyawan, penempatan hand sanitizer, membuat jarak antrian antar konsumen serta memasang penyekat akrilik pada meja teller dan customer service.

“Melihat potensi bisnis yang ada pada wilayah ini, kami harap dengan hadirnya Kantor Cabang Karo mampu memberi kontribusi besar terhadap perkembangan perekonomian masyarakat khususnya pertumbuhan bisnis WOM Finance,” sebutnya, kemarin.

Menurut Effendi, lembaga pembiayaan sebagai industri jasa keuangan non bank harus mampu memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah sehingga daerah bisa terus berkembang menjadi lebih maju, terlebih wilayah Karo memiliki potensi di bidang perdagangan dan perkebunan yang terus berkembang.

“WOM Finance berkomitmen untuk terus membantu memenuhi berbagai kebutuhan finansial masyarakat. Penambahan sejumlah kantor jaringan merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi para konsumen,” kata Effendi.(gus)

Soal DBH Perkebunan di Sumut Pemprov Tunggu Rilis UU HKPD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut mengaku masih menunggu rilis atas pengesahan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), yang diharapkan ada mengatur pembagian dana bagi hasil (DBH) perkebunan atau sawit.

Ilustrasi.

“Ya, kita tunggu saja rilis UU yang baru. Sejauh ini saya belum berani komentar terlalu banyak,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprov Sumut, Ismael Parenus Sinaga, Minggu (12/12).

Ismael mengaku, di UU No 33/2014, tentang HKP ataupun UU sebelumnya, tidak mengatur perkebunan bagian dari DBH yang disalurkan ke pemerintah daerah.

“Namun dalam UU yang baru (disahkan), telah dibuka peluang bagi daerah memeroleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perkebunan yang ada di wilayahnya,” tuturnya. Sejauh ini, lanjutnya, dana transfer umum dari pusat, baru untuk DBH cukai dan tembakaun

Yakni alokasi untuk provinsi hanya sebesar 30 persen dari alokasi Rp18.562.638.000 pada Tahun Anggaran 2022 ini.

Terus Diperjuangkan

Adapun Pemprov Sumut terus memperjuangkan anggaran tersebut kembali ke Sumut, mengingat dapat dipergunakan sebagai pembangunan infrastruktur maupun fasilitas umum lainnya. Harapannya, Pemprov Sumut bisa mendapat porsi 60 persen dari total pendapatan pada sektor dimaksud.

“Selama ini sudah diperjuangkan, dan terus kami perjuangkan. Namun hingga saat ini, kami belum mendapatkan bagi hasil yang nyata,” jelas Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Lies Handayani, pada momen peringatan Hari Perkebunan ke-64 di Hotel Niagara, Parapat, Simalungun, pekan lalu.

Menurutnya, perjuangan tersebut didasari atas surat yang diajukan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, baru-baru ini, kepada pemerintah pusat. Kepada wartawan, dia berjanji akan memperlihatkan poin-poin penekanan terkait hal dimaksud.

Sisi lain, Lies memaparkan, dengan luas perkebunan sawit hingga 2 juta hektare di Sumut, diyakini banyak CPO atau minyak mentah yang dihasilkan dan itu memiliki nilai ekonomi yang cukup besar.

“DBH (perkebunan) sudah begitu lama diperjuangkan, supaya pendapatan daerah kita besar dan bisa digunakan sesuai keperluan, khususnya memperbaiki jalan dan infrastruktur lainnya,” pungkasnya. (prn/saz)

Kemenkes Gelar Visitasi, RSUP HAM Siap Mandiri Lakukan Transplantasi Ginjal

VISITASI: Tim Kemenkes bersama Komite Transplantasi Nasional, saat melakukan visitasi ke RSUP HAM, terkait transplantasi ginjal, akhir pekan lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Komite Transplantasi Nasional, melakukan visitasi ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) terkait transplantasi ginjal, akhir pekan lalu. Visitasi dilakukan bertujuan untuk menilai kelayakan rumah sakit tersebut sebagai penyelenggara transplantasi ginjal.

VISITASI: Tim Kemenkes bersama Komite Transplantasi Nasional, saat melakukan visitasi ke RSUP HAM, terkait transplantasi ginjal, akhir pekan lalu.

Hadir pada visitasi itu, jajaran Direksi RSUP HAM. Kemudian, Ketua Tim Transplantasi Ginjal RSUP HAM dr Alwi Thamrin Nasution beserta anggota, ketua divisi dari ilmu kedokteran terkait, serta jajaran manajemen rumah sakit.

Ketua Komite Transplantasi Nasional, Prof Budi Sampurna berharap, RSUP HAM segera mendapatkan penetapan sebagai penyelenggara transplantasi organ dari Kemenkes RI. Karena itu, visitasi dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kelayakan rumah sakit terakreditasi Joint Commission International ini.

“Saya rasa RSUP HAM termasuk rumah sakit besar. Yang diharapkan jadi betul-betul rumah sakit dengan pelayanan transplantasi organ, ginjal khususnya, di daerah Sumatera bagian utara, yang lebih terjamin,” ungkap Budi.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, juga menjelaskan, visitasi transplantasi ginjal tersebut, dilaksanakan dalam 3 kelompok, yakni administrasi dan manajemen SDM, teknis pelayanan, serta advokasi. Tim visitasi teknis pelayanan juga turun ke lapangan untuk mengecek alur pelayanan transplantasi ginjal di RSUP HAM.

“Hasil dari visitasi yang dilakukan, selanjutnya akan menjadi dasar penetapan penyelenggara transplantasi organ oleh Menteri Kesehatan RI,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP HAM, dr Zainal Safri mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan transplantasi ginjal sejak 2017. Layanan transplantasi organ ini dilaksanakan dengan supervisi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sampai 2019, sudah 4 pasien yang menjalani transplantasi ginjal di RSUP HAM.

“Pada 2017 kami sudah mulai melakukan transplantasi ginjal. Tentu bimbingan dari RSCM selalu mendampingi kami. Kemudian, karena pandemi Covid-19, kami berhenti. Pada 2019 juga, RSUP HAM sudah sempat mengajukan (ke Kemenkes RI) untuk bisa mandiri melakukan transplantasi ginjal,” tuturnya.

Dia berharap, RSUP HAM dapat segera ditetapkan sebagai satu penyelenggara transplantasi organ, agar ke depannya bisa melakukan transplantasi ginjal secara mandiri. “Manajemen rumah sakit sudah menyatakan kesiapan, serta mempersiapkan segala kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk sumber daya manusia untuk pengembangan pelayanan tersebut,” pungkas Zainal. (ris/saz)

Target PAD Naik Rp800 Miliar pada 2022, BPPRD Kejar dari Sektor PBB dan BPHTB

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, mengaku akan terus melakukan berbagai terobosan dalam upaya menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

Pasalnya di 2022, Pemko Medan menaikkan target PAD untuk BPPRD Kota Medan. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai Rp800 miliar lebih. Bila pada 2021 ini BPPRD Kota Medan ditarget meraih PAD sebesar Rp1,6 triliun lebih, maka di 2022 mendatang, BPPRD Kota Medan ditarget menghasilkan PAD sebesar Rp2,5 triliun lebih.

Plt Kepala BPPRD Kota Medan, Benny Sinomba Siregar mengatakan, kenaikkan target PAD itu sesuai arahan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution. Caranya, BPPRD Kota Medan harus bisa mengoptimalkan semua potensi yang ada. Setelah dilakukan kajian atas hal itu Pemko Medan pun menilai, kenaikan target PAD tersebut masih sangat memungkinkan dan masih realistis.

Menurut Benny, ada 9 sektor yang merupakan sumber PAD di 2022, yang akan dimaksimalkan kenaikan PAD-nya. Rinciannya, Pajak Bumi Bangungunan (PBB) Rp370 miliar lebih, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp230 miliar, Pajak Hotel Rp164 miliar, Pajak Restoran Rp97 miliar, Pajak Hiburan Rp34 miliar, Parkir Rp10 miliar, Reklame Rp36 miliar, Air Bawah Tanah (ABT) Rp3 miliar, dan pajak Penerangan Jalan Rp60 miliar.

“Dari 9 sumber sektor pajak itu, diproyeksikan ada 2 sektor yang paling potensial, yakni PBB dan BPHTB. Dari sektor PBB, dinilai sangat dimungkinkan untuk ditingkatkan PAD-nya,” ungkap Benny.

Lebih lanjut Benny mengatakan, hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab saat ini ada sekitar 550.000 wajib PBB di Kota Medan. Namun dari jumlah dimaksud, masih cukup banyak yang belum patuh untuk membayarkan PBB kepada Pemko Medan.

“Tingkat kepatuhan bayar PBB hanya 80 pesen, jadi tahun depan kami akan upayakan naik jadi 100 persen. Begitu juga soal jumlah wajib pajak, masih dimungkinkan untuk ditambah,” tuturnya.

Sedangkan untuk wajib pajak restoran, hotel, dan hiburan, lanjutnya, diperkirakan ada sekitar 3.000 wajib pajak. Jumlah tersebut dimungkinkan juga untuk bertambah dengan upaya memaksimalkan pendataan. Ke depan, pihaknya juga akan terus melakukan pendataan bagi fisik bangunan dan pelaku usaha untuk didaftar wajib pajak. Selanjutnya, dilakukan verifikasi terkait NJOP terhadap nilai zonasi suatu bangunan yang dimungkinkan nilainya akan bertambah.

Untuk itu, Benny mengaku, akan melakukan berbagai terobosan, satu di antaranya dengan bekerja maksimal untuk melakukan pendataan ulang terhadap jumlah wajib pajak di semua sektor. Tujuannya, agar peningkatan PAD dapat terjadi dari semua sektor potensi pajak.

“Kami akan bekerja maksimal melakukan pendataan ulang terhadap jumlah wajib pajak di semua sektor. Begitu juga imbauan kepada wajib pajak agar menggunakan pembayaran pajak dengan sistem digitalisasi,” jelasnya, seraya mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk mengubah mindset dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak dalam setiap rencana pembangunan.

Sementara itu, Ketua Komisi 3 DPRD Medan M Afri Rizki Lubis, memberikan apresiasi kepada Pemko Medan, dalam hal ini BPPRD Kota Medan, yang menaikkan target PAD-nya sebesar Rp800 miliar lebih di 2022 nanti.

Dia meyakini, PAD Kota Medan memang masih sangat berpotensi untuk ditingkatkan, sebab sejauh ini belum semua potensi PAD digali secara mendalam dari semua sektor.

“Optimisme Pemko Medan yang menaikkan target PAD BPPRD Medan di 2022 sangat pantas diberikan apresiasi. Sejujurnya, saya sepakat dengan Wali Kota Medan yang menilai, masih banyak potensi PAD di Medan yang sangat bisa untuk ditingkatkan,” ujarnya, Minggu (12/12).

Untuk itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan itu, meminta BPPRD Kota Medan untuk melakukan instruksi Wali Kota Medan agar menggali semua potensi PAD yang ada. Pasalnya selama ini, masih cukup banyak objek pajak di Kota Medan yang belum digarap secara serius. Padahal jika digali secara mendalam, objek-objek pajak tersebut dapat mendongkrak jumlah PAD Kota Medan secara signifikan.

Namun begitu, Rizki meminta agar Pemko Medan dapat melakukan penetapan pajak dengan prinsip yang adil kepada setiap pelaku usaha.

Selain PBB yang selalu menjadi sumber PAD primadona bagi Pemko Medan, sambungnya, ada beberapa sektor potensi pajak yang sangat memungkinkan untuk dimasukkan, di antaranya Pajak Hotel, Restoran, dan Hiburan.

“Saya meyakini, Pak Wali Kota melihat geliat kebangkitan ekonomi saat ini. Status PPKM Level 2 Medan saat ini, juga membuat berbagai kegiatan sudah kembali berjalan, sektor-sektor potensi PAD pun terbuka cukup besar untuk dimaksimalkan. Maka saya sepakat dan sama optimisnya dengan Pak Wali Kota, PAD Medan pada 2022 akan naik signifikan,” pungkasnya. (map/saz)

Hari Ini, Sopir Angkot Bakal Dites Urine

RAZIA: Personel Dishub Kota Medan saat menggelar razia terhadap sopir angkot di Kota Medan, baru-baru ini. Razia ini, buntut dari kecelakaan antara kereta api dengan angko, yang belakangan diketahui sopir angkot merupakan pengguna narkoba.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah melakukan razia sejak Kamis (9/12) lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bersama Satlantas Polrestabes Medan, akan meningkatkan razia kepada para sopir angkutan kota (angkot) di Kota Medan, mulai hari ini, Senin (13/12). Bila sejak Kamis Dishub Kota Medan dan Polrestabes Medan hanya melakukan razia administrasi, maka mulai hari ini, razia akan ditingkatkan jadi razia tes narkoba, dengan melakukan tes urine kepada para sopir angkot di Kota Medan.

RAZIA: Personel Dishub Kota Medan saat menggelar razia terhadap sopir angkot di Kota Medan, baru-baru ini. Razia ini, buntut dari kecelakaan antara kereta api dengan angko, yang belakangan diketahui sopir angkot merupakan pengguna narkoba.

Kepada Sumut Pos, Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis mengatakan, razia itu dilakukan sebagai tindak lanjut Pemko Medan terhadap peristiwa tabrakan antara KA Srilelawangsa dengan angkot Wampu Mini, 4 Desember 2021 lalu. Sebab, belakangan diketahui sopir angkot tersebut merupakan pengguna narkoba.

“Mulai besok (hari ini, red), Dishub Medan bersama Satlantas Polrestabes Medan dan tim gabungan, akan kembali menggelar razia kepada sopir angkot. Bedanya, mulai besok akan ada tes urine kepada sopir-sopir angkot agar diketahui siapa saja dari mereka yang menggunakan narkoba. Pak Wali Kota sudah menegaskan, tidak boleh ada pengguna narkoba yang jadi sopir angkot, sebab ini masalah keselamatan penumpang,” ungkap Iswar, Minggu (12/12).

Untuk itu, lanjut Iswar, mulai hari ini Dishub Kota Medan akan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam melakukan tes urine kepada para sopir angkot.

“Untuk tes urinenya, nanti akan dilakukan oleh BNN. Sudah kami komunikasikan dan mulai besok BNN akan bersama dengan kami untuk melakukan tes urine kepada para sopir angkot,” tuturnya.

Selain razia tes urine, lanjutnya, pihaknya dan Satlantas Polrestabes Medan juga akan tetap melakukan razia administrasi kepada para sopir angkot di Kota Medan.

“Jadi untuk administrasi, itu kembali ke tupoksinya masing-masing. Kalau kami di Dishub, yang kami cek KIR-nya. Sedangkan dari Satlantas, mereka akan mengecek SIM, STNK, dan lainnya. Pemko Medan mau angkot di Medan tertib administrasi, para sopirnya juga harus bersih narkoba,” jelas Iswar.

Sementara itu, Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan, mengaku mendukung kebijakan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, yang memberlakukan tes urine narkoba kepada para sopir angkot di Kota Medan. Fraksi ini pun sangat sepakat, bebas narkoba dijadikan satu syarat utama untuk menjadi sopir angkot di Kota Medan.

“Kami mendukung Dishub Medan bekerja sama dengan pihak terkait, untuk melakukan tes urine secara rutin kepada seluruh sopir angkot di Medan. Tes urine harus dilakukan rutin,” harap Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan, Haris Kelana Damanik.

Tak cuma kepada sopir utama, Haris juga meminta agar tes urine juga dapat dilakukan kepada sopir-sopir serap.

“Kita bisa lihat, banyak angkot yang tidak tertib saat berkendara, dan sering melanggar rambu-rambu lalu lintas,” sebutnya.

Menurut Haris, pihak terkait harus menegakkan aturan dan sanksi tegas bagi yang melanggar aturan. Hal tersebut harus dilakukan, guna memberikan efek jera dan menghindari terulangnya kesalahan demi keselamatan para penumpang dan para pengguna jalan lainnya. (map/saz)

Gelar Sosialisasi Relaksasi, PKB dan BBNKB 2021 DWP BPPRD Sumut Turun ke Pasar

SOSIALISASI: Ketua DWP BPPRD Sumut Maya Nova, saat sosialisasikan Program Relaksasi PKB dan BBNKB 2021.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berperan aktif dalam menyukseskan program Relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) 2021, melalui sosialisasi langsung kepada wajib pajak, Dharma Wanita Persatuan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara (DWP BPPRD Sumut), turun langsung ke pasar tradisional, yakni Pasar Petisah dan Pasar Ikan Lama Medan, Jumat (10/12) lalu.

SOSIALISASI: Ketua DWP BPPRD Sumut Maya Nova, saat sosialisasikan Program Relaksasi PKB dan BBNKB 2021.

“Dengan berinteraksi langsung serta membagikan informasi relaksasi melalui media leaflet atau brosur, kami terus berupaya menyosialisasikan sembari mengajak wajib pajak untuk memanfaatkan program yang banyak memberikan keuntungan ini,” ungkap Ketua DWP BPPRD Sumut Maya Nova Fadly.

Program Relaksasi PKB dan BBNKB 2021 yang dilaksanakan sejak 25 Oktober hingga 23 Desember 2021, memberikan berbagai manfaat, seperti pembebasan pokok PKB yang tertunggak untuk tahun ketiga dan seterusnya (diskon pokok PKB), pembebasan BBNKB kedua dan seterusnya (gratis BBNKB kedua), dan pembebasan denda/sanksi administrasi PKB dan BBNKB, atau gratis denda.

Program tersebut dapat dinikmati wajib pajak di seluruh sentra pelayanan Samsat di Sumut.

“Untuk pembayaran pajak tahunan atau pengesahan STNK, dapat dilakukan pada seluruh sentra pelayanan Samsat, seperti Samsat Induk, Samsat Gerai, Bus Samsat Keliling, Samsat Mall/Corner, Samsat Drive Thru, dan Samsat Saminten. Sementara untuk ganti STNK 5 tahunan dan BBNKB, hanya dapat dilakukan di Samsat Induk,” beber Maya.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh pengurus DWP BPPRD Sumut bekerja sama dengan UPT Penyuluhan BPPRD Sumut, dan UPT PPD Medan Selatan, yang dibagi menjadi 2 kelompok. (rel/saz)

Razia Pekat Jelang Nataru, Polisi Amankan 14 Bukan Pasutri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 14 pasangan bukan suami istri terjaring dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), yang digelar personel gabungan di Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (11/12) malam.

Saat menggelar Operasi Pekat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Satpol PP, ASN, dan kepala lingkungan itu, menyasar para penghuni di beberapa hotel, penginapan, dan kos-kosan, yang berada di Kecamatan Medan Tuntungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Operasi Pekat gabungan ini, digagas oleh Kapolsek Medan Tuntungan, Ipda Christine Malahayati Simanjuntak.

“Operasi ini upaya penegakan hukum terhadap kejahatan yang tergolong Pekat di wilayah hukum Polsek Tuntungan, dengan sasaran hotel, kos-kosan, dan penginapan,” ungkap Christine, Minggu (12/12).

Menurut Christine, operasi gabungan kali ini tidak ditemukan benda yang membahayakan, seperti narkoba maupun senjata api. Pihaknya juga akan menggiatkan Operasi Pekat dalam rangka menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), serta menegakan PPKM Level 2 di Kota Medan. Operasi Pekat di beberapa lokasi ini, lanjutnya, juga dimaksudkan untuk memberi efek jera dan peringatan kepada masyarakat, agar tidak melakukan hal-hal negatif dan terlarang.

“Dalam kegiatan tersebut, kami berhasil mengamankan 14 pasangan yang bukan suami istri pada beberapa lokasi berbeda. Mereka yang diamankan tersebut, telah dilakukan pembinaan, pendataan, dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali,” pungkas Christine. (dwi/saz)