MELINTAS: Sejumlah kendaran melintas di Jalan Nasional di Km 7 Desa Fodo Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara, Rabu, (1/12).
GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Pekerjaan proyek pemeliharaan (preservasi) jalan Nasional di kilo meter 7 di Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli tak kunjung selesai. Lambannya proses pekerjaan proyek itu, tidak sedikit pengendara sepeda motor jatuh, akibat material kerikil yang berserak di badan jalan. Bahkan beberapa mobil mengalami kecelakaan akibat menabrak material batu kerikil yang ditumpuk di badan jalan.
MELINTAS: Sejumlah kendaran melintas di Jalan Nasional di Km 7 Desa Fodo Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara, Rabu, (1/12).
Tidak jelas nomenklatur proyek Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (B2PJN) Perwakilan Nias itu, sebab di lokasi papan informasi proyek tidak terlihat. Begitu juga rambu-rambu ada perbaikan jalan juga tidak tampak.
Pantauan Sumut Pos Rabu, (1/12) di lokasi, proyek itu terlihat gorong-gorong serta bangunan lainnya sudah terpasang, namun sudah tidak ada lagi aktivitas pengerjaan para pekerja.
Material kerikil dan tanah bekas galian ditumpuk menutupi separuh badan jalan, sehingga para pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas.
Padahal Jalan yang menghubungkan Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias dan Nias Selatan itu volume kendaraan yang melintas cukup padat. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru.
Ama Gisel warga setempat di jumpai Sumut Pos (Rabu, 1/12) yang rumahnya hanya puluhan meter dari lokasi proyek mengaku kecewa terhadap pekerjaan B2PJN Perwakilan Nias yang terkesan amburadul serta tidak perduli dengan keselamatan lalulintas.
“Proyek ini seperti ditelantarkan pak, sudah dua minggu lebih tidak ada aktivitas. Pengendara sudah banyak yang celaka disini, beberapa mobil menabrak material. Pengendara sepeda motor juga sudah banyak jatuh sampai luka-luka. Apa harus menunggu korban yang lebih parah lagi,”cetusnya bernada kesal.
Sementara, koordinator PPK 3.5 B2PJN Perwakilan Nias Firman Hutauruk yang diterima Sumut Pos Kamis, (2/12) menjelaskan bahww pekerjaan proyek itu akan terus dilakukan perbaikan. “Mengenai gorong-gorong di Fodo km 7, kita memang terus melakukan perbaikan di lokasi, tadi malam material kita geser sehingga lancar, tidak benar kalai kita meninggalkan lokasi,” katanya.
Mengenai rambu-rambu jalan, Firman mengaku sudah mengingatkan kontraktor. Namun menurutnya, sering hilang.
“Tidak benar fondasi boxafter tidak terpasang, semua laporan pelaksanaan disampaikan secara foto visual, ada konsultan dan staf PPK 3.5 di lapangan,” pungkasnya. (adl/azw)
Law Office Nainggolan & Partners, Marimon Nainggolan SH.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kuasa Hukum Caroline dan Helen dari Law Office Nainggolan & Partners, Marimon Nainggolan SH MH meminta Kepala Badan Pertanahan (BPN) Kota Medan untuk membatalkan sertifikat hak milik (SHM) tanah No557. Marimon menilai, adanya tumpang tindih tanah yang dimiliki kliennya, Caroline dan Helen di Jalan Amplas Kelurahan Sei Rengas II (sekarang dimekarkan menjadi Sei Rengaspermata sesuai dengan Sertifikat Hak Milik Nomor: 17/Sei Rengas II (sekarang Kelurahan Rengaspermata) seluas 1.262 meter kubik (M2) yang diperoleh berdasarkan akta jual beli (AJB) Nomor: 108/2013 tertanggal 18 April 2013.
Law Office Nainggolan & Partners, Marimon Nainggolan SH.
”Dan klien kami telah melakukan proses balik nama di BPN Kota Medan pada tanggal 10 Mei 2013, sehingga SHM tersebut telah terdaftar atas nama Caroline dan Helen secara bersama-sama dan telah dikuasainya dengan cara membuat pagar seng,” ujarnya, Rabu (1/12) dalam press rilisnya.
Menurut dia, adapun tanah tersebut diperoleh Caroline dan Helen dengan jual beli dari Solita Lumongga Simanjuntak, Rumintar Libertiene Br Simanjuntak, Ir Untung Deana Simanjuntak Siagian, Drs Edward Pesta Simanjuntak MM, Alexander Johannes Marsudung Simanjuntak, Daniel Haposan Simanjuntak, sehingga proses jual-beli, proses balik nama serta Sertipikat Hak Milik No. 17/Sei Rengas II menjadi atas nama klien Caroline dan Helen tanggal 10 Mei 2013 telah sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.
“Perlu kami sampaikan, sebelumnya SHM No. 17/Sei Rengas II diterbitkan pada tanggal 29 Juli 1964 atas nama IJ Simandjoentak, dan kemudian pada tanggal 27 April 2012, tanah tersebut terdaftar atas nama, Solita Lumongga Simanjuntak, Rumintar Libertiene Br Simanjuntak, Ir Untung Deana Simanjuntak Siagian, Drs Edward Pesta Simanjuntak, MM, Alexander Johannes Marsudung Simanjuntak, Daniel Haposan Simanjuntak dengan dasar pewarisan,” ujarnya.
Anehnya, 25 September 2013, di atas sebagian tanah milik klient kami terbit lagi Sertipikat Hak Milik No. 557 yang terdaftar atas nama dokter T Nancy Saragih dengan luas 887 M2, dan dasar hak kepemilikan serta terkait cara perolehan dari dr T Nancy Saragih diduga tidak dapat dipastikan kebenarannya dan mengakibatkan terjadinya overlap sertifikat di atas tanah yang dimiliki oleh Caroline dan Helen. “Bahkan BPN Kota Medan dan BPN Sumut telah menyurati Kepala BPN RI supaya SHM No 557 yang terdaftar atas nama dr T Nancy Saragih dibatalkan dikarenakan SHM overlap dengan sertifikat hak milik Caroline dan Helen dan SHM atas nama Suidjuli, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang pasti,” katanya.
Dengan adanya dugaan tumpang tindih tersebut, Caroline dan Helen telah mengadukan hal tersebut di Polda Sumut melalui.
“Maka kita berharap Kapolda Sumut memberi atensi atas pengaduan masyarakat tersebut, apalagi saat ini pemerintah sedang menggelorakan berantas mafia tanah di setiap wilayah, dan hal ini juga sudah menjadi perhatian dari satgas mafia tanah dan sudah kita ikuti RDP di Komisi II DPR RI beberapa waktu yang lalu dan dengan tegas kita minta supaya SHM No.557 tersebut dibatalkan,” terangnya. (rel/azw)
PENGAJIAN: Bupati Sergai Darma Wijaya (kanan) bersama OPD melakukan safari pengajian Dambaan di Desa Penggalangan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai,
Kamis (2/12).
SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menggelar Safari Pengajian Dambaan yang dilaksanakan di Dusun 3 Desa Penggalangan, Kecamatan Sei Bamban, Kamis (2/12).
PENGAJIAN: Bupati Sergai Darma Wijaya (kanan) bersama OPD melakukan safari pengajian Dambaan di Desa Penggalangan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai,
Kamis (2/12).
Bupati Sergai Darma Wijaya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung program Sapta Dambaan (SAPDA). Salah satu poin dari SAPDA adalah masyarakat sehat dan religius.
“Saya dan Pak Wakil Bupati, tentunya dengan dukungan pihak-pihak terkait, berencana menjalankan program ekskul mengaji bagi para siswa. Jadi sepulang sekolah, anak-anak kita ini diarahkan agar belajar mengaji. Tahun depan, Insya Allah, program ini akan dianggarkan,” tuturnya.
Darma juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sergai yang telah memberikan sumbangsih berupa zakat sebesar 2.5 persen dari penghasilan sudah disalurkan ke bilal mayit dan guru ngaji.
“Di Sergai ada sebanyak 1.260 guru mengaji dan 1.300 lebih bilal mayit. Zakat akan disalurkan kepada seluruhnya secara bertahap lewat koordinasi dengan Baznas Sergai. Hal yang sama juga diberlakukan kepada ASN Sergai yang Kristiani. Sasarannya adalah para guru minggu,” ucap Darma.
“Saya sudah menjalin komunikasi dengan pihak perkebunan untuk menggalakkan program zakat dari pekerja ini. Kita bayangkan saja, jumlah pekerja perkebunan di Sergai hampir seratus ribu. Kalau dihitung dari jumlah pendapatan dikalikan 2.5 persen, zakat yang diperoleh bisa sampai miliaran rupiah. Kalau ini berjalan secara konsisten, persentase kemiskinan di Sergai yang ada di angka 7.9 persen bisa diturunkan,” urainya.
Dalam kesempatan ini Bupati Sergai Darma Wijaya dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, memprioritaskan program pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan irigasi. Meskipun begitu, saat ini fokus tersebut terbagi dengan adanya bencana banjir yang menerjang beberapa wilayah di Sergai, seperti Sei Rampah dan Tanjungberingin.
“Hari ini tepat satu bulan sejak banjir pertama kali terjadi di Sergai November lalu. Seperti yang kita ketahui bersama, banjir kali ini disebabkan oleh akumulasi beberapa faktor seperti banjir rob, kiriman air dari dataran tinggi akibat curah hujan yang tinggi, dan daya serap yang rendah karena sedimentasi sungai,” ucap Darma.
Dirinya prihatin melihat warga yang mesti mengungsi akibat kediamannya digenangi air.
Darma berkomitmen akan berusaha semaksimal mungkin mencari solusi terbaik untuk menanggulangi permasalah ini. “Kami sudah menjalin sinergitas dengan berbagai pihak dan semoga secepat mungkin masalah ini bisa kita tuntaskan,” pungkasnya. (ian/azw)
LOKASI LONGSOR: Personel Polsek Sipispis melakukan pengecekan kondisi jalan longsor dan jembatan ambruk di Desa Damakurat Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai, Jumat (3/12).SOPIAN/SUMUT POS.
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Hujan yang terus mengguyur wilayah perbukitan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) di Desa Damakurat, Manako dan Desa Simalas Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai memutus 13 akses jalan menuju 13 dusun di Kecamatan Sipispis, Jumat (3/12).
LOKASI LONGSOR: Personel Polsek Sipispis melakukan pengecekan kondisi jalan longsor dan jembatan ambruk di Desa Damakurat Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai, Jumat (3/12).SOPIAN/SUMUT POS.
Ditambah lagi, tebing longsor menutup badan jalan di Desa Damakurat dan jembatan putus mengakibatkan jalan penghubung dari Gunungpamela menuju Desa Manako, Simalas dan Damakurat putus total.
Terisolirnya 13 dusun yang berada di tiga desa tersebut kini masih dalam pembersihan oleh masyarakat dan Polsek Sipispis Resor Tebingtinggi. Untuk memudahkan warga menyeberangi jembatan terputus, warga di sana berencana akan membuat jembatan sementara.
“Kita bersama masyarakat akan melakukan gotong royong menyikingkirkan longsornya batu bercampur tanah yang menutup badan jalan. Sedangkan jembatan yang ambruk menghubungkan tiga desa dan 13 dusun, rencananya akan dibangun jembatan sementara untul bisa dilalui warga,” kata Kapolsek Sipispis AKP Syaipullah.
Kapolsek Sipispis, AKP Syaipullah mengaku mendapat kabar kejadian tersebut dari Kepala Desa (Kades) Monako bahwa telah terjadi peristiwa tanah longsor dan jembatan ambruk dan putus di Dusun XIII Desa Damakurat akibat curah hujan yang tinggi pada malam hari, dan mengakibatkan jalan penghubung putus total dan tidak dapat di lalaui kenderaan.
“Tidak ada laporan Korean jiwa, untuk mempercepat membuka akses akibat longsor, selanjutnya kami meminta kepada pihak Kecamatan Sipispis agar berkoordinasi dengan pihak Pemkab Sergai untuk menurunkan alat berat untuk menyingkirkan material yang menutupi badan jalan,” terangnya.
AKP Syaipullah mengimbau kepada masayarakat agar tidak melintasi jembatan yang ambruk. Menjaga keselamatan warga di sana, personel Polsek Sipispis memasang police line. “Kita berharap kejadian bencana longsor dan jembatan ambruk ini agar segera ditangani secepatnya,” harapnya.
Seorang warga Desa Damakurat, Rudi Damanik (49) mengatakan hujan deras mengguyur wilayah Damakurat dan sekitarnya terjadi malam hari. Karena curuh hujan sangat tinggi, maka sungai sungai kecil tidak dapat menampung debit air hujan yang tinggi, sehingga akibatnya menimbulkan longsor dan jembatan ambruk.
“Kejadian longsor dan jembatan ambruk baru diketahuinya pagi hari ketika akan melakukan aktivitas sehari hari di ladang. Karena jembatan putus dan longsor, askes jalan keluar tidak ada, walaupun ada jalan alternatif, harus menempuh dengan waktu yang cukup lama melintasi wilayah perkebunan dan kondisi jalan rusak berat,” pungkasnya. (ian/azw)
tinjau:
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau Mangrove Conservation Forest, di Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Kamis (2/12).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam mendeteksi keberadaan Covid-19 varian Omicron, Satgas Covid-19 mengubah lagi aturan bagi pelaku perjalanan internasional. Kini seluruh pelaku perjalanan internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan atau persyaratan karantina 10 hari.
tinjau:
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau Mangrove Conservation Forest, di Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Kamis (2/12).
Bagi WNI dan WNA, dilakukan tes RT-PCR kedua dengan ketentuan pada hari ke-9 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 10 x 24 jam; atau pada hari ke-13 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 14 x 24 jam.
Addendum surat Edaran ini berlaku efektif mulai 3 Desember 2021, sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan, hal ini telah dilakukan untuk spesimen pelaku perjalanan yang baru datang.
Beberapa spesimen yang telah diambil dari pelaku perjalanan internasional yang sudah masuk Indonesia sejak pertengahan Oktober 2021. “Selain itu, sebagai satu kesatuan, tracing juga akan dilakukan sesuai prosedur yang ada yaitu mendeteksi orang yang pernah berinteraksi dengan kasus positif yang datang dari luar negeri,” kata Prof Wiku secara daring, Kamis (2/12).
Di samping itu, dalam upaya mencegah meluasnya penularan kasus di dalam negeri, pemerintah melakukan upaya penanganan dini dengan penelusuran kontak pasien positif Covid-19. World Health Organization (WHO) sendiri mengkategorisasikan level transmisi virus Covid-19 menjadi 4 skenario epidemiologi.
Pertama, kondisi tidak ada kasus. Kedua, kasus sporadik atau kondisi kemunculan suatu penyakit yang jarang terjadi dan tidak teratur pada suatu daerah. Ketiga, klaster atau kondisi kemunculan kasus yang berkelompok pada tempat dan waktu tertentu yang dicurigai memiliki jumlah kasus yang lebih besar daripada yang teramati. Keempat, transmisi komunitas atau kondisi penularan antar penduduk dalam suatu wilayah yang sumber penularannya berasal dari dalam wilayah itu sendiri yang terdiri dari tingkat satu sampai empat.
Hati-hati, Omicron Sudah Masuk Singapura
Singapura telah mengumumkan temuan kasus Covid-19 varian Omicron. Karenanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk mewaspadai Covid-19 dengan varian Omicron ini. Presiden Jokowi meminta untuk mengawasi benar-benar pintu masuk di setiap perbatasan, baik itu jalur darat, laut, dan udara. Pasalnya virus tersebut dibawa oleh orang-orang asing (bule) dan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang kembali ke Tanah Air.
“Karena yang membawa bisa orang-orang asing, bule-bule. Tapi juga bisa WNI kita sendiri. Utamanya tenaga kerja kita dari luar waktu masuk kembali pulang kampung,” ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada Kesatuan Wilayah Tahunan 2021 di Kabupaten Badung, Bali, Jumat(3/12).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, varian Omicron lebih cepat menular dibandingkan dengan varian Delta. Sehingga dia meminta masyarakat untuk hati-hati. “Ingat, varian Delta itu menyebar di Indonesia dalam waktu 2-3 minggu semua langsung kena. Ini lebih cepat. Meskipun belum final, perkiraan lima kali lipat lebih cepat,” katanya.
Jokowi juga meminta kepada jajarannya untuk hati-hati terhadap varian Omicron ini. Pasalnya sudah ada laporan bahwa varian tersebut sudah ditemukan di 29 negara. ‘’Ingat Varian Delta itu lebih menular 2,3 minggu semua langsung ini lebih cepat, meskipun belum final tapi perkiraan 5 kali lebih cepat. Kemungkinan besar escape imunity, artinya bisa masuk kesela-sela imun dia bisa menerobos,” katanya.
Menurut Jokowi, adanya virus Corona ini bisa mengancam stabilitas ekonomi, kesehatan dan politik. Sehingga munculnya varian Omicron di banyak negara harus disikapi dengan sungguh-sungguh.
“Hati-hati ini. Karena efeknya ke mana-mana. Ke ekonomi. Hati-hati. Kalau kesehatan, sampaikan terus kepada masyarakat. Karena yang namanya pandemi ini bisa berefek ke beberapa negara itu ke ekonomi jatuh. Ekonomi jatuh itu bisa berimbas ke pada politik, hati-hati. Hati-hati,” ungkapnya.
Jokowi juga menjelaskan, kenapa pemerintah sering berubah-ubah kebijakannya dalam hal penganganan pandemi Covid-19 di tanah air. Menurut Jokowi, virus Corona selalu bermutasi, sehingga bila tidak berubah strategi penanganannya, maka akan kalah dengan si virus tersebut. Saat ini saja sudah muncul Covid-19 varian Omicron.
“Banyak yang bertanya, ini kok pemerintah ini seperti bingung berubah-ubah. La wong penyakitnya, virusnya juga berubah-ubah kok. Bermutasi, berubah-ubah kalau strategi kita tetap ya ditinggal sama virusnya,” jelas Jokowi.
Sehingga menurut Presiden, saat virus tersebut bermutasi dan semakin menular ke masyarakat. Maka harus ada cara lain yang dipakai pemerintah dalam hal penanganannya. “Kenapa kita berubah strategi, lapangan karena virusnya ini bermutasi, berubah-ubah. Pakai cara ini tidak bisa, pakai cara ini tidak bisa. Selalu berubah,” katanya.
Jokowi juga membeberkan kebijakan yang berubah-ubah pemerintah, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemudian diubah menjadi Pembelakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), selanjutnya diubah lagi menjadi PPKM mikro, PPKM darurat, dan terakhir adalah PPKM berlevel. “Pengalaman kita selama 1,5 tahun ini dalam menggarap lapangan strategi berubah-ubah. Dulu awal masih daerah melaksanakan sendiri PSBB, berubah kita menjadi PPKM mikro, berubah PPKM darurat, berubah lg menjadi PPKM level 1 sampai level 4,” pungkasnya.
Terpisah, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta Badan Inteligen Negara (BIN) hingga Imigrasi menjaga ketat pintu masuk negara guna mencegah masuknya virus Corona varian Omicron. Ma’ruf menekankan, kehati-hatian harus dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Corona.
Juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi mengatakan, Wapres Ma’ruf Amin meminta agar pintu masuk negara dijaga ketat. Permintaan itu, sebut Masduki, telah disanggupi BIN hingga Imigrasi. “Wapres selalu mengingatkan menjaga dari setiap pintu masuk ke wilayah Indonesia, apakah pintu udara, pintu laut, itu yang dijaga ketat. Dan itu sudah disanggupi baik oleh BIN ataupun oleh kepolisian, ataupun oleh Imigrasi. Saya kira cukup sigaplah orang-orang dari pihak aparat keamanan,” sebutnya.
Mengenai vaksinasi, Ma’ruf juga mengarahkan agar dilakukan percepatan. Hal itu agar target kekebalan komunal atau herd immunity cepat tercapai. “Akan tetap intensif soal vaksinasi karena presiden selalu meminta itu kepada BIN, kepada polisi, kepada angkatan darat tetap jalan, kepada pemda-pemda juga tetap jalan,” katanya.
“Saya kira itu tetap saja kita tetap intensif karena target untuk mencapai herd immunity itu masih menjadi prioritas pemerintah,” pungkasnya.
Adapun, Organisasi kesehatan dunia atau WHO pada Jumat (26/11) mengumumkan bahwa varian baru Covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan dinamai Omicron. Varian ini, yang tadinya disebut B.1.1.529, digolongkan ke dalam kategori variant of concern karena ia menular lebih cepat ketimbang varian lain.
Omicron adalah varian Covid-19 kelima yang digolongkan sebagai variant of concern oleh WHO atau diwaspadai. Berdasarkan penelitian, varian ini menyebar lebih cepat ketimbang varian lain dan ini menunjukkan ia berkemungkinan memiliki kelebihan dalam hal penyebaran.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan telah menemukan kasus Covid-19 Omicron di negeri itu, Kamis (2/11). Kasus ini berasal dari penerbangan Singapore Airlines (SIA), SQ479, dari Afrika Selatan (Afsel).
Saat ini orang yang tertular varian Omicron telah ditempatkan di pusat karantina, National Center for Infectious Diseases (NCID). Keduanya sudah divaksin lengkap dan memiliki gejala sepeti batuk ringan dan tenggorokkan gatal.
Adapun, Organisasi kesehatan dunia atau WHO pada Jumat (26/11) mengumumkan bahwa varian baru Covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan dinamai Omicron. Varian ini, yang tadinya disebut B.1.1.529, digolongkan ke dalam kategori variant of concern karena ia menular lebih cepat ketimbang varian lain. Omicron adalah varian Covid-19 kelima yang digolongkan sebagai variant of concern oleh WHO atau diwaspadai. Berdasarkan penelitian, varian ini menyebar lebih cepat ketimbang varian lain dan ini menunjukkan ia berkemungkinan memiliki kelebihan dalam hal penyebaran. (jpc/dtc)
KIRIM DOA: Jamaah memenuhi Masjid Al Musannif, Jalan Cemara, saat acara mengirim doa 100 hari wafatnya Almarhum H Anif Bin H Gulrangshah yang ayah kandung Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Kamis (2/12) malam.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Acara mengirim doa 100 hari wafatnya Almarhum H Anif bin H Gulrangshah berjalan khidmat. Hadir secara langsung di Masjid Al Musannif, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi. Sedangkan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Ustaz Abdul Somad (UAS), hadir secara virtual.
KIRIM DOA: Jamaah memenuhi Masjid Al Musannif, Jalan Cemara, saat acara mengirim doa 100 hari wafatnya Almarhum H Anif Bin H Gulrangshah yang ayah kandung Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Kamis (2/12) malam.
Rangkaian peringatan 100 hari ini dimulai dari Salat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan kuliah subuh, hingga puncaknya Salat Magrib dan Isya berjamaah di Masjid Al Musannif Jalan Cemara, Kamis (2/12) malam. Acara ditutup dengan tausiyah dari H Muhammad Hussein Jaber serta doa bersama.
Sebelum mendengarkan tausiah, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan turut berduka citanya kepada keluarga yang ditinggal. Ia mengaku mengenal Almarhum H Anif yang merupakan ayah kandung Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah, sebagai sosok yang dermawan dan telah banyak membantu berbagai kegiatan pendidikan.
“Saya kenal beliau orang yang baik dan dermawan. Oleh karena itu, saya yakin beliau akan mendapat balasan setimpal dari Allah. Saya tahu beliau banyak amalnya, banyak membantu kegiatan kegiatan pendidikan, pesantren, masjid dan saya baru tahu kalau beliau ternyata punya cita-cita membangun 99 masjid walaupun saat ini baru terbangun 24 masjid, untuk itu saya harap kepada keluarga agar cita-cita beliau diteruskan, karena itu cita-cita yang baik agar niat beliau terlaksana,” ujarnya.
Ma’ruf Amin mengingatkan, kebaikan bagi orang yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga. Cita-cita ini, lanjutnya, harus bisa jadi contoh untuk keluarga dan seluruh manusia yang masih hidup, khususnya jamaah yang hadir dalam acara doa bersama di Masjid Al Musannif juga secara virtual. “Kepada keluarga, ini harus dicontoh. Khususnya bagi kita yang masih hidup dan seluruh jamaah yang hadir,” ujarnya.
Hal sama juga disampaikan Menteri Airlangga Hartarto. Ketua Umum DPP Partai Golkar berharap, keluarga bisa melanjutkan cita-cita Almarhum H Anif dalam membangun 99 masjid agar dapat menjadi amal jariyah dan terus mengalir ke almarhum. “Pada 100 hari kepergian almarhum ini, saya memanjatkan doa yang tulus kepada Allah SWT agar senantiasa dilapangkan kubur beliau, diterima segala amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggal diberi kesabaran,” ujarnya.
Sementara itu, UAS juga membagikan kenangan bersama Dadak (panggilan akrab Almarhum H Anif) semasa hidup. UAS bercerita, Dadak yang selalu memanggilnya Nak Ustaz meminta didoakan agar bisa membangun 99 masjid dan beberapa kenangan lain. “Beliau selalu panggil saya Nak Ustaz atau Nak Somad. Kenangan saya sama Dadak ini, pertama saat di meja makan saat cerita soal umat Islam harus tampil di depan baik di politik maupun ekonomi. Kalau kita puji orang masih hidup takut rusak hatinya, beliau sudah meninggal kebaikannya harus kita ceritakan agar jadi inspirasi kehidupan. Kedua dia selalu bilang doakan Dadak supaya bisa bangun 99 masjid, saya tidak pernah tanya sudah berapa masjid yang terbangun, kalau belum sampai 99 masjid maka ini harus diteruskan dan jadi inspirasi kita,” kata UAS.
Lanjut UAS, yang punya kekuasaan silahkan bangun masjid dengan kekuasaan, begitu juga yang punya harta bangun masjid dengan harta dan yang punya umat buat kesatuan umat bangun masjid. “Tapi jangan sekadar kita membangun, tapi juga memakmurkannya,” ujarnya.
Kenangan ketiga, kata UAS, setiap kali memperingati hari kelahirannya, Dadak melaksanakan Musabaqah Quran. “Beliau kumpulkan penghafal Alquran dari daerah-daerah, sebelum Covid-19 saya ikut waktu itu acara pembukaan. Tidak merayakan dengan mewah, tapi membangkitkan semangat para tahfiz Quran. Sebulan lalu saya ziarah ke makam, saya mendengar anak-anak tahfiz sudah banyak hafalannya, ini jadi amal jariyah untuk beliau,” ujarnya.
Gubernur Edy Rahmayadi juga menceritakan kenangan baik Almarhum H Anif semasa hidup, khususnya saat almarhum mendengar Masjid Agung akan direnovasi. “Begitu beliau mendengar renovasi Masjid Agung, beliau langsung menyerahkan bantuannya untuk membangun menara masjid dan dananya saat ini sudah diserahkan ke putranya, Wakil Gubernur kita Musa Rajekshah. Begitu besar jasa almarhum, semoga Allah balas semua kebaikkannya,” ujar Edy.
Mewakili pihak keluarga, adik kandung Almarhum H Anif, Rahmat Shah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jemaah yang hadir baik secara langsung maupun virtual untuk memberikan doa kepada almarhum. “Kami ucapkan terima kasih dan hanya Allah yang mampu membalas kebaikan semua yang telah hadir dan mendokan, “ ujarnya, didampingi Musa Rajekshah dan keluarga besar.(gus)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia tengah memasuki masa pergantian tahun menuju 2022, dimana terdapat periode libur Natal dan Tahun Baru. Dalam masa pandemi Covid-19, periode ini berpotensi terhadap lonjakan kasus karena meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat yang memanfaatkan masa libur. Sedangkan ancaman saat ini dengan adanya varian terbaru B.1.1.529 atau Omicron.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, meskipun kondisi kasus sedang terkendali, perlunya persiapan dengan memantau kondisi Covid-19 dari berbagai aspek. Setidaknya ada 6 indikator harus dimonitor secara berkala di antaranya kasus aktif, bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit dan wisma atlet, kepatuhan protokol kesehatan (prokes), Rt atau angka reproduksi efektif, mobilitas penduduk, dan vaksinasi.
“Saat ini, meskipun kasus mingguan mengalami penurunan, namun jika dilihat pada kasus aktif ternyata sempat mengalami peningkatan 4 hari berturut-turut,” kata Wiku dalam keterangannya, Jumat (3/12).
Kasus aktif menjadi indikator pertama untuk dicermati. Data menunjukkan, kenaikan pada 23 ke 24 November 2021. Angkanya dari sekitar 7.900 menjadi 8.000, kemudian di hari berikutnya meningkat lagi menjadi sekitar 8.000 dan terakhir meningkat menjadi 8.200 pada 27 November. Bahkan di Jawa Bali saja, peningkatan selama 6 hari berturut-turut, dari 23 November sekitar 3.600 kasus, hingga 28 November sekitar 3.800 kasus aktif.
Indikator selanjutnya, BOR ruang isolasi di RS rujukan. Angkanya dempat meningkat pada 2 hari terakhir, dari 2,94 persen menjadi 3,07 persen. BOR di wisma atlet juga meningkat di bulan November, dari 1,76 persen menjadi 2,2 persen. “Meskipun peningkatan terbilang kecil, namun perlu diwaspadai karena peningkatan BOR mengindikasikan adanya kenaikan kebutuhan treatment pada gejala sedang-berat,” lanjutnya.
Indikator selanjutnya, Rt atau angka reproduksi efektif. Meskipun saat ini angkanya masih dibawah 1, namun perlu diwaspadai trennya dalam 5 minggu terakhir meningkat dari 0,96 menjadi 0,98. Hal yang sama juga terjadi pada tingkat pulau yang angkanya mendekati 1. Hampir semua pulau mengalami kenaikan kecuali Maluku yang mengalami penurunan dan Nusa Tenggara dengan nilai Rt tidak berubah. Rt di tingkat pulau saat ini berkisar antara 0,95-0,99.
Indikator berikutnya yang juga penting, adalah mobilitas penduduk. Dari data, mobilitas kereta api meningkat 5 kali lipat dalam 5 bulan terakhir. Jumlah perjalanannya per Juli lalu sekitar 100 ribu perjalanan. Sedangkan November ini meningkat hampir mencapai 600 ribu. Mobilitas dengan pesawat terbang juga meningkat mencapai 350 persen dalam 5 bulan terakhir. Per Juli lalu, jumlah perjalanannya sekitar 350 ribu, sedangkan per November meningkat hingga sekitar 1,6 juta penerbangan.
Rinciannya, cakupan desa/kelurahan yang patuh memakai masker turun dari 76,42 persen menjadi 74,91 persen, sedangkan menjaga jarak turun dari 78,60 persen menjadi 77,69 persen. Jumlah laporan desa/kelurahan yang dipantau juga terus mengalami penurunan, dari sekitar 21 ribu desa/kelurahan pada bulan Juli, menjadi hanya 9 ribu per minggu ini. “Ini menunjukkan bahwa pengawasan dan pelaporan pada protokol kesehatan sudah mulai longgar,” tegas Wiku.
Indikator terakhir, ialah angka cakupan dan laju vaksinasi. Datanya menunjukkan penurunan jumlah suntikan harian selama 4 minggu terakhir. Sebagai catatan, meskipun capaian dosis 1 vaksin hampir 70 persen, namun capaian dosis 2 baru mencapai 45 persen.
Melihat pembelajaran dari negara lain, menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kasus tetap berpotensi terjadi bahkan di negara-negara dengan cakupan dosis 2 yang tinggi. “Karena itulah, meningkatkan cakupan vaksin dosis harus dilakukan segera. Agar dapat memproteksi masyarakat dengan maksimal,” imbuh Wiku.
Untuk itu, dengan melihat perkembangan pada indikator-indikator tersebut, berbanding terbalik antara kenaikan jumlah kasus dan upaya preventif di lapangan. Capaian pada indikator tersebut harusnya menjadi refleksi untuk kembali waspada dari seluruh lapisan masyarakat. Kepada Pemerintah Daerah harus memonitor penerapan prokes dan cakupan vaksinasi di daerahnya masing-masing dan juga daerah sekitarnya.
Masyarakat yang menerapkan protokol kesehatan ketat menjadi hal yang mudah dan sederhana di tengah meningkatnya mobilitas dan ancaman varian baru Omicron. “Penerapan protokol kesehatan adalah cara utama kita untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita,” lanjutnya.
Sementara, perlindungan dengan vaksin tak kalah penting karena semakin banyak orang divaksin, maka semakin banyak yang terlindungi. “Vaksinasi juga akan mencegah timbulnya gejala berat bagi mereka yang tertular Covid-19 sehingga dapat mengurangi kebutuhan perawatan di Rumah Sakit,” pungkas Wiku. (jpc)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang (Almas Lintang) PT Dairi Prima Mineral berlokasi di Dusun Sopokomil, Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi.
Mendesak pemerintah, blokir/menghentikan aliran dana asing kesejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang gencar melakukan penolakan terhadap hadirnya investor yang melakukan investasi di Indonesia khususnya di kabupaten Dairi.
Koordinator Almas Lintang, Sahbin Cibro kepada wartawan, Jumat (3/12) menegaskan, masyarakat lingkar tambang sangat keberatan aksi penolakan kehadiran perusahaan tambang PT DPM seperti dilakukan LSM Yayasan Diakonis Pelangi Kasih (YDPK) Parongil.
Menurut Sahbin Cibro, yang juga Bendahara Umum Pemangku Hak Ulayat (PHU) Marga Cibro, Dairi khususnya masyarakat lingkar tambang PT DPM, berhak makmur dan sejahtera. Sehingga, LSM YDPK tidak berhak melarang investor seperti PT DPM masuk kedaerah kami, sebutnya.
Sahbin mengatakan, beberapa hari lalu ribuan masyarakat lingkar tambang PT DPM menggelar aksi unjukrasa ke kantor Camat Silima Pungga-Pungga dan mendatangi kantor YDPK di Parongil.
Kedatangan mereka, untuk mendesak pemerintah menyelidiki legalitas LSM YDPK di Dairi. Hal itu dilatarbelakangi
aksi povokasi dilakukan YDPK dan LSM lainnya untuk menolak tambang
PT DPM dengan mengatasnamakan masyarakat lingkar tambang.
Sementara faktanya, mayoritas masyarakat lingkar tambang mendukung keberadaan PT DPM karena mereka telah merasakan
manfaatnya. Masyarakat menyadari, bahwa informasi disampaikan YDPK selama ini, tidak benar dan hanya mengelabui dan hanya memprovokasi masyarakat untuk menolak investasi.
Patut diduga gerakan mereka memang tidak murni mengadvokasi masyarakat. Dikhawatirkan masyarakat hanya dijadikan alat untuk pengajuan proposal mereka kepada para donaturnya, ucap Sahbin
Masyarakat mendesak pemerintah mengambil langkah tegas menyikapi
persoalan ini agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan.
Almas Lintang mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jangan hanya mendengar pernyataan LSM penolak investasi, tapi juga memikirkan nasib perekonomian masyarakat lingkar tambang PT DPM, tandasnya. (rud).
SiMULASI: Personel Polantas Poldasu saat simulasi Pospam Nataru di Mapolda Sumut, Selasa (30/11) lalu.HUMAS POLDA SUMUT.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian daerah (Polda) Sumut mendirikan 121 Pos Pengamanan (Pospam) Terpadu saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan di Pospam ini disiapkan petugas gabungan dari TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, BPBD, Dinas Kesehatan, dan stakeholder terkait.
SiMULASI: Personel Polantas Poldasu saat simulasi Pospam Nataru di Mapolda Sumut, Selasa (30/11) lalu.HUMAS POLDA SUMUT.
“Sebanyak 121 Pospam terpadu yang akan didirikan, dengan perkuatan personel sebanyak 11.456 personel,” kata Hadi kepada wartawan di Medan, Jumat (3/12).
Bukan itu saja, Poldasu dan Polres sejajaran juga akan mendirikan Pos Pelayanan (Posyan). “Kita juga mendirikan Posyan sebanyak 32 pos, termasuk check point 102 pos,” paparnya.
Hadi menambahkan, selain di Pospam, personel gabungan juga akan ditempatkan di Posyan serta disebar di lokasi wisata. “Akan disebar juga di lokasi wisata atau tempat hiburan, pusat perbelanjaan dan Mal,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, para personel yang ditempatkan di Pospam akan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara mobil maupun sepeda motor. “Setiap pos akan kita siapkan Q barcode untuk scan melalui aplikasi PeduliLindungi. Nanti ketahuan, apabila belum di vaksin Covid-19 maupun sudah divaksin. Apabila sudah divaksin dan tanpa ada reaktif, diperbolehkan jalan. Tapi apabila belum divaksin, maka akan divaksin di tempat, atau kita bawa ke Puskesmas terdekat. Jadi masyarakat agar melengkapi Aplikasi PeduliLindungi,” jelasnya.
Dikatakannya, seluruh wilayah di Indonesia akan memberlakukan PPKM level 3. Semua aturan yang tertera dalam Inmendagri 62 Tahun 2021, tentang Pengaturan Natal dan Tahun Baru akan diberlakukan secara ketat mengingat Sumut masih dilanda Pandemi Covid-19. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak berpergian atau mudik saat perayaan Nataru kali ini dan hal ini juga sudah disampaikan oleh ketua Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAD) Provinsi Sumut.
“Kita tidak mau terus menerus dengan situasi pandemi. Untuk itu, agar tidak terjadi gelombang ketiga penyebaran Covid-19, masyarakat untuk menahan diri dan tetap di rumah dalam merayakan Nataru,” imbuhnya.
Hadi berharap kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) seperti tetap memakai masker, rajin cuci tangan, hindari kerumunan, jaga jarak dan kurangi mobilitas. “Dan bagi masyarakat yang belum di vaksin Covid-19, segera menjalani vaksinasi, di berbagai daerah tersedia,” pungkasnya.
Jangan Takut Melintasi Pospam
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah mengungkapkan, masyarakat tidak usah takut saat melintas di pos pengamanan (Pospam) Nataru. “Tak usah takut, yang penting dia sehat saat melintas di Pos Pam Nataru,” kata Wagubsu usai menyaksikan simulasi aturan melintas saat Nataru di Mapolda Sumut, Selasa (30/11) lalu.
Wagubsu yang akrab disapa Ijeck ini mengungkapkan, Pemprov Sumut bersama Polda Sumut dan Kodam I/BB pada Nataru 2022 akan mendirikan sejumlah Pos Pengamanan di wilayah perbatasan serta antar kabupaten/kota. Menurutnya, didirikannya Pos Pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan pandemi Covid-19 selama Perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 di Sumatera Utara.
“Nantinya Pos Pam yang didirikan akan disediakan tempat vaksinasi, tempat swab antigen dan petugas medis serta disiagakannya ambulans. Langkah ini untuk memastikan masyarakat saat melintas tetap sehat,” ungkapnya.
Ijeck menambahkan, Pemerintah Sumatera Utara terus mengejar capaian vaksinasi sehingga diakhir Tahun 2021 nanti dapat memenuhi target 70 persen sesuai instruksi pemerintah pusat. “Saat ini Sumatera Utara capaian vaksinasinya sudah 50 persen. Namun masih ada beberapa kabupaten/kota, saya tidak hapal nama-namanya yang belum mencapai 50 persen. Walaupun begitu pemerintah provinsi terus mengejar capaian vaksinasi sehingga diakhir Desember nanti bisa 70 persen,” pungkasnya. (dwi)
General Manager Business PT BFI Finance Regional Sumatra, Sudi Hartono saat berbincang dengan pengunjung di booth Multifinance.(ist).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2021 dilaporkan berhasil tumbuh positif dan terus mencatat perbaikan di berbagai sektor. Hal ini seiring dengan respons dan langkah pemerintah dalam mengendalikan lonjakan COVID-19 melalui sebaran program vaksinasi di berbagai wilayah dan pengendalian mobilitas sementara masyarakat.
General Manager Business PT BFI Finance Regional Sumatra, Sudi Hartono saat berbincang dengan pengunjung di booth Multifinance.(ist).
Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa perekonomian nasional tumbuh sebesar 3,51% year-on-year (yoy) atau 1,55% quarter-on-quarter (qoq), melanjutkan pertumbuhan positif sebelumnya pada kuartal II 2021.
Percepatan realisasi dari hasil refocusing anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan menyesuaikan diri pada dinamika pandemi juga telah mendorong konsumsi pemerintah untuk tumbuh mencapai 0,66% (yoy).
Secara spasial, Pulau Jawa dan Sumatra sebagai kontributor perekonomian nasional yang tinggi dengan masing-masing mampu tumbuh positif sebesar 3,03% (yoy) dan 3,78% (yoy), diikuti dengan area-area lainnya.
Hanya Pulau Bali dan Nusa Tenggara yang masih mengalami kontraksi sebesar -0,09% (yoy) yang diakibatkan belum pulihnya sektor pariwisata sebagai dampak pembatasan aktivitas masyarakat.
Menyambut optimisme ini, General Manager Business PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) Regional Sumatra, Sudi Hartono menyampaikan bahwa pihaknya optimis dapat menutup tahun 2021 dan mengawali tahun 2022 dengan kinerja yang sangat baik dan produktif, sebagai titik balik dari penurunan yang terjadi di tahun 2020.
“Peningkatan ekspor barang komoditas seperti karet, batu bara, minyak sawit turut mengerek pertumbuhan bisnis pembiayaan Perusahaan di Regional Sumatra dengan peningkatan booking sebesar 72,7% yoy dan 11% qoq per 30 September 2021,” ujar Sudi dalam acara Pameran Multifinance 2021 “Mendorong Inklusi Keuangan di Sumatra Utara” berlokasi di Medan, Sumatra Utara.
Secara komposisi produk, sebesar 75,9% dari nilai booking terkontribusi dari pembiayaan mobil bekas, disusul 13,4% dari pembiayaan alat berat, 9,3% dari pembiayaan motor bekas, dan sisanya secara berturut-turut adalah pembiayaan mesin dan syariah.
Sementara dalam Pameran Multifinance 2021 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mulai dari tanggal 3-5 Desember 2021 tersebut, BFI Finance menawarkan dan memberikan beragam produk pembiayaan dan kemudahan proses, serta promosi dan hadiah yang perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat Medan dan sekitarnya.
Mulai dari cashback dan hadiah/voucher senilai Rp500.000,00 untuk setiap produk pembiayaan mobil yang disetujui dengan nilai pembiayaan minimal Rp85.000.000,00 ada juga hadiah langsung senilai Rp150.000,00 untuk pembiayaan motor.
Selain itu, hadiah saldo e-wallet dengan total Rp3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) untuk pengunjung umum yang diundi secara acak, sampai dengan promo bebas biaya administrasi dan provisi untuk produk alat berat dan mesin.
“Tidak ada target khusus yang kami tetapkan dalam acara pameran kali ini. Promosi dan hadiah kami berikan adalah sebagai apresiasi dan dukungan kami untuk turut berkontribusi terhadap roda perekonomian masyarakat Medan dan sekitarnya, di mana secara umum produk pembiayaan kami diberikan untuk digunakan sebagai modal usaha masyarakat,” kata Sudi.
Sampai dengan akhir tahun 2021, BFI Finance Regional Sumatra menargetkan untuk mencapai pertumbuhan sekitar 10%.
“Kami optimis dapat meraih target yang telah ditetapkan dan menutup tahun dengan baik,” kata Sudi.(gus)