24 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 2891

BPJS Kesehatan Gelar Sarasehan Bersama TNI, Cari Solusi Perbaiki Layanan Peserta JKN-KIS TNI

sarasehan: BPJS Kesehatan menggelar kegiatan sarasehan bersama anggota TNI di Medan, Jumat (3/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya meningkatkan pemahaman terkait hak dan kewajiban peserta, informasi manfaat, dan prosedur dalam mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan di lingkungan prajurit TNI, BPJS Kesehatan mengelar kegiatan Sarasehan bersama anggota TNI, Jumat (3/12).

sarasehan: BPJS Kesehatan menggelar kegiatan sarasehan bersama anggota TNI di Medan, Jumat (3/12).

Kegiatan sarasehan yang digelar secara online dan offline tersebut, diikuti oleh anggota TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, BPJS Kesehatan juga melakukan supervisi ke fasilitas kesehatan TNI, baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta, David Bangun menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat langsung kondisi dan fakta yang ada di lapangan terkait fasilitas kesehatan milik TNI. Sekaligus, juga menggali permasalahan yang terjadi agar dapat memberikan alternatif solusi untuk perbaikan layanan kepada peserta JKN-KIS, khususnya bagi anggota TNI beserta keluarganya.

“Sejak 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan telah ditugaskan Pemerintah untuk menyelenggarakan Program JKN-KIS. Tentu dalam penyelenggaraannya ditemui berbagai tantangan yang dihadapi sehingga memerlukan sinergi bersama untuk menyempurnakan pelaksanaan program ini melalui berbagai inovasi program dan kebijakan,” terang David Bangun.

Diungkapkannya, sejalan dengan tema kegiatan yaitu BPJS Kesehatan Menjawab Kebutuhan Layanan Peserta JKN-KIS di Era Digital, BPJS Kesehatan juga menyampaikan inovasi dan program yang telah diluncurkan pada awal September lalu sebagai komitmen BPJS Kesehatan untuk memberikan layanan yang kian mudah bagi pesertanya.

“Pertama, perubahan nomor layanan Care Center BPJS Kesehatan yang semula 1500400 menjadi 165 yang diharapkan dapat mempermudah peserta untuk mengakses layanan. Kemudian, simplifikasi rujukan pelayanan thalassemia mayor dan hemofilia yang membutuhkan pelayanan rutin di rumah sakit, dengan kemudahan proses perpanjangan masa berlaku rujukan. Lalu, kami juga menciptakan Jurnal JKN yang menyajikan hasil penelitian, gagasan konseptual, telaah ilmiah serta masukan yang dapat diakses melalui web portal khusus,” jelas David Bangun.

Selain penyampaian program dan kebijakan terbaru dari BPJS Kesehatan, pada kegiatan tersebut juga disampaikan materi inspirasi oleh Brand Ambassador BPJS Kesehatan, Ade Rai untuk memberikan semangat kepada peserta JKN-KIS agar termotivasi memulai pola hidup yang lebih sehat.

“Mengingat jumlah anggota TNI maupun PNS di lingkungan TNI yang sangat besar, tentunya melalui kegiatan ini kami juga berharap para anggota TNI yang hadir dapat menjadi salah satu sumber referensi tentang Program JKN-KIS dengan menyampaikan kembali informasi yang diterima hari ini kepada rekan sejawat dan orang-orang di lingkungan dekatnya,” tandas David Bangun.

Menyambung hal yang sama, melalui amanat Panglima Komandan Daerah Bukit Barisan yang disampaikan oleh Inspektur Komando Daerah Militer I, Brigjen TNI Suko Basuki berpesan kepada anggota TNI yang hadir agar dapat memanfaatkan kegiatan sarasehan bersama dengan BPJS Kesehatan tersebut semaksimal mungkin sehingga dapat memberikan manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun anggota keluarga masing-masing. “TNI siap membantu BPJS Kesehatan sebagai sumber informasi Program JKN-KIS,” tegas Suko Basuki. (ris/ila)

Bobby Nasution Perintahkan UPT Dinas PU Bersihkan 6.825 Meter Drainase per Hari

Evaluasi: Wali Kota Bobby Nasution memimpin Rapat Lanjutan Evaluasi Penanganan Banjir, di Gedung TP PKK Medan, Kamis (2/12).istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution memerintahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan untuk membersihkan sedimentasi drainase di Kota Medan.

Evaluasi: Wali Kota Bobby Nasution memimpin Rapat Lanjutan Evaluasi Penanganan Banjir, di Gedung TP PKK Medan, Kamis (2/12).istimewa/sumutpos.

Bobby pun memberikan target kepada setiap UPT di Dinas PU Kota Medan yang berjumlah 5 UPT, yakni UPT Medan Barat, Medan Kota, Medan Selatan, Medan Timur, dan Medan Utara, untuk membersihkan drainase di Kota Medan sedikitnya 6.825 meter perhari.

Perintah itu disampaikan Bobby Nasution sebelum menutup Rapat Lanjutan Evaluasi Penanganan Banjir, Kamis (2/12) di Gedung TP PKK Medan.

“Plt Kadis PU diatur pembagiannya dan dikawal seluruh UPT agar pembersihan drainase sepanjang 6.825 meter per hari ini berjalan dengan lancar,” ucap Bobby dalam rapat yang diikuti Plt Kadis PU Medan Ferry Ichsan dan seluruh Kepala UPT serta konsultan, pimpinan OPD terkait, dan Camat se-Kota Medan.

Selain itu, Bobby didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Benny Iskandar, Asisten Pemerintahan M. Sofyan, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Endar Sutan Lubis, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah M. Husni juga mengatakan, personil kelima UPT Dinas PU itu juga harus memperbaiki drainase yang rusak.

“Yang di pinggir-pinggir jalan itu banyak yang jeblos, bahkan di pusat kota banyak yang tidak diperhatikan. Contohnya di depan Masjid Raya, trotoarnya sudah amblas. Drainasenya terbuka, kita tidak tahu apakah ada orang jatuh, drainasenya kering sekali. Dalam beberapa hari ke belakang tidak pernah ada genangan air di sana. Berarti air tidak bisa (mengalir) sampai drainase, yang seperti ini perlu ditangani segera,” ujarnya.

Bobby Nasution juga mengingatkan para camat agar tetap menugaskan dan mengawal Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) agar dapat membantu melakukan pembersihan di saluran tersier.

Namun dalam rapat itu, Bobby Nasution sempat terperangah. Pasalnya, para Kepala UPT mengaku tidak mengetahui panjang jalan dan saluran drainse di wilayahnya. “Jadi apa yang ditangani UPT? Jangan-jangan Kepala UPT juga tidak tahu aliran air mau dibawa kemana. Bagaimana pula mau membuat perencanaan yang baik?” ungkapnya.

Di awal rapat itu, konsul dan kelima Kepala UPT ini memaparkan rencana penanganan genangan air di wilayah masing-masing. Dari pemaparan itu, terungkap bahwa total titik genangan air di Medan sebanyak 1.324 titik. Perinciannya, sebanyak 239 titik terdapat di wilayah UPT Medan Barat, 257 di UPT Medan Kota, 186 di UPT Medan Selatan, 175 di UPT Medan Timur, dan 467 di UPT Medan Utara. Dalam pemaparan itu juga dikategorikan titik-titik genangan berdasarkan luas, tinggi, lama, dan frekuensi genangan, berikut rencana penanganannya.

Bobby Nasution tidak hanya mendengarkan pemaparan tersebut. Dalam rapat yang berlangsung dari pagi hingga sore itu, Bobby juga memberikan tanggapan serta meminta penjelasan secara rinci untuk mengetahui kematangan perencanaan yang dibuat kelima UPT tersebut dalam menangani banjir di wilayah masing-masing.

Saat ditemui wartawan Bobby Nasution mengatakan, target Pemko adalah mengurangi titik genangan. Selain itu, mengurangi lamanya genangan juga menjadi prioritas.”Kita coba terus untuk mengurangi jumlah titik genangan, walaupun belum semua titik bisa dikurangi namun intensitasnya, lama genangan. Itu yang tadi saya lihat. Ada yang lima jam, bahkan sampai di atas 8 jam. Kita mau minimal yang lama genangan 8 jam itu harus hilang,” ungkapnya.

Bobby Nasution juga mengungkapkan, yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana membuat air mengalir ke sungai dan meresap ke tanah. Pada bagian lain, Bobby Nasution juga mengatakan, bangunan yang menutupi drainase merupakan salah satu faktor yang mengganggu sistem drainase, sehingga harus menjadi perhatian kepala UPT dan Camat.

“Itu harus menjadi tanggung jawab Kepala UPT di kewilayahan, dan camat harus paham betul apa yang mengganggu sistem drainase kita, apakah sedimentasi atau masyarakat yang bangunannya menutupi drainase,” ujarnya.

Bobby juga meminta, agar para camat dan Kepala UPT dapat memetakan bangunan-bangunan di atas drainase dan melaporkannya kepada OPD terkait. “Untuk apa kita punya lima UPT. Apalagi mereka tetap akan dibantu dengan kewilayahan dan Satpol PP untuk menertibkan,” pungkasnya. (map/ila)

Pengelola Apartemen The Reiz Condo Dituding Lakukan Pembohongan Publik

DEMO: Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan gedung apartemen The Reiz Condo (TRC), Jalan Tembakau Deli No 1 Kelurahan Kesawan, Medan Barat, Jumat (3/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa yang bergabung di Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kebijakan Publik (AMPKP) kembali menggelar unjuk rasa yang kedua kalinya di depan gedung apartemen The Reiz Condo (TRC), Jalan Tembakau Deli No 1 Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Jumat (3/12).

DEMO: Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan gedung apartemen The Reiz Condo (TRC), Jalan Tembakau Deli No 1 Kelurahan Kesawan, Medan Barat, Jumat (3/12).

Pada aksinya kali ini, mahasiswa menuding bahwa pihak manajemen PT Waskita Karya Realty (PT WKR) tidak memiliki itikad baik karena tidak menepati janjinya kepada para pemilik/penghuni apartemen. Selain itu, PT WKR selaku pengelola apartemen TRC juga dinilai tidak menepati janjinya. Padahal sebelumnya, mahasiswa telah melakukan aksi yang sama pada pekan lalu. Bahkan aksi kedua yang dipimpin kordinator aksi Tama ini, tidak diterima pihak manajemen. Para pengunjuk rasa hanya dihadang scurity di depan gedung.

Berdasarkan pantauan, aksi orasi dalam unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung TRC dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan berhenti setelah menjelang Salat Jumat. Mereka mengaku kecewa karena tidak diterima oleh pihak manajemen. Untuk itu diakhir orasinya, mahasiswa mengaku akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. Bukan hanya di gedung TRC lagi, namun mereka mengaku akan melakukan aksi ke Polda Sumut.

Sebelum unjukrasa di gedung TRC, AMPKP terlebih dahulu demo ke kantor DPRD Sumut. Setelah berorasi di depan gedung DPRD Sumut, para mahasiswa diterima Kasubbag Humas Sekretariat DPRD Sumut M Sofyan.

Pada kesempatan itu, M Sofian menyarankan agar para pendemo membuat surat resmi ke DPRD Sumut supaya dapat diagendakan dalam rapat dengan pendapat (RDP).”Tuntutan adek-adek akan saya sampaikan ke anggota dewan di Komis B, namun lebih pas lagi jika disertai surat agar di jadwalkan RDP,” saran M Sofyan.

Menaggapi hal itu, Tama selaku kordinator aksi mengaku berterimalasih atas saran yang diberikan dan mengaku akan melakukan saran yang disebutkan. “Ya, akan kami buat surat resmi,” ujar Tama.

Selanjutnya, para pendemo bergegas menuju ke gedung TRC, namun ditengah perjalanan tepatnya di titik Nol lapangan Merdeka, mereka berhenti sejenak untuk melakukan dan orasi dengan membentangkan sejumlah poster kemudian bergerak ke gedung TRC.

Dalam aksinya di tiga tempat, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pengelola TRC yakni PT WKR. Mahasiswa pun meminta PT WKR agar tetap menjadikan TRC sebagai hunian dan bukan hotel. Bahkan, pihak manajemen PT WKR diminta untuk berhenti melakukan pembohongan publik.

Pasalnya, bila gedung TRC dijadikan hunian dan campuran hotel, maka dijhawatirkan akan berpotensi menjadi tempat maksiat dan peredaran obat obat terlarang. Mahasiswa juga meminta anggota DPRD Sumut agar dapat memfasilitasi tuntunan mereka agar Pemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PMPTSP, Dinas PKPPR, Dinas Pariwisata dan seluruh instansi terkait, tidak memberikan izin kepada pihak PT WKR untuk melakukan perubahan izin hunian Apartemen menjadi hotel.

Begitu juga tuntutan kepada Menteri BUMN, agar berkenan memberikan instruksi kepada pihak WKR supaya konsisten dengan janjinya kepada konsumen untuk tidak merubah fungsi dari hunian ke Hotel. Mahasiswa juga meminta agar pihak kepolisian Daerah Sumatera Utara dapat mengusut tuntas dugaan pembohongan konsumen yang dilakukan oleh pihak WKR kepada pemilik TRC. (map/ila)

Terapkan Prokes Ketat, Jampidum Pantau Tes CPNS di Kejatisu

WAWANCARAI: Kajati Sumut IBN Wiswantanu mewawancarai salah satu CPNS Kejaksaan di Kejati Sumut. Istimewa/SUMUTPOS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) melaksanakan tes wawancara Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan Republik Indonesia, dengan terapkan protokol kesehatan ketat.

WAWANCARAI: Kajati Sumut IBN Wiswantanu mewawancarai salah satu CPNS Kejaksaan di Kejati Sumut. Istimewa/SUMUTPOS.

Tes wawancara CPNS yang digelar sejak, Rabu (1/12) lalu, turut dihadiri Jampidum Kejagung RI Fadil Zumhana, Direktur Tindak Pidana OHARDA Gerry Yasid dan Kepala Pusat Pemulihan Aset Elan Suherlan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Yos A Tarigan mengatakan, pelaksanaan Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) meliputi tes kesehatan, kepribadian, tes wawancara, kesamaptaan dan bela diri. “Praktik kerja akan dilaksanakan pada tanggal 29 November hingga 17 Desember 2021. Dan peserta tes SKB berjumlah 1194 orang terdiri dari SLTA 207 orang. Diploma 624, dan jalur sarjana 363,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, pewawancara Kajatisu IBN Wiswantanu dan Wakajatisu Edyward Kaban berharap peserta benar-benar teliti membaca peraturan dan persyaratan seluruh rangkaian. “Pelaksanaan wawancara secara tatap muka diatur sedemikian rupa sesuai prokes. Dan peserta selalu diingatkan agar tidak melepas masker selama mengikuti proses SKB di lingkungan kantor Kejati Sumut,” kata Yos.

Selain itu, lanjutnya, peserta yang mengikuti tes wawancara dimotivasi panitia agar tetap tenang saat mengikuti semua sesi tes SKB. “Hasilnya akan diumumkan secara terbuka dan pelaksanaan ujiannya dari awal sampai akhir juga transparan. Apa pun hasilnya nanti peserta harus berjiwa besar,” pungkasnya. (man/ila)

195 Pegawai Rutan Kelas I Medan Jalani Tes Urine

TES URINE: Pegawai Rutan Kelas I Medan, mengikuti tes urine agar terbebas dari penyelalahgunaan narkoba, Jumat (3/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 195 orang pegawai Rutan Kelas I Medan menjalani tes urine untuk mendeteksi penyalahgunaan narkotika di lingkungan rutan. Dari hasil tes tersebut, tidak ditemukan pegawai positif narkoba, Jumat (3/12). Kepala Rutan Kelas I Medan, Theo Adrianus Purba mengatakan, tes urine yang dilaksanakan bekerjasama dengan Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut.

TES URINE: Pegawai Rutan Kelas I Medan, mengikuti tes urine agar terbebas dari penyelalahgunaan narkoba, Jumat (3/12).

“Ada 195 orang pegawai rutan dan tadi kita saksikan bersama kegiatan berjalan lancar, aman tertib, dan tetap juga mengikuti protokol kesehatan. Hasilnya seluruh pegawai kita dinyatakan negatif dari mengkonsumsi narkoba,” kata Theo kepada wartawan disela kegiatan tes urine.

Pelaksanaan tes urine, diikuti 175 orang pegawai laki-laki dan 20 orang pegawai perempuan. Selain itu, sebagian warga binaan juga ikut tes urine.”Tadi warga binaan juga ada kita lakukan random tes, kita ambil secara acak, ada sekitar 20 orang dan dari 20 orang itu yang dilakukan tes urine hasilnya juga dinyatakan negatif,” ujarnya.

Menurutnya, tes urine yang dilaksanakan merupakan salah satu parameter dalam upaya pengawasan dan evaluasi kinerja dari pegawai rutan.”Sehingga dengan hasil tes tadi yang negatif, dapat dinyatakan bahwa pegawai rutan itu masih berintegritas, disiplin untuk menjaga dirinya tidak melalukan pelanggaran mengkonsumsi atau penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Tetapi, bila dalam pelaksanaan tes urine ditemukan ada pegawai yang positif, nantinya akan dilakukan assesmen.”Artinya kami dalami dulu, kira-kira positifnya karena apa. Mengkonsumsi apa, atau apakah dia memang menderita penyakit sehingga harus mengkonsumsi obat yang memang mungkin ada kandungan narkobanya.

Namun, kalau berdasarakan assesmen nanti menyatakan yang bersangkutan mengkonsumsi narkoba, tindak lanjutnya adalah kami akan bekerjasama dengan BNN untuk melakukan rehabilitasi bagi pegawai yang terindikasi menggunakan narkoba,” jelasnya.

Ia menambahakan, tes urine bagi pegawai dilakukan sekitar 6 bulan sekali. (man)

Hari Ini, DPD PDI Perjuangan Gelar Vaksinasi Dosis ke-2

MEDAN, SUMUTPOS.CO– DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara akan melaksanakan vaksinasi dosis ke-2 hari ini di Ruang Terbuka Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut Jalan Jamin Ginting Nomor 86 Medan, Sabtu (4/12/2021).

“Ini merupakan progam lanjutan setelah pada bulan lalu, tepatnya 2 November, kita juga sudah melaksanakan vaksinasi massal dosis Pertama yang dilaksanakan serentak di berbagai kabupaten kota termasuk di DPD sendiri,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Drs Rapidin Simbolon dalam keterangan persnya, kemarin.

Kegiatan ini kata Rapidin, merupakan bentuk komitmen PDI Perjuangan dalam mensukseskan progam percepatan vaksinasi secara Nasional. “Sebagai partai pendukung pemerintah tentu kita turut berupaya dan bergotong-royong dalam mensukseskan progam vaksinasi tersebut,” unggkap Rapidin.

Terkait dengan target vaksin, Rapidin menjelaskan, jika vaksinasi kali ini tetap mentargetkan peserta dari pengurus, kader dan masyarakat umum yang telah didaftar pada vaksinasi tahap pertama. “Pendaftaran sudah dibuka melalui sekretariat DPD PDI Perjuangan Sumut dan bagi masyarakat yang sudah mendaftar silahkan datang besok untuk mendapatkan vaksin dosis kedua,” ujarnya.

Terakhir Rapidin mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, meskipun sudah mendapatkan vaksin. “Jangan lengah dan harus tetap waspada, tetap jaga prokes untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, dan semoga pandemi ini segera berlalu dari bumi pertiwi,” pungkas Rapidin. (adz)

Cory Berjanji Terus Bina Putri Pariwisata Karo

SAMBUTAN: Bupati Karo Cory br Sebayang saat menyampaikan sambutan pada Grand Final Putri Pariwisata Karo 2021 di Gedung Kesenian, Berastagi, 27 November.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory br Sebayang, berjanji akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan bagi Putri Pariwisata Karo, agar dapat juga mengikuti ajang ke tingkat yang lebih tinggi.

SAMBUTAN: Bupati Karo Cory br Sebayang saat menyampaikan sambutan pada Grand Final Putri Pariwisata Karo 2021 di Gedung Kesenian, Berastagi, 27 November.

Karena ketika Putri Pariwisata Karo menjadi pemenang di event nasional bahkan internasional, dan menjadi tokoh inspirasi, tidak tertutup kemungkinan event berskala nasional dapat digelar di Kabupaten Karo.

“Itu juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat Karo,” ungkap Cory.

Menurut Cory, seluruh peserta pemilihan Putri Pariwisata Karo 2021, bisa diberikan pembinaan sebagai peningkatan pengetahuan. Para peserta merupakan talenta muda yang potensial untuk promosi sektor pariwisata.

“Selain promosi, juga bisa menjadi penggerak masyarakat sadar wisata,” tuturnya.

Hal ini disampaikan Cory pada Grand Final Putri Pariwisata Karo 2021, yang berlangsung di Gedung Kesenian, Berastagi, 27 November lalu. Kompetisi ini bertujuan mencari tokoh muda perempuan yang dapat menjadi duta, dalam mempromosikan potensi dan kekayaan wisata dan kebudayaan Kabupaten Karo.

Adapun daftar lengkap pemenang Putri Pariwisata Karo 2021, yakni Nadia Hagana br Bangun sebagai Putri Pariwisata Karo 2021. Jessykapna Randaline br Kaban (runner up 1), Yuni Kartika br Barus (runner up 2). Sementara peraih 5 gelar penghargaan, diberikan kepada Susiko Loipebina br Ginting, sebagai Putri Pariwisata Media Sosial Karo 2021. Cintia Clara br Ginting, Putri Pariwisata Intelegensia Karo 2021. Helenita Margareth br Tarigan, sebagai Putri Pariwisata Berbakat Karo 2021. Rebecca br Ketaren, Putri Pariwisata Persahabatan Karo 2021. Dan Dilvani Agnesta br Ginting, sebagai Putri Pariwisata Favorite Karo 2021. (deo/saz)

Gelar Rapat Penanganan Konflik Sosial, Pemkab Langkat Tingkatkan Kewaspadaan Dini Daerah

BERSAMA: Plt Asisten 1, Basrah Pardomuan, pada pembukaan Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (2/12).

STABAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Basrah Pardomuan, membuka Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (2/12) lalu.

BERSAMA: Plt Asisten 1, Basrah Pardomuan, pada pembukaan Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (2/12).

Selaku panita, Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Langkat, Faisal Badawi mengatakan, rapat ini dalam rangka evaluasi penanganan konflik sosial 2021, serta penyusunan rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial 2022.

Badawi mengatakan, hal tersebut sebagai rangka mendukung penanganan konflik sosial, sehingga perlu adanya peningkatan efektivitas keterpaduan, dan sinergi dalam pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pasca konflik, melalui sistem koordinasi terpadu di Kabupaten Langkat.

Bupati Langkat dalam arahan tertulisnya, yang disampaikan Basrah, menyambut baik pelaksanaan rapat ini, yang disebut sebagai langkah strategis dalam peningkatan kewaspadaan dini daerah, terhadap munculnya potensi konflik yang dapat menggangu Kamtibmas dan kondusivitas daerah yang telah terpelihara dengan baik.

“Kondusivitas daerah sangat aman dan terkendali, berkat sinergitas semua pihak, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, serta dukungan dan partisipasi masyarakat” jelasnya.

Basrah pun mengingatkan semua elemen, untuk tidak lengah, dan terus melakukan upaya kewaspadaan dini terhadap kemungkinan munculnya potensi yang dapat menimbulkan ancaman, tantangan, gannguan, serta hambatan terhadap situasi dan kondisi keamanan, juga ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

Dia berharap, ada sinergitas anggota Tim Terpadu Pengangan Konflik Sosial dalam menyiapkan data untuk mendukung hal tersebut dengan raung lingkup dan tugas serta fungsi masing-masing.

“Pemkab Langkat juga mengharapkan, anggota tim terpadu ini, dapat saling memberi dan berbagi informasi, sehingga tujuan utama mencegah terjadinya berbagai konflik sosial di Langkat dapat terlaksana,” beber Basrah.

Basrah menjelaskan, pelaksanaan evaluasi pelaporan penanganan konflik sosial, terkait rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2022, mencakup kegiatan pencegahan, penghentian, dan pemulihan pasca konflik. (mag-6/saz)

Hadiri Peringatan 100 Hari Almarhum H Anif, Bupati Langkat: Bisa Jadi Contoh bagi Kita Semua

HADIR: Bupati Langkat saat diabadikan bersama Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin menghadiri peringatan 100 hari Almarhum H Musanif Shah, atau yang dikenal sebagai H Anif, ayahanda dari Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Kamis (2/12) malam.

HADIR: Bupati Langkat saat diabadikan bersama Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Kehadiran Rencana beserta rombongan, untuk bersama-sama keluarga Almarhum H Anif dan jamaah lainnya, dalam mengirimkan doa. Serta mengirimkan fadhilah tahtim, tahlil, yang dibacakan bersama untuk ruh Almarhum H Anif. Kegiatan ini bertempat di Masjid Al Musanif Kota Medan.

Doa bersama ini, dipimpin Tuan Guru Besilam Zikmal Fuad, didampingi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Turut mendoakan melalui Zoom, Wakil Presiden Ma’aruf Amin, Ketua Partai Golkar/Mentri Kordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Ustad Abdul Somad.

Usai doa bersama, Rencana mengaku, mengagumi sosok Almarhum H Anif, atas kedermawanannya, serta keinginannya yang mulia dengan membangun 99 masjid.

“Meski belum tercapai, tapi rencana ini bisa menjadi contoh bagi kita semua. Untuk membangun rumah Allah dan membesarkan agama Allah,” ungkap Rencana.

Rencana pun mengajak seluruh masyarakat Sumut, khususnya Kabupaten Langkat, untuk mengirimkan bacaan Surat Al Fatihah kepada ruh Almarhum H Anif.

“Mari bersama kita hadiahkan fadhilah Fatihah untuk H Anif,” ajaknya.

Seperti diketahui, Almarhum H Anif meninggal dunia pada 25 Agustus 2021 lalu.

Turut mendampingi Bupati Langkat, Sekdakab Langkat Indra Salahudin, Kepala Dishub Mulyono, Kalakhar BPBD Irwan Syahri, dan Direktur PDAM Tirta Wampu Herman Sukendar Harahap. (mag-6/saz)

Satlantas Polres Binjai Pasang Spanduk Imbauan di Jalur Alternatif Langkat-Karo, Pengendara Diimbau Berhati-hati

PASANG: Kanit Laka Polres Binjai, Ipda Abdul Sani (kiri), saat memasang spanduk imbauan di sejumlah titik jalur alternatif Langkat-Karo.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Binjai melakukan pemasangan spanduk imbauan di sejumlah titik Jalan Binjai-Telagah, atau ruas jalur alternatif Langkat-Karo, baru-baru ini. Hal tersebut dilakukan Unit Kecelakaan Satlantas Polres Binjai, sebagai bentuk antisipasi dini atau mengingatkan kepada pengendara yang melintasi jalur tersebut.

PASANG: Kanit Laka Polres Binjai, Ipda Abdul Sani (kiri), saat memasang spanduk imbauan di sejumlah titik jalur alternatif Langkat-Karo.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

Terlebih, kecelakaan pada ruas jalur alternatif itu, sudah sering terjadi. Umumnya pengendara mengalami kecelakaan tunggal, berupa hilang kendali atau rem blong.

“Sudah 3 kali kejadian kecelakaan karena rem blong di Jalan Binjai-Telagah. Karena itu, kami pasang spanduk imbauan ini, agar pengendara lebih berhati-hati dalam berkendara,” ungkap Kanit Laka Polres Binjai, Ipda Abdul Sani, Jumat (3/12).

Sani juga mengingatkan kepada kelompok motor ataupun pribadi, untuk lebih dulu melihat kesiapan kendaraannya sebelum melintas di jalur alternatif Langkat-Karo.

“Semoga dengan adanya spanduk imbauan ini, pengguna jalan dapat lebih berhati-hati lagi saat melewati daerah tersebut,” harapnya.

Sebelumnya, ibu berinisial SD dan anaknya, AMS, warga Jalan Pertahanan, Gang Garuda, Kelurahan Timbangdeli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, tergelincir ke jurang saat mengendarai sepeda motor jenis matic dengan pelat polisi BK 3350 AJS di Jalan Binjai-Telagah, Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Sei Bingai, Langkat, 20 Novermber 2021 lalu. Peristiwa nahas yang terjadi di jalur alternatif Langkat-Karo melalui Kota Binjai ini, diduga akibat rem blong.

Korban yang tergelincir ke jurang, diketahui oleh warga beberapa saat setelah kejadian, dan akhirnya dievakuasi. Si anak yang mengemudi sepeda motor mengalami luka robek dan pendarahan di hidung, luka robek pergelangan kaki kiri, memar di kepala, hingga patah tulang kaki kiri, yang dilarikan ke Puskesmas Namu Ukur.

Sementara si ibu yang dibonceng, mengalami patah tulang pada kaki kanan dan kiri, memar di wajah, hingga tak sadarkan diri. yang akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Kedua korban awalnya dibawa ke Puskesmas Namu Ukur, yang kemudian dirujuk ke RSUD Djoelham Binjai.

Peristiwa nahas ini dialami oleh korban ketika dalam perjalanan pulang dari Pamah Semelir. Saat di TKP, sepeda motor Honda Scoopy mereka hilang kendali, hingga masuk ke dalam jurang. Akibatnya, pengendara dan penumpang mengalami luka hingga sepeda motor rusak berat. Kendaraan yang mengalami kecelakaan kemudian dibawa ke Kantor Unit Laka Polres Binjai. (ted/saz)