BERSAMA: Ketua SC Faisal Putra bersama Ketua Panitia Muscab DPC Peradi Medan Syahrul Sitorus, Sekretaris Rina Melati Sitompul dan Bendahara Ina Moriza, foto bersama usai memberikan keterangan pers di Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Medan akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Peradi Medan. Muscab ini merupakan amanat organisasi yang diatur dalam AD/ART. Karenanya seluruh anggota Peradi Medan diminta berpartisipasi aktif dalam muscab yang puncaknya akan digelar Februari 2022 mendatang.
BERSAMA: Ketua SC Faisal Putra bersama Ketua Panitia Muscab DPC Peradi Medan Syahrul Sitorus, Sekretaris Rina Melati Sitompul dan Bendahara Ina Moriza, foto bersama usai memberikan keterangan pers di Medan.
“Jadi ini bagian dari demokrasi kita,” kata Ketua DPC Peradi Medan, Charles JN Silalahi melalui Ketua SC, Faisal Putra kepada wartawan, Senin (29/11).
Muscab ini merupakan yang ketiga dilaksanakan DPC Peradi Medan. Selain partisipasi anggota, panitia juga mengajak kandidat calon ketua yang ingin bertarung untuk mempersiapkan diri. Saat ini, Peradi Medan memiliki keanggotan berjumlah sekitar 1.500 orang. “Kami panitia mengimbau agar semuanya berperan aktif untuk mengetahui syarat apa saja yang harus dipenuhi sebelum (anggota) memberikan hak suaranya,” timpal Ketua Panitia Muscab, Syahrul Sitorus didampingi sekretaris panitia, Rina Melati Sitompul.
Ada 86 orang panitia yang terlibat dalam muscab tersebut. Panitia berkomitmen muscab kali ini berbeda dari periode sebelumnya. “Agar Peradi Medan beda dengan yang lainnya, maka mekanismenya nanti, calon memperkenalkan visi misi melalui debat,” kata Rina. Hal ini menurutnya untuk memperkenalkan kandidat ke anggota.
Sebelum muscab, Peradi Medan akan melakukan beberapa kegiatan sosial seperti donor darah, memberikan bantuan serta melakukan even olahraga baik itu misalnya lari ataupun jalan santai, agar pelaksanaan muscab lebih bergairah.
Panitia turut mengajak, jangan sampai hak pilih anggota dalam muscab menjadi hilang lantaran kurang berpartisipasi aktif. Bahkan undangan memilih bagi anggota nanti secepatnya akan disampaikan melalui pengumuman koran. “Jadi kita berharap agar nanti pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar sampai Februari mendatang. Jangan sampai hak pilih anggota hilang karena tidak berpartisipasi,” ujarnya. (rel/prn)
VAKSINASI: Wrag Kampung Sejahtera saat divaksinasi dosis 2. Kegiatan ini inisiasi PLN UIKSBU.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN UIKSBU terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19. Salahsatunya lewat kegiatan serbuan vaksinasi yang terus diintensifkan.
VAKSINASI: Wrag Kampung Sejahtera saat divaksinasi dosis 2. Kegiatan ini inisiasi PLN UIKSBU.
Kali ini, berkolabirasi dengan Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS), Lanud Suwondo dan Pemerintah Kota Medan, PLN UIKSBU melaksanakan kegiatan vaksinasi dosis 2, sebagai dukung an percepatan vaksinasi di akhir tahun, agar Kota Medan segera turun ke level 1, sehingga prekonomian kembali bangkit.
“Vaksinasi yang dilakukan ini lanjutan dari kegiatan vaksinasi 1 pada Festival Pemuda Pemudi Bersatu kemarin dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda lalu. P3KS akan konsisten melaksanakan kegiatan yang positif, serta memberikan kontribusi untuk pemerintah dalam segala hal, terlebih lagi dalam menjalankan program nasional yakni vaksinasi,” ungkap Aminurasid, Ketua lP3KS disela kegiatan vaksinasi, Sabtu (27/11).
Dalam vaksinasi dosis 2 ini, kegiatan melibatkan sedikitnya 6 orang tim nakes dan 2 tim keamanan dari Lanud Suwondo Medan. Sedangkan jumlah dosis yang disiapkan sebanyak 300 dosis. ”Dosis 2 ini lanjutan dari vaksinasi dosis 1 yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS), artinya kami selaku tim kesehatan akan selalu siap membantu masyarakat untuk mendapatkan vaksin, dan setelah di vaksin dapat meningkatkan kekebalan tubuh terkhususnya warga di Kampung Sejahtera semakin meningkat, dan tidak berarti semakin di vaksin, masyarakat tidak peduli dan tetap harus mengikuti prokes,” timpal dr. Yossie Pandjaitan, mewakili tim Nakes.
Dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi di lapangan Serbaguna, Jalan KH Zainul Arifin, Kampung Sejahtera, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah itu seluruh peserta tetap menjalankan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan tetap menjaga jarak.
Sebelumnya, warga Kampung Sejahtera dan masyarakat sekitar , pada Jum’at (29/10) lalu, telah mengikuti vaksinasi tahap 1 di lokasi yang sama. (ila)
SAMPAH: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau pengolahan sampah, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mendukung percepatan penanganan kebersihan, Wali Kota Medan Bobby Nasution telah menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota No. 658.5/31.K/VIII/2021 tentang Lokasi Percontohan Kawasan Bebas Sampah Di Kota Medan. Ada 6 lokasi yang ditetapkan menjadi lokasi percontohan kawasan bebas sampah.
SAMPAH: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau pengolahan sampah, belum lama ini.
Adapun 6 titik lokasi yang ditetapkan sebagai lokasi percontohan kawasan bebas sampah yakni Kecamatan Medan Petisah di Kelurahan Petisah Tengah, tepatnya di Kampung Sejahtera Lingkungan 1 dan 3, Kecamatan Medan Labuhan di Kelurahan Pekan Labuhan yakni Lingkungan 22 dan 23 dan Kecamatan Medan Deli, tepatnya di Kelurahan Tanjung Mulia di Lingkungan 4 dan 5. Kemudian Pasar Induk Lau Cih, Pasar Bakti serta Pasar Sentosa Baru.
“Agar keenam kawasan percontohan bebas sampah ini berjalan maksimal dan efektif, saya telah menginstruksikan Camat agar berkolaborasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan. Selain itu Camat juga diminta harus gerak cepat (gercep) serta inovatif dalam penanganan dan pengelolaan sampah di wilayah tersebut,” kata Bobby.
Instruksi Wali Kota tersebut langsung ditindaklanjuti ketiga camat yang wilayahnya menjadi percontohan kawasan bersih sampah. Camat Medan Petisah Budi Ansary Lubis sebagai contoh, ia mengungkapkan, selain berkolaborasi dengan DKP, Kecamatan Medan Petisah juga menggandeng masyarakat yang menjadi lokasi percontohan kawasan bersih sampah, terutama Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) untuk bersama-sama mewujudkan Kampung Sejahtera bersih sampah. “Tidak itu saja, kami juga bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II untuk membersihkan sungai dari sampah,” jelas Budi.
Begitu juga dengan Camat Medan Labuhan Indra Utama, guna mewujudkan Lingkungan 22 dan 23 di Kelurahan Pekan Labuhan bebas sampah, seluruh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) dan kepala lingkungan (Kepling) telah dioptimalkan untuk selalu bekerjasama bergotong royong membersihkan sampah di kedua lingkungan tersebut.
Di samping itu, kata Indra, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi untuk mengimbau masyarakat agar membuang sampah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dimulai pukul 06.00 WIB. Apabila masyarakat melewati jadwal yang telah ditetapkan dan mobil pengangkut sampah susah lewat, tegasnya, masyarakat dilarang untuk membuang sampah di depan rumah.
“Kita sudah melakukan pembenahan di Lingkungan 22 dan 23 Kelurahan Pekan Labuhan .Selain menyediakan tempat sampah, drainase yang tersumbat akibat sampah juga rutin kita bersihkan. Di samping itu kita juga rutin menhedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” ungkap Indra
Sedangkan Camat Medan Deli Fery Suhery, mengatakan, di Kecamatan Medan Deli, Lingkungan 4 dan 5 Kelurahan Tanjung Mulia, sejak ditetapkan Wali kota sebagai kawasan percontohan bebas sampah, seluruh jajaran Kcamatan Medan Deli semakin terpacu untuk menjaga kebersihan di kedua lingkungan tersebut.
“Sebagai upaya penanganan kebersihan, kita membuat bank sampah di kedua lingkungan tersebut. Kita harapkan masyarakat dapat membuang sampah di bank sampah dan nantinya sampah akan dipilah. Keberadaan bank sampah ini sebagai wujud dari program prioritas Bapak Wali Kota di bidang kebersihan. Dengan adanya bank sampah ini, hampir seluruhnya masyarakat di Kelurahan Tanjung Mulia saat ini membuang dan memilah sampah di bank sampah,” kata Ferry.
Selain itu, kata Ferry Suheri, jajaran Kecamatan Medan Deli telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan menyarankan membuang sampah di bank sampah. “Alhamdulillah, sosialisasi yang dilakukan efektif karena saat ini masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai tidak lagi membuang sampah ke dalam sungai. Selain itu kami juga menyediakan bak sampah di wilayah tersebut,” jelasnya.
Selanjutnya, kata Ferry, setiap Sabtu dua Minggu sekali, mereka bersama masyarakat menggelar gotong-royong dan melakukan penghijauan di kedua lingkungan tersebut. Dikatakannya, antusiasme masyarakat sangat baik untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Sekarang di lingkungan, jelasnya, sudah tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai.
“Kalau dulu banyak masyarakat di seputaran bantaran yang membuang sampah ke sungai. Sejak kami melakukan sosialisasi, mereka sekarang rata-rata mengantar sampahnya ke bank sampah. Kalaupun ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan dan harus dibuang, kami telah siapkan tong sampah khusus sampah yang tidak bisa didaur ulang di sepanjang sungai,” jelasnya.
Sementara itu terkait kawasan percontohan bebas sampah di Pasar Induk Lau Cih, Pasar Bakti serta Pasar Sentosa Baru, Dirut Peusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Suwarno mengungkapkan langkah-langkah yang telah dilakukan diketiga pasar. Sebai contoh, Pasar Bakti yang masuk wilayah Cabang I, telah melakukan pemangkasan ranting pohon, pengecatan tempat pembuangan sampah serta melakukan gotong-royong sekaligus normalisasi drainase pasar bekerja sama dengan petugas P3TSU dari kecamatan.
Kemudian, memperbaiki asbes di kantor kepala pasar, memasang plang dilarang parkir di depan pintu masuk pasar serta pengorekan tanah di halaman parkir bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan. “Selain itu telah disediakan alat-alat kebersihan berupa kereta sorong, sapu lidi, sekop, cangkul, garukan, serokan sampah yang tujuannya untuk mendukung Program Pasar Bersih. Selanjutnya, memberikan edukasi kepada para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu melarang pengunjung dan pedagang memparkirkan kenderaannya di dalam los. Untuk gotong royong, kita telah dua kali melakukannya di September dan Oktober,” jelas Suwarno.
Sementara di Pasar Induk Lau Cih yang masuk Cabang II, lanjut Suwarno, langkah yang telah dilakukan untuk menunjang program tersebut, diantaranya melaksanakan pembersihan sampah seluruh areal tempat berjualan setiap harinya oleh petugas kebersihan pasar. Lalu, melaksanakan gotong royong 2 Minggu sekali berkolaborasi dengan anggota pengelola jaga malam, parkir hingga organisasi pedagang. Kemudian, melakukan pengorekan parit/drainase setiap bulannya yang dilakukan seluruh petugas pasar.
Guna menciptakan kenyamanan di lingkungan Pasar Induk, kata Suwarno, pengelola kamar mandi setiap harinya melakukan pembrsihan dimonitor langsung petugas pasar. Lalu, menempatkan keranjang sampah di beberapa titik lokasi tempat berjualan, memperbaiki talang air yang bocor agar tidak becek maupun basah sehingga dapat mengganggu aktivitas pedagang serta pembeli di lokasi tempat berjualan.
Sedangkan di Pasar Sentosa Baru yang berada dinaungan Cabang III, kata Suwarno, langkah yang telah dilakukan yakni melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk meningkatkan kesadaran dan pentingnya menjaga kebersihan pasar. Selain itu, imbuhnya, mengimbau para pedagang agar menata barang dagangannya agar tidak menutupi jalan bagi pengunjung. Selain itu memperbaiki sarana dan prasarana di pasar.
“Kita juga berkolaborasi dengan dinas terkait dan kecamatan untuk menggiatkan gotong-royong yang lebih terarah secara berkesinambungan. Setelah langkah-langkah tersebut diambil, tentunya pasar menjadi lebih tertata dan kebersihan semakin terjaga. Saat ini kesadaran pedagang dalam menjaga kebersihan meningkat dan membuat pasar bersih asri dan nyaman. Saya harap ini bisa membuat pengunjung lebih nyaman,” pungkasnya. (map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lelang jabatan untuk menempatkan posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masih sepi pendaftaran. Sejak dibuka pendaftaran pada 26 November 2021, belum ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendaftar diri. “Belum (ada yang mendaftar),” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumatera Utara (Sumut), Faisal Nasution ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/11).
Faisal Nasution.
Faisal memperkirakan bahwa calon yang ingin mendaftarkan diri pada lelang jabatan Sekda masih menyiapkan berkas sebagai persyaratan yang sudah ditetapkan.”Mungkin lagi proses,” sebut Faisal.
Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia seleksi, waktu pendaftaran dan penyerahan berkas untuk lelang jabatan setingkat eselon I itu adalah 26 November-2 Desember 2021.
Seperti diketahui Pemprov Sumut membuka lelang jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah. Pengumuman itu disampaikan secara tebuka di website resmi berdasarkan pengumuman pendaftaran nomor 004/SJPTM/XI/2021 tentang Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Provinsi Sumut yang dikeluarkan panitia seleksi pada 23 November 2021. Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan pansel, bahwa seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya ini dapat diikuti oleh seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara nasional.
Diketahui usai R Sabrina pensiun pada 31 Mei 2021, Gubernur Sumut Edy kemudian menunjuk Sekretaris DPRD Sumut, Afifi Lubis sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Sumut sejak 1 Juni 2021. Lalu pada 25 Juni 2021, Afifi dilantik oleh Gubernur Edy menjadi Penjabat (Pj) Sekda Sumut hingga saat ini.(gus/ila)
SIDAK: Direktur Tahanan dan Barang Bukti Poldasu AKBP Dayan (kemeja putih) melakukan sidak ke RTP Polrestabes Medan, Selasa (30/11). M IDRIS sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Poldasu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan, Selasa (30/11) siang. Kuat dugaan, sidak dilakukan terkait seorang tahanan, Hendra Syahputra, yang tewas akibat dianiaya sesama tahanan.
SIDAK: Direktur Tahanan dan Barang Bukti Poldasu AKBP Dayan (kemeja putih) melakukan sidak ke RTP Polrestabes Medan, Selasa (30/11). M IDRIS sumut pos.
Direktur Tahanan dan Barang Bukti Poldasu AKBP R Dayan yang turun langsung mengaku, sidak yang dilakukan untuk memastikan petugas jaga di RTP tersebut menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. “Saya mau lihat kondisi tahanan di RTP Polrestabes Medan. Saya menyampaikan saja agar petugas jaga harus sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan,” kata Dayan.
Disinggung masih banyaknya penggunaan handphone oleh para tahanan, Dayan berjanji akan melakukan razia untuk memastikan barang yang dilarang tidak ada di dalam sel. Namun, terkait sanksi terhadap oknum petugas jika kecolongan atau bahkan membantu meloloskan handphone maupun barang yang dilarang masuk ke dalam sel tahanan, dia tidak menjelaskan lebih lanjut.
“Handphone itu tidak boleh, setiap hari harus kita razia dan dicek mana barang yang boleh dan yang tidak boleh dibawa masuk ke dalam sel tahanan,” katanya sembari berlalu.
Diketahui, Hendra Syahputra (HS), tahanan Polrestabes Medan terkait kasus dugaan asusila tewas dianiaya sesama tahanan. Hendra meregang nyawa setelah sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan, Selasa (23/11) malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji tidak menampik pada tubuh tahanan tersebut terdapat luka lebam. Karena itu, pihak Satreskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan untuk memastikan luka lebam yang ada di tubuh HS dan penyebab kematiannya.
“Tim Satreskrim kemudian langsung menuju RTP (Rumah Tahanan Polisi) Polrestabes Medan, dimana tempat tahanan HS ditahan. Selain itu, meminta keterangan kepada salah satu tahanan,” ujar Irsan ketika memaparkan kasus tersebut di Mapolrestabes Medan, Jumat (26/11) sore.
Dari hasil interogasi, tahanan yang diminta keterangan itu mengakui adanya penganiayaan terhadap HS di kamar tahanan. Selanjutnya, muncul satu nama tahanan berinisial HM yang diduga melakukan penganiayaan. “Dari keterangan HM, muncul lima nama tahanan (TR, WS, J, NP, dan HS) yang juga ikut terlibat. Para tahanan tersebut memiliki perannya masing-masing,” beber Irsan.
Modus penganiayaan yang dilakukan para tahanan dengan melakukan pemerasan terhadap HS. Biasanya, para pelaku beraksi pada dini hari saat tahanan lainnya sudah tertidur pulas. “Dari hasil pendalaman kasus, ternyata para pelaku ini sudah dua kali menerima uang dari korban HS. Pertama, uang yang mereka terima Rp700 ribu sedangkan yang kedua Rp200 ribu. Nah, penganiayaan yang terjadi terhadap korban karena para pelaku meminta uang Rp5 juta tetapi tidak dipenuhi,” paparnya.
Irsan menuturkan, para pelaku di dalam sel membangun komunikasi dengan pihak keluarga korban menggunakan handphone. Lantaran tuntutan pelaku tidak dipenuhi, sehingga terjadi penganiayaan kepada korban. “Para pelaku menganiaya dengan menggunakan bandulan (berisikan karet) dan dipukulkan ke tubuh korban. Selain itu, ada juga yang menggunakan tangan kosong,” tuturnya.
Ia menambahkan, alasan pelaku meminta uang kepada korban HS untuk uang kebersamaan. “Alasan awalnya ketika meminta uang Rp5 juta ini untuk uang kebersamaan, uang kamar, uang kebersihan. Hal itu kita sedang dalami, karena kita ketahui tidak ada sewa-menyewa blok disini,” pungkasnya. (ris/ila)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dampak pandemi Covid-19 juga mempengaruhi perkembangan ekonomi syariah Indonesia pada tahun 2020. Meski begitu, ekonomi syariah mampu menunjukkan kinerja yang baik. Sektor pertanian dan makanan halal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Rapat Pleno Perdana Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Kantor Wakil Presiden, Selasa (30/11). Rapat yang dipimpin oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Harian KNEKS, diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektoral sehingga dapat mempercepat pengembangan ekonomi syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Rapat pleno ini dalam rangka menyatukan langkah untuk tercapainya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” tutur Wapres Ma’ruf Amin pada konferensi pers yang digelar usai rapat pleno.
Berdasarkan data pada State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021, secara umum ekonomi syariah Indonesia berada pada posisi ke empat, yakni naik 1 peringkat dari laporan tahun 2019/2020. Dengan total aset keuangan syariah Indonesia mencapai US$99 miliar, Indonesia menjadi negara ke-7 dengan total aset keuangan syariah terbesar di dunia.
Sementara, data pada Islamic Finance Development Report 2020, secara umum nilai Islamic Finance Development Indicator Indonesia berada pada posisi kedua. Kemudian peringkat kategori halal food Indonesia berada pada posisi 4, fashion di posisi 3, media dan rekreasi di posisi 5, muslim friendly travel di posisi 6, kosmetik dan farmasi di posisi 6, serta Islamic Finance juga di posisi 6.
Namun, apabila melihat share perbankan syariah terhadap perbankan nasional, dapat dikatakan masih relatif rendah. Pada Juli 2021, share asset perbankan syariah terhadap total asset perbankan hanya 4,41%, share dana pihak ketiga sebesar 4,89%, dan pembiayaan sebesar 4,54%.
“Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran penting di mana kontraksi sektor di tahun 2020 lebih rendah daripada ekonomi nasional, jadi kontraksinya hanya sebesar -1,75% dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar -2,07%,” ungkap Menko Airlangga.
Dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat halal dunia sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah menyiapkan beberapa strategi penguatan ekonomi dan keuangan syariah, antara lain penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui inovasi produk, pendalaman pasar dan pembangunan infrastruktur, penguatan halal value chain, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah, penguatan fatwa, regulasi dan tata kelola, penguatan ekonomi digital, dan penguatan literasi sumber daya manusia, riset dan pengembangan.
Pemerintah juga mendorong beberapa kebijakan guna mempercepat pengembangan ekonomi syariah. Pertama, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan dengan menciptakan ekosistem ekonomi keuangan syariah yang baik melalui peningkatan sisi supply yang sejalan dengan sisi demand, yang didukung infrastruktur ekosistem.
Dari sisi supply terdapat 4 pelaku ekonomi, yaitu klaster industri halal, klaster keuangan komersil, klaster keuangan sosial, dan klaster komunitas. Sedangkan sisi demand berasal dari domestik maupun global. Infrastruktur ekosistem berfungsi untuk memfasilitasi dan mendukung aktivitas pada sisi supply dan demand.
Selanjutnya, pengembangan UMKM Syariah dengan program kemitraan dengan perusahaan besar (korporasi), seperti pendampingan korporasi terhadap UMKM atau UMKM sebagai pemasok/sub-kontraktor perusahaan besar serta peningkatan peranan UMKM Syariah dalam global value chain.
Kemudian, mengingat masih rendahnya Inklusi Keuangan Syariah maka diperlukan percepatan program, antara lain Kredit Usaha Rakyat Syariah, Bank Wakaf Mikro, pemanfaatan keuangan digital, dan inklusi keuangan bagi pemuda/pelajar/santri pondok pesantren.
Selain itu, Pemerintah juga akan mendorong pembangunan ekosistem dan kawasan industri halal. Industri halal merupakan bagian terpenting dalam ekosistem ekonomi syariah yang diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap neraca perdagangan dengan menghadirkan produk-produk halal yang berdaya saing secara nasional dan global.
Dalam pengembangan industri halal diperlukan infrastruktur pendukung seperti kawasan industri, laboratorium, pelabuhan, teknologi digital, dan sarana infrastruktur pendukung lainnya, untuk memberikan kemudahan bagi kegiatan industri dalam melakukan proses produksinya secara terintegrasi dalam satu kawasan yang memenuhi persyaratan halal.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan rantai nilai halal, pengembangan standar halal/Halal Assurance System (HAS) yang komprehensif sebagai infrastruktur non fisik, perlu dilakukan untuk mendukung percepatan industri produk halal nasional, terutama untuk sektor-sektor utama industri halal.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ventje Rahardjo. (map/fsr/*)
AKRAB: Kebersamaan Ketua K-SPSI Sumut CP Nainggolan dan Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDAM Tirtanadi Sumatera Utara pernah meraih masa kejayaannya di era 1990-an. Untuk itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi, Kabir Bedi mengajak semua elemen, termasuk awak media untuk bersatu, mengembalikan kejayaan perusahaan berplat merah tersebut.
AKRAB: Kebersamaan Ketua K-SPSI Sumut CP Nainggolan dan Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu.
Menurut Kabir, manajemen PDAM Tirtanadi tidak dapat berjalan sendiri, sehingga harus berjalan bersama-sama dengan stakeholder termasuk media massa. “Sebab, apa yang kami perbuat, perlu dipublikasikan. Dan ini sudah berjalan walau belum sempurna,” kata Kabir Bedi dalam acara temu ramah Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) dengan manajemen PDAM Tirtanadi Sumut dalam rangka Peningkatan Wawasan Jurnalistik di IPA Sunggal, Senin (29/11).
Diungkapkan Kabir Bedi, pihaknya sangat welcome terhadap media, bahkan sangat menyambut baik terhadap masukan dan kritikan-kritikan yang positif. Tentunya, kata Kabir Bedi, kita harus bersatu, kalau terus berbuat negatif, maka yang muncul image negatif, yang rugi kita semua. “Kami siap dikoreksi, bila ada kebijakan yang kurang baik, tolong disampaikan. Bagaimana kita bersama-sama mewujudkan Sumut Bermartabat,” kata Kabir Bedi.
Saat ini, papar Kabir, banyak pekerjaan yang akan dikerjakan untuk menambah kapasitas debit air yang harus diselesaikan dalam waktu yang sesingkatnya. Kabir Bedi juga menyampaikan saat ini 80 hektar hutan Sibolangit yang sudah ratusan tahun PDAM Tirtanadi sebagai pengelolanya ada sebagian telah digarap oleh oknum yang tidak bertanggunh jawab sehingga akan dikhawatirkan akan mengganggu resapan air untuk kebutuhan masyarakat di Simalingkar, Johor hingga sebagian daerah Polonia.
Untuk itu, lanjut Kabir Bedi diharapkan para awak media dapat berperan aktif dalam menyampaikan pemberitaan kepada masyarakat sehingga penggarapan hutan tersebut dapat dihentikan demi kebutuhan air masyarakat. “Jika hutan di sibolangit itu terus “digarap” oleh oknum yang tidak bertanggung jawab maka akan terganggu resapan air untuk kebutuhan masyarakat,”kata Kabir Bedi.
Ketua Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi), Amrizal mengharapkan agar silaturahmi antara manajemen PDAM Tirtanadi Sumut dengan wartawan lebih ditingkatkan lagi. Bila perlu, kata Amrizal, dilakukan kegiatan olahraga bersama antara manajemen PDAM Tirtanadi Sumut dengan wartawan dalam rangka meningkatkan hubungan silaturahmi.
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut, Fauzan Nasution, Kadiv Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut Humarkar Ritonga, Kadiv Hubungan Langganan PDAM Tirtanadi Sumut dan Kadiv Keuangan PDAM Tirtanadi Sumut.(adz/ila)
PENDIDIKAN: Epson EB-E500 diproduksi untuk membantu dunia pendidikan, terutama saat masa pandemi.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Epson Indonesia bersama dengan 17 Asosiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Indonesia mengadakan Webinar Pendidikan Nasional yang telah dilaksanakan pada hari Jumat (26/11) lalu, dengan mengangkat tema “Bangkit Guruku dan Terus Berinovasi dalam memulihkan Pendidikan Indonesia.”
PENDIDIKAN: Epson EB-E500 diproduksi untuk membantu dunia pendidikan, terutama saat masa pandemi.
Tema ini diangkat sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan Indonesia yang telah memberikan upaya terbaik dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dalam segala keterbatasan di saat pandemi, Webinar ini bertujuan untuk memberikan informasi dan motivasi bagi para guru dan tenaga kependidikan melalui beberapa narasumber praktisi pendidikan yang kompeten di bidangnya.
Webinar Pendidikan Nasional ini dibuka secara resmi oleh Dr. Iwan Syahril, Ph.D, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Republik Indonesia. Dilanjutkan dengan diskusi panel dengan topik “Peranan Guru untuk Selalu Bangkit dan Terus Berinovasi dalam Memulihkan Pendidikan Indonesia”.
“Saya memberikan appresiasi yang setinggi-tingginya kepada guru guru Indonesia, yang memiliki resiliensi yang tinggi yang tidak ingin kalah dengan kondisi dan terus bahu membahu membantu satu sama lain, bergerak tulus dari hati, berinovasi, berkreasi, dalam menciptakan pembelajaran yang terbaik bagi anak anak kita di masa pandemic” ujar Dr. Iwan Syahril, Ph.D.
Selain itu, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd – selaku Guru Besar UNJ dan Akademisi, menyatakan bahwa “Pada masa pandemi yang menantang seperti saat ini guru guru harus selalu berinovasi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dengan pemanfaatan teknologi pendukung dan berlandaskan profesionalisme dengan mengedepankan prinsip prinsip dasar dari pendidikan diantaranya Disiplin, Kemartabatan dan Struktur, serta sekaligus mengembangkan 21 Nilai Karakter” Pernyataan ini diperkuat juga oleh Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA juga menyatakan apresiasinya.
Epson Indonesia juga secara khusus juga memberikan beberapa solusi teknologi yang dapat mendukung kegiatan belajar-mengajar melalui produk-produk yang dirancang khusus memenuhi kebutuhan guru dan tenaga pendidik untuk semakin interaktif dan inovatif dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, serta mewujudkan digitaliasi sekolah melalui produk Epson EB-E500.
“Kami memahami sepenuhnya bahwa pandemi telah menjadi tantangan besar bagi kita semua, khususnya di bidang pendidikan. Epson akan selalu berusaha untuk bisa menjadi mitra teknologi pendidikan melalui inovasi dan teknologi terbaik di produk-produk kami. Pada saat ini sekolah telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Dan, ini telah menjadi komitmen Epson untuk terus memberikan solusi terbaik bagi dunia pendidikan Indonesia,” ucap Muto Yusuke, Managing Director of Epson Indonesia.
Epson Indonesia telah aktif berkontribusi kepada dunia Pendidikan melalui peluncuran produk produk LCD Projector, Printer, Document Scanner yang secara khusus ditujukan bagi penggunaan sekolah. Selain itu, Epson Indonesia juga aktif melalui kegiatan CSR dengan mendonasikan 400 sekolah dan 700 buah produk LCD Projector dan Printer, serta juga berpartisipasi pada 248 Webinar Pendidikan, serta berbagai pelatihan guru yang dihadiri oleh kurang lebih 53.000 guru dan tenaga pendidik. Pada Perayaan Hari Guru Nasional 2021 ini, Epson juga menunjukkan komitmen pada dunia pendidikan Indonesia melalui dukungan satu set Proyektor Epson EB-E500 kepada 15 sekolah dan institusi pendidikan yang berasal dari Sumatera hingga Papua yaitu, SMAN 1 Lhoksukon di Aceh, Yayasan Tunas Karya di Riau, SDN 14 LUBUK BESAR, di Bangka Tengah, SMKN 4 Kota Bengkulu, Pondok Pesantren Annida di Lampung, SMPS MATHLA UL HIDAYAH CIPANA di Banten, Yayasan Mardi Yuana di Jakarta, MTs Harun Al Rasyid di Nagrek, Ponpes Salaf Alhasani di Malang, SDN 001 Payung-Payung, Berau di Kalimantan Timur, TK Sari Asih, Sumbawa Besar di Nusa Tenggara Barat, SDN 1 Sambujang, Ogodeide di Sulawesi Tengah, SMAN 24 Bone, di Sulawesi Selatan, SD Xaverius A1 Ambon di Maluku, SD YPK YEFLIO Kab Sorong di Papua.
“Kami melihat bahwa dunia pendidikan Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh. Adopsi terhadap penggunaan teknologi serta konsentrasi siswa yang kurang terpusat karena pembelajaran cenderung satu arah telah membuat kami sebagai perusahaan teknologi berinovasi guna membantu dunia pendidikan Indonesia,” ujar Zanipar S A Siadari, Head of Visual Instrument dan Printer Department, Epson Indonesia. (rel/ram)
MINICAB: Brand Ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar berfoto bersama manajemen Mitsubishi di depan mobil listrik Minicab MiEV.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berpartisipasi di ajang Indonesia Electric Motor Show atau IEMS 2021.
MINICAB: Brand Ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar berfoto bersama manajemen Mitsubishi di depan mobil listrik Minicab MiEV.
Acara ini adalah pameran kendaraan listrik yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 24 – 26 November 2021, di kawasan Gedung Manajemen ORPPT-BRIN Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Dalam IEMS 2021, PT MMKSI menghadirkan 2 (dua) unit display di booth Mitsubishi Motors IEMS 2021.
Adapun dua mobil andalan PT MMKSI di pentas ini adalah Mitsubishi Outlander PHEV, SUV Plug-in Hybrid yang telah dipasarkan di Indonesia sejak 2019. Dan Mitsubishi Minicab MiEV, kendaraan niaga bertenaga murni listrik.
Sebagai catatan, Mitsubishi Minicab MiEV menjadi perhatian publik karena Presiden Joko Widodo berkenan mencobanya saat mengadakan kunjungan kerja di GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2021 yang baru usai akhir pekan lalu (21/11/2021). Dalam kesempatan itu, Kepala Negara RI didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Partisipasi MMKSI dalam ajang kendaraan Listrik IEMS 2021 merupakan salah satu wujud komitmen berkelanjutan kami dalam mendukung pemerintah Indonesia dalam membangun lingkungan pendukung kendaraan listrik, di mana kami selalu mendukung dan berkontribusi pada tiap fase era kendaraan listrik di Indonesia. Mitsubishi Motors memiliki strategi kedepan mengenai mobil listrik, di mana di dalamnya terdapat hybrid electric vehicle, plug-in hybrid electric vehicle, hingga battery electric vehicle. Kami berupaya mencari yang terbaik dengan mengkombinasikan ketiganya dan akan melakukan yang terbaik dalam membuat strategi xEV di Indonesia. Kami percaya inisiatifpemerintah dengan pemberian insentif untuk mobil listrik merupakan langkah untuk mempercepat transisi pemanfaatan kendaraan listrik keskala yang lebih luas dan menekanemisi gas buang di Indonesia,”ungkap Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI.
Mitsubishi Outlander PHEV
Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau Mitsubishi Outlander PHEV adalah mobil dengan perpaduan mesin bensin 2.4L, motor, dan baterai.
Produk ini mengintegrasikan SUV, teknologi 4WD, dan keunggulan PHEV, yang mampu mengubah mobilitas masyarakat penuh polusi menjadi aktivitas yang lebih bersahabat untuk lingkungan.
Kendaraan ini dilengkapi teknologi elektrik yang terintegrasi, Outlander PHEV ini hadir dalam tiga mode: EV Drive Mode¸Series Hybrid Mode, dan Parallel Hybrid Mode.
Mitsubishi Minicab MiEV
Minicab MiEV adalah kendaraan niaga yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik atau bisa disebut bertenaga murni listrik.
Model ini telah membuktikan ketangguhannya dan keandalannya di Jepang sebagai kendaraan operasional perusahaan logistik.
Mitsubishi Minicab MiEV memiliki konfigurasi 4-seater, dan sistem gerak 2WD. Sedangkan jarak tempuh EV hingga 150 km dengan kapasitas baterai 16 kWh.
Untuk memastikan fungsi dan keandalan produk, PT MMKSI akan memulai uji coba dengan mitra potensial di Indonesia untuk operasional mereka.
Hasil pengujian akan digunakan untuk pengembangan kendaraan Listrik Mitsubishi Motors di Indonesia, serta berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan dari partner Mitsubishi Motors dan masyarakat. (rel/ram)
PRODUK: Regional CEO Region I / Sumatera 1 Bank Mandiri, Lourentius Aris Budiyanto, pada acara pengenalan produk Financial Super App Livin’ by Mandiri dan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri kepada mitra pers di Medan (29/11).
SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri tiada henti mempertajam fokus pengembangan bisnis untuk menyediakan one stop digital solution bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, Bank Mandiri mengakselerasi transformasi Mandiri Digital melalui Financial Super App Livin’ by Mandiri dan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri.
PRODUK: Regional CEO Region I / Sumatera 1 Bank Mandiri, Lourentius Aris Budiyanto, pada acara pengenalan produk Financial Super App Livin’ by Mandiri dan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri kepada mitra pers di Medan (29/11).
Kedua layanan digital ini dipercaya mampu memberikan solusi perbankan digital yang komprehensif, baik bagi nasabah ritel maupun bisnis korporasi, melalui pemanfaatan infrastruktur digital Bank Mandiri yang saling terkoneksi dengan ekosistem bisnis digital. Regional CEO Region I / Sumatera 1 Bank Mandiri, Lourentius Aris Budiyanto, menjelaskan bahwa saat ini Bank Mandiri Region I telah melayani lebih dari 3,1 juta rekening dari berbagai sektor dan segmen.
Memasuki usia yang ke-23 tahun, Bank Mandiri memiliki visi untuk bertranformasi ke arah beyond digital bank yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan nasabah dari hulu hingga ke hilir. Termasuk menghubungkan layanan keuangan Bank Mandiri dengan ekosistem digital yang saat ini semakin meningkat terutama pada segmen UMKM.
Untuk menyambut tren tersebut, bank dengan kode emiten BMRI ini telah mengenalkan Financial Super App Livin’ by Mandiri. Di Super App Livin’ by Mandiri, nasabah bisa melakukan pembukaan rekening tabungan perdana secara online, mengakses seluruh rekening tabungan, pinjaman personal, dan kartu kredit, bahkan terintegrasi dengan ekosistem digital favorit nasabah seperti e-wallet, hanya dengan sekali login. “Untuk New Livin’ by Mandiri, semua transaksi perbankan non tunai ada dalam genggaman. Nasabah tidak lagi direpotkan dengan kebutuhan untuk melakukan transaksi perbankan baik datang ke cabang maupun di ATM,” ujar Aris, sapaan akrab Lourentius Aris Budiyanto.
Ditambahkan Aris, kini nasabah dapat melihat seluruh saldo e-wallet yang dihubungkan ke New Livin’. Nasabah tidak perlu lagi berganti-ganti aplikasi untuk cek saldo maupun top-up. Tidak hanya itu, nasabah juga bisa top-up otomatis saldo e-wallet. Layanan ini pertama kali hadir di Livin’ dan belum pernah ada sebelumnya di aplikasi perbankan manapun di Indonesia.
Di New Livin’, nasabah dimanjakan dengan hadirnya fitur Quick Pick untuk akses transaksi yang instan. Seluruh transaksi favorit nasabah dapat diakses dengan cepat di satu tempat, di menu Quick Pick,” papar Aris, dalam keterangannya, Senin (29/11).
Kemudian dari sisi perusahaan atau wholesale, Bank Mandiri juga memperkenalkan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri yang merupakan layanan digital single access yang menjadi pusat aktivitas informasi dan transaksi finansial bagi komunitas bisnis para pelaku usaha di segmen wholesale berikut ekosistemnya dari hulu ke hilir. Kopra by Mandiri dihadirkan sebagai pionir wholesale digital super platform di industri perbankan nasional yang menawarkan agregasi layanan digital untuk pelaku bisnis dalam satu akses yang terbagi dalam tiga (3) varian, yaitu Kopra Portal, Kopra Host to Host dan Kopra Partnership.
Kopra Portal merupakan varian pertama Kopra yang menyediakan single access portal untuk memudahkan nasabah Bank Mandiri dalam mengakses layanan portal digital existing Bank Mandiri. Konsep perbankan digital terintegrasi disediakan melalui varian kedua yaitu Kopra Host to Host dengan teknologi berbasis API yang memberi kemudahan nasabah dalam melakukan inisiasi, otorisasi dan kontrol transaksi melalui sistem nasabah yang terhubung langsung dengan sistem bank. Varian ketiga, yaitu Kopra Partnership menyediakan perluasan akses keuangan digital dan inklusi keuangan nasabah melalui partnership atau kemitraan dengan pihak-pihak di luar Bank Mandiri yang memiliki kapabilitas sebagai business enabler.
Kehadiran Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri lanjut Aris, memungkinkan nasabah, debitur hingga pelaku usaha saling terkoneksi dengan layanan perbankan terandal yang ditawarkan oleh Bank Mandiri. Dari awal diluncurkan awal Oktober yang lalu hingga 24 November 2021 terdapat 172.641 Nasabah yang sudah terdaftar sebagai pengguna Livin’ serta 1.194 Nasabah perusahaan yang sudah diimplementasi Kopra di Region I. Dengan hadirnya kedua solusi digital ini, Bank Mandiri Region I menargetkan peningkatan jumlah user mobile banking menjadi dua kali lipat di akhir tahun 2021 dibandingkan tahun lalu. Saat ini Jumlah pengguna mobile banking sudah mencapai lebih dari 850.000 pengguna terdaftar. Di sisi lain, jumlah pengguna layanan digital wholesale sudah mencapai lebih dari 3.000 pengguna.
Seakan menjadi testimoni atas keberhasilan transformasi Mandiri Digital, Bank Mandiri juga berhasil meraih penghargaan Best Digital Bank 2021 dalam ajang Asiamoney Best Bank Awards 2021. Penghargaan yang sangat bergengsi ini diberikan oleh majalah Asiamoney kepada bank yang berhasil menunjukkan performa finansial yang sangat baik dan pengembangan layanan serta infrastruktur digital yang inovatif untuk memudahkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan finansial nasabah. (sih)