31 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 2900

Sriwijaya FC vs PSMS Medan: Penutup yang Manis

GOL: Pemain PSMS merayakan gol ke gawang Sriwijaya FC, tadi malam. Dalam laga ini, PSMS unggul 2-1.istimewa/sumutpos.

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan menutup babak penyisihan Grup A dengan manis. Ayam Kinantan sukses mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-1 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Selasa (30/11) malam WIB.

GOL: Pemain PSMS merayakan gol ke gawang Sriwijaya FC, tadi malam. Dalam laga ini, PSMS unggul 2-1.istimewa/sumutpos.

Seperti prediksi sebelumnya, kedua tim melakukan rotasi. PSMS menurunkan duet M Fasabillah dengan Hary Fatwa Nasution di lini belakang. Wing bek ditempati Zikri Akbar dan Wiganda Pradika. Afiful Huda dan Syaiful Ramadhan dicadangkan, sedangkan Joko Susilo, serta Hamdi Sula tidak masuk line-up.

Rotasi juga dilakukan di lini tengah. Sendy Abelia Tacchinardi dan Andre Dio dipasang sebagai starter. Keduanya ditemani Imam Budi dan Anis Nabar. Di lini depan, duet Ilham Fathoni dan Fabio Marko sebagai ujung tombak. Rahmad Hidayat yang selama ini jadi tumpuan bahkan tidak masuk dalam daftar cadangan.

Pertandingan sedikit berjalan lambat. Kedua tim seperti bermain hati-hati. Meski begitu, ada beberapa peluang terjadi. Salah satu peluang terbaik PSMS terjadi di menit ke-11. Sundulan Zikri Akbar memanfaatkan tendangan bebas Imam Budi melenceng tipis dari gawang Sriwijaya yang dijaga Hendra Molle.

PSMS akhirnya membuka keunggulan di menit ke-18. Zikri Akbar mencetak gol pertamanya bersama PSMS. Dia berhasil memandfaatkan tendangan pojok yang dilakukan Imam Budi.

Selepas gol tersebut, permainan PSMS sedikit menurun. Kesalahan-kesalahan umpan sering terjadi. Situasi ini dimanfaatkan Sriwijaya FC. Pada menit ke-27, Sriwijaya akhirnya menyamakan kedudukan melalui sontekan Suwandi memanfaatkan umpan Imam Bagus.

Kesalahan masih terus dilakukan para pemain PSMS. Beberapa kali Sriwijaya membahayakan gawang PSMS karena kesalahan. Beruntung, hingga babak pertama usai, tidak ada gol tambahan tercipta.

Pada babak kedua, Pelatih PSMS Ansyari Lubis memasukkan Ghozali Siregar untuk menambah daya gedor menggantikan Fabio Marko. Permainan PSMS sedikit meningkat di awal babak pertama. Bahkan, menit ke-52 Ayam Kinantan memiliki peluang. Tendangan Abelia Tacchinardi ditepis kiper Sriwijaya FC.

Berawal dari tendangan pojok ini, serangan balik Sriwijaya justru membahayakan PSMS. Beruntung Abdul Rohim tampil luar biasa dengan mampu menepis peluang tersebut.

Rohim benar-benar harus berjibaku menyelamatkan gawangnya. Pada menit ke-64, dia kembali berakhir dengan memblok tendangan Suwandi. Sedangkan PSMS kesulitan menembus pertahanan Sriwijaya FC.

Sadar timnya di bawah tekanan, Ansyari Lubis melakukan pergantian. Yudi Aditya dan Fiwi Dwipan masuk menggantikan . Sendy Abelia Tacchinardi dan Anis Nabar. Tak lama berselang, Imam Budi juga diganti dengan Elina Soka.

Pergantian ini membuahkan hasil. Yudi Aditya menjadi pahlawan kemenangan PSMS. Tendangan bebasnya di menit ke-89 salah diantisipasi kiper Sriwijaya, Hendra Molle, sehingga bola tetap masuk ke gawang.

Tersentak dengan gol tersebut, pemain Sriwijaya mencoba bangkit. Sayang waktu tidak cukup lagi. PSMS menang dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat PSMS tetap mengakhiri babak penyisihan dengan status runner-up Grup A. Ayam Kinantan mengoleksi 19 angka dari 10 laga.

Pada babak delapan besar PSMS bakal bergabung di Grup Y bersama Dewa United (juara Grup B), PSIM Yogyakarta (runner-up Grup C), dan juara Grup D yang ditentukan hari ini, Rabu (1/12). (dek)

Aliansi Buruh Maksimal Tuntut Revisi UMP Sumut 2022, Gubsu Jangan Buru-buru Teken UMK

ORASI: Koordinator aksi, Willy Agus Utomo menyampaikan orasinya di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (30/11). Dalam aksi ini, mereka mendesak Gubsu untuk merivisi UMP 2022 dan tidak buru-buru meneken SK UMK yang direkomendasikan bupati dan wali kota se-Sumut.dewi/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Elemen buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Maksimal menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (30/11). Mereka menuntut upah minimum provinsi (UMP) Sumut 2022 yang cuma naik 0,93 persen atau Rp23.126,94 segera direvisi. Mereka juga meminta Gubsu untuk tidak buru-buru meneken surat keputusan (SK) upah minimum kabupaten/kota (UMK).

ORASI: Koordinator aksi, Willy Agus Utomo menyampaikan orasinya di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (30/11). Dalam aksi ini, mereka mendesak Gubsu untuk merivisi UMP 2022 dan tidak buru-buru meneken SK UMK yang direkomendasikan bupati dan wali kota se-Sumut.dewi/sumu tpos.

Mereka yang melakukan aksi, merupakan gabungan dari 13 elemen buruh diantaranya, FSPMI, KSPI, FSPI Serbunas, Serbundo dan lainnya ini. Mereka menilai, kenaikan UMP tidak memenuhi hak-hak dari para buruh.

Koordinator aksi, Willy Agus Utomo mendesak Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi untuk segera melakukan revisi UMP Sumut tahun 2022. Karena, ditetapkan sebelum Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan PP 36 UU Cipta Kerja tentang Pengupahan dinyatakan inkonstitusional.

“Kami meminta Gubernur Sumut merevisi UMP yang hanya naik 0,93 persen, untuk dinaikan menjadi 7 persen sampai maksimalnya 10 persen. Karena berdasarkan UU Cipta Kerja harusnya PP 36 itu tak boleh dipaksakan, karena sudah dibatalkan oleh MK, walau ada statemen pemerintah yang berbeda,” katanya.

Willy mengatakan, Edy Rahmayadi sebagai pimpinan tertinggi di Pemerintahan Provinsi Sumut ini, harus melihat keseluruhan apa menjadi aturan yang berlaku. Sehingga harus dilakukan revisi UMP Sumut ini. “Kami sudah menyerahkan tadi legal opinion, bahwasannya UU Cipta Kerja itu yang berkaitan dengan hak buruh, khususnya yang luas secara menyeluruh itu tidak boleh dipaksakan berlaku sebelum ada perbaikan,” ucap Willy.

Di samping itu juga, Aliansi Buruh Maksimal ini meminta kepada Gubernur Edy untuk tidak langsung menandatangani upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 yang telah direkomendasikan bupati dan wali kota dengan mengacu PP 36 Tahun 2021 tentang pengupahan. “Hari ini kita ketahui, bupati dan wali kota di Sumut sudah mengirim rekomendasi UMK-nya ke Gubsu. Bahkan ada yang tengah malam tadi dipaksakan, padahal rekomnya jelas tidak mengakomodir tuntutan buruh tentang upah layak. Jadi kita minta agar Gubsu jangan buru-buru menandatanganinya. Lihat kondisi buruhmu hari ini dan perkembangan nasional,” tegasnya.

“Kami sudah kasih pertimbangan hukum. Kami juga akan memberikan fakta-fakta di lapanyan bahwa buruh hari ini tak cukup upahnya dengan naik 0,93 persen itu. Jadi kami minta adanya kenaikan,” sambung Willy.

Terlebih, UMP dan UMK baru akan berlaku pada Januari 2022 mendatang, sehingga buruh berharap ada dilakukan kajian ekonomi hukum, serta pemerintah melihat kondisi sosial ekonomi para buruh saat ini. “Dan sekali lagi kami minta, Gubernur Sumut jangan buru-buru tanda tangani upah minimum kabupaten kota. Kami mohon jangan dulu ditandatangani,” tegas Willy.

Pasca putusan MK tentang UU Cipta Kerja, lanjut Willy, sudah banyak kepala daerah, baik gubernur, bupati, dan walikota yang sudah merevisi kenaikan UMP dan UMK. “Seperti di DKI Jakarta, Gubernur Anies udah berjanji pada buruh akan memperbaiki kenaikan UMP-nya, serta beberapa daerah lain seperti UMK Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Bekasi, Purwakarta, Cianjur, Karawang, Tangerang, dan lain-lain, rata-rata direvisi naik di atas 5-7 persen,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, para buruh juga meminta agar pemerintah tidak hanya memperbaiki UU Cipta Kerja, akan tetapi agar segera dicabut dari Perundang-Undangan yang berlaku, karena telah melanggar konstitusi UUD 45. Willy juga mengancam akan menggelar aksi besar-besaran di Sumut, jika Gubsu tidak menyahuti tuntutan para buruh. “Kita pastikan akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi, jika Gubsu tidak merevisi UMP dan UMK se Sumut, bahkan bila perlu aksi menginap di Kantor Gubsu ini,” ancamnya.

Bila pada akhirnya tuntutan mereka tak kunjung mendapat tanggapan, maka Aliansi Buruh Maksimal mewacanakan mogok kerja selama tiga hari, bahkan melakukan aksi menginap di kantor Gubernur Sumut. “Memang kami ada wacana untuk melaksanakan aksi pada tanggal 6-8 Desember, tiga hari penuh. Bahkan akan melakukan aksi menginap, bila Gubernur Sumut tak merespon tuntutan buruh untuk bersama, merevisi UMP,” tandasnya.

Setengah jam berorasi, perwakilan para buruh dipersilahkan masuk oleh pihak Pemprovsu, Willy dan elemen lain terlihat menyerahkan surat Legal Opinion (Pendapat Hukum) kepada Bagian Kesekretariatan Pemprov Sumut. Aksi para buruh juga mendapat kawalan pihak Kepolisian dan Satpol PP. (gus/dwi)

BI dan Pemprovsu Gelar Rakorprov TPID se-Sumut

SUMUTPOS.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu)  menyelenggarakan Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumut. 

Rakoprov bertujuan untuk meningkatkan sinergi bersama TPID kab/kota se-Sumut demi mewujudkan stabilitas inflasi pada sasaran Nasional di Sumut. Hal ini dilakukan dalam rangka evaluasi program pengendalian inflasi Semester II-2021, serta persiapan dalam menyambut HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Rakorprov TPID se-Sumatera Utara (Sumut) dilakukan secara hybrid, yakni secara luring, di Ballroom Hotel Adimulia, Medan, dan daring yang disiarkan langsung melalui kanal Zoom Rakorprov, Selasa (30/11).

Turut hadir, Dekan Sekolah Bisnis IPB Prof Dr Ir Noer Azam Achsani, Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Dr Naslindo Sirait SE MM, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu Ir Lusyantini MSi, serta seluruh Anggota TPID 33 Kab/Kota se-Sumut. 

KPw BI Sumut, Soekowardojo memberikan laporan singkat mengenai evaluasi program pengendalian inflasi di Sumatera pada semester 2 Tahun 2021, bahwa tingkat inflasi Sumut pada 2021 tetap terjaga pada sasaran inflasi nasional dengan potensi bias bawah sampai akhir 2021. Di samping itu, untuk membangkitkan semangat pengendalian inflasi yang ada di Sumut, BI juga mengadakan Road to TPID Awards yang telah dimulai pada Oktober 2021, dengan harapan dapat menyusul keberhasilan TPID Provinsi Sumut yang berhasil meraih Juara TPID Awards 2020 untuk Wilayah Sumatera. 

“Secara umum telah berjalan dengan cukup baik, namun diharapkan terus ada peningkatan dan penajaman sasaran program kerja sesuai tipikal masing-masing daerah,” ujarnya.

Sejalan dengan dukungan terhadap evaluasi yang telah disampaikan oleh BI, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut H Afifi Lubis SH, turut menyampaikan pentingnya pengelolaan inflasi yang akan berdampak baik pada kinerja perekonomian di seluruh kab/kota se-Sumut. 

Dijelaskannya, menuju 2022, disampaikan pula bahwa Pemprovsu telah menyiapkan beberapa program antara lain, realisasi bantuan bibit khususnya untuk komoditas cabai merah, membuat regulasi pola tanam, serta regulasi batas atas dan batas bawah harga pangan pokok. 

“Kita mengimbau bahwa pengendalian inflasi yang baik memerlukan sinergi antara regulasi yang disusun oleh Pemerintah dengan sikap tanggap bersama melalui rencana aksi,” imbaunya.

Sementara itu, Dekan Sekolah Bisnis IPB Prof Dr Ir Noer Azam Achsani dalam pemaparannya terkait Neraca Bahan Makanan di Sumut mengatakan, Neraca Bahan Makanan (NBM) ini dilatarbelakangi oleh BI yang memiliki tujuan dalam menjaga stabilitas inflasi yang perlu didukung dengan tersedianya cadangan pangan yang baik. 

Hal ini, lanjutnya, juga diprakarsai dari data bahwa kelompok bahan makanan merupakan kelompok penyumbang inflasi terbesar dibandingkan kelompok lainnya. Dari 15 komoditas, dengan 5 kab/kota IHK, diperoleh hasil, bahwa 10 komoditas di antaranya telah mencatatkan surplus perdagangan. 

“Perlunya pola tanam yang baik, pencatatan barang yang keluar-masuk secara berkala, pemetaan tingkat kebutuhan dan penyediaan, hingga pengembangan program one village one product (OVOP) menjadi rekomendasi yang diberikan untuk menunjang pengendalian inflasi di Sumut,” paparnya.

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu Ir Lusyantini MSi menambahkan, bahwa indeks pertanaman di Sumut masih cenderung kecil, yaitu 1,9. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, diperoleh hasil bahwa ada beberapa komoditas yang masih melakukan impor, salah satu contohnya adalah bawang merah yang masih memproduksi sebesar 70 persen secara mandiri, sementara 30 persen sisanya masih dipenuhi melalui impor. 

“Diharapkan pada 2023, khusus untuk bawang merah sudah swasembada. Beberapa program Pemprov juga turut membantu melalui rencana bantuan bibit dan pupuk yang semakin langka akibat berhentinya Cina melakukan ekspor terhadap pupuk,” katanya.

Rakorprov dilanjutkan dengan pemaparan narasumber yang dipimpin langsung oleh Dr. Naslindo Sirait, S.E., M.M, selaku Kepala Biro Perekonomian Setda Prov. Sumut. 

Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Dr Naslindo Sirait SE MM menekankan tugas TPID Provinsi Sumut melalui aspek 4K. “Lebih lanjut, ke depannya diharapkan jajaran Pemerintah Provinsi mulai dapat mendiseminasikan hasil peta jalan pengendalian inflasi 2022-2024 yang telah dibuat oleh Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) untuk selanjutnya dapat disampaikan kepada kab/kota,” ujarnya. (Dwi)

Mulai Hari ini, Saudi Cabut Larangan Penerbangan dari Indonesia, 18.752 Jamaah Umrah Siap Berangkat

BERTEMU: Menag Yaqut Cholil Qoumas bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi HE Taufig F Alrabiah di Makkah, Senin (22/11) pekan lalu.istimewa/sumu tpos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan warga negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke negaranya mulai hari ini, 1 Desember 2021. Dengan demikian, pemerintah Indonesia sudah bisa mengirimkan jamaahnya untuk ibadah umrah ke Tanah Suci.

BERTEMU: Menag Yaqut Cholil Qoumas bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi HE Taufig F Alrabiah di Makkah, Senin (22/11) pekan lalu.istimewa/sumu tpos.

MENTERI Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya akan memberangkatkan jamaah umrah ke Arab Saudi mulai Desember ini. Tercatat, saat ini total ada 59.757 jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19.

“Jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya, berdasarkan data yang ada pada sistem informasi pengawasan terpadu umrah dan haji khusus sampai saat ini terdapat 59.757 jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19,” ujar Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (30/11).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengaku, dari total 59.757 WNI yang tertunda keberangkatannya tersebut, sebanyak 18.752 jemaah sudah memegang visa. Sehingga bisa diberangkatkan ke tanah suci pada Desember 2021 ini. “Dari jumlah ini terdapat 18.752 orang yang sudah memegang visa dan siap untuk diberangkatkan,” katanya.

Yaqut menuturkan, pemerintah memprioritaskan memberangkatkan jamaah umrah yang tertunda akibat pandemi Covid-19. Sehingga diharapkan mereka bisa melaksanakan ibadah umrahnya dengan baik di tanah suci. “Jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya menjadi prioritas yang diberangkatkan pada tahap awal dibukanya penyelenggaraan umrah di bulan Desember nanti,” ungkapnya.

Menag juga membeberkan skenario penyelenggeraan umrah mulai dari keberangkatan, sesampainya di Arab Saudi dan saat kembali ke tanah air. “Kementerian Agama sudah menyiapkan sekenerio penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19. Skenario yang disusun bersama kementerian lain dan asosiasi penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah yang meliputi skenario sebelum keberangkatan, ketika berada di Arab Saudi, dan saat tiba di tanah air,” ujarnya.

Menurut Yaqut, sebelum keberangkatan, jamaah akan melaksanakan screening kesehatan 1×24 jam sebelum keberangkatan secara terpusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. “Hanya jamaah yang telah berusia 18-65 tahun, sudah divaksinasi dosis lengkap, dan memiliki hasil tes PCR negatif yang diberangkatkan umrah,” katanya.

Kemudian jamaah yang akan berangkat wajib dilaporkan kepada Kemenag untuk diproses visa dan dokumen keberangkatannya. Selain itu, keberangkatan jemaah umrah menggunakan satu pesawat full diisi dengan jemaah umrah tapa ada penumpang lain.

Skenario selanjutnya saat di Arab Saudi, jamaah wajib karantina selama tiga hari dimulai dari saat tiba di Arab Saudi. “Selama masa karantina jemaah dilarang keluar dari kamar hotel,” ungkapnya.

Selanjutnya adalah pelaksanaan ibadah umrah selama sembilan hari termasuk perjalanan pulang dan pergi. Lalu akomodasi diisi dua orang per kamar, makan disajikan dalam kemasan dan transportasi mengikuti ketentuan Arab Saudi.

Skenario selanjutnya menurut Yaqut saat tiba di Indonesia, jamaah wajib melakukan tes PCR sesaat setelah sampai di Bandara Soekarno-Hatta. “Jamaah wajib melakukan karantina setelah perjalanan luar negeri mengikuti ketentuan satgas Covid-19 di hotel yang telah dipilih PPIU dan mendapatkan legalisasi dari Satgas Covid-19,” pungkasnya.

Tertunda, Belum Tentu Prioritas

Menyikapi kebijakan pemerintah Indonesia memprioritaskan para calon jamaah umrah yang tertunda untuk segera berangkat ke Saudi, Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi menyampaikan, hal itu tidak bisa dilakukan. Sebab, perlu dilakukan penjadwalan ulang oleh para calon jamaah.

“Tidak bisa, itu harus dijadwal ulang dan buat visa ulang, itu yang dapat lalu otomatis batal. Jadi dijadwal ulang proses semua, termasuk hotel juga, itu harus diproses lagi,” ungkap Syam kepada JawaPos.com, Selasa (30/11).

Sebab, mereka yang tertunda pun belum tentu mau untuk berangkat di masa pandemi Covid-19 seperti ini. Jadi, keberangkatan ini akan dilakukan apabila seluruh persiapan dari jamaah dan pemerintah siap.

“Itu tidak harus diprioritaskan pertama, karena belum tentu mereka bisa dan siap untuk diberangkatkan pertama, itu tergantung dari jamaah juga, misal Kemenag bilang prioritas jamaah tertunda, masalahnya belum tentu mau, mau nggak biayanya mahal karena ada karantina juga,” jelasnya.

Selain itu, rencananya untuk penerbangan ke Saudi pertama kali akan dilakukan oleh pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Namun, naasnya banyak dari PPIU yang sudah gulung tikar. “Tapi banyak juga yang tidak aktif, ini tidak terlacak oleh Kemenag, bagaimana mau pergi kalau kantor tidak aktif. Harus ada pertemuan lagi antara kami dan Kemenag merekondisikan lagi skenarionya agar bisa lebih sempurna untuk bisa berangkat di Bulan Desember ini,” tandasnya.

Syam Resfiadi pun menyampaikan, diperkirakan biaya ibadah umrah tahun ini bisa mencapai Rp 35 juta. Ia pun meminta agar ada peninjauan ulang referensi biaya umrah. “Perkiraan harga itu Rp 35 juta dengan PCR, karantina dan lain-lain. Perlu diperhatikan juga karantina itu 3 hari di Saudi dan 7 hari di Indoneisa, itu kan lama,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap asrama haji yang menjadi tempat karantina agar tidak terlalu memakan biaya. Kejelasan skema soal karantina pun harus ditetapkan oleh pemerintah. “Jadi mereka yang mau umrah terganggu. Karantina bayar lagi, rencananya kalau Kemenag membuat aturan baru, itu nanti karantina di asrama haji, tapi itu siap ngga melayani jamaah di asrama haji, boleh tidak karantina mandiri,” pungkas Syam.

Amphuri Sambut Baik

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyambut baik kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait vaksin Covid-19 dan karantina jamaah umrah dari luar negeri menyusul diumumkannya kebijakan otoritas penerbangan Saudi yang telah mencabut suspend bagi Indonesia. Ketua Umum DPP AMPHURI Firman M Nur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas kebijakan tersebut. Sebab, itu memberikan angin segar bagi umat muslim dari seluruh dunia, termasuk Indonesia yang sudah sangat merindukan Baitullah.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan tentunya kabar baik ini sangat dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia yang hampir dua tahun menahan rindu untuk bisa beribadah di Tanah Suci,” ungkap dia, Selasa (30/11).

Untuk diketahui, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi, Hisyam Abdul Mun’im Said menyampaikan, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan bahwa dosis lengkap vaksin Covid-19 menjadi syarat pertama dan utama penerbitan visa umrah. Jamaah umrah dengan visa umrah yang divaksinasi dengan dosis vaksin yang disetujui di Kerajaan Saudi, diizinkan untuk langsung memulai umrah, dan tidak perlu karantina.

Sementara bagi jamaah umrah dengan visa umrah yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui WHO akan menjalani karantina selama 3 hari, selain itu harus tes PCR setelah 48 jam dimulainya karantina. Apabila hasil tes PCR negative, maka jamaah bisa langsung Umrah.

Terhitung 1 Desember 2021, penerbangan dari Indonesia bisa langsung menuju ke Arab Saudi. Kata dia, pencabutan status suspend oleh Saudi menjadi harapan besar bagi masyarakat muslim Indonesia untuk dapat segera dibukanya sistem visa umrah, sehingga kegiatan ibadah umrah segera dapat dilaksanakan kembali. (jpc)

6,6 Juta Warga Sumut Sudah Divaksin

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga Senin (29/11), jumlah warga Sumatera Utara (Sumut) yang telah mengikuti vaksinasi dosis I sebanyak 6.675.016 orang atau 58,45 persen. Sedangkan dosis II sebanyak 4.652.440 orang atau 40,74 persen. Sementara, jumlah warga sasaran penerima vaksin di Sumut sebanyak 11.419.559 orang.

Kadis Kesehatan, Ismail Lubis mengatakan, Pemprov Sumut terus menggenjot program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid. “Karena melalui program vaksinasi, harapannua bisa meningkatkan imunitas kelompok,” ujar Ismail Lubis kepada wartawan di Medan, Selasa (30/11).

Sebelumnya Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, menyebutkan, hingga akhir tahun 2021, jumlah masyarakat yang mendapatkan vaksin harus mencapai 70 persen. Menurutnya, itu bisa terwujud jika mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Sumut. “Di akhir bulan Desember (pada 2021) dia harus sudah 70 persen. Maka kita bersama-sama, tolong menolong melakukan vaksinasi rakyat kita yang jauh-jauh itu, tidak segampang seperti apa yang kita ucapkan,” sebut Edy.

“Kita mau memvaksin, kadang vaksinnya tak ada. Vaksinnya ada, vaksinator ada, tapi rakyatnya tak mau divaksin. Untuk itu bantu support. Sebab gunanya vaksin untuk mencegah Covid. Imun manusia menjadi meningkat. Sehingga covid tak mau masuk ke kita semua,” ujar Edy.

Vaksinasi SMP Capai 90 Persen

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim bahwa vaksinasi pelajar di Kota Medan telah mencapai 90 persen lebih. Dengan jumlah ini, Kota Medan sudah mencapai target yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Atas capaian itu, DPRD Kota Medan meminta Pemko Medan untuk mempersiapkan diri dalam melakukan vaksinasi terhadap pelajar SD, mengingat Pemerintah Pusat telah berencana untuk menggelar vaksinasi tingkat SD mulai Januari 2022 mendatang. “Sekarang yang kita harapkan, Pemko Medan dapat mempersiapkan diri untuk vaksinasi pelajar tingkat SD. Dari informasi yang beredar Januari nanti kan sudah mulai itu divaksin siswa SD, tepatnya anak usia 6 sampai 11 tahun,” ujar Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga kepada Sumut Pos, Selasa (30/11).

Menurut Ihwan, vaksinasi ini sangat penting dalam menjaga keselamatan anak usia 6 sampai 11 tahun atau siswa SD dari penyebaran Covid-19, mengingat saat ini seluruh siswa SD di Kota Medan telah diizinkan untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah.

“Kalau PTMT tingkat SMP, mereka relatif lebih aman karena mereka sudah divaksin. Kalau tingkat SD memang aman juga, karena prokesnya ketat dan sampai sekarang belum ada ditemukan klaster di sekolah. Tapi kalau misalnya siswa SD sudah divaksin, maka pasti akan lebih aman dan nyaman bagi orangtua dalam mengizinkan anaknya ikut PTMT,” katanya.

Alhamdulillah, sambung Ihwan, BPOM dan Pemerintah Pusat sudah memberikan lampu hijau untuk digelarnya Vaksinasi Covid-19 kepada anak usia 6 sampai 11 Tahun. “Tinggal kita tunggu petunjuknya saja. Bila nanti sudah ada petunjuknya, kita harapkan Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan bisa segera menggelar Vaksinasi Pelajar SD ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim bahwa vaksinasi pelajar di Kota Medan telah mencapai 90 persen lebih. Dengan jumlah ini, Kota Medan sudah mencapai target yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Kota Medan juga masuk sebagai daerah tertinggi vaksinasi pelajar,” ucap Bobby, Senin (29/11).

Dikatakan Bobby, vaksinasi di Kota Medan disuntikkan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Untuk mencapai target cakupan vaksinasi pelajar, Pemko Medan telah menargetkan sebanyak 5.000 siswa untuk divaksin setiap harinya. Vaksinasi pelajar yang dilakukan Pemko Medan ini, khusus untuk tingkat SMP sederajat.

Sedangkan pelajar SMA sederajat, berada di bawah kewenangan Pemprov Sumut, sehingga vaksinasi dilakukan oleh Pemprov Sumut. Namun demikian, Bobby Nasution siap membantu dan memfasilitasi vaksinasi pelajar SMA.

“Meskipun pelajar SMA di bawah kewenangan Pemprov Sumut, Kami (Pemko Medan) siap membantu dan memfasilitasi vaksinasi pelajar SMA. Hal ini dilakukan guna memberi perlindungan bagi pelajar yang saat ini sudah mulai PTM. Sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah,” sebutnya.

Dalam upayanya untuk membantu vaksinasi pelajar SMA, Bobby mengaku telah meminta Dinas Kesehatan Kota Medan dan juga Dinas Pendidikan Kota Medan untuk mempersiapkan logistik vaksinasi dan melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumut, sehingga pelajar SMA atau sederajat dapat segera divaksin.

“Saya sudah minta Dinas Kesehatan untuk mempersiapkan logistik vaksinasi bagi pelajar SMA. Selain itu juga, Dinas Pendidikan telah diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemprov Sumut terkait dengan kesiapan Pemko Medan dalam membantu dan memfasilitasi vaksinasi pelajar SMA,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan dr Mardohar Tambunan ketika dikonfirmasi menjelaska,n bahwa sesuai arahan Wali Kota Medan, Pemko Medan siap membantu dan memfasilitasi vaksinasi pelajar SMA. Upaya yang dilakukan saat ini adalah dengan mempersiapkan logistik vaksinasi dan melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumut. “Kami telah menyediakan dan mempersiapkan segala bentuk dukungan seperti logistik vaksin dan tenaga kesehatan,” terang Mardohar.

Menurut Mardohar, selain mempersiapkan logistik, pihaknya juga akan melakukan penyesuaian dan pengambilan data dari Dinas Pendidikan Kota Medan dan Dinas Pendidikan Pemprov Sumut. “Setelah mereka tentukan SMA mana yang akan dilakukan vaksinasi, nantinya kita langsung lakukan pelaksanaan vaksinasinya,” tutupnya. (map)

Menkes Imbau Masyarakat Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Nataru, Kasus Aktif Diprediksi Bisa Tembus 408 Ribu

IMBAU: Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 usai Nataru.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tren kenaikan kasus Covid-19 dilaporkan mulai melonjak di beberapa negara. Ini menjadi sinyal bagi dunia, termasuk Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk negara, baik darat, laut maupun udara terutama menjelang Nataru 2021.

IMBAU: Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 usai Nataru.

Pemerintah mempelajari kenaikan kasus naik signifikan pascalibur panjang. Sebab, saat momen tersebut, terjadi mobilitas dan interaksi yang tinggi antar masyarakat.

Guna menekan penularan kasus yang kian meluas, mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, pemerintah mulai memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia.

“Semua kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini kita pelajari dan awasi dengan ketat dan kita laporkan ke Bapak Presiden. Kami juga mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, semuanya masih baik jadi kita tidak perlu khawatir tetapi kita memonitor yang memiliki potensi kenaikan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Selasa (30/11).

Dari hasil pengamatan, lanjut Budi, dilaporkan total 19 kabupaten/kota mengalami kenaikan kasus dengan lama waktu yang berbeda-beda. Dua daerah yakni Fak-Fak dan Purbalingga dalam kurun waktu 4 minggu berturut-turut ada kenaikan kasus terkonfirmasi.

Selanjutnya ada Lampung Utara yang sudah naik 3 minggu berturut-turut, dan 16 kota yang dua minggu naik. Kendati presentasenya kecil, monitoring terus dilakukan agar tidak terjadi ledakan kasus. “Walaupun jumlahnya masih kecil, positivity rate dan BOR rumah sakit masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau ada kenaikan,” terangnya.

Menurut Budi, kenaikan ini salah satunya dipicu menurunnya kemampuan testing dan tracing terhadap kontak erat kasus terkonfirmasi serta berkurangnya kesadaran masyarakat menerapkan prokes 5M. “Kita juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut apa yang harus diperbaiki, yaitu tracing dan testingnya. Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testingnya sangat rendah,” terang Budi.

Merespons hal ini, Budi meminta kepala daerah agar memperkuat 3T (Testing, Tracing dan Treatment), menegakkan protokol kesehatan 5M dan menggenjot cakupan vaksinasi terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar Covid-19.

Terkait dengan vaksinasi, per 26 November 2021 pemerintah telah menyuntikkan 231,8 juta dosis vaksin Covid-19 dengan rincian 137,5 juta orang menerima dosis pertama, 93,1 juta orang telah mendapatkan dosis kedua, dan 1,2 juta tenaga kesehatan sudah menerima vaksin dosis ketiga (booster).

Dalam tiga minggu terakhir, laju vaksinasi mengalami penurunan. Hal ini salah satunya disebabkan adanya ketakutan masyarakat menggunakan vaksin yang tersedia terutama vaksin dengan platform mRNA. Oleh karena itu, Budi meminta masyarakat untuk segera vaksinasi Covis-19. Dia mengimbau masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. “Tidak usah khawatir vaksin ini terbukti aman, jangan sampai apa yang terjadi di Eropa terjadi di Indonesia,” pungkasnya

Bisa Tembus 408 Ribu Kasus Aktif

Ketua Bidang Data dan IT Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, momentum libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) akan jadi indikator besar akan hadirnya gelombang baru Covid-19 di Tanah Air. Pasalnya, pada masa-masa tersebut akan ada peningkatan mobilitas dari masyarakat.

“Ada beberapa faktor risiko potensi gelombang ketiga. Apakah kasus akan naik pada libur Nataru, yang paling berpengaruh adalah mobilitas, kepatuhan juga, lalu juga skenario (pengetatan) yang masuk zona merah,” jelas Dewi Nur Aisyah dalam acara daring dikutip, Selasa (30/11).

Pihaknya juga sudah membuat prediksi berdasarkan data yang ada, apabila herd immunity terbentuk, mobilitas terjaga dan tidak ada varian baru, maka kasus akan terus melandai. Lalu, jika herd immunity belum terbentuk, mobilitas tinggi dan kepatuhan protokol kesehatan cukup baik, hasilnya akan ada peningkatan jumlah kasus.

Kemudian, skenario apabila herd immunity belum terbentuk, mobilitas tinggi dan kepatuhan protokol kesehatan rendah, ada potensi kenaikan sampai 260 ribu kasus. Lebih parahnya adalah herd immunity belum terbentuk, mobilitas tinggi, kepatuhan protokol kesehatan rendah, serta ada varian baru, diperkirakan kasus di Indonesia akan meningkat sebesar 408 ribu kasus.

“Skenario lain dengan adanya peningkatan infektivitas virus, cakupan vaksinasi yang rendah, mobilitas yang tinggi dan kepatuhan prokes rendah, maka jumlah kasus aktif dapat meningkat mencapai 260 ribu sampai 408 ribu kasus,” ujarnya.

Untuk itu, menurutnya yang harus dipercepat agar menghindari prediksi tersebut adalah percepatan vaksinasi, lalu juga mobilitas yang terkendali. Begitu juga untuk kepatuhan terhadap prokes di lapangan berjalan dengan baik.

“Apapun varian baru seperti Omicron, itu kan tergantung pencegahan dari kita, sejauh mana kita meningkatkan 3M itu paling penting, diluar 3T yang diperbanyak. Sebelum masuk booster, dua dosis penuh juga harus cepat,” tandas dia.

Aturan Baru

Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan aturan terbaru syarat naik pesawat saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 No. 24/2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyakarat selama Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dikutip dari beleid tersebut, Selasa (30/11/2021), dikatakan bahwa aturan terbaru naik pesawat terbang dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Bali serta perjalanan antarkabupaten atau antarkota di dalam wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali adalah setiap penumpang wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR.

Adapun untuk pemeriksaan PCR tersebut, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Sementara itu, masyarakat yang telah memiliki kartu vaksin dosis kedua juga diminta menyertakan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Kemudian pengguna moda transportasi udara antarkabupaten atau antarkota di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama dan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam.

Meski begitu, sama dengan aturan sebelumnya, ketentuan menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun, pelaku perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya yang melakukan perjalanan dalam negeri di wilayah luar Jawa dan Bali.

Kewajiban menunjukkan kartu vaksin juga dikecualikan bagi pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, bila berkaca pada pengalaman sebelumnya, Nataru berpotensi membuat pergerakan masyarakat melonjak baik untuk kegiatan hari raya keagamaan, keluarga, maupun wisata. Hal tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan penyebaran Covid-19.

Maka dari itu, pada periode Nataru kali ini, pemerintah memperketat aturan perjalanan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 lewat Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 tentang Pengaturan Aktivitas Masyarakat Selama Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pandemi Covid-19.

206.979 Warga Labuhanbatu Sudah Divaksin

Ilustrasi.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga menegaskan kepada jajarannya untuk segera melakukan percepatan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Labuhanbatu.

Ilustrasi.

Hal itu disampaikan Bupati Erik Adtrada saat sosialisasi percepatan vaksinasi Covid-19 kepada kepala desa (Kades) se-kabupaten Labuhanbatu, di ruang data dan karya kantor bupati labuhanbatu, Jalan SM. Raja Rantauprapat, Selasa(30/11).

Bupati Erik diwakili Asisten l Sarimpunan Ritonga menegaskan, agar percepatan vaksinasi segera dilakukan, karena Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menargetkan akhir Desember 2021, 70 persen masyarakat harus sudah divaksin. “Para Kades harus memiliki data base warga masing-masing, agar diketahui jumlah warga yang sudah dan belum menerima vaksin,”ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Kamal Ilham menyebutkan, hingga hari ini sudah ada 206.979 orang masyarakat Labuhanbatu yang telah menerima vaksin dari 376.476 yang ditargetkan.

“Ada tersisa sekitar 261.595 orang yang belum mengikuti vaksin, ini menandakan sekitar 50 persen masyarakat Labuhanbatu telah menerima vaksin. Kita menargetkan di akhir Desember 2021, 70% vaksin harus terealisasi, dengan target utama adalah guru dan anak sekolah, karena mereka telah melakukan pembelajaran tatap muka, agar varian virus yang kita khawatirkan tersebut tidak menyebar kembali, mengingat Labuhanbatu saat ini telah memasuki level 2 PPKM,” ujar Kamal, saat perayaan Hari Guru Nasional. (fdh/han)

Permudah Pendataan Anggota Keluarga, Pemkab Dairi Luncurkan Aplikasi SIDASA

PUKUL GONG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK, Romy Mariani Simarmata memukul gong pada peluncuran aplikasi SIDASA di gedung Balai Budaya Sidikalang, Selasa (30/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Romy Mariani Simarmata meluncurkan penerapan aplikasi sistem informasi dasawisma (SIDASA).

PUKUL GONG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK, Romy Mariani Simarmata memukul gong pada peluncuran aplikasi SIDASA di gedung Balai Budaya Sidikalang, Selasa (30/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Peluncuran aplikasi SIDASA ditandai pemukulan gong oleh Bupati Eddy KA Berutu yang dilaksanakan di gedung Balai Budaya Sidikalang, Selasa (30/11).

Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Dairi, Romy Mariani Simarmata menyampaikan, pada saat pandemi corona virus disiase 2019 (Covid-19) saat ini, tim penggerak PKK mulai dari pusat, provinsi dan daerah melakukan repitalisasi data Dasawisma guna mencapai ketahanan keluarga.

Romy menyampaikan, peluncuran aplikasi SIDASA untuk mempermudah pendataan anggota keluarga, untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Romy Mariani Eddy Berutu mengatakan, salah satu revitalisasi tentang tertib administrasi. TP PKK Dairi mengeluarkan aplikasi SIDASA, sehingga nantinya pendataan sudah dilakukan berbasis eletronik.

Dasawisma beranggotakan 10-20 kepala keluarga (KK) dalam satu dusun. Data berbasis eletronik ini memudahkan menjalankan program Dasawisma. “Dengan adanya data berbasis eletronik, memudahkan menjalankan program- program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga,” kata Romy.

Romy menyebutkan, Desa Bangun Kecamatan Parbuluan, merupakan desa binaan TP PKK Dairi, yang terdiri dari 3 dusun dan 28 Dasawisma, harus tertib administrasi dengan cara berbasis eletronik.

Menurutnya, Ketua Dasawisma selama ini, melakukan pendataan secara manual ke rumah- rumah. Adanya aplikasi SIDASA, data bisa diperbaharui/ update. Data berbasis eletronik nantinya, juga bisa digunakan organisasi perangkat daerah (OPD), karena penggunaan SIDASA bekerja sama dengan Kominfo Dairi dan terintegrasi dengan beberapa OPD.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengapresiasi terobosan dilakukan TP PKK Dairi, meluncurkan aplikasi SIDASA Dairi ini. Penggunaan aplikasi ini, untuk mempermudah mengetahui kondisi anggota dan potensi lainya.

Menurut Eddy, data berbasis elektronik sangat penting, sehingga penempatan program sesuai potensi, katanya. SIDASA jadi alat bantu bagi desa mendata dasawisma dimasyarakat serta kondisi warga kita dari waktu ke waktu ditingkat desa. (rud/han)

276 ASN Pemkab Asahan Diambil Sumpah

DIAMBIL SUMPAH: Sekdakab Asahan, Drs. John Hardi Nasution, Msi membacakan pidato Bupati Asahan H. Surya, BSc pada pengambilan sumpah terhadap 276 ASN.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 276 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Asahan tahun 2021 diambil sumpah oleh Bupati Asahan H. Surya BSc yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Drs. John Hardi Nasution, M. Si di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (30/11).

DIAMBIL SUMPAH: Sekdakab Asahan, Drs. John Hardi Nasution, Msi membacakan pidato Bupati Asahan H. Surya, BSc pada pengambilan sumpah terhadap 276 ASN.

“Sumpah/janji yang saudara ucapkan hari ini merupakan bentuk kesanggupan dan kesungguhan saudara dengan bersaksi kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalani tugas dan tanggung jawab sebagai PNS sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” ucap Bupati Asahan yang dibacakan Sekdakab Asahan.

Sekda Kabupaten Asahan berharap ASN yang disumpah untuk memiliki tekad kuat, dan turut serta menyukseskan terwujudnya visi misi Pemerintah Kabupaten Asahan, yaitu Masyarakat Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter.

Untuk itu, lanjut Jhon Hardi Nasutio, Diharapkan, seorang ASN dapat bertindak secara profesional dan proporsional dalam tanggung jawab masing-masing, moralitas terjaga, efektif atau berdaya guna, produktivitas tinggi dengan kualitas yang tinggi pula, transparan serta akuntabel, menjauhi segala macam bentuk KKN.

Sementara Kepala BKD Kabupaten Asahan Nazaruddin, SH mengatakan tujuan diambil sumpah/janji PNS adalah untuk memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku, agar para PNS yang baru diangkat menaati kewajiban dan/atau tidak melakukan larangan yang ditentukan yang diikrarkan dihadapan atasan yang berwenang.

Disebutkan Nazaruddin, dari 276 orang ASN dari CASN formasi tahun 2018 sebanyak 234 orang, dan Dokter/Bidan PTT tahun 2019 sebanyak 42 orang.

Berdasarkan agama, untuk Agama Islam 211 orang, Agama Kristen 64 orang dan Agama Budha 1 orang. Berdasakan golongan, untuk Golongan Ruang II/a 26 orang, Golongan Ruang II/c 50 orang, Golongan Ruang III/a 168 orang dan Golongan Ruang III/b 32 orang. (dat/han)

Darma Wijaya Ajak Semua Pihak Membangun Sergai Lebih Maju

TERIMA: Bupati Sergai Darma Wijaya menerima APBD Sergai Tahun 2022 dari Ketua DPRD Sergai pada sidang paripurna penegesahan RAPBD menjadi APBD tahun 2022.SOPIAN/SUMUT POS.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya didampingi Wabup Adlin Umar Yusri Tambunan menghadiri rapat paripurna DPRD dengan agenda Pengesahan Rancangan Peraturan Dae- rah (Ranperda) Tentang APBD Kabupaten Sergai Tahun Anggaran (TA) 2022.

TERIMA: Bupati Sergai Darma Wijaya menerima APBD Sergai Tahun 2022 dari Ketua DPRD Sergai pada sidang paripurna penegesahan RAPBD menjadi APBD tahun 2022.SOPIAN/SUMUT POS.

Dihadapan Ketua DPRD Sergai dr Muhammad Riski Ramadhan Hasibuan, Wakil Ketua dan anggota DPRD Sergai, Bupati Sergai Darma Wijaya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih serta penghargaan yang memberikan dukungan dan kerja sama di mana proses pembahasan sampai dengan pengesahan dapat berjalan dengan baik.

“Kita sama-sama berharap rancangan APBD yang telah disahkan ini merupakan program prioritas yang kita tetapkan sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat yang saat ini dirasakan semakin berkembang, bahkan cenderung semakin meningkat,” ucapnya.

Dengan disahkannya R-APBD TA 2022 ini, pemerintah telah memiliki landasan hukum dan pedoman dalam merealisasikan berbagai program kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2022, yaitu untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan seluruuh masyarakat Kabupaten Sergai.

“Kita harus bersinergi dan berkesinambungan melakukan langkah nyata dalam memenuhi tuntutan dan aspirasi masyarakat, baik yang bersifat kebutuhan langsung maupun dalam penyediaan sarana dan prasarana umum yang diperlukan, khususnya membangun infrastruktur daerah demi mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat,” lanjut Darma.

Dirinya mengajak agar setiap pihak terus bergerak maju untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sergai yang Maju Terus, Mandiri, Sejahtera, dan Religius. Dalam hal ini juga, Darma berharap agar seluruh pihak bergandengan tangan, karena keberhasilan pembangunan yang kita laksanakan akan tetap membutuhkan keterlibatan seluruh stake holder baik eksekutif, legislatif serta masyarakat terutama dalam mengatasi setiap permasalahan dan tantangan yang selalu ada di hadapan.

“Kita juga perlu melakukan peningkatan budaya kerja nyata, berdisiplin dan profesionalisme dari semua jajaran aparatur pemerintah yang menjadi pemikir, perencana dan pelaksana pembangunan itu sendiri. Kami percaya dengan niat yang tulus dari kita semua dan kita memiliki kemampuan yang besar serta diiringi kepedulian semua pihak untuk merubah kondisi yang kita hadapi sekarang ini menuju ke arah yang lebih baik, maka Insya Allah apa yang menjadi harapan kita kedepan akan dapat dicapai,” ucapnya.

Darma Wijaya mengajak segenap pihak di Kabupaten Sergai untuk saling bahu membahu, bergotong royong sesuai bidang tugasnya masing-masing untuk membangun Sergai menuju kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“Karena itu perlu kita pahami bersama bahwa kepentingan orang banyak, kepentingan masyarakat kabupaten ini harus ditempatkan di atas segala-galanya dan semoga apa yang kita kerjakan untuk kabupaten ini selalu menjadi berkah untuk kita semua,” tandas Darma. (ian)