KANDAS:
Saka Murti Dwi Sutrisna didampingi kuasa hukumnya saat mendaftarkan judicial review sanksi pidana bagi yang tidak mau divaksin ke MA, beberapa waktu lalu. Akhirnya, gugatan tersebut kandas.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mahkamah Agung (MA) menolak gugatan warga terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021. Alhasil, sanksi pidana bagi yang tidak mau divaksin dikuatkan MA.
Perpres yang diuji itu lengkapnya bernama Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
Di Pasal 13A ayat 2, Pasal 13A ayat 4, dan Pasal 13B yang mengatur tentang kewajiban vaksinasi bagi masyarakat serta sanksinya apabila dilanggar baik berupa sanksi administratif dan juga sanksi pidana. Aturan sanksi pidana ini di judicial review ke MA oleh Saka Murti Dwi Sutrisna dkk tapi kandas. “Tolak,” demikian bunyi putusan judicial review yang dikutip detikcom dari websiite MA, Jumat (7/1).
Duduk sebagai ketua majelis Prof Supandi dengan anggota Is Sudaryono dan Yodi Martono Jauzie.
Sebagaimana diketahui, Saka memberikan kuasa ke Abdul Hamim Jauzie. Ia menilai, ketentuan di Perpres tersebut dianggap oleh pemohon cacat secara formal dan materiil karena bertentangan dengan prosedur pembentukan perundang-undangan sebagaimana ditentukan dalam UU No 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Serta tidak sejalan dengan semangat jaminan hak asasi manusia (HAM) di bidang pemenuhan kesehatan dalam UU No 36/2009 tentang Kesehatan, UU No 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular.
“Dan UU No 11/2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya,” ujar Saka.
Secara substansial, kata Saka, Pasal 13 dan Pasal 15 UU Nomor 12/2011 mengatur materi muatan perpres seharusnya dapat mengakomodasi materi yang diperintahkan oleh UU, materi untuk melaksanakan peraturan pemerintah, atau materi untuk melaksanakan penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan. Serta yang tidak kalah pentingnya tidak boleh mengatur ketentuan pidana.
“Dengan diaturnya ketentuan pidana dalam Pasal 13B Perpres 14/2021 tersebut, maka sudah sepatutnya tidak dibenarkan,” kata tim pengacara yang terdiri dari Audaraziq Ismail, Bitra Mouren Ashilah, Mohammad Faisol Soleh, Rhendra Kusuma, dan Sandi Yudha Prayoga itu.
Meskipun disandingkan ketentuan pidana dalam UU No 4/1984, menurut Saka dkk, sama sekali tidak beralasan. Sebab, ketentuan pidana dalam UU tersebut hanya mengatur dua bentuk tindak pidana dan sama sekali tidak mengakomodir ketentuan mengenai pelanggaran kewajiban vaksinasi.
Persoalan lain yang juga ditentang adalah masalah bentuk pemberian label ‘wajib’ bagi masyarakat untuk vaksinasi. Padahal jelas vaksinasi merupakan bagian dari ‘hak’ atas kesehatan yang dijamin oleh konstitusi serta aturan penerjemahnya, yaitu UU No 36/2009, UU No 4/1984, dan UU No 11/2005.
“Justru sebaliknya, label ‘wajib’ merupakan domain yang seharusnya disematkan pada Negara melalui Pemerintah dan bukan berada pada masyarakat,” pungkas Saka. Tapi apa daya, argumen Saka dkk kandas. MA menguatkan Perpres itu.(dtc)
BINCANG: Wali Kota Medan berbincang dengan Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi. istimewa/sumu tpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian dari prioritas Kota Medan. Hal ini dilakukan agar UMKM naik kelas dan Go Nasional. Dukungan untuk menumbuhkan pelaku UMKM juga terus berdata-ngan dari seluruh unsur stakeholder, dukungan ini diharapkan pertumbuhan UMKM akan semakin meningkat.
BINCANG: Wali Kota Medan berbincang dengan Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi. istimewa/sumu tpos.
“Kerja sama dengan berbagai pihak untuk menumbuhkan UMKM saat ini sudah banyak terjalin dan terus dikembangkan. Saya optimis dan berharap ini dapat bermanfaat untuk UMKM naik kelas dan Go Nasional,” kata Bobby Nasution ketika menerima audiensi Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi di Balik Kota, Selasa (4/5).
Bobby Nasution mengungkapkan, dalam membina dan membangkitkan UMKM yang terdampak pandemi Covid-19, Pemko Medan saat ini tengah membentuk tim yang bertujuan untuk menyatukan langkah sehingga dapat lebih menggiatkan dan memaksimalkan pencapaian pembinaan UMKM. Tim ini terdiri Pemko Medan dan stakeholder.
“Pemko Medan menyambut baik dukungan yang diberikan Universitas Pembangunan Panca Budi untuk mengembangkan pelaku UMKM dengan memberikan pendampingan,” kata Bobby Nasution sembari mengungkapkan Pemko Medan telah meminta kelonggaran MUI untuk pelaku UMKM agar dipermudah mendapatkan sertifikat halal.
Sebelumnya, Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi Dr Isa Indrawan mengungkapkan kehadirannya bertujuan selain mengundang Wali Kota Medan dalam acara wisuda yang akan digelar Rabu (5/1), juga menyampaikan rencana penandatanganan MOU antara Pemko Medan dan Universitas Pembangunan. MoU ini sangat dibutuhkan sebagai dasar untuk terus bergerak dalam mendukung pembangunan Kota Medan.”Salah satu kerjasama yang sudah dijalankan saat ini adalah melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM, mulai dari awal sampai dengan perizinan maupun Serifikat halal,” jelasnya.
Menurutnya, kerjasama lainnya ke depannya adalah Universitas Pembangunan Panca Budi akan mengirimkan mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di setiap kelurahan yang ada di Kota Medan. Hal ini nantinya akan berdampak baik bagi output data base bagi Balitbang.
“Peran kami Akademisi untuk pembangunan Kota Medan adalah bergerak di pembelajaran, pengkajian dan penelitian. Kami juga saat ini telah melakukan survei wisata kota dan akan memberikan 100 beasiswa bagi warga kota Medan,” ujarnya sembari berharap kehadiran Wali Kota Medan dalam acara Wisuda Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi. (rel/map)
DIJENGUK:
Romadhoni Hasibuan (53), petugas kebersihan Pemko Medan yang menjadi korban begal dan dirawat di RSUD Pirngadi Medan dijenguk artis Baim Wong, Rabu (5/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Romadhoni Hasibuan (53), petugas kebersihan Pemko Medan yang menjadi korban begal dan dirawat di RSUD Pirngadi Medan dijenguk artis Baim Wong, Rabu (5/1). Tujuan kedatangan artis ibukota ini untuk memberikan semangat kepada korban begal tersebut.
DIJENGUK:
Romadhoni Hasibuan (53), petugas kebersihan Pemko Medan yang menjadi korban begal dan dirawat di RSUD Pirngadi Medan dijenguk artis Baim Wong, Rabu (5/1).
Baim Wong juga menanyakan kronologi kejadian perampokan jalanan yang dialami korban dan kondisi kesehatannya. Kedatangan Baim Wong disambut Direktur Utama RSUD Pirngadi Medan dr Syamsul Arifin, Wadir Keuangan Reza Kasubbag Hukum dan Humas Edison Perangin-angin dan jajaran.
Kasubbag Hukum dan Humas RSUD Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin mengatakan, Baim Wong datang menjenguk hanya sebentar saja. “Datang menjenguk tapi enggak lama. Terus, tanya di mana dibegal, kapan, cuma itu aja. Paling hanya 5 menit aja, setelah itu langsung pulang,” kata Edison.
Menurut dia, ketika berbincang dengan korban (Romadhoni), Baim Wong sempat berbicara akan berada di Medan selama tiga hari. “Di Medan 3 hari, begitu dibilangnya ke pasien,” pungkasnyan
Sementara itu, Romadhoni mengucapkan terima kasih atas kedatangan Baim Wong yang menyempatkan waktu untuk menjenguk. “Terima kasih saya ucapkan kepada Baim Wong,” tuturnya.
Sedangkan sehari sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution menjenguk Rahma Hasibuan. Dalam kesempatan itu, Bobby meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku begal yang tega menganiaya wanita paruh baya tersebut. “Kita sangat menyayangkan musibah ini. Saya minta pihak terkait agar menangkap pelaku,” ucap Bobby, Senin (3/1) saat menjenguk Rahma Hasibuan di RS Pirngadi Medan.
Atas peristiwa itu, Bobby pun berharap agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi di Kota Medan. Bobby berharap, peristiwa pembegalan yang terjadi di kawasan Kompleks DPRD Kota Medan itu sebagai peristiwa terakhir. “Saya berharap peristiwa serupa tak terjadi lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga sempat menawarkan uang muka untuk membeli sepeda motor yang baru kepada korban. Namun, Rahma justru menolaknya secara.
Atas hal itu, Bobby mengaku menghargai keputusan Rahma dan memutuskan untuk memberikan bantuan berupa uang tunai untuk membeli motor baru setelah Rahma pulih. Tak hanya itu, Bobby pun mengaku turut mendoakan agar korban dapat segera sembuh seperti biasanya. “Kita inginkan seluruh rumah sakit di Medan melayani dengan baik. Terutama di RSUD dr Pirngadi ya. Semoga Bu Rahmadhoni lekas sembuh dan bisa kembali bekerja seperti sedia kala,” katanya.
Sementara itu, Rahma mengaku kaget saat dijenguk Bobby Nasution. Dia pun mengucapkan terima kasih atas perhatian Bobby yang sudah menjenguk dan mendoakan kesembuhannya. “Terima kasih Pak Wali Kota atas kepedulian dan bantuannya. Ini sangat berharga untuk saya,” jawab Rahma.
Sementara itu, kepada Sumut Pos, Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi Barus turut mendesak pihak Kepolisian dalam hal ini Polrestabes Medan untuk segera menangkap para pelaku begal yang tega merampas sepeda motor dan memukul korban hingga tersungkur dan harus dirawat di RS.
“Tak ada kata lain selain tangkap. Saya mendesak Polrestabes Medan untuk segera menangkap para pelaku begal ini, tindak kriminal seperti ini sudah sangat kelewatan, sudah sangat sering terjadi di Kota Medan dan sudah sangat meresahkan warga Medan,” desak Robi.
Dikatakan Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan itu, peristiwa begal yang terjadi berulang-ulang kali di Kota Medan, wajib menjadi perhatian bagi Polrestabes Kota Medan. Pasalnya, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tugas pokok kepolisian.
Untuk itu, Robi mendesak Polrestabes Medan beserta jajarannya untuk melakukan patroli, khususnya di kawasan-kawasan yang dinilai rentan aksi kriminalitas. “Sekali lagi, poin nya adalah meningkatkan fungsi pencegahan. Sedangkan untuk tindakan kriminal yang sudah terjadi, kita minta polisi untuk bergerak cepat dalam mengambil tindakan tegas dengan segera menangkap dan memproses para pelaku,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) membentuk tim gabungan bersama Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan dan Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Timur untuk memburu pelaku yang telah membegal seorang wanita paruh baya, yakni petugas kebersihan Kota Medan.
“Hingga hari ini tim sedang bekerja. Saya sudah bentuk tim gabungan seluruh subdit tanpa terkecuali,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (5/1).
Dia menjelaskan, saat ini seluruh tim masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku begal sadis tersebut. Pihaknya juga tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku.
“Kami tidak main-main. Kami akan berikan tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku begal yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, pihaknya tidak melihat pemetaan terhadap perkara yang sudah terjadi. Dari analisa awal, para pelaku beraksi saat korban lengah. “Jadi waktu dan tempat itu tidak mereka tentukan. Mereka beraksi secara acak. Kami sudah dalami itu,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Tatan, pihaknya juga akan melakukan penguatan terhadap wilayah Polrestabes Medan, Belawan, Deliserdang dan beberapa daerah penyangga lainnya. “Polres yang lain tetap kami backup. Tapi kami fokuskan ke tiga polres tersebut,” sebutnya.
Diketahui, wanita yang berprofesi sebagai petugas kebersihan tersebut dirampok begal di Jalan Pinus Raya, Pulo Brayan Bengkel Baru, Medan Timur, Minggu (2/1) pagi. Akibatnya, korban harus merelakan sepeda motor Honda Beat dilarikan pelaku begal tersebut. Korban juga mengalami luka-luka di wajah dan sekujur tubuhnya karena terjatuh dari sepeda motor lantaran dianiaya pelaku.
Awalnya korban berangkat kerja dari rumahnya di Pasar VIII Tembung sekitar pukul 05.15 WIB. Kemudian, melintas di Jalan Pinus Raya sekira pukul 06.00 WIB. Tak berapa lama, bahu korban dipukul dari belakang oleh pelaku begal hingga tersungkur ke aspal. Korban sempat berusaha bangkit, namun dikarenakan pukulan yang begitu keras sehingga langsung pingsan.
Korban ditolong warga sekitar dan pengendara ojek online yang kebetulan lewat. Selanjutnya, dibawa kepala lingkungan ke RS Imelda karena terdekat di lokasi kejadian. Akan tetapi, sesampainya di rumah sakit itu ditolak karena tidak berlakunya BPJS Ketenagakerjaan yang dimilikinya. Karena itu, korban dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan. (ris/dwi/ila)
SAMBUTAN: Ketua Dekranasda Sumut Nawal Lubis memberikan kata sambutan saat Grand Launching Hafitaini Hijab.co di Ballroom Kartini Hotel Le Polonia.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Modernisasi industri lifestyle merupakan suatu keharusan, namun harus tetap mempertahankan nilai-nilai norma keagamaan, adat istiadat dan budaya daerah. Sehingga industri fashion berperan penting untuk menjaga nilai-nilai budaya tersebut.
SAMBUTAN: Ketua Dekranasda Sumut Nawal Lubis memberikan kata sambutan saat Grand Launching Hafitaini Hijab.co di Ballroom Kartini Hotel Le Polonia.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis saat menghadiri Grand Launching Hafitaini Hijab.co di Ballroom Kartini Hotel Le Polonia, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (3/1) malam. “Industri lifestyle tetap harus menjaga nilai-nilai norma keagamaann
adat istiadat dan budaya daerah,” ujarnya.
Menurut Nawal, Indonesia salah satu negara muslim terbesar, secara tidak langsung sebagai penyumbang produk busana muslim yang berpotensi dikembangkan ke ranah global. Sehingga kreasi para desainer yang mengikuti tampilan kekinian dan selera global, akan mampu mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.
Sumut juga kaya dengan berbagai jenis wastra atau kain tradisional, yang bisa dijadikan sebagai bahan fashion muslim. “Kita harus kenalkan Wastra Sumut yang selama ini hanya digunakan untuk acara adat, bahwai saat ini bisa menjadi kain tradisional yang siap pakai (ready to wear),” jelasnya.
Disampaikannya, berbagai event busana muslim telah banyak dilaksanakan di antarnya Fashion Muslim Festival (Mufest) Indonesia yang diminati masyarakat, baik nasional maupun internasional. “Sehingga hal ini bisa menjadi motivasi pelaku-pelaku fashion muslim terus berinovasi untuk memperoleh hasil yang lebih baik,” kata Nawal.
Nawal berharap, Hafitaini Hijab.co terus berinovasi dan memperkenalkan Wastra Sumut, sehingga mendapat perhatian dari konsumen dalam negeri maupun pasar global. “Selamat atas launching produknya hari ini, terus berkreasi dan terus perkenalkan Wastra Sumut,” ucap Nawal.
Sementara, Owner Hafitaini Hijab.co Cut Hafitatul’aini mengatakan, sebagai muslimah wajib menggunakan hijab. “Hal ini merupakan perintah Allah, untuk itu berkat dukungan keluarga dan sahabat saya melaunching produk ini,” katanya.
Menurut Cut, motif hijabnya tersebut mengangkat wastra etnik Sumut dan Aceh. Untuk Sumut sendiri mengangkat motif Gorga, yang merupakan ciri khas masyarakat Batak Toba. Juga diproduksi motif songket pucuk rebung, sebagai lambang harapan baru, karena pohon bambu tidak mudah rebah oleh tiupan angin kencang. Penggunaan motif pucuk rebung ini bermaksud memberi keberuntungan dan harapan baru bagi penggunanya.
Sementara motif Pintu Aceh sendiri terinspirasi dari perhiasan Pinto Aceh yang dikerjakan seorang pengrajin perhiasan emas bernama Utoh Mud pada zjaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1935. Pembangunan Pinto Aceh terilhami dari desain monumen peninggalan Sultan Iskandar Muda yaitu Pinto Khop, Pintu Taman Ghairah yang merupakan Taman Kesultanan Aceh. “Kami berharap, hijab motif etnik daerah ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat masyrakat luas, tidak hanya Sumut,” sebutnya.
Turut hadir Wakil Ketua Dekranasda Sumut Sri Ayu Mihari, Ketua Bhayangkari Sumut Rita Panca Putra, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sumut Suherman, Kepala Perindustrian dan Perdagangan Sumut Aspan Sofian, dan Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut Yulidar Bugis.(gus/ila)
teks foto: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sumatera Utara, Nawal Lubis.(ist)
Oleh : Aja Nur’aini Surbakti dan Vanny Natalie Pasaribu
BIKA Ambon merupakan kuliner khas Medan dengan rasa mendunia. Bika Ambon adalah salah satu kue tradisional asal kota Medan.
Bika Ambon Mojopahit
Bika diambil dari istilah bahasa Portugis yaitu bobenka. Kata itu kemudian dikembangkan dalam berbagai ejaan. Ciri khas utama kue Bika Ambon Medan adalah serat atau lubang-lubang yang menyerupai jeruji halus memenuhi seluruh bagian dari bagian bawah hingga atas kue. Dan, jika kue ini dipotong akan menampakkan jalur vertikal lubang dari bagian bawah kue hingga bagian permukaan kue.
Bika Ambon Mojopahit, yang terletak di Jalan Mojopahit, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, merupakan salah satu UMKM yang berada di Medan.
Toko ini sudah berdiri sejak 1990 oleh kedua orang tua, Pak Hardi Khu selaku pemilik dan yang menjalankan usaha ini sekarang.
Bagaimana dengan produknya? Produk Bika Ambon Mojopahit ini sudah terjamin kualitasnya dan juga sudah bersertifikasi halal. Bika Ambon Mojopahit juga salah satu UMKM yang tetap berjalan dan bertahan di masa pandemi dengan memasarkan produknya melalui Go-food dan Grab Food.
Apa yang membuat usaha ini tetap berjalan sejak 1990 mungkin menjadi pertanyaan kebanyakan orang. Dalam wawancara dengan pemilik UMKM, budaya organisasi yang dijalankan oleh pemilik secara turun-temurun yang membantu dalam menciptakan rasa identitas bagi UMKM itu sendiri.
Contoh, karyawan diberi akses tempat tinggal di tempat berjualan dan para karyawan diharapkan tidak meninggalkan tempat lewat dari pukul 22:00 WIB. Mereka memiliki peraturan untuk menjaga protokol kesehatan sejak dahulu karena mereka memproduksi bika ambon secara langsung dari tempat pemasaran itu sendiri.
Dan budaya yang tentunya tidak pernah ditinggalkan adalah karyawan harus ramah kepada setiap konsumen, selalu tersenyum kepada konsumen dan sabar dalam melayani konsumen.
Dengan berbagai cara mereka lakukan agar tetap bisa memproduksi dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat. Bika Ambon Mojopahit ini selalu dicari oleh setiap masyarakat karena memang setelah di lihat dengan teliti masyarakat tidak hanya membeli bika ambon sebagai oleh-oleh saja, tapi juga sebagai cemilan keluarga dirumah. Maka dari itu Bika Ambon Mojopahit ini tetap buka walaupun masa pandemi dari Senin-Jumat pada pukul 7:30 WIB sampai dengan 22:30 WIB.
Budaya organisasi mewakili sebuah persepsi yang sama dari para anggota organisasi atau dengan kata lain, budaya yang Bika Ambon Mojopahit terapkan ini telah menjadi sebuah sistem atau makna bersama.
Karena itu, harapan yang dibangun dari sini adalah bahwa individu-individu yang memiliki latar belakang yang berbeda atau berada di tingkatan yang tidak sama dalam organisasi akan memahami budaya organisasi dengan pengertian yang serupa. (*)
*Penulis adalah mahasiswa Universitas Sumatera Utara
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang warga negara Irlandia Utara (Inggris Raya), terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan di RSU Royal Prima Kota Medan, Rabu (5/1). Warga negara asing berinisial JIA berusia 60 tahun itu diduga tertular Covid-19 varian Omicron.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah mengakui, pasien berkebangsaan Irlandia Utara itu memang terkonfirmasi positif Corona. Akan tetapi, yang bersangkutan belum pasti terinfeksi Omicron. “Dia (JIA) masih terkonfirmasi positif (corona), belum pasti Omicron,” kata Aris melalui sambungan seluler.
Menurut Aris, untuk memastikan seorang pasien terkonfirmasi Omicron harus melalui pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya WGS (Whole Genom Sequencing). “Belum dilakukan WGS. Kita belum bisa memastikan dia (tertular) Omicron, karena harus ada pemeriksaan lagi. Pasien masuk rumah sakit tadi (Rabu) pagi,” ujarnya.
Aris menjelaskan, pasien tersebut terkonfirmasi positif Corona saat di Singapura pada Selasa (4/1). Selanjutnya, ke Medan setelah dari Jakarta. “Dia dari Belgia, lalu ke Singapura, Jakarta, dan Medan. Saat tiba di Medan dan diperiksa petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), ternyata positif (corona) juga. Selanjutnya, dikarantina di rumah sakit (RSU Royal Prima),” terangnya.
Dia melanjutkan, sampel pasien telah diambil pihak KKP Bandara Kualanamu dan dikirim ke Balitbangkes Kemenkes untuk diperiksa lebih lanjut. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang dilakukan itu. Untuk mengantisipasi penularan kasus baru, makanya pasien diisolasi di rumah sakit,” sambungnya. Disinggung jika nantinya WN Irlandia Utara itu terkonfirmasi Omicron, Aris menyatakan, tentunya dilakukan perawatan. “Kita tangani, rawat dia dengan standar penanganan Covid-19. Selain itu, kita lakukan tracing yang di Indonesia terutama di Medan, siapa yang menjadi kontak erat dia. Tapi, yang pasti sekarang ini belum Omicron dan jangan panik,” tandasnya.
Tracing dan Testing
Adanya Warga Negara Asing (WNA) asal Irlandia Utara yang diduga terpapar Covid-19 varian Omicron di Kota Medan, membuat Pemko Medan melakukan langkah-langkah serius dalam menelusuri kontak erat (tracing) dengan WNA yang bekerja sebagai kru pesawat kargo tersebut. Kepada wartawan, Wali Kota Medan Bobby Nasution memastikan, pihaknya telah melakukan tracing dan testing usai warga negara Inggris tersebut ditemukan positif Covid-19.
Saat ini, spesimen pasien tersebut tengah diperiksa di Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kesehatan di Jakarta untuk mengetahui secara detil varian virus yang menjangkitinya. “Kontak eratnya tentunya yang paling bisa kita lakukan adalah karena ini pesawat kargo, maka kontak eratnya pasti kru yang lain. Tapi kemarin tes PCR hanya dia saja yang positif. Kemudian di Hotel Horison juga sudah ditracing, hasilnya negatif semua,” ucap Bobby, Rabu (5/1).
Menurut Bobby, saat ini kondisi pasien tersebut tidak memiliki gejala apapun dan tengah dirawat di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Terkait pencegahan masuknya varian virus Omicron di Medan, Bobby menuturkan, pihaknya masih akan melakukan pengawasan di pintu masuk Kota Medan dan melakukan tes swab antigen untuk pendatang maupun warga Medan yang berasal dari luar daerah.
“Pengawasan dan pemantauan akan kita ketatkan lagi. Seperti antisipasi varian Delta kemarin, kita mengeluarkan kebijakan bagi seluruh warga yang masuk ke Medan harus di swab terlebih dahulu. Tapi masih saya pastikan dulu, apakah itu masih berjalan atau tidak,” ujarnya.
Sebelumnya, Bobby Nasution memastikan jika pasien yang diduga terpapar Omicron bukanlah warga Medan, melainkan warga negara asing. Kata Bobby, WNA asal Irlandia tersebut memang telah dinyatakan positif Covid-19. Hanya saja, belum diketahui secara rinci apa varian virus Corona yang ada di dalam tubuhnya. “Betul ada pasien Covid-19 asal Inggris Raya yang diduga positif Omicron. Namun saat ini kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan spesimen di Balitbangkes Jakarta, kami masih menunggu hasil apakah warga negara Inggris ini terjangkit Omicron atau tidak,” katanya.
Menurut Bobby, kecurigaan pasien tersebut positif varian Omicron timbul karena saat ini Inggris merupakan negara dengan jumlah kasus Omicron yang cukup tinggi. “Mengapa diduga Omicron, karena saat ini Inggris memang negara yang tinggi kasus Omicronnya,” sebutnya.
Bobby menuturkan, pasien tersebut merupakan kru pesawat kargo yang terbang dari Inggris menuju Belgia. Sepanjang rute, pesawat mereka sempat singgah di Bandara Kualanamu untuk melakukan transit selama satu malam. “Ini bukan perjalanan wisata ataupun perjalanan liburan, ini dia kru pesawat kargo yang terbang dari Inggris ke Belgia lalu around ke Kualanamu satu malam, namun karena surat PCR-nya sudah expired, maka harus PCR. Rupanya hasilnya positif,” tuturnya.
Dijelaskan Bobby, saat singgah di Bandara Kualanamu, pesawat kargo tempat kru tersebut bertugas hendak menuju ke Singapura. “Di sana (Bandara Kualanamu) dia di Hotel Horison, satu hari saja karena tujuannya ke Singapura, hanya around saja di Kualanamu. Semua krunya sudah ke Singapura, tinggal dia saja,” jelasnya.
Bobby pun memastikan, meskipun nanti hasilnya negatif Omicron, pihaknya akan tetap memberlakukan karantina selama 10 hari untuk kru pesawat tersebut.
Diprediksi Tembus 300 Ribu Kasus
Lembaga penelitian kesehatan global independen asal Washington University, Amerika Serikat, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memprediksi, tren kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia bakal meledak hingga 387 ribu per April 2022. Dalam sebuah grafik, IHME memproyeksikan, jumlah kasus Covid-19 akan meningkat tajam di akhir Januari 2022 dengan menembus di atas 20 ribu kasus per hari. Bahkan mulai awal Februari, angka infeksi Covid-19 harian bisa berada di 59 ribu kasus.
Walaupun vaksinasi booster sudah dimulai, angka harian disebut diprediksi masih tetap tinggi di kisaran 53 ribu kasus per Februari 2022. Peningkatan ini diperkirakan terus terjadi hingga April 2022, IHME memperkirakan kasus COVID-19 di April bahkan menyentuh 387 ribu kasus, sementara skenario usai vaksinasi booster berjalan, angka infeksi COVID-19 harian berada di 289 ribu kasus per April 2022, masih terbilang tinggi.
Jika ditambah dengan kedisiplinan 80 persen dari populasi memakai masker, proyeksi infeksi Covid-19 harian mungkin bisa lebih rendah lagi, tetapi angkanya tetap di ratusan ribu, yakni 266 ribu kasus per hari. Artinya, kecepatan penularan varian Omicron diprediksikan sangat pesat.
Kabar baiknya, prediksi IHME menunjukkan, peningkatan kasus Covid-19 yang sangat tinggi tak berpengaruh pada total kematian yang dilaporkan. Misalnya di akhir Januari hingga Februari, angka kematian konsisten di dua hingga kurang dari 10 orang yang meninggal karena Covid-19.
Paling tinggi tercatat di April dengan kemungkinan 21 orang meninggal akibat Covid-19. Jika vaksinasi booster berjalan dan 80 persen orang disiplin memakai masker, lagi-lagi angka prediksi kematian COVID-19 tercatat rendah, yakni berada di rentang 4 orang. Menyikapi prediksi IHME ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi tak bisa memastikan kemungkinan besar potensi Indonesia menembus 387 ribu kasus per hari di April 2022 mendatang.
Namun, jika melihat tingkat penularan Covid-19 varian Omicron saat ini, varian baru yang diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan benar-benar memicu peningkatan infeksi dua kali lipat di Indonesia. Meski banyak dari mereka adalah pelaku perjalanan luar negeri, transmisi lokal juga terus ditemukan. “Kalau varian Omicron bisa saja karena doubling time dan penularan yang cepat,” ungkap dr Nadia saat dihubungi detikcom Selasa (5/1/2022).
“Tetapi tidak ada prediksi yang tepat sampai saat ini,” sambungnya, meragukan akurasi prediksi kasus Covid-19 dari lembaga penelitian kesehatan global independen asal Washington University.
Di luar prediksi tersebut, dr Nadia kembali menekankan hal yang terpenting adalah menjaga protokol kesehatan tak kendor. Menurut dia, perlu disiplin menggunakan aplikasi PeduliLindungi demi menjaga tren kasus COVID-19 dan risiko penularan tetap rendah di ruang publik.
Terakhir, bagi mereka yang belum menerima vaksin COVID-19, agar segera divaksinasi sehingga terhindar dari kemungkinan kondisi parah saat terpapar COVID-19. “Yang penting cegah dengan protokol kesehatan dan disiplin pakai protokol kesehatan PeduliLindungi dan patuh, tidak lupa vaksinasi,” pungkasnya. (ris/map/dth)
SCAN: Pengendara sepeda motor diminta menscan barcode PeduliLindungi di Pos Simpang Doulu, Berastagi.istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditlantas Polda Sumut) mendata, selama liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, arus balik jalur wisata meningkat. Hal ini termonitor pada Minggu (2/1) lalu. Hal itu dikatakan Kasi STNK Ditlantas Polda Sumut Kompol Anggun Adhika Putra kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (5/1).
SCAN: Pengendara sepeda motor diminta menscan barcode PeduliLindungi di Pos Simpang Doulu, Berastagi.istimewa/sumutpos.
“Arus balik (kendaraan turun) ini, terpantau di malam harinya, pada 2 Januari petang, yakni dari Pukul 18.30 WIB hingga 19.30 WIB, sebanyak 1.041 kendaraan. Namun pada Pukul 19.30 WIB hingga 20.30 WIB, sebanyak 1.206. Jadi meningkat 165 kendaraan,” ujarnya.
Sedangkan kendaraan yang menuju jalur wisata (kendaraan naik), yakni Pukul 18.30-19.30 WIB, sebanyak 458 kendaraan dan pada Pukul 19.30-20.30 WIB, sebanyak 420 kendaraan. Mengalami penurunan sekitar 38 kendaraan. “Total kendaraan yang melakukan perjalanan ke daerah wisata hingga pulangnya mencapai 1.626 kendaraan,” imbuhnya.
Sampai saat ini, terang Anggun, untuk arus balik termonitor di pos pantau landai tidak mengalami kenaikan arus, karena personel Ops Lilin Toba 2021 menyebar di sejumlah Pospam yang didirikan untuk melakukan pengecekan persyaratan bagi pelaku perjalanan dalam negeri, dengan menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi, yang hasil scan barcodenya termonitor sudah menjalani vaksin dan tes Swab.
“Ini terbukti imbauan Pemerintah terkait kurangi mobilisasi dan ‘stay at home’ dapat dilaksanakan dengan baik. Tetapi, personel tergelar dan juga Kapolda Sumut beserta PJU turun langsung mengecek pelaksanaan dan melakukan evaluasi,” tandasnya.
Pemutihan Pajak
Disinggung terkait Program Pemutihan atau Relaksasi PKB dan BBNKB 2021, Anggun menjelaskan, sebanyak 442.329 kendaraan yang mengikuti program tersebut. Pihak Ditlantas Polda Sumut mengucapkan terima kasih atas antusiasme warga yang ikut program pemutihan.
Dijelaskannya, meski di masa pandemi Covid-19, masyarakat tetap tertib membayar pajak dan tetap taat sebagai warga Negara Indonesia. Selama digelarnya Program Relaksasi PKB dan BBNKB, terang Anggun, yang digelar selama 2 bulan, mulai dari 25 Oktober-23 Desember 2021 berjalan dengan lancar, sebab pihak Ditlantas tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) serta antrean yang tertib, sehingga tidak berdesak-desakan.
“Pada awal pembukaan Relaksasi Pemutihan PKB dan BBNKB di awal, warga masih belum terlihat ramai, posko pelayanan terlihat sepi, namun di akhir pelayanan pada 23 Desember 2021, terlihat warga mulai memadati posko-posko pelayanan. Nampak sekali antusias warga. Terima kasih,” pungkas Anggun. (Dwi)
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) akan digelar di Four Points, Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (10/1/2022). Musda yang akan diikuti 33 pimpinan DPC se-Sumut itu, merupakan pelaksanaan Musda terakhir di Indonesia.
Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu mengatakan, panitia Musda tidak mengundang pejabat atau lainnnya selain peserta Musda, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi. “Hal itu sesuai petunjuk DPP Partai Demokrat dan peserta/ panitia akan dilakukan sweb antigen sebelum memasuki ruangan,” kata Herri kepada wartawan usai menggelar Rapat Panitia Musda di Kantor DPD Partai Demokrat Sumut, kemarin.
Herri yang didampingi Ketua Panitia Musda, Masdar Limbong dan Ketua Pengarah, Saut P Gurning mengatakan, Musda IV Partai Demokrat Sumut yang berlangsung satu hari itu akan dihadiri Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat beserta rombongan dan akan dibuka Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsyah secara virtual.
Terkait figur atau calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut nantinya, Herri menyebut hal itu merupakan keputusan mutlak Tim 3 yang terdiri dari Ketua Umum, Sekjen dan Ketua BPOKK. “Dalam Musda ini juga akan membahas program-program partai ke depan dan menghantarkan maksimal 3 calon ketua untuk disampaikan kepada Tim 3 DPP Partai Demokrat,” ungkap Herri.
Ditanya, apakah dirinya akan ikut mencalonkan diri sebagai Ketua DPD, Herri dengan tegas mengatakan, dirinya akan menghantarkan kader terbaik untuk memimpin Partai Demokrat Sumut ke depan, agar partai berlambang mercy ini terus berjaya dan lebih baik lagi. “Saya ingin ada regenerasi berkelanjutan, bagaimana agar Demokrat di Sumut lebih baik lagi dalam menghadapi Pemilu, baik Pileg, Pilpres serta Pilkada di 2024 mendatang,” tegas mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan dua periode itu.
Namun Herri sangat menginginkan Ketua Partai Demokrat Sumut mendatang harus energik, punya masa depan yang cerah, dan punya integritas untuk memimpin DPD Partai Demokrat Sumut agar kejayaan Partai Demokrat kembali di Sumut dan di Indonesia pada 2024.
“Saya berharap kepada DPC, tentukan pilihan pada salah satu kandidat ketua terbaik diantara yang sudah bermunculan. Yang tak kalah penting, harus berpengalaman dalam politik, khususnya di internal partai, karena hal itu juga menjadi salah satu pesan Ketum AHY kepada saya. Saya mungkin akan kembali menjadi Pengurus DPP Partai Demokrat dan tetap membesarkan Partai Demokrat di Sumut,” pungkasnya. (adz)
VAKSIN LANSIA: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau vaksinasi lansia, beberapa waktu lalu.istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Target vaksinasi lansia yang belum mencapai target 60 persen, diduga menjadi salah satu penyebab naiknya kembali status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan dari level 1 ke Level 2 mulai 4 hingga 17 Januari 2022. Hal ini sangat disayangkan pimpinan DPRD Medan, Rajuddin Sagala.
VAKSIN LANSIA: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau vaksinasi lansia, beberapa waktu lalu.istimewa/sumutpos.
“Terlepas apakah karena vaksinasi lansia atau tidak yang menjadi penyebab Kota Medan naik ke Level 2, Dinkes harusnya bisa mengejar target 60 persen itu. Tetapi yang kita lihat tidak begitu, vaksinasi lansia di Medan justru sangat lambat bahkan terkesan jalan di tempat,” ucap Rajuddin Sagala kepada Sumut Pos, Rabu (5/1).
Menurut politisi PKS itu, sudah seharusnya Dinkes Medan bertindak lebih aktif dan lebih gencar dalam memberikan sosialisasi dan edukasi tentang penting dan vitalnya pemberian vaksin Covid-19 kepada warga lansia untuk melindungi dirinya dari ancaman bahaya Covid-19. “Ini bukti lemahnya edukasi dinas kesehatan kepada masyarakat lansia. Kita benar-benar meminta, agar edukasi itu dapat lebih serius dilakukan. Pemerintah tidak boleh kalah dari berita-berita hoax yang mempengaruhi mindset para lansia,” ujarnya.
Rajuddin mengakui, memang ada banyak kendala yang menjadi penyebab lambatnya tercapai vaksinasi lansia di Kota Medan, khususnya tentang cukup banyaknya para lansia yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). Namu begitu, jumlah lansia yang tidak memiliki komorbid dan memilih tidak divaksin juga cukup besar. “Faktanya, sudah banyak kabupaten/kota lain yang bisa mencapai target vaksinasi Lansia. Padahal kita sama-sama tahu, masalah komorbid itu bukan hanya masalah di Kota Medan tetapi di semua wilayah. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak,” ketusnya.
Terkait rencana Pemko Medan bekerjasama dengan BIN untuk menyisir dan memberikan bantuan sembako kepada para lansia agar mau divaksinasi, Rajuddin menilai, hal itu sah-sah saja untuk dilakukan. Namun ia berharap, hadiah sembako itu tidak menjadi tolok ukur meningkatkan vaksinasi lansia di Kota Medan.
Ditambah lagi, tidak semua lansia di Kota Medan berstatus sebagai warga kurang mampu yang tergiur dengan hadiah sembako lalu bersedia untuk divaksinasi. “Kita bukan tidak mendukung, tapi jangan juga pemberian sembako itu menjadi polemik baru. Makanya saya sampaikan, yang paling penting itu bukan hadiah kepada lansia yang akan divaksin, tetapi edukasi. Kalau mereka paham betul manfaat vaksinasi itu demi keselamatan, maka tanpa diberikan hadiah pun, mereka akanbersedia divaksin. Bahkan mereka yang akan minta divaksin,” tambahnya.
Oleh karena itu, Rajuddin berharap, dengan dilantiknya dr Taufik Ririansyah sebagai Kadis Kesehatan Kota Medan yang baru, Dinkes dapat berbenah lebih cepat. Khususnya dapat berfokus dalam mengejar target Vaksinasi, termasuk vaksinasi Lansia di Kota Medan. “Kita yakin Pak Wali Kota memilih dr Taufik karena dinilai mampu dalam menjalankan tugas sebagai Kadis Kesehatan. Harapan kita, ditangan beliau Dinas Kesehatan Kota Medan bisa cepat berbenah, khususnya dalam hal penanganan Covid-19,” pungkasnya.
Sementara, Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah, meminta Pemko Medan untuk bertanya atau berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait alasan atau penyebab naiknya kembali status PPKM Kota Medan ke Level 2. Sebab sampai saat ini, kata Afif, masih belum jelas apa yang menjadi penyebab naiknya kembali status PPKM Kota Medan ke Level 2.
“Sebenarnya sampai saat ini kita belum tahu pasti kenapa Kota Medan naik lagi ke Level 2. Kalau dulu kan jelas, naik kasus maka naik level. Tapi saat ini kasus kita kan tidak naik, bahkan relatif menurun. Jadi apa sebenarnya yang menjadi penyebab naiknya status PPKM Kota Medan ke Level 2? Ini perlu ditanyakan Pemko Medan ke Pemerintah Pusat. Mengingat, pusat lah yang menentukan status PPKM itu,” katanya.
Afif meminta, Dinas Kesehatan Kota Medan tidak hanya sekadar menduga-duga apa yang menjadi alasan atau penyebab naiknya kembali angka Covid-19 di Kota Medan, seperti alasan belum tercapainya target Vaksinasi Lansia hingga sebagai antisipasi atau langkah pencegahan penyebaran Covid-19 varian Omicron di Kota Medan.
“Harus ditanya, supaya jelas apa sebabnya, jangan menduga-duga. Dengan kita tahu apa penyebabnya, maka kita juga akan tahu dan bisa menetapkan langkah atau strategi apa yang akan dilakukan agar Kota Medan bisa segera kembali ke Level 1,” tegasnya.
Afif juga meminta Pemko Medan untuk mendata kembali jumlah warga lansia di Kota Medan dengan baik. Termasuk, jumlah lantai yanh dapat divaksin dan jumlah lansia yang tidak dapat divaksin karena adanya komorbid. “Dinkes harus tahu siapa targetnya, jadi tahu juga apa yang akan dilakukan untuk mereka yang bisa divaksin karena tidak memiliki komorbid dan memang layak divaksin,” pungkasnya.
Tingkatkan Kesiagaan
Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Medan, Muhammad Husni mengatakan, dengan naiknya kembali status PPKM di Kota Medan ke level 2, membuat Pemko Medan bersiap dan siaga, khususnya dalam memperketat jalannya protokol kesehatan (Prokes) di tengah masyarakat. “Akan ada peningkatan penerapan dan pengawasan prokes secara lebih ketat, menyesuaikan dengan kondisi kita yang ada di level 2,” kata Husni yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan kepada Sumut Pos, Rabu (5/1).
Menurut Husni, pengetatan prokes sangat perlu dilakukan agar status PPKM Kota Medan bisa kembali turun ke Level 1. Namun, Husni tidak menerangkan secara rinci, apa-apa saja pengetatan prokes ataupun aturan yang akan ditetapkan selama PPKM Level 2 berlangsung. “Itu teknisnya akan lebih rinci di Surat Edaran (SE) Wali Kota. Kita tunggu ya, sedang dipersiapkan Surat Edarannya,” sebutnya.
Pun begitu, Husni mengaku, Wali Kota Medan telah memerintahkan Satgas Covid-19 Kota Medan untuk melakukan sejumlah hal yang penting dilakukan dalam masa PPKM Level 2. “Salah satunya tentang peningkatan vaksinasi Covid-19, termasuk untuk kategori lansia. Ini akan kita kejar terus agar mencapai target,” katanya.
Terpisah, kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Taufik Ririansyah mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya agar Vaksinasi Covid-19 di Kota Medan dapat terus ditingkatkan. “Ini sedang terus kita tingkatkan, kita terus berusaha dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait,” jawabnya.
Untuk rencana vaksinasi anak, Taufik mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kapan akan mulai dilakukan di Kota Medan. Pasalnya hingga saat ini, belum ada arahan ataupun instruksi dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk melakukan vaksinasi anak di Kota Medan. “Untuk vaksinasi anak belum bisa dipastikan waktunya, kita masih menunggu arahan dari pusat,” jelasnya.
Begitu juga dengan Vaksinasi ketiga atau booster, Taufik mengaku masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat. (map)
KARO, SUMUTPOS.CO – Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Karo. Kehadiran Staf Khusus Bidang Politik dan Media Kemendagri Kastorius Sinaga, dan Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah Satu (SUPD 1) Edison Siagian ini, disambut oleh Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Kepala Bapedda Kabupaten Karo, Nasib Sianturi, beserta para kepala OPD. Pertemuan dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Karo, Rabu (5/1).
Pada kunjungan kali ini, agenda yang dibahas mengenai penanganan dalam penyediaan infrastruktur untuk dukung pertanian di Kabupaten Karo. Selain itu, membahas progres tindak lanjut peralihan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan persiapan Kabupaten Karo dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Daerah 2022.
Dalam kesempatan ini, Theopilus menyampaikan, Pemkab Karo sangat membutuhkan dukungan dan bantuan Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Pusat, melalui kolaborasi penyediaan infrastruktur untuk mendukung pariwisata dan pertanian Kabupaten Karo, dan diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Dia juga menyampaikan, dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumut untuk Kabupaten Karo, sebenarnya sudah banyak. Pada 2020, Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Merek, untuk mendukung Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, dan optimalisasi SPAM Kabanjahe, serta mulai 2015 mengenai penanganan erupsi Gunung Sinabung.
Kemudian di 2022 ini, rencana Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan SPAM Tigabinanga dan SPAM Kutabuluh, serta pelebaran jalan Kabanjahe-Berastagi, serta pelebaran jalan Tigapanah juga rencananya akan dilaksanakan. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumut juga akan melaksanakan pembangunan Sport Center di Siosar, dan penataan wisata kuliner di Berastagi.
Meskipun usulan Pemkab Karo beberapa sudah dilaksanakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumut, ada beberapa usulan lagi yang sangat mendesak. Seperti pembangunan jalan ke wilayah Liang Melas Datas, pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi yang sering disebut dengan Berastagi bypass, peningkatan jalan simpang Situnggaling Tongging, penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung melalui hibah RR, dan pembangunan sarana prasarana pendukung pariwisata.
Pada kesempatan ini, Kastorius Sinaga selaku Staf Khusus Bidang Politik dan Media Kemendagri, menyampaikan, untuk memetakan masalah yang ada di daerah, perlu sinkronisasi pusat dan daerah yang berprioritasi pada problem solving, yang artinya menyelesaikan segala masalah dan mengambil keputusan serta tujuan pembangunan itu sendiri.
Dan berharap ke depannya mempererat hubungan bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemkab Karo, baik dalam komunikasi maupun dalam perencanaan, seluruh proses pembangunan, anggaran dan evaluasi agar cepat tanggap terhadap masalah-masalah yang muncul di masyarakat. (deo/saz)