27 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 2913

MK Putuskan UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, Herri: Bukti Kebenaran Sikap Demokrat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sejumlah poin dalam judicial review omnibus law Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU 11/2020). MK memutuskan, UU 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tidak sesuai konstitusi atau inkonstitusional bersyarat.

Putusan MK ini langsung disambut gembira Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu. “Ini bukti kebenaran sikap Partai Demokrat yang menolak pembentukan UU tersebut. Bahkan Fraksi Demokrat di DPR RI walk out saat pemerintah dan koalisinya memaksakan penetapannya,” kata Herri Zulkarnain Hutajulu menjawab wartawan di Medan, Jumat (26/11/2021).

Sebagaimana diketahui kemarin MK telah menjatuhkan putusan atas pengujian UU Cipta Kerja yang pada pokoknya, MK menyatakan pembentukan UU tersebut bertentangan dengan UU 1945. Dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai tidak dilakukan perbaikkan selama 2 tahun sejak putusan diucapkan.

Dalam proses pembentukan UU tersebut Partai Demokrat dan PKS adalah partai politik di DPR yang menolak pembentukan UU tersebut. Walaupun menyambut baik dan bersyukur atas putusan MK tersebut, Herri mengaku heran terhadap amar putusan yang menyatakan sikap pemerintah sebagai inkonstitusional bersyarat. “Ini Saya kira perlu penjelasan dan kajian dari para ahli serta pemerhati hukum,” tegas
mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan itu.

Herri Zulkarnain juga menjelaskan, selain merugikan buruh, lingkungan hidup, dan terlalu memanjakan korporasi. UU Cipta Lapangan Kerja juga menafikan pelaksanaan Otonomi Daerah dengan mengembalikan lebih banyak kewenangan kepada pemerintah pusat, karena pelaksanaan Otonomi Daerah itu amanat reformasi tahun 1998.

“Kami DPD Partai Demokrat Sumatera Utara menyambut baik dan bersyukur atas putusan MK atas UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang menyatakan pembentukkan UU tersebut bertentangan dengan UUD 1945”, tutup Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut itu.(adz)

Harbokir Kembali Hadir di 31 Tahun JNE

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harbokir atau Hari Bebas Ongkos Kirim yang kerap setiap tahun dirayakan dalam rangka perayaan hari ulang tahun JNE, siap dinikmati kembali oleh seluruh pelanggan setia. Dalam perayaan HUT ke-31 JNE dengan tema “Maju Indonesia”, Harbokir akan digelar selama dua hari, yaitu pada 26 – 27 November 2021.

Pada program Harbokir ini pun melibatkan beberapa marketplace yaitu di Tokopedia, Bukalapak dan elevania dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pada penyelenggaraannya yang ke-6 kali ini, Harbokir berlaku untuk semua pelanggan yang tergabung sebagai member JLC (JNE Loyalty Card) di seluruh Indonesia dengan pengiriman maksimum 2 kg per resi. Program free ongkos kirim (ongkir) ini dapat digunakan pada kiriman dengan layanan Reguler dengan tujuan pengiriman dalam kota yang sama, serta antar kota dalam 1 provinsi.

Selain program Harbokir, JNE juga kembali memberikan promo khusus kepada pelanggan setia yang telah bergabung menjadi member JLC.

Para pelanggan terpilih yaitu sebanyak 31 member akan mendapatkan subsidi ongkir sebagai dukungan untuk sociocommerce, double point untuk seluruh member pada tanggal 26 – 30 November 2021, lomba pantun testimony di website jlc.jne.co.id dan paket bundling penukaran poin dengan Buku Bahagia Bersama dan voucher ongkir yang dimulai pada tanggal 11 November 2021 (selama stok tersedia) serta flash sale berupa penukaran 31 poin dengan voucher ongkir senilai Rp 30.000 dan penukaran poin dengan harga khusus untuk produk Modem Orbit yang akan dimulai pada 26 November 2021 (periode terbatas, selama stok tersedia).

Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE, mengatakan, “JNE bersyukur sampai di usia 31 tahun, masih dapat berbagi kebahagiaan kepada pelanggan setia.

Sejak diadakan pertama kali dalam perayaan HUT ke-26 JNE pada tahun 2016 lalu, Harbokir langsung mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Terlebih di masa pandemi kali ini, Harbokir kembali dihadirkan dengan harapan JNE dapat membantu para Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk tetap berinovasi dan meningkatkan penjualannya”.

Eri juga menyampaikan harapannya agar Harbokir 2021 dapat kembali mendorong minat orang untuk berbelanja online. “Kami berharap dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Harbokir dapat dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh online seller tapi juga para pembeli selama periode promo berlangsung”, ujarnya.

Harbokir yang digelar pada hari jadi JNE ini telah menjadi salah satu momen istimewa yang paling ditunggu – tunggu oleh masyarakat. Harbokir pun telah menjadi salah satu momen peak season bagi JNE seperti halnya Harbolnas, Lebaran, Hari Natal dan Tahun baru dimana jumlah pengiriman JNE meningkat rata – rata sekitar 20% – 30% atau bahkan lebih, dibanding pada hari – hari biasa. (rel/sih)

Kerusakan Jalan Makin Memprihatinkan, Fraksi PDIP Desak Gubsu Lakukan Trobosan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembahasan APBD 2022 sudah masuk tahap penyelesaian. Dari seluruh rangkaian pembahasan, yang paling mengemuka adalah sektor infrastrutur.

Dari 3.005 km panjang jalan di Sumatera Utara, diketahui sepanjang 1.001 km mengalami kerusakan. Sedangkan kemampuan rencana anggaran yang ditampung dalam APBD tahun 2022 hanya Rp1 triliun.

“Alokasi untuk perbaikan jalan hanya sebesar 48 persen dari dana bina konstruksi tersebut, hanya mampu menangani jalan sepanjang 80 kilometer. Sementara jalan rusak kita sesuai pemetaan, yang tidak baik atau rusak ada sepanjang 30 persen dari ruas yang ditangani atau setara 1.001 km. Maka perbaikan menuju tercapainya jalan yang baik bagi jalan provinsi adalah sangat tidak mungkin,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba melalui siaran persnya, Jumat (26/11/2021).

Mangapul juga mengatakan, pada tahun 2022 pelaksanaan anggaran yang sedikit ini pun paling bisa dilakukan pada Bulan Juli tahun depan. Sementara kondisi di lapangan sampai saat ini menurut data yang ada di Komisi D, sudah sangat memprihatinkan.

“Oleh karena itu, kita sangat berharap Pemprovsu harus melakukan upaya-upaya dan melakukan berbagai terobosan untuk memecahkan persoalan ini. Karena kalau dibiarkan, maka kita yakin pada tiga bulan ke depan kondisi kerusakan semakin luar biasa parah, dan akibatnya bisa fatal buat rakyat,” tegasnya.

Mangapul juga mengungkapkan, dikarenakan berbagai faktor dan berbagai kendala serta dinamika yang tinggi, sehingga pada proses alokasi dan rasio penggunaan dan kebutuhan akan anggaran masih sangat jauh dari harapan. Misalnya, pengaruh Covid-19, penurunan penerimaan dana pusat dan lain sebagainya. Sehingga dalam hal urusan wajib mengurusi rakyat juga tidak dapat terpenuhi dengan baik, kondisi yang paling vital yang jadi persoalan rakyat adalah kerusakaan ruas jalan provinsi yang begitu parah di berbagai titik di sepanjang 3.005 km jalan di Provinsi Sumut.

“Kita meminta Gubernur Sumatera Utara agar melakukan segala upaya agar ini bisa tertangani sesegera mungkin,” desaknya.

Dan sampai saat ini, kata Mangapul, pihaknya masih yakin dengan langkah-langkah koordinasi, baik vertikal maupun horizontal dalam rangkaian kerja sama mencari solusi terhadap kerusakan infrastruktur jalan ini terus diupayakan. (adz)

Menkum HAM Yassona: UU Cipta Kerja Tetap Berlaku dan Pemerintah Siap Perbaiki

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – UU Cipta Kerja atau UU No 11 tahun 2020, telah selesai dalam sidang uji formil yang digelar Mahkamah Konstitusi di Jakarta, pada Kamis (25/11/2021). Dalam putusannya MK memerintahkan kepada pembuat UU, pemerintah dan DPR, untuk memperbaiki UU Omnibus Law ini dalam jangka waktu 2 tahun ke depan.

Dalam responnya terhadap keputusan MK tersebut Menkum HAM Yasonna Laoly menyatakan pemerintah akan segera menyusun perbaikan UU dalam 2 tahun ke depan. Dalam posting di akun Instagramnya, @yasonna.laoly Menkum HAM ini menyebutkan beberapa hal.

“Hari ini saya mengikuti secara virtual sidang putusan uji formil Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, bersama Menko Bidang Perekonomian, Pak Airlangga Hartarto,” tulisnya.

“Pemerintah menghormati dan mematuhi putusan MK dan tentunya akan melaksanakan UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan sebaik-baiknya.”

Yasonna juga menyatakan jika pemerintah akan mematuhi putusan itu dengan tidak menerbitkan aturan baru turun dari UU Cipta Kerja ini.

“Termasuk untuk tidak menerbitkan aturan baru yang bersifat strategis sampai perbaikan dilakukan,” tulis Yasonna.

Ia juga menyatakan secara tegas, bahwa keputusan MK itu dimaknai bahwa pemerintah masih memakai UU tersebut dalam pelaksanaannya hingga diperbaiki dalam masa dua tahun ke depan.

“Sesuai putusan MK, UU Cipta Kerja tetap berlaku secara konstitusional hingga dilakukan perbaikan paling lama dua tahun sejak putusan dibacakan,” tulis Yasonna.

Yasonna menyebut pemerintah akan mematuhi putusan MK tersebut, serta tidak akan menerbitkan aturan baru yang bersifat strategis sampai perbaikan dilakukan.

Meski dinyatakan inkonstitusional bersyarat, Yasonna menyebut UU Cipta Kerja tetap berlaku apabila diperbaiki dalam 2 tahun. Dalam putusannya, MK menyatakan UU Cipta Kerja lama dapat kembali berlaku jika tidak diperbaiki.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua MK, Anwar Usman saat membacakan putusannya “Dalam Pokok Permohonan” bagian ketiga.

“Menyatakan pembentukan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 6573) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai “Tidak dilakukan perbaikan dalam waktu 2 (dua) tahun sejak putusan ini diucapkan.” Begitu isi putusan dari MK yang dibacakan oleh Anwar Usman.

Selanjutnya Dalam Pokok Permohonan bagian keempat putusan itu menyatakan:
“Menyatakan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 6573) masih tetap berlaku sampai dengan dilakukan perbaikan pembentukan sesuai dengan tenggang waktu sebagaimana yang telah ditentukan dalam putusan ini.”

Kemudian Dalam Pokok Permohonan bagian kelima putusan itu menyatakan: “Memerintahkan kepada pembentuk undang-undang untuk melakukan perbaikan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak putusan ini diucapkan dan apabila tidak dilakukan perbaikan maka Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 6573), menjadi inkonstitusional secara permanen.

Dari putusan tersebut secara jelas MK menyatakan bahwa kondisi inkonstitusional secara permanen akan terjadi jika UU Cipta Kerja tidak dilakukan perbaikan dalam waktu dua tahun ke depan. (*)

Kolaborasi Axton Salim, Dian Sastrowardoyo, dan Iwan Effendi untuk Membantu Sesama Melalui Karya Rupa

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Bagi para high-achiever, produktivitas tidak lagi sekadar menyelesaikan checklist harian dan memberikan performa terbaik, melainkan juga bagaimana mereka bisa memberikan nilai tambah yang dapat meningkatkan kualitas hidup pengguna sekaligus berdampak positif bagi orang banyak. Teknologi dan inovasi smartphone masa kini yang memungkinkan pengguna untuk berkarya secara maksimal, dikombinasikan dengan media sosial yang mampu meraih begitu banyak orang, menjadi amunisi bagi para high-achiever untuk memberikan lebih kepada masyarakat.

Produktivitas yang memberikan dampak positif adalah deskripsi tepat untuk menggambarkan charity auction yang dilakukan oleh pengusaha Axton Salim, pekerja seni Dian Sastrowardoyo, dan perupa Iwan Effendi. Melalui acara bertajuk IntimART Talks: Unfold Your Impact through Arts yang diadakan pada Sabtu (13/11/2021), ketiganya berkolaborasi dan berupaya memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui karya seni yang bermula dari memaksimalkan Galaxy Z Fold3 yang ada di tangan mereka.

Apa yang Melatar belakangi Terjadinya Kolaborasi?
Kolaborasi ini berawal dari pemikiran mengenai konektivitas yang dibuat Axton Salim. “During the whole pandemic period, saya sendirian di rumah, i do feel the isolation a lot dari pekerjaan, keluarga dan teman. Saya merasa bahwa the power of digital, at this point, benar-benar bisa terasa untuk ease the isolation. Bagaimana kita bisa menggunakan teknologi digital untuk tetap produktif dan tetap berinteraksi dengan orang lain. Pemikiran tersebut kemudian saya tuangkan melalui tulisan yang saya unggah di Instagram saya,” ujar Axton Salim, Direktur Perusahaan Makanan.

Axton menuangkan pemikirannya dalam tulisan digital yang menurutnya, dipermudah oleh kehadiran S Pen dan layar lapang di Galaxy Z Fold3 5G miliknya. Latensi yang rendah dari S Pen dan layar responsif memberikan sensasi seperti menulis di kertas, serta fitur Convert To Text yang bisa secara real time merubah tulisan menjadi teks, mampu hadirkan efisiensi waktu yang mengagumkan. Postingan tulisan Axton Salim dapat dilihat di sini.

Unggahan Axton ini kemudian direspons oleh Dian yang merasa related dengan topik tulisan tersebut. “Teknologi digital sangat membantu dalam produktivitas dan konektivitas, di mana kita justru lebih terkoneksi meski secara fisik saling berjarak, apalagi untuk saya sebagai filmmaker. Namun di sisi lain, pandemi ini juga membuat saya merasakan sebuah diskoneksi dengan anak-anak saya karena mudahnya akses screen time atau digital untuk mendapatkan informasi, edukasi dan entertainment, sehingga interaksi langsung semakin jarang. Untuk itulah melek digital sangat penting, bagaimana saya sebagai seorang ibu menggunakan teknologi untuk mendekatkan diri dengan ibu-ibu lain yang merasakan hal serupa dengan saya, dan mendekatkan buah hati yang sudah mulai pindah ke bahasa digital,” ujar Dian Sastrowardoyo, Pekerja Seni dan Aktivis Sosial.

Melalui Samsung Galaxy Z Fold3 5G, Dian mencurahkan renungannya melalui sebuah tulisan yang bisa dibaca di sini, sekaligus terinspirasi untuk terhubung kembali secara humanis. Dengan S Pen yang layaknya pena, Dian mencoba melakukan aktivitas digital bersama anak-anaknya, membuat berbagai coretan bersama di layar unfolded Galaxy Z Fold3 seluas 7.6 inci seperti yang ia perlihatkan pada konten instagram reels-nya di sini .

Bagaimana Proses Kreatif Dari Tulisan Menjadi Karya Seni?
Proses pembuatan tulisan renungan Dian ini menjadi sebuah proses panjang yang membutuhkan waktu untuk refleksi diri, menimbulkan emosi dan melakukan research. Oleh karena itu, Dian banyak menggunakan berbagai macam fitur terdepan yang dia temukan di Galaxy Z Fold3 miliknya. “Saat saya sedang menulis, terkadang saya harus melihat YouTube untuk mencari inspirasi, mendengarkan musik dan melihat Instagram atau photo gallery untuk melihat foto anak-anak saya, guna mendorong emosi yang ingin saya curahkan Jadi, dengan kemampuan multi window, saya bisa membuka sampai tiga aplikasi sekaligus dalam satu waktu. Saya juga bisa bookmark tiga aplikasi yang paling sering saya gunakan untuk menulis langsung agar bisa ditampilkan bersamaan. Kedua kemampuan itu sangat efisien, dan menurut saya sangat handy untuk proses kreatif,” cerita Dian.

“Selain itu, salah satu trik yang membuat proses pembuatan karya dan kolaborasi kami bertiga, mulai dari diskusi ide, drafting dan finalisasi berjalan lancar, adalah karena kami menggunakan gadget yang sama yaitu Galaxy Z Fold3. Saya baru tahu juga kalau untuk para pengguna Galaxy Z Fold3 itu punya fitur khusus di Samsung Notes, yaitu Shared Notebook yang kami gunakan sebagai media berbagai folder tempat kami bertukar pikiran,” tambahnya.

Dari tulisan Dian tersebut, Axton terinspirasi untuk menjadikannya sebuah karya rupa dengan mengajak seniman Iwan Effendi berkolaborasi ciptakan sebuah karya rupa animasi arang berjudul “Dibalik Layar”, yang berkisah tentang, kegelisahan atas hubungan yang tidak saling bertatap muka. Dan tema acara Unfold Your Impact ini merupakan upaya Samsung dan teman-teman untuk terus membuka segala kemungkinan dengan Galaxy ZFold3 di tangan mereka sehingga dapat memberikan dampak baik bukan hanya pada diri mereka namun kepada orang lain.

Proses kreatif dari karya animasi ‘Dibalik Layar’ tersebut, menurut Iwan, dimungkinkan berjalan optimal dari jarak jauh dengan dukungan Galaxy Z Fold3 5G. “Awalnya saya sempat ragu, karena saya tidak pernah merasa nyaman untuk menggambar menggunakan drawing pad. Namun, dengan Samsung Galaxy Z Fold3 yang layarnya cukup lebar tapi bisa dilipat masuk kantong, saya bisa membawanya ke mana-mana untuk membuat sketsa gerak dengan S Pen-nya di atas layar sentuh yang peka, layaknya gerak garis di atas kertas yang memudahkan saya untuk mempelajari dan membiasakan membuat animasi dengan lebih leluasa, mulai dari proses sketsa gerak, menangkap gambar, mengisi suara dan menyunting potongan-potongan videonya,” jelas Iwan Effendi, Perupa dan Co Artistic Director Papermoon Puppet Theatre.

Proses pembuatan karya Iwan Effendi ‘Dibalik Layar’ menggunakan Samsung Galaxy Z Fold3 5G, dapat dilihat di sini.

Apa Yang Menginisiasi Diadakannya IntimArt Talks?
“Art as a whole is about interaction with each other, it’s about creating some sort of reaction to another person. Dimulai dari tulisan saya, kemudian Dian reacted to it dengan tulisan refleksinya yang kemudian divisualisasikan dan dikomunikasikan melalui a beautiful art piece. I think it’s beautiful how we can react to different point of views through art. Dari kolaborasi ini, kami berpikir bagaimana karya tersebut bisa memberikan dampak positif bagi lebih banyak orang, di mana Samsung Indonesia meresponsnya dengan memberikan kami wadah berupa sebuah charity auction,” jelas Axton.

Dalam Charity Auction berjudul IntimART Talks yang dihadirkan oleh Samsung, Axton dan Dian melelang karya Iwan Effendi ‘Dibalik Layar’ kepada para pecinta seni Indonesia. Hasil bersih dari charity auction ini disalurkan ke organisasi non profit Warga Bantu Warga melalui Kitabisa.com untuk pendidikan anak-anak yatim piatu yang terkena dampak pandemi.

“Samsung selalu mengedepankan kebutuhan penggunanya untuk melakukan berbagai hal yang dicintainya ke level selanjutnya. Oleh karena itu, Samsung menghadirkan Samsung Galaxy Z Fold3 5G dengan fitur-fitur produktivitas serta performa yang andal untuk memaksimalkan produktivitas sehari-hari pengguna. Harapannya adalah dengan inovasi teknologi yang diusung Samsung Galaxy Z Fold3 5G, dapat memberdayakan pengguna untuk menjadi lebih produktif dan berkarya secara maksimal, melakukan berbagai hal yang dapat memberikan dampak positif kepada orang-orang di sekitar mereka,” tutup Verry Octavianus, Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia.

Jadi lebih produktif dan berkarya maksimal dengan teknologi smartphone masa kini. Mulai dari Rp. 24.999.000, kamu sudah dapat mendapatkan Galaxy Z Fold3 5G yang dapat menjadikan produktivitasmu berdampak positif bagi banyak orang! Khusus pembelian Samsung Galaxy Z Fold3 5G di periode tanggal 1 hingga 24 November 2021, kamu bisa mendapatkan bundle spesial di hari jadi ke 52 Samsung lho, yakni berupa perlindungan Samsung Care+ hingga 6 bulan senilai Rp. 1.699.000!

Temukan informasi lebih lanjut tentang ponsel lipat terbaik ini dengan mengunjungi www.samsung.com/id/ untuk informasi seputar Galaxy Z Fold3 5G, dan www.samsungmobilepress.com untuk berbagai insight dan cerita menarik seputar Samsung Galaxy Z Fold3 5G. (rel/adz)

Tiga Kali Ikut Pileg Selalu Gagal, Soetarto Akhirnya Resmi Dilantik Lewat PAW

AMBIL SUMPAH: Soetarto saat dilantik sebagai anggota dewan oleh Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting di Aula DPRD Sumut, Kamis (25/11).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mimpi Soetarto menjadi anggota dewan akhirnya terwujud. Lewat jalur Pergantian Antar Waktu (PAW) Kiki Handoko Sembiring, dia resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Sumut, sisa periode 2019-2024.

AMBIL SUMPAH: Soetarto saat dilantik sebagai anggota dewan oleh Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting di Aula DPRD Sumut, Kamis (25/11).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Pengambilan sumpah dan janji jabatan Sekretaris PDI Perjuangan Sumut ini, dipimpin Baskami di Aula DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (25/11).

Usai dilantik, Soetarto mengucapkan terima kasih kepada PDI Perjuangan yang memberikan kepercayaan kepadanya menjadi Anggota DPRD Sumut.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kader dan simpatisan PDI Perjuangan di akar rumput, yang telah bahu-membahu dan bergotong royong dalam memenangkan Pemilu Legislatif 2019,” ungkap Soetarto.

Soetarto pun memohon dukungan kepada masyarakat Sumut, agar dapat mengemban amanah tugas sebagai wakil rakyat.

“Mohon doa dan dukungannya, karena ini merupakan tugas partai, dan kita harus tetap bahu-membahu untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumut,” tuturnya.

Ketua PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon, yang turut hadir, mengatakan, usai dilantik, dia berharap agar Soetarto bisa menyumbang sumbangsih pikiran demi kemajuan Provinsi Sumut.

“Selamat dan sukses untuk Soetarto. Semoga bisa lebih mewarnai DPRD Sumut, dan membawa kemajuan bagi daerah,” harapnya.

Mantan Bupati Samosir itu, pun berpesan agar Soetarto dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai anggota legislatif.

“Kibarkan panji-panji partai dalam berjuang untuk kesejahteraan masyarakat Sumut. Dan saya yakin Bung Tarto bisa menjalankan tugasnya dengan baik, sesuai dengan visi dan misi partai,” pungkas Rapidin.

Catatan Sumut Pos, Soetarto telah 3 kali ikut kontestasi Pileg, namun selalu gagal. Pada 2 kali sebelumnya, dia bertarung untuk duduk di DPRD Deliserdang (Periode 2009-2014 dan 2014-2019), serta caleg DPRD Sumut dari daerah pemilihan Kabupaten Deliserdang Periode 2019-2024. Perolehan suaranya tepat berada di bawah Kiki Handoko Sembiring. (prn/saz)

Revitalisasi Pasar Belawan Diyakini Mampu Tingkatkan Perekonomian Warga

MENINJAU: Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno, saat peninjauan pasar di Kecamatan Medan Belawan, Kamis (25/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Medan, sepakat berkolaborasi untuk menjaga kebersihan di pasar-pasar tradisional Kota Medan. Kolaborasi ini dilakukan, sebagai bentuk upaya dalam mendukung program prioritas Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, satu di antaranya terkait kebersihan.

MENINJAU: Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno, saat peninjauan pasar di Kecamatan Medan Belawan, Kamis (25/11).

“Kolaborasi harus terus kita lakukan untuk menciptakan pasar bersih Sesuai instruksi Pak Wali, setiap pasar di Medan harus terjaga kebersihannya,” ungkap Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno, dalam peninjauan pasar di Kecamatan Medan Belawan, yang dihadiri Ketua LPM Kota Medan Hery Bolon, Camat Medan Belawan Syubhan F Harahap, dan para Direksi PUD Pasar Kota Medan, seperti Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, dan Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, Kamis (25/11).

Berdasarkan pantauan, kegiatan dimulai dari peninjauan yang dilakukan para direksi di Pasar Kapuas Belawan. Usia meninjau Pasar Kapuas, kegiatan pun dilanjutkan dengan coffee morning bersama pengurus LPM, Kecamatan Medan Belawan, dan Kelurahan Belawan 2.

Selepas meninjau Pasar Kapuas, para Direksi PUD Pasar Kota Medan juga meninjau pasar di Jalan Pisang. Dari peninjauan itu, para Direksi PUD Pasar Kota Medan mendapati adanya saluran drainase yang tersumbat, hingga menyebabkan kondisi jalan becek di areal pasar. Tak hanya itu, kondisi atap di Pasar Jalan Pisang juga tampak membutuhkan perhatian.

Dengan kondisi sarana dan prasarana pasar di Belawan yang seperti itu, Suwarno mengakui, perlu dilakukan pembenahan secara serius. Ke depannya, PUD Pasar Kota Medan akan mengajukan permohonan kepada Kementerian Perdagangan, agar melakukan revitalisasi di pasar tersebut. PUD Pasar Kota Medan meyakini, jika revitalisasi pasar dilakukan, maka akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab bila kondisi pasar dibuat lebih baik, maka masyarakat yang berbelanja akan makin bertambah karena kondisi pasar yang sudah lebih bersih, asri, dan nyaman.

“Langkah-langkah pembenahan akan dilakukan. Bila revitalisasi berjalan, maka akan memaksimalkan pendapatan bagi PUD Pasar dan juga meningkatkan kesejahteraan bagi pedagang. Tentunya, revitasasi pasar juga akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutur Suwarno.

Sementara itu, Camat Medan Belawan, Syubhan F Harahap, menyampaikan terima kasih kepada Dirut PUD Pasar Kota Medan dan jajaran direksi yang telah meninjau pasar yang ada di Belawan. Dia berharap, kedatangan Dirut PUD Pasar Kota Medan bisa membawa perubahan pasar yang memang kondisinya memprihatinkan dari segi sarana dan prasarana.

“Mudah-mudahan rencana revitalisasi pasar bisa segera terlaksana,” harapnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua LPM Kota Medan, Hery Bolon menegaskan, pihaknya siap berkolaborasi dengan PUD Pasar Kota Medan sebagai upaya pembenahan pasar. Satu di antaranya dengan ikut bergotong-royong dalam menjaga kebersihan pasar.

“Kami siap menurunkan anggota LPM ke lapangan untuk bergotong royong. Kami ingin pasar menjadi lebih bersih, rapi, dan bisa menjadi ikon bagi Kota Medan,” pungkasnya. (map/saz)

Diminta Bedakan Daerah Rentan Banjir dan Genangan Air, Pemko Harus Petakan Kawasan Banjir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca kembali dari kunjungan kerjanya di Jakarta, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution langsung meninjau lokasi banjir di Kecamatan Medan Selayang, Rabu (24/11) tengah malam. Diketahui, Kecamatan Medan Selayang merupakan satu kawasan dengan tingkat banjir terparah di Kota Medan pada Selasa (23/11) malam.

Saat itu, Bobby memerintahkan Camat Medan Selayang Viza Fandhana, yang kemudian diikuti sekretaris kecamatan, lurah, dan para kepala lingkungan, serta petugas P3SU, untuk sama-sama melihat kondisi banjir di Jalan Bunga Wijaya Kesuma, dan Jalan Sembada 9, Kelurahan Padangbulan Selayang 2.

Selain itu, Bobby dan rombongan juga meninjau Jalan Balai dan Jalan Ngumban Surbakti Kelurahan Sempakata, yang juga terendam banjir. Dari pantauan tersebut dan dialog dengan warga sekitar, diketahui terjadi sedimentasi drainase di kawasan tersebut. Akibatnya, fungsi drainase tak sanggup lagi menampung dan mengalirkan debit air yang tinggi karena tingginya intensitas hujan yang terjadi pada Selasa malam lalu.

“Sedimentasi tinggi dan drainase yang ada, sudah mengecil. Jadi tak bisa menampung debit air lagi,” ungkap Bobby saat peninjauan.

Untuk itu, dalam waktu secepatnya, lanjut Bobby, langkah awal yang akan dilakukan pihaknya adalah membersihkan sedimentasi yang ada pada drainase, untuk menambah kedalamannya, sehingga dapat menampung debit air dengan volume yang lebih tinggi.

“Tadi juga banyak kami dengarkan aspirasi dari warga. Masukan dari warga sudah ditampung, dan insya Allah pasti ada solusi banjir ini,” tuturnya.

Namun begitu, dia juga menginginkan agar semua pihak bersedia untuk berkolaborasi, agar masalah banjir di Kota Medan dapat benar-benar teratasi. Menurut Bobby, hingga saat ini Pemko Medan juga terus berupaya untuk membenahi seluruh drainase yang tersumbat agar genangan air dapat teratasi.

“Kami juga terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Pusat, untuk mengatasi persoalan ini. Namun dukungan dan partisipasi dari masyarakat Medan untuk menjaga lingkungan juga dibutuhkan, agar persoalan ini segera teratasi, sehingga Medan dapat bebas dari banjir,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Medan Selayang, Viza Fandhana mengatakan, Wali Kota Medan meminta pihaknya untuk melakukan penanganan awal.

“Perintah Pak Wali, kecamatan dan kelurahan harus segera melakukan penanganan awal. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas PU,” ujarnya.

Terpisah, Komisi 4 DPRD Medan, meminta Pemko Medan melakukan pemetaan kawasan-kawasan yang dinilai rentan terjadinya genangan air saat hujan deras.

“Pemetaan ini penting. Harus dipetakan mana-mana kawasan yang rentan genangan air maupun kawasan banjir,” sebut Anggota Komisi 4 DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution, Kamis (25/11).

Menurut Dedy, Pemko Medan harus dapat membedakan antara kawasan rentan genangan air dengan kawasan rentan banjir. Sedangkan hujan deras pada Selasa malam lalu, disebut mengakibatkan sejumlah kawasan atau ruas jalan digenangi air. “Jadi itu bukan kategori banjir, tapi kawasan yang rentan terjadi genangan air hujan, sebab banyak lokasi yang airnya kembali surut dalam satu jam. Yang seperti ini, ini kategori kawasan rentan genangan air,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, terjadinya genangan air di sejumlah kawasan dalam hitungan menit saat hujan deras, khususnya di kawasan mall, kompleks ruko, atau plaza, disebabkan sendimentasi pada saluran air, ditambah adanya pengecoran bagian atas drainase tanpa membuat bak kontrol air.

“Di sinilah perlunya pengawasan dari pihak kelurahan, sehingga mudah melakukan pengerukan. Tapi perlu juga diingatkan, pengerukan saluran drainase tidak bisa di satu titik saja, tapi terintegrasi ke saluran draianse lainnya, sehingga saluran air menjadi lancar,” kata Dedy.

Untuk itu, Dedy menyarankan, agar OPD terkait di Pemko Medan dapat berkolaborasi, agar permasalahan genangan air bisa dicegah sedini mungkin.

“Kalau drainase lancar, maka genangan air tidak akan ada. Karena tak adapun hujan deras, masih banyak kawasan yang tergenang air, bahkan masuk ke permukiman warga,” ujarnya lagi.

Dia pun mengatakan, ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir, di antaranya faktor alam, seperti banjir rob, meluapnya sungai yang melintasi Kota Medan karena tingginya curah hujan di hulu sungai, hingga terganggunya fungsi drainase akibat sedimentasi, termasuk karena sampah, serta didirikannya bangunan di bantaran sungai, sehingga resapan air menjadi berkurang.

“Di situlah letak perbedaan banjir dengan genangan air, sebab genangan air bisa surut dalam waktu cepat. Kalau banjir membutuhkan waktu cukup lama, setidaknya satu harian, dan warga yang berada di lokasi harus segera diungsikan,” pungkas Dedy. (map/saz)

Rektor USU Pimpin Upacara HGN dengan Berpakaian Adat

UPACARA: Rektor USU Muryanto Amin, memimpin Upacara Hari Guru Nasional di Halaman Gedung Biro Pusat Administrasi USU, Kamis (25/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin, menggunakan pakaian adat Jawa, saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2021 di Halaman Gedung Biro Pusat Administrasi USU, Kamis (25/11).

UPACARA: Rektor USU Muryanto Amin, memimpin Upacara Hari Guru Nasional di Halaman Gedung Biro Pusat Administrasi USU, Kamis (25/11).

Dengan tema peringatan HGN 2021 ‘Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan’, Muryanto menyampaikan pidato Mendikbudristek Nadiem Makarim.

“Tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian. Kita semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke, terpukul secara ekonomi, kesehatan, dan secara batin,” ungkap Muryanto.

Muryanto juga mengatakan, guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi, akses terhadap teknologi, dan pelatihan yang relevan serta praktis, dan kurikulum yang sederhana juga bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap siswa yang berbeda-beda.

“Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada siswa, bukan pada birokrasi. Guru se-Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman,” lanjutnya.

Dalam pidato tersebut, juga disampaikan, program Merdeka Belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan, menjadi suatu gerakan. Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai satu kebijakan, Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran.

Sejalan dengan pidato Mendikbudristek tersebut, Muryanto juga menyampaikan pesannya untuk seluruh civitas akademika USU, agar memperkuat pelayanan pendidikan pada mahasiswa.

“Tumbuhkan semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak boleh surut karena birokrasi, hambatan, guru harus bisa memotivasi, terus semangat untuk memberikan pengetahuan bagi siswa dan mahasiswa,” ujarnya.

Upacara HGN 2021 di USU diwarnai dengan pakaian adat tradisional, para wakil rektor, dekan, dosen, dan seluruh peserta upacara, menggunakan pakaian adat kekhasan masing-masing. Muryanto pun mengatakan, pemilihan pakaian adat sebagai seragam upacara pada peringatan HGN 2021 tersebut, mencerminkan keberagaman Indonesia sebagai negara multikultural dalam spirit Bhinneka Tunggal Ika. (gus/saz)

Launching Serentak di 3 Kota Besar Indonesia, Mak Mie by Mak Beti Hadir di Medan

KENALKAN: Arif Muhammad alias Mak Beti, saat kenalkan Mak Mie pada launching di Kota Medan, Kamis (25/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gerai Mie Ayam Gerobak ‘Mak Mie’ milik Mak Beti, launching serentak di 3 kota besar Indonesia, Kamis (25/11). Kota Medan jadi satu dari 3 kota tempat dilaunchingnya Mak Mie, tepatnya di Jalan Kasuari No 32, Kelurahan Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal.

KENALKAN: Arif Muhammad alias Mak Beti, saat kenalkan Mak Mie pada launching di Kota Medan, Kamis (25/11).

Mengusung konsep flagship, Mak Mie menghadirkan suasana nyaman serta memiliki seating outdoor.

Selain Kota Medan, Jakarta menjadi kota kedua, yang terletak di kawasan Tanjungduren. Di lokasi tersebutn

memberikan kemanjaan bagi pengunjung dengan menerapkan konsep medium dan seating semi-outdoor. Dan kota ketiga, berada di Kota Tangerang, tepatnya di Perumahan Greenlake, dengan menyajikan konsep sederhana, yang berposisi di depan ruko.

“Sudah dibuka. Tunggu apa lagi, ayo ajak keluarga nak ku, makan Mak Mie by Mak Beti,” ajak Arif Muhammad, atau dikenal dengan persona Mak Beti, saat menghadiri launching Mak Mie di Kota Medan.

Soal harga, Arif memastikan, bakal ramah di kantong untuk semua kalangan, yakni berkisaran Rp13.000 sampai Rp20.000 per porsinya.

“Dengan harga murah meriah, para nak ku (sebutan untuk pelanggan Mak Mie) sudah bisa menikmati Mak Mie,” cetus Arif.

Menu yang disajikan Mak Mie cukup kekinian, yang menyasar kelas pekerja, serta anak-anak muda, juga semua kalangan. Seperti Telur Asin Mak, yakni mie ayam dipadu dengan gurihnya telur asin. Super Special Mak, yakni mie ayam dengan racikan 5 saus rahasia ala Mak Beti.

Arif mengatakan, racikan Mak Mie juga menggunakan bahan baku yang berkualitas dan sehat, tanpa bahan pengawet.

“Semoga Mak Mie racikan Mak Beti dapat dicintai dan dinikmati oleh semua kalangan. Doakan kami dapat sukses untuk menaikkan level usaha kuliner gerobakan,” harap Arif.

Mie tentunya sudah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia. Berawal dari sebuah ide saat membuat konten sehari-hari, Arif yang merupakan pemuda kelahiran Kota Medan, kemudian terinspirasi membuat gerobak modern yang menjual mie ayam dengan harga terjangkau.

Sebelum merealisasikan usaha tersebut, Arif mengaku telah melakukan percobaan dengan membagi-bagikan mie ayam hasil racikannya dengan berkeliling Kota Medan. Respons positif pun berdatangan, sehingga pada akhirnya Arif memutuskan membuat Mak Mie dengan bantuan para partnernya. Yakni Bisma Adi Putra, seorang konsultan F&B, dengan pengalaman 10 tahun, menghandle 300 outlet, sekaligus founder dari Menantea, dan partner lainnya.

“Saya berharap Mak Mie dapat menjadi brand anak daerah yang sukses dalam skala nasional. Serta membuka peluang wirausaha di Indonesia dengan menjadi mitra Mak Mie,” pungkasnya. (mag-6/saz)