29 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 2915

Jelang Musda Demokrat Sumut: Bibit, Bebet, Bobot Jadi Penentu, Bukan Klaim Paling Tau

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Forum Komunikasi Kaderisasi Generasi Demokrat (FKKGD) Provinsi Sumatera Utara, Borkat Hasibuan menilai, sangat tidak etis jika ada bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut mengklaim, hanya dirinya yang paham dengan apa yang menjadi program DPP, sehingga dialah yang harus memimpin Partai Demokrat di Sumut. Padahal menurut Borkat, pemilihan ketua itu sudah diatur mekanismenya sesuai AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) Tahun 2020.

“Nggak bisa sesuka kita mengklaim paling tau program dan menarasikan kedekatan dengan Pak SBY dan Ketum AHY,” kata Borkat dalam siaran persnya yang diterima SumutPos.co, Jumat (26/11/2021).

Borkat menyebut, FKKGD Sumut dapat memahami, mengapa sejumlah ketua DPC beeraksi atas pernyataan bakal calon Ketua DPD Demokrat Sumut itu, karena dinilai berbeda dengan fakta. DPC sebagai pemilik suara sah di Musda nanti, diyakininya telah menganalisa bibit, bebet dan bobot dari masing-masing bakal calon. Tentunya akan dibandingkan rekam jejak masing-masing figur bakal calon yang sudah muncul untuk ditentukan siapa yang terbaik

“Saya optimis bahwa Ketua DPD terpilih nantinya adalah figur yang memiliki ketokohan dan paling mumpuni untuk mengembalikan kejayaan partai di Sumut,” tegasnya.

Borkat juga mengingatkan pesan Ketua Umum AHY agar pelaksanaan Musda menjadi ajang konsolidasi, rekonsiliasi, dan soliditas sesama kader. Untuk itu dia berharap, dinamika jelang Musda tetap dalam koridor kebersamaan. “Satu hal lagi yang perlu kita sadari bahwa sekeras apa pun dinamika pra Musda ini, yakinlah Ketua Umum, Sekjen dan BPOKK akan memiliki instrumen yang sangat cukup dan akurat dalam menetapkan kader terbaiknya menjadi Ketua DPD dan mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Pemilu 2024,” tegasnya. (rel/adz)

PWI Asahan Gelar Workshop Etik dan Profesionalisme Wartawan

SERTIFIKAT: Ketua PWI Asahan, Indra Sikoembang memberikan sertifikat penghargaan kepada Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik usai memberikan materi workshop.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan menggelar a Workshop bertema “Etik dan Profesionalisme Wartawan” dengan sub tema “Penguatan Kode Etik Jurnalistik untuk Mewujudkan Wartawan Profesional di Tengah Ancaman Kekerasan Pers” di Aula Hotel Sabty Garden, Kamis (25/11).

SERTIFIKAT: Ketua PWI Asahan, Indra Sikoembang memberikan sertifikat penghargaan kepada Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik usai memberikan materi workshop.

Bupati Asahan, H. Surya B.Sc yang diwakili oleh Kadis Kominfo, Rahmad Hidayat Siregar mengucapkan terima kasih kepada Ketua PWI, pengurus, dan rekan rekan pers sekalian, atas kerjasama yang baik selama ini sesuai dengan kewenangan, tugas, dan tanggung jawab masing-masing.

“Semoga kebersamaan ini dapat terus berlanjut, sehingga lebih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk kemajuan insan pers di Kabupaten Asahan, ujar Dayat.

Pihaknya sangat mendukung kegiatan pelatihan jurnalistik dasar yang akan kita buka pada hari ini. “Kami mengharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada seluruh wartawan tentang bagaimana menjadi wartawan yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku.,”sambung Dayat.

Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, M. Syahrir, mengatakan tanpa adanya wartawan, Indonesia bahkan dunia akan buta terhadap informasi. Maka dari itu, sehari tanpa berita dunia terasa gelap. Artinya media lah yang akan meluruskan terhadap informasi yang beredar liar tanpa adanya uji materi terhadap kabar yang beredar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, H.Farianda Putra Sinik mengatakan kepada para peserta bahwa di era perkembangan yang sangat pesat ini. Insan pers juga patut dan harus mengikuti perkembangan tersebut, apalagi perkembangan teknologi yang sangat pesat perkembangannya.

Ia juga menyampaikan wartawan memang dilindungi kode etik jurnalistik dan UU Pers nomor 40 tahun 1999. Namun dalam hal praktek bekerja di lapangan, insan pers harus pintar menempatkan diri dalam liputan.

Ketua PWI Kabupaten Asahan, Indra Sikoembang menyampaikan, bahwa hingga saat ini masih sering terjadi kekerasan terhadap wartawan, bahkan setiap tahun selalu terjadi hal mengenaskan, hingga meregang nyawa. (dat/han)

Peringatan HGN ke-76, Pemkab Labuhanbatu Gelar Vaksinasi Covid-19

VAKSINASI: Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga bersama Kajari Labuhanbatu Jefri Penangin Makapedua meninjau vaksinasi massal. FAJAR DAME/SUMUT POS.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-76, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengadakan vaksinasi Covid-19 secara massal, dengan sasaran utama para guru dan murid, Kamis (25/11).

VAKSINASI: Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga bersama Kajari Labuhanbatu Jefri Penangin Makapedua meninjau vaksinasi massal. FAJAR DAME/SUMUT POS.

Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu kembali melaksanakan Vaksinasi Covid-19 secara massal di halaman kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu.

Vaksinasi kali ini ditargetkan untuk 500 dosis dengan sasaran anak sekolah, guru dan masyarakat umum. Vaksinasi dosis pertama ini juga digelar secara bersamaan di beberapa Puskesmas se Labuhanbatu.

Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga mengatakan, menargetkan 70% pelaksanaan vaksin ini tercapai, mengingat saat ini Labuhanbatu memasuki zona hijau level 2 PPKM.

“Saya berharap seluruh petinggi di Labuhanbatu ini menggalakkan vaksinasi di setiap instansinya,” ucap Bupati.

Bupati juga berharap seluruh masyarakat untuk hadir dan mengikuti vaksinasi di setiap tempat yang tersedia. Di lokasi yang sama, Kajari Labuhanbatu Jefri Penangin Makapedua

mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Labuhanbatu yang telah rutin melaksanakan vaksinasi di wilayah pemerintahanya. “Semoga target 70% vaksinasi segera tercapai,” ujarnya.

Kajari juga menyebutkan, vaksinasi di Kejaksaan juga akan dilakukan secara berkesinambungan, baik itu vaksin dosis pertama maupun kedua, ujar Kajari.

Di lain tempat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Kamal Ilham menyebutkan, hingga hari ini sudah ada 206.979 orang masyarakat Labuhanbatu yang telah menerima vaksin dari 376.476 yang ditargetkan.

“Ada tersisa sekitar 261.595 orang yang belum mengikuti vaksin, ini menandakan sekitar 50% masyarakat Labuhanbatu telah menerima vaksin. Kita menargetkan di akhir Desember 2021, 70% vaksin harus terealisasi, dengan target utama adalah guru dan anak sekolah, karena mereka telah melakukan pembelajaran tatap muka, agar varian virus yang kita khawatirkan tersebut tidak menyebar kembali, mengingat Labuhanbatu saat ini telah memasuki level 2 PPKM,” ujar Kamal.

Terkait ketersediaan vaksin, Kamal mengatakan, untuk target 70% vaksin di Labuhanbatu berlebih dan siap kapanpun jika dibutuhkan.

Kamal berharap seluruh masyarakat Labuhanbatu mendukung kinerja pemerintah dalam mencegah peredaran virus Corona Covid-19 agar masyarakat Labuhanbatu lebih sehat dan lebih bebas beraktivitas, Ayo ikuti vaksin harapnya.(fdh/han)

Truk Tabrak Tiang Listrik, Listrik Padam, Sopir Kabur

TIANG ROBOH: Tiang listrik roboh di Jalan Gunung Luser Kota Tebingtinggi, Kamis (25/11).sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Truk pengangkut sawit BK 8317 LF menabrak tiang listrik di Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi depan Masjid Agung, Kamis (25/11). Akibatnya, tiang tumbang dan nyaris menimpa sepeda motor BK 4912 LF milik M Gultom warga Jalan Komplek BP 7 Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi,.

TIANG ROBOH: Tiang listrik roboh di Jalan Gunung Luser Kota Tebingtinggi, Kamis (25/11).sopian/sumut pos.

Tidak ada korban jiwa dari kejadiaan tersebut, pemilik sepeda motor hanya terjatuh dengan luka ringan. Sedangkan supir truk langsung melarikan diri usai menabrak tiang listrik bertegangan tinggi hingga tumbang ke tengah badan jalan.

Petugas Polantas yang sedang mengatur arus lalulintas langsung menutup jalan menuju Gunung Lauser. Kemudian, petugas PLN ranting Tebingtinggi turun ke lokasi melakukan perbaikan pemasangan dan mengamankan kabel listrik yang bertegangan tinggi untuk dimatikan arusnya.

Ternyata perbaikan tiang PLN yang tumbang hingga sore belum selesai. Pemadaman arus listrik masih dilakukan hingga sore ini di wilayah Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Doraria Simanjuntak mengatakan bahwa pihkanya sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN untuk memutuskan aliran listrik dalam menghindari korban jiwa.

“PLN sudah melakukan pemutusan arus listrik dan membersihkan badan jalan dari tiang listrik yang tumbang. Akibat lakalantas ini, pengemudi melarikan diri usai menabrak tiang listrik. Kini kasusnya sudah ditangani pihak Polres dan Satlantas Tebingtinggi,” ujar AKP Doraria. (ian/azw)

Bunuh Pemilik Rumah Jalan Pelita I, Pencuri Divonis Penjara Seumur Hidup

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Zufida Hanum menghukum penjara seumur hidup terdakwa Muhammad Anang Kosin alias (38). Warga Jalan Pelita I Medan Perjuangan ini, terbukti bersalah melakukan pencurian yang menyebabkan Lisbet br Napitupulu meninggal, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (25/11).

Dalam amar putusannya, terdakwa telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana dalam Pasal 365 ayat 4 KUHP.

“Menjatuhkan terdakwa Muhammad Anang Kosin oleh karena pidana oleh karenanya dengan pidana penjara seumur hidup. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,” ucap Zufida.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban meninggal dunia dan perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat. “Keadaan meringankan tidak ditemukan pada diri terdakwa,” katanya.

Usai mendengarkan putusan, majelis hakim memberikan waktu sepekan kepada terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) Ramboo Laoly Sinurat, untuk menyatakan terima atau mengajukan banding. Vonis hakim sama dengan tuntutan JPU (conform).

Diketahui, bermula saat terdakwa Muhammad Anang Kosin alias Andika dan Muhammad Afrizal pada Mei 2021, sepakat untuk mencuri di salah satu rumah warga di Jalan Gaharu.

Awalnya Muhammad Anang Kosin yang mendatangi Muhammad Afrizal sambil membawa pisau sekira pukul 22.00 Wib, dan menanyakan ‘job’ istilah untuk melakukan pencurian. Terdakwa menjawab ada perempuan dekat rumahnya.

Keesokan harinya pada tanggal 6 Mei 2021 sekira pukul 04.20 WIB, terdakwa Muhammad Anang Kosin bersama dengan Muhammad Afrizal menuju ke rumah Lisbet Napitupulu di Jalan Pelita I Kecamatan Medan Timur untuk mengambil barang-barang miliknya.

Tidak berselang lama, keduanya pergi ke rumah korban dan mulai mencongkel dan merusak seng yang berada di kamar mandi belakang dengan menggunakan tang hingga seng tersebut terbuka. Kedua terdakwa, kemudian masuk ke dalam rumah tersebut melalui seng yang telah terbuka lalu berusaha membuka pintu dapur yang terkunci.

Namun, Muhammad Afrizal berkata kepada terdakwa Muhammad Anang agar menunggu Lisbet Napitupulu membuka pintu dapur tersebut dan tiba-tiba sekitar pukul 05.30 Wib Lisbet Napitupulu datang dan membuka pintu dapur tersebut.

Kedua terdakwa lalu mendorong pintu tersebut dengan keras, hingga korban jatuh terlentang di lantai. (man/azw)

Pelemparan Bom Molotov di Pancurbatu, Korban Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

PEMERIKSAAN: Korban pelemparan bom molotov di Pancurbatu bersama pengacaranya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Rabu (24/11).m idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Erna, korban yang rumahnya diteror bom molotov oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Jalan TK Immanuel, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, meminta kepada pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku. Pascakejadian pada awal Oktober 2021 lalu, korban sudah membuat laporan polisi dengan nomor: STTLP/B/1945/X/Yan 2.5/2021/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut.

PEMERIKSAAN: Korban pelemparan bom molotov di Pancurbatu bersama pengacaranya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Rabu (24/11).m idris/sumut pos.

Korban mengungkapkan, dia sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Medan sebagai saksi pelapor, Rabu (24/11). “Terima kasih kepada Polrestabes Medan yang sudah menindaklanjuti laporan kasus ini. Saya berharap aparat kepolisian dapat bertindak cepat untuk segera mengungkapkan kasus ini dan menangkap pelakunya. Bukan tidak mungkin, penyerangan bisa saja kembali terjadi,” kata Erna saat diwawancarai, Kamis (25/11).

Dikatakan Erna, kedatangannya ke Polrestabes Medan, selain sebagai saksi pelapor juga mempertanyakan perkembangan kasus pencurian di rumahnya tersebut. Pasalnya, paskateror pelemparan bom molotov tersebut, rumahnya disatroni maling. “Kuat dugaan, pelaku pelemparan bom molotov juga yang melakukan pencurian di rumah saya. Artinya, diduga pelakunya orang yang sama. Padahal, sudah ada garis polisi yang terpasang di rumah yang terbakar tersebut. Akan tetapi, pelaku berani masuk dan mencuri,” ungkapnya.

Erna menyebutkan, kasus pencurian yang alaminya juga sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan dengan nomor : LP/2340/XI/2021/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut, tanggal 11 November 2021. “Saya menduga pelaku adalah orang suruhan yang sengaja membakar rumahnya dan juga melakukan pencurian,” pungkasnya.

Sementara, Kuasa Hukum Erna, Dedi Susanto menyesalkan tragedi yang menimpa kliennya. Sebab, sudah rumah kliennya terbakar, ternyata barang-barang di dalam juga digondol maling. “Saya menyesalkan tragedi yang terjadi di rumah Ibu Erna. Sudah ada garis polisi, kenapa maling juga berani masuk. Artinya, pengawasan yang dilakukan lemah,” katanya.

Dedi meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk fokus terhadap kasus seperti ini. Apalagi, kasus tersebut sudah membahayakan keselamatan nyawa orang. “Kita sangat atensi dan memberi apresiasi kepada Kapolrestabes bilamana kasus ini dapat diselesaikan dengan cepat,” ucapnya.

Dia menambahkan, akibat peristiwa itu kliennya mengalami kerugian hingga puluhan juta. “Kerugian akibat pencurian tersebut lebih dari Rp20 juta. Makanya, kami berharap kasus penyerangan dan pencurian ini dapat segera diungkap Polrestabes Medan,” pungkasnya. (ris/azw)

Pemilik Kafe Didakwa Ludahi Petugas PLN Jalani Sidang Perdana di PN Medan

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sempat viral di media sosial, Mhd Reza Sitio (27) warga Jalan Sapta Marga, Medan Sunggal menjalani sidang lanjutan di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (25/11). Terdakwa pemilik kafe ini, didakwa meludahi petugas PLN yang datang menagih pembayaran listrik.

Ilustrasi

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Immanuel Tarigan, jaksa menghadirkan dua orang saksi dari petugas PLN. Diantaranya, Joli Edwardo dan Girsang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho dalam dakwaannya, pada 29 Juli 2021 sekira pukul 15.00 Wib, saksi korban Ayu Miranda bersama saksi Andi Narogong Virtandini dari petugas PLN, mendatangi kafe milik terdakwa di Jalan Halat, Medan.

“Kedua saksi datang untuk melakukan pengecekan meteran listrik kafe milik terdakwa sudah tertunggak satu bulan, ditambah dengan pembayaran bulan berjalan,” katanya.

Kemudian lanjutnya, kedua saksi meminta untuk melakukan pemeriksaan listrik kafe terdakwa, yang berada didalam garasi. Saat itu, yang ada dirumah saksi Lisna Marlina Harahap, yang mengatakan kepada petugas tunggakan belum dibayar karena masalah PPKM. Tak berapa lama, terdakwa datang dan kedua petugas menjelaskan kepada terdakwa mengenai tunggakan pembayaran listrik.

“Menurut aturan PLN kalau listrik tidak dibayar terpaksa harus diputus sehingga saksi korban dan saksi Andina Viryandini serta petugas PLN lainnya melakukan tindakan penyegelan terhadap meteran listrik kafe terdakwa,” jelasnya.

Namun, terdakwa marah dan tidak terima atas tindakan yang akan dilakukan oleh saksi korban dan petugas PLN lainnya. Ia tetap menolak, meterannya digembok dan disegel oleh korban dan petugas PLN lainnya.

Kemudian, terdakwa mengizinkan saksi Joli Edwardo menggembok meteran listrik kafe terdakwa. Tapi sambil berteriak, terdakwa mengeluarkan kata-kata makian kepada petugas PLN wanita tadi, sambil melempar batu kerikil.

Namun saat itu, kedua saksi yang melihat perbuatan terdakwa kemudian memvideokan kejadian itu sambil masuk ke dalam mobil. Terdakwa yang tahu di videokan, tidak Terima dan menendang mobil dan membuka pintu mobil saksi. “Terdakwa berusaha mengambil handphone milik saksi korban, namun terdakwa tidak berhasil mengambil handphone milik saksi korban sehingga terdakwa yang terlihat emosi kemudian membuka maskernya dan meludahi saksi korban yang mengenai wajah saksi korban,” beber JPU.

Selanjutnya, saksi korban yang tidak terima diludadi dan dimaki, melaporkan terdakwa ke Polsek Medan Area guna pengusutan lebih lanjut.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Atau Pasal 315 KUHPidana,” pungkasnya. (man/azw)

Kapoldasu Pantau Pilkades Serentak 106 Desa di Dairi, Semua Calon Harus Legowo dengan Hasil Akhir

PANTAU: Kapoldasu Irjend Pol Panca Putra Simanjuntak bersama Bupati Dairi Eddy KA Ate Berutu didampingi Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, memantau pelaksanaan Pilkades di Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak didampingi Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dan Kapolres AKBP Wahyudi Rahman, memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 106 desa , Kamis (25/11).

PANTAU: Kapoldasu Irjend Pol Panca Putra Simanjuntak bersama Bupati Dairi Eddy KA Ate Berutu didampingi Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, memantau pelaksanaan Pilkades di Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kapolda bersama rombongan melakukan pemantauan pertama di Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul. Kapolda Irjend Pol Panca Putra menyampaikan, kedatangannya untuk melihat dan memastikan pelaksanaan Pilkades di 106 desa yang digelar secara serentak bisa berjalan sesuai aturan.

“Kegiatan demokrasi ditingkat paling kecil seperti Pilkades ini, merupakan gambaran pesta demokrasi yang nyata dan benar-benar terlaksana dengan baik sebagaimana diharapkan. Pantauan saya di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), pesta demokrasi berjalan dengan baik”kata Kapoldasu.

Masyarakat sangat antusias hadir memberikan hak suara mereka. Kita berharap, dukungan semua masyarakat untuk mensukseskan Pilkades ini. Melalui pesta demokrasi yang dilaksanakan hari ini, akan menghasilkan kepala desa yang mampu mendorong dan membawa pembangunan di desa itu sendiri.

“Begitu juga kepada semua calon/kandidat agar legowo apapun hasil akhir dalam Pilkades. Siapapun yang terpilih, berarti itulah yang terbaik untuk memimoin desanya masing-masing,” pungkasnya.

Sementara Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan terimaksih kepada Kapolda Irjend Panca Putra Simanjuntak, berkenan hadir memantau Pilkades dan memberikan atensi untuk pengamanan pelaksanaan pesta demokrasi Pilkades serentak 106 desa di Dairi.

Eddy juga memberikan apresiasi kepada masyarakat sudah berperan serta menyukseskan Pilkades dengan mengikuti semua aturan. Pelaksanaan Pilkades berjalan dengan baik. “Harapan kita, semua pihak bisa menerima siapapun yang terpilih demi kemajuan desa masing-masing,” ujar Eddy KA Berutu.

Sementara itu, dalam Pilkades serentak tahun 2021 ini, sejumlah Kades incumben tidak terpilih kembali seperti kades Sosorlontung, Budi Manulang, kades Parbuluan 6, Jabengar Sihotang, kades Hutarakyat, Pander Sitepu. Namun, ada juga beberapa kades incumben terpilih kembali seperti kades Sungai Raya, Luat Darson Manullang.

Amatan wartawan, Kamis (25/11) hingga sore, masIh terjadi penghitungan suara seperti di TPS 2, Desa Sungai Raya, kecamatan Siempat Nempu Hulu. P2KD sempat menghentikan penghitungan suratsuara dari 2 kotak suara dari dusun 4 dan 5.

Dimana, saksi dan pendukung kandidat nomor urut 1, Wasman Manik merupakan pejabat incumben, protes minta Pilkades ulang karena panitia dituding melakukann kecurangan. Dimana total jumlah suara sah ditambah suara batal sebanyak 265, padahal daftar hadir pemilih dan jumlah kertas suara sebanyak 258.

Saksi dan pendukung nomor urut 1 mengaku, tidak menerima hasil penghitungan suara dan meminta pemilihan/pemungutan suara ulang. Dan sempat terjadi perdebatan di TPS. (rud/han)

Korban Minta Perbaikan Rumah Dirampungkan

Pengrusakan Akibat Isu Begu Ganjang

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Keluarga Jamapor Sagala warga Dusun V Jumala, Desa Pegagan Julu 2, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, korban pengrusakan rumah yang dilakukan massa terkait isu begu ganjang, minta para pelaku selesaikan pembangunan rumah mereka.

ANAK KORBAN: Sumiharto Sagala didampingi istri Merdiana Sinaga menerangkan kondisi pembangunan rumah orangtuanya yang masih terbengkalai. Rumah itu dirusak massa yang termakan isu Begu Ganjang 4 Februari 2021 lalu. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

Permintaan disampaikan anak korban, Sumiharto Sagala didampingi istri Merdiana Sinaga kepada wartawan di Sidikalang, Rabu (24/11). Sumiharto menerangkan, sejumlah warga/massa melakukan pengrusakan rumah milik orangtuanya di Dusun V Jumala, Desa Pegagan Julu 2 pada, 4 Februari 2021 lalu.

Pengrusakan rumah dilakukan, karena warga/massa diduga terprovokasi bahwa keluarga mereka pelihara Begu Ganjang. Kasus pengrusakan rumah milik orangtuanya itu, sudah ditangani Polres Dairi. Dan sejumlah orang sudah sempat ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus itu lanjut Sumiharto, sejumlah orang pelaku pengrusakan yang disaksikan tokoh masyarakat, kepala desa Pegagan Julu 2 serta anggota DPRD, telah membuat kesepakatan perdamaian yang dituangkan dalam surat pernyataan, bahwa mereka mengakui perbuatan pengrusakan rumah milik orangtuanya.

Dari 8 poin yang tertuang dalam surat pernyataan itu, pada poin 5 disebutkan bahwa kami tokoh masyarakat bersama dengan warga masyarakat Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, berjanji paling lama tanggal 5 Mei 2021, akan membangun dan mendirikan kembali rumah milik saksi korban Jamapor Sagala yang sebelumnya kami rusak.

Dan pada poin 8, apabila poin di atas diingkari, maka bahwa kami tokoh masyarakat bersama dengan masyarakat Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, bersedia dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia.

Sumiharto mengatakan, memang para pelaku maupun tokoh masyarakat sudah melakukan pembangunan tetapi tidak tuntas dan sekarang terlantar. Sementara orangtua saya, sampai saat ini masih tetap mengungsi kerumah saya yang tak jauh dari rumah korban.

Keluarga korban meminta kepada pihak-pihak terkait khususnya para pelaku, agar secepatnya menyelesaikan pembangunan rumah mereka. Sehingga, keluarganya dan juga orangtuanya bisa secepatnya kembali kerumah mereka.

Sumiharto mengaku, paskakejadian, hingga saat ini dia dan istri serta sejumlah anaknya masih mengungsi di tempat lain.

“Kami berharap, supaya rumah orangtuanya segera selesai dituntaskan, sehingga mereka bisa kembali menjalani kehidupan seperti sediakala bersosialisasi dengan masyarakat setempat,” ucap Sumiharto.(rud)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan memperingati Hari Guru bertema ‘Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan’

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KETUA STIKes Mitra Husada Medan Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes berterima kasih atas kehadiran Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Dr Mahriyuni MHum pada pelaksanaan hari guru.

Siti Nurmawan Sinaga menegaskan mahasiswa di STIKes Mitra Husada dibekali diantaranya pendidikan kepemimpinan, anti-Narkoba dan radikalisme, etika perguruan tinggi dan etika profesi.

Disebutkan ketua STIKes Mitra Husada, saat ini terjadi kegawatdaruratan baik kekerasan fisik, bullying dan pandemi Covid-19. Mahasiswa keperawatan dan kebidanan tidak bisa dianggap main-main dan harus lulus kompetensi.

Ketua STIKes Mitra Husada menjelaskan berbagai program inovasi, integritas, pelatihan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia juga mengutarakan tim STIKes Mitra Husada akan mengikuti kompetisi internasional bidang penelitian di Bali pada World Invention Technology Expo (Wintex) di Bali pada 26-29 November 2021.

Siti Nurmawan Sinaga berterima kasih atas besarnya dukungan LLDikti Sumut terhadap STIKes Mitra Husada yang saat ini mendidik 1.249 mahasiswa.

Ia pun dalam mengelola STIKes Mitra Husada mengutamakan dengan hati
yang berlandaskan nilai Professional, Akuntabel, Collaboratif, Empathy dan Reliability (PACER).

Lulusan STIKes Mitra Husada, lanjut ketua, harus mampu berpikir dengan baik, berdaya saing nasional dan internasional diera globalisasi, entrepreneur, bisa mengambil keputusan serta bisa menjadi pemimpin untuk diri sendiri dan orang lain.

Dalam Hari Guru juga disampaikan kuliah umum oleh Sekretaris LLDikti Sumut Dr Mahriyuni MHum. Makalah Mahriyuni berjudul Manajemen Kepemimpinan Dasar dan anti-Korupsi.

Pemateri berikutnya Widya Susanti SPsi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu. Makalahnya berjudul Pembekalan anti-Intoleransi, anti-Kekerasan Seksual dan anti-Bullying.

Sekretaris LLDikti Sumut Dr Mahriyuni MHum memberi apresiasi terhadap pengelola STIKes Mitra Husada yang jumlah mahasiswanya terus bertambah banyak.

Berdasarkan hasil monev pemetaan mutu perguruan tinggi terkait dengan proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian.

Monev ini merupakan fungsi pengawasan LLDikti Sumut dan memfasilitasi pembinaan perguruan tinggi di Sumut. Sekretaris LLDikti Sumut melihat secara umum dari peningkatan jumlah mahasiswa menunjukkan STIKes Mitra Husada memiliki mutu berstandar nasional.

Mahriyuni mengemukakan pihaknya sangat mengenal STIKes Mitra Husada yang banyak mengukir prestasi nasional dan internasional. Ia berharap mahasiswa yang mengikuti kompetisi internasional di Bali kembali mampu meraih prestasi terbaik.

Sekretaris LLDikti Sumut menambahkan pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap STIKes Mitra Husada dan perguruan tinggi lainnya di Sumut. ”Adik-adik yang kuliah di STIKes Mitra Husada adalah orang yang terpilih, terukur dan terseleksi dari segi mutu dan karakter,” katanya. (dmp)