Home Blog Page 2915

Masyarakat Bisa Punya Saham di Bank Sumut

Melantai di BEI pada 2022

SAMBUTAN: Direktur Kepatuhan PT Bank Sumut, Eksir, menyampaikan sambutan pada Workshop & Media Gathering IWO Kota Medan dan Bank Sumut di Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu (29/12). (SAZALY/SUMUTPOS.CO)

KARO, SUMUTPOS.CO-PT Bank Sumut bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022 mendatang. Dengan itu, masyarakat pun nantinya akan berkesempatan punya saham di BUMD kebanggaan warga Sumut ini.
Hal tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan PT Bank Sumut, Eksir, pada Workshop & Media Gathering Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Medan dan Bank Sumut di Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu (29/12).
“Saat ini kami sedang melakukan proses (untuk melantai di BEI). Dengan begitu, tentunya kami akan lebih transparan kepada masyarakat Sumut nantinya,” ungkap Eksir.
Lebih lanjut Eksir menuturkan, Bank Sumut pun sedang memproses masa penawaran umum perdana saham Initial Public Offering (IPO) pada tahun depan.
Dia juga menyebutkan, dengan semua itu, diharapkan pengelolaan Bank Sumut bisa jauh lebih baik pula.
“Kemudian, selain mendapat ketransparanan, serta bisa memiliki saham, masyarakat juga diperkenankan untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” tuturnya.
Dia pun menjelaskan, jika nantinya sudah melantai di BEI, maka Bank Sumut pun akan semakin mudah dalam membangun Provinsi Sumut. Seperti membangun infrastruktur, dan pemerintah daerah juga dapat mengajukan kredit dalam membangun wilayahnya.
“Jika Bank Sumut berkembang maka masyarakat juga ikut maju. Maka, kami sangat berharap, proses ini semoga berjalan dengan lancar,” harap Eksir.
Eksir menuturkan, saat ini Bank Sumut berada di posisi ke 5 sebagai BUMD dengan aset terbesar secara nasional, dan menempati posisi pertama dengan predikat yang sama untuk lingkup Pulau Sumatera.
Namun begitu, dia mengaku, hal itu tak membuat Bank Sumut puas atas capaian tersebut. Maka, ke depannya yang menjadi tantangan adalah tentang penguatan sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua IWO Kota Medan, Erie Prasetyo mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menambah keakraban antara jurnalis dan Bank Sumut.
“Harapan yang utama dalam kegiatan ini adalah jurnalis semakin paham terkait perbankan. Dan ke depan Bank Sumut semakin baik dalam melayani masyarakat,” katanya.
Dia pun berharap, jurnalis semakin paham soal digitalisasi perbankan.
“Sebab, makin ke depan digitalisasi akan semakin pesat. Sehingga jurnalis harus mampu dalam penulisan dan pemahaman di bidang ekonomi, khususnya perbankan,” pungkas Erie.
Adapun Workshop & Media Gathering IWO Kota Medan dan Bank Sumut ini, digelar di Hotel Sibayak International, Kota Berastagi, Kabupaten Karo pada 28-30 Desember 2021. (saz)

Bantu Produktivitas Petani, IT Del Ciptakan Alat Pelindung Diri Pemetik Biji Andaliman

PELINDUNG DIRI: Penyerahan alat pelindung diri dari Institut Teknologi Del kepada petani Andaliman.

SUMUTPOS.CO – ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) adalah tanaman rempah endemik khas yang banyak tumbuh di dataran tinggi sekitar Kawasan Danau Toba.

PELINDUNG DIRI: Penyerahan alat pelindung diri dari Institut Teknologi Del kepada petani Andaliman.

Tanaman ini biasanya tumbuh liar di kawasan hutan pada ketinggian di atas 1200 mdpl. Biji andaliman memberikan rasa sensasi getir dan pedas menggigit di lidah.

Oleh masyarakat, biji andaliman banyak dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap kuliner khas Batak seperti arsik, naniura dan natinombur.

Belakangan ini tanaman andaliman mulai dibudidayakan oleh beberapa kelompok masyarakat. Baik dalam bentuk tanaman sela maupun perkebunan dalam skala kecil.

Salah satu kelompok masyarakat tersebut adalah yang diorganisir pengelola Taman Eden 100, Marandus Sirait di Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba.

Marandus Sirait mencoba membudidayakan tanaman andaliman sejak tahun 2017. Hingga saat ini pusat budidaya tanaman andaliman di Taman Eden 100 telah menghasilkan buah andaliman dalam jumlah yang signifikan.

Institut Teknologi Del (IT Del) sebagai perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Toba sejak tahun 2019 telah mengambil bagian dalam pengembangan andaliman lewat kemitraan dengan Taman Eden 100.

Sejak tahun 2019, IT Del telah melakukan berbagai program pengembangan. Diantaranya mengembangkan produk-produk turunan andaliman sebagai komoditas yang berorientasi ekspor.

IT Del juga telah mengembangkan teknologi tepat guna yang dipakai dalam mendukung proses produksi produk turunan andaliman. Diantaranya adalah mesin pengering andaliman dan mesin pencacah kemiri.

Saat ini IT Del sedang mengembangkan alat pelindung diri bagi pemetik biji andaliman. Sebab tanaman andaliman secara morfologinya adalah tanaman yang bercabang-cabang dan berduri pada pohon dan rantingnya.

Biji andaliman tumbuh di ketiak daun yang dekat dengan duri-duri. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani pemetik andaliman dan sering menyebabkan masalah luka lecet pada tangan pemetik.

Sementara itu karakteristik tumbuhnya andaliman yang berada di sekitar hutan menyebabkan petani rentan terpapar gigitan nyamuk. Ditambah lagi udara dingin juga menjadi tantangan tersendiri.

Merespon persoalan ini, IT Del melalui beberapa skema pengabdian kepada masyarakat telah membentuk tim yang terdiri dari mahasiswa, tenaga pendidikan dan dosen untuk memberikan solusi teknologi tepat guna bagi persoalan tersebut.

Tim ini diketuai oleh Benedikta Siboro S, MSc, dosen Program Studi Manajemen Rekayasa IT Del. Dengan metodologi perancangan dan pengembangan produk, tim melakukan identifikasi kebutuhan.

Hasil identifikasi ini kemudian diolah menjadi desain konseptual yang akan didesain melalui langkah yang disebut House of Quality. Setelah diperoleh desain konseptual, selanjutnya desain detail diturunkan dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomic untuk menjamin kenyamanan pemakaian.

Pada akhirnya dihasilkan desain alat pelindung diri dengan bahan kain ripstop yang tebal sehingga tahan duri, hangat dan melindungi petani dari gigitan serangga. Pakaian ini didesain menutupi seluruh badan, anggota badan petani dan kepala petani. Untuk bagian wajah dibuat penutup wajah berbentuk jaring.

Ditambahkan juga sarung tangan karet dengan modifikasi pada bagian jari sehingga memudahkan petani untuk menggerakkan tangan dan jari-jari pada saat pemetikan buah dengan tetap melindungi tangan dan jari petani dari duri. Untuk melindungi kaki petani digunakan sepatu boot.

Hingga saat ini alat pelindung diri ini telah berhasil diproduksi dan diserahterimakan kepada kelompok-kelompok petani andaliman.

Serah terima untuk batch pertama dilakukan pada bulan Agustus 2021 kepada petani di Taman Eden 100. Batch kedua dilakukan pada bulan Desember 2021 kepada petani-petani andaliman di sekitar Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba. Batch ketiga sedang dalam proses produksi dan direncakanan akan diserahterimakan bulan Januari 2022 kepada petani-petani andaliman lain yang ada di Kawasan Danau Toba.

Terhadap hal ini, respon petani andaliman sangat antusias dan mengapresiasi. Dengan alat pelindung diri ini, diharapkan kegiatan panen biji andaliman dapat dilakukan secara efisien dan aman dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas panen andaliman.

Pendanaan untuk kegiatan ini berasal dari dana Tanggung Jawab Sosial IT Del dan didukung juga oleh skema Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa Perguruan Tinggi Swasta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (dmp)

Sidang Suap Jual Beli Jabatan, Mantan Sekda Tanjungbalai Dituntut 2 Tahun Penjara

TUNTUTAN: Mantan Sekda Kota Tanjungbalai, Yusmada terdakwa kasus suap jabatan menjalani sidang tuntutan secara virtual, Senin (27/12).sumut pos/istimewa .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai, Yusmada dituntut selama 2 tahun penjara. Dia dinilai terbukti melakukan suap jabatan, dengan memberikan uang Rp100 juta kepada mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (27/12).

TUNTUTAN: Mantan Sekda Kota Tanjungbalai, Yusmada terdakwa kasus suap jabatan menjalani sidang tuntutan secara virtual, Senin (27/12).sumut pos/istimewa .

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Siswandono dan Zainal Abidin menyatakan dalam amar tuntutannya, terdakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa Yusmada dengan pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan,” ujarnya.

Adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. “Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan, belum pernah dihukum, mengakui serta menyesali perbuatannya,” sambung JPU.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim diketuai Eliwarti memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk menyampaikan nota pembelaan pada sidang pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, perkara ini bermula pada tahun 2019 saat M Syahrial (mantan Wali Kota Tanjungbalai) memanggil Sajali Lubis selaku orang kepercayaannya untuk datang ke rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai.

Saat bertemu, Syahrial memerintahkan Sajali menemui terdakwa untuk menawarkan jabatan Sekda Kota Tanjungbalai. Beberapa hari kemudian, Sajali menghubungi terdakwa meminta waktu bertemu di ruang kerja terdakwa di Dinas Perkim Kota Tanjungbalai.

Syahrial melalui orang kepercayaannya bernama Sajali beberapa kali mendatangi Yusmada menawarkan posisi Sekda dengan syarat memberikan sejumlah uang. Yusmada yang awalnya menolak akhirnya lukuh dan memberikan uang Rp100 juta.

Belakangan, hal tersebut pun terendus KPK hingga perkara Yusmada naik ke pengadilan. Diketahui dalam perkara ini terdakwa Syahrial belum diadili. (man/azw)

Tiga Pelaku Utama Bentrok di Percut Sudah Ditangkap, Polisi Buru Seluruh Anggota Geng Motor

PAPARKAN: Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, didampingi Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kapolsek Percut Seituan, Kompol M Agustiawan saat memaparkan kasus bentrok antar geng motor, di Mapolda Sumut, Senin (27/12) petang. Sumut Pos/ Dwi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku utama terjadinya bentrok antardua geng motor yang menewaskan seorang pemuda di Jalan Abiyoso Desa Saentis Kecamatan Percut Seituan, Minggu (26/12) dinihari kemarin diungkap Kepolisian Sektor (Polsek) Percut Seituan. Tiga tersangkanya, masing-masing MTA alias Medi, SH alias Egok, MR alias Rasyid berasal dari geng motor Neleng.

PAPARKAN: Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, didampingi Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kapolsek Percut Seituan, Kompol M Agustiawan saat memaparkan kasus bentrok antar geng motor, di Mapolda Sumut, Senin (27/12) petang. Sumut Pos/ Dwi.

“Alhamdulilah, kasus bentrok geng motor sudah terungkap dan pelaku utamanya sudah ditangkap. Nama-nama sudah kami kantongi dan akan kami kejar. Sebab, saat didatangi ke rumahnya, mereka sudah tidak ada di tempat,” kata Kapolsek Percut Seituan, Kompol M Agustiawan, dalam pemaparan yang digelar di pelataran Mapolda Sumut, Senin (27/12).

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, didampingi Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kapolsek Percut Seituan, Kompol M Agustiawan juga merincikan kejadiannnya. “Mereka setiap malam Minggu geng motor selalu membuat keributan, atas dasar itu dibentuk tim untuk menindak geng motor,” kata juru bicara Polda Sumut ini.

Jadi, katanya, begitu polisi balik, geng motor beraksi, mereka menyempatkan memanfaatkan momen di saat tidak ada petugas. Kejadian jam 6 pagi, yang menjadi korban tawuran adalah atas nama Alfiansyah Najid.

“Kita berhasil mengamankan tiga orang pelaku. Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik mengamankan puluhan busur panah, senjata senapan angin parang proyektil. Proyektil bersarang di tubuh korban sudah dikeluarkan, kelompok mereka ini berjumlah 30 orang, beberapa orang sudah teridentifikasi dan pasti akan dikejar,” paparnya.

Hadi berharap, sebelum dikejar mereka menyerahkan diri, supaya kasus ini tidak terjadi lagi. “Motifnya bentroknya geng motor ini adalah karena rumah orang tuanya diserang oleh pihak korban. Korban komunitas 234 SC. Dari masing pelaku memiliki peran masing-masing, yakni MTH menembak korban dengan senjata, SH adalah yang membawa parang dan mengancam lawan, MR membawa ketapel. Kubu lawannya, juga berjumlah 30 orang. Senjata-senjata yang disita didapat dari orangtua pelaku atas peninggalan dari pelaku pasca kejadian tersebut. Semua nama-nama anggota geng motor sudah dikantongi pihak Polrestabes Medan,” pungkasnya.

Sebelumnya, bentrokan maut gerombolan geng motor pecah, di Jalan Abiyoso Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (26/12) dinihari.

Akibat tawuran geng motor ini, seorang remaja, Alfiansyah Najib alias Tembong (19) warga Jalan Trunojoyo Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan, tewas tertembak senjata airsoft gun di bagian dada. Aksi saling serang antarkelompok geng motor infonya cepat menyebar sehingga personel Polsek Percut Seituan turun ke lokasi membubarkan pertikaian. Dalam aksi bentrok itu, korban (Tembong) mengalami luka tembak di bagian dada dan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat namun nyawanya tak tertolong.

Selain satu orang tewas, seorang remaja juga mengalami luka terkena tembakan air soft gun. “Korban (tewas) terkena luka di bagian dada sebelah kiri, tapi jelasnya kami masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Kapolsek Percut Seituan, Kompol M Agustiawan. Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga setelah dilakukan otopsi. (dwi/azw)

Korban Tikami Pelaku Begal hingga Tewas, Kapolsek Sunggal: Pelaku Ditetapkan Tersangka

sumut pos/istimewa serahkan diri: Dedi, korban begal yang nekat menikam Reza, diduga pelaku begal, hingga tewas akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dedi, korban begal yang nekat menikam Reza, diduga pelaku begal, hingga tewas akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Setelah sempat melarikan diri beberapa hari, Dedi menyerahkan diri ke Polsek Medan Sunggal pada Senin (27/12).

serahkan diri: Dedi, korban begal yang nekat menikam Reza, diduga pelaku begal, hingga tewas akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata mengatakan, Dedi sudah ditetapkan tersangka. Menurutnya, hukum harus tetap dijalankan meski Dedi mengaku sebagai korban begal dan menikam Reza untuk melindungi diri.

“Berdasarkan perbuatan yang diakuinya akan tetap diproses hukum. Kita akan mengawal kasus ini sebaik- baiknya untuk menciptakan keadilan,” kata Chandra, Selasa (28/12). Chandra menyatakan, yang bersangkutan dikenakan Pasal 351 ayat 3 KUHP, tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Namun demikian, upaya restorative justice tetap terbuka bila dimungkinkan. “Kita menunggu respon pihak keluarga korban setelah keluarga pelaku telah meminta maaf,” pungkasnya.

Sementara itu, Dedi mengaku nekat membunuh pria yang diduga pelaku begal tersebut karena untuk membela diri. Perbuatannya dilakukan secara spontanitas dan tidak ada direncanakan sebelumnya.

Disebutkan Dedi, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (22/12) lalu. Ketika itu, dia baru saja pulang dari rumah teman dan menuju rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Saat melintas di Jalan Desa Sei Beras Sekata, Sunggal, ponselnya tiba-tiba berdering karena ada panggilan masuk.

“Pas di tengah jalan ada yang telepon saya, lalu saya berhenti sebentar. Tidak lama kemudian, data empat orang pria dengan menggunakan dua sepeda motor,” ungkap Dedi kepada wartawan di Mapolsek Medan Sunggal.

Keempat pria yang membawa bambu dan tak dikenal Dedi, langsung memukulnya dan merampas ponselnya. Dedi pun tak berdiam diri dan berusaha mempertahankan diri dengan memberi perlawanan sambil berteriak meminta pertolongan.

Akan tetapi, upaya Dedi tak berhasil lantaran tidak ada warga yang datang membantu. Selanjutnya, keempat pria tersebut berusaha mengambil sepeda motor Dedi. Namun, dia berupaya mempertahankannya meski diserang bertubi-tubi.

Tidak ingin kendaraan miliknya dirampas, Dedi kemudian membuang kunci sepeda motornya. Akibatnya, keempat pria itu semakin emosi dan terus menyerang dia secara membabi buta.

Meski terus diserang dan kalah jumlah, Dedi tak kehabisan akan. Dia mengeluarkan senjata tajam yang kebetulan dibawanya untuk membela diri. Melihat Dedi memegang senjata tajam, keempat pria yang diduga pelaku begal tersebut langsung takut dan berusaha kabur. Namun, salah seorang diantaranya (Reza) berhasil ditahan Dedi. “Saya tahan satu orang (Reza), tapi yang lain tetap mukulin. Namun, akhirnya tiga orang lagi melarikan,” jelas Dedi.

Dia kemudian duel dengan Reza hingga menikam sebanyak tiga kali di bagian pinggang dan dada. Akibatnya, Reza langsung terkapar bersimbah darah. Dedi kemudian meninggalkan Reza dan kabur pulang ke rumahnya.

Beberapa hari setelah kejadian itu, dia merasa dihantui rasa bersalah. Karena itu, dia menceritakan kepada orang tuanya dan selanjutnya menyerahkan diri. “Saya ingin bertanggung jawab atas perbuatan saya,” pungkasnya. (ris/azw)

Malam Tahun Baru, Tempat Hiburan Wajib Tutup Jam 10 Malam

RAZIA: Satgas Covid-19 Kota Medan saat menggelar razia protokol kesehatan di salah satu tempat hiburan malam, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan, pihaknya tidak akan memberikan pengecualian untuk momen malam pergantian tahun baru, 31 Desember 2021 mendatang. Pemko Medan menegaskan, pada malam tahun baru nanti, seluruh tempat hiburan malam (THM) di Kota Medan tetap akan ditutup paling lama pukul 22.00 WIB.

RAZIA: Satgas Covid-19 Kota Medan saat menggelar razia protokol kesehatan di salah satu tempat hiburan malam, beberapa waktu lalu.

Kepada Sumut Pos, Plt KasatPol PP Kota Medan, Rakhmat Adi Syahputra Harahap mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan adanya perayaan berlebihan pada malam pergantian tahun nanti. Tak cuma tempat hiburan, pihaknya juga memastikan, tempat-tempat usaha seperti cafe dan restoran juga wajib ditutup paling lama jam 10 malam.

Apalagi, terang Rakhmat, hal itu sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan No.188.54/12450 Tentang PPKM Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Medan yang berlaku sejak 24 Desember 2021 hingga 03 Januari 2022 mendatang.

“Khusus di malam pergantian tahun pada 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022, kita tidak mengikuti PPKM Level I. Ada kebijakan khusus yang diberlakukan, yaitu harus mengikuti instruksi khusus Nataru. Intinya, tempat hiburan dan sejenisnya tetap wajib ditutup Pukul 10 malam,” ucap Rakhmat kepada Sumut Pos, Selasa(28/12).

Dikatakan Rakhmat, pihaknya tidak akan melarang pihak pengelola hiburan malam, cafe dan sejenisnya untuk beroperasi selama Nataru. Tetapi Dinas Pariwisata dan pihaknya telah memberikan imbauan agar setiap tempat hiburan wajib tutup paling lama pukul 22.00 WIB dan tidak membuat acara yang bersifat hiburan musik hingga mengundang kerumunan orang. “Silahkan buka, tapi ada pembatasan. Tidak boleh membuat acara yang bisa melibatkan orang banyak,” ujarnya.

Dijelaskan Rakhmat, jelang malam pergantian tahun nanti, pihaknya bersama TNI/Polri akan sangat intens melakukan razia ke sejumlah lokasi hiburan malam dan sejenisnya di Kotaedan. Apabila kedapatan melanggar aturan, maka tim gabungan akan langsung memberikan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Di malam tahun baru nanti, tim gabungan akan melakukan razia secara maksimal. Kalau kedapatan melanggar aturan, maka akan langsung kita beri tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST meminta Satgas Covid-19 Kota Medan untuk betul-betul memastikan bahwa informasi terkait aturan itu telah disampaikan secara langsung kepada setiap pengelola Tempat Hiburan di Kota Medan. “Dinas Pariwisata dan Satgas Covid-19 Kota Medan hingga ke Satgas Kecamatan dan Kelurahan harus memastikan bahwa aturan ini telah disampaikan ke setiap pelaku usaha. Jadi nanti ketika malam pergantian tahun baru, tidak ada lagi alasan bahwa pelaku usaha tidak mengetahui aturan itu. Satgas bisa memberikan tindakan tegas saat itu juga,” kata Sudari kepada Sumut Pos, Selasa (28/12).

Dikatakan Sudari, aturan pembatasan jam operasional tempat hiburan itu memang sudah selayaknya dilakukan. Apalagi saat ini, dunia termasuk Indonesia sedang berfokus dalam menghadapi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

“Meskipun Omicron ini belum terdeteksi di Kota Medan, tapi sudah ada di Indonesia. Kalau kita tidak waspada, tidak ketat menerapkan prokes, maka ini akan menjadi masalah baru kedepannya di Kota Medan. Harus tetap prokes, Satgas harus memastikan bahwa aturan berjalan dengan baik,” pungkasnya. (map)

Cek Pos Pelayanan di KNIA, Kapoldasu: Unsur Pengamanan Lengkap

TINJAU: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto mengecek Pos Pelayanan di Bandara Kualanamu, Selasa (28/12).istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak melakukan pengecekan Pos Pelayanan (Posyan) di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang. Saat itu, Kapolda Sumut didampingi Irwasum Polri, Komjen Pol Agung Budi Maryoto beserta para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, dalam rangka pengamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

TINJAU: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto mengecek Pos Pelayanan di Bandara Kualanamu, Selasa (28/12).istimewa/sumutpos.

“Hari Ini kita cek Pos Pelayanan Pengamanan Terpadu Bandara Kualanamu, hasilnya, unsur pengamanan lengkap dari Posko Terpadu ini terdiri dari gabungan instansi TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Otoritas Bandara, KKP dan Angkasa Pura,” kata Irjen Panca kepada wartawan, Selasa (28/12).

Kapolda Sumut menjelaskan, pelaksanaan pos pelayanan ini sesuai dengan yang disepakati dan disampaikan pemerintah, bagaimana aturan perjalanan udara baik domestik dan internasional, seperti harus vaksin dua kali, swab maupun protokol kesehatan lainya.”Tetap patuhi aturan pemerintah selaku pelaku perjalanan (wisata), harus sudah vaksin dua kali, melakukan swab dan menerapkan protokol kesehatan lainya,” pungkasnya. (mbc)

Yuk, Daftar Jadi Mitra GoCar dan Dapatkan Penghasilan hingga 11 Juta per Bulan!

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Buat Anda yang masih bingung mencari pekerjaan, sebuah kesempatan emas untuk bergabung menjadi bagian dari super-app terbesar di Asia Tenggara kini terbuka.

Gojek di Medan saat ini sedang membuka kesempatan bagi Anda untuk menjadi mitra GoCar Dan meraih pendapatan hingga 11 juta rupiah per bulan.

Caranya mudah sekali. Tinggal unduh aplikasi GoPartner dan daftar menjadi mitra dengan mengunduh dokumen-dokumen elektronik yang diperlukan seperti di bawah ini:


– KTP E Asli (Masih Berlaku)

– SIM A / A Umum / D2 /B1 Asli (Dalam masa berlaku)

– STNK mobil asli (Pajak 5 Tahunan dalam masa berlaku)

– SKCK Aktif (Optional) atau Screenshoot aplikasi sejenis

– Buku rekening tabungan

– KEP (Opsional, wajib disertakan bila ada)

– SKK (Wajib disertakan untuk pendaftaran GoArmada)

Proses pendaftaran menjadi mitra GoCar ini juga bisa langsung dilakukan melalui Booth Gojek Medan berikut ini:

– Plaza Medan Fair
– Metrolink Food Court
– Maju Bersama – Denai
– Maju Bersama – Letda Sujono
– Ringroad Citywalk
– Ringroad Point Food Court
– Medan Night Market
– JWalk Park

Selama proses pendaftaran, Gojek tidak memungut biaya apapun, seluruh proses pendaftaran menjadi mitra driver GoCar ini bebas dari pungutan apapun.

Kami menghimbau kepada Anda untuk selalu berhati-hati kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan Gojek di Medan dan bisa membantu proses pendaftaran.

Karena pendaftaran hanya dilakukan melalui aplikasi yang resmi.

Yuk langsung download aplikasi GoPartner dan langsung daftar jadi mitra Gojek!

Salam satu aspal! (rel)

Indonesia vs Thailand: Akhiri Paceklik Gelar

SUMUTPOS.CO – Indonesia akan berjumpa Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2020, Rabu (29/12) malam WIB. Kedua tim tidak akan tampil dengan skuad terbaiknya pada duel di Singapore National Stadium ini.

Indonesia dipastikan kehilangan Pratama Arhan. Dia mendapatkan kartu kuning pada dua laga babak semifinal dan harus absen karena akumulasi. Tentu ini menjadi kerugian bagi Indonesia.

Selain harus kehilangan Arhan, Skuad Garuda dibayangi rekor buruk di final Piala AFF. Dari lima kesempatan tampil di final, Indonesia selalu gagal. Tapi, situasi kali ini mungkin agak berbeda.

Timnas Indonesia yang kini diasuh pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong berambisi n

mengakhiri 25 tahun paceklik gelar. “Tentu saja saya ingin menjadi juara tetapi mengangkat trofi tidak terjadi hanya karena Anda menginginkannya, menjadi juara datang dengan cara Anda ketika Anda melakukan yang terbaik di setiap pertandingan,” ujar Shin dalam situs resmi Piala AFF, Selasa (28/12).

“Sebagai pelatih, saya telah memenangkan lebih dari 20 gelar dan dari pengalaman itu saya ingin menanamkan mental yang kuat pada para pemain dan mencoba menjadi juara. Mentalitas itu adalah sesuatu yang terus-menerus saya ceritakan kepada para pemain,” imbuhnya.

Shin Tae-yong bakal memainkan peran vital pada laga final ini. Dia telah membawa banyak perubahan di Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan telah meningkatkan level bermain Evan Dimas dan kolega.

Ketajaman para pemain Timnas menjadi salah satu nilai lebih yang dimiliki Indonesia. Dari fase grup hingga semifinal, Witan Sulaeman dan kolega secara total sudah melesakkan 22 gol di waktu normal dan babak perpanjangan waktu.

Shin Tae-yong juga berharap agar pasukan Garuda dapat lebih berkembang lagi untuk duel berikutnya. Terutama saat menghadapi tendangan bebas dari kubu lawan. “Karena tidak fokus untuk set piece, jadi sampai bisa dikatakan ke neraka dan ke surga, bolak balik,” kata Shin, mengomentari hasil pertandingan semifinal melawan Singapura di leg 2 lalu, seperti dikutip laman resmi PSSI.

“Bagian itu harus diperbaiki khususnya para pemain masih muda untuk kontrol pertandingan sedikit berkurang jadi untuk ke depannya lebih menunjukkan lagi perkembangan,” sambung eks pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 tersebut.

Penyerang Timnas Garuda, Egy Maulana bakal bekerja keras untuk bisa memberikan gelar ke masyarakat Indonesia. “Kami tahu bahwa kami telah gagal lima kali sekarang tetapi kami tidak merasakan tekanan, melainkan kami hanya tahu betapa besar peluang yang kami miliki dan menjadi juara tidak akan datang dari berbicara tetapi hanya dari kerja keras,” kata Egy.

“Kami perlu percaya pada diri kami sendiri dan beberapa orang mungkin berpikir bahwa Thailand mungkin lebih kuat dari kami, tetapi saya tidak takut, bentuk bolanya bulat dan jika kami yakin akan pulang dengan trofi, maka tidak ada yang tidak mungkin,” pungkasnya.

Thailand dan Indonesia terakhir bersua pada Juni lalu di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Saat itu, laga berakhir dengan skor 2-2. Shin Tae-yong mampu memperbaiki catatan buruk Indonesia yang pada pertemuan sebelumnya yang kalah 3-0 dari Thailand di Gelora Bung Karno. Ketika itu, Indonesia dilatih Simon McMenemy.

Seperti Indonesia, Thailand juga tak bisa tampil dengan kekuatan terbaik. Kiper Chatchai Budprom absen karena cedera. Lalu, ada bek kiri Theerathon Bunmathan yang absen karena akumulasi kartu kuning.

Pelatih Alexandre Polking punya kiper senior Siwarak Tedsungnoen sebagai pengganti. Sementara, Tristan Do yang ikut merasakan gelar juara Piala AFF 2016 -mengalahkan Indonesia di final-, bakal jadi andalan untuk posisi bek kiri.

Thailand diunggulkan pada laga final Piala AFF 2020 ini. Pada babak semifinal, mereka menang atas tim kuat Vietnam dengan agregat 2-0. Tapi, pelatih Polking tidak ingin besar kepala dengan status unggulan. “Kami sangat fokus pada dua laga final dan memenangkan gelar, kami punya 180 menit laga yang harus dimainkan. Kami tidak merasa tim unggulan. Indonesia telah bermain sangat baik pada Piala AFF ini,” katanya. (bbs)

Meski Ada Ancaman Omicron, Lebih 10 Ribu WNI Nekat ke Luar Negeri

HUB INTERNASIONAL Bandara Internasional Kualanamu bakal menjadi hub internasional dan akan menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) Malaysia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah ancaman varian Omicron, sejumlah warga masih nekat ke luar negeri. Hal ini disampaikan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Ilustrasi.

Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencatat, dalam kurun waktu 23-27 Desember 2021, total 10.853 WNI ke luar negeri. Rata-rata ada 2.700 WNI yang meninggalkan Indonesia di periode tersebut.

“Kami tidak bisa melarang WNI untuk ke luar Indonesia karena yang disampaikan oleh pemerintah sifatnya masih imbauan dan belum cukup dijadikan dasar pelarangan WNI ke luar negeri,” kata Kepala Bagian Humasn

dan Umum Ditjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara, dalam keterangan resmi yang dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (28/12).

Pemerintah sejauh ini telah merespons kemunculan Omicron dengan memberi imbauan bagi masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri. Selain itu aturan masa karantina juga diperpanjang bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Karena Omicron ini cepat sekali penularannya, dalam sidang kabinet terakhir kita melakukan upaya pengetatan dalam arti beberapa hal. Pertama yang datang dari Luar Negeri betul-betul kita perketat, bahkan kita sedang melakukan upaya karantina apakah nanti lebih selektif, penyiapan di dalam negeri dan melarang WNI untuk ke luar negeri untuk sementara ini,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/12).

Ma’ruf juga mengatakan, penerapan protokol kesehatan akan diperketat. Booster vaksinasi juga akan dipercepat. “Kemudian juga masalah prokes diperketat terutama masker, dan vaksinasi dipercepat termasuk sedang disiapkan booster untuk masyarakat umum. Begitu juga penerapan PeduliLindungi,” ujar Maruf.

Meski begitu, Ma’ruf mengatakan tidak akan ada kenaikan level. Namun, tetap dilakukan pemeriksaan terhadap sudah belumnya warga divaksinasi. “Tapi tidak ada kenaikan level masih tetap seperti biasa dan tidak ada penyekatan tapi pemeriksaan vaksinasi,” kata Ma’ruf.

Dia juga menyebut, pemerintah daerah telah diinstruksikan untuk bersiap dengan ditemukannya transmisi lokal Omicron. “Pemda sudah diinstruksikan untuk bersiap kemungkinan terjadinya transmisi lokal, kemarin sudah 47 terkonfirmasi sehingga harus antisipasi ketat,” tuturnya.

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan juga melaporkan ada 47 kasus varian Omicron dengan satu kasus di antaranya adalah transmisi lokal. Kasus transmisi lokal ini adalah pria berusia 37 tahun yang tidak memiliki riwayat ke luar negeri atau kontak langsung dengan pelaku perjalanan.

“Pasien tinggal di Medan ke Jakarta sebulan sekali. Dari data yang ada tiba di Jakarta 6 Desember kemudian 17 Desember sempat mengunjungi salah satu restoran di SCBD dan 19 Desember melakukan tes antigen dinyatakan positif,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.(dth)